Pasar crypto hari ini dipenuhi volatilitas tinggi, tapi AI Select token menunjukkan beberapa altcoin yang menonjol dengan tren positif kuat.
Berikut tiga koin yang sedang menjadi sorotan menurut data Binance:
1. KERNEL/USDT: Breakout Didukung Volume KERNEL melonjak 11,2% ke $0,1926. AI menilai tren koin ini sebagai Strong Positive dengan momentum overbought. Indikator teknikal menunjukkan Golden Cross, menandakan potensi kenaikan berkelanjutan. Volatilitas tinggi dan volume yang mendukung membuat KERNEL menjadi koin yang wajib diperhatikan hari ini.
2. HBAR/USDT: Siap Menembus Level Bullish HBAR mencatat lonjakan 16,82% ke $0,21122. AI rating menempatkannya pada Strong Positive dengan tren bullish dan momentum overbought. Sinyal akumulasi pada volume harga menegaskan potensi kenaikan lanjutan. HBAR hari ini menjadi koin paling agresif dalam daftar AI Select.
3. PHB/USDT: Kekuatan Uptrend Terlihat Jelas PHB naik 5,05% ke $0,582, dengan rating Positive. Munculnya Golden Cross dan indikasi volume-price divergence menunjukkan potensi tren positif masih berlanjut. Meskipun kenaikannya tidak setinggi HBAR, PHB tetap menarik bagi trader yang mencari peluang di pasar volatil.
Selain itu, altcoin lain seperti ALGO/USDT dan HEI/USDT juga menunjukkan tren positif, meskipun dengan momentum yang lebih moderat.
AI Select hari ini menyoroti koin-koin dengan tren bullish kuat dan volume yang mendukung, terutama HBAR dan KERNEL. Trader yang agresif mungkin akan fokus pada HBAR, sementara KERNEL dan PHB tetap menjadi peluang menarik untuk strategi swing trading.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings untuk pertama kalinya menilai perusahaan yang berfokus penuh pada Bitcoin. Strategy Inc. (sebelumnya MicroStrategy), yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar di dunia, mendapat peringkat “B–” dengan prospek stabil.
Ini menjadi momen penting karena menandakan bahwa Bitcoin kini diakui sebagai aset yang dapat digunakan untuk mendukung utang perusahaan, layaknya real estat atau piutang dalam dunia keuangan tradisional.
Risiko Tinggi di Balik Pengakuan
Meski menjadi langkah besar bagi adopsi Bitcoin di sistem keuangan, peringkat tersebut juga menunjukkan tingkat risiko yang signifikan. S&P menyoroti bahwa Strategy memiliki ketergantungan besar pada harga Bitcoin, likuiditas dolar AS yang rendah, serta model bisnis yang sempit.
Artinya, kemampuan perusahaan untuk membayar utang sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin, semakin fluktuatif pasar, semakin tinggi risikonya.
Makna dari Peringkat “B–”
Menurut S&P, peringkat “B–” menunjukkan bahwa perusahaan masih bisa memenuhi kewajiban keuangannya, namun sangat rentan terhadap guncangan ekonomi dan pasar. Jika harga Bitcoin jatuh atau akses terhadap pendanaan terganggu, risiko gagal bayar meningkat drastis.
Dilaporkan CCN, analis VanEck, Matthew Sigel, menilai posisi Strategy berada di wilayah “imbal hasil tinggi tapi berisiko besar”, dengan peluang gagal bayar dalam lima tahun mencapai 15%. Meski begitu, fakta bahwa S&P berani memberikan peringkat resmi menunjukkan pengakuan terhadap peran Bitcoin dalam sistem keuangan global.
DeFi Juga Masuk Radar S&P
Tak hanya Strategy Inc., S&P juga memberikan peringkat “B–” dengan prospek stabil kepada Sky Protocol, proyek DeFi penerus MakerDAO. Langkah ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan mulai menilai proyek berbasis blockchain secara serius, meski tetap menyoroti risiko seperti kontrak pintar yang rentan, likuiditas terbatas, dan ketidakpastian regulasi.
Peringkat “B–” bagi Strategy Inc. adalah bukti bahwa Bitcoin mulai diterima di dunia keuangan tradisional, namun juga peringatan bahwa strategi berbasis kripto masih sangat berisiko. Jika Strategy berhasil menjaga stabilitas dan memenuhi kewajibannya tanpa menjual cadangan Bitcoin, hal ini bisa menjadi contoh penting bagi masa depan pembiayaan berbasis aset digital.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Solana (SOL) kembali menarik perhatian pasar setelah menembus level psikologis $200, di tengah antisipasi peluncuran dua ETF besar dari Bitwise dan Grayscale minggu ini. Namun, di balik euforia tersebut, data menunjukkan bahwa minat ritel masih tertahan, menjadi tanda tanya apakah reli ini bisa berlanjut atau justru berbalik arah.
