Author: 25

  • Lazarus Group: Dalang di Balik Peretasan Bybit Senilai $1,4 Miliar

    Lazarus Group kembali mengguncang industri kripto dengan salah satu peretasan terbesar dalam sejarah. Pada hari Sabtu (22/2) lalu, platform bursa kripto Bybit mengalami serangan siber yang menyebabkan hilangnya aset kripto senilai $1,4 miliar.

    Insiden ini sontak menciptakan kepanikan di seluruh ekosistem kripto, dengan para ahli dan analis keamanan siber berusaha mengungkap dalang di baliknya.

    Lazarus Group dan Jejak Digitalnya

    Tak butuh waktu lama hingga seorang penyelidik independen, ZachXBT, berhasil mengungkap jejak yang mengarah pada kelompok peretas terkenal, Lazarus Group, yang diduga berasal dari Korea Utara.

    Dilaporkan Coinfomania, kelompok ini telah lama dikenal sebagai salah satu ancaman terbesar di dunia siber, dengan rekam jejak peretasan terhadap berbagai platform keuangan, termasuk bank dan bursa kripto.

    Dalam investigasinya, ZachXBT menemukan pola khas yang digunakan oleh Lazarus Group, termasuk metode pencucian dana serta penggunaan alamat dompet yang sama untuk beberapa serangan sebelumnya.

    Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa mereka tidak hanya menyerang Bybit tetapi juga platform Phemex beberapa hari sebelumnya. Aksi mereka semakin terstruktur dengan penggunaan alamat pencurian awal yang sama untuk mengumpulkan dana dari kedua peretasan tersebut.

    Metode Operasi Lazarus Group

    Ilustrasi Bybit.
    Ilustrasi Bybit.

    Lazarus Group dikenal menggunakan berbagai teknik canggih dalam serangan sibernya. Mereka kerap melakukan transaksi uji sebelum melancarkan serangan utama, melacak kelemahan dalam sistem keamanan, serta menggunakan dompet yang saling terhubung untuk mencuci dana hasil kejahatan mereka.

    Bukti tambahan dari investigasi menunjukkan bahwa kelompok ini diduga mendapat dukungan dari pemerintah Korea Utara, menjadikannya ancaman global bagi industri keuangan digital.

    Dampak Besar bagi Dunia Kripto

    Peretasan yang dilakukan Lazarus Group menimbulkan kekhawatiran besar terhadap sistem keamanan di industri aset digital. Dengan meningkatnya frekuensi serangan siber terhadap bursa kripto, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aset digital masih rentan terhadap ancaman serius dari kelompok peretas yang disponsori negara.

    Lebih dari sekadar peretasan biasa, insiden ini juga menyoroti kenyataan bahwa dunia kripto kini berada di garis depan peperangan digital global. Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah regulator, seperti SEC dan lembaga keamanan lainnya, akan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan dana investasi kripto atau apakah dunia harus bersiap menghadapi lebih banyak serangan di masa depan.

    Satu hal yang pasti, kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh industri bahwa keamanan harus selalu menjadi prioritas utama dalam ekosistem aset digital yang terus berkembang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Ethereum: Mengapa $10.000 Bukan Angka yang Mustahil?

    Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah mengalami kenaikan lebih dari 12% sejak menyentuh titik terendah di $2.460 pada 3 Februari lalu.

    Di saat banyak altcoin masih berjuang untuk pulih dari keterpurukan, ETH justru menunjukkan prospek bullish yang kuat. Bahkan, seorang analis percaya bahwa ETH “ditakdirkan” untuk menembus angka $10.000 pada siklus pasar ini.

    Apakah ini hanya sekadar spekulasi, atau ada dasar kuat yang mendukung prediksi tersebut?

    Polanya Mirip dengan Bitcoin di Masa Lalu

    Menurut laporan ZyCrypto, Analis kripto Ted Pillows mengamati pergerakan harga Ethereum dan membandingkannya dengan pola yang pernah dialami Bitcoin pada siklus bullish sebelumnya. Menurutnya, ETH saat ini berada di jalur yang mirip dengan BTC pada periode 2015-2017.

