Author: 16

  • TAO Bittensor Rontok 13% Sehari! Harga Terjun ke US$160

    Harga Bittensor (TAO) kembali mengalami tekanan jual kuat dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, TAO turun sekitar 12,60% dan kini diperdagangkan di kisaran US$160,73 per koin.

    Penurunan tajam ini membuat TAO kembali berada jauh di bawah level psikologis US$200, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

    TAO Terkoreksi Tajam, Volume Perdagangan Tembus US$231 Juta

    Meski harga melemah, aktivitas perdagangan TAO masih terpantau tinggi. Volume transaksi TAO dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar US$231,95 juta.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar TAO kini berada di kisaran US$1,71 miliar, dengan suplai beredar sekitar 10,65 juta TAO dari total maksimum suplai 21 juta TAO.

    Dalam rentang pergerakan harian, TAO sempat menyentuh harga terendah US$158,35 dan tertinggi US$190,52.

    TAO Terpuruk 60% dalam 3 Bulan, Jauh dari Rekor ATH

    Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Koreksi TAO tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Data historis menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa periode terakhir.

    • Dalam 30 hari terakhir, TAO turun sekitar 44,47%
    • Dalam 60 hari, turun 41,61%
    • Dalam 90 hari, TAO anjlok hingga 60,14%
    • Dalam 7 hari terakhir, harga melemah 26,96%

    Penurunan ini membuat TAO semakin jauh dari rekor tertingginya (ATH) di level US$767,68.

    Baca juga: TAO Tembus $269! Inilah 5 Token Robotik dengan Harga Tertinggi Hari Ini

    TAO Masih Masuk Top 50 Kripto Dunia

    Meski terkoreksi tajam, TAO masih berada di jajaran aset kripto besar. Saat ini Bittensor berada di peringkat #38 aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) TAO tercatat sekitar US$3,39 miliar, menandakan proyek ini masih memiliki perhatian besar dari pelaku pasar, khususnya di sektor AI dan decentralized compute.

    Komunitas Bittensor Bersiap Bahas Subnet 64 Novelty Space

    Di tengah pelemahan harga, Coinmarketcal melaporkan komunitas Bittensor dijadwalkan menggelar sesi diskusi terkait Subnet 64 Novelty Space pada 5 Februari 2026.

    Agenda tersebut akan berlangsung melalui X Space dan Discord session pada pukul 22.00 UTC, dengan pembahasan yang mencakup berbagai topik penting seperti:

    • teknologi Chutes serverless AI
    • rencana rollout TEE (Trusted Execution Environment)
    • pengembangan infrastruktur CPU
    • perubahan skema insentif
    • pendapatan (revenue) dan pembaruan lainnya

    Sesi ini menjadi perhatian karena isu AI dan decentralized compute masih menjadi narasi kuat di pasar kripto.

    Potensi Volatilitas, Namun Belum Ada Kepastian Upgrade Besar

    Menurut analisis berbasis AI, pembahasan mengenai serverless AI, TEE, serta infrastruktur CPU berpotensi memicu minat spekulatif terhadap TAO karena Bittensor dikenal sebagai aset dengan pergerakan harga yang agresif (high beta).

    Meski demikian, agenda ini masih sebatas sesi diskusi komunitas, bukan pengumuman resmi upgrade protokol. Hingga saat ini belum ada konfirmasi terkait perubahan tokenomics, mekanisme revenue-sharing, maupun pembaruan struktural yang secara langsung meningkatkan nilai TAO.

    Dampak terhadap harga TAO diperkirakan masih moderat, kecuali sesi tersebut menghadirkan informasi yang jelas dan bernilai besar bagi ekosistem utama, bukan hanya untuk operator Subnet 64.

    Pasar juga berpotensi mengalami volatilitas jangka pendek, termasuk kemungkinan munculnya pola “sell-the-rumor” apabila pelaku pasar mengambil keuntungan setelah hype meningkat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, fitur serverless AI secara signifikan menurunkan hambatan masuk bagi pengembang yang ingin menggunakan jaringan Bittensor. Ini memperkuat narasi utilitas riil $TAO di sektor AI, bukan sekadar aset spekulatif.

    Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, investor kini menunggu apakah sesi Subnet 64 tersebut akan menjadi pemicu sentimen baru atau hanya memicu lonjakan sesaat di tengah tren turun TAO yang masih berlangsung.

    Baca juga: Token Musik Teratas: Pasar Capai Rp3,01 Triliun, Rata-Rata Naik 5,06%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • GMX Ambrol 9% dalam Sehari! Harga Nyungsep ke US$5,6

    Harga token GMX tercatat melemah tajam dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, GMX turun sekitar 9,24% dan kini diperdagangkan di level US$5,65 per koin.

    Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas komunitas GMX yang sedang melakukan voting program insentif untuk mendorong volume perdagangan.

    Harga GMX Melemah, Volume Perdagangan Masih Tinggi

    Saat ini, GMX memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$58,73 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$9,46 juta. Total pasokan beredar tercatat sebesar 10,39 juta GMX, dari total maksimum suplai 13,25 juta GMX.