ETF Solana dari Bitwise dan Grayscale Siap Diluncurkan
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, mengonfirmasi bahwa Bitwise SolanaStaking ETF (BSOL) akan diluncurkan pada Rabu (29/10), disusul oleh konversi Grayscale Solana Trust (GSOL) menjadi ETF sehari setelahnya.
ETF milik Bitwise akan menawarkan imbal hasil staking sekitar 7%, dengan pengabaian biaya sementara, sementara Grayscale akan mengonversi kepemilikan Solana senilai lebih dari $105 juta menjadi ETF terbuka untuk investor institusional dan ritel.
Menurut laporan Fxstreet, peluncuran dua produk ini diharapkan menjadi catalyst besar bagi ekosistem Solana, yang kini semakin diperhitungkan sebagai alternatif Ethereum dalam sektor DeFi dan NFT. Namun, waktu peluncuran bertepatan dengan potensi penutupan pemerintahan AS, yang dapat membatasi partisipasi pasar secara keseluruhan.
Confirmed. The Exchange has just posted listing notices for Bitwise Solana, Canary Litecoin and Canary HBAR to launch TOMORROW and grayscale Solana to convert the day after. Assuming there’s not some last min SEC intervention, looks like this is happening. https://t.co/bHwRnc1jsn
Meskipun peluncuran ETF biasanya menjadi pemicu kenaikan harga, data CoinGlass menunjukkan bahwa Open Interest (OI) futures Solana masih stagnan di sekitar $9,75 miliar, hanya sedikit naik dari $9,71 miliar sehari sebelumnya.
Kondisi ini menandakan sentimen hati-hati di kalangan trader, dengan banyak pelaku pasar memilih strategi “wait and see” sebelum mengambil posisi besar. Setelah koreksi tajam pada 10 Oktober, OI Solana belum mampu menembus ambang $10 miliar — level yang biasanya menandakan minat spekulatif tinggi.
Analisis Teknis: Ujian Berat di Zona $204–$208
Secara teknikal, Solana masih menunjukkan struktur bullish jangka pendek. Harga SOL saat ini diperdagangkan di atas Exponential Moving Average (EMA) 200 periode pada grafik 4 jam, menandakan dukungan kuat dari pembeli institusional.
Namun, zona pasokan utama di $204–$208 menjadi titik krusial yang harus ditembus untuk melanjutkan reli. Jika breakout berhasil, target kenaikan berikutnya berada di $237 dan $253, yang merupakan puncak harga pada 6 Oktober dan 18 September.
Indikator MACD mulai menunjukkan potensi persilangan negatif, yang bisa menandakan momentum bullish mulai melemah. Meski demikian, Relative Strength Index (RSI) masih berada di 62, menandakan bahwa tekanan beli belum sepenuhnya mengendur.
– First U.S. ETP to have 100% direct exposure to spot SOL – Maximizing Solana’s 7%+ average staking reward rate* – Targeting 100% of assets staked – Staking through Bitwise Onchain Solutions, powered by… pic.twitter.com/Vo8Ko0qOCn
Jika Gagal Tembus Resistance, Awas Koreksi ke $182
Apabila SOL gagal menembus zona $204–$208 dan berbalik arah, trader perlu memperhatikan level support di $201 (EMA 200) dan $194 (EMA 50). Penurunan lebih dalam dapat menguji garis tren support di sekitar $182, yang terbentuk dari posisi terendah 11 Oktober dan 23 Oktober.
Momentum ETF Bisa Jadi Titik Balik Solana
Dengan dua ETF besar yang akan hadir hampir bersamaan, Solana berpotensi memasuki fase penting dalam perjalanan pasarnya. Namun, tanpa dukungan ritel yang kuat, reli ini bisa dengan cepat kehilangan tenaga.
Trader jangka pendek akan menunggu konfirmasi breakout di atas $208, sementara investor jangka panjang melihat ETF ini sebagai sinyal legitimasi institusional yang semakin kuat untuk jaringan Solana.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar XRP tampaknya tengah bersiap menghadapi fase volatilitas besar berikutnya. Setelah periode stabilitas yang tidak biasa, sejumlah analis memperkirakan bahwa ledakan harga bisa segera terjadi. Hal ini sejalan dengan pernyataan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, yang baru-baru ini memperingatkan investor agar siap menghadapi perubahan besar dalam ekosistem XRP.
Isyarat dari Ripple: “Internet of Value” Sedang Dibangun
Dalam pidatonya di hadapan komunitas XRP, Garlinghouse menekankan bahwa langkah Ripple selanjutnya adalah membangun internet of value, dan XRP berada di pusat dari visi tersebut. Salah satu pilar utama dari strategi ini adalah peluncuran Ripple Prime, layanan pialang global yang ditujukan khusus untuk klien institusional.
