Author: 16

  • Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

    Bitcoin kembali mengalami penurunan harga yang signifikan, membuat banyak investor merasa was-was dan panik. Harga Bitcoin turun ke kisaran $88.000 hingga akhirnya tembus ke $74.500, dengan indikator Fear & Greed Index yang leluncur ke angka 17, menandakan suasana ketakutan di pasar. 

    Dalam artikel riset crypto dari tim Research Tokocrypto sebelumnya Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!, dijelaskan bahwa ada dorongan faktor makroekonomi seperti data ekonomi AS terbaru yang mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, hingga aktivitas paus yang memindahkan aset ke bursa untuk dijual yang membuat investor tertekan.

    Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Mari kita bahas

    Inflow Whale ke Exchange yang Semakin Besar

    Salah satu pemicu utama penurunan Bitcoin adalah aktivitas whale, yaitu investor besar yang memegang aset dalam jumlah masif. Data menunjukkan adanya arus masuk (inflow) signifikan sebesar 2.000 BTC ke bursa Binance. 

    Ini berarti whale sedang memindahkan aset mereka ke platform trading, kemungkinan besar untuk dijual atau didistribusikan, sebab jika para whale ini tidak berniat menjual bisanya mereka akan lebih memilih menyimpan Bitcoin mereka di cold wallet atau hot wallet.

    Menurut analisis Tokocrypto Research Team, inflow ini menandakan distribusi aset oleh whale, yang memperburuk sentimen pasar secara keseluruhan. Pasar jadi rawan koreksi lebih lanjut, apalagi dikombinasikan dengan sinyal overheating di jaringan lain seperti Solana, di mana biaya transaksi harian mencapai $37,5 juta, mirip pola sebelum koreksi tajam di bulan Oktober yang secara historis menjadi sinyal puncak pasar dengan penurunan hingga 27%. 

    Hal ini banyak membuat para investor semakin was-was, karena jika whale terus menjual, harga bisa terus merosot.

    Bitcoin Risk Index

    Indeks ini mengukur seberapa rawan pasar terhadap volatilitas, dan kenaikannya menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi. Sempat melonjak ke level 55.58, menunjukkan bahwa risiko koreksi semakin tinggi.

    Sebelumnya, tim research Tokocrypto menyebutkan bahwa Bitcoin sedang dalam fase “lampu kuning” ketika berada di level harga $88.000 sementara arus uang global mulai beralih ke aset komoditas seperti emas. Analisis memproyeksikan jika level ini jebol, pasar berisiko mengalami koreksi tajam menuju $74.000 dan per 2 Februari 2026, Bitcoin telah menyentuh level yang sebelumnya di antisipasi.

    Insight dari Tokocrypto Research Team menyoroti bahwa penurunan ini juga didorong oleh arus uang yang beralih ke aset aman seperti emas yang memperburuk situasi, karena investor mencari perlindungan dari gejolak kripto.

    Analisa Penyebab Turunnya Harga Bitcoin Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur

    Menurut trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, jika dilihat berdasarkan data Bitcoin monthly return, kita bisa melihat bahwa bulan Januari secara historis memiliki karakter yang cukup unik dimana secara rata-rata, Januarimencatatkan kenaikan sekitar +2,81%, yang sekilas terlihat positif.

    Namun, penting untuk digaris bawahi bahwa Januari juga termasuk bulan dengan volatilitas tinggi. Dalam banyak periode, pergerakan harga Bitcoin di awal tahun sering kali menunjukkan fluktuasi ekstrem, baik dalam bentuk reli kuat maupun koreksi tajam. Hal ini membuat Januari kerap berbeda dibanding bulan-bulan lain yang cenderung lebih stabil.

    Pada Januari 2026 misalnya, Bitcoin justru menutup bulan dengan kinerja negatif di kisaran -10,17%, yang menunjukkan bahwa meskipun secara historis rata-rata Januari positif, outcome aktualnya sangat bergantung pada kondisi siklus dan sentimen pasar saat itu.

    Dengan kata lain, Januari bukan bulan yang bisa disimpulkan secara sederhana sebagai bullish atau bearish. Justru, bulan ini sering menjadi fase penyesuaian awal tahun, di mana pasar melakukan rebalancing, profit taking, atau bahkan distribusi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

    Untuk memahami lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi di Januari 2026, serta apakah penurunan ini bersifat sementara atau bagian dari struktur tren yang lebih besar, kita akan lanjutkan pembahasannya di gambar selanjutnya.

    Volatilitas pasar risk-assets & likuidasi besar

    Pasar kripto sedang mengalami gelombang volatilitas tinggi, dengan miliaran dolar dalam posisi Bitcoin dilikuidasi di awal Februari karena risk-off sentiment global. Investor banyak menjual aset berisiko termasuk kripto karena kekhawatiran pasar lebih luas.

    Jika kita menambahkan faktor pertama, yaitu volatilitas pasar, risk-off sentiment, dan likuidasi besar, maka penurunan Bitcoin di Januari menjadi lebih kontekstual. Dalam waktu kurang dari satu minggu, Bitcoin turun lebih dari 16,7%, dan penurunan ini terjadi secara menyeluruh di pasar kripto. Total kapitalisasi pasar kripto terkoreksi sekitar USD 500 miliar, dari kisaran USD 3 triliun turun hingga mendekati USD 2,5 triliun. Dengan skala market cap sebesar ini, proses pemulihan tentu membutuhkan waktu dan aliran dana yang tidak kecil. Artinya, dampak dari likuidasi massal dan keluarnya likuiditas akibat risk-off sentiment berpotensi masih akan terasa dalam jangka pendek hingga menengah ke depan.

    Sentimen terkait Federal Reserve & Kebijakan Moneter AS

    Penurunan harga Bitcoin banyak dihubungkan dengan spekulasi tentang penggantian Ketua The Fed, yang mempengaruhi persepsi pasar terhadap likuiditas dan suku bunga. Kevin Warsh menjadi ketua berikutnya dipandang sebagai kandidat yang lebih hawkish (mengurangi likuiditas/menaikkan suku bunga), yang cenderung menekan aset berisiko seperti kripto.

    Geopolitik Venezuela 

    Ada laporan bahwa presiden Venezuela ditangkap oleh militer AS pada 3 Januari 2026, dan terjadi intervensi besar di negara tersebut. Ini adalah peristiwa nyata yang menambah ketidakpastian geopolitik global. Namun, dari sisi pasar kripto, reaksi terhadap konflik ini bersifat lebih ke sentimen jangka pendek dan tidak selalu konsisten secara langsung menekan harga secara terukur (misalnya Bitcoin sempat naik ketika berita muncul). Ada juga isu tentang kemungkinan AS menyita aset Bitcoin milik Venezuela, tetapi aturan atau keputusan resminya belum jelas dan belum terjadi secara nyata. 

    US Government Shutdown:

    Ancaman government shutdown di Amerika Serikat cenderung memicu aksi jual jangka pendek pada aset berisiko, termasuk kripto, karena investor masuk ke mode risk-off. Dalam kondisi ketidakpastian kebijakan dan ekonomi seperti ini, arus modal global lebih memilih aset safe haven seperti emas, sementara kripto mengalami tekanan akibat berkurangnya partisipasi institusional. Meskipun shutdown tidak berdampak langsung pada fundamental Bitcoin atau aktivitas on-chain, sentimen negatif dan kehati-hatian investor seperti mengurangi leverage menyebabkan terjadinya capital outflow, yang tercermin dari penurunan total market cap kripto sekitar USD 500 miliar dalam sepekan terakhir.

    Crypto Fear and Greed Index (Extreme Fear)

    Saat ini Crypto Fear and Greed Index berada di level 17, yang masuk kategori extreme fear, menandakan dominasi ketakutan di pasar kripto. Kondisi ini mencerminkan tekanan sentimen yang kuat, di mana investor cenderung defensif dan menghindari penambahan risiko. Beberapa analis bahkan memperkirakan potensi penurunan lanjutan Bitcoin ke area USD 72.000, yang merupakan all-time high siklus sebelumnya, hingga skenario ekstrem ke kisaran USD 50.000 jika sentimen negatif berlanjut. Dengan indikator sentimen berada di zona ekstrem, bias pasar saat ini masih cenderung negatif, terutama dalam jangka pendek, sembari menunggu kepastian makro dan stabilisasi emosi pasar.

    Jika melihat data Bitcoin ETF, arus dana menunjukkan sinyal yang masih campuran. Dalam satu bulan terakhir, ETF Bitcoin masih mencatatkan inflow sekitar USD 471 juta, yang menandakan minat institusional belum sepenuhnya hilang meskipun pasar sedang tertekan. Namun, jika ditarik ke tiga bulan terakhir, arus dana justru masih net outflow sekitar USD 5,66 miliar, yang mencerminkan sikap hati-hati institusi dalam kondisi ketidakpastian makro. Tekanan terbesar terjadi pada November 2025, ketika terjadi outflow sekitar USD 3,5 miliar, menunjukkan fase distribusi dan pengurangan eksposur risiko. Artinya, meskipun inflow jangka pendek mulai muncul, secara struktural institusional masih cenderung defensif terhadap aset kripto.

    Intinya menurut Fyqieh Fachrur, penurunan Bitcoin sekitar ±16% ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja, tapi hasil dari kombinasi enam faktor besar yang saling berkaitan. Mulai dari geopolitik global, kebijakan moneter The Fed, kebijakan fiskal era Trump, hingga sikap investor institusi yang mulai outflow dari pasar kripto.

    Kondisi ini tercermin jelas dari turunnya total market cap kripto dan meningkatnya sentimen risk-off. Di saat yang sama, arus dana justru mengalir ke aset safe haven seperti emas, yang bahkan sudah mencetak all-time high baru di kisaran USD 4.500. Jadi wajar kalau saat ini pasar cenderung defensif, dengan money flow lebih memilih aset aman di tengah geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang masih belum membaik.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru dan alasan kenapa Bitcoin bisa turun ke level sekarang, bisa kamu baca di: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Kripto 4 Februari 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Rabu, 4 Februari 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

    Edisi awal tahun ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

    Rangkuman Berita Hari Ini

    1. Senat AS gelar rapat tertutup struktur pasar kripto

    Demokrat Senat AS akan mengadakan closed-door meeting untuk membahas struktur pasar kripto, pertama sejak markup Senate Banking Committee ditunda. Regulasi kripto AS masih belum satu suara. Diskusi tertutup menandakan isu ini sensitif dan kompromi politik belum siap diumumkan ke publik.

    1. MetaMask gandeng Ondo Finance untuk tokenisasi aset AS

    MetaMask bekerja sama dengan Ondo Finance menghadirkan tokenized US stocks, ETF, dan komoditas langsung melalui wallet. Wallet kripto mulai berevolusi dari sekadar penyimpanan aset menjadi gateway TradFi-DeFi.

    1. Akun arbitrum DAO diretas

    Akun resmi arbitrumdao.gov dikompromikan, pengguna diminta menghindari interaksi apa pun. Risiko keamanan tidak hanya di smart contract, tapi juga di layer governance & komunikasi.

    1. Bitcoin supply in loss naik ke 44%

    Menurut CryptoQuant, 44% suplai Bitcoin kini berada dalam kondisi rugi, mengindikasikan tekanan pasar yang signifikan. Mayoritas holder berada di bawah harga beli tekanan psikologis dan potensi capitulation meningkat.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    JUP/USDT (🔼 +9.16%)

    • Entry: $0.1871
    • Stop Loss: $0.1769
    • Take Profit: $0.2040

    JUP/USDT di timeframe 4 jam mulai menunjukkan momentum bullish jangka pendek. MACD sudah masuk area positif, menandakan peralihan tren ke arah naik, sementara RSI berada di atas 50 yang mengindikasikan kekuatan buyer mulai dominan meski masih relatif netral. Secara teknikal, peluang lanjutan kenaikan masih terbuka dengan area entry di 0,1871, stop loss di 0,1769, dan take profit di 0,2040, sambil tetap waspada jika volume melemah di area resistance.

    POL/USDT (🔼 +8.02%)

    • Entry: $0.1082
    • Stop Loss: $0.1032
    • Take Profit: $0.1169

    POL/USDT saat ini mulai menunjukkan fase transisi tren, setelah sebelumnya sempat naik lalu kembali terkoreksi. Dari sisi indikator, RSI masih berada di bawah level 50 yang menandakan kondisi netral cenderung lemah, sementara MACD bergerak mendatar sehingga arah tren belum sepenuhnya terkonfirmasi.

    Meski begitu, volume mulai meningkat, memberi sinyal adanya respons pasar di area bawah. Secara teknikal, skema yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,1082, stop loss di 0,1032, dengan potensi take profit di area 0,1169 apabila terjadi pullback lanjutan.

    TREE/USDT (🔼 +10.02%)

    • Entry: $0.070
    • Stop Loss: $0.0671
    • Take Profit: $0.0780

    TREE/USDT di timeframe 4 jam mulai menunjukkan potensi kenaikan, meskipun tren besarnya masih downtrend. Dari sisi indikator, MACD masih berada di area negatif, menandakan tekanan turun belum sepenuhnya hilang.

    Namun secara price action, harga berpotensi breakout dari pola symmetrical triangle, membuka peluang rebound lanjutan. RSI masih di bawah 50, yang berarti tekanan jual masih ada, sehingga pergerakan perlu dikawal ketat. Untuk skema trading, area entry di 0,07309, stop loss di 0,0671, dengan target take profit di 0,0780, sambil memantau volume yang mulai terlihat cukup menarik.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (4/2), BTC diperdagangkan di level $76.113,81, melemah sekitar 2,12% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, seiring melemahnya sentimen pasar kripto global.

    Secara kapitalisasi pasar, Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1,77 triliun, masih kokoh di peringkat pertama aset kripto terbesar dunia.

    Namun, tekanan jual yang konsisten membuat investor mulai bersikap lebih defensif, terutama di tengah volatilitas tinggi dan ketidakpastian makroekonomi.

    Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Investor Panik, Apa yang Terjadi?

    Performa Harga BTC: Koreksi Masih Berlanjut

    Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $72.897 sebagai level terendah dan $78.974 sebagai level tertinggi.

    Meski sempat mencoba rebound, harga gagal mempertahankan momentum dan kembali terkoreksi menjelang penutupan harian.

    Jika dilihat dari perspektif jangka menengah, performa BTC masih menunjukkan tren bearish. Dalam 7 hari terakhir, harga Bitcoin turun 14,95%, sementara dalam 30 hari anjlok 18,55%.

    Bahkan dalam 90 hari, BTC telah terkoreksi lebih dari 26%, mencerminkan tekanan distribusi yang cukup kuat dari pelaku pasar.

    Penurunan ini semakin kontras jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa Bitcoin di level $126.198, yang kini berjarak lebih dari 39% dari harga saat ini.

    Aktivitas Perdagangan dan Data Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sekitar $35,57 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih tinggi meski didominasi oleh tekanan jual.

    Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar mengindikasikan bahwa pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh aksi spekulatif jangka pendek ketimbang akumulasi jangka panjang.

    Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Dengan suplai yang semakin terbatas, volatilitas harga cenderung meningkat ketika sentimen pasar berubah drastis.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,59 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh suplai BTC telah beredar di pasar.

    Analisa Teknikal: Area Support Kritis

    Secara teknikal, tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga BTC.

    Penurunan harian sebesar -2,58% dan pelemahan -0,6% dalam satu jam terakhir menunjukkan bahwa momentum bearish belum sepenuhnya mereda.

    Area $72.000–$73.000 kini menjadi zona support penting yang perlu diperhatikan.

    Jika level ini ditembus secara meyakinkan, Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi ke area psikologis berikutnya di sekitar $70.000.

    Sebaliknya, untuk memulai pemulihan jangka pendek, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas resistance $79.000–$80.000.

    Tanpa katalis positif yang kuat, setiap kenaikan berpotensi kembali dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh trader.

    Sentimen Pasar dan Outlook Jangka Pendek

    Sentimen pasar kripto saat ini masih cenderung berhati-hati.

    Tekanan dari pasar keuangan global, ketidakpastian kebijakan moneter, serta aksi ambil untung setelah reli panjang sebelumnya menjadi faktor yang membebani harga Bitcoin.

    Meski demikian, secara fundamental Bitcoin masih dipandang kuat sebagai aset lindung nilai jangka panjang, terutama dengan suplai terbatas dan adopsi institusional yang terus berkembang.

    Namun dalam jangka pendek, volatilitas tinggi masih menjadi risiko utama bagi trader dan investor.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $75.000, Support Diuji

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang dominan.

    Meski posisi fundamental tetap solid, pasar membutuhkan katalis baru untuk membalikkan tren bearish yang sedang berlangsung.

    Bagi investor, fase ini dapat menjadi momen untuk bersikap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko.

    Sementara bagi trader jangka pendek, pergerakan Bitcoin saat ini lebih cocok dimanfaatkan dengan strategi defensif, sembari menunggu konfirmasi arah pasar yang lebih jelas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

    Harga Pi Network (PI) mencatatkan rebound terbatas dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan sekitar 1,30%, menurut pantauan Coinmarketcap pada Rabu (4/2).

    Pergerakan ini terjadi setelah PI sempat menyentuh level terendah sepanjang masa (all-time low/ATL) di kisaran $0,15 pada awal pekan.

    Meski demikian, secara mingguan PI masih terkoreksi 7,31%, sejalan dengan tekanan yang melanda pasar kripto secara keseluruhan.

    Kenaikan harian ini dinilai lebih bersifat reaksi jangka pendek dan spesifik pada aset, bukan sinyal pembalikan tren yang kuat.

    Dua faktor utama yang mendorong pergerakan harga PI adalah pembaruan jaringan terkait KYC dan migrasi Mainnet, serta pantulan teknikal dari kondisi oversold.

    Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Menguat 2,17%, Didorong Progres Mainnet

    Pembaruan Jaringan dan KYC: Positif Jangka Panjang, Tekanan Jangka Pendek

    Pada 2–3 Februari, Pi Core Team mengumumkan pembaruan teknis yang membuka blokir sekitar 2,5 juta pengguna untuk melakukan migrasi ke Mainnet.

    Selain itu, lebih dari 700 ribu pengguna tambahan kini dapat mengajukan proses Know Your Customer (KYC).

    Langkah ini menjawab kritik komunitas yang selama ini menyoroti rumitnya proses KYC dan lambatnya migrasi ke Mainnet.

    Dari sisi fundamental jaringan, pembaruan tersebut merupakan kemajuan penting karena berpotensi meningkatkan jumlah pengguna terverifikasi dan aktivitas on-chain dalam jangka panjang.

    Namun, dampak jangka pendeknya terhadap harga dinilai cenderung netral hingga negatif.

    Pembukaan akses migrasi berarti lebih banyak token PI yang berpotensi masuk ke pasar, sehingga meningkatkan tekanan suplai.

    Dengan kata lain, pembaruan ini belum menciptakan permintaan baru, melainkan lebih bersifat perbaikan operasional.

    Reaksi harga yang terjadi saat ini lebih mencerminkan sentimen positif sementara: rasa lega pasar bahwa salah satu hambatan utama ekosistem mulai diselesaikan, bukan perubahan fundamental dalam dinamika permintaan dan penawaran.

    Pantulan Teknikal dari Kondisi Oversold

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

    Selain faktor fundamental, kenaikan harga PI juga dipengaruhi oleh aspek teknikal.

    Setelah turun tajam dan mencatat penurunan sekitar 25% dalam 30 hari terakhir, indikator Relative Strength Index (RSI-14) PI berada di level 26,71, zona oversold yang dalam.

    Kondisi ini kerap memicu aksi beli spekulatif jangka pendek, terutama dari trader yang mengincar technical bounce. Pantulan inilah yang mendorong kenaikan harga 24 jam terakhir.

    Meski demikian, struktur grafik secara keseluruhan masih menunjukkan tren bearish.

    Harga PI saat ini masih berada di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama, termasuk Simple Moving Average (SMA) 30 hari di sekitar $0,189.

    Indikator MACD juga masih berada di area negatif, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

    Secara teknikal, area support terdekat berada di sekitar $0,16. Jika level ini gagal dipertahankan, harga berpotensi kembali menguji area $0,15.

    Sebaliknya, resistance awal berada di sekitar $0,162–$0,165, yang bertepatan dengan rata-rata pergerakan jangka pendek.

    Prospek dan Faktor yang Perlu Dipantau

    Kenaikan harga PI saat ini lebih tepat disebut sebagai jeda sementara dalam tren turun, bukan awal reli berkelanjutan.

    Untuk mengubah arah tren, pasar membutuhkan katalis permintaan yang nyata, seperti peningkatan penggunaan Mainnet, pertumbuhan aplikasi terdesentralisasi, atau utilitas token yang lebih jelas.

    Salah satu faktor risiko utama yang perlu diperhatikan adalah jadwal unlock token pada 13 Februari mendatang, dengan estimasi sekitar 23 juta PI yang berpotensi menambah tekanan jual.

    Di sisi lain, sentimen pasar kripto global juga masih berada di zona “Extreme Fear”, yang membatasi minat risiko investor.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

    Rebound 1,3% harga Pi Network mencerminkan kombinasi pantulan teknikal dari kondisi oversold dan optimisme terbatas atas pembaruan jaringan terbaru.

    Meski positif secara operasional, pembaruan KYC dan migrasi Mainnet belum cukup kuat untuk mengubah tren bearish yang sedang berlangsung.

    Bagi investor dan holder, pergerakan ini lebih tepat dipandang sebagai technical relief rally yang rapuh.

    Tanpa katalis permintaan yang jelas, risiko tekanan lanjutan masih membayangi pergerakan harga PI dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 4 Februari 2026: Fase Koreksi Masih Kuat!

    Pasar kripto hari ini, Rabu (4/2) masih berada dalam fase koreksi, namun sejumlah altcoin seperti CHESS, G, dan OG justru mencatatkan penguatan signifikan, menandakan adanya rotasi minat ke aset berisiko tertentu.

