Author: 16

  • Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

    Binance resmi memulai rencana pembelian bitcoin senilai US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun sebagai bagian dari strategi penguatan dana perlindungan pengguna. Tahap pertama dari rencana tersebut telah selesai dengan konversi stablecoin senilai US$100 juta ke dalam bitcoin.

    Melalui unggahan di platform X pada 2 Februari, Binance mengumumkan telah menyelesaikan batch pertama konversi dana Secure Asset Fund for Users (SAFU). Dana yang sebelumnya disimpan dalam bentuk stablecoin kini mulai dialihkan ke bitcoin.

    “Binance telah menyelesaikan batch pertama konversi bitcoin untuk Dana SAFU, senilai US$100 juta dalam stablecoin,” tulis perusahaan dalam pernyataannya.

    Baca juga: Top Gainers! 3 Altcoin Binance Wallet IDO Catat Lonjakan Dua Digit

    Bukti Transaksi Bitcoin

    Dilaporkan News Bitcoin, Binance juga menyertakan bukti transaksi on-chain yang telah dikonfirmasi. Data tersebut menunjukkan sekitar 1.350 BTC telah dikonversi, dengan nilai sekitar USD 107 juta pada saat transaksi dilakukan.

    Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat terbuka yang dirilis Binance pada 29 Januari lalu. Dalam surat tersebut, Binance menguraikan serangkaian upaya untuk memperkuat perlindungan pengguna, meningkatkan kerja sama kepatuhan, transparansi, serta mendukung pengembangan industri kripto jangka panjang.

    Binance menjelaskan bahwa dana SAFU yang sebelumnya disimpan dalam bentuk USDC senilai USD 1 miliar akan sepenuhnya dikonversi ke bitcoin dalam waktu 30 hari. Keputusan ini disebut sebagai langkah alokasi struktural yang berlandaskan pada daya tahan aset.

    BTC Jadi Aset Penting

    “Dengan keyakinan kami bahwa BTC merupakan aset inti dalam ekosistem kripto dan mewakili nilai jangka panjang, Binance akan terus berdiri bersama industri ini melewati berbagai siklus pasar dan ketidakpastian,” tulis perusahaan dalam surat tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, rotasi modal masif ini menciptakan tekanan beli spot yang signifikan. Ini juga merupakan vote of confidence institusional terbesar bahwa Bitcoin lebih aman sebagai aset cadangan jangka panjang dibandingkan dolar/stablecoin.

    Setelah proses konversi selesai, Binance menyatakan akan terus memantau nilai pasar dana SAFU. Jika nilainya turun di bawah USD 800 juta, perusahaan akan melakukan penyeimbangan ulang untuk mengembalikannya ke level USD 1 miliar.

    Langkah agresif ini menegaskan posisi Binance yang semakin menguatkan peran bitcoin sebagai aset utama dalam strategi perlindungan pengguna dan keberlanjutan ekosistem kripto.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC

    Raksasa stablecoin Tether kembali memperluas jejaknya di industri kripto dengan meluncurkan Mining OS (MOS), sebuah sistem operasi open-source yang dirancang khusus untuk menyederhanakan dan mengefisienkan infrastruktur penambangan Bitcoin.

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph pada Selasa (3/2), langkah ini menandai fase baru ekspansi Tether dari penerbit stablecoin menuju penyedia infrastruktur kripto strategis.

    Peluncuran MOS diumumkan ke publik dan langsung menarik perhatian komunitas, mengingat Tether selama ini dikenal sebagai pemain sentral dalam likuiditas pasar kripto global melalui USDT.

    Kini, perusahaan tersebut masuk lebih dalam ke lapisan teknis jaringan Bitcoin.

    Baca Juga: Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

    Apa Itu Mining OS (MOS)?

    Mining OS (MOS) adalah sistem operasi terbuka yang dirancang untuk mengelola perangkat keras penambangan Bitcoin secara lebih efisien, modular, dan terstandarisasi.

    Dengan pendekatan open-source, MOS dapat digunakan, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh komunitas miner maupun developer di seluruh dunia.

    Tujuan utama MOS adalah menyederhanakan kompleksitas operasional mining, mulai dari pengelolaan node, monitoring performa, optimasi hash rate, hingga efisiensi konsumsi energi.

    Dengan satu platform terpadu, miner tidak lagi bergantung pada solusi proprietary yang mahal dan tertutup.

    Pendekatan ini sejalan dengan semangat awal Bitcoin: desentralisasi dan transparansi.

    Strategi Tether di Balik MOS

    Langkah Tether meluncurkan Mining OS tidak berdiri sendiri.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Tether secara agresif memperluas bisnisnya ke sektor energi, mining, AI, dan infrastruktur digital. MOS menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

    Tim Research Tokocrypto menilai ekspansi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

    “Ekspansi Tether ke sektor mining memperkuat posisinya sebagai infrastruktur finansial yang lebih luas. Dengan menyediakan OS terbuka, Tether berpotensi meningkatkan dominasi teknisnya dalam jaringan Bitcoin,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Alih-alih hanya menjadi penerbit stablecoin, Tether kini membangun ekosistem yang mencakup likuiditas, komputasi, dan infrastruktur jaringan inti Bitcoin.

    Dampak terhadap Desentralisasi Mining Bitcoin

    Salah satu kritik terbesar terhadap industri mining Bitcoin saat ini adalah sentralisasi operasional, baik dari sisi pool mining, perangkat keras, maupun software manajemen.

    Banyak miner kecil kesulitan bersaing karena biaya tinggi dan ketergantungan pada vendor tertentu.

    Dengan MOS yang bersifat open-source, Tether berupaya menurunkan hambatan masuk (barrier to entry) bagi miner skala kecil dan menengah. Jika diadopsi secara luas, MOS dapat:

    • Mengurangi ketergantungan pada software proprietary
    • Meningkatkan interoperabilitas antar perangkat mining
    • Memperluas distribusi kekuatan hash secara global

    Hal ini berpotensi memperkuat keamanan jaringan Bitcoin secara keseluruhan.

    Efisiensi Operasional dan Potensi Adopsi Global

    Selain desentralisasi, efisiensi menjadi fokus utama MOS. Penambangan Bitcoin menghadapi tekanan besar dari sisi biaya energi dan margin keuntungan yang semakin ketat.

    Sistem operasi yang lebih ringan, fleksibel, dan mudah dioptimalkan dapat menjadi keunggulan kompetitif.

    Bagi miner institusional, MOS menawarkan kontrol yang lebih granular atas infrastruktur mereka. Sementara bagi miner independen, OS ini membuka akses ke teknologi setara tanpa biaya lisensi tinggi.

    Namun, adopsi MOS akan sangat bergantung pada stabilitas, keamanan, serta dukungan komunitas pengembang dalam beberapa bulan ke depan.

    Implikasi Pasar dan Sentimen Industri

    Dari sudut pandang pasar, peluncuran Mining OS memperkuat narasi bahwa Tether bukan lagi sekadar “penerbit USDT”, melainkan pemain infrastruktur kripto global.

    Meski dampak langsung terhadap harga Bitcoin atau USDT kemungkinan terbatas, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem yang dibangun Tether.

    Investor dan pelaku industri akan memantau apakah MOS benar-benar diadopsi secara luas atau hanya menjadi solusi niche. Keberhasilan proyek ini bisa mendorong Tether semakin dominan di lapisan teknis Bitcoin.

    Baca Juga: Apa itu Stablecoin USAT? Stablecoin Baru Tether yang Patuhi Regulasi AS

    Peluncuran Tether Mining OS (MOS) menandai langkah signifikan dalam evolusi peran Tether di industri kripto.

    Dengan menawarkan sistem operasi mining open-source, Tether berupaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan desentralisasi penambangan Bitcoin secara global.

    Jika diimplementasikan dengan baik dan mendapat dukungan komunitas, MOS berpotensi menjadi fondasi baru dalam infrastruktur mining Bitcoin, sekaligus memperkuat posisi Tether sebagai tulang punggung finansial dan teknis ekosistem kripto dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arcium Resmi Debutkan Mainnet Alpha di Solana

    Proyek privasi blockchain Arcium resmi meluncurkan Mainnet Alpha di jaringan Solana, menandai transisi penting dari fase testnet menuju penggunaan langsung di infrastruktur publik.

    Peluncuran ini menghadirkan komputasi terenkripsi (encrypted computation) ke ekosistem Solana, sebuah terobosan yang membuka jalan bagi aplikasi keuangan dan data yang mengutamakan kerahasiaan tingkat institusional.

    Bersamaan dengan Mainnet Alpha, Umbra diperkenalkan sebagai aplikasi pertama yang berjalan di atas Arcium, berfungsi sebagai shielded finance layer, lapisan keuangan privat yang memungkinkan transaksi dan aktivitas finansial berlangsung secara tersembunyi namun tetap terverifikasi di blockchain.

    Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

    Apa Itu Arcium dan Mengapa Penting?

    Arcium adalah protokol yang dirancang untuk memungkinkan privacy-preserving computation, yaitu pemrosesan data secara terenkripsi tanpa harus membuka isi data tersebut ke publik.

    Berbeda dengan privasi berbasis mixer atau zero-knowledge yang umumnya fokus pada transaksi, The Block menyebut bahwa Arcium menargetkan lapisan komputasi, termasuk data keuangan, logika aplikasi, dan eksekusi kontrak.

    Dengan memilih Solana sebagai fondasi infrastrukturnya, Arcium memanfaatkan throughput tinggi, biaya rendah, dan latensi cepat: kombinasi yang ideal untuk aplikasi privasi skala besar yang menuntut performa tinggi.

    Mainnet Alpha menjadi bukti awal bahwa komputasi terenkripsi tidak lagi sebatas eksperimen laboratorium, tetapi mulai siap diuji dalam lingkungan produksi.

    Umbra: Debut Lapisan Keuangan Privat di Solana

    Sebagai aplikasi perdana, Umbra berperan sebagai lapisan keuangan terlindung (shielded finance) di atas Arcium.

    Umbra memungkinkan pengguna, termasuk institusi, melakukan aktivitas finansial tanpa mengekspos detail transaksi, posisi, atau strategi ke jaringan publik.

    Fungsi ini menjadi krusial bagi entitas seperti dana institusional, market maker, dan korporasi yang selama ini enggan masuk ke DeFi karena keterbukaan data blockchain yang ekstrem.

    Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sebagai fondasi desain baru di ekosistem Solana.

    “Peluncuran ini membuka ruang desain baru untuk aplikasi privasi di Solana. Ini langkah awal menuju pasar modal terenkripsi yang menarik bagi institusi yang membutuhkan kerahasiaan data transaksi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dampak Strategis bagi Ekosistem Solana

    Selama ini, Solana dikenal unggul dari sisi performa, namun relatif tertinggal dalam narasi privasi dibanding jaringan lain.

    Kehadiran Arcium dan Umbra berpotensi mengisi celah tersebut dengan menghadirkan privacy-by-design tanpa mengorbankan kecepatan.

    Beberapa potensi dampak utama bagi Solana antara lain:

    • Meningkatkan daya tarik institusional, terutama untuk use case perdagangan besar dan manajemen aset
    • Diversifikasi aplikasi DeFi, dari yang transparan menuju opsi privat
    • Memperluas use case non-keuangan, seperti data AI, identitas, dan komputasi sensitif

    Jika adopsi berjalan sesuai rencana, Arcium dapat menjadi salah satu lapisan middleware penting di ekosistem Solana.

    Tantangan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski menjanjikan, Mainnet Alpha masih berada pada tahap awal. Artinya, stabilitas jaringan, keamanan kriptografi, dan pengalaman pengguna masih akan diuji secara ketat.

    Selain itu, isu regulasi privasi tetap menjadi bayangan besar. Aplikasi shielded finance kerap berada di area abu-abu kebijakan, terutama di yurisdiksi yang sensitif terhadap anonimitas transaksi.

    Oleh karena itu, keberhasilan Arcium tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada bagaimana protokol ini memposisikan diri sebagai solusi privacy-preserving, bukan privacy-evasion.

    Implikasi Pasar dan Proyeksi Jangka Menengah

    Dari perspektif pasar kripto, peluncuran Mainnet Alpha cenderung menjadi katalis naratif, bukan langsung katalis harga jangka pendek.

    Namun, keberhasilan demonstrasi teknologi dan onboarding institusi dapat mendorong minat investor terhadap sektor encrypted finance dan privacy infrastructure.

    Tren ini juga selaras dengan meningkatnya kebutuhan privasi data di era AI dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

    Baca Juga: Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

    Peluncuran Arcium Mainnet Alpha di Solana, dengan Umbra sebagai aplikasi perdana, menandai langkah awal menuju pasar keuangan terenkripsi di blockchain berperforma tinggi.

    Inisiatif ini memperluas batas desain aplikasi Web3, dari transparansi penuh menuju privasi yang terverifikasi.

    Meski masih dalam tahap awal, Arcium berpotensi menjadi fondasi penting bagi adopsi institusional di Solana, terutama bagi pelaku pasar yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan, keamanan, dan kerahasiaan data.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XELIS Whitepaper v2.0, Transformasi Blockchain Layer-1 Programmable

    Proyek blockchain XELIS resmi merilis Whitepaper versi 2.0, menandai fase baru dalam evolusi jaringan yang sebelumnya dikenal sebagai koin Proof-of-Work (PoW) murni.

    Menurut laporan Coinmarketcal pada Selasa (3/2), Pembaruan ini memperluas kapabilitas teknis XELIS dengan menghadirkan smart contracts, dynamic fee mechanism, burn protocol, serta peningkatan kecepatan produksi blok menjadi hanya 5 detik.

    Langkah ini dipandang sebagai transisi strategis yang berpotensi mengubah positioning XELIS dari sekadar aset mining menjadi blockchain Layer-1 programmable yang mampu mendukung ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Baca Juga: Radix Gelar Uji Hyperscale Live, Pembuktian Klaim Skalabilitas Layer-1

    Transformasi dari PoW Murni ke Programmable Layer-1

    Sejak awal, XELIS menempatkan diri sebagai jaringan PoW yang fokus pada efisiensi dan desentralisasi.

    Namun, rilis Whitepaper v2.0 menunjukkan ambisi yang lebih besar: menjadikan XELIS sebagai platform blockchain serbaguna yang tidak hanya aman bagi miner, tetapi juga relevan bagi developer dan pengguna aplikasi Web3.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai pergeseran fundamental dalam roadmap proyek yang lebih potensial.

    “Transisi strategis dari koin PoW murni menjadi programmable L1. Peningkatan utilitas teknis ini berpotensi menarik minat spekulatif jangka pendek dari komunitas mining dan developer,” ujar tim riset Tokocrypto.

    Dengan masuknya smart contracts, XELIS kini membuka pintu bagi berbagai use case baru seperti DeFi, NFT, hingga aplikasi on-chain lainnya yang sebelumnya tidak memungkinkan.

    Smart Contracts dan Ekspansi Ekosistem

    Salah satu sorotan utama dalam Whitepaper v2.0 adalah implementasi smart contracts.

    Fitur ini memungkinkan developer membangun aplikasi terdesentralisasi langsung di atas jaringan XELIS tanpa bergantung pada chain eksternal.

    Bagi ekosistem, ini berarti peningkatan utilitas jaringan secara signifikan.

    Smart contracts juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap token XELIS, baik untuk biaya transaksi maupun sebagai aset dasar dalam berbagai protokol yang dibangun di atasnya.

    Namun, pasar akan mencermati seberapa cepat komunitas developer dapat beradaptasi dan mulai membangun aplikasi nyata, karena adopsi teknis sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan jangka menengah sebuah Layer-1 baru.

    Dynamic Fees dan Burn Protocol: Efisiensi dan Tokenomics

    Whitepaper terbaru juga memperkenalkan dynamic fees, sebuah mekanisme biaya transaksi yang menyesuaikan kondisi jaringan secara real-time.

    Pendekatan ini bertujuan menjaga biaya tetap kompetitif saat trafik rendah, sekaligus mencegah spam ketika aktivitas jaringan meningkat.

    Selain itu, XELIS mengadopsi burn protocol, di mana sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen.

    Mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai token dalam jangka panjang, terutama jika aktivitas on-chain meningkat seiring pertumbuhan ekosistem.

    Kombinasi dynamic fees dan burn protocol menunjukkan fokus tim pengembang pada keberlanjutan ekonomi jaringan, bukan sekadar throughput teknis.

    Waktu Blok 5 Detik: Peningkatan Performa Jaringan

    Dari sisi performa, XELIS meningkatkan kecepatan produksi blok menjadi 5 detik, jauh lebih cepat dibanding banyak jaringan PoW tradisional.

    Peningkatan ini bertujuan memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat dan responsif, sekaligus meningkatkan daya saing XELIS di antara blockchain Layer-1 lainnya.

    Kecepatan blok yang lebih singkat juga mendukung use case aplikasi real-time, sebuah faktor penting untuk adopsi dApps dan DeFi.

    Dampak Pasar dan Sentimen Jangka Pendek

    Dari perspektif pasar, rilis Whitepaper v2.0 berpotensi menjadi katalis sentimen jangka pendek, khususnya di kalangan komunitas mining dan developer yang mencari peluang awal di jaringan baru.

    Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa upgrade besar dan perubahan roadmap sering memicu minat spekulatif, meski dampak jangka panjang tetap bergantung pada eksekusi.

