Ripple, sebagai pemegang terbesar XRP dan entitas inti dalam pengembangannya, akan membuka 1 miliar XRP yang belum beredar pada 1 Maret.
Dilaporkan Finbold, langkah ini berpotensi memberikan dampak besar pada pasar kripto, terutama bagi investor XRP.
Bagaimana Mekanisme Pembukaan XRP Ini?
Sejak peluncurannya pada tahun 2012, Ripple menyimpan 80 miliar XRP untuk dirinya sendiri dan secara bertahap menjual serta mendistribusikannya ke pasar.
Pada 2017, Ripple menerapkan sistem escrow untuk mengunci 55 miliar XRP yang belum terdistribusi, dengan skema pembukaan kunci bulanan yang masih berlangsung hingga sekarang.
Setiap bulan, Ripple membuka 1 miliar XRP dari escrow, tetapi hanya menjual sebagian kecilnya—biasanya antara 20% hingga 40%—untuk keperluan operasional dan pasar. Sisanya dikunci kembali dalam escrow baru untuk rilis di masa depan.
Dampak Terhadap Harga XRP
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dengan nilai nominal sebesar $2,03 miliar pada harga saat ini, pembukaan 1 miliar XRP berpotensi menciptakan tekanan jual yang signifikan.
Namun, jika melihat pola bulan-bulan sebelumnya, Ripple kemungkinan hanya akan menjual sebagian kecil dari jumlah tersebut, sehingga dampaknya bisa lebih terbatas.
Saat ini, XRP mengalami penurunan harga sebesar 34,23% sejak pembukaan bulan sebelumnya, seiring dengan tren pelemahan di pasar kripto secara keseluruhan. Namun, tekanan jual tambahan dari pembukaan escrow ini dapat semakin menekan harga XRP jika permintaan tidak meningkat secara signifikan.
Pembukaan escrow bulanan Ripple merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengelola distribusi XRP. Meskipun hal ini berpotensi menimbulkan tekanan jual, reaksi pasar akan sangat bergantung pada tingkat permintaan dan sentimen investor.
Bagi para pemegang XRP, penting untuk mencermati perkembangan ini dan mengelola strategi investasi dengan bijak.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Michael Saylor kembali membuat pernyataan kontroversial yang cukup menyita perhatian para pemain kripto.
Pendiri Strategy ini menyarankan investor Bitcoin untuk mengambil langkah ekstrem demi mempertahankan aset mereka, bahkan dengan menjual ginjal seperti dikutip dari Coinspeaker pada Sabtu (1/3).
Meskipun dianggap bercanda, komentar ini dinyatakan Saylor ketika para investor dilanda kekhawatiran ekstrem akibat penurunan harga Bitcoin yang drastis dalam beberapa waktu terakhir.
Bitcoin Anjlok Setelah Peretasan Bybit
Bitcoin mengalami penurunan signifikan setelah peretasan besar di bursa kripto Bybit. Para peretas berhasil mencuri sekitar $1,5 miliar (Rp 24,8 triliun) dalam bentuk Ethereum, menyebabkan Bitcoin turun di bawah $80.000 (Rp 1,3 miliar), atau turun 8% dalam 24 jam.
Padahal, pada Januari lalu, Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi $109.000 (Rp 1,8 miliar) sebelum akhirnya melemah karena ketiadaan kebijakan kripto dalam pidato inaugurasi Donald Trump.
Saylor Dorong Langkah Ekstrem
Dari sudut pandang Saylor, setiap penurunan harga adalah kesempatan dan peluang untuk membeli lebih banyak Bitcoin.
Ia dikenal kerap menganjurkan langkah ekstrem, termasuk menggunakan kartu kredit dan menjaminkan rumah demi membeli Bitcoin.
Maka dari itu, pernyataannya tentang menjual ginjal pun mendapat banyak tanggapan dari komunitas kripto.
Kritik dari Peter Schiff
Pernyataan Saylor mendapat reaksi keras dari Peter Schiff, seorang skeptis Bitcoin yang telah lama mengkritik investasi berlebihan pada aset digital ini.
Schiff mengingatkan bahwa investor yang membeli Bitcoin dengan kredit saat harga $50.000 (Rp 829 juta) kini menghadapi bunga kartu kredit hingga 24% per tahun, yang bisa berujung pada beban keuangan besar.
