Author: 26

  • XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

    XRP mencatat prestasi mengejutkan di Thailand tahun ini. Berdasarkan laporan terbaru Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Thailand, altcoin ini berhasil mengungguli semua aset utama, termasuk emas, Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH).

    Dilaporkan BeInCrypto, dengan volume perdagangan mencapai $8,2 miliar, XRP menorehkan lonjakan fantastis 390% year-on-year di bulan Agustus 2025.

    XRP Jadi Aset Paling Menguntungkan 9 Bulan Berturut-Turut

    Laporan resmi regulator mengungkapkan bahwa XRP telah memimpin sebagai aset paling menguntungkan di Thailand selama sembilan bulan berturut-turut. Kinerja ini menjadikannya lebih diminati dibandingkan BTC yang biasanya mendominasi pasar global.

    Tak hanya investor institusional, minat ritel juga melonjak drastis. Pada Agustus, 42% aktivitas perdagangan XRP berasal dari pedagang ritel—menunjukkan loyalitas kuat dari masyarakat Thailand, bahkan ketika pasar kripto global cenderung lesu.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Dogecoin dan XRP Cetak Rekor ETF, Kenapa Harga Tak Bergerak?

    Kenapa Thailand Jatuh Hati pada XRP?

    Popularitas XRP di Thailand tak datang tiba-tiba. Pemerintah negara ini aktif mengembangkan ekosistem kripto dengan berbagai inovasi, seperti:

    • Meluncurkan platform pembayaran berbasis blockchain.
    • Melakukan tokenisasi obligasi utang negara.

    Kebijakan ini memperkuat kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di aset digital, dengan XRP muncul sebagai bintang utama.

    Kontras dengan Pasar Amerika Serikat

    Menariknya, kondisi di Thailand sangat berbeda dengan AS. Meski ETF XRP baru bernama REX-Osprey sempat memicu hype besar di Amerika, dampaknya pada harga maupun volume perdagangan justru minim. Pasar di sana lebih didominasi oleh modal institusional, sementara di Thailand, loyalitas akar rumput dari investor ritel menjadi penopang utama.

    Efek Domino untuk Ripple dan Asia Tenggara

    Keberhasilan XRP di Thailand bisa menjadi sinyal penting untuk masa depan Ripple di Asia Tenggara. Dengan masyarakat yang lebih memilih menarik dana dari rekening bank tradisional untuk dialihkan ke XRP dibanding BTC atau ETH, tren ini dapat menciptakan efek domino di negara-negara tetangga.

    Jika Ripple mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat XRP begitu populer di Thailand, strategi serupa bisa diterapkan di pasar lain demi memperluas dominasi globalnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • RESMI! Token MASK Diumumkan, MetaMask Bakal Bikin Web3 Meledak!

    Setelah lama jadi bahan spekulasi, MetaMask kini resmi menuju titik krusial: peluncuran token native-nya: MASK.

    Menurut laporan The Block pada Sabtu (20/9), kepastian ini sendiri telah dikonfirmasi oleh Joe Lubin, CEO ConsenSys sekaligus co-founder Ethereum.

    Dalam sebuah wawancara, Lubin bahkan menyebut bahwa token ini “akan datang lebih cepat dari yang Anda kira.”

    Meski belum ada tanggal pasti, Lubin menekankan bahwa MASK akan menjadi bagian penting dari misi MetaMask memajukan desentralisasi, memberi kekuatan lebih kepada komunitas pengguna.

    Baca Juga: Token MASK Melonjak 32% dalam 24 Jam, Uji Level Resistensi $3

    Kenapa MASK Bisa Jadi Game Changer

    1. Desentralisasi & Partisipasi Pengguna
      MASK bukan hanya sekadar token biasa: ia dirancang untuk memberi hak suara (governance) kepada pengguna, serta rewards atau insentif atas aktivitas seperti penggunaan dompet, interaksi dengan aplikasi Web3, dan partisipasi dalam jaringan. Ini bagian dari visi MetaMask dan ConsenSys untuk menjadikan platform lebih dikendalikan komunitas.
    2. Ekosistem Basis: mUSD & Linea
      Peluncuran MASK diiringi dengan rilis stablecoin MetaMask USD (mUSD), sebuah stablecoin yang diintegrasikan untuk memperluas utilitas dompet MetaMask. Lebih jauh lagi, konsorsium ConsenSys juga bekerja sama erat dengan jaringan Layer-2 bernama Linea dalam beberapa proyek, sehingga MASK kemungkinan besar akan beroperasi dalam kerangka yang scalable dan biaya transaksi yang lebih rendah.
    3. Kepercayaan Regulasi
      Lubin menyebut bahwa kondisi regulasi sekarang (terutama yang terkait dompet kripto dan token native) lebih mendukung daripada sebelumnya, yang membuat peluncuran MASK bisa dilakukan lebih aman dari sisi hukum.
    4. Basis Pengguna yang Kuat
      MetaMask sudah memiliki puluhan juta pengguna aktif sebagai dompet Web3, dan banyak dari mereka sudah terbiasa memakai dompet ini untuk DeFi, NFT, dan berbagai aplikasi berbasis Ethereum. Dengan basis pengguna sebesar itu, peluncuran MASK punya potensi adopsi instan dan traction yang besar.

