Author: 15

  • Thopen Rencanakan Mining Bitcoin Monetisasi Surplus Energi Terbarukan

    Transformasi energi global semakin terhubung dengan dunia aset digital. Terbaru, Thopen, perusahaan produsen tenaga surya di Brasil, sedang mengevaluasi peluang masuk ke industri penambangan Bitcoin (BTC) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi surplus energi dari sektor energi terbarukan yang tengah berkembang pesat di negara tersebut.

    CEO Thopen dan juga CEO perusahaan induknya, Pontal Energy, Gustavo Ribeiro, mengungkapkan dalam wawancara dengan BN Americas bahwa perusahaan melihat peluang strategis di sektor kripto.

    “Kami sedang mempertimbangkan ekspansi ke penambangan Bitcoin,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Coinmarketcap pada Jumat (31/10).

    Ia menyoroti bagaimana operasi tersebut dapat memanfaatkan energi berlebih yang saat ini belum terserap sepenuhnya oleh jaringan listrik nasional.

    Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

    Mengatasi Tantangan Kelebihan Suplai Energi

    Brasil kini berada pada fase pertumbuhan pesat energi hijau, terutama dari tenaga surya dan angin. Namun perkembangan ini menghadirkan tantangan baru: kelebihan energi yang tak terserap.

    Banyak produsen listrik mengalami pembatasan distribusi energi ke grid akibat kapasitas jaringan yang terbatas.

    Ribeiro menilai penambangan Bitcoin sebagai solusi yang tepat, efektif, dan menguntungkan.

    Dengan menempatkan pusat data dan rig penambangan di dekat sumber energi, Thopen dapat menyerap surplus listrik, energi yang jika tidak akan terbuang, dan mengubahnya menjadi aset digital bernilai tinggi.

    “Konversi energi menjadi modal melalui penambangan Bitcoin menjadi strategi yang sangat menarik bagi sektor energi terbarukan,” tambah Ribeiro.

    Ilustrasi penambang kripto sebabkan harga bitcoin naik-turun. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi penambang kripto sebabkan harga bitcoin naik-turun. Sumber: Shutterstock.

    Tren Global: Energi ke Kripto Semakin Menguat

    Langkah Thopen bukanlah fenomena tunggal. Tren “Energy to Crypto” atau konversi energi menjadi aset digital kini berkembang di berbagai negara.

    Di Inggris, Union Jack Oil menginisiasi proyek “oil-to-crypto” dengan memanfaatkan gas alam untuk menyalakan fasilitas penambangan Bitcoin.

    Sementara itu, Kanada melalui AgriFORCE Growing Systems menggunakan gas terdampar untuk menjalankan 120 rig penambangan BTC dengan rencana ekspansi lanjutan.

    Inisiatif ini menunjukkan transformasi struktural: produsen energi mulai melihat Bitcoin sebagai mekanisme penyimpanan nilai energi, setara atau bahkan lebih efisien dibanding opsi ekspor atau distribusi konvensional.

    Dukungan Kebijakan dan Dinamika Energi

    Brasil juga merencanakan langkah strategis jangka panjang. Pemerintah setempat akan membuka dua tender energi baru pada 2026 untuk pembangkit listrik tenaga air dan pembangkit listrik termal berbahan bakar fosil

    Tujuannya adalah menyeimbangkan dan menstabilkan pasokan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada sumber intermiten seperti matahari dan angin.

    Dalam konteks ini, penambangan Bitcoin dianggap sebagai buffer ekonomi dan teknis bagi fluktuasi pembangkitan energi.

    Di level global, perhatian juga meningkat. Menteri Energi AS baru-baru ini mengusulkan akses grid yang lebih cepat untuk operasi AI dan penambangan kripto, menandai pengakuan resmi atas peran strategis konsumsi daya fleksibel.

    Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

    Bagi Thopen, penerapan penambangan Bitcoin memberikan dua manfaat utama:

    1. Mengurangi pemborosan energi terbarukan
    2. Menghasilkan pendapatan baru tanpa menambah jejak karbon

    Operasi penambangan yang fleksibel memungkinkan mesin menyala saat produksi energi berlebih dan berhenti ketika kebutuhan grid meningkat. Ini mendukung stabilitas jaringan dan profitabilitas energi terbarukan.

    Menuju Era Baru: Energi Terbarukan + Blockchain

    Potensi langkah Thopen juga mencerminkan dinamika industri penambangan global pasca halving Bitcoin.

    Kapasitas produksi energi terbarukan kini menjadi keunggulan kompetitif baru bagi perusahaan penambang.

    Ribeiro menegaskan bahwa perusahaan masih dalam tahap evaluasi teknis dan finansial sebelum mengambil keputusan akhir. Namun, jika terealisasi, Thopen berpotensi menjadi pelopor adopsi blockchain dan Bitcoin mining di sektor energi terbarukan Amerika Latin.

    Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

    Strategi Thopen mencerminkan tren global di mana teknologi blockchain dan energi bersih mulai saling melengkapi, menjadikan Bitcoin bukan hanya aset digital, tetapi juga alat monetisasi energi dan solusi manajemen daya modern.

    Seiring dunia bergerak menuju net-zero emission, model “energi ke kripto” berpotensi menjadi bagian penting ekosistem energi masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Naik Level! Upgrade Fusaka Siap Revolusi Kecepatan Jaringan

    Ethereum, jaringan blockchain terbesar kedua secara kapitalisasi pasar, kembali memasuki tahap penting dalam evolusinya.

