Author: 18

  • Perusahaan Manufaktur Ini Diam-Diam Timbun Bitcoin, Pegang 1.252 BTC

    Perusahaan manufaktur swasta GIGA kembali menambah cadangan Bitcoin dalam neraca keuangannya. Perusahaan tersebut mengungkapkan telah membeli tambahan 38 BTC pada bulan lalu, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka kini mencapai 1.252 BTC.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggunakan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang guna meningkatkan ketahanan finansial perusahaan.

    GIGA Tambah Cadangan Bitcoin

    Dalam pengumuman terbarunya, GIGA menyatakan bahwa pembelian terbaru tersebut memperkuat strategi treasury perusahaan yang memanfaatkan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan nilai mata uang.

    Perusahaan pertama kali mulai mengakumulasi Bitcoin pada Juli 2025 dengan pembelian awal sebanyak 1.129 BTC.

    Dengan tambahan pembelian baru, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini meningkat menjadi 1.252 BTC.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Nilai Kepemilikan Capai Sekitar $88 Juta

    Pada saat laporan ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.654 per koin.

    Dengan harga tersebut, total nilai cadangan Bitcoin milik GIGA diperkirakan mencapai sekitar US$88 juta.

    Besarnya kepemilikan tersebut menjadikan GIGA sebagai salah satu perusahaan swasta dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, ekspansi treasury seperti ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai komponen neraca perusahaan.

    “Jika tren berlanjut, semakin banyak korporasi bisa melihat BTC bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan aset strategis untuk diversifikasi, penyimpanan nilai, dan diferensiasi identitas pasar mereka,” analisanya.

    Posisi GIGA di Daftar Pemegang Bitcoin

    Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries.NET, GIGA kini menempati posisi kedelapan sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan swasta.

    Jika digabungkan dengan perusahaan publik yang juga menyimpan Bitcoin di neraca mereka, GIGA berada di peringkat ke-46 secara global.

    Strategi Perusahaan Gunakan Bitcoin

    Perusahaan menyebut penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan perusahaan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

    Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai cara untuk melindungi nilai aset perusahaan dari potensi depresiasi mata uang fiat.

    GIGA juga diketahui bergabung dengan organisasi Bitcoin for Corporations sebagai anggota eksekutif pada awal 2026.

    Keanggotaan tersebut bertujuan menunjukkan bagaimana perusahaan industri dapat memanfaatkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor teknologi konstruksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

    Harga XRP mencatat kenaikan sekitar 3% dan menembus level US$1,47 setelah berhasil melewati zona resistensi penting yang sebelumnya menahan pergerakan harga selama beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang dipimpin oleh Bitcoin.

    Lonjakan harga tersebut juga diiringi peningkatan volume perdagangan yang signifikan, dengan aktivitas transaksi melonjak lebih dari 250% selama pergerakan harga berlangsung.

    XRP Tembus Resistensi Penting

    XRP sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa bulan dan berulang kali gagal mempertahankan kenaikan di atas area pertengahan US$1,40.

    Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa token tersebut berhasil menembus level resistensi utama di sekitar US$1,426. Setelah menembus level tersebut dengan volume tinggi, harga XRP dengan cepat naik dari sekitar US$1,41 hingga mencapai US$1,47.

    Breakout ini menjadi pergerakan signifikan pertama di atas level tersebut sejak awal 2026, sekaligus menggeser momentum jangka pendek ke arah pembeli.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, breakout ini konstruktif karena untuk pertama kalinya sejak awal 2026 XRP berhasil keluar dari range konsolidasi berbulan-bulan dengan volume yang meyakinkan.

    “Tapi level kuncinya sekarang jelas: kalau area US$1,43-US$1,44 berhasil jadi support baru, momentum bisa lanjut ke US$1,50-US$1,55; kalau gagal, harga berisiko balik lagi ke range lama dekat US$1,39-US$1,40,” analisanya.

    Baca juga: Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

    Volume Perdagangan Melonjak

    Dilaporkan Coindesk, selama breakout tersebut, volume perdagangan XRP meningkat tajam hingga sekitar 170 juta token.

    Lonjakan volume ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar saat harga melewati level resistensi utama.

    Dalam periode 24 jam terakhir, XRP juga tercatat bergerak dalam kisaran intraday sekitar 5%, mencerminkan tingginya volatilitas selama fase kenaikan.

    Aktivitas XRP Ledger Terus Meningkat

    Meski tidak ada katalis khusus yang secara langsung memicu kenaikan harga XRP, aktivitas di jaringan XRP Ledger dilaporkan terus meningkat.

    Salah satu faktor yang diperhatikan pasar adalah pertumbuhan aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan tersebut.

    Nilai komoditas yang ditokenisasi di XRP Ledger dilaporkan mendekati US$1,14 miliar selama kuartal pertama tahun ini, menandakan meningkatnya penggunaan jaringan tersebut.

