Author: 25

  • Cuci Dana $26 Juta dari Bybit, Lazarus Group Rilis Meme Coin

    Lazarus Group, kelompok peretas asal Korea Utara, kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan meme coin bernama QinShihuang.

    Cryptopolitan mengabarkan pada Senin (24/2) bahwa koin ini digunakan untuk mencuci dana sebesar $26 juta (Rp 423 miliar) yang mereka curi dari bursa kripto Bybit.

    Dengan memanfaatkan platform Pump Fun, mereka menciptakan transaksi yang sulit dilacak.

    Di sisi lain, peneliti blockchain, ZachXBT, mengungkap bahwa peretas ini pertama kali mengirim 60 SOL ke dompet lain sebelum meluncurkan setengah juta token QinShihuang.

    Dalam waktu tiga jam, volume transaksi token ini mencapai $26 juta (Rp 423 miliar), yang menunjukkan adanya manipulasi pasar dalam jumlah besar.

    Sembunyikan Jejak dengan Teknik Canggih

    Setelah mendapatkan USDC yang dicuri dari Bybit, Lazarus Group lantas memindahkannya ke Binance Smart Chain (BSC) melalui beberapa dompet.

    Dana ini kemudian dibagi menjadi lebih dari 30 alamat, sebelum akhirnya dikonsolidasikan kembali ke satu dompet utama. Teknik ini bertujuan untuk menyulitkan pelacakan transaksi oleh peneliti blockchain.

    Dalam melancarkan aksinya, Lazarus Group tidak hanya menggunakan transaksi biasa, tetapi juga menukar meme coin kecil yang mereka terima secara acak menjadi SOL.

    Mereka lalu menggunakan Pump Fun untuk memperdagangkan meme coin, untuk menciptakan ilusi transaksi sah dan akhirnya membersihkan dana hasil curian.

    Kritik Terhadap Platform DeFi

    Akibat kebocoran ini, CEO Helius Labs, Mert, mengkritik platform seperti Pump Fun yang tidak memiliki sistem filter untuk mencegah pencucian uang.

    Ia juga membandingkannya dengan layanan email seperti Gmail besutan Google yang dapat memblokir pengirim berbahaya, sementara banyak aplikasi DeFi masih membiarkan transaksi dari dompet berisiko tinggi.

    Sialnya, aksi yang dilakukan Lazarus Group bukan yang pertama kalinya. Dalam investigasi lanjutan, para peneliti menyebutkan bahwa sindikat peretas asal Korea Utara itu telah beberapa kali menggunakan teknik serupa.

    Mereka sebelumnya meluncurkan meme token lain di Pump Fun untuk tujuan pencucian uang. Firma keamanan SlowMist juga mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan platform mixing seperti eXch untuk mengubah dana curian menjadi aset yang lebih sulit dilacak, seperti Bitcoin dan Monero.

    Sementara itu, Arthur Hayes yang merupakan salah satu pendiri BitMEX, sempat meminta Vitalik Buterin untuk mempertimbangkan rollback Ethereum guna mengembalikan dana Bybit yang dicuri.

    Namun, komunitas kripto menentang ide tersebut, mengingat rollback sebelumnya yang dilakukan saat peretasan DAO tahun 2016 menimbulkan kontroversi besar.

    Implikasi bagi Masa Depan Keamanan Kripto

    Meskipun rollback tidak mungkin dilakukan di Ethereum saat ini, kasus ini kembali memicu perdebatan tentang keamanan blockchain dan perlunya regulasi yang lebih ketat.

    Beberapa jaringan blockchain yang lebih kecil telah berhasil melakukan rollback setelah serangan, tetapi untuk jaringan besar seperti Ethereum dan Bitcoin, ini sangat sulit dilakukan.

    Menanggapi kasus peretasan Bybit, komunitas kripto secara luas mengecam taktik Lazarus, serta menyoroti kurangnya sistem keamanan di platform DeFi.

    Binance dan platform lain sebelumnya telah mengambil langkah untuk membatasi dompet yang terkait dengan Lazarus, tetapi pencucian dana melalui metode yang semakin canggih tetap menjadi tantangan besar.

    Dengan demikian, kemunculan meme coin QinShihuang menunjukkan bagaimana kelompok peretas terus mengembangkan metode baru untuk mencuci uang dalam skala besar.

    Dengan semakin canggihnya teknologi blockchain, tantangan bagi regulator dan peneliti keamanan, khususnya di dunia kripto, juga semakin meningkat.

    Ke depannya, transparansi dan sistem keamanan yang lebih ketat sangat diperlukan untuk mengatasi ancaman serupa.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Potensial di Bawah $0,40 yang Bisa Jadi Kesuksesan Berikutnya!