    Dalam rentang 24 jam, GMX bergerak pada kisaran harga terendah US$5,61 dan tertinggi US$6,53.

    Jika dibandingkan dengan rekor tertingginya, GMX masih jauh dari all time high (ATH) di level US$90,89.

    GMX Ambles Lebih dari 40% dalam 90 Hari

    Pergerakan harga GMX (GMX/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga GMX (GMX/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tekanan jual pada GMX tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Dalam periode yang lebih panjang, performa GMX menunjukkan tren pelemahan signifikan.

    Berdasarkan data historis:

    • Dalam 30 hari terakhir, harga GMX turun sekitar 34,02%
    • Dalam 60 hari, turun 35,44%
    • Dalam 90 hari, turun hingga 42,09%
    • Dalam 7 hari terakhir, GMX melemah 18,98%

    Sementara itu, dalam satu jam terakhir harga GMX juga masih tercatat turun sekitar 1,25%, mengindikasikan volatilitas yang masih tinggi.

    Voting DAO GMX Digelar, Bahas Program Insentif Marketing dan Trader

    Di sisi lain Coinmarketcal melaporkan komunitas GMX saat ini tengah menggelar voting melalui Snapshot terkait proposal Marketing & Trader Incentive Program. Voting tersebut berlangsung mulai 2 Februari hingga 5 Februari 2026.

    Proposal ini merupakan agenda tata kelola (governance) yang bertujuan menghadirkan program insentif baru berupa reward trading bagi pengguna.

    Menurut analisis berbasis AI, voting ini tidak termasuk pembaruan protokol besar (hard upgrade), namun dapat memengaruhi aktivitas ekosistem seperti volume perdagangan, pendapatan biaya (fees), hingga potensi yield staking apabila insentif berasal dari treasury atau mekanisme emisi token.

    Namun demikian, dampak pasar masih bersifat spekulatif karena detail program dan hasil akhir voting belum dapat dipastikan.

    Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu keputusan final dan implementasi sebelum bereaksi lebih jauh. Meski begitu, insentif besar berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada harga GMX.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar biasanya merespons positif (“Bullish Vote”) terhadap inisiatif yang menjanjikan peningkatan aktivitas on-chain. Jika disetujui, insentif ini bisa memicu kenaikan fee protokol yang berdampak langsung pada yield staker GMX.

    Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, keputusan komunitas dalam voting ini dinilai bisa menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar GMX dalam waktu dekat.

    Baca juga: Naik 32%, Ini Tiga Faktor Pemicu Lonjakan Harga GMX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XLM Jebol US$0,20! Tapi Data On-Chain Stellar Justru Melonjak

    Harga Stellar (XLM) kembali melemah dan tercatat turun di bawah level US$0,20, menghapus seluruh pemulihan harga yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Meski demikian, sejumlah indikator on-chain menunjukkan aktivitas ekosistem Stellar justru mengalami peningkatan signifikan.

    Data terbaru mengindikasikan bahwa meskipun tekanan jual masih kuat, investor tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan jaringan Stellar.

    XLM Terkunci di DeFi Stellar Tembus Rekor Baru

    Berdasarkan data dari DefiLlama, jumlah XLM yang terkunci dalam protokol DeFi di jaringan Stellar mencapai rekor tertinggi baru pada awal Februari 2026, dengan angka melampaui 900 juta XLM.

    Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan harga XLM yang terus bertahan di bawah level support utama tahunan US$0,20.

    Meski total value locked (TVL) Stellar dalam denominasi dolar AS saat ini berada di kisaran US$163 juta, lonjakan jumlah XLM yang terkunci dianggap mencerminkan tingginya kepercayaan komunitas serta investor jangka panjang terhadap potensi adopsi Stellar.

    Adapun protokol yang menjadi pendorong utama arus modal tersebut adalah Blend, protokol likuiditas yang memungkinkan pengguna menciptakan pasar pinjaman fleksibel, serta Aquarius Stellar, protokol AMM dan lapisan manajemen likuiditas di jaringan Stellar. Kedua protokol ini disebut menyumbang hampir 70% dari total TVL.

    Pengguna Aktif Stabil di 60 Ribu Meski Harga Anjlok

    Selain itu, data dari Artemis menunjukkan jumlah pengguna aktif mingguan dalam ekosistem Stellar tetap stabil di sekitar 60.000 pengguna dalam beberapa pekan terakhir.

    Stabilnya aktivitas pengguna ini terjadi meski harga XLM mengalami penurunan tajam. Tidak terlihat adanya penurunan signifikan pada tingkat partisipasi pengguna.

    Dalam catatan historis, kondisi serupa juga sempat terjadi pada akhir 2024 saat XLM jatuh di bawah US$0,10 sebelum kemudian naik hingga US$0,60. Pada periode tersebut, aktivitas pengguna tetap stabil bahkan menunjukkan tren peningkatan.

    Namun, rendahnya pertumbuhan pengguna baru saat ini dinilai menjadi salah satu faktor mengapa harga XLM belum mampu pulih.

    Baca juga: Stellar Lumens (XLM) Lompat 32%, Akhiri Tren Turun: Sinyal Bullish Baru?