Strategi Bitcoin Saylor Tetap Kokoh
Terlepas dari kritik, Saylor tetap setia pada Bitcoin. Perusahaannya, Strategy, telah mengakuisisi 499.096 BTC sejak 2020, menjadikannya pemegang korporasi terbesar Bitcoin.
Keputusannya juga menginspirasi perusahaan lain seperti Tesla, Semler Scientific, dan Marathon Digital Holdings untuk mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan mereka.
Dengan volatilitas pasar kripto yang terus berlanjut, apakah strategi ekstrem Saylor akan terbukti menguntungkan atau justru membawa risiko besar bagi investor?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Texas, Negara Bagian Amerika Serikat semakin serius dalam mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasinya.
Gubernur Texas, Greg Abbott dalam wawancara di Cryptointelligence, menyatakan minatnya untuk meninjau RUU yang memungkinkan negara bagian tersebut membentuk cadangan Bitcoin strategis.
Senate Bill 21 (SB 21), yang diajukan oleh Senator Charles Schwertner, memiliki tujuan untuk menciptakan Texas Strategic Bitcoin Reserve.
Diversifikasi Portofolio
Inisiatif ini dirancang untuk mendiversifikasi portofolio investasi negara dan sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi.
Cadangan ini akan dikelola oleh Texas Comptroller of Public Accounts dengan kewenangan untuk membeli, menjual, dan mengelola Bitcoin serta kemungkinan mata uang kripto lainnya dengan kapitalisasi pasar tinggi.
Pendanaan untuk cadangan Bitcoin ini direncanakan berasal dari anggaran legislatif, sumber pendapatan khusus, donasi pribadi, serta aset kripto yang diperoleh melalui berbagai cara.
Pada 27 Februari 2025, SB 21 berhasil lolos dari Texas Senate Banking Committee dengan suara bulat 9-0. Keberhasilan ini mendorong RUU tersebut untuk dibahas lebih lanjut di Senator Texas.
Potensi Cadangan Bitcoin
Jika disetujui oleh Senator Texas, RUU Cadangan Bitcoin ini akan membutuhkan tanda tangan Gubernur Abbott untuk resmi menjadi undang-undang.
Para pendukung SB 21 berpendapat bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai “emas digital” yang memberikan perlindungan terhadap inflasi dan krisis ekonomi, mirip dengan cadangan emas konvensional.
Texas telah lama menjadi pusat industri pertambangan kripto di Amerika Serikat. Jika RUU ini disahkan, Texas dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat utama ekosistem kripto.
Namun, beberapa negara bagian lain, seperti Utah, juga sedang dalam tahap akhir pengesahan undang-undang serupa, yang dapat memicu persaingan dalam adopsi Bitcoin sebagai aset strategis negara.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Ethereum (ETH) mengalami penurunan tajam dalam seminggu terakhir, turun hingga 22% dan sempat menyentuh harga di bawah $2,100 (Rp 34,8 juta).
Namun, beberapa indikator menunjukkan bahwa rebound harga bisa segera terjadi. Berikut dua alasan utama yang mendukung potensi kenaikan kembali Ethereum.
Akumulasi Besar oleh Investor
Institusional Investor besar atau “whales” melihat koreksi ini sebagai peluang membeli di harga rendah.
Menurut laporan terbaru dari Cryptopotato pada Sabtu (1/3), sekitar 110.000 ETH telah dibeli selama penurunan, dengan nilai hampir $240 juta (Rp 3,9 triliun).
Akumulasi ini dapat mengurangi pasokan yang beredar, yang berpotensi meningkatkan nilai Ethereum seiring waktu, asalkan permintaan tetap stabil atau meningkat.
Selain itu, tindakan investor besar ini dapat memicu efek domino di kalangan investor ritel yang mungkin mengikuti langkah mereka, menambah aliran modal baru ke ekosistem Ethereum.
Indikator RSI Menunjukkan Ethereum Oversold
Sementara itu, Indikator Relative Strength Index (RSI) Ethereum telah turun jauh di bawah angka 30, menandakan kondisi oversold yang dapat membuka peluang pemulihan harga.
Saat ini, RSI ETH berada di sekitar level 22, yang berarti aset ini mungkin telah mengalami tekanan jual yang berlebihan dan berpotensi mengalami rebound dalam waktu dekat.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sebaliknya, jika RSI naik mendekati atau melebihi 70, itu bisa menjadi sinyal untuk potensi koreksi lebih lanjut.
Hanya saja, dengan RSI saat ini yang masih berada di level rendah, ada kemungkinan besar ETH mengalami pemulihan dalam waktu dekat.
Meski harga ETH saat ini masih dalam tekanan, beberapa analis pasar tetap optimis terhadap potensi kenaikannya.
Seorang analis kripto di X, Captain Faibik, memprediksi bahwa harga Ethereum masih bisa melonjak hingga $12.000 (Rp 198 juta) pada awal 2026.
Sementara itu, analis Crypto Beast memperkirakan akan ada lonjakan besar dalam beberapa bulan mendatang, meskipun mereka memperingatkan bahwa bull run ini mungkin hanya berlangsung selama 4 hingga 6 bulan.
Dengan faktor-faktor ini, Ethereum masih memiliki peluang untuk pulih dalam waktu dekat. Namun, seperti biasa dalam dunia kripto, investor harus tetap berhati-hati dan mempertimbangkan analisis pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan drastis, turun hingga di bawah $80.000 (Rp 1,32 miliar).
Pada Jumat pagi, harga Bitcoin sempat menyentuh $78,433 (Rp 1,30 miliar) akibat arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Mengutip laman Benzinga pada Sabtu (1/3), Ethereum, XRP, dan Dogecoin juga mengalami penurunan signifikan dalam gelombang koreksi pasar kripto yang lebih luas.
Arus Keluar Besar dari ETF Bitcoin
Menurut data SoSoValue, ETF Bitcoin spot di AS mengalami arus keluar bersih sebesar $3,2 miliar dalam delapan hari terakhir, sekakigus mencatat rekor terpanjang untuk tren negatif sejak debut ETF Bitcoin.
Hingga Februari ini, total arus keluar bersih mencapai $3,65 miliar, dengan hanya empat hari mencatat arus masuk positif.
Bitcoin dan Kripto Lainnya Jatuh
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Harga Bitcoin anjlok 6,9% ke level $80.345. Ethereum juga mengalami penurunan yang tajam sebesar 9,3%, dengan harga turun ke $2.131.
XRP dan Dogecoin masing-masing turun 8,8% dan 10,8%. Pasar kripto secara keseluruhan menyusut 8,7% dalam sehari, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi $2,76 triliun.
Koreksi pasar kripto ini diperparah oleh kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China.
Investor semakin khawatir bahwa ketidakstabilan kebijakan perdagangan dapat berdampak lebih luas pada aset berisiko, termasuk kripto.
Indeks Ketakutan Kripto Menyentuh Level Ekstrem
Penurunan harga ini juga memicu lonjakan ketakutan di kalangan investor. Indeks Fear & Greed Crypto menunjukkan angka 10, yang menandakan “ketakutan ekstrem”.
Ini merupakan level terendah sejak runtuhnya Terra-Luna dan Three Arrows Capital pada 2022.
Apakah Bitcoin Akan Segera Pulih?
Para analis masih terpecah dalam menilai apakah Bitcoin telah mencapai titik terendahnya.
CryptoQuant menunjukkan bahwa indikator NVT Golden Cross mengindikasikan kondisi oversold. Namun, beberapa pakar memperingatkan bahwa tekanan jual masih bisa berlanjut.
Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan pasar akan menjadi krusial dalam menentukan apakah harga Bitcoin dan kripto lainnya dapat kembali stabil atau justru semakin terpuruk.
Maka dari itu, investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang masih tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Arizona semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam adopsi cryptocurrency dengan kemajuan dua rancangan undang-undang Bitcoin di Senat negara bagian.
Langkah ini menjadikan Arizona semakin dekat untuk memiliki cadangan Bitcoin strategis, hanya tertinggal dari Utah dalam hal penerapan regulasi aset digital seperti dilaporkan oleh Ecoinimist pada Sabtu (1/3).
Rancangan Undang-Undang Strategis untuk BitcoinSenat Arizona telah meloloskan Strategic Digital Assets Reserve Bill (SB 1373) dalam pembacaan ketiga pada 27 Februari dengan suara 17-12.
RUU yang diusulkan oleh Senator Partai Republik, Mark Finchem, ini akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian untuk pertimbangan lebih lanjut.
