Author: 20

  • Vitalik Buterin: Fokus Teknologi, Bukan Pergerakan Harga Kripto

    Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin telah berbicara tentang keadaan industri kripto dan bagaimana menghindari kebosanan. Menurutnya saat ini banyak orang yang hanya fokus pada pergerakan harga saja.

    Dikutip Crypto Potato, Buterin mengingatkan untuk menghindari kebosanan akan situasi industri kripto saat ini, pengguna harus fokus pada teknologi yang berkembang, bukan sekadar memantau pergerakan harga aset.

    Saat ini, kripto digunakan sebagai sarana untuk spekulasi harga, dan di situlah para penipu berkembang. Kehancuran FTX disebabkan oleh bank run yang dikatalisis oleh overleveraging dan pinjaman besar.

    Saran Buterin

    Buterin menyarankan untuk menjauhkan diri dari perdagangan dan investasi, pengguna harus fokus pada teknologi dan aplikasi.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Kenal Kripto Neblio (NEBL), Project Bantu Perusahaan Bikin dApps

    “Saya akan merekomendasikan untuk meningkatkan jarak Anda dari lingkaran perdagangan/investasi, dan lebih dekat dengan ekosistem teknologi dan aplikasi,” katanya.

    Vitalik Buterin menambahkan bahwa mereka yang kelelahan memantau harga kripto harus mempelajari lebih lanjut tentang beberapa teknologi yang mendasarinya, seperti zk-SNARK.

    Zk-SNARK adalah singkatan dari “Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge.” Ini adalah bukti kriptografi yang memungkinkan satu pihak membuktikan bahwa ia memiliki informasi tertentu tanpa mengungkapkan apa informasinya.

    Salah satu pendiri Ethereum juga menyarankan untuk menghadiri pertemuan crypto dan pengembang, mendengarkan panggilan pengembang inti, dan bahkan menghafal semua nomor EIP (Ethereum Improvement Protocol).

    Outlook Harga Ethereum

    Investor Menanti Pengaruh The Merge Ethereum. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Ethereum. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

    Fokus pada teknologi datang saat harga aset kripto berada di kedalaman siklus musim dingin yang memanjang. Harga mereka yang sudah terpukul semakin terpukul oleh jatuhnya platform besar seperti FTX dan Terra/Luna tahun ini.

    Ethereum telah naik 2,6% pada hari itu hingga mencapai US$ 1.290 pada saat penulisan, menurut CoinGecko. ETH mendekati level harga tertingginya selama hampir sebulan, tetapi ada banyak resistensi di US$ 1.300.

    Aset tetap turun 73,5% dari level tertinggi sepanjang masa, tetapi itu tidak sedalam beberapa altcoin lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melihat Proyeksi Market Aset Kripto di Akhir Tahun 2022

    Sepanjang November lalu, market kripto mengalami volatilitas tinggi yang cenderung turun tajam. Lalu, bagaimana dengan proyeksi market kripto bulan Desember?

    Belum reda masalah dari Terra Luna dan Three Arrow Capital, pasar kripto di bulan ini harus menghadapi masalah yang lebih besar.  Bursa kripto FTX yang sempat memiliki valuasi senilai US$ 32 miliar harus bangkrut karena krisis likuidasi.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan akhir tahun ini mungkin bisa menjadi awal dari masa pemulihan, namun harus disikapi dengan kehati-hatian. Kehancuran FTX ini pun menyebabkan pasar kripto harus menderita dan menyebabkan investor khawatir dan panik.

    “Bulan Desember ini mungkin akan menjadi masa pemulihan dari keterpurukan market yang hancur pada November lalu berkaitan dengan runtuhnya FTX. Selain itu, kita mesti optimis dengan proyeksi kebijakan The Fed yang bakal melunak untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan di bulan ini,” kata Afid.

    Kebijakan The Fed

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

    Diketahui, Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan potensi penurunan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Pertemuan FOMC sendiri akan dilaksanakan pada 13-14 Desember. Melunaknya sikap The Fed bisa menggenjot market kripto dan memberikan harapan kepada investor.

    “Bila suku bunga jangka pendek akan meningkat sebesar 50 basis poin ke kisaran target 4,25 hingga 4,50%. Bisa membuat nilai Bitcoin sedikit meningkat dan kemungkinan akan bertahan hingga akhir Desember. Perlu dicatat bahwa pertemuan FOMC sering memicu volatilitas di pasar krpto,” jelas Afid.

    Dengan volatilitas yang merendah dari imbas FTX serta potensi pelambatan dalam kenaikan suku bunga The Fed, Bitcoin dan Ethereum kemungkinan akan mengalami bullish di bulan Desember.

    Reli Sinterklas

    Ilustrasi investasi aset kripto
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

    Afid juga berharap akan ada fenomena “Reli Sinterklas.” Reli Sinterklas adalah fenomena di mana pasar saham reli pada hari-hari menjelang Natal. Oleh karena itu, investor percaya bahwa Desember adalah bulan keberuntungan bagi saham yang juga dapat membantu Bitcoin dan pasar kripto untuk menguat.

    “Investor percaya bahwa reli Sinterklas di pasar saham akan mengalir ke pasar kripto membuat harga Bitcoin melonjak pada bulan Desember,” jelas Afid.

    Di sisi lain, efek reli Sinterklas diklaim sudah tidak relevan lagi. Pada tahun 2021, Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.044 pada bulan November, tetapi harganya turun pada bulan Desember.

    Rawan Taking Profit

    Pasar kripto bernasib baik hingga November 2021, tetapi turun pada bulan Desember tanpa efek reli Sinterklas. Hal ini yang membuat analis sulit melihat proyeksi market kripto pada akhir tahun 2022 ini.

    Market kripto juga rawan dari aksi taking profit yang masif dilakukan oleh investor di bulan Desember ini. Biasanya, investor akan lebih membutuhkan uang tunai, daripada berinvestasi di musim liburan akhir tahun.

    “Harga kripto di bulan Desember bisa jadi sideways, karena investor sedang dalam mood untuk musim liburan dan biasanya taking profit, sehingga beristirahat pada aktivitas pasar,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto dan Fintech Sumbang Pajak Rp 339 M ke Penerimaan Negara RI

    Pemerintah Indonesia berhasil mengumpulkan pajak aset kripto dan fintech hingga Oktober 2022 mencapai Rp 339 miliar. Kementerian Keuangan mulai memberlakukan pajak kedua sektor ini mulai 1 Mei 2022.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan pungutan dari jenis pajak kripto dan fintech cukup besar total bisa mencapai Rp 339 miliar. Meski mulai diberlakukan pada 1 Mei, tetapi mulai dibayarkan dan dilaporkan pada Juni 2022.

    Sri Mulyani memerinci penerimaan negara sebesar Rp 339,71 miliar berasal dari pajak fintech sebesar Rp 148,6 miliar dan pajak kripto sebesar Rp 191,11 miliar.

    Ilustrasi pajak aset kripto.
    Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp 159,12 Miliar hingga September 2022

    “Untuk fintech PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima WPDN dan BUT sebesar Rp 101,39 miliar dan PPh 26 atas bunga pinjaman yang diterima WPLN sebesar Rp 47,21 miliar,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBNKita, Kamis (24/11).

    Pajak Kripto

    Pajak kripto yang berhasil terkumpul Rp 191,11 miliar sejak Juni hingga Oktober 2022 berasal dari PPh 22 atas transaksi aset kripto melalui PPMSE dalam negeri dan penyetoran sendiri sebesar Rp 91,4 miliar.

    Rinciannya PPN dalam negeri atas pemungutan oleh non-bendaharawan pada pajak kripto berhasil terkumpul Rp 99,71 miliar. “Jadi, ini dalam relatif yang cukup singkat dari mulai Juni hingga 31 Oktober,” jelas Sri Mulyani.

    Tarif Pajak Kripto

    Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.
    Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu Tingkatkan Penerimaan Pajak Kripto

    Ketentuan PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui platform yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan sebesar 0,1%.

    Sementara, apabila perdagangan dilakukan melalui platform yang tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPh Pasal 22 final yang berlaku atas transaksi tersebut adalah sebesar 0,2%.

    Sedangkan untuk pengenaan PPN, penyerahan aset kripto melalui platform yang terdaftar Bappebti dikenai PPN sebesar 1% dari tarif umum atau sebesar 0,11%.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Digital Rupiah Bakal Jadi Alat Transaksi di Ekosistem Web3

    Bank Indonesia akhir merilis white paper pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) yang dinamakan Digital Rupiah. Penerbitan white paper (WP) ini merupakan langkah awal “Proyek Garuda”, yaitu sebuah inisiatif yang memayungi berbagai eksplorasi dan diharapkan menjadi katalisator pengembangan desain CBDC ke depan.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik dan mengapresiasi diterbitkannya white paper CBDC Digital Rupiah yang telah dinantikan cukup lama. Dengan adanya WP ini menjadi langkah baik untuk mengekplorasi desain CBDC yang tepat untuk Indonesia ke depan dan hubungannya dengan perdagangan aset kripto, serta pengembangan adopsi blockchain.

    “Ini sebuah kemajuan besar dalam pendekatan penerbitan CBDC di Indonesia solusi future proof yang prospektif. Benar, perkembangan CBDC bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Cepat atau lambat Indonesia harus mengarah ke sana. Jika CBDC dirancang dengan hati-hati, berpotensi menawarkan lebih banyak ketahanan, lebih aman, ketersediaan lebih besar, dan biaya lebih rendah,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Pengoptimalan

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

    Manda menjelaskan pihaknya siap bersinergi dengan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencapai penerbitan Digital Rupiah. Hal ini terkait sinergi dalam proyek Garuda akan menyasar tujuh area prioritas yang bersifat non-exhaustive. Salah satunya area perdagangan aset kripto, termasuk penggunaan Digital Rupiah pada ekosistem Web3.

    “Sebagai pelaku usaha di industri perdagangan aset kripto dan web3, kami dari asosiasi siap melakukan koordinasi dan kerja sama untuk pengoptimalan Digital Rupiah ke depan. Tidak ada satu ukuran pun yang cocok untuk semua. Tidak ada kasus universal untuk CBDC karena setiap ekonomi negara berbeda,” jelas Manda.

    Dijelaskan dalam white paper Digital Rupiah didesain untuk dilengkapi dengan berbagai jenis penggunaan (use cases), baik di ekosistem wholesale maupun ritel. 

    Digital Rupiah dan Web3

    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
    Bank Indonesia akhir merilis white paper pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) yang dinamakan Digital Rupiah. Foto: Reuters.

    Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

    Digital Rupiah akan menjadi aset settlement untuk berbagai jenis transaksi di pasar barang dan jasa maupun pasar keuangan, baik yang berada di ekosistem tradisional maupun ekosistem digital, seperti ekosistem Web3 termasuk di dalamnya decentralized finance (DeFi) dan metaverse.

    “Kami menyambut positif keberadaan Digital Rupiah. Ini bisa menjadi gateway untuk berbagai layanan di ekosistem Web3, termasuk di dalamnya DeFi dan metaverse. Dengan begitu pengembangan dan adopsi teknologi blockchain akan semakin masif di Indonesia dan menciptakan talenta serta peluang untuk developer lokal mengembangkan bisnisnya,” jelas Manda.

    Di sisi lain, peraturan setingkat Undang-Undang yang ada belum dapat menjadi landasan bagi Digital Rupiah untuk berstatus legal tender. Status tersebut diperlukan Digital Rupiah untuk menjadi jangkar dalam berbagai use cases ekosistem Web3, termasuk DeFi dan metaverse.