    Pada waktu itu, Bitcoin sempat turun ke level $200-$205 sebelum akhirnya melesat hingga mencapai titik tertinggi baru di $780. Setelah melalui fase akumulasi yang cukup panjang dan volatilitas ekstrem, BTC berhasil menembus resistensi dan memasuki reli parabola yang mengantarkannya ke harga lebih tinggi.

    ETH menunjukkan pola yang serupa. Setelah mengalami periode akumulasi dan volatilitas yang signifikan, termasuk aksi jual besar-besaran yang sempat menekan harga di bawah $3.000, Ethereum mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih kuat.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, dibandingkan dengan Bitcoin yang telah meningkat 90,5% dalam setahun terakhir, ETH masih tertinggal dengan penurunan 6,2% di periode yang sama. Bahkan, Bitcoin telah mencapai rekor tertinggi baru di $108.786 bulan lalu, sementara Ethereum masih tertahan di rekor sebelumnya sebesar $4.878 yang dicapai pada November 2021.

    Faktor Pendukung Bullish Ethereum

    Pillows mengungkapkan beberapa faktor yang bisa mendorong ETH menuju $10.000:

    1. Dominasi di DeFi
    2. Ethereum tetap menjadi penguasa keuangan terdesentralisasi (DeFi), dengan menguasai lebih dari 52% dari total nilai terkunci (TVL) di pasar DeFi. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap Ethereum sebagai ekosistem blockchain utama untuk aplikasi finansial terdesentralisasi.
    3. Akumulasi Institusional
    4. Minat dari investor institusional terhadap Ethereum semakin meningkat. Jika tren ini terus berlanjut, permintaan terhadap ETH bisa semakin tinggi dan mendorong harganya naik.
    5. Inflasi Rendah
    6. Ethereum saat ini memiliki tingkat inflasi yang lebih rendah dibandingkan dengan Bitcoin dan 99% altcoin lainnya. Dengan pasokan yang lebih terbatas dan permintaan yang terus meningkat, potensi kenaikan harga menjadi lebih besar.
    7. Potensi ETF Spot ETH
    8. Pasar juga menunggu keputusan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) terkait potensi persetujuan ETF spot ETH yang akan mencakup fitur staking. Jika disetujui, ini dapat membuka peluang likuiditas baru bagi Ethereum dan meningkatkan kepercayaan investor.

    Apakah $10.000 Realistis?

    Berdasarkan faktor-faktor di atas, Pillows berpendapat bahwa target $5.000 untuk Ethereum terlalu konservatif. Ia optimistis bahwa ETH memiliki potensi besar untuk mencapai $10.000 dalam siklus ini.

    Tentu saja, pasar kripto tetap penuh ketidakpastian, dan pergerakan harga bisa dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, termasuk regulasi dan dinamika pasar global. Namun, jika momentum bullish ini terus berlanjut, Ethereum bisa saja mencetak rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Para investor dan pedagang kini terus mengamati perkembangan selanjutnya, dengan harapan bahwa Ethereum benar-benar mampu menembus batas psikologis dan mencapai level yang lebih tinggi di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bybit Diretas, Harga XRP Turun

    Harga XRP telah menurun dalam satu minggu terakhir, sehingga menimbulkan dampak ketidakpastian tentang masa depan mata uang digital besutan Ripple tersebut.

    Bukan hanya XRP saja yang membuat para trader was-was, pelanggaran keamanan yang signifikan di bursa mata uang kripto Bybit telah menambah kekhawatiran pasar.

    Untuk diketahui, XRP saat ini diperdagangkan pada nilai $4,06 , menandai peningkatan 1% dari satu jam yang lalu tetapi penurunan 2,2% sejak kemarin.

    Selama tujuh hari terakhir , XRP telah kehilangan 7,8% nilainya. Penurunan 30 hari sekarang mencapai 18% , menunjukkan tren penurunan yang berkelanjutan. Sedangkan volume perdagangan hariannya mencapai $8,19 miliar dalam 24 jam terakhir.

    Prediksi Harga XRP

    Ada dua kemungkinan skenario untuk pergerakan harga XRP pada beberapa waktu ke depan.

    Skenario pertama, pemulihan harga XRP mungkin dimulai karena telah menyelesaikan fase koreksinya. Jika harga stabil, harganya bisa naik ke $3,40 yang merupakan harga tertinggi sebelumnya. Akan tetapi, jika turun di bawah $2,47, skenario ini tidak berlaku lagi.