    Dalam dunia crypto yang dinamis, tidak semua altcoin memiliki potensi untuk sukses besar. Untuk menjadi pemenang di antara ribuan token yang beredar, sebuah proyek harus memiliki lebih dari sekadar hype.

    Dilansir TronWeekly, Dawgz AI hadir sebagai salah satu kandidat yang memiliki kombinasi unik antara budaya meme, teknologi berbasis AI, dan fundamental tokenomics yang kuat.

    Apa yang Membuat Dawgz AI Berbeda?

    1. Meme Coin dengan Utilitas Nyata

    Meskipun banyak meme coin hanya berumur pendek, Dawgz AI membedakan dirinya dengan menawarkan bot perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat memberikan keunggulan bagi penggunanya. Ini membuatnya lebih dari sekadar koin spekulatif.

    2. Tokenomics yang Kuat & Komunitas yang Berkembang

    Dawgz AI didesain dengan struktur token yang solid:

    • Total pasokan: 8,888 miliar token
    • 30% dialokasikan untuk prapenjualan guna memastikan likuiditas awal dan adopsi yang kuat
    • 20% untuk staking rewards, yang memberikan keuntungan jangka panjang bagi investor
    • 10% likuiditas terkunci, untuk mengurangi volatilitas dan mencegah manipulasi harga

    Dengan prapenjualan yang telah mengumpulkan lebih dari $1,8 juta dan target berikutnya di $2,1 juta, momentum Dawgz AI terus meningkat.

    altcoin Dawgz AI
    altcoin Dawgz AI

    Keuntungan Staking: Penghasilan Pasif dengan ETH

    Dawgz AI menawarkan program staking yang menarik, memungkinkan pemegangnya memperoleh APY yang kompetitif dalam Ethereum (ETH). Ini menjadi peluang bagi investor untuk mendapatkan penghasilan pasif sambil menunggu potensi apresiasi harga token.

    Dawgz AI vs Altcoin Lain di Bawah $0,40

    Dawgz AI menonjol di antara altcoin lain dengan harga di bawah $0,40 karena model hybrid-nya yang menggabungkan daya tarik meme coin, utilitas AI, dan tokenomics yang dirancang untuk keberlanjutan. Dengan komunitas yang berkembang pesat dan strategi kapitalisasi pasar yang kuat, Dawgz AI menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang.

    Mengapa Sebagian Besar Meme Coin Gagal?

    Banyak meme coin gagal karena kurangnya utilitas dan strategi jangka panjang. Dawgz AI mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan AI dalam sistem perdagangan, memastikan bahwa proyek ini bukan sekadar tren sementara.

    Perdagangan Berbasis AI: Masa Depan Kripto

    Teknologi AI telah merevolusi banyak industri, termasuk dunia kripto. Dawgz AI memanfaatkan AI untuk membantu investor dalam perdagangan, menjadikannya bukan hanya aset spekulatif, tetapi juga alat yang memberikan nilai nyata bagi pemegangnya.

    Kesempatan Investasi: Mengapa Sekarang Waktu yang Tepat?

    Investasi dalam kripto sangat bergantung pada timing. Banyak investor awal di proyek seperti Solana melihat pertumbuhan besar sebelum token tersebut menjadi mainstream. Dawgz AI yang masih dalam tahap awal dengan harga di bawah $0,40 bisa menjadi peluang emas sebelum terdaftar di bursa besar.

    Jika Anda mencari altcoin dengan potensi besar di bawah $0,40, Dawgz AI adalah pilihan yang patut dipertimbangkan. Dengan kombinasi teknologi AI, sistem staking yang menguntungkan, dan komunitas yang kuat, Dawgz AI memiliki fondasi yang solid untuk tumbuh menjadi altcoin besar di masa depan. Jangan lewatkan peluang untuk menjadi bagian dari proyek ini sebelum harganya melesat lebih tinggi!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana: Jalan Keluar dari Narasi ‘Memechain’?

    Solana, yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi berbagai memecoin, kini berada di ambang perubahan besar.

    Persetujuan ETF Solana yang diperkirakan akan terjadi tahun ini dapat menjadi titik balik bagi blockchain ini untuk lepas dari stigma “memechain” dan bertransformasi menjadi pemain utama dalam ekosistem keuangan digital.

    Dari Meme ke Blockchain Serius

    Ketika pertama kali diluncurkan pada tahun 2020, salah satu pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, membayangkan platform ini sebagai “Nasdaq on-chain,” sebuah blockchain yang mendukung pasar keuangan berskala besar.

    Namun, lima tahun kemudian, realitasnya sedikit berbeda. Solana lebih dikenal sebagai pusat perdagangan memecoin, dengan platform seperti Pump.fun yang telah melahirkan lebih dari 7,5 juta token dan menghasilkan lebih dari $550 juta.

    Meskipun popularitas memecoin membawa peningkatan infrastruktur dan menarik pengguna baru, potensi Solana jauh melampaui sekadar tren meme. Persetujuan ETF akan menjadi katalis penting yang dapat mengubah persepsi publik dan mengangkat kredibilitas Solana di mata investor institusional.

    Persetujuan ETF dan Peran SEC

    Dalam perkembangan mengejutkan, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) tampaknya bersiap untuk meloloskan ETF Solana pada tahun 2025. Hal ini ditandai dengan pengakuan aplikasi ETF SOL dari Grayscale dan pembukaan komentar publik terhadap empat produk investasi berbasis Solana.

    Dukungan terhadap Solana juga semakin menguat setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, memilih blockchain ini sebagai rumah bagi memecoin viralnya, TRUMP. Namun, persetujuan ETF membawa dampak yang jauh lebih besar karena memungkinkan investor mendapatkan eksposur ke SOL melalui instrumen keuangan yang teregulasi, tanpa harus berurusan dengan risiko kepemilikan token secara langsung.

    Saat ini, peluang persetujuan ETF Solana diperkirakan mencapai 85%, menurut para pedagang di Polymarket. Jika disetujui, ETF ini akan memberikan akses yang lebih luas kepada investor dan meningkatkan legitimasi Solana dalam ekosistem keuangan tradisional (TradFi).

    Kredibilitas yang Meningkat dan Masa Depan Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu efek terbesar dari persetujuan ETF adalah peningkatan kredibilitas Solana di sektor keuangan. Kita sudah mulai melihat perubahan ini dengan Franklin Templeton, salah satu manajer aset terbesar di dunia, yang meluncurkan dana pemerintah AS di atas Solana.

    Lebih dari itu, Solana memiliki potensi besar dalam sektor pembayaran dan pengiriman uang. Meski tidak sepopuler memecoin, sektor ini memiliki dampak besar pada ekonomi global. Industri pembayaran diperkirakan mencapai $20,37 triliun tahun ini—enam kali lipat dari total kapitalisasi pasar semua mata uang kripto yang ada saat ini ($3,23 triliun).

    Raksasa industri seperti PayPal, yang meluncurkan stablecoin PYUSD, serta X milik Elon Musk, yang bersiap menerima pembayaran kripto melalui X Payments, menunjukkan bahwa adopsi aset digital dalam sektor pembayaran semakin nyata. Solana, dengan biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi, berada di posisi yang tepat untuk memainkan peran utama dalam perubahan ini.

    Infrastruktur Solana untuk Masa Depan Keuangan

    Solana telah membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung jaringan pembayaran ritel. Protokol Solana Pay, misalnya, memungkinkan pembayaran dalam kripto hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel, menciptakan pengalaman e-commerce yang lebih efisien dan praktis.

    Namun, pembayaran hanyalah awal dari visi besar Yakovenko. Dengan peningkatan infrastruktur yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir, Solana kini siap untuk mendukung aplikasi keuangan yang lebih kompleks, seperti perdagangan tingkat lanjut dan peminjaman.

    Kesimpulan: Dari Meme ke Keuangan Global

    Persetujuan ETF akan menjadi titik balik bagi Solana untuk meninggalkan citra “memechain” dan menjadi platform blockchain yang lebih serius dan kredibel.

    Dengan basis pengguna yang besar, infrastruktur yang matang, dan potensi besar di sektor pembayaran serta keuangan tradisional, Solana siap untuk memasuki era baru sebagai blockchain yang lebih tangguh dan berorientasi jangka panjang.

    Lima tahun setelah peluncurannya, visi Yakovenko tentang “Nasdaq on-chain” akhirnya bisa terwujud. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah kepercayaan institusional, dan ETF Solana bisa menjadi kunci yang membuka pintu menuju masa depan keuangan digital yang lebih besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Anjlok, Investor Panik Jual: Akankah BTC Segera Pulih?

    Bitcoin (BTC) mengalami volatilitas tinggi dalam 24 jam terakhir, memicu aksi jual panik dari pemegang jangka pendek (STH) seperti dikabarkan oleh Ambcrypto pada Senin (24/2).

    Penurunan harga Bitcoin ini dipicu oleh kabar peretasan Bybit, yang membuat banyak investor buru-buru menjual aset mereka untuk menghindari kerugian lebih besar. Lantas, bagaimana dampaknya terhadap masa depan BTC?

    Bitcoin Turun Akibat Panic Selling

    Kejatuhan harga BTC dalam waktu singkat membuat STH mengalami kerugian besar. Analisis dari 90-Day Active Supply menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Hal ini mengindikasikan bahwa banyak pemegang BTC jangka pendek telah keluar dari pasar.

    Sementara itu, indikator teknikal menunjukkan tren bearish. Grafik BTC pada time frame 4 jam di Binance mencatat beberapa indikator bearish.

    EMA (Exponential Moving Average) menunjukkan crossover bearish, dengan EMA 9 melintas di bawah EMA 26, menandakan tren turun dalam jangka pendek.

    Selain itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 46,05, menunjukkan bahwa BTC masih dalam fase konsolidasi. Jika RSI naik di atas 50, sentimen bullish bisa kembali dan mendukung pemulihan harga.

    Meskipun tekanan jual termasuk tinggi, tapi tetap ada potensi titik balik. Data dari CryptoQuant mencatat bahwa Short-Term Holder Profit & Loss (P&L) to Exchanges Sum menunjukkan puncak kerugian mencapai -43,9K BTC.

    Mayoritas aksi jual terjadi di kisaran harga $90K (Rp 1,4 juta) hingga $95K (1,5 juta), menunjukkan kepanikan besar di kalangan investor jangka pendek.

    Tren ini mengingatkan pada pola yang terjadi di awal 2022, di mana aksi jual besar-besaran akhirnya membuka peluang untuk pemulihan harga dalam waktu singkat.

    Likuiditas BTC Berkurang, Sinyal Pemulihan?

    Secara terpisah, analisis dari 90-Day Active Supply menunjukkan bahwa pasokan aktif BTC terus berkurang. Pada awal 2025, jumlah pasokan aktif hanya sekitar 4 juta BTC, turun dari 6 juta BTC pada akhir 2024.

    Dalam sejarah Bitcoin, penurunan pasokan aktif sering kali mengarah pada stabilisasi harga. Hal serupa terjadi pada 2018, di mana penurunan pasokan aktif mendahului pemulihan harga setelah aksi jual besar-besaran.

    Di sisi lain, data dari IntoTheBlock menunjukkan bahwa netflow BTC di bursa mengalami penurunan tajam dalam 24 jam terakhir, dengan total net outflow sebesar -546,11 BTC.

    Nilai tersebut berbanding terbalik dengan rata-rata inflow +1,29K BTC dalam 30 hari terakhir. Penurunan netflow ini menunjukkan bahwa pemegang BTC mulai menarik aset mereka ke dompet pribadi, yang biasanya menandakan berkurangnya tekanan jual.

    Sebelumnya, fenomena ini pernah terjadi pada pertengahan 2021, atau ketika harga BTC kembali naik.

    Saat itu, aksi jual panik dari investor jangka pendek mungkin menandai titik terendah lokal BTC, membuka peluang pemulihan harga dalam waktu dekat.

    Meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi, indikator fundamental menunjukkan potensi pemulihan seiring berkurangnya tekanan jual di bursa.

    Namun, investor tetap perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat pasar kripto masih sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

    _______________

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pulihkan Dana Setelah Peretasan, Bybit Gelar Sayembara Berhadiah $140 Juta

    Bybit baru saja mengumumkan sayembara berhadiah $140 juta atau hampir senilai Rp 2,3 triliun sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk melacak dan berpotensi memulihkan $1,4 miliar dana yang dicuri pasca insiden peretasan.

    Inisiatif ini muncul bersamaan dengan pemulihan terkini senilai lebih dari $43 juta cmETH dan USDT yang terkait dengan insiden tersebut.

    Rinciannya, pada tanggal 22 Februari kemarin, Bybit mengumumkan program hadiah yang ditujukan kepada para peretas profesional dan spesialis keamanan siber untuk membantu memulihkan aset digital yang telah dicuri.

    Bybit telah menjanjikan hingga 10% dari dana yang berhasil diperoleh kembali sebagai hadiah. Jika jumlah penuh berhasil diperoleh kembali, para kontributor dapat menerima uang kompensasi hingga senilai $140 juta atau nyaris menyentuh angka Rp 2,3 triliun.

    Hadiah Sayembara Peretasan

    Hadiah juga akan diberikan Bybit kepada individu yang memberikan informasi intelijen berharga atau memainkan peran langsung dalam pemulihan aset.

    Terkait sayembara ini, CEO Bybit Ben Zhou memberikan apresiasi karena langsung mendapatkan respons yang kuat dari komunitas kripto. Ia mencatat bahwa pakar dan organisasi industri telah melangkah maju untuk membantu.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam melawan ancaman siber dan menegaskan kembali komitmen Bybit untuk memperkuat infrastruktur keamanannya.

    “Kami ingin secara resmi memberi penghargaan kepada komunitas kami yang telah memberikan keahlian, pengalaman, dan dukungan mereka melalui Program Recovery Bounty, dan upaya kami untuk menjadikan pelajaran sulit ini berharga tidak berhenti di sini,” ujar Ben Zhou sebagaimana dikutip dari Beincrypto pada Senin (24/2).

