Dalam setahun terakhir, warga Iran semakin beralih ke mata uang kripto untuk melindungi aset mereka dari ketidakstabilan ekonomi dan ketegangan geopolitik.
Laporan terbaru dari Chainalysis mengungkapkan bahwa arus keluar dari bursa kripto Iran meningkat hingga 70% pada tahun 2024, mencapai angka fantastis $4,2 miliar.
Mengapa Warga Iran Beralih ke Kripto?
Ekonomi Iran mengalami tekanan besar akibat inflasi tinggi dan depresiasi tajam mata uang lokal. Inflasi di negara tersebut berfluktuasi di kisaran 40% hingga 50%, membuat daya beli masyarakat semakin melemah.
Di sisi lain, sanksi internasional telah membatasi akses Iran ke sistem perbankan global, mendorong individu dan bisnis untuk mencari alternatif dalam menyimpan dan memindahkan dana mereka.
Bitcoin muncul sebagai pilihan utama bagi masyarakat Iran karena sifatnya yang tahan sensor dan kemampuannya untuk menyimpan aset secara mandiri. Chainalysis mencatat bahwa lonjakan aktivitas pertukaran kripto sering kali bertepatan dengan peristiwa geopolitik besar, seperti peluncuran rudal Iran dan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Upaya Pemerintah Iran Mengendalikan Arus Keluar Dana
Melihat lonjakan penggunaan kripto sebagai alat pelarian modal, pemerintah Iran mencoba membatasi fenomena ini.
Pada Desember 2024, otoritas setempat membekukan penarikan dari bursa domestik setelah nilai tukar rial Iran mengalami penurunan tajam. Namun, kebijakan ini tidak sepenuhnya menghambat warga Iran dalam mengakses kripto melalui jalur alternatif.
Sementara itu, tekanan global terhadap bursa asing yang melayani nasabah Iran juga meningkat. Chainalysis mencatat bahwa eksposur bursa asing terhadap pengguna Iran turun 23% antara tahun 2022 dan 2024 akibat berbagai upaya kepatuhan terhadap sanksi internasional.
Iran dan Rusia: Manuver Menghindari Sanksi
Tidak hanya individu, pemerintah Iran juga mencoba mencari cara untuk menghindari dampak sanksi ekonomi dengan menggandeng Rusia dan negara-negara BRICS lainnya. Mereka mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin sebagai alternatif transaksi lintas negara.
Namun, langkah ini mendapat perhatian serius dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) AS, yang semakin gencar menindak transaksi yang dianggap melanggar aturan internasional.
Laporan Chainalysis mengungkapkan bahwa yurisdiksi yang terkena sanksi secara kolektif menerima total $15,8 miliar dalam bentuk mata uang kripto sepanjang 2024. Jumlah ini mencakup 39% dari seluruh transaksi kripto ilegal di dunia.
Lonjakan penggunaan kripto di Iran menunjukkan bahwa semakin banyak individu dan institusi yang beralih ke aset digital sebagai cara untuk melindungi tabungan mereka dan menghindari pembatasan keuangan.
Dengan ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi, tren ini kemungkinan besar akan terus berkembang di masa mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bittensor (TAO) mengalami lonjakan signifikan pada 19 Februari 2025 setelah bursa kripto terkemuka, Coinbase, mengumumkan pencatatan token asli jaringan kecerdasan buatan (AI) yang terdesentralisasi tersebut.
Dalam 24 jam terakhir, TAO melonjak 20% hingga mencapai titik tertinggi intraday sebesar $420.
Meskipun kenaikan ini tergolong lebih kecil dibandingkan dengan altcoin berperforma terbaik lainnya seperti Story, Sonic, Aptos, dan Floki, lonjakan dua digit tetap menjadikan TAO sebagai salah satu aset dengan performa terbaik.
Peningkatan harga ini juga berhasil menghapus sebagian besar kerugian yang diderita TAO dalam beberapa hari terakhir akibat tekanan dari pergerakan Bitcoin yang kurang stabil.
Dengan kenaikan ini, TAO kembali ke level harga yang sebelumnya terlihat ketika komunitas kripto bereaksi positif terhadap berita AI terkait proyek DeepSeek. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap token AI semakin menguat seiring dengan perkembangan dan inovasi yang terjadi di sektor ini.
Coinbase Siap Memulai Perdagangan TAO
Dalam pengumumannya, Coinbase mengonfirmasi bahwa mereka akan menambahkan dukungan perdagangan untuk TAO di jaringan Bittensor. Perdagangan TAO akan tersedia dengan pasangan TAO/USD dan akan dimulai pada atau setelah pukul 9 pagi Waktu Pasifik pada 20 Februari 2025, tergantung pada kondisi likuiditas yang terpenuhi.
“Setelah pasokan aset ini mencukupi, perdagangan pada pasangan TAO-USD kami akan diluncurkan secara bertahap,” tulis Coinbase di platform X.
Faktor Lain yang Mendorong Kenaikan TAO
Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selain pengumuman dari Coinbase, harga Bittensor juga mengalami kenaikan signifikan awal bulan ini setelah proyek tersebut merilis whitepaper Dynamic TAO.
Whitepaper ini menguraikan berbagai peningkatan besar yang akan dilakukan pada jaringan Bittensor, menarik perhatian investor dan komunitas AI yang lebih luas.
Selain itu, volatilitas pasar kripto yang lebih luas turut berperan dalam pergerakan harga TAO. Bitcoin sempat melonjak di atas $96.000, sementara XRP mengalami kenaikan 6% setelah berita persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) XRP Hashdex di Brasil. Pergerakan ini mencerminkan sentimen positif di pasar kripto menjelang rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
Pentingnya Pencatatan TAO di Coinbase
Bittensor saat ini merupakan salah satu token AI teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, hanya berada di bawah NEAR. Sebelumnya, TAO telah terdaftar di bursa kripto besar seperti Binance dan Kraken.
Namun, pencatatan di Coinbase dianggap sebagai langkah strategis yang dapat memberikan daya tarik tambahan bagi TAO, terutama di pasar Amerika Serikat.
Proyek Bittensor, yang diluncurkan pada 2019, telah mendapatkan dukungan dari beberapa investor besar, termasuk Pantera Capital, Digital Currency Group, dan Lyrik Ventures.
Selain itu, Grayscale juga menyoroti Bittensor sebagai proyek penting dalam bidang AI karena pendekatan desentralisasinya yang dapat meningkatkan transparansi dan mendemokratisasi akses terhadap teknologi AI.
Menurut Grayscale, model desentralisasi seperti yang digunakan Bittensor menjadi krusial dalam proyek-proyek AI seperti DeepSeek. Meskipun proyek AI berbasis perusahaan memiliki keunggulan tertentu, mereka tetap menghadapi risiko seperti keamanan data, bias algoritma, serta kurangnya transparansi. Oleh karena itu, solusi desentralisasi yang ditawarkan Bittensor dipandang sebagai langkah penting dalam evolusi AI di masa depan.
Dengan pencatatan di Coinbase dan perkembangan proyek yang terus berlanjut, Bittensor tampaknya berada di jalur yang kuat untuk mendapatkan adopsi lebih luas serta daya tarik yang lebih besar di ekosistem kripto dan AI.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Laporan ini disusun oleh tim Research Tokocrypto sebagai panduan bagi para investor dan pelaku pasar untuk memahami perkembangan terkini dalam ekonomi global dan pasar kripto.
Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, performa pasar crypto, serta peristiwa-peristiwa penting di sektor blockchain, laporan ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai tren utama yang berpotensi memengaruhi strategi investasi.
Tim Research Tokocrypto berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat dan relevan untuk membantu pembaca mengambil keputusan yang lebih bijaksana di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Fokus Utama
Tinjauan Makroekonomi Global dan Nasional
Inflasi inti konsumen Jepang pada Januari 2025 diperkirakan meningkat menjadi 3,1% YoY, tertinggi dalam 17 bulan terakhir, terutama akibat kenaikan harga pangan dan pengurangan subsidi energi.
Inflasi Inggris naik ke 3,0% di Januari 2025, melebihi ekspektasi dan mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Faktor utama adalah kenaikan harga bahan bakar, makanan, serta pajak baru pada sekolah swasta.
China diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman di Februari 2025 guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah pelemahan yuan dan ketidakpastian global.
Indonesia akan meluncurkan Dana Abadi Nusantara (Danantara) pada 24 Februari 2024, dengan target mengelola dana hingga US$900 miliar, bertujuan untuk mempercepat investasi infrastruktur dan ekonomi nasional.
Bank Indonesia mengumumkan pembebasan biaya layanan QRIS di rumah sakit, tempat ibadah, dan destinasi wisata mulai 14 Maret 2025, guna mendorong adopsi transaksi digital dan inklusi keuangan.
Perkembangan Regulasi Kripto
SEC mulai mengeksplorasi model baru untuk staking dalam ETP, yang dapat membuka peluang bagi produk investasi crypto yang lebih terstruktur.
Nigeria mempercepat regulasi pajak crypto di tengah ketegangan dengan Binance, mencerminkan upaya negara dalam mengendalikan industri aset digital.
Hong Kong semakin memperkuat posisinya sebagai hub crypto dengan menyetujui lisensi untuk platform perdagangan aset digital baru.
Korea Selatan akan secara bertahap mengizinkan perusahaan untuk melakukan perdagangan crypto sebagai bagian dari reformasi pasar keuangan.
Brazil akan meluncurkan ETF spot XRP pertama di dunia, menandai langkah besar dalam adopsi aset digital di pasar keuangan tradisional.
Performa Pasar Kripto
Bitcoin tetap menjadi dominasi utama di pasar kripto, dengan volatilitas tinggi setelah laporan Consumer Price Index (CPI) AS dirilis. Dominasi Bitcoin terus meningkat, tercermin dari Altcoin Season Index turun dari 44 ke 39, mengindikasikan bahwa altcoin masih dalam fase underperformance dibandingkan BTC.
NFT Marketplace dan sektor Payment Solutions mengalami lonjakan signifikan, dengan peningkatan kapitalisasi pasar masing-masing +646.3% dan +37.9%, menandakan minat investor terhadap inovasi di kedua sektor ini.
ALT (18 Februari 2025): Unlock sebesar $11.71M (9.43% dari market cap) dengan distribusi utama ke Seed Round, Strategic Round, dan Foundation, yang dapat menciptakan tekanan jual dari investor awal.
YGG (18 Februari 2025): Unlock sebesar $2.95M (2.79% dari market cap) dengan distribusi ke Founders, Series A-1, dan Acquisition Bonus, berpotensi menambah pasokan ke market tanpa tekanan jual yang berlebihan.
Proyeksi Analis
Kapitalisasi pasar kripto global masih berkisar $3T – $3.3T, Fear and Greed Index tetap di 40 (Neutral), mencerminkan kondisi pasar yang masih dalam ketidakpastian tanpa dominasi sentimen bullish atau bearish yang kuat.
NFT Marketplace, Payment Solutions, dan Tokenized Assets menunjukkan performa kuat dalam seminggu terakhir, mencerminkan meningkatnya adopsi dan minat investor terhadap sektor ini.
Bittensor Ecosystem dan PolitiFi juga mengalami pertumbuhan signifikan, menandakan potensi sektor AI dan decentralized governance dalam ekosistem kripto.
Weekly Macroeconomics
Inflasi Inti Jepang Diperkirakan Mencapai 3,1% pada Januari 2025 karena Kenaikan Harga Pangan
Inflasi inti konsumen Jepang pada Januari 2025 diproyeksikan naik sebesar 3,1%.
Inflasi inti konsumen Jepang pada Januari 2025 diproyeksikan naik sebesar 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya, meningkat dari 3% pada Desember 2024. Kenaikan ini disebabkan oleh harga pangan yang terus meningkat dan pengurangan subsidi pemerintah untuk penyuling minyak.
Harga beras, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir, mendorong pemerintah untuk merilis 210.000 metrik ton beras cadangan guna menstabilkan harga. Data resmi CPI akan dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri pada 21 Februari 2025. Selain itu, ekspor Jepang pada Januari diperkirakan naik 7,9% YoY, sementara impor meningkat 9,7%, menghasilkan defisit perdagangan sebesar 2,1 triliun yen.
Inflasi Inggris Meningkat ke 3,0% di Januari, Tantangan Baru bagi Bank of England
Data terbaru dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan bahwa inflasi Inggris mencapai 3,0% pada Januari 2025, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 2,8%. Penyebab utama kenaikan ini adalah harga bahan bakar yang lebih tinggi, kenaikan harga makanan, serta dampak pajak baru pada sekolah swasta.
Sementara itu, inflasi sektor jasa juga meningkat ke 5,0% dari 4,4%, meskipun masih di bawah perkiraan BoE. Pound sterling sempat menguat setelah rilis data ini, tetapi kembali melemah. Dengan proyeksi BoE yang memperkirakan inflasi bisa mencapai puncaknya di 3,7% pada kuartal ketiga 2025, pasar kini memantau dampaknya terhadap kebijakan suku bunga dan stabilitas ekonomi Inggris.
China Pertahankan Suku Bunga di Tengah Risiko Ekonomi
People’s Bank of China (PBoC) diprediksi tidak akan menurunkan Loan Prime Rate (LPR) untuk bulan Februari, meskipun tekanan ekonomi masih tinggi. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar yuan dan menghindari arus keluar modal yang lebih besar.
Sementara ekonomi China masih mengalami perlambatan, dengan sektor properti yang melemah dan konsumsi yang lesu, regulator tampaknya memilih pendekatan hati-hati terhadap kebijakan moneter. Investor global mencermati apakah kebijakan ini akan cukup untuk menstimulasi pertumbuhan atau justru memperpanjang tekanan ekonomi domestik.
Indonesia Macroeconomic Update
Indonesia Luncurkan Danantara, Sovereign Wealth Fund dengan Target US$900 Miliar
Pemerintah Indonesia akan meresmikan Dana Abadi Nusantara (Danantara) pada 24 Februari 2024 sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang bertujuan untuk mengelola aset dan investasi strategis negara. Danantara ditargetkan memiliki dana kelolaan hingga US$900 miliar, menjadikannya salah satu SWF terbesar di dunia.
Model pengelolaannya akan mengadopsi praktik terbaik dari Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dan GIC Singapura, dengan fokus pada investasi infrastruktur, energi, dan sektor produktif lainnya guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pembentukan SWF ini diharapkan dapat menarik investor global serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Rupiah Melemah ke Rp16.359, Berlawanan dengan Tren Penguatan Mata Uang Asia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke Rp16.359, meskipun mayoritas mata uang Asia mengalami penguatan. Pelemahan ini disebabkan oleh sentimen global terkait kebijakan The Fed serta faktor domestik seperti arus modal keluar.
Sementara itu, mata uang lain seperti yuan China dan won Korea justru menguat, didorong oleh data ekonomi yang lebih baik. Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global.
BI Gratiskan Biaya QRIS di RS, Tempat Ibadah, dan Wisata Mulai 14 Maret 2025
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa mulai 14 Maret 2025, biaya transaksi QRIS akan digratiskan untuk sektor-sektor tertentu, termasuk rumah sakit, tempat ibadah, dan destinasi wisata. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan adopsi pembayaran digital dan mendorong inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.
Selain itu, langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada uang tunai dan mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia. Gubernur BI menyatakan bahwa pembebasan biaya ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Crypto Regulation Update
SEC Pertimbangkan Model Baru untuk Staking dalam ETP di Bawah Kepemimpinan Pro-Crypto
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) sedang mempertimbangkan model baru untuk staking dalam Exchange-Traded Products (ETP) di bawah kepemimpinan yang lebih mendukung crypto. Langkah ini bertujuan untuk menemukan keseimbangan antara keamanan investor dan inovasi dalam sektor keuangan digital.
Dengan meningkatnya minat terhadap staking sebagai sumber pendapatan pasif, keputusan SEC dapat membuka jalan bagi lebih banyak produk investasi berbasis crypto yang teregulasi. Namun, masih ada tantangan terkait kepatuhan terhadap regulasi sekuritas serta bagaimana mekanisme staking akan disesuaikan dalam kerangka hukum yang ada.