    Skenario kedua, akan ada koreksi lebih lama lagi. XRP mungkin masih mengalami penurunan pasar.

    Jika jatuh di bawah $2,52 , harganya mungkin turun lebih jauh ke $2,26-$2,31 .Kemungkinan level dukungan mencakup $2,22, $2,10, atau bahkan $1,95 sebelum pemulihan apa pun.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Peretasan Bybit

    Di sisi lain, peretasan besar telah melanda Bybit, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia.

    Peretasan Bybit mengakibatkan lebih dari $1,1 miliar dicuri. Aset yang dicuri termasuk Ethereum yang dipertaruhkan secara likuid (stETH), Mantle Staked ETH (mETH), dan token ERC-20 lainnya.

    Menurut laporan Colitco pada Minggu (23/3), analis keamanan onchain ZachXBT adalah orang pertama yang mendeteksi pelanggaran tersebut. Kelompok peretas Korea Utara Lazarus pun telah dikaitkan dengan serangan tersebut.

    Salah satu pendiri sekaligus CEO Bybit, Ben Zhou, pun menanggapi pelanggaran tersebut dan membagikan informasi terbaru Terkait peretasan tersebut.

    “Yakinlah bahwa semua dompet kripto lainnya aman. Semua penarikan bersifat normal. Saya akan terus memberi tahu kalian jika ada perkembangan. Jika ada tim yang dapat membantu kami melacak dana yang dicuri, kami akan sangat menghargainya.”

    Meski diretas, lanjut Ben Zhou, pihaknya sama sekali tidak memiliki rencana untuk menangguhkan atau membatalkan penarikan dari para trader.

    “Saat ini, kami masih menerima semua permintaan penarikan, dan, faktanya, 70% di antaranya telah disetujui dan diproses. Masih banyak kemacetan jaringan, jadi kami memprosesnya secepat mungkin,” pungkasnya.

    Terkait kronologi peretasan Bybit, insiden ini berawal dari pemindahan dompet multitanda tangan Bybit. Transaksi tersebut disamarkan agar tampak sah tetapi mengandung kode sumber berbahaya.

    Peretas mengubah logika kontrak pintar dompet untuk mencuri dana. Bybit kini tengah mengamankan pinjaman untuk mempertahankan operasi sembari memulihkan kerugian yang dialami perusahaan.

    Efek Domino

    Peretasan Bybit telah menimbulkan kekhawatiran atas keamanan bursa dan dapat memengaruhi kepercayaan investor. XRP dan altcoin lainnya mungkin menghadapi volatilitas jangka pendek lebih lanjut.

    Reaksi pasar terhadap upaya pemulihan Bybit akan sangat penting. Maka dari itu, trader harus memantau tingkat harga XRP dengan cermat, terutama $2,52 dan $3,40.

    Sementara itu, XRP terus berjuang di tengah ketidakpastian pasar kripto yang lebih luas. Peretasan Bybit telah menambah tekanan, membuat investor berhati-hati.

    Apakah XRP pulih atau melanjutkan tren penurunannya bergantung pada pergerakan harga yang akan datang dan sentimen pasar secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump dan World Liberty Financial Akusisi Token SEI

    Pasar kripto kembali bergairah dengan langkah berani dari World Liberty Financial (WLFI), perusahaan milik Donald Trump, yang baru saja mengakuisisi token SEI.

    Dilaporkan Coinspeaker, dengan semakin besarnya dukungan WLFI terhadap sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), investor kripto kini berbondong-bondong mengumpulkan token WLFI. Apakah ini menjadi awal dari efek domino bullish berikutnya?

    Langkah Berani WLFI di Dunia DeFi

    Dalam pergerakan terbaru yang terungkap melalui postingan dari Spot On Chain, WLFI telah membelanjakan 125.000 USDC untuk membeli 547.990 token SEI. Langkah ini semakin memperjelas arah investasi WLFI dalam mendukung pertumbuhan ekosistem DeFi.

    Sebelum mengakuisisi SEI, WLFI telah melakukan serangkaian pembelian besar, termasuk 52,07 WBTC senilai $5 juta dan 2,53 juta token MOVE senilai $1,14 juta.

