Author: 23

  • Indonesia Crypto Outlook 2024, Inisiasi Tokocrypto untuk Industri Kripto

    Di era digital yang terus berkembang, Indonesia telah menapakkan langkah signifikan dalam adopsi aset kripto dan teknologi blockchain. Dalam perkembangannya, Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dalam industri aset kripto. 

    Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tahun 2023 mencatat adanya 18,51 juta investor aset kripto di Indonesia, meningkat 9,8% sejak awal tahun. Transaksi aset kripto pun mencapai angka Rp 149,25 triliun. Meski terjadi penurunan transaksi dari Rp 306,4 triliun pada 2022 (yoy), industri ini tetap menunjukkan potensi ekonomi yang kuat.

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya, mengatakan langkah Bappebti ini merefleksikan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan inovasi aset digital dengan tatanan regulasi yang kokoh. Tujuannya tidak hanya untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang aman dan terpercaya, tetapi juga untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

    Negara-negara di Asia tengah gencar bersaing untuk menjadi pusat pengembangan teknologi kripto, dan Indonesia tidak ketinggalan dalam perhelatan ini. Pemerintah Indonesia secara proaktif menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekosistem kripto, termasuk regulasi yang memfasilitasi inovasi hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi investasi dalam aset kripto. 

    “Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem aset digital. Perdagangan aset kripto dapat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat, menciptakan, dan mendorong upaya pengembangan ekonomi digital Indonesia,” kata Tirta dalam sambutannya di acara Indonesia Crypto Outlook 2024 yang diselenggarkan Tokocrypto, Rabu (31/1).

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya di acara Indonesia Crypto Outlook 2024. Sumber: Tokocrypto.
    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya di acara Indonesia Crypto Outlook 2024. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Bitcoin dan Saham AS Melemah Imbas Sikap The Fed

    Kinerja Pasar Kripto

    Tahun 2023 menyaksikan pemulihan pasar kripto dengan total kapitalisasi pasar meningkat sekitar 108%. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh kemajuan di kuartal I dan IV, dengan peningkatan masing-masing sebesar 48,3% dan 54,4%, sebuah kontras yang signifikan dibandingkan penurunan pasar sekitar 64% pada tahun 2022.

    Kinerja luar biasa di tahun 2023 ini didukung oleh berbagai perkembangan positif dalam dunia kripto. Di antaranya adalah optimisme terhadap ETF Bitcoin spot dan antisipasi halving Bitcoin. Selain itu, kondisi makroekonomi yang lebih stabil, seperti pertumbuhan PDB global yang konsisten dan penurunan inflasi, juga turut mempengaruhi kinerja positif di tahun ini.

    Bitcoin masih menjadi kripto paling dominan yang menguasai 50,2% dari total kapitalisasi pasar. BTC juga menjadi aset dengan pertumbuhan terbaik setiap tahunnya dalam delapan tahun terakhir. Potensi BTC semakin besar pada saat momen halving Bitcoin di mana rewards yang didapatkan oleh penambang Bitcoin akan di bagi menjadi setengah menyebabkan penurunan penawaran di market sedangkan permintaan cenderung tetap atau bertambah.

    Sementara itu, menurut data Media Monitoring NoLimit Dashboard, perbincangan terkait kripto di media sosial meningkat sebesar 243% dari Juli ke Desember 2023. Diskusi didominasi terkait perubahan harga kripto selama 2023 dan proyeksi di 2024. Selain itu, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), BNB, dan Solana (SOL), serta topik seputar NFT, blockchain, trading, investasi, dan proyek dalam ekosistem kripto.

    Namun, penipuan masih menjadi perhatian utama dalam percakapan media sosial mengenai aset kripto. Generasi muda, khususnya, banyak membahas crypto sebagai media investasi. Mereka percaya bahwa aset crypto merupakan teknologi masa depan dan berpotensi mengalami kenaikan harga.

    Tokocrypto Tumbuh Positif

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Nonton LIVE Tokocrypto Indonesia Crypto Outlook 2024

    Sebagai #ExchangeIndonesia nomor 1, Tokocrypto menunjukkan komitmen penuh untuk membentuk masa depan industri blockchain dan aset digital di Tanah Air. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menjelaskan, “Kami di Tokocrypto bangga menjadi bagian dari transformasi digital ini dan mengambil inisiasi terdepan. Langkah-langkah yang diambil oleh Bappebti, serta dukungan penuh dari pemerintah, memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan industri kripto di Indonesia.”

    Pernyataan ini menegaskan peran Tokocrypto sebagai pemain utama di industri aset kripto Indonesia, memperlihatkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Di tahun 2023, Tokocrypto mencatat pencapaian signifikan, mendominasi sekitar 43% pasar berdasarkan data CoinMarketCap, dengan lebih dari 3,2 juta pengguna dan transaksi harian rata-rata melebihi $30 juta. Ini mencakup lebih dari 380 jenis token dan koin, menjadikan Tokocrypto indikator penting dalam evolusi industri kripto di Indonesia.

    Untuk mendukung inovasi, Tokocrypto melakukan perubahan besar pada Toko Token (TKO), token utilitas asli Tokocrypto yang bertujuan untuk memajukan adopsi teknologi blockchain di Indonesia. TKO akan dikelola oleh TKO Foundation, entitas yang independen dan berbeda dengan Tokocrypto. Hal ini akan memastikan kelangsungan TKO dan memberikan utilitas baru yang tidak akan mungkin terjadi, jika TKO hanya menjadi exchange token yang sederhana.

