Author: 25

  • Danny Ryan Gabung Etherealize, Jadi Co-Founder

    Danny Ryan, pengembang senior Ethereum, telah resmi bergabung dengan Etherealize sebagai Co-Founder, menemani Vivek Raman yang telah bergabung duluan.

    Etherealize adalah organisasi yang bertujuan untuk memasarkan ekosistem Ethereum kepada investor institusional. Ryan akan berperan dalam menghubungkan kembali Ethereum dengan dunia nyata.

    Perubahan Kepemimpinan di Ethereum Foundation

    Pengumuman yang diumumkan oleh Cointelegraph dan Theblock ini datang di tengah perubahan kepemimpinan besar di Ethereum Foundation.

    Vitalik Buterin baru-baru ini mengambil kendali penuh atas organisasi tersebut, sementara Aya Miyaguchi naik jabatan sebagai presiden setelah tujuh tahun menjabat sebagai direktur eksekutif.

    Fokus Etherealize dalam Ekosistem Ethereum

    Nantinya, Etherealize akan berperan dalam edukasi investor institusional, termasuk perusahaan Wall Street, hedge fund, hingga manajer aset.

    Organisasi ini bertindak sebagai lengan pemasaran untuk Ethereum, mendukung adopsi lebih luas dan meningkatkan pemahaman tentang potensi teknologi blockchain ini.

    Reaksi Komunitas dan Investor

    Keputusan Ryan untuk bergabung dengan Etherealize mendapatkan dukungan dari komunitas Ethereum, terutama setelah ia sempat diusulkan sebagai pemimpin Ethereum Foundation melalui pemungutan suara informal.

    Namun, harga Ethereum masih menunjukkan volatilitas, diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 200 hari.

    Pembentukan Silviculture Society

    Ethereum Foundation juga mengumumkan pembentukan Silviculture Society, sebuah kelompok penasihat yang bertugas menjaga nilai inti Ethereum, termasuk pengembangan open-source, privasi, keamanan, desentralisasi, dan resistensi terhadap sensor.

    Saat ini, kelompok tersebut terdiri dari 15 anggota yang berperan sebagai penasihat informal.

    Tantangan Ethereum dalam Harga dan Adopsi

    Di sisi lain, Ethereum masih berjuang untuk mencapai kembali harga tertingginya sekitar $4.800 yang berhasil dicapai pada tahun 2021 lalu.

    Sentimen investor yang menurun telah mendorong permintaan agar Buterin membawa Ethereum ke arah baru.

    Peran Etherealize diharapkan dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem ini.

    Masa Depan Ethereum dan Etherealize

    Dengan Etherealize yang kini menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran Ethereum, Ryan dan Raman berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekosistem ini.

    Dengan pendekatan yang menghubungkan dunia nyata dan teknologi blockchain, Etherealize dapat menjadi faktor kunci dalam menarik lebih banyak investasi institusional ke Ethereum.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengaruh Perubahan Sikap SEC Terhadap Masa Depan Ethereum

    Ethereum kembali menjadi sorotan setelah CEO Consensys dan salah satu pendiri Ethereum, Joe Lubin, mengungkapkan optimisme terhadap masa depan kripto di Amerika Serikat.

    Hal ini terjadi setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengakhiri gugatannya terhadap perusahaan perangkat lunak Ethereum, Consensys.

    Lubin menyatakan bahwa ada perubahan besar dalam pendekatan pemerintah AS terhadap kripto, terutama setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden.

    Jika sebelumnya industri crypto sering mendapat tekanan regulasi, kini ada pergeseran menuju kerja sama yang lebih konstruktif antara SEC dan pengembang blockchain.

    Akhir Gugatan SEC terhadap Consensys

    Mengutip laman Decrypt, pada Juli 2024, SEC menggugat Consensys karena layanan staking MetaMask, menuduhnya melakukan penawaran dan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar.