Dilaporkan Tradingview, Ripple Prime didukung oleh infrastruktur aset digital milik Ripple, mencakup solusi untuk pembayaran lintas batas, kustodian kripto, dan kapabilitas stablecoin. Semua itu terintegrasi dengan XRP sebagai aset inti ekosistemnya.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse.
Menurut analis dari CryptosRus, XRP baru-baru ini memantul kuat dari level support $2,33 — sinyal teknikal yang sering kali menjadi awal dari reli signifikan. Target terdekat kini berada di kisaran $3,45, dengan potensi kenaikan lebih tinggi jika momentum pasar terus berlanjut.
Lonjakan Aktivitas On-Chain dan Dukungan Institusional
Analis TylerHillYT, presiden FluenceGlobal, menyoroti peningkatan struktural dalam jaringan XRP. Hanya dalam waktu 24 jam, tingkat token burn melonjak 29%, mencerminkan lonjakan harga yang hampir identik. Menurutnya, hal ini menunjukkan peningkatan permintaan on-chain yang sehat dan aktivitas investor yang semakin kuat.
“Ekspansi Ripple ke sektor keuangan tradisional bukan hanya tentang diversifikasi bisnis, tetapi juga memperkuat narasi jangka panjang XRP sebagai aset utilitas global,” jelasnya. Dengan dorongan institusional yang semakin besar dan pembakaran token yang meningkat, ia memperkirakan bahwa XRP dapat secara bertahap menembus kembali level psikologis $3,00.
Katalis bullish tidak berhenti di situ. Influencer dan kreator kripto populer di Binance dan CMC, Jack, mengungkapkan bahwa investor XRP baru saja menembus level resistance penting di $2,55, sebuah momen yang menandai dimulainya potensi tren kenaikan baru.
“Paus mulai aktif lagi, dan open interest terus meningkat. Sentimen pasar berubah sangat cepat,” ujarnya. Menurut Jack, selama momentum ini bertahan, titik pemberhentian selanjutnya berada di $2,80 hingga $3,00, yang dapat membuka jalan bagi reli lanjutan menuju $3,45 dan bahkan lebih tinggi.
XRP di Ambang Fase Baru
Dengan kombinasi katalis fundamental dari peluncuran Ripple Prime, lonjakan aktivitas on-chain, serta dukungan teknikal yang kuat, XRP tampaknya siap menghadapi fase volatilitas baru. Bagi investor, pesan Garlinghouse jelas: bersiaplah untuk perubahan besar.
Jika skenario bullish ini berlanjut, XRP bisa segera meninggalkan zona konsolidasi dan melangkah menuju fase pertumbuhan berikutnya — menjadikan 2025 sebagai tahun kebangkitan kembali bagi aset kripto yang selama ini dijuluki “raksasa tidur” ini.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto global kembali berfluktuasi setelah Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, mengalami koreksi ringan dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data perdagangan terkini, harga Bitcoin hari ini berada di level $114.040,55 per BTC, turun -1,64% dibandingkan sehari sebelumnya.
Meskipun terkoreksi, kapitalisasi pasar Bitcoin masih mendominasi industri aset digital dengan nilai mencapai $2,27 triliun USD, sementara volume perdagangan harian tercatat sebesar $56,24 miliar USD.
Dengan tingkat sirkulasi mencapai 19,94 juta BTC atau sekitar 94,96% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, Bitcoin tetap menjadi aset paling likuid dan populer di dunia kripto.
Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di rentang terendah $113.566,80 hingga tertinggi $116.273,31.
Meskipun ada tekanan jual jangka pendek, secara mingguan BTC masih mencatat kenaikan +5,53%, menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset ini masih cukup kuat.
Jika ditarik lebih jauh, tren historis Bitcoin dalam beberapa periode terakhir memperlihatkan pola fluktuasi yang sehat:
Hari ini: Turun $-1.899,43 (-1,64%)
30 Hari: Naik $+4.650,66 (+4,25%)
60 Hari: Naik $+2.865,47 (+2,58%)
90 Hari: Turun $-4.220,22 (-3,57%)
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan koreksi, Bitcoin masih berada dalam tren kenaikan jangka menengah, terutama setelah sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di level $126.198,07 USD beberapa waktu lalu.
Analisis: Koreksi Wajar di Tengah Momentum Positif
Koreksi harga yang terjadi saat ini dinilai oleh banyak analis sebagai penyesuaian alami setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir.
Faktor eksternal seperti penguatan nilai dolar AS, data inflasi global, dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve masih menjadi pendorong utama volatilitas di pasar kripto.
Menurut analis dari beberapa lembaga riset kripto, area $113.000–$114.000 menjadi zona support penting bagi BTC. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk kembali menembus $120.000 dalam waktu dekat masih terbuka lebar.
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, potensi koreksi lebih dalam menuju $110.000 juga perlu diantisipasi oleh investor jangka pendek.
Kinerja Bitcoin di Tengah Ekosistem Kripto
Sebagai aset digital pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin tetap menjadi tolok ukur utama dalam menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan.
Dominasi kapitalisasi pasar BTC saat ini mencapai lebih dari 45% dari total kapitalisasi aset kripto global, menjadikannya indikator sentimen investor terhadap pasar digital.
Bahkan dengan munculnya altcoin dan token-token baru seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), atau proyek lokal seperti TKO (Tokocrypto Token), Bitcoin masih menjadi pilihan utama investor institusional maupun ritel.
Statusnya sebagai “emas digital” menjadikan BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas ekonomi global.
Prospek ke Depan: Akumulasi atau Waspada?
Dengan harga saat ini di kisaran $114.000, banyak analis melihat situasi ini sebagai kesempatan akumulasi bagi investor jangka panjang.
Pasalnya, secara historis, koreksi jangka pendek sering kali mendahului fase kenaikan berikutnya menjelang halving event yang diperkirakan terjadi pada 2026.
Selain itu, peningkatan adopsi institusional, pertumbuhan ETF Bitcoin di Amerika Serikat, serta peningkatan permintaan dari pasar Asia dan Timur Tengah menjadi katalis positif yang dapat mendorong harga BTC ke level psikologis baru di atas $130.000 pada kuartal mendatang.
Koreksi -1,64% yang terjadi hari ini belum menjadi sinyal pelemahan jangka panjang. Dengan fundamental jaringan yang kuat, tingkat adopsi yang terus tumbuh, dan sentimen pasar yang positif, Bitcoin tetap menjadi aset kripto unggulan yang berpotensi melanjutkan tren kenaikannya.
Bagi investor, momen seperti ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi portofolio — apakah untuk menambah posisi, atau menunggu konfirmasi tren berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Dunia keuangan tradisional dan aset digital kembali berpotongan. Raksasa perbankan asal Amerika Serikat, JPMorgan Chase & Co., dikabarkan akan mengizinkan klien institusionalnya menggunakan Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) sebagai agunan untuk pinjaman sebelum akhir tahun ini.
Langkah strategis ini menandai babak baru integrasi kripto ke dalam sistem keuangan Wall Street yang selama ini dikenal konservatif.
Program baru ini akan menggunakan penyedia kustodian eksternal untuk menyimpan aset kripto yang dijaminkan oleh para klien.
Artinya, lembaga keuangan besar kini dapat menggunakan kepemilikan Bitcoin dan Ethereum mereka sebagai jaminan untuk mendapatkan likuiditas, tanpa harus menjual aset digital tersebut.
Sebelumnya, JPMorgan sudah mengambil langkah awal dengan menerima ETF berbasis kripto sebagai bentuk jaminan dalam beberapa transaksi pembiayaan.
Namun, kebijakan terbaru ini memperluas jangkauan hingga ke aset kripto itu sendiri, bukan hanya instrumen turunannya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi perusahaan investasi, hedge fund, dan lembaga keuangan yang memiliki eksposur besar terhadap aset digital namun membutuhkan akses pembiayaan tanpa mengorbankan kepemilikan jangka panjangnya.
Dari Skeptis Menjadi Progresif
Langkah ini menjadi sorotan tajam di kalangan analis, mengingat CEO JPMorgan, Jamie Dimon, selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kritikus paling keras terhadap Bitcoin.
Ia bahkan sempat menyebut kripto sebagai “penipuan” pada 2017. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, JPMorgan perlahan mengubah pendekatannya.
Bank ini telah meluncurkan JPM Coin, sistem blockchain internal untuk transaksi antarbank, serta memperluas layanannya dalam aset digital melalui divisi Onyx.
Dengan menerima Bitcoin dan Ethereum sebagai agunan, JPMorgan secara efektif mengakui nilai ekonomi dan fungsionalitas kripto dalam ekosistem keuangan modern.
Banyak pihak melihat langkah ini sebagai sinyal bahwa institusi keuangan besar kini tidak lagi bisa mengabaikan peran aset digital dalam pengelolaan modal global.
Dampak bagi Pasar Kripto dan Lembaga Keuangan
Kebijakan JPMorgan ini berpotensi menjadi catalyst positif bagi pasar kripto, khususnya untuk Bitcoin dan Ethereum.
Langkah tersebut memberikan legitimasi tambahan bagi kedua aset digital terbesar dunia itu, sekaligus memperkuat kepercayaan investor institusional terhadap stabilitas dan keamanannya.
Selain itu, keputusan ini bisa mempercepat adopsi skema pinjaman berbasis kripto (crypto-backed lending) di sektor keuangan tradisional.
Selama ini, model semacam itu lebih banyak dijalankan oleh perusahaan fintech dan platform DeFi seperti Aave, MakerDAO, dan BlockFi.
Kini, dengan masuknya nama besar seperti JPMorgan, konsep tersebut berpotensi menjadi mainstream di kalangan lembaga keuangan global.
Analis memperkirakan bahwa langkah JPMorgan akan meningkatkan likuiditas pasar kripto, karena institusi tidak perlu lagi menjual aset digital mereka untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek.
Hal ini juga dapat mengurangi tekanan jual di pasar, yang sering menjadi pemicu volatilitas ekstrem pada harga Bitcoin dan Ethereum.
Kebijakan JPMorgan Chase untuk menerima Bitcoin dan Ethereum sebagai agunan pinjaman menandai pergeseran paradigma besar di sektor keuangan global.
Dari lembaga yang dulu skeptis terhadap kripto, kini JPMorgan justru menjadi pionir di antara bank-bank besar dunia dalam mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem pembiayaan tradisional.
Jika langkah ini berjalan sukses, bukan tidak mungkin bank-bank besar lainnya seperti Goldman Sachs, Citigroup, atau Morgan Stanley akan mengikuti jejak serupa.
Integrasi antara keuangan tradisional (TradFi) dan aset digital pun semakin nyata — menjadikan tahun 2025 sebagai momentum penting dalam perjalanan adopsi kripto secara institusional.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Bayangkan kamu adalah seorang penggemar sepak bola dan kamu ingin mendukung tim sepak bola favorit kamu dengan membeli jersey tim favorit kamu tersebut, tapi di pasaran justru lebih banyak beredar barang palsu yang sulit dibedakan dari aslinya.
Tapi tenang, di tengah maraknya jersey bajakan, DRX hadir membawa solusi. Dengan teknologi NFC-powered jersey dan menggabungkannya dengan teknologi blockchain, DRX mampu memberantas jersey bajakan dengan verifikasi unik mirip NFT yang ditanam di NFC yang ada di setiap jersey.
Cukup menarik bukan? Nah berikut panduan lengkap untuk memahami DRX token untuk kamu yang masih pemula!
Sekilas Mengenai Ekosistem DRX
Ekosistem yang ada di DRX. Sumber: DRX Token
Cara paling mudah memahami ekosistem DRX Token adalah melihat DRX sebagai sebuah ekosistem yang mencoba menyatukan olahraga, teknologi, dan gaya hidup di bawah satu sistem ekonomi berbasis blockchain.
Inti dari semuanya adalah DRX Token, yang dapat digunakan untuk menggerakan semua aktivitas di ekosistem DRX termasuk reward, dan staking. Token DRX ini nantinya dapat digunakan di ekosistem DRX seperti DRX Sportnet, DRX Pay, dan DRX Wear.
Aplikasi DRX Sportnet. Sumber: Apple Store
Kamu bisa menggunakan aplikasi DRX Sportnet untuk mencoba bagaimana ekosistem DRX token berjalan. Aplikasi ini dapat kamu download di Play Store dan App Store secara gratis.
Apa Itu DRX Token?
DRX adalah token dari proyek kripto asal Indonesia yang berfokus pada industri jersey olahraga. DRX menggabungkan teknologi blockchain dengan dunia olahraga serta interaksi digital melalui jaringan kontrak Ethereum.
DRX hadir untuk menjawab berbagai tantangan mendasar di industri olahraga saat ini. Mulai dari kurangnya penghargaan bagi fans yang aktif berpartisipasi, maraknya risiko pemalsuan merchandise yang merusak kepercayaan konsumen, serta absennya insentif loyalitas jangka panjang bagi komunitas olahraga.
Melalui aplikasi SportNet dan integrasi dengan DRX Token, pengguna bisa melakukan berbagai aktivitas seperti memesan lapangan olahraga, mengikuti tantangan untuk mendapatkan poin, hingga berbelanja jersey resmi yang terjamin keasliannya lewat verifikasi blockchain.
Tidak hanya itu, DRX juga membuka peluang bagi fans untuk mendukung perkembangan atlet secara langsung, sekaligus memberi akses eksklusif seperti fitur VIP, early product drops, dan program loyalitas.
Fungsi DRX Token
DRX Token dirancang multifungsi, membuatnya ideal untuk pemula yang ingin crypto dengan utilitas nyata. Berikut use cases utamanya:
Real World Use Case
Booking Fasilitas Olahraga: Memesan lapangan atau arena olahraga melalui aplikasi SportNet dengan menggunakan DRX Token.
Dapatkan Poin dari Bermain: Dapatkan DRX points dengan mengikuti pertandingan, tantangan, atau aktivitas.
Referral Rewards: Peroleh DRX points dengan cara mengundang pengguna baru ke platform.
Anti Jersey Bajakan: Lawan pembajakan dengan DRX Wear yang terjamin keasliannya melalui verifikasi blockchain dengan DRX Token.