    Investor akan memantau beberapa hal kunci ke depan: kesiapan implementasi teknis, stabilitas jaringan pasca-upgrade, serta munculnya proyek nyata di atas ekosistem XELIS.

    Baca Juga: Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

    Rilis XELIS Whitepaper v2.0 menandai langkah penting dalam evolusi proyek, dari koin PoW murni menjadi blockchain Layer-1 programmable dengan utilitas yang jauh lebih luas.

    Dengan smart contracts, dynamic fees, burn protocol, dan waktu blok 5 detik, XELIS berupaya memperkuat daya saingnya di lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

    Meski peluang spekulatif jangka pendek terbuka, keberhasilan jangka panjang XELIS akan sangat ditentukan oleh adopsi developer dan pertumbuhan ekosistem aplikasi yang nyata.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 3,7%, Bitcoin Rebound ke Area $78.871

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik setelah mencatatkan rebound signifikan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (3/2), Bitcoin diperdagangkan di level $78.871 per BTC, menguat sekitar 3,7% dalam 24 jam.

    Kenaikan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh area terendah harian di $74.844,86, sebelum kembali menguji resistance intraday di kisaran $79.258,61.

    Meski demikian, penguatan jangka pendek ini belum sepenuhnya menghapus tekanan bearish yang masih membayangi pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

    Gambaran Pasar Bitcoin Saat Ini

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat berada di kisaran $1,77 triliun, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan dominasi terbesar di industri.

    Volume perdagangan 24 jam mencapai $35,57 miliar, mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi seiring masuknya minat beli jangka pendek.

    Sirkulasi pasokan BTC saat ini berada di angka 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Fakta ini kembali menegaskan karakter deflasioner Bitcoin, yang secara teori mendukung nilai jangka panjang meski volatilitas jangka pendek tetap tinggi.

    Jangka Pendek Menguat, Tren Menengah Masih Tertekan

    Secara historis, pergerakan harga Bitcoin masih menunjukkan tekanan dalam beberapa periode waktu:

    • Harian: naik +3,7% atau sekitar $2.817
    • 7 hari: turun -10,91%
    • 30 hari: turun -13,71%
    • 60 hari: turun -14,14%
    • 90 hari: terkoreksi tajam hingga -22,72%

    Penurunan signifikan dalam 30 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa reli hari ini lebih bersifat teknikal rebound dibandingkan perubahan tren besar.

    BTC juga masih berada jauh di bawah all-time high (ATH) di $126.198, dengan koreksi lebih dari 29% dari puncaknya.

    Analisa Teknikal: Rebound atau Bull Trap?

    Dari sudut pandang teknikal, lonjakan harga hari ini berpotensi dipicu oleh aksi short covering setelah tekanan jual yang intens dalam beberapa pekan terakhir.

    Perubahan harga dalam satu jam terakhir yang masih positif (+0,54%) menandakan momentum jangka sangat pendek masih terjaga.

    Namun, struktur tren menengah masih menunjukkan kecenderungan bearish.

    Selama Bitcoin belum mampu kembali dan bertahan di atas area psikologis $90.000, potensi koreksi lanjutan masih terbuka.

    Area support terdekat berada di kisaran $85.000–$82.000, sementara resistance kuat selanjutnya berada di area $92.000–$95.000.

    Sentimen Pasar dan Faktor Eksternal

    Dari sisi sentimen, pasar kripto global masih berada dalam fase kehati-hatian.

    Volatilitas Bitcoin meningkat seiring ketidakpastian makroekonomi global, ekspektasi kebijakan suku bunga, serta rotasi modal ke aset berisiko rendah.

    Meski Bitcoin tetap dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang oleh investor institusi, pergerakan harga jangka pendek saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen dan likuiditas pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

    Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa penguatan ke area $78.871 memberikan napas segar bagi pasar, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

    Selama Bitcoin masih berada di bawah resistance kunci dan tren menengah tetap menurun, reli ini berisiko menjadi dead cat bounce.

    Level kunci yang perlu dipantau:

    • Support: $85.000 dan $82.000
    • Resistance: $90.000 dan $95.000

    Bagi trader jangka pendek, volatilitas saat ini membuka peluang trading berbasis momentum.

    Sementara bagi investor jangka panjang, disiplin manajemen risiko dan strategi akumulasi bertahap tetap menjadi pendekatan paling rasional di tengah ketidakpastian pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network (PI) Menguat 2,17%, Didorong Progres Mainnet

    Harga Pi Network (PI) mencatatkan penguatan moderat dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Coinmarketcap pada Rabu (3/2).