    Open Interest Turun, Volatilitas Berpotensi Mereda

    Dari sisi pasar derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest Stellar turun ke level terendah sejak November 2024. Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya eksposur leverage di kalangan trader.

    Kondisi ini mengindikasikan volatilitas tinggi mulai mereda dan XLM berpotensi memasuki fase pergerakan sideways atau konsolidasi. Dalam banyak kasus, situasi tersebut dapat membuka peluang terbentuknya zona akumulasi baru.

    Meski demikian, analis menilai penentuan titik dasar harga dan waktu pemulihan masih sulit diprediksi di tengah tekanan pasar yang berlangsung.

    RWA dan Stablecoin Diprediksi Jadi Katalis Utama XLM pada 2026

    Sementara itu, potensi pertumbuhan Stellar pada 2026 disebut bisa didorong oleh tren real-world assets (RWA) dan adopsi stablecoin.

    Sebuah laporan bulan lalu menyebut nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Stellar, tidak termasuk stablecoin, telah mencapai US$1 miliar pada awal tahun ini.

    Platform analitik kripto Santiment juga melaporkan Stellar masuk dalam empat besar proyek RWA berdasarkan aktivitas pengembangan GitHub sejak awal tahun.

    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penyedia dompet Stellar, Scopuly, menilai XLM bukan sekadar aset spekulatif karena memiliki fungsi fundamental dalam jaringan.

    “XLM diperlukan untuk transaksi, operasi akun, dan aktivitas jaringan. Seiring volume RWA meningkat, penggunaan XLM ikut bertumbuh secara fundamental,” ujar Scopuly.

    Di sisi lain, kapitalisasi pasar stablecoin di Stellar masih tergolong kecil, yakni sekitar USDivergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik. Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek.$200 juta. Namun, MoneyGram, perusahaan global layanan remitansi internasional, baru-baru ini menegaskan stabilitas instrumen stablecoin berbasis dolar AS miliknya dan masih melanjutkan uji coba di jaringan Stellar.

    Dengan perkembangan tersebut, permintaan terhadap tokenisasi RWA dan stablecoin diperkirakan dapat menjadi pendorong utama akumulasi XLM ke depan, terutama ketika harga sedang tertekan di area rendah saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik.

    “Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek,” jelasnya.

    Baca juga: Token Portal (PORTAL) Melonjak 23%, Siap Lanjutkan Reli?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Nyaris Koreksi 50%, Tapi Dana Stablecoin Masuk Gila-gilaan!

    Arus masuk stablecoin ke bursa kripto tercatat meningkat tajam meski tekanan jual di pasar masih berlangsung kuat. Data terbaru menunjukkan inflow stablecoin kini hampir dua kali lipat, di tengah kondisi Bitcoin (BTC) yang perlahan mendekati potensi koreksi hingga 50% dari all time high (ATH) Oktober.

    Kondisi ini memunculkan sinyal baru bahwa minat investor mulai kembali, meskipun pasar belum sepenuhnya pulih.

    Berdasarkan data pergerakan inflow stablecoin, pada akhir Desember 2025 rata-rata mingguan arus masuk stablecoin ke exchange (menggunakan 7-day moving average) sempat turun ke level US$51 miliar. Angka tersebut dinilai mencerminkan lemahnya permintaan pasar yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

    Namun, situasi berubah dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini inflow stablecoin tercatat naik ke US$98 miliar, atau hampir dua kali lipat dibanding akhir Desember.

    Level Modal Penting

    Dilaporkan CryptoQuant, tidak hanya itu, angka tersebut juga telah menembus rata-rata 90 hari yang berada di level US$89 miliar, memperkuat indikasi bahwa modal baru mulai masuk kembali ke pasar kripto.

    Analis menilai peningkatan inflow ini mengindikasikan percepatan penempatan modal (capital deployment) yang dibutuhkan pasar, terutama saat harga aset kripto mengalami tekanan.

    Meski demikian, tekanan jual disebut masih terlalu besar untuk sepenuhnya diserap oleh arus dana masuk tersebut. Artinya, kenaikan inflow stablecoin belum cukup kuat untuk langsung membalikkan tren penurunan harga.

    Walau begitu, peningkatan inflow tetap dipandang sebagai sinyal positif karena menunjukkan investor mulai tertarik kembali di level koreksi saat ini. Beberapa pelaku pasar bahkan disebut sudah mulai melakukan aksi beli, memanfaatkan momentum penurunan harga atau strategi buy the dip.

    Pengamat menilai dinamika ini masih perlu menguat agar mampu mendorong pemulihan pasar secara lebih solid. Namun, peningkatan inflow stablecoin menjadi salah satu indikasi awal bahwa pasar mulai mendapatkan tambahan likuiditas di tengah tekanan koreksi yang berlanjut.

    Sementara itu, menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan inflow stablecoin adalah indikator “smart money” yang sedang melakukan deployment modal (“buy the dip”). Ketersediaan likuiditas segar di bursa ini krusial untuk menyerap tekanan jual dan membentuk landasan harga (floor) yang solid.

