Author: 26

  • BNB Tertahan di Bawah $850! Apakah Ini Awal dari Kejatuhan?

    Harga Binance Coin (BNB) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum bullish di atas zona $855.

    Pergerakan harga saat ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah BNB hanya sedang konsolidasi, atau justru bersiap untuk koreksi lebih dalam?

    BNB Gagal Menembus $868

    Setelah mencatatkan kenaikan yang stabil, BNB sempat mencoba menembus level $868, namun gagal dan langsung terkoreksi. Penurunan membawa harga turun ke bawah $855, bahkan sempat menyentuh $842 sebelum mencoba rebound.

    Saat ini, BNB diperdagangkan di bawah $850 dan rata-rata pergerakan sederhana 100 jam. Grafik per jam menunjukkan terbentuknya segitiga kontraksi jangka pendek dengan support di $845, yang menjadi kunci untuk menahan penurunan lebih lanjut.

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Level Penting: $855 Jadi Batas Atas

    Di sisi positif, BNB harus menembus resistance di $850 dan terutama $855 untuk membuka jalan menuju $865. Jika berhasil ditutup di atas $865, peluang terbuka untuk uji resistance berikutnya di $880 hingga $888. Lonjakan tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tren bullish masih memiliki tenaga.

    Namun, jika gagal melewati $855, tekanan jual bisa semakin besar.

    Risiko Penurunan ke $800

    Dilaporkan Crypto Rank, support awal BNB ada di $845, diikuti $842. Jika kedua level ini jebol, harga bisa turun lebih jauh ke $835. Breakout di bawah $835 bahkan berpotensi menyeret BNB menuju $820 atau lebih buruk lagi ke zona psikologis $800.

    Indikator teknis juga belum berpihak pada bullish:

    • MACD per jam menunjukkan momentum bullish mulai memudar.
    • RSI per jam saat ini berada di bawah level 50, mengindikasikan tekanan jual masih kuat.

    BNB sedang berada di persimpangan penting. Jika berhasil menembus $855, peluang menuju $880–$888 masih terbuka. Namun jika support $835 ditembus, investor harus bersiap menghadapi potensi penurunan lebih dalam menuju $800.

    Apakah BNB akan kembali menguat, atau justru terjun lebih jauh? Pasar kripto menunggu jawaban dalam beberapa hari ke depan.

    Baca juga: BNB Mendekati $900, Analis Prediksi Menuju Level Empat Digit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana Hampir Disetujui, Apakah Ini Awal Reli Besar?

    Solana (SOL) berhasil menguat hampir 30% dalam sebulan terakhir, namun reli ini mulai terhenti di sekitar $210–$212 akibat benturan antara optimisme ETF, aksi ambil untung investor, dan kabar peningkatan jaringan besar.

    Reli Kuat Terhambat Resistance $215

    Dalam sebulan, harga SOL melesat dari bawah $170 hingga menembus $210 dengan volume harian stabil di kisaran $6 miliar. Meski demikian, zona resistance di $215–$220 menjadi tembok kokoh yang belum mampu ditembus.

    Secara teknikal, struktur harga masih menunjukkan tren naik dengan terbentuknya level terendah yang lebih tinggi. Namun, Money Flow Index (MFI) menandakan aliran modal baru masih terbatas, sehingga dibutuhkan penembusan kuat di atas $220 untuk melanjutkan reli menuju target $236 dan $252. Jika gagal, potensi koreksi ke $200 bahkan $180 tetap terbuka.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

    Investor On-Chain Mulai Kunci Profit

    Dilaporkan Tradingnews, data Glassnode menunjukkan Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) Solana naik ke 0,30, menandakan lebih dari 90% holder dalam posisi untung. Situasi ini biasanya memicu aksi jual, seperti yang terjadi akhir Agustus ketika harga SOL terkoreksi 4,2% dalam 48 jam.

    Selain itu, lebih dari 1,5 juta SOL mengalir kembali ke bursa dari pemegang jangka panjang — sinyal tekanan jual yang bisa menekan harga bila support $205 gagal dipertahankan.

    Spekulasi ETF Jadi Penopang Sentimen

    Meski aksi ambil untung menekan reli, optimisme ETF Solana di AS memberi bantalan harga. SEC telah meminta pengajuan S-1 terbaru, menandakan proses persetujuan hampir rampung dengan peluang diprediksi mencapai 90–99%.

    Jika disetujui pada Oktober, ETF Solana berpotensi membawa arus modal institusional baru dan menjadi katalis kuat untuk menembus resistance $220. Saat ini, spekulasi tersebut diyakini membantu harga SOL bertahan di atas $200 meskipun tekanan jual meningkat.

    Upgrade “Alpenglow” Bawa Kekuatan Baru

    Dari sisi fundamental, Solana terus memperkuat posisinya. Upgrade “Alpenglow” akan memangkas finalitas blok menjadi hanya 150 milidetik, meningkatkan efisiensi, dan mempertahankan kapasitas hingga 65.000 transaksi per detik (TPS).