    Tantangan & Poin Pengawasan

    Meski MASK terdengar menjanjikan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:

    • Detail Tokenomics Belum Terbuka Sepenuhnya
      Bagaimana distribusi, mekanisme vesting, reward, dan jumlah total token belum diumumkan publik secara rinci. Tanpa transparansi ini, risiko spekulasi dan salah paham bisa muncul.
    • Regulasi & Kepatuhan
      Dengan SEC (Amerika Serikat) dan berbagai badan regulasi kripto global yang semakin mengawasi aset digital dan token, MASK harus dirancang agar tidak dianggap sebagai sekuritas yang memicu pelanggaran hukum.
    • Kompetisi Dompet Web3 Lain
      Banyak dompet dan wallet Web3 lain yang mencoba menambahkan fitur governance, rewards, dan tokenisasi komunitas. MASK harus punya keunggulan nyata agar tidak tergerus oleh pesaing.
    • Ekspektasi Tinggi & Risiko Volatilitas
      Karena berita ini sudah lama dinanti-nanti, ekspektasi pasar sangat tinggi. Bila peluncuran MASK tidak sesuai dengan ekspektasi — misalnya terlalu lambat, tokenomics kurang menarik, atau reward kecil — bisa terjadi reaksi negatif dan volatilitas harga yang besar.

    Prediksi Peluncuran & Dampaknya

    Banyak analis memperkirakan peluncuran MASK bisa terjadi akhir 2025 atau dalam beberapa bulan ke depan, mengingat Lubin menyebut “lebih cepat dari yang Anda kira.”

    Setelah peluncuran, jika tokenomiknya menarik dan pengguna diaktifkan lewat rewards/governance, MASK dapat meningkatkan loyalitas pengguna MetaMask, memperkuat penggunaan dompet, dan memberikan aliran aktivitas baru di ekosistem Ethereum dan Linea.

    Secara harga, MASK kemungkinan akan diluncurkan melalui mekanisme airdrop atau distribusi komunitas terlebih dahulu.

    Token ini bisa mengalami lonjakan awal (pump) setelah listing, tapi akan ada koreksi dan tekanan pasar ketika pasar menilai utilitas jangka panjangnya.

    Baca Juga: Binance Wallet Geser MetaMask Sebagai Dompet Web3 Terpopuler

    Pengumuman MASK oleh Joe Lubin adalah momen penting bagi MetaMask dan ekosistem Ethereum.

    Token ini bukan hanya simbol ambisi, tapi praktis akan menjadi instrumen desentralisasi dan partisipatif untuk jutaan pengguna Web3.

    Jika semua berjalan lancar dengan regulasi yang mendukung, tokenomik yang adil, dan eksekusi yang transparan, MASK bisa menjadi salah satu token paling diantisipasi tahun ini.

    Namun, jalan menuju peluncuran penuh tidak bebas risiko. Investor dan pengguna harus tetap memperhatikan pengumuman resmi MetaMask, detail tokenomics, dan perkembangan regulasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tergelincir Lagi: Harga Turun 1,2%, Awal Koreksi Besar?

    Bitcoin (BTC), sang raja kripto, kembali mengalami tekanan harga di tengah volatilitas pasar.

    Data terbaru dari Tokocrypto pada Sabtu (20/9) menunjukkan bahwa BTC diperdagangkan di level $115,517.04 per koin, mencatat penurunan sebesar -1,28% dalam 24 jam terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar senilai $2,301,48 miliar USD, Bitcoin tetap memimpin pasar kripto global, namun tren penurunan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini sekadar fluktuasi jangka pendek, atau tanda dimulainya fase koreksi yang lebih dalam?

    Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

    Pergerakan Harga Bitcoin: Antara Resistensi dan Tekanan Jangka Pendek

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $115,141.82 (terendah) hingga $117,140.42 (tertinggi).

    Angka ini menunjukkan adanya volatilitas harian yang cukup ketat, dengan tekanan jual mendominasi.

    Meski harga saat ini masih jauh di atas level psikologis $100,000, tren penurunan kecil tetapi konsisten dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran investor.

    Secara mingguan, BTC mengalami penurunan -0,36%, memperlihatkan adanya hambatan pertumbuhan meski kapitalisasi pasar tetap solid.

    Riwayat Harga 30–90 Hari: Naik-Turun dalam Gelombang Pasar

    • 30 hari terakhir: BTC justru sempat menguat +1,34%, menandakan adanya sentimen positif di awal bulan.
    • 60 hari terakhir: harga terkoreksi -1,44%, menunjukkan pola sideways dengan kecenderungan lemah.
    • 90 hari terakhir: BTC masih unggul +12,88%, membuktikan bahwa dalam jangka menengah tren masih berada di wilayah bullish.

    Dengan pola ini, terlihat jelas bahwa pasar sedang berada di fase tarik ulur antara dorongan naik jangka menengah dan tekanan koreksi jangka pendek.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Rekor Tertinggi Jadi Tolok Ukur

    Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12.

