Author: 20

  • Pendiri TRON Foundation Justin Sun Singgung Pi Network dan CoreDAO

    Justin Sun, Pendiri TRON Foundation dan anggota dewan penasihat global Huobi kembali mengejutkan komunitas kripto. Pada awal tahun 2023, ia secara sengaja menyinggung dua project blockchain yang populer yaitu Pi Network dan CoreDAO.

    Sun membuka ruang diskusi untuk membahas seberapa banyak pengguna yang setuju token PI dan CoreDAO di-listing di bursa kripto Huobi. Dalam tweet melalui akun Twitter @justinsuntron, Justin Sun mengajukan dua pertanyaan terkait eksistensi dua token yang sedang tren saat ini, yakni Pi Network dan CoreDAO.

    Dari dua pertanyaan yang diajukannya, sebagian besar menunjukkan respon positif. Para anggota komunitas Pi Network maupun CoreDAO, bersemangat untuk menunjukan potensi listing token yang mereka dukung di bursa kripto Huobi Global.

    Dukungan Komunitas

    Baca juga: Bappebti Kembali Targetkan Bursa Kripto Meluncur pada Tahun 2023

    Di cuitan pertama Justin Sun pada Minggu (1/1), berisi untuk mengukur kepopuleran dua project berdasarkan kekuatan komunitas Pi Network dan CoreDAO. Sun memberikan pertanyaannya tersebut kepada dari 3,4 juta pengikut Twitter-nya.

    Kemudian, pertanyaan yang diajukannya pada Senin (2/1), berkaitan dengan apakah Huobi harus mencantumkan token Pi Coin dan CoreDAO atau tidak. Hasilnya sebagian besar komunitas menginginkan Justin Sun melakukan Pi Network (PI) mendarat di Huobi.

    Sejauh ini, token PI masih belum memiliki kepastian dan persetujuan untuk membuka perdagangan ke luar, tetapi Sun tahu bahwa para pengikutnya kemungkinan besar akan bereaksi positif.

    “Komunitas token PI, kami membutuhkan bantuan Anda! Bergabunglah dengan jajak pendapat di sini. Berikan suara Anda dan beri tahu kami jika menurut Anda kami telah membuat listing yang bagus. Pikiran Anda penting bagi kami. Apakah daftar token PI adalah keputusan yang bagus?” tulis Sun dikutip BSC News.

    Pi Network Tertutup

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Baca juga: Misteri Pi Network yang Mendadak Listing di Bursa Kripto Houbi

    Saat ini, Pi Network Core Team menegaskan belum memberikan persetujuan dan kerja sama untuk melakukan listing token PI di bursa kripto mana pun, termasuk Huboi.

    “Pi belum terdaftar di bursa manapun, dan Pi Network belum terlibat dengan daftar yang dimaksudkan. Anda dapat mengalami kerugian besar!” tulis @PiCoreTeam.

    Menurut Pi Core Team, Pi Network ada di mainnet tertutup (enclosed mainnet) dan tidak berafiliasi dengan bursa apa pun.

    “Penting untuk menegaskan kembali bahwa Pi saat ini berada di mainnet tertutup dan tidak disetujui oleh Pi Network untuk listing di bursa manapun atau untuk perdagangan, dan Pi Network tidak terlibat dengan postingan atau listing yang diklaim ini,” tegas Pi Core Team.

    Sebagai tindak lanjutnya, Pi Network Core Team merekomendasikan kepada semua Pioneers (sebutan untuk pengguna aktif Pi Network) dan calon pengguna PI untuk tidak terlibat dengan salah satu bursa atau pihak ketiga tersebut, karena dinilai dapat mengakibatkan kerugian atau kerugian besar.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bursa Kripto di India Alami Kerugian Rp 59 T Pasca Aturan Pajak Tinggi

    Exchange kripto di India dilaporkan telah mengalami kerugian yang sangat besar imbas penerapan tarif pajak yang tinggi. Kerugian sejumlah bursa kripto di Negeri Taj Mahal itu diperkirakan mencapai US$ 3,8 miliar.

    Esya Center, sebuah komisi kebijakan teknologi, baru-baru ini mengungkapkan bahwa orang India telah mengirimkan dana kripto mereka ke platform luar negeri, sehingga menyebabkan bursa kripto mengalami kerugian.

    Tercatat dari Februari hingga Oktober 2022, orang India mentransfer US$ 3,8 miliar atau sekitar RP 15 triliun dalam volume perdagangan agregat dari bursa domestik ke bursa internasional. Dari jumlah tersebut, total volume sebesar US$ 3,05 miliar dikirim dalam enam bulan pertama pasca penerapan pajak transaksi kripto.

    Tarif Pajak Tinggi

    Ilustrasi pajak aset kripto.
    Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Gantikan Indonesia, India Usung Regulasi Kripto Agenda Utama G20 2023

    Tahun 2022 lalu, pemerintah India memberlakukan pajak yang besar pada perdagangan kripto. Pada Februari 2022, India mengenakan pajak 30% atas penghasilan dari transfer aset digital virtual. Selain itu, tidak ada pengurangan atau pengecualian yang diizinkan.

    Ini disertai dengan pengumuman tax deducted at source (TDS) 1% atas pembayaran yang dilakukan untuk transfer aset digital. Selain itu, Reserve Bank of India (RBI) mengklarifikasi bahwa setiap kerugian transaksi aset digital tidak dapat dibandingkan dengan keuntungan lainnya.

    “Kebijakan pajak tampaknya telah mengabaikan dua aspek penting: Tarif pajak, seperti perubahan harga, tidak hanya menurunkan konsumsi produk tertentu, tetapi juga menggeser permintaan terhadap produk lain. Batasan nasional sangat rentan dalam ekonomi digital, jadi tetap kompetitif secara internasional sangatlah penting,” kata Ikash Gautam, Adjunct Fellow di Esya Center dikutip Watcher.Guru.

    Jutaan Investor Migrasi

    Ilustrasi investasi aset kripto
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: IMF Dukung Pajak Kripto 30 Persen di India

    Selain kerugian nilai transaksi, jutaan investor India pun bermigrasi. Pasca pengumuman pajak kripto, diperkirakan 1,7 juta pengguna beralih ke platform bursa kripto asing.

    Gautam memperkirakan bahwa struktur pajak saat ini dapat mengakibatkan kerugian sekitar US$ 1,2 triliun dalam volume perdagangan pertukaran lokal selama empat tahun ke depan.

    “Pemerintah harus mempertimbangkan untuk menurunkan tarif TDS untuk mengurangi efek distorsi, terutama karena setiap tarif TDS dapat memenuhi tujuan pelacakan transaksi,” jelas Gautama.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bappebti Kembali Targetkan Bursa Kripto Meluncur pada Tahun 2023

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali menargetkan peluncuran bursa kripto pada tahun 2023. Sebelumnya, lembaga di bawah Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu gagal mewujudkannya pada tahun 2021 dan 2022.

    Plt Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan hambatan belum terwujudnya bursa kripto di Indonesia. Menurutnya, pembentukan lembaga tersebut perlu kehati-hatian dan membutuhkan benchmarking yang tepat untuk menjalankannya.

    “Itu catatan buat kami, padahal 2022 itu janji kami (membangun bursa kripto). Di sini harus mengakui, belum membangun kliring, bursa kripto. Kenapa? Kita ingin memastikan ekosisitem berjalan dengan baik. Karena kita kesulitan membuat benchmarking-nya,” kata Didid dikutip Bisnis.com, Kamis (5/1).

    Regulasi Bursa Kripto

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

    Baca juga: Misteri Pi Network yang Mendadak Listing di Bursa Kripto Houbi

    Didid melanjutkan mekanisme pendirian bursa kripto kemungkinan akan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) turunan Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

    “Dengan masa transisi ini 6 bulan ini sebelum diawasi oleh OJK, nanti mungkin dalam PP turunan UU PPSK bakal ada mekanisme/pendirian bursa kripto,” ujarnya.