    Upgrade besar yang diberi nama “Fusaka” dijadwalkan akan aktif di mainnet pada 3 Desember, setelah sebelumnya melakukan uji coba pada testnet.

    Baca Juga: Catat Waktunya, Ethereum Segera Luncurkan Upgrade Fusaka

    Tahapan Peluncuran

    Menurut laporan, upgrade Fusaka telah aktif pada testnet “Hoodi”, dan akan dilakukan peluncuran di mainnet pada 3 Desember. Selanjutnya, fase lanjutan dari upgrade ini direncanakan menyusul setelah tanggal tersebut.

    Meskipun detail teknis lengkap belum terbuka secara publik, upgrade ini dipandang sebagai langkah penting dalam pengembangan Ethereum.

    Upgrade besar biasanya mencakup pembaruan seperti peningkatan kecepatan transaksi, pengurangan biaya gas, peningkatan skalabilitas jaringan, atau fitur-baru yang memungkinkan ekosistem DeFi dan aplikasi Web3 berjalan lebih efisien.

    Dalam konteks Ethereum, setiap upgrade utama juga dapat memperkuat keamanan jaringan, mengoptimalkan mekanisme konsensus, atau menambah kapabilitas smart contract.

    Dengan demikian, Fusaka diharapkan menjadi katalis bagi adopsi yang lebih luas dan komersialisasi aplikasi blockchain.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Mengapa Fusaka Begitu Penting?

    1. Skalabilitas & Biaya Gas – Pengguna Ethereum sering menghadapi biaya gas tinggi pada periode permintaan tinggi. Upgrade ini dapat membantu mengurangi hambatan tersebut.
    2. Daya Tarik DeFi & Web3 – Ekosistem Ethereum merupakan fondasi utama bagi banyak proyek DeFi, NFT, dan aplikasi terdesentralisasi. Peningkatan performa bisa mendongkrak ekosistem secara keseluruhan.
    3. Persaingan dengan Layer-2 & Jaringan Lain – Banyak protokol Layer 2 dan blockchain alternatif yang menawarkan biaya rendah dan kecepatan tinggi. Upgrade Fusaka membantu Ethereum tetap kompetitif.
    4. Adopsi Institusional – Dari sudut institusional, upgrade jaringan yang signifikan sering memperkuat kepercayaan dan kesiapan infrastruktur untuk skala besar.

    Potensi Dampak bagi Pengguna & Pengembang

    Pengguna biasa bisa mengalami transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah, terutama di aplikasi DeFi.

    Pengembang dApp akan memiliki lingkungan yang lebih optimal untuk meluncurkan aplikasi baru atau memperluas fitur.

    Sementara itu, validator dan node operator mungkin menghadapi perubahan konfigurasi, sinkronisasi ulang, atau kebutuhan pembaruan perangkat lunak agar kompatibel dengan Fusaka.

    Risiko & Hal yang Perlu Diwaspadai

    Meskipun upgrade ini membawa banyak harapan, pengguna dan investor juga harus memperhatikan hal berikut:

    • Bug atau masalah teknis pasca-peluncuran bisa muncul, seperti reorg blockchain, kesalahan smart contract, atau downtime.
    • Adaptasi dari ekosistem: aplikasi dan protokol yang berbasis Ethereum harus memastikan kompatibilitas dengan upgrade baru.
    • Ekspektasi pasar bisa terlalu tinggi: tidak semua fitur yang dijanjikan akan langsung terasa oleh pengguna sehari-hari.

    Momen Penting Bagi Investor

    Bagi investor, upgrade jaringan besar sering menjadi momen yang layak dicermati. Sentimen positif dapat meningkat karena ekspektasi perbaikan teknis dan adopsi yang lebih luas.

    Namun, volatilitas jangka pendek juga mungkin bisa saja terjadi ketika pasar menanti peluncuran dan menilai hasilnya.

    Sedangkan bagi investor jangka panjang, mereka perlu melihat lebih jauh ke arah manfaat fundamental: ekosistem yang lebih sehat dan aplikasi yang lebih matang, daripada sekadar kenaikan harga sesaat.

    Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Terkoreksi ke $3.897, Ini Peluang Beli?

    Upgrade “Fusaka” menjadi titik balik penting bagi Ethereum. Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada 3 Desember, jaringan ini bersiap meningkatkan performa, efisiensi, dan daya tariknya untuk ekosistem DeFi, Web3, dan aplikasi blockchain secara umum.

    Meskipun membawa peluang besar, pengguna dan investor tetap harus mempertimbangkan risiko implementasi teknis dan realisasi fitur.

    Kini, pertanyaan yang akan terjawab dalam beberapa minggu mendatang adalah: sejauh mana Fusaka akan berhasil, dan bagaimana dampaknya terhadap posisi Ethereum dalam persaingan blockchain global?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat $110K, Sentimen Mulai Membaik

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat naik 1,37% dalam 24 jam terakhir, hingga menembus level $110.046,36 per BTC.

    Peningkatan ini disertai dengan volume perdagangan harian sekitar $69,07 miliar, menandakan minat beli yang mulai pulih setelah periode konsolidasi di bawah $108 ribu.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,19 triliun, Bitcoin masih mendominasi lebih dari 50% total nilai pasar kripto global.

