Author: 26

  • Dogecoin di Ujung Tanduk: ETF Baru Bisa Picu Reli ke $1,30!

    Harga Dogecoin (DOGE) kembali berada di titik krusial setelah menguji ulang support jangka pendek yang sudah aktif sejak Juni. Meski sempat terkoreksi dua minggu terakhir, data terbaru menunjukkan peluang besar bagi raja meme coin ini untuk bangkit kembali.

    Whale Diam-Diam Borong Dogecoin

    Pergerakan harga DOGE semakin menarik perhatian karena para paus tampaknya memanfaatkan penurunan terbaru untuk akumulasi besar-besaran. Data order book menunjukkan pembelian senilai lebih dari $13 juta di Binance spot, ditambah $9 juta di OKX, dan sekitar $16 juta di pasar perpetual Binance.

    Meski tekanan jual masih ada, dengan posisi short di OKX yang mencapai $48 juta, tren arus keluar spot Dogecoin mulai mereda sejak pertengahan September. Ini bisa menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual sedang melemah dan ruang untuk rebound semakin terbuka.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: ETF Dogecoin Hampir Pasti Disetujui, Analis Prediksi Reli 195%!

    ETF Dogecoin Jadi Game Changer?

    Tak bisa dipungkiri, katalis terbesar saat ini datang dari ETF Dogecoin yang baru saja disetujui, menjadikannya meme coin pertama dalam sejarah yang mendapatkan produk investasi resmi di bursa. Hanya dalam satu minggu sejak peluncuran, ETF Dogecoin sudah mencatat aliran masuk likuiditas sekitar $26 juta.

    Fenomena ini bisa menjadi faktor pendorong besar bagi DOGE, terutama jika investor institusional mulai melirik aset ini sebagai bagian dari portofolio mereka.

    Target Harga Gila: Reli 800% Menuju $1,30?

    Dilaporkan The Coin Republic, seorang analis bahkan berani memproyeksikan bahwa Dogecoin bisa mencetak reli hingga 800%, menembus level $1,30, jauh di atas harga tertinggi sepanjang masa sebelumnya. Namun, tentu saja ini akan bergantung pada dua hal: likuiditas pasar dan permintaan kuat dari investor, khususnya setelah pemotongan suku bunga global baru-baru ini.

    Akankah Dogecoin Jadi Bintang Kuartal Akhir 2025?

    Dengan kombinasi akumulasi paus, persetujuan ETF, dan melemahnya tekanan jual, Dogecoin punya peluang emas untuk jadi bintang altcoin di kuartal terakhir tahun ini. Pertanyaannya, apakah bulls cukup kuat untuk mengubah momentum bearish menjadi reli besar?

    Satu hal yang jelas: semua mata kini tertuju pada Dogecoin, dan para trader hanya menunggu momen ledakan berikutnya.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Melemah ke $109 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan melemah setelah sempat mencatat kenaikan tipis di awal pekan.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (28/9), harga Bitcoin berada di level $109.414,48 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,18 triliun.

    Angka ini menandai penurunan sekitar 0,31% dalam 24 jam terakhir, sementara pergerakan mingguan menunjukkan koreksi lebih tajam di kisaran -5,38%.

    Meskipun koreksi ini relatif kecil dalam hitungan harian, tren konsolidasi yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir membuat para pelaku pasar bertanya-tanya: apakah ini sekadar retracement sehat atau sinyal awal tekanan lebih lanjut?

    Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Naik, Badai Telah Berlalu?

    Performa Jangka Pendek hingga Menengah

    Jika ditarik dalam periode lebih panjang, pergerakan Bitcoin masih menunjukkan pola yang campuran:

    • 30 hari terakhir: turun -1,64%
    • 60 hari terakhir: turun -7,23%
    • 90 hari terakhir: masih positif dengan kenaikan tipis +1,03%

    Data ini memperlihatkan bahwa, meski Bitcoin masih mampu bertahan di atas level psikologis $100.000, tren jangka menengahnya cenderung melemah.

    Hal ini menegaskan adanya fase konsolidasi setelah harga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di $124.457,12 beberapa waktu lalu.

    Tekanan dari Pasar Global

    Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi arah pergerakan Bitcoin:

    1. Kebijakan moneter global
      Bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, masih mempertahankan nada hati-hati dalam suku bunga. Hal ini membuat investor institusional cenderung menahan diri dari masuk lebih agresif ke aset berisiko seperti kripto.
    2. Sentimen makroekonomi
      Ketidakpastian pasar ekuitas dan gejolak harga energi juga memengaruhi arus modal global. Saat volatilitas meningkat, investor cenderung mencari aset yang lebih aman, sehingga arus dana ke Bitcoin ikut tertekan.
    3. Volume perdagangan yang mengecil
      Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan BTC tercatat hanya $25,03 miliar, turun signifikan dibanding rata-rata bulanan. Penurunan volume ini biasanya menjadi sinyal pasar sedang wait and see.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Level Support dan Resistance

    Dalam jangka pendek, Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran $109.000 – $110.000. Level support kuat saat ini diperkirakan berada di $108.000, sedangkan resistance terdekat ada di sekitar $112.000.

