Author: 18

  • Harga Pi Network Hari Ini Turun $0,174, Tertekan Sentimen Pasar Kripto Global

    Harga Pi Network (PI) kembali mencatat pelemahan dalam 24 jam terakhir, turun sebesar 0,83% ke level $0,174, menurut catatan Coinmarketcap pada Kamis (2/4).

    Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang secara umum juga mengalami tekanan, dengan kapitalisasi pasar global turun sekitar 2,42%.

    Meski terkoreksi, pergerakan Pi terbilang relatif lebih stabil dibandingkan Bitcoin yang mengalami penurunan lebih dalam hingga 2,68% pada periode yang sama.

    Hal ini menunjukkan bahwa Pi masih bergerak sejalan dengan tren pasar, namun dengan volatilitas yang sedikit lebih rendah.

    Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Tertekan Sentimen Risk-Off Pasar

    Penurunan harga Pi Network saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan perkembangan internal proyek.

    Kondisi pasar kripto secara keseluruhan tengah berada dalam fase “risk-off”, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    Sentimen ini juga tercermin dari indeks Fear & Greed yang berada di level 27, menandakan kondisi “Fear” atau ketakutan di kalangan pelaku pasar.

    Dalam situasi seperti ini, aset kripto (terutama yang tidak memiliki katalis positif dalam jangka pendek), cenderung mengikuti arah pasar utama.

    Pi Network menjadi salah satu contohnya, di mana pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika global ketimbang faktor fundamental internal.

    Minim Katalis, Volume Ikut Melemah

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Salah satu faktor utama yang menahan potensi kenaikan Pi adalah minimnya katalis positif. Tidak ada pengumuman besar, kemitraan strategis, maupun perkembangan signifikan yang dapat mendorong sentimen pasar terhadap aset ini.

    Selain itu, volume perdagangan Pi tercatat sebesar $17,4 juta, turun sekitar 3,12%. Penurunan volume ini mengindikasikan rendahnya minat transaksi dan kurangnya keyakinan dari pelaku pasar untuk mengambil posisi baru.

    Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa pergerakan harga Pi saat ini lebih bersifat pasif, mengikuti tekanan pasar yang lebih luas tanpa dorongan internal yang berarti.

    Analisa Teknikal: Uji Support Kritis

    Secara teknikal, level $0,17 menjadi area support penting yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek.

    Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka Pi berpotensi bergerak sideways atau konsolidasi di kisaran $0,17 hingga $0,18.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah support tersebut, maka potensi penurunan ke level $0,165 yang merupakan titik terendah dalam 7 hari terakhir, menjadi semakin terbuka.

    Dalam kondisi pasar seperti sekarang, pergerakan harga sangat sensitif terhadap perubahan sentimen. Oleh karena itu, level support dan resistance menjadi acuan utama bagi trader dalam mengambil keputusan.

    Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

    Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi yang lebih kecil, Pi Network cenderung mengikuti arah pergerakan Bitcoin.

    Jika Bitcoin berhasil pulih dan menunjukkan tren bullish, maka peluang rebound untuk Pi juga akan meningkat.

    Sebaliknya, jika tekanan pada Bitcoin terus berlanjut, maka Pi berisiko mengalami koreksi lanjutan.

    Selain itu, indikator penting lain yang perlu diperhatikan adalah pergerakan total kapitalisasi pasar kripto.

    Jika market cap global mampu kembali menembus level $2,3 triliun, hal ini dapat menjadi sinyal awal kembalinya minat beli dari investor.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, outlook Pi Network cenderung netral hingga bearish. Tanpa adanya katalis baru, arah pergerakan harga akan sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan.

    Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

    • Bullish ringan: Jika support $0,17 bertahan dan pasar mulai stabil
    • Sideways: Pergerakan terbatas di kisaran $0,17–$0,18
    • Bearish lanjutan: Jika support ditembus, potensi turun ke $0,165

    Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan dinamika pasar global sebelum mengambil keputusan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Penurunan harga Pi Network ke level $0,174 mencerminkan tekanan pasar kripto yang lebih luas, bukan karena faktor internal proyek.

    Minimnya katalis dan turunnya volume perdagangan membuat aset ini bergerak pasif mengikuti tren pasar.