    Dengan pembelian ini, portofolio WLFI kini mencapai nilai $117,052 juta, meskipun mencatatkan kerugian sebesar $56,522 juta dengan total PNL turun sebesar 6,439%.

    Tidak hanya itu, selama dua hari terakhir, investor institusional juga mulai melirik WLFI. Dompet multi-tanda tangan yang baru dibuat diketahui telah menghabiskan 20 juta USDC untuk membeli 400 juta token WLFI, menandakan kepercayaan yang semakin meningkat terhadap proyek ini.

    Harga SEI Menguat: Sinyal Bullish yang Kuat?

    Pasca pembelian oleh WLFI, harga SEI mengalami lonjakan signifikan sebesar 7,82%, membentuk pola bullish engulfing. Lonjakan ini menyusul kenaikan 4,52% pada hari sebelumnya, yang semakin mengindikasikan momentum bullish yang solid.

    Secara teknikal, aksi harga SEI menunjukkan pola double-bottom dengan potensi breakout dari garis tren resistensi yang telah terbentuk sejak Desember 2024. Jika momentum ini berlanjut, maka target kenaikan berikutnya berdasarkan level Fibonacci 23,6% berada di $0,33113, yang berarti potensi kenaikan hingga 32%.

    Jaringan SEI Pulih, Namun Volume Perdagangan Masih Lesu

    Selain pergerakan harga yang positif, jaringan SEI juga mengalami pemulihan yang signifikan. Berdasarkan data dari DeFiLlama, total nilai terkunci (TVL) di jaringan SEI telah meningkat menjadi $195 juta, setelah sebelumnya anjlok dari $203,51 juta ke level terendah $166,01 juta pada awal 2025.

    Namun, meskipun TVL menunjukkan pemulihan, volume perdagangan di jaringan SEI masih tertinggal, berada di angka $10,54 juta. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah reli harga SEI dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

    Kesimpulan: Akankah Ini Menjadi Bull Run Baru?

    Dengan langkah agresif WLFI di sektor DeFi dan peningkatan minat terhadap token SEI, pasar kripto tampaknya berada di titik awal untuk pergerakan bullish berikutnya. Jika momentum ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin SEI dan WLFI akan menjadi katalis bagi tren kenaikan lebih lanjut di industri kripto.

    Namun, investor tetap harus mencermati perkembangan lebih lanjut, terutama terkait dengan volume perdagangan SEI dan bagaimana langkah WLFI selanjutnya dalam membangun posisinya di pasar DeFi. Apakah ini hanya langkah awal dari strategi jangka panjang Donald Trump di dunia kripto? Hanya waktu yang akan menjawab.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kegilaan Memecoin Solana Mulai Meredup, Apa yang Terjadi?

    Demam pencetakan token di jaringan Solana tampaknya mulai mereda setelah sebelumnya mengalami lonjakan besar pada awal tahun ini.

    Fenomena ini terjadi seiring dengan meningkatnya pengawasan terhadap memecoin yang sering kali dikaitkan dengan spekulasi dan potensi penipuan.

    Penurunan Drastis Peluncuran Token

    Menurut data dari Solscan, jumlah peluncuran token harian di Solana mengalami penurunan tajam, dari rekor tertinggi 95.578 token pada 26 Januari menjadi hanya 49.779 token pada 19 Februari. Angka ini menjadi yang terendah sejak Tahun Baru 2025.

    Gelombang kegilaan memecoin ini sempat memuncak pada bulan Januari setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, meluncurkan sepasang token yang memicu tren memecoin yang didorong oleh tokoh politik. Namun, tren ini kini mulai kehilangan momentumnya.

    Skandal Memecoin dan Dampaknya

    Kegilaan memecoin mendapat pukulan besar setelah Presiden Argentina, Javier Milei, mencuit tentang token Libra (LIBRA) yang diklaim terkait dengan pertumbuhan ekonomi Argentina.

    Namun, hanya dalam hitungan jam, postingan tersebut dihapus, dan pencipta token tersebut menghadapi tuduhan perdagangan orang dalam serta penipuan terhadap investor senilai $251 juta. Menurut perusahaan data Nansen, 86% pedagang LIBRA mengalami kerugian minimal $1.000 akibat kasus ini.