Akses Eksklusif: Holder DRX token dapat membuka akses VIP, early product drops, atau fitur premium.
Dukungan Terhadap Atlet: Holder dapat berkontribusi pada perkembangan atlet muda dengan mekanisme voting token.
Utilitas DRX dalam Ekosistem
Utility: Digunakan untuk transaksi, booking fasilitas olahraga, pembelian merchandise, hingga membuka fitur eksklusif di aplikasi SportNet.
Staking: Lock token untuk mendapatkan imbal hasil (APY) serta akses eksklusif seperti diskon merchandise atau tiket event olahraga.
Gamifikasi & Play-to-Earn: Ikut pertandingan, tantangan, atau mini game di aplikasi SportNet untuk mengumpulkan DRX Points.
Governance: DRX token nantinya akan digunakan dalam mekanisme DAO (Decentralized Autonomous Organization) untuk pengambilan keputusan, termasuk pengembangan fitur dan sponsorship atlet.
Tokenomics DRX
DRX memiliki total suplai sebesar 50 miliar token dan saat ini total suplai yang telah beredar ada di 22.9% dengan 77.1% masih terkunci.
Dari jumlah tersebut sebagian besar dialokasikan untuk insentif likuiditas, pengembangan ekosistem, dan dukungan komunitas agar komunitas dapat tumbuh dan berkembang.
Untuk menjaga kestabilan harga, token yang dialokasikan bagi tim dan investor awal juga tidak langsung dilepas, melainkan melalui periode vesting yang bertahap.
Kolaborasi DRX Jersey dengan tim besar Indonesia. Sumber: DRX Wear
Melalui lini DRX Wear, DRX memperlihatkan keseriusan mereka dalam membangun ekosistem olahraga dan menggabungkannya dengan teknologi blockchain. DRX menghadirkan jersey resmi untuk sejumlah tim besar Liga 1 dan Liga 2, mulai dari Persik Kediri, Dewa United, PSM Makassar, PSIS Semarang, Madura United, hingga PSMS Medan.
Tak berhenti di sepakbola, DRX juga berkolaborasi dengan beberapa cabang olahraga seperti padel running, badminton, combat, hingga team e-sport ternama di Indonesia.
Setiap koleksi dari official jersey ini dilengkapi teknologi NFC-powered jersey yang menghubungkan fans langsung ke ekosistem digital DRX Sportnet.
Fitur jersey yang dilengkapi dengan NFC-powered jersey. Sumber: DRX Wear
Fitur ini memungkinkan setiap jersey memiliki chip NFC yang bisa dipindai menggunakan smartphone. Begitu terkoneksi, fans bisa langsung terhubung ke ekosistem digital DRX Sportnet, di mana mereka bisa mengakses konten eksklusif, memverifikasi keaslian produk, hingga mendapatkan reward atau poin loyalitas.
Penutup
DRX token menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi blockchain dan kripto dalam diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di industri olahraga Indonesia yang penuh potensi.
Siap untuk jelajahi DRX token dan mencoba ekosistemnya? Download Tokocrypto sekarang dan nantikan listing terbaru DRX token di Tokocrypto dengan 0% biaya trading!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto kembali bergejolak. Salah satu aset digital terbesar di dunia, Ethereum (ETH), mencatat penurunan harga harian sebesar -3,43% dan kini diperdagangkan di kisaran $4.088,36 per ETH.
Koreksi ini terjadi di tengah fluktuasi pasar global dan meningkatnya volatilitas di sektor aset digital.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, kapitalisasi pasar Ethereum saat ini mencapai $493,46 miliar USD, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $37,16 miliar USD.
Meski mengalami pelemahan harian, Ethereum masih menempati peringkat ke-2 aset kripto paling populer di dunia, tepat di bawah Bitcoin.
Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum bergerak dalam rentang terendah di $4.075,39 dan tertinggi di $4.245,06.
Meski sempat menunjukkan penguatan dalam sepekan terakhir dengan kenaikan +5,58%, koreksi harian ini menjadi pengingat bahwa volatilitas tetap menjadi ciri khas utama pasar kripto.
Jika dilihat secara historis, pergerakan harga ETH dalam tiga bulan terakhir menunjukkan dinamika yang cukup signifikan:
30 Hari Terakhir: Naik sebesar +1,86% atau sekitar $74,50.
60 Hari Terakhir: Turun -8,69% atau $388,94.
90 Hari Terakhir: Menguat +7,44% atau $282,89.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $4.953,73.
Analisis Pasar: Antara Koreksi dan Peluang Investasi
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 27 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Beberapa analis menilai bahwa penurunan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir merupakan bentuk koreksi sehat setelah reli kenaikan jangka pendek.
Faktor eksternal seperti penguatan dolar AS, tekanan inflasi global, serta ketidakpastian regulasi aset digital turut memengaruhi pergerakan pasar.
