Author: 18

  • Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Lonjakan harga Pi Network kembali mencuri perhatian pasar kripto.

    Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat PI naik signifikan sebesar 11% ke level $0,199, mengungguli pergerakan pasar yang relatif datar.

    Kenaikan ini tidak terjadi tanpa alasan. Faktor utama di balik reli tersebut adalah keberhasilan implementasi Protocol 20, sebuah upgrade besar yang membuka jalan bagi kemampuan smart contract di jaringan Pi.

    Langkah ini dinilai sebagai titik balik penting yang dapat mengubah posisi Pi dari sekadar proyek komunitas menjadi platform yang lebih fungsional dalam ekosistem Web3.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 6,88% ke $0,189, Didod9jg Rotasi Altcoin Global

    Upgrade Protocol 20 Jadi Pemicu Utama

    Upgrade Protocol 20 yang rampung pada 19 Maret menjadi katalis utama lonjakan harga. Pembaruan ini memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) di atas jaringan Pi, sebuah fitur yang selama ini menjadi standar di blockchain besar lainnya.

    Dengan hadirnya smart contract, Pi kini memasuki fase baru yang sering disebut sebagai “programmable blockchain”.

    Di komunitas, sentimen positif langsung meningkat. Banyak pengguna melihat upgrade ini sebagai awal dari utilitas nyata yang selama ini ditunggu-tunggu.

    Implikasi utamanya membuka peluang pengembangan dApps, meningkatkan utilitas jaringan, dan memperkuat narasi jangka panjang proyek.

    Namun, seperti biasa dalam dunia kripto, hype perlu dibuktikan dengan eksekusi nyata.

    Faktor Pendukung: Tokenomics dan Sentimen Pasar

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain upgrade teknologi, ada beberapa faktor lain yang turut memperkuat kenaikan harga Pi:

    1. Tekanan Jual yang Lebih Rendah

    Setelah pelepasan sekitar 16 juta token pada 20 Maret, jadwal unlock berikutnya relatif lebih ringan, dengan rata-rata harian di bawah 5,5 juta token.

    Ini berarti tekanan jual dari sisi suplai cenderung menurun dalam jangka pendek.

    2. Outperform Bitcoin

    Saat Bitcoin hanya naik tipis sekitar 0,6%, Pi justru melonjak dua digit. Hal ini menunjukkan adanya coin-specific momentum yang kuat.

    3. Rotasi ke Altcoin

    Pasar juga menunjukkan tanda-tanda pergeseran ke altcoin, dengan meningkatnya minat terhadap aset berisiko lebih tinggi.

    Kombinasi faktor ini menciptakan kondisi ideal bagi reli jangka pendek Pi.

    Level Kunci: Uji Resistance $0,20–$0,21

    Secara teknikal, Pi kini berada di titik krusial. Area $0,20–$0,21 menjadi resistance utama yang harus ditembus untuk melanjutkan tren naik.

    Level penting:

    • Support kuat: $0,176
    • Resistance utama: $0,20 – $0,21
    • Support lanjutan: $0,17

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,176, peluang untuk menguji kembali resistance terbuka lebar.

    Namun, kegagalan menembus $0,20 bisa menjadi sinyal kelelahan pasar, yang berpotensi memicu koreksi jangka pendek.

    Masih Butuh Validasi Nyata

    Meski upgrade Protocol 20 membawa angin segar, tantangan utama ke depan adalah implementasi nyata.

    Pasar kini akan menunggu aktivitas developer di jaringan Pi, peluncuran dApps pertama, dan peningkatan penggunaan nyata.

    Tanpa indikator ini, reli harga berisiko hanya menjadi euforia sesaat.

    Selain itu, upgrade berikutnya (v21) juga sudah diantisipasi, yang bisa menjadi katalis tambahan jika dieksekusi dengan baik.

    Outlook Jangka Pendek: Bullish dengan Risiko

    Secara keseluruhan, Pi saat ini berada dalam fase momentum positif, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental awal.

    Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap masa depan Pi, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap volatilitas tinggi.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

    Lonjakan harga Pi Network sebesar 11% menandai respons positif pasar terhadap upgrade Protocol 20, yang membawa kemampuan smart contract ke dalam ekosistemnya.

    Namun, seperti banyak reli berbasis hype di pasar kripto, keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada realisasi utilitas di dunia nyata.

    Kunci utama saat ini adalah apakah Pi mampu menembus level $0,21 dan mempertahankan momentum, atau justru kembali terkoreksi setelah euforia mereda.

    Bagi investor, fase ini menjadi momen penting untuk mengamati apakah Pi benar-benar memasuki era baru, atau hanya mengalami lonjakan sementara berbasis sentimen.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

    Saat pertama kali terjun ke dunia kripto dan melakukan trading, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan… yakni trading menggunakan fitur futures atau trading dengan menggunakan fitur spot.

    Keduanya memang menawarkan peluang untuk mencetak keuntungan, namun dengan cara kerja, tingkat risiko, dan tuntutan keahlian yang jauh berbeda. Sebagian orang terutama pemula mungkin lebih memilih spot karena dirasa lebih aman, namun sebagian orang lagi mungkin lebih lebih memilih futures karena dirasa bisa memberikan keuntungan yang lebih signifikan.

    Sebelum kamu menetapkan pilihan trading futures atau spot, mari kita bedah perbedaan antara Crypto Futures dan Spot Trading, serta tentukan mana yang sebenarnya yang lebih cocok buat kamu yuk!

    Apa Itu Spot Trading?

    Spot trading merupakan jenis transaksi perdagangan yang bisa kamu lakukan langsung atau “on the spot”, kamu akan menerima aset setelah order beli terpenuhi dan masuk ke dalam dompet kamu secara langsung.

    Karena perdagangan ini dilakukan langsung atau “on the spot”, maka dari itu fitur ini disebut dengan Spot Trading. Saat menggunakan fitur spot keuntungan didapat dari selisih harga–seperti beli saat murah, simpan, lalu jual saat harganya naik.

    Contoh sederhana:

    • Beli Bitcoin di harga Rp500 juta.
    • Jual saat harga naik ke Rp550 juta.
    • Profit yang direalisasi = Rp50 juta.

    Karena kamu benar-benar memiliki asetnya dan tersimpan di dompet, spot trading sering dianggap lebih mudah dan aman, terutama untuk pemula.

    Apa Itu Crypto Futures?

    Berbeda dengan spot, crypto futures adalah jenis kontrak keuangan di mana kamu setuju membeli atau menjual aset kripto pada harga yang disepakati di masa depan, bukan langsung menerima koinnya saat itu juga. Karena ada janji penyelesaian di waktu mendatang, fitur ini disebut futures

    Di dunia kripto, yang paling populer adalah Perpetual Futures, sebuah kontrak tanpa tanggal kadaluarsa, jadi kamu bisa menahan posisi selama margin mencukupi dan belum terkena likuidasi.

    Singkatnya melalui fitur futures ini kamu tidak langsung memegang aset kripto secara langsung, melainkan yang kamu pegang adalah kontrak yang nilainya bergerak sesuai harga aset. 

    Di futures, kamu bisa:

    • Buka posisi long kalau kamu memiliki analisa jika harga akan naik.
    • Buka posisi short kalau memiliki analisa jika harga akan turun.

    Selain itu, futures biasanya dilengkapi dengan fitur leverage, yang memungkinkan membuka posisi lebih besar dari modal awal. Namun, leverage ini juga meningkatkan risiko kerugian.

    Lebih lengkap mengenai crypto futures, bisa baca di sini: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    Perbedaan Antara Crypto Futures vs Spot Trading

    Untuk membuat kamu lebih mudah memilih, berikut tabel sederhana perbandingan antara crypto futures dan spot trading:

    Aspek Spot Trading Crypto Futures
    Kepemilikan Aset Memiliki aset kripto secara langsung Tidak memiliki aset (hanya kontrak)
    Cara Profit Dari kenaikan harga Dari kenaikan & penurunan harga
    Leverage Tidak ada Tersedia (bisa memperbesar posisi)
    Risiko Relatif lebih rendah Lebih tinggi (terutama karena leverage)
    Kompleksitas Lebih sederhana dan ramah pemula Lebih kompleks

    Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    Kesimpulan: Mana yang Cocok Untukmu?

    Pilihan antara trading dengan menggunakan Futures atau Spot, tentunya sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan finansialmu.

    Pilih Spot Trading jika: 

    • Baru mulai di dunia kripto
    • Ingin investasi jangka panjang
    • Tidak ingin mengambil risiko tinggi
    • Lebih nyaman dengan strategi buy and hold

    Pilih Futures Trading jika

    • Sudah memahami cara kerja pasar kripto
    • Ingin trading aktif dalam jangka pendek
    • Ingin memanfaatkan kondisi pasar naik maupun turun
    • Siap dengan risiko yang lebih tinggi

    Meskipun begitu, pilihan pada akhirnya kembali ke gaya trading dan profil risiko masing-masing. Ada yang nyaman dengan menyimpan aset langsung lewat spot, ada pula yang memilih futures untuk fleksibilitas short/long dan potensi leverage–atau bahkan banyak juga trader menggunakan keduanya secara bersamaan, tergantung pada strategi yang ingin digunakan.