    Baca juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

    Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki fase bear market. Indikasi ini terlihat dari salah satu metrik penting yang kerap digunakan untuk membaca tekanan pasar secara nyata, yakni Taker Buy/Sell Ratio di Binance.

    Pengamat pasar menilai, metrik tersebut sangat relevan terutama saat tren turun, karena mencerminkan aksi langsung pelaku pasar, bukan sekadar ekspektasi.

    Dilaporkan CryptoQuant, Binance disebut sebagai acuan utama karena memiliki likuiditas spot dan derivatif tertinggi, serta menjadi pusat aktivitas investor besar, institusi, dan whale. Dengan kondisi itu, banyak pergerakan harga besar Ethereum dinilai lebih sering dipicu dari transaksi di Binance dibanding bursa lain.

    Sebaliknya, data taker ratio dari exchange kecil dinilai berpotensi menyesatkan karena volume transaksi yang lebih rendah.

    Taker Ratio Ethereum Turun di Bawah 1, Tekanan Jual Dominan

    Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

    Berdasarkan grafik terbaru, Taker Buy/Sell Ratio Ethereum berada di bawah angka 1, tepatnya sekitar 0,94. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dalam transaksi market order.

    Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa penjual bertindak agresif dengan langsung mengeksekusi order, sementara pembeli cenderung menunggu di posisi limit order.

    Dengan kata lain, aksi jual saat ini terjadi lebih cepat dan lebih kuat dibanding aksi beli.

    SMA 30 dan SMA 50 Ikut Menguatkan Sinyal Bearish

    Tidak hanya itu, indikator rata-rata bergerak SMA (30) dan SMA (50) untuk jangka pendek dan menengah juga tercatat berada di bawah angka 1.

    Ketiadaan breakout tajam ke atas dari indikator tersebut memperkuat kesimpulan bahwa tekanan jual yang terjadi bukan bersifat sementara, melainkan struktural dan berkelanjutan.

    Reli ETH Berisiko Jadi “Umpan Jual”

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan kondisi tersebut, analis menilai bahwa meskipun harga Ethereum sempat mengalami kenaikan, reli yang terjadi kemungkinan besar akan langsung dihadang aksi jual.

    Hal ini menunjukkan adanya bias tren turun yang jelas, di mana penjualan berlangsung agresif sementara pembelian tetap pasif.

    “Ethereum sedang mengalami bear season yang nyata. Setiap kenaikan harga kemungkinan akan menjadi peluang jual bagi pelaku pasar,” tulis pengamat dalam analisisnya.

    Tekanan Bearish Diprediksi Bertahan

    Melihat data yang ada, tekanan bearish pada Ethereum diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Struktur pasar yang lebih condong ke sisi jual dinilai membuat pemulihan harga ETH tidak akan mudah terjadi dalam waktu dekat.

    Untuk memantau kondisi terbaru, investor disarankan memperhatikan grafik rasio taker Binance secara real-time sebagai indikator tekanan pasar yang paling relevan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar ETH menunjukkan karakteristik “bear season” sejati di mana pembeli bersikap pasif (menunggu di limit order) sementara penjual agresif menekan harga. Setiap reli kenaikan kemungkinan besar akan dijadikan momentum exit (sell into strength) hingga struktur pasar berubah.

    Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pharos Network Luncurkan Dana $10 Juta, Bidik Sektor DeFi dan RWA

    Pharos Network resmi meluncurkan program inkubator bertajuk “Native to Pharos” dengan total pendanaan mencapai $10 juta.

    Menurut laporan News.Bitcoin pada Kamis (5/2), program ini didukung oleh firma modal ventura ternama Hack VC dan ditujukan untuk mempercepat pengembangan aplikasi DeFi (Decentralized Finance) serta Real World Assets (RWA) di atas ekosistem blockchain Pharos.

    Langkah ini menandai fase penting dalam strategi Pharos untuk membangun ekosistem on-chain yang berkelanjutan, dengan fokus pada utilitas nyata dan adopsi institusional.

    Melalui program inkubator ini, Pharos menargetkan tim developer dan startup Web3 yang ingin membangun produk keuangan terdesentralisasi dengan pendekatan berbasis aset dunia nyata.

    Baca Juga: XELIS Whitepaper v2.0, Transformasi Blockchain Layer-1 Programmable

    Fokus Inkubator: DeFi dan Real World Assets

    Program Native to Pharos dirancang sebagai inkubator end-to-end, tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga dukungan teknis, mentorship, hingga akses jaringan investor global.

    Fokus utamanya adalah pada dua sektor yang saat ini menjadi narasi besar industri kripto: DeFi generasi baru dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

    RWA sendiri tengah menjadi topik panas di pasar kripto karena menjanjikan jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain.

    Dengan tokenisasi aset seperti obligasi, properti, atau instrumen keuangan lainnya, RWA dinilai mampu menarik partisipasi institusi yang selama ini menunggu kepastian struktur dan utilitas.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai strategi yang tepat.

    “Injeksi modal ini bertujuan untuk bootstrap ekosistem DeFi di atas Pharos. Fokus pada RWA menempatkan Pharos dalam narasi institusional yang sedang tren,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Peran Hack VC dan Daya Tarik bagi Builder

    Keterlibatan Hack VC sebagai mitra pendukung menjadi sinyal kuat bagi kredibilitas program ini. Hack VC dikenal aktif mendanai proyek-proyek blockchain tahap awal dengan pendekatan teknis mendalam dan fokus jangka panjang.

    Bagi para builder, inkubator ini membuka peluang untuk mengembangkan aplikasi yang tidak hanya eksperimental, tetapi juga memiliki jalur komersialisasi yang jelas.

    Pharos menargetkan proyek-proyek yang “native”, artinya dibangun sejak awal untuk memanfaatkan arsitektur dan karakteristik jaringan Pharos.

    Pendekatan ini berbeda dari strategi porting aplikasi dari blockchain lain, karena mendorong inovasi yang benar-benar terintegrasi dengan ekosistem.

    Pharos dan Ambisi Menjadi Hub RWA

    Peluncuran inkubator ini mempertegas posisi Pharos sebagai blockchain yang ingin mengambil peran signifikan dalam pasar RWA on-chain.

    Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai institusi keuangan global mulai mengeksplorasi tokenisasi aset, namun masih terbatas oleh isu skalabilitas, compliance, dan desain infrastruktur.

    Dengan mengarahkan pendanaan ke sektor ini sejak dini, Pharos berupaya membangun “early moat” di tengah persaingan L1 dan L2 yang semakin ketat.

    Jika berhasil melahirkan use case RWA yang relevan, Pharos berpotensi menarik likuiditas institusional dan mitra strategis dalam jangka menengah hingga panjang.

    Dampak bagi Ekosistem dan Pasar

    Dari sisi ekosistem, program inkubator ini berfungsi sebagai katalis awal untuk meningkatkan aktivitas developer, memperkaya aplikasi terdesentralisasi, serta memperluas basis pengguna Pharos.

    Dalam konteks pasar, langkah ini juga memperkuat narasi fundamental proyek, terutama di tengah tren investor yang mulai lebih selektif terhadap utilitas nyata dibanding sekadar hype.

    Namun, seperti program inkubator lainnya, efektivitas Native to Pharos akan sangat bergantung pada kualitas tim yang terpilih dan eksekusi roadmap ke depan.

    Pasar akan mencermati proyek-proyek apa saja yang lahir dari program ini dan seberapa cepat mereka mencapai product-market fit.

    Baca Juga: JPMorgan Tancap Gas di Blockchain, JPM Coin Siap Beroperasi

    Peluncuran inkubator Native to Pharos senilai $10 juta menandai langkah strategis Pharos Network dalam membangun fondasi ekosistem DeFi dan RWA.

    Dengan dukungan Hack VC dan fokus pada narasi institusional, Pharos memposisikan diri sebagai pemain yang serius dalam pengembangan keuangan on-chain berbasis aset dunia nyata.

    Bagi investor dan pelaku industri, program ini menjadi sinyal awal bahwa Pharos tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ekosistem aplikasi yang berorientasi pada adopsi jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana

    Token GHOST mencatatkan pergerakan harga yang kuat setelah muncul isyarat integrasi baru dengan ekosistem Solana, menyusul kolaborasi strategis dengan platform Moonshot.

    Kabar ini dengan cepat memicu optimisme pasar, terutama di kalangan trader spekulatif yang memburu peluang dari token berkapitalisasi kecil dengan potensi ekspansi lintas rantai.

    Dalam beberapa jam setelah sinyal tersebut beredar di media sosial kripto, aktivitas perdagangan GHOST meningkat tajam.

    Dalam cuitan Whale Insider via X, lonjakan ini menegaskan kembali bagaimana narasi integrasi ke Solana kerap menjadi katalis likuiditas yang signifikan, meskipun detail teknis integrasi belum diumumkan secara resmi oleh tim proyek.

    Baca Juga: Charles Hoskinson: Cardano Bukan Ghost Chain!

    Kolaborasi Moonshot dan Sinyal Ekspansi Lintas Rantai

    Isyarat integrasi GHOST ke Solana pertama kali mencuat setelah kolaborasi dengan Moonshot menjadi sorotan komunitas.

    Meskipun belum ada pernyataan teknis mendalam mengenai bentuk integrasi, apakah berupa bridge, deployment token, atau integrasi aplikasi, pasar merespons dengan cepat melalui aksi beli agresif.

    Solana saat ini dipandang sebagai salah satu ekosistem blockchain paling aktif, dengan volume transaksi tinggi, biaya rendah, serta komunitas trader yang sangat likuid.

    Masuknya sebuah token ke ekosistem Solana sering kali membuka akses ke decentralized exchange (DEX) besar, peluang listing tambahan, serta eksposur ke basis pengguna yang jauh lebih luas.

    Tetap Waspada

    Tim Research Tokocrypto menilai pergerakan harga GHOST sebagai reaksi pasar yang wajar terhadap narasi ekspansi lintas rantai, namun mengingatkan agar pelaku pasar tidak mengabaikan faktor fundamental.