    Namun, dengan perubahan kepemimpinan dan kebijakan regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, SEC kini sepakat untuk mengakhiri gugatan tersebut.

    Penghentian gugatan terhadap Consensys sejalan dengan keputusan SEC untuk membatalkan investigasi dan tuntutan hukum terhadap berbagai perusahaan crypto besar lainnya, termasuk Coinbase, Robinhood, Uniswap Labs, dan OpenSea.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tentu saja, langkah ini menandakan adanya pendekatan baru yang lebih mendukung pertumbuhan ekosistem kripto di Negeri Paman Sam.

    Dampak Positif bagi Ethereum dan MetaMask

    Seiring dengan perubahan regulasi yang lebih bersahabat, Ethereum dan produk-produknya, seperti dompet MetaMask, semakin berkembang.

    Di ajang ETH Denver 2025, MetaMask mengumumkan dukungan untuk Bitcoin dan Solana, menandai ekspansi besar dari fokus awalnya pada ekosistem Ethereum.

    Dengan dukungan terhadap berbagai blockchain, MetaMask semakin memperkuat posisinya sebagai dompet kripto utama bagi pengguna global.

    Ini juga mencerminkan peningkatan adopsi Ethereum dan teknologi blockchain di berbagai sektor.

    Masa Depan Ethereum dan Industri

    CryptoLubin menegaskan bahwa pemerintah AS kini lebih terbuka untuk memahami teknologi blockchain dan bagaimana kripto dapat berkontribusi pada ekonomi digital.

    Bahkan, beberapa bagian dari pemerintahan mulai mengeksplorasi peluang terkait stablecoin, struktur pasar, serta integrasi kripto dengan kecerdasan buatan.

    Perubahan kebijakan ini menjadi angin segar bagi Ethereum dan ekosistemnya. Dengan regulasi yang lebih jelas dan dukungan dari pemerintah, Ethereum berpeluang semakin berkembang dan menjadi landasan bagi inovasi blockchain di masa depan.

    Dengan berakhirnya gugatan SEC terhadap Consensys dan meningkatnya dukungan regulasi, Ethereum kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk berkembang.

    Perubahan ini membuka peluang besar bagi investor dan pengembang kripto, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa Ethereum akan terus menjadi salah satu aset digital paling berpengaruh di dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jangan Ketinggalan, Saat Bitcoin Terkoreksi Jadi Peluang Emas!

    Bitcoin baru-baru ini mengalami koreksi harga setelah sempat mendekati angka psikologis $100K, turun hingga $80K dalam sepekan terakhir, berdasarkan laporan terbaru dari Newsbtc.

    Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan investor, tetapi bagi para penggemar kripto, koreksi ini justru menjadi peluang emas untuk membeli Bitcoin dengan harga lebih murah.

    Penyebab Turunnya Harga Bitcoin

    Penurunan harga Bitcoin tidak terjadi secara terisolasi, melainkan bersamaan dengan jatuhnya indeks saham utama di Amerika Serikat.

    Salah satu faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar adalah kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap Kanada dan Meksiko.

    Tarif ini memicu ketidakpastian pasar, memperkuat nilai dolar AS, dan akhirnya memberikan tekanan pada harga Bitcoin. Menurut analisis dari Matrixport, penguatan dolar AS menurunkan likuiditas yang tersedia untuk aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Hal ini menyebabkan tekanan jual yang lebih besar, mendorong harga BTC ke bawah setelah bertahan dalam kisaran dua bulan sebelumnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Saatnya Membeli di Harga Rendah

    Di tengah tren penurunan ini, investor melihat peluang untuk membeli Bitcoin dengan harga diskon.

    Menurut Santiment, jumlah percakapan mengenai “buy the dip” berada pada titik tertinggi sejak Juli 2024, yang sebelumnya diikuti oleh lonjakan harga Bitcoin ke level tertinggi baru.

    Tokoh-tokoh ternama seperti Michael Saylor juga menegaskan bahwa menjual Bitcoin di saat ini bukanlah pilihan terbaik.