    Pump.fun Tertekan, Pendapatan Anjlok

    Pump.fun, platform yang bertanggung jawab atas sekitar 60% peluncuran token di Solana, juga merasakan dampaknya. Pada 19 Februari, platform ini hanya mencatat 35.152 token baru, angka terendah sejak Natal 2024. Pendapatannya pun merosot menjadi $1,69 juta, terendah sejak awal November menurut data dari Dune Analytics.

    Dampak bagi Altcoin dan Langkah Regulasi

    Gairah memecoin yang berlebihan di kalangan investor ritel menimbulkan kekhawatiran di industri kripto. Beberapa analis mengkhawatirkan bahwa dana yang dialokasikan ke memecoin dapat membatasi pertumbuhan pasar altcoin secara keseluruhan.

    Cointelegraph melaporkan bahwa 24% dari 200 token kripto teratas saat ini diperdagangkan pada titik terendah dalam lebih dari satu tahun.

    Tokoh-tokoh industri juga mulai menyuarakan kekhawatiran mereka. Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, dalam sesi “Ask Me Anything” berbahasa Mandarin mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap tren kasino di dunia blockchain.

    Sementara itu, CEO Coinbase, Brian Armstrong, menilai bahwa beberapa memecoin telah “melampaui batas,” bahkan sampai melibatkan praktik perdagangan orang dalam.

    Sebagai respons terhadap maraknya kasus penipuan dan pelanggaran dalam ekosistem kripto, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 20 Februari mengumumkan pembentukan Unit Cyber dan Teknologi Baru. Unit ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas blockchain dan kripto dengan fokus utama pada perlindungan investor ritel.

    Gegap gempita memecoin di jaringan Solana yang sempat mencapai puncaknya kini mulai meredup. Tekanan regulasi, skandal penipuan, dan turunnya minat investor menyebabkan jumlah peluncuran token menurun drastis.

    Sementara industri kripto terus berkembang, tren ini menjadi pengingat bahwa kegilaan spekulatif tanpa dasar yang kuat dapat berujung pada konsekuensi besar bagi para pelaku pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin USDT Kuat, Sinyal Reli Altcoin di Depan Mata?

    Pasar kripto kembali diramaikan dengan meningkatnya pasokan stablecoin, terutama Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), yang kini mencapai rekor tertinggi.

    Menurut laporan Coinspeaker, kondisi ini memicu optimisme di kalangan analis, yang meyakini bahwa pasar altcoin bisa segera mengalami reli besar.

    Stablecoin: “Bubuk Kering” yang Siap Meledak

    Analis kripto Miles Deutscher menyebut stablecoin sebagai “bubuk kering” yang siap mengalir kembali ke pasar ketika momen yang tepat tiba. Saat ini, meskipun kondisi pasar sedang lesu, meningkatnya cadangan stablecoin menunjukkan adanya potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

    “Sekarang yang dibutuhkan hanyalah percikan untuk menyalakan kembali momentum pasar,” ujar Deutscher.

    Sejak awal bulan ini, Tether (USDT) mencatat arus masuk terbesar ke bursa kripto. Fenomena ini menarik perhatian investor, karena pergerakan besar stablecoin sering kali menjadi pertanda lonjakan aktivitas perdagangan serta perubahan signifikan dalam strategi pasar.

    Sinyal Dimulainya Musim Altcoin

    CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, bahkan secara gamblang menyatakan bahwa musim altcoin telah dimulai. Ia menyoroti adanya rotasi dana dari Bitcoin ke altcoin, yang terlihat dari meningkatnya volume perdagangan altcoin hingga 2,7 kali lipat dibanding Bitcoin.

    Menurut Ju, dominasi Bitcoin bukan lagi satu-satunya indikator musim altcoin. Kini, volume perdagangan menjadi faktor utama dalam menentukan momentum pasar. Jika tren ini berlanjut, altcoin dapat mengalami lonjakan harga dalam waktu dekat.

    Pola Pembalikan Tren Altcoin

    Analis kripto Rekt Capital juga melihat sinyal positif bagi altcoin. Setelah sempat turun ke bawah $220 miliar, total kapitalisasi pasar altcoin kini stabil di sekitar $250 miliar, menunjukkan pembentukan basis yang solid.