    Di sisi makro, Bitcoin menguat ke area $76.000 setelah DPR AS meloloskan RUU pendanaan pemerintah, meredakan kekhawatiran penutupan dan memulihkan sentimen pasar. Sejumlah analis menilai BTC tidak akan lama bertahan di bawah $80.000, didukung pulihnya permintaan dari AS, zona harga yang historis kuat bagi ETF, serta pertumbuhan jaringan dan likuiditas. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial Saat Koreksi Pasar

    • CHESS melonjak 31% hari ini, capai level harga $0,026891.
    • G catat kenaikan signifikan 24% sentuh $0,004874.
    • OG tumbuh positif 23%, harga kini di level $4,189.

    Bitcoin Menguat Usai DPR AS Loloskan RUU Penutupan Pemerintah

    • Bitcoin naik ke $76.000 dari posisi terendah $73.000.
    • Sentimen positif muncul setelah DPR AS sahkan RUU pendanaan.
    • Penutupan berakhir segera setelah Trump tandatangani RUU tersebut.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    Alasan Bitcoin Takkan Lama di Bawah $80.000

    • Tekanan jual mereda seiring pulihnya permintaan AS di Coinbase.
    • Harga di bawah modal ETF sering menjadi zona pantulan kuat.
    • Pertumbuhan jaringan dan likuiditas sinyal kembalinya momentum.

    Dominasi Tether Sinyal Pasar Belum Sentuh Dasar

    • Dominasi USDT tertinggi 2 tahun: Investor masih waspada.
    • Potensi tekanan turun lanjutan di pasar kripto.
    • Arus keluar stablecoin kurangi likuiditas, hambat pemulihan.

    Baca juga: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Jadi Sarang Meme Coin! Binance Coin Gak Mau Kalah?

    Insight Tim Research Tokocrypto pada Riset Kripto 26-30 Jan 2026, menilai bahwa lonjakan meme coin yang sempat terjadi pada akhir bulan kemarin bukan sekadar tren lucu-lucuan, melainkan cerminan pergeseran perilaku investor di tengah pasar kripto yang masih penuh ketidakpastian. 

    Ketika Bitcoin melemah dan kepercayaan pasar belum pulih sepenuhnya, modal spekulatif cenderung mencari ekosistem yang cepat, murah, dan aktif. Solana masih menjadi tujuan utama para spekulator meme coin tersebut.

    Fenomena ini terlihat jelas dari data performa mingguan pasar kripto yang dibagikan oleh tim riset Tokocrypto, di mana pergerakan harga tidak lagi didorong oleh proyek dengan fundamental kuat, melainkan oleh token-token berbasis komunitas dan viralitas yang menawarkan potensi keuntungan besar dalam waktu singkat.

    Di tengah penurunan blue chip aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum misalnya, return dari meme coin ini justru naik gila-gilaan–tapi dengan risiko turun yang sama juga gilanya.

    Solana Menguat Sebagai Pusat Meme Coin

    Insight Tim Research Tokocrypto mencatat bahwa minggu kemarin ekosistem Solana menorehkan lonjakan aktivitas paling signifikan dibanding beberapa pekan sebelumnya, seiring menjamurnya meme coin yang diperdagangkan secara agresif.

    Kenaikan sektor Pump Fun Ecosystem sebesar +892% dan Animal Memes +464% menunjukkan bahwa arus modal spekulatif terkonsentrasi kuat di jaringan Solana. 

    Sebagai konteks, jaringan Solana memang menawarkan biaya transaksi yang sangat rendah dengan kecepatan tinggi, sehingga cocok untuk perdagangan cepat dan volume besar—dua hal yang menjadi ciri utama perdagangan meme coin.

    Kondisi ini mendorong munculnya token-token dengan kenaikan ekstrem, seperti PENGUIN yang melonjak hingga +7.056%, disusul SKR (+220%) dan PIPPIN (+81,19%). 

    Tapi perlu diingat, lonjakan harga tersebut bukan berarti token ini memiliki fundamental yang kuat, melainkan menegaskan bahwa pasar sedang berada dalam fase jenuh dan spekulasi tinggi, di mana sentimen dan momentum jauh lebih berpengaruh dibanding nilai intrinsik proyek.

    Binance Coin Mulai Coba Mengejar Ketertinggalan

    Dominasi Solana dalam narasi meme coin mendorong jaringan Binance Coin untuk mengambil langkah strategis agar tidak kehilangan arus likuiditas. Melalui penguatan sektor Binance Alpha yang tumbuh +124%, Binance Coin berupaya menarik kembali perhatian trader yang sebelumnya aktif di Solana. 

    Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan antar ekosistem kripto kini bukan hanya soal teknologi blockchain, tetapi juga soal kecepatan membangun narasi yang relevan dengan kondisi pasar.

    Perlu dicatat bahwa perpindahan modal seperti ini memang biasa terjadi dengan cepat. Ketika narasi berubah, harga aset dapat bergerak tajam dalam waktu singkat—baik naik maupun turun—sehingga pemahaman konteks pasar menjadi krusial sebelum mengambil keputusan.

    Meme Coin di Tengah Pasar yang Belum Pulih

    Insight dari Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa meski meme coin sempat terlihat mendominasi pasar, kondisi keseluruhan kripto masih belum sepenuhnya sehat. Fear & Greed Index berada di level 17, menandakan investor masih cenderung berhati-hati, sementara Altcoin Season Index berada di 32/100, yang berarti pasar secara struktural masih berada dalam fase Bitcoin Season. 

    Artinya, lonjakan meme coin lebih mencerminkan aktivitas spekulatif jangka pendek dibanding rotasi modal yang solid ke altcoin secara menyeluruh.

    Situasi ini penting bagi investor pemula agar tidak menganggap kenaikan meme coin sebagai sinyal pasar yang aman atau stabil. Justru sebaliknya, fase seperti ini biasanya diiringi volatilitas tinggi dan koreksi harga yang tajam.

    Peluang dan Risiko yang Tak Kalah Nyata

    Solana saat ini berhasil memposisikan diri sebagai sarang utama meme coin, dengan aktivitas dan arus modal paling agresif di pasar kripto. Namun, langkah Binance Coin yang mulai memperkuat ekosistemnya menunjukkan bahwa dominasi ini masih bisa berubah sewaktu-waktu. Peluang keuntungan sekilas memang terlihat besar, tetapi tentunya harus diimbangi dengan pemahaman risiko dan strategi yang disiplin.

    Sebagaimana dicatat oleh Tim Research Tokocrypto, dalam fase pasar seperti ini kecepatan mengambil keputusan sama pentingnya dengan kemampuan keluar tepat waktu. Meme coin bisa memberi keuntungan cepat, namun tanpa manajemen risiko yang baik, potensi kerugiannya juga sangat besar.

    Lebih lengkap mengenai insight terbaru lanskap meme coin dan altcoin, bisa kamu baca di: Riset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!

    Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

    Harga XRP terus berada di bawah tekanan setelah turun ke bawah level $1,60. Di tengah pelemahan ini, firma analitik on-chain Glassnode menyoroti bahwa struktur pasar XRP saat ini menunjukkan kemiripan kuat dengan kondisi pada April 2022, periode awal transisi menuju pasar bearish.

    Dalam unggahan terbarunya di platform X, Glassnode membahas posisi harga XRP terhadap indikator Realized Price. Indikator ini merepresentasikan harga rata-rata perolehan seluruh koin di jaringan dan sering digunakan untuk mengukur apakah mayoritas investor berada dalam kondisi untung atau rugi.

    Jika harga pasar berada di atas Realized Price, investor secara umum masih mencatatkan keuntungan yang belum direalisasikan. Sebaliknya, jika harga turun di bawah indikator tersebut, sebagian besar pasokan berada dalam posisi rugi.

    Harga XRP Mendekati Realized Price

    Berdasarkan data Glassnode, harga XRP masih berada di atas Realized Price sejak 2024. Namun, jarak antara harga pasar dan indikator tersebut terus menyempit. Realized Price XRP saat ini berada di kisaran $1,48, sementara harga spot semakin mendekatinya dalam beberapa hari terakhir.

    Dilaporkan News BTC, pada akhir 2024, XRP sempat mencatat jarak keuntungan terbesar terhadap Realized Price seiring reli bullish yang cepat. Namun, sepanjang tiga kuartal pertama 2025, tingkat profitabilitas investor menurun secara bertahap akibat perpindahan token di harga yang lebih tinggi, yang mendorong kenaikan Realized Price.

    Memasuki kuartal terakhir 2025, indikator tersebut cenderung stagnan. Namun, perubahan sentimen pasar membuat harga XRP justru bergerak turun mendekati garis Realized Price, memangkas keuntungan rata-rata investor. Tren ini semakin dalam setelah aksi jual besar-besaran di pasar kripto dalam sepekan terakhir.

    Baca juga: XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

    Pola April 2022 Kembali Terulang

    Glassnode menilai kondisi saat ini sangat menyerupai struktur pasar XRP pada April 2022. Pada periode tersebut, XRP juga turun mendekati Realized Price di tengah transisi menuju pasar bearish.

    Saat itu, upaya harga untuk bertahan di level tersebut gagal, dan XRP melanjutkan penurunan tajam hingga akhirnya mencapai titik terendah siklus. Dengan harga saat ini yang sangat dekat dengan Realized Price, pasar kini menanti apakah XRP akan kembali menguji level tersebut dan bagaimana reaksi selanjutnya.

    Jika skenario serupa terulang, tekanan jual lanjutan berpotensi terjadi. Namun, konfirmasi arah selanjutnya masih bergantung pada respons pasar terhadap level kunci ini.

    Level Teknis Jadi Perhatian Pelaku Pasar

    Apabila penurunan berlanjut, sejumlah level teknikal yang diidentifikasi analis Ali Martinez dapat menjadi area perhatian. Berdasarkan analisis pola parallel channel, XRP disebut telah menembus batas bawah kanal tersebut.

    Martinez mencatat bahwa resistance terdekat berada di level $1,86, sementara area support berada di kisaran $1,38 dan $1,02. Level-level ini berpotensi menjadi titik reaksi harga jika volatilitas meningkat.

    Harga XRP Masih Tertekan

    Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan di sekitar $1,60, turun hampir 15% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan harga yang melemah ini menempatkan XRP pada fase krusial, di mana interaksi dengan Realized Price dapat menentukan apakah tekanan bearish akan berlanjut atau justru mereda.

    Pelaku pasar kini mencermati dengan ketat data on-chain dan respons harga terhadap level-level teknis utama untuk membaca arah pergerakan XRP selanjutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, level $1.48 adalah ‘line in the sand’. Jika ditembus, validasi downtrend jangka panjang akan terkonfirmasi. Trader disarankan menunggu reaksi harga di level ini sebelum mengambil posisi.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Diserbu Pembeli di Area Bawah, Pasar Kini Fokus ke $120

    Harga Solana (SOL) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan jual tajam dalam sepekan terakhir. Meski masih turun sekitar 15,5% secara mingguan, data pasar mengindikasikan masuknya kembali dana besar di area support krusial, membuka peluang lanjutan reli jika satu level kunci berhasil ditembus.

    Penurunan harga SOL memuncak pada periode 31 Januari hingga 1 Februari, seiring aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Pada titik terendahnya, Solana menyentuh level $95,87 sebelum akhirnya menemukan pijakan. Sejak saat itu, harga rebound hampir 8% dan diperdagangkan di kisaran $103.