    Level Support Baru Jadi Perhatian Trader

    Setelah breakout terjadi, pelaku pasar kini mengamati apakah zona resistensi lama dapat berubah menjadi level support baru.

    Trader saat ini fokus pada area US$1,43 hingga US$1,44 sebagai zona support utama.

    Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$1,50 hingga US$1,55.

    Namun jika harga kembali turun di bawah US$1,43, breakout tersebut dapat melemah dan membuka kemungkinan penurunan kembali menuju kisaran konsolidasi sebelumnya di sekitar US$1,39 hingga US$1,40.

    Dengan momentum yang masih positif, pergerakan XRP dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level support barunya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta Borong Startup AI Moltbook, Rekrut Pendiri Platform Agen AI

    Meta Platforms resmi mengakuisisi Moltbook, sebuah platform jejaring sosial yang dirancang khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI). Langkah ini memperkuat ambisi perusahaan teknologi tersebut dalam mengembangkan teknologi AI generasi berikutnya.

    Sebagai bagian dari akuisisi tersebut, dua pendiri Moltbook, Matt Schlicht dan Ben Parr, akan bergabung dengan unit riset AI milik Meta.

    Pendiri Moltbook Gabung Divisi AI Meta

    Dilaporkan The Guardian, Meta menyatakan bahwa Schlicht dan Parr akan bergabung dengan Meta Superintelligence Labs, divisi riset AI yang dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI.

    Wang sebelumnya bergabung dengan Meta setelah perusahaan tersebut mengakuisisi Scale AI dalam kesepakatan senilai sekitar US$14,8 miliar. Namun, Meta tidak mengungkapkan nilai transaksi akuisisi Moltbook.

    Kedua pendiri Moltbook dijadwalkan mulai bekerja di Meta pada 16 Maret 2026.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Meta memperkuat gagasan bahwa ekonomi agentic akan membutuhkan lapisan sosial, discovery, dan koordinasi sendiri.

    “Jika platform seperti Moltbook diintegrasikan ke ekosistem perusahaan besar, kompetisi untuk menjadi standar interaksi antar-agent bisa memanas sangat cepat,” jelasnya.

    Platform Sosial untuk Agen AI

    Moltbook merupakan platform yang dirancang seperti forum diskusi daring, mirip dengan Reddit, tetapi dikhususkan untuk agen AI.

    Di platform ini, bot berbasis kecerdasan buatan dapat saling bertukar kode, berdiskusi, bahkan “bergosip” mengenai pengguna manusia yang mengoperasikannya.

    Platform tersebut awalnya diluncurkan sebagai eksperimen kecil pada akhir Januari 2026. Namun dalam waktu singkat, Moltbook menarik perhatian luas karena menampilkan interaksi antar agen AI secara langsung.

    Baca juga: OpenClaw: AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

    Persaingan Perusahaan Teknologi di Bidang AI

    Akuisisi Moltbook mencerminkan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan teknologi besar dalam mengembangkan teknologi AI.

    Seiring perkembangan teknologi agen otonom—AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri—perusahaan teknologi berlomba untuk merekrut talenta dan mengakuisisi startup yang memiliki inovasi di bidang tersebut.

    CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyebut bahwa platform seperti Moltbook mungkin hanya tren sementara. Namun ia menilai teknologi di balik proyek tersebut memberikan gambaran tentang arah masa depan pengembangan AI.

    Isu Keamanan Data Sempat Muncul

    Di tengah popularitasnya, Moltbook juga sempat menghadapi masalah keamanan data.

    Perusahaan keamanan siber Wiz menemukan celah yang memungkinkan akses terhadap pesan pribadi, lebih dari 6.000 alamat email, serta lebih dari satu juta kredensial pengguna.

    Menurut Wiz, kerentanan tersebut telah diperbaiki setelah mereka menghubungi pengelola platform.

    Eksperimen Pengembangan AI Berbasis “Vibe Coding”

    Pendiri Moltbook, Matt Schlicht, dikenal sebagai pendukung konsep “vibe coding”, yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk menulis sebagian besar kode program.

    Schlicht bahkan menyatakan bahwa ia hampir tidak menulis kode secara manual saat membangun Moltbook, melainkan menggunakan asisten AI pribadinya yang ia sebut Clawd Clawderberg.

    Akuisisi Moltbook menandai langkah terbaru Meta dalam memperluas investasi di bidang kecerdasan buatan, yang kini menjadi salah satu fokus utama industri teknologi global.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

    Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan moderat dalam 24 jam terakhir, seiring dengan reli yang terjadi di pasar kripto global.

    Berdasarkan data terbaru, harga PI naik 2,45% menjadi sekitar $0,204, mengikuti tren positif yang dipimpin oleh Bitcoin (BTC) serta kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

    Meskipun pergerakan ini terlihat positif, analis menilai bahwa kenaikan tersebut lebih didorong oleh sentimen pasar secara umum dibandingkan oleh faktor fundamental yang berasal dari ekosistem Pi sendiri.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

    Pi Network Ikuti Reli Pasar Kripto

    Pergerakan harga Pi dalam periode ini menunjukkan pola yang sangat mirip dengan dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

    Data terbaru dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa total kapitalisasi pasar kripto meningkat sekitar 3,38% hingga mencapai $2,51 triliun, sementara Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,15% dalam periode yang sama.

    Fenomena ini sering disebut sebagai beta-driven movement, yaitu kondisi di mana suatu aset bergerak mengikuti arah pasar secara keseluruhan.

    Dengan kata lain, kenaikan harga Pi kali ini lebih mencerminkan perubahan sentimen pasar global dibandingkan perkembangan spesifik dari proyek tersebut.

    Selain itu, indikator sentimen pasar seperti Crypto Fear & Greed Index juga menunjukkan pergeseran dari level “Fear” menuju “Neutral”.

    Pergeseran ini sering kali menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset kripto dalam jangka pendek.

    Tidak Ada Katalis Khusus untuk Pi

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Menariknya, kenaikan harga Pi tidak disertai oleh berita besar, kemitraan baru, ataupun pembaruan signifikan dari ekosistem proyek.

    Bahkan, data menunjukkan bahwa volume perdagangan Pi justru turun sekitar 38,44% menjadi $42,1 juta selama periode kenaikan harga tersebut.

    Penurunan volume ini menunjukkan bahwa reli yang terjadi belum didukung oleh lonjakan permintaan baru dari investor.

    Dalam banyak kasus, kenaikan harga yang terjadi dengan volume perdagangan rendah sering dianggap sebagai sinyal bahwa pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk memicu tren bullish yang lebih besar.

    Hal ini juga menandakan bahwa pasar Pi masih berada dalam fase konsolidasi, di mana harga bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu katalis baru.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, ada beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian para trader.

    Level pertama adalah $0,20, yang saat ini berfungsi sebagai support psikologis utama bagi Pi.

    Selama harga tetap berada di atas level tersebut, peluang untuk mempertahankan momentum kenaikan masih terbuka.

    Di sisi lain, level $0,21 menjadi resistance terdekat yang dalam beberapa pekan terakhir terbukti cukup sulit ditembus oleh PI.

    Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas $0,21 dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat, maka Pi berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $0,235, yang merupakan level tertinggi pada akhir Februari.

    Namun jika support $0,20 gagal dipertahankan, harga berisiko kembali turun ke area $0,19, yang sebelumnya menjadi zona konsolidasi.

    Prospek Jangka Pendek Pi Network

    Secara keseluruhan, pergerakan Pi saat ini menunjukkan bias yang cenderung bullish namun masih terbatas.

    Reli yang terjadi lebih dipengaruhi oleh kekuatan pasar kripto secara umum, terutama oleh pergerakan Bitcoin yang masih menjadi penggerak utama industri.

    Tanpa adanya katalis baru atau peningkatan volume perdagangan yang signifikan, Pi kemungkinan masih akan bergerak dalam rentang harga yang relatif sempit.

    Bagi investor dan trader, hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan adalah apakah Pi mampu menarik minat beli baru yang dapat mendorong harga menembus level resistance.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

    Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,45% ke $0,204 menunjukkan bahwa aset ini masih bergerak searah dengan tren pasar kripto yang lebih luas.

    Namun tanpa dukungan katalis fundamental maupun peningkatan volume perdagangan, reli ini masih tergolong moderat dan rentan kembali melemah.

    Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada dua faktor utama: stabilitas harga Bitcoin dan kemampuan Pi mempertahankan support di $0,20.

    Jika kedua faktor tersebut bertahan positif, peluang Pi untuk mencoba menembus resistance $0,21 tetap terbuka dalam jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

    Pergerakan indikator on-chain terbaru menunjukkan sinyal menarik bagi pasar kripto.

    Rasio 365-day MVRV milik Bitcoin (BTC) dilaporkan turun mendekati level yang terakhir terlihat pada akhir 2022, tepat setelah runtuhnya FTX.

    Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi tersebut menandakan valuasi pasar Bitcoin mulai terkompres relatif terhadap realized capitalization, metrik yang sering digunakan untuk menilai apakah suatu aset berada dalam kondisi overvalued atau undervalued.

    Menariknya, pada periode serupa setelah krisis FTX di 2022, harga Bitcoin tercatat mampu melonjak sekitar 67% dalam waktu tiga bulan setelah indikator MVRV memasuki zona rendah tersebut.

    Hal ini membuat sebagian analis mulai membandingkan situasi saat ini dengan fase akumulasi yang pernah terjadi sebelumnya.

    Baca Juga: Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

    Apa Itu Rasio MVRV Bitcoin?

    MVRV (Market Value to Realized Value) merupakan indikator on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan realized capitalization atau nilai total BTC berdasarkan harga terakhir saat koin tersebut berpindah tangan di blockchain. Secara sederhana:

    • MVRV tinggi → pasar cenderung overvalued, banyak investor berada dalam kondisi profit besar.
    • MVRV rendah → pasar berpotensi undervalued, tekanan jual biasanya mulai melemah.