    Dengan sentimen yang masih didominasi ketakutan, level $0,17 menjadi kunci penting dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Jika mampu bertahan, peluang konsolidasi terbuka. Namun jika tidak, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Kripto 2 April 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Kamis, 2 April 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

    Edisi kali ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

    Rangkuman Berita Hari Ini

    1. Pump.fun Rebrand Jadi “dot”
      Pump.fun mengumumkan rebranding menjadi “dot” karena perubahan dinamika pasar. Proyek ini menyebut ekosistem sudah tidak lagi seperti dulu, memicu spekulasi ini hanya April Mop.
    2. The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga
      Polymarket menunjukkan probabilitas sekitar 98% bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga di April. Hal ini menandakan kebijakan moneter masih cenderung stabil.
    3. Hacker Drift Kumpulkan ETH Besar
      Eksploiter Drift Protocol dilaporkan telah mengumpulkan sekitar 38.800 ETH senilai US$82,7 juta. Aset ini berasal dari hasil eksploitasi yang terjadi sebelumnya.
    4. SEC Setujui Opsi Crypto Trust di NYSE
      SEC menyetujui listing opsi untuk multi-crypto commodity trust di NYSE. Keputusan ini membuka peluang produk derivatif kripto lebih luas di pasar tradisional.

    Bank Sentral Asing Jual US Treasury
    Bank sentral asing menjual kepemilikan US Treasury ke level terendah sejak 2012. Penjualan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik akibat konflik Iran.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    ASTER/USDT (🔼 +3.36%)

    • Entry : $0.660
    • Stop Loss : $0.644
    • Take Profit : $0.682

    ASTER/USDT saat ini berada dalam fase sideways dengan kecenderungan bullish ringan, terlihat dari MACD yang sudah positif dan RSI yang mulai naik, menandakan adanya akumulasi buyer meski volume masih relatif kecil. entry di 0.666, stop loss di 0.644, dan target take profit di 0.682 (±3.36%).

    • Entry : $2.776
    • Stop Loss : $2.676
    • Take Profit :$2.979

    INJ/USDT saat ini masih dalam kondisi sideways cenderung bearish, terlihat dari MACD yang kembali melemah ke area negatif dan RSI yang membentuk death cross, menandakan tekanan jual masih dominan. meski begitu, ada potensi rebound jangka pendek dengan entry di 2.776, stop loss di 2.676, dan target take profit di 2.979 (±7.24%).

    CFX/USDT (🔼 +4.85%)

    • Entry : $0.05378
    • Stop Loss : $0.05225
    • Take Profit : $0.05637

    CFX/USDT saat ini sedang mencoba breakout, namun momentum masih lemah terlihat dari MACD yang masih di area negatif dan RSI di bawah 50 meski mulai naik dari oversold; volume relatif stabil, sehingga potensi kenaikan tetap ada tapi belum kuat, dengan skenario entry di 0,05378, stop loss di 0,05225, dan take profit di 0,05637 (±4,85%), tetap disarankan wait & see untuk konfirmasi lanjutan.

    Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 2 April 2026: Tunjukan Tren Pemulihan

    Pasar kripto hari ini, (2/3) kembali menunjukkan tanda pemulihan pada 2 April 2026, didorong oleh sentimen geopolitik yang mulai mereda. Bitcoin berhasil menembus level $68.000 setelah Donald Trump mengklaim melalui Truth Social bahwa Iran mengajukan permintaan gencatan senjata. Pernyataan ini meningkatkan optimisme pasar, terutama dengan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz yang krusial bagi stabilitas ekonomi global.

    Di tengah rebound tersebut, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. STO memimpin dengan kenaikan ekstrem 112% ke Rp7.813,56, diikuti token D yang naik 102% ke Rp223,73. Ontology (ONT) juga menguat 43% ke Rp1.942,54. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Pantauan Altcoin Potensial Saat Pasar Rebound 2 April 2026

    • STO menguat signifikan 112% dengan posisi harga terbaru Rp7,813.56.
    • D catat lonjakan sebesar 102% dan kini berada di level Rp223,73.
    • ONT naik 43%, saat ini diperdagangkan di angka Rp1.942,54.