    Jika support ditembus, peluang koreksi lebih dalam ke kisaran $105.000 terbuka. Sebaliknya, bila mampu menembus resistance, Bitcoin berpotensi kembali menguji level $115.000.


    Prospek ke Depan

    Meski harga saat ini menunjukkan pelemahan, prospek jangka panjang Bitcoin masih menarik. Ada beberapa alasan mengapa banyak analis tetap optimis:

    • Faktor Halving: Peristiwa Bitcoin Halving terakhir yang terjadi awal tahun masih diharapkan memberi dorongan kenaikan harga dalam 12–18 bulan ke depan, seiring menurunnya suplai koin baru.
    • Adopsi institusional: Minat perusahaan besar dan lembaga keuangan terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai inflasi dan diversifikasi portofolio semakin kuat. Produk ETF Bitcoin yang kian diterima di pasar tradisional juga memberi likuiditas tambahan.
    • Narasi aset digital global: Dengan semakin rapuhnya sistem keuangan tradisional, Bitcoin terus dipandang sebagai alternatif penyimpan nilai di luar sistem perbankan.

    Baca Juga: Koreksi Bitcoin Makin Dalam, Momentum Bull Run Terancam?

    Koreksi terbaru Bitcoin menegaskan bahwa aset digital terbesar dunia ini masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah lonjakan harga besar beberapa bulan lalu.

    Dengan harga saat ini di sekitar $109.000, Bitcoin masih jauh di atas level psikologis $100.000, meski juga belum mampu menembus kembali rekor tertinggi.

    Bagi investor jangka panjang, pelemahan harga ini bisa dilihat sebagai peluang akumulasi, terutama dengan prospek Halving dan adopsi institusional yang masih menjadi katalis utama.

    Namun, untuk jangka pendek, volatilitas tetap tinggi, sehingga disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Tersungkur ke $4.015, Bearish Market Semakin Nyata?

    Harga Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali melemah pada perdagangan terbaru.

    Tokocrypto mencatat pada Minggu (28/9), ETH diperdagangkan di kisaran $4.015,07, turun tipis 0,09% dalam 24 jam terakhir.

    Meski koreksi harian terlihat terbatas, jika ditarik dalam perspektif mingguan dan bulanan, penurunan Ethereum cukup signifikan dan mengkhawatirkan.

    Baca Juga: Koreksi Usai, Harga Ethereum Kembali Menggeliat!

    Tren Penurunan: Dari Harian hingga Bulanan

    Dalam 24 jam terakhir, ETH kehilangan sekitar $4,44 atau -0,11%. Namun yang lebih menekan, secara mingguan Ethereum sudah anjlok -10,53%.

    Bahkan dalam periode 30 hari terakhir, ETH merosot -9,91%, mencerminkan adanya tren pelemahan yang konsisten.

    Meski begitu, jika menengok lebih jauh ke periode 90 hari, ETH sebenarnya masih mencatatkan kenaikan +60,52%.

    Artinya, tren bullish besar masih ada, tetapi investor kini menghadapi fase koreksi yang cukup dalam setelah reli panjang sejak pertengahan tahun.

    Level Teknis Penting: Dekat Support Psikologis

    Dalam konteks perdagangan harian, ETH sempat menyentuh titik terendah di $3.975,76 dan tertinggi di $4.038,45.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berfluktuasi dalam rentang ketat, dengan batas bawah $4.000 menjadi support psikologis utama.

    Jika level ini ditembus, para analis menilai ETH berpotensi turun lebih dalam menuju area $3.800 – $3.700, yang merupakan zona support berikutnya.

    Sementara itu, resisten terdekat kini berada di $4.100 – $4.150, dan jika mampu ditembus, bisa membuka peluang bagi ETH untuk kembali menantang area $4.300.

    Faktor Penyebab Penurunan Harga Ethereum

    Ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu koreksi harga Ethereum dalam sepekan terakhir:

    1. Kondisi Makroekonomi Global
      Pasar kripto masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Kekhawatiran inflasi dan potensi pengetatan moneter membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
    2. Dominasi Bitcoin
      Dominasi pasar Bitcoin terus meningkat, membuat aliran modal ke altcoin seperti Ethereum relatif menurun. Dengan BTC masih bertahan di atas US$109.000, investor lebih memilih bertahan di aset utama dibanding mencari peluang di altcoin.
    3. Tekanan Teknis
      Ethereum gagal mempertahankan level EMA 30 hari di atas $4.400, yang memicu sinyal bearish lanjutan. Selain itu, turunnya volume perdagangan harian menjadi $19,58 miliar, jauh di bawah puncaknya beberapa pekan lalu, memperlihatkan turunnya minat pasar.
    4. Sentimen Negatif Altcoin
      Banyak altcoin mengalami pelemahan bersamaan dengan ETH. Indeks Fear and Greed kripto juga bergerak ke zona “Fear”, yang menekan spekulasi jangka pendek.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ancaman atau Peluang?

    Meski saat ini dalam tren koreksi, Ethereum tetap menyimpan prospek menarik dalam jangka menengah hingga panjang. Ada beberapa alasan yang mendukung pandangan ini:

    • Ekosistem DeFi dan NFT: Ethereum masih menjadi tulang punggung aplikasi terdesentralisasi (dApps), dengan ribuan proyek yang bergantung pada jaringannