Author: 18

  • DeFi Diserang Lagi! Venus Protocol Kehilangan Jutaan Dolar Sekejap

    Platform decentralized finance (DeFi) Venus Protocol dilaporkan mengalami serangan yang menyebabkan kerugian lebih dari US$3,7 juta. Insiden ini terjadi akibat dugaan eksploitasi “supply cap” yang memanfaatkan celah dalam sistem likuiditas platform.

    Dilaporkan Cointelegraph, pihak Venus Protocol mengonfirmasi adanya aktivitas perdagangan mencurigakan yang berfokus pada pool token Thena (THE), sehingga memicu langkah darurat untuk membatasi potensi kerugian lebih lanjut.

    Serangan Berawal dari Manipulasi Token THE

    Dalam pernyataan resminya, Venus Protocol menyebut aktivitas abnormal terjadi pada pool likuiditas token THE dan CAKE.

    Tim segera mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas peminjaman (borrowing) dan penarikan (withdrawal) untuk token THE.

    Langkah ini dilakukan guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut selama proses investigasi berlangsung.

    Baca juga: PancakeSwap Rilis Pancake Town, Padukan AI Agent dan DeFi

    Modus “Supply Cap Attack” Rugikan Platform

    Menurut analisis dari Allez Labs, serangan ini dilakukan melalui dua tahap utama.

    Pertama, pelaku mengakumulasi sekitar 84% dari total kapitalisasi pasar token THE. Selanjutnya, token tersebut digunakan sebagai jaminan untuk melakukan aksi peminjaman dalam jumlah besar.

    Melalui metode ini, pelaku berhasil meminjam berbagai aset digital, termasuk 6,67 juta CAKE, 1,58 juta USDC, 2.801 BNB, serta 20 Bitcoin.

    Total kerugian dari insiden ini diperkirakan mencapai lebih dari US$3,7 juta.

    Platform Perketat Akses untuk Cegah Risiko Lanjutan

    Sebagai langkah tambahan, Venus Protocol juga menghentikan sementara aktivitas pada beberapa aset lain dengan likuiditas rendah.

    Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi eksploitasi lanjutan di area yang rentan.

    Sementara itu, harga token THE tercatat turun lebih dari 17% dalam 24 jam terakhir, mencerminkan dampak langsung dari insiden tersebut terhadap pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus ini penting secara onchain karena menunjukkan bahwa risiko DeFi tidak hanya datang dari smart contract bug klasik, tetapi juga dari manipulasi likuiditas dan konsentrasi supply pada aset berkapitalisasi kecil.

    “Fakta bahwa Venus sampai harus menghentikan borrow dan withdrawal untuk pasar THE serta beberapa market lain seperti BCH, LTC, UNI, AAVE, FIL, dan TWT menegaskan bahwa ancaman berbasis desain pasar dan collateral composition masih sangat nyata di protokol lending besar,” analisanya.

    Ancaman Keamanan DeFi Semakin Kompleks

    Insiden ini kembali menyoroti risiko keamanan yang masih menjadi tantangan besar dalam ekosistem DeFi.

    Seiring pertumbuhan industri, metode serangan juga semakin kompleks, mulai dari eksploitasi smart contract hingga manipulasi likuiditas.

    Meski nilai kerugian akibat peretasan kripto sempat menurun dalam beberapa bulan terakhir, laporan terbaru menunjukkan peningkatan pada metode penipuan lain seperti phishing dan social engineering.

    Perkembangan ini menjadi pengingat bagi pelaku industri dan pengguna untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan dalam menghadapi risiko di dunia kripto.

    Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Stablecoin kini semakin menunjukkan peran penting dalam ekosistem kripto, dengan data on-chain terbaru mengindikasikan bahwa aset ini telah berkembang menjadi infrastruktur utama dalam keuangan digital berbasis blockchain.

    DIlaporkan Crypto Quant, pertumbuhan jumlah pengguna dan kapitalisasi pasar yang signifikan menjadi bukti bahwa stablecoin tidak lagi sekadar alat trading, tetapi juga digunakan secara luas dalam berbagai aktivitas finansial.

