Author: 16

  • AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

    Artikel ini dibuat oleh Tim Research Tokocrypto sebagai bagian dari kajian terhadap Openclaw sesuai dengan perkembangan teknologi AI agent yang mulai memasuki fase baru, tidak lagi sekadar menjadi alat bantu percakapan, tetapi juga mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri.

    Pendahuluan: Dari Chatbot Pasif ke AI Agent Aktif

    Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kecerdasan buatan didominasi oleh kemunculan chatbot yang mampu menjawab pertanyaan, merangkum informasi, hingga membantu analisis data. Meski terlihat canggih, sebagian besar AI tersebut masih bersifat pasif. AI hanya memberikan respons, sementara keputusan dan eksekusi tetap harus dilakukan secara manual oleh pengguna. OpenClaw hadir membawa pendekatan berbeda. Ia bukan hanya menjawab, tetapi bertindak. OpenClaw dirancang sebagai AI agent yang mampu menjalankan tugas nyata seperti mengelola jadwal, email, hingga aktivitas digital lainnya secara langsung tanpa perlu berpindah platform.

    Apa Itu OpenClaw?

    OpenClaw merupakan AI agent open-source yang dapat diakses langsung melalui aplikasi chat yang sudah digunakan sehari-hari, seperti WhatsApp dan Telegram. Pengguna tidak perlu mempelajari platform baru atau dashboard tambahan untuk mulai menggunakannya.

    Mengapa OpenClaw Berbeda dari AI Asisten Lain

    Berbeda dengan AI asisten berbasis SaaS, OpenClaw memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas infrastruktur, data, dan kunci akses. Seluruh proses dan percakapan tetap berada di bawah kendali pengguna, bukan disimpan di server pihak ketiga. Pendekatan ini menjadikan OpenClaw lebih unggul dari sisi privasi, transparansi, dan fleksibilitas penggunaan.

    Sejarah Singkat Lahirnya OpenClaw

    OpenClaw berawal dari eksperimen bernama Clawd pada November 2025. Nama ini merupakan gabungan dari “Claude” dan capit lobster, namun harus ditinggalkan karena pertimbangan legalitas. Nama Moltbot sempat muncul sebagai alternatif, terinspirasi dari proses pergantian cangkang lobster, tetapi dinilai kurang praktis untuk adopsi jangka panjang.

    Seiring kematangan proyek dari sisi teknis dan merek, nama OpenClaw dipilih sebagai identitas final yang mencerminkan sifat open-source, kesiapan teknis, serta pengembangan berbasis komunitas.

    Cara Kerja OpenClaw: AI di Cloud, Eksekusi di Tangan Pengguna

    Secara arsitektur, OpenClaw menggunakan model AI sebagai “otak” yang berjalan di cloud, sementara seluruh eksekusi tugas dilakukan langsung di hardware milik pengguna. Antarmuka utamanya adalah aplikasi chat, sehingga interaksi terasa natural dan minim hambatan teknis.

    OpenClaw juga memiliki memori permanen untuk menyimpan konteks dan preferensi pengguna, serta akses langsung ke sistem nyata seperti file, browser, dan perintah terminal. Dengan kemampuan ini, OpenClaw tidak hanya memberi rekomendasi, tetapi benar-benar melakukan tindakan.

    OpenClaw dalam Aktivitas Sehari-hari

    Dalam penggunaan praktis, OpenClaw dapat membantu penjadwalan, pengingat, dan riset secara mandiri. Ia mampu menjalankan perintah terminal, mengelola file, memantau proses sistem, serta mengotomasi tugas-tugas berulang. Bahkan, OpenClaw dapat menjalankan workflow berkelanjutan selama berhari-hari sambil memberikan update dan notifikasi saat dibutuhkan.

    Instalasi dan Pengaturan OpenClaw

    Untuk mulai menggunakan OpenClaw, pengguna cukup membuka terminal atau PowerShell di Windows dan menjalankan perintah instalasi. Proses ini bersifat otomatis dan menyesuaikan dengan sistem pengguna. Setelah terpasang, OpenClaw menyediakan panduan langkah demi langkah untuk memilih mode penggunaan, mengatur akses model AI, serta menghubungkan aplikasi chat seperti Telegram atau WhatsApp. Setelahnya, OpenClaw dapat dijalankan di latar belakang untuk berbagai use case.

    OpenClaw untuk Trading dan Aktivitas Crypto

    OpenClaw juga dapat dimanfaatkan dalam aktivitas trading dan pemantauan pasar crypto. AI agent ini mampu memantau harga, volume, dan data on-chain secara real-time, lalu mengirimkan alert langsung ke aplikasi chat. OpenClaw juga memungkinkan trading otomatis di DEX dan CEX berdasarkan aturan yang telah ditentukan, serta mendeteksi peluang arbitrase antar exchange atau protokol DeFi untuk dieksekusi secara mandiri.

    Ekosistem OpenClaw di Dunia Web3

    Dalam ekosistem crypto, OpenClaw mulai berperan sebagai agent otonom. Di sisi infrastruktur, OpenClaw dapat memiliki identitas finansial dan beroperasi langsung di blockchain seperti Bankr dan XMTP. Dalam aspek ekonomi agent, OpenClaw dapat bekerja, menawarkan jasa, dan memperoleh imbalan secara on-chain melalui konsep seperti OpenWork. Sementara di sisi trading dan strategi pasar, OpenClaw dapat berinteraksi langsung dengan protokol seperti DefinitiveFi dan ClawdX.

