Pasar kripto hari ini, Senin (16/3) mengawali pekan dengan sentimen positif setelah Bitcoin kembali menembus level $73.000. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya selera risiko (risk-on) investor meskipun ketegangan geopolitik terkait konflik Iran masih menjadi perhatian global.
Pemulihan aset berisiko turut mendorong arus dana kembali ke pasar kripto, meski analis mengingatkan bahwa leverage tinggi pada Bitcoin dan Ethereum dapat memicu likuidasi massal jika momentum penguatan melemah. Karena itu, banyak trader mulai memperketat strategi melalui penggunaan stop loss dan lindung nilai untuk mengantisipasi volatilitas. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Bursa kripto Coinbase resmi meluncurkan perdagangan kontrak berjangka (futures) Bitcoin dan aset kripto lainnya untuk trader di 26 negara Eropa. Langkah ini menandai pertama kalinya Coinbase menawarkan produk derivatif secara langsung kepada pengguna di kawasan tersebut.
Produk futures ini tersedia melalui platform Coinbase Advanced dan ditawarkan melalui entitas Coinbase yang telah terdaftar di bawah regulasi MiFID di Eropa, sehingga sesuai dengan kerangka regulasi pasar keuangan Uni Eropa.
Trader Eropa Dapat Akses Derivatif yang Teregulasi
Dilaporkan Bitcoin Magazine, peluncuran ini mencakup trader di sejumlah negara besar di Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
Sebelumnya, banyak trader Eropa yang mengakses produk derivatif kripto melalui platform luar negeri yang tidak selalu berada di bawah pengawasan regulator lokal. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan risiko operasional dan ketidakpastian regulasi.
Dengan produk futures yang teregulasi, Coinbase berupaya menyediakan alternatif yang lebih aman dan transparan bagi investor di kawasan tersebut.
Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, dari sisi regulasi, ekspansi ini penting karena memperlihatkan bagaimana exchange besar tidak lagi hanya mengejar volume, tetapi juga legitimasi pasar melalui produk yang diawasi secara formal.
“Jika penetrasi derivatif teregulasi terus tumbuh, Eropa bisa menjadi salah satu pusat pengembangan pasar crypto yang lebih selaras dengan kerangka hukum dan partisipasi institusi besar,” jelasnya.
Jenis Kontrak Futures yang Ditawarkan
Coinbase menyediakan dua jenis kontrak futures utama bagi trader di Eropa.
Jenis pertama adalah kontrak bergaya perpetual dengan masa berlaku hingga lima tahun. Kontrak ini menggunakan mekanisme funding rate per jam untuk menjaga harga tetap selaras dengan aset dasar dan melakukan penyelesaian harian.
Jenis kedua adalah kontrak futures dengan tanggal jatuh tempo tertentu, yang tersedia dalam periode bulanan atau kuartalan. Kontrak ini juga dinilai ulang setiap hari dan akan diselesaikan secara tunai ketika kontrak mencapai jatuh tempo.
Selain Bitcoin dan Ethereum, Coinbase juga menawarkan kontrak futures yang terkait dengan indeks saham dan aset kripto, termasuk produk yang disebut “Mag7 + Crypto Equity Index Futures”.
Produk ini menggabungkan eksposur terhadap perusahaan teknologi besar, saham Coinbase, serta exchange-traded fund (ETF) kripto.
Leverage Hingga 10 Kali
Trader yang memenuhi syarat dapat menggunakan leverage hingga 10 kali pada beberapa kontrak, termasuk Bitcoin dan Ethereum.
Produk lain menawarkan tingkat leverage yang lebih rendah, umumnya berada di kisaran 4 hingga 5 kali.
Biaya perdagangan futures di platform ini dimulai dari sekitar 0,02% per kontrak, belum termasuk biaya tambahan seperti biaya bursa dan kliring.
Untuk mengakses produk tersebut, pengguna harus melewati proses verifikasi identitas (KYC) serta pemeriksaan pengalaman trading sebelum dapat mendanai akun menggunakan euro atau stablecoin USDC.
🇪🇺 TODAY: Coinbase secures MiCA license in Luxembourg, unlocking regulated crypto access to all 27 EU states and 450M users. pic.twitter.com/XDW78fgmvI
Peluncuran futures di Eropa merupakan bagian dari strategi Coinbase untuk memperluas layanan menjadi platform perdagangan yang lebih luas.
Perusahaan sebelumnya juga memperkenalkan fitur perdagangan saham bagi pengguna di Amerika Serikat, memungkinkan transaksi saham seperti Apple dan Tesla sepanjang waktu.
Selain itu, Coinbase juga menjalin kerja sama dengan platform prediksi Kalshi untuk menghadirkan pasar prediksi serta mengembangkan roadmap tokenisasi aset tradisional agar dapat diakses melalui teknologi blockchain.
Ekspansi di Tengah Pasar Kripto Melemah
Langkah ekspansi Coinbase di Eropa terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih mengalami tekanan.
Total kapitalisasi pasar kripto global diperkirakan turun sekitar 50% dari puncaknya pada Oktober 2025.
Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik global, ketidakpastian kebijakan perdagangan di Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah, serta kekhawatiran pasar terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Meski demikian, Coinbase menilai permintaan terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi tetap tinggi, terutama dari investor yang mencari akses pasar dengan perlindungan regulasi yang lebih jelas.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Platform kripto di Thailand dilaporkan telah membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga digunakan untuk aktivitas pencucian uang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap transaksi aset digital dan menekan praktik penipuan keuangan.
Pembekuan akun terjadi setelah operator platform kripto menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat terhadap transaksi yang dianggap berisiko tinggi.
10.000 Akun Diduga Digunakan untuk Pencucian Uang
Menurut laporan Bangkok Post, operator kripto di Thailand berhasil mengidentifikasi dan membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga merupakan “mule accounts”.
Dilaporkan Cointelegraph, Mule accounts adalah akun yang digunakan untuk memindahkan dana hasil aktivitas ilegal agar sulit dilacak oleh otoritas.
Att Thongyai Asavanund, CEO KuCoin Thailand sekaligus ketua Thai Digital Asset Operators Trade Association (TDO), menyatakan bahwa pembekuan tersebut terjadi setelah penerapan sistem penyaringan transaksi yang lebih ketat.
Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sudut regulasi, pembekuan massal seperti ini menegaskan bahwa compliance kini menjadi medan utama pertarungan industri crypto dengan regulator.
“Semakin keras penegakan AML di pasar regional, semakin besar pula tekanan bagi platform untuk meningkatkan monitoring, verifikasi, dan sistem pengawasan transaksi secara real-time,” tuturnya.
Pemeriksaan KYC Diperketat
Langkah ini juga mencakup penambahan prosedur Know Your Customer (KYC) sebelum transaksi kripto tertentu dapat diproses.
Transaksi yang dianggap berisiko kini memerlukan verifikasi tambahan serta proses pemeriksaan yang lebih panjang. Tujuannya adalah memperlambat transfer mencurigakan dan mencegah penyalahgunaan platform kripto untuk aktivitas ilegal.
Operator kripto di Thailand juga diminta untuk meningkatkan pemantauan terhadap pola transaksi yang tidak biasa.
Kolaborasi Regulator dan Industri
Upaya ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara Securities and Exchange Commission (SEC) Thailand dan asosiasi operator aset digital TDO.
Pada Februari 2025, SEC Thailand bersama berbagai lembaga lain termasuk Bank of Thailand, Cyber Crime Investigation Bureau, Central Investigation Bureau, Anti-Money Laundering Office, serta Thai Bankers’ Association mengembangkan mekanisme baru untuk mendeteksi akun mule.
Hasil dari kerja sama tersebut cukup signifikan. Sepanjang 2025, operator aset digital di Thailand dilaporkan telah membekukan sekitar 47.692 akun mule.
Peningkatan Berbagi Data Antar Lembaga
Dalam upaya memperkuat pengawasan, regulator dan pelaku industri juga sepakat untuk memperluas mekanisme pertukaran data antara platform kripto, bank, dan aparat penegak hukum.
Langkah ini memungkinkan lembaga terkait untuk lebih cepat mengidentifikasi transaksi mencurigakan dan menghentikan aliran dana ke akun yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal.