    Baca Juga: Kredit Berbasis Bitcoin Resmi Dinilai S&P: Masa Depan Kripto Cerah

    Kinerja Mingguan & Bulanan: Tekanan Masih Terasa

    Meskipun naik harian, performa jangka pendek Bitcoin masih menunjukkan volatilitas tinggi:

    Periode Perubahan Harga Persentase
    1 Hari +$ 1.486,13 +1,37%
    7 Hari −$ 1.051,00 −0,95%
    30 Hari −$ 4.275,46 −3,74%
    60 Hari +$ 2.673,73 +2,49%
    90 Hari −$ 3.939,59 −3,46%

    Dalam sebulan terakhir, Bitcoin masih terkoreksi sekitar 3,7%, menunjukkan fase konsolidasi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi $126.198,07 beberapa bulan lalu.

    Fluktuasi ini banyak dipengaruhi oleh arus keluar dari ETF spot, kekhawatiran suku bunga tinggi, dan aksi ambil untung investor institusional.

    Analisa Teknikal: Area Support dan Resistance Kritis

    Secara teknikal, BTC masih berada di fase sideways dengan kecenderungan bullish jangka pendek.

    • Support utama: $106.300 – level terendah 24 jam yang juga berdekatan dengan EMA 50 hari.
    • Resistance utama: $111.600 – level tertinggi 24 jam, yang menjadi kunci untuk menguji potensi reli berikutnya menuju $115.000.
    • Indikator RSI (14-hari): mendekati 54 — menunjukkan momentum netral ke positif.
    • MACD: mulai membentuk crossover positif, menandakan potensi lanjutan penguatan jika volume beli bertahan.

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance $111.600, peluang menuju $115.000–118.000 terbuka lebar.

    Namun, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu koreksi ke kisaran $107.000–106.000 sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Fundamental: Dominasi & Sentimen Pasar

    Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling populer dengan peringkat 1 di pasar dan tingkat sirkulasi 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Saat ini, sekitar 19,94 juta BTC sudah beredar di pasar.

    Kenaikan harga hari ini dipicu oleh beberapa faktor:

    1. Peningkatan permintaan institusional melalui ETF spot di AS dan Eropa.
    2. Stabilisasi dolar AS, yang memberi ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk menguat.
    3. Optimisme investor jelang keputusan The Fed mengenai potensi pemangkasan suku bunga di kuartal IV 2025.

    Namun demikian, investor tetap berhati-hati karena volatilitas tinggi dan potensi aksi ambil untung menjelang akhir tahun.

    Prospek ke Depan: Konsolidasi Sehat Sebelum Reli Baru?

    Dengan posisi saat ini di atas $110.000, Bitcoin berada di fase krusial. Jika mampu bertahan di atas EMA 50 hari dan volume beli meningkat, peluang reli menuju $120.000 masih sangat terbuka.

    Di sisi lain, tekanan makro seperti inflasi global dan keputusan suku bunga The Fed dapat menahan laju kenaikan.

    Analis memperkirakan bahwa selama Bitcoin tidak menembus di bawah $106.000, tren jangka menengah tetap positif. Momentum bullish kemungkinan akan menguat kembali menjelang awal 2026, terutama jika ada konfirmasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 3,18% ke $115.000

    Pergerakan Bitcoin hari ini menggambarkan fase recovery setelah koreksi singkat. Dengan kapitalisasi pasar yang solid dan fundamental yang tetap kuat, BTC masih menjadi pilihan utama investor kripto global.

    Selama harga bertahan di atas area psikologis $100.000, tren jangka panjang Bitcoin tetap cenderung naik — meski jalan menuju rekor tertinggi baru kemungkinan akan disertai fluktuasi yang tajam.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bangkit Dari Tidur Panjang, Harga Flamingo (FLM) Meroket 40%

    Pasar kripto kembali diramaikan dengan kejutan dari Flamingo (FLM), token ekosistem DeFi yang berbasis di jaringan NEO.

    Dalam 24 jam terakhir, harga Flamingo melonjak 43,11% menjadi $0,026102 per token, menjadikannya salah satu aset digital f kenaikan tertinggi hari ini.

    Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang luar biasa tinggi, mencapai $64,47 juta atau lebih dari 4 kali lipat kapitalisasi pasar FLM yang hanya $14,61 juta.

    Fenomena ini mengindikasikan peningkatan minat beli yang ekstrem, baik dari trader ritel maupun investor spekulatif yang memburu momentum kenaikan cepat.

    Baca Juga: FLM Melonjak 20% dan Masih Panas! Apa yang Terjadi?

    Kinerja Harga FLM: Rebound Tajam Setelah Konsolidasi Panjang

    Flamingo telah melalui periode stagnasi cukup lama. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa token ini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

    Berikut rangkuman pergerakan harga FLM dalam beberapa periode:

    Periode Perubahan Harga Persentase
    1 Hari +US$ 0.007478 +40.51%
    7 Hari +19.72% +19.72%
    30 Hari +US$ 0.000789 +3.14%
    60 Hari −US$ 0.002191 −7.79%
    90 Hari −US$ 0.001371 −5.02%

    Dalam satu hari, FLM berhasil menembus level tertinggi 24 jam di $0.033638, jauh di atas titik terendah $0.019593.

    Meskipun masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa $1.242202, momentum teknikalnya menunjukkan potensi pemulihan yang kuat.

    Analisis Teknikal: Apakah Tren Bullish FLM Bisa Berlanjut?

    Secara teknikal, lonjakan harga Flamingo hari ini memperlihatkan pergeseran sentimen dari netral menjadi bullish kuat.

    • Support terdekat: $0.021 — area yang kini menjadi level pertahanan kunci setelah breakout.
    • Resistance utama: $0.0336 — jika tembus, peluang menuju $0.04 terbuka lebar.
    • Volume/kapitalisasi (turnover ratio): 4,4x — menandakan pergerakan sangat aktif dan potensi volatilitas tinggi.
    • RSI (14-hari): kemungkinan mendekati zona 70, menandakan kondisi overbought namun tetap berpotensi melanjutkan tren naik jika volume mendukung.

    Namun, volatilitas ekstrem ini juga menjadi peringatan.

    Penurunan harga dalam satu jam terakhir sebesar −2,26% menunjukkan adanya aksi ambil untung jangka pendek. Jika tekanan jual meningkat, FLM bisa menguji kembali support di kisaran $0.021–0.022.

    Faktor Pendorong Kenaikan: Apa yang Membuat FLM Meledak?

    Beberapa faktor yang mungkin memicu lonjakan tajam harga FLM:

    1. Kebangkitan sektor DeFi: Seiring membaiknya sentimen pasar, proyek-proyek DeFi lama seperti Flamingo kembali dilirik investor.
    2. Likuiditas meningkat drastis: Lonjakan volume hingga $64 juta menunjukkan arus modal baru yang signifikan.
    3. Spekulasi teknikal: FLM menembus level resistensi mingguan, memicu short squeeze dan gelombang beli otomatis.
    4. Sentimen komunitas NEO: Dukungan dari komunitas blockchain NEO kembali menguat seiring peningkatan aktivitas on-chain dan proyek integrasi baru.

    Fundamental Flamingo: Potensi DeFi Multichain

    Flamingo adalah platform DeFi yang berfokus pada liquidity mining, staking, dan yield farming di jaringan NEO.

    Dengan total suplai maksimum 1 miliar FLM dan pasokan beredar 559,67 juta, token ini memiliki ruang pertumbuhan yang masih luas.

    Flamingo juga mulai mengeksplorasi integrasi lintas rantai (cross-chain) yang dapat membuka akses ke jaringan seperti Ethereum dan BNB Chain.

    Jika berhasil, potensi utilitas FLM bisa meningkat signifikan, memperkuat nilainya dalam ekosistem DeFi global.

    Kesimpulan: Momentum Bullish FLM Masih Terbuka

    Lonjakan harga lebih dari 40% dalam sehari menempatkan Flamingo di radar para trader kripto.

    Dengan volume perdagangan besar dan sentimen pasar yang positif, peluang lanjutan kenaikan tetap terbuka, meski volatilitas tinggi perlu diwaspadai.

    Selama harga bertahan di atas $0.021, tren jangka pendek FLM tetap positif. Namun, investor sebaiknya memperhatikan potensi koreksi teknikal jangka pendek setelah reli tajam ini.

    Jika proyek terus memperluas utilitas DeFi-nya, Flamingo bisa kembali menjadi salah satu altcoin DeFi yang mencuri perhatian di akhir 2025.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network (PI) Anjlok 5%, Efek Market Wide Dan Token Unlock

    Harga Pi Network (PI) mengalami penurunan sekitar 5,26 % dalam 24 jam terakhir, jauh lebih dalam dibanding Bitcoin yang turun 1,71 % dan Ethereum yang melemah sekitar 5 %.

    Penurunan ini terjadi setelah token tersebut mencatat kenaikan mingguan sekitar 21 % dan kini menghadapi sejumlah tekanan teknikal dan struktural.

    Secara keseluruhan, Coinmarketcap melaporkan bahwa penurunan harga PI hari ini, Jumat (31/10) dipengaruhi oleh tiga faktor berikut:

    Baca Juga: Tekanan Jual Meningkat, Harga Pi Network (PI) Turun 4,15%

    1. Koreksi Teknis – Momentum Terlalu Panas

    Setelah rally yang kuat, pergerakan Pi mulai menunjukkan sinyal peringatan. Dimulai dengan indeks RSI 7-hari sempat menembus angka 71,39 yang menunjukkan kondisi overbought.

    Histografi MACD menunjukkan crossover ke negatif (−0,0037), mengindikasikan momentum naik mulai melemah.

    Harga menolak di area resistensi sekitar $0,28 (level Fibonacci 23,6 %) dan gagal bertahan di atas rata-rata eksponensial 200‐hari ($0,47) → sinyal bahwa tren naik jangka panjang sedang diuji.

    Saat ini support kritis berada di $0,229; sebuah penutupan di bawah level ini dapat memicu turun tambahan ke area $0,209 (Fib 61,8 %) jika tekanan jual meningkat.

    Itu berarti, traders yang telah menikmati keuntungan cepat mulai mengambil untung dan momentum baru belum cukup kuat untuk meneruskan kenaikan. Jika gagal menembus kembali ke $0,26, maka risiko retest ke level yang lebih rendah meningkat.

    2. Token Unlock & Tekanan Pasokan – Headwind Struktural

    Satu faktor yang makin membayang: penguncian (lock‐up) token yang akan dibuka secara bertahap. Tercatat sekitar 1,27 miliar PI (dengan nilai sekitar US$ 315 juta) akan memasuki sirkulasi dalam 12 bulan ke depan.

    Bahkan minggu lalu, ada arus masuk ke exchange sebanyak 86 juta PI (~US$ 21 juta) yang mengindikasikan bahwa sebagian pemegang bersiap menjual.

    Analisis Harga Pi Network. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga Pi Network. Sumber: TradingView.

    Padahal jika suplai bertambah tanpa lonjakan permintaan yang sebanding, maka tekanan jual akan makin terasa dan bisa memperpanjang periode penurunan.

    3. Koreksi Lebih Luas pada Altcoin – Efek Market-Wide

    Tekanan tak hanya berasal dari proyek tersebut saja, namun turut dipengaruhi dari token lainnya.