    Kelebihan dan Tantangan Menggunakan OpenClaw

    OpenClaw memiliki sejumlah kelebihan, antara lain eksekusi yang cepat dan otomatis, kontrol lokal dengan privasi yang lebih baik, serta fleksibilitas tinggi karena bersifat open-source. Namun, di sisi lain, OpenClaw relatif sulit digunakan oleh pengguna awam, minim antarmuka visual, dan memiliki risiko kesalahan teknis yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

    Kesimpulan: OpenClaw dan Masa Depan AI Agent Otonom

    Berdasarkan keseluruhan riset, OpenClaw merepresentasikan pergeseran penting dari AI chatbot pasif menuju AI agent aktif yang mampu mengeksekusi tugas nyata secara mandiri. Dengan pendekatan open-source, OpenClaw membuka peluang baru dalam produktivitas, otomasi sistem, hingga aktivitas crypto.

    Meski demikian, fleksibilitas dan kekuatannya menuntut tingkat pemahaman teknis yang lebih tinggi. Untuk saat ini, OpenClaw lebih cocok digunakan oleh pengguna menengah hingga advanced yang siap mengelola risiko operasional dan keamanan secara mandiri. Secara keseluruhan, OpenClaw layak dipandang sebagai fondasi awal ekosistem AI agent otonom, khususnya di persimpangan antara AI, Web3, dan crypto.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Masuk Era Transparansi Kripto, DJP Gandeng 117 Negara

    Indonesia resmi memperluas jaringan pertukaran data keuangan lintas negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kini dapat bertukar informasi keuangan, termasuk data aset kripto, dengan 117 negara dan yurisdiksi melalui skema Automatic Exchange of Financial Account Information berbasis Common Reporting Standard (AEOI-CRS).

    Perluasan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PENG-1/PJ/2026 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto pada 20 Januari 2026. Jumlah yurisdiksi partisipan ini meningkat dibandingkan awal 2025 yang masih berjumlah 115 negara.

    “Dengan ini kami umumkan Daftar Yurisdiksi Partisipan AEOI-CRS dan Yurisdiksi Tujuan Pelaporan AEOI-CRS dalam rangka Pertukaran Informasi Rekening Keuangan Secara Otomatis,” demikian kutipan resmi pengumuman DJP.

    Perbarui Daftar Pelaporan

    Selain bertambahnya yurisdiksi partisipan, DJP juga memperbarui daftar yurisdiksi tujuan pelaporan AEOI-CRS dari sebelumnya 89 menjadi 92 negara dan wilayah. Yurisdiksi tujuan pelaporan merupakan negara yang menjadi rujukan penyampaian data rekening keuangan secara otomatis oleh otoritas pajak Indonesia berdasarkan kesepakatan teknis dan kesiapan sistem.

    Dilaporkan Coinvestasi, skema AEOI-CRS merupakan kerangka kerja internasional yang memungkinkan otoritas pajak berbagai negara saling bertukar informasi rekening keuangan secara rutin. Data yang dipertukarkan mencakup saldo rekening, bunga, dividen, hingga hasil penjualan aset finansial milik wajib pajak.

    Dengan meluasnya jaringan AEOI-CRS, DJP memiliki akses informasi lintas negara yang lebih komprehensif untuk menguji kepatuhan pelaporan harta dan penghasilan wajib pajak. Mekanisme ini juga bertujuan mempersempit ruang penghindaran pajak melalui penempatan dana dan aset keuangan di luar negeri.

    Baca juga: Web3 University Tour 2025 Edukasi Mahasiswa di 8 Kota Indonesia

    ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu laksanakan Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.
    ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu laksanakan Workshop Perdagangan Aset Kripto, pada tanggal 24 Oktober 2022. Foto: ASPAKRINDO.

    Di dalam negeri, data yang diperoleh melalui AEOI-CRS akan dicocokkan dengan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sebagai bagian dari pendekatan pengawasan berbasis data atau data-driven compliance.

    Seiring berlakunya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108 Tahun 2025, cakupan pertukaran informasi AEOI-CRS tidak lagi terbatas pada rekening perbankan konvensional. Skema ini kini juga mencakup aset kripto, menandai penguatan pengawasan perpajakan terhadap instrumen keuangan digital.

    Upaya Pemerintah Sesuaikan Sistem Perpajakan

    Langkah tersebut mencerminkan upaya pemerintah menyesuaikan sistem perpajakan dengan perkembangan ekonomi digital, sekaligus memastikan kepemilikan dan transaksi aset kripto berada dalam kerangka kepatuhan pajak yang setara dengan instrumen keuangan lainnya.

    Dalam daftar 117 yurisdiksi partisipan AEOI-CRS tercatat sejumlah pusat keuangan global seperti Singapura, Swiss, Hong Kong, Inggris, Uni Emirat Arab, Jepang, Jerman, Prancis, Australia, dan Kanada. Negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam juga termasuk dalam jaringan pertukaran data tersebut.

    Melalui perluasan jaringan AEOI-CRS ini, DJP berharap tingkat kepatuhan sukarela wajib pajak dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat basis penerimaan negara di tengah upaya menjaga kesinambungan fiskal dan stabilitas sistem perpajakan nasional.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini mengakhiri era anonimitas aset kripto di luar negeri bagi wajib pajak Indonesia. Pengawasan kepatuhan pajak akan semakin ketat dan berbasis data lintas negara yang komprehensif.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aave Resmi Tinggalkan Brand Avara, Fokus Kembali Garap DeFi

    Aave Labs resmi menghentikan penggunaan brand payung Avara dan menutup produk Family wallet sebagai bagian dari langkah strategis untuk kembali memfokuskan bisnis pada sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keputusan ini diumumkan di tengah dinamika hubungan yang memanas antara Aave Labs dan Aave DAO terkait kendali atas protokol Aave.