    Trump: Iran Minta Gencatan Senjata, Bitcoin Melonjak

    • Unggahan Truth Social Trump klaim permintaan damai dari Iran.
    • Trump pertimbangkan damai jika Selat Hormuz dibuka kembali.
    • Bitcoin tembus $68.000 merespons pernyataan tersebut.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    STO fluktuasi 166,9% akibat aksi whale dan fitur baru

    • Whale akumulasi 25,5 juta STO ($4,85 juta) dalam 20 jam.
    • Stone Wallet rilis fitur QR, dongkrak utilitas produk.
    • Volume dagang & Open Interest melonjak tajam.

    Prediksi SOL Jika BTC Tembus $80.000 pada April 2026

    • SOL bertahan di $80 di tengah pemulihan pasar.
    • BTC ke $80.000 berpotensi picu lonjakan besar SOL.
    • Pertumbuhan on-chain dukung prospek positif jangka panjang SOL.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 1 April 2026: Masih Bergerak Dinamis

    Memasuki 1 April 2026, pasar kripto hari ini, masih bergerak dinamis dengan kombinasi tekanan dan peluang. Sejumlah altcoin justru mencuri perhatian di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. NOM melonjak 49% ke Rp84,21, STO naik 37% ke Rp3.315,82, dan KERNEL menguat 36% ke Rp1.736,86. Kenaikan ini mencerminkan adanya minat spekulatif yang kembali muncul, terutama pada aset dengan momentum jangka pendek.

    Di sisi lain, pergerakan Bitcoin masih dipengaruhi oleh dinamika pelaku besar. Meski aksi jual whale sempat menekan harga di sekitar $70.000 sepanjang kuartal pertama 2026, investor jangka panjang justru mulai melakukan akumulasi. Korporasi tercatat menyerap lebih dari 88.000 BTC saat harga melemah, menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Pantauan Altcoin Potensial 1 April 2026

    • NOM catat lonjakan sebesar 49% dan kini berada di level Rp84,21.
    • STO menguat signifikan 37% dengan posisi harga terbaru Rp3.315,82.
    • KERNEL naik 36%, saat ini diperdagangkan di angka Rp1.736,86.

    Investor Jangka Panjang Mulai Borong BTC

    • Aksi jual whale tekan harga di level $70.000 hingga Q1 2026.
    • Korporasi serap 88.000+ BTC di tengah penurunan harga.
    • Rotasi ETF hambat arus masuk, sentimen institusi masih abu-abu.

    Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

    Prediksi BTC & XRP Pasca Pengesahan RUU CLARITY

    • Harga fluktuatif di dekat level support kritis.
    • RUU CLARITY berpotensi definisikan ulang regulasi kripto AS.
    • ETF perkuat dominasi Bitcoin, namun tekan posisi XRP.

    3 Meme Coin pantauan April 2026

    • BONK hindari pola bearish imbas lonjakan volume DEX Solana.
    • Keyakinan PENGU melemah, open interest anjlok 23%.
    • Pasokan SIREN terpusat (90%), muncul sinyal bearish RSI.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Perpetual Futures Crypto yang Umum Digunakan Trader

    Perpetual futures menjadi salah satu instrumen favorit di pasar kripto karena kontraknya tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan bisa mengambil peluang baik saat harga naik maupun turun.

    Agar lebih terarah, banyak trader menggunakan beberapa strategi dasar yang sudah cukup umum dipakai di crypto futures, khususnya perpetual. Berikut beberapa strategi yang sering digunakan.

    Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya

    1. Scalping

    Durasi: Detik – Menit

    Scalping berfokus pada keuntungan kecil yang diambil berulang kali dalam waktu sangat singkat. Trader mendapatkan keuntungan dari memanfaatkan celah liquiditas di order book, momentum harga sesaat setelah aksi beli besar di spot, atau perbedaan harga antar-exchange. 

    Strategi ini membutuhkan konsentrasi penuh dan eksekusi yang cepat. Cocok bagi yang bisa memantau layar secara intensif. 

    Leverage yang digunakan biasanya moderat (3x–10x) agar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi kecil.

    2. Swing Trading

    Durasi: 2 – 14 Hari

    Swing trader biasanya mengambil posisi long atau short dan menahannya selama beberapa hari untuk menangkap pergerakan harga jangka menengah. Karena perpetual futures tidak punya tanggal kedaluwarsa, posisi bisa dibiarkan berjalan selama margin aman. 

    Trader bisa menggunakan analisis teknikal seperti Fibonacci retracement, moving average crossover, dan RSI divergence, dikombinasikan dengan katalis fundamental seperti upgrade jaringan atau rilis makro ekonomi untuk memanfaatkan pantulan harga dari level low ke high dan sebaliknya.

    Karena durasinya yang tidak singkat, strategi ini tidak selalu memerlukan pemantauan konstan seperti scalping.

    3. Trend Following

    Durasi: Hari – Minggu

    Trend following adalah strategi mengikuti arah tren utama pasar, baik saat bullish maupun bearish. Trader dapat membuka posisi searah tren yang sudah dikonfirmasi dan menahan posisi selama tren berlanjut.

    Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.

    Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following.

    4. Hedging

    Durasi: Situasional

    Hedging adalah strategi defensif yang bertujuan melindungi nilai portofolio dari pergerakan harga yang merugikan. 

    Caranya dengan membuka posisi berlawanan di pasar futures terhadap aset yang sudah dimiliki di spot. Misalnya, jika kamu memegang 1 BTC di spot dan khawatir harga turun jangka pendek, kamu bisa membuka posisi short BTC di perpetual futures dengan ukuran setara. 

    Jika harga turun, kerugian di spot dikompensasi oleh keuntungan dari posisi short futures. Strategi ini umum dipakai oleh long-term holder saat pasar menunjukkan sinyal bearish jangka pendek.

    Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    5. Range Trading

    Durasi: Jam – Hari

    Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya.

    Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.

    Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout

    Durasi: Berkelanjutan

    Ini adalah strategi lanjutan yang memanfaatkan mekanisme funding rate perpetual futures. Saat funding rate positif tinggi (artinya banyak trader long), trader bisa membuka posisi short di perpetual futures sekaligus membeli aset di spot, sehingga menerima pembayaran funding rate tanpa eksposur arah harga.

    Strategi ini populer di kalangan trader institusional karena menghasilkan yield yang relatif konsisten, terlepas dari naik-turunnya harga. Namun memerlukan modal yang cukup besar dan pemahaman mendalam tentang dinamika funding rate.

    Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto perpetual futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin RWA Siap Meledak di April: Whale Mulai Akumulasi Masif!

    Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, beberapa token berbasis Real World Assets (RWA) justru mulai menunjukkan sinyal positif. Kombinasi antara penguatan teknikal dan aktivitas whale membuat tiga token ini menjadi sorotan menjelang April 2026.

    Stellar (XLM) mulai bentuk pola bullish

    Dilaporkan BeInCrypto, Stellar menjadi salah satu token yang menarik perhatian setelah mencatat lebih dari $1,2 miliar nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringannya. Dukungan regulasi dari SEC dan CFTC serta peluncuran produk institusional turut memperkuat posisinya.

    Secara teknikal, XLM sedang membentuk pola inverse head and shoulders, yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan tren. Jika harga mampu menembus area $0,176 hingga $0,189, potensi kenaikan hingga sekitar 20% menuju $0,229 terbuka.

    Baca Juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

    Zebec (ZBCN) didorong akumulasi whale

    Zebec Network menjadi salah satu token dengan performa terbaik dalam 30 hari terakhir, mencatat kenaikan sekitar 14%. Kenaikan ini didukung oleh akumulasi whale yang meningkat sebesar 3,52%, menunjukkan adanya keyakinan dari investor besar.

    Dari sisi teknikal, ZBCN juga menunjukkan sinyal bullish dengan potensi crossover pada indikator EMA. Jika harga mampu bertahan di atas level kunci, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka.

    Quant (QNT) paling solid secara teknikal

    Quant menjadi token dengan struktur paling kuat di antara ketiganya. Selain mencatat kenaikan di berbagai timeframe, aktivitas whale juga menunjukkan akumulasi yang konsisten sejak akhir Maret.

    Secara teknikal, QNT menunjukkan bullish divergence pada RSI serta membentuk pola cup and handle. Jika harga menembus area $84, potensi kenaikan hingga sekitar $110 bisa terjadi.