Pemerintah juga memperkuat implementasi aturan Travel Rule, yang mewajibkan penyedia layanan kripto mengumpulkan dan mengirimkan informasi identitas pengirim serta penerima transaksi aset digital.
Bagian dari Kampanye Anti “Gray Money”
Pembekuan ribuan akun kripto ini merupakan bagian dari kampanye pemerintah Thailand untuk memberantas apa yang disebut sebagai “gray money”.
Program ini bertujuan menutup celah pencucian uang tidak hanya di sektor aset digital, tetapi juga di pasar emas fisik dan sektor keuangan lainnya.
Dengan pengawasan yang semakin ketat, pemerintah Thailand berharap dapat meningkatkan transparansi dan keamanan ekosistem kripto sekaligus melindungi investor dari praktik penipuan dan kejahatan keuangan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Struktur pasar Bitcoin saat ini menunjukkan titik penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Data on-chain terbaru menunjukkan adanya tekanan suplai yang semakin menyempit, sementara permintaan dari investor institusional tetap kuat.
Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menyebut kondisi ini sebagai fase “coiled spring”, yaitu situasi ketika pasokan koin yang tersedia di pasar semakin terbatas, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga apabila permintaan meningkat.
Level $70.417 Jadi Titik Penting Pasar
Harga Bitcoin yang mampu bertahan di sekitar level US$70.417 dinilai menjadi titik infleksi penting dalam struktur pasar saat ini.
Pada level tersebut, pasar menunjukkan indikasi perpindahan risiko dan likuiditas dari investor ritel ke investor institusional. Kondisi ini terjadi ketika tekanan jual dari investor ritel mulai melemah, sementara institusi justru memperkuat posisi mereka.
Fenomena ini menciptakan profil risiko dan peluang yang tidak seimbang bagi investor, karena jumlah koin yang tersedia di pasar semakin terbatas sementara permintaan tetap tinggi.
Data On-Chain Tunjukkan Ketimpangan Permintaan
Sejumlah indikator on-chain memperlihatkan adanya ketimpangan antara suplai dan permintaan di pasar Bitcoin.
Data menunjukkan bahwa investor ritel saat ini mengalami tekanan besar dengan kerugian realisasi sekitar 68,95% dalam volume transaksi yang tercatat.
Di sisi lain, investor institusional justru menyerap sekitar 42.200 BTC, jumlah yang sekitar 5,7 kali lebih besar dibandingkan akumulasi investor ritel yang tercatat sekitar 7.300 BTC.
Selain itu, entitas besar juga dilaporkan telah mengakumulasi sekitar 33.902 BTC dalam periode 60 hari terakhir.
Menurut Tim Research Tokocrypto, inti sinyalnya adalah asimetri supply-demand: koin makin sedikit tersedia di pasar, sementara permintaan institusional tetap tangguh.
“Jika level US$70.417 mampu dipertahankan, kombinasi retail capitulation, outflow tinggi, dan akumulasi entitas besar bisa memicu supply shock yang agresif dan membuat risk-reward BTC menjadi sangat menarik bagi allocator modal besar,”
Aliran Bitcoin Keluar dari Bursa Meningkat
Data aliran dana juga menunjukkan peningkatan arus keluar Bitcoin dari bursa kripto.
Netflow harian mencatat sekitar 6.667 BTC keluar dari bursa, yang biasanya menandakan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang.
Penurunan pasokan di bursa sering kali dipandang sebagai indikator berkurangnya tekanan jual dalam jangka pendek.
Sementara itu, indikator Puell Multiple yang berada di level 0,68 juga menunjukkan kondisi yang secara historis sering dikaitkan dengan fase dasar siklus pasar.
Potensi “Supply Shock” di Pasar Bitcoin
Dengan semakin sedikitnya koin yang tersedia untuk diperdagangkan dan meningkatnya aktivitas akumulasi oleh institusi, sejumlah analis menilai pasar Bitcoin berpotensi menghadapi apa yang disebut sebagai “supply shock”.
Supply shock terjadi ketika permintaan meningkat sementara pasokan yang tersedia sangat terbatas, sehingga harga dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan keseimbangan pasar.