    Ke depannya, lanjut Ben Zhou, Bybit bertekad untuk bangkit dari kemunduran dan secara mendasar mengubah infrastruktur keamanan perusahaan , meningkatkan likuiditas, dan menjadi mitra yang setia bagi Bybit di komunitas kripto.

    $43 Juta Aset Berhasil Diamankan

    Bersamaan dengan pengumuman hadiah, Ben juga mengumumkan kabar sejumlah aset digital yang hilang, kini telah berhasil dikembalikan.

    Aset digital senilai lebih dari $43 juta telah diamankan, yang didapat dari sejumlah praktisi keamanan siber yang langsung turun tangan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

    Mudit Gupta, Chief Information Security Officer di Polygon, mengonfirmasi pemulihan 15.000 Mantle Restaked Ethereum (cmETH), senilai sekitar $43 juta.

    Ia menyatakan bahwa pemulihan tersebut dimungkinkan melalui kerja sama dengan tim SEAL dan Mantle.

    Gupta menjelaskan bahwa mereka mengidentifikasi celah keamanan dalam protokol, yang memungkinkan mereka memulihkan aset.

    “Saya melihat kemungkinan pemulihan segera setelah peretasan dan SEAL menghubungkan saya dengan tim Mantle/mETH yang mewujudkannya. Penghargaan besar kepada tim SEAL, Mantle, dan mETH atas tindakan cepat mereka,” kata Gupta.

    Sementara itu, dalam sebuah pernyataan terpisah, tim Mantle mengonfirmasi bahwa mereka memblokir alamat eksploiter menggunakan penundaan penarikan selama delapan jam dari protokol.

    Tindakan ini dilakukan guna mencegah transaksi tidak sah lebih lanjut, sekaligus mengamankan dana yang sempat dicuri oleh para peretas.

    Selain itu, penerbit stablecoin Tether membekukan $181.000 dalam USDT yang terkait dengan peretasan tersebut. Meskipun jumlahnya relatif kecil, CEO Tether Paolo Ardoino menekankan pentingnya kerja sama industri dalam membatasi kerugian finansial.

    “Kami baru saja membekukan 181.000 USDt yang terkait dengan peretasan ByBit. Mungkin tidak banyak, tetapi ini adalah kerja jujur. Kami terus memantau,” pungkas Ardoino.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?

    CEO CryptoQuant, Ki Young Ju dalam wawancara di Thecoinrepublic, mengklaim bahwa musim Altcoin telah dimulai sejak 21 Februari 2025.

    Klaim ini didasarkan pada volume perdagangan Altcoin yang mencapai 2,7 kali lipat dari Bitcoin di bursa terpusat. Menurut Ju, volume perdagangan kini menjadi indikator utama dalam menentukan musim Altcoin, bukan dominasi pasar Bitcoin.

    Meskipun Ki Young Ju meyakini musim Altcoin telah tiba, namun data Indeks Musim Altcoin justru menunjukkan angka 29 pada 21 Februari 2025, dan turun dari 61 pada 31 Januari.

    Sebagai catatan, musim Altcoin biasanya dikonfirmasi jika indeks ini mencapai angka di atas 75. Dengan kata lain, hanya beberapa Altcoin saja yang menunjukkan performa lebih baik daripada Bitcoin.

    Dominasi Bitcoin Masih Tinggi

    Sementara itu, analis crypto lainnya, Benjamin Cowen, justru memiliki pandangan berbeda. Pada 19 Februari 2025, Cowen menegaskan bahwa dominasi Bitcoin dan rasio ETH/BTC tetap menjadi faktor utama dalam menentukan musim Altcoin.

    Saat ini, dominasi Bitcoin mencapai 61%, yang masih menunjukkan kekuatan besar dibandingkan dengan Altcoin. Lantas, apakah volume perdagangan turut memiliki andil dalam penguasaan pasar kripto?

    Ju berargumen bahwa aliran Stablecoin ke altcoin adalah faktor utama dalam lonjakan volume ini. Beberapa Altcoin menunjukkan kenaikan signifikan, seperti Story (IP) yang melonjak 55% dalam 24 jam, serta Sonic (S) dan Maker (MKR) yang naik 18%.

    Sejarah dan Tren Altcoin

    Sebelumnya, pada 9 Januari 2025 dan November 2024, Ju juga menyatakan bahwa modal baru jarang mengalir ke Altcoin, kecuali proyek dengan utilitas atau hype yang kuat.

    Kali ini, ia kembali menegaskan bahwa volume perdagangan adalah indikator kunci. Meskipun ada peningkatan volume altcoin, data lainnya masih menunjukkan sebaliknya.

    Indeks Altcoin berada di level rendah, dominasi Bitcoin masih kuat, dan rasio ETH/BTC belum menunjukkan tren naik yang jelas.