    Fokus utama TKO Foundation adalah pada pengembangan token TKO. TKO Foundation telah merilis whitepaper yang memperkenalkan roadmap dan tim manajemen baru dengan tekad untuk mengembangkan proyek aset kripto lokal ini lebih lanjut di masa depan. Kapitalisasi pasar token TKO telah mencapai $52 juta, menjadikannya token lokal terbesar. Untuk lebih lengkap mengenai TKO token bisa melihat whitepaper di sini.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan Saham AS Melemah Imbas Sikap The Fed

    Harga Bitcoin (BTC) dan indeks saham AS melemah pada hari Kamis (2/1) pagi pasca The Fed mempertahankan laju suku bunga acuan pada level 5,25%-5,50%. Kebijakan ini mungkin mengurangi harapan pasar terhadap penurunan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan Maret 2024.

    “Berdasarkan rapat hari ini, saya ingin menyampaikan kepada Anda bahwa menurut saya komite tidak akan mencapai tingkat kepercayaan pada saat rapat bulan Maret untuk mengidentifikasi bulan Maret sebagai waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Tapi itu harus dilihat,” kata Ketua The Fed Jerome Powell.

    Harga Bitcoin (BTC) sedikit berubah dalam beberapa menit setelah pengumuman Fed, berlanjut di sekitar $42.122. Bitcoin akhir-akhir ini berfluktuasi, namun secara kasar datar selama beberapa minggu terakhir.

    Pasar tradisional menemukan S&P 500 dan Nasdaq berada di posisi terendah sesi, masing-masing turun 1% dan 1,5%. Bagi S&P 500, ini adalah hari terburuk sejak September, dan sejak Oktober bagi Nasdaq.

    Para investor berharap bahwa serangkaian penurunan suku bunga, bersamaan dengan permintaan dari ETF baru dan separuhnya pada bulan April mendatang (di mana pasokan Bitcoin akan berkurang sebesar 50%), dapat memicu pergerakan baru ke level tertinggi baru.

    Investor Bitcoin sebagian besar fokus pada ETF spot dan halving yang akan datang, namun kebijakan moneter bank sentral juga kemungkinan akan memainkan peran yang cukup besar dalam prospek harga pada tahun 2024.

    Inflasi Mereda, tapi…

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Anthony Scaramucci Prediksi Bitcoin Capai Rp 2,6 Miliar Pasca Halving

    “Indikator-indikator terbaru menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Peningkatan lapangan kerja telah melambat sejak awal tahun lalu namun tetap kuat, dan tingkat pengangguran tetap rendah. Inflasi telah mereda selama setahun terakhir namun tetap tinggi,” pernyataan FOMC.

    Mengacu pada kemungkinan penurunan suku bunga, Federal Reserve mengatakan bahwa “Komite tidak memperkirakan akan tepat untuk mengurangi kisaran target sampai mereka memperoleh keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2%.”

    Kepala Riset CoinShares James Butterfill menyarankan bahwa seiring dengan semakin banyaknya lembaga keuangan yang berpartisipasi di pasar melalui berbagai ETF bitcoin spot, bitcoin akan menjadi lebih responsif terhadap keputusan suku bunga.

    “Harga Bitcoin telah selaras dengan ekspektasi suku bunga pasar berjangka, menunjukkan bahwa bitcoin akan menjadi lebih responsif terhadap data makro yang sensitif terhadap suku bunga, seperti gaji dan CPI, terutama karena kegembiraan seputar ETF berkurang,” kata Butterfill kepada The Block.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nonton LIVE Tokocrypto Indonesia Crypto Outlook 2024

    Tokocrypto, platform #ExchangeIndonesia nomor 1 akan menyelenggarakan “Indonesia Crypto Outlook 2024”, sebuah acara yang menghadirkan para pakar dan pemimpin industri untuk membahas tren dan prospek industri kripto dan blockchain di masa depan.

    Para pembicara yang hadir dalam acara ini antara lain:

    • Tirta Karma Senjaya – Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti
    • Richard Teng – CEO Binance
    • Yudhono Rawis – CEO Tokocrypto
    • Subani – Presiden Direktur CFX Indonesia
    • Robby – Ketua Asosiasi Pedagang Blockchain & Aset Kripto Indonesia
    • Chung Ying Lai – CEO D3 Labs
    • Aldi Adrian Hartanto – Managing Partner at Ascent Venture Group / MDI Ventures
    • Aqsath Rasyid – CEO NoLimit
    • Wan Iqbal – CMO Tokocrypto
    • Kevin Armanu – Crypto & Listing Lead Tokocrypto

    Acara ini akan diadakan pada tanggal 31 Januari 2024, mulai dari jam 13.30 WIB hingga 18.00 WIB, dan disiarkan langsung di channel YouTube Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Listing CREO: Perkuat Adopsi Kripto di Indonesia

    Acara ini juga akan menjadi platform peluncuran whitepaper resmi untuk TKO Token, proyek kripto lokal yang sangat dinantikan di Indonesia. Whitepaper ini akan memberikan wawasan mendalam tentang proyek TKO Token dan rencana masa depannya.

    “Indonesia Crypto Outlook 2024” diharapkan menjadi sumber wawasan yang berharga bagi para penggemar kripto di Indonesia dan di seluruh dunia. Ini akan memberikan gambaran lengkap, rangkuman analisis, dan proyeksi tentang industri kripto dan blockchain global, nasional, serta proyeksi perkembangan selama satu tahun ke depan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Listing CREO: Perkuat Adopsi Kripto di Indonesia

    Creo Engine (CREO), salah satu aset kripto unggulan Indonesia, dengan bangga mengumumkan pencatatan perdagangan atau listing resmi di Tokocrypto, platform pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia. Listing ini menandai langkah besar dalam sejarah CREO sebagai salah satu proyek kripto anak bangsa yang berkembang pesat dalam ekosistem blockchain.

    CEO Creo Engine, Javier Tan, menyambut baik listing perdana di Indonesia bersama Tokocrypto. Langkah ini akan meningkatkan awareness dan adopsi, serta memperkuat komunitas CREO di Indonesia. Tidak hanya itu, secara keseluruhan dapat mempercepat pengembangan ekosistem blockchain di Indonesia.

    “Kami sangat senang dan bersemangat dengan listing CREO di Tokocrypto. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi kami sebagai proyek kripto Indonesia yang tumbuh dengan cepat. Kami percaya bahwa melalui kolaborasi dengan Tokocrypto, CREO akan semakin mendapatkan pengakuan dan dukungan dari komunitas kripto Indonesia serta investor global,” kata Javier Tan.

    Masuk Daftar Bappebti

    Baca juga: Menyelami Dunia Privasi: Apa Itu Manta Network (MANTA)?

    CREO token kripto besutan Creo Engine, sudah memenuhi persyaratan kepatuhan terhitung pada Juni 2023 dengan resmi terdaftar menjadi salah satu dari 501 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia. Hal ini sesuai dengan PerBa atau Peraturan BAPPEBTI No.04-2023 yang secara resmi dirilis.

    “Untuk terdaftar, CREO harus memenuhi kualifikasi ketat yang ditetapkan oleh BAPPEBTI, termasuk menjaga kode etik yang aman, patuh terhadap hukum yurisdiksi, dan memiliki likuiditas yang cukup. Selain itu, CREO harus menunjukkan adaptabilitas yang baik, transparansi, popularitas, dan kolaborasi yang solid dengan proyek-proyek berkelanjutan,” jelas Javier Tan.

    CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, mengatakan listing CREO di Tokocrypto, platform #ExchangeIndonesia no. 1 ini diharapkan akan memberikan akses yang lebih luas kepada para investor kripto di Indonesia untuk berpartisipasi dalam perdagangan dan investasi di proyek CREO. Selain itu, ini juga akan membantu memperkuat ekosistem blockchain di Indonesia dengan menambahkan aset digital yang inovatif dan menarik ke dalam pasar kripto lokal.

    Dorong Adopsi Kripto

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Xai (XAI): Kripto untuk Gamer Tradisional di Era Web3

    “Kami bangga menyambut CREO, salah satu proyek kripto unggulan Indonesia, ke platform Tokocrypto. Listing CREO sejalan dengan komitmen Tokocrypto untuk menghadirkan aset kripto berkualitas tinggi dan inovatif bagi para penggunanya. Kami optimis bahwa listing CREO akan memberikan manfaat bagi para investor kripto di Indonesia dan mendorong pertumbuhan industri blockchain di Indonesia,” kata Iqbal.

    Creo Engine adalah platform blockchain yang menjanjikan dengan banyak potensi. Aset kripto CREO adalah token utilitas penting dalam ekosistem Creo Engine. Pemegang CREO dapat mengakses fitur dan layanan eksklusif dalam ekosistem Creo Engine, seperti akses awal ke dApps dan game baru, diskon, dan hadiah.

    CREO sudah bisa diperjual-belikan di Tokocrypto sejak 29 Januari 2024. Dalam rangka listing CREO, Tokocrypto menggelar Launch-Drop dengan total hadiah Rp 75 juta. Adapun syarat mengikuti Launch-Drop ini adalah pengguna Tokocrypto yang sudah lolos verifikasi KYC (Know Your Customer) level 1 dan hold token TKO sebanyak-banyaknya di wallet Tokocrypto selama periode berlangsung 30 Januari 2024 14:00 WIB – 06 Februari 2024 23:59 WIB.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anthony Scaramucci Prediksi Bitcoin Capai Rp 2,6 Miliar Pasca Halving

    Pendiri Skybridge Capital, Anthony Scaramucci melihat Bitcoin (BTC) melonjak hingga setidaknya US$ 170.000 atau sekitar Rp 2,6 miliar setelah momen halving pada bulan April mendatang. Halving adalah momen ketika jumlah Bitcoin baru yang memasuki sirkulasi kembali menyusut.

    “Kembali dan lihat siklus halving Bitcoin,” kata Scaramucci di podcast Scott Melker. “Pada hari ketika Bitcoin terbelah dua, kalikan dengan empat [dan] 18 bulan kemudian dan sungguh luar biasa bahwa itulah harga Bitcoin.”

    “Saya menggunakan angka US$ 35.000 pada halving dan itu konservatif… Katakanlah kita berada pada angka US$ 50.000 pada bulan April, maka angkanya adalah US$ 200.000. Katakanlah kita berada pada US$ 60.000, maka akan menjadi US$ 240.000,” katanya.

    Target Harga BTC Jangka Panjang

    Pendiri Skybridge Capital, Anthony Scaramucci. Sumber:  Chip Somodevilla/Getty Images
    Pendiri Skybridge Capital, Anthony Scaramucci. Sumber:
    Chip Somodevilla/Getty Images

    Baca juga: Bitcoin Kembali Rebound ke Level US$43.000, Pasar Kripto Membaik?