Di sisi lain, investor jangka panjang melihat penurunan ini sebagai peluang akumulasi, terutama menjelang potensi peningkatan jaringan Ethereum melalui pembaruan protokol yang terus dikembangkan komunitasnya.
Dengan pasokan beredar mencapai 120,70 juta ETH, Ethereum tetap dianggap sebagai salah satu proyek blockchain paling fundamental dengan ekosistem DeFi, NFT, dan Web3 yang kuat.
Kinerja Ethereum Dibandingkan Pasar Kripto Lain
Meskipun harga ETH saat ini masih jauh dari puncaknya, kinerja jaringan Ethereum tetap impresif jika dibandingkan dengan altcoin lain.
Dominasi pasarnya tetap stabil di kisaran 17–20% dari total kapitalisasi kripto global. Hal ini menunjukkan bahwa Ethereum masih menjadi “tulang punggung” ekosistem blockchain.
Banyak proyek baru, termasuk token-token lokal seperti TKO (Tokocrypto Token), memanfaatkan jaringan Ethereum untuk pengembangan sistem DeFi dan infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara. Integrasi tersebut turut memperkuat posisi ETH sebagai standar utama dalam teknologi kontrak pintar.
Dengan kondisi harga yang saat ini berada di kisaran $4.000-an, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek namun tidak mengabaikan potensi jangka panjang Ethereum.
Dukungan komunitas pengembang yang kuat, pembaruan sistem yang berkelanjutan, dan adopsi institusional yang meningkat dapat menjadi katalis positif dalam beberapa bulan ke depan.
Apakah ini waktu yang tepat untuk membeli Ethereum? Jawabannya bergantung pada strategi investasi masing-masing.
Namun, satu hal yang pasti: Ethereum tetap menjadi aset digital utama yang terus menarik perhatian dunia keuangan modern.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Setelah kemarin sempat hype DEX (decentralized exchange) Aster dan Hyperliquid, kini ada penantang baru yang membawa fitur berbeda dari kedua DEX tersebut.
Jika Aster dikenal dengan leverage super tinggi hingga 1000x dan Hyperliquid unggul lewat performa eksekusi ultra-cepat di jaringan Layer 1 miliknya, maka Avantis hadir dengan positioning unik: universal leverage layer yang memungkinkan perdagangan lintas aset global—mulai dari kripto, forex, hingga komoditas seperti emas.
Menariknya, dari sisi data pasar 90 hari terakhir, per 22 Oktober 2025, Avantis sudah menempati peringkat ketiga dalam hal volume perdagangan token. Dalam 90 hari terakhir, Avantis mencatat volume sekitar $33,3 miliar, hanya berada di bawah Aster ($47 miliar) dan Hyperliquid ($43,3 miliar).
Capaian ini menandakan bahwa meski tergolong baru, Avantis berhasil menembus dominasi dua raksasa DEX tersebut dan menunjukkan potensi besar untuk menjadi pemain utama di sektor derivatif on-chain.
Apa Itu Avantis (AVNT)?
Avantis adalah protokol DeFi yang berfungsi sebagai universal leverage layer untuk berbagai aset global. Melalui satu platform DEX (decentralized exchange), Avantis memungkinkan pengguna untuk melakukan perdagangan dengan leverage lintas aset—mulai dari kripto, forex, hingga komoditas seperti emas.
Loss Rebates: Pengembalian sebagian kerugian pada jenis transaksi tertentu yang membantu menyeimbangkan ketidakseimbangan jumlah kontrak terbuka antara posisi long dan short (open interest skew) di platform.
Positive Slippage: Harga masuk yang lebih baik dari harga pasar, khusus untuk transaksi yang berkontribusi menyeimbangkan open interest skew.
RWA Access: Akses perdagangan aset dunia nyata seperti Yen Jepang, Emas, Bitcoin, dan banyak lagi, semua dalam satu platform.
Zero-Fee Leverage: Bayar biaya hanya dari keuntungan yang diperoleh (sangat populer di kalangan scalper atau trader jangka pendek).
Advanced Risk Management for Liquidity Providers: Penyedia likuiditas (LP) dapat menyetor USDC secara pasif, atau menjadi market maker aktif dengan memilih tingkat risiko (risk tranche) serta menentukan durasi penguncian dana (time-lock).
Apa itu Token $AVNT
$AVNT adalah token penghubung dalam ekosistem Avantis, token ini berfungsi sebagai token utilitas sekaligus tata kelola (utility and governance token) yang dirancang untuk menyelaraskan kepentingan, memperluas skala, dan mengamankan visi Avantis dalam membangun universal leverage layer bagi dunia DeFi.
Seiring pertumbuhan Avantis, $AVNT akan berperan penting dalam:
Meningkatkan keamanan protokol melalui mekanisme tata kelola berbasis komunitas.
Menyelaraskan insentif antara seluruh pemangku kepentingan ekosistem.