Kombinasi antara likuiditas yang semakin menipis dan permintaan institusional yang stabil membuat sebagian pelaku pasar menilai bahwa tekanan kenaikan harga berpotensi meningkat dalam periode mendatang.
Namun demikian, arah pergerakan harga Bitcoin tetap akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global serta dinamika permintaan investor di pasar kripto secara keseluruhan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Startup akuntansi aset kripto Cryptio berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$45 juta dalam putaran pendanaan Series B. Investasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan institusi terhadap sistem yang mampu mencatat dan merekonsiliasi transaksi berbasis blockchain untuk keperluan audit, pelaporan keuangan, dan kepatuhan regulasi.
Dilaporkan Cointelegraph, pendanaan tersebut dipimpin oleh BlackFin Capital Partners dan Sentinel Global, dengan partisipasi dari sejumlah investor lain seperti 1kx, BlueYard Capital, Alven, serta Ledger Cathay Capital.
Cryptio mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan aktivitas blockchain ke dalam sistem akuntansi tradisional.
Platform ini membantu perusahaan merekonsiliasi transaksi dari berbagai sumber seperti dompet kripto, kustodian, dan bursa aset digital. Data tersebut kemudian diubah menjadi catatan akuntansi yang dapat digunakan untuk pelaporan keuangan, audit, serta kepatuhan regulasi.
Perusahaan mengklaim telah melayani lebih dari 400 klien institusional dan memproses transaksi senilai lebih dari US$3 triliun.
Beberapa kliennya berasal dari sektor kripto seperti Circle, Gemini, dan Securitize, serta lembaga keuangan tradisional seperti SG-Forge milik Société Générale.
Menurut Tim Research Tokocrypto, yang menarik di sini bukan cuma angka pendanaannya, tapi fakta bahwa tokenized finance sedang menciptakan kebutuhan infrastruktur back-office yang nyata.
“Dengan nilai aset real-world asset non-stablecoin yang disebut telah melampaui US$26 miliar dan permintaan banyak datang dari private credit serta US Treasuries tokenized, pertumbuhan onchain kini tidak hanya butuh likuiditas dan issuance, tapi juga sistem akuntansi dan pelaporan institusional yang matang,” jelasnya.
Pasar Software Akuntansi Kripto Mulai Berkembang
Cryptio bukan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang ini. Sejumlah startup lain juga mengembangkan solusi serupa untuk membantu perusahaan mengelola transaksi blockchain secara akuntansi.
Beberapa nama yang berada di sektor yang sama antara lain Lukka, TaxBit, Bitwave, dan CoinLedger.
Munculnya perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa pasar infrastruktur akuntansi kripto mulai berkembang seiring meningkatnya aktivitas institusi di industri aset digital.
Tokenisasi Aset Dorong Permintaan Baru
Pertumbuhan Cryptio juga didorong oleh meningkatnya minat institusi terhadap tokenisasi aset.
Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional seperti obligasi, kredit, atau instrumen keuangan lainnya direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain.
Menurut Sidra Pervez dari perusahaan tokenisasi Securitize, pencatatan keuangan yang akurat menjadi semakin penting ketika pasar modal tradisional mulai beroperasi menggunakan infrastruktur blockchain.
Institusi Keuangan Mulai Terlibat
Sejumlah lembaga keuangan global juga mulai aktif dalam pengembangan infrastruktur tokenisasi.
Bank besar seperti HSBC, BNP Paribas, dan Goldman Sachs diketahui mendukung Canton Foundation, sebuah organisasi yang mengembangkan jaringan blockchain khusus untuk pasar keuangan yang teregulasi.
Selain itu, State Street juga telah meluncurkan alat tokenisasi baru yang memungkinkan klien membuat produk keuangan seperti dana pasar uang, ETF, dan deposito dalam bentuk token berbasis blockchain.
Nilai Aset Dunia Nyata yang Ditokenisasi Terus Bertumbuh
Data industri menunjukkan bahwa nilai total aset dunia nyata yang telah ditokenisasi — tidak termasuk stablecoin — telah melampaui US$26 miliar.