    “Ekspansi lintas rantai ke Solana seringkali menjadi katalis likuiditas bagi token kapitalisasi kecil. Trader harus memantau detail teknis integrasi ini untuk memvalidasi keberlanjutan reli,” ujar tim research Tokocrypto.

    Menurut mereka, reli berbasis sentimen seperti ini berpotensi berumur pendek apabila tidak diikuti dengan implementasi teknis yang jelas dan peningkatan utilitas nyata bagi ekosistem GHOST.

    Mengapa Integrasi Solana Sangat Berpengaruh?

    Solana telah menjelma menjadi pusat aktivitas DeFi, NFT, hingga memecoin, dengan ekosistem yang sangat ramah bagi trader aktif. Integrasi ke Solana sering kali berdampak pada:

    • Peningkatan likuiditas melalui DEX berbasis Solana
    • Volume perdagangan yang lebih besar akibat biaya transaksi rendah
    • Akses komunitas baru yang dikenal agresif secara spekulatif

    Bagi token berkapitalisasi kecil seperti GHOST, faktor-faktor tersebut dapat mendorong lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat, terutama saat pasar sedang haus akan narasi baru.

    Risiko “Buy the Rumor, Sell the News”

    Meski sentimen saat ini cenderung positif, trader tetap perlu mewaspadai pola klasik “buy the rumor, sell the news.”

    Tanpa konfirmasi resmi atau roadmap teknis yang jelas, reli harga berpotensi diikuti oleh aksi ambil untung dalam jangka pendek.

    Beberapa aspek penting yang perlu dipantau ke depan antara lain:

    1. Detail teknis integrasi dengan Solana
    2. Keberlanjutan volume perdagangan pasca euforia awal
    3. Perkembangan utilitas dan pengembangan produk GHOST

    Apabila integrasi hanya bersifat simbolis atau pemasaran, pasar bisa dengan cepat membalikkan sentimen.

    Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

    Lonjakan harga token GHOST mencerminkan betapa kuatnya pengaruh narasi integrasi Solana terhadap token berkapitalisasi kecil.

    Kolaborasi dengan Moonshot membuka peluang ekspansi lintas rantai yang berpotensi meningkatkan likuiditas dan eksposur pasar.

    Namun, keberlanjutan reli ini sangat bergantung pada realisasi teknis dan kejelasan arah pengembangan proyek.

    Bagi trader dan investor, fase ini lebih tepat dipandang sebagai momentum spekulatif yang perlu disertai manajemen risiko ketat, sambil menunggu konfirmasi fundamental yang lebih solid dari tim GHOST.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

    Adopsi real-world assets (RWA) di industri kripto kembali mencetak tonggak penting.

    Ctrl Alt bersama Billiton Diamond resmi mentokenisasi berlian bersertifikat dengan nilai lebih dari $280 juta di Uni Emirat Arab (UAE), menjadikannya salah satu implementasi RWA bernilai tinggi terbesar di sektor aset mewah hingga saat ini.

    Sebagaimana dilansir dari Cryptodotnews pada Kamis (4/2), seluruh aset tersebut diamankan menggunakan teknologi kustodi Ripple, menandai ekspansi strategis Ripple di luar use case pembayaran lintas negara.

    Langkah ini memperkuat posisi blockchain sebagai infrastruktur baru untuk kepemilikan, pencatatan, dan pengelolaan aset fisik bernilai tinggi secara transparan dan efisien.

    Baca Juga: Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

    Tokenisasi Berlian: Dari Brankas Fisik ke Blockchain

    Dalam skema ini, berlian bersertifikat yang sebelumnya disimpan secara konvensional kini direpresentasikan dalam bentuk token on-chain.

    Setiap token mencerminkan kepemilikan atas aset fisik yang diverifikasi, dengan standar kepatuhan dan kustodi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor institusi dan high-net-worth individuals (HNWI).

    UAE dipilih sebagai lokasi implementasi karena kerangka regulasinya yang progresif terhadap inovasi aset digital, khususnya di sektor komoditas dan aset mewah.

    Negara ini memang tengah memposisikan diri sebagai hub global untuk tokenisasi aset dunia nyata, mulai dari properti hingga komoditas bernilai tinggi seperti emas dan berlian.

    Peran Strategis Ripple Custody

    Salah satu sorotan utama dari proyek ini adalah penggunaan Ripple Custody sebagai fondasi keamanan aset.

    Selama ini, Ripple dikenal luas sebagai penyedia infrastruktur pembayaran berbasis blockchain melalui XRP Ledger (XRPL). Namun, kasus tokenisasi berlian ini menunjukkan ekspansi signifikan ke ranah kustodi aset digital bernilai tinggi.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai validasi penting atas teknologi Ripple.

    “Kasus penggunaan RWA bernilai tinggi ini memvalidasi teknologi Ripple Custody di luar sektor pembayaran, memperluas utilitas XRPL ke pasar aset mewah,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan kebutuhan keamanan, auditabilitas, dan kepatuhan yang jauh lebih kompleks dibanding aset kripto biasa, keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa XRPL mampu menangani use case institusional di luar remitansi.