    Sementara itu, status legal tender menurut UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang melekat pada uang kertas dan uang logam yang pada prinsipnya tidak dapat digunakan di dalam ekosistem Web3.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

    Bank Indonesia (BI) akhirnya merilis white paper pengembangan CBDC Digital Rupiah dalam momentum Pertemuan Tahunan Bank Indonesia pada Rabu (30/11). Penerbitkan desain (high level design) ini menguraikan rumusan CBDC bagi Indonesia dengan mempertimbangkan asas manfaat dan risiko.

    Penerbitan white paper ini merupakan langkah awal “Proyek Garuda”, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur Digital Rupiah. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyoroti Digital Rupiah sebagai salah satu dari kebijakan sistem pembayaran untuk akselerasi digitalisasi.

    “Digital Rupiah akan diimplementasikan secara bertahap, dimulai dari wholesale CBDC untuk penerbitan, pemusnahan dan transfer antar bank. Kemudian diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang, dan akhirnya pada integrasi wholesale dengan ritel secara end-to-end,” tutur Perry.

    Key Driver CBDC

    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan. Foto: Reuters.

    Baca juga: World Blockchain Summit Bangkok 2022 Digelar Desember Mendatang

    Perry menambahkan penerbitan white paper ini diharapkan menjadi katalisator pengembangan desain CBDC ke depan, agar penerapan dapat sesuai konteks dan karakteristik kebijakan. Bank Indonesia meyakini manfaat CBDC mampu menjaga kedaulatan Rupiah di era digital, termasuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital serta membuka peluang inklusi keuangan yang lebih merata dan berkelanjutan.

    Adapun key driver pengembangan CBDC ini adalah:

    • Menegaskan fungsi BI sebagai otoritas tunggal dalam menerbitkan mata uang termasuk mata uang digital;
    • Memperkuat peran BI di kancah internasional;
    • Mengakselerasi integrasi EKD secara nasional.

    Pengembangan CBDC sendiri memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kerja sama dengan bank sentral lain dan lembaga internasional. Perkembangan mata uang digital bank sentral di masa depan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan.

    “Bank sentral masih perlu melakukan eksplorasi dan uji coba untuk mengantisipasi perkembangan mata uang digital di masa depan,” ujar Perry.

    Proyek Garuda

    Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.
    Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

    Baca juga: Raja Kripto Hong Kong Tiantian Kullander Meninggal Dunia

    Proyek Garuda merupakan sebuah inisiatif yang memayungi eksplorasi desain CBDC Indonesia. Digital Rupiah merupakan sumbangsih Bank Indonesia kepada negara dalam perjuangan menjaga kedaulatan mata uang fiat di era digital.

    Proyek ini melengkapi berbagai inisiatif Bank Indonesia dalam mendorong agenda transformasi digital nasional, khususnya upaya mengintegrasikan ekonomi dan keuangan digital secara end-to-end yang saat ini sudah didorong dari jalur Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) dan Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025 (BPPU 2025)​.

    Pengembangan Digital Rupiah akan dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu Immediate state, Intermediate state, dan End state. Sekuens akan dimulai dari konsultasi publik (consultative paper dan focus group discussion), eksperimen teknologi (proof of concept, prototyping, dan piloting/sandboxing), dan diakhiri reviu atas stance kebijakan.​

    Bank Indonesia meyakini manfaat CBDC mampu menjaga sovereignty Rupiah di era digital, termasuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital serta membuka peluang inklusi keuangan yang lebih merata dan berkelanjutkan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Telegram Berencana Bikin Exchange dan Wallet Kripto Terdesentralisasi

    Telegram telah mengumumkan rencana untuk membangun exchange kripto terdesentralisasi atau Decentralized Exchange (DEX) setelah kegagalan FTX. Langkah Telegram ini disambut positif karena dapat membangun kepercayaan exchange kembali.

