Author: 16

  • Token Crypto Anyar Mendadak Viral, Naik +600% Sehari

    Sebuah token anyar mencuri sorotan setelah melesat 600% hanya dalam waktu 24 jam. Lonjakan popularitas ini berakar pada satu tren yang sangat spesifik dan tengah mendominasi percakapan pasar.

    Saat Bitcoin menembus rekor all-time high (ATH) baru, token ini justru melampaui performa sang pionir, menorehkan kenaikan lebih dari 600% hanya dalam satu hari perdagangan.COAI: Fenomena Baru di Tengah Demam AI

    Pada 6 Oktober 2025, ChainOpera AI (COAI) melesat dengan impresif lebih dari 600%, mencapai level tertinggi baru di sekitar US$2,74.

    coai course
    Harga COAI | Sumber: CoinMarketCap

    Lonjakan eksplosif ini bertepatan dengan penambahan COAI di platform derivatif Bybit, yang kini membuka perdagangan dengan leverage hingga 25x. Eksposur tersebut menarik gelombang investor yang haus akan imbal cepat dan peluang volatilitas tinggi.

    ntum COAI sejatinya telah terbentuk sejak listing di platform terdesentralisasi Aster dan meningkatnya sentimen pasar atas token AI, diperkuat oleh kemitraan besar antara AMD dan OpenAI. Di jaringan Binance Smart Chain, ChainOpera AI berambisi membangun ekosistem yang memadukan AI agent, development tool, serta antarmuka chat otonom.

    Kapitalisasi pasar COAI kini melampaui US$400 juta, dengan volume perdagangan yang mencetak rekor — menjadikannya salah satu token paling dinamis di pasar. Berdasarkan indikator teknikal seperti RSI dan MACD, tren masih terjaga kokoh tanpa indikasi divergensi bearish yang berarti.

    Ledakan di Ekosistem BNB Chain

    Reli COAI menjadi bagian dari gelombang besar yang melanda proyek-proyek di BNB Chain. BNB menorehkan all-time high (ATH), sementara sepuluh besar token Binance Alpha melonjak antara 40% hingga hampir 100% dalam rentang 24 jam hingga tujuh hari.

    Menurut data Dune Analytics, volume harian Binance Alpha meningkat dari US$140 juta pada September menjadi US$390 juta di awal Oktober, menggambarkan hiruk-pikuk spekulatif yang semakin intens.

    Imbasnya, para trader kini mencari peluang pendapatan pasif jangka pendek berbiaya rendah lewat Binance Alpha, seiring derasnya arus masuk modal ke dalam ekosistem. Pun, COAI nampaknya belum menutup bab terakhirnya.

    Bagaimana pendapat Anda tentang altcoin yang mendadak viral di atas serta prospek ke depan? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Laure Elizabeth IACOUCCI
    Editor: Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Ethereum: Cowen Ramal Kapan Pucuk Siklus & Bear Market

    Ethereum kini berada dalam fase konsolidasi setelah berbulan-bulan bergerak mendatar (sideways). Namun, analis Benjamin Cowen meyakini jeda ini hanyalah prolog menuju momentum bullish yang baru. Analisisnya mengindikasikan bahwa harga Ethereum berpeluang menembus level tertinggi sepanjang masa (ATH) sebelum 2026, didorong oleh faktor teknikal dan siklus pasar.

    Pakar dari Into The Cryptoverse ini menilai bahwa konsolidasi saat ini di kisaran US$4.000 hingga US$4.800 adalah fase yang sehat — mirip dengan periode yang mendahului reli besar pada 2017 dan 2021. Di bawah ini, kami membedah pandangannya dan faktor-faktor yang bisa menentukan arah pergerakan ETH selanjutnya.

    Ethereum dalam Fase Konsolidasi: Tahapan Penting sebelum Dorongan Berikutnya

    Menurut Cowen, fase konsolidasi Ethereum bukan tanda kelemahan, melainkan proses teknikal yang alami. Ia menerangkan bahwa aset ini sedang diperdagangkan dalam rentang stabil seiring moving average 20 dan 21 minggu yang mulai mendekati harga saat ini. Breakout yang berkelanjutan dapat memicu pergerakan bullish signifikan.

    Saat ini, Ethereum parkir di sekitar US$4.500, dengan support perkasa di kisaran US$4.000. Resistance utama berada di antara US$4.700 dan US$4.800, area di mana penjual secara historis cenderung mengambil profit.

    Benjamin Cowen menilai performa ini mencerminkan struktur yang matang — mampu menyerap tekanan bearish sebelum potensi breakout menuju US$5.000.

    Sang analis membandingkan kondisi saat ini dengan siklus 2016–2017, ketika Bitcoin dan Ethereum bergantian memimpin pergerakan pasar. Kala itu, ETH berkonsolidasi selama beberapa bulan sebelum melonjak lebih dari 150% hanya dalam 8 minggu. Menurut Cowen, sejarah berpotensi berulang jika indikator teknikal terus selaras.

    Faktor Ekonomi Makro & Korelasi dengan Bitcoin: Apa yang Bisa Memperlambat atau Mempercepat Reli?

    Cowen menekankan bahwa kondisi ekonomi makro tetap menjadi variabel krusial. Ia menyoroti bahwa keputusan seperti potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan atau data ketenagakerjaan Amerika Serikat dapat menimbulkan volatilitas sementara. Meski demikian, ia mempertahankan pandangan optimistis untuk akhir tahun 2025.