    Integrasi teknologi Rotor dan Votor juga diyakini membuat Solana lebih stabil dan kompetitif dibandingkan roadmap penskalaan Ethereum. Peningkatan ini menambah daya tarik SOL sebagai ekosistem bagi DeFi dan tokenisasi aset dunia nyata.

    Kasus Penggunaan Institusional: Galaxy Tokenisasi Saham di Solana

    Momentum fundamental semakin solid setelah Galaxy Digital menjadi perusahaan publik pertama yang menokenisasi ekuitas terdaftar SEC langsung di blockchain Solana, bekerja sama dengan fintech Superstate.

    Langkah ini menunjukkan kemampuan Solana untuk menjadi infrastruktur bagi ekuitas, stablecoin, hingga pembayaran terdesentralisasi, memperkuat tesis jangka panjang bahwa SOL bukan sekadar aset spekulatif, melainkan pondasi keuangan digital masa depan.

    Baca juga: Proyek Solana Teratas 2025: Token Ekosistem yang Patut Diperhatikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Siap Meledak Lagi? Grafik Ungkap Pola Mirip Bull Run 2017!

    XRP kembali menjadi sorotan setelah reli besar yang sempat mencapai 61% terhenti, menyisakan tanda-tanda pergerakan besar berikutnya.

    DIlaporkan Crypto Potato, saat ini, aset kripto tersebut tengah membentuk pola falling wedge—sebuah struktur teknikal yang kerap menjadi pertanda pembalikan bullish.

    Dari Segitiga ke Wedge: Arah Baru XRP

    Sejak Desember 2024 hingga Juli 2025, XRP bergerak dalam pola segitiga simetris dengan volatilitas yang makin mengecil. Penembusan akhirnya terjadi pada pertengahan Juli, membawa XRP terbang dari $2,27 hingga menyentuh puncak $3,65—lonjakan hingga 61%.

    Namun, reli itu terhenti di level $3,66. Harga kemudian masuk fase koreksi dan terkonsolidasi dalam falling wedge. Saat ini, XRP diperdagangkan di sekitar $2,82, dengan support kuat di zona $2,70–$2,69. Jika level ini jebol, XRP bisa turun lebih dalam ke $2,50–$2,40. Sebaliknya, jika harga mampu menembus resistensi $3,00–$3,10, peluang menuju $3,65 kembali terbuka.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pemulihan Tertunda! 5 Sinyal Bahaya untuk Harga XRP

    Analisis Indikator dan Pandangan Analis

    Indeks Aliran Uang (MFI 14) berada di angka 56,85—menunjukkan adanya tekanan beli yang sehat, meski belum mencapai kondisi jenuh beli. Situasi ini membuat XRP tetap berada di jalur netral-bullish.

    Analis kripto terkenal, CRYPTOWZRD, bahkan membandingkan pergerakan XRP saat ini dengan fase Bull Run 2017:

    “$XRP identik dengan Struktur Bull Run tahun 2017… semakin lama ia terkonsolidasi, semakin besar ledakannya.”

    Jika pola ini terulang, penembusan di atas $3,25 berpotensi membuka jalan menuju target ambisius di kisaran $5–$7.

    Waspada Tekanan Jual dari Bursa

    Meski prospek teknikal terlihat bullish, ada satu catatan penting. Data on-chain menunjukkan saldo XRP di Binance mencapai lebih dari 3,55 miliar token, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan saldo bursa sering diartikan sebagai tanda persiapan penjualan, yang bisa menekan harga dalam jangka pendek.

    Saat artikel ini ditulis, XRP masih bergerak di kisaran $2,82, turun 2% harian dan 5% dalam sepekan terakhir. Konsolidasi di antara $2,00–$3,25 tetap menjadi kunci: apakah XRP siap menembus ke atas, atau justru kembali melemah?

    Baca juga: XRP Tertekan Saat Whale Menjual: Koreksi Segera Terjadi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fans Token Alpine F1 Ngebut, Apa Rahasianya?

    Dalam beberapa hari terakhir, pasar aset kripto kembali diramaikan oleh lonjakan harga salah satu token berbasis olahraga, yaitu Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE).

    Berdasarkan data terbaru, harga ALPINE saat ini berada di kisaran $2.089714, mencatatkan kenaikan +16.53% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasar token ini kini mencapai $39.12 juta USD, dengan volume perdagangan harian yang impresif, yakni $57.23 juta USD.

    Pergerakan harga yang cukup agresif ini membuat ALPINE menjadi sorotan, terutama karena kategori fan token biasanya sangat bergantung pada momentum event olahraga, kolaborasi eksklusif, hingga sentimen komunitas.

    Dalam konteks ini, ada beberapa faktor penting yang memicu kenaikan harga Alpine F1 Team Fan Token di pasar kripto.

    Baca Juga: Harga Token ALPINE Naik 26% Usai Binance Umumkan Kontrak Futures

    Lonjakan Harga Signifikan dalam Jangka Pendek

    Jika dilihat lebih dalam, performa ALPINE tidak hanya mencatatkan kenaikan dalam 24 jam terakhir. Data riwayat harga menunjukkan tren positif yang konsisten:

    • Hari ini: naik +16.17%
    • 30 hari terakhir: melonjak +135.18%
    • 60 hari terakhir: meningkat +198.43%
    • 90 hari terakhir: tumbuh +188.07%

    Pertumbuhan ini menegaskan bahwa lonjakan harga ALPINE bukan sekadar “pump” sesaat, melainkan didukung oleh momentum berkelanjutan yang terus mendapat perhatian dari komunitas.

    Faktor Penyebab Kenaikan Harga ALPINE

    1. Fan Engagement dan Eksklusivitas

    Fan token seperti ALPINE memberi peluang bagi pemiliknya untuk ikut terlibat dalam pengambilan keputusan kecil terkait tim, seperti desain merchandise, slogan, hingga pengalaman eksklusif bersama tim.

    Nilai tambah ini meningkatkan loyalitas penggemar Formula 1, sehingga demand terhadap token semakin besar.

    2. Performa dan Popularitas Alpine F1 Team

    Keterkaitan langsung ALPINE dengan Alpine F1 Team membuat harga token ini sering terpengaruh oleh performa tim di lintasan balap.

    Setiap pencapaian, kerja sama baru, atau momen penting di musim Formula 1 dapat menjadi pemicu positif bagi harga token.

    Dengan semakin meningkatnya minat publik terhadap Formula 1 secara global, ALPINE mendapat sentimen bullish tambahan.

    3. Likuiditas Tinggi dan Volume Perdagangan

    Dengan volume perdagangan mencapai $57.23 juta USD per hari, ALPINE menunjukkan adanya aktivitas pasar yang cukup padat.

    Likuiditas tinggi biasanya menarik lebih banyak trader jangka pendek, sehingga menciptakan dorongan harga yang signifikan.

    4. Potensi Investor Spekulatif

    Seperti banyak fan token lainnya, ALPINE juga dilirik oleh investor yang memanfaatkan volatilitas tinggi untuk keuntungan cepat.

    Kombinasi antara hype komunitas dan sentimen positif di sekitar olahraga balap membuat token ini semakin menarik sebagai aset spekulatif.

    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Pasar dan Prospek ke Depan

    Saat ini, kapitalisasi pasar ALPINE sebesar $39.12 juta dan fully diluted valuation mencapai $83.29 juta, menunjukkan adanya ruang pertumbuhan yang masih besar.

    Dengan suplai yang beredar sekitar 18.72 juta token dari total maksimum 40 juta token, potensi adopsi masih terbuka lebar.

    Namun, perlu dicatat bahwa fan token pada dasarnya sangat bergantung pada event-event besar dan popularitas tim yang menaunginya.

    Dengan musim Formula 1 yang masih berlangsung, ada kemungkinan harga ALPINE terus mendapat dukungan dari sentimen pasar dan hype komunitas.

    Di sisi lain, volatilitas tetap menjadi tantangan utama. Investor perlu berhati-hati karena kenaikan harga yang terlalu cepat juga berpotensi memicu koreksi mendalam.

    Baca Juga: Mulai Jadi Sorotan, Alpine F1 Fan Token Naik 45% Dalam 24 Jam

    Lonjakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE) sebesar +16.53% dalam 24 jam terakhir bukanlah kebetulan.

    Kombinasi fan engagement, performa tim di lintasan, volume perdagangan tinggi, dan minat spekulatif investor menjadi faktor utama pendorong harga.

    Dengan tren pertumbuhan yang konsisten dalam 30 hingga 90 hari terakhir, ALPINE berpotensi tetap menjadi salah satu fan token yang menarik di pasar kripto.

    Bagi penggemar Formula 1 maupun trader aset digital, token ini kini berada di titik krusial yang bisa membuka peluang keuntungan lebih besar, sekaligus tantangan akibat tingginya volatilitas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan pergerakan positif dengan menembus level $111,593.22 per BTC pada perdagangan terbaru.

    Kapitalisasi pasar sang raja kripto kini mencapai $2,222.53 miliar USD, mempertegas dominasinya sebagai aset digital terbesar di dunia.

    Dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami kenaikan +0.8%, sementara volume perdagangan harian tetap solid di kisaran $63.08 miliar USD.

    Lonjakan harga ini kembali menegaskan tren bullish yang sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir, meskipun pergerakan Bitcoin masih diwarnai volatilitas.