    Token ini naik sekitar 2,17%, mengungguli kinerja mingguan yang masih mencatat koreksi -8,72%.

    Meski demikian, secara gambaran besar, PI masih berada dalam tren turun dengan penurunan sekitar -24,7% dalam 30 hari terakhir, mencerminkan tekanan struktural yang belum sepenuhnya mereda.

    Kenaikan harga jangka pendek ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal, mulai dari terobosan migrasi mainnet, perluasan akses KYC, hingga kondisi pasar yang sudah berada di area oversold.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

    Progres Migrasi Mainnet Jadi Katalis Positif

    Salah satu sentimen yang paling signifikan datang dari pengumuman kemajuan migrasi Mainnet Pi Network.

    Pada awal Februari, tim Pi Network membuka blokir sekitar 2,5 juta akun yang sebelumnya tertahan untuk melakukan migrasi ke mainnet.

    Akun-akun ini merupakan pengguna aktif yang telah menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC).

    Langkah ini dinilai penting karena mengurangi ketidakpastian terkait saldo yang “terkunci” dalam ekosistem Pi.

    Selama berbulan-bulan, isu akun yang belum bisa bermigrasi kerap menjadi sumber frustrasi komunitas dan berpotensi memicu tekanan jual ketika token akhirnya bisa dipindahkan.

    Bagi pasar, progres ini mengirimkan sinyal bahwa Pi Network terus bergerak menuju target Open Network, sebuah fase krusial yang akan membuka lebih banyak utilitas dan integrasi eksternal.

    Namun, investor tetap perlu memantau apakah pengguna yang baru dibuka aksesnya memilih untuk menahan PI atau justru melepasnya ke pasar.

    Ekspansi KYC: Dorongan Adopsi atau Risiko Eksekusi?

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

    Selain migrasi mainnet, Pi Network juga memperluas akses KYC dengan membuka peluang bagi lebih dari 700 ribu pengguna tambahan untuk mengajukan verifikasi.

    Inisiatif ini turut diperkuat dengan uji coba teknologi autentikasi baru berbasis palm-print.

    Dari sisi positif, peningkatan jumlah pengguna terverifikasi memperkuat legitimasi jaringan, meningkatkan keamanan, serta mendukung adopsi jangka panjang.

    Semakin banyak pengguna yang lolos KYC, semakin besar pula potensi ekosistem Pi untuk digunakan dalam aplikasi dunia nyata.

    Namun, sentimen pasar terhadap KYC Pi Network masih bersifat campuran. Proses verifikasi yang sebelumnya lambat dan tidak merata sempat memicu ketidakpercayaan komunitas.

    Oleh karena itu, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada eksekusi yang konsisten dan transparan.

    Sinyal Teknikal: Rebound dari Area Oversold

    Dari sisi analisa teknikal, kenaikan harga PI juga didukung oleh kondisi pasar yang sudah memasuki fase jenuh jual.

    Relative Strength Index (RSI-14) tercatat berada di level 27,39, jauh di bawah ambang netral 50 dan masuk kategori oversold.

    PI juga memantul dari area support kuat di sekitar $0,151, yang memicu minat beli spekulatif dari trader jangka pendek.

    Meski demikian, indikator MACD masih berada di zona negatif, menandakan bahwa tren menengah belum sepenuhnya berbalik bullish.

    Dalam waktu dekat, PI menghadapi resistance di area $0,165 (rata-rata pergerakan 7 hari) dan level Fibonacci 23,6% di $0,2003. Tanpa volume yang kuat, peluang penembusan resistance ini masih terbatas.

    Unlock Token dan Tren Jangka Panjang

    Meski sentimen jangka pendek membaik, tantangan besar masih membayangi Pi Network.

    Token PI telah mencatatkan penurunan lebih dari 90% secara tahunan, sementara agenda unlock token masih menjadi ancaman suplai tambahan.

    Pasar juga akan mencermati jadwal unlock sekitar 24 juta PI pada 13 Februari, yang berpotensi kembali menekan harga.

    ,Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

    Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,17% dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi rebound teknikal dan optimisme terbatas terhadap progres migrasi mainnet serta perbaikan akses KYC.

    Namun, tren turun jangka menengah masih dominan, dan risiko suplai dari unlock token tetap menjadi faktor utama.