    Selain itu, pola grafik yang muncul menunjukkan kemungkinan pembalikan tren. “Penutupan harian dan pengujian ulang di atas level resistensi akan mengonfirmasi pola ini, menandakan potensi kenaikan harga altcoin,” jelas Rekt Capital.

    Kesimpulan: Saatnya Bersiap?

    Dengan meningkatnya pasokan stablecoin, arus masuk USDT ke bursa, serta pergeseran dana ke altcoin, banyak analis percaya bahwa reli altcoin bisa terjadi dalam waktu dekat. Jika pola ini terus berlanjut, investor yang sudah mempersiapkan strategi dengan baik bisa mendapatkan keuntungan dari momentum ini.

    Apakah ini saat yang tepat untuk mulai mengoleksi altcoin? Semua mata kini tertuju pada pergerakan stablecoin dan volume perdagangan, yang menjadi kunci dalam menentukan langkah pasar berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Akan Putuskan ETF XRP Grayscale pada 18 Oktober 2025

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akan mengumumkan keputusan terkait proposal ETF XRP dari Grayscale paling lambat pada 18 Oktober 2025.

    Dikutip Cryptobriefing, keputusan ini akan diambil setelah melalui proses peninjauan selama 240 hari, yang dimulai sejak pengajuan resminya masuk dalam Federal Register pada 14 Februari 2025.

    Proses Peninjauan dan Tantangan Regulasi

    Dalam prosesnya, SEC membuka periode komentar publik selama 21 hari, di mana para pemangku kepentingan dapat memberikan pendapat mereka mengenai ETF ini. Setelah periode tersebut berakhir, SEC akan melakukan analisis terhadap masukan yang diterima sebelum akhirnya mengeluarkan keputusan.

    Beberapa aspek utama yang akan diperiksa oleh SEC meliputi:

    • Kepatuhan terhadap undang-undang sekuritas
    • Integritas pasar dan potensi manipulasi
    • Keamanan kustodian dan perlindungan investor

    Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi proposal ETF ini adalah status hukum XRP yang masih dalam perdebatan hukum. SEC masih bersengketa dengan Ripple Labs terkait status XRP sebagai sekuritas, sehingga keputusan mengenai ETF ini akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan hukum yang sedang berlangsung.

    Selain itu, SEC cenderung lebih berhati-hati dalam menyetujui ETF altcoin dibandingkan dengan ETF Bitcoin, mengingat potensi manipulasi pasar yang lebih besar.

    Dampak Potensial bagi Pasar Crypto

    Jika ETF XRP ini disetujui, hal ini bisa menjadi momen penting bagi industri crypto, menandakan adanya penerimaan yang lebih luas terhadap aset digital di pasar tradisional.

    Namun, jika ditolak, hal ini bisa memperkuat pandangan bahwa regulasi terhadap altcoin masih sangat ketat dan sulit untuk diterima dalam ekosistem keuangan konvensional.

    SEC Setujui Stablecoin YLDS dengan Imbal Hasil 3,85%

    Dalam perkembangan lainnya, SEC telah memberikan lampu hijau bagi YLDS, stablecoin pertama yang menawarkan imbal hasil dan terdaftar sebagai sekuritas publik. YLDS menawarkan APR sebesar 3,85% dengan suku bunga berbasis Suku Bunga Pembiayaan Berjangka Semalam (SOFR), dikurangi 0,50%.

    Investor dapat memperdagangkan YLDS di Figure Markets secara terus-menerus menggunakan USD atau stablecoin lain, dengan fleksibilitas konversi ke fiat selama jam operasional perbankan AS.

    Dengan persetujuan SEC terhadap YLDS, ini menunjukkan potensi perkembangan lebih lanjut dalam integrasi aset digital dengan regulasi keuangan tradisional. Keputusan ini bisa menjadi indikator bagaimana SEC akan menangani produk keuangan berbasis blockchain lainnya di masa mendatang.

    Keputusan SEC terhadap ETF XRP Grayscale akan menjadi salah satu peristiwa penting dalam dunia crypto. Sementara itu, persetujuan terhadap YLDS menunjukkan adanya penerimaan terhadap stablecoin dengan imbal hasil.

