Author: 18

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.713, Pasar Uji Area $90K

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini menunjukkan pergerakan positif meski pasar kripto masih berada dalam fase konsolidasi.

    Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $88.713,23 per BTC, mencatat kenaikan sekitar 0,73% dalam 24 jam terakhir.

    Penguatan ini menandakan minat beli masih terjaga, meskipun volatilitas jangka menengah belum sepenuhnya mereda.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.771,19 miliar, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia dan menjadi barometer utama arah pasar kripto global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bertahan di $88.117, Pasar Masih Waspada

    Pergerakan Harga BTC 24 Jam Terakhir

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $87.613,20 (terendah) hingga $89.577,71 (tertinggi).

    Fluktuasi ini mencerminkan pertarungan antara pembeli dan penjual di area krusial menjelang level psikologis $90.000.

    Kenaikan harian sebesar $598,21 atau +0,68% menunjukkan adanya dorongan beli moderat, meski volume perdagangan relatif lebih rendah dibandingkan periode volatil sebelumnya.

    Volume transaksi 24 jam tercatat sebesar $23,24 miliar, mengindikasikan pasar masih berhati-hati menunggu katalis yang lebih kuat.

    Kinerja BTC dalam Berbagai Periode Waktu

    Jika ditarik ke timeframe yang lebih panjang, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang beragam Dan cenderung fluktuatif.

    • 30 hari terakhir: BTC menguat $4.334,70 (+5,14%), mencerminkan tren pemulihan jangka pendek.
    • 60 hari: BTC masih tertekan dengan penurunan -18,41%.
    • 90 hari: Koreksi semakin dalam, dengan penurunan -21,13%.

    Data ini menegaskan bahwa meskipun Bitcoin mulai bangkit dalam sebulan terakhir, tekanan jual dari fase koreksi sebelumnya masih membayangi struktur harga jangka menengah.

    Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Bitcoin saat ini menempati peringkat pertama sebagai aset kripto paling populer, dengan pasokan beredar sebesar 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,07% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Fakta ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin, yang menjadi salah satu pilar utama nilai jangka panjangnya.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat di angka $1,862,37 miliar, mencerminkan valuasi BTC jika seluruh pasokan maksimum telah beredar.

    Rekor Tertinggi dan Jarak dengan Harga Saat Ini

    Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Selisih ini menunjukkan ruang pemulihan yang besar, tetapi sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju level tertinggi membutuhkan dukungan sentimen makro dan likuiditas yang lebih kuat.

    Dalam jangka pendek, pergerakan harga BTC masih cenderung sideways dengan bias positif, tercermin dari perubahan harga +0,35% dalam satu jam terakhir, namun -0,66% dalam tujuh hari terakhir.

    Analisis Sentimen dan Prospek Jangka Pendek

    Kenaikan harga BTC hari ini mencerminkan adanya stabilisasi pasar setelah tekanan koreksi beberapa bulan terakhir.

    Namun, volume yang relatif moderat menunjukkan bahwa investor institusional maupun ritel masih bersikap selektif.

    Area $90.000 menjadi resistance psikologis penting. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level ini dengan dukungan volume tinggi, peluang penguatan lanjutan akan terbuka.

    Sebaliknya, kegagalan menembus resistance berpotensi memicu konsolidasi ulang ke area support di bawah $88.000.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.266, Sinyal Pemulihan?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan bertahap. Kenaikan harian sebesar 0,73% memberikan sinyal positif, namun tren jangka menengah masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

    Dengan dominasi pasar yang kuat, pasokan terbatas, dan posisi sebagai aset kripto utama, Bitcoin tetap menjadi fokus utama pelaku pasar.

    Investor disarankan untuk mencermati pergerakan volume, reaksi harga di area $90.000, serta dinamika pasar global sebagai penentu arah BTC selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga ALPINE Melonjak 13%, Volume Meledak Picu Spekulasi Pasar

    Harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan hari ini.

    Berdasarkan data terbaru, ALPINE diperdagangkan di level $0,59567 per token, naik sekitar 13,17% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan tajam ini langsung menarik perhatian pelaku pasar, terutama karena didukung oleh lonjakan volume transaksi yang jauh melampaui rata-rata hariannya.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $11,18 juta, ALPINE saat ini berada di peringkat ke-955 aset kripto paling populer, namun aktivitas perdagangannya menunjukkan minat spekulatif yang cukup tinggi.

    Baca Juga: Alpine F1 Token (ALPINE) Bikin Kaget, Naik 180%! Siap Jadi Sultan?

    Lonjakan Harga Didukung Volume Besar

    Salah satu sorotan utama dari pergerakan ALPINE hari ini adalah volume perdagangan 24 jam yang mencapai $66,43 juta.

    Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasarnya, mengindikasikan adanya rotasi dana agresif dan aktivitas trader jangka pendek yang intens.

    Secara historis, rasio volume yang tinggi terhadap kapitalisasi pasar sering kali mencerminkan volatilitas ekstrem, baik sebagai awal tren lanjutan maupun sebagai sinyal potensi koreksi cepat setelah reli.

    Dalam satu hari terakhir, harga ALPINE naik sekitar $0,0728 atau +13,83%, menegaskan bahwa momentum jangka pendek sedang berpihak pada pembeli.

    Performa Harga dalam Berbagai Timeframe

    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari kinerja lintas periode waktu, pergerakan ALPINE menunjukkan kontras yang tajam antara jangka pendek dan menengah:

    • 24 jam terakhir: +13,83%
    • 7 hari: +8,39%
    • 30 hari: +0,72% (relatif stagnan)
    • 60 hari: -25,29%
    • 90 hari: -69,39%

    Data ini memperlihatkan bahwa lonjakan harga saat ini lebih bersifat rebound jangka pendek, setelah tekanan jual besar dalam tiga bulan terakhir.

    Penurunan hampir 70% dalam 90 hari menandakan bahwa struktur tren jangka menengah ALPINE masih berada dalam fase bearish.

    Dinamika Pasokan dan Valuasi

    ALPINE memiliki pasokan beredar sebesar 18,78 juta token, atau sekitar 46,94% dari total pasokan maksimum 40 juta token.

    Dengan demikian, masih terdapat potensi penambahan pasokan di masa depan yang dapat memengaruhi tekanan harga.

    Jika seluruh pasokan maksimum beredar, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) ALPINE diperkirakan mencapai $23,96 juta.

    Angka ini menunjukkan bahwa valuasi saat ini masih relatif kecil, tetapi juga membuat harga token lebih rentan terhadap pergerakan spekulatif.

    Volatilitas Jangka Pendek Masih Tinggi

    Meskipun harga ALPINE melonjak secara harian, data menunjukkan adanya koreksi kecil dalam satu jam terakhir sebesar -2,37%.

    Hal ini menandakan bahwa aksi ambil untung (profit-taking) mulai muncul setelah reli cepat.

    Menariknya, data terendah dan tertinggi 24 jam tidak tercatat secara spesifik, yang biasanya terjadi pada token dengan pergerakan cepat atau data pasar yang belum sepenuhnya sinkron.

    Kondisi ini semakin menegaskan bahwa ALPINE saat ini berada dalam fase volatilitas tinggi.

    Sentimen Pasar dan Prospek ALPINE

    Sebagai fan token, pergerakan harga ALPINE kerap dipengaruhi oleh sentimen komunitas, agenda olahraga, serta aktivitas promosi, selain faktor teknikal murni.

    Lonjakan harga dan volume hari ini mengindikasikan adanya katalis sentimen jangka pendek, meski belum tentu berkelanjutan.

    Dalam jangka pendek, ALPINE berpotensi melanjutkan pergerakan fluktuatif dengan rentang yang lebar. Jika momentum beli tetap terjaga, harga dapat mencoba bertahan di atas area $0,60.

    Namun, tanpa dukungan volume yang konsisten, reli cepat seperti ini juga rawan diikuti koreksi tajam.

    Baca Juga: Fans Token Alpine F1 Ngebut, Apa Rahasianya?

    Kenaikan 13% harga ALPINE hari ini menegaskan bahwa token ini kembali masuk radar trader setelah periode penurunan panjang.

    Lonjakan volume yang signifikan menjadi sinyal utama meningkatnya minat pasar, tetapi juga membawa risiko volatilitas tinggi.

    Bagi investor dan trader, ALPINE saat ini lebih cocok dipantau sebagai aset spekulatif jangka pendek, sembari mencermati pergerakan volume dan reaksi harga pasca-reli.

    Tanpa konfirmasi tren jangka menengah, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika fan token seperti ALPINE.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nyaris Tembus $2, XRP Mendadak Mandek, Apakah Ini Bull Trap?

    Harga XRP nyaris menyentuh level psikologis US$2,00 pada 21 Desember 2025, namun momentum kenaikan kembali tertahan. Aset kripto ini diperdagangkan di kisaran US$1,91, menunjukkan pelemahan reli setelah beberapa pekan membentuk puncak yang lebih rendah dan dasar harga yang naik perlahan.

    Data teknikal menunjukkan sinyal campuran. Osilator berada di zona netral, sementara mayoritas indikator tren belum memberikan konfirmasi pembalikan arah. Kondisi ini membuat pergerakan jangka pendek XRP sangat bergantung pada kemampuannya menembus level resistensi kunci.