Jika disahkan, undang-undang ini akan membentuk Dana Cadangan Aset Digital Strategis yang dikelola oleh bendahara negara.
RUU ini membatasi investasi Bitcoin untuk mengurangi risiko keuangan, dengan batas maksimal 10% dari total dana yang dapat dialokasikan setiap tahun fiskal.
Selain itu, bendahara diperbolehkan untuk meminjamkan aset digital guna mendapatkan imbal hasil, selama tidak meningkatkan risiko keuangan bagi negara.
Fokus pada Cadangan Bitcoin
Selain SB 1373, ada juga Strategic Bitcoin Reserve Act (SB 1025) yang turut mendapat perhatian.
RUU ini, yang disponsori oleh Senator Wendy Rogers dan Perwakilan Jeff Weninger, lolos dalam pembacaan ketiga di Senat pada 27 Februari dengan suara 17-11.
Berbeda dengan SB 1373, RUU ini secara khusus akan memberi wewenang bagi dana publik untuk berinvestasi langsung dalam Bitcoin.
Dukungan terhadap RUU ini menunjukkan meningkatnya penerimaan cryptocurrency di tingkat negara bagian. Namun, tidak semua negara bagian mengikuti jejak Arizona.
Beberapa negara bagian lainnya seperti Montana, Wyoming, North Dakota, South Dakota, dan Pennsylvania telah menolak proposal serupa.
Hingga saat ini, sebanyak 18 negara bagian memiliki RUU cadangan kripto yang menunggu persetujuan Senat, tetapi hanya Arizona dan Utah yang telah mencapai tahap akhir.
Momentum Legislasi Kripto di AS
Kebijakan pro-Bitcoin Arizona sejalan dengan tren yang lebih luas di Amerika Serikat, di mana semakin banyak negara bagian yang mempertimbangkan regulasi cryptocurrency.
Beberapa analis menghubungkan tren ini dengan kebijakan pro-kripto dari mantan Presiden Donald Trump, yang meningkatkan minat politik terhadap aset digital.
Namun, meskipun ada kemajuan dalam regulasi, pasar Bitcoin masih menghadapi tantangan besar. Selama tujuh hari terakhir, harga Bitcoin turun hingga 17%, dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dan kebijakan perdagangan yang diusulkan Trump.
Meski begitu, meningkatnya minat institusional terhadap cadangan Bitcoin menunjukkan bahwa aset digital dapat memainkan peran yang lebih besar dalam strategi keuangan negara bagian dan federal di masa depan.
Jika kedua RUU ini disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, Arizona akan semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam adopsi Bitcoin di tingkat negara bagian.
Keberhasilan ini juga dapat menjadi contoh bagi negara bagian lain yang ingin mengintegrasikan aset digital ke dalam ekosistem keuangan mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dunia kripto tengah menyoroti peristiwa besar yang akan terjadi besok: Token unlock 11,2 juta Solana (SOL) dari harta kebangkrutan FTX.
Berdasarkan data dari Messari, pembukaan ini akan meningkatkan pasokan SOL yang beredar sebesar 2,2%, dengan nilai lebih dari $1 miliar. Pertanyaannya, bagaimana dampak pelepasan ini terhadap pasar?
Mengapa FTX Memiliki Banyak Solana?
Bagi yang baru terjun ke dunia kripto dalam beberapa tahun terakhir, mungkin bertanya-tanya mengapa FTX memiliki begitu banyak SOL.
Dilaporkan Protos, hal ini berkaitan erat dengan sosok pendiri FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), yang sebelum menghadapi tuntutan hukum dan dipenjara pada Desember 2022, adalah salah satu investor terbesar dalam dunia kripto.
SBF bukan hanya mendirikan FTX, tetapi juga berinvestasi besar-besaran di Solana. Ia bahkan berhasil mengamankan 2,5% dari pasokan terkunci SOL dan begitu aktif mempromosikannya hingga SOL dikenal sebagai “koin Sam,” bersama beberapa aset lainnya seperti FTT, SRM, OXY, dan MAPS. SBF bahkan sempat membeli SOL di pasar terbuka demi menjaga harga tetap stabil.