    Ketika rasio ini turun mendekati level rendah, sering kali pasar sedang berada dalam fase di mana investor jangka panjang mulai melakukan akumulasi.

    Penurunan rasio MVRV saat ini menunjukkan bahwa valuasi pasar Bitcoin telah terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan nilai dasar yang tercatat di jaringan.

    Perbandingan dengan Siklus Pasar 2022

    Pada akhir 2022, pasar kripto mengalami guncangan besar setelah runtuhnya FTX, salah satu bursa kripto terbesar saat itu.

    Peristiwa tersebut dikenal luas sebagai FTX collapse 2022, yang menyebabkan kepercayaan investor terhadap industri kripto anjlok dan memicu koreksi tajam di berbagai aset digital.

    Pada periode itu, rasio MVRV Bitcoin juga turun ke zona rendah yang menunjukkan kapitulasi pasar. Namun setelah fase tersebut berlalu, Bitcoin justru mengalami pemulihan signifikan.

    Grafik dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa setelah indikator tersebut mencapai titik rendah pada 2022, harga BTC kemudian naik sekitar 67% dalam tiga bulan berikutnya.

    Kondisi inilah yang membuat sebagian analis menilai bahwa pasar saat ini bisa berada dalam fase undervaluation potensial yang mirip dengan periode tersebut.

    Faktor Baru yang Membentuk Pasar Saat Ini

    Meski terdapat kemiripan dengan situasi tahun 2022, struktur pasar kripto saat ini memiliki sejumlah perbedaan penting.

    Salah satunya adalah munculnya ETF spot Bitcoin, yang membuka akses investasi institusional ke BTC melalui pasar keuangan tradisional.

    Selain itu, faktor makroekonomi seperti suku bunga global yang masih tinggi juga memengaruhi aliran modal ke aset berisiko, termasuk kripto.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa meskipun indikator MVRV memberikan sinyal menarik, kondisi pasar saat ini tidak sepenuhnya sama dengan siklus sebelumnya.

    “Meski MVRV rendah tidak otomatis berarti reversal instan, indikator ini tetap penting karena menandakan perubahan risk-reward jangka panjang ketika tekanan jual mulai melemah dan akumulasi mulai muncul. Bedanya dengan 2022, pasar sekarang juga dibentuk oleh suku bunga tinggi, ETF spot Bitcoin, dan strategi akumulasi korporasi, sehingga jika skenario undervaluation ini bertahan, dampaknya bisa lebih terkait rotasi modal institusional daripada sekadar technical bounce biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Apa Artinya bagi Investor?

    Bagi investor kripto, rasio MVRV sering dianggap sebagai indikator siklus pasar jangka panjang.

    Ketika indikator ini berada di zona rendah, sebagian pelaku pasar mulai melihat peluang untuk melakukan akumulasi dengan asumsi bahwa tekanan jual mulai mereda.

    Namun penting untuk dicatat bahwa MVRV bukanlah indikator timing yang sempurna. Pasar dapat tetap berada di zona undervaluation untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mengalami pembalikan tren.

    Selain itu, kondisi makro global serta sentimen terhadap aset berisiko juga masih memainkan peran besar dalam menentukan arah harga Bitcoin.

    Baca Juga: Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

    Turunnya rasio 365-day MVRV Bitcoin ke level yang mendekati periode pasca kolaps FTX membuka kembali diskusi mengenai potensi undervaluation di pasar kripto.

    Jika pola historis kembali terulang, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal fase akumulasi baru.

    Namun dengan hadirnya faktor baru seperti ETF spot Bitcoin dan perubahan dinamika makroekonomi global, pergerakan pasar kali ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh aliran modal institusional yang lebih besar.

    Bagi investor, indikator ini menjadi salah satu metrik penting untuk memantau apakah pasar Bitcoin sedang berada dalam fase kapitulasi, konsolidasi, atau awal siklus pemulihan baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dalam perdagangan kripto global.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (16/3), harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $73.935 per BTC, mencatat kenaikan sekitar 3,19% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin naik hingga sekitar $1,48 triliun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat mencapai $36,07 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi di tengah reli harga.

    Pergerakan ini juga menandai kelanjutan tren bullish jangka pendek setelah BTC mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

    Baca Juga: Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

    Performa Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan harga terendah $71.282 dan harga tertinggi $74.395.

    Rentang ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup aktif di pasar, dengan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga mendekati level $74 ribu.

    Secara harian, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar $2.385 atau 3,33%, menandakan meningkatnya minat beli dari investor.

    Selain itu, dalam skala waktu yang lebih pendek, harga BTC juga masih menunjukkan momentum positif:

    • Perubahan 1 jam: +0,56%
    • Perubahan 24 jam: +3,33%
    • Perubahan 7 hari: +9,07%

    Kinerja ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan jangka pendek setelah sebelumnya mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

    Performa Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan dari koreksi yang terjadi sebelumnya.