    Dengan faktor-faktor ini, banyak analis masih ragu untuk menyatakan bahwa Altcoin season benar-benar telah dimulai.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Bisa Naik Parabolic ke $4? Ini Syaratnya!

    Dogecoin (DOGE) saat ini masih bergerak sideways dan belum mampu menembus level harga di atas $0.25 (Rp 4 ribu).

    Namun, seorang analis kripto, seperti dikabarkan oleh Finbold pada Minggu (23/2), mengungkapkan adanya kemungkinan kenaikan besar hingga 1.500% yang bisa membawa DOGE ke $4 (Rp 65 ribu). Berikut adalah analisis lengkapnya.

    Pola Pergerakan Dogecoin Sejak 2014

    Menurut analis Ali Martinez, Dogecoin telah bergerak dalam pola ascending channel sejak 2014. Dalam pola ini, harga terus bergerak antara garis support dan resistance. Jika tren ini bertahan, DOGE berpotensi melonjak ke $4 (Rp 65 ribu).

    Martinez juga menyebut, level support sangat krusial untuk DOGE. Dogecoin baru-baru ini memantul dari garis support di sekitar $0.19 (Rp 3 ribu).

    Jika harga Dogecoin tetap bertahan di atas level ini, DOGE berpeluang naik menuju garis resistance di sekitar $4 (Rp 65 ribu). Tapi sebaliknya, jika harga turun di bawah support, tren ini bisa batal.

    Potensi Kapitalisasi Pasar DOGE

    Jika Dogecoin benar-benar mencapai $4 (Rp 65 ribu), kapitalisasi pasarnya bisa menyentuh $603 miliar atau setara p 9,8 kuadriliun.

    Ini menunjukkan bahwa DOGE berpotensi menjadi aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, dengan catatan Ethereum tidak mengalami lonjakan signifikan.

    Selain target $4 (Rp 65 ribu), Martinez juga mengungkapkan bahwa DOGE memiliki level support kuat di antara $0.16 (Rp 2,6 ribu) hingga $0.19 (Rp 3 ribu).

    Jika zona ini bertahan, DOGE dapat lebih dulu naik ke $3 (Rp 48 ribu) sebelum mencapai target utama.

    Faktor Teknis Pendukung

    Di sisi lain, analisis teknikal menunjukkan bahwa zona support DOGE bertepatan dengan level Fibonacci retracement 0.382.

    Dalam sejarah pergerakannya, DOGE sering memantul dari area ini. Selain itu, target $3 $3 (Rp 48 ribu) juga sesuai dengan Fibonacci extension 1.618.

    Memang, pasar kripto secara umum belum menunjukkan breakout besar, termasuk Dogecoin. Namun, perkembangan regulasi dapat menjadi pemicu utama kenaikan harga.

    Saat ini, ada spekulasi mengenai kemungkinan Dogecoin mendapatkan Exchange-Traded Fund (ETF). Jika SEC menyetujui ETF Dogecoin, permintaan investor bisa meningkat tajam dan mendorong harga lebih tinggi.

    Analisis Harga Dogecoin

    Saat artikel ini ditulis, Dogecoin diperdagangkan di harga $0.24 (Rp 3,9 ribu), turun lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir dan turun sekitar 4.5% dalam seminggu.

    Dari segi teknikal, harga DOGE saat ini berada di bawah SMA 50 hari ($0.3219), menandakan tren bearish jangka pendek.

    DOGE sedikit berada di atas SMA 200 hari ($0.2395), yang bisa menjadi support kuat.RSI DOGE berada di 37.03, mendekati kondisi oversold, yang bisa menandakan potensi pembalikan harga jika ada tekanan beli yang meningkat.

    Dogecoin memiliki potensi kenaikan signifikan hingga $4 jika tetap bertahan dalam pola ascending channel. Level support utama berada di $0.19, sementara resistance jangka pendek ada di $0.3219.

    Perkembangan regulasi seperti ETF bisa menjadi katalis positif untuk DOGE. Namun, investor tetap perlu berhati-hati dengan volatilitas pasar sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Jadi Tujuan Baru Meme Coin DOG dari Bitcoin

    Solana kembali menarik perhatian dunia kripto dengan kedatangan DOG, salah satu meme coin terbesar di jaringan Bitcoin.

    Decrypt mengbarkan pada Minggu (23/2) bahwa keputusan DOG untuk melakukan ekspansi ke Solana melalui bridge dua arah dari Mine Labs menunjukkan pengaruh besar Bitcoin dalam dunia kripto, bukan tanda kemunduran ekosistem meme coin di Bitcoin.

    DOG, yang dikenal dengan nama lengkap DOG GO TO THE MOON, kini bisa diperdagangkan di Solana dalam bentuk token wrapped.