    Sementara itu, Standard Chartered memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $500K di masa depan, menguatkan optimisme di kalangan investor jangka panjang.

    BTC Bull Token: Alternatif Investasi Menjanjikan

    Bagi investor yang ingin memanfaatkan koreksi ini dengan lebih cerdas, presale BTC Bull Token ($BTCBULL) bisa menjadi opsi menarik.

    Token ini menawarkan mekanisme unik di mana pemegangnya mendapatkan airdrop Bitcoin gratis setiap kali harga BTC melewati level tertentu, seperti $150K, $200K, hingga $250K.

    Selain itu, proyek ini menerapkan sistem deflasi dengan mekanisme pembakaran token setiap kali Bitcoin mencapai harga tertentu, yang dapat meningkatkan nilai $BTCBULL di masa depan.

    Dengan alokasi dana pemasaran yang besar, Token BTC Bull diprediksi akan tetap diminati oleh komunitas kripto.

    Koreksi harga Bitcoin saat ini bukanlah hal yang mengejutkan dan justru dapat menjadi peluang investasi bagi mereka yang ingin membeli di harga lebih rendah.

    Selain membeli Bitcoin langsung, berinvestasi dalam proyek yang berkaitan dengan Bitcoin, seperti Token BTC Bull, bisa menjadi strategi cerdas untuk mendiversifikasi portofolio.

    Namun, seperti halnya investasi lainnya, penting untuk melakukan riset dan menerapkan manajemen risiko yang baik sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump Gelar White House Crypto Summit Perdana pada 7 Maret

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengadakan White House Crypto Summit pertama pada 7 Maret 2025 mendatang.

    Biberitakan oleh Cryptobriefing pada Minggu (2/3), acara ini bertujuan untuk menetapkan kerangka regulasi yang jelas bagi sektor aset digital sekaligus mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

    Regulasi dan Inovasi di Sektor Kripto

    Summit ini akan menghadirkan para pemimpin industri, CEO, investor, serta anggota Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital.

    David Sacks, yang menjabat sebagai AI & Crypto Czar di Gedung Putih, mengonfirmasi hal ini dalam pernyataan di platform X pada Jumat lalu.

    Langkah ini merupakan kelanjutan dari perintah eksekutif yang telah ditandatangani Trump untuk membentuk kelompok kerja internal guna menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam dunia kripto.

    Di bawah kepemimpinan Sacks, kelompok ini akan mengeksplorasi penciptaan serta regulasi cadangan aset kripto nasional dan kerangka kerja stablecoin.

    trump or biden
    Ilustrasi Bitcoin dan bendera Amerika Serikat. Sumber:

    Membatalkan Kebijakan Sebelumnya

    Selain itu, kebijakan baru ini juga sekaligus mencabut perintah eksekutif sebelumnya yang ditetapkan oleh mantan Presiden AS, Joe Biden.

    Kebijakan lama tersebut bertujuan untuk membangun kerangka regulasi kripto yang lebih ketat serta melarang pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) di Amerika Serikat.

    Dukungan terhadap Kebebasan Ekonomi Dalam siaran pers terbaru, Gedung Putih menekankan pentingnya mendukung inovasi serta kebebasan ekonomi melalui regulasi yang lebih jelas bagi sektor kripto.

    Pemerintahan Trump juga mengkritik kebijakan sebelumnya yang dianggap telah “mengadili secara tidak adil” industri aset digital.

    Dengan adanya White House Crypto Summit ini, diharapkan Amerika dapat memimpin perkembangan industri kripto secara global dengan pendekatan yang lebih pro-inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa yang Diharapkan dari Solana pada Maret 2025?

    Solana (SOL) tengah menghadapi volatilitas yang cukup tinggi di awal tahun 2025. Salah satu indikator utama dari kondisi ini adalah turunnya Total Value Locked (TVL) di jaringan Solana ke bawah $9 miliar—angka terendah sejak November 2024.

    Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Solana akan bangkit kembali dan mencapai harga $200, atau justru terus tertekan hingga jatuh di bawah $100?

    TVL Solana Turun, Kepercayaan Pengguna Dipertanyakan

    Saat ini, TVL Solana berada di angka $8,5 miliar, jauh dari rekor tertingginya di $14,2 miliar yang tercapai pada 18 Januari 2025. TVL mencerminkan jumlah total aset yang terkunci dalam berbagai protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) di jaringan blockchain tersebut.

    Dilaporkan BeInCrypto, semakin tinggi TVL, semakin besar pula tingkat kepercayaan dan keterlibatan pengguna dalam ekosistem Solana.

    Namun, penurunan TVL ini memicu kekhawatiran. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebabnya antara lain:

    • Meningkatnya skeptisisme terhadap keberlanjutan proyek-proyek besar seperti Pumpfun dan Meterora.
    • Kontroversi terkait peluncuran koin meme LIBRA, yang memunculkan ketidakpastian di kalangan investor.

    Jika tren penurunan TVL ini terus berlanjut, maka harga SOL bisa mengalami tekanan lebih lanjut dan menyebabkan kepercayaan pengguna semakin goyah.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Solana Tetap Dominan di Ruang Kripto

    Meskipun mengalami tekanan harga dan penurunan TVL, Solana masih menunjukkan daya saing yang kuat dalam ekosistem kripto. Dalam tujuh hari terakhir, Solana menempati posisi kedua dalam volume transaksi blockchain, hanya kalah dari Ethereum.

    Bahkan, dalam 30 hari terakhir, total volume transaksi Solana mencapai $120 miliar, mengungguli BNB ($94 miliar) dan Ethereum ($85 miliar).

    Hal ini membuktikan bahwa meskipun harga mengalami koreksi, aktivitas pengguna dan adopsi Solana tetap tinggi, menjadikannya sebagai salah satu blockchain paling aktif saat ini.

    Akankah SOL Kembali ke $200?

    10 Jaringan Terbesar Berdasarkan Volume. Sumber: DeFiLlama.
    10 Jaringan Terbesar Berdasarkan Volume. Sumber: DeFiLlama.

    Secara teknikal, harga SOL saat ini sedang menguji level support di $120. Jika level ini tidak bertahan, harga bisa turun lebih dalam ke $110 atau bahkan di bawah $100—angka yang terakhir kali terlihat pada Desember 2023.

    Namun, jika tren positif muncul dan tekanan jual mereda, SOL berpotensi untuk kembali menguji level resistensi di $152. Jika berhasil menembusnya, harga bisa naik ke $183, dan dengan sentimen pasar yang mendukung, tidak menutup kemungkinan SOL bisa kembali ke $200 pada Maret 2025.

    Brian, seorang analis utama di Santiment, menyebut bahwa jumlah posisi short terhadap SOL semakin meningkat di berbagai bursa. Di saat yang sama, diskusi negatif (FUD) terkait Solana juga meningkat.

    Namun, menurutnya, kondisi ini justru bisa menjadi pemicu bagi kenaikan harga yang lebih kuat. “Ketika pasar mulai bangkit, jangan kaget jika Solana mengalami kenaikan lebih besar daripada yang lain karena banyak investor ritel akan menutup posisi short mereka,” ujarnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Terus Mencetak RLUSD: Apa Artinya bagi Industri Kripto?

    Ripple kembali mencetak 2,5 juta token RLUSD, menambah total penerbitan stablecoin ini menjadi 4,5 juta token hanya dalam satu hari, tepatnya pada 28 Februari 2025.

    Sebelumnya, Ripple sempat menghentikan pencetakan RLUSD pada Januari, namun kembali aktif menerbitkan stablecoin ini pada 27 Februari dengan total 7,1 juta token baru.

    Dilaporkan U Today, sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2024, Ripple terus memberikan transparansi dengan merilis laporan pengesahan RLUSD secara berkala.

    Laporan terbaru untuk Januari 2025 menegaskan bahwa setiap token RLUSD dijamin sepenuhnya oleh aset cadangan yang kuat, memberikan stabilitas bagi pengguna.

    Pertumbuhan RLUSD dan Minat Institusional

    Stablecoin RLUSD semakin menarik perhatian di dunia kripto. Kapitalisasi pasarnya melonjak hingga mencapai $130 juta pada Januari 2025, dengan volume perdagangan mencapai $7,35 miliar di XRP Ledger (XRPL) dan Ethereum dalam 60 hari pertama operasinya.

    Angka ini jauh lebih besar dibandingkan banyak stablecoin lain yang baru diluncurkan.

    Selain itu, RLUSD juga memiliki cadangan lebih besar dari jumlah total pasokan, dengan kelebihan dana sebesar $7 juta. Keandalan ini membuat RLUSD semakin diminati sebagai aset agunan on-chain untuk tokenisasi aset.

    Ripple dan Ekspansi Global

    Tidak hanya mencetak RLUSD, Ripple juga semakin gencar memperluas ekosistemnya melalui berbagai kemitraan strategis.

    Baru-baru ini, Ripple bermitra dengan BDACS untuk memperluas penyimpanan kripto institusional di Korea Selatan, memberikan infrastruktur aman untuk XRP, RLUSD, dan aset kripto lainnya.

    Selain itu, pada Januari lalu, Ripple dan Ondo Finance bekerja sama untuk membawa OUSG, obligasi negara AS yang ditokenisasi, ke XRP Ledger. OUSG ini akan dicetak dan ditebus melalui RLUSD, memperluas utilitas stablecoin ini dalam dunia keuangan terdesentralisasi.

    Masa Depan RLUSD

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Banyak lembaga keuangan kini melihat RLUSD sebagai solusi untuk penyelesaian lintas batas dan pembayaran kas internal.

    Eksekutif Ripple, Reece Merrick, mengungkapkan bahwa minat terhadap stablecoin ini terus meningkat, terutama di kalangan institusi yang mencari cara efisien untuk transaksi global.

    Dengan dukungan penuh dari Ripple, ekspansi kemitraan strategis, dan transparansi dalam pengelolaan cadangan, RLUSD berpotensi menjadi salah satu stablecoin utama di industri kripto.

    Bagaimana menurut Anda? Apakah RLUSD bisa menjadi pesaing kuat bagi stablecoin besar lainnya seperti USDT dan USDC? Tetap pantau perkembangan terbaru di dunia kripto!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CME Group Luncurkan Kontrak Berjangka Solana (SOL)

    Perusahaan jasa keuangan global, CME Group, mengumumkan peluncuran kontrak berjangka baru berbasis Solana (SOL) yang dijadwalkan hadir pada 17 Maret 2025.

    Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan pasar terhadap produk kripto yang teregulasi.

    Dalam siaran pers resminya, CME Group mengatakan akan menghadirkan dua jenis kontrak berjangka Solana, yaitu kontrak mikro senilai 25 SOL dan kontrak makro senilai 500 SOL. Meskipun peluncuran ini masih menunggu persetujuan regulasi, inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Solana di dunia aset digital.

    Menurut laporan Dailyhodl, Giovanni Vicioso, Kepala Global Produk Kripto CME Group, mengatakan bahwa permintaan pasar akan produk yang diatur semakin meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital.

    “Dengan peluncuran kontrak berjangka SOL baru kami, kami menanggapi meningkatnya permintaan klien akan serangkaian produk teregulasi yang lebih luas untuk mengelola risiko harga mata uang kripto. Seiring Solana terus berkembang menjadi platform pilihan bagi para pengembang dan investor, kontrak berjangka baru ini akan menyediakan alat yang hemat modal untuk mendukung strategi investasi dan lindung nilai mereka,” ujar Vicioso.

