Author: 26

  • BNB Jadi Token Elit di Hong Kong, CZ Pamer Kepatuhan Binance!

    OSL HK, bursa aset digital berlisensi di Hong Kong, resmi mengumumkan dukungan perdagangan untuk BNB, menjadikannya token kelima yang teregulasi di wilayah tersebut. Langkah ini menandai momen penting dalam adopsi kripto yang lebih luas, khususnya bagi investor profesional yang membutuhkan akses dalam kerangka kerja yang jelas dan aman.

    Mulai hari ini, investor dapat memperdagangkan BNB terhadap USD, USDT, dan USDC di platform OSL HK, dengan pembukaan pasar pada pukul 15.00 waktu Hong Kong (UTC+8). Keputusan ini menunjukkan semakin dikenalnya BNB di kalangan publik sekaligus menggarisbawahi perannya dalam ekosistem kripto global.

    CZ Sambut Antusias di Media Sosial

    Salah satu pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), turut merayakan pencapaian ini melalui akun X miliknya. Ia menekankan bahwa BNB kini bergabung dengan deretan kripto yang disetujui untuk diperdagangkan di bursa berlisensi Hong Kong.

    CZ menyebutkan pentingnya kepatuhan regulasi dalam mendorong kredibilitas aset digital. Ia bahkan menilai Binance sebagai salah satu bursa yang paling “ramah regulasi” di dunia, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap standar global.

    Akses Kelembagaan dan Dampaknya bagi Pasar

    Persetujuan perdagangan BNB di OSL HK terutama ditujukan bagi investor profesional dan institusi keuangan yang mencari eksposur teregulasi. Dengan status berlisensi, OSL HK menawarkan kepercayaan, transparansi, dan keamanan bagi partisipan pasar.

    Langkah ini juga mencerminkan keyakinan terhadap likuiditas dan stabilitas BNB, mengingat perannya sebagai aset utama dalam ekosistem BNB Chain. Para analis menilai, pencatatan ini bisa mempercepat adopsi BNB di kalangan pelaku keuangan tradisional sekaligus memposisikan Hong Kong sebagai salah satu pusat strategis perdagangan kripto teregulasi.

    Dorongan untuk Adopsi Lebih Luas

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Token Ekosistem BNB Teratas: Siapa yang Paling Cuan?

    Dilaporkan Coinfomania, masuknya BNB ke bursa berlisensi Hong Kong menjadi preseden penting bagi aset digital lainnya. Keputusan ini menegaskan bahwa kombinasi antara kepatuhan regulasi dan utilitas nyata adalah kunci bagi kripto untuk masuk ke arus utama keuangan global.

    Selain itu, perdagangan BNB di OSL HK membuka peluang untuk produk turunan baru, termasuk derivatif dan program staking, yang dapat memperkuat utilitas BNB sekaligus memperluas jangkauan adopsinya.

    Melangkah ke Depan

    Dengan dukungan penuh dari CZ, pencatatan BNB di OSL HK menjadi sinyal kuat bahwa aset digital teregulasi memiliki prospek cerah di pasar global. Kesuksesan langkah ini berpotensi mendorong bursa berlisensi lain untuk membuka pintu bagi token besar lainnya, memperluas jembatan antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

    Ke depan, pencatatan ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga tentang menciptakan ruang aman dan transparan bagi investor profesional, sekaligus memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat inovasi keuangan digital di Asia.

    Baca juga: BNB Mendekati $900, Analis Prediksi Menuju Level Empat Digit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lonjakan Fantastis Jelly-My-Jelly, Kripto Niche Jadi Sorotan Investor

    Pasar kripto kembali diwarnai pergerakan mengejutkan, kali ini datang dari Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY).

    Dikutip dari Tokocrypto pada Kamis (4/9), harga aset digital ini menanjak hingga $0.037757 per JELLYJELLY, mencatatkan lonjakan +21.65% hanya dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasarnya kini berada di angka $37.76 juta USD, dengan volume perdagangan harian melonjak ke $44.94 juta USD.

    Angka ini menjadi sinyal jelas bahwa meskipun masih tergolong altcoin menengah, Jelly-My-Jelly sedang menarik perhatian komunitas kripto global.

    Dengan suplai beredar sebesar 1 miliar JELLYJELLY, pergerakan harga yang volatil tampak dipengaruhi oleh kombinasi hype komunitas, tren spekulatif, dan likuiditas pasar yang semakin meningkat.

    Baca Juga: Token JELLYJELLY Melejit Gila-gilaan, Investor Senyum Lebar

    Aksi Naik Turun Harga Jelly-My-Jelly

    Jika dilihat dari data historis, harga JELLYJELLY menunjukkan performa yang sangat agresif:

    • Hari ini: naik +20.06%
    • 30 hari terakhir: melonjak +66.29%
    • 60 hari terakhir: reli lebih besar, +84.39%
    • 90 hari terakhir: naik +54.37%
    • 7 hari terakhir: mencatat rekor kenaikan fantastis +101.79%

    Namun, volatilitas tetap terasa. Dalam 24 jam terakhir saja, harga sempat menyentuh titik rendah di $0.028322 dan melonjak hingga $0.041908, memperlihatkan betapa cepat pasar menentukan arah untuk token niche ini.

    Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Pendorong Kenaikan

    1. Spekulasi Komunitas

    Sebagian besar kenaikan harga Jelly-My-Jelly berasal dari dukungan komunitas yang masif di media sosial. Narasi kuat mengenai potensi proyek ini mendorong investor ritel masuk secara cepat.

    2. Volume Perdagangan yang Meledak

    Lonjakan volume ke atas $44 juta dalam 24 jam menjadi katalis positif.

    Likuiditas tinggi memberi ruang bagi lebih banyak investor untuk masuk tanpa khawatir terhadap spread harga yang terlalu lebar.

    3. FOMO dan Tren Altcoin Niche

    Ketika Bitcoin dan Ethereum bergerak dalam pola yang lebih lambat, investor mencari alternatif dengan potensi keuntungan cepat.

    Altcoin unik seperti Jelly-My-Jelly menjadi pilihan karena memberikan peluang jangka pendek yang lebih menggoda.

    Penyebab Turunnya Harga

    Namun, harga JELLYJELLY tidak selalu bergerak ke atas. Volatilitas yang tinggi juga sering menyeretnya ke koreksi tajam. Ada beberapa faktor penyebab:

    1. Profit Taking – Setelah reli besar, investor jangka pendek biasanya langsung merealisasikan keuntungan, menyebabkan harga jatuh tiba-tiba.
    2. Likuiditas Tidak Stabil – Walaupun volume perdagangan meningkat, pasar untuk altcoin niche cenderung tipis. Pergerakan besar dari satu whale dapat memicu gejolak harga.
    3. Minimnya Fundamental Kuat – Belum ada roadmap atau kasus penggunaan nyata yang menjamin pertumbuhan jangka panjang, sehingga harga lebih didorong spekulasi ketimbang utilitas.

    Potensi dan Risiko ke Depan

    Bagi investor jangka pendek, JELLYJELLY menjadi ladang peluang karena volatilitasnya yang tinggi dapat mendatangkan keuntungan cepat.

    Namun, bagi holder jangka panjang, risikonya cukup besar jika proyek tidak mampu membangun fundamental yang jelas.

    Dengan rekor harga tertinggi di $0.234802, Jelly-My-Jelly masih memiliki potensi upside yang besar jika komunitas berhasil menjaga momentum.

    Namun, sama besar pula kemungkinan terjadi koreksi mendalam jika pasar mulai kehilangan minat.

    Baca Juga: Token JELLYJELLY Melejit Gila-gilaan, Investor Senyum Lebar

    Jelly-My-Jelly kini menjadi sorotan di kalangan trader altcoin setelah berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 100% dalam sepekan.

    Pergerakan naik turunnya harga terutama dipengaruhi oleh spekulasi komunitas, lonjakan volume perdagangan, dan aksi ambil untung yang masif.

    Investor yang ingin terjun harus memahami bahwa volatilitas tinggi adalah pedang bermata dua: bisa mendatangkan profit instan, tetapi juga bisa menyebabkan kerugian dalam hitungan jam.

    Dengan kondisi pasar yang dinamis, Jelly-My-Jelly tetap menjadi salah satu altcoin niche paling menarik untuk diperhatikan dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

    Ethereum semakin mengukuhkan posisinya sebagai raja ekosistem DeFi dengan lonjakan signifikan pada total value locked (TVL), sementara Solana masih berjuang mempertahankan momentumnya meski aktivitas jaringannya cukup tinggi.

    Ethereum Mantap dengan Lonjakan TVL

    Menurut analisis terbaru Sentora (sebelumnya IntoTheBlock), TVL di jaringan Ethereum meroket dari $43 miliar pada April 2025 menjadi $92 miliar saat ini. Lonjakan ini mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap ekosistem Ethereum.

    Pendorong utamanya antara lain:

    • Arus masuk institusional yang semakin deras.
    • Pertumbuhan Layer-2 yang mempercepat adopsi.
    • Restaking dan strategi hasil tinggi dari protokol-protokol besar.

    Protokol seperti Lido DAO dan Aave masing-masing menyimpan lebih dari $30 miliar, sementara EigenLayer (EigenCloud) sukses menarik dana miliaran dolar dengan imbal hasil stablecoin hingga 25%.

    Dilaporkan Crypto News, kenaikan harga ETH juga mendukung TVL. Saat ini ETH diperdagangkan di kisaran $4.300, naik 84% dalam setahun terakhir. Selain itu, ETF spot Ethereum yang mulai mengalir sejak Juli serta pasokan stablecoin yang melampaui $150 miliar menambah likuiditas, memperkuat ekosistem DeFi Ethereum.

    Solana Tumbuh, tapi Momentum Tertahan

    Di sisi lain, Solana tetap unggul dalam kecepatan transaksi dan biaya rendah, menjadikannya menarik untuk perdagangan bervolume besar maupun tren baru seperti memecoin. Jaringan ini mengelola stablecoin senilai $12,5 miliar dan volume DEX selama 30 hari terakhir mencapai $118,4 miliar. Jumlah pengguna aktif hariannya pun tinggi, sekitar 2,6 juta.

    Namun, pertumbuhan TVL Solana masih tertahan di $25,7 miliar. Dari jumlah itu, protokol pinjaman hanya menyumbang $3,63 miliar, menandakan masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan.

    Tantangan utama Solana adalah ketergantungan pada insentif. Sentora mencatat bahwa jaringan ini mendistribusikan token senilai $28,3 juta dalam sehari, jauh melampaui biaya transaksi yang hanya $1,49 juta. Ketidakseimbangan ini menimbulkan keraguan terkait keberlanjutan jangka panjang. Selain itu, volume mingguan DEX Solana turun 8,3%, memberi sinyal perlambatan aktivitas.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ethereum Memimpin, Solana Perlu Buktikan Daya Tahan

    Kontras antara Ethereum dan Solana semakin jelas: Ethereum berhasil menarik likuiditas baru melalui strategi hasil, arus masuk institusional, dan roadmap penskalaan, sementara Solana masih harus mengubah lonjakan aktivitas jangka pendek menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan.

    Meski demikian, dengan likuiditas, basis pengguna aktif, serta keunggulan teknis, Solana tetap memiliki modal kuat untuk mengejar. Namun, untuk menutup kesenjangan dengan Ethereum, jaringan ini perlu membuktikan bahwa momentumnya dapat bertahan lebih lama.

    Baca juga: Proyek Solana Teratas 2025: Token Ekosistem yang Patut Diperhatikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token JELLYJELLY Melejit Gila-gilaan, Investor Senyum Lebar

    Pasar kripto kembali dikejutkan dengan performa salah satu altcoin baru, Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY), yang berhasil mencatat lonjakan harga lebih dari +35% dalam 24 jam terakhir.

    Dengan harga terkini di level $0.022507 per token, aset ini tiba-tiba mencuri perhatian investor, padahal beberapa bulan sebelumnya terpantau stagnan bahkan sempat merosot cukup tajam.

    Kenaikan mendadak ini tidak hanya menarik perhatian trader ritel, tetapi juga mulai diperhatikan oleh komunitas kripto global.

    Dengan kapitalisasi pasar sebesar $22.51 juta dan volume perdagangan 24 jam yang menyentuh $22.78 juta, JELLYJELLY menunjukkan tingkat aktivitas yang tinggi untuk ukuran proyek yang masih tergolong baru.

    Baca Juga: Lonjakan JELLYJELLY, Token Baru yang Mendadak Jadi Primadona Pasar

    Analisis Lonjakan Harga JELLYJELLY

    Ada beberapa faktor utama yang diyakini menjadi pendorong naiknya harga JELLYJELLY:

    1. Aktivitas Perdagangan yang Meningkat Drastis

    Lonjakan volume perdagangan yang hampir sebanding dengan kapitalisasi pasarnya menandakan minat spekulatif yang sangat kuat.

    Investor tampaknya tengah memanfaatkan momen untuk melakukan “buy the dip” setelah harga token ini sempat terpuruk pada periode 90 hari terakhir dengan penurunan hampir -17.74%.

    2. Sentimen Pasar Kripto yang Lebih Optimistis

    Kenaikan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir ikut membawa efek domino pada altcoin.

    JELLYJELLY sebagai token dengan harga relatif murah menjadi sasaran spekulasi cepat, karena trader melihat potensi short-term gain lebih besar dibandingkan dengan aset besar yang cenderung lebih stabil.

    3. Momentum Komunitas dan Efek FOMO

    Salah satu kekuatan utama dari token-token baru adalah komunitasnya.

    JELLYJELLY mulai ramai diperbincangkan di forum dan media sosial kripto. Lonjakan +30.25% dalam 7 hari terakhir memperkuat efek FOMO (fear of missing out) yang membuat semakin banyak investor ikut masuk, mendorong harga naik lebih tinggi.

    Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Jelly-my-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    4. Potensi Utility yang Sedang Digarap

    Meskipun belum ada informasi detail yang sepenuhnya terbuka ke publik, sejumlah rumor menyebutkan bahwa tim pengembang JELLYJELLY tengah menyiapkan ekosistem yang menggabungkan unsur gaming dan NFT.

    Jika terbukti benar, hal ini bisa menjadi katalis fundamental bagi token ini di masa depan.

    Tren Harga JELLYJELLY: Dari Stagnasi ke Euforia

    Dalam periode 30 hari terakhir, JELLYJELLY hanya mengalami kenaikan kecil sekitar +6.68%. Namun, memasuki minggu ketiga bulan ini, pergerakan mulai menunjukkan tren bullish yang lebih solid.