    Kedua peristiwa ini mencerminkan dinamika regulasi yang terus berkembang dalam industri crypto dan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan aset digital di pasar keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Canary Capital Listingkan Litecoin Spot ETF dengan Ticker LTCC

    Canary Capital telah mencatatkan Litecoin Spot ETF di sistem Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) dengan ticker LTCC, menandai langkah penting menuju peluncuran dana tersebut.

    Dikutip dari Cryptobriefing, pada Sabtu (22/2), meskipun telah terdaftar di DTCC, persetujuan dari Securities and Exchange Commission (SEC) masih dalam proses.

    Pencatatan di DTCC ini memastikan infrastruktur perdagangan yang diperlukan untuk ETF. DTCC sendiri adalah penyedia utama layanan kliring dan kustodian untuk transaksi sekuritas di AS.

    Dengan masuknya LTCC dalam sistem DTCC, investor melihat ini sebagai sinyal positif bagi pasar Litecoin.

    Menunggu Keputusan SEC

    Sebelumnya, Canary Capital mengajukan aplikasi ETF Litecoin Spot pada Oktober 2024 lalu, bersama dengan perusahaan lain seperti Grayscale dan CoinShares.

    Namun, aplikasi dari Canary Capital diprediksi akan menjadi yang pertama mendapatkan keputusan dari SEC.

    Sementara itu, analis ETF dari Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, menilai prospek ETF berbasis Litecoin lebih menjanjikan dibandingkan dengan dana kripto lainnya.

    Mereka mencatat bahwa ETF ini memenuhi persyaratan persetujuan, karena Litecoin sudah diklasifikasikan sebagai komoditas oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

    Lonjakan Harga Litecoin

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sejak pengajuan pertama ETF Litecoin ke SEC, harga aset digital ini telah naik lebih dari 100%, menurut data dari CoinGecko. Saat ini, Litecoin diperdagangkan di sekitar $130 (Rp 2,1 juta), dengan kenaikan 2% dalam satu jam terakhir.

    Dengan pencatatan di DTCC dan prospek persetujuan dari SEC, Litecoin Spot ETF milik Canary Capital berpotensi menjadi pionir di sektor ini.

    Investor semakin optimis terhadap dampaknya terhadap pasar kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Litecoin (LTC) Berpotensi Mengekor Kesuksesan XRP dan Solana (SOL)

    Litecoin (LTC) mungkin bukan nama yang paling sering diperbincangkan dalam dunia kripto.

    Namun, tidak ada hype besar atau tren media sosial harian. Namun, pertumbuhan yang stabil bisa berbicara lebih keras daripada sekadar popularitas.

    Baru-baru ini, Litecoin telah menunjukkan performa yang sulit untuk diabaikan oleh para investor, seperti dikabarkan oleh U Today pada Sabtu (22/2).

    Selama dua minggu terakhir, kapitalisasi pasar Litecoin melonjak 46%. Selain itu, aktivitas jaringannya mengalami pertumbuhan signifikan.

    Pada Agustus 2024, volume transaksi harian Litecoin mencapai $2,8 miliar (Rp 45,6 triliun). Kini, angka tersebut telah meningkat drastis menjadi $9,6 miliar (Rp 156,5 tiriliun) per hari.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang bertransaksi menggunakan LTC.

    Potensi ETF Litecoin

    Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan Litecoin adalah pembicaraan mengenai ETF (Exchange-Traded Fund). CoinShares, sebuah perusahaan keuangan ternama, telah mengajukan permohonan untuk mencatatkan ETF Litecoin di Nasdaq.

    Saat ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (U.S. Securities and Exchange Commission / SEC) sedang meninjau proposal tersebut. Meskipun belum ada jaminan, para analis pasar memperkirakan peluang persetujuan ETF ini mencapai 90% sebelum akhir 2025.

    Jika disetujui, ETF Litecoin akan memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap LTC melalui pasar saham yang diatur.

    Hal ini akan membuka peluang baru bagi adopsi institusional tanpa harus berurusan dengan dompet kripto atau pertukaran terpusat.