    Harga Bitcoin jatuh sekitar 4 % ke $107,5 ribu pada 30 Oktober, yang memicu likuidasi besar—sekitar $1,1 miliar posisi long di pasar kripto.

    Indeks rasa takut/serakah kripto (crypto fear/greed) turun ke sekitar 31 (“Fear”), menunjukkan kehati-hatian yang meningkat di kalangan investor.

    Token seperti Pi dengan rasio turnover tinggi (volume/kap pasar ~0,031) makin rentan saat gelombang penjualan menyapu pasar altcoin.

    Namun di sisi lain, perlu dicatat bahwa sebelum koreksi, Pi mencatat kenaikan mingguan sekitar 21 %—lebih tinggi dibanding BTC (−0,49 %) dan ETH (−6,16 %), sehingga masih ada sisi “membuang dulu karena sudah naik duluan”.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4,59%: Risiko Token Unlock dan Tekanan Teknis

    Kesimpulan & Pandangan ke Depan

    Penurunan Pi tampak sebagai kombinasi dari aksi ambil untung setelah lonjakan cepat, tekanan token unlock yang akan segera terjadi, dan koreksi pasar altcoin yang lebih luas.

    Walau begitu, ada faktor jangka panjang yang mendukung, antara lain kemitraan baru serta integrasi ke standar ISO 20022 yang bisa memperkuat utilitas token. Hanya saja dalam jangka pendek, faktor‐headwind lebih dominan.

    Dengan kondisi seperti ini, trader perlu memantau zona support di $0,229. Jika gagal, retest ke level $0,158 (yang pernah disentuh Oktober lalu) bisa saja kembali terulang.

    Untuk arus masuk/keluar ke exchange, jika volume masuk besar menandakan pemegang siap jual, maka tekanan akan makin terasa.

    Perhatikan juga keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve atau bank-sentral global bisa memicu volatilitas pasar kripto kembali.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 31 Oktober 2025: Halloween Altcoin Apa yang Naik?

    Pasar kripto merayakan Halloween dengan lonjakan altcoin yang mengesankan pada Kamis (31/10). JELLYJELLY melonjak 42% dalam 24 jam ke $0,1585, FLM naik 40% ke $0,0252, dan ADX menguat 15% ke $0,1402, menunjukkan potensi kenaikan lanjutan.

    Sejarah menunjukkan bahwa beberapa altcoin cenderung diuntungkan pasca-Halloween, termasuk AAVE, Ethereum, dan Dogecoin. AAVE sempat naik 12% dalam seminggu setelah Halloween (2020–2024), sedangkan ETH dan DOGE biasanya pulih di awal November, menandai pola Reli Altcoin Season. Lihat lebih lengkap di bawah:

    Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar di hari Halloween pada Kamis (31/10)

    • JELLYJELLY melonjak 42% (24 Jam), sentuh $0,1585.
    • FLM naik tajam 40%, diperdagangkan sekitar $$0,0252.
    • ADX menguat 15% sehari ($$0,1402), potensi naik lanjutan.

    3 Altcoin Diuntungkan pada Minggu Halloween

    • AAVE, Ethereum, Dogecoin Konsisten Untung Pasca-Halloween (2020-2024).
    • AAVE catat historis rebound, Naik 12% seminggu setelah Halloween.
    • ETH dan DOGE cenderung pulih awal November (Pola Reli Altcoin Season).

    Cashback 100% Total Hadiah BTC Rp 20 JUTA*

    Token TRUMP Potensi Kuat di November: 4 Alasan Optimis

    • Koin TRUMP Naik 42% seminggu, tertinggi 6 minggu.
    • Whale akumulasi, stok bursa menurun,trade Naik: Kepercayaan tinggi.
    • Spekulasi ETF Trump dan grafik bullish dukung ekspektasi November kuat.

    3 Token Tersembunyi Berpotensi Pump November 2025

    • LINK: Whale tambah 11 juta, yakin Terobosan RWA.
    • LTC: ETF picu beli; tembus $$98,65 ke $$135,98.
    • UNI: Whale akumulasi; tutup $$6,90 pemicu Reli 29%.

    Baca juga: Tren Bitcoin 27-31 Oktober 2025: M2 Supply Kuncinya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Indonesia Ungkap Rencana Rupiah Digital Mirip Stablecoin Basis SBN

    Indonesia selangkah lebih dekat menuju masa depan keuangan digital yang sepenuhnya berbasis blockchain. Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan inovasi besar: penerbitan surat berharga digital berbasis token yang didukung oleh obligasi pemerintah (SBN), sebuah terobosan yang disebut sebagai “versi stablecoin nasional Indonesia.”

    Langkah monumental ini diungkap langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Festival Keuangan dan Ekonomi Digital Indonesia serta Fintech Summit 2025 di Jakarta.

    “Kami akan menerbitkan surat berharga Bank Indonesia dalam bentuk digital, rupiah digital dengan underlying SBN, stablecoin versi nasional Indonesia,” ujar Perry.

    Kombinasi CBDC dan Obligasi Pemerintah

    Rencana ini merupakan bagian dari strategi besar BI untuk memperkuat CBDC Rupiah Digital. Nantinya, surat berharga digital ini akan diterbitkan dengan dukungan aset SBN, menjadikannya mirip dengan stablecoin yang nilainya stabil karena ditopang oleh instrumen keuangan negara.

    Jika berhasil diimplementasikan, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengintegrasikan sistem blockchain langsung ke dalam kebijakan moneter nasional.

    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.