Nigeria Percepat Pajak Crypto di Tengah Sengketa dengan Binance
Pemerintah Nigeria dilaporkan mempercepat penerapan pajak crypto, seiring dengan upaya mengatur industri aset digital yang berkembang pesat. Langkah ini muncul di tengah perselisihan dengan Binance, yang menghadapi pengawasan ketat di negara tersebut.
Kebijakan ini menunjukkan pendekatan pemerintah dalam mengendalikan transaksi crypto, meningkatkan transparansi, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi keuangan nasional. Namun, langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku industri terkait potensi hambatan dalam pertumbuhan ekosistem crypto di Nigeria.
Hong Kong Percepat Strategi Crypto dengan Persetujuan Bursa Baru
Ilustrasi Hong Kong. Sumber: Getty Images.
Regulator keuangan Hong Kong telah menyetujui lisensi untuk platform perdagangan aset digital baru, memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan crypto yang teregulasi. Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk menarik lebih banyak institusi keuangan dan perusahaan blockchain ke wilayah tersebut.
Persetujuan ini menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap crypto dibandingkan dengan regulasi ketat di AS dan Eropa. Dengan dukungan kebijakan yang jelas dan infrastruktur yang berkembang, Hong Kong berpotensi menjadi pusat utama perdagangan crypto di Asia.
Korea Selatan Akan Mengizinkan Perdagangan Crypto Korporasi Secara
Pemerintah Korea Selatan berencana untuk melonggarkan pembatasan perdagangan crypto bagi perusahaan, sebagai bagian dari reformasi pasar keuangan yang lebih luas. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan, dan mendorong adopsi aset digital oleh institusi keuangan.
Saat ini, hanya individu yang dapat melakukan perdagangan crypto, tetapi dengan aturan baru, korporasi akan diberi akses secara bertahap. Kebijakan ini dipandang sebagai upaya Korea Selatan untuk memposisikan diri sebagai pemimpin dalam regulasi dan inovasi crypto di Asia.
Brazil Meluncurkan ETF Spot XRP Pertama di Dunia
Komisi Sekuritas Brasil (CVM) menyetujui peluncuran ETF spot XRP pertama di dunia, memberikan investor institusional akses langsung ke XRP dalam bentuk produk keuangan yang teregulasi. ETF ini dikelola oleh B3, bursa saham utama Brasil, dan diharapkan meningkatkan likuiditas serta legitimasi XRP di pasar global. Langkah ini mencerminkan meningkatnya penerimaan aset kripto dalam sistem keuangan tradisional, terutama di Amerika Latin.
Crypto Market Update
Bitcoin Updates
Analisis BTC/USDT menunjukkan bahwa support $94,000 sempat ditembus, tetapi adanya long tail pada candlestick mengindikasikan beli di harga rendah. Namun, EMA 20 ($97,539) mulai menurun, dan RSI di 46, menunjukkan bahwa bears masih mendominasi.
Jika BTC gagal menembus EMA 20 (Garis Orange), harga bisa turun ke $90,000, level penting bagi bulls. Jika $90,000 ditembus, pola double-top bisa terbentuk, yang berisiko mendorong BTC lebih rendah. Sebaliknya, jika bulls berhasil menembus SMA 50 (Garis Biru) $99,000, BTC bisa menuju $102,500 hingga $106,500.
Analisis ETH/USDT menunjukkan bahwa harga masih diperdagangkan di bawah $2,850, namun bears gagal menekan harga di bawah $2,500, menandakan penurunan minat jual. Jika pembeli berhasil mendorong harga ke downtrend line dan menembusnya, ETH bisa menguat ke $3,400.
Sebaliknya, jika harga gagal melewati resistance dan turun di bawah $2,500, ETH berisiko melemah lebih lanjut ke $2,400 dan $2,300. Indikator RSI di 42, menunjukkan momentum masih lemah tetapi ada potensi rebound jika support bertahan.
Analisis SOL/USDT menunjukkan bahwa harga turun di bawah support $175, mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam. Namun, jika pembeli berhasil mendorong harga kembali di atas $175, maka breakdown ini bisa menjadi bear trap, dengan potensi rebound menuju EMA 20-day ($193) dan EMA 50-day ($204).
Sebaliknya, jika harga gagal menembus kembali $175 dan berbalik turun, maka bearish momentum bisa berlanjut dengan support selanjutnya di $155. Indikator RSI berada di 32, menunjukkan bahwa SOL mendekati area oversold, yang bisa memicu rebound jangka pendek.
Sumber: tradingview date taken: 20 Februari 2025
MicroStrategy Tawarkan Obligasi Konversi $2 Miliar dengan Syarat Lebih Menarik
MicroStrategy mengubah syarat obligasi konversi senilai $2 miliar untuk meningkatkan daya tarik bagi investor. Perubahan ini mencakup bunga lebih tinggi dan opsi konversi yang lebih fleksibel, yang dapat menarik lebih banyak institusi.
Strategi ini bertujuan untuk memberikan arus kas tambahan bagi perusahaan, memungkinkan mereka memperkuat kepemilikan Bitcoin. Langkah ini mencerminkan pendekatan agresif MicroStrategy dalam memanfaatkan pasar keuangan guna memperluas eksposurnya terhadap aset digital.
SecondSwap Luncurkan Mainnet di Ethereum, Targetkan Ekspansi ke Solana
SecondSwap, decentralized exchange (DEX) berbasis Ethereum, resmi meluncurkan mainnet sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem perdagangan yang lebih efisien. Dengan model automated market maker (AMM) hybrid, SecondSwap mengklaim dapat meningkatkan likuiditas dan menekan biaya transaksi. Proyek ini juga memiliki rencana ekspansi ke Solana, bertujuan untuk memperluas jangkauan ke jaringan dengan throughput tinggi.
Skandal Libra Token dan Regulasi Argentina Bisa Hantam Tren Memecoin
Co-creator Libra Token mengklaim telah mengirim dana ke Karina Milei, saudara sekaligus penasihat utama Presiden Argentina Javier Milei, memicu spekulasi politik dan transparansi dalam penggunaan dana crypto.
Pemerintah Argentina kini menghadapi tekanan untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan crypto dalam penggalangan dana politik. Seiring dengan meningkatnya regulasi dan pengawasan terhadap crypto fundraising, potensi dampak terhadap pasar memecoin di Argentina juga menjadi perhatian, dengan kemungkinan pembatasan yang dapat mengurangi minat investor lokal terhadap aset spekulatif ini.
ForU AI Perkenalkan Community AI-DID untuk Masa Depan AI Terdesentralisasi
ForU AI mengumumkan inisiatif Community AI-DID, yang bertujuan menciptakan agen AI dunia nyata dengan sistem identitas digital yang terdesentralisasi. Program ini memungkinkan pengguna memiliki dan mengontrol identitas AI mereka di berbagai aplikasi Web3, meningkatkan interoperabilitas dan keamanan dalam ekosistem AI berbasis blockchain.
Langkah ini menandai upaya ForU AI dalam mengintegrasikan teknologi AI dengan prinsip decentralized identity (DID) untuk masa depan yang lebih terbuka dan berbasis komunitas.
FTX Siapkan Distribusi Pembayaran Kreditur Berikutnya pada Mei 2025
FTX mengumumkan bahwa putaran pembayaran berikutnya untuk kreditur direncanakan pada Mei 2025, setelah pengadilan menyetujui rencana distribusi dana. Sejak kebangkrutan pada November 2022, FTX telah mengumpulkan dan menjual aset untuk mengembalikan dana kepada para kreditur, termasuk investor ritel dan institusi.
Meski jumlah spesifik dalam distribusi ini belum dikonfirmasi, pemegang klaim diharapkan menerima sebagian dari aset yang telah berhasil dipulihkan.
Crypto Market Performance
Sumber: crypto bubbles (20 Februari 2025)
Weekly Global Performance
Name
Price
Market Cap
Week
Sonic (prev. FTM)
$0.74
$2.35B
35.90%
MANTRA
$7.43
$7.23B
29.80%
Alchemy Pay
$0.03
$167.58M
29.40%
Bounce
$12.75
$84.03M
23.30%
Self Chain
$0.24
$22.84M
22.70%
ARK
$0.50
$92.69M
22.60%
Berachain
$7.39
$795.30M
21.30%
Golem
$0.33
$330.58M
19.70%
Tensor
$0.42
$110.57M
17.90%
Maker
$1,177
$994.96M
17.30%
Sumber: crypto bubbles (20 Februari 2025)
Token dengan performa terbaik minggu ini dipimpin oleh Sonic (sebelumnya Fantom, FTM) dengan kenaikan +35,9% dan kapitalisasi pasar mencapai $2,35 miliar. Rebranding ini tampaknya meningkatkan minat pasar terhadap ekosistem Fantom. MANTRA (OM) (+29,8%, $7,23 miliar) dan Alchemy Pay (ACH) (+29,4%, $167,58 juta) juga mengalami lonjakan signifikan, mencerminkan meningkatnya adopsi di sektor staking dan solusi pembayaran berbasis crypto.
Token lain yang mencatat kenaikan signifikan adalah Bounce (AUCTION) (+23,3%, $84,03 juta) dan Self Chain (+22,7%, $22,84 juta), kemungkinan didorong oleh perkembangan ekosistem dan spekulasi pasar. ARK (ARK) (+22,6%, $92,69 juta) dan Berachain (BERA) (+21,3%, $795,3 juta) menunjukkan ketertarikan investor terhadap proyek berbasis interoperabilitas dan inovasi DeFi.
Sementara itu, Golem (GLM) (+19,7%, $330,58 juta) dan Tensor (TNSR) (+17,9%, $110,57 juta) menunjukkan pertumbuhan stabil, dengan Tensor kemungkinan terdorong oleh lonjakan di sektor NFT marketplace. Maker (MKR) (+17,3%, $994,96 juta) melengkapi daftar dengan pertumbuhan yang tetap solid di tengah pemulihan sektor DeFi.
Weekly Global Sector Performance
NO
Category
7d (%)
Market Cap
1
NFT Marketplace
646.30%
$9.50B
2
Binance Alpha Spotlight
205.40%
$9.95B
3
Payment Solutions
37.90%
$2.17B
4
Wallets
18.70%
$2.82B
5
Bittensor Ecosystem
14.20%
$3.90B
6
Tokenized Assets
7.70%
$3.09B
7
PolitiFi
7.30%
$3.83B
8
Optimism Superchain Ecosystem
7.20%
$3.69B
9
Layer 2 (L2)
4.00%
$19.37B
10
Analytics
3.30%
$2.62B
Sumber: Coingecko (20 Februari 2025)
Dari sisi sektor kripto NFT Marketplace mencatat lonjakan terbesar dengan kenaikan +646,3% dan kapitalisasi pasar mencapai $9,5 miliar. Ini menunjukkan kebangkitan minat terhadap ekosistem NFT, didukung oleh platform seperti Tensor dan kemungkinan perkembangan baru di marketplace NFT besar.
Binance Alpha Spotlight (+205,4%, $9,95 miliar) juga mencatat pertumbuhan luar biasa, yang menunjukkan bahwa proyek-proyek unggulan yang dipromosikan Binance mendapatkan perhatian investor. Payment Solutions (+37,9%, $2,17 miliar) dan Wallets (+18,7%, $2,82 miliar) mencerminkan meningkatnya fokus pada adopsi crypto dalam pembayaran dan infrastruktur dompet digital.
Kategori Bittensor Ecosystem (+14,2%, $3,9 miliar) masih mempertahankan pertumbuhan, menunjukkan bahwa sektor AI tetap relevan. Tokenized Assets (+7,7%, $3,09 miliar) dan PolitiFi (+7,3%, $3,83 miliar) menunjukkan pertumbuhan moderat, dengan PolitiFi kemungkinan terdorong oleh narasi crypto-politik yang berkembang.
Di sisi lain, Optimism Superchain Ecosystem (+7,2%, $3,69 miliar) dan Layer 2 (L2) (+4%, $19,37 miliar) menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan kategori lain, meskipun tetap mencerminkan adopsi teknologi scalability. Analytics (+3,3%, $2,62 miliar) melengkapi daftar dengan pertumbuhan kecil, namun tetap menunjukkan relevansi sektor data dalam ekosistem crypto.
On-Chain Analysis
Heatmap Likuidasi Bitcoin
Sumber: coinglass Date taken: 20 February 2025
BTC Liquidation Heatmap menunjukkan zona likuidasi tinggi di $99,000 – $102,000, yang berpotensi menjadi resistensi kuat jika BTC terus naik. Di sisi lain, area $93,000 – $95,000 menjadi support signifikan, terbukti dari adanya short squeeze yang mendorong harga naik kembali ke atas $96,000. Selama seminggu terakhir, BTC mengalami penurunan hingga $92,000, tetapi berhasil rebound dengan akumulasi di area support.
Jika tekanan beli berlanjut dan BTC mampu menembus $99,000, ada peluang untuk reli lebih tinggi. Namun, jika gagal melewati zona likuidasi besar ini, BTC bisa kembali mengalami tekanan jual dengan kemungkinan retest ke $95,000 atau lebih rendah. Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada reaksi pasar terhadap zona likuidasi utama ini.
Analysis Daily Volume Crypto Feb 2025
Pasar crypto menunjukkan tanda-tanda diversifikasi likuiditas, meskipun masih dalam tahap awal. Bitcoin (BTC) tetap dominan dengan volume harian $20.3 miliar, diikuti oleh Ethereum (ETH) sebesar $10.8 miliar. Namun, yang menarik perhatian adalah XRP ($6.1 miliar) dan Solana (SOL) ($5.2 miliar) yang mulai menguat, menunjukkan peningkatan minat investor.
Selain itu, Dogecoin (DOGE) dan token bertema politik seperti TRUMP ($2.6 miliar) juga mencatat volume signifikan. Meskipun demikian, lebih dari setengah dari 50 token teratas masih kesulitan mencapai volume perdagangan harian di atas $200 juta, menunjukkan bahwa dominasi BTC dan ETH masih kuat. Tren ini mengindikasikan adanya potensi peningkatan likuiditas di altcoins, tetapi prosesnya masih bertahap.
Tren Staking ETH Menurun (Q4 2024 – Q1 2025)
Data dari Kaiko menunjukkan bahwa total ETH yang di-stake mengalami penurunan signifikan, dengan outflow sebesar 1.29 juta ETH dalam enam bulan terakhir. Coinbase, sebagai entitas staking ETH terbesar kedua setelah Lido, menjadi salah satu penyumbang utama dari tren ini.
Secara keseluruhan, pangsa pasar staking di bursa mengalami penurunan sebesar 3.8%, dengan total ETH yang di-stake turun dari 34.6 juta menjadi 33.9 juta ETH. Hal ini mencerminkan potensi perubahan strategi staking di kalangan investor, kemungkinan akibat insentif yang lebih rendah atau peningkatan alternatif yield lainnya.
Bitcoin: MVRV Ratio
Sumber: cryptoquant.com
Metrik Market Value to Realized Value (MVRV) digunakan untuk menentukan apakah Bitcoin sedang overvalued atau undervalued. MVRV di atas 3 atau 4 sering dikaitkan dengan market top, sementara MVRV di sekitar 1 menunjukkan bahwa pasar sedang undervalued.
Saat ini, MVRV berada di 2.2, yang berarti Bitcoin berada di median point, belum memasuki fase ekstrem. Selain itu, MVRV band sedang melakukan retest pada 365 SMA, yang berpotensi menjadi support bagi MVRV untuk mengalami bounce. Jika ini terjadi, ada kemungkinan bahwa harga Bitcoin juga akan mengalami kenaikan.
Bitcoin and Gold Price Corelation
Sumber: cryptoquant.com
Grafik ini menampilkan korelasi antara Bitcoin dan Emas dari Maret 2024 hingga Februari 2025. Kedua aset menunjukkan tren kenaikan, dengan Bitcoin mengalami lonjakan signifikan, sementara emas naik lebih stabil.