    Data historis menunjukkan:

    • Hari ini: +35.67%
    • 7 hari: +30.25%
    • 60 hari: +8.7%
    • 90 hari: -17.74%

    Kondisi ini memperlihatkan bahwa lonjakan JELLYJELLY bukanlah bagian dari tren panjang, melainkan lebih cenderung spike harga singkat yang dipicu faktor eksternal.

    Namun, jika volume perdagangan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan, bukan tidak mungkin harga akan stabil di level baru yang lebih tinggi.

    Risiko yang Perlu Diwaspadai Investor

    Meski JELLYJELLY tengah naik daun, investor tetap perlu berhati-hati. Beberapa hal yang patut dicermati antara lain:

    • Volatilitas tinggi: Kenaikan lebih dari 30% dalam 24 jam bisa dengan cepat diikuti koreksi tajam.
    • Kurangnya transparansi proyek: Hingga saat ini, informasi mengenai roadmap dan tim pengembang masih terbatas.
    • Sejarah harga yang masih rapuh: Rekor tertinggi JELLYJELLY tercatat di $0.234802, artinya harga saat ini masih jauh di bawah ATH dan menunjukkan ada risiko besar bagi investor jangka panjang.

    Baca Juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025

    Kenaikan harga JELLYJELLY menjadi bukti nyata bahwa pasar kripto masih penuh dengan kejutan. Dalam hitungan hari, sebuah token yang nyaris tak terdengar bisa berubah menjadi sorotan utama dengan lonjakan harga fantastis.

    Namun, di balik peluang tersebut, risiko tetap besar. Bagi investor yang tertarik, penting untuk melihat JELLYJELLY bukan hanya sebagai kesempatan spekulatif, tetapi juga mengevaluasi fundamental jangka panjang dari proyek ini.

    Jika rumor mengenai integrasi ekosistem gaming dan NFT terbukti benar, maka JELLYJELLY bisa saja berkembang menjadi salah satu altcoin yang lebih mapan.

    Untuk saat ini, JELLYJELLY adalah simbol euforia pasar kripto: risiko tinggi, imbal hasil tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terseret Tekanan Pasar Global, Harga Bitcoin Turun dari Level Tertinggi

    Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah sempat bertahan di atas level psikologis penting.

    Data terbaru menunjukkan harga BTC hari ini berada di kisaran $110,686.04 per BTC, turun -0.43% dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini cukup signifikan mengingat Bitcoin sebelumnya sempat menembus level $112,600.22 sebelum terkoreksi.

    Kapitalisasi pasar kini tercatat sebesar $2,204.35 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $57.04 miliar USD.

    Tren ini memperlihatkan bahwa meskipun Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar di dunia dengan sirkulasi 19.92 juta BTC, gejolak pasar global terus memberikan tekanan terhadap pergerakan harganya.

    Baca Juga: Temukan Momentum, Harga Bitcoin Melejit ke Level $110.000

    Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

    1. Koreksi Pasar Setelah Reli Singkat

    Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam 60 dan 90 hari terakhir dengan persentase masing-masing +2.62% dan +7.05%.

    Namun, dalam 30 hari terakhir, BTC terkoreksi -3.1%, menandakan adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor yang sudah menikmati lonjakan harga sebelumnya.

    Koreksi alami ini sering terjadi setelah Bitcoin menyentuh resistance kuat.

    2. Tekanan dari Sentimen Makroekonomi

    Kondisi global juga ikut berperan dalam penurunan harga BTC.

    Kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang masih cenderung hawkish membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

    Bitcoin, meskipun disebut sebagai emas digital, masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar global.

    3. Penurunan Volume dan Likuiditas

    Meskipun volume perdagangan harian cukup tinggi, data menunjukkan adanya penurunan minat beli dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

    Bitcoin sempat mengalami penurunan -2.06% dalam 7 hari terakhir, yang menunjukkan melemahnya momentum bullish.

    4. Tekanan dari Level Psikologis

    Bitcoin masih tertahan jauh dari rekor tertingginya di level $124,457.12.

    Penurunan ini membuat para trader jangka pendek lebih berhati-hati, mengingat volatilitas semakin tinggi.

    Level psikologis $110,000 menjadi support kuat, namun jika jebol, BTC berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran $108,000.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Implikasi bagi Investor

    1. Investor Jangka Panjang
      Bagi holder Bitcoin jangka panjang, penurunan saat ini masih dianggap wajar. Dengan sirkulasi hampir mencapai batas maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang tetap menjadi daya tarik.
    2. Trader Jangka Pendek
      Trader perlu memperhatikan level support dan resistance. Penembusan ke bawah $110,000 dapat memicu aksi jual lebih lanjut, sementara pemulihan di atas $112,000 dapat membuka peluang rebound.
    3. Pasar Kripto Secara Keseluruhan
      Sebagai aset utama, pergerakan Bitcoin memengaruhi altcoin. Penurunan BTC sering kali menyeret altcoin ke zona merah, sehingga manajemen risiko menjadi sangat penting bagi investor.

    Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

    Bitcoin hari ini menunjukkan pelemahan dengan harga berada di $110,686.04, turun sekitar -0.22% dalam 24 jam terakhir.

    Tekanan dari faktor makroekonomi, aksi ambil untung, serta melemahnya momentum bullish menjadi penyebab utama koreksi harga.

    Meski begitu, prospek jangka panjang Bitcoin tetap kuat dengan keterbatasan suplai dan semakin besarnya adopsi global.

    Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek namun tidak menutup mata terhadap potensi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di masa depan.

    Saat pasar berada dalam fase konsolidasi, strategi diversifikasi dan disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemulihan Tertunda! 5 Sinyal Bahaya untuk Harga XRP

    Harga XRP sempat bertahan di atas level kunci $2,80 setelah rebound pasar kripto secara umum, yang dipicu oleh data lowongan kerja JOLTS AS yang lebih lemah.

    Namun, sejumlah faktor fundamental, teknikal, dan on-chain masih menjadi penghalang bagi pemulihan harga yang berkelanjutan. Sentimen pasar pun kini terfokus pada isu persetujuan ETF spot XRP, yang dipandang sebagai katalis penting bagi pergerakan harga selanjutnya.

    Berikut adalah lima faktor utama yang menahan laju pemulihan harga XRP:

    1. Arus Masuk dan Cadangan Bursa Meningkat

    Dilaporkan Coingape, cadangan XRP di bursa kripto terus bertambah, menandakan potensi tekanan jual yang lebih besar. Data CryptoQuant menunjukkan 9 dari 11 bursa kripto mencatat kenaikan cadangan XRP dalam sepekan terakhir.

    Di Binance, cadangan XRP melonjak dari 2,92 miliar menjadi 3,6 miliar per 3 September. Peningkatan arus masuk ke bursa juga terlihat, dengan lebih dari 2,1 juta XRP mengalir masuk hanya ke Binance. Lonjakan ini memperkuat indikasi potensi aksi jual lebih lanjut di pasar.

    2. Aliran Paus XRP Negatif

    Perilaku whale atau pemegang besar XRP menunjukkan sinyal bearish. Data Whale Flow 30-DMA CryptoQuant mengonfirmasi adanya distribusi masif setelah reli harga baru-baru ini, di mana lebih dari 99% pemegang sempat berada di zona keuntungan.

    Bahkan, dalam 24 jam terakhir, Whale Alert mencatat transfer 35 juta XRP senilai sekitar $99 juta ke Coinbase. Distribusi seperti ini memperbesar risiko koreksi harga, apalagi jika tren berlanjut di bulan September–Oktober yang historisnya rawan puncak pasar bullish.

    3. Minat Terbuka (Open Interest) Menurun

    Ketidakpastian seputar persetujuan ETF spot XRP membuat minat terbuka berkurang. Menurut Coinglass, open interest berjangka XRP turun 0,50% menjadi $7,53 miliar dalam 24 jam terakhir.

    Sementara itu, di CME sempat terjadi kenaikan OI lebih dari 2,7%, namun di Binance justru turun 0,80% dalam 4 jam terakhir. Padahal, sejumlah manajer aset besar seperti Grayscale, WisdomTree, hingga CoinShares sudah mengajukan ETF XRP. Dengan tenggat keputusan SEC pada 17 Oktober, pelaku pasar cenderung menunggu kepastian sebelum masuk kembali.

    4. Tekanan dari Indikator Teknis

    Dari sisi teknikal, tren XRP masih lemah. Harga diperdagangkan jauh di bawah MA-50 di $3,09, dengan MA-100 dan MA-200 masing-masing di $2,69 dan $2,48. Relative Strength Index (RSI) juga turun ke level 43, menandakan ruang koreksi lebih lanjut.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analis populer Ali Martinez memperingatkan bahwa jika XRP gagal bertahan di atas $2,74, harga bisa anjlok ke $2,35. Untuk memicu reli baru, XRP perlu menembus level $2,90–$3,00 sebagai pintu menuju target $3,70.

    5. Ketidakpastian Makroekonomi Global

    Selain faktor internal, tekanan dari pasar kripto yang lebih luas juga membebani XRP. Inflasi AS yang masih tinggi dan potensi langkah agresif The Fed menjadi kekhawatiran utama. Investor kini menunggu data ketenagakerjaan AS, termasuk laporan penggajian swasta ADP, klaim pengangguran mingguan, hingga non-farm payrolls pada Jumat.

    Keputusan suku bunga The Fed pada 17 September dipandang sebagai penentu arah utama pasar kripto. Jika The Fed memberi sinyal pemangkasan suku bunga, pasar kripto—termasuk XRP—berpeluang rebound.