    Avara sebelumnya berfungsi sebagai brand induk bagi sejumlah proyek Web3 yang dikembangkan Aave Labs, termasuk protokol media sosial terdesentralisasi Lens dan dompet kripto Family. Namun, Aave Labs menyatakan seluruh produk saat ini dan ke depan — seperti Aave Mobile App, Aave Pro, dan Aave Kit — akan sepenuhnya berada di bawah nama Aave Labs.

    “Perubahan ini menyederhanakan struktur brand kami dan memungkinkan fokus penuh pada pembangunan Aave serta pengenalan DeFi kepada jutaan pengguna di seluruh dunia,” tulis Avara melalui akun resmi di platform X.

    Fokus AAVE

    Baca juga: Aave Terima Otorisasi MiCA untuk Layanan Pembayaran Fiat

    Langkah tersebut menandai pergeseran arah Aave Labs yang sebelumnya, melalui rebrand Avara pada 2023, ingin berekspansi ke berbagai vertikal Web3 di luar DeFi. Kini, perusahaan kembali memusatkan perhatian pada protokol pinjam-meminjam Aave, yang saat ini menjadi sistem kredit on-chain terbesar di jaringan Ethereum.

    Keputusan ini juga muncul di tengah perdebatan berkepanjangan antara Aave Labs sebagai entitas pengembang awal dan Aave DAO yang dikelola oleh pemegang token AAVE. DAO selama ini mengendalikan kontrak pintar, parameter risiko, serta pendapatan protokol, sementara Aave Labs menguasai aspek off-chain seperti antarmuka resmi aave.com, merek dagang, domain, dan produk yang berhadapan langsung dengan pengguna.

    Dilaporkan The Block, ketegangan meningkat pada Desember lalu ketika Aave Labs mengintegrasikan CoW Swap ke situs resmi Aave dan mengalihkan biaya swap yang sebelumnya masuk ke kas DAO ke dompet privat milik Aave Labs. Peristiwa tersebut memicu perdebatan soal siapa yang sebenarnya memiliki dan mengendalikan Aave.

    Upaya komunitas DAO untuk mengambil alih kekayaan intelektual dan aset Aave Labs melalui proposal yang dikenal sebagai “poison pill” gagal disahkan dalam voting tata kelola. Meski demikian, pendiri Aave Stani Kulechov kemudian menyatakan keterbukaan untuk membagikan pendapatan non-protokol kepada pemegang token AAVE serta meninjau ulang isu kepemilikan IP dan brand.

    Perjalanan Penting AAVE

    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Pada Januari lalu, Aave Labs juga mengumumkan penjualan protokol Lens dan rencana penghentian seluruh proyek terkait Family wallet. “Brand Avara tidak lagi dibutuhkan saat kami total membawa Aave ke masyarakat luas,” ujar Kulechov di X.

    Sebelumnya, Aave memperkenalkan versi terbaru aplikasi Aave yang menawarkan produk tabungan dengan imbal hasil hingga 9% serta perlindungan simpanan hingga US$1 juta. Aave juga menyatakan ambisi jangka panjang untuk mendorong aktivitas keuangan on-chain hingga skala triliunan dolar, setelah berakhirnya investigasi regulator AS terhadap perusahaan tersebut.

    Di sisi lain, laporan Bloomberg pada Selasa menyebut Kulechov membeli rumah mewah senilai £22 juta di kawasan Notting Hill, London, yang memicu kritik dari sebagian komunitas kripto.

    Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?

    Harga Cardano (ADA) kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level teknikal penting yang dalam sejarahnya kerap menjadi titik awal reli besar. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto akibat salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam siklus saat ini.

    Pekan lalu, pasar kripto mencatat peristiwa likuidasi terbesar ke-10 sepanjang sejarah, yang mendorong sebagian besar altcoin jatuh ke level terendah siklusnya. Cardano tidak luput dari tekanan tersebut, namun penurunan harga ini justru membawa ADA kembali menguji zona permintaan historis di sekitar US$0,2775, level yang telah bertahan sejak akhir 2023.

    Data grafik harian menunjukkan bahwa area tersebut sebelumnya berfungsi sebagai fondasi bagi beberapa bull run utama Cardano. Retest terhadap level ini dinilai signifikan oleh pelaku pasar, terutama investor bermodal besar.

    Minat Investor Ritel Kecil

    Meski partisipasi investor ritel masih terlihat berhati-hati, data on-chain dan arus order menunjukkan aktivitas yang berbeda dari investor institusional dan whale. Pesanan berukuran besar terpantau terkonsentrasi di sekitar area penurunan harga, mengindikasikan akumulasi alih-alih aksi jual panik.

    Dikutip Cryptonews, data CryptoQuant memperlihatkan rata-rata ukuran order spot Cardano meningkat selama periode penurunan, memperkuat dugaan bahwa investor besar memanfaatkan koreksi sebagai peluang beli. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa peristiwa likuidasi tersebut tidak serta-merta menandakan kegagalan struktur harga, melainkan berpotensi menjadi fase pembersihan pasar sebelum pembalikan arah.

    Dari sisi teknikal jangka menengah hingga panjang, Cardano masih berada dalam fase konsolidasi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun, membentuk pola descending channel. Upaya breakout sebelumnya sempat gagal, namun akumulasi yang berlanjut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih mempertahankan pandangan bullish terhadap struktur jangka panjang ADA.

    Baca juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!

    Pada grafik mingguan, indikator Relative Strength Index (RSI) telah menyentuh area oversold di level 30, yang secara historis sering menandai kelelahan tekanan jual. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan penyempitan momentum yang mengarah pada potensi golden cross, sinyal awal penguatan tren.