The 11.2 million SOL from the FTX bankruptcy auction will be unlocked on March 1, worth $2.06 billion, according to @ai_9684xtpa. FTX sold 41 million SOL in three auctions, and the top three buyers bought at prices of $64, $95, and $102. Including OTC traders Galaxy, Pantera,…
Selain pembukaan besar besok, dua pembukaan kunci SOL berikutnya jauh lebih kecil: 12.700 SOL pada 1 April dan 73.700 SOL pada 1 Mei. Token ini semua merupakan bagian dari aset FTX yang kini masuk dalam proses kebangkrutan.
Secara keseluruhan, pasokan Solana terbagi dalam beberapa kategori utama:
Cadangan komunitas: 40,8%
Tim awal: 13,4%
Investor awal: 13,3%
Penjualan pendiri: 9,8%
Yayasan Solana: 11% Sebagian besar token ini sudah dibuka sebelum Februari 2021.
Siapa yang Akan Mendapat Manfaat dari Pembukaan Kunci Ini?
Penting untuk dicatat bahwa pelepasan SOL besok tidak akan menguntungkan korban kebangkrutan FTX, tetapi akan dialihkan kepada pembeli klaim, termasuk Pantera Capital dan Galaxy Asset Management, perusahaan milik Mike Novogratz.
FTX telah menjual hak atas SOL yang akan dibuka ini dalam proses kebangkrutan. Galaxy, misalnya, membeli klaim atas sebagian besar token terkunci yang tersisa dengan harga $64 per SOL. Ini berarti Galaxy dan investor lainnya akan menjadi pemilik resmi dari SOL yang akan segera tersedia di pasar.
Direktur Pelaksana Galaxy, Kelly Greer, menegaskan bahwa dampak pasar dari pelepasan ini kemungkinan kecil, karena kepemilikan mereka hanya mencakup persentase kecil dari total pasokan SOL. Namun, tetap ada potensi tekanan jual jika investor memutuskan untuk melepas sebagian besar token mereka.
Dampak terhadap Harga Solana
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sejauh ini, Solana telah kehilangan sekitar sepertiga dari nilainya sepanjang tahun ini.
Dengan pelepasan token dalam jumlah besar ini, investor khawatir akan adanya tekanan jual yang lebih besar, meskipun pihak Galaxy belum mengungkapkan apakah mereka berencana segera menjual SOL mereka atau tidak.
Singkatnya, meskipun SBF dan FTX telah tumbang, jejak mereka masih memengaruhi pergerakan pasar kripto. Dengan pembukaan kunci lebih dari $1 miliar dalam SOL besok, pelaku pasar akan mencermati apakah ini akan menjadi peluang investasi baru atau justru memicu volatilitas yang lebih besar bagi Solana.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.
Saya telak lagi kena, salah yang dihapus tidak akan menjadi pelajaran, karena saya berniat untuk belajar dan menjadikan diary ini sebagai catatan perjalanan menemani Bitcoin menjadi kelas aset, saya tak akan hapus garis saya yang salah.
Data yang saya prediksi sebagian benar sebagian salah, kelupaan saya atas pasar Jepang yang tanggal merah berakibat fatal, Yen tak melemah dan menguat capai 149 pada hari senin, House Price Index yg terprediksi naik benar, tetapi consumer confidence yang turun salah, dalam keadaan normal AS seharusnya panik.
Popularitas Trump seharusnya menjadi berisiko atas penghematan pemerintahnya, tetapi karena psikologi manusia sekarang yang suka lupa, Trump menganggapnya enteng, masa kerjanya masih 4 tahun, jadi rusak image diawal dapat diperbaiki dibelakang.
Core CPI Jepang yang naik seharusnya menjadi bumbu, tetapi Blackrock dan Fidelity yang jualan ribuan BTC membuat pasar panik. Claim data yang naik malam ini tidak akan membuat Trump goyah, GDP yang stagnan adalah senjata Trump untuk membuat Fed bertekuk lutut menuruti permintaannya memotong suku bunga.
Pending Home sales yang diedit menjadi terendah tak punya taring, dan menjadi sesuai dengan NAHB dan data perumahan lain sehingga sesuai prediksi Trakteer yang hanyalah dilihat dari angkanya yang sudah bottom.
PCE menjadi kunci bahwa Fed akan melunak dan perkiraan pemotongan suku bunga dapat dilihat dari sana. Dan benar PCE membuat Wick.
Tetapi ada yang Wow:
Saldo saya naik walaupun BTC turun, tanda bahwa uang FOMO BTC mulai berpindah ke altcoin. Uang FOMO adalah uang newbie yang masih menjadi pasar kaget karena lebih suka menjadi Turis Bitcoin yang datang hanya ketika FOMO dan pergi ketika Pasar Kaget.
Saldo saya sebelumnya 13 Juta. Naik menjadi 15 Juta saat BTC di $82K.
Bukan naik dan turunnya Bitcoin yang ditunggu, tetapi Diamnya Bitcoin yaitu mantul pelan yang menandakan sentimen positif Bitcoin mereda. Hanya mereda bukan hilang.
Dahulu banyak yang kecewa, Bitcoin naik alt ngga diajak, Bitcoin turun, alt rungkad, sekarang Bitcoin turun alt naik, kok belum ada yang argumen? 😆😆
Bagaimana cara menjelaskan pada 80ribu follower untuk tidak panik dan bahwa Asset Management tidak bearish?
Kita meyakinkan melalui data, Core PCE
PCE BY ASSET MANAGEMENT
BOFA CORE 2.6% BARCLAYS 2.5% CORE 2.6% BNP PARIBAS 2.5% CORE 2.6% CITI CORE 2.5% DEUSTCHE BANK CORE 2.6% GOLDMAN SACHS 2.5% CORE 2.6% JP MORGAN CORE 2.5% MORGAN STANLEY 2.5% CORE 2.6% NOMURA 2.4% CORE 2.5% TD SECURITIES 2.4% CORE 2.5% UBS 2.4% CORE 2.5%…
Data itu emas, Hanya dengan data kita bisa tenang.
Data Minggu Depan
Mari kita bedah data minggu depan, sebenarnya artikel ini telah saya buat hari Rabu, 26 Februari 2025 tetapi saya menunggu keluarnya data PCE.
Senin, 3 Maret 2025
23.00 WITA – ISM MANUFACTURING PMI
Coba bayangkan, Consumer Confidencer turun, Retail sales turun, Durable Turun, Factory Order turun, kenapa Survey jumlah belanja perusahaan naik? Kenapa PMI naik? Mereka pasti tahu sesuatu dong. Garis merahnya Trump adalah Stock tidak boleh jatuh dibawah 10%. Earning NVDA saja naik loh, siapa itu yang beli?
Jika PMI naik maka DXY naik. Jika PMI naik DXY turun, bukankah artinya Perusahaan itu memprediksi stimulus sudah dekat makanya dia belanja barang dulu sebelum naik akibat inflasi?
Kira-kira begini candle hari Senin. Perhatikan jika minggu curi start maka senin hijau, jika minggu merah, Senin lebih merah. Senin saya prediksi hijau akibat kenaikan belanja Pabrik bukan dari permintaan yang naik tetapi dari investor yang invest, sebagai back upnya RRP akan turun sehingga jumlah edar uang naik.
Selasa, 4 Maret 2025
– Tidak ada data
Kalau tak ada data Bitcoin woles Alt naik. Bitcoin itu makanannya adalah data bohong. Karena sekarang data mulai masuk akal lagi, saya kira koreksi dapat terjadi saat tak ada data
Rabu, 5 Maret 2025
21.15 WITA – Jumlah Karyawan Swasta (ADP)
Kita dapati DOGE PHK banyak PNS, maka PNS berhemat, sehingga Retail sales turun yang mengakibatkan Consumer Confidence turun, maka logikanya Jumlah Karyawan swasta turun dong? Ya kan? Tapi saya ga mau pakai logika saya maunya pakai inversal, alasannya PMI bulan lalu naik. Maka saya prediksi ADP naik
23.00 WITA – Factory Order
Suatu ketika saya baca berita lalu saya temukan artikel Pres. Prabowo mau semua PNS mobil dinasnya adalah Maung yang mana adalah produk dalam negeri, nah sama Factory Order menurut saya akan naik karena isu pemotongan pajak, penerapan Tariff Impor dan Stimulus pinjaman.
Pernahkah kita berpikir bahwa ekonomi kita jalan karena belanja Pemerintah, apakah yang terjadi jika pemerintah tidak belanja seperti sekarang? Lesu.