Sebagian besar permintaan datang dari sektor kredit swasta dan instrumen keuangan yang didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Segmen lain yang berkembang pesat adalah tokenized money market funds, yaitu versi berbasis blockchain dari dana pasar uang tradisional yang biasanya berinvestasi pada instrumen utang jangka pendek dengan risiko rendah.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa integrasi antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain semakin meningkat, sekaligus mendorong kebutuhan akan infrastruktur akuntansi yang mampu menjembatani kedua dunia tersebut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Aktivitas pasar derivatif Ethereum menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir. Data dari indikator ETH Binance Futures Smart Money CVD (90 hari) mengungkapkan perubahan struktur permintaan di pasar futures Ethereum, terutama di platform Binance.
Meskipun dalam sesi perdagangan terbaru terdapat sedikit keunggulan pada aktivitas beli agresif, data jangka menengah masih menunjukkan dominasi tekanan jual dari pelaku pasar besar.
Perbedaan Tipis Antara Pembeli dan Penjual
Berdasarkan data terbaru, volume pembelian agresif Ethereum futures di Binance mencapai sekitar US$4,583 miliar. Sementara itu, volume penjualan agresif tercatat hampir setara, yaitu sekitar US$4,576 miliar.
Dilaporkan Crypto Quant, selisih harian antara keduanya, yang dikenal sebagai Taker Delta, mencatat nilai positif sekitar US$7,15 juta. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas beli agresif sedikit lebih tinggi dibandingkan aktivitas jual dalam sesi perdagangan tersebut.
Namun, keunggulan ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan dinamika pasar secara keseluruhan dalam periode yang lebih panjang.
CVD 90 Hari Masih Negatif
Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih luas, indikator Smart Money CVD selama 90 hari masih menunjukkan nilai negatif sekitar minus US$5,71 miliar.
Nilai negatif ini menandakan bahwa selama tiga bulan terakhir, total aktivitas penjualan agresif di pasar futures Ethereum lebih besar dibandingkan aktivitas pembelian agresif.
Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih lebih aktif melakukan penjualan atau membuka posisi short di pasar derivatif.
Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, meski ada pembelian agresif sesaat, tekanan jual kumulatif selama tiga bulan terakhir masih dominan dan belum benar-benar dipatahkan.
“Secara onchain dan derivatif, kondisi ini sering mencerminkan fase di mana buyer mulai menyerap pasokan tanpa langsung mampu membalikkan tren, sehingga ETH masih berada di zona rapuh sampai ada konfirmasi demand yang lebih konsisten,” jelasnya.
Dalam struktur pasar derivatif, nilai CVD negatif biasanya menandakan dominasi penjual agresif yang mengeksekusi transaksi melalui market order.
Perilaku ini sering mencerminkan dua kemungkinan, yaitu trader yang menutup posisi lama atau pelaku pasar yang membuka posisi short baru sebagai respons terhadap kondisi pasar.
Meski demikian, dominasi penjual tidak selalu berarti harga akan langsung turun dalam waktu dekat.
Potensi Fenomena Liquidity Absorption
Dalam beberapa situasi, pasar dapat mengalami fenomena yang dikenal sebagai liquidity absorption.
Fenomena ini terjadi ketika pembeli menempatkan limit order dalam jumlah besar untuk menyerap tekanan jual yang masuk ke pasar. Akibatnya, tekanan jual dapat tertahan tanpa langsung mendorong harga naik secara signifikan.
Kondisi seperti ini sering muncul pada fase konsolidasi pasar, ketika pembeli dan penjual sama-sama aktif namun harga bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.
Dengan struktur pasar yang masih menunjukkan tekanan jual dalam jangka menengah, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara tekanan jual dari pasar derivatif dan kemampuan pembeli untuk menyerap likuiditas tersebut.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Aktivitas pasar derivatif XRP menunjukkan tanda-tanda pelemahan minat risiko di kalangan trader. Sejumlah indikator utama di Binance memperlihatkan penurunan posisi terbuka, meningkatnya tekanan jual, serta funding rate yang bergerak ke wilayah negatif dalam waktu yang hampir bersamaan.