    Baca Juga: Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

    Kinerja Harga Bitcoin dalam Beberapa Periode

    • Hari ini: naik +0.86% atau $946.97.
    • 30 hari terakhir: terkoreksi -2.07% atau turun $2,360.16.
    • 60 hari terakhir: naik +2.26% atau $2,461.94.
    • 90 hari terakhir: mencatatkan kenaikan lebih signifikan +6.35% atau $6,668.08.

    Dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12, Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 10% di bawah level puncaknya.

    Namun, tren penguatan jangka menengah hingga panjang masih terjaga, didukung oleh faktor fundamental dan makroekonomi.

    Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

    1. Keterbatasan Pasokan (Scarcity)

    Perlu diketahui, Bitcoin saat ini memiliki 19.92 juta BTC yang sudah beredar, atau 94.84% dari total maksimum 21 juta BTC.

    Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimal, kelangkaan menjadi faktor utama yang terus mendorong harga naik.

    Hal ini semakin diperkuat oleh antisipasi terhadap halving berikutnya, yang akan memangkas reward penambang menjadi setengah, otomatis memperketat suplai baru.

    2. Minat Institusional Semakin Menguat

    Lonjakan harga BTC tak lepas dari meningkatnya partisipasi institusi keuangan besar.

    Sejumlah manajer aset global dan perusahaan investasi kini semakin gencar menawarkan produk berbasis Bitcoin, terutama ETF spot yang telah disetujui di berbagai yurisdiksi.

    Masuknya modal institusi membuat pergerakan BTC lebih stabil sekaligus menambah legitimasi di mata investor ritel.

    3. Sentimen Pasar yang Bullish

    Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin kembali dipandang sebagai aset lindung nilai (digital gold).

    Lonjakan harga emas ke level tertinggi juga ikut mendorong minat terhadap BTC, karena investor mencari instrumen aman sekaligus berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    4. Likuiditas dan Aktivitas Pasar yang Tinggi

    Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $63 miliar, pasar Bitcoin tetap likuid.

    Ketersediaan likuiditas ini mempercepat pergerakan harga ketika terjadi lonjakan permintaan. Perdagangan derivatif seperti futures dan options juga berperan dalam mendorong spekulasi harga ke level yang lebih tinggi.

    5. Optimisme Terhadap Ekosistem Kripto

    Ekosistem blockchain dan kripto terus berkembang dengan hadirnya berbagai inovasi, mulai dari DeFi, NFT, hingga RWA (Real World Assets). Bitcoin, sebagai aset kripto paling populer, mendapat keuntungan dari pertumbuhan ekosistem ini karena dianggap sebagai aset dasar dan tolok ukur utama dalam industri.

    Tren Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjutan Bullish?

    Meski mengalami kenaikan, Bitcoin saat ini masih bergerak dalam range yang cukup ketat dengan level support di sekitar $109,000 dan resistance kuat mendekati $112,000.

    Jika berhasil menembus level psikologis tersebut, BTC berpotensi melanjutkan reli menuju $115,000 hingga $120,000.

    Namun, perlu diingat bahwa volatilitas tetap tinggi. Koreksi jangka pendek bukan hal yang mengejutkan, terutama mengingat pergerakan harga kripto sangat dipengaruhi sentimen global.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111 Ribu, Peluang Ciptakan Momentum Bullish Baru

    Harga Bitcoin yang kini bertengger di $111,593 menegaskan bahwa tren bullish masih dominan meski sempat mengalami koreksi dalam jangka pendek.

    Faktor keterbatasan suplai, meningkatnya minat institusional, serta optimisme investor terhadap ekosistem kripto menjadi pendorong utama penguatan BTC.

    Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,2 triliun USD, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital nomor satu yang tidak tergoyahkan.

    Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin BTC akan kembali menguji rekor tertingginya di $124,457 dalam waktu dekat.

    Dengan demikian, Bitcoin kembali membuktikan bahwa ia bukan sekadar aset spekulatif, melainkan simbol keuangan digital masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

    Dominasi Bitcoin di pasar kripto terus mengalami pelemahan, turun dari puncak 62% menjadi 55%. Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi investor, karena biasanya penurunan dominasi Bitcoin membuka jalan bagi rotasi modal ke altcoin, terutama aset besar seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

    Dominasi Bitcoin sendiri merupakan ukuran kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar kripto. Angka ini sering digunakan sebagai barometer apakah pasar lebih condong ke arah aset “safe haven” seperti Bitcoin atau mulai mencari peluang berisiko lebih tinggi dengan potensi imbal hasil lebih besar di altcoin.

    Ethereum dan Solana Menjadi Sorotan

    Dilaporkan The Block, penurunan 700 basis poin dari puncak siklus tahun ini dianggap sebagai perkembangan positif bagi altcoin menjelang kuartal keempat 2025. Ethereum dan Solana sudah menunjukkan tanda-tanda minat baru, baik dari investor institusional maupun ritel. Salah satu faktor yang mendorong adalah meningkatnya perhatian terhadap digital asset treasury (DAT), di mana berbagai tim berupaya mengumpulkan modal serta membeli aset melalui entitas yang diperdagangkan secara publik.

    Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.
    Metrik Bitcoin Dominance. Sumber CoinMarketCap.

    Jika menengok siklus sebelumnya pada 2021–2022, dominasi Bitcoin sempat turun hingga di bawah 40%. Kondisi itu memicu reli besar altcoin, sehingga saat ini banyak analis melihat peluang serupa dapat kembali terjadi apabila pasar terus mendukung aset berisiko.

    Pasar dalam Fase Transisi

    Dengan dominasi Bitcoin yang kini berada di level 55%, pasar dianggap berada pada fase transisi. Artinya, altcoin bisa mulai membangun momentum tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sentimen spekulatif ekstrem. Namun, ada faktor penting yang perlu diawasi: apakah altcoin benar-benar mampu menarik permintaan pasar spot, bukan hanya dorongan sesaat dari perdagangan derivatif.

    Potensi masuknya modal institusional dalam jumlah besar melalui produk ETF dan treasury aset digital bisa menjadi katalis utama. Pertanyaannya, apakah aliran dana tersebut akan mendorong pembelian langsung token sehingga mampu memberikan apresiasi harga yang berkelanjutan bagi altcoin.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Ngebut! TVL Meledak 41% dan Capai Rekor Tertinggi

    DeFi (Decentralized Finance) kembali membuktikan dominasinya di dunia kripto berkat Total Value Locked (TVL) yang melonjak 41% sepanjang kuartal ketiga 2025, menembus $160 miliar untuk pertama kalinya sejak Mei 2022.

    Pencapaian ini menandai kebangkitan besar bagi ekosistem keuangan terdesentralisasi, didorong oleh momentum Ethereum dan Solana yang terus mendongkrak aktivitas di seluruh jaringan DeFi.

    Ethereum dan Solana Memimpin Lonjakan

    Dikutip dari The Defiant pada Kamis (4/9), Ethereum mencatat lompatan TVL dari $54 miliar di Juli menjadi $96,5 miliar, tumbuh ~50%.

    Tak hanya Ethereum, Solana juga menunjukkan performa solid dengan TVL naik sekitar 30%, dari $10 miliar menjadi $13 miliar.

    Baca Juga: Unilabs Dinilai Sebagai Koin DeFi Terbaik 2025, Potensi Kalahkan BNB

    Protokol Unggulan Meraup Manfaat

    Aave, protokol DeFi terbesar di sektor peminjaman, tumbuh ~58% sejak Juli dan kini mengantongi TVL lebih dari $41 miliar.

    Sementara itu, Lido, platform liquid staking, mencatatkan kenaikan mencolok sekitar 77%, menembus angka $39 miliar TVL.

    Sedangkan EigenLayer, protokol restaking, naik ~66% menjadi lebih dari $20 miliar TVL, didorong utamanya oleh reli harga Ethereum.

    “Pemenangnya adalah protokol yang menyediakan produk terdesentralisasi dengan tanggung jawab; Aave, EigenLayer, dan Lido mengambil pangsa terbesar, dan itu sangat masuk akal,” ujar Mike Maloney, CEO & Founder Incyt.

    Apa yang Memicu Gelombang Masuk Modal?

    Menurut Doug Colkitt (Fogo), lonjakan TVL terjadi karena dua kekuatan bertemu: rally harga kripto dan modal berorientasi yield yang kembali ke on-chain.

    “Ketika BTC dan ETH reli, nilai kolateral membengkak, dan TVL atas banyak protokol tampak seperti sedang di-boost. Namun siklus kali ini berbeda: bukan sekadar uang panas mengejar keuntungan,” katanya.

    Produk nyata seperti RWA (aset dunia nyata), LST (liquid staking token), dan perpetual futures menarik modal menempel (sticky capital) ke dalam DeFi—menandai perubahan struktural, bukan semata durasi pendek.

    Momentum Berlanjut dari Q2

    Lonjakan ini melanjutkan tren positif dari Q2, ketika TVL DeFi naik dari $86 miliar di April menjadi lebih dari $126 miliar pada pertengahan Juli, tumbuh lebih dari 46% hanya dalam 3 bulan.

    Implikasi untuk Industri DeFi

    1. Pasar Makin Matang
      Kapasitas masuknya modal institusional semakin terlihat—lonjakan TVL ini tidak melulu spekulatif, tetapi didukung oleh produk-produk kuat.
    2. Produk Inovatif Menarik Modal Lebih Stabil
      RWA, staking, dan perp masih jadi magnet, memperkuat ekosistem DeFi dengan modal yang bukan sembarangan—ini adalah modal yang “lengket”.
    3. Sinyal Bullish Untuk Kripto Secara Keseluruhan
      Data ini memberi pendekatan optimis terhadap tren jangka panjang—DeFi tengah menyusun panggung untuk gelombang bullish baru, tidak hanya bertumpu pada hype.

    Baca Juga: SEC Buka Jalan untuk DeFi Liquid Staking Tokens

    Lonjakan TVL DeFi hingga 41% di kuartal ketiga 2025 menandai kebangkitan sektor ini setelah beberapa tahun stagnan.

    Ethereum, Solana, dan protokol handalan seperti Aave, Lido, serta EigenLayer adalah ujung tombak gerakan ini.

    Ditambah dengan masuknya modal institusional, dukungan regulasi, dan inovasi produk seperti RWA dan LST, ekosistem DeFi kini semakin membuktikan dirinya sebagai kekuatan keuangan terdesentralisasi yang tidak bisa diremehkan lagi.

    Jika TVL adalah ‘scoreboard’ pasar DeFi, maka kuartal ketiga menunjukkan satu kenyataan jelas: “DeFi is truly back in the game.”


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Capai $162 Miliar! 5 Koin Ini Jadi Penguasa Pasar

    Pasar Decentralized Finance (DeFi) terus menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika industri kripto global. Per 4 September 2025, kapitalisasi pasar DeFi tercatat sebesar $162 miliar, naik 0,4% dalam 24 jam terakhir. Angka ini menegaskan dominasi DeFi sebagai salah satu pilar penting dalam ekosistem kripto modern.

    Dilaporkan Coingecko, beberapa statistik utama yang mencerminkan kekuatan pasar DeFi saat ini meliputi:

    • Kapitalisasi Pasar DeFi: $161,8 miliar
    • Kapitalisasi Pasar ETH: $528,8 miliar
    • Rasio DeFi terhadap ETH: 30,6%
    • Total Value Locked (TVL): $233,9 miliar
    • Dominasi DeFi terhadap pasar kripto global: 4,1%
    • Lido Staked Ether (STETH) mendominasi 23,5% pasar DeFi

    Dengan TVL yang terus menanjak, DeFi memperlihatkan bahwa kepercayaan investor terhadap protokol-protokol terdesentralisasi masih sangat tinggi.

    Top DeFi Coins yang Mendominasi Pasar

    Berikut adalah beberapa aset DeFi utama yang menempati posisi teratas berdasarkan kapitalisasi pasar:

    1. Lido Staked Ether (STETH)

    • Harga: $4.376,21
    • Kapitalisasi Pasar: $37,98 miliar
    • Performa 7 Hari: +4,4%
      Sebagai salah satu aset dominan di ekosistem DeFi, STETH dari Lido masih menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari eksposur staking Ethereum.

    2. Wrapped Staked Ether (WSTETH)

    • Harga: $5.307,03
    • Kapitalisasi Pasar: $16,69 miliar
    • Performa 7 Hari: +4,3%
      WSTETH berfungsi sebagai representasi likuid dari STETH, yang memberikan fleksibilitas lebih dalam perdagangan maupun integrasi di berbagai protokol DeFi.

    3. Chainlink (LINK)

    konsep chainlink coin
    chainlink (LINK)
    • Harga: $23,31
    • Kapitalisasi Pasar: $15,80 miliar
    • Performa 7 Hari: +3,6%
      Sebagai penyedia oracle terkemuka, Chainlink tetap menjadi tulang punggung DeFi karena menghubungkan smart contract dengan data dunia nyata.

    4. Hyperliquid (HYPE)

    • Harga: $45,67
    • Kapitalisasi Pasar: $12,36 miliar
    • Performa 7 Hari: +6,1%
      Hyperliquid (HYPE) menunjukkan momentum kuat dengan pertumbuhan signifikan. Token ini mulai mencuri perhatian berkat adopsi dan likuiditas yang meningkat.

    5. Uniswap (UNI)

    Apa Itu Uniswap dan Bagaimana Cara Kerjanya?
    Apa Itu Uniswap dan Bagaimana Cara Kerjanya?
    • Harga: $9,45
    • Kapitalisasi Pasar: $5,67 miliar
    • Performa 7 Hari: +5,7%
      Sebagai salah satu DEX terbesar, Uniswap tetap relevan dalam memberikan layanan perdagangan token secara terdesentralisasi dengan likuiditas tinggi.

    Kesimpulan

    Pasar DeFi kini menjadi salah satu sektor paling vital di dunia kripto, dengan kapitalisasi ratusan miliar dolar dan TVL yang terus tumbuh. Lido Staked Ether (STETH), Wrapped STETH, Chainlink (LINK), Hyperliquid (HYPE), dan Uniswap (UNI) menempati posisi teratas sebagai koin DeFi unggulan.

    Dominasi aset-aset ini menunjukkan bahwa ekosistem DeFi tidak hanya sekadar tren, tetapi juga infrastruktur yang semakin matang dalam mendukung keuangan digital masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Melonjak, Sinyal Bull Run Kripto?