    Mengenai target harga jangka panjangnya, Scaramucci memperkirakan bitcoin dapat dengan mudah mencapai setengah dari kapitalisasi pasar emas, yang akan membuat harga satu koin naik menjadi sekitar US$ 400.000.

    Scaramucci sebelumnya mengungkapkan bahwa dia adalah investor eksternal pertama di dana yang diperdagangkan di ETF Bitcoin BlackRock, sebelum disetujui pada 11 Januari.

    Menjelang minat BlackRock pada ETF Bitcoin, CEO-nya Larry Fink terkenal skeptis terhadap aset tersebut. Namun, dalam wawancara publik sejak perusahaannya pada bulan Juni lalu mengajukan dokumen untuk ETF, Fink telah melakukan hal yang tidak pantas, menyebut dirinya “orang yang sangat percaya”.

    “Saya akan memberikan banyak pujian kepada Larry, karena Larry benar-benar mengerjakan pekerjaan rumahnya (tentang Bitcoin),” kata Scaramucci. “Dibutuhkan pemimpin yang sangat cerdas untuk dengan bangga mengatakan bahwa bitcoin itu buruk dan kemudian 24 bulan kemudian mengatakan ‘Anda tahu apa kesalahan saya, BlackRock harus menjadi bagian dari ini.’”


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali Rebound ke Level US$43.000, Pasar Kripto Membaik?

    Pasar kripto sekali lagi menarik perhatian global dengan perubahan harga Bitcoin yang signifikan. Harga Bitcoin kembali menembus level US$43.000 dalam 24 jam terakhir.

    Analisis grafik empat jam mengungkapkan bahwa penolakan dari zona resistensi US$48.000 telah dihentikan untuk sementara, dengan harga menemukan dukungan di wilayah kritis dan substansial. Zona ini mencakup support statis US$39.000 dan sejajar dengan level Fibonacci retracement 0,5 yang signifikan, menciptakan penghalang yang kuat terhadap upaya penurunan oleh penjual karena meningkatnya tekanan beli.

    Akibatnya, harga memulai pembalikan, mengalami lonjakan bullish menuju zona resistensi yang substansial. Zona resistensi ini mencakup batas bawah bendera naik, bertepatan dengan wilayah resistensi statis kritis yang berkisar antara US$43.578 dan US$45.606.

    Khususnya, kisaran harga ini menunjukkan inefisiensi pasar yang bearish, yang disebut sebagai FVG. Oleh karena itu, pergerakan harga Bitcoin yang akan datang di sekitar kisaran penting ini kemungkinan akan menentukan tindakan selanjutnya.

    Sentimen Pendorong

    Grafik 4 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik 4 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Jangan Ketinggalan! Kripto Top yang Bakal Mengguncang Pekan Ini

    Dilaporkan BeInCrypto, Nilai Bitcoin melonjak melewati US$43.000 setelah Tether menciptakan 1 miliar USDT. Pencetakan besar-besaran oleh Tether berjumlah 13 miliar USDT sejak 20 Oktober 2023. Tren seperti itu bertepatan dengan kenaikan harga yang diamati di pasar kripto dalam beberapa bulan terakhir.

    Secara historis, peristiwa pencetakan Tether berskala besar telah dikaitkan erat dengan kenaikan harga Bitcoin yang signifikan. Pencetakan baru-baru ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi volatilitas dalam waktu dekat.

    Lonjakan nilai Bitcoin tidak semata-mata disebabkan oleh tindakan Tether. Permintaan Bitcoin yang lebih luas terbukti dalam keberhasilan ETF Bitcoin BlackRock. Ini telah menjadi yang pertama melampaui US$2 miliar dalam aset, memegang lebih dari 52.000 BTC.

    Tonggak sejarah ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan penerimaan institusional terhadap Bitcoin sebagai investasi yang layak.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jangan Ketinggalan! Kripto Top yang Bakal Mengguncang Pekan Ini

    Pasar kripto senantiasa menjadi sorotan investor karena potensi keuntungannya yang luar biasa. Di minggu terakhir Januari 2024, beberapa aset kripto seperti Aptos (APT), Injective (INJ), dan Raydium (RAY) menjadi fokus analis.

    Untuk mengoptimalkan peluang di dunia kripto, strategi yang tepat sangat diperlukan. Fyqieh Fachrur, Trader Tokocrypto, akan membagikan analisisnya tentang potensi kenaikan nilai kripto hingga 14% minggu ini.

    Sebelum itu, mari kita pahami apa itu APT, INJ, dan RAY:

    • Aptos (APT): APT adalah token dari platform blockchain Aptos, yang fokus pada skalabilitas, keamanan, dan kecepatan transaksi. Platform ini menggunakan bahasa pemrograman baru yang disebut Move untuk menciptakan kontrak pintar yang lebih aman dan efisien.
    • Injective (INJ): INJ adalah token dari protokol Injective, yang merupakan platform pertukaran terdesentralisasi (DEX). Platform ini memungkinkan perdagangan aset lintas rantai dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah, mendukung berbagai aset kripto dan derivatif.
    • Raydium (RAY): RAY adalah token dari Raydium, sebuah Automated Market Maker (AMM) pada ekosistem Solana. Raydium memungkinkan likuiditas dan perdagangan cepat dengan integrasi pada bursa terdesentralisasi Serum, mendukung ekosistem Solana yang berkembang pesat.
    Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan ini. Sumber: Tokocrypto.
    Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan ini. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pasar Kripto Tunjukan Pemulihan, Bagaimana Efek Jelang FOMC?