    Founder an CEO Telegram, Pavel Durov, mengatakan perusahaannya akan merilis serangkaian produk aset digital terdesentralisasi, termasuk DEX dan wallet non-kustodian yang memungkinkan jutaan pengguna memperdagangkan kripto mereka dengan aman.

    “Dengan cara ini kami dapat memperbaiki kesalahan yang disebabkan oleh sentralisasi berlebihan, yang mengecewakan ratusan ribu pengguna cryptocurrency,” kata Durov dikutip Kitco.

    Solusi Keamanan

    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

    Dalam pengumumannya, Durov langsung mereferensikan exchange kripto, FTX dalam paragraf pembukanya, menyoroti fakta bahwa “banyak orang kehilangan uang mereka ketika FTX, salah satu bursa terbesar, bangkrut.”

    Menurutnya perkembangan selama setahun terakhir telah menunjukkan bahwa ekosistem kripto secara keseluruhan perlu kembali ke akarnya yang terdesentralisasi.

    “Solusinya jelas: Proyek berbasis blockchain harus kembali ke akarnya desentralisasi. Pengguna aset kripto harus beralih ke transaksi tanpa kepercayaan dan dompet yang di-hosting sendiri yang tidak bergantung pada pihak ketiga mana pun,” katanya.

    Durov meminta pengembang untuk membantu mengarahkan industri blockchain menjauh dari sentralisasi dengan membangun aplikasi terdesentralisasi yang cepat dan mudah digunakan untuk banyak orang.

    Telegram dan Kripto

    Ilustrasi Telegram. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi TON (Telegram Open Network) Foundation. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Investor Institusi Tingkatkan Alokasi Dana Investasi Selama Crypto Winter

    Telegram diketahui secara bertahap memasuki ranah aset digital. Itu telah menambahkan dukungan untuk pembayaran kripto, menurut tweet dari TON (Telegram Open Network) Foundation, pada bulan April. Token TON dapat digunakan untuk melakukan pembayaran aset kripto di Telegram.

    550 juta pengguna Telegram kini telah terpapar teknologi blockchain dan kripto, berkat inisiatif tersebut. Namun, pengumuman baru telah muncul tentang aplikasi perpesanan instan. Sekarang berencana untuk meluncurkan non-custodial wallet dan decentralized cryptocurrency exchange.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Brasil Rilis Aturan Legalkan Kripto Sebagai Metode Pembayaran

    Parlemen Brasil telah mengesahkan undang-undang yang akan mengatur penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran di seluruh wilayahnya. Kebijakan ini berpotensi memberikan dorongan menuju adopsi aset digital di kawasan Amerika Selatan.

    Kamar Deputi Brasil menyetujui kerangka peraturan baru dengan kode PL 4401/2021 yang akan mencakup aset kripto dan rewards perjalanan rutin dari maskapai penerbangan atau yang disebut “miles” dalam definisi “perjanjian pembayaran” di bawah pengawasan dewan perwakilan negara dan bank sentral.

    Meskipun ini membuat kemajuan yang signifikan untuk aset digital di Negeri Samba, undang-undang tersebut masih memerlukan tanda tangan presiden Brasil untuk dapat diberlakukan.

    Kemajuan Adopsi Kripto

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Raja Kripto Hong Kong Tiantian Kullander Meninggal Dunia

    Pengesahan RUU tersebut tidak menjadikan aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah di dalam negeri. Namun, RUU tersebut akan memasukkan aset digital dan program miles dalam definisi “metode pembayaran” yang berada di bawah pengawasan bank sentral negara tersebut.

    Setelah disahkan menjadi undang-undang, pemerintah Brasil harus memutuskan lembaga mana yang akan membawahi pengawasan. Namun, kripto yang akan dianggap sebagai sekuritas akan tetap berada di bawah yurisdiksi Komisi Sekuritas dan Bursa Brasil (CVM).