    Analisa Tim Research Tokocrypto, ini setup onchain yang bersih: smart money menambah eksposur justru saat momentum bearish melemah.

    “Kalau akumulasi whale bertahan dan harga mampu menembus area kunci di atas US$75,65 lalu US$84,33, QNT punya jalur paling kredibel untuk memimpin rotasi RWA di awal April,” jelasnya.

    Pasar masih lemah, tapi peluang tetap ada

    Meskipun ketiga token ini menunjukkan sinyal positif, kondisi pasar secara keseluruhan masih belum stabil. Oleh karena itu, pergerakan harga tetap perlu dikonfirmasi oleh peningkatan volume dan sentimen pasar yang lebih luas.

    Namun, kombinasi antara adopsi aset dunia nyata, dukungan institusional, serta aktivitas whale menjadikan XLM, ZBCN, dan QNT sebagai aset yang patut diperhatikan di bulan April.

    Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Whale LINK Tembus Rekor, Sinyal Rebound ke $12?

    Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, pergerakan tidak biasa justru mulai terlihat pada token Chainlink (LINK).

    Menurut Crypto Quant, data terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas whale yang berpotensi menjadi sinyal awal perubahan arah pasar.

    Penarikan besar dari exchange mulai meningkat

    Salah satu indikator utama yang diamati adalah arus keluar (outflow) dari exchange. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan penarikan LINK dari Binance, khususnya pada transaksi besar.

    Tercatat, dua lonjakan harian menunjukkan lebih dari 8.000 LINK ditarik hanya dari 10 transaksi terbesar dalam satu hari. Pergerakan seperti ini biasanya dikaitkan dengan aktivitas whale yang memindahkan aset ke penyimpanan pribadi.

    Dalam banyak kasus, langkah ini sering diartikan sebagai indikasi berkurangnya niat jual dan kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka menengah.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Rata-rata outflow terus naik

    Tidak hanya lonjakan sesaat, tren jangka menengah juga menunjukkan peningkatan aktivitas. Rata-rata bulanan outflow dari 10 transaksi terbesar naik dari sekitar 2.000 LINK per hari menjadi hampir 2.600 LINK sejak pertengahan Februari.

    Kenaikan ini mencerminkan bahwa aktivitas whale tidak hanya sporadis, tetapi mulai meningkat secara konsisten.

    Di tengah pasar yang lemah, pola seperti ini menjadi perhatian karena bisa mengindikasikan adanya akumulasi oleh pemain besar.

    Dikutip Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini biasanya dibaca sebagai tanda awal akumulasi atau penurunan niat jual jangka menengah, karena aset dipindahkan ke penyimpanan non-exchange.

    “Belum cukup untuk membalik tren LINK sendirian, tapi intensifikasi whale outflow seperti ini jelas sinyal yang layak dipantau ketat,” ujarnya.

    Sinyal awal atau hanya pergerakan sementara?

    Meskipun peningkatan aktivitas whale sering dianggap sebagai sinyal positif, kondisi saat ini masih perlu disikapi dengan hati-hati. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan akumulasi tidak selalu berhasil membalikkan tren penurunan harga.

    Namun, pergerakan ini tetap menjadi indikator penting untuk dipantau. Jika tren penarikan terus berlanjut dan diikuti dengan peningkatan permintaan, maka potensi perubahan arah harga bisa semakin terbuka.

    Untuk saat ini, aktivitas whale pada LINK menjadi salah satu sinyal menarik di tengah pasar yang masih lesu, apakah ini awal dari akumulasi besar atau hanya pergerakan sementara, masih perlu dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

    Pergerakan terbaru XRP menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa, dengan perbedaan arah antara pasar spot dan derivatif. Kondisi ini menciptakan potensi pergerakan harga yang menarik dalam jangka pendek.

    Permintaan spot menguat signifikan

    Dilaporkan Crypto Quant, data menunjukkan bahwa Binance Spot CVD (Cumulative Volume Delta) mengalami peningkatan besar dari sekitar -$250 juta pada akhir Februari menjadi +$238 juta di akhir Maret. Artinya, terjadi pergeseran sekitar $488 juta yang mencerminkan meningkatnya aktivitas beli di pasar spot.