    Lebih lanjut dalam enam bulan ini Bappebti akan fokus pada penyusunan PP turunan UU PPSK yang telah disahkan DPR pada Desember kemarin. Nantinya, lewat UU PPSK pengawasan perdagangan aset kripto bakal dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebelumnya oleh Bappebti.

    Perbaiki Kinerja

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Ini 5 Aset Kripto yang Paling Banyak Dicari di Google Tahun 2022

    Sepanjang 2022, Didid mengakui Bappebti belum optimal dalam memberikan pengawasan terhadap perdagangan aset kripto. Penjelasannya kerja-kerja Bappebti banyak tersedot pada masalah-masalah penyelewengan perdagangan robot trading yang marak sepanjang 2021-2022.

    “Upaya kami, untuk inovasi terkait kebijakan menjadi tidak optimal karena kita fokus pada pengawasan pada 2022 itu yang terjadi. Ini akan diperbaiki pada 2023,” tegas Didid.

    Menurut Didid, transaksi kripto pada 2022 mengalami penurunan. Dalam catatannya hingga November 2022 transaksi kripto di Indonesia kurang dari Rp 300 triliun. Meski begitu, dari segi jumlah investor justru meningkat, ada 16,55 pelanggan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Ulang Tahun Ke-14, Ini Peran dan Cerita Satoshi Nakamoto

    Bitcoin adalah aset kripto terbesar dan terpopuler di dunia yang telah merayakan ulang tahunnya yang ke-14. Pada tanggal 3 Januari 2009, blok pertama dari blockchain Bitcoin, yang dikenal sebagai Genesis block, ditambang oleh pengembang dengan nama samaran yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto.

    Dikutip Investopedia, Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin yang terkenal dan misterius, menambang blok pertama Bitcoin pada 3 Januari 2009. Nakamoto menerima 50 BTC sebagai hadiah untuk Genesis block.

    Hadiahnya tidak dapat dihabiskan karena Satoshi tidak mengirimkan transaksi dari Genesis block ke database transaksi global. Tidak jelas apakah ini disengaja.

    Pesan Satoshi Nakamoto

    Saat ini lebih dari 90 persen BTC telah ditambang. Saat pertama kali Nakamoto menambang set pertama Bitcoin, ia menulis kode blok:

    “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks”

    Satoshi Nakamoto

    Ilustrasi mining Bitcoin.
    Ilustrasi mining Bitcoin.

    Baca juga: Kemendag: Transaksi Aset Kripto Capai Rp 290 Triliun di Tahun 2022

    Nakamoto tidak pernah secara eksplisit menyatakan apa maksud pesan tersebut, banyak yang berasumsi bahwa itu adalah referensi alasan di balik penciptaan Bitcoin.

    BTC diluncurkan karena berbagai alasan. Kebebasan finansial adalah salah satu tujuan utama. Pesan di atas kemungkinan menunjukkan bagaimana Bitcoin melewati perantara dan bank yang diyakini Nakamoto tidak jujur ​​dan tidak dapat diandalkan demi mengembangkan bentuk uang yang lebih demokratis.

    Selain itu, pesan di atas adalah satu-satunya bentuk komunikasi dari Satoshi Nakamoto. Namun, Nakamoto menambang Bitcoin selama beberapa tahun setelah pembuatan Genesis block. Namun, pada tahun 2011, Nakamoto menghilang dan tidak memindahkan simpanan Bitcoinnya selama 10 tahun terakhir.

    Blok Genesis

    Watcher.Guru mengabarkan bahwa Genesis block adalah Blok 1 dari blockchain Bitcoin. Namun, sebenarnya itu adalah Blok 0. Genesis block Bitcoin, yang dulunya dikenal sebagai “blok 1”, sekarang biasanya disebut “blok 0” oleh pengguna yang sudah ada.

    Blok 1, blok berikutnya, tidak ditambang hingga 9 Januari, enam hari kemudian. Perbedaan stempel waktu rata-rata antara blok adalah sepuluh menit, oleh karena itu hal ini tidak biasa.

    Namun, beberapa penjelasan atas keterlambatan itu dikemukakan. Beberapa berspekulasi bahwa Nakamoto menghabiskan total enam hari menambang blok pertama untuk memverifikasi stabilitas sistem Bitcoin.

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: Sam Bankman-Fried Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Penipuan FTX

    Transaksi Bitcoin Pertama

    Transaksi Bitcoin pertama terjadi pada bulan Oktober 2009 ketika seorang mahasiswa ilmu komputer Finlandia bernama Martti Malmi menjual 5.050 BTC, memberikan setiap koin nilai US$ 0,0009.

    Salah satu transaksi dunia nyata awal yang paling menonjol terjadi pada tahun 2010 ketika Laszlo Hanyecz yang sekarang terkenal membeli dua pizza seharga 10.000 BTC.

    Pada nilai hari ini, itu akan menjadi sekitar US$ 167,3 juta. Pembelian tersebut telah menjadi acara komunitas kripto yang ditandai pada 22 Mei sebagai Bitcoin Pizza Day .

    Tidak lama kemudian Bitcoin mencapai valuasi US$ 1, yang terjadi pada Februari 2011. Tak lama kemudian, harga aset naik menjadi US$ 10 dan kemudian menjadi US$ 30, menyebabkan lompatan 30 kali lipat untuk tahun itu. Pada 2013, itu melewati US$ 1.000 per token.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Prediksi Masa Depan Kripto, Web3 dan Blockchain di Tahun 2023

    2022 mungkin menjadi tahun yang cukup sulit dan penuh gejolak untuk perkembangan pasar kripto, web3 dan blockchain. Namun memasuki tahun 2023, harapan adopsi kripto dan blockchain kembali meningkat.

    Seperti diketahui, banyak entitas yang mengadopsi teknologi blockchain, web3, dan kripto yang gagal atau berjuang untuk tetap bertahan. Banyak orang yang menganggap ini adalah proses yang dramatis dan diperlukan untuk kematangan keseluruhan sistem.

    Meskipun demikian, keyakinan teknologi Web3 yang muncul dari musim dingin kripto ini akan mengubah segalanya terus ada. Web3 mewakili evolusi pertukaran informasi berikutnya.

    Teknologi Blockchain akan menghadirkan cara baru untuk berinteraksi dengan internet dan secara mendasar akan mengubah cara kita terlibat satu sama lain. Berikut adalah beberapa prediksi untuk apa yang dapat kita lihat di sisi lain pada tahun 2023, menurut Cointelegraph.

    Ilustrasi investasi aset kripto
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Digital Rupiah Bakal Jadi Alat Transaksi di Ekosistem Web3

    1. Investasi Turun

    Pendanaan modal ventura kripto akan terus menurun hingga paruh pertama tahun 2023, tetapi itu belum tentu merupakan hal yang buruk. Investor tidak ingin terjerumus, jadi mereka menunggu hal-hal mencapai titik terendah sambil juga mempertimbangkan kekhawatiran ekonomi makro yang lebih luas dan risiko resesi global.

    2. Banyak Brand Masuk ke Web3

    Pada tahun 2023, banyak brand seperti Nike, Starbucks, dan Meta akan terus bereksperimen di Web3, dengan fokus berkelanjutan pada non-fungible token (NFT) sebagai format pilihan, dan dengan penekanan pada akuisisi dan keterlibatan pelanggan melalui monetisasi.

    3. Pengembangan Aplikasi dan Game Web3

    Karena biaya pengembangan aplikasi dan game Web3 turun dan biaya akuisisi pengguna naik, akan ada penekanan pada kualitas dan penemuan. Ini akan menciptakan pertumbuhan yang tidak terlalu signifikan. Seiring waktu, pengembang game maupun aplikasi akan mempelajari kembali, menciptakan platform yang sehat dan bertanggung jawab.