    Hal ini memungkinkan pengguna Solana untuk membeli dan menjual DOG tanpa harus berinteraksi langsung dengan jaringan Bitcoin.

    Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan adopsi DOG di pasar yang lebih luas.

    Menurut pencipta DOG yang dikenal dengan nama samaran Leonidas, keputusan ini bukan bentuk menyerah terhadap ekosistem Bitcoin, melainkan cara untuk membawa produk berbasis Bitcoin ke pusat perhatian pasar.

    Dengan adopsi aplikasi DeFi di Solana yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, DOG melihat peluang besar untuk menarik lebih banyak pengguna.

    Momentum ini juga datang di tengah gejolak dunia meme coin di Solana, termasuk insiden Libra yang mengalami kenaikan dan penurunan tajam dalam waktu singkat.

    Dengan semakin banyaknya diskusi tentang pentingnya peluncuran token yang adil, DOG ingin menunjukkan transparansi dan distribusi yang merata tanpa tim inti atau alokasi khusus untuk pencipta.

    Sekadar informasi, DOG pernah mencapai kapitalisasi pasar hampir $1 miliar (Rp 16,3 triliun) pada Desember lalu, tetapi kini turun menjadi sekitar $300 juta (Rp 4,8 triliun).

    Meski begitu, DOG tetap mempertahankan prinsip desentralisasi khas Bitcoin dan menolak membayar biaya listing yang mahal di bursa terpusat besar seperti Coinbase atau Binance.

    Ekspansi DOG ke Solana menjadi langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak investor tanpa harus bergantung pada platform sentral.

    Langkah ini sejalan dengan visi Bitcoin untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih terbuka dan tanpa izin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bybit Tetap Kuat Meski Alami Peretasan Terbesar dalam Sejarah Kripto

    Bybit baru saja mengalami peretasan besar senilai $1,4 miliar, yang disebut-sebut sebagai pencurian kripto terbesar dalam sejarah.

    Meski begitu, Bybit tetap mempertahankan cadangan yang melebihi kewajibannya, menurut data dari DefiLlama.

    Dampak Peretasan terhadap Bybit

    Dilaporkan Cointelegraph, serangan yang terjadi pada 21 Februari ini mengakibatkan pencurian lebih dari $1,4 miliar dalam bentuk Ether yang dipertaruhkan (staked Ether), Mantle Staked ETH (mETH), serta berbagai token ERC-20 lainnya.

    Setelah insiden tersebut, nilai total aset Bybit mengalami penurunan drastis lebih dari $5,3 miliar, termasuk dana yang hilang akibat peretasan.

    Namun, di tengah krisis ini, laporan dari auditor independen Proof-of-Reserve (PoR), Hacken, menegaskan bahwa cadangan Bybit tetap lebih besar dibanding kewajibannya. Dalam sebuah unggahan di X pada 21 Februari, Hacken menyatakan bahwa dana pengguna tetap terjamin sepenuhnya.

    Respon Cepat Bybit dan Dukungan Industri

    Bybit berhasil menangani lebih dari 350.000 permintaan penarikan dalam waktu 10 jam, dengan 99,9% transaksi terselesaikan pada pukul 1:45 pagi UTC. CEO Bybit, Ben Zhou, mengungkapkan dalam unggahannya di X pada 22 Februari bahwa timnya bekerja tanpa henti untuk menjaga semua layanan tetap berjalan.

    Tak hanya itu, berbagai bursa kripto lainnya turut membantu Bybit dengan memberikan transfer darurat, di antaranya Binance dengan 50.000 Ether, Bitget dengan 40.000 Ether, dan Du Jun (pendiri HTX Group) dengan 10.000 Ether.

    Siapa di Balik Serangan Ini?

    Para analis keamanan blockchain, termasuk Arkham Intelligence dan detektif on-chain ZachXBT, melacak bahwa peretasan ini kemungkinan dilakukan oleh Lazarus Group, kelompok peretas yang berafiliasi dengan Korea Utara. Lazarus Group sebelumnya juga dikaitkan dengan serangan terhadap jaringan Ronin senilai $600 juta.

    Meir Dolev, salah satu pendiri dan CTO Cyvers, menyebut bahwa metode yang digunakan dalam peretasan ini mirip dengan insiden pada WazirX ($230 juta) dan Radiant Capital ($58 juta).

    Para peretas berhasil menipu penanda tangan dompet dingin multisig Ethereum Bybit untuk menyetujui perubahan logika kontrak pintar yang berbahaya, sehingga memungkinkan mereka menguasai dompet dan mentransfer dana ke alamat yang tidak diketahui.