    Level kunci yang perlu diperhatikan:

    • Support: $0,15
    • Resistance: $0,165 dan $0,20

    Selama PI mampu bertahan di atas support utama, peluang reli jangka pendek masih terbuka.

    Namun, untuk perubahan tren yang lebih solid, pasar menunggu bukti adopsi nyata dan kepastian roadmap Pi Network ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

    Ripple kembali memperkuat posisinya di industri aset digital global setelah resmi memperoleh lisensi penuh Electronic Money Institution (EMI) dari regulator keuangan Luksemburg, Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF). Persetujuan final ini melengkapi izin awal yang diterima Ripple pada 14 Januari 2026 lalu.

    Dengan lisensi tersebut, perusahaan teknologi finansial berbasis di San Francisco ini kini dapat memperluas layanan pembayaran dan aset digitalnya ke seluruh wilayah Uni Eropa secara legal dan teregulasi. Ripple menyebut izin dari CSSF menjadi pintu masuk strategis untuk menghadirkan solusi pembayaran berbasis blockchain kepada pelaku bisnis di Eropa.

    Managing Director UK & Europe Ripple, Cassie Craddock, mengatakan Eropa sejak lama menjadi prioritas strategis perusahaan. Menurutnya, lisensi ini memperkuat posisi Ripple dalam membantu perusahaan-perusahaan Eropa beralih ke sistem keuangan yang lebih efisien dan berbasis digital, dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    Baca juga: XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

    Keputusan Ripple

    Persetujuan di Luksemburg ini datang hanya beberapa pekan setelah Ripple mendapatkan izin dari Financial Conduct Authority (FCA) Inggris. Pada Januari 2026, FCA memberikan Ripple lisensi EMI sekaligus registrasi aset kripto, yang memungkinkan perusahaan memperluas operasionalnya di Inggris seiring rencana pemerintah setempat membangun kerangka regulasi kripto yang komprehensif pada 2027.

    Secara global, Ripple mengklaim telah mengantongi lebih dari 75 persetujuan dan lisensi regulator di berbagai negara. Portofolio perizinan tersebut menjadi fondasi Ripple dalam menyediakan infrastruktur bagi institusi keuangan yang ingin beralih dari sistem keuangan tradisional ke teknologi aset digital.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kemenangan regulasi berturut-turut di Eropa memperkokoh posisi Ripple sebagai penyedia infrastruktur pembayaran compliant di benua tersebut, kontras dengan tantangan hukumnya di AS.

    Di sisi produk, Ripple juga terus melakukan ekspansi. Pekan lalu, perusahaan meluncurkan Ripple Treasury, platform treasury korporasi hasil akuisisi GTreasury senilai USD 1 miliar pada Oktober 2025. Platform ini mengintegrasikan pengelolaan kas dan aset digital, termasuk fitur settlement lintas negara menggunakan stablecoin RLUSD milik Ripple.

    Selain itu, Ripple baru saja menjalin kemitraan strategis multi-tahun dengan LMAX Group. Kerja sama tersebut mencakup komitmen pendanaan sebesar USD 150 juta dari Ripple, serta integrasi RLUSD sebagai jaminan (collateral) di berbagai venue perdagangan institusional LMAX, termasuk produk spot kripto dan derivatif.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tekanan Jual Membesar, Onyxcoin Masih Bertahan di Atas Level Kunci

    Penurunan harga Onyxcoin (XCN) dalam beberapa sesi terakhir mendorong aksi jual besar-besaran dari para pemegang jangka pendek. Data menunjukkan sekitar 350 juta token XCN dipindahkan ke bursa dalam sepekan terakhir, mengindikasikan meningkatnya niat jual di tengah volatilitas pasar.

    Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan pasokan ke bursa tersebut terjadi setelah harga XCN turun sekitar 12 persen dalam beberapa hari. Tekanan penurunan ini memicu kepanikan, khususnya di kalangan investor jangka pendek, yang memilih keluar lebih awal alih-alih menunggu konfirmasi pergerakan harga selanjutnya. Kondisi tersebut memperbesar volatilitas dalam jangka pendek.

    Indikator On-chain XCN

    Meski demikian, indikator on-chain menunjukkan sinyal yang lebih konstruktif. Data MVRV Long/Short Difference memperlihatkan tren kenaikan, yang menandakan berkurangnya profitabilitas pemegang jangka pendek dibandingkan investor jangka panjang. Situasi ini biasanya diikuti oleh meredanya tekanan jual, karena insentif untuk melepas aset semakin menurun.