    Dalam periode waktu berbeda, pergerakan harga BTC tercatat sebagai berikut:

    • 30 hari: naik sekitar 7,62%
    • 60 hari: turun sekitar 23,22%
    • 90 hari: turun sekitar 14,04%

    Data tersebut menunjukkan bahwa reli terbaru kemungkinan merupakan bagian dari fase rebound pasar setelah penurunan tajam dalam dua bulan terakhir.

    Di sisi lain, Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang berada di sekitar $126.198.

    Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Terbatas

    Salah satu faktor fundamental yang terus menjadi daya tarik Bitcoin adalah struktur pasokan yang terbatas.

    Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total pasokan maksimum sebesar 21 juta BTC.

    Kelangkaan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Bitcoin sering dianggap sebagai aset digital yang memiliki karakteristik mirip emas, karena suplai yang terbatas dapat menciptakan tekanan harga ketika permintaan meningkat.

    Dengan kapitalisasi pasar yang terdilusi penuh mencapai sekitar $1,55 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar.

    Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

    Beberapa faktor utama yang sering memengaruhi pergerakan harga Bitcoin antara lain:

    1. Sentimen Pasar Kripto

    Ketika pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan tren positif, Bitcoin biasanya menjadi aset pertama yang mengalami lonjakan permintaan.

    2. Aktivitas Investor Institusional

    Dalam beberapa tahun terakhir, minat dari investor institusional terhadap Bitcoin semakin meningkat. Hal ini dapat memperkuat stabilitas dan likuiditas pasar.

    3. Faktor Makroekonomi

    Perubahan kebijakan suku bunga global, inflasi, serta kondisi ekonomi dunia juga sering memengaruhi aliran modal ke aset kripto.

    Level Penting yang Perlu Dipantau Trader

    Dalam jangka pendek, beberapa level harga menjadi perhatian utama para trader.

    • Resistance terdekat: sekitar $74.000 – $75.000
    • Support penting: sekitar $71.000

    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Namun jika harga gagal mempertahankan momentum, BTC berpotensi kembali melakukan konsolidasi di area support.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 16 Maret 2026: Momentum Terjaga BTC ke $73.000

    Harga Bitcoin hari ini naik sekitar 3,33% ke kisaran $74 ribu, menunjukkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar kripto dalam jangka pendek.

    Dengan kapitalisasi pasar mendekati $1,48 triliun dan volume perdagangan harian di atas $36 miliar, BTC tetap menjadi aset digital paling berpengaruh di industri kripto.

    Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar serta faktor makroekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlockFills Bangkrut, Industri Crypto Lending Kembali Jadi Perhatian

    Industri pinjam-meminjam aset digital kembali menghadapi tekanan setelah platform crypto lending BlockFills mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.

    Langkah ini diambil setelah perusahaan sebelumnya menghentikan layanan deposit dan penarikan dana pelanggan pada bulan lalu.

    Pengajuan kebangkrutan tersebut dilakukan oleh entitas operasional perusahaan, Reliz LTD, bersama tiga perusahaan terkait lainnya. Proses restrukturisasi ini diajukan melalui pengadilan kebangkrutan di Delaware.

    Perusahaan menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan bisnis, menjaga nilai perusahaan, serta memaksimalkan pemulihan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).

    Baca Juga: Crypto Lending: Perkembangan dan Dampaknya di Indonesia

    Apa Itu Chapter 11?

    Chapter 11 merupakan salah satu mekanisme dalam sistem hukum kebangkrutan di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan restrukturisasi utang sambil tetap melanjutkan operasional bisnis.

    Berbeda dengan likuidasi penuh, proses ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk:

    • Menyusun kembali struktur utang
    • Menegosiasikan kewajiban dengan kreditur
    • Melindungi aset perusahaan selama proses restrukturisasi

    Dengan kata lain, tujuan utama Chapter 11 adalah memulihkan perusahaan agar tetap dapat beroperasi, sekaligus memberikan peluang pemulihan bagi kreditur dan pihak terkait.

    Latar Belakang Penghentian Layanan

    Krisis di BlockFills mulai mencuat ketika perusahaan secara mendadak menghentikan akses deposit dan penarikan dana pengguna beberapa waktu lalu.

    Langkah tersebut biasanya menjadi sinyal awal masalah likuiditas di industri kripto, terutama pada sektor yang bergantung pada model bisnis pinjam-meminjam aset digital.

    Dalam model ini, Cointelegraph menyebut platform biasanya meminjamkan aset kripto kepada pihak lain dengan imbal hasil tertentu.

    Namun ketika pasar mengalami tekanan atau kepercayaan pengguna menurun, platform dapat mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan penarikan dana secara besar-besaran.

    Situasi ini pernah terjadi pada beberapa perusahaan kripto besar sebelumnya yang akhirnya juga masuk ke proses kebangkrutan.

    Dampak bagi Sektor Crypto Lending

    Kasus BlockFills kembali menyoroti risiko struktural yang masih melekat pada sektor crypto lending.