Kondisi ini menandakan bahwa banyak pelaku pasar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap XRP di tengah ketidakpastian pasar kripto secara keseluruhan.
Open Interest XRP di Binance Menurun
Salah satu indikator utama yang diamati adalah Open Interest (OI) di Binance, yang merepresentasikan total nilai kontrak derivatif XRP yang masih aktif di pasar.
Data terbaru menunjukkan bahwa nilai OI mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini biasanya menandakan bahwa trader menutup posisi mereka, bukan membuka posisi baru.
Ketika Open Interest turun, aktivitas spekulatif di pasar derivatif biasanya ikut melemah karena jumlah kontrak yang diperdagangkan berkurang.
Tekanan Jual Terlihat di Pasar Derivatif
Selain Open Interest, indikator Perpetual Cumulative Volume Delta (CVD) di Binance juga menunjukkan penurunan.
CVD digunakan untuk mengukur akumulasi tekanan beli dan jual dalam kontrak futures perpetual. Penurunan indikator ini menunjukkan bahwa aktivitas jual saat ini lebih dominan dibandingkan aktivitas beli.
Kondisi tersebut menandakan bahwa pelaku pasar derivatif lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan menambah posisi bullish.
Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, penurunan cadangan exchange biasanya mengindikasikan suplai XRP yang siap dijual makin tipis karena koin dipindahkan keluar untuk disimpan lebih lama.
“Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung bisa berkurang, tetapi pasar tetap akan menunggu apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Dilaporkan Crypto Quant, sinyal pelemahan tidak hanya terjadi di pasar derivatif. Data Spot CVD Binance juga mengalami penurunan.
Indikator ini mengukur perbedaan kumulatif antara volume beli dan jual di pasar spot. Penurunan Spot CVD menunjukkan bahwa tekanan jual juga terjadi di pasar perdagangan langsung.
Ketika pasar spot dan derivatif sama-sama menunjukkan dominasi penjual, hal ini biasanya mencerminkan sentimen pasar yang lebih defensif.
Funding Rate Berubah Negatif
Indikator lain yang memperkuat gambaran tersebut adalah funding rate pada kontrak futures perpetual.
Funding rate merupakan mekanisme pembayaran antara trader posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak futures tetap mendekati harga pasar spot.
Dalam beberapa waktu terakhir, funding rate XRP di berbagai bursa kripto bergerak ke wilayah negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi short kini lebih dominan dibandingkan posisi long.
Sebagian besar platform mencatat funding rate negatif, sementara bursa OKX tercatat masih berada di sekitar level netral.
Pasar Bisa Lebih Stabil Setelah Leverage Turun
Meski data ini menunjukkan sikap hati-hati dari pelaku pasar, penurunan leverage spekulatif terkadang dapat memberikan dampak positif dalam jangka menengah.
Ketika posisi berisiko tinggi mulai berkurang, struktur pasar dapat menjadi lebih sehat dan stabil. Dalam kondisi seperti ini, harga aset kripto sering kali memiliki peluang untuk membangun fase konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.
Dengan berkurangnya tekanan dari posisi spekulatif, analis menilai pasar XRP berpotensi menemukan keseimbangan baru jika permintaan kembali meningkat dalam waktu dekat.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah ketegangan geopolitik global, namun sejumlah indikator on-chain mengisyaratkan bahwa pasar kemungkinan belum mencapai titik dasar (bottom) yang sesungguhnya. Analis menilai pasar saat ini berada dalam fase “stress test”, di mana investor institusional memainkan peran dominan dalam siklus ini.
Dilaporkan Crypto Quant, berbeda dengan siklus sebelumnya yang banyak digerakkan oleh investor ritel, proses pembentukan dasar harga kali ini diperkirakan berlangsung lebih lama karena dipengaruhi strategi manajemen risiko institusi besar.
Investor 6–12 Bulan Masih Rugi
Salah satu indikator penting berasal dari kelompok investor yang memegang Bitcoin selama 6 hingga 12 bulan. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata pembelian kelompok ini berada di sekitar US$100.000.
Dengan harga Bitcoin saat ini masih jauh di bawah level tersebut, sebagian besar investor di kelompok ini berada dalam posisi rugi.