    Mengapa Tokenisasi Aset Mewah Menarik?

    Tokenisasi berlian membawa sejumlah keunggulan struktural yang sulit dicapai oleh sistem tradisional, antara lain:

    • Likuiditas meningkat: Aset yang biasanya sulit diperdagangkan kini bisa dipecah secara digital.
    • Transparansi kepemilikan: Catatan on-chain mengurangi risiko sengketa dan pemalsuan.
    • Efisiensi operasional: Proses settlement lebih cepat tanpa perantara berlapis.

    Bagi investor institusional, tokenisasi membuka peluang diversifikasi ke aset alternatif dengan friksi yang jauh lebih rendah.

    Dampak bagi Ekosistem XRPL dan RWA Global

    Keberhasilan tokenisasi berlian senilai ratusan juta dolar ini memperkuat narasi bahwa RWA adalah fase adopsi kripto berikutnya.

    Jika sebelumnya fokus berada pada obligasi, T-bills, atau properti, kini aset mewah mulai masuk radar.

    Bagi Ripple dan XRPL, ini berpotensi membuka pasar baru yang bernilai triliunan dolar secara global.

    Aset seperti berlian, jam mewah, karya seni, hingga koleksi langka memiliki karakteristik ideal untuk tokenisasi: bernilai tinggi, terbatas, dan membutuhkan verifikasi kuat.

    Di sisi lain, keterlibatan Ripple Custody juga meningkatkan daya tarik XRPL bagi lembaga keuangan yang mencari alternatif blockchain selain Ethereum untuk kebutuhan RWA.

    Tantangan dan Hal yang Perlu Dipantau

    Meski prospeknya menjanjikan, tokenisasi aset mewah tetap menghadapi tantangan, termasuk regulasi lintas yurisdiksi, standar audit dan penilaian aset fisik, serta likuiditas pasar sekunder token RWA.

    Keberlanjutan adopsi akan sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan minat investor institusional terhadap instrumen baru ini.

    Baca Juga: Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

    Tokenisasi berlian bersertifikat senilai lebih dari $280 juta oleh Ctrl Alt dan Billiton Diamond menandai lompatan besar dalam adopsi RWA premium di blockchain.

    Dengan dukungan Ripple Custody, proyek ini tidak hanya memperluas utilitas XRPL, tetapi juga mempertegas posisi blockchain sebagai fondasi masa depan pasar aset mewah global.

    Jika tren ini berlanjut, tokenisasi RWA berpotensi menjadi jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok 7%, Tekanan Jual Dominan

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan yang kuat.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Kamis (4/2), BTC diperdagangkan di level $71.267, melemah sekitar 7,08% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi tajam ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, sekaligus menekan sentimen investor kripto secara luas.

    Dengan kapitalisasi pasar turun ke $1,425 triliun dan volume perdagangan 24 jam mencapai $71,86 miliar, volatilitas tinggi menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi dan reaksi panik jangka pendek.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke $76.000, Risiko Koreksi?

    Tekanan Jangka Pendek Masih Kuat

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatatkan penurunan harian sebesar $5.364 atau 7,01%, menjadikannya salah satu sesi koreksi terdalam dalam beberapa minggu terakhir.

    Sepanjang sebulan terakhir, BTC telah terkoreksi 24,03%, sementara dalam 90 hari terakhir total penurunan mencapai 30,16% dari level sebelumnya.

    Secara teknikal, Bitcoin bergerak di rentang terendah harian $71.163 dan tertinggi $76.730, mengindikasikan tekanan jual agresif yang muncul setiap kali harga mencoba rebound ke area resistensi.

    Level Support Kritis di Area US$71 Ribu

    Area $71.000–$72.000 kini menjadi support psikologis penting. Penembusan bersih ke bawah zona ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju area $68.000–$65.000, yang secara historis menjadi zona konsolidasi sebelumnya.

    Sebaliknya, untuk memulihkan momentum jangka pendek, Bitcoin perlu kembali bertahan di atas $76.000, yang kini berfungsi sebagai resistance utama pasca breakdown.

    Tanpa volume beli yang kuat, reli jangka pendek berisiko hanya menjadi technical rebound sementara.

    Tren Menengah Masih Bearish

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam perspektif mingguan, Bitcoin sudah terkoreksi 18,97% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tekanan tidak hanya bersifat intraday, tetapi juga struktural.

    Harga BTC saat ini berada jauh di bawah rekor tertingginya di $126.198, dengan koreksi lebih dari 40% dari puncak siklus.

    Kondisi ini diperparah oleh melemahnya minat risiko di pasar global, di mana investor cenderung melakukan rotasi ke aset likuid dan defensif.

    Volume perdagangan yang tinggi menunjukkan distribusi aktif, bukan akumulasi agresif.

    Data Fundamental Tetap Solid, Namun Sentimen Rapuh

    Meski harga melemah, fundamental jaringan Bitcoin relatif stabil.

    Sirkulasi pasokan mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,16% dari total maksimum 21 juta BTC, menegaskan kelangkaan struktural yang menjadi nilai inti Bitcoin.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat di $1,495 triliun, menandakan bahwa valuasi jangka panjang BTC masih besar, meski saat ini pasar menghadapi tekanan siklikal.

    Namun dalam jangka pendek, faktor sentimen dan likuiditas tetap menjadi penentu utama pergerakan harga, terutama di tengah ketidakpastian makro dan aksi ambil untung dari pelaku pasar besar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan

    Outlook Harga BTC: Waspada Volatilitas

    Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih fluktuatif dengan bias bearish selama harga bertahan di bawah area resistensi utama.

    Trader jangka pendek disarankan untuk mencermati reaksi harga di zona support $71 ribu, sementara investor jangka panjang cenderung menunggu stabilisasi sebelum kembali melakukan akumulasi.

    Jika tekanan jual mulai mereda dan volume beli meningkat, peluang konsolidasi sehat bisa terbentuk. Namun tanpa katalis positif yang kuat, risiko penurunan lanjutan masih terbuka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Tertekan, Support $0,15 Jadi Penentu Arah

    Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, mencerminkan tekanan spesifik aset di tengah kondisi pasar kripto yang masih bergejolak.

    Dalam satu hari terakhir, Coinmarketcap mencatat PI turun 3,15%, meski koreksi ini relatif lebih kecil dibandingkan penurunan pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 5,68%.

    Namun, pelemahan harian ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung lebih lama.

    Dalam rentang 30 hari terakhir, harga PI telah anjlok sekitar 26,7%, menandakan tekanan struktural yang belum mereda.

    Kombinasi faktor tokenomics, sentimen investor, dan kondisi teknikal kini menjadi beban utama bagi pergerakan harga PI.

    Baca Juga: Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

    Tekanan Utama: Unlock Token Februari 2026

    Salah satu faktor paling dominan yang membayangi Pi Network adalah unlock token dalam jumlah besar yang dijadwalkan terjadi pada Februari 2026.

    Berdasarkan data on-chain dan laporan pasar, lebih dari 193 juta token PI dengan nilai estimasi di atas $31 juta, akan dilepas ke pasar dalam satu bulan tersebut.

    Puncak unlock diperkirakan terjadi pada 13 Februari, dengan hampir 24 juta PI masuk ke sirkulasi dalam satu hari.

    Secara rata-rata, ini berarti lebih dari 7 juta PI per hari akan menjadi token yang dapat diperdagangkan.

    Bagi pasar, kondisi ini menciptakan supply overhang yang signifikan.

    Tanpa pertumbuhan permintaan yang sebanding, penambahan pasokan hampir selalu diterjemahkan sebagai tekanan jual.

    Tak mengherankan jika pelaku pasar mulai melakukan aksi jual lebih awal untuk mengantisipasi potensi penurunan lanjutan saat unlock benar-benar terjadi.

    Aktivitas Wallet Core Team Picu Kekhawatiran

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain isu unlock, perhatian investor juga tertuju pada aktivitas wallet internal Pi Network Core Team.

    Data on-chain menunjukkan perpindahan sekitar 500 juta token PI senilai kurang lebih $80 juta antar wallet yang berlabel “PI Foundation”.

    Meski tidak ada indikasi bahwa token tersebut langsung dikirim ke bursa, pergerakan dalam jumlah besar oleh pihak internal sering kali memicu kecemasan pasar.

    Investor ritel cenderung berspekulasi bahwa token-token tersebut berpotensi dijual di kemudian hari, yang dapat meningkatkan tekanan suplai.

    Secara psikologis, kondisi ini memperburuk sentimen yang sudah rapuh. Bahkan tanpa aksi jual nyata, ketidakpastian saja sudah cukup untuk mendorong holder jangka pendek memilih keluar dari posisi mereka.

    Struktur Teknikal Masih Rapuh

    Dari sisi teknikal, Pi Network masih berada dalam downtrend yang jelas. Harga PI saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 30 hari di sekitar $0,187.

    Ini menandakan bahwa tren menengah masih sepenuhnya dikuasai oleh penjual.

    Indikator RSI di level 25,79 menunjukkan kondisi oversold ekstrem.

    Namun, pengalaman pasar menunjukkan bahwa RSI rendah tidak otomatis berarti pembalikan arah.

    Selama momentum masih negatif dan volume beli belum meningkat signifikan, oversold bisa bertahan lebih lama dari perkiraan.

    Zona $0,15–$0,16 kini menjadi support krusial. Jika terjadi penutupan harian di bawah $0,15, risiko breakdown teknikal akan meningkat, membuka peluang penurunan lanjutan menuju area $0,14 atau lebih rendah.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

    Outlook: Volatilitas Tinggi Masih Mengintai

    Secara keseluruhan, tekanan harga Pi Network saat ini berasal dari kombinasi tokenomics inflasioner, sentimen negatif akibat aktivitas internal, dan struktur teknikal yang lemah.

    Meski potensi technical bounce selalu ada karena kondisi oversold, reli tanpa katalis fundamental berisiko bersifat sementara.

    Bagi investor dan trader, periode menjelang 13 Februari akan menjadi fase krusial untuk memantau data inflow bursa, volume perdagangan, serta reaksi harga di level support utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com