    Awal dari Integrasi Blockchain ke Sistem Moneter

    Inisiatif ini sekaligus membuka jalan bagi penerapan blockchain di sektor keuangan nasional. Menurut laporan CNBC Indonesia, penerbitan surat berharga digital ini akan menjadi pondasi ekosistem digital BI, memperluas adopsi teknologi finansial di Indonesia.

    Meski stablecoin belum diakui sebagai alat pembayaran sah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mulai mengawasi peredarannya. Kepala Divisi Kripto dan Aset Digital OJK, Dino Milano Siregar, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan aturan kepatuhan Anti Pencucian Uang (AML) dan pelaporan berkala bagi entitas yang memperdagangkan stablecoin.

    “Stablecoin digunakan sebagai alat lindung nilai karena lebih stabil dibanding mata uang kripto lain,” jelas Dino.

    Indonesia di Peringkat 7 Dunia dalam Adopsi Kripto

    Langkah BI ini juga sejalan dengan posisi Indonesia di panggung global. Berdasarkan Indeks Adopsi Kripto Global 2025 dari Chainalysis, Indonesia kini menempati peringkat ketujuh dunia, unggul dalam aktivitas DeFi dan nilai transaksi terpusat.

    Bahkan, pada Agustus lalu, kelompok advokasi Bitcoin Indonesia mengungkap bahwa pemerintah sempat menjajaki kemungkinan menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan nasional, demi memperkuat ketahanan ekonomi digital negara.

    Baca juga: Bank Indonesia Akan Rilis Konsep Rupiah Digital pada Tahun 2024


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

    Bersamaan dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%, The Federal Reserve (FED) resmi mengumumkan bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan berakhir pada 1 Desember 2025.

    QT sering dianggap sebagai sinyal bullish oleh para investor, karena karena tekanan pengetatan berkurang, sehingga modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko.

    Tapi apa itu Quantitative Tightening (QT) dan apa aartinya bagi pasar kripto? Apakah ini jadi pertanda bullish? Simak uraiannya di bawah ini.

    Apa Itu Quantitative Tightening (QT)?

    QT adalah kebijakan moneter di mana bank sentral Amerika (FED) mengurangi ukuran neracanya dengan tidak membeli kembali aset yang jatuh tempo, seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS). Ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi uang beredar di pasar. 

    Sejak dimulai pada 2022, QT telah mengurangi neraca FED dari puncak $9 triliun menjadi sekitar $6.6 triliun saat ini, yang berarti sekitar $1 triliun likuiditas telah ditarik dari sistem keuangan.

    Selain QT ada juga QE atau Quantitative Easing, QE adalah kebijakan lawan dari QT di mana bank sentral memperluas neracanya dengan membeli aset seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS) dari pasar.

    Tujuan utamanya adalah untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan suku bunga jangka panjang, dan merangsang aktivitas ekonomi.

    Baca juga: Siapa Itu Jerome Powell dan Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

    The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember

    Statement resmi FOMC dari laman The FED.

    Pada tanggal 29 Oktober 2025 kemarin, The FED baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.75%-4% dalam sabda FOMC.

    Dalam FOMC tersebut The FED juga mengumumkan bahwa pengurangan holding Treasury akan dihentikan mulai 1 Desember. Hal ini menjadi pertanda bahwa Quantitative Tightening (QT) yang telah berjalan dari Juni 2022 akibat tingginya angka inflasi  pasca-pandemi, akan berakhir di Desember mendatang.

    Dikutip dari Reuters, ketua FED Jerome Powell menekankan bahwa langkah diambil untuk menjaga likuiditas yang cukup guna mengendalikan suku bunga, di tengah tanda-tanda ketatnya pasar uang seperti kenaikan suku bunga jangka pendek dan penggunaan fasilitas repo FED.

    Powell juga menyatakan bahwa FED mungkin perlu menambah holding sebesar $20 miliar per bulan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.

    Korelasi Quantitative Tightening (QT) dengan Pasar Kripto

    Penghentian Quantitative Tightening (QT) sering dilihat sebagai sinyal bullish untuk aset kripto, karena The Fed mulai berhenti menarik likuiditas dari pasar sehingga kondisi finansial terasa lebih longgar.

    Berdasarkan data historis, penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto.

    Misalnya, ketika QT berakhir pada Oktober 2019, alih-alih mengalami lonjakan harga, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar -42% yang menunjukkan bahwa sekadar berakhirnya kebijakan pengetatan likuiditas belum cukup untuk memicu arus modal masuk ke aset berisiko seperti kripto.

    Grafik harga total kapitalisasi pasar kripto setelah QT berakhir dan mulainya QE. Sumber: X @TedPillows

    Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan Quantitative Easing (QE) sebagai respons terhadap pandemi yang membuat likuiditas membanjiri pasar.

    Baca juga: Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

    Siklus halving dan taking profit Bitcoin.

    Di Tengah siklus Halving Bitcoin yang tengah menuju masa akhir, QT seakan menjadi harapan para investor kripto untuk membuat sebuah keajaiban dimana siklus 4 tahunan ini bisa dipatahkan.

    Percakapan di sosial media, khususnya X ramai membahas tentang efek QT terhadap aset kripto dan menunjukkan spektrum opini yang beragam.

    Ada yang skeptis, menilai bahwa sekadar berhentinya QT tidak cukup kuat untuk mendorong reli besar tanpa adanya stimulus nyata seperti QE.

    Sebagian lain justru bullish, percaya bahwa berkurangnya tekanan likuiditas global akan membuka jalan bagi aliran dana baru ke aset berisiko, termasuk kripto. 