    Setelah terkoreksi beberapa saat, Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan taringnya.

    Saat ini, harga Ethereum tercatat di level $4,370.22 per ETH dengan kapitalisasi pasar sebesar $527,51 miliar USD.

    Dalam 24 jam terakhir, Ethereum mengalami kenaikan sebesar +1,15%, sebuah sinyal bahwa minat investor terhadap aset digital ini masih sangat kuat di tengah volatilitas pasar kripto.

    Baca Juga: Pasang Strategi, SharpLink Gaming Simpan $3,6 Miliar Ethereum

    Lonjakan Harian yang Memicu Euforia

    Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $4,305.59 – $4,489.20. Kenaikan harga harian yang konsisten menempatkan Ethereum kembali dalam radar investor besar maupun ritel.

    Lonjakan ini semakin menarik perhatian karena terjadi di saat Bitcoin hanya mencatatkan pergerakan terbatas.

    Pendorong utama kenaikan harga ini adalah kombinasi antara aktivitas jaringan Ethereum yang terus meningkat, perkembangan DeFi, dan semakin luasnya adopsi aplikasi Web3 yang berbasis pada blockchain Ethereum.

    Rekor Tertinggi Jadi Magnet Baru

    Dengan rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang masih berada di level $4,953.73, para analis menilai bahwa ETH sedang menuju tren bullish yang bisa membawa harga lebih dekat dengan level psikologis $5.000.

    Lonjakan menuju level ini bukan hal yang mustahil, mengingat fundamental Ethereum semakin kokoh dengan dukungan ekosistemnya yang berkembang pesat.

    Faktor Utama yang Mendorong Harga Ethereum Naik

    1. Adopsi DeFi dan NFT
      Ethereum tetap menjadi tulang punggung bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan pasar token non-fungible (NFT). Lonjakan aktivitas transaksi dari aplikasi seperti Uniswap, Aave, hingga marketplace NFT terus mendorong permintaan ETH sebagai bahan bakar (gas fee) dalam ekosistemnya.
    2. Ethereum 2.0 dan Staking
      Transisi Ethereum menuju proof-of-stake (PoS) melalui pembaruan Ethereum 2.0 membawa dampak signifikan. Mekanisme staking ETH yang semakin diminati membuat suplai ETH di pasar menurun karena banyak token terkunci di jaringan. Hal ini menciptakan efek kelangkaan yang secara alami mendorong harga naik.
    3. Optimisme Regulasi Global
      Beberapa negara mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap aset kripto, termasuk Ethereum. Dukungan regulasi yang lebih jelas membuat investor institusional semakin percaya diri untuk masuk ke pasar, yang berujung pada lonjakan permintaan.
    4. Integrasi dengan Web3 dan AI
      Ethereum menjadi fondasi bagi pengembangan aplikasi Web3 yang menggabungkan blockchain dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini memperluas utilitas ETH, tidak hanya sebagai aset spekulatif tetapi juga sebagai infrastruktur utama internet generasi berikutnya.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tantangan yang Masih Mengintai

    Meski tren saat ini positif, Ethereum tetap menghadapi beberapa tantangan. Biaya gas fee yang tinggi masih menjadi masalah utama, meskipun solusi Layer 2 seperti Arbitrum, Optimism, dan zkSync sudah mulai mengurangi beban transaksi.

    Selain itu, persaingan dari blockchain lain seperti Solana, Avalanche, dan Cardano menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga ETH.

    Prospek ke Depan

    Dengan momentum kenaikan harian dan fundamental jaringan yang semakin kuat, Ethereum diprediksi akan terus berada di jalur bullish dalam jangka menengah.

    Jika adopsi DeFi, NFT, dan Web3 terus meluas, ETH berpotensi menembus kembali level ATH dan bahkan melampauinya.

    Para analis menilai bahwa kombinasi antara adopsi masif, staking yang mengurangi suplai pasar, dan dukungan regulasi akan menjadi katalis utama yang membawa Ethereum menuju level harga yang lebih tinggi.

    Baca Juga: TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

    Kenaikan harga Ethereum ke level $4,370.22 saat ini bukan sekadar pergerakan teknikal biasa, melainkan refleksi dari kekuatan fundamental ekosistem Ethereum.

    Dengan rekam jejak inovasi dan dukungan komunitas global yang solid, ETH semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital paling menjanjikan setelah Bitcoin.

    Jika tren positif ini berlanjut, Ethereum bisa menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk ekonomi digital baru yang lebih inklusif dan terdesentralisasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bikin Syok! TREE Melonjak 11%, Awas Jebakan Investasi!

    Pasar altcoin kembali diramaikan oleh lonjakan mengejutkan dari Treehouse (TREE).

    Dalam 24 jam terakhir, token ini mencatatkan kenaikan +11.01% ke harga $0.346862 per TREE, dengan kapitalisasi pasar sebesar $54.15 juta USD.