    Analisa Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

    Pada grafik 1 jam, XRP terjebak dalam rentang sempit US$1,89–US$1,96. Penolakan kuat di area US$1,94–US$1,96 memicu pembentukan candlestick merah besar, mengindikasikan aksi jual cepat setelah euforia jangka pendek. Indikator momentum seperti Momentum Oscillator (-0,13) dan MACD (-0,07) masih mengarah ke bias bearish, memunculkan kekhawatiran terjadinya bull trap.

    Sementara itu, grafik 4 jam memberikan gambaran yang sedikit lebih positif. Harga memantul tajam dari US$1,77 ke hampir US$1,96, didukung lonjakan volume yang signifikan. Zona US$1,88–US$1,90 kini menjadi area krusial yang harus dipertahankan agar struktur higher low dapat terbentuk. Namun, tanpa penembusan bersih di atas US$1,96, reli ini berisiko kehilangan tenaga.

    Pada grafik harian, tren turun masih mendominasi. XRP tercatat telah turun dari puncak US$2,31 ke US$1,77, dan upaya pemulihan sejauh ini belum mampu menembus zona resistensi US$2,00–US$2,05. Indikator seperti RSI (40,73), Stochastic (35,31), dan ADX (22,89) berada di wilayah netral, mencerminkan ketidakpastian arah pasar.

    Grafik XRP

    Dilaporkan News Bitcoin, tekanan semakin terasa dari sisi rata-rata pergerakan. Seluruh EMA dan SMA utama, mulai dari periode 10 hingga 200, masih menunjukkan sinyal bearish. SMA 200 harian berada jauh di atas harga saat ini, di sekitar US$2,58, menegaskan bahwa tren jangka panjang XRP belum berubah.

    Secara keseluruhan, XRP berada di persimpangan antara pemulihan jangka pendek dan kelanjutan tren turun. Penutupan harga yang meyakinkan di atas US$1,96 dan US$2,00 dengan volume kuat berpotensi membuka jalan menuju US$2,15–US$2,25. Namun, kegagalan mempertahankan area US$1,88 dapat menyeret harga kembali menguji US$1,77 atau lebih rendah.

    Hingga konfirmasi arah muncul, pasar tampaknya masih memilih bersikap waspada, sementara level US$2,00 tetap menjadi tembok besar yang belum berhasil ditembus XRP.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Deposit Pakai BCA vs E-Wallet Mana yang Cocok Buat Pemula?

    Tokocrypto menawarkan berbagai kemudahan untuk melakukan deposit saldo bagi para penggunanya, contohnya seperti pilihan deposit menggunakan Bank seperti BCA dan E-Wallet seperti GoPay, ShopeePay, OVO, maupun LinkAja. Lalu bagi pemula yang baru belajar investasi atau trading crypto, lebih baik deposit pakai BCA atau E-Wallet ya?

    Tenang tidak usang bingung. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail perbandingan keduanya agar pemula bisa menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebiasaan masing-masing. Jadi, simak sampai akhir supaya kamu tidak salah langkah dalam memulai perjalanan investasi kripto.

    Kemudahan Akses dan Penggunaan

    Baik deposit menggunakan BCA ataupun E-Wallet di Tokocrypto, keduanya sama-sama memberikan akses yang mudah bagi pengguna.

    BCA unggul karena digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia. Banyak pemula sudah terbiasa menggunakan mobile banking atau ATM BCA, sehingga proses deposit terasa lebih familiar. Dengan sistem Virtual Account, transfer bisa dilakukan tanpa ribet konfirmasi manual.

    Sementara itu, E-Wallet lebih mudah diakses, karena sistem pembukaan akun E-Wallet jauh lebih mudah daripada membuka rekening bank—seperti BCA. Cocok untuk pengguna yang aktif bertransaksi digital dan belum memiliki rekening bank.

    Kecepatan Deposit

    Deposit di Tokocrypto baik menggunakan BCA ataupun E-wallet populer seperti OVO, GoPay, atau ShopeePay, keduanya sama-sama menawarkan proses deposit yang cepat. 

    Tokocrypto mengklaim jika rata-rata, saldo akan masuk ke akun Tokocrypto dalam waktu kurang dari 5 menit, sehingga pengguna bisa langsung mulai membeli aset kripto tanpa harus menunggu lama.

    Pemula tidak perlu khawatir kehilangan momentum pasar karena sistem otomatis Tokocrypto sudah terintegrasi dengan baik. Jadi, baik lewat BCA maupun E-wallet, keduanya sama-sama memberikan kenyamanan dari sisi kecepatan.

    Baca juga: Deposit Tokocrypto Pakai BCA Berapa Menit?