    Analisis Teknikal dan Fundamental

    Fyqieh akan membahas dua metode analisis kripto, yaitu teknis dan fundamental.

    Analisis Teknis: Metode ini menggunakan data historis harga untuk memprediksi tren masa depan. Ini melibatkan analisis pola harga, tren pasar, dan indikator teknis.

    Analisis Fundamental: Metode ini mengeksplorasi faktor-faktor ekonomi, finansial, dan industri yang mempengaruhi pasar. Ini mencakup berbagai faktor, mulai dari berita terbaru hingga regulasi dan evolusi teknologi.

    Penting untuk diingat bahwa dalam dunia kripto yang cepat berubah ini, keputusan cerdas dan analisis mendalam adalah kunci sukses. Jangan terburu-buru, luangkan waktu untuk riset sebelum berinvestasi.

    Sesi Analisis Eksklusif: Fyqieh juga akan menyediakan analisisnya secara eksklusif melalui Live Sinyal Obras di akun Telegram resmi Tokocrypto setiap Senin jam 14.00 WIB.

    Dengan analisa lengkap akan lebih siap untuk mengevaluasi dan memanfaatkan peluang di pasar kripto. Analisis yang komprehensif dan riset yang cermat adalah dasar penting sebelum terjun ke dunia aset digital yang penuh potensi ini.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Tunjukan Pemulihan, Bagaimana Efek Jelang FOMC?

    Setelah mengalami penurunan yang melanda pasar kripto selama seminggu ini, akhirnya Bitcoin menunjukkan pemulihan. Pasalnya, nilai Bitcoin kembali di atas angka US$ 42.000 setelah beberapa hari terpuruk di bawah US$ 40.000. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk indikator ekonomi penting dan dinamika pasar yang memainkan peran kunci dalam pemulihan baru kripto utama ini.

    Salah satu faktor penting yang mendorong kenaikan ini adalah rilis Indeks Harga Pengeluaran Pendapatan Pribadi (PCE) pada 26 Januari. Berdasarkan data tersebut, tampak bahwa tingkat inflasi lebih rendah dari yang diperkirakan. Indikator ini membuat para ahli yakin bahwa The Fed kemungkinan bakal lebih lunak pada kebijakan moneternya. 

    Sebelumnya, pasar kripto sempat diterjang pengaruh negatif, lantaran sikap The Fed yang cenderung hawkish. Namun, karena kini sikap agresif The Fed tersebut agak berkurang, maka hal ini dapat menjadi sinyal bahwa aset kripto akan menjulang lebih tinggi lagi. 

    Faktor kedua datang dari Departemen Keuangan Amerika Serikat yang menunjukkan utang nasional mencapai rekor tertinggi US$ 34,1 triliun. Jumlah utang nasional ini menimbulkan kekhawatiran tentang kestabilan dolar Amerika Serikat. Jika dilihat dari sisi pasar digital, maka rekor tertinggi utang nasional AS tersebut bakal membuat Bitcoin dan mata uang kripto lainnya menjadi pilihan bagi investor.

    Aliran Masuk Bitcoin

    Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.
    Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.

    Baca juga: Bitcoin vs Ethereum: Mana yang Lebih Berpotensi Tumbuh?

    Terakhir, adalah melambatnya aliran keluar dari perusahaan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC). Pada 26 Januari, GBTC hanya mengalami aliran keluar sebesar US$ 255,1 juta, menandai hari keempat berturut-turut dengan penurunan aliran keluar. Analis Bloomberg, James Seyffart menekankan bahwa ini merupakan hari terendah aliran keluar sejak GBTC beralih menjadi Spot Bitcoin ETF. 

    Proyeksi pekan ini, pasar kripto dan Bitcoin kemungkinan besar akan kembali volatil melihat akan menjadi minggu yang sibuk. Fokus utama pelaku pasar adalah pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu, (31/4) untuk menentukan status tingkat suku bunga AS. Pelaku pasar bersiap menghadapi kemungkinan kebijakan The Fed yang akan mempengaruhi tekanan inflasi dan pasar tenaga kerja.

    Menjelang pertemuan FOMC para investor memberikan peluang yang hampir sama bahwa The Fed mulai menurunkan suku bunga pada Maret 2024. Jika keputusan The Fed yang cenderung lebih lunak bisa memberikan dorongan positif bagi pasar kripto dan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

    Sentimen Bitcoin Fear and Greed Index juga telah beralih ke fase “Greed” yang artinya ada peningkatan signifikan dalam keinginan investor untuk meraih keuntungan lebih lanjut. Fase “Greed” ini biasanya mengindikasikan tingkat optimisme yang tinggi di pasar kripto, di mana investor cenderung mencari peluang profitabilitas lebih besar. Pemulihan Bitcoin menarik altcoin tertentu lebih tinggi.

    Bitcoin Menunjukkan Kekuatan di Akhir Pekan

    BTC/USDT Daily Time Frame – TradingView.com.

    Baca juga: Ulasan AMA Tokocrypto x The Sandbox: Melihat Dunia Metaverse

    Bitcoin (BTC) telah menunjukkan tanda-tanda penguatan yang mengesankan selama akhir pekan. Aset kripto ini berhasil rebound dari Moving Average 100-hari (MA-100) dan naik hingga mencapai Moving Average 50-hari (MA-50) di level US$ 42.840. Pada Senin pagi, 29 Januari pukul 08:00 WIB, Bitcoin bergerak di level US$ 42.050, tepat di bawah Moving Average 20-hari (MA-20).

    Pasar kripto selalu dinamis, dan Bitcoin tidak terkecuali. Jika BTC berhasil menembus MA-20, ada potensi kenaikan menuju US$ 43.300. Namun, penurunan ke level US$ 41.400 juga mungkin terjadi jika Bitcoin mengalami penolakan atau rejection di MA-20.

    Analisis teknis melalui indikator Stochastic menunjukkan adanya indikasi penurunan dari area overbought, yang dapat menjadi sinyal perubahan arah tren. Sementara itu, histogram MACD (Moving Average Convergence Divergence) menunjukkan masuknya momentum bullish, memberikan harapan bagi para investor dan trader untuk kenaikan lebih lanjut.

    Dalam perdagangan mata uang kripto, selalu penting untuk memperhatikan level support dan resistance. Untuk Bitcoin saat ini, level support berada di US$ 40.500 dan resistance di US$ 44.500. Level ini dapat memberikan petunjuk penting tentang kemungkinan arah pergerakan harga Bitcoin di masa depan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin vs Ethereum: Mana yang Lebih Berpotensi Tumbuh?

    Selama seminggu terakhir, pergerakan harga Bitcoin (BTC) lesu. Namun, sekarang telah bergerak di atas angka US$ 42.000, menunjukkan potensi jalur pemulihan. Ethereum (ETH) juga mencatat kerugian yang signifikan selama seminggu tetapi kini berhasil menetralisir posisinya.

    Pada hari Sabtu (27/1), harga Bitcoin berada pada level mendekati US$ 42.200, menandai kenaikan harian sebesar 1% berdasarkan data CoinGlass. Volume perdagangan derivatif kripto turun secara signifikan, turun 55% menjadi US$ 21,50 miliar. Meskipun demikian, total nilai pasar Bitcoin tetap di US$ 828,78 miliar, dengan open interest (OI) untuk Bitcoin dilaporkan sebesar US$ 17,98 miliar. Likuidasi 24 jam melampaui $13,37 juta, menunjukkan tekanan jual.

    Sebagai perbandingan, Ethereum dihargai mendekati US$ 2,280, dengan sedikit kenaikan harian. Jumlah yang diperdagangkan turun hampir 50% menjadi US$ 8,44 miliar, sementara total nilai pasarnya adalah US$ 275,03 miliar. OI Ethereum mencapai US$ 7,79 miliar, dengan total likuidasi US$ 4,35 juta.

    BTC vs ETH: Analisis Metrik Utama

    Baca juga: Mengapa Solana (SOL) Patut Dipertimbangkan di Tahun Ini

    Dilaporkan Coingape, metrik IntoTheBlock mengungkapkan detail mendalam tentang kedua mata uang kripto tersebut. Volume transaksi besar Bitcoin turun 39,08% menjadi US$ 25,93 miliar, menunjukkan penurunan transaksi bernilai tinggi.

    Alamat aktif harian meningkat 7,76% menjadi 979.300, mencerminkan peningkatan aktivitas pengguna. Saldo pemegangnya sedikit naik menjadi US$ 581,26 miliar. Khususnya, arus bersih bursa mengalami penurunan signifikan sebesar 129,87% dan menyentuh negatif US$ 71,71 juta. Tingkat partisipasi whale mencapai 2,31%. Saat ini, 82,45% pemegang Bitcoin ‘in the money’, menunjukkan hasil investasi yang positif.

    Untuk Ethereum, volume transaksi besar juga turun 49,58% menjadi US$ 2,14 miliar. Alamat aktif harian berada di 595,640, naik 9,94%. Saldo pemegang Ethereum meningkat menjadi US$ 218,04 miliar. Arus bersih bursa menunjukkan penurunan dramatis sebesar 405,1% dan menyentuh negatif US$ 96,24 juta. Tingkat partisipasi whale Ethereum secara signifikan lebih tinggi yaitu 36,89%, dengan 71,70% pemegangnya ‘in the money’.

    Baik Bitcoin maupun Ethereum mengalami penurunan volume transaksi yang besar, yang berarti minat perdagangan investor relatif berkurang. Arus bersih bursa yang negatif untuk keduanya menunjukkan bahwa pengguna memindahkan kepemilikan mereka dari bursa.

    IntoTheBlock juga mencatat bahwa Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan biaya transaksi lebih dari 30%, disebabkan oleh berkurangnya volatilitas pasar dan berkurangnya kebutuhan transaksi yang mendesak di antara pengguna.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. 





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?

    Apa itu Crypto Fear and Greed Index? Indeks ini terinspirasi oleh Fear and Greed Index CNNMoney yang digunakan untuk menganalisis pasar saham. Dalam Crypto Fear and Greed Index memberikan skor dari 0 hingga 100 untuk mengukur sentimen pasar kripto.

    Skor antara 0 hingga 49 mengindikasikan ketakutan dan potensi penilaian rendah serta surplus persediaan dalam pasar. Sementara itu, skor antara 50 hingga 100 menandakan keserakahan dan potensi penilaian berlebih, bahkan kemungkinan adanya gelembung (bubble) dalam mata uang kripto.

    Memantau perubahan dalam tingkat ketakutan dan keserakahan dapat menjadi salah satu komponen dalam strategi perdagangan Anda ketika memutuskan kapan masuk atau keluar dari pasar kripto.