    Dampak ETF bagi Pasar Kripto

    Bitcoin telah lebih dulu mendapatkan ETF pada awal 2024, dan kini Litecoin menjadi kandidat berikutnya. Jika ETF Litecoin mendapatkan lampu hijau, ini bisa menjadi preseden bagi altcoin lain seperti XRP, Solana, dan Chainlink untuk mengikuti jejak yang sama.

    Proses ini menandakan bahwa pasar kripto semakin matang dan diterima dalam sistem keuangan tradisional. Litecoin mungkin bukan aset kripto yang paling mencolok, tetapi langkah-langkah yang diambil saat ini sangat signifikan.

    Dengan pertumbuhan stabil, peningkatan transaksi harian, dan potensi persetujuan ETF, LTC berpotensi mengalami lonjakan harga lebih lanjut.

    Jika berhasil, Litecoin tidak hanya mengukuhkan posisinya tetapi juga membuka jalan bagi altcoin lain untuk masuk ke pasar yang lebih luas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan Ethereum Terancam, $2 Miliar Kedaluwarsa!

    Ethereum menghadapi momen kritis di pasar kripto seiring dengan kedaluwarsanya opsi senilai $2,04 miliar (Rp 33,2 triliun), yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga.

    Bersama dengan sang raja kripto, Bitcoin, Ethereum diproyeksi bakal mengalami ketidakpastian arah pergerakan harga dalam jangka pendek.

    Coinpaprika menyebutkan bahwa para analis memperingatkan bahwa tekanan jual atau beli dapat meningkat, tergantung pada pergerakan harga saat mendekati level yang menyebabkan opsi menjadi tidak bernilai.

    Dampak Kedaluwarsa

    Opsi terhadap Ethereum Sebanyak 150.000 kontrak Ethereum akan kedaluwarsa, sehingga berpotensi menimbulkan pergerakan harga yang signifikan.

    Rasio put-to-call Ethereum berada di bawah 1, yang menunjukkan bahwa lebih banyak trader bertaruh pada kenaikan harga dibandingkan penurunan.

    Namun, teori “max pain” menyatakan bahwa harga cenderung bergerak ke level yang menyebabkan sebagian besar opsi berakhir tanpa nilai, yang dapat memicu koreksi harga.

    Zona Support dan Resistensi Kritis

    Saat ini, Ethereum menghadapi tantangan dalam mempertahankan level support kuncinya. Jika gagal bertahan di zona ini, harga Ethereum dapat turun ke kisaran yang lebih rendah.

    Sebaliknya, jika mampu bertahan atau mengalami rebound, ETH dapat kembali menguji level resistensi psikologis yang lebih tinggi.

    Para analis menyoroti bahwa meskipun volatilitas tampak rendah dalam jangka pendek, pasar kripto sering kali mengalami pergerakan mendadak.

    Sentimen Pasar dan Prediksi Pergerakan Harga

    Sentimen pasar terhadap Ethereum saat ini cenderung bearish dengan sebagian besar trader masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

    Para analis di Greeks.live menyebutkan bahwa kegagalan untuk mempertahankan level support dapat memicu aksi jual besar-besaran.

    Meskipun beberapa investor berharap akan stabilitas harga dalam waktu dekat, sejarah menunjukkan bahwa pasar kripto sering kali bergerak tak terduga.

    Dari segi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) Ethereum berada di level netral, menandakan bahwa aset ini tidak dalam kondisi overbought maupun oversold.

    Volume perdagangan juga menjadi perhatian, di mana konsentrasi aktivitas tinggi di dekat level resistensi menunjukkan tekanan jual yang kuat.

    Sebaliknya, area dengan volume rendah di dekat level support bisa mempercepat penurunan harga jika ETH tidak mampu bertahan.

    Pasar kripto sedang menghadapi momen yang penuh ketidakpastian dengan kedaluwarsanya opsi senilai $2 miliar (Rp 32,6 triliun).

    Jika Ethereum dapat mempertahankan level support-nya, potensi rebound masih terbuka. Namun, jika support tersebut jebol, harga ETH bisa anjlok lebih dalam, meningkatkan volatilitas di pasar.

    Para trader dan investor akan terus memantau pergerakan harga dengan cermat untuk mengantisipasi potensi perubahan arah dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com