    Penurunan saat ini sebesar hampir 7% dari ATH menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pasar kesulitan menembus kembali level tersebut.

    Para analis menilai, jika BTC terus gagal melewati level resistance di atas $120,000, koreksi yang lebih dalam bisa saja terjadi.

    Faktor yang Memengaruhi Penurunan

    1. Likuiditas Menurun
      Volume perdagangan harian BTC kini berada di angka $37,20 miliar, lebih rendah dibandingkan beberapa pekan lalu. Turunnya volume ini menandakan melemahnya minat beli, sehingga penjual lebih dominan.
    2. Ketidakpastian Makroekonomi
      Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakstabilan ekonomi global masih menjadi bayang-bayang yang menekan aset berisiko, termasuk kripto.
    3. Sentimen Pasar
      Walau optimisme jangka panjang masih kuat, berita-berita regulasi dan aksi ambil untung dari investor besar bisa memicu koreksi singkat.

    Analisis Pasar

    Dengan suplai beredar mencapai 19,92 juta BTC atau sekitar 94,87% dari total maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

    Namun, kondisi ini tidak selalu membuat harga stabil. Justru, semakin dekat dengan batas suplai maksimal, volatilitas bisa meningkat akibat spekulasi.

    Bagi investor jangka panjang (HODLers), penurunan -1,28% dalam sehari hanyalah “riak kecil” di lautan tren besar.

    Namun, bagi trader jangka pendek, pergerakan harga ini adalah sinyal waspada bahwa pasar bisa saja bergerak lebih tajam dalam beberapa hari mendatang.

    Prospek ke Depan

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level support $115,000, ada peluang untuk kembali menguji resistance di $118,000–$120,000.

    Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah $114,000, tren bearish jangka pendek bisa menguat dan membawa BTC mendekati $110,000.

    Baca Juga: Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

    Koreksi atau Awal Aksi Jual Besar?

    Harga Bitcoin saat ini memperlihatkan dinamika khas pasar kripto: volatil, penuh kejutan, dan sarat spekulasi.

    Penurunan -1,28% dalam 24 jam terakhir belum bisa disebut sebagai tren bearish yang besar, tetapi cukup untuk memunculkan keraguan di kalangan investor.

    Dengan kapitalisasi pasar raksasa di atas $2,3 triliun, Bitcoin masih menjadi jangkar utama industri kripto. Namun, perjalanan menuju ATH baru mungkin akan penuh tantangan.

    Investor perlu mencermati level support dan resistance kunci, serta mengantisipasi faktor makroekonomi yang bisa memengaruhi arah harga dalam waktu dekat.

    Meski Bitcoin tergelincir tipis, magnet utamanya sebagai “emas digital” belum luntur.

    Pertanyaannya, apakah ini hanya jeda sebelum reli besar berikutnya, atau awal dari penurunan panjang? Pasar akan segera menjawabnya.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melonjak 120% Sehari! Tutorial (TUT) Guncang Dunia Kripto

    Pasar kripto kembali menghadirkan kejutan besar. Kali ini, giliran Tutorial (TUT) yang mencuri perhatian dengan kenaikan harga spektakuler.

    Dalam 24 jam terakhir via Tokocrypto, TUT berhasil mencatat lonjakan +120,38%, membawa harganya naik ke level $0.165437.

    Lonjakan ini membuat TUT langsung masuk radar investor, dengan kapitalisasi pasar mencapai $138,61 juta dan volume perdagangan harian yang tembus $199,62 juta.

    Baca Juga: Altcoin Season Hampir Tiba! Indeks Meledak ke Level Kritis

    Performa Luar Biasa dalam Beberapa Bulan

    Jika melihat riwayat pergerakan harga TUT, tren positif ini bukanlah kebetulan. Dalam 30 hari terakhir, TUT sudah menguat +158,88%, sementara dalam 60 hari terakhir naik +147,74%.

    Bahkan dalam 90 hari, TUT melesat hingga +318,41%, sebuah pertumbuhan yang jarang terlihat di pasar altcoin yang biasanya lebih volatil.

    Tak hanya itu, rekor tertinggi harga TUT juga baru saja tercapai di level $0.174144, mencatatkan sejarah baru bagi aset ini.

    Fakta bahwa harga mampu menembus level ATH (All Time High) dalam kondisi pasar kripto yang cenderung fluktuatif menjadi sinyal kuat bahwa minat investor terhadap TUT semakin membesar.

    Pergerakan harga Tutorial (TUT/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Tutorial (TUT/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Pendorong Kenaikan Harga TUT

    Ada beberapa faktor utama yang diduga menjadi motor penggerak kenaikan harga TUT:

    1. Likuiditas Tinggi dan Volume Perdagangan Meledak
      Lonjakan volume perdagangan hingga hampir $200 juta dalam sehari menunjukkan likuiditas yang sangat sehat. Hal ini memperlihatkan bahwa investor tidak hanya sekadar berspekulasi, tetapi juga melihat potensi jangka menengah hingga panjang dari TUT.
    2. Dukungan Komunitas dan Ekosistem
      Tutorial (TUT) dikenal memiliki komunitas aktif yang terus memperluas ekosistemnya. Aktivitas promosi, listing di platform populer, dan strategi branding yang konsisten menjadi katalis yang memperkuat kepercayaan pasar.
    3. Momentum Bullish Altcoin
      Kenaikan TUT juga tak lepas dari momentum bullish yang sedang dirasakan banyak altcoin menengah. Dengan Bitcoin dan Ethereum relatif stabil, investor mulai memburu aset alternatif yang berpotensi memberikan keuntungan besar dalam waktu cepat.

    Analisis Posisi Pasar Tutorial (TUT)

    Dengan peringkat populer di urutan ke-316, TUT memang masih tergolong altcoin menengah. Namun, dengan Kapitalisasi pasar $138 juta dan sirkulasi suplai 837 juta token, TUT memiliki pondasi fundamental yang menarik.

    Ditambah dengan total pasokan maksimum hanya 1 miliar token, peluang deflasi jangka panjang terbuka jika permintaan terus meningkat.

    Apabila tren positif berlanjut, TUT berpotensi menembus kapitalisasi $200 juta dalam beberapa minggu ke depan.

    Kondisi ini bisa membawa TUT naik ke posisi peringkat 250 besar, sekaligus memperkuat reputasinya di pasar globalbr

    Prediksi Harga Tutorial (TUT)

    • Jangka Pendek (1–2 minggu): Jika momentum bullish tetap kuat, TUT berpotensi menembus resistensi di level $0.20. Namun, investor perlu waspada karena volatilitas tinggi bisa memicu koreksi cepat ke area $0.12–$0.14.
    • Jangka Menengah (1–3 bulan): Dengan performa historis yang impresif, target realistis TUT berada di kisaran $0.25–$0.30. Faktor yang mendukung adalah meningkatnya adopsi ekosistem serta kemungkinan listing di lebih banyak bursa.
    • Jangka Panjang (6–12 bulan): Jika komunitas tetap solid dan proyek mampu menghadirkan inovasi nyata, TUT bisa menargetkan harga $0.50 atau bahkan lebih. Namun, tentu saja hal ini akan bergantung pada kondisi makro pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Tutorial (TUT) Meledak 120% Sehari, Altcoin Pendatang Baru Siap Tantang Raksasa Kripto

    Tutorial (TUT) membuktikan bahwa altcoin menengah pun mampu mencatatkan performa yang mengejutkan. Dengan kenaikan harga lebih dari 120% hanya dalam sehari, TUT kini menempatkan dirinya sebagai salah satu aset yang patut diperhitungkan di pasar kripto.

    Meski begitu, investor tetap harus berhati-hati. Volatilitas tajam adalah hal yang lumrah di dunia kripto.

    Namun, dengan kombinasi volume perdagangan yang tinggi, komunitas yang solid, dan rekam jejak pertumbuhan harga yang konsisten, TUT jelas layak menjadi sorotan utama di tengah euforia altcoin saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Catat Waktunya, Ethereum Segera Luncurkan Upgrade Fusaka

    Pengembang Ethereum akhirnya mengumumkan jadwal rilis Fusaka, upgrade protokol besar berikutnya, dengan mainnet yang dijadwalkan diluncurkan pada 3 Desember.

    Namun sebelum resmi beroperasi, Fusaka akan terlebih dahulu diuji di beberapa testnet, seperti Holesky pada 1 Oktober, Sepolia pada 14 Oktober, dan Hoodi pada 28 Oktober.

    Sebagaimana dikutip dari Cryptopotato pada Sabtu (20/9), Fusaka membawa 11 proposal baru yang bertujuan meningkatkan scalability, stabilitas node, dan kinerja validator.

    Baca Juga: Harga Ethereum Sentuh $4,579, Sinyal Bullish Kian Menguat

    Diantaranya adalah PeerDAS (untuk data availability sampling dan pengendalian spam), peningkatan kapasitas blob, dan gas limit yang lebih tinggi (150 juta unit).

    Salah satu fitur penting adalah peningkatan kapasitas blob lewat hard fork BPO, dengan pengaturan bertahap: mulai dari target blob dari 6/9 ke 10/15, kemudian ke 14/21 setelah seminggu.

    Konon, pengembangan ini diharapkan mengurangi biaya L2 rollup dan meningkatkan throughput transaksi, serta mempersiapkan integrasi fitur tambahan di masa depan seperti faster block times dan Verkle tree.

    Upgrade Fusaka dijadwalkan untuk menyala di mainnet pada 3 Desember 2025. Jika berjalan sesuai rencana, ini bisa jadi salah satu pintu masuk besar menuju Ethereum yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih murah.

    Ini bukan kali pertama Ethereum melakukan upgrade besar, tapi kecepatan antar upgrade semakin dipercepat.

    Fusaka akan menyusul Pectra yang belum lama selesai, dan sebelumnya Dencun yang memberikan fondasi untuk peningkatan blob transactions dan efisiensi jaringan.

    Fitur Utama Fusaka

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Fusaka terdiri dari 11 proposal yang masing-masing punya dampak penting. Beberapa fitur kunci:

    • PeerDAS, untuk sampling data availability dan kontrol spam—dua masalah krusial di jaringan yang padat.
    • Blob capacity yang diperbesar bertahap (hard fork BPO) agar lebih banyak data bisa ditangani sekaligus, memperkuat throughput dan efisiensi.
    • Gas limit dinaikkan menjadi 150 juta unit—ini memungkinkan transaksi lebih banyak per blok, membantu menurunkan antrean dan biaya.

    Efek ke Layer-2 dan Pengguna Akhir

    Salah satu tujuan besar Fusaka adalah memudahkan penggunaan Layer-2 rollups yang selama ini menjadi pintu masuk banyak proyek yang ingin skala besar dengan biaya rendah.

    Pengurangan biaya L2 bisa membuat Ethereum semakin menarik untuk aplikasi DeFi, NFT, bahkan pengguna biasa yang sebelumnya enggan karena biaya transaksi tinggi.

    Selain itu, dengan throughput dan efisiensi yang membaik, transaksi sehari-hari di Ethereum bisa jadi jauh lebih cepat dan murah yang akan dirasakan pengguna domestik maupun institusi.

    Risiko & Tantangan

    Walau Fusaka menjanjikan banyak kemajuan, beberapa risiko tetap perlu diperhatikan:

    • Fitur baru sering dihadapkan pada bug atau masalah stabilitas, terutama setelah integrasi ke mainnet.
    • Meningkatnya gas limit dan kapasitas blob bisa membawa beban pada node validator—jika tidak di-handle dengan baik, ini bisa mempengaruhi desentralisasi.
    • Pengguna dan proyek Layer-2 harus menyesuaikan diri dengan perubahan teknis baru, yang bisa memicu adaptasi atau migrasi kode.

    Prediksi & Implikasi Harga Ethereum

    Dengan upgrade besar seperti Fusaka, potensi positif untuk Ethereum dalam hal harga muncul karena:

    • Minat investor institusional dan ritel: upgrade jelas sebagai sinyal bahwa Ethereum terus berkembang, bukan stagnan. Ini bisa menarik modal baru.
    • Biaya transaksi turun → akses yang lebih baik untuk pengguna → penggunaan dan volume transaksi naik → network effects yang positif.
    • Efisiensi Layer-2 lebih baik → proyek DeFi bisa menghemat biaya, meningkatkan margin, dan ikut manfaatkan Ethereum sebagai base.

    Prediksi realistis adalah bahwa Ethereum bisa mengalami kenaikan harga moderat hingga tinggi menjelang dan setelah rilis mainnet Fusaka—kemungkinan menuju atau melewati level resistance yang saat ini menahan.

    Namun, perubahan besar biasanya memicu volatilitas—baik di level teknikal maupun sentimen.

    Baca Juga: Hadapi Tekanan Pasar, Harga Ethereum Terkoreksi Tipis di $4.500

    Fusaka bukan upgrade biasa bagi Ethereum, melainkan sebuah langkah besar yang dirancang untuk mempercepat kecepatan transaksi, menurunkan biaya L2, dan memperkuat fondasi teknis untuk masa depan yang lebih scalable.

    Jika semua berjalan lancar, Desember 2025 bisa menjadi bulan yang akan dikenang oleh komunitas Ethereum sebagai titik balik.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sentimen Pasar Mulai Memudar, Harga Dogecoin Anjlok 3%

    Dogecoin (DOGE), salah satu aset kripto paling populer di dunia, kembali menjadi sorotan setelah harganya mengalami koreksi signifikan.

    Saat ini, Tokocrypto memperdagangkan DOGE di level $0.266414, turun sekitar -3,36% dalam 24 jam terakhir. Koreksi ini membawa kapitalisasi pasar DOGE ke $40,23 miliar, menempatkannya tetap kokoh di peringkat 8 kripto terbesar, meskipun tekanan jual tengah meningkat.

    Volume perdagangan DOGE dalam 24 jam terakhir mencapai $2,95 miliar, menandakan aktivitas pasar masih cukup tinggi meskipun ada kecenderungan pelemahan harga.

    Dengan suplai yang beredar mencapai 151,02 miliar DOGE, investor kini tengah bertanya-tanya apakah penurunan ini akan berlanjut atau justru menjadi peluang beli di harga diskon.

    Baca Juga: Dogecoin Terkoreksi, Inilah Sinyal yang Harus Diperhatikan Investor

    Performa Historis Dogecoin

    Jika menengok ke belakang, performa DOGE masih menunjukkan tren positif dalam jangka menengah hingga panjang:

    • 30 hari terakhir: DOGE masih naik +19,63%, menandakan adanya dorongan bullish sebelumnya.
    • 60 hari terakhir: Hampir stagnan, hanya naik tipis +0,38%.
    • 90 hari terakhir: Menguat signifikan +69,64%, menjadi periode terbaiknya dalam kuartal terakhir.

    Namun, dalam sepekan terakhir DOGE justru terkoreksi -6,43%, memperlihatkan tanda-tanda tekanan jual yang cukup dominan.