    Fokus Pasar ADA

    Fokus pasar kini tertuju pada level US$0,50, yang menjadi batas atas pola sekaligus bekas area support. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, analis menilai struktur harga Cardano dapat berubah menjadi bullish, membuka peluang kenaikan menuju area US$1,35, atau sekitar 360% dari level saat ini.

    Dalam skenario jangka panjang, apabila kondisi makro membaik dan fundamental kembali mendukung, kenaikan tersebut dinilai baru tahap awal. Target lanjutan bahkan diproyeksikan dapat membawa harga ADA mendekati US$2, atau potensi kenaikan hingga 875%.

    Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dan pergerakan harga dapat berubah secara cepat mengikuti sentimen global dan kondisi likuiditas.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan pertahanan area $0.2775 sangat krusial. Akumulasi smart money di zona ini mengindikasikan keyakinan tinggi terhadap potensi pembalikan arah, menjadikannya area risk-reward menarik.

    Baca juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

    Aktivitas on-chain XRP menunjukkan pelemahan signifikan di tengah berkurangnya partisipasi investor ritel, memunculkan pertanyaan besar soal masa depan harga aset kripto tersebut. Kondisi ini terjadi meski produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP masih mencatat aliran dana masuk sepanjang Januari.

    Berdasarkan data terbaru, jumlah alamat aktif di jaringan XRP Ledger turun drastis ke level terendah sejak Februari tahun lalu. Sepanjang Januari, hanya tercatat sekitar 15.743 akun aktif, mengindikasikan merosotnya aktivitas pengguna ritel maupun permintaan on-chain secara keseluruhan.

    Penurunan Kuat XRP

    Dilaporkan Cryptonews, penurunan ini diperkuat oleh data velocity XRP yang menunjukkan pergerakan token cenderung fluktuatif tanpa tren kenaikan yang konsisten. Hal tersebut menandakan aktivitas jaringan lebih banyak didorong oleh perdagangan jangka pendek, bukan penggunaan berkelanjutan oleh basis pengguna yang berkembang.

    Di sisi lain, data ETF XRP memperlihatkan kondisi yang kontras. Meski arus masuk dana terus terjadi, total arus keluar justru lebih besar sehingga menghasilkan netflow negatif sepanjang Januari. Situasi ini menambah tekanan terhadap sentimen pasar XRP.

    Baca juga: XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

    Dari sisi harga, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran USD 1,60, yang menjadi level support krusial. Harga sebelumnya gagal menembus area resistensi di sekitar USD 2,20 dan kembali bergerak turun dalam pola descending channel yang masih terjaga. Jika level USD 1,60 gagal dipertahankan pada penutupan harian, potensi penurunan lanjutan menuju area USD 1,40 dinilai terbuka.

    Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 28, menandakan kondisi oversold. Meski peluang rebound jangka pendek masih terbuka, analis menilai pergerakan tersebut kemungkinan hanya bersifat korektif selama harga belum mampu keluar dari tren turun dan menembus kembali resistensi utama.

    Aktivitas On-chain XRP

    Sementara itu, open interest XRP tercatat turun ke sekitar USD 2,9 miliar, level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat dan kepercayaan trader terhadap pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.

    Hingga aktivitas on-chain kembali stabil dan harga mampu merebut kembali level resistensi yang hilang, penguatan XRP dinilai masih bersifat sementara. Kondisi pasar saat ini lebih mencerminkan fase kapitulasi dibandingkan awal dari pemulihan yang berkelanjutan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, hilangnya partisipasi ritel dan stagnasi on-chain activity adalah sinyal peringatan fundamental (red flag). Tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan hanya akan didorong spekulasi jangka pendek.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Jebol US$100, Investor Jangka Panjang Mulai Mundur

    Harga Solana (SOL) masih bergerak di bawah tekanan dan bertahan tipis di dekat level psikologis US$100 pada Selasa (3/2/2026). Melemahnya akumulasi dari investor jangka panjang memicu meningkatnya risiko penurunan lanjutan, meski indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold).

    Tekanan terhadap Solana telah berlangsung cukup lama, bahkan sebelum pelemahan pasar kripto global belakangan ini. Penurunan harga yang berkepanjangan secara bertahap mengikis kepercayaan investor, termasuk pemegang aset berpengaruh yang selama ini berperan menjaga stabilitas harga saat koreksi.

    Data on-chain menunjukkan HODLer Net Position Change Solana mulai menurun, ditandai dengan berkurangnya aktivitas akumulasi dari pemegang jangka panjang. Kelompok investor ini umumnya menjadi penyangga utama harga saat pasar melemah. Perlambatan pembelian mengindikasikan melemahnya keyakinan, meski belum mengarah pada aksi jual agresif.

    Baca juga: Solana Diserbu Pembeli di Area Bawah, Pasar Kini Fokus ke $120

    Pemulihan Harga Solana

    Dilaporkan BeInCrypto, kondisi tersebut berpotensi membatasi upaya pemulihan harga Solana dalam fase jenuh jual. Tanpa dorongan permintaan baru dari investor besar, reli harga cenderung sulit bertahan, terutama jika sentimen pasar kripto secara keseluruhan masih rapuh.

    Analisis HODL Waves juga mencerminkan perubahan perilaku investor. Wallet yang mengakumulasi SOL dalam rentang satu hingga tiga bulan terakhir tercatat turun sekitar 5%, sementara kepemilikan pada kelompok tiga hingga enam bulan meningkat 4,5%. Hal ini menunjukkan sebagian investor masih bertahan meski berada dalam posisi rugi belum terealisasi.

    Namun, ketahanan tersebut dinilai tidak tanpa batas. Dalam sejarah pergerakan harga Solana, fase penurunan yang terlalu lama kerap menguji kesabaran investor. Jika harga kembali melemah, kelompok ini berpotensi mulai melepas kepemilikan, yang dapat menambah tekanan jual dan memperkuat tren bearish.

    Secara teknikal, Solana diperdagangkan di kisaran US$103, masih bertahan di atas area support penting US$100 yang bertepatan dengan level 161,8% Fibonacci Extension. Namun, kegagalan reli sebelumnya membuka peluang penurunan ke area US$95, selaras dengan level Fibonacci 178,6%.

    Indikator Momentum SOL

    Indikator momentum seperti Money Flow Index (MFI) mendekati zona jenuh jual. Secara historis, kondisi ini kerap memicu reli singkat. Meski demikian, pantulan harga tersebut sering kali tidak mampu membalikkan tren utama dan diikuti oleh penurunan lanjutan.

    Dalam jangka pendek, Solana berpeluang bertahan di atas US$100 atau memantul ke area resistensi US$107. Namun, risiko penurunan dinilai masih dominan selama tidak ada peningkatan permintaan yang signifikan.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Skenario bearish baru akan terpatahkan apabila Solana mampu mengubah level US$107 menjadi support yang kuat. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$118. Meski demikian, penguatan tersebut membutuhkan arus modal baru dan pemulihan kepercayaan investor, yang sejauh ini belum terlihat secara konsisten.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan keyakinan dari kelompok holder ini meningkatkan risiko downside. Jika support $100 ditembus tanpa adanya permintaan baru, relief rally saat ini bisa berbalik menjadi tren bearish.

    Baca juga: 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Sukses Gelar ICO 2026, Catat Pertumbuhan Signifikan

    Tokocrypto, pedagang aset kripto No.1 di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid dan berkelanjutan sepanjang 2025. Kinerja positif ini ditandai dengan peningkatan jumlah pengguna, ekspansi produk, serta penguatan ekosistem industri kripto nasional. Capaian tersebut diperkuat dengan suksesnya penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 yang didukung penuh oleh Xendit sebagai mitra strategis.

    Hingga akhir 2025, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan (YoY) mencapai 75%. Dari sisi produk, Tokocrypto kini menghadirkan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pairs), menjadikannya salah satu exchange kripto dengan pilihan IDR pair terbanyak di Indonesia.

    Selain itu, Tokocrypto telah menjalin lebih dari 100 kemitraan brand strategis serta secara aktif mendorong edukasi kripto nasional melalui 168+ inisiatif literasi yang menjangkau lebih dari 125 ribu peserta di 50+ kota, termasuk menjadi exchange pertama yang menggelar kegiatan literasi kripto secara offline di Papua.

    Pertumbuhan Bisnis Didorong Inovasi dan Edukasi

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana di acara Indonesia Crypto Week 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan strategi perusahaan yang fokus pada kepercayaan, inovasi, dan tata kelola yang kuat. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk memposisikan diri sebagai pemimpin pasar.

    “Pertumbuhan perusahaan tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi. Saat ini, Tokocrypto menjadi salah satu dari sedikit startup dan exchange kripto resmi di Indonesia yang memiliki pondasi keuangan yang solid dan berkelanjutan,” ujar Calvin.

    Dari sisi pengembangan produk, Tokocrypto terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mulai dari layanan staking dengan lebih dari 80 aset kripto, fitur AI Analysis untuk analisis sentimen pasar, Rewards Hub, hingga pengembangan fitur lanjutan seperti QRIS Deposit dan Futures atau Derivatif yang akan segera hadir di tahun ini. Seluruh inovasi ini dibangun di atas standar keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat untuk melindungi pengguna.

    Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon di acara Indonesia Crypto Week 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.
    Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Monetisasi Konten di Web3: Peluang Baru Content Creator lewat Tokocrypto Angels

    Indonesia Crypto Outlook 2026 Dorong Arah Industri Kripto Nasional

    Momentum pertumbuhan Tokocrypto juga tercermin dalam keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026, sebuah forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, regulator, dan komunitas kripto. Acara ini didukung oleh Xendit yang juga memaparkan “Journey, Milestone dan Industry Revolution” 

    Salah satu sorotan utama ICO 2026 adalah pemaparan Dataxet Sonar tentang “2025 Social Media Crypto Insight”, yang menunjukkan bahwa percakapan media sosial terkait kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan. Data tersebut juga mencatat volume percakapan kripto meningkat hampir 30% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya minat dan diskursus publik terhadap aset digital.

    Head of Community Coinvestasi, Niki Sekar di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.
    Head of Community Coinvestasi, Niki Sekar di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Selain itu, Indonesia Crypto Network (ICN) dan Coinvestasi memaparkan laporan “2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report” yang mengungkap fakta penting terkait profil investor kripto nasional. Salah satu temuan paling mencolok adalah dominasi Generasi Z sebagai tulang punggung investor kripto Indonesia, khususnya pada rentang usia 18–34 tahun. Bagi generasi ini, kripto telah menjadi bagian dari percakapan finansial sehari-hari melalui konten digital, komunitas, dan jejaring sosial.

    ICO 2026 turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dr. Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal; Subani, Direktur Utama Bursa CFX; Robby, Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia; Sandiaga Uno, Co-Founder Saratoga sekaligus Indonesia Strategic Investor; Rifai Taberi, Direktur Government Relations Xendit; Prasetyo Katon, Head of Insights Dataxet Sonar; serta Niki Sekar Dewayani, Head of Community Coinvestasi. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri, regulator, investor, dan komunitas dalam membangun ekosistem kripto Indonesia yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

    Direktur Government Relations Xendit, Rifai Taberi, di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.
    Direktur Government Relations Xendit, Rifai Taberi, di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

    Tokocrypto turut mempertegas komitmennya terhadap kontribusi sosial berkelanjutan dengan menyerahkan donasi kepada Yayasan Indonesia Setara, yayasan yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan yayasan, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi komunitas. Pada kesempatan yang sama, Sandiaga menyampaikan apresiasi atas perhatian Tokocrypto terhadap program-program yayasan, serta menilai penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook 2026 sebagai ruang dialog dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk membaca arah industri, memperluas literasi publik, dan memperkuat ekosistem industri kripto di Indonesia.