    Selain menunjuk kripto sebagai metode pembayaran, undang-undang memungkinkan pembuatan lisensi untuk platform exchange kripto dan untuk penyimpanan dan pengelolaan aset oleh pihak ketiga. Selain itu, undang-undang akan mewajibkan bursa untuk membuat perbedaan yang jelas antara dana perusahaan dan pengguna, untuk menghindari insiden lain seperti keruntuhan FTX.

    Brasil dan Kripto

    Brasil keluarkan aturan legalkan kripto sebagai metode pembayaran. Foto: Shutterstock.
    Brasil keluarkan aturan legalkan kripto sebagai metode pembayaran. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: NGOBRAS Spesial: Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022

    Brasil telah membuat banyak kemajuan dalam hal regulasi dan adopsi aset digital di kalangan investor. Saat ini, Brasil menjadi negara dengan ETF kripto paling banyak di Amerika Latin, dan sebagian besar bank dan broker utama negara itu saat ini menawarkan beberapa jenis eksposur terhadap investasi kripto atau layanan serupa seperti penawaran kustodian atau token.

    Beberapa bank di Brasil saat ini sudah bereksperimen dengan penyimpanan aset digital, seperti anak perusahaan Brazil dari raksasa perbankan Spanyol, Santander, yang berencana untuk mulai menawarkan layanan perdagangan kripto juga.

    Bank lain seperti Itaú, salah satu bank swasta terbesar di Brasil, berencana meluncurkan platform tokenisasi asetnya sendiri. Namun, belum ada yang mengembangkan layanan untuk memproses pembayaran dalam kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NGOBRAS Spesial: Prediksi Market Kripto dan NFT di Akhir Tahun 2022

    Tidak terasa tahun 2022 telah memasuki babak akhir. Di Desember ini, diharapkan menjadi bulan yang baik untuk market kripto dan NFT pulih dan menguntungkan bagi investor.

    Untuk membahas lengkap mengenai prediksi market kripto di akhir tahun 2022 ini, NGOBRAS hadir dengan video edisi spesial. Kali ini, bukan hanya Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar saja yang membahas soal market, tetapi kedatangan bintang tamu Dennis Adhiswara.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Dogecoin dan MobileCoin

    Mereka bertiga akan kupas tuntas prediksi market kripto dan token-token apa saja yang menjadi watchlist pekan ini dan diskusi soal masa depan NFT. Tapi, sekali lagi ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS edisi spesial ini.

    Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

    https://www.youtube.com/watch?v=xeL3WDzTFGM



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Meta Mark Zuckerberg Optimis Metaverse Berpotensi Jangka Panjang

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan masih memiliki optimisme jangka panjang untuk metaverse. Ungkapannya itu disampaikan untuk menjawab pandang negatif masa depan metaverse di tengah crypto winter.

    Pada pertemuan beberapa nama besar di sektor keuangan, Zuckerberg ditanyai tentang meningkatnya kekhawatiran atas Metaverse. Ia juga tidak terpengaruh oleh skeptisisme seputar kondisi model metaverse saat ini.

    “Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” kata CEO perusahaan induk Facebook di DealBook Summit pada hari Rabu (30/11).

    Zuckerberg mengatakan dia masih optimis tentang metaverse dalam jangka waktu yang lebih lama. Ia mengakui bahwa Meta perlu beroperasi dengan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam waktu dekat karena kesengsaraan ekonomi makro telah memaksa perusahaan untuk mengurangi pengeluaran.

    Zuckerberg Rugi dari Metaverse

    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
    Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

    Sejak diumumkan, metaverse telah mendapat banyak penentang dan skeptis. Namun, suara-suara itu tampaknya tidak menembus proses pemikiran CEO Meta yang berbicara dengan gemilang tentang prospek masa depannya.

    “Cara kita berkomunikasi menjadi lebih kaya dan mendalam,” kata Zuckerberg. Selanjutnya, dia berbagi bahwa Meta optimis tentang bagaimana platform akan berkembang di sepanjang “lima hingga sepuluh tahun”.