    Pendahuluan

    Ketika Anda berhadapan dengan keputusan untuk membeli atau menjual aset kripto di pasar yang berfluktuasi, penting bagi trader atau investor yang bijak untuk mengumpulkan data yang relevan. Ada banyak grafik yang harus dianalisis, aspek fundamental yang perlu dipelajari, dan sentimen pasar yang perlu dipertimbangkan. Namun, memeriksa semua metrik dan indeks yang ada bisa menjadi tugas yang tidak efisien.

    Dengan hadirnya Crypto Fear and Greed Index (Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto), Anda dapat menggabungkan sentimen dan metrik fundamental untuk memperoleh gambaran umum tentang sentimen pasar terhadap mata uang kripto. Meskipun tidak disarankan untuk bergantung sepenuhnya pada indikator ini, indeks tersebut dapat membantu Anda memahami perasaan umum dalam pasar mata uang kripto.

    Apa Itu Indeks?

    Secara tradisional, indeks menggabungkan berbagai data menjadi satu ukuran statistik. Anda mungkin sudah familiar dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA), yang merupakan indeks terkenal yang melacak pasar saham. DJIA adalah gabungan dari harga saham dari 30 perusahaan besar yang terdaftar di berbagai bursa saham di Amerika Serikat. Para trader dan investor dapat membeli saham indeks ini untuk mendapatkan eksposur terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

    Namun, Crypto Fear and Greed Index berbeda. Ini bukan sesuatu yang dapat Anda beli atau instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan. Indeks ini hanyalah indikator pasar yang dapat melengkapi analisis Anda.

    Apa Itu Indikator Pasar?

    Indikator pasar adalah alat yang membantu trader dan investor menganalisis data pasar. Indikator hadir dalam berbagai bentuk analisis pasar, termasuk analisis teknis, analisis fundamental, dan analisis sentimen. Jika Anda pernah melakukan analisis teknis (TA/technical analysis), Anda mungkin sudah akrab dengan berbagai indikator. Indikator tersebut mencakup dari yang sederhana seperti moving average hingga yang kompleks seperti Ichimoku Clouds. Indikator TA fokus pada analisis harga, volume perdagangan, dan statistik tren lainnya.

    Indikator analisis fundamental memiliki pendekatan yang berbeda. Ketika Anda meneliti token atau saham, Anda mencoba menilai nilai fundamental dari proyek tersebut. Ini mungkin melibatkan melihat jumlah pengguna atau total nilai pasar yang kemudian digabungkan menjadi satu indikator.

    Selain itu, ada juga indikator sentimen pasar yang mengukur perasaan dan opini investor dan trader. Salah satu contohnya adalah Crypto Fear and Greed Index. Contoh lainnya mencakup Bull & Bear Index dari Augmento dan WhaleAlert yang melacak transfer besar dari pemain besar dalam pasar kripto. Bagian besar dari penelitian di dunia kripto juga mengandalkan analisis media sosial, komunitas, dan opini publik. Oleh karena itu, analisis sentimen dapat menjadi alat yang berguna dalam kelas aset ini.

    Apa Itu Indeks Ketakutan dan Keserakahan?

    Awalnya, CNNMoney menciptakan Indeks Ketakutan dan Keserakahan untuk menganalisis sentimen pasar saham. Kemudian, Alternative.me mengembangkan versi adaptasi yang khusus untuk pasar kripto.

    Crypto Fear and Greed Index menganalisis beragam tren dan indikator pasar untuk menentukan apakah peserta pasar saat ini merasa rakus (greed) atau takut (fear). Skor 0 menunjukkan tingkat ketakutan ekstrem, sedangkan skor 100 menandakan tingkat keserakahan ekstrem. Skor 50 menunjukkan bahwa pasar relatif netral dalam hal sentimen.

    Ketakutan yang tinggi di pasar dapat mengindikasikan bahwa mata uang kripto tersebut mungkin dihargai lebih rendah dari seharusnya. Ketika ada terlalu banyak ketakutan di pasar, bisa terjadi penjualan berlebihan (overselling) dan panik yang berlebihan. Namun, perlu diingat bahwa ketakutan ini tidak selalu berarti bahwa pasar sedang menghadapi tren bearish jangka panjang. Sebaliknya, biasanya dianggap sebagai indikasi jangka pendek atau menengah terhadap sentimen pasar secara keseluruhan.

    Sementara itu, keserakahan di pasar menunjukkan situasi yang berbeda. Ketika investor dan trader terlalu rakus, ada potensi penilaian berlebihan dan mungkin bahkan terbentuknya gelembung harga. Bayangkan situasi di mana FOMO (fear of missing out) mendorong investor untuk membeli mata uang kripto secara berlebihan, sehingga mengakibatkan kenaikan harga Bitcoin yang tidak rasional. Keserakahan yang meningkat dapat mengakibatkan permintaan yang berlebihan dan kenaikan harga yang tidak berdasar.

    Bagaimana Cara Kerja Crypto Fear and Greed Index?

    Alternative.me menghitung nilai indeks ini setiap hari dalam skala 0 hingga 100. Pada bulan Juli 2021, Crypto Fear and Greed Index hanya menggunakan data terkait Bitcoin. Alasannya adalah korelasi yang signifikan antara BTC dan pasar kripto secara keseluruhan dalam hal harga dan sentimen. Rencananya adalah untuk mencakup koin besar lainnya, seperti Ether (ETH) dan Binance Coin (BNB), di masa depan.