Mendorong desentralisasi progresif serta akuntabilitas jangka panjang.
Sebelum kamu mencoba menggunakan Avantis, pastikan kamu telah memiliki aset kripto yang ada di jaringan Base (direkomendasikan menggunakan USDC dalam jaringan base).
Caranya kamu cukup membeli USDC di Tokocrypto lalu membuat hot walletseperti Binance Wallet, Meta Mask, Trust Wallet atau wallet lainnya. Setelah itu kamu hanya perlu mengirimkan aset ke dalam wallet tersebut menggunakan jaringan Base, dengan mengikuti tutorial yang ada di sini: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto.
Jika sudah maka kamu bisa mengikut beberapa langkah berikut untuk mencoba menggunakan Avantis:
Masuk dengan wallet yang kamu miliki dan lakukan konfirmasi
Setelah itu kamu bisa langsung menggunakan semua fitur yang tersedia di Avantis DEX
Bagaimana Cara Membeli Avantis (AVNT)?
Kamu bisa membeli Avantis melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan AVNT/IDR, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Tokocrypto menghadirkan MarketSinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Selasa, 28 Oktober 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.
Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.
Peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir :
dYdX Gelar Voting Kompensasi $462.000 untuk Trader Terdampak Outage Komunitas dYdX akan melakukan voting atas proposal kompensasi senilai $462.000 bagi trader yang terdampak gangguan sistem selama 8 jam pada peristiwa likuidasi besar bulan lalu. Token terdampak: $DYDX.
ETF Solana, Litecoin, dan Hedera Siap Diluncurkan Minggu Ini Bloomberg’s Eric Balchunas mengonfirmasi ETF untuk Solana, Litecoin, dan Hedera dijadwalkan meluncur Selasa depan, dengan konversi Grayscale Solana menyusul sehari setelahnya. Token terdampak: $SOL, $LTC, $HBAR.
tZERO Siap IPO pada 2026 tZERO, platform tokenisasi aset, berencana melakukan IPO pada tahun 2026, bergabung dengan tren perusahaan kripto yang go public di tengah regulasi AS yang semakin jelas. Token terdampak: Proyek tokenisasi & RWA.
Harga Emas Turun di Bawah $4.000 per Ons Harga emas anjlok di bawah $4.000/oz untuk pertama kalinya sejak 12 Oktober, menandakan rotasi aset investor dari safe haven menuju aset berisiko seperti kripto. Token terdampak: $BTC, $ETH.
Circle Cetak 7,75 Miliar USDC dalam Sebulan Circle mencetak 7,75 miliar $USDC dalam satu bulan terakhir, termasuk 750 juta hari ini saja. Token terdampak: $USDC, $ETH, $SOL (DeFi markets).
Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.
PUMP/USDT (🔼 +11.47%)
Entry: $0.004451
Stop Loss: $0.004231
Take Profit: $0.004969
PUMP/USDT saat ini sedang menunjukkan pola continuation bullish setelah berhasil menembus area konsolidasi dan bertahan di atas support $0.00423-$0.00445. Harga saat ini bergerak di sekitar $0.00480, dengan peluang melanjutkan kenaikan menuju target $0.00496 (+11.47%) jika momentum beli tetap kuat.
RSI berada di level 67, mendekati area overbought tapi masih menunjukkan dorongan bullish yang sehat, sementara MACD memperlihatkan tren positif dengan sinyal garis biru yang masih di atas garis oranye.
MINA/USDT (🔼 +5.08%)
Entry: $0.1069
Stop Loss: $0.1047
Take Profit: $0.1123
MINA/USDT saat ini mulai menunjukkan potensi pembalikan arah (reversal) setelah bertahan di area support $0.104-$0.106, yang selama ini menjadi “benteng pertahanan” kuat buyer. Harga bergerak di sekitar $0.108, dengan potensi kenaikan menuju target $0.112 (+5.08%) apabila momentum beli berlanjut.
RSI berada di level 54, menunjukkan tren mulai bergeser ke arah positif tanpa indikasi overbought, sementara MACD sudah membentuk sinyal bullish crossover yang memperkuat peluang kenaikan.
IOTA/USDT (🔼 +5.90%)
Entry: $0.1438
Stop Loss: $0.1393
Take Profit: $0.1523
IOTA/USDT sedang bergerak dalam fase konsolidasi sehat dengan kecenderungan membentuk pola ascending range, menandakan buyer perlahan mulai menguasai arah harga. Area $0.143-$0.145 menjadi zona entry potensial dengan peluang kenaikan menuju target $0.152 (+5.9%) jika tekanan beli terus bertambah.
RSI di level 52 mengindikasikan ruang kenaikan masih luas tanpa sinyal jenuh beli, sementara MACD mulai melengkung ke atas, memperlihatkan potensi momentum bullish baru.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.