    Pernyataan itu pasti memberi pandangan Zuckerberg tetap fokus pada pengembangan metaverse, meski telah menghasilkan kerugian miliaran dolar AS bagi perusahaan.

    Fokus Metaverse

    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
    Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

    Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

    Pendiri Facebook itu bersikukuh bahwa kemajuan bergerak ke arah yang benar.

    “Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” Zuckerberg menyatakan, “Kami memiliki keraguan sepanjang waktu.”

    Sebaliknya, dia mengakui bahwa Meta membutuhkan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam jangka pendek. Terutama mengikuti realitas ekonomi yang akan berdampak pada bagaimana platform dikembangkan di tengah keadaan ekonomi makro.

    Secara meyakinkan, Zuckerberg berbagi bahwa 80% waktu Meta dihabiskan untuk rangkaian medianya, mengerjakan host aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Jadi, sisa waktunya dihabiskan untuk mengembangkan Metaverse.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

    Negara Tuvalu mengatakan tidak punya pilihan selain pindah ke metaverse karena terancam tenggelam. Suhu global yang diperkirakan akan meningkat sebanyak 2,8 derajat Celcius pada akhir abad ini, membuat air laut meninggi.

    Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe menjelaskan pada KTT iklim COP27 bahwa Tuvalu akan melihat ke arah metaverse untuk melestarikan budaya dan sejarahnya di tengah naiknya permukaan laut.

    “Saat tanah kami menghilang, kami tidak punya pilihan selain menjadi negara digital pertama di dunia. Tanah kami, lautan kami, budaya kami adalah aset paling berharga dari rakyat kami. Dan untuk menjaga mereka aman dari bahaya, apa pun yang terjadi di dunia fisik, kami akan memindahkan mereka ke cloud,” kata Kofe dikutip Reuters.

    Negara Digital

    Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.
    Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.

    Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

    Kofe menarik perhatian global pada COP26 tahun lalu ketika dia berpidato di konferensi sambil berdiri setinggi lutut di laut untuk menggambarkan bagaimana Tuvalu berada di garis depan perubahan iklim.

    Tuvalu harus bertindak karena negara-negara laing secara global tidak cukup berbuat untuk mencegah perubahan iklim.

    Tuvalu akan menjadi negara pertama yang mereplikasi dirinya sendiri di metaverse. Langkah ini mengikuti kota Seoul dan negara kepulauan Barbados yang tahun lalu mengatakan mereka akan memasuki metaverse untuk masing-masing menyediakan layanan administrasi dan konsuler.

    “Idenya adalah untuk terus berfungsi sebagai negara dan lebih dari itu untuk melestarikan budaya kita, pengetahuan kita, sejarah kita dalam ruang digital,” kata Kofe kepada Reuters menjelang pengumuman tersebut.

    Ancaman Tenggelam

    Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.
    Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Kelas Kripto: Apa Itu Airdrop?

    Tuvalu adalah negara kepulauan yang terdiri dari sembilan pulau yang terletak di antara Australia dan Hawaii. Ini adalah rumah bagi sekitar 12.000 orang. Ilmuwan iklim mengantisipasi seluruh negara Tuvalu akan berada di bawah air pada akhir abad ke-21.

    Tuvalu telah lama menjadi penyebab utama risiko perubahan iklim dan naiknya permukaan laut. Hingga 40% dari ibukota distrik berada di bawah air saat air pasang, dan seluruh negara diperkirakan akan terendam air pada akhir abad ini.

    Kofe mengatakan dia berharap pembentukan negara digital akan memungkinkan Tuvalu untuk terus berfungsi sebagai sebuah negara bahkan jika itu benar-benar terendam.

    Hal ini penting karena pemerintah memulai upaya untuk memastikan bahwa Tuvalu terus diakui secara internasional sebagai sebuah negara dan batas lautnya – dan sumber daya di dalam perairan tersebut – dipertahankan bahkan jika pulau-pulau tersebut terendam.



    Sumber : news.tokocrypto.com