    Faktor Pendorong Penurunan Harga Dogecoin

    Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu turunnya harga DOGE kali ini:

    1. Tekanan Jangka Pendek Pasar Kripto
      Setelah reli panjang, pasar kripto secara umum cenderung mengalami fase konsolidasi. Investor lebih berhati-hati, terutama setelah Bitcoin dan Ethereum juga menunjukkan fluktuasi yang ketat. Dampaknya, altcoin seperti DOGE ikut terkena arus koreksi.
    2. Minimnya Katalis Fundamental Baru
      Tidak ada kabar besar terkait adopsi Dogecoin dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun sebelumnya DOGE sempat diuntungkan oleh sentimen komunitas dan komentar Elon Musk, kali ini pasar tampak lebih dingin. Kurangnya katalis ini membuat investor memilih untuk melakukan aksi ambil untung.
    3. Psikologis Pasar di Area Resistance
      Harga DOGE yang sempat mendekati $0.28 memicu aksi jual dari trader jangka pendek. Resistance kuat ini kembali menahan reli DOGE, sehingga koreksi ke level $0.26–$0.27 menjadi tidak terhindarkan.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Posisi Pasar Dogecoin

    Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $40 miliar, DOGE tetap menjadi salah satu koin meme dengan daya tahan luar biasa. Posisinya di peringkat 8 besar kripto global menunjukkan bahwa komunitas dan likuiditas DOGE masih sangat kuat dibanding altcoin lain yang serupa.

    Namun, volatilitas tetap menjadi karakteristik utama Dogecoin. Tanpa use-case besar atau perkembangan ekosistem yang signifikan, harga DOGE cenderung lebih dipengaruhi sentimen pasar ketimbang faktor fundamental.

    Prediksi Harga Dogecoin ke Depan

    1. Jangka Pendek (1–2 minggu):
      Jika tekanan jual berlanjut, DOGE berpotensi turun ke kisaran $0.25, yang menjadi support terdekat. Namun, jika pasar kripto menguat kembali, DOGE bisa rebound ke atas $0.28.
    2. Jangka Menengah (1–3 bulan):
      DOGE masih memiliki peluang untuk kembali menguji level psikologis $0.30 jika sentimen positif, terutama dari komunitas atau tokoh publik, kembali muncul.
    3. Jangka Panjang (6–12 bulan):
      Potensi DOGE untuk kembali mendekati rekor tertinggi di $0.73 masih ada, tetapi akan membutuhkan katalis besar seperti integrasi pembayaran masif atau dorongan komunitas global. Tanpa itu, target realistis DOGE berada di kisaran $0.35–$0.40 dalam jangka panjang.

    Baca Juga: Dogecoin Comeback! Harga DOGE Naik Lagi, Investor Optimis Menuju $1

    Koreksi harga Dogecoin sebesar -3,36% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan bahwa aset ini belum sepenuhnya lepas dari volatilitas pasar kripto.

    Meski demikian, kapitalisasi pasar yang tetap tinggi dan komunitas yang solid membuat DOGE masih punya daya tarik besar di mata investor.

    Bagi trader jangka pendek, fase koreksi ini bisa jadi momen untuk strategi akumulasi.

    Sementara itu, investor jangka panjang sebaiknya tetap menunggu katalis besar yang bisa mendorong DOGE kembali menuju level harga yang lebih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Rilis AP2! Masa Depan Industri Kripto Bisa Berubah Total

    Google baru saja merilis Agent Payments Protocol (AP2), sebuah “bahasa bersama” agar AI agent bisa melakukan pembayaran dengan aman.

    Bayangkan AP2 seperti aturan main di jalan raya: meski ada mobil, motor, atau sepeda listrik, semuanya bisa berjalan rapi karena mengikuti rambu yang sama.

    Kenapa perlu aturan ini?

    Biasanya, pembayaran online diasumsikan dilakukan manusia yang klik tombol “beli”. Tapi sekarang, AI agent bisa belanja atau membayar sendiri.

    Ini menimbulkan tiga pertanyaan penting:

    • apakah pengguna benar memberi izin?
    • apakah transaksi sesuai niat pengguna?
    • siapa yang bertanggung jawab jika ada kesalahan?
    • Nah, AP2 hadir untuk menjawab semua ini.

    AP2 Agnostik Metode Bayar

    Salah satu kekuatan utama AP2 adalah sifatnya yang agnostik metode bayar. Bayangkan sebuah gerbang tol yang bisa menerima semua jenis kartu: debit, kredit, dompet digital, hingga koin digital.

    Artinya, AP2 tidak membatasi cara pembayaran, melainkan memberi satu standar aturan yang bisa dipakai oleh semua sistem—baik sistem lama maupun teknologi baru seperti stablecoin dan kripto.

    Dengan aturan bersama ini, transaksi yang dilakukan AI agent tetap aman, dapat diaudit, dan sesuai dengan izin yang diberikan pengguna.

    Prosesnya menggunakan Mandate, yaitu kontrak digital yang ditandatangani secara kriptografis untuk memastikan kejelasan niat, barang, dan harga sebelum pembayaran terjadi.

    Kolaborasi SUI dan Google Cloud

    Mysten Labs dari akun X-nya mengonfirmasi bahwa blockchain Sui menjadi salah satu mitra utama peluncuran Agent Payments Protocol (AP2) di Google Cloud.