    Apa pun pilihan kamu dalam melakukan trading, baik futures atau spot trading… selalu pastikan kamu trading di exchange crypto yang terdaftar di resmi di Indonesia yang mengikuti prosedur  yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun Tipis $70.587, Menunggu Arah

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dalam 24 jam terakhir. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level $70.587,56, turun tipis sekitar 0,32%.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,41 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $44,65 miliar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Meski penurunan hariannya kecil, pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi di tengah ketidakpastian arah pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $70.826, Tekanan Meningkat

    Pergerakan Harga: Sideways dengan Volatilitas Terbatas

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup sempit, yakni $68.805,52 hingga $70.951,21.

    Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual dan beli relatif seimbang. Tidak ada dorongan kuat dari kedua sisi yang mampu menggerakkan harga secara signifikan.

    Dalam jangka pendek, kondisi ini sering disebut sebagai fase sideways atau konsolidasi, di mana pasar sedang “menunggu” katalis baru.

    Tren Historis: Pemulihan Masih Terbatas

    Jika dilihat dari performa historis, Bitcoin menunjukkan pola yang campuran:

    • 30 hari: naik 4,41%
    • 60 hari: turun 23,69%
    • 90 hari: turun 20,07%

    Kenaikan dalam 30 hari terakhir mengindikasikan adanya upaya pemulihan. Namun, penurunan tajam dalam jangka menengah menunjukkan bahwa tekanan bearish masih belum sepenuhnya hilang.

    Selain itu, dalam 7 hari terakhir, Bitcoin juga tercatat turun sekitar 1,25%, memperkuat sinyal bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi setelah volatilitas sebelumnya.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

    Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin saat ini antara lain:

    1. Ketidakpastian Makroekonomi

    Kebijakan suku bunga global dan data inflasi masih menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko.

    2. Minim Katalis Baru

    Tidak adanya berita besar atau perkembangan signifikan dalam ekosistem kripto membuat pasar cenderung bergerak datar.

    3. Psikologi Level $70.000

    Level ini menjadi area psikologis penting. Selama harga berada di sekitar titik ini, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi besar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam kondisi saat ini, beberapa level teknikal menjadi fokus utama trader:

    • Support utama: $68.800
    • Support lanjutan: $67.000
    • Resistance terdekat: $71.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $71.000, peluang untuk melanjutkan kenaikan akan terbuka. Sebaliknya, jika harga turun di bawah $68.800, tekanan bearish bisa kembali meningkat.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang lesu, Bitcoin tetap menjadi acuan utama bagi pergerakan aset kripto lainnya.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini mencapai sekitar $1,48 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimal jika seluruh suplai beredar.

    Meski demikian, Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Selisih ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk pertumbuhan jangka panjang, meskipun jalannya kemungkinan akan penuh volatilitas.

    Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan arah yang belum jelas sehingga boleh dikatakan, outlook jangka pendeknya masih netral (sideways).

    Pasar membutuhkan katalis baru untuk menentukan arah berikutnya, baik berupa sentimen makro, arus masuk dana institusional, maupun perkembangan regulasi.

    Baca Juga: Dana Kripto Tembus $1 Miliar Lagi! Bitcoin Disebut Jadi Safe Haven Baru?

    Pergerakan harga Bitcoin hari ini yang relatif stabil mencerminkan keseimbangan antara tekanan beli dan jual.

    Dengan volatilitas yang mulai mereda, pasar tampaknya sedang bersiap untuk pergerakan besar berikutnya.

    Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momen untuk mengamati pasar lebih dalam sebelum mengambil keputusan.

    Level $70.000 tetap menjadi kunci—baik sebagai support psikologis maupun penentu arah tren jangka pendek.

    Apakah Bitcoin akan kembali menguat atau justru melanjutkan koreksi? Jawabannya kemungkinan akan ditentukan oleh sentimen global dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Naik ke $0,189, Didorong Rotasi Altcoin

    Pergerakan harga Pi Network kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah melonjak 6,88% dalam 24 jam terakhir ke level $0,189.

    Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung melemah, di mana aset utama seperti Bitcoin justru bergerak stagnan hingga negatif.

    Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran aliran dana (capital rotation) dari aset besar ke altcoin, yang mendorong kenaikan harga sejumlah token berkapitalisasi lebih kecil, termasuk Pi.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

    Rotasi Altcoin Jadi Pendorong Utama

    Kenaikan harga Pi saat ini tidak berdiri sendiri. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada Altcoin Season Index, yang naik 4,26% dalam 24 jam terakhir dan melonjak hingga 58% dalam satu bulan terakhir.

    Indikator ini digunakan untuk mengukur apakah pasar sedang memasuki fase dominasi altcoin dibandingkan Bitcoin.

    Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mencari peluang keuntungan lebih tinggi di aset berisiko, terutama altcoin dengan kapitalisasi lebih kecil. Implikasinya:

    • Pi mendapat dorongan dari sentimen sektor, bukan faktor internal
    • Pergerakan harga lebih bersifat “beta” terhadap pasar
    • Potensi volatilitas meningkat seiring masuknya dana spekulatif

    Dengan kata lain, kenaikan ini lebih mencerminkan dinamika pasar secara keseluruhan dibandingkan perkembangan spesifik dalam ekosistem Pi.