    Biaya Admin dan Efisiensi Modal

    Perihal biaya admin, deposit pakai BCA jauh lebih unggul untuk pemula, sebab kamu dapat menikmati deposit tanpa potongan dan biaya admin langsung dengan Virtual Account BCA. Buat pemula yang sering melakukan deposit secara berkala tentunya keunggulan ini akan sangat bermanfaat.

    Deposit dengan E-Wallet di sisi lain, terdapat potongan biaya admin sebesar 2%. Terlihat kecil memang, namun bagi trader pemula yang ingin memaksimalkan setiap dana, hal ini bisa menjadi pertimbangan serius.

    Keamanan Transaksi

    Bagi pemula, rasa aman saat melakukan transaksi adalah hal yang paling utama. Untungnya, baik deposit melalui BCA maupun E-wallet, keduanya sama-sama terjamin keamanannya karena Tokocrypto merupakan platform resmi yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

    Selain itu, Tokocrypto juga telah sertifikasi ISO 27017 dan ISO 27001, yang merupakan standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Setiap proses deposit juga dapat dipantau langsung pada bagian “Riwayat Deposit”.

    Dengan pengawasan regulator dan sertifikasi global ini, pemula tidak perlu khawatir soal risiko keamanan. Sebab setiap transaksi, baik lewat bank maupun dompet digital, diproses dengan sistem yang transparan dan terlindungi.

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Kesimpulan

    Aspek Deposit BCA Deposit E-Wallet
    Biaya Gratis Biaya admin 2%
    Waktu <5 menit <5 menit
    Keamanan VA unik, nama akun sama, regulasi bank Enkripsi aplikasi
    Cocok Untuk Pemula dengan rekening BCA Pemula tanpa rekening bank

    Buat pemula yang sudah memiliki rekening BCA, pilihan terbaik tentu menggunakan deposit via Virtual Account BCA. Metode ini jadi pilihan yang lebih efisien karena bebas biaya admin, dan mudah diakses via mobile banking.

    Sementara itu, bagi pemula yang belum memiliki rekening BCA, jangan khawatir. Tokocrypto menyediakan opsi deposit lewat E-wallet seperti GoPay, ShopeePay, OVO, dan LinkAja. Meski ada potongan biaya admin 2%, metode ini tetap praktis dan cocok untuk pengguna yang terbiasa dengan transaksi digital sehari-hari.

    Belum punya akun Tokocrypto dan ingin beli aset kripto dengan gampang dan mudah lewat BCA atau E-Wallet? Langsung download, registrasi Tokocrypto dan masukkan kode TEMUTOKO untuk potongan biaya trading sampai 20%!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 22 Desember 2025: Awal Pekan Rebound Tipis!

    Pasar kripto hari ini, Senin (22/12) mengawali pekan dengan rebound tipis, dipimpin altcoin seperti ASR yang melonjak 19%, POLX naik 20%, dan BANK menguat 14%, sementara perhatian investor tertuju pada Bitcoin yang bergerak sensitif di area $90.000 setelah Michael Saylor memberi sinyal potensi akumulasi dan likuiditas di level tersebut dinilai krusial.

    Di tengah dinamika pasar, Tokocrypto menghadirkan promo Dadakan Cashback 100% dengan total hadiah hingga Rp20 juta khusus deposit via VA BCA menjelang akhir tahun. Sementara itu, Solana masih berjuang mempertahankan area $125 dengan potensi menuju $160 jika support bertahan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar di Awal Pekan yang Rebound Tipis

    • ASR mencatat penguatan harian 19%, harganya naik $1,807.
    • Harga POLX mengalami kenaikan 20%, harga mencapai $0,0569.
    • BANK melonjak 14%, saat ini diperdagangkan di level $0,0429.

    Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin di Level $90.000

    • Cuitan Saylor picu spekulasi beli saat BTC dekati $90.000.
    • Likuiditas $90.000 buat pasar waspada pergerakan besar.
    • ETF dan obligasi jaga kuatnya minat institusi.

    Akhir Tahun Makin UntungTotal Cashback Rp20 JUTA*

    Prediksi SOL: Mampukah Bertahan di $125 pada Akhir 2025?

    • Per 19 Desember, SOL fluktuatif di $117,3–$128,8 karena pasar waspada.
    • SOL di $125,9, pulih tipis pasca turun 10% akibat data CPI AS.
    • Target $160 jika support kuat; tembus di bawah $125 picu jatuh ke $100.

    Pembeli XRP Jaga Support Kunci, Analis Peringatkan Risiko Jatuh

    • XRP turun 6% ke zona rebound usai tembus rentang harga tahunan.
    • Analis: Tembus level rendah saat ini bisa seret XRP ke MA-200.
    • Sebagian analis optimis akumulasi XRP bakal picu breakout hingga 2026.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Dalam Momentum 1971, Apa Maksudnya?