    Teknologi ini memungkinkan AI agent mengeksekusi transaksi secara otomatis dengan memanfaatkan sistem identitas terdesentralisasi yang menjaga privasi pengguna.

    Kehadiran Sui menegaskan bahwa protokol ini tidak hanya relevan untuk sistem pembayaran tradisional, tetapi juga membuka ruang besar bagi inovasi berbasis blockchain.

    Baca juga: Harga SUI Bisa Melonjak 150%! Kolaborasi Google Cloud dan Isu ETF Jadi Katalis

    Kolaborasi MetaMask dalam AP2

    Selain Sui, MetaMask—dompet kripto populer dengan jutaan pengguna—juga ikut berperan dalam AP2.

    Dengan integrasi ini, pengguna bisa memberi “surat kuasa digital” pada agent untuk melakukan pembayaran langsung menggunakan aset kripto yang tersimpan di MetaMask.

    Pentingnya bagi Industri Kripto

    AP2 memperkuat posisi kripto dalam arus utama pembayaran digital. Dukungan dari Sui, MetaMask, dan Coinbase menunjukkan bahwa ekosistem blockchain kini punya standar jelas untuk berinteraksi dengan merchant global.

    Hasilnya, kripto semakin siap dipakai untuk belanja nyata, pembayaran lintas negara, hingga transaksi otomatis berbasis AI yang aman dan terpercaya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SUI Bisa Melonjak 150%! Kolaborasi Google Cloud dan Isu ETF Jadi Katalis

    SUI kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah mengumumkan kolaborasi strategis dengan Google Cloud, yang disebut-sebut bisa mengubah arah industri blockchain.

    Ditambah lagi, rumor soal ETF SUI semakin memanaskan sentimen bullish di kalangan investor. Tak heran, analis memperkirakan harga SUI bisa melonjak 150%–200% dalam waktu dekat.

    Google Cloud & SUI: Perpaduan yang Mengguncang Industri

    DIlaporkan Blocknews, Mysten Labs mengonfirmasi bahwa SUI menjadi mitra peluncuran Agent Payment Protocol (AP2) Google Cloud. Teknologi ini memungkinkan agen AI untuk mengeksekusi transaksi secara otomatis dengan sistem identitas terdesentralisasi yang berfokus pada privasi.

    Artinya, SUI kini berada di garis depan dalam pembayaran berbasis AI, solusi yang bisa membuka jalan bagi adopsi blockchain lebih luas di sektor keuangan modern. Para analis menilai kesepakatan ini memvalidasi keunggulan teknologi SUI sekaligus memperkuat posisinya sebagai infrastruktur penting dalam ekosistem kripto berbasis AI.

    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui Network (SUI/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Sui Network Dapat Dukungan Google, Token SUI Siap Melambung Lagi?

    Analisis Teknis: Lonjakan Besar di Depan Mata?

    Selain katalis fundamental, indikator teknis juga semakin memperkuat optimisme. Menurut analis kripto CryptoBullet1, Bollinger Bands SUI saat ini berada pada level paling ketat dalam sejarahnya. Pola ini biasanya menjadi sinyal kuat terjadinya pergerakan harga eksplosif.

    Faktanya, kondisi serupa di masa lalu memicu reli besar:

    • 953% dari akhir 2023 hingga awal 2024.
    • 404% di penghujung 2024.

    Dengan tren saat ini, para trader memperkirakan SUI berpotensi melonjak 150%–200% dalam beberapa bulan mendatang.

    Rumor ETF: Bensin Tambahan untuk Sentimen Bullish

    Tak hanya itu, rumor mengenai pengajuan ETF SUI semakin memperkuat narasi bullish. Meski belum ada konfirmasi resmi, prospek hadirnya ETF dapat menarik arus dana institusional yang signifikan.

    Jika benar terealisasi, kombinasi antara kemitraan dengan Google Cloud, sinyal teknikal positif, dan spekulasi ETF bisa menjadikan SUI sebagai salah satu altcoin paling panas jelang Q4 2025.

    Baca juga: Formasi Head and Shoulders Buka Peluang Harga Solana Menuju $219


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid Geser Uniswap? Inilah Token DEX Potensial Hari Ini

    Pasar Decentralized Exchange (DEX) kembali menggeliat dengan sederet token yang berhasil mencatat kapitalisasi pasar miliaran dolar.

    Nama-nama besar seperti Hyperliquid (HYPE), Stellar (XLM), Uniswap (UNI), Jupiter (JUP), dan Curve DAO (CRV) kini menjadi sorotan utama para investor kripto yang memburu peluang besar di sektor DeFi.

    1. Hyperliquid (HYPE) – Jawara Baru DEX

    Dengan harga $56,12 dan kapitalisasi pasar mencapai $18,74 miliar, HYPE berhasil memimpin daftar token DEX. Meski baru, token ini mampu menjaga momentum dengan pertumbuhan stabil di berbagai timeframe. Volume perdagangan harian yang tembus $354 juta membuktikan minat investor pada Hyperliquid semakin membara.