    Sementara itu, kubu bearish mengingatkan bahwa euforia semacam ini sering dimanfaatkan oleh pelaku besar (whales) untuk melakukan distribusi, sehingga potensi koreksi tetap terbuka.

    Periode QT dan QE disandingkan dengan dominasi Bitcoin (BTC.D). Sumber X @Brett_ETH

    Altcoin di sisi lain, jika dilihat dari data historis sebelumnya, dominasi Bitcoin (BTC.D) cenderung turun di tengah berakhirnya QT dan mulainya QE. Menandakan bahwa altcoin menerima rotasi likuiditas dari Bitcoin dan guyuran likuiditas baru yang masuk ke pasar. Tapi, data historis tentu tidak bisa dijadikan patokan pasti.

    Dengan demikian, efek QT terhadap pasar kripto masih sarat ketidakpastian karena, QT ≠ QE. Sebab jika QE berarti injeksi likuiditas baru yang langsung mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, maka penghentian QT hanya sebatas menghentikan pengetatan—tidak serta-merta menambah suplai uang segar ke pasar.

    Inilah sebabnya, meskipun sebagian investor berharap akhir QT bisa menjadi katalis bullish, dihentikannya QT seperti pada periode sebelumnya membawa  respons pasar yang beragam, bahkan negatif dalam jangka pendek.

    Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.

    Melihat peluang dan tertarik untuk melakukan investasi kripto di tengah QT yang akan segera berakhir? Download Tokocrypto untuk jelajahi ratusan aset kripto langsung dari IDR dengan biaya trading lebih murah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Reuters: Fed winding down balance sheet contraction amid tightening money markets. Diakses 30 Oktober 2025

    Cmegroup: How the Fed Uses Quantitative Tightening to Address Inflation. Diakses 30 Oktober 2025

    Investopedia: Understanding Quantitative Tightening: How the Fed Reduces Market Liquidity. Diakses 30 Oktober 2025





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Lesu, Harga Pi Network (PI) Justru Meroket 16%: Ini Penyebabnya!

    Ketika sebagian besar aset kripto utama sedang tertekan, harga Pi Network (PI) justru mencatatkan lonjakan yang signifikan sebesar 16,04% dalam 24 jam terakhir, berlawanan arah dengan pasar kripto yang secara keseluruhan turun sekitar 2,04%.

    Kenaikan ini menjadi sorotan para investor dan analis, karena terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish. Berdasarkan analisis teknikal dan data on-chain, terdapat tiga faktor utama di balik penguatan harga PI, yakni:

    1. Sinyal teknikal pembalikan arah (bullish reversal)
    2. Penurunan pasokan token di bursa (exchange outflow)
    3. Pembaruan besar pada protokol jaringan (upgrade v23)

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 4,59%: Risiko Token Unlock dan Tekanan Teknis

    1. Sinyal Reversal dari Pola Teknikal

    Secara teknikal, Pi Network mengalami rebound kuat dari area support penting di kisaran $0,20–$0,22, yang dikenal sebagai Golden Pocket pada level retracement Fibonacci 0.618.

    Pada grafik 4 jam, muncul pola candlestick bullish engulfing, sebagai penanda adanya potensi pembalikan arah tren.

    Indikator RSI berada di 60,81, keluar dari area jenuh jual, sementara histogram MACD berbalik positif untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir. Ini menunjukkan peningkatan momentum beli.

    Kenaikan harga juga menembus Simple Moving Average (SMA) 30 hari di $0.228, membuka potensi pengujian level resistensi berikutnya di $0.29.

    Namun, hambatan besar bagi PI masih menanti di SMA 200 hari ($0.477) yang menjadi batas tren jangka panjang.

    Jika PI mampu menutup harga harian di atas $0.26 (Fib 23.6%), maka konfirmasi pembalikan tren bisa semakin kuat.

    2. Pasokan Menyusut di Bursa Kripto

    Selain faktor teknikal, penurunan suplai token di bursa juga menjadi katalis utama lonjakan harga.

    Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Rabu (29/10), lebih dari 10 juta token PI telah ditarik dari bursa sepanjang pekan ini atau setara dengan penurunan 2,4% dari total pasokan yang tersedia.

    Fenomena ini berbarengan dengan lonjakan volume perdagangan hingga 821% pada 27 Oktober, menandakan adanya fase akumulasi besar oleh investor.

    Biasanya, penurunan cadangan token di bursa mengurangi tekanan jual jangka pendek dan mendorong harga naik.

    Namun, perlu dicatat bahwa pada November mendatang akan ada pembukaan (unlock) sebesar 121 juta token PI. Jika permintaan pasar tidak cukup kuat, hal ini bisa memicu tekanan jual baru.

    Dengan kata lain, momentum bullish Pi Network sangat bergantung pada keseimbangan antara permintaan baru dan token yang akan dilepas ke pasar.

    3. Pembaruan Protokol: Integrasi Stellar dan DeFi

    Dari sisi fundamental, Pi Network baru saja mengaktifkan Testnet2 versi 23 pada 28 Oktober, yang membawa integrasi penting dengan Stellar Consensus Protocol (SCP).

    Pembaruan ini memungkinkan pengembangan fitur smart contract, transaksi KYC terdesentralisasi, serta kompatibilitas lintas rantai (cross-chain).

    Meskipun dampak langsung terhadap harga belum terasa signifikan, peningkatan ini menunjukkan keseriusan tim Pi dalam memperkuat fondasi ekosistemnya.

    Dalam jangka panjang, fitur DeFi dan interoperabilitas ini bisa menjadi daya tarik bagi pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApp).

    Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Bertahan di Atas $0.20, Menuju Fase Pemulihan?

    Optimisme Hati-Hati untuk Pi Network

    Kenaikan tajam harga Pi Network saat ini merupakan hasil gabungan antara sinyal teknikal yang kuat, pengurangan pasokan di bursa, dan optimisme terhadap pengembangan ekosistem.

    Namun, investor perlu berhati-hati karena risiko tetap tinggi, terutama terkait belum terbuktinya utilitas token PI, tingkat sentralisasi proyek, dan potensi tekanan jual dari token yang akan di-unlock.

    Level penting yang perlu diawasi, apakah Pi mampu bertahan di atas $0.25 setelah periode unlock? Jika ya, tren bullish jangka menengah bisa terkonfirmasi. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, profit-taking berpotensi menekan harga kembali ke area $0.22.

    Dalam waktu dekat, pergerakan aliran token di bursa (exchange flow) dan laju migrasi ke Mainnet akan menjadi indikator utama arah berikutnya bagi Pi Network.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi 1,19%, Konsolidasi Sebelum Naik

    Setelah sempat menembus level tertinggi harian di $116.078,99, harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat melemah 1,19% menjadi $112.601,02 per BTC.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (29/10), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai $2,245 triliun, menjadikannya aset kripto nomor satu dunia dengan dominasi pasar terbesar.

    Meskipun terjadi penurunan harga harian, performa Bitcoin dalam sepekan terakhir masih positif (+3,9%), menandakan adanya minat beli yang stabil dari investor ritel maupun institusional.

    Namun, koreksi tipis ini menjadi perhatian karena muncul di tengah volatilitas tinggi pasar dan kenaikan tajam yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Berikut analisa harga BTC hari ini.

    Baca Juga: JPMorgan Siap Terima Bitcoin dan Ethereum Jadi Agunan Pinjaman

    Data Pasar: Aktivitas Perdagangan Tetap Tinggi

    Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Bitcoin mencapai $65,93 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap solid meski harga melemah.

    Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,94 juta BTC, atau sekitar 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, suplai Bitcoin semakin langka, faktor fundamental yang menjadi alasan banyak analis memandang koreksi saat ini sebagai bagian dari siklus sehat dalam tren naik jangka panjang.

    Harga terendah harian tercatat di $112.111, sementara tertinggi mencapai $116.078,99. Dengan rentang pergerakan ini, volatilitas harian Bitcoin berada di kisaran 3,5%, cukup tinggi untuk ukuran aset berkapitalisasi besar.

    Performa Jangka Pendek dan Menengah: Masih di Jalur Positif

    Jika dilihat dari data historis:

    • Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin naik +0,79% atau sekitar $886,20.
    • Dalam 60 hari terakhir, BTC menguat +4,32%.
    • Namun dalam 90 hari terakhir, BTC sempat turun -4,91%, menunjukkan adanya fase konsolidasi setelah reli besar di kuartal sebelumnya.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pasar kripto global sedang berfluktuasi, Bitcoin masih mempertahankan tren bullish jangka menengah. Banyak analis menyebut level $110.000–$112.000 sebagai zona support penting, di mana tekanan beli biasanya meningkat.

    Analisis Teknikal: Koreksi Sehat Sebelum Lanjutan Kenaikan

    Secara teknikal, Bitcoin sedang melakukan pullback sehat setelah reli signifikan yang membawa harga mendekati rekor tertinggi tahunannya di $126.198,07.

    Indikator RSI (Relative Strength Index) cenderung menurun dari area overbought, menandakan adanya fase pendinginan pasar.

    Sementara itu, struktur harga masih berada di atas rata-rata pergerakan 30 hari (SMA-30), yang secara historis menjadi area pantulan bagi tren naik.

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $111.500–$112.000, peluang rebound menuju area $116.500 hingga $118.000 masih terbuka lebar.

    Namun, bila harga menembus di bawah support tersebut, potensi koreksi lebih dalam ke $108.000 bisa terjadi.

    Faktor Fundamental: Likuiditas dan Sentimen Global

    Kondisi pasar kripto saat ini juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global.

    Sentimen investor terhadap aset berisiko sedang berfluktuasi akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga dan inflasi AS.

    Meski demikian, Bitcoin tetap menjadi “safe haven digital” bagi sebagian investor, terutama setelah meningkatnya eksposur institusional melalui ETF spot.

    Selain itu, pasokan Bitcoin yang semakin mendekati batas maksimum (21 juta BTC) menjadi katalis jangka panjang yang memperkuat narasi kelangkaan (digital scarcity).

    Dengan hanya tersisa kurang dari 6% pasokan untuk ditambang, faktor ekonomi deflasi Bitcoin diperkirakan akan semakin kuat menjelang halving berikutnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi RIngan $114.040, Tren Masih Bullish

    Fase Konsolidasi Sebelum Kenaikan Baru?

    Koreksi 1,19% yang dialami Bitcoin hari ini tampaknya merupakan fase konsolidasi alami setelah kenaikan tajam di bulan sebelumnya.

    Aktivitas perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat beli yang kuat.

    Selama BTC mampu bertahan di atas level psikologis $110.000, prospek jangka menengah tetap positif dengan target jangka pendek di area $116.000–$118.000.

    Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga jatuh di bawah $111.000, investor perlu mewaspadai potensi penurunan ke zona $108.000.

    Untuk saat ini, pasar tampak menunggu katalis baru — baik dari sisi makro ekonomi global maupun perkembangan ETF Bitcoin yang bisa menjadi pemicu pergerakan besar berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com