    Ethereum (ETH) price performance - 3 months. Source: BeInCrypto
    Harga Ethereum (ETH) – 3 bulan terakhir | Sumber: BeInCrypto

    Adapun faktor relevan lain adalah Bitcoin Dominance (BTC.D), yang baru-baru ini naik dari 57% menjadi 59%. Kendati biasanya hal ini memperlambat pertumbuhan altcoin, Cowen menekankan bahwa fase konsentrasi modal di BTC justru kerap mendahului kebangkitan aset seperti Ethereum. “ETH cenderung bergerak setelah Bitcoin berangsur stabil,” jelasnya.

    Dalam jangka pendek, ia meramal bahwa Ethereum akan terus bergerak sideways selama satu hingga dua bulan sebelum menentukan arah berikutnya. Bila bull market support — yang diwakili oleh moving average mingguan — mencapai harga saat ini, momentum tersebut bisa mendongkrak harga ETH melampaui rekor tertingginya sebelumnya dan mengukuhkan siklus bullish baru.

    Pandangan Cowen: Kesabaran sebelum Rebound

    Cowen berujar bahwa investor seharusnya memandang fase ini sebagai peluang, bukan risiko. Menurutnya, fundamental teknikal, melambungnya adopsi institusional, dan stabilitas ekosistem DeFi memperkuat sentimen bullish.

    Analis ini menyimpulkan bahwa siklus Ethereum saat ini masih memiliki ruang untuk berkembang, tetapi bakal perlu kesabaran dan disiplin. Jika sejarah berulang, breakout dapat terjadi sebelum akhir 2025 — disusul dengan reli berkepanjangan sebelum pasar memasuki fase bearish baru pada 2026.

    “Dalam jangka pendek, kemungkinan besar kita akan melihat konsolidasi lanjutan dalam rentang ini sampai bull market support band mencapai harga. Ketika itu terjadi, Ethereum akan ‘dipaksa’ mengambil keputusan, dan hal ini kemungkinan besar terjadi dalam dua bulan ke depan. […] Saya pikir ETH akan berkonsolidasi untuk sementara waktu, lalu breakout, mencapai pucuk siklus pasar, dan setelah itu kita akan memasuki bear market pada 2026,” ujar Cowen menutup pernyataannya.

    Ringkasan

    Ethereum masih bermanuver di antara US$4.000 – US$4.800, dalam fase konsolidasi yang dinilai Benjamin Cowen sebagai fase yang sehat. Sang analis memprediksi terjadinya breakout bullish dalam beberapa bulan mendatang, terpacu oleh moving average kunci yang mulai mendekat serta meredanya Bitcoin Dominance.

    Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Ethereum (ETH) oleh Cowen ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Luis Blanco
    Editor: Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siapa Saja Orang Terpintar di Dunia yang Investasi di Bitcoin?

    Penilaian aset kripto oleh para pemikir paling cemerlang di dunia memainkan peran khusus bagi investor. Pasar bereaksi ketika individu dengan reputasi keunggulan intelektual mengungkapkan pandangan mereka tentang Bitcoin atau blockchain. Para investor mencari konfirmasi atas ekspektasi mereka ataupun alasan untuk berhati-hati dalam komentar-komentar ini.

    Dalam artikel ini, tim redaksi BeInCrypto mengumpulkan pendapat orang-orang dengan skor IQ luar biasa tentang aset kripto. Inilah yang dikatakan oleh pikiran-pikiran paling cemerlang tentang aset digital.

    Kim Young Hoon, IQ 276 (Masih Jadi Perdebatan)

    Intelektual asal Korea Selatan, Kim Young Hoon, menyebut dirinya orang paling cerdas di planet ini. Menurut beberapa estimasi, ia memegang rekor IQ dunia: 276. Psikolog menganggap angka seperti itu secara statistik mustahil, tetapi reputasi inilah yang telah membantunya menarik perhatian kepada pernyataannya.

    Pada akhir September 2025, ia mengumumkan di X bahwa ia telah mengonversi seluruh kekayaannya ke aset kripto pionir ini. Ia menjelaskan keputusannya dengan mengatakan bahwa ia melihatnya sebagai satu-satunya harapan untuk masa depan ekonomi.

    Pada saat pernyataannya mencuat, harga BTC nangkring di dekat US$114.000. Kim memprediksi bahwa BTC akan tumbuh setidaknya 100 kali lipat selama dekade berikutnya. Ia juga memprediksi Bitcoin harusnya menjadi aset cadangan utama di dunia.

    Warren Buffett, IQ Sekitar 155-160

    Sang “Oracle of Omaha”, Warren Buffett, tidak pernah memublikasikan hasil tes kecerdasannya. Namun, para penulis biografi dan pers bisnis acap kali mengaitkan IQ-nya dengan rentang 155–160. Sang investor sendiri gemar bercanda perihal ini. Ia bergurau, jika Anda memiliki IQ 160, jual saja 30 poin sisanya ke orang lain, karena itu tidak diperlukan untuk sukses.

    Dia sangat skeptis pada aset kripto. Pada pertemuan pemegang saham Berkshire Hathaway 2018, ia menyebut Bitcoin “racun tikus kuadrat”, menekankan bahwa ia tidak melihat nilai investasi di dalamnya. Buffett percaya akal sehat dan karakter lebih penting untuk meraih kesuksesan finansial ketimbang mencari untung dalam aset spekulatif baru.

    Terlepas dari kritiknya atas aset kripto, Buffett sendiri telah berinvestasi di Bitcoin lewat Nubank.

    Bill Gates, IQ Sekitar 160

    Co-founder Microsoft, Bill Gates, dikenal sebagai salah satu pengusaha paling cerdas, dengan IQ 160. Tidak seperti Buffett, ia mengakui potensi teknologi blockchain, namun tetap kritis pada aset kripto itu sendiri. Pada Juni 2022, Gates menyatakan bahwa Bitcoin dan NFT didasarkan semata-mata pada “greater fool theory”: nilai aset-aset ini ditentukan semata-mata oleh ekspektasi bahwa mereka akan dibeli dengan harga yang lebih tinggi. Dalam pandangannya, mereka tidak memiliki nilai fundamental yang dapat diandalkan oleh investor jangka panjang.

    Ekonom peraih Hadiah Nobel, Eugene Fama, seorang profesor di University of Chicago Graduate School of Business, menyuarakan skeptisisme tentang Bitcoin pada Januari 2025. Ia memprediksi bahwa “itu [Bitcoin] akan menjadi nol dalam sepuluh tahun” karena tidak lagi berfungsi secara berkelanjutan sebagai alat tukar dan unit hitung. Membahas hasil yang mungkin, Fama menambahkan bahwa bahkan apabila itu crash, investor akan tetap berlari ke pemerintah untuk bailout. “Bitcoin akan menjadi nol,” tuturnya, tatkala membahas volatilitas aset kripto serta minimnya use case yang berkelanjutan.

    Robert Shiller, seorang peraih Hadiah Nobel dalam ekonomi dan profesor di Yale University, menyebut Bitcoin sebagai “contoh terbaik dari gelembung spekulatif hingga saat ini” dalam wawancaranya dengan Yale Insights. Ia juga menekankan bahwa fenomena spekulatif semacam itu cenderung kembali secara bergelombang.

    Christine Lagarde, Presiden European Central Bank, dalam wawancara Januari 2021 di konferensi Reuters Next, menyerukan regulasi ketat terhadap aset kripto dan menggambarkan Bitcoin sebagai “aset yang sangat spekulatif” yang telah terlibat dalam aktivitas pencucian uang.

    Adapun Yanis Varoufakis, seorang ekonom dan mantan menteri keuangan Yunani, menekankan perbedaan antara Bitcoin dan teknologi yang mendasarinya dalam wawancara dengan Wired: “BTC adalah gelembung yang sempurna”. Dia menyebut teknologi blockchain sebagai “solusi luar biasa” dengan potensi untuk mempromosikan transparansi dan memerangi korupsi.

    Di samping itu, Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, mengatakan pada Januari 2021, “Saya pikir Bitcoin adalah penemuan yang sangat brilian”. Dia memandang aset kripto sebagai alternatif untuk emas di tengah devaluasi mata uang fiat. Namun, dia juga memperingatkan, “Risiko terbesar Bitcoin adalah kesuksesannya”, karena pemerintah bisa bereaksi keras.

    Yang terakhir, pada Mei 2021, Gubernur Bank of England Andrew Bailey mewanti-wanti investor bahwa aset kripto “tidak memiliki nilai intrinsik”, sehingga hanya boleh dibeli “jika Anda siap untuk kehilangan semua uang Anda”. Ia menekankan sifat spekulatif dari pasar.

    Bagaimana pendapat Anda tentang deretan orang terpintar dunia yang investasi di Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Evgeniya Likhodey
    Editor: Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Putra Bungsu Trump Raup Cuan Rp2,49 Triliun dari Kripto, Begini Kisahnya

    Di usia yang baru menginjak 19 tahun, Barron Trump berhasil membangun posisi finansial yang signifikan, terutama lewat adopsi awal aset kripto.

    Dengan estimasi kekayaan bersih US$150 juta (Rp2,49 triliun), ia sudah melampaui kekayaan ibunya, Melania Trump. Prestasi ini sebagian besar berkat keterlibatannya dalam proyek aset digital keluarga.

    Kekayaan Barron Melebihi Sang Ibu Berkat WLFI

    Barron Trump, putra bungsu Presiden AS Donald Trump, dengan cepat mengerek kekayaan bersihnya. Menurut laporan terbaru, kekayaan bersihnya kini mencapai US$150 juta.

    Sejak peluncuran ventura kripto keluarga Trump, World Liberty Financial (WLFI), kekayaan Barron melesat drastis. Menurut whitepaper perusahaan, ia merupakan salah satu co-founder bersama kakak-kakaknya.

    Meskipun porsi kepemilikannya pastinya dalam proyek tersebut belum terungkap, laporan memperkirakan Barron sudah meraup sekitar US$80 juta dari penjualan token. Saat ini, ia memegang 2,3 miliar token WLFI yang berpotensi menghasilkan sekitar US$525 juta jika dijual, sebuah valuasi yang sudah menempatkannya lebih kaya dari ibunya, Melania Trump.

    Barron Perkenalan Trump ke Kripto

    Menurut laporan, Barron Trump adalah orang pertama di keluarganya yang menyadari potensi pasar kripto, dan akhirnya berhasil meyakinkan mereka untuk meluncurkan WLFI pada akhir 2024.

    Selama peluncuran September lalu, Donald Trump menceritakan kebingungannya tentang terminologi kripto. Ia tertawa saat mengatakan bahkan tidak tahu apa itu “wallet” digital, sementara putranya Barron konon sudah punya “empat wallet atau semacamnya.”

    Dengan minat bisnis yang tajam, Barron dilaporkan menghabiskan liburan musim panasnya untuk berbagai aktivitas bisnis, termasuk menghadiri pertemuan dengan mitra, mengembangkan proyek teknologi baru, serta merampungkan kesepakatan serta strategi untuk meluncurkan perusahaannya sendiri.

    Menariknya, Barron bukan satu-satunya putra yang meraup keuntungan besar dari ventura kripto yang dipimpin ayahnya.

    Kekayaan Keluarga Trump Melesat

    Menurut Forbes, masa jabatan kedua Trump di Gedung Putih telah meningkatkan kekayaan anak-anaknya secara signifikan.

    Dalam kurun waktu setahun saja, kekayaan Donald Trump Jr. sudah naik sepuluh kali lipat menjadi US$500 juta. Pasar kripto dan berbagai kontrak baru bahkan lebih menguntungkan bagi Eric Trump, yang mana saldo rekening banknya tumbuh secara dramatis dari US$40 juta menjadi US$750 juta pada periode yang sama.

    Namun, Trump sendiri tetap menjadi sosok yang paling banyak meraup untung dari trading kripto. Investasi kripto-nya saja menghasilkan US$2 miliar, berkontribusi pada total profit US$3 miliar untuk tahun ini.

    Lonjakan US$3 miliar itu membuat total kekayaannya melonjak 70% menjadi US$7,3 miliar, mengangkat Presiden AS tersebut ke posisi ke-201 dalam daftar Forbes 400 orang terkaya Amerika. 

    Bagaimana pendapat Anda tentang putra bungsu Trump yang tsunami cuan berkat kripto di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Camila Naón
    Editor: Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Belum Usai, Harga Bitcoin Diprediksi Akan Menyentuh Level Ini

    Pergerakan harga sang jawara kripto, Bitcoin (BTC) masih akan terus melanjutkan pendakiannya. Salah seorang analis memandang, jika sesuai rencana, harga Bitcoin akan kembali membukukan level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru di kisaran US$135.000 atau sekitar Rp2,24 miliar.

    Pada saat penulisan, harga Bitcoin (BTC) berdasarkan CoinGecko berada di kisaran US$123.943 turun 1,4% dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) baru yang tercapai pada Minggu kemarin di kisaran US$125.708.

    Meski demikian, kondisi itu masih menunjukkan pertumbuhan ketimbang harga pada pagi tadi yang berada di kisaran US$122.538.

    Analis kripto independen, Tri Agung Prasetyo atau yang kerap dikenal sebagai “Opung” di komunitas Telegram BeInCrypto Indonesia memandang, pergerakan Bitcoin saat ini sudah sesuai dengan sejumlah skenario harga.

    Analisis harga Bitcoin

    Dalam analisisnya, ia menilai bahwa skenario harga Bitcoin yang melejit dari kisaran US$108.000 ke level tertinggi baru di level US$125.000, lalu kemudian terkoreksi ke US$122.000, sudah sesuai dengan ekspektasi.  Nah prediksi rencana harga Bitcoin berikutnya akan menunjukkan rangkaian pergerakan volatilitas yang signifikan.

    Bitcoin Masih Akan Naik Dalam Jangka Pendek

    Menurutnya, aktivitas Bitcoin masih belum selesai. Aset kripto nomor wahid itu akan melanjutkan kenaikan jangka pendeknya dari level US$122.000 menuju US$128.000. Kondisi itu menunjukkan momentum bullish yang kuat dalam fase ini.

    “Namun setelah mencapai puncak di kisaran US$128.000, harga Bitcoin diperkirakan akan mengalami koreksi tajam, yang jika sesuai dengan prediksi akan berada di level US$117.000 untuk menguji support yang lebih rendah,” jelasnya.

    Tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya. Karena Opung melihat, dari titik itu harga BTC secara jangka panjang akan memantul kuat sebagai sinyal rebound dari kisaran US$117.000 dan membidik level tertinggi baru di kisaran US$135.000.

    Secara keseluruhan, lanjutnya rencana ini menggambarkan pola pergerakan naik-turun-naik yang ekstrem. Di mana target akhir US$135.000 baru akan tercapai setelah melewati koreksi yang cukup dalam.

    Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi reli harga Bitcoin (BTC) terbaru ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Artikel ditulis & diedit oleh Adi Wiratno

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin yang Berpotensi Reli Jika Bitcoin Mencapai US$150.000

    Bitcoin mencetak rekor tertinggi baru hari ini, melampaui US$125.500, memperpanjang reli bull dominan tahun 2025. Sebagai aset kripto terbesar di dunia memimpin, sejarah menunjukkan bahwa beberapa altcoin utama sering mengikuti momentumnya.

    Data dari beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa XRP, BNB, dan Litecoin (LTC) secara konsisten menunjukkan korelasi positif yang kuat dengan harga Bitcoin.

    Meski tidak selalu bergerak seirama, koin-koin ini cenderung naik saat Bitcoin reli. Grafik korelasi 3 bulan terbaru semakin memperkuat tren ini.

    XRP: Mengikuti Momentum Bitcoin dengan Sedikit Keterlambatan

    XRP telah lama menunjukkan korelasi positif moderat hingga kuat dengan Bitcoin. Secara historis, arah harganya mencerminkan pergerakan pasar BTC yang lebih luas, meskipun seringkali sedikit tertinggal.

    Pada tahun 2023 dan 2024, ketika Bitcoin pulih dari kemerosotan pasca-FTX, XRP juga bangkit kembali, mencerminkan korelasi di atas 0,5 hingga 0,8 tergantung pada periode tersebut.

    Pola itu terulang pada tahun 2025, di mana, meskipun ada katalis independen seperti kemenangan regulasi Ripple, tren keseluruhan XRP sejalan dengan kenaikan Bitcoin.

    Korelasi Harga Bitcoin-XRP Selama 3 Bulan Terakhir | Sumber: CoinMetrics

    Grafik korelasi Spearman terbaru (Juli–Oktober 2025) menunjukkan XRP mempertahankan korelasi rata-rata 0,76, tingkat keselarasan arah yang kuat. Metrik ini mencapai puncaknya mendekati 0,78 selama reli BTC pada bulan Agustus sebelum sedikit mereda.

    Ini menunjukkan bahwa saat Bitcoin menargetkan US$150.000, potensi kenaikan XRP tetap tinggi, terutama jika likuiditas pasar semakin dalam di sekitar token berkapitalisasi besar.

    BNB: Raksasa Exchange Bergerak Seirama dengan Pemimpin Pasar

    Korelasi BNB dengan Bitcoin secara historis termasuk yang terkuat di pasar altcoin. Token ini juga mencapai rekor tertinggi kemarin, saat BTC juga reli.

    Antara tahun 2021 dan 2024, BNB menunjukkan korelasi berkisar antara 0,7 hingga 0,9 dengan BTC. Selama fase reli intens — seperti pertengahan 2021 dan awal 2024 — angka ini bahkan menyentuh 0,98, menandakan pergerakan yang hampir seirama.

    Grafik 3 bulan saat ini (Juli–Oktober 2025) mengonfirmasi konsistensi ini. Korelasi menguat dari 0,64 pada bulan Juli menjadi sekitar 0,71 pada bulan Oktober, mengikuti kenaikan Bitcoin ke rekor baru.

    Korelasi Harga Bitcoin-BNB Selama 3 Bulan Terakhir | Sumber: CoinMetrics

    Kenaikan ini menunjukkan keselarasan investor yang diperbarui dengan aset kelas atas dan memperkuat bahwa arah harga BNB tetap terkait erat dengan sentimen BTC yang lebih luas.

    Seiring chain BSC melihat lonjakan volume perdagangan, pergerakan Bitcoin menuju US$150.000 dapat membuat BNB maju secara proporsional, terutama saat aktivitas exchange meningkat selama fase bullish.

    Litecoin: Cermin Klasik dari Siklus Pasar Bitcoin

    Litecoin (LTC), salah satu fork tertua Bitcoin, telah lama dianggap sebagai indikator tren kripto yang lebih luas.

    Secara historis, korelasi harga LTC dengan BTC tetap kuat dan stabil, rata-rata antara 0,6 dan 0,8 selama periode multi-tahun.

    Selama pasar bull 2020–2021, LTC naik seiring dengan breakout Bitcoin, dan bahkan dalam koreksi berikutnya, pergerakan arahnya tetap selaras. Data dari 2023 hingga 2025 mengonfirmasi bahwa korelasi tetap kuat.Sponsored

    Sponsored

    Grafik korelasi terbaru (Juli–Oktober 2025) menunjukkan koefisien Spearman LTC naik dari 0,63 menjadi sekitar 0,72, mencapai puncaknya pada 0,76 pada akhir Agustus — hampir identik dengan fase kenaikan rekor Bitcoin.

    Korelasi Harga Bitcoin-Litecoin Selama 3 Bulan Terakhir | Sumber: CoinMetrics

    Pergerakan bersama yang stabil ini mencerminkan kecenderungan Litecoin untuk mengikuti momentum Bitcoin selama reli makro.

    Mengingat likuiditasnya yang dalam dan kesamaan struktural dengan Bitcoin, LTC bisa kembali mengikuti gelombang jika BTC menargetkan US$150.000.

    Secara historis, LTC memperkuat pergerakan Bitcoin dengan magnitudo yang lebih kecil namun dengan keandalan tinggi.

    Jika Bitcoin menembus US$150.000, pola historis menunjukkan bahwa tiga altcoin ini siap untuk reli bersamanya. 

    Token-token ini bukan hanya pengikut, namun juga penerima manfaat utama dari antusiasme institusional dan ritel yang diperbarui terhadap BTC. 

    Artikel ditulis & diedit oleh Mohammad Shahid

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ngeri, Pavel Durov Mengaku Nyaris Mati Diracun oleh Negara

    Pavel Durov, pendiri Telegram sekaligus pengembang The Open Network (TON), mengungkapkan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa ia yakin dirinya diracun pada tahun 2018. Insiden itu diduga terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara aplikasi perpesanan miliknya dengan pemerintah Rusia.

    Di periode itu, Telegram menolak permintaan dari Dinas Keamanan Federal Rusia untuk kunci enkripsi, yang bertujuan mengakses data pesan. Negara itu pun segera melarang aplikasi pesan itu setelahnya.

    Kolaps Pavel Durov yang Nyaris Merenggut Nyawa

    Dalam wawancara di siniar Lex Fridman, Durov mengungkapkan bahwa ia mengalami percobaan peracunan pada musim semi 2018. Ia menerangkan bahwa saat itu TON sedang mencoba mengumpulkan dana untuk sebuah proyek terkait.

    Dugaan insiden itu terjadi di tengah kesuksesan finansial Durov. Telegram telah menyelesaikan dua putaran pendanaan, sukses menghimpun dana sekitar US$1,7 miliar dari para investor papan atas.

    Ia menceritakan pulang ke rumah suatu malam dan menemukan sesuatu yang ditinggalkan oleh “tetangga aneh” di sekitar pintu.Sponsored

    Sponsored

    “Satu jam setelahnya, ketika saya sudah berada di tempat tidur… Saya merasa sangat tidak enak badan. Saya merasakan sakit di seluruh tubuh. Saya mencoba bangun dan pergi ke kamar mandi, tetapi saat saya berjalan, saya merasa fungsi-fungsi tubuh saya mulai mati,” ucapnya.

    Seperti yang Durov jelaskan, penolakan Telegram untuk menyediakan kunci enkripsi untuk data perpesanan kepada otoritas keamanan Rusia menyebabkan Rusia melarang aplikasi itu pada April 2018.

    Insiden dugaan keracunan oleh intelijen Rusia yang terkenal lainnya juga menandai periode itu. Pada Maret 2018, pemerintah Inggris menuduh aktor negara Rusia menggunakan agen saraf pada Sergei Skripal, seorang mantan perwira intelijen militer Rusia yang telah menjadi agen ganda untuk Inggris.

    Durov mengatakan itu bukan pertama kalinya aktor negara menekannya terkait operasional Telegram.

    Durov Tuding Intelijen Prancis Lakukan Pemerasan

    Awal minggu ini, Durov membuat postingan di media sosial mengenai pemilihan umum baru-baru ini di Moldova. Ia mengeklaim bahwa otoritas Prancis telah menekannya untuk melarang saluran pro-Rusia di Telegram setahun sebelumnya.

    Uni Eropa dan Rusia diduga melakukan upaya berkelanjutan untuk memberikan pengaruh atas pemilihan Moldova, terkait apakah negara itu harus mengejar keanggotaan Uni Eropa atau menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Rusia.

    Penyelidik baru-baru ini mengungkap kampanye pro-Rusia yang menggunakan aset kripto untuk membiayai berbagai aktivitas, termasuk mendukung kandidat, aktivis, dan operasi pemungutan suara.

    Namun, Durov mengeklaim bahwa pejabat Prancis mencoba memengaruhi pemilihan Moldova dengan menekannya untuk melarang kanal Telegram pro-Rusia yang terhubung dengan pemilu tersebut. Menurut ceritanya, otoritas Prancis mengatakan bahwa jika ia membantu mereka, mereka akan memberikan pernyataan yang menguntungkan kepada hakim Prancis yang telah memerintahkan penangkapannya pada Agustus 2024.

    “Ini tidak bisa diterima dalam banyak hal. Jika lembaga itu memang benar-benar mendekati hakim — itu merupakan upaya untuk ikut campur dalam proses peradilan. Jika tidak, dan hanya mengaku telah melakukannya, maka itu berarti mereka mengeksploitasi situasi hukum saya di Prancis untuk memengaruhi perkembangan politik di Eropa Timur,” terang Durov di X.

    Meski begitu, klaim Durov tersebut hingga kini belum didukung oleh bukti konkret.

    Bagaimana pendapat Anda tentang dugaan insiden upaya peracunan atas Pavel Durov di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Camila Naón
    Editor: Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saat Bitcoin ATH Baru, Ini Aset Kripto yang Whale Perdagangkan

    Selama akhir pekan, pasar kripto memperpanjang relinya setelah baru-baru ini mencapai kembali angka US$4 triliun. Dalam 24 jam terakhir saja, total kapitalisasi pasar meningkat lebih dari 1% di tengah pencapaian tertinggi baru Bitcoin (BTC). 

    Pada saat yang sama, data on-chain menunjukkan lonjakan aktivitas whale, dengan wallet besar aktif melakukan pembelian dan penjualan berbagai token berkapitalisasi besar. Sebuah sinyal pengambilan keuntungan, akumulasi, dan penempatan strategis di pasar. Inilah yang diperdagangkan oleh crypto whale.

    1. Ethereum (ETH)

    Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa mata uang kripto terbesar kedua telah meningkat lebih dari 10% dalam seminggu terakhir. Ethereum bergerak melewati angka US$4.500 setelah kehilangan support ini pada akhir September. Di tengah kinerja positif ini, aktivitas whale di sekitar altcoin ikut meningkat selama akhir pekan.

    Di sisi pembelian, OnChain Lens menyoroti bahwa alamat wallet baru (0x982) menerima 26.029 ETH senilai sekitar US$116,8 juta dari crypto exchange Kraken. Selain itu, whale lain membeli 7.311 ETH dengan harga rata-rata US$4.514.

    Alamat tersebut kemudian menyuplai token ke Aave untuk dipinjamkan. Investor tersebut mentransfer 33 juta USDC ke Hyperliquid untuk melakukan pembelian.

    “Saat ini, whale tersebut memegang 38.275 ETH senilai US$172,9 juta dan 35,18 WBTC senilai US$4,34 juta dalam pinjaman di beberapa wallet,” tambah OnChain Lens .

    Lookonchain juga mencatat bahwa alamat (0xa312) menarik 8.695 ETH, senilai sekitar US$39,5 juta, dari Binance.

    Saat beberapa whale sedang dalam mode akumulasi, yang lain memilih untuk mencairkan keuntungan. Trend Research tetap berada di sisi penjualan, terus mengurangi eksposur Ethereum-nya.

    Menurut Lookonchain, perusahaan tersebut mentransfer 77.491 ETH lagi senilai sekitar US$354,5 juta ke Binance untuk potensi penjualan. Sejak Oktober, Trend Research telah menjual total 143.124 ETH, senilai sekitar US$642 juta, menyoroti pengambilan keuntungan yang berkelanjutan oleh holder besar.

    Selain itu, whale Ethereum lama (0xf97) menyetor 4.500 ETH senilai sekitar US$20,4 juta ke Kraken sebagai bagian dari tren yang lebih luas.

    “Selama 4 bulan terakhir, OG telah menyetor total 5.502 ETH (US$23,38 juta), setelah tidak aktif selama 2 tahun dan masih memegang 3.051 ETH (US$13,8 juta),” ujar OnChain Lens .

    Dua wallet jangka panjang tambahan, 0xeA4 dan 0x3Ec, juga mengirim dana ke Kraken setelah empat tahun tidak aktif. Yang pertama menyetor 1.000 ETH untuk keuntungan US$10,4 juta, sementara yang kedua memindahkan 800 ETH untuk sekitar US$1,04 juta dalam keuntungan. Bersama-sama, keduanya masih memegang 1.828 ETH senilai sekitar US$8,28 juta.

    Terakhir, dalam langkah yang lebih spekulatif, whale 0x0fec menjual 1.001 ETH senilai US$4,55 juta. Alamat tersebut kemudian membuka posisi long dengan leverage 15x pada 15.023 ETH (sekitar US$67,8 juta) — menandakan meningkatnya kepercayaan pada momentum bullish jangka pendek.

    2. Bitcoin (BTC)

    Bitcoin mengalami akhir pekan yang luar biasa. Mata uang kripto unggulan ini melonjak ke rekor tertinggi baru di atas US$125.000, melanjutkan momentum bullish ‘Uptober.’ Beberapa investor melihat ini sebagai peluang besar untuk mengambil keuntungan.

    Wallet 3NVeXm milik salah satu whale Bitcoin mentransfer 1.550 BTC senilai sekitar US$193,75 juta ke Binance setelah harga mencapai puncak barunya. Sebelumnya, alamat yang terkait dengan Alameda Research memindahkan 250 BTC senilai sekitar US$30,1 juta ke exchange yang sama.

    Meski terdapat gelombang deposit, minat institusional terhadap Bitcoin tetap kuat. BitcoinTreasuries mengungkapkan bahwa pelaku korporat terus meningkatkan kepemilikan mereka. Dalam seminggu terakhir saja, 14 perusahaan meningkatkan cadangan Bitcoin mereka, sementara hanya satu yang mengurangi posisinya.

    Penambahan terbesar adalah 5.268 BTC dari Metaplanet. Marathon Digital dan CleanSpark menambahkan masing-masing 373 dan 308 BTC. Sementara itu, (Micro) Strategy memperluas dengan 196 BTC. Peningkatan signifikan lainnya termasuk Cango, dengan 101,7 BTC, dan S-Science, dengan 265,5 BTC. 

    “100 perusahaan publik teratas secara bersama-sama memegang 1.038.119 BTC,” tambah BitcoinTreasuries .

    Terakhir, whale juga aktif di beberapa altcoin utama, menandakan keterlibatan pasar yang lebih luas di luar Bitcoin dan Ethereum. Seorang crypto whale membeli 1,69 juta Aster (ASTER) token dengan harga sekitar US$3,14 juta.

    Sementara itu, sebuah Gnosis Safe Proxy wallet memindahkan 11,67 juta token ONDO — senilai sekitar US$10,87 juta — ke dalam exchange, yang bisa mengisyaratkan potensi pengambilan keuntungan.

    “Dari jumlah ini, 3,89 juta ONDO (US$3,63 juta) dipindahkan ke alamat deposit Arthur Hayes Bybit. Selama sebulan terakhir, total 40,77 juta ONDO (US$41,25 juta) telah disetorkan ke alamat Bybit milik Arthur,” tulis OnchainLens .

    Akhirnya, data dari Arkham Intelligence mengungkapkan bahwa whale lain menyetorkan 700.000 Chainlink (LINK) senilai sekitar US$15,52 juta ke Binance.

    Secara keseluruhan, aktivitas whale selama akhir pekan mencerminkan campuran strategi di pasar kripto. Sementara beberapa holder besar memposisikan diri untuk kenaikan lebih lanjut, terutama di Ethereum dan altcoin tertentu, yang lain memanfaatkan harga tinggi baru-baru ini untuk mengunci keuntungan. Dengan permintaan institusional untuk Bitcoin yang tetap stabil, tren yang lebih luas menunjukkan kepercayaan berkelanjutan dalam reli kripto yang sedang berlangsung.

    Bagaimana pendapat Anda tentang aksi crypto whale Bitcoin dan Ethereum ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Kamina Bashir
    Editor: Adi Wiratno

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Foundation Jual 1.000 ETH, Ini Alasannya

    Ethereum Foundation mengumumkan rencana untuk menjual 1.000 ETH (bernilai kurang lebih US$4,5 juta) seiring harga ETH menembus di atas US$4.500 untuk pertama kalinya sejak pertengahan September.

    Penjualan yang diungkap pada 4 Oktober ini akan dieksekusi menggunakan fitur Time-Weighted Average Price (TWAP) CowSwap. Alat otomatis ini membagi transaksi besar dalam rentang waktu tertentu untuk mencegah gangguan pasar yang mendadak.

    Penjualan ETH ke-17 Ethereum Foundation Tahun Ini Picu Debat Pasar

    Dengan menggunakan TWAP, Foundation bertujuan mengurangi volatilitas harga, meminimalkan slippage, dan mengamankan harga eksekusi yang lebih seimbang.

    Investor institusional dan treasury kripto biasanya mengandalkan strategi serupa untuk melepaskan kepemilikan besar tanpa memicu gejolak harga yang tajam.

    Sebagai hasilnya, dana dari penjualan akan dikonversi menjadi stablecoin guna mendanai operasional berkelanjutan seperti riset ekosistem, hibah untuk pengembang, dan donasi komunitas.

    Menurut Foundation, penjualan ini selaras dengan strategi yang lebih luas untuk mengelola treasury secara lebih efisien sekaligus memanfaatkan tool DeFi.