    2. Stellar (XLM) – Token Lama, Kekuatan Baru

    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Sabtu, 12 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Sabtu, 12 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Stellar masih menjadi pilihan kuat dengan harga $0,3906 dan kapitalisasi pasar $12,44 miliar. Dengan suplai beredar hingga 31,8 miliar XLM, Stellar menunjukkan ketahanan dan potensi ekspansi di sektor pembayaran lintas batas yang terus berkembang.

    3. Uniswap (UNI) – Raja Pertukaran DeFi

    Tak lengkap bicara soal DEX tanpa menyebut Uniswap. UNI saat ini diperdagangkan di level $9,30 dengan kapitalisasi $5,86 miliar. Menariknya, token ini mencatat kenaikan 6,67% dalam 7 hari terakhir, memperlihatkan optimisme investor terhadap peran Uniswap sebagai pelopor DEX.

    4. Jupiter (JUP) – Bintang Baru di Solana Ecosystem

    jupiter coin

    Jupiter, agregator DEX di jaringan Solana, tengah naik daun. Dengan harga $0,5321 dan kapitalisasi pasar $1,65 miliar, JUP menunjukkan performa solid dengan kenaikan hampir 4% dalam seminggu. Likuiditas yang tinggi menjadikan Jupiter salah satu proyek yang patut diperhatikan.

    5. Curve DAO (CRV) – Spesialis Stablecoin Swap

    Curve tetap menjadi primadona bagi investor yang mengincar stablecoin swap. Token CRV saat ini dihargai $0,7831 dengan kapitalisasi pasar $1,08 miliar. Kenaikan 5% dalam 7 hari terakhir memberi sinyal bahwa CRV belum kehilangan daya tariknya meski persaingan di sektor DeFi semakin ketat.

    Token-token DEX kembali menunjukkan ketangguhannya sebagai fondasi utama dunia DeFi. Dari Hyperliquid yang melesat cepat, Stellar dengan basis pengguna global, Uniswap sebagai raksasa DEX, hingga Jupiter dan Curve yang fokus pada ekosistem spesifik, semuanya menawarkan peluang besar bagi investor yang jeli membaca tren.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BNB Pecah Rekor! Harga Bisa Terbang Lagi Menuju $1.200?

    Harga BNB kembali mencatat sejarah. Pada Kamis (18/9), koin kripto yang dulu dikenal sebagai Binance Coin ini resmi menembus level psikologis $1.006, level tertinggi sepanjang masa (ATH).

    Dilaporkan FXStreet, meski sempat terkoreksi ringan, BNB masih bertahan kokoh di atas $980 pada Jumat pagi, memicu spekulasi bahwa target $1.200 kini hanya tinggal menunggu waktu.

    The Fed Picu Rally BNB

    Kenaikan ini terjadi setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Sikap dovish The Fed tersebut memicu sentimen risk-on di pasar kripto, sehingga investor berbondong-bondong masuk ke aset digital, termasuk BNB.

    Dot plot terbaru The Fed bahkan memproyeksikan suku bunga berada di level rata-rata 3,6% pada akhir 2025, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di 3,9%. Harapan pemangkasan lanjutan di tahun ini pun semakin memperkuat optimisme pasar.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: BNB Tembus $1.000! Rumor Kembalinya CZ Bikin Pasar Kripto Panas

    Data On-Chain & Derivatif Dorong Sentimen Bullish

    Sinyal bullish juga datang dari fundamental on-chain dan pasar derivatif:

    • Total Value Locked (TVL) di jaringan BNB melonjak ke $7,74 miliar, level tertinggi sepanjang tahun, menunjukkan kepercayaan pengguna yang semakin kuat pada ekosistem BNB.
    • Open Interest (OI) futures mencatat rekor baru di $1,98 miliar, menandakan aliran dana segar dan minat beli yang semakin besar.
    • Rasio long-to-short mencapai 1,16, mendekati titik puncak bulanan, menegaskan dominasi sentimen bullish di kalangan trader.

    Analisis Teknis: Jalan Menuju $1.200?

    Secara teknikal, BNB sedang berada dalam momentum yang sangat kuat:

    • RSI harian berada di level 73, menandakan kondisi jenuh beli, tetapi arah tren masih menguat.
    • MACD menunjukkan bullish crossover yang masih valid, mendukung reli lanjutan.
    • Jika tren naik berlanjut, harga BNB diproyeksikan menguji level Fibonacci 141,4% di $1.215.

    Namun, bila terjadi koreksi, BNB diperkirakan akan menguji ulang level support di sekitar $994, yang sebelumnya menjadi area ATH.

    Grafik harian BNB/USDT.
    Grafik harian BNB/USDT.

    Dengan dukungan faktor makro, fundamental on-chain yang kokoh, serta teknikal yang berpihak, BNB bisa saja melesat ke $1.200 lebih cepat dari yang diperkirakan banyak analis. Pertanyaannya: apakah investor siap menghadapi reli besar berikutnya, atau justru akan terjebak dalam pullback singkat sebelum lonjakan berikutnya?

    Baca juga: Harga BNB Tembus ke $882: Bullish Sungguhan atau Sekadar Fakeout?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com