    Baca juga: XRP Tertekan Saat Whale Menjual: Koreksi Segera Terjadi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Turun ke Peringkat 7 dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2025

    Laporan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di posisi ke-7 dunia untuk adopsi kripto berbasis akar rumput (grassroots adoption). Pencapaian ini masih tergolong tinggi, namun menunjukkan penurunan dibanding tahun lalu ketika Indonesia berhasil menembus lima besar.

    Di peringkat atas, India memimpin dengan kokoh, disusul Amerika Serikat, Pakistan, dan Vietnam. Sementara itu, Brasil dan Nigeria berada sedikit di depan Indonesia. Kondisi ini menandakan bahwa persaingan adopsi kripto antarnegara semakin ketat, khususnya di kawasan Asia-Pasifik (APAC).

    APAC Jadi Episentrum Pertumbuhan Kripto

    Chainalysis mencatat, kawasan APAC tetap menjadi motor utama pertumbuhan adopsi kripto global dengan lonjakan volume transaksi on-chain hingga 69% sepanjang Juni 2024 – Juni 2025. Namun, pendorong utamanya datang dari India, Pakistan, dan Vietnam yang masif memanfaatkan kripto, baik untuk transaksi ritel maupun layanan DeFi.

    Indonesia memang masih kuat di sektor ritel, tetapi perubahan metodologi dalam laporan tahun ini memberi pengaruh besar pada peringkat.

    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis' 2025 Global Crypto Adoption Index.
    Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis’ 2025 Global Crypto Adoption Index.

    Baca juga: Kripto Indonesia Cetak Rekor Rp52 Triliun, Optimisme Tetap Kuat!

    Dampak Perubahan Metodologi

    Chainalysis 2025 menambahkan sub-indeks aktivitas institusional, yakni transaksi bernilai lebih dari US$1 juta. Indikator baru ini membuat negara-negara dengan ekosistem keuangan mapan, seperti Amerika Serikat, India, dan Brasil, mendapat keuntungan besar karena partisipasi institusi mereka tinggi, termasuk lewat produk ETF Bitcoin spot.

    Sebaliknya, sub-indeks DeFi ritel yang sebelumnya menjadi keunggulan Indonesia justru dihapus. Menurut Chainalysis, DeFi dianggap sebagai aktivitas “niche” yang tidak mewakili adopsi akar rumput secara umum.

    Langkah ini menuai kritik. Pengamat Kripto, Vinsensius Sitepu menilai, penghapusan indikator DeFi membuat potret adopsi menjadi timpang. “Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, DeFi justru pintu masuk utama jutaan pengguna ritel. Menyebutnya tidak relevan sama saja menutup mata terhadap pola adopsi kripto paling nyata di lapangan,” ujarnya dikutip Suara.

    Menurut Vinsensius, perubahan metodologi ini cenderung menguntungkan negara dengan basis institusi besar, sementara Indonesia yang unggul di ritel dan DeFi tampak kehilangan daya saing.

    Jalan yang Harus Ditempuh Indonesia

    Meski begitu, Vinsensius menilai Indonesia tetap bisa mengimbangi dengan memperkuat dua sektor utama. Pertama, mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas akun institusional di pasar spot lokal agar volume transaksi bernilai jumbo tercatat resmi. Kedua, membuka peluang hadirnya ETF kripto di bursa Indonesia agar investor institusional punya jalur yang aman dan legal.

    “Kalau dua hal ini bisa diwujudkan, kekuatan ritel Indonesia yang sudah mapan akan semakin kokoh dengan dukungan institusional yang solid,” tambahnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 4 September 2025

    Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Kamis, 4 September 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

    Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

    Peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir : 

    1. Bitmine Tambah Aset ETH
      • Bitmine kembali menambah 14.665 ETH senilai $65,3 juta.
      • Total kepemilikan Bitmine kini mencapai 1,88 juta ETH senilai $8,4 miliar.
        Sentimen Bullish untuk ETH karena menunjukkan akumulasi besar oleh institusi.
    2. SUI Group Holdings Perbesar Treasury
      • Perusahaan Nasdaq-listed, SUI Group Holdings, membeli tambahan 20 juta SUI.
      • Total treasury mencapai 101,8 juta SUI senilai $344 juta.
        Positif untuk ekosistem SUI, menambah legitimasi institusional.
    3. Ondo Finance Luncurkan “Wall Street 2.0”
      • Ondo Global Markets resmi live, menawarkan 100+ saham & ETF AS dalam bentuk tokenized di Ethereum.
        Mendorong integrasi TradFi dan DeFi lebih luas.
    4. SEC Bahas Regulasi dengan Robinhood
      • SEC’s Crypto Task Force bertemu Robinhood untuk membahas tokenized securities & regulasi kripto.
        Memberi sinyal arah regulasi lebih jelas bagi institusi.
    5. AlphaTON Capital Dukung Ekosistem Telegram
      • Meluncurkan strategi treasury $100 juta untuk TON, rebranding dari Portage Biotech.
        Bullish untuk TON, perkuat dukungan ekosistem Telegram.
    6. Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025
      • India, AS, dan Pakistan berada di posisi teratas adopsi kripto global, diikuti Vietnam, Brasil, dan Indonesia di peringkat ke-7.
        Menunjukkan potensi pasar Asia & negara berkembang.
    7. Probabilitas Rate Cut Fed
      • Data CME FedWatch menunjukkan 97,6% kemungkinan pemotongan suku bunga pada FOMC 17 September 2025.
        Sentimen positif untuk aset berisiko, termasuk kripto.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    SOLV/USDT (🔼 +3.79%)

    • Entry: $0.04243
    • Stop Loss: $0.04176
    • Take Profit: $0.04403

    SOLV/USDT pada timeframe 4H menunjukkan pergerakan yang mulai stabil di area konsolidasi dengan support di $0.0417 dan resistance di $0.0440. RSI saat ini berada di 59,53 yang menandakan momentum bullish mulai menguat namun belum memasuki zona overbought.

    MACD memperlihatkan potensi golden cross dengan histogram yang mulai positif, mengonfirmasi adanya dorongan naik. Selama harga bertahan di atas area entry $0.0424, peluang untuk menguji resistance $0.0440 cukup terbuka, dengan potensi kenaikan sekitar 3,8%.


    PLUME/USDT (🔼 +3.12%)

    • Entry: $0.08160
    • Stop Loss: $0.08020
    • Take Profit: $0.08415

    PLUME/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan potensi rebound setelah menguji area support di $0.08020–0.08160. Saat ini harga bergerak di atas level entry dengan target kenaikan menuju resistance $0.08415 yang juga menjadi area take profit.

    Indikator MACD mulai menunjukkan momentum bullish dengan garis biru memotong ke atas garis oranye, sementara RSI di 51,38 mengindikasikan kondisi netral menuju bullish. Selama harga bertahan di atas support kunci tersebut, peluang penguatan ke area target tetap terbuka, dengan stop loss ideal di bawah $0.08020 untuk menjaga manajemen risiko.


    AVAX/USDT (🔼 +4.60%)

    • Entry: $24.67
    • Stop Loss: $24.10
    • Take Profit: $25.81

    AVAX/USDT pada time frame 4 jam menunjukkan potensi penguatan setelah berhasil bertahan di atas support $24.67 dengan konfirmasi tambahan dari indikator MACD yang memperlihatkan momentum bullish, sementara RSI berada di 62.74, mendekati area overbought namun masih memberikan ruang kenaikan.

    Selama harga tetap terjaga di atas $24.10 (stop loss), peluang kenaikan menuju area resistance $26.00 (take profit) terbuka dengan potensi upside sekitar 4.6%. Level $25.15 saat ini menjadi area entry yang cukup valid, didukung volume yang mulai meningkat sehingga memperkuat sinyal reli jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto Indonesia Cetak Rekor Rp52 Triliun, Optimisme Tetap Kuat!

    Industri aset kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan sepanjang Juli 2025. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baik dari sisi jumlah konsumen maupun nilai transaksi, sektor ini terus mencatatkan pertumbuhan meski di tengah dinamika global maupun domestik.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa jumlah konsumen aset kripto di Indonesia per Juli 2025 mencapai 16,5 juta konsumen, naik 4,11% dibandingkan bulan Juni 2025 yang berada di angka 15,85 juta.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi.
    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi.

    Dari sisi nilai transaksi, per Juli 2025 tercatat sebesar Rp52,46 triliun, melonjak 62,36% dibandingkan Juni yang mencatatkan Rp32,31 triliun. Secara kumulatif, total nilai transaksi kripto di sepanjang tahun 2025 telah mencapai Rp276,45 triliun.

    “Sehubungan dengan perkembangan dan situasi terkini di dalam negeri, kami juga dapat menyampaikan bahwa dari sisi penyelenggara aset keuangan digital dan aset kripto secara umum tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan operasional. Hal ini tercermin dari angka penempatan dan penarikan dana yang berada dalam kisaran normal, serta menunjukkan kepercayaan konsumen tetap terjaga,” jelas Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Kamis (4/9/2025).

    Optimisme Pelaku Industri

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai tren pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi kripto di Indonesia sebagai sinyal positif. “Kami menyambut baik pertumbuhan signifikan jumlah investor dan transaksi di bulan Juli. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital terus meningkat meski pasar menghadapi tekanan jangka pendek. Fundamental industri kripto di Indonesia tetap kuat,” jelas Calvin.

    Ia menambahkan bahwa dukungan regulasi yang semakin jelas, meningkatnya literasi keuangan digital, serta inovasi produk yang relevan bagi investor ritel dan institusional akan menjadi katalis utama pertumbuhan industri di masa depan. “Dalam jangka panjang, kami yakin adopsi aset kripto di Indonesia akan terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata pada perkembangan ekonomi digital nasional,” jelasnya.

    Baca juga: Tokocrypto x Binance Beach House: Pecah Rekor di Coinfest Asia 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Caldera (ERA): Metalayer yang Ubah Total Ekosistem Ethereum

    Riset ini disusun oleh Tim Riset Tokocrypto untuk memberikan gambaran mendalam mengenai Caldera (ERA), sebuah platform infrastruktur yang menghadirkan solusi Rollup-as-a-Service (RaaS) kustom menggunakan framework populer seperti Arbitrum Nitro, Optimism, zkSync, dan Polygon.

    Tidak berhenti di situ, Caldera memperkenalkan Metalayer, sebuah jaringan interoperabilitas yang menghubungkan berbagai rollup agar likuiditas, komunikasi, dan pengalaman pengguna (UX) di ekosistem Ethereum menjadi lebih lancar dan terintegrasi.

    Core Technology: Metalayer Rollup Infrastructure

    Salah satu tantangan utama ekosistem rollup adalah sifatnya yang terfragmentasi, di mana setiap rollup biasanya berdiri sendiri tanpa konektivitas. Caldera mencoba memecahkan masalah ini dengan membangun Metalayer Rollup Infrastructure.

    Komponen utama dalam arsitektur Caldera antara lain:

    • Rollup Engine
      Mesin modular untuk meluncurkan rollup kustom berbasis framework populer (Arbitrum, Optimism, ZK Stack, Polygon CDK).
    • Metalayer Framework
      Lapisan penyatu antar-rollup yang memungkinkan likuiditas, komunikasi, dan UX berbagai rollup berjalan layaknya satu jaringan terpadu.
    • Shared Security & Governance
      Validator dapat melakukan staking token ERA untuk menjaga keamanan jaringan Metalayer sekaligus ikut serta dalam tata kelola ekosistem.
    • Developer & User Tools
      Menyediakan fitur tambahan seperti observability/monitoring, granular permissioning (whitelist address), pembayaran fee multi-token, hingga pre-confirmation untuk mempercepat transaksi lintas-chain.

    On-Chain Metrics

    Ekosistem Caldera menunjukkan adopsi yang solid dengan sejumlah indikator penting:

    • TVL: $416,633,134 → menandakan besarnya aset terkunci sebagai indikator kepercayaan dan adopsi DeFi.
    • Transactions: 1,038,895,926 → mencerminkan aktivitas jaringan yang tinggi dan konsisten.
    • Unique Wallets: 30,076,184 → basis pengguna yang luas dengan potensi pertumbuhan jaringan yang signifikan.

    Use Cases & Unique Features

    Caldera menawarkan berbagai use case yang memperkuat nilai token ERA dan daya tarik Metalayer:

    • Omnichain Gas / Network Fees → ERA digunakan untuk membayar biaya transaksi di seluruh rollup terhubung.
    • Staking & Keamanan → Holder ERA dapat menjadi validator atau delegator, dengan insentif dan penalti (slashing) yang mendorong integritas jaringan.
    • Governance → Pemegang token bisa ikut menentukan arah pengembangan ekosistem, mulai dari upgrade, biaya, hingga alokasi treasury.
    • Shared Liquidity & Intent-based Bridging → Likuiditas bersama antar-rollup dengan pengalaman bridging lebih sederhana.
    • Multi-VM Support → Mendukung tidak hanya EVM, tapi juga SolanaVM dan MoveVM untuk fleksibilitas aplikasi.
    • Developer Controls Granular → Fitur seperti ERC-20 fee payment, instant confirmations, on-chain automation, hingga penyesuaian finality period.

    Catalysts

    Bullish Catalysts

    • Adopsi Metalayer dan pertumbuhan ekosistem yang memperkuat efek jaringan dan utilitas token ERA.
    • Peluncuran produk pengguna seperti Caldera Bridge yang dapat meningkatkan volume transaksi.
    • Narasi populer di sektor L2/L3 dan RaaS yang mendorong awareness serta integrasi pihak ketiga.

    Bearish Catalysts

    • Token unlock untuk investor awal, tim, dan treasury yang berpotensi menekan harga bila tidak diimbangi dengan pertumbuhan utilitas.
    • Risiko eksekusi dan kompetisi di sektor RaaS/interop yang semakin ramai.
    • Risiko teknis, khususnya pada interoperabilitas lintas-chain dan tata kelola, yang bisa berdampak pada kepercayaan jaringan.

    Kesimpulan

    Caldera (ERA) membawa terobosan baru di sektor RaaS dan interoperabilitas dengan Metalayer yang mampu menyatukan berbagai rollup, menciptakan ekosistem Ethereum yang lebih efisien, terhubung, dan ramah pengguna. Dukungan multi-VM, staking, serta governance memberikan fondasi ekonomi yang kuat bagi token ERA.

    Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai risiko seperti jadwal unlock, persaingan ketat, dan potensi isu teknis lintas-chain. Dengan narasi dan fundamental yang kuat, Caldera layak masuk ke dalam watchlist sebagai salah satu proyek infrastruktur rollup paling menjanjikan di ekosistem Ethereum.

    Baca juga: BONK.Fun: Pesaing Baru yang Mengguncang Dunia Memecoin Solana!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com