    “Terima kasih atas dukungan Tokocrypto untuk program-program Yayasan Indonesia Setara. Kolaborasi seperti ini penting agar dampak sosial bisa lebih luas, sekaligus memperkuat literasi publik dan sinergi lintas pemangku kepentingan melalui Indonesia Crypto Outlook 2026 demi mendorong ekosistem industri kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Sandiaga.

    Tokocrypto turut mempertegas komitmennya terhadap kontribusi sosial berkelanjutan dengan menyerahkan donasi kepada Yayasan Indonesia Setara, yayasan yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto turut mempertegas komitmennya terhadap kontribusi sosial berkelanjutan dengan menyerahkan donasi kepada Yayasan Indonesia Setara, yayasan yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan kinerja bisnis yang solid dan peran aktif dalam pengembangan ekosistem, Tokocrypto menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam mendorong pertumbuhan industri kripto Indonesia menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.

    Baca juga: Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Platform decentralized exchange (DEX) derivatif Hyperliquid kembali mencuri perhatian komunitas kripto setelah mengajukan Proposal HIP-4.

    Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph pada Rabu (4/2), proposal HIP-4 merupakan sebuah inisiatif tata kelola yang akan memperkenalkan pasar prediksi (prediction markets) serta instrumen menyerupai opsi (options-like instruments) tanpa risiko likuidasi maupun penggunaan leverage.

    Jika disetujui dan diimplementasikan, proposal ini menandai evolusi penting Hyperliquid: dari sekadar Perpetual DEX menjadi ekosistem finansial terdesentralisasi yang lebih komprehensif, dengan fokus pada manajemen risiko dan aksesibilitas bagi trader ritel.

    Baca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Apa Itu Proposal HIP-4?

    HIP-4 merupakan proposal pengembangan produk yang bertujuan memperluas jenis instrumen perdagangan di Hyperliquid.

    Berbeda dengan produk derivatif konvensional seperti perpetual futures yang bergantung pada leverage dan mekanisme margin, instrumen baru ini dirancang tanpa risiko likuidasi otomatis.

    Artinya, pengguna tidak akan kehilangan posisi secara paksa akibat pergerakan harga ekstrem—sebuah masalah klasik yang sering menimbulkan trauma bagi trader ritel, terutama di pasar volatil kripto.

    Selain itu, HIP-4 juga mengusulkan aktivasi pasar prediksi, di mana pengguna dapat berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa atau kondisi pasar tanpa harus terlibat langsung dalam perdagangan aset spot atau derivatif berisiko tinggi.

    Mengapa Produk “Bebas Likuidasi” Ini Penting?

    Selama ini, salah satu penghalang adopsi DeFi derivatif adalah kompleksitas dan risiko leverage.

    Banyak trader ritel tertarik pada potensi keuntungan, namun enggan menghadapi ancaman likuidasi mendadak.

    Tim Research Tokocrypto menilai pendekatan Hyperliquid ini sebagai langkah strategis.

    “Inovasi produk ‘bebas likuidasi’ ini dapat menarik segmen trader ritel yang menghindari risiko tinggi. Hyperliquid terus berevolusi dari sekadar Perp DEX menjadi ekosistem finansial lengkap,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan menghilangkan leverage dan likuidasi, HIP-4 berpotensi memperluas basis pengguna Hyperliquid ke kalangan yang lebih konservatif namun tetap ingin mendapatkan eksposur pasar kripto.

    Pasar Prediksi: Use Case Baru di DeFi

    Pasar prediksi telah lama dianggap sebagai salah satu aplikasi paling menarik di Web3, karena mampu menggabungkan informasi kolektif (wisdom of the crowd) dengan insentif finansial.

    Implementasi pasar prediksi di Hyperliquid memungkinkan pengguna untuk berspekulasi pada pergerakan harga atau event tertentu; mengelola risiko tanpa membuka posisi derivatif tradisional; dan mengakses produk spekulatif dengan struktur payoff yang lebih jelas.

    Dalam konteks DeFi, fitur ini juga dapat meningkatkan engagement dan volume transaksi, sekaligus memperkaya variasi produk di dalam ekosistem.

    Dampak bagi Ekosistem Hyperliquid

    Proposal HIP-4 memperkuat narasi bahwa Hyperliquid tidak ingin terjebak sebagai “satu produk satu fungsi”.

    Dengan memperluas lini produknya, Hyperliquid berpotensi menarik pengguna baru dari luar segmen trader leverage tinggi.

    Selain itu, HIP-4 digadang dapat meningkatkan retensi pengguna melalui diversifikasi instrumen, sekaligus memposisikan diri sebagai alternatif terdesentralisasi bagi platform derivatif terpusat.

    Strategi ini juga relevan di tengah meningkatnya tekanan regulasi terhadap bursa derivatif terpusat, di mana produk dengan risiko lebih rendah cenderung lebih mudah diterima oleh regulator.

    Risiko dan Hal yang Perlu Dipantau

    Meski terdengar menarik, implementasi HIP-4 tetap memiliki tantangan.

    Desain instrumen options-like tanpa leverage memerlukan mekanisme pricing dan risk management yang solid, agar tidak menciptakan celah eksploitasi atau ketidakseimbangan pasar.