    Kenaikan ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali masuk secara langsung ke XRP, memberikan sinyal awal adanya minat beli yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

    Pasar derivatif masih menunjukkan kehati-hatian

    Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat di pasar derivatif. Binance Perpetual CVD justru terus melemah, turun dari sekitar -$1,57 miliar menjadi -$1,79 miliar dalam periode 25 hingga 31 Maret.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa aktivitas di pasar perpetual masih didominasi oleh tekanan jual. Dengan kata lain, trader derivatif belum sepenuhnya percaya terhadap kenaikan yang terjadi di pasar spot.

    DIjelaskan Tim Reseach Tokocrypto, ini divergence onchain-derivatives yang cukup menarik untuk XRP: demand spot mulai pulih, tapi futures trader belum percaya sepenuhnya.

    “Kalau gap ini terus melebar, XRP bisa punya ruang upside jangka pendek lewat squeeze, namun selama perpetual flow masih negatif, struktur pasar tetap rapuh dan rawan reversal cepat,”ungkapnya.

    Baca juga: Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

    Leverage kembali naik, potensi volatilitas meningkat

    Dari sisi leverage, terjadi perubahan signifikan. Open Interest yang sebelumnya turun tajam hingga -28% kini berbalik naik ke atas +5%, mencerminkan pemulihan sekitar 33 poin persentase.

    Kembalinya leverage ke pasar menandakan bahwa trader mulai kembali membuka posisi, yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga dalam waktu dekat.

    Risiko short squeeze mulai terbuka

    Menariknya, peta likuidasi menunjukkan bahwa sebagian besar level likuidasi berada di atas harga saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya dominasi posisi short di pasar.

    Jika harga XRP naik, maka posisi short tersebut berisiko terlikuidasi, yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut dalam bentuk short squeeze.

    Pasar terbelah, peluang pergerakan terbuka

    Secara keseluruhan, XRP saat ini berada dalam kondisi pasar yang terbelah. Di satu sisi, permintaan spot menunjukkan penguatan, namun di sisi lain, trader derivatif masih bersikap defensif.

    Kondisi seperti ini sering kali membuka peluang kenaikan jangka pendek, terutama jika tekanan short mulai terpicu. Namun, selama kedua sisi pasar belum sejalan, pergerakan XRP kemungkinan akan tetap volatil dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana di Titik Nadir: Sanggupkah Bertahan di Atas $80?

    Solana (SOL) kembali berada di titik krusial setelah mengalami koreksi sekitar 11% usai gagal menembus level $93.

    Dilaporkan Cointelegraph, dalam beberapa hari terakhir, harga terus menguji area support $80, memicu kekhawatiran apakah level ini mampu bertahan atau justru akan ditembus menuju $75.

    Penurunan aktivitas DEX tekan sentimen pasar

    Salah satu faktor utama tekanan terhadap SOL adalah turunnya aktivitas di decentralized exchange (DEX). Volume DEX Solana tercatat turun ke $55,5 miliar, level terendah sejak September 2024.

    Dampaknya, pendapatan jaringan (network fees) juga ikut melemah, turun 42% dari $30 juta pada Januari menjadi sekitar $18,5 juta di Maret. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya aktivitas trading di ekosistem Solana, yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan jaringan.

    Selain itu, dominasi Solana mulai tergerus oleh Ethereum, terutama setelah ekosistem layer-2 seperti Arbitrum, Base, dan Optimism semakin berkembang dan meningkatkan pangsa pasar Ethereum di sektor DEX.

    Tim Research Tokocrypto menilai setup onchain yang campuran tapi lebih condong rapuh: demand trading dan fee melemah jelas, namun monetisasi aplikasi inti masih bertahan lebih kuat dari narasi bearish murni.

    “Selama volume DEX belum pulih, SOL tetap rawan tes ulang area bawah, tetapi kualitas revenue DApps membuat skenario jatuh lurus ke US$75 tidak sebersih headline panik yang beredar,” jelasnya.

    Baca juga: Solana di Ambang April: Bertahan di $80 atau Terjun ke $67?