    Sementara itu, menurut data dari Strategic ETH Reserve, ini menandai penjualan ETH ke-17 Foundation sepanjang 2025. Sisa saldo mereka kini berada di kisaran 222.720 ETH—senilai sekitar US$1 miliar pada harga saat ini.

    Kepemilikan ETH Ethereum Foundation | Sumber: Strategic ETH Reserve

    Serangkaian penjualan yang intensitasnya sering ini telah memicu kekhawatiran di kalangan komunitas, yang menilai aktivitas semacam itu bisa menciptakan sentimen bearish dan melemahkan kepercayaan investor.

    Walaupun beberapa kritikus mempertanyakan citra dari penjualan berulang di tengah momentum bullish, ada juga yang melihat langkah ini sebagai upaya penting menuju pengelolaan treasury yang lebih bertanggung jawab.

    Peneliti kripto Naly mengusulkan bahwa Foundation bisa “menyoroti kekuatan DeFi” dengan menggunakan tools terdesentralisasi untuk menghasilkan likuiditas ketimbang menjual token secara langsung.

    Naly mengusulkan alternatif: “Pasok ETH di Aave, dapatkan bunga, pinjam stablecoin, dan biayai operasional dengan modal yang dihasilkan DeFi”.

    Para pendukung mengatakan metode ini memungkinkan Foundation tetap memiliki eksposur pada potensi kenaikan ETH sembari tetap mengakses likuiditas untuk biaya operasional.

    Meski begitu, tidak semua tanggapan bernada negatif.

    Beberapa anggota komunitas memuji transparansi Foundation karena mengumumkan penjualannya secara publik. Menurut mereka, praktik ini jarang dilakukan organisasi kripto besar.

    Pada waktu publikasi, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$4.500, naik 12% dari level terendah pekan lalu dekat US$4.000, menurut data BeInCrypto.

    Bagaimana pendapat Anda tentang langkah Ethereum Foundation yang jual 1.000 ETH di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Oluwapelumi Adejumo
    Editor: Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Setelah Bitcoin Pesta, Giliran Ethereum Siap Guncang Pasar?

    Ethereum (ETH) terus menunjukkan momentum naik yang kuat, menembus US$4.500 dalam sesi terbaru dan mendekati rekor tertinggi baru.

    Aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini menunjukkan tanda-tanda optimisme investor terbaru. Namun, apakah token tersebut mampu melewati US$5.000? Kondisi itu akan bergantung pada kemampuan mempertahankan level teknis dan psikologis kunci.

    Holder Ethereum Mungkin Tidak Menjual

    Saat ini, sekitar 97% alamat Ethereum berada dalam kondisi untung. Secara historis, ketika persentase ini melewati angka 95%, menandakan potensi puncak pasar karena investor mulai merealisasikan keuntungan. Dalam siklus sebelumnya, level ini sering mendahului pembalikan jangka pendek saat trader bergerak untuk mengamankan keuntungan.

    Namun, ketahanan Ethereum di tengah sinyal-sinyal ini menunjukkan perubahan perilaku investor. Meskipun sempat memasuki “zona kejenuhan keuntungan,” ETH berhasil mempertahankan tren naiknya, yang didukung oleh kuatnya sentimen bullish di seluruh pasar. Hal itu menunjukkan bahwa meskipun banyak holder dalam kondisi untung, tekanan jual mungkin terbatas, memungkinkan aset kripto ini untuk mempertahankan momentumnya dalam jangka pendek.

    Ingin lebih banyak wawasan token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

    Ethereum Supply In Profit
    Pasokan Ethereum Dalam Keuntungan | Sumber: Glassnode

    Pandangan makro Ethereum tetap optimistis. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) baru-baru ini mencatat crossover bullish, menandakan penguatan momentum naik. Pergeseran ini menandai transisi dari konsolidasi ke fase breakout potensial, yang sering dikaitkan dengan reli harga yang berkepanjangan.

    Selain itu, histogram indikator terus berkembang positif, memperkuat pandangan bahwa momentum bullish sedang dibangun. Jika trajektori ini berlanjut, Ethereum bisa melihat arus masuk baru dari trader dan investor institusional, untuk lebih lanjut mendorong kenaikannya. Mempertahankan momentum di atas US$4.500 akan sangat penting untuk mengamankan kepercayaan di seluruh pasar.

    Ethereum MACD
    Ethereum MACD | Sumber: TradingView

    Harga ETH Butuh Pemulihan

    Harga Ethereum berada di US$4.523, menguji level US$4.500 sebagai dukungan baru. Level ini harus bertahan agar ETH dapat maju menuju resistance kunci berikutnya di US$4.775. Breakout yang berhasil di sini bisa membuka jalan untuk kenaikan lebih lanjut.

    Mengingat penguatan setup teknis dan indikator bullishEthereum berpotensi naik melewati US$4.775 untuk menguji kembali rekor tertingginya di US$4.956. Mempertahankan pergerakan tersebut bisa membuka pintu untuk dorongan melampaui US$5.000, menandai tonggak sejarah bagi raja altcoin ini.

    ETH Price Analysis
    Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView

    Namun, jika investor mulai mengambil keuntungan setelah lonjakan terbaru, harga Ethereum bisa kehilangan pijakannya. Penurunan di bawah US$4.500 dapat memicu koreksi menuju US$4.222, membatalkan pandangan bullish dalam jangka pendek.

    Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi harga Ethereum (ETH) ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Aaryamann Shrivastava
    Editor:
    Adi Wiratno

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com