    Adopsi Stablecoin Terus Meningkat

    Data blockchain menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif yang menggunakan stablecoin berbasis ERC-20 meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

    Saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin telah mencapai sekitar US$300 miliar. Aset seperti USDT dan USDC mendominasi pasar dan menjadi sumber likuiditas utama dalam perdagangan aset digital.

    Selain digunakan di bursa kripto, stablecoin juga banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi, termasuk untuk aktivitas pinjam-meminjam, penyediaan likuiditas, hingga pembayaran on-chain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, pertumbuhan stablecoin sekarang lebih mencerminkan utilitas finansial nyata daripada spekulasi murni.

    “Selama permintaan untuk pembayaran digital, transfer lintas negara, dan infrastruktur DeFi terus naik, stablecoin akan tetap jadi rel utama adopsi onchain,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

    Digunakan Berbeda di Setiap Negara

    Penggunaan stablecoin juga menunjukkan perbedaan signifikan di berbagai wilayah, tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing negara.

    Di negara dengan inflasi tinggi atau mata uang yang tidak stabil, stablecoin sering digunakan sebagai alternatif “dolar digital”. Nigeria menjadi salah satu contoh dengan tingkat adopsi yang tinggi, di mana masyarakat memanfaatkan USDT dan USDC untuk melindungi nilai aset dan melakukan transaksi peer-to-peer.

    Sementara itu, di India dan Filipina, stablecoin banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara dan remitansi. Di Amerika Serikat, penggunaan lebih terfokus pada pasar keuangan sebagai sumber likuiditas untuk trading dan aliran modal institusional.

    Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Alat Trading

    Perbedaan pola penggunaan ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi menjadi infrastruktur finansial yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

    Jepang juga mulai memasuki ruang ini setelah adanya perubahan regulasi, dengan munculnya stablecoin berbasis yen seperti JPYC yang berpotensi menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

    Secara keseluruhan, data on-chain memperlihatkan bahwa stablecoin kini berkembang dari sekadar pasangan trading menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

    Pasokan XRP di bursa kripto Binance menunjukkan tanda-tanda penurunan moderat, berdasarkan indikator terbaru yang mengukur keseimbangan antara suplai dan permintaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan pelaku pasar terkait potensi pergerakan harga ke depan.

    Data menunjukkan bahwa meskipun belum masuk fase kelangkaan ekstrem, ketersediaan XRP di pasar saat ini relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.

    Indeks Kelangkaan XRP Tunjukkan Nilai Positif

    Berdasarkan data terbaru, XRP diperdagangkan di sekitar level US$1,41 dengan nilai scarcity index berada di kisaran 0,48.

    Dilaporkan Crypto Quant, nilai positif pada indikator ini menunjukkan bahwa jumlah XRP yang tersedia untuk diperdagangkan di Binance lebih rendah dibandingkan rata-rata sebelumnya.

    Secara umum, kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan pasokan yang tersedia di pasar, meskipun belum mencapai tingkat kelangkaan yang tinggi.

    Penarikan ke Wallet Pribadi Kurangi Pasokan

    Secara historis, peningkatan nilai scarcity index sering dikaitkan dengan berkurangnya suplai di bursa.

    Hal ini biasanya terjadi ketika investor memindahkan aset mereka ke wallet pribadi atau ketika aliran deposit ke bursa menurun.

    Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan baru. Ketika permintaan meningkat, harga cenderung bergerak lebih cepat karena jumlah aset yang tersedia untuk dijual terbatas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cenderung konstruktif karena tekanan jual langsung di exchange tidak sedang besar, tapi belum cukup ketat untuk dibaca sebagai sinyal squeeze ekstrem.

    “Kalau demand baru masuk, XRP bisa bereaksi lebih cepat; tanpa katalis tambahan, kondisinya masih lebih mirip supply sehat ketimbang setup ledakan harga.,” jelasnya.