    Tom Lee, seorang analis keuangan yang cukup terkenal di Wall Street dan kini ikut berkecimpung di dalam industri kripto dengan menjadi Chairman BitMine Immersion Technologies Inc. menjadi sorotan di kalangan investor kripto setelah pernyataannya yang membandingkan Ethereum (ETH) dengan momen bersejarah tahun 1971.

    Pernyataan ini ia lontarkan di Binance Blockchain Week 2025, di mana Lee menekankan bahwa Ethereum sedang memasuki fase transformasional yang mirip dengan“Nixon Shock”, yakni fase ketika Presiden Richard Nixon menghentikan konvertibilitas dolar AS ke emas pada 15 Agustus 1971.

    Guna memahami maksud Tom Lee tentang  bagaimana kaitan momentum 1971 dengan Ethereum, mari kita bedah latar belakang sejarah pada tahun 1971 yuk!

    Maksud dari Ethereum Ethereum Dalam Momentum 1971

    Tahun 1971 dikenal sebagai tahun yang menandai berakhirnya sistem Bretton Woods (1944–1971), sebuah mekanisme yang menetapkan bahwa Dolar AS dijamin dapat dikonversi menjadi emas dengan harga tetap, yaitu USD 35 per ons.

    Sejak konvertibilitas itu dibatalkan oleh Presiden Richard Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971 (Nixon Shock), Dolar AS yang sebelumnya didukung oleh cadangan emas resmi berubah menjadi mata uang fiat penuh, yakni uang yang nilainya hanya bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah dan stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

    Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran inflasi, namun justru membuka pintu bagi Wall Street untuk berinovasi. Institusi keuangan kemudian menciptakan produk baru seperti derivatif, obligasi, dan instrumen keuangan kompleks guna mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Hasilnya adalah ekspansi ekonomi global, pertumbuhan pesat pasar keuangan, serta semakin kokohnya dominasi Amerika Serikat dalam sistem finansial internasional.

    Lee melihat hal yang sama terjadi di Ethereum sekarang, dimana Ethereum bukan dipandang sebagai “emas digital” seperti Bitcoin, melainkan infrastruktur yang memungkinkan tokenisasi segala aset.

    Tom Lee kemudian membandingkan “Nixon Shock” tahun 1971, dengan  regulasi crypto AS tahun 2025 yang sama-sama berpotensi memodernisasi Wall Street, mendorong inovasi keuangan, dan menciptakan kekayaan triliunan di pasar tradisional.

    Aturan seperti:

    • GENIUS Act: Undang-undang federal pertama yang mengatur stablecoin (kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan USD), dengan aturan cadangan, penerbit, dan pengawasan. Ini meningkatkan legitimasi dan adopsi.
    • Project Crypto SEC: Inisiatif SEC untuk memperbarui kerangka regulasi sehingga lebih selaras dengan teknologi on-chain yang semakin berkembang, isinya seperti aturan tentang self-custody, kapan token dianggap sekuritas atau bukan), dan mendorong inovasi seperti tokenisasi saham/obligasi.

    Perubahan aturan seperti di atas dipandang mampu memberikan kejelasan regulasi, mengurangi ketidakpastian, dan mendorong institusi besar yang dulu hanya bermain di Wall Street untuk mulai masuk ke dalam kripto.

    Tom Lee melihat potensi hal tersebut dapat memicu “supercycle” di mana Ethereum sebagai proyek smart contract terdepan, dapat diuntungkan sebab Ethereum akan menjadi platform blockchain utama yang banyak digunakan ketika adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset—RWA) menjadi new normal sama seperti uang fiat setelah era Nixon.

    Tokenisasi (RWA) sendiri adalah proses mengubah aset fisik atau tradisional menjadi token digital di blockchain, memungkinkan perdagangan 24/7, likuiditas, dan akses global tanpa intermediary. 

    Lee menyoroti bahwa sebagian besar infrastruktur RWA saat ini dibangun di Ethereum, termasuk Layer 2 seperti Polygon atau Optimism, yang mendominasi sekitar 70% pasar RWA. 

    Ini termasuk tokenisasi saham, obligasi, real estate, dan bahkan dolar AS melalui stablecoins seperti USDT atau USDC. Institusi besar seperti Mastercard, Ripple, dan TON Blockchain telah menyatakan komitmen mereka untuk membangun di Ethereum, dengan pertumbuhan stablecoins mencapai 20-30% per tahun untuk remitansi, treasury, dan settlement lintas batas.

    Lee percaya bahwa kedepannya adopsi tokenisasi akan meledak hingga 200x. Alasan utamanya adalah adanya regulasi yang mendukung, seperti GENIUS Act dan Project Crypto dari SEC yang sebelumnya telah dijelaskan di atas, karena dapat memudahkan migrasi aset ke blockchain. 