    Fundamental masih kuat, jadi penahan penurunan

    Meski tekanan terlihat dari sisi volume, Solana masih menunjukkan kekuatan dari sisi fundamental. Dalam 30 hari terakhir, Solana bahkan menghasilkan lebih banyak network fees dibanding Ethereum, meskipun total value locked (TVL) masih tertinggal jauh.

    Lebih penting lagi, Solana memimpin dalam jumlah DApps dengan pendapatan tinggi. Tercatat ada 13 DApps di jaringan Solana yang menghasilkan lebih dari $1 juta dalam 30 hari terakhir, lebih banyak dibandingkan Ethereum yang memiliki 11 DApps.

    Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem Solana masih aktif dan menarik bagi developer, sehingga memberikan dukungan terhadap harga di tengah tekanan jangka pendek.

    Level $80 jadi penentu arah selanjutnya

    Saat ini, level $80 menjadi batas penting bagi pergerakan SOL. Jika level ini bertahan, maka ada peluang bagi harga untuk stabil dan mencoba rebound.

    Namun, jika support ini ditembus, potensi penurunan ke area $75 semakin terbuka. Meski demikian, kekuatan fundamental dari ekosistem Solana menunjukkan bahwa tekanan harga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi jaringan secara keseluruhan.

    Untuk saat ini, pasar berada dalam fase menunggu. Apakah penurunan volume akan berlanjut, atau justru fundamental kuat Solana mampu menahan tekanan dan menjaga harga tetap stabil.

    Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Gandeng Convera Perluas Pembayaran Stablecoin Global

    Ripple kembali membuat gebrakan dengan menggandeng Convera, perusahaan fintech yang sebelumnya merupakan bagian dari Western Union, untuk mengembangkan sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain dan stablecoin.

    Kerja sama ini dinilai sebagai langkah besar dalam upaya menggabungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi kripto.

    Kolaborasi untuk percepat pembayaran global

    Dikutip The Block, Convera merupakan perusahaan yang menangani lebih dari 140 mata uang di hampir 200 negara. Dengan jaringan sebesar ini, kolaborasi dengan Ripple membuka potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pembayaran internasional.

    Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan menggunakan model yang disebut “stablecoin sandwich”. Artinya, transaksi dimulai dan diakhiri dalam mata uang fiat, namun menggunakan stablecoin di tengah proses untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi.

    Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi blockchain tanpa harus berhadapan langsung dengan kompleksitas aset kripto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cerita adopsi yang kuat karena blockchain tidak dijual sebagai produk spekulatif, tetapi sebagai rel backend untuk FX dan cross-border payments skala enterprise.

    “Kalau model seperti ini berhasil, nilai praktis stablecoin akan makin jelas bagi korporasi yang mau efisiensi tanpa harus memegang aset digital secara langsung,” katanya.

    Baca juga: Ripple Akuisisi Perusahaan Australia Demi Lisensi

    Stablecoin jadi jembatan sistem lama dan baru

    Kolaborasi ini menunjukkan tren yang semakin jelas, yaitu integrasi antara sistem pembayaran tradisional dan teknologi blockchain. Stablecoin menjadi komponen kunci karena mampu menghubungkan dua dunia tersebut secara efisien.

    Ripple sendiri terus memperluas jaringan globalnya, termasuk melalui stablecoin RLUSD dan pengembangan XRP Ledger. Sebelumnya, Ripple juga terlibat dalam inisiatif bank sentral Singapura untuk menguji pembayaran lintas negara berbasis blockchain.

    Langkah ini memperkuat posisi Ripple sebagai salah satu pemain utama dalam infrastruktur pembayaran digital global.

    Arah baru industri keuangan mulai terlihat

    Kerja sama antara Ripple dan Convera mencerminkan perubahan besar dalam industri keuangan. Perusahaan kini mulai mencari solusi yang lebih cepat, fleksibel, dan efisien untuk transaksi global, tanpa harus sepenuhnya beralih ke sistem kripto.

    Dengan meningkatnya adopsi stablecoin dan dukungan dari institusi besar, masa depan pembayaran lintas negara berpotensi menjadi lebih seamless, murah, dan terintegrasi secara digital.

    Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa transformasi sistem keuangan global tidak lagi sebatas wacana, tetapi sudah mulai terjadi secara nyata.

    Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com