    Pemulihan ini tidak hanya menghapus sebagian besar kerugian harian, tetapi juga didukung oleh membaiknya aliran modal dan stabilnya perilaku investor jangka panjang. Namun, arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan SOL menembus satu level krusial: $120.

    Dana Besar Terlihat Bertahan di Area Support

    Secara teknikal, pelemahan Solana mengikuti pola head and shoulders pada grafik harian yang terbentuk di akhir Januari. Target penurunan dari pola ini mengarah ke zona $95–$96, yang akhirnya tercapai hampir sempurna di level $95,87.

    Setelah menyentuh area tersebut, tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali masuk. Hal ini tercermin dari indikator Chaikin Money Flow (CMF), yang mengukur arus modal berdasarkan harga dan volume perdagangan.

    Dalam periode 27 Januari hingga 3 Februari, harga SOL cenderung turun, namun CMF justru bergerak naik. Kondisi ini dikenal sebagai bullish divergence, yang menandakan bahwa meskipun harga melemah, arus modal tetap masuk ke pasar. Fenomena ini jarang terjadi saat koreksi tajam dan mengindikasikan akumulasi oleh investor bermodal besar.

    Dilaporkan BeInCrypto, CMF saat ini bergerak mendekati garis nol. Jika berhasil menembus ke atas, hal tersebut akan memperkuat sinyal bahwa tekanan beli mulai mendominasi pasar.

    Investor Jangka Panjang Tetap Tenang, Trader Jangka Pendek Meningkat

    Dari sisi perilaku investor, data liveliness menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang tidak melakukan aksi jual panik. Liveliness yang mengukur seberapa sering koin lama berpindah tangan justru cenderung menurun dalam sebulan terakhir, termasuk saat harga jatuh dari $127 ke bawah $100.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor jangka panjang masih melihat koreksi ini sebagai bersifat sementara, bukan perubahan tren struktural.

    Namun, data HODL Waves menunjukkan peningkatan aktivitas dari investor jangka pendek. Kepemilikan kelompok 1 hari hingga 1 minggu naik dari 4,38% menjadi 5,26% sejak akhir Desember hingga awal Februari. Kelompok ini umumnya bersifat spekulatif dan berpotensi meningkatkan volatilitas karena cenderung cepat mengambil keuntungan saat harga memantul.

    Baca juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Level $120 Jadi Ujian Utama

    Dari sisi teknikal, zona support terpenting Solana saat ini berada di $95,87–$96,88. Selama harga bertahan di atas area ini, struktur pemulihan masih valid. Jika ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju $77 terbuka lebar.

    Di sisi atas, resistance jangka pendek berada di sekitar $103,60, yang saat ini sedang diuji. Namun, fokus utama pelaku pasar tertuju pada level $120,88.

    Level ini dinilai krusial karena menjadi titik breakdown utama pada 29 Januari, berdekatan dengan EMA 20-hari, serta sebelumnya memicu reli sekitar 17% ketika berhasil direbut kembali. Penutupan harian di atas $120,88 berpotensi mengonfirmasi berakhirnya fase koreksi dan menggeser momentum kembali ke pihak pembeli.

    Jika level tersebut berhasil dilewati, target kenaikan berikutnya berada di sekitar $128, dengan peluang lanjutan menuju $148. Meski demikian, skenario positif ini sangat bergantung pada keberlanjutan arus modal masuk dan dominasi investor jangka panjang di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, zona $95-$96 terbukti menjadi area permintaan kuat bagi smart money. Kunci pemulihan selanjutnya terletak pada kemampuan SOL menembus resisten $120 untuk konfirmasi reli berkelanjutan.

    Selama trader jangka pendek masih mendominasi volume, reli Solana berpotensi tertahan sebelum mencapai target-target tersebut.

    Baca juga: 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PEPE Turun 31% Sebulan, Proyeksi Harga Naik ke US$0,000020

    Harga Pepe Coin (PEPE) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dalam 24 jam terakhir, harga PEPE tercatat turun sekitar 2% ke level US$0,000004118, seiring melemahnya kapitalisasi pasar kripto global yang turun ke US$2,66 triliun pada akhir pekan lalu.

    Secara kumulatif, PEPE telah terkoreksi sekitar 11% dalam beberapa hari, 14% dalam sepekan, dan 31% dalam sebulan terakhir. Bahkan, dalam periode satu tahun, meme coin ini mencatat penurunan hingga 66%, meski masih bertahan sebagai aset kripto peringkat ke-57 terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Pola Gerakan PEPE

    Meski pergerakan harga terlihat melemah, sejumlah indikator teknikal menunjukkan sinyal bahwa PEPE berpotensi mendekati titik terendah. Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV long-short difference, yang dilaporkan hampir kembali ke wilayah positif setelah berbulan-bulan berada di zona negatif.

    Dilaporkan Cryptonews, data dari Santiment menunjukkan bahwa pergerakan ini menandakan dominasi pemegang jangka panjang (long-term holders) mulai kembali menguat. Level MVRV di atas nol mengindikasikan bahwa investor jangka panjang berada dalam posisi profit, yang sering kali menjadi sinyal terjadinya fase akumulasi setelah aksi jual besar-besaran.

    Dari sisi teknikal, grafik harga PEPE juga menunjukkan kondisi jenuh jual. Relative Strength Index (RSI) turun hingga mendekati level 30, yang secara historis mengindikasikan potensi pembalikan arah harga. Dalam jangka sangat pendek, PEPE tercatat sempat mengalami kenaikan sekitar 1% dalam satu jam terakhir.

    Baca juga: Harga Dogecoin, Shiba Inu, dan Pepe Meledak di Awal 2026, Ada Apa?