    Baca juga: XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

    Fluktuasi Indeks Cerminkan Dinamika Pasar

    Meski saat ini menunjukkan kelangkaan moderat, data historis juga mencatat bahwa indeks ini sering mengalami fluktuasi tajam.

    Pada beberapa periode sebelumnya, nilai indeks sempat turun ke wilayah negatif yang dalam, menandakan peningkatan pasokan di bursa akibat arus masuk aset yang lebih besar.

    Kondisi tersebut biasanya beriringan dengan meningkatnya tekanan jual atau kecenderungan investor untuk melepas aset mereka.

    Pasar Masih Dalam Kondisi Seimbang

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Saat ini, nilai indeks menunjukkan bahwa pasar XRP berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

    Pasokan memang terbatas, namun belum berada pada tingkat yang sangat rendah seperti yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.

    Situasi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar tidak terlalu kuat, tetapi juga belum ada tanda-tanda kekurangan likuiditas yang signifikan.

    Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga XRP dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh perubahan permintaan baru di pasar, terutama jika terjadi peningkatan minat beli dari investor.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

    Aktivitas perdagangan Ethereum menunjukkan perubahan signifikan, dengan volume transaksi di pasar futures kini tercatat lebih dari enam kali lipat dibandingkan pasar spot. Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan langsung terhadap ETH di tengah tekanan makroekonomi global.

    Perubahan struktur pasar ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan inflasi yang masih tinggi di Amerika Serikat.

    Volume Futures Dominasi Perdagangan ETH

    Data terbaru menunjukkan bahwa rasio volume spot terhadap futures Ethereum di Binance turun ke level terendah sejak 2023, yang merupakan periode akhir dari fase bear market sebelumnya.

    Saat ini, volume perdagangan futures ETH tercatat lebih dari enam kali lebih besar dibandingkan volume di pasar spot.

    Dilaporkan Crypto Quant, dominasi pasar derivatif ini mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan lebih banyak didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan permintaan riil di pasar spot.

    Open Interest ETH Turun Signifikan

    Selain itu, open interest Ethereum di Binance juga mengalami penurunan yang cukup besar.

    Sejak Januari 2026, open interest tercatat turun sekitar 400.000 ETH atau setara hampir US$4 miliar. Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka di pasar derivatif.

    Meski demikian, tingginya volume futures menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih didominasi oleh kontrak jangka pendek, bukan akumulasi aset secara langsung.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur seperti ini bikin pasar ETH lebih rapuh karena harga lebih banyak digerakkan leverage daripada demand spot yang sehat.

    “Selama arus beli spot belum pulih, risiko whipsaw, squeeze singkat, dan dump lanjutan masih tinggi,” jelasnya.

    Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Tekanan Makro Pengaruhi Sentimen Pasar

    Kondisi ini tidak terlepas dari tekanan makroekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

    Data inflasi terbaru menunjukkan core CPI berada di level 2,5% secara tahunan, sementara core PCE mencapai 3,1%.

    Kenaikan harga energi serta inflasi yang masih tinggi membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

    Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang juga turut menekan minat investor terhadap aset digital.

    Ethereum Jadi Salah Satu yang Terdampak

    Di antara aset kripto utama, Ethereum menjadi salah satu yang paling terdampak oleh kondisi ini.

    Melemahnya permintaan di pasar spot menunjukkan bahwa minat investor terhadap ETH saat ini masih terbatas.

    Beberapa analis juga menyebut kemungkinan adanya tekanan tambahan dari penjualan oleh entitas besar seperti Ethereum Foundation atau tokoh industri, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

    Dengan kombinasi faktor makro dan perubahan struktur pasar, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan di pasar spot serta perkembangan kondisi ekonomi global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya, perusahaan tersebut mengakuisisi 22.337 BTC senilai sekitar US$1,57 miliar atau setara lebih dari Rp25 triliun.

    Langkah ini memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

    Pembelian Bitcoin Masif Berlanjut

    Berdasarkan laporan yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), pembelian dilakukan dengan harga rata-rata sekitar US$70.194 per Bitcoin.

    Harga tersebut berada di bawah rata-rata akumulasi keseluruhan perusahaan yang tercatat sekitar US$75.696 per BTC.

    Dilaporkan Cointelegraph, pembelian ini juga menjadi salah satu dari lima transaksi terbesar yang pernah dilakukan Strategy, melanjutkan tren akumulasi agresif setelah sebelumnya membeli hampir 18.000 BTC dalam pekan sebelumnya.

    Total Kepemilikan Tembus 761.000 BTC

    Dengan tambahan pembelian terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 761.068 BTC.

    Perusahaan telah menginvestasikan sekitar US$57,61 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin tersebut.

    Jumlah ini setara dengan lebih dari 3% dari total suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

    Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, ini lebih tepat masuk Adopsi karena intinya adalah ekspansi neraca korporasi ke Bitcoin, bukan isu hukum atau enforcement.

    “Pesannya ke pasar keras dan jelas: Strategy masih menjadikan BTC sebagai aset inti treasury, dan selama akses ke pasar modal tetap lancar, mereka akan terus jadi salah satu pendorong adopsi institusional paling agresif di dunia kripto,” katanya.

    Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

    Dibiayai dari Penjualan Saham

    Pembelian Bitcoin tersebut didanai melalui penjualan saham preferen perpetual perusahaan, yaitu STRC, serta saham biasa.

    Dalam periode yang sama, Strategy menjual sekitar 11,9 juta saham STRC dan mengumpulkan dana sekitar US$1,18 miliar, yang mencakup sekitar 75% dari total nilai pembelian Bitcoin.

    Selain itu, perusahaan juga menjual sekitar 2,8 juta saham biasa (MSTR) dengan nilai sekitar US$396 juta.

    Strategi Pendanaan dan Target Jangka Panjang

    Strategy terus mengandalkan strategi pembiayaan melalui pasar modal untuk mendukung akumulasi Bitcoin.

    Produk saham preferen STRC disebut menjadi salah satu instrumen yang paling likuid di pasar, memungkinkan perusahaan mengakses dana dalam jumlah besar secara cepat.

    Dengan total kepemilikan saat ini, Strategy masih membutuhkan sekitar 238.932 BTC tambahan untuk mencapai target 1 juta BTC.

    Untuk mencapai target tersebut dalam sisa waktu tahun 2026, perusahaan perlu membeli rata-rata sekitar 5.700 BTC per minggu.

    Langkah agresif Strategy ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi keuangan korporasi mereka.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 7,01% ke level $0,186.

    Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang justru cenderung menguat, dipimpin oleh Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Kondisi ini menandakan bahwa pelemahan Pi lebih dipengaruhi oleh faktor internal altcoin, khususnya aksi profit taking dan rotasi modal investor dari aset berisiko tinggi.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

    Altcoin Melemah di Tengah Reli Bitcoin

    Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto tercatat naik sekitar 1,49%, menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum masih positif. Namun, tidak semua aset ikut menikmati kenaikan tersebut.

    Indikator Altcoin Season Index justru turun sekitar 8%, mengindikasikan bahwa investor mulai mengalihkan dana mereka dari altcoin ke aset yang dianggap lebih stabil seperti Bitcoin.

    Fenomena ini sering terjadi setelah periode volatilitas tinggi pada altcoin, di mana investor memilih untuk mengunci keuntungan dan mengurangi risiko.

    Dalam kasus Pi, tekanan jual semakin kuat karena sebelumnya token ini sempat mengalami lonjakan signifikan.

    Efek Profit Taking Setelah Reli Besar

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Dalam sepekan terakhir, Coinmarketcap mencatat harga Pi sempat melonjak lebih dari 30% hingga mendekati $0,30, didorong oleh sentimen positif seperti update Pi Day dan spekulasi listing di exchange besar seperti Kraken.

    Namun, lonjakan cepat tersebut sering kali diikuti oleh koreksi tajam ketika trader mulai mengambil keuntungan.

    Penurunan harga saat ini menunjukkan bahwa banyak investor jangka pendek mulai keluar dari posisi mereka, terutama setelah momentum hype mulai mereda.

    Selain itu, data menunjukkan bahwa volume perdagangan turun sekitar 4,68%, yang menandakan kurangnya minat beli baru untuk menahan tekanan jual.

    Tidak Ada Katalis Negatif Baru

    Menariknya, penurunan harga Pi kali ini tidak dipicu oleh berita negatif atau perubahan fundamental yang signifikan.

    Sebagian besar diskusi di komunitas masih berfokus pada peristiwa sebelumnya seperti Pi Day dan volatilitas pasca-listing.

    Hal ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi lebih merupakan reaksi alami pasar terhadap lonjakan harga sebelumnya, bukan akibat sentimen negatif baru.

    Dengan kata lain, pelemahan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh struktur pasar dan dinamika supply-demand, bukan faktor eksternal.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, Pi saat ini berada di area krusial yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support utama: $0,18
    • Resistance terdekat: $0,20 – $0,23

    Jika harga mampu bertahan di atas level $0,18, maka peluang rebound menuju area $0,20 hingga $0,23 masih terbuka.

    Namun, jika level support tersebut ditembus, maka Pi berisiko mengalami penurunan lebih dalam menuju area $0,14, yang menjadi zona support berikutnya.

    Prospek Jangka Pendek: Cenderung Bearish

    Dalam jangka pendek, bias pergerakan harga Pi cenderung bearish, terutama jika tekanan jual masih berlanjut dan volume beli belum kembali meningkat.

    Sebagai aset dengan karakter high-beta, Pi cenderung mengalami pergerakan yang lebih ekstrem dibandingkan Bitcoin, baik saat naik maupun turun.

    Artinya, ketika sentimen terhadap altcoin melemah, Pi biasanya akan mengalami penurunan yang lebih tajam.

    Namun di sisi lain, kondisi oversold dalam pasar altcoin juga dapat membuka peluang untuk rebound cepat jika sentimen kembali positif.

    Faktor yang Perlu Dipantau

    Beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat antara lain:

    • Pergerakan Altcoin Season Index sebagai indikator minat terhadap altcoin
    • Volume perdagangan harian Pi
    • Kemampuan harga bertahan di atas level $0,18
    • Perkembangan menuju Open Mainnet Pi Network

    Selain itu, kemampuan pasar untuk menyerap tekanan jual dari potensi unlock token juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas harga.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

    Penurunan harga Pi Network sebesar 7% ke $0,186 mencerminkan kombinasi antara aksi profit taking dan rotasi modal dari altcoin ke aset yang lebih stabil.

    Tanpa adanya katalis baru, pergerakan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar dan sentimen jangka pendek.

    Level $0,18 menjadi kunci utama dalam menentukan apakah Pi mampu stabil atau justru melanjutkan penurunan.

    Jika support ini bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun jika gagal, tekanan bearish bisa semakin dalam dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 1,4% ke level $74.646,70.

    Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pasar yang terlihat dari lonjakan volume perdagangan harian.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (17/3), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,49 triliun, sementara volume transaksi dalam 24 jam melonjak ke $58,45 miliar.

    Angka ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor di tengah sentimen pasar yang mulai menguat.

    Baca Juga: Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

    Pergerakan Harga: Stabil dengan Tren Naik

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $72.912,41 dan harga tertinggi $75.988,40.

    Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih terjaga, namun dengan kecenderungan naik. Secara intraday, BTC sempat mengalami tekanan kecil dengan penurunan 0,49% dalam 1 jam terakhir, tetapi secara keseluruhan masih bertahan dalam tren positif.

    Jika dilihat dari performa yang lebih luas:

    • 7 hari: +7,09%
    • 30 hari: +5,9%
    • 60 hari: -21,88%
    • 90 hari: -14,41%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari koreksi jangka menengah, momentum jangka pendek mulai kembali menguat.

    Lonjakan Volume Jadi Sinyal Penting

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu indikator paling menonjol dalam pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $58 miliar.

    Volume yang tinggi biasanya menandakan minat pasar meningkat, likuiditas yang lebih kuat, dan potensi pergerakan harga yang lebih berkelanjutan.

    Kombinasi antara kenaikan harga dan volume ini sering dianggap sebagai sinyal bullish, karena menunjukkan bahwa kenaikan tidak terjadi secara tipis, melainkan didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

    Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

    Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan dengan peringkat 1 dan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di kisaran $1,56 triliun, memperlihatkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai beredar.

    Dominasi Bitcoin yang kuat juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama dalam menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

    • Support terdekat: $72.900
    • Resistance kuat: $76.000

    Jika Bitcoin mampu menembus level $76.000, maka peluang untuk melanjutkan tren naik ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika terjadi koreksi dan harga turun di bawah $72.900, maka BTC berpotensi kembali menguji area support berikutnya di kisaran $70.000.

    Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

    Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Hal ini menunjukkan bahwa ruang untuk pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama jika didukung oleh faktor-faktor seperti:

    • Arus masuk dana institusional
    • Adopsi yang semakin luas
    • Stabilitas makroekonomi global

    Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.

    Sentimen Pasar: Cenderung Positif

    Kenaikan harga Bitcoin saat ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih optimistis.

    Dalam beberapa hari terakhir, BTC berhasil mempertahankan tren naik yang konsisten, didukung oleh peningkatan volume dan stabilitas harga di atas level kunci.

    Selain itu, kenaikan sebesar $792 dalam sehari menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat, meskipun belum masuk ke fase rally agresif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

    Harga Bitcoin hari ini yang naik ke $74.646 menandakan bahwa pasar mulai kembali mendapatkan momentum positif.

    Didukung oleh lonjakan volume dan pergerakan harga yang stabil, BTC berpotensi melanjutkan tren naik dalam jangka pendek.

    Namun, investor tetap perlu mencermati level resistance di $76.000 serta menjaga kewaspadaan terhadap potensi koreksi jangka pendek.

    Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin bisa semakin mendekati fase pemulihan penuh setelah koreksi besar dalam beberapa bulan terakhir.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 17 Maret 2026: Menguat Meningkat Sentimen Positif

    Pasar kripto hari ini, Selasa (17/3) kembali menguat seiring meningkatnya sentimen positif global. Bitcoin melonjak hingga mendekati level $76.000 setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut Iran telah menghubungi Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan kesepakatan.

    Pernyataan ini turut meredakan kekhawatiran geopolitik dan memicu optimisme pasar, terlebih dengan dorongan Trump untuk membuka kembali akses Selat Hormuz yang dianggap penting bagi stabilitas perdagangan energi global.

    Seiring penguatan pasar, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DEGO memimpin dengan kenaikan 53% hingga diperdagangkan di sekitar $1,343. ANIME juga menguat 33% ke level $0,00653, sementara FARTCOIN naik 27% hingga mencapai $0,214099. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Saat Pasar Kembali Meroket

    • DEGO melesat 53% dan kini diperdagangkan pada level $1,343.
    • ANIME menguat 33%, membawa harga ke posisi $0,00653.
    • FARTCOIN naik tajam 27%, saat ini mencapai angka $0,214099.

    Trump: Iran Ingin Kesepakatan, Bitcoin Melonjak

    • Trump sebut Iran hubungi AS bahas kesepakatan.
    • Harga Bitcoin naik ke $75.000 pasca pernyataan tersebut.
    • Presiden AS dorong pembukaan kembali Selat Hormuz.

    Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

    Bitcoin $75.000; Peluang ke $80.000 Capai 56%

    • Bitcoin sentuh $75rb di sesi Asia, rekor kenaikan terpanjang sejak 2024.
    • Arus bursa turun dan rasio whale naik; pasokan kian langka.
    • Polymarket: Peluang ke $80rb sebesar 56% akibat rotasi modal dari emas.

