Author: 22

  • 25% Milenial Berinvestasi di Crypto untuk Mendanai Masa Depannya

    Generasi milenial tampaknya telah lebih melek soal kehidupan di hari tua, ataupun masa depan mereka, dengan berinvestasi jangka panjang, di antaranya adalah di aset kripto.

    Investopedia telah melakukan sebuah survei yang melibatkan beberapa generasi, yakni Gen Z, Milenial, Gen X dan Boomer.

    Menariknya, ada perubahaan sudut pandang yang drastis untuk menangani masa pensiun dari para generasi muda.

    Survei yang disebut “ Literasi Keuangan Investopedia 2022” itu melibatkan 4.000 orang sebagai peserta, dengan masing-masing generasi adalah 1.000 orang.

    Pertanyaan-pertanyaan dalam survei tersebut meliputi pengetahuan keuangan, kebiasaan, hal-hal yang membuat mereka khawatir dan rencana pensiun.

    Yang menarik perhatian adalah, generasi muda rupayanya berpegang pada aset berisiko untuk mendanai masa tua mereka kelak.

    Baca jugaMicroStrategy Kembali Memborong Bitcoin Sebanyak 4.197 Koin, Harga BTC Malah Turun

    Dalam satu survei, didapatkan informasi bahwa 38% milenial memiliki kemungkinan yang sama untuk diinvestasikan dalam mata uang cryto seperti halnya di pasar saham.

    25 persen dari itu mengatakan bahwa mereka mengandalkan crypto untuk membantu mendanai rencana pensiun mereka.

    Dan bagi generasi muda, sumber informasi terkait keuangan, justru banyak didapatkan dari Youtube dan TikTok, yang sebenarnya adalah aplikasi hiburan dan tayangan.

    Para generasi muda ini pun menyadari bahwa skor kredit adalah sangat penting, sehingga ini adalah fakta baru yang menarik karena di masa lalu, jumlah untuk pemaham skor kredit masihlah rendah.

    Caleb Silver, Pemimpin Redaksi Investopedia mengatakan bahwa, hubungan generasi muda dan di atasnya dengan uang, investasi dan perencanaan keuangan telah berubah drastis hanya dalam beberapa tahun ke belakang ini.

    Kelas aset baru seperti crypto dan NFT juga telah muncul tepat ketika jutaan orang mengambil langkah pertama mereka untuk berinvestasi.

    Baca juga: Harga Coin WAVES Anjlok 18% Adanya Isu Manipulasi Market

    Baginya, perubahan ini memerlukan pendekatan yang uptodate untuk pendidikan keuangan, serta segala tentang produk dan layanan keuangan baru yang bisa dipahami semua orang di berbagai lingkup usia, karena crypto benar-benar sedang berkembang.

    Caleb pun merasa bertanggungjawab untuk  urusan literasi ini karena Investopedia memang ada untuk mendidik siapa saja yang tertarik dengan kelas aset investasi, termasuk crypto.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TokoMall Hadir di Indo NFT Festiverse, Festival NFT Terbesar di Indonesia

    Kabar gembira bagi para pecinta seni dan NFT! Indo NFT Festiverse, festival NFT terbesar di Indonesia akan hadir di Yogyakarta secara hybrid mulai dari 9 April hingga 17 April 2022 di Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia (ISI). 

    Indo NFT Festiverse merupakan festival pameran non-fungible token (NFT) yang diadakan oleh Art Pop Up berkolaborasi dengan Galeri R.J. Katamsi dan Sewon NFT Club, untuk menjadi tempat bertukar pengetahuan dan pengalaman serta project para kreator NFT, kolektor NFT, pegiat, komunitas, dan pelaku industri teknologi. 

    Mengambil momen gelaran NFT terbesar ini, TokoMall sebagai leading NFT Marketplace di Indonesia turut ikut serta menampilkan beberapa karya dari creator seperti Si Juki, Yuki Kula, Earth Major, .Temu, Heyaprilliaa, Pedro Oscar, dan tentunya project collecibles AZN.

    “Partisipasi TokoMall di Indo NFT Festiverse merupakan salah satu cara kami untuk menggaet kreator-kreator lokal di Indonesia yang berbakat untuk terjun ke NFT dan menjadikan NFT marketplace lokal sebagai salah satu pilihan mereka berkarya,” ujar Thelvia Vennieta.

    Kurang lebih 200 kreator NFT akan berpameran melalui 80 layar tampil dan instalasi seni, dan terdapat 8 kolektor NFT yang akan turut memamerkan koleksi NFT-nya. 

    Baca juga: TokoCare Gandeng BeKind dan WeCare.id, Hadirkan “Kado Lebaran” di Bulan Ramadan

    Selain pameran NFT, kamu juga dapat menghadiri talkshow setiap harinya pada jam 19.00 – 20.00 WIB bersama 15 pembicara ahli di antaranya: Indra Aziz, Matter Mos, Sudjud Dartanto, Rain Rosidi, Rudi Hermawan, Dettytoski, Deathless Ramz, Sewon NFT Club, Monday Art Club, DagoDAO melalui kanal YouTube DailySocial langsung dari Galeri Katamsi. 

    Thelvia Vennieta selaku Head of TokoMall juga akan bergabung di salah satu sesi talkshow bersama Rain Rosidi yang akan membahas “The Future of Art On-Chain in Indonesia” pada Minggu, 17 April 2022 di kanal Youtube DailySocial.

    Tak hanya itu, 8 kreator NFT juga akan melelang karyanya yang dapat disaksikan melalui kanal Instagram DailySocial

    Catat tanggalnya ya! Jangan lewatkan deretan insight menarik sesi talkshow di Indo NFT Festiverse!

    Baca juga: Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas Proyek Kripto Lokal





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Maksimalkan Cuan dengan Beli Koin Duluan

    Tren bullish dari aset kripto dari akhir tahun lalu sedikit berbeda dengan apa yang terjadi pada akhir 2017. Pada saat ini, periode bullish hanya berlangsung sesaat dan kemudian rontok diikuti dengan berbagai permsalahan yang ada, termasuk banyaknya aksi penipuan melalui ICO (Initial Coin Offering).

    Padahal, ICO merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para penggiat aset kripto untuk mendapatkan cuan secara maksimal. Hal ini dapat terjadi karena konsep ICO mirip seperti IPO di pasar saham, dimana publik akan mendapatkan harga awal sebelum koin atau token tersebut dilepas ke pasar.

    Tapi apa mau dikata. Yang terjadi malah sebaliknya, dimana banyak proyek yang melakukan ICO pada akhirnya exit scam (penipuan) setelah memperoleh dana dan memanfaatkan trend FOMO dari aset kripto pada saat itu.

    Namun seiring waktu, berbagai perbaikan dilakukan oleh para pelaku industri aset kripto. Dimulai dengan semakin banyaknya negara yang resmi meregulasi aset kripto, termasuk Indonesia, hingga perubahan ICO menjadi IEO (Initial Exchange Offering), dimana kini para pedagang aset kripto terliat secara langsung dalam mengaudit dan memperjualbelikan aset tersebut ketika dan setelah listing.

    Dari sekian banyak platform IEO, bisa dibilang yang paling terkenal dan dinantikan publik adalah platfrom IEO dari Binance selaku pedagang aset kripto terbesar di dunia, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Binance Launchpad.

    Saat ini, ada dua metode untuk para penggiat aset kripto untuk bergabung dalam IEO di Binance Launchpad, yaitu melalui Launchpool dan Launchpad itu sendiri. Kedua mekanisme ini menawarkan sistem berbeda dalam hal bagaimana orang-orang dapat berpartisipasi.

    Berikut adalah cara-cara bagaimana orang dapat bergabung dalam program IEO di Binance Launchpad:

    Launchpool

    Farming, mungkin itulah kata-kata yang paling pas digunakan dalam penggunaan metode launchpool. Kalian hanya akan diminta untuk melakukan staking berdasarkan token tertentu selama periode yang telah ditentukan. Periode staking biasanya berlangsung selama 30 hari.

    Selama periode tersebut, kalian dapat terus memanen dalam besaran tertentu berdasarkan berapa banyak koin yang kalian stake ke dalam launchpool proyek tersebut. Walaupun lebih sederhana, keuntungan yang ditawarkan oleh launchpool tidak bisa dipandang enteng. Sebut saja proyek ALICE yang sampai saat ini masih dapat di farming oleh pengguna, sempat mengalami kenaikan hingga lebih dari 300x dari harga awalnya, dan saat ini masih berada dikisaran 125x dibandingkan awalnya.

    Berikut adalah cara kalian bergabung melalui Launcpool:

    1. Pastikan akun Binance kalian telah terverifikasi
    2. Masuk ke laman Launchpad, lalu pilih launchpool
    3. Pilih proyek yang kalian minati (apabila lebih dari satu).
    4. Kemudian pilih token yang kalian ingin stake. Biasanya akan selalu ada pilihan staking dalam BUSD dan BNB. Jadi pastikan kalian memiliki minimal salah satu dari koin ini.
    5. Klik stake, dan masukkan jumlah yang kalian ingin tempatkan.
    6. Selamat, kini kalian dapat memanen koin tersebut setiap jamnya berdaarkan besaran nomimal yang kalian stake.

    Launchpad

    Berbeda dengan launchpool yang dapat diikuti oleh siapa saja dalam rentang waktu yang cukup panjang, maka Launchpad hanya menawarkan kuota terbatas, waktu yang cukup singkat, dan tentu saja proyek yang lebih mentereng. SafePal, WazirX, dan Elrond merupakan beberapa proyek yang sukses melakukan IEO di Launchpad.

    Launchpad memiliki beberapa tahapan proses yang perlu dipahami setelah kalian memastikan diri kalian telah memiliki akun di sana, Tahapan-tahapan tersebut antara lain:

    Tahap 1: Periode penghitungan limit partisipasi nasabah

    Batas partisipasi Anda akan ditentukan oleh saldo BNB rata-rata Anda selama periode perhitungan initertentu. Anda tidak perlu melakukan stake atau melakukan aktivitas lainnya dengan BNB Anda selama periode ini. Periode ini biasanya berlangsung selama kurang lebih satu minggu, dimana awal periode sekaligus menjadi pengumuman akan berlangsungnya IEO.

    Step 2: Komit jumlah BNB

    Setelah besaran partisipasi kalian dihitung, kini Anda dapat memasukkan berapa besaran BNB yang Anda komit untuk ditukarkan dengan koin baru tersebut. Dana yang Anda komit kemudian akan dikunci oleh sistem untuk tidak dapat diperdagangkan selama periode tertentu.

    Step 3: Pengkalkulasian

    Setelah periode komitmen BNB selesai, sistem akan menghitung alokasi token setiap pengguna selama sekitar 1 jam.

    Step 4: BNB akan dipotong berdasarkan jumlah nilai token yang kalian terima

    Setelah alokasi akhir setiap pengguna ditentukan, sebagian dari BNB Anda yang terkunci akan dipotong untuk token baru. Token BNB dan token IEO Anda akan secara otomatis ditransfer ke dompet spot Anda.

    Dalam perjalanannya, tidak ada garansi bahwa kalian akan mendapatkan jumlah token sesuai dengan jumlah BNB yang Anda masukkan. Hal ini terjadi karena akan ada sistem pembagian berdasarkan jumlah total BNB yang dikunci dengan besaran suplai yang ada.

    Misalkan Anda berkomitmen untuk membeli sebanyak 1 BNB, namun pada akhirnya hanya mendapatkan token senilai 0.1 BNB, maka sisa 0.9 BNB kalian akan kembali ke wallet.

    Baca Juga: Bitcoin Mencapai Rp 1,15 Triliun Bulan Mei, Menurut Beberapa Trader Options

    Nah itu adalah langkah-langkah untuk kalian mendapatkan koin baru dengan harga murah untuk mendapatkan cuan maksimal dari aset kripto kalian. Sudahkan Anda naikkan jumlah BNB kalian hari ini?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TokoCare Gandeng BeKind dan WeCare.id, Hadirkan “Kado Lebaran”

    Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang selalu dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Salah satu tradisi yang dilaksanakan adalah berbagi kebaikan kepada pihak – pihak yang membutuhkan. Mengambil momen ini, TokoCare kembali menggandeng BeKind dan WeCare.id untuk berkolaborasi dan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

    TokoCare bersama BeKind dan WeCare.id menghadirkan program “Kado Lebaran” yang menargetkan pengumpulan donasi untuk dibagikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Pengumpulan donasi akan dibuka di beberapa channel seperti laman donasi BeKind Hub, laman donasi WeCare.id, juga melalui NFT Charity di laman TokoMall.

    Nanda Ivens, Chief Marketing Officer Tokocrypto, menjelaskan bahwa kerja sama dengan BeKind dan WeCare.id, sejalan dengan nilai kolaborasi sekaligus ingin memperkenalkan program CSR berbasis blockchain kepada masyarakat.

    “Donasi dengan memanfaatkan blockchain masih sangat baru, karena itu kami perlu edukasi bersama dan memberikan beberapa pilihan bagi masyarakat baik berdonasi melalui koleksi karya NFT di TokoMall atau melalui crypto wallet lewat BeKind. Pengalaman BeKind di bidang sosial menjadikannya partner tepat dalam menjalankan program ini,” kata Nanda.

    Ilustrasi berbagi terhadao sesama. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi berbagi terhadao sesama. Foto: Shutterstock.

    “Sementara itu, kami melihat masih banyak masyarakat yang mungkin ingin berpartisipasi tapi awam dengan NFT atau aset kripto, sehingga donasi melalui rekening bank atau e-wallet akan didukung penuh oleh WeCare.id. Termasuk bersama-sama memberikan rekomendasi pihak di lapangan yang membutuhkan bantuan ini.”

    Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

    Cara Donasi Untuk Program Kado Lebaran

    Kolaborasi ini membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berdonasi melalui laman yang sudah tersedia. Melalui program Kado Lebaran ini diharapkan dapat berbagi kebahagiaan kepada sesama kepada mereka yang membutuhkan. Donasi bisa dilakukan dengan cara:

    NFT Charity TKO Original di laman TokoMall 

    Para pengguna TokoMall yang membeli karya NFT di koleksi TKO Original akan secara langsung mendonasikannya ke TokoCare. Sejumlah NFT yang hadir di TKO Original ini merupakan karya eksklusif dari Tokocrypto. Selengkapnya silakan kunjungi situs TokoMall.

    Donasi Melalui BeKind Hub 

    Donasi melalui BeKind Hub merupakan pilihan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini dan melakukan donasi melalui crypto wallet. Selengkapnya silakan kunjungi situs BeKind.

    Fajar Jasmin, CEO BeKind, mengatakan, “BeKind berharap bisa menjadi partner strategis TokoCare untuk memberikan kontribusi nyata yang membantu anak-anak spesial di momen Ramadan, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan blockchain dan aset kripto untuk program sosial.”

    Donasi Melalui WeCare.id

    Donasi program Kado Lebaran juga dapat dilakukan melalui WeCare.id sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui rekening bank atau e-wallet. Selengkapnya silakan kunjungi situs WeCare.id.

    Gigih Septianto, Co-Founder & CEO WeCare.id, mengatakan, “Kolaborasi bersama ini akan kami alokasikan dalam bentuk paket kesehatan dan sekolah anak-anak dengan kebutuhan khusus yang berada di Yayasan Biruku Indonesia. Semoga program ini menjadi bentuk kehadiran kita untuk anak-anak Indonesia.”

    Program donasi ini akan dimulai dari April 2022 dan donasi akan didistribusikan mulai dari 29 April 2022. Hasil donasi nantinya akan digunakan untuk anak-anak kurang mampu dengan kebutuhan khusus dan/atau kondisi medis khusus di area Pulau Jawa. Untuk informasi lanjut terkait program ini, bisa mengunjungi website TokoCare di care.tokoverse.io.

    Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

    Meta Platforms Inc., Perusahaan induk Facebook dilaporkan akan kembali fokus mengembangkan mata uang digital, setelah sebelumnya gagal mengembangkan Libra yang kemudian berganti nama jadi Diem.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, sedang mencari cara untuk mengembangkan koin virtual yang dijuluki “Zuck bucks”. Koin untuk pengguna Facebook dan Instagram ini merupakan bagian dari rangkaian produk yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan platform pada pendapatan iklan di Metaverse.

    Meta sedang mengembangkan berbagai produk virtual, termasuk token digital dan “koin kreator” untuk mendiversifikasi pendapatan dan merevitalisasi basis penggunanya yang semakin beralih ke pesaing baru, seperti TikTok.

    Ilustrasi koin virtual "Zuck Bucks". Foto: Susan Walsh/AP.
    Ilustrasi koin virtual “Zuck Bucks”. Foto: Susan Walsh/AP.

    Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

    Zuck Bucks” itu Aset Kripto atau Bukan?

    Dalam laporan Financial Times, Zuck Bucks yang tampaknya dinamai sendiri oleh Mark Zuckerberg, dikabarkan tidak mungkin menjadi aset kripto. Koin virtual itu akan berkonsep seperti token dalam permainan, namun tidak dapat diperdagangkan seperti layaknya aset kripto.

    “Sebaliknya, Meta cenderung memperkenalkan token dalam aplikasi yang akan dikontrol secara terpusat oleh perusahaan, mirip dengan yang digunakan dalam aplikasi game seperti mata uang Robux di game anak-anak populer Roblox,” menurut laporan tersebut.

    Meta belum sepenuhnya menjauhkan diri dari produk blockchain, karena perusahaan juga sedang mencari cara untuk mem-posting dan berbagi NFT di platform Facebook dan Instagram.

    Seperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter
    NFT akan datang ke platform Facebook dan Instagram.

    Baca juga: Mark Zuckerberg Berambisi Bawa NFT ke Instagram, Kapan?

    Kemungkinan besar fitur baru itu akan diuji coba pada pertengahan Mei mendatang. Meta akan menguji keanggotaan grup Facebook berdasarkan kepemilikan NFT dan satu lagi untuk mencetak atau minting NFT.

    Juru Bicara Meta, Lauren Dickson, dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, belum bisa memberikan kabar terbaru soal kedatangan NFT di platform Facebook dan Instagram.

    “Kami terus mempertimbangkan inovasi produk baru untuk orang, bisnis, dan kreator. Sebagai perusahaan, kami fokus membangun metaverse dan itu mencakup seperti apa pembayaran dan layanan keuangan.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas

    Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia begitu pesat dalam 1-2 tahun belakangan ini. Tidak hanya berkembang dari sisi jumlah investor dan transaksi saja, tetapi juga meningkatnya berbagai proyek kripto lokal.

    Salah satu proyek kripto lokal yang berhasil mencuri perhatian adalah TKO (Toko Token) dari Tokocrypto. TKO genap memasuki usia satu tahun, sebuah pencapaian berharga untuk proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid unik Centralized Finance (CeFi) dan decentralized finance (DeFi).

    Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, mengatakan melihat ke belakang, telah banyak hal yang dilalui oleh TKO dalam menghadirkan utilitas yang bermanfaat. Semuanya diawali dari mimpi Tokocrypto untuk menciptakan proyek kripto yang menjembatani CeFi dan DeFi, serta menciptakan layanan keuangan inklusif yang mudah diakses oleh semua kalangan.

    “Sejalan dengan tren perkembangan ekonomi melalui digitalisasi, TKO akan memelopori pemanfaatan aset kripto lokal dalam mendorong perekonomian digital Indonesia. Tidak hanya itu TKO ini telah menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem blockchain dari Tokocrypto bernama TokoVerse,” kata Kai.

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto No. 1 Crypto Exchange in Indonesia

    TKO Pecahkan Rekor Penjualan Perdana

    Tepat di usia pertama ini, TKO telah meraih berbagai pencapaian. Berawal dari pemecahan rekor penjualan perdana di Binance Launchpad pada 7 April 2021 lalu, dengan mengumpulkan 10,5 juta BNB (setara Rp 60 triliun). Kemudian, awal listing di platform Tokocrypto, harga TKO yang mulanya sebesar $ 0,1naik 3.000% ke $ 3 dalam waktu 30 menit. 

    Tidak hanya di Indonesia, TKO juga punya semangat membangun komunitas secara global. Saat ini sudah ada lebih dari 600.000 anggota yang tergabung di dalamnya. 

    Untuk menjaga nilai kelangkaan token, Tokocrypto melakukan TKO burn setiap kuartal. Tokocrypto menyisihkan 10% dari revenue generated berdasarkan trading volume crypto-to-crypto platform untuk burn token TKO sebanyak 10% dari total token suplai. Sampai kuartal I 2022, sudah burn 812.360 TKO senilai $ 769.242.

    Adapula fitur TKO Lock yang menguntungkan bagi para pemegang token atau holders TKO. Dengan “mengunci” TKO selama pilihan periode waktu 30, 60 dan 90 hari, pengguna bisa mendapatkan reward sampai dengan 0,065 TKO per hari. Ini bisa jadi salah satu cara mendapatkan passive income dari investasi aset kripto.

    Tokocrypto juga telah menjalankan program bertajuk #1TKOfor1Indonesia yang diadakan sepanjang Agustus 2021 lalu. Program yang dikhususkan merangkul masyarakat Indonesia agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto ini membagikan total Rp 1,5 miliar dalam bentuk aset kripto TKO Token.

    Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

    Fitur Baru TKO Trading Fees

    Tokocrypto selalu mengembangkan fitur untuk membuat TKO terus berkembang. Salah satunya yang hadir di momen TKOVersary tahun ini adalah TKO Trading Fees.  yang merupakan fitur diskon hingga 20% untuk membayar fee trading aset kripto dengan TKO di platform Tokocrypto. Diskon fee trading kini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

    Dengan fitur TKO Trading Fees, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya fee trading, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

    “Rencana kami untuk TKO adalah untuk menopang fundamentalnya melalui pengembangan berkelanjutan dari penggunaan fungsional baru. Strateginya adalah memanfaatkan potensi teknologi blockchain untuk membangun ekosistem mulai dari GameFi, Game-ducation, DeFi dan NFT ke startup blockchain,” tutur Kai.

    Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.
    Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.

    Baca juga: 3 Alasan Harus Beli Koleksi NFT AZNVerse

    Masa Depan Token TKO

    Lebih lanjut Kai, menjelaskan TKO akan berfungsi sebagai utilitas benang pemersatu yang menjalin berbagai komponen ekosistem di TokoVerse. Mulai dari TokoMall (NFT marketplace), TKO sebagai alat redeem NFT. Aplikasi learn & earn, Kriptoversity, belajar blockchain dan aset kripto bisa dapet TKO yang didapatkan bisa di klaim ke wallet kripto Tokocrypto atau bisa didonasikan via TokoCare. 

    Kemudian, yang akan datang T-Launchpad adalah platform IDO multi-chain yang terdesentralisasi. Melalui T-Launchpad, berbagai proyek blockchain dapat meluncurkan tokennya ke investor di seluruh dunia dengan metode aman dan terpercaya. TKO Hodlers bisa mendapatkan keuntungan untuk mengikuti rangkaian IDO dari project-project yang ada di T-Launchpad.

    Untuk lebih lengkap mengenai proyek kripto dan whitepaper TKO bisa kunjungi website tkotoken.com. Download aplikasi Tokocrypto di Google Play Store dan Apple Store Apps.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Solana Resmi Terdaftar di OpenSea

    NFT berbasis Solana kini resmi terdaftar di OpenSea. Dukungan tersebut menandakan blockchain Solana telah tersedia untuk diperdagangkan di NFT marketplace terkemuka dalam sektor tersebut.

    OpenSea sendiri, terutama koleksi yang berbasis di blockchain Ethereum, telah mendominasi ruang perdagangan NFT. Dengan tambahan Solana, OpenSea kini mengakomodasi koleksi dari ekosistem NFT terbesar kedua di luar Ethereum.

    Menurut laporan market terbaru, dukungan Solana telah ditambahkan dalam versi beta dengan cakupan koleksi terbatas.

    OpenSea mengatakan bahwa saat ini mereka mendukung 165 koleksi, namun jika investor mencari market berdasarkan chain, ini menunjukkan lebih dari 865.000 total NFT yang dicetak di Solana.

    Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Triliun dari NFT

    OpenSea Mendukung NFT Solana

    Dalam market, sudah banyak koleksi NFT Solana yang memiliki popularitas tinggi. Sebut saja Solana Monkey Business, DeGods, Degenerate Ape Academy, Aurory, dan Shadowy Super Coder.

    Blockchain Solana juga menawarkan biaya transaksi yang jauh lebih rendah daripada Ethereum, dengan mekanisme jaringan yang hemat energi namun dapat menangani sejumlah besar transaksi sekaligus.

    Baca juga: Starbucks Dikonfirmasi Bergabung dengan Bisnis Metaverse

    Oleh karena itu, kedatangan Solana di OpenSea memang sudah lama dinanti. 

    Sebelumnya, NFT berbasis Solana telah ditayangkan secara langsung di OpenSea sebelum pengumuman resmi diungkapkan, tetapi hilang hanya dalam beberapa jam. 

    Usut punya usut, ketiadaan itu bertepatan dengan masalah jaringan Solana yang membuat banyak orang di media sosial berspekulasi bahwa OpenSea telah menarik kembali peluncurannya sebagai akibat dari kemacetan jaringan. Namun, OpenSea tidak mengatakan apapun secara resmi terkait hal itu. 

    Sementara sebagai NFT marketplace terkemuka, OpenSea saat ini secara teratur menangani volume perdagangan bernilai miliaran dolar AS setiap bulan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

    Benyamin Ahmed, di usianya yang baru menginjak 12 tahun, telah menjadi miliarder dengan hasil karyanya sendiri. Dengan bakat membuat karya digital yang dikenal sebagai non-fungible token (NFT), ia telah menghasilkan pendapatan senilai $ 1 juta (setara Rp 14,3 miliar) hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun.

    Di sela waktu sekolahnya, siswa kelas 8 asal London ini membuat 3.350 koleksi NFT yang dinamakan “Weird Whales”. Koleksinya ini menampilkan kartun pixelated paus dengan berbagai macam aksesoris seperti topi dan latar warna yang berbeda-beda. 

    Karya NFT Ahmed terinspirasi dari julukan bagi para pemegang Bitcoin atau aset kripto dalam jumlah besar, yang disebut whale. NFT bergambar paus itu sangat diminati di Metaverse, bahkan beberapa telah terjual seharga $ 20.000 (Rp 287 juta).

    Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.
    Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.

    Baca juga: Tertarik Jual Foto di NFT? Baca Penjelasan Ini Dulu Yuk

    Pertama Berkenalan dengan NFT

    Ahmed pertama kali mempelajari NFT saat teman ayahnya, seorang programmer London stock exchange, membeli sebuah gambar Rare Pepe seharga $ 27.000. Baginya, terdengar sangatlah mahal pada saat itu, namun teman ayahnya tersebut menjual lagi NFT yang ia beli dengan harga $ 500.000 beberapa bulan setelahnya. 

    “Saya jadi tertarik bahwa ternyata ada orang yang bersedia membayar sebanyak ini untuk jpeg!”, katanya dikutip New York Post

    Sebenarnya, ini bukanlah suatu hal yang aneh. NFT yang paling terkenal yaitu CryptoPunks, beberapa avatarnya juga berharga jutaan. Total penjualan NFT pada 2021 bahkan mencapai $ 25 miliar.

    Benyamin mempelajari dasar coding ketika usianya 5 tahun dan belajar sendiri cara menggunakan Open Sea -NFT marketplace terbesar- dan cara membuat foto profilnya sendiri. Setelah merilis “Weird Whales” pada bulan Juni 2021, ia mem-posting sebuah thread tentang pembuatan pausnya yang menjadi viral dan menjadi selebriti di NFT universe.

    Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.
    Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.

    Baca juga: DC Comics Jual NFT Topeng Batman, Tahun 2023 Masuk Metaverse

    Diajak Kolaborasi Bikin NFT 

    Awalnya, Ahmed yang menyukai taekwondo dan berenang ini ingin tetap diam tentang kesuksesannya, hingga ceritanya menjadi berita utama di berbagai media global, sehingga semua teman dan keluarganya pun mulai memberi selamat kepadanya.

    “Kakek saya benar-benar sakit saat ini, jadi sangat menghangatkan hati melihat kakekku mengikuti semua liputan dengan bangga,” kata Benyamin.

    “Bukan uangnya tapi momen seperti ini yang paling membuatku bahagia.”

    Dengan kesuksesan karya digitalnya, Ahmed berkolaborasi dengan desainer yang telah bekerja untuk Marvel dan Disney. Hingga kini, koleksi tersebut telah diperdagangkan dengan harga fantastis $ 15 juta (Rp 215 miliar). 

    Ia pribadi mengantongi sekitar $ 1 juta yang disimpan dalam aset kripto, namun belum dikonversi dan belum dibelanjakan sedikitpun, karena ia tak memiliki rekening bank. Ahmed berkeyakinan, aset kripto yang disimpannya itu akan meningkat nilainya, meski ada risiko semuanya bisa menjadi nol. Selain itu, sejauh ini ia juga merasa belum membutuhkan uang.

    Penulis: Mutiara Adawiyazzahra

    Baca juga: Simak Panduan Cara Membuat dan Menjual NFT yang Mudah Berikut!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Intel Luncurkan Chip Alat Tambang Bitcoin Generasi Kedua

    Intel mengumumkan peluncuran chip generasi kedua alat tambang Bitcoin bernama Intel Blockscale ASIC. Chip ini fokus kepada efisiensi energi dan keberlanjutan serta beroperasi dengan daya 26 J/TH. Chip ini diklaim lebih hemat daripada pesaingnya.

    Chip tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi energi penambangan Proof of work (PoW). Intel memakai pengalaman penelitian dan pengembangan selama puluhan tahun di bidang chip.

    Bitcoin Magazine melaporkan, Jose Rios, General Manager Solusi Bisnis dan Blockchain Grup Sistem Komputasi dan Grafik Terakselesari Intel, mengatakan Blockscale ASIC akan berperan besar membantu perusahaan penambangan Bitcoin mencapai sasaran keberlanjutan dan penambahan hash rate di masa depan.

    Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

    Intel Masuk Industri Tambang Bitcoin

    Setiap chip Blockscale ASIC memiliki hash rate 580 GH/s dengan efisiensi daya 26 J/TH serta mendukung hingga 256 sirkuit terintegrasi (IC). Selain itu, chip ini memiliki kapabilitas pengukuran suhu dan voltase.

    Sistem penambangan yang terdiri dari 256 chip Intel tersebut menghasilkan 148 TH/s dan “hanya” mengonsumsi listrik sebesar 3.860 W. Alat tambang terkemuka saat ini, yakni besutan Bitmain menghasilkan 140 TH/s dengan konsumsi energi 3.010 W dan 21,5 J/TH efisiensi daya.

    Sebelumnya, chip tambang Bitcoin generasi pertama Intel mencakup total 4.248 mm persegi silikon yang mampu kekuatan hingga 40 Terahash per detik dengan konsumsi daya 3.600 W. Generasi pertama ini tentu saja belum sanggup berkompetisi ketat dengan Bitmain atau MicroBT asal Tiongkok.

    Dengan generasi baru ini Intel hanya menjualnya kepada pihak-pihak tertentu saja, alih-alih mengirim sistem penambangan ASIC lengkap seperti pada umumnya. Argo Blockchain, Block Inc, Hive Blockchain dan GRIID Infrastructure adalah beberapa perusahaan penambang pertama yang akan sudah memesan chip Intel itu.

    Baca juga: CME Group Incar Kripto Cardano (ADA) dan Solana (SOL), Untuk Apa?

    Intel Ketat Bersaing dengan Pemain Lama

    Industri penambangan Bitcoin mengalami kekurangan pasokan ASIC akibat gangguan rantai pasokan di tengah pandemi. Kendati Intel Blockscale bersaing dengan produsen ASIC lain, penerbitan chip baru ini justru akan membantu pertumbuhan industri penambangan Bitcoin secara jangka menengah.

    Langkah Intel tersebut dapat membantu industri aset kripto memenangkan debat lingkungan, sosial dan pengaturan (ESG), terutama persoalan lingkungan. Penambang semakin mendongkrak daya agar tetap kompetitif sehingga menuai pengawasan dari pembuat kebijakan di seluruh dunia.

    Dikutip dari Coindesk, pada  Maret lalu, Komite Konservasi Lingkungan pemerintah daerah New York memilih untuk mencanangkan aturan melarang penambangan PoW di negara bagian tersebut. Selain itu, sejumlah pembuat kebijakan yang dipimpin Senator Elizabeth Warren mengkritik penambangan kripto akibat dampak terhadap lingkungan. [ed]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Coin WAVES Anjlok 18% Adanya Isu Manipulasi Market

    Pada tanggal 28 Maret lalu, aset kripto WAVES diperdagangkan di bawah $ 32. Kemudian pada 31 Maret, mencapai All Time High $ 62,36. Dan dengan cepat harganya telah kembali turun menjadi sekitar $ 36, kehilangan 25% dari ATH dalam 24 jam terakhir saja.

    Bersamaan dengan itu, harga stablecoin USD Neutrino yang berbasis Waves telah kehilangan kestabilannya terhadap dolar AS, turun hari ini menjadi $ 0,68.

    Tentu saja, perubahan harga dalam crypto adalah umum, tetapi itu masih sangat fluktuatif untuk aset 40 teratas. Ini sudah kategori yang tidak wajar, kemungkinan adanya sesuai isu atau berita yang memperburuk harga coin tersebut.

    Pada tanggal 31 Maret, seorang analis pasar crypto pseudonim dengan nama 0xHamZ men-tweet utas panjang di mana mereka menyebut platform Waves “ponzi terbesar dalam crypto,” menggunakan data untuk membuat kasus bahwa sistem stablecoin hanya dapat stabil, jika ada “pertumbuhan kapitalisasi pasar WAVES yang berkelanjutan.” Selain itu, mereka menuduh bahwa Waves dengan panik bekerja di belakang layar untuk menopang ekosistem dengan meminjam stablecoin lain untuk membeli sendiri Waves.

    Baca juga: 19 Juta Bitcoin Telah Ditambang dan Tersisa 2 Juta Lagi, Apa Dampaknya?

    Pendiri Waves Platform, Sasha Ivanov, mengatakan sebaliknya adalah benar seseorang bekerja di belakang layar, tetapi ini adalah upaya untuk menarik Waves ke bawah. Dia melihat utas 0xHamZ sebagai bagian dari kampanye bersama untuk mendiskreditkan platform, kadang-kadang disebut sebagai “Ethereum Rusia.” (Ivanov mengeklaim kewarganegaraan Rusia dan Ukraina dan mengatakan proyek itu tidak lagi memiliki staf di Rusia.)

    Ivanov mengklaim bahwa Alameda Research, sebuah perusahaan perdagangan crypto yang didirikan oleh CEO FTX Sam Bankman-Fried, telah memanipulasi harga dan mencoba untuk tangki aset untuk menghasilkan uang dengan korsleting itu. Ivanov mengutip sepotong Bloomberg 11 Maret yang menunjukkan peningkatan tajam pasokan WAVES di bursa FTX pada akhir Februari dan awal Maret.

    Menurut Ivanov, skema ini bekerja dengan meminjam dalam jumlah besar melalui protokol pinjaman berbasis Waves Vires Finance, kemudian menjualnya sambil menyebarkan “FUD” (ketakutan, ketidakpastian dan keraguan), sehingga mendorong harga turun.

    Mengapa mereka ingin “short” cryptocurrency dengan cara ini? Karena mereka kemudian dapat membeli cryptocurrency dengan harga lebih rendah dan kemudian membayar kembali pinjaman mereka yang akan jauh lebih murah karena asetnya bernilai lebih sedikit. Dengan demikian, mereka menghasilkan keuntungan.

    Baca juga: Yuan Digital China Sekarang Dapat Diakses di 23 Kota

    Bankman-Fried menyebutnya sebagai “teori konspirasi omong kosong.” CEO Alamada Sam Trabucco menanggapi tweet menuduh Ivanov pada 3 April, dengan mengatakan, “Orang-orang harus benar-benar melihat tingkat pendanaan untuk WAVES sekarang.” Tingkat pendanaan mengacu pada biaya untuk mempersingkat aset, meskipun Trabucco tidak menunjukkan bagaimana tingkat tersebut – negatif pada saat itu – mempengaruhi strategi perusahaan.

    Pada tanggal 3 April, ia mempromosikan proposal tata kelola “untuk mencegah manipulasi harga” Singkatnya, proposal akan membuat lebih sulit untuk short WAVES dan semua tapi memaksa mereka bertaruh terhadap koin untuk membeli atau menjual.

    “Mari kita lindungi ekosistem [Waves] dari keserakahan!” cuit Ivanov. “KESERAKAHAN ITU BURUK.”

    Baik Alameda Research maupun Ivanov tidak segera tersedia untuk komentar.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com