    Minim Katalis Fundamental

    Meski mengalami kenaikan signifikan, tidak ada katalis fundamental yang jelas di balik pergerakan harga Pi.

    Tidak ditemukan pengumuman kemitraan baru, pembaruan teknologi atau produk, atau lonjakan aktivitas derivatif.

    Volume perdagangan sebesar $27,1 juta juga tidak menunjukkan lonjakan ekstrem yang biasanya menyertai reli kuat.

    Selain itu, rasio turnover yang rendah di level 0,0146 menandakan bahwa pasar Pi masih tergolong tipis. Dalam kondisi ini, aliran dana yang relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang cukup besar.

    Kesimpulan sementara, kenaikan harga lebih dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan kekuatan fundamental proyek.

    Level Kunci: Uji Resistance $0,20–$0,21

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 20 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Dalam jangka pendek, Pi menghadapi tantangan penting di area resistance:

    • Resistance utama: $0,20 – $0,21
    • Support terdekat: $0,18
    • Support kritis: $0,17

    Level $0,20–$0,21 merupakan area penting karena sebelumnya menjadi titik kegagalan harga saat mengalami penurunan mingguan hingga 35%.

    Jika Pi mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, maka peluang pemulihan yang lebih kuat akan terbuka.

    Namun, jika harga gagal bertahan di atas $0,18 dan turun di bawah $0,17, maka reli saat ini berisiko hanya menjadi dead cat bounce sebelum melanjutkan tren turun.

    Ketergantungan pada Momentum Altcoin

    Ke depan, arah harga Pi sangat bergantung pada keberlanjutan rotasi altcoin.

    Selama Altcoin Season Index terus naik dan mendekati atau melewati level 50 (zona netral), peluang kenaikan altcoin akan tetap terbuka.

    Namun, jika momentum ini melemah dan dana kembali mengalir ke Bitcoin, maka tekanan terhadap altcoin, termasuk Pi, bisa meningkat dengan cepat.

    Outlook Jangka Pendek: Bullish Hati-hati

    Secara teknikal, Pi menunjukkan potensi rebound dalam jangka pendek. Namun, tren besarnya masih cenderung bearish jika dilihat dari penurunan dalam beberapa minggu terakhir.

    Untuk jangka pendek, Coinmarketcap mengategorikannya sebagai Cautious bullish (rebound dengan risiko tinggi).

    Maka dari itu, investor disarankan untuk memantau kekuatan support di $0,18, mengamati pergerakan Altcoin Season Index, dan waspada terhadap perubahan sentimen pasar global.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Kenaikan harga Pi Network sebesar 6,88% merupakan bagian dari rotasi modal ke altcoin, bukan hasil dari perubahan fundamental proyek. Meski memberikan peluang jangka pendek, reli ini masih tergolong rapuh.

    Kunci pergerakan selanjutnya terletak pada dua hal: kemampuan Pi menembus resistance $0,21 dan keberlanjutan momentum altcoin di pasar global.

    Jika kedua faktor ini selaras, Pi berpotensi melanjutkan kenaikan. Namun jika tidak, tekanan jual bisa kembali mendominasi dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stargaze Migrasi ke Cosmos Hub, Ekosistem NFT Berubah?

    Platform NFT berbasis Cosmos, Stargaze, resmi mengambil migration snapshot untuk launchpad dan marketplace-nya.

    Langkah ini menjadi fase krusial dalam proses migrasi menuju Cosmos Hub, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi ekosistem.

    Snapshot ini berfungsi sebagai penentu utama dalam proses migrasi, karena seluruh data kepemilikan dan aktivitas NFT akan “dibekukan” pada titik waktu tertentu (block height).

    Data tersebut kemudian menjadi dasar klaim aset pengguna di lingkungan baru setelah migrasi selesai.

    Baca Juga: Token Cosmos Menggila! Investor Kaget LUNC Tiba-tiba Terbang 132%

    Apa Itu Migration Snapshot?

    Dalam konteks blockchain, snapshot adalah proses pencatatan kondisi jaringan pada waktu tertentu.

    Untuk Stargaze, Coinmarketcal mengabarkan bahwa snapshot ini mencakup kepemilikan NFT, status listing di marketplace, dan posisi staking NFT.

    Artinya, siapa pun yang memiliki NFT atau posisi terkait pada saat snapshot diambil, akan mendapatkan hak yang sesuai saat migrasi ke Cosmos Hub dilakukan.

    Namun, setelah snapshot diambil, perubahan yang terjadi di jaringan lama tidak akan memengaruhi hasil migrasi.

    Inilah yang membuat periode menjelang snapshot sering dimanfaatkan oleh trader dan kolektor untuk melakukan positioning.

    Tujuan Migrasi ke Cosmos Hub

    Langkah Stargaze untuk bermigrasi ke Cosmos Hub bukan tanpa alasan.

    Sebagai pusat ekosistem Cosmos, Cosmos Hub menawarkan likuiditas yang lebih besar, akses ke ekosistem yang lebih luas, hingga interoperabilitas antar-chain yang lebih kuat.

    Dengan berpindah ke lingkungan yang lebih terintegrasi, Stargaze berharap dapat meningkatkan aktivitas pengguna dan relevansi platform di tengah persaingan ketat pasar NFT.

    Positioning dan Spekulasi

    Event snapshot seperti ini biasanya memicu aktivitas jangka pendek di pasar. Pelaku pasar cenderung melakukan pembelian atau penyesuaian posisi sebelum snapshot untuk memastikan mereka memenuhi syarat klaim di jaringan baru.

    Namun, dampak ini umumnya bersifat sementara. Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini lebih bersifat teknis dibandingkan katalis fundamental.

    “Ini lebih cocok dibaca sebagai milestone teknis dan koordinasi migrasi daripada katalis fundamental langsung. Biasanya event seperti ini hanya memicu positioning jangka pendek menjelang snapshot, sementara dampak harga jangka panjang tetap bergantung pada apakah migrasi ke Cosmos Hub benar-benar meningkatkan aktivitas, likuiditas, dan relevansi ekosistem Stargaze,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa euforia menjelang snapshot belum tentu berlanjut setelah migrasi selesai.

    Dampak Jangka Panjang: Masih Bergantung Eksekusi

    Keberhasilan migrasi Stargaze akan sangat bergantung pada implementasi pasca-snapshot. Beberapa faktor kunci yang akan menentukan dampaknya antara lain:

    1. Aktivitas Pengguna

    Apakah migrasi mampu menarik lebih banyak pengguna dan kolektor NFT?

    2. Likuiditas Marketplace

    Apakah volume transaksi meningkat setelah integrasi dengan Cosmos Hub?

    3. Adopsi Developer

    Apakah lebih banyak proyek NFT memilih membangun di Stargaze?

    Jika ketiga faktor ini menunjukkan peningkatan, maka migrasi bisa menjadi titik balik bagi pertumbuhan ekosistem.

    Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski menjanjikan, migrasi juga membawa sejumlah risiko, seperti gangguan teknis selama proses transisi, kehilangan momentum jika adopsi tidak meningkat, atau ekspektasi pasar yang terlalu tinggi.

    Selain itu, jika hasil migrasi tidak sesuai harapan, harga token STARS berpotensi mengalami tekanan setelah fase spekulasi berakhir.

    Baca Juga: Luncheon Eksklusif Token TRUMP: Hanya untuk 297 Holder Teratas

    Snapshot migrasi Stargaze ke Cosmos Hub merupakan langkah penting dalam evolusi teknis platform NFT ini. Namun, dampaknya terhadap harga dan ekosistem masih belum bisa dipastikan dalam jangka pendek.

    Bagi investor dan pelaku pasar, fokus utama sebaiknya tidak hanya pada event snapshot, tetapi juga pada perkembangan pasca-migrasi.

    Apakah Stargaze mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan aktivitas dan likuiditas?

    Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menjadi penentu utama arah jangka panjang STARS di pasar kripto yang semakin kompetitif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

    XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menyalip BNB dan merebut posisi sebagai aset kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan volume perdagangan dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif.

    Namun, di balik penguatan tersebut, data menunjukkan adanya peningkatan leverage yang juga membawa potensi risiko baru bagi pasar.

    XRP Tembus Resistance dan Rebut Posisi Top 4

    XRP mencatat kenaikan sekitar 11% dalam sepekan terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran US$1,53.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar XRP mencapai sekitar US$93,4 miliar, melampaui BNB dan mengembalikannya ke posisi empat besar aset kripto global.

    Pergerakan ini juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan hingga 125%, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap XRP.

    Open Interest Naik Signifikan

    Di sisi derivatif, open interest XRP di Binance meningkat tajam hingga sekitar 353 juta XRP.

    Dilaporkan Coindesk, angka ini naik sekitar 59% sejak Oktober 2025, meskipun harga saat ini masih berada jauh di bawah level sebelumnya.

    Peningkatan open interest ini menunjukkan bahwa trader tidak hanya mempertahankan posisi, tetapi juga menambah eksposur leverage di tengah reli harga.

    Baca juga: Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

    Struktur Pasar Berbeda dari Awal Tahun

    Kondisi saat ini berbeda dibandingkan awal tahun 2026, di mana pasar didominasi oleh penurunan leverage.

    Kini, pasar justru menunjukkan fase pembangunan kembali posisi leverage, yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan trader terhadap potensi kenaikan harga.