    Peringatan bagi Industri Kripto

    Serangan terhadap Bybit ini menjadi pengingat bahwa bahkan platform perdagangan kripto terbesar dengan langkah-langkah keamanan ketat pun masih rentan terhadap ancaman siber. Sepanjang 2024, peretas yang diduga dari Korea Utara juga telah melakukan serangan terhadap DMM Bitcoin ($305 juta), Upbit ($50 juta), Radiant Capital ($50 juta), dan Rain Management ($16 juta).

    Otoritas Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam aktivitas peretasan yang diduga digunakan untuk mendanai program pengembangan senjata nuklir Korea Utara. Bahkan, pemerintah Korea Selatan telah memberikan sanksi kepada 15 warga Korea Utara yang diduga terlibat dalam pencurian aset kripto ini.

    Meski menghadapi tantangan besar, Bybit menunjukkan ketahanan luar biasa dalam menjaga operasionalnya tetap berjalan dan memastikan keamanan dana penggunanya. Namun, insiden ini juga menjadi peringatan bagi seluruh industri kripto untuk terus meningkatkan sistem keamanan mereka agar tidak menjadi korban serangan berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Melonjak Tinggi Pasca Peretasan Bybit

    Dominasi Bitcoin melonjak pasca peretasan besar-besaran kembali mengguncang dunia kripto. Kali ini, bursa perdagangan kripto Bybit menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan hilangnya Ethereum senilai $1,4 miliar.

    Insiden ini menimbulkan berbagai reaksi dari tokoh-tokoh penting di industri kripto, termasuk Adam Back, Samson Mow, dan komunitas Ethereum. Peristiwa ini juga berkontribusi terhadap lonjakan dominasi Bitcoin di pasar.

    Peretasan Bybit dan Dugaan Keterlibatan Lazarus Group

    Menurut para analis, serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok peretas terkenal Lazarus, yang berbasis di Korea Utara. Lazarus dikenal sebagai dalang di balik berbagai peretasan besar yang menargetkan industri keuangan dan kripto selama bertahun-tahun. Kejahatan siber ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang keamanan platform perdagangan aset digital.

    Dikutip U Today, CEO dan salah satu pendiri Bybit, Ben Zhou, mengonfirmasi bahwa para peretas mulai mencuci Ethereum yang dicuri dengan mengonversinya ke Bitcoin melalui platform Chainflip.

    Zhou pun meminta bantuan komunitas dan berbagai jembatan blockchain untuk memblokir transaksi yang dilakukan oleh peretas. Selain itu, Bybit berencana meluncurkan program hadiah bagi siapa saja yang dapat membantu melacak atau memulihkan dana yang telah dicuri.

    Dominasi Bitcoin Melonjak Pasca Peretasan

    Adam Back, cypherpunk sekaligus CEO Blockstream, menanggapi insiden ini dengan kritik tajam terhadap Ethereum. Ia menyatakan bahwa peretasan terhadap kontrak EVM (Ethereum Virtual Machine) sudah terlalu sering terjadi dan membuktikan kelemahan fundamental dalam desain Ethereum.

    Back menyebut teknologi EVM sebagai “kompleks, rapuh, dan sulit diamankan.” Ia juga menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, miliaran dolar telah hilang akibat kelemahan ini.

    Ia menambahkan bahwa dominasi Bitcoin di pasar semakin meningkat akibat peretasan ini. Keamanan Bitcoin yang lebih terdesentralisasi dan tidak bergantung pada kontrak pintar seperti Ethereum menjadikannya pilihan yang lebih menarik bagi investor.

    Mantan Chief Strategy Officer Blockstream, Samson Mow, turut mengkritik Ethereum dengan menyarankan agar Vitalik Buterin melakukan hard fork untuk membalikkan transaksi yang telah dilakukan oleh peretas.

    Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2016, Ethereum pernah melakukan hard fork setelah peretasan DAO, yang kemudian menyebabkan perpecahan antara Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC). Namun, usulan ini masih menuai perdebatan di komunitas kripto.

    Respons Bursa Kripto Lain dan Dampaknya pada Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menanggapi peretasan ini, beberapa bursa kripto utama seperti Binance, Bitget, dan MEXC telah memberikan pinjaman kepada Bybit untuk membantu menjaga likuiditasnya. CEO Binance, Richard Teng, serta mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), turut menyuarakan dukungan mereka terhadap Bybit.

    Sementara itu, dampak dari insiden ini cukup signifikan terhadap pasar kripto. Harga beberapa aset digital utama, termasuk XRP, ADA, SHIB, dan DOGE, mengalami penurunan akibat tekanan likuidasi besar-besaran.

    Total nilai likuidasi kripto dilaporkan mencapai $556 juta dalam kurun waktu yang singkat. Sementara itu, Bitcoin justru mengalami peningkatan dominasi di pasar sebagai aset yang lebih aman dibandingkan dengan Ethereum.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com