    Potensi Kontrak Berjangka Solana

    Kontrak berjangka Solana ini melengkapi produk derivatif lain yang sudah lebih dulu diluncurkan oleh CME Group, seperti kontrak berjangka Bitcoin (BTC) sejak 2020 dan Ethereum (ETH) sejak 2022.

    Tahun 2024, CME Group melaporkan peningkatan signifikan dalam perdagangan produk kriptonya dengan volume harian rata-rata naik 73% dan rata-rata bunga terbuka kontrak meningkat 55% secara tahunan.

    Peluncuran kontrak berjangka Solana menunjukkan bahwa platform blockchain ini semakin dipercaya oleh investor dan pengembang, mengingat kinerja Solana yang terus tumbuh.

    Saat ini, harga Solana tercatat sebesar $144, naik 4,7% dalam 24 jam terakhir.

    Inisiatif CME Group ini menandai langkah besar dalam memperluas pilihan investasi bagi pelaku pasar aset digital, sekaligus memperkuat transparansi dan keamanan melalui produk yang teregulasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Anjlok di Bawah $2: Pasar Kripto Kehilangan $700 Miliar Sepekan

    Pasar kripto sedang mengalami gejolak besar! XRP baru saja anjlok di bawah $2 untuk pertama kalinya dalam empat minggu, sementara kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan telah kehilangan lebih dari $700 miliar akibat aksi jual besar-besaran.

    Menurut laporan Coinpedia, Tekanan jual yang terus meningkat, apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita bahas lebih dalam.

    XRP Kehilangan 26% dalam Seminggu

    Dalam tujuh hari terakhir, harga XRP turun drastis hingga 26% dan kini diperdagangkan di bawah $2.

    Meski mengalami penurunan tajam, volume perdagangan justru naik 12% menjadi $7,63 miliar. Dalam sehari terakhir, XRP bergerak dalam kisaran $2,25 hingga $1,99, mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi.

    Salah satu penyebab utama kejatuhan ini adalah menurunnya aktivitas jaringan XRP. Data dari analis kripto Ali Martinez menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif XRP telah turun 50% sejak Desember, dari 202.250 menjadi 101.169.

    Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya partisipasi pedagang, yang turut berkontribusi pada penurunan harga XRP.

    Level Penting: Apakah XRP Akan Terus Turun?

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    XRP sempat mengalami lonjakan luar biasa hingga 500% dari November hingga pertengahan Januari, tetapi kini bergerak dalam kisaran $2 hingga $2,5. Untuk kembali menguat, XRP harus menembus level simple moving average (SMA) 50 hari di $2,72.

    Jika gagal, tekanan jual bisa mendorong harga turun lebih dalam ke level support berikutnya di $1,72 dan $1,50 (SMA 200 hari).

    Namun, ada satu catatan positif: Indeks Kekuatan Relatif (RSI) XRP telah memasuki zona jenuh jual. Ini bisa menjadi indikasi bahwa pembeli akan kembali masuk dan membantu mendorong harga naik.

    Pasar Kripto Terpukul, Likuidasi Hampir $1 Miliar

    Tidak hanya XRP, pasar kripto secara keseluruhan juga mengalami tekanan hebat. Bitcoin turun di bawah $80.000, sementara Ethereum mencapai titik terendah dalam satu tahun terakhir.

    Menurut data dari Coinglass, dalam 24 jam terakhir saja, posisi senilai $952 juta telah dilikuidasi. Ini mencakup $474 juta dari posisi long Bitcoin, $216 juta dari posisi long Ethereum, dan $25,28 juta dari pedagang XRP.

    Total ada 226.501 pedagang yang mengalami likuidasi, dengan pesanan tunggal terbesar terjadi di HTX untuk pasangan BTC-USDT senilai $38 juta.

    Apakah XRP akan segera bangkit, atau justru terus merosot? Hanya waktu yang bisa menjawabnya!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Billions.Network Tantang Worldcoin dengan ID Digital

    Di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang privasi data dan penyalahgunaan teknologi biometrik, Billions.Network hadir dengan solusi identitas digital non-biometrik berbasis blockchain menjadi pesaing Worldcoin.

    Laporan Decrypt, dengan menggunakan teknologi bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof), platform ini menawarkan sistem verifikasi yang aman, dapat diskalakan, dan menjaga privasi pengguna.

    Alternatif Worldcoin yang Lebih Privat

    Billions.Network menawarkan sistem verifikasi identitas digital yang tidak bergantung pada data biometrik, berbeda dengan Worldcoin milik Sam Altman yang menggunakan pemindaian iris mata.

    Pendekatan ini, Billions.Network memberikan solusi bagi pengguna yang ingin tetap anonim tanpa mengorbankan keamanan.

    Menurut perusahaan, lebih dari 9.000 proyek—termasuk TikTok, Top Doctors, dan World (sebelumnya Worldcoin)—telah mengadopsi kerangka verifikasi Circom yang dikembangkan oleh Billions.Network.

    Selain itu, lembaga keuangan besar seperti Deutsche Bank dan HSBC juga telah menguji sistem ini dalam uji coba proof-of-concept.

    Menjaga Keamanan di Era AI

    Peluncuran platform ini bertepatan dengan meningkatnya pengawasan regulasi terhadap sistem identitas digital serta maraknya ancaman kejahatan berbasis AI, seperti deepfake, serangan Sybil, dan bot otomatis.

    Model verifikasi Billions.Network memungkinkan pengguna mengonfirmasi identitas mereka tanpa menyimpan data biometrik, sehingga mengatasi masalah privasi yang sering dikaitkan dengan metode alternatif.

    “Billions menciptakan dunia di mana setiap manusia dapat diidentifikasi secara unik dan mendapatkan manfaat yang dipersonalisasi di era AI dengan solusi verifikasi yang dapat diakses dan diskalakan secara universal,” ujar Evin McMullen, CEO sekaligus salah satu pendiri Billions.Network.

    Kemitraan Strategis dan Integrasi dengan Aadhaar

    Tidak seperti sistem berbasis biometrik lainnya, Billions.Network tidak memerlukan perangkat keras khusus dan bahkan menawarkan insentif berbasis token bagi pengguna. Perusahaan juga telah bekerja sama dengan pemerintah India untuk mengintegrasikan sistemnya dengan Aadhaar, sistem identitas nasional India.

    Sebelumnya, proyek ini dikembangkan sebagai PolygonID, sebuah sistem identitas digital berbasis blockchain Polygon. Namun, kini Billions.Network berkembang menjadi jaringan verifikasi yang lebih luas dengan cakupan global.

    Billions.Network berpotensi menjadi pesaing serius bagi Worldcoin dan sistem identitas digital lainnya, terutama di era di mana keamanan data dan privasi menjadi perhatian utama bagi individu dan regulator di seluruh dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MetaMask Perkenalkan Inovasi Baru: Dukungan Bitcoin & Solana

    MetaMask, dompet kripto populer dengan penyimpanan mandiri untuk jaringan Ethereum (ETH), baru saja mengumumkan serangkaian inovasi yang bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna.

    Menurut laporan Cryptopolitan, dengan rencana strategis baru, MetaMask tidak hanya akan merombak desain UI/UX-nya, tetapi juga menghadirkan dukungan asli untuk Bitcoin dan Solana, serta memperkenalkan fitur kontrak pintar ke dalam dompetnya.

    Desain UI/UX Baru untuk Pengalaman Lebih Baik

    Dalam pengumuman terbaru, MetaMask mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan pembaruan besar pada desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX).

    Ini bertujuan untuk membuat navigasi lebih intuitif dan meningkatkan aksesibilitas bagi semua pengguna, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam dunia kripto.