Korelasi antara keduanya berfluktuasi, dari positif (>0) hingga negatif (<0). Pada pertengahan hingga akhir 2024, korelasi mencapai 0.8, menandakan hubungan yang sangat kuat. Ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin bisa berperan sebagai “Gold 2.0”, terutama dalam konteks aset lindung nilai (safe haven).
Token Unlocks Schedule
Altlayer (ALT) – 25 Februari 2025
AltLayer ($ALT) adalah platform rollup-as-a-service yang memungkinkan pengembang meluncurkan rollup blockchain dengan mudah menggunakan teknologi modular dan interoperable. Ekosistemnya mendukung berbagai framework seperti OP Stack dan Arbitrum Orbit untuk meningkatkan skalabilitas.
Unlock sebesar 240.80M ALT (~$11.71M), 2.41% dari total supply, atau 9.43% dari market cap.
Mayoritas alokasi ke Seed Round (3.47%), Strategic Round (3.47%), dan Foundation (2.43%), yang berpotensi meningkatkan tekanan jual karena adanya vested tokens untuk investor awal.
Risiko dampak harga: Tinggi – Unlock ini cukup signifikan dibanding market cap, dengan alokasi besar ke investor awal yang cenderung melakukan profit-taking.
Yield Guild Games (YGG) – 27 Februari 2025
Yield Guild Games ($YGG) adalah gaming guild berbasis blockchain yang berfokus pada play-to-earn dan NFT gaming economy. Proyek ini mendukung pemain dengan menyediakan akses ke aset dalam game berbasis Web3.
Unlock sebesar 11.49M YGG (~$2.95M), 1.15% dari total supply, atau 2.79% dari market cap.
Mayoritas alokasi ke Founders (2.70%), Series A-1 (2.70%), dan Acquisition Bonus (1.43%), yang mungkin menambah pasokan di market tetapi dengan tekanan jual yang lebih moderat.
Risiko dampak harga:Sedang – Unlock relatif kecil dibanding market cap, tetapi tetap dapat menambah pasokan di market dan menekan harga dalam jangka pendek.
Analyst Projection
Sumber: coinmarketcap Date taken: 20 February 2025
Dalam seminggu terakhir, market crypto masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang cukup tinggi. Market cap global bertahan di sekitar $3.2T, menunjukkan belum adanya pemulihan signifikan pasca koreksi awal Februari. Fear and Greed Index tetap di 40 (Neutral), mencerminkan kondisi pasar yang masih dalam ketidakpastian tanpa dominasi sentimen bullish atau bearish yang kuat.
Sementara itu, Altcoin Season Index turun dari 44 ke 39, mengindikasikan bahwa Bitcoin semakin mendominasi dibanding altcoin, meskipun belum memasuki full Bitcoin season. Indeks CoinMarketCap 100 mengalami kenaikan 1.28%, menandakan adanya sedikit pemulihan di beberapa aset utama meskipun belum merata.
Ke depan, market masih berpotensi mengalami konsolidasi dengan volatilitas tinggi, terutama karena faktor makroekonomi dan potensi akumulasi menjelang halving Bitcoin. Level psikologis $3T masih menjadi support penting, dan jika market cap tetap bertahan di atas $3.2T, ada peluang pemulihan secara bertahap.
Sektor yang berpotensi mengungguli market dalam beberapa hari ke depan:
NFT Marketplace: Jika momentum positif berlanjut, ekosistem NFT bisa mengalami peningkatan volume lebih lanjut.
CEX Tokens: Dengan tren airdrop yang meningkat, token exchange bisa terus menarik investor yang mencari insentif tambahan.
AI & Machine Learning: Meskipun mengalami perlambatan minggu ini, sektor ini masih memiliki narrative kuat yang bisa mendapatkan katalis baru.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin terus menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian pasar. Melansir Newsbtc, harga Bitcoin saat ini telah naik dari $96.000 (Rp 1,56 miliar) menjadi hampir $97.000 (Rp 1,58 miliar).
Angka ini mendekati level psikologis $100.000 (Rp 1,6 miliar). Namun, tantangan tetap ada, membuat analis mempertimbangkan apakah momentum bullish ini bisa bertahan atau akan terjadi koreksi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, indikator pasar menunjukkan sinyal campuran. Sebuah analisis dari Onchain Edge, kontributor CryptoQuant, mengungkap bahwa Bitcoin berada di “zona keputusan kritis.”
Indikator Bitcoin
Dua indikator utama, yaitu Taker Buy/Sell Ratio dan MVRV Ratio, menunjukkan bahwa pasar belum mengalami overvaluasi, meskipun ada tanda-tanda kehati-hatian.
MVRV Ratio dan Potensi Kenaikan HargaMVRV Ratio Bitcoin saat ini berada di angka 2,21, atau masih jauh dari level 3,5–4,0 yang sering dikaitkan dengan puncak pasar.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Hal ini menandakan bahwa valuasi Bitcoin masih memiliki ruang untuk naik lebih tinggi sebelum mencapai level jenuh beli. Selain itu, indikator lain seperti Puell Multiple juga menunjukkan bahwa Bitcoin belum berada dalam kondisi overbought.
Jika tren ini berlanjut dan pembeli kembali menguasai pasar, ada peluang bagi Bitcoin untuk menembus angka enam digit sebelum mengalami koreksi besar.
Sementara itu, Taker Buy/Sell Ratio Bitcoin berada di level 0,96, sedikit di bawah ambang batas 0,98 yang sering dikaitkan dengan kekuatan bullish.
Secara historis, angka di kisaran ini pernah mendahului koreksi pasar, seperti yang terjadi pada puncak harga Bitcoin di Maret dan November 2021.
Maka dari itu, seandainya Bitcoin gagal menembus resistensi saat ini, ada kemungkinan bahwa pasar akan mengalami koreksi jangka pendek.
Sebaliknya, jika harga tetap bertahan di atas $95.000 (Rp 1,54 miliar) dan terjadi lonjakan aktivitas pembelian, Bitcoin bisa melanjutkan reli menuju level baru yang lebih tinggi.
Artinya, pasar Bitcoin saat ini berada dalam keseimbangan antara optimisme dan potensi risiko koreksi. Sementara beberapa indikator menunjukkan ruang untuk kenaikan lebih lanjut, sinyal bearish juga tidak bisa diabaikan.
Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan harga Bitcoin akan menentukan apakah reli harga Bitcoin saat ini akan terus berlanjut atau mengalami jeda sebelum kembali naik.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga XRP mengalami lonjakan signifikan setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) secara resmi mengakui beberapa pengajuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) XRP.
Sebuah laporan dari Decrypt menyebutkan bahwa pengajuan tersebut diajukan oleh manajer aset utama seperti WisdomTree dan Canary Capital, yang meningkatkan optimisme bahwa XRP akan segera tersedia bagi investor institusional melalui jenis investasi yang diatur.
Tercatat pada Rabu (20/2/2025) lalu, XRP menjadi aset kripto dengan kenaikan tertinggi di antara sepuluh besar kripto global.
Berdasarkan data dari CoinGecko, harga XRP naik 7,5% dalam sehari dan diperdagangkan di level $2,71 (Rp 44 ribu), setelah mencatatkan kenaikan hampir 10% dalam sepekan terakhir.
Pengajuan ETF XRP
Pengajuan ETF XRP ini diajukan melalui bursa Nasdaq dan Cboe BZX, yang akan memasuki periode komentar publik selama 21 hari sebelum SEC mengambil keputusan dalam waktu maksimal 240 hari.
Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.
Jika disetujui, ETF ini dapat memberikan dampak besar pada masa depan XRP, terutama dalam hal regulasi dan adopsi pasar.
Selain itu, SEC juga mengakui proposal dari NYSE Arca untuk mencantumkan saham dari Grayscale XRP Trust. Langkah ini menandai perkembangan penting bagi XRP, mengingat SEC sebelumnya telah mengakui pengajuan ETF dari beberapa manajer aset besar seperti Grayscale, Bitwise, CoinShares, dan 21Shares.
Belum Ada Kepastian Hukum
Namun, meskipun ada lonjakan harga, beberapa analis dari B2BINPAY menyebut bahwa pasar tetap berhati-hati terkait ketidakpastian hukum yang masih membayangi XRP.
Mereka menilai bahwa meskipun pengakuan SEC menjadi langkah positif, harga XRP mungkin belum akan menembus level $3 (48 ribu) dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Brasil telah menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui ETF XRP berbasis spot. Hashdex, manajer aset kripto, telah mendapatkan persetujuan untuk meluncurkan Nasdaq XRP Index Fund di bursa B3 Brasil.
Keputusan ini semakin memperkuat optimisme komunitas terhadap masa depan XRP di pasar global.
Dengan SEC yang masih dalam tahap evaluasi dan Brasil yang sudah mengambil langkah lebih maju, para investor kini menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai kemungkinan persetujuan ETF XRP di AS.
Jika pengajuan ini mendapatkan lampu hijau, XRP bisa menjadi salah satu aset kripto yang lebih menarik bagi investor institusional dalam beberapa bulan ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Network akhirnya meluncurkan mainnet secara terbuka yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token PI setelah bertahun-tahun berada dalam sistem tertutup.
Coinpedia mengabarkan pada Jumat (21/2/) bahwa langkah ini disambut antusias oleh para “pioneer,” sebutan bagi pemegang Pi, yang kini bisa menggunakan token mereka di luar ekosistem.
Di sisi lain, sejak mulai diperdagangkan, harga Pi mengalami fluktuasi signifikan. Awalnya, token ini melonjak hingga $1,97 (Rp 32 ribu), tetapi kemudian turun ke kisaran $1,33 (Rp 21 ribu).
Beberapa platform seperti OKX, Bitget, dan Bybit mencatat harga berbeda, dengan lonjakan sesaat di Bitget mencapai $3,40 (Rp 55 ribu) sebelum kembali anjlok.
Keunikan Pi Network
Berbeda dengan Bitcoin yang membutuhkan perangkat keras canggih untuk menambang, Pi Network memungkinkan pengguna menambang langsung dari ponsel mereka.
Kemudahan ini membuat Pi memiliki jutaan pengguna bahkan sebelum mainnet diluncurkan. Selain itu, ekosistem Pi telah berkembang dengan lebih dari 100 aplikasi berbasis blockchain dalam berbagai sektor seperti DeFi dan gaming.
Berkat keunikannya tersebut, beberapa bursa besar seperti OKX, HTX, Bybit, MEXC, Gate.io, BitMart, dan Bitget telah mendaftarkan Pi, tetapi Binance masih ragu.
Ilustrasi Pi Network.
Binance bahkan mengadakan polling hingga 27 Februari untuk melihat apakah pengguna menginginkan Pi masuk ke platform mereka. Sementara itu, Coinbase, Kraken, dan Upbit belum memberikan komentar mengenai Pi.
Haruskah Jual atau Tahan Pi?
Meskipun peluncuran mainnet terbuka adalah pencapaian besar, harga Pi masih sulit diprediksi.
Banyak pioneer telah menyimpan token mereka selama bertahun-tahun, dan jika mereka mulai menjual dalam jumlah besar, harga bisa turun lebih jauh.
Namun, jika Binance dan bursa besar lainnya akhirnya mencantumkan Pi, permintaan dapat meningkat dan harga berpotensi naik. Bagi pemegang Pi, keputusan menjual atau menahan bergantung pada strategi investasi masing-masing.
Jika yakin dengan masa depan ekosistem Pi, menahan mungkin menjadi pilihan terbaik. Namun, jika ingin mengambil keuntungan dari lonjakan harga awal, menjual sebagian bisa menjadi opsi.
Peluncuran mainnet Pi Network menandai era baru bagi token ini. Meskipun masih ada ketidakpastian, adopsi lebih luas dan potensi listing di bursa besar bisa menjadi faktor utama dalam menentukan pergerakan harga ke depan.
Pemegang Pi harus bijak dalam mengambil keputusan berdasarkan pergerakan pasar dan potensi jangka panjangnya.Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Persetujuan ETF XRP oleh SEC semakin nyata setelah regulator keuangan Amerika Serikat tersebut mengakui pengajuan Bitwise untuk spot ETF XRP seperti dikabarkan oleh Ambcrypto.
Ini merupakan pengajuan ketiga yang diakui setelah aplikasi dari Grayscale dan 21Shares. Saat ini, hanya pengajuan dari Canary Funds dan Wisdom Tree yang belum mendapat lampu hijau dari SEC. Lantas, apakah SEC akan mencabut gugatan terhadap Ripple?
Dalam sebuah podcast terbaru, analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, mengutip Scott Johnson yang menyebut bahwa perkembangan ini bisa menjadi sinyal bahwa SEC akan mencabut gugatan terhadap Ripple.
Johnson, seorang pengacara keuangan ternama, berpendapat bahwa SEC tidak bisa menyetujui ETF XRP jika mereka masih menganggapnya sebagai sekuritas.
Peluang Persetujuan ETF XRP Meningkat
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Menurut platform prediksi Polymarket, peluang persetujuan ETF XRP pada akhir 2025 mencapai 78%. Persentase tersebut menunjukkan optimisme yang tinggi dari pasar terhadap masa depan ETF XRP.
Dengan semakin banyaknya pengajuan yang diakui, SEC tampaknya mulai melunak terhadap regulasi aset kripto seperti XRP.
Saat ini, XRP menjadi salah satu altcoin dengan performa terbaik, mempertahankan kenaikannya pasca pemilu AS. Harga XRP naik 416% sejak November lalu dan mencapai $2,5 (Rp 40 ribu) pada saat berita ini ditulis.
Pasokan XRP di Bursa Menurun
Sementara itu, rasio pasokan di bursa mengalami penurunan dari 0,032 menjadi 0,028, menandakan tekanan jual yang lebih rendah.
Namun, meskipun XRP bertahan di zona bawah dari channel naiknya, tekanan jual lebih lanjut atau penurunan harga Bitcoin bisa mendorong XRP ke level support $2 (Rp 32 ribu).
Momentum bullish juga belum terlalu kuat, dengan indikator RSI harian yang masih berfluktuasi di sekitar level netral. Persetujuan ETF XRP oleh SEC bisa menjadi momen bersejarah bagi Ripple dan ekosistem kripto secara keseluruhan.
Jika ETF XRP benar-benar disetujui, hal ini dapat memberikan sentimen positif yang lebih luas di pasar dan meningkatkan legitimasi aset kripto di mata investor institusional.
Namun, investor tetap harus mencermati perkembangan regulasi dan pergerakan harga Bitcoin sebagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan XRP ke depannya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Token SOL dari jaringan Solana mengalami lonjakan harga hingga 30,5% setelah penerapan Proposal Peningkatan Solana (SIMD) 96 pada 12 Februari.
Dilaporkan Cryptopolitan, perubahan besar dalam mekanisme pembakaran token ini memicu dampak signifikan terhadap ekonomi Solana dan insentif bagi validator serta pemegang token.
Apa itu SIMD 96 dan mengapa penting?
SIMD 96 adalah proposal yang mengubah cara distribusi biaya prioritas di jaringan Solana. Sebelumnya, sebagian biaya ini digunakan untuk membakar SOL. Namun, setelah implementasi SIMD 96, seluruh biaya prioritas kini diberikan kepada validator.
Perubahan ini mengurangi jumlah SOL yang dibakar per hari dari 18.000 SOL menjadi hanya 1.000 SOL, yang berdampak pada peningkatan inflasi tahunan SOL dari 3,6% menjadi 4,7%.
Proposal ini pertama kali diajukan oleh mitra Multicoin Capital, Tushar Jain dan Vishal Kankan, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara inflasi SOL dan tingkat staking.
Jika jumlah SOL yang dipertaruhkan turun di bawah 50% dari total pasokan, inflasi akan meningkat. Sebaliknya, jika staking melebihi 50%, tingkat inflasi akan dikurangi secara bertahap.
Dampak bagi pemegang token dan validator
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sejak penerapan SIMD 96, persentase nilai ekonomi riil (REV) yang diterima oleh pemegang token menurun dari 72% menjadi 40,9% pada 16 Februari. Di sisi lain, komisi validator meningkat dari 25,1% menjadi 56,1%.
Dengan kata lain, validator kini mendapatkan insentif lebih besar untuk menjaga keamanan dan efisiensi jaringan Solana.
Menurut analis Blockworks, Carlos Campo, implementasi SIMD 96 menyebabkan penurunan jumlah SOL yang terbakar per minggu hingga level terendah sejak Oktober 2024, hampir setengah dari rasio minggu sebelumnya.
Ia juga menyebut bahwa komunitas kini menantikan SIMD 228, proposal yang akan mengubah mekanisme inflasi SOL menjadi lebih dinamis berdasarkan jumlah SOL yang dipertaruhkan.
Kontroversi dan tantangan
Meski memberikan keuntungan bagi validator, SIMD 96 menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemegang token dan komunitas kripto.
Beberapa pihak meminta Solana untuk menunda implementasi SIMD 96 hingga ada mekanisme pembagian biaya yang lebih adil antara validator dan staker.
Salah satu kritik utama adalah potensi eksploitasi melalui “spoofing” biaya prioritas, di mana validator dapat dengan sengaja meningkatkan biaya ini untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan.
Menurut laporan Blockworks Research, total biaya prioritas Solana mencapai sekitar $240 juta pada Januari 2024, yang menunjukkan betapa besarnya nilai yang dipertaruhkan.
Solusi di masa depan: menunggu SIMD 123
Untuk mengatasi masalah ini, komunitas Solana berharap pada SIMD 123, proposal yang memungkinkan validator berbagi biaya prioritas secara langsung dengan staker.
Namun, menurut Tim Garcia, pimpinan hubungan validator di Solana Foundation, peluang SIMD 123 diimplementasikan dalam waktu dekat masih kecil. Hingga saat itu, staker harus bergantung pada niat baik validator untuk berbagi hadiah tambahan.
Mert Mumtaz, CEO dari Helius, validator terbesar di Solana, mengatakan bahwa validator yang tidak membagikan hadiah ini hanya memberikan “kompensasi berlebihan” kepada diri mereka sendiri. Hal ini semakin menambah urgensi untuk segera mengimplementasikan sistem yang lebih adil.
Penerapan SIMD 96 membawa dampak besar bagi ekosistem Solana. Di satu sisi, perubahan ini meningkatkan insentif bagi validator dan menjaga stabilitas jaringan. Namun, di sisi lain, pemegang token dan komunitas staker merasa dirugikan karena distribusi pendapatan yang kurang adil.
Dengan adanya perdebatan ini, semua mata kini tertuju pada SIMD 123 sebagai solusi yang lebih berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan di ekosistem Solana.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.
Kita review dulu salah saya dimana, pada dasarnya secara umum memang bitcoin mantul tetapi ada beberapa data yang saya salah.
NAHB yang saya prediksi salah, sehingga Housing starts salah karena data perumahan itu terkait satu sama lain, memang benar saya bilang bahwa jika NAHB dan Housing Starts naik saja saya prediksi Bitcoin naik, apalagi jika NAHB dan Housing starts turun, semakin naik Bitcoinya, karena ujung dari pendanaan beroperasinya negara adalah dari kenaikan harga rumah, kalau pembangunan rumah berhenti ya inflasi turun, maka Bitcoin memang akan naik namun menunggu trigger.
GDP Jepang yang saya prediksi naik benar, juga Housing Price Index Tiongkok benar naik, -5.3% ke -5% adalah naik, artinya Tiongkok akan mendevaluasi mata uangnya agar ekonomi tumbuh. PBOC Prime Loan Rate yang saya prediksi benar dan malam ini seharusnya Claim data naik.
Overall Bitcoin masih sesuai dengan data dan prediksi kita masih sejalan. Sejalan itu kalau bukan beda bumi dan langit, tentu saja tidak mungkin bagi saya mengetahui Bitcoin mau kemana, kalau sampai tahu, artinya kebetulan saja.
Data Minggu Depan
Mari kita bahas data minggu depan.
Senin, 24 Februari 2025
– Tak ada data
Jika tak ada data, maka Bitcoin woles cenderung hijau. Kira-kira begini candlenya
Selasa, 25 Februari 2025
22.00 WITA – House Price Index
Jika Index perumahan Tiongkok naik, maka Index perumahan AS turun. Seperti itu cara kerjanya karena bumi ini satu, pembelinya itu-itu saja dan penjualnya itu-itu saja, juga pabriknya. Sama.
Housing Price Index yang turun artinya AS sedang mengalami liquidity yang seret, dan ini artinya lebih dekat dengan stimulus. Maka Bitcoin akan bergerak naik saat Housing Price Index turun, alasannya indexnya sedang bottoming, masa ada sih negara betah ga pegang duit?
23.00 WITA – CB Consumer Confidence
Cara kerjanya begini, memang benar jika Consume Confidence turun maka Liquidity seret, tetapi jika turunya itu menjadi tanda bahwa itu adalah penurunan terakhir maka Bitcoin naik. Index perumahan yang turun tidak boleh membuat kepercayaan diri masyarakat terhadapa ekonomi melemah.
Rakyat harus tetep belanja apapun caranya. Ekonomi kan harus berputar, kalau sumber pendanaanya yang dari perumahan tak bisa diperas lagi, Consumer Confidence naik duitnya darimana? Apalagi kalau turun. Heboh sendiri itu.
M2 Supply diambil dari naiknya harga rumah, dari sanalah Fed dapat uang, maka jika M2 Supply naik Bitcoin naik. Tetapi M2 Supply yang diperhatikan adalah setahun kedepan, untuk mengetahui Performa Bitcoin Februari 2025, lihatlah performa M2 Supply 2024. Naik kan?
Maka Bitcoin closing bulan Februari 2025 saya prediksi naik. M2 Supply efeknya setahun, kalau M1 efeknya 3 bulan, kenapa AS saya perhatikan M2 nya? Sedangkan Tiongkok M1-nya? Karena M2 Supply Tiongkok naik, tapi M1 ga naik, duitnya di cetak tapi ga didistribusikan, nakal Tiongkok itu, sengaja biar ekonominya turun dulu untuk membersihkan Foreign Direct Investment.
Sekarang FDI sudah minus, maka diundang kembali untuk invest namun dipilih-pilih, kalau mengancam keamanan negara ga jadi diambil. Mengancam itu definisinya apa? Ya suka-suka Partai Komunis. Saya ga ngerti definisi mengancam versi PKC.
Kira-kira candle hari selasa begini:
Rabu, 26 Februari 2025
23.00 WITA – New Home Sales
NAHB yang Turun, Housing Starts yang turun, maka seharusnya New Home Sales turun juga, kalau pembangunan perumahan baru ga naik, terus siapa yang beli rumah baru?
Jika New Home Sales turun maka DXY turun. Darimana negara dapat duit kalau ga ada yang KPR?
Kira-kira begini candle hari Rabu.
Kamis, 27 Februari 2025
21.30 WITA Durable Good Order
Nah, kita dapati Retail sales turun -0.9%, jika belanja masyarakat turun maka seharusnya Durable Good Order turun sehingga DXY turun. Jika Durable Good Order turun maka Bitcoin turun sementara (wick) karena Pemerintah harus segera bertindak agar belanja masyarakat naik dengan kembali membasahi liquidity, saya ngga ngerti darimana uangnya, pokoknya kalau inflasi, berarti Bitcoin tersangka utama yang tahu darimana sumber pendanaan uangnya.
21.30 WITA – GDP AS
Fundamentalnya adalah jika GDP naik maka Inflasi naik, alasannya kenaikam GDP tidak disertakan pertumbuhan utang, kalau utang naik dibarengi dengan GDP naik, maka kita tahu liquiditynya dari hutang. Sebab itu jika GDP naik inflasi naik sehingga Bitcoin naik. Tetapi kali ini karena banyak penghematan GDP akan turun atau sama di 2.3%, sehingga Bitcoin dapat koreksi sementara
23.00 WITA – Pending Home Sales
NAHB turun, Housing Starts turun, New Home Sales turun, logikanya Pending home sales turun. Tetapi ingat, data adalah propaganda, tidak boleh data itu sesuai semuanya karena nanti ekonominya dikerjain trader. 🤣. Data harus mencerminkan ambigu agar tidak semua trader bisa untung, kalau semua untung nanti liquiditynya diambil trader.