    Analisis Gerak Harga PEPE

    Sementara itu, indikator MACD berada di titik terendah, dan pergerakan harga saat ini sedang menguji area support jangka panjang di kisaran US$0,0000040. Jika level ini mampu dipertahankan, terdapat peluang terjadinya rebound harga dalam waktu dekat. Namun, penembusan ke bawah area support tersebut berpotensi memicu penurunan lanjutan.

    Dengan mulai bergesernya kepemilikan ke tangan investor jangka panjang, proyeksi harga PEPE dinilai mulai membaik. Dalam jangka pendek, harga diperkirakan dapat kembali ke level US$0,00000450 dalam sepekan ke depan. Untuk akhir kuartal pertama (Q1), target harga berada di sekitar US$0,0000070.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi holder jangka panjang adalah sinyal klasik pembentukan bottom. Ketika ‘tangan lemah’ sudah menyerah (capitulation), pasar menjadi lebih stabil dan siap untuk akumulasi sebelum potensi rebound.

    Dalam jangka menengah hingga panjang, proyeksi menunjukkan PEPE berpotensi mencapai US$0,000010 pada paruh kedua tahun ini, dan berpeluang ditutup di level US$0,000020 pada akhir tahun, apabila sentimen pasar dan minat investor kembali menguat.

    Baca juga: Harga PEPE Hari Ini Naik 18%: Volume Tembus $1,6 Miliar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chiliz Rilis Manifesto 2030, Bidik Tokenisasi Olahraga US$1 Triliun

    Chiliz Group, penyedia blockchain terkemuka untuk industri olahraga dan hiburan global, resmi merilis Chiliz 2030 Manifesto yang memuat peta jalan ambisius perusahaan untuk bertransformasi menjadi infrastruktur keuangan utama bagi industri olahraga dunia.

    Pengumuman di website Chiliz ini, bertepatan dengan peringatan delapan tahun Chiliz dan menandai pergeseran strategi dari fokus keterlibatan penggemar menuju pengembangan SportFi, integrasi DeFi, serta tokenisasi Real World Assets (RWA) di sektor olahraga. Chiliz menargetkan peluang industri olahraga global yang diperkirakan mencapai US$1 triliun pada 2030.

    Sejak meluncurkan Fan Token pertama pada 2018, Chiliz telah menghasilkan lebih dari US$700 juta pendapatan baru bagi mitra olahraga, membangun kapitalisasi pasar Fan Token yang sempat melampaui US$1 miliar pada 2025, serta menjalin kerja sama dengan lebih dari 70 organisasi olahraga global.

    CEO Chiliz, Alexandre Dreyfus, mengatakan bahwa manifesto ini menandai babak baru perusahaan.

    “Delapan tahun lalu kami percaya bahwa penggemar pantas mendapatkan lebih dari sekadar konsumsi pasif. Kini, kami melangkah lebih jauh untuk menjadi lapisan infrastruktur keuangan bagi olahraga global,” ujarnya.

    Tiga Pilar Strategi Chiliz 2030

    Baca juga: 3 Altcoin Sports Ini Paling Bernilai di Pasar Kripto Saat Ini

    Manifesto Chiliz 2030 disusun berdasarkan tiga pilar utama. Pilar pertama berfokus pada pengembangan Fan Token ke tahap berikutnya. Chiliz berencana menerapkan strategi omni-chain pada kuartal I 2026, dimulai dengan blockchain berkecepatan tinggi untuk meningkatkan likuiditas dan membuka peluang integrasi DeFi.

    Chiliz juga menargetkan kembali masuk ke pasar Amerika Serikat pada 2026, dengan kemitraan pertama di AS diproyeksikan diumumkan pada kuartal I. Selain itu, Fan Token untuk tim nasional baru dijadwalkan meluncur di platform Socios.com pada musim panas tahun ini.

    Dalam inovasi tokenomics, Chiliz memperkenalkan sistem Fan Token Play, di mana suplai token terhubung langsung dengan hasil pertandingan di dunia nyata. Token akan dibakar saat tim menang dan dicetak tambahan ketika tim kalah, menciptakan pasar aset digital yang mencerminkan dinamika kompetisi olahraga.

    Pergerakan harga Chiliz (CHZ/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chiliz (CHZ/USDT) pada Selasa 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Pilar kedua menempatkan Chiliz Chain sebagai buku besar global untuk keuangan olahraga. Blockchain ini akan mendukung fitur DeFi lanjutan seperti staking, lending, prediction market, serta penggunaan Fan Token sebagai jaminan. Pertumbuhan ekosistem akan didukung mekanisme buy-back berkelanjutan token $CHZ yang dibiayai dari pendapatan Fan Token.

    Pilar ketiga memperkenalkan tokenisasi aset dunia nyata olahraga. Berangkat dari proyek tokenisasi pendapatan streaming yang telah berjalan di Brasil, Chiliz menargetkan pembentukan aset hibrida yang menggabungkan utilitas Fan Token dengan eksposur finansial nyata, termasuk potensi kepemilikan minoritas klub. Pendapatan dari aset ini akan dialokasikan untuk mekanisme buy-back dan burn.

    Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi visi SportFi Chiliz, dengan roadmap eksekusi terperinci yang akan dimulai pada 2026.

    “Dengan Chiliz 2030, kami tidak lagi hanya membangun keterlibatan penggemar,” tulis Chiliz dalam penutup manifestonya. “Kami sedang membangun infrastruktur keuangan untuk olahraga global.”

    Menurut Tim Research Tokocrypto, fokus pada visi jangka panjang (2030) menunjukkan komitmen tim, namun mungkin kurang memberikan dampak harga instan di pasar yang lebih menyukai katalis jangka pendek.

    Baca juga: Harga JUV Hari Ini Melonjak 25%, Juventus Fan Token Jadi Incaran Pasar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com