    Model bisnis pinjam-meminjam kripto sering kali bergantung pada likuiditas pasar dan kepercayaan pengguna.

    Ketika kondisi pasar memburuk atau terjadi ketidakpastian, tekanan penarikan dana bisa meningkat secara drastis.

    Jika platform tidak memiliki cadangan likuiditas yang cukup, maka pembatasan penarikan dana menjadi langkah yang sering diambil untuk mencegah keruntuhan yang lebih cepat.

    Namun langkah tersebut justru sering memperburuk sentimen pasar karena dapat memicu kepanikan pengguna.

    Pandangan Analis Industri

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, kasus kebangkrutan BlockFills lebih tepat dilihat sebagai isu regulasi dan hukum, bukan sekadar masalah operasional perusahaan.

    “Ini jelas masuk kategori regulasi karena inti ceritanya adalah proses hukum restrukturisasi dan perlindungan kreditur, bukan sekadar masalah operasional biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, dampaknya juga jelek buat sentimen sektor crypto lending, karena kasus seperti ini terus menegaskan bahwa model bisnis pinjam-meminjam kripto tetap rapuh saat pasar memburuk dan kepercayaan pengguna bisa runtuh sangat cepat begitu akses dana dibatasi.

    Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di industri kripto mengenai stabilitas platform lending.

    Industri Masih Dalam Fase Pemulihan

    Sektor crypto lending sebenarnya masih berada dalam fase pemulihan setelah sejumlah krisis besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

    Runtuhnya beberapa perusahaan besar di industri kripto sebelumnya telah memicu pengawasan regulasi yang lebih ketat serta meningkatkan tuntutan transparansi terhadap platform keuangan berbasis blockchain.

    Banyak investor kini lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjam-meminjam kripto, terutama pada platform yang tidak memiliki sistem manajemen risiko yang kuat.

    Baca Juga: Euler Finance: Protokol Lending Modular yang Siap Dominasi DeFi

    Pengajuan kebangkrutan Chapter 11 oleh BlockFills menjadi pengingat bahwa sektor crypto lending masih menghadapi tantangan besar terkait likuiditas, manajemen risiko, dan kepercayaan pengguna.

    Meskipun proses restrukturisasi dapat memberikan peluang bagi perusahaan untuk pulih, kasus ini berpotensi kembali memicu kekhawatiran di kalangan investor terhadap stabilitas platform pinjam-meminjam kripto.

    Ke depan, perkembangan kasus ini akan menjadi perhatian penting bagi pelaku industri dan regulator, terutama dalam menentukan bagaimana model bisnis crypto lending dapat dibuat lebih tahan terhadap gejolak pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Missouri Majukan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

    Negara bagian Missouri kembali menjadi sorotan dalam perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat setelah House Bill 2080 (HB 2080) berhasil lolos dari tahap komite legislatif.

    Sebagaimana dilaporkan Coin Bureau, rancangan undang-undang tersebut kini bergerak menuju pembahasan di full House floor, setelah mendapatkan dukungan melalui voting 6 berbanding 2 di tingkat komite.

    RUU ini mengusulkan langkah yang cukup inovatif, yakni memberikan izin bagi pemerintah negara bagian Missouri untuk memegang Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari cadangan treasury negara bagian.

    Selain itu, rancangan aturan tersebut juga membuka kemungkinan bagi warga untuk membayar pajak menggunakan aset kripto.

    Jika nantinya disahkan, Missouri berpotensi menjadi salah satu wilayah di Amerika Serikat yang secara resmi mengintegrasikan Bitcoin ke dalam kebijakan keuangan publik.

    Baca Juga: Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

    Missouri Ingin Jadikan Bitcoin Bagian dari Treasury

    House Bill 2080 secara eksplisit mengusulkan agar pemerintah Missouri dapat menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan aset negara.

    Konsep ini sering disebut sebagai strategic Bitcoin reserve, yaitu pendekatan di mana pemerintah atau lembaga publik menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari portofolio cadangan mereka.

    Selama ini, cadangan treasury pemerintah biasanya terdiri dari aset tradisional seperti obligasi pemerintah, mata uang fiat, emas, dan instrumen keuangan lainnya.

    Namun dengan meningkatnya popularitas aset digital, beberapa pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai jangka panjang.

    RUU tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi pemerintah negara bagian untuk menerima pembayaran pajak dalam bentuk kripto, sebuah langkah yang dapat memperluas penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

    Proses Legislasi Masih Berlanjut

    Meskipun telah lolos dari tahap komite, House Bill 2080 masih harus melalui beberapa tahap legislasi sebelum resmi menjadi undang-undang.

    Langkah berikutnya adalah pembahasan di House floor, di mana seluruh anggota legislatif negara bagian akan memberikan suara terhadap RUU tersebut.

    Jika disetujui, RUU tersebut juga masih harus melewati proses di Senat negara bagian sebelum akhirnya dapat ditandatangani oleh gubernur Missouri.

    Proses ini menunjukkan bahwa adopsi Bitcoin di tingkat pemerintahan masih memerlukan diskusi yang mendalam, terutama terkait aspek risiko, regulasi, dan stabilitas keuangan.

    Tren Adopsi Bitcoin oleh Pemerintah

    Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi mengenai peran Bitcoin dalam kebijakan keuangan publik semakin meningkat.

    Sebagian pihak melihat Bitcoin sebagai aset digital yang memiliki karakteristik unik, seperti suplai terbatas dan sifat desentralisasi, yang membuatnya menarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

    Selain itu, penggunaan kripto dalam pembayaran pajak juga dianggap sebagai langkah untuk mendorong inovasi teknologi finansial.

    Jika Missouri benar-benar mengadopsi kebijakan ini, negara bagian tersebut bisa menjadi salah satu pionir dalam integrasi kripto ke dalam sistem keuangan pemerintah di Amerika Serikat.

    Pandangan Analis tentang Dampaknya

    Analis industri kripto menilai perkembangan ini sebagai langkah penting dalam evolusi regulasi aset digital.

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, proses legislasi seperti ini menunjukkan bahwa diskusi mengenai peran Bitcoin dalam kebijakan publik mulai bergerak ke tahap yang lebih konkret.

    “Dari sisi regulasi, perkembangan ini penting karena menunjukkan bahwa adopsi Bitcoin di level negara bagian AS mulai bergerak dari wacana ke proses legislasi yang lebih konkret. Jika disahkan, Missouri bisa menjadi contoh bagaimana Bitcoin diposisikan bukan hanya sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai bagian dari kebijakan treasury publik dan sistem pembayaran negara,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah Missouri dapat memiliki dampak yang lebih luas bagi cara pemerintah memandang aset digital.

    Potensi Dampak bagi Industri Kripto

    Jika RUU tersebut berhasil disahkan, dampaknya tidak hanya terbatas pada Missouri.

    Keputusan ini dapat memicu diskusi serupa di negara bagian lain di Amerika Serikat, terutama terkait kemungkinan penggunaan Bitcoin dalam cadangan negara atau sistem pembayaran publik.

    Langkah ini juga berpotensi meningkatkan legitimasi Bitcoin sebagai aset keuangan yang diakui secara institusional.

    Selain itu, penerimaan pajak dalam kripto dapat memperluas penggunaan aset digital di sektor publik sekaligus meningkatkan adopsi teknologi blockchain dalam sistem administrasi pemerintah.

    Baca Juga: Oklahoma Lebih Dekat Sahkan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

    Masa Depan Bitcoin dalam Kebijakan Publik

    Perkembangan di Missouri menunjukkan bahwa peran Bitcoin dalam sistem keuangan global terus berkembang.

    Dari awalnya hanya dianggap sebagai aset spekulatif, Bitcoin kini mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi keuangan pemerintah di berbagai wilayah.

    Meskipun masih berada dalam tahap legislasi, proposal seperti HB 2080 memperlihatkan bahwa integrasi kripto dalam kebijakan publik bukan lagi sekadar wacana.

    Jika tren ini berlanjut, Bitcoin dapat memainkan peran yang semakin besar tidak hanya dalam pasar investasi, tetapi juga dalam arsitektur keuangan negara di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wall Street Serbu ETF Solana, Dana $540 Juta Mengalir ke SOL

    Investor institusional dari Wall Street dilaporkan mengalirkan lebih dari US$540 juta ke produk exchange-traded fund (ETF) Solana di Amerika Serikat pada kuartal keempat 2025. Data tersebut menunjukkan meningkatnya minat lembaga keuangan terhadap aset kripto alternatif di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Informasi ini berasal dari analis ETF Bloomberg, James Seyffart, yang mengolah data dari laporan kepemilikan institusional (13F filings) yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

    Institusi Besar Jadi Pembeli Utama

    Menurut data tersebut, perusahaan modal ventura Electric Capital dan bank investasi Goldman Sachs menjadi dua pembeli terbesar ETF Solana.

    Dilaporkan Cointelegraph, Electric Capital tercatat memiliki eksposur sekitar US$137,8 juta, sementara Goldman Sachs memegang sekitar US$107,4 juta dalam produk ETF tersebut.

    Beberapa institusi lain yang juga masuk dalam lima besar pemegang ETF Solana termasuk Elequin Capital, SIG Holding, dan Multicoin Capital.

    Selain itu, lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley dan Citadel Advisors juga tercatat membeli ETF Solana setelah peluncuran produk tersebut di Amerika Serikat.

    Penasihat Investasi Dominasi Kepemilikan

    Jika dilihat berdasarkan kategori institusi, penasihat investasi menjadi kelompok investor terbesar dalam ETF Solana.

    Kelompok ini menguasai lebih dari US$270 juta dari total kepemilikan ETF. Sementara itu, manajer hedge fund berada di posisi kedua dengan nilai investasi sekitar US$186,4 juta.

    Perusahaan holding dan broker tercatat memegang sekitar US$59,5 juta dan US$20,3 juta. Sementara bank memiliki porsi yang lebih kecil dengan sekitar US$4,5 juta.

    Secara keseluruhan, kepemilikan ETF tersebut setara dengan sekitar 4,3 juta token SOL.

    Menurut Tim Research Tokocrrypto, secara onchain dan pasar, arus dana sebesar ini penting karena memperkuat kasus bahwa Solana mulai masuk radar alokasi institusional, bukan cuma tema retail dan ekosistem onchain.

    “Jika arus seperti ini berlanjut dan didukung aktivitas jaringan yang sehat, SOL bisa membangun fondasi valuasi yang lebih kuat, meski dalam jangka pendek harga tetap sensitif terhadap kondisi likuiditas dan rotasi pasar crypto secara keseluruhan,” katanya.

    Nilai Investasi Turun Seiring Harga SOL

    Meski minat institusional terlihat kuat, nilai pasar dari kepemilikan tersebut mengalami penurunan seiring melemahnya harga Solana.

    Sejak akhir kuartal keempat 2025, harga SOL dilaporkan turun lebih dari 30%, dari sekitar US$124,95 menjadi sekitar US$86 pada saat data terakhir dicatat.

    Penurunan harga ini otomatis mengurangi nilai pasar dari kepemilikan institusi dalam ETF tersebut.

    Arus Dana ETF Tetap Stabil

    Meski harga Solana melemah, arus dana ke ETF Solana tetap menunjukkan stabilitas.

    Analis ETF Bloomberg lainnya, Eric Balchunas, menyebut bahwa aliran dana ke produk ETF Solana tetap kuat dalam beberapa bulan terakhir.

    Sekitar 50% aset ETF Solana saat ini dimiliki oleh institusi yang wajib melaporkan kepemilikan mereka melalui dokumen 13F, yang menunjukkan bahwa basis investor produk tersebut didominasi oleh pelaku pasar profesional.

    Data dari Farside Investors juga menunjukkan bahwa sejak diluncurkan di Amerika Serikat pada Oktober 2025, ETF Solana telah mengumpulkan sekitar US$952 juta arus dana masuk secara kumulatif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Aktivitas jaringan Ethereum mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, meskipun pergerakan harga aset kripto tersebut masih menunjukkan tren yang beragam. Data terbaru menunjukkan jumlah alamat aktif di jaringan Ethereum mencapai salah satu level tertinggi dalam sejarahnya.

    Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna di dalam ekosistem Ethereum, bahkan ketika kondisi pasar kripto masih mengalami volatilitas.

    Alamat Aktif Ethereum Capai Level Tinggi

    Dilaporkan Crypto Quant, jumlah alamat aktif merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur aktivitas di jaringan blockchain. Peningkatan jumlah alamat aktif menunjukkan semakin banyak pengguna yang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan aplikasi di jaringan tersebut.

    Data terbaru menunjukkan bahwa alamat aktif Ethereum meningkat secara signifikan, menandakan aktivitas jaringan yang semakin padat. Lonjakan ini menjadi salah satu sinyal bahwa penggunaan jaringan terus berkembang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat aktif ini mencerminkan meluasnya penggunaan Ethereum di area seperti DeFi, stablecoin, dan interaksi smart contract otomatis.

    “Secara onchain, divergensi antara harga yang belum sepenuhnya kuat dan aktivitas jaringan yang terus naik adalah sinyal konstruktif: adopsi dasar jaringan bisa saja sedang menguat lebih dulu sebelum sepenuhnya tercermin ke valuasi ETH di pasar,” jelasnya.

    Baca juga: Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

    Peningkatan Penggunaan di Berbagai Sektor

    Pertumbuhan aktivitas jaringan Ethereum sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan di berbagai sektor dalam ekosistem blockchain.

    Beberapa di antaranya termasuk sektor decentralized finance (DeFi), penggunaan stablecoin, serta berbagai interaksi otomatis melalui smart contract.

    Aplikasi-aplikasi ini memerlukan transaksi yang terus berjalan di jaringan Ethereum, sehingga turut mendorong peningkatan jumlah alamat aktif dan volume aktivitas secara keseluruhan.

    Adopsi Jaringan Tetap Kuat Meski Harga Berfluktuasi

    Menariknya, peningkatan aktivitas jaringan terjadi di tengah pergerakan harga Ethereum yang masih menunjukkan ketidakpastian.

    Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan antara dinamika harga di pasar dan perkembangan fundamental jaringan.

    Beberapa analis menilai bahwa meningkatnya aktivitas jaringan dapat menjadi indikasi bahwa adopsi Ethereum terus berkembang, yang berpotensi memperkuat fundamental jangka panjang dari aset tersebut.

    Dengan semakin luasnya penggunaan di berbagai sektor, aktivitas jaringan yang tinggi dapat menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem Ethereum di tengah volatilitas pasar kripto.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com