    Dengan berkurangnya tekanan jual dari trader jangka pendek, peluang stabilisasi harga dinilai semakin terbuka setelah kelebihan pasokan terserap pasar.

    Dari sisi teknikal, Onyxcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,0057 dan masih bertahan di atas level support US$0,0054. Selama sebulan terakhir, pergerakan harga membentuk pola bullish flag, yang umumnya mengindikasikan kelanjutan tren setelah fase konsolidasi.

    Baca juga: Onyxcoin Catat Lonjakan 67% dan Jadi Peraih Keuntungan Tertinggi

    Proyeksi Harga XCN

    Berdasarkan proyeksi pola tersebut, XCN berpotensi mencatatkan kenaikan hingga sekitar 150 persen, dengan target di area US$0,0156 apabila breakout terkonfirmasi. Namun, skenario ini memerlukan dukungan kondisi pasar yang lebih luas serta permintaan yang berkelanjutan.

    Dalam jangka lebih dekat, analis mencermati level resistensi US$0,0077 sebagai penanda awal konfirmasi tren bullish. Jika level ini berhasil ditembus, harga berpotensi bergerak menuju US$0,0095 dan membuka peluang pengujian level psikologis US$0,0100.

    Di sisi lain, risiko penurunan tetap ada apabila sentimen pasar kembali memburuk. Kegagalan mempertahankan level saat ini dapat mendorong harga turun ke US$0,0047, bahkan hingga US$0,0041. Penurunan di bawah area tersebut akan membatalkan prospek bullish dan menunda potensi pemulihan harga.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara panic selling ritel dan akumulasi smart money seringkali menjadi sinyal bottoming.

    “Jika XCN mampu mempertahankan support $0.0054 dan menembus resisten terdekat, target harga $0.0156 menjadi skenario bullish yang realistis. Ini adalah setup klasik ‘shakeout before breakout,” jelasnya.

    Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Pasar prediksi mencetak rekor baru pada Januari 2026 dengan total volume perdagangan menembus USD 12 miliar. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan menandai meningkatnya minat publik terhadap platform yang memungkinkan perdagangan berbasis prediksi peristiwa dunia nyata.

    Dilaporkan Coincu, sejumlah pemain utama seperti Kalshi, Polymarket, Opinion, dan Probable masing-masing membukukan volume perdagangan di atas USD 1 miliar sepanjang bulan Januari. Lonjakan aktivitas tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi trader yang memanfaatkan pasar prediksi untuk memperkirakan hasil berbagai peristiwa, mulai dari politik hingga ekonomi.

    Selain mencatatkan volume tinggi, pasar prediksi juga menghasilkan lebih dari USD 11 juta biaya transaksi berbasis on-chain selama Januari. Opinion menjadi kontributor terbesar dengan biaya mencapai USD 6,14 juta, disusul Polymarket sebesar USD 2,62 juta.

    Coinbase Resmi Masuk

    Di tengah pertumbuhan ini, Coinbase resmi memasuki sektor pasar prediksi dengan meluncurkan platform khusus untuk pengguna di Amerika Serikat. Platform tersebut dikembangkan melalui kemitraan dengan Kalshi dan memungkinkan pengguna memperdagangkan hasil berbagai peristiwa, termasuk pemilu, olahraga, dan indikator ekonomi.

    Kalshi sendiri saat ini memiliki valuasi sekitar USD 11 miliar. Platform ini menawarkan kontrak berbasis peristiwa yang bekerja mirip dengan derivatif sederhana, di mana pengguna dapat mengambil posisi “ya” atau “tidak” terhadap suatu hasil. Harga kontrak mencerminkan probabilitas yang ditetapkan oleh pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini menandakan pergeseran minat trader dari spekulasi token murni ke event-based trading.

    “Masuknya Coinbase ke ranah ini (bermitra dengan Kalshi) memvalidasi sektor prediksi sebagai instrumen finansial mainstream, yang berpotensi menarik likuiditas institusional lebih besar,” ujarnya.

    Masuknya Coinbase dinilai dapat memperluas akses ke pasar prediksi melalui lingkungan yang lebih teregulasi. Langkah ini berpotensi meningkatkan likuiditas sekaligus menarik basis pengguna yang lebih luas.

    Ekspansi tersebut juga sejalan dengan visi Coinbase untuk menjadi “everything exchange” dengan menghadirkan berbagai instrumen keuangan baru, termasuk pasar prediksi, di tengah meningkatnya minat global terhadap model perdagangan berbasis probabilitas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com