Itulah kesalahan pondasi awal bahwa kalau pemerintah ga belanja rakyat ga makan sehingga Pemerintah terus disandra, saya kira sudah sangat benar tindakan penghematan itu, karena selain ekonomi AS dipondasikan hutang, ekonomi masyarakat hanya jalan kalau pemerintah belanja, lha pemerintah dapat darimana duit kalau rakyat ga bekerja? Muter begitu, makanya saya yakin Trump pasti kasih stimulus disaat liquidity kering begini.
Retail sales turun, maka logikanya Factory Order turun, ekonomi begini. Tetapi kita dapati Durable Good Order naik dan PMI naik, Saya prediksi Factory Order diedit, angka -0,9% akan ditambahin bulatan kuning.
Kira-kira candle hari rabu begini:
Kamis, 6 Maret 2025
21.30 WITA – Claim data
Edit-editan itu ternyata masih berlanjut ya.. Saya yakin Claim datang Kamis 20 Februari 2025 diedit ke 220K. Claim data malam ini saya prediksi naik.
Jumat, 7 Maret 2025
21.30 WITA – Jumlah Total Karyawan Baru ( NFP)
NFP adalah dollar hodler, jika Jumlah total pegawai naik maka DXY naik. Minggu ini minggu penuh data, dan tak biasa. Saya bilang saya firm tidaknperlu inverse Trump data, logikanya NFP harusnya turun. Jika NFP turun maka DXY turun, dan Bitcoin naik.
Kira-kira begini candle hari Jumat
Ingat ya, semua ini hanyalah pendapat saya menurut pengetahuan terbaik saya, Trada sudah melihat kesalahan saya secara nyata dan berulang, membuat saya menjadi acuan adalah salah, tetapi melarang saya berpendapat tidaklah demokrasi. Saya ingin terus berkarya walau salah karena dengan salah itu saya belajar.
Tetaplah menganalisa sendiri dan membeli serta menjual adalah pilihan pribadi. Mengikuti saya pasti sangkut, dan sangkutnya lama. Ini bukanlah nasehat keuangan juga bukan nasehat jual beli, ini adalah pendapat yang sama dengan kebebasan berpendapat orang lain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bank of America (BofA), salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan rencana untuk meluncurkan stablecoin yang didukung oleh dolar AS.
Langkah ini diklaim sebagai strategi untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan Donald Trump, yang telah menyebut dirinya sebagai “presiden kripto.”
Stablecoin sebagai Langkah Strategis
CEO Bank of America, Brian Moynihan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memasuki pasar stablecoin jika peraturan AS mengizinkan. Dalam acara di Washington, DC, Moynihan menyatakan bahwa stablecoin adalah masa depan dan kemungkinan besar akan dikaitkan dengan rekening deposito dolar AS.
DIlaporkan Cryptopolitan, dengan investasi tahunan sekitar $4 miliar dalam teknologi baru dan tambahan $8 hingga $9 miliar untuk pengoperasiannya, Bank of America terus memperkuat posisinya dalam inovasi perbankan digital. Keberhasilannya dalam digitalisasi terlihat dari adopsi awal aplikasi perbankan mobile dan peluncuran asisten AI, Erica, pada 2018.
Menanggapi Kritik Trump dan Isu Debanking
Bank of America sempat mendapat kritik tajam dari Trump, yang menuduh bank-bank besar AS melakukan “debanking” terhadap kelompok konservatif.
Moynihan menepis tuduhan ini dengan menekankan bahwa banknya melayani semua pihak, tetapi juga mengakui bahwa regulasi yang ketat membuat perbankan harus berhati-hati.
Debanking juga menjadi isu di dunia kripto. Moynihan menyoroti kebijakan regulator yang melarang bank untuk bekerja sama dengan perusahaan kripto tanpa izin eksplisit, yang hampir mustahil diperoleh.
Isu ini mencuat dalam sidang Komite Perbankan Senat yang dipimpin oleh Senator Cynthia Lummis, seorang pendukung industri kripto.
Regulasi Stablecoin dan Peran Washington
Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.
Di tengah perdebatan ini, pemerintahan Trump sedang merancang regulasi baru untuk stablecoin.
David Sacks, yang kini menjabat sebagai penasihat Gedung Putih untuk kebijakan AI dan kripto, menegaskan bahwa administrasi berkomitmen meloloskan undang-undang yang memberikan kepastian regulasi bagi aset digital. Ia berharap regulasi ini dapat diselesaikan dalam enam bulan ke depan.
Beberapa tokoh kunci seperti Senator Tim Scott, Perwakilan French Hill, dan Senator John Boozman telah menyatakan dukungan terhadap RUU stablecoin yang diusulkan oleh Senator Bill Hagerty.
RUU ini bertujuan menciptakan kerangka regulasi yang jelas untuk stablecoin, yang selama ini dikaitkan dengan aset dunia nyata seperti dolar AS.
Masa Depan Stablecoin Berbasis Dolar
Sementara itu, Vance Spencer dari Framework Ventures menyoroti adanya upaya pemain domestik AS untuk membatasi penerbit stablecoin internasional dari mengakses pasar keuangan AS.
Ia mengkritik kebijakan ini sebagai bentuk proteksi yang justru dapat menghambat dominasi dolar di pasar global.
Komisioner SEC, Hester Peirce, yang kini memimpin Satgas Kripto, menegaskan bahwa tujuan regulasi harus tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan investor dan inovasi. Satgas ini akan fokus pada berbagai aspek kripto, termasuk staking, pinjaman kripto, serta regulasi lintas batas.
Dengan semakin intensnya perdebatan tentang regulasi stablecoin, langkah Bank of America untuk memasuki pasar ini menunjukkan bahwa bank besar tidak ingin tertinggal dalam adopsi teknologi keuangan terbaru. Namun, semua akan bergantung pada bagaimana Washington menyusun regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi industri kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitwise, salah satu manajer aset kripto terkemuka, telah mendaftarkan entitas “Bitwise Aptos ETF” di Delaware pada 25 Februari 2025.
Dilaporkan The Block, pendaftaran ini menandakan bahwa perusahaan sedang bersiap untuk mengajukan dokumen S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), sebuah langkah awal dalam peluncuran dana exchange-traded fund (ETF) berbasis Aptos.
Langkah Bitwise ini muncul di tengah meningkatnya persaingan di sektor ETF altcoin. Sebelumnya, pada November 2024, Bitwise telah meluncurkan Aptos Staking ETP di enam bursa Swiss.
CEO dan salah satu pendiri Bitwise, Hunter Horsley, menyatakan bahwa dengan adanya ETF Bitcoin dan Ethereum di AS, semakin banyak investor yang mulai mengeksplorasi aset digital lainnya untuk diversifikasi portofolio mereka.
Tak hanya Bitwise, perusahaan lain juga turut meramaikan pasar ETF berbasis altcoin. 21Shares, misalnya, meluncurkan Aptos Staking ETP di Euronext Amsterdam dan Paris pada November lalu. Selain itu, pada Januari 2025, Bitwise juga telah mengajukan pendaftaran ETF berbasis Dogecoin di Delaware.
Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Jumat, 28 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
Manajer ETF Berlomba Ajukan ETF Altcoin
Tren pengajuan ETF altcoin semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Grayscale, salah satu manajer aset terbesar di dunia kripto, baru saja mengajukan proposal 19b-4 kepada SEC untuk meluncurkan Grayscale Polkadot Trust.
Sementara itu, Canary Capital juga mengajukan pengajuan serupa untuk ETF spot HBAR pada awal minggu ini.
Sekilas Tentang Aptos
Aptos adalah blockchain Layer-1 yang meluncurkan mainnet-nya pada tahun 2022. Token APT saat ini berada di peringkat ke-36 dengan kapitalisasi pasar sekitar $3,6 miliar. Dalam 24 jam terakhir, harga APT mengalami kenaikan sebesar 8,9% menjadi $6,12, meskipun pasar kripto secara umum mengalami aksi jual.
Bitwise sendiri belum memberikan komentar resmi terkait langkah strategis ini, namun pendaftaran entitas ETF Aptos menunjukkan minat yang semakin besar terhadap altcoin di ranah investasi institusional.
Dengan semakin banyaknya manajer aset yang mengajukan ETF berbasis altcoin, pasar kripto menunjukkan tren pertumbuhan yang menarik bagi investor institusional. Langkah Bitwise dalam mendaftarkan ETF Aptos menegaskan bahwa aset digital di luar Bitcoin dan Ethereum mulai mendapatkan perhatian lebih luas.
Kini, kita tinggal menunggu bagaimana respons SEC terhadap gelombang permintaan ETF altcoin ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.