    Aktivitas perdagangan juga mencatat rekor tinggi dengan volume $193.05 juta USD, menjadikan TREE sebagai salah satu aset yang paling diperbincangkan saat ini.

    Namun, di balik lonjakan singkat ini, TREE sebenarnya masih berada dalam fase tekanan besar. Data historis menunjukkan bahwa harga token telah anjlok -67.40% dalam 60 hingga 90 hari terakhir.

    Bahkan dalam sepekan terakhir, TREE masih mencatatkan penurunan -25.99%, menandakan adanya dinamika besar antara aksi beli spekulatif dan tekanan jual investor lama.

    Baca Juga: Altcoin Hari Ini: TREE, RLC hingga LPT Pimpin Reli Lonjakan Fantastis

    Naik Turunnya Harga TREE

    Bila menilik catatan harga, Treehouse menunjukkan pola volatilitas yang ekstrem:

    • Hari ini: naik +11.61%
    • 30 hari terakhir: turun -19.83%
    • 60 hari terakhir: anjlok -67.40%
    • 90 hari terakhir: stagnan di penurunan -67.40%
    • 7 hari terakhir: masih melemah -25.99%

    Dalam 24 jam terakhir, harga sempat menyentuh titik rendah di $0.31102 sebelum melonjak ke $0.406199, memperlihatkan bahwa pasar TREE masih sangat mudah digerakkan oleh sentimen jangka pendek.

    Pergerakan harga Treehouse (TREE/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Treehouse (TREE/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Pendorong Kenaikan

    1. Volume Perdagangan yang Menggila

    Dengan volume harian mencapai hampir $200 juta USD, Treehouse menunjukkan likuiditas yang tidak biasa untuk altcoin sekelasnya.

    Lonjakan ini menandakan ada masuknya modal spekulatif, baik dari trader ritel maupun kemungkinan whale yang ingin menguji pasar.

    2. Rebound Teknis

    Setelah terkoreksi lebih dari 67% dalam 2 bulan terakhir, sebagian besar trader melihat harga saat ini sebagai level diskon.

    Rebound +11% dalam sehari dapat dikategorikan sebagai aksi relief rally atau pantulan teknis dari zona oversold.

    3. Narasi Komunitas

    Meski fundamental proyek Treehouse belum banyak dibicarakan secara luas, komunitas di forum dan media sosial mulai mendorong optimisme bahwa token ini bisa bangkit dari keterpurukan, terutama dengan potensi utilitas ekosistem DeFi yang dikaitkan dengan TREE.

    Penyebab Turunnya Harga

    Namun, di balik euforia kenaikan singkat, harga TREE masih berada jauh dari puncaknya. Beberapa alasan utama kejatuhan harga dalam jangka menengah antara lain:

    1. Tekanan Jual Besar – Investor lama yang sempat membeli di harga lebih tinggi kemungkinan masih melakukan aksi profit taking atau cut loss, menciptakan tekanan jual masif.
    2. Penurunan Sentimen Pasar Altcoin – Dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar altcoin mengalami penurunan karena fokus investor global kembali tertuju pada Bitcoin dan Ethereum. TREE ikut terimbas dalam arus negatif tersebut.
    3. Minimnya Katalis Fundamental – Belum ada perkembangan besar atau update proyek Treehouse yang mampu menarik minat investor jangka panjang, sehingga pergerakan harga lebih didorong oleh spekulasi ketimbang utilitas nyata.

    Potensi dan Risiko TREE ke Depan

    Dengan pasokan beredar 156.12 juta TREE dari total 1 miliar pasokan maksimum, proyek ini masih memiliki ruang besar untuk pertumbuhan jika bisa memperkuat ekosistemnya.

    Namun, kapitalisasi pasar yang relatif kecil membuat TREE rawan dimanipulasi oleh pergerakan whale.

    Rekor harga tertinggi TREE pernah berada di $1.352317, yang berarti saat ini token masih diperdagangkan 74% di bawah puncaknya.

    Jika sentimen pasar membaik dan volume terus meningkat, potensi reli lebih lanjut tetap terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, harga bisa kembali menguji titik support rendah.

    Baca Juga: Penjelasan Tentang Merkle Tree dan Merkle Root

    Treehouse (TREE) sedang mengalami fase pasang surut ekstrem. Di satu sisi, reli +11% dalam 24 jam membuktikan bahwa token ini masih memiliki daya tarik spekulatif besar.

    Namun di sisi lain, catatan penurunan -67% dalam 2 bulan terakhir mengingatkan investor akan risiko tinggi yang mengintai.

    Dengan volatilitas sebesar ini, TREE lebih cocok diperlakukan sebagai aset trading jangka pendek ketimbang investasi jangka panjang, setidaknya sampai proyek mampu menghadirkan fundamental solid yang bisa menopang harganya secara berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com