    Web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

    4. Potensi Keuntungan Web3

    Web3 akan terus menawarkan ceruk keuntungan yang solid, dengan aplikasi yang secara fungsional merupakan tiruan dari bisnis yang ada, tetapi dengan beberapa komponen dasar blockchain. Aplikasi ini akan mengukir ceruk pasar pengguna yang menginginkan penawaran produk inti tradisional yang sama tetapi memiliki ketertarikan pada Web3, mirip dengan banyak perusahaan internet awal, seperti Amazon.

    Stablecoin akan menemukan lebih banyak kasus penggunaan di luar pasar kripto, yang akan mendorong adopsi yang lebih umum — terutama di kalangan bisnis — dan inovasi dalam web3. Penelitian dan pengembangan blockchain oleh pemerintah dan swasta akan berlanjut, dengan beberapa mengumumkan infrastruktur publik terpusat seperti central bank digital currencies (CBDC) atau infrastruktur pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kemendag: Transaksi Aset Kripto Capai Rp 290 Triliun di Tahun 2022

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan laporan bahwa nilai transaksi aset kripto hingga Desember 2022 telah capai Rp 290 triliun. Laporan tersebut diungkap dalam konferensi pers Catatan Awal Tahun 2023 Kemendag pada Senin (2/1).

    Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas, optimis sektor perdagangan Indonesia akan tumbuh positif di tahun baru 2023. Meski penuh tantangan dan dinamika ekonomi global, capaian sektor perdagangan sepanjang tahun 2022 telah memberi optimisme untuk menyambut tahun 2023. Hal

    Sektor perdagangan yang mengalami pertumbuhan adalah aset kripto. Total nilai transaksi kripto sudah mencapai lebih dari Rp 290 triliun sampai Desember 2022. Sementara, Zulhas mengungkapkan jumlah investor mencapai lebih dari 16 juta pelanggan. Kenaikan pelanggan bahkan lebih dari 700 ribu orang setiap bulan.

    Perlindungan Konsumen

    Konferensi pers catatan akhir tahun 2022 Kementerian Perdagangan yang berlangsung secara hibrida, Senin (2 Jan). Sumber: Kemendag.
    Konferensi pers catatan akhir tahun 2022 Kementerian Perdagangan yang berlangsung secara hibrida, Senin (2 Jan). Sumber: Kemendag.

    Baca juga: Sam Bankman-Fried Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Penipuan FTX

    Zulhas menegaskan Kementerian Perdagangan juga memberikan perlindungan konsumen untuk perdagangan komoditas termasuk aset kripto. Mulai 2022, setiap konsumen sudah dapat mengecek profil dan legalitas usaha para pialang atau pedagang secara daring melalui situs www.ceklegalitas.bappebti.go.id.

    “Mulai 2022, setiap konsumen sudah dapat mengecek profil dan legalitas usaha para pialang atau pedagang secara online melalui situs www.ceklegalitas.bappebti.go.id,” ujar Zulhas dalam keterangan persnya.

    Lebih lanjut ia memastikan Kementerian Perdagangan selalu berupaya membuat terobosan untuk menjamin keamanan perdagangan aset kripto yang tumbuh sangat besar di Indonesia.

    Dorong Kerja Sama

    Bappebti Teken PKS dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Sumber: Bappebti.
    Bappebti Teken PKS dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: 3 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Januari 2023

    Bappebti Kemendag juga terus melakukan upaya perlindungan terhadap masyarakat dalam pelaksanaan perdagangan aset kripto. Untuk mewujudkan hal itu Bappebti melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

    Plt Kepala Bappebti Kementerian Perdagangan, Didid Noordiatmoko, mengatakan kerja sama dengan Dukcapil ini terkait pemanfaatan nomor induk kependudukan, data kependudukan, dan kartu tanda penduduk elektronik dalam lingkup tugas Bappebti.

    Tujuan kerja sama nantinya untuk penerapan Know Your Customer (KYC) dan Customer Due Diligence (CDD) yang berbasis Regulatory Technology (Regtech), sesuai dengan program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) serta pengembangan senjata pemusnah masal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sam Bankman-Fried Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Penipuan FTX

    Sam Bankman-Fried (SBF) secara resmi mengaku tidak bersalah dalam kasus penipuan FTX. Pendiri dan mantan CEO FTX itu menolak keterlibatannya atas delapan dakwaan pidana AS di sidang Pengadilan Distrik AS, New York City, pada hari Selasa (3/1).

    Sidang itu Bankman-Fried dituntut pidana oleh jaksa Amerika Serikat atas penipuan dan konspirasi. Ia dituduh menggunakan aset pelanggan dari platform FTX yang sekarang bangkrut untuk mendanai permodalan melalui hedge fund Alameda Research.

    Ancaman Hukuman

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: JPMorgan: Kasus FTX Buka Potensi Regulasi Aset Kripto Dipercepat

    Dilaporkan TechCrunch, sebelum pengumuman, Bankman-Fried diharapkan mengaku tidak bersalah. Keputusan ini bisa berubah menjadi pertarungan hukum yang panjang, dan dia bisa menghadapi hukuman 115 tahun penjara jika terbukti bersalah atas semua tuduhan. Tanggal persidangannya telah ditetapkan pada 2 Oktober 2023.

    Pengakuan SBF yang tidak bersalah, berbeda dengan tindakan yang diambil oleh dua rekannya CEO Alameda, Caroline Ellison, dan sesama pendiri FTX, Gary Wang. Ellison dan Wang keduanya mengaku bersalah atas tuntutan pidana federal sehubungan dengan keruntuhan FTX.

    Keduanya juga menghadapi hukuman perdata dari SEC dan CFTC bersamaan dengan tuntutan pidana. Wang dan Ellison berencana untuk bekerja sama dengan jaksa dan akan menjadi saksi utama mengingat hubungan dekat mereka dengan Bankman-Fried dan FTX dan dana lindung nilai kripto Alameda yang berafiliasi.

    Siasat SBF

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Vitalik Buterin Berbagi Pikiran Tentang Sam Bankman-Fried dan FTX

    Bulan lalu, seorang hakim AS membebaskan Bankman-Fried dengan jaminan US$ 250 juta setelah ia diekstradisi ke Amerika dari Bahama. Paket jaminan memungkinkan Bankman-Fried untuk tetap menjadi tahanan rumah di rumah orang tuanya di Palo Alto, California.

    Pengacara Bankman-Fried juga mengajukan surat ke pengadilan federal Manhattan pada hari Selasa meminta redaksi nama dua orang yang berniat untuk membantu mengamankan jaminan jutaan dolar dalam upaya untuk melindungi mereka dari perhatian publik.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Misteri Pi Network yang Mendadak Listing di Bursa Kripto Houbi

    Pi Network (PI) sedang menjadi perbincangan komunitas kripto, karena misteri listing yang dilakukan oleh exchange atau bursa kripto Houbi. Sebenarnya apa yang terjadi?

    Dilaporkan Cryptoslate pada 29 Desember 2022, bursa kripto, Huobi Global mengumumkan lsiting Pi, token asli dari Pi Network. Dalam 24 jam setelah pengumuman, harga token Pi melonjak 461,3% dari US$ 44,03 mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 307,49 pada 30 Desember, menurut data dari CoinGecko.

    Namun, Pi Network (PI) memperingatkan agar tidak mendaftarkan tokennya di Huobi dan bursa lainnya pada 29 Desember. Sesuai data CoinGecko, Pi saat ini juga tersedia untuk diperdagangkan di bursa terpusat, XT.COM. Selain itu, data CoinMarketCap menunjukkan bahwa Pi juga tersedia untuk diperdagangkan di bursa kripto, Hotcoin Global, BitMart, dan SuperEx.

    Tanpa Persetujuan

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Baca juga: Simak Serba-Serbi Pi Network, Solusi Mining Lewat Smartphone

    Menurut pernyataan Pi Network, token PI-nya terdaftar “tanpa persetujuan, otoritas, atau keterlibatan Pi Network”. Ia menambahkan bahwa PiI tidak disetujui oleh jaringan untuk diperdagangkan atau didaftarkan di bursa kripto mana pun.

    Selain itu, Pi Network juga tidak terlibat dengan daftar listing apa pun, jaringan tersebut meminta penambang PI, yang disebut Pioneers, untuk tidak terlibat dengan token terdaftar yang tidak sah.

    Pi Network mengklarifikasi bahwa tokennya berada dalam periode ‘Enclosed Network‘, di mana perdagangan Pi di bursa “dilarang secara eksplisit”. Oleh karena itu, memperdagangkan token Pi di bursa akan melanggar kebijakan Pi Network, demikian peringatan dalam pernyataan tersebut.

    Minta Delisting

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Baca juga: Huobi dan Visa Kolaborasi Rilis Kartu Debit Kripto Buat Belanja

    Menurut pernyataan Pi Network, periode ‘Enclosed Network‘ adalah pilihan strategis untuk fokus membangun utilitas ekosistem dan mencapai KYC/migrasi massal. Ini penting untuk membangun ekosistem yang layak sebelum peluncuran mainnet terbuka.

    Pi Network juga mengatakan telah meminta token Pi untuk dihapus atau delisting dan “mengevaluasi tindakan tambahan terkait pihak ketiga dan bursa.”

    Seorang pengguna Reddit menyebut daftar Pi Huobi sebagai “penipuan”, dan mengatakan bahwa token Pi tidak dapat disetorkan ke bursa dari wallet.

    “Harga PI yang sebenarnya adalah dalam sen,” tulis pengguna Reddit, menambahkan, “Sangat memalukan bagi Houbi untuk melakukan hal seperti ini.”

    Sementara Huobi dan bursa kripto lainnya kemungkinan akan dipaksa untuk menghapus Pi Network, ribuan investor akan kehilangan jutaan secara kumulatif dari memperdagangkan token yang diklaim palsu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dua “Raja Kripto” Cameron Winklevoss dan Barry Silbert Terlibat Twitwar

    Hubungan dua “raja kripto” Cameron Winklevoss dan Barry Silbert sedang memanas belakangan ini terkait soal utang. Keduanya, saling adu pernyataan yang membuat komunitas kripto ramai dan penasaran bagaimana dengan akhir dari perseteruan ini.

    Awalnya, Cameron Winklevoss, salah satu pendiri bursa kripto, Gemini, menunjukkan dalam surat terbuka kepada Barry Silbert, CEO Digital Currency Group – yang memiliki Genesis. Winklevoss kemudian membuat penilaian yang blak-blakan terhadap praktik bisnis DCG.

    Surat Terbuka Winklevoss

    Baca juga: 3 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Januari 2023

    Menurut surat Winklevoss yang diposting di Twitter, Genesis berutang US$ 900 juta kepada Gemini untuk dana yang dipinjamkan. Winklevoss mengklaim DCG berutang uang kepada Genesis yang belum dilunasi, yang menyebabkan Genesis gagal membayar Gemini.

    “Selama enam minggu terakhir, kami telah melakukan semua yang kami bisa untuk terlibat dengan Anda melalui itikad baik dan cara kolaboratif untuk mencapai resolusi konsensual untuk membayar kembali US$ 900 juta yang Anda berutang,” tulis Winklevoss.

    “Setiap kali kami meminta keterlibatan nyata Anda, Anda bersembunyi di balik pengacara, bankir investasi, dan proses.”

    Gemini Digugat

    Dilaporkan Cointelegraph, Gemini digugat oleh investor pada 27 Desember 2022. Gugatan tersebut menuduh Gemini terlibat dalam penipuan dan pelanggaran undang-undang sekuritas karena program Earn tidak terdaftar dan investor tidak dapat menilai risikonya sepenuhnya. Earn berhenti membayar investor pada bulan November.

    Genesis Bakal Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru.
    Ilustrasi perusahaan kripto, Genesis. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Buruk di Tahun 2022

    Silbert membalas Winklevoss, mengeklaim bahwa Genesis telah menanggapi proposal Gemini dan bahwa DCG belum terlambat membayarnya ke Genesis. Tweet Silbert berfokus pada penolakan pembayaran yang terlewatkan, memastikan bahwa DCG tidak pernah melewatkan pembayaran bunga dan lancar pada semua pinjaman yang belum dibayar, dengan pembayaran berikutnya jatuh tempo pada Mei 2023.

    Dia juga menyebutkan upaya perusahaannya untuk mengusulkan resolusi bagi pengguna Gemini Earn pada 29 Desember, yang belum diakui.

    Winklevoss memandang perilaku Silbert sebagai tidak dapat diterima dan tidak berbudi mengingat betapa banyak orang telah mempercayakan kepadanya. Salah satu pendiri Gemini menantangnya untuk bertanggung jawab atas tindakannya sendiri dan memintanya untuk secara terbuka berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini paling lambat 8 ​​Januari mendatang.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Naik 15% Saat Solana Terima Dukungan dari Pendiri Ethereum

    Jika berbicara harga kripto Solana (SOL) akhir-akhir ini, memang memiliki performa yang kurang baik. SOL telah sepenuhnya diliputi Fear, Uncertainty, dan Doubt (FUD) sejak kecelakaan FTX.

    Hal tersebut yang mengakibatkan harga token SOL menurun jauh lebih cepat daripada kripto lainnya. Bahkan, pada akhir Desember 2022 lalu, SOL menyentuh nilai satu digit untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Namun, tampaknya ada perubahan pada aset digital karena mendapat dukungan dari Vitalik Buterin.

    Vitalik Buterin Tawarkan Dukungan kepada Solana

    Melalui Twitter, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyatakan dukungannya kepada Solana untuk pertama kalinya. Solana yang telah menjadi pesaing terberat Ethereum, mengalami pukulan yang keras terhadap performa perusahaan akibat kebangkrutan bursa kripto, FTX.

    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.
    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

    Baca juga: Investor Kripto Global Dilaporkan Tumbuh Berlipat Ganda di Tahun 2023

    Dikutip Newsbtc, Buterin tampak tidak senang bahwa pesaingnya tersebut ikut mengalami kesusahan. Dalam tweetnya, pendiri Ethereum menjelaskan bahwa “beberapa orang pintar” telah mengatakan masih ada komunitas pengembang yang baik di blockchain yang bersungguh-sungguh dan cerdas.

    Selain itu, mereka menambahkan bahwa karena orang oportunis yang mencoba menghasilkan uang dengan cepat, sekarang telah terdesak, mereka berharap jaringan Solana memiliki masa depan yang cerah.

    Buterin sendiri menjelaskan bahwa dia tidak tahu apakah yang dilakukannya ini benar. Dia berharap “masyarakat mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang.” Tweet tersebut dibuat untuk memberikan dampak yang sangat positif bagi Solana.

    Kenaikan Harga Solana

    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Baca juga: Beli Kripto di Binance Bisa Bayar Pakai Apple Pay dan Google Pay

    Harga Solana (SOL) melihat tren naik mengikuti tweet dari pendiri Ethereum. Meskipun Solana masih jauh dari hari-hari kejayaannya, tweet Buterin telah memberikan dorongan moral yang mereka butuhkan dan pada hari Senin (2/1), harga SOL telah melonjak setinggi US$ 12 sebelum terkoreksi kembali.

    Saat ini, harga aset digital berada di atas US$ 11, naik lebih dari 15% dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini juga telah membantu menghapus sebagian besar kerugian yang dicatat selama seminggu terakhir, dan sekarang turun hanya 1,81% dalam 7 hari terakhir dibandingkan dengan lebih dari 20% kerugian yang dicatat minggu lalu.

    Adapun apakah SOL akan mampu mempertahankan harga saat ini dan naik lebih tinggi, tergantung pada momentum di pasar.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com