    Dukungan Bitcoin dan Solana Tanpa Perlu Dompet Tambahan

    Salah satu perubahan terbesar yang diumumkan adalah dukungan asli untuk Bitcoin dan Solana. Sebelumnya, pengguna harus menggunakan token terbungkus (wrapped tokens) atau memiliki dompet terpisah untuk menyimpan aset tersebut.

    Dengan pembaruan ini, pengguna dapat membeli, menjual, menukar, dan berinteraksi dengan dApps di seluruh ekosistem Solana dan Bitcoin langsung dari MetaMask.

    Solana menjadi blockchain non-EVM pertama yang didukung oleh MetaMask. Langkah ini memperluas jangkauan dompet, memungkinkan pengguna untuk lebih fleksibel dalam mengelola aset mereka di berbagai jaringan blockchain.

    API Multirantai untuk Konektivitas Lebih Baik

    MetaMask juga mengumumkan API multirantai CAIP-25 yang memungkinkan dApps terhubung ke berbagai jaringan secara bersamaan, baik EVM maupun non-EVM.

    Dengan integrasi ini, pengguna dapat terhubung ke Ethereum, Linea, Solana, dan Bitcoin dalam satu dompet.

    Dukungan API ini juga meningkatkan berbagai kasus penggunaan, seperti:

    • Penyeimbangan ulang portofolio.
    • Penjembatanan aset antar jaringan.
    • Pengelolaan dan penerapan token di beberapa blockchain sekaligus.

    Diharapkan fitur ini akan tersedia pada bulan Juni.

    Integrasi Kontrak Pintar untuk Keamanan Lebih Baik

    MetaMask juga berencana mengadopsi fitur kontrak pintar setelah sukses menerapkan pembaruan Pectra. Hingga saat ini, MetaMask menggunakan model Rekening Milik Eksternal (EOA), yang dikendalikan dengan kunci publik dan pribadi.

    Sayangnya, model ini rentan terhadap kehilangan dana jika pengguna lupa kunci pribadinya.

    Sebagai solusi, MetaMask akan mengintegrasikan Akun Kontrak (CA), yang dikendalikan oleh kode pintar. Dengan mekanisme pemulihan yang lebih aman dan fitur keamanan tambahan, pengguna tidak perlu lagi khawatir kehilangan aset mereka akibat kesalahan manusia.

    Pembayaran Gas Lebih Mudah dengan Token Apa Pun

    Salah satu peningkatan lain yang menarik adalah kemudahan dalam pembayaran gas. MetaMask mengumumkan bahwa pengguna tidak lagi memerlukan ETH untuk membayar biaya transaksi.

    Sebaliknya, biaya gas akan dimasukkan dalam kuotasi swap dan dapat dibayarkan menggunakan token apa pun yang digunakan dalam transaksi tersebut. Fitur ini mulai berlaku pada bulan Maret.

    Peluncuran Kartu Debit MetaMask

    Untuk meningkatkan adopsi kripto di kehidupan nyata, MetaMask akan memperkenalkan kartu debit yang dapat digunakan di beberapa negara bagian di AS. Sebelumnya, kartu ini hanya tersedia bagi pengguna di Inggris dan Uni Eropa.

    Kartu debit MetaMask memanfaatkan jaringan pembayaran Mastercard, memungkinkan pengguna untuk membelanjakan aset kripto mereka langsung di berbagai merchant yang menerima Mastercard. Selain itu, pemegang kartu juga dapat memperoleh hadiah staking atau hasil dari berbagai protokol dan menggunakannya untuk transaksi harian.

    Transaksi Lebih Efisien dengan Smart Transactions

    MetaMask terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi transaksi dengan memperkenalkan Smart Transactions. Fitur ini telah meningkatkan tingkat keberhasilan transaksi hingga 99,995%.

    MetaMask juga akan mengadopsi transaksi batch ERC-5792, memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan beberapa transaksi sekaligus, seperti “Setujui & Tukar” hanya dengan satu klik.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com