Dalam siklus pasar sebelumnya, titik dasar biasanya terbentuk ketika kurva biaya pembelian kelompok ini mulai mendatar. Namun saat ini kurva tersebut masih menunjukkan tren naik, yang menandakan adanya potensi tekanan jual dari investor yang ingin keluar di harga impas.
MVRV Belum Masuk Fase Kapitulasi
Indikator lain yang diamati adalah rasio Market Value to Realized Value (MVRV), yang saat ini berada di sekitar 1,2.
Level ini sering dianggap sebagai zona nilai yang menarik bagi investor jangka panjang untuk melakukan strategi dollar-cost averaging (DCA). Namun secara historis, titik dasar siklus biasanya terjadi ketika MVRV turun di bawah angka 1,0.
Ketika rasio tersebut berada di bawah 1, pasar biasanya memasuki fase kapitulasi, yaitu kondisi ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi akibat tekanan pasar yang ekstrem.
Karena kondisi tersebut belum terjadi, sebagian analis menilai pasar belum mencapai fase “max pain” yang sering menjadi titik balik pasar.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kesimpulan gambar ini tajam: yang ada sekarang lebih cocok disebut value bottom untuk akumulasi jangka panjang, bukan structural bottom yang bersih.
“Dua jalur yang dipetakan sama-sama berat, entah crash cepat yang memaksa likuidasi dan menyelesaikan proses dalam 1–2 bulan, atau fase “great boring” di mana BTC menggiling di rentang US$60.000–US$80.000 cukup lama sampai uang baru menua menjadi LTH, mungkin sampai akhir 2026 atau 2027. Jadi secara objektif, pasar boleh mulai murah, tapi belum sehat,” analisanya.
Dominasi Investor Jangka Panjang Masih Terbatas
Struktur pasar juga menunjukkan bahwa kontribusi investor jangka panjang masih relatif rendah.
Secara historis, dasar harga yang kuat biasanya terbentuk ketika pemegang Bitcoin lebih dari dua tahun menguasai lebih dari 20% dari realized capitalization pasar.
Saat ini proporsi tersebut masih berada di sekitar 15%, yang berarti dukungan dari modal jangka panjang masih belum cukup kuat untuk membentuk dasar pasar yang stabil.
Peran Investor Institusional
Dalam siklus kali ini, investor institusional memegang peran yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.
Meski institusi cenderung tidak bereaksi panik seperti investor ritel, mereka tetap terikat pada berbagai aturan manajemen risiko dan kepatuhan internal.
Jika harga berada terlalu lama di bawah harga pembelian atau terjadi tekanan likuiditas pada produk investasi mereka, institusi tetap dapat terpaksa melakukan penjualan.
Dua Skenario Menuju Bottom
Analis melihat dua kemungkinan skenario menuju pembentukan dasar harga Bitcoin.
Skenario pertama adalah penurunan tajam yang memicu likuidasi besar-besaran, sehingga investor dengan harga beli tinggi keluar dari pasar. Meski menyakitkan, skenario ini biasanya mempercepat terbentuknya dasar harga dalam waktu relatif singkat.
Skenario kedua adalah fase konsolidasi panjang di mana Bitcoin bergerak dalam kisaran sekitar US$60.000 hingga US$80.000 selama periode yang lebih lama.
Dalam skenario ini, investor baru secara bertahap berubah menjadi pemegang jangka panjang, sehingga memperkuat struktur pasar sebelum fase kenaikan berikutnya.
Meski beberapa indikator menunjukkan Bitcoin sudah memasuki zona nilai bagi investor jangka panjang, analis menilai bahwa dasar pasar secara struktural kemungkinan belum terbentuk sepenuhnya. Untuk saat ini, volatilitas di kisaran US$60.000 hingga US$70.000 masih berpotensi berlanjut sebelum pasar menentukan arah tren berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Platform pinjam-meminjam kripto berbasis decentralized finance (DeFi), Aave, mengalami likuidasi besar-besaran senilai sekitar US$27 juta atau lebih dari Rp400 miliar dalam waktu 24 jam pada 10 Maret 2026. Peristiwa ini diduga dipicu oleh kesalahan sementara pada sistem oracle harga yang digunakan protokol untuk menentukan nilai jaminan pinjaman.
Data blockchain yang dianalisis oleh perusahaan manajemen risiko Chaos Labs menunjukkan lonjakan likuidasi yang tidak biasa dalam periode tersebut. Beberapa pengamat pasar menduga masalah ini berkaitan dengan perbedaan harga token wstETH terhadap ETH yang dilaporkan oleh sistem oracle Aave.
Lonjakan Likuidasi di Platform Aave
Dilaporkan Coindesk, likuidasi terjadi ketika nilai jaminan pinjaman pengguna turun di bawah ambang batas keamanan yang ditentukan oleh protokol. Dalam kondisi tersebut, posisi pinjaman otomatis ditutup untuk melindungi sistem dari risiko kerugian.
Menurut data Chaos Labs, lonjakan likuidasi terlihat jelas dalam grafik aktivitas selama 24 jam terakhir. Nilai total likuidasi mencapai sekitar US$27 juta, menjadikannya salah satu kejadian paling signifikan di Aave dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, pihak Aave menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berdampak pada keamanan protokol secara keseluruhan.
Dugaan Masalah pada Harga wstETH
Beberapa analis mengaitkan kejadian ini dengan perbedaan harga wstETH yang dilaporkan oleh oracle Aave dibandingkan harga pasar sebenarnya.
wstETH merupakan token yang diterbitkan oleh Lido sebagai representasi dari ether yang telah di-stake. Karena token tersebut terus mengakumulasi imbal hasil staking, nilainya biasanya sedikit lebih tinggi dibandingkan ETH biasa.
Saat kejadian berlangsung, oracle Aave dilaporkan menilai 1 wstETH sekitar 1,19 ETH, sementara harga pasar saat itu berada di sekitar 1,23 ETH. Selisih harga ini menyebabkan sistem menilai jaminan pengguna lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, peristiwa seperti ini penting karena menyorot risiko laten pada infrastruktur DeFi yang sering diabaikan saat pasar tenang.
“Bagi Aave dan sektor lending secara umum, price glitch yang berujung likuidasi massal bisa mengikis kepercayaan pengguna dan mengingatkan pasar bahwa efisiensi protokol tetap harus dibayar dengan ketergantungan tinggi pada akurasi data harga,” ungkapnya.
Chaos Labs kemudian menjelaskan bahwa sumber masalah bukan berasal dari data harga utama, melainkan dari konfigurasi sistem CAPO risk oracle yang digunakan Aave.
Sistem tersebut dirancang untuk membatasi seberapa cepat nilai token berbasis yield seperti wstETH dapat meningkat. Namun, parameter dalam smart contract tidak diperbarui secara sinkron, termasuk nilai referensi kurs dan timestamp.
Akibatnya, sistem sementara menghitung nilai maksimum wstETH lebih rendah dari harga pasar sebenarnya, sekitar 2,85% lebih rendah. Penurunan nilai ini membuat sejumlah posisi pinjaman terlihat lebih berisiko dari kondisi sebenarnya, sehingga memicu likuidasi otomatis.
Tidak Ada Kerugian Protokol
Meskipun likuidasi terjadi dalam jumlah besar, Chaos Labs menegaskan bahwa protokol Aave tidak mengalami bad debt atau kerugian sistemik.
Sebaliknya, para likuidator, trader atau bot yang menutup posisi pinjaman bermasalah, justru memperoleh keuntungan dari bonus likuidasi. Secara total, mereka memperoleh sekitar 499 ETH dari bonus dan selisih harga selama kejadian tersebut.
CEO Chaos Labs, Omer Goldberg, menekankan bahwa sistem risk oracle merupakan infrastruktur penting bagi Aave untuk mengelola pasar yang sangat volatil.
Sementara itu, kontributor dari Lido juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan mekanisme wstETH maupun protokol Lido itu sendiri.
Sebagai langkah lanjutan, pihak pengembang menyatakan bahwa pengguna yang terdampak oleh kejadian ini akan mendapatkan penggantian penuh atas kerugian yang terjadi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.