    ETH Targetkan $4.000, Peter Brandt Pantau Titik Terendah

    • Peter Brandt: ETH berada di level support historis jangka panjang.
    • Grafik bulanan tunjukkan ETH incar kenaikan ke $4.000.
    • Minat investor besar dan institusi terhadap Ethereum kembali naik.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

    Pasar kripto mengalami reli signifikan pada awal pekan setelah Bitcoin sempat menembus level US$74.000, memimpin kenaikan luas di berbagai aset digital utama. Ether, Solana, dan sejumlah altcoin lainnya mencatat kenaikan hingga 6% dalam satu hari perdagangan.

    Dilaporkan Coindesk, kenaikan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global setelah muncul tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    Bitcoin Pimpin Reli Pasar Kripto

    Bitcoin sempat menembus level resistensi US$74.000 setelah beberapa kali gagal melewati batas tersebut dalam dua pekan terakhir. Aset kripto terbesar ini kemudian diperdagangkan sedikit di atas level tersebut pada perdagangan Senin pagi.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik sekitar 2,9% dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 9,7%.

    Sementara itu, Ether mencatat lonjakan lebih besar dengan kenaikan 7,7% dalam sehari dan sekitar 14,3% dalam sepekan, mencapai harga sekitar US$2.261.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan sekadar squeeze kecil, karena breadth kenaikannya lebar dan altcoin ikut outperform, tanda risk appetite mulai balik.

    “Tapi reli seperti ini tetap rapuh: kalau de-eskalasi Timur Tengah gagal berlanjut atau The Fed kembali terdengar hawkish, pasar bisa cepat kehilangan momentum dan membalikkan euforia risk-on tadi pagi,” jelasnya.

    Altcoin Ikut Menguat

    Reli pasar juga terlihat pada sejumlah altcoin utama. Solana naik sekitar 5,6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 12% dalam sepekan menjadi sekitar US$93.

    Dogecoin juga mencatat kenaikan hingga menyentuh US$0,10 untuk pertama kalinya sejak awal Maret, dengan kenaikan harian sekitar 4,6% dan kenaikan mingguan sekitar 10,6%.

    BNB naik sekitar 3,8% menjadi sekitar US$683 dengan kenaikan mingguan sekitar 9,5%. Sementara itu, XRP menguat 4,2% menjadi sekitar US$1,47, atau naik sekitar 8,9% dalam tujuh hari terakhir.

    Short Squeeze Picu Lonjakan Harga

    Kenaikan harga kripto juga dipicu oleh fenomena short squeeze di pasar derivatif.

    Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa sekitar US$344 juta posisi trading dilikuidasi dalam 24 jam terakhir yang melibatkan lebih dari 91.000 trader.

    Dari jumlah tersebut, sekitar US$284,9 juta atau sekitar 83% merupakan likuidasi posisi short.

    Posisi short Ether menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi sekitar US$127,9 juta, diikuti Bitcoin sekitar US$124,5 juta dan Solana sekitar US$18,5 juta.

    Likuidasi terbesar terjadi pada satu posisi Bitcoin senilai sekitar US$6,94 juta di bursa Bitfinex.

    Baca juga: Sinyal Kripto 16 Maret 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Sentimen Makro Dorong Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Reli kripto juga dipengaruhi oleh perubahan sentimen makro global. Ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan tanda-tanda mereda setelah dua kapal tanker yang membawa gas petroleum cair berhasil melewati jalur tersebut untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai.

    Pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat sedang berdialog dengan Iran juga turut meredakan kekhawatiran pasar, meskipun Iran membantah adanya permintaan negosiasi atau gencatan senjata.

    Perkembangan tersebut membuat harga minyak dunia turun dari level tertingginya. Harga Brent diperdagangkan sekitar US$104 setelah sebelumnya sempat menyentuh US$106,50, sementara WTI turun di bawah US$100.

    Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah sekitar 0,3% dan kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,5%.

    Investor Menanti Pertemuan The Fed

    Meskipun pasar kripto menunjukkan pemulihan, perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pada 17–18 Maret.

    Dalam pertemuan tersebut, pasar akan menunggu proyeksi suku bunga terbaru (dot plot) serta pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang dapat memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

    Perubahan kebijakan moneter AS dinilai akan menjadi faktor penting yang menentukan arah likuiditas global dan pergerakan aset berisiko seperti kripto dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Erik Voorhees Borong ETH Rp900 Miliar, Sinyal Bullish?

    Pendiri ShapeShift, Erik Voorhees, dilaporkan kembali membeli Ethereum dalam jumlah besar setelah sebelumnya menjual sebagian kepemilikannya pada tahun lalu. Data on-chain menunjukkan bahwa tokoh kripto tersebut membeli Ethereum senilai lebih dari US$56 juta atau sekitar Rp900 miliar.

    Informasi ini diungkap oleh analis blockchain yang memantau aktivitas transaksi di jaringan Ethereum.

    Pembelian ETH Senilai $56 Juta

    Berdasarkan data dari Arkham yang dikutip oleh platform analitik Lookonchain, Voorhees membeli sekitar 23.393 ETH menggunakan sekitar 49,08 juta USDT melalui dua dompet kripto pada Minggu.

    Setelah laporan tersebut muncul, salah satu dompet yang teridentifikasi masih melakukan pembelian tambahan Ethereum dengan menukar jutaan USDT.

    Secara keseluruhan, dua dompet tersebut kini tercatat telah membeli sekitar 24.968 ETH dengan nilai sekitar US$56,5 juta.

    Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Perubahan Strategi Setelah Menjual ETH

    Dilaporkan The Block, langkah ini menarik perhatian karena Voorhees diketahui sempat menjual sebagian besar Ethereum miliknya sekitar satu tahun lalu.

    Saat itu, ia menjual sekitar 12.886 ETH ketika harga Ethereum berada di sekitar US$3.324 per koin.

    Pembelian kembali dalam jumlah besar ini memunculkan spekulasi bahwa Voorhees mungkin melihat peluang baru dalam pergerakan pasar Ethereum saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau akumulasi sebesar ini benar, pesannya cukup jelas: pelaku lama yang pernah keluar dari ETH justru kembali masuk dalam ukuran besar saat sentimen Ethereum mulai membaik.

    “Secara onchain, pembelian seperti ini bukan jaminan tren naik permanen, tapi tetap penting karena menunjukkan conviction high-net-worth terhadap ETH sebagai aset inti, bukan cuma alat trading jangka pendek,” jelasnya.

    Aktivitas Dompet Kripto Terpantau

    Data blockchain menunjukkan bahwa salah satu dompet yang terlibat dalam transaksi, dengan alamat awal 0x3e6…Ef2f7, masih menyimpan sekitar 4,44 juta USDT serta 8,64 juta AETHUSDT.

    Sementara itu, dompet kedua dengan alamat awal 0x431…10c91 dilaporkan telah menggunakan seluruh saldo USDT-nya untuk membeli Ethereum.

    Selain membeli ETH, Voorhees juga diketahui membeli aset kripto berbasis emas tokenisasi.

    Investasi di Aset Emas Digital

    Beberapa hari sebelum pembelian Ethereum tersebut, Voorhees dilaporkan membeli token emas digital XAUT dan PAXG senilai sekitar US$23,7 juta.

    Aset tersebut merupakan stablecoin yang didukung oleh emas fisik dan biasanya digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar kripto.

    Indikasi Minat Institusional terhadap Ethereum

    Kembalinya Voorhees ke pasar Ethereum dinilai oleh sejumlah analis sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset tersebut.

    Tren ini juga terlihat dari meningkatnya arus dana ke produk ETF Ethereum spot yang tercatat menerima sekitar US$160,8 juta arus masuk bersih dalam pekan terakhir.

    Selain Voorhees, analis blockchain juga melaporkan bahwa Billy Luedtke, CEO Intuition Protocol dan salah satu pengguna awal Ethereum, membeli sekitar 7.769 ETH pada hari yang sama.

    Pada saat laporan ini disusun, Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.265 per koin, naik sekitar 7% dalam 24 jam terakhir.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com