    Meski belum menyentuh level puncak sebelum crash Oktober 2025, tren ini menunjukkan adanya ruang bagi pasar untuk terus berkembang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan harga yang dibarengi pembangunan ulang open interest menunjukkan trader derivatif mulai kembali menambah leverage ke sisi pemulihan, bukan sekadar menutup posisi lama.

    “Itu bullish selama momentum spot tetap mendukung, tapi semakin dekat OI ke level pra-crash, semakin besar juga risiko wipeout kalau breakout di area US$1,50-US$1,60 gagal bertahan,” analisanya.

    Level $1.50–$1.60 Jadi Area Krusial

    Secara teknikal, area US$1,50 hingga US$1,60 menjadi level penting yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Jika XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebih lebar.

    Namun, jika gagal mempertahankan level ini, risiko koreksi tetap ada, terutama dengan meningkatnya penggunaan leverage di pasar.

    Peluang dan Risiko Berjalan Bersamaan

    Peningkatan open interest dapat memberikan dukungan struktural bagi harga, namun juga meningkatkan potensi volatilitas.

    Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin besar pula risiko likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang berlawanan.

    Dengan demikian, meskipun XRP menunjukkan momentum positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika leverage yang berkembang.

    Pergerakan XRP ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus mengelola risiko dari meningkatnya aktivitas spekulatif.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

    Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan meningkatnya aktivitas leverage di Ethereum. Indikator Estimated Leverage Ratio (ELR) mencatat kenaikan signifikan, mengindikasikan kembalinya minat risiko di kalangan trader setelah periode tekanan pasar.

    Kenaikan ini terjadi di tengah reli harga Bitcoin dan Ethereum yang menunjukkan perubahan sentimen menuju fase “risk-on”.

    Ethereum dan Bitcoin Kompak Menguat

    Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 8,6%, sementara Ethereum naik lebih tinggi dengan lonjakan 13,9%.

    Dilaporkan Crypto Quant, kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat investor terhadap aset kripto berisiko, didukung oleh arus dana institusional melalui produk ETF.

    Pergerakan ini juga menandai potensi awal dari fase pemulihan pasar setelah periode volatilitas sebelumnya.

    Leverage Ethereum Kembali Meningkat

    Salah satu indikator utama yang diperhatikan adalah Estimated Leverage Ratio (ELR), yang mengukur tingkat penggunaan leverage di pasar derivatif Ethereum.

    Setelah sempat turun tajam akibat peristiwa likuidasi besar pada Oktober 2025, ELR kini kembali meningkat dan mencapai sekitar 0,69 pada pertengahan Maret 2026.

    Sebelumnya, rasio ini sempat anjlok dari 0,56 ke 0,41, mencerminkan penurunan leverage sebesar 27% akibat likuidasi besar-besaran.

    Kenaikan terbaru menunjukkan bahwa trader kembali berani mengambil posisi dengan leverage lebih tinggi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bullish karena menunjukkan likuiditas dan selera risiko kembali mengalir ke ETH, tapi tetap ada sisi tajamnya: leverage yang tumbuh cepat berarti pasar juga makin rapuh terhadap liquidations baru.

    “Jadi sinyal ini bagus untuk momentum, namun bukan tipe sinyal yang bikin trader boleh santai karena volatilitas justru bisa makin brutal kalau posisi pasar terlalu crowded,” tuturnya.

    Baca juga: Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

    Dampak Likuidasi Besar Masih Terasa

    Peristiwa likuidasi pada Oktober lalu menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kripto, dengan lebih dari US$19 miliar posisi leverage terlikuidasi dalam 24 jam.

    Kejadian ini sempat mereset struktur pasar dan menurunkan eksposur risiko secara signifikan.

    Namun, pemulihan ELR saat ini menunjukkan bahwa pasar mulai kembali membangun eksposur leverage secara bertahap.

    Indikasi Kembalinya Risk Appetite

    Peningkatan leverage biasanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan trader terhadap arah pasar.

    Nilai ELR yang lebih tinggi menunjukkan bahwa posisi terbuka di pasar derivatif tumbuh lebih cepat dibandingkan cadangan aset di bursa, yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

    Kondisi ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai kembali berspekulasi terhadap pergerakan harga Ethereum.

    Potensi Peluang dan Risiko ke Depan

    Dengan meningkatnya sentimen positif, Ethereum dan Bitcoin kembali menjadi aset utama dalam fase risk-on.

    Namun, kenaikan leverage juga membawa risiko yang lebih tinggi, termasuk potensi likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang tajam.

    Sementara itu, sebagian investor yang lebih konservatif cenderung mencari alternatif seperti aset berbasis emas digital.

    Ke depan, arah pasar akan sangat bergantung pada keberlanjutan arus dana institusional serta stabilitas kondisi makroekonomi global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Kripto Tembus $1 Miliar Lagi! Bitcoin Disebut Jadi Safe Haven Baru?