    Selain itu, adopsi pasar prediksi sangat bergantung pada likuiditas dan kualitas event yang ditawarkan. Tanpa partisipasi aktif, pasar prediksi berisiko menjadi sepi dan tidak efisien.

    Baca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Proposal HIP-4 Hyperliquid menandai langkah ambisius menuju DeFi yang lebih inklusif dan ramah risiko.

    Dengan menghadirkan pasar prediksi serta instrumen mirip opsi tanpa likuidasi dan leverage, Hyperliquid berpotensi menjangkau segmen pengguna yang selama ini menghindari derivatif kripto.

    Jika dieksekusi dengan baik, inovasi ini tidak hanya memperkuat posisi Hyperliquid di sektor DEX derivatif, tetapi juga mendorong evolusi DeFi ke arah produk yang lebih matang, beragam, dan berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Hentikan Investigasi Ondo Finance, Roadmap Baru Siap Dirilis

    Kabar positif datang dari sektor Real World Asset (RWA) kripto.

    Menurut laporan Coinmarketcal pada Rabu (4/2), Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) secara resmi menutup investigasi terhadap Ondo Finance tanpa mengajukan dakwaan apa pun.

    Keputusan ini sekaligus mengakhiri periode ketidakpastian regulasi yang selama ini membayangi proyek tersebut.

    Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Ondo Finance juga mengonfirmasi akan segera merilis roadmap fase berikutnya dalam sebuah acara di New York.

    Kombinasi antara kejelasan hukum dan pembaruan strategi ini langsung dipandang sebagai katalis fundamental penting bagi ekosistem Ondo dan pasar RWA kripto secara lebih luas.

    Baca Juga: Ondo Finance (ONDO) Naik 10,9% dalam Sehari, TVL Capai $1 Miliar

    Investigasi SEC Resmi Ditutup, Tanpa Dakwaan

    Penutupan investigasi oleh SEC menandakan bahwa otoritas regulator AS tidak menemukan pelanggaran hukum yang cukup untuk melanjutkan proses penegakan terhadap Ondo Finance.

    Dalam konteks industri kripto yang masih berada di bawah sorotan ketat regulator, keputusan ini memiliki bobot signifikan.

    Selama beberapa tahun terakhir, banyak proyek DeFi dan tokenisasi aset dunia nyata menghadapi risiko hukum akibat ketidakjelasan klasifikasi sekuritas di Amerika Serikat.

    Investigasi semacam ini sering kali menjadi “overhang” bagi harga token dan adopsi institusional.

    Tim Research Tokocrypto menilai perkembangan ini sebagai sinyal yang sangat konstruktif.

    “Kejelasan regulasi ini adalah katalis fundamental yang sangat kuat bagi ONDO dan sektor RWA secara keseluruhan, menghilangkan ketidakpastian hukum yang selama ini membayangi,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Dampak Langsung bagi Ondo Finance dan Token ONDO

    Pergerakan harga Ondo (ONDO/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ondo (ONDO/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan ditutupnya investigasi SEC, Ondo Finance kini berada pada posisi yang lebih solid untuk mengeksekusi rencana ekspansinya, terutama dalam menarik investor institusional yang sangat sensitif terhadap risiko hukum.

    Beberapa dampak potensial dari keputusan ini antara lain dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis Ondo; mengurangi regulatory discount pada valuasi token ONDO; serta mengakselerasi kerja sama institusional, khususnya di sektor tokenisasi obligasi dan instrumen pendapatan tetap

    Ondo selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam tokenisasi aset dunia nyata, termasuk produk berbasis US Treasuries dan instrumen keuangan tradisional yang dikemas dalam format on-chain.

    Roadmap Baru: Fokus Ekspansi dan Skala Institusional?

    Pengumuman rilis roadmap fase berikutnya pada 3 Februari di New York menambah lapisan optimisme baru.

    Meski detail roadmap belum diungkap, pasar memperkirakan Ondo akan memfokuskan strategi ke arah perluasan produk RWA berbasis institusional.

    Selain itu, ada pula kemungkinan untuk mengintegrasikan dengan infrastruktur keuangan tradisional, hingga peningkatan compliance dan transparansi on-chain.

    Momentum ini dinilai tepat, mengingat minat global terhadap RWA kripto terus meningkat seiring pencarian yield stabil di tengah volatilitas pasar aset digital.

    Implikasi Lebih Luas bagi Sektor RWA Kripto

    Keputusan SEC untuk menutup investigasi tanpa dakwaan tidak hanya berdampak pada Ondo, tetapi juga menciptakan preseden psikologis positif bagi proyek RWA lainnya.

    Ini mengirim sinyal bahwa model tokenisasi aset dunia nyata, jika dirancang dengan struktur yang tepat, dapat bertahan di bawah pengawasan regulator AS.

    Di tengah ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat, sektor RWA menjadi salah satu narasi yang paling menarik karena menjembatani dunia keuangan tradisional dan blockchain secara langsung.

    Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

    Meski sentimen jangka menengah hingga panjang terlihat positif, investor tetap perlu mencermati beberapa faktor.

    Sebut saja detail konkret roadmap dan timeline implementasinya; respons pasar terhadap pengumuman resmi di New York; hingga dinamika regulasi AS yang masih dapat berubah.

    Euforia jangka pendek juga berpotensi memicu volatilitas harga token ONDO jika ekspektasi pasar tidak sepenuhnya terpenuhi.

    Baca Juga: Ini Altcoin yang Crypto Whale Borong Untuk Oktober, Termasuk ONDO dan SPX

    Penutupan investigasi SEC terhadap Ondo Finance tanpa dakwaan merupakan kemenangan besar bagi proyek tersebut dan sektor Real World Asset kripto secara keseluruhan.