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Target Harga: Ethereum Bisa Tembus $62.000

    Tom Lee memperkirakan ETH bisa mencapai $62.000 dalam beberapa bulan jika rasio ETH/BTC naik ke 0,25 dengan asumsi BTC mencapai $250.000. Jika hanya kembali ke rata-rata historis delapan tahun, ETH bisa ke $12.000.

    Saat ini, ETH di sekitar $3.000 dianggap “grossly undervalued” karena telah keluar dari pola sideways lima tahun. BitMine, perusahaan yang dipimpin Lee sendiri telah mengakumulasi 1,52 juta ETH (sekitar 1,3% suplai total) senilai $6,6 miliar, menjadikannya pemegang treasury ETH terbesar dunia, mereka bertujuan setidaknya menguasai 5% suplai ETH untuk staking dan DeFi.

    Secara keseluruhan, apa yang dimaksud Tom Lee dengan Ethereum dalam momentum 1971 adalah momen dimana Ethereum bukan lagi dianggap sebagai altcoin biasa, tapi aset strategis untuk era tokenisasi.

    Bagi investor Indonesia, dengan regulasi pemerintah yang mendukung adopsi aset kripto, Ethereum bisa jadi salah satu aset yang dapat kamu pertimbangkan untuk masuk ke dalam portofolio. Selain karena menjadi aset yang konsisten duduk sebagai aset kedua terbesar setelah Bitcoin dari segi kapitalisasi pasar, potensi adopsi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) juga semakin lebar.

    Bagi kamu yang tertarik untuk memiliki aset kripto Ethereum—di Tokocrypto kamu bisa beli dengan deposit hanya mulai dari Rp50.000 lho! Dapatkan juga potongan biaya trading sampai dengan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO registrasi. Download dan daftar aplikasinya di sini!

    Baca juga: Piala Dunia 2026 Sebentar Lagi, Likuiditas Pasar Siap Tersedot!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Sumber:

    YahooFinance: Tom Lee Claims Ethereum Will Hit $62,000 in Next Few Months, Ramps up Bitcoin Call to $250,000. Diakses 15 Desember 2025

    Bezinga: Tom Lee Calls Ethereum A 1971-Style Gold Moment As ETH Hits New All-Time High, Says ‘Very High Probability’ Of Flipping Bitcoin. Diakses 15 Desember 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Monero! 3 Altcoin Privacy Ini Diam-Diam Meledak di Pasar Kripto

    Pasar kripto sektor privacy blockchain kembali mencuri perhatian. Sejumlah altcoin yang fokus pada perlindungan data dan anonimitas transaksi mencatatkan kenaikan harga signifikan dalam 24 jam hingga 7 hari terakhir.

    Berdasarkan kapitalisasi pasar, berikut 3 altcoin privacy blockchain teratas yang saat ini mendominasi pasar dikutip CoinMarketCap.

    1. Midnight (NIGHT) Pimpin Pasar Privacy Blockchain

    Midnight (NIGHT) menjadi aset privacy blockchain dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga NIGHT tercatat di level $0.09097, naik 31.85% dalam 24 jam dan melonjak 33.27% dalam 7 hari terakhir.

    Kapitalisasi pasar Midnight mencapai $1,510,794,289 dengan volume perdagangan harian sebesar $5,381,306,557. Jumlah suplai beredar berada di angka 16.6B NIGHT dari total suplai 59.23B NIGHT. Lonjakan volume menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap proyek ini.

    2. Humanity Protocol (H) Tembus Lonjakan Mingguan 83%

    Di posisi berikutnya ada Humanity Protocol (H) yang mencatat performa paling agresif dalam periode mingguan. Harga token H berada di level $0.1390, naik 23.82% dalam 24 jam dan melonjak tajam 83.15% dalam 7 hari.

    Kapitalisasi pasar Humanity Protocol kini mencapai $305,912,522 dengan volume transaksi harian sebesar $76,444,118. Total suplai beredar tercatat 2.2B H, menjadikan token ini salah satu proyek privacy blockchain dengan likuiditas kuat di pasar.

    3. Keep Network (KEEP) Masih Bertahan di Papan Atas

    Keep Network (KEEP) menutup daftar 3 besar privacy blockchain berdasarkan kapitalisasi pasar. Token KEEP diperdagangkan di harga $0.1156, naik 15.14% dalam 24 jam dan 14.12% dalam 7 hari terakhir.

    Kapitalisasi pasar Keep Network mencapai $111,970,264 dengan suplai beredar sebanyak 967.78M KEEP. Meski volume harian relatif lebih kecil di angka $9,732, KEEP tetap menunjukkan stabilitas di tengah volatilitas pasar.

    Secara keseluruhan, sektor privacy blockchain menunjukkan sinyal kebangkitan dengan lonjakan harga dan volume perdagangan. Midnight, Humanity Protocol, dan Keep Network menjadi bukti bahwa altcoin bertema privasi masih memiliki daya tarik kuat di mata investor kripto.

    Baca juga: Update Harga Zcash (ZEC) Terbaru: Lonjakan Harian 16%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

    ETF Ripple (XRP) terus mencuri perhatian investor global. Di saat dana berbasis Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) justru mengalami arus keluar, ETF XRP mencatat kinerja konsisten dengan aliran dana masuk sejak pertama kali melantai di Wall Street.

    Sudah lebih dari satu bulan sejak ETF spot XRP pertama, Canary Capital’s XRPC, resmi diperdagangkan pada 13 November 2025. Saat debutnya, XRPC langsung mencetak rekor volume perdagangan hampir USD 60 juta dalam sehari. Sejak itu, empat ETF XRP lainnya menyusul, yakni Grayscale GXRP, Bitwise XRP, Franklin Templeton XRPZ, dan 21Shares TOXR.

    ETF XRP tetap Lebih Tinggi

    Inflow ETF XRP.
    Inflow ETF XRP.

    Meski permintaan mulai melandai seiring waktu, minat investor terhadap ETF XRP tetap lebih tinggi dibandingkan hampir seluruh ETF kripto spot lainnya. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa selama 25 hari perdagangan berturut-turut, tidak satu pun dari lima ETF XRP tersebut mencatat arus keluar dana. Total net inflow pun melonjak hingga USD 1,07 miliar per penutupan perdagangan Jumat (20/12).

    Dilaporkan Crypto Potato, dalam sepekan terakhir saja, kelima ETF tersebut membukukan tambahan dana masuk sebesar USD 82,04 juta. XRPC masih menjadi yang terbesar dengan akumulasi inflow USD 384 juta, disusul GXRP, Bitwise XRP, dan XRPZ. Sementara itu, TOXR mencatat inflow paling kecil sebesar USD 23,05 juta.

    Baca juga: Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

    Kinerja Kontras dengan ETF Kripto

    Kinerja ini kontras dengan ETF kripto utama lainnya. ETF spot Bitcoin hanya mencatat satu hari positif dalam sepekan terakhir dan berakhir dengan arus keluar hampir USD 500 juta. ETF Ethereum bahkan belum mencatat hari hijau sejak 10 Desember, dengan total outflow hampir USD 650 juta dalam satu minggu.

    ETF Solana menjadi satu-satunya yang mendekati performa XRP dengan 12 hari berturut-turut mencatat inflow. Namun, total dana masuk mingguan ETF SOL masih berada di bawah ETF XRP, yakni USD 66,56 juta.

    Analis menilai daya tarik ETF XRP bukan semata karena statusnya sebagai produk baru di Wall Street. Pasalnya, ETF Dogecoin yang juga tergolong baru hanya menarik inflow sekitar USD 2 juta.

    Faktor utama diduga berasal dari kinerja Ripple sepanjang 2025. Perusahaan di balik XRP itu mencatat tahun yang solid dengan berbagai kemitraan strategis, perolehan lisensi, serta aksi akuisisi. Ripple juga telah menyelesaikan gugatan panjang dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) beberapa bulan lalu, yang selama ini menjadi bayang-bayang bagi XRP.

    Langkah terbaru Ripple termasuk persetujuan bersyarat dari US Office of the Comptroller of the Currency (USOCC) untuk peluncuran Ripple National Bank Trust, serta kerja sama strategis dengan lembaga keuangan asal Swiss, AMINA Bank. Kombinasi kepastian hukum dan ekspansi bisnis inilah yang dinilai membuat ETF XRP lebih menarik di mata investor dibandingkan produk kripto lainnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Bangkit Lagi? Pola Langka Muncul, Analis Bidik Harga $1,10

    Dogecoin (DOGE) menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan setelah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Meski sempat terpuruk akibat aksi jual agresif dan likuidasi besar-besaran investor jangka pendek, pergerakan harga terbaru mengindikasikan kondisi pasar mulai stabil.

    Pada saat penulisan, DOGE diperdagangkan di kisaran US$0,132, mencatatkan kenaikan sekitar 1,9% dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap.

    Dilaporkan Coinpaper, sejumlah analis teknikal mencermati bahwa momentum bearish Dogecoin mulai melemah. Beberapa sinyal teknikal penting muncul di berbagai kerangka waktu, memunculkan spekulasi bahwa DOGE berpotensi membentuk pola bullish yang terakhir kali terlihat pada 2021.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Support Kunci Bertahan, Struktur Harga Mulai Berubah

    Analis kripto Tony mencatat bahwa DOGE sebelumnya mengalami aksi jual tajam dari level US$0,1360, sebelum turun hingga di bawah US$0,1240. Penurunan tersebut diduga sebagai liquidity sweep karena diikuti oleh pemulihan yang relatif cepat.

    Sejak menyentuh level terendah tersebut, harga DOGE membentuk pola higher low di sekitar US$0,1260. Meski kenaikannya belum eksplosif, pola ini menunjukkan adanya minat beli pada level harga yang semakin tinggi, sebuah perubahan signifikan dibandingkan struktur tren turun sebelumnya.

    Zona US$0,1280–US$0,1300 kini menjadi area krusial. Jika DOGE mampu merebut kembali area ini, struktur pasar jangka pendek berpotensi berbalik menjadi bullish, dengan target lanjutan di US$0,1350 hingga US$0,1400. Sebaliknya, kegagalan menembus zona tersebut dapat mendorong harga kembali ke area support US$0,1200.

    Baca juga: Dogecoin Tertekan! Harga Terancam Ambles ke $0,115, Sinyal Bearish?

    Divergensi Bullish Perkuat Peluang Reversal

    Analis lain, Trader Tardigrade, mengidentifikasi adanya bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI) 4 jam. Saat harga DOGE terus menurun dari atas US$0,1400, RSI justru membentuk higher low. Pola ini kerap muncul menjelang pembalikan arah harga setelah tren turun yang panjang.

    Dari sisi volume, tekanan jual dinilai mulai melemah. Gelombang penjualan masih terjadi, namun dengan intensitas yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan tekanan distribusi mulai mereda.

    Secara teknikal, penembusan di atas swing high US$0,1320 dapat menjadi konfirmasi awal perubahan momentum. Jika level ini berhasil dilewati, DOGE berpeluang melaju cepat menuju area US$0,1450–US$0,1500. Namun, jika harga justru jatuh di bawah level terendah divergensi, skenario bullish akan gugur dan membuka risiko penurunan ke sekitar US$0,1180.

    Sejumlah analis bahkan menyoroti kemunculan pola teknikal jangka panjang yang menyerupai struktur bullish besar seperti pada 2021—periode ketika Dogecoin mencatat reli masif. Meski target US$1,10 masih bersifat spekulatif, sinyal teknikal terbaru membuat pasar mulai kembali melirik potensi kebangkitan koin meme tersebut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL $126, Bertahan di $123 atau Ambles ke $118?

    Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL tercatat bergerak di kisaran US$126 dan belum mampu menembus level resistensi penting di US$130.

    Kondisi ini membuat arah pergerakan Solana ke depan dinilai sangat bergantung pada perilaku pemegang lama (existing holders), bukan dari masuknya investor baru.

    Beberapa Pemegang Solana Menunjukkan Ketahanan

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan adanya sinyal stabilisasi awal. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski masih berada di bawah garis nol, pergerakan naik CMF mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal melambat. Kondisi tersebut sering kali menjadi fase awal sebelum pasar beralih dari outflow ke inflow.

    Pelemahan tekanan jual ini menjadi faktor penting bagi peluang pemulihan Solana. Jika pemegang lama tetap mempertahankan asetnya atau mulai melakukan akumulasi, harga SOL berpotensi merespons positif dalam waktu singkat. Namun, pemulihan ini dinilai masih rapuh tanpa dukungan permintaan baru.

    Di sisi lain, indikator makro jaringan menunjukkan sinyal yang lebih hati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat turun signifikan dalam 10 hari terakhir. Data menunjukkan penurunan dari 6,077 juta alamat menjadi 5,390 juta alamat, atau turun sekitar 11,3%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi jaringan dan rendahnya minat spekulatif dari investor baru.

    Baca juga: Solana Terancam Anjlok Lebih Dalam, Target $107 Mulai Mengintai

    Pemulihan Harga SOL Dimungkinkan

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Minimnya pertumbuhan alamat baru menandakan bahwa pelaku pasar belum melihat insentif jangka pendek yang cukup menarik. Akibatnya, stabilitas harga Solana saat ini sangat bergantung pada kepercayaan dan ketahanan pemegang lama dalam menahan tekanan jual.

    Secara teknikal, SOL masih berada di fase konsolidasi. Level US$130 menjadi target terdekat yang harus direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih bullish. Penurunan arus keluar modal meningkatkan peluang terjadinya rebound, namun penembusan resistensi membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan spekulatif sesaat.

    Meski demikian, risiko penurunan tetap terbuka. Jika sentimen pasar kembali memburuk dan tekanan jual meningkat, SOL berpotensi turun menembus support US$123. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, harga Solana berisiko meluncur ke area US$118. Penurunan ke bawah level ini dapat membatalkan prospek pemulihan jangka pendek dan memperkuat tren pelemahan.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com