    Produk investasi kripto kembali mencatat arus masuk dana besar dengan total mencapai lebih dari US$1 miliar dalam sepekan terakhir. Tren ini memperpanjang periode inflow menjadi tiga minggu berturut-turut, meskipun pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik.

    Dikutip Cointelegraph, data ini memperkuat pandangan bahwa aset digital, khususnya Bitcoin, mulai dipandang sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Produk Investasi Kripto Catat Inflow Beruntun

    Berdasarkan laporan terbaru, crypto exchange-traded products (ETP) mencatat inflow sebesar US$1,06 miliar dalam satu minggu.

    Bitcoin menjadi kontributor terbesar dengan arus masuk mencapai US$793 juta, diikuti oleh Ethereum dengan tambahan US$315 juta.

    Secara keseluruhan, selama tiga minggu terakhir, total inflow telah mencapai sekitar US$2,7 miliar.

    Bitcoin Dinilai Semakin Tahan terhadap Tekanan Global

    Kinerja positif ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.

    Menariknya, aset kripto justru menunjukkan ketahanan dibandingkan aset tradisional, dengan total dana kelolaan (AuM) produk kripto meningkat sekitar 9,4% menjadi hampir US$140 miliar.

    Hal ini mendorong pandangan bahwa Bitcoin mulai dianggap sebagai “safe haven relatif” oleh sebagian investor.

    Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Ethereum Mulai Pulih, XRP Masih Tertekan

    Ethereum juga menunjukkan perbaikan dengan inflow signifikan, meskipun secara year-to-date masih mencatat sedikit arus keluar.

    Sementara itu, XRP mengalami tekanan dengan outflow sebesar US$76 juta dalam dua pekan terakhir.

    Di sisi lain, Solana mencatat inflow moderat sebesar US$9,1 juta, menunjukkan minat yang mulai tumbuh dari investor.

    ETF Bitcoin Jadi Penggerak Utama

    Sebagian besar inflow Bitcoin didorong oleh ETF spot di Amerika Serikat, yang mencatat arus masuk sebesar US$767 juta dalam sepekan.

    Ini menjadi streak inflow lima hari pertama di tahun 2026 untuk produk ETF Bitcoin.

    Meski demikian, secara keseluruhan ETF Bitcoin masih berada dalam posisi negatif sepanjang tahun, setelah mengalami outflow besar pada Januari dan Februari.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini penting secara onchain dan aliran modal karena menunjukkan minat institusional ke aset digital belum mati meski tekanan geopolitik masih tinggi.

    “Bitcoin tetap jadi penerima utama arus safe-haven relatif, sementara arus besar ke ETH memberi sinyal bahwa pasar mulai berani naik satu tingkat di risk curve; sebaliknya, outflow lanjutan dari XRP menunjukkan seleksi modal masih keras dan tidak semua aset ikut menikmati sentimen positif yang sama,” analisanya.

    Sentimen Pasar Masih Terbelah

    Menariknya, produk short-Bitcoin juga mencatat inflow sebesar US$8,1 juta, menandakan bahwa sebagian investor masih bersikap defensif.

    Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih terbelah, dengan sebagian melihat peluang kenaikan, sementara yang lain tetap berhati-hati terhadap risiko.

    Dengan tren inflow yang terus berlanjut, pasar kripto kini memasuki fase penting yang dapat menentukan apakah momentum ini akan berlanjut atau justru berbalik arah dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Serok Bitcoin Rp600M, Tapi XRP Justru Ditinggal Investor

    Arus dana institusional kembali mengalir deras ke Bitcoin, dengan BlackRock menyerap lebih dari US$600 juta BTC dalam sepekan. Di sisi lain, XRP justru menunjukkan tren berlawanan setelah mencatat arus keluar dari produk ETF.

    Dilaporkan BeInCrypto, data ini menegaskan pergeseran minat investor besar di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

    BlackRock Dominasi Pembelian Bitcoin

    Dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, ETF Bitcoin spot mencatat total inflow sebesar US$767 juta.

    Dari jumlah tersebut, produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang sekitar US$600,1 juta atau lebih dari 78% total arus masuk.

    Angka ini memperkuat posisi BlackRock sebagai salah satu pembeli institusional terbesar Bitcoin melalui instrumen yang teregulasi.

    Sementara itu, Grayscale justru mencatat arus keluar sebesar US$25,9 juta dari produknya.

    Selain Bitcoin, ETF berbasis Ethereum juga mencatat inflow sebesar US$160,9 juta dalam periode yang sama.

    Produk dari Fidelity menjadi kontributor utama dengan pembelian sekitar US$90,1 juta, meskipun ETF milik Grayscale kembali mengalami arus keluar.

    Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Di sisi lain, ETF Solana mulai menunjukkan tanda awal ketertarikan institusional dengan inflow sebesar US$10,7 juta.

    Meski relatif kecil, angka ini menunjukkan mulai terbukanya minat terhadap aset di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan aliran modal, ini menunjukkan rotasi institusional yang sangat selektif: uang besar masih nyaman menumpuk eksposur ke BTC dan mulai memberi ruang ke ETH serta SOL, tapi belum mau memberi dukungan yang sama ke XRP.

    “Pesan kasarnya jelas: pasar institusional saat ini lebih suka aset kripto yang likuid, mapan, dan punya jalur adopsi ETF yang lebih bersih daripada cerita yang masih menyisakan keraguan sentimen,” ungkapnya.

    XRP Jadi Pengecualian di Tengah Tren Positif

    Berbeda dengan aset lainnya, ETF XRP justru mencatat arus keluar sebesar US$28,07 juta dalam periode yang sama.

    Hal ini menjadikan XRP sebagai satu-satunya aset utama yang mengalami outflow di tengah tren masuknya dana ke produk kripto lainnya.

    Kondisi ini memperpanjang tren tekanan jual terhadap XRP sepanjang Maret, meskipun secara kumulatif total inflow ETF XRP sejak peluncuran masih berada di atas US$1,2 miliar.

    Indikasi Pergeseran Sentimen Institusional

    Perbedaan arus dana ini menunjukkan adanya kemungkinan rotasi investasi oleh pelaku institusional.

    Bitcoin tetap menjadi pilihan utama, diikuti oleh Ethereum dan mulai munculnya minat terhadap Solana, sementara XRP menghadapi tekanan dari sisi permintaan.

    Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah tren ini bersifat sementara atau mencerminkan perubahan strategi jangka panjang dari investor institusional.

    Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi pasar serta perkembangan sentimen terhadap masing-masing aset kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Segar $1 Miliar Masuk! ETF Bitcoin Bikin Pasar Bergairah Lagi?

    Arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat kembali menguat, mencatat enam hari berturut-turut inflow dan hampir mencapai US$1 miliar sejak awal Maret. Tren ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin yang signifikan dalam periode yang sama.

    Data terbaru menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto mulai pulih meski kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

    ETF Bitcoin Catat Inflow 6 Hari Beruntun

    ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat inflow selama enam hari berturut-turut, menjadi tren terpanjang sejak Oktober 2025.

    Pada hari terakhir periode tersebut, ETF mencatat tambahan dana sebesar US$199,4 juta. Produk dari BlackRock dan Fidelity menjadi kontributor utama, masing-masing menyumbang US$139,4 juta dan US$64,5 juta.

    Secara total, sejak 9 Maret, inflow ETF Bitcoin telah mencapai sekitar US$962,8 juta.

    Harga Bitcoin Ikut Melonjak

    Sejalan dengan masuknya dana tersebut, harga Bitcoin juga mengalami kenaikan lebih dari 12%.

    Harga BTC naik dari sekitar US$65.960 menjadi US$74.250 dalam periode yang sama, mencerminkan hubungan erat antara arus dana institusional dan pergerakan harga pasar.

    Kenaikan ini juga menandai pemulihan setelah periode volatilitas yang dipicu oleh faktor makroekonomi global.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, arus dana ini menunjukkan permintaan institusional kembali agresif meski ketegangan geopolitik dan volatilitas minyak belum reda.

    “Kalau inflow ETF tetap konsisten, BTC punya bantalan demand yang kuat untuk menjaga momentum naik, tapi lonjakan FOMO juga bikin pasar lebih rawan pullback jangka pendek kalau aliran dana mulai melambat,” jelasnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    Sentimen Pasar Mulai Membaik

    Meskipun ketegangan geopolitik, khususnya terkait Amerika Serikat dan Iran, masih berlangsung, sentimen pasar kripto menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

    Dilaporkan Cointelegraph, beberapa laporan menyebutkan bahwa spekulasi mengenai potensi meredanya konflik turut mendorong kenaikan harga Bitcoin.

    Selain itu, indikator Fear & Greed Index juga mengalami peningkatan dan mulai keluar dari zona “Extreme Fear,” menandakan membaiknya kepercayaan investor.

    FOMO Kembali Muncul di Pasar

    Data dari Santiment menunjukkan bahwa tingkat fear of missing out (FOMO) di pasar kripto kini berada pada level tertinggi sejak awal Januari.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali melihat peluang pertumbuhan di sektor kripto dalam beberapa waktu ke depan.

    Meski demikian, analis tetap mengingatkan bahwa kondisi pasar masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, sehingga pergerakan harga dapat berubah dengan cepat.

    Dengan kombinasi arus dana yang kuat dan sentimen yang mulai pulih, pasar kripto saat ini memasuki fase penting yang dapat menentukan arah tren selanjutnya.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com