Sehingga disini saya mau inverse, Pending home sales akan naik, namun Bitcoin turun, kira kira begini candlenya:
Jum’at, 28 Februari 2025
21.30- WITA PCE Index
Personal Consumption Expenditure adalah index favorit Fed setelah PPI. Fed preferred Index bukan CPI tapi PPI dan PCE, karena setelah mengetahui PPI, Fed bisa hitung PCE nya.
FED’S POWELL: I’M LOOKING FOR PPI DATA TOMORROW FOR READTHROUGH TO PCE.
CPI adalah inflasi ke konsumen, PPI adalah inflasi ke produsen, PCE adalah seberapa besar pengaruh inflasi terhadapa konsumsi pribadi, jadi Fed itu tidak terlalu peduli sama berapa inflasi, yang Fed peduli adalah seberapa besar belanjamu. Kita hanyalah sebuah NPWP bagi Fed.
Kapan Fed potong Suku Bunga? Menurut Antoni :
FED’S POWELL: I’M LOOKING FOR PPI DATA TOMORROW FOR READTHROUGH TO PCE.
Dengan Keadaan Bitcoin yang mantul namun pelan, saya kira liquidity akan mulai turun ke altcoin, Ethereum mulai lebih diminati dan membuat altcoin naik. Saya berdoa, Minggu depan sudah mulai ada yang TP.
Ingat, semua analisa ini hanyalah opini pribadi, semua koin saya sangkut, dan analisa ini hanyalah penyemangat saya hodl, menjadikan saya acuan adalah salah, dan pasti rugi, saya tidak sekolah keuangan, apalagi murid Bu Sri Mulyani, saya hanyalah trader kripto biasa yang sedang berkarya membuat nasehat hiburan bukan nasehat keuangan, tetaplah analisa sendiri, dan tetaplah jangan percaya sama analisa sendiri.
Menyalahkan influencer tidak mengembalikan uang yang hilang, saya hanya menemani, bukan nalangi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Selamat datang di Market Sinyal Harian. Hari ini Jumat, 21 Februari 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk tiga kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.
Rangkuman Berita dan Sentimen Pasar Crypto dalam 24 Jam Terakhir
Bitcoin Reserve Bill di Utah telah lolos dari Komite Pajak dan Pendapatan Senat, membawa Utah lebih dekat untuk menjadi negara bagian pertama dengan cadangan Bitcoin resmi.
SEC menyetujui stablecoin berbunga dari Figure Markets, YLDS, yang terdaftar sebagai sekuritas publik dengan tingkat bunga tahunan 3,85%.
Senat AS mengonfirmasi Kash Patel sebagai Direktur FBI baru, yang diketahui sebagai pendukung Bitcoin.
Update SIMD 96 Solana meningkatkan inflasi SOL sebesar 30,5%, menaikkan tingkat inflasi dari 3,6% menjadi 4,7%. Selain itu, 100% dari biaya transaksi sekarang diberikan ke validator, sementara pembakaran SOL dikurangi dari 17.700 menjadi 1.000 SOL.
SEC meluncurkan Unit Teknologi Siber dan Emerging untuk menangani penyalahgunaan teknologi baru seperti AI, blockchain, dan crypto.
Bank Sentral Eropa mengungkap rencana sistem pembayaran berbasis blockchain yang dapat memperluas akses ke teknologi keuangan digital.
Strategy (MSTR) mengumumkan penetapan harga obligasi konversi senilai $2 miliar, yang berpotensi digunakan untuk menambah kepemilikan Bitcoin.
Kraken mengalami lonjakan 39% dalam permintaan data regulasi di tahun 2024, dengan FBI dan SEC sebagai lembaga utama yang meminta data pengguna.
Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.
LUMIA/USDT (🔼 5.93%)
Entry: $0.479
Stop Loss: $0.472
Take Profit: $0.508
Pada grafik 1 jam LUMIA/USDT, harga saat ini berada di $0.484 dengan support di $0.472 dan resistance di $0.508. Harga menunjukkan pola ranging dengan kecenderungan untuk menguji area resistance terdekat. Volume perdagangan cukup tinggi, mengindikasikan potensi breakout jika momentum berlanjut.
Jika harga berhasil menembus $0.508, ada peluang kenaikan lebih lanjut. Namun, jika gagal, kemungkinan harga akan kembali menguji support di $0.472. Level cut-loss ideal berada di bawah $0.472 untuk mengantisipasi breakdown lebih dalam.
Lumia memperkenalkan rwaUSD, stablecoin berbasis RWA (Real-World Asset) yang didukung oleh Real Estate Tokens (RET). Konsep ini membawa inovasi dalam tokenisasi aset nyata menggunakan ERC-20 fractionized tokens yang over-collateralized.
Dengan adopsi RWA yang semakin meningkat di sektor DeFi, proyek Lumia dapat menarik minat dari investor institusional dan pengguna yang mencari alternatif stablecoin berbasis aset nyata. Jika adopsi rwaUSD meningkat, hal ini dapat menjadi katalis positif untuk LUMIA di masa mendatang.
ACE/USDT (🔼 9.26%)
Entry: $1.031
Stop Loss: $1.001
Take Profit: $1.127
Harga ACEUSDT saat ini berada di $1.053 dengan support kuat di area $1.001 dan resisten utama di $1.127. Kenaikan harga yang cukup signifikan dari level terendah sebelumnya menunjukkan momentum bullish yang mulai terbentuk.
Jika harga berhasil mempertahankan area $1.031 sebagai support baru, ada peluang untuk mencapai target resisten di $1.127 dengan potensi kenaikan sekitar 9.26%. Namun, jika terjadi koreksi dan harga menembus di bawah $1.001, maka pergerakan bearish dapat membawa harga lebih rendah.
Fusionist terus melakukan pengembangan proyeknya dengan pembaruan pada Game1 dan Game2, termasuk optimasi gameplay dan sistem peningkatan. Penguatan fundamental dari proyek gaming berbasis blockchain ini dapat memberikan sentimen positif terhadap harga token ACE, terutama jika terdapat peningkatan adopsi pengguna dan volume transaksi dalam ekosistem Fusionist.
Perhatian lebih lanjut terhadap update roadmap serta kemitraan strategis bisa menjadi katalis positif bagi pergerakan harga ke depan.
PYTH/USDT (🔼6.21%)
Entry: $0.2341
Stop Loss: $0.2288
Take Profit: $0.2486
Harga PYTH/USDT mengalami kenaikan signifikan sebelum mengalami pullback ke area support terdekat di $0.2341. Saat ini, harga bergerak di sekitar $0.2420, dengan potensi kenaikan kembali ke area resistensi di $0.2486, yang berarti target kenaikan sekitar 6.21%.
Jika harga mampu bertahan di atas support $0.2341, maka kemungkinan besar akan terjadi retest ke zona resistensi berikutnya. Namun, jika terjadi breakdown ke bawah $0.2288, bisa menjadi indikasi pelemahan lebih lanjut, yang dapat membawa harga kembali ke level support bawah.
Dari segi fundamental, Pyth Network baru saja mendapatkan katalis positif dengan listing di Coinbase melalui mekanisme direct listing, yang secara historis sering menjadi pemicu peningkatan volume dan likuiditas. Selain itu, pengumuman terkait Pyth Lazer, yang menawarkan data keuangan dengan latensi sub-detik untuk mendukung ekosistem DeFi, menambah daya tarik fundamental proyek ini.
Dengan pengembangan ini, PYTH semakin diperhitungkan sebagai solusi oracle yang bersaing dengan Chainlink. Faktor-faktor ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap token PYTH dalam jangka pendek hingga menengah.
Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita terbaru yang dapat mempengaruhi harga aset kripto di Market Sinyal Harian. Untuk terus mendapatkan market sinyal harian secara full 5 sinyalkripto segera join sebagai VIP Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.