    Indeks ini dapat dibagi ke dalam kategori berikut:

    • Skor 0-24: Ketakutan ekstrem (berwarna oranye)
    • Skor 25-49: Ketakutan (berwarna kuning)
    • Skor 50-74: Keserakahan (berwarna hijau muda)
    • Skor 75-100: Keserakahan ekstrem (berwarna hijau)

    Indeks ini menghitung skor dengan mempertimbangkan lima faktor pasar yang berbeda secara tertimbang. Ini adalah faktor-faktor yang diperhatikan:

    1. Volatilitas (25% dari indeks): Ini mengukur volatilitas harga Bitcoin saat ini dalam kaitannya dengan rata-rata harga selama 30 dan 90 hari terakhir. Volatilitas digunakan sebagai pengganti ketidakpastian dalam pasar.
    2. Momentum pasar/volume (25% dari indeks): Volume perdagangan dan momentum pasar saat ini Bitcoin dibandingkan dengan rata-rata volume selama 30 dan 90 hari sebelumnya. Pembelian dengan volume tinggi yang konsisten menunjukkan sentimen pasar positif atau keserakahan.
    3. Media sosial (15% dari indeks): Faktor ini melibatkan jumlah tagar Twitter yang terkait dengan Bitcoin dan tingkat interaksi mereka. Biasanya, jumlah interaksi yang tinggi dan konsisten lebih mencerminkan keserakahan daripada ketakutan.
    4. Dominasi Bitcoin (10% dari indeks): Indikator ini mengukur dominasi Bitcoin di pasar kripto. Peningkatan dominasi pasar menunjukkan arus masuk investasi baru ke dalam Bitcoin dan kemungkinan realokasi dana dari altcoin.
    5. Google Trends (10% dari indeks): Dengan memantau data Google Trends terkait pencarian Bitcoin, indeks dapat memberikan wawasan tentang sentimen pasar. Misalnya, peningkatan pencarian tentang “Penipuan Bitcoin” bisa menunjukkan tingkat ketakutan yang lebih tinggi di pasar.
    6. Hasil survei (15% dari Skor Indeks): Input ini telah dinonaktifkan untuk sementara waktu hingga saat ini.

    Mengapa Crypto Fear and Greed Index Berguna?

    Crypto Fear and Greed Index dapat menjadi alat yang berguna untuk mengidentifikasi perubahan dalam sentimen pasar. Pergerakan besar dalam indeks ini bisa memberikan peluang bagi trader untuk masuk atau keluar dari pasar sebelum perubahan serupa terjadi di sektor lainnya. Mari kita lihat contoh sederhana dengan membandingkan total kapitalisasi pasar kripto selama tiga bulan terakhir dengan pergerakan indeks ini.

    Pada poin 1, kita dapat melihat tanggal 26 April 2021, di mana terjadi perubahan signifikan dalam indeks dari 73 (keserakahan) menjadi 27 (ketakutan). Pada poin 2, awal dari penurunan lainnya pada tanggal 12 Mei 2021, indeks turun dari 68 (keserakahan) menjadi 26 (ketakutan). Kita dapat melihat apakah data ini konsisten dengan perubahan dalam total kapitalisasi pasar kripto.

    Pada poin 1, pada tanggal 26 April, total kapitalisasi pasar berada di $1,78 triliun (USD) sebelum melonjak ke puncaknya sebesar $2,53 triliun pada tanggal 12 Mei. Dengan menggabungkan data ini dengan perubahan dalam indeks yang telah kita lihat, terlihat adanya pergeseran besar dalam sentimen dari keserakahan menjadi ketakutan yang bersamaan dengan dasar lokal dalam kapitalisasi pasar kripto. Ketika pasar menjadi semakin serakah, total kapitalisasi pasar tumbuh hingga mencapai puncaknya. Pada titik tertinggi, sentimen kembali turun tajam.

    Melalui contoh ini, indeks telah terbukti bermanfaat dalam mengidentifikasi peluang untuk membeli atau menjual dalam pasar. Dengan menggunakan indeks ini, Anda dapat mengevaluasi apakah reaksi emosional Anda sejalan dengan pasar atau tidak. Namun, penting untuk diingat bahwa indeks ini mungkin tidak selalu efektif dalam setiap situasi.

    Apakah Saya Bisa Menggunakan Indeks Ini untuk Analisis Jangka Panjang?

    Indikator ini mungkin kurang efektif untuk analisis jangka panjang dalam siklus pasar kripto. Dalam situasi pasar bull atau bear, biasanya ada siklus ketakutan dan keserakahan yang berulang. Transisi ini dapat memberikan peluang bagi trader jangka pendek. Namun, bagi investor yang ingin mempertahankan investasinya dalam jangka panjang, memprediksi perubahan dari pasar bull ke bear hanya berdasarkan indeks ini mungkin akan sulit. Anda perlu menganalisis aspek-aspek pasar lainnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dalam jangka panjang.

    Seperti yang selalu ditekankan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan satu indikator atau metode analisis. Lakukan riset sendiri (DYOR/do your own research) sebelum mengambil keputusan investasi, dan hanya investasikan dana yang siap Anda hilangkan jika situasi berubah.

    Penutup

    Crypto Fear and Greed Index adalah cara yang efisien untuk merangkum berbagai metrik fundamental dan sentimen pasar menjadi satu indikator. Daripada mencoba melacak semuanya sendiri, Anda dapat menggunakan indeks ini untuk memantau media sosial, tren pencarian Google, dan statistik lainnya. Jika Anda memilih untuk mengintegrasikannya dalam analisis Anda, pastikan untuk melengkapinya dengan indikator dan metrik lainnya guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com