    Dipadukan dengan rencana rilis roadmap baru pada 3 Februari, Ondo kini memasuki fase penting dengan landasan hukum yang lebih jelas.

    Bagi pasar, ini bukan sekadar kabar baik jangka pendek, melainkan sinyal bahwa RWA kripto mulai menemukan pijakan yang lebih kuat dalam lanskap regulasi global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Axie Infinity Gelar Lunacian Lounge, Cari Arah Strategis Ekosistem 2026

    Axie Infinity, salah satu pionir game blockchain berbasis play-to-earn, kembali menarik perhatian komunitas dengan menggelar acara bertajuk “Lunacian Lounge”.

    Menurut laporan Coinmarketcal pada Rabu (4/2), event ini dijadwalkan menjadi forum resmi bagi tim pengembang untuk mengungkap rencana strategis ekosistem Axie Infinity tahun 2026 sekaligus mendiskusikan masa depan dunia virtual Lunacia.

    Acara ini menjadi momen penting bagi komunitas Axie, terutama setelah proyek tersebut melewati fase transisi besar sejak puncak popularitasnya pada 2021–2022.

    Di tengah persaingan ketat sektor Web3 gaming dan perubahan preferensi pemain, Lunacian Lounge diposisikan sebagai ajang untuk menyusun ulang narasi dan visi jangka panjang ekosistem Axie Infinity.

    Baca Juga: Harga Axie Infinity (AXS) Melambung 54%, Volume Capai $1,18 Miliar

    Lunacian Lounge: Ajang Strategi dan Konsolidasi Komunitas

    Lunacian Lounge bukan sekadar update teknis, melainkan forum diskusi strategis yang menyasar komunitas inti Axie Infinity yang dikenal sebagai Lunacians.

    Dalam acara ini, tim Axie diperkirakan akan membahas arah pengembangan Lunacia sebagai ekosistem game dan ekonomi digital.

    Selain itu, Tim Axie juga akan menentukan strategi pertumbuhan pengguna dan retensi pemain, serta visi Axie Infinity di tengah tren Web3 gaming yang semakin matang.

    Berbeda dengan pengumuman patch atau update rutin, format lounge memungkinkan komunikasi dua arah yang lebih naratif dan visioner.

    Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga engagement komunitas, khususnya di fase industri yang lebih selektif dan berbasis utilitas nyata.

    Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Perspektif Pasar: Narrative-Building, Bukan Katalis Fundamental

    Tim Research Tokocrypto menilai Lunacian Lounge lebih bersifat narrative-building ketimbang katalis fundamental langsung bagi token Axie Infinity (AXS).

    “Event ini bersifat narrative-building. Kecuali ada kejutan perubahan tokenomics atau rilis game besar, dampaknya kemungkinan terbatas pada volatilitas jangka pendek (‘sell the news’),” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, pasar kemungkinan akan merespons event ini secara moderat, terutama jika tidak disertai dengan perubahan signifikan pada tokenomics AXS atau SLP; pengumuman game flagship baru; serta mekanisme value capture baru untuk token.

    Dalam banyak kasus di industri kripto, event komunitas berskala besar kerap memicu pergerakan harga jangka pendek yang cepat, sebelum akhirnya kembali ke tren sebelumnya.

    Posisi Axie Infinity di Lanskap Web3 Gaming 2026

    Axie Infinity kini berada di fase yang sangat berbeda dibanding era “gold rush” play-to-earn.

    Fokus industri Web3 gaming telah bergeser dari sekadar insentif token ke gameplay berkelanjutan, ekonomi in-game yang lebih seimbang, dan integrasi sosial serta pengalaman pemain.

    Dalam konteks ini, Lunacia diproyeksikan bukan hanya sebagai game, tetapi sebagai platform digital ecosystem yang menggabungkan game, ekonomi, dan komunitas.

    Lunacian Lounge menjadi sarana untuk menyampaikan bagaimana Axie Infinity beradaptasi dengan perubahan tersebut.

    Apa yang Dinanti Investor dan Komunitas?

    Meski ekspektasi terhadap dampak harga relatif terbatas, ada beberapa hal kunci yang akan menjadi perhatian utama pasar:

    1. Arah ekonomi Lunacia – Apakah ada desain ulang ekonomi in-game?
    2. Peran token AXS ke depan – Governance murni atau ada fungsi tambahan?
    3. Strategi onboarding user baru – Terutama non-crypto native gamers

    Jika jawaban atas pertanyaan ini cukup konkret, event ini bisa meningkatkan kepercayaan jangka menengah komunitas, meski tanpa lonjakan harga instan.

    Risiko “Sell the News” Tetap Ada

    Dalam dinamika pasar kripto, event yang sarat narasi sering kali memicu fenomena “buy the rumor, sell the news”.

    Tanpa kejutan besar, trader jangka pendek cenderung mengambil profit setelah event berlangsung.

    Namun, bagi holder jangka panjang, Lunacian Lounge lebih relevan sebagai indikator arah visi dan konsistensi tim pengembang Axie Infinity.

    Baca Juga: Menyelami Dunia Axie Infinity: Mengenal Aset Kripto Ronin (RONIN)

    Lunacian Lounge menandai langkah Axie Infinity untuk memperkuat narasi dan komunikasi strategis menjelang 2026.

    Meski tidak diproyeksikan sebagai katalis harga besar dalam jangka pendek, event ini penting untuk menjaga relevansi Axie di tengah evolusi Web3 gaming.

    Bagi pasar, kunci utamanya sederhana: apakah visi yang disampaikan mampu diterjemahkan menjadi produk dan utilitas nyata?

    Jawabannya akan menentukan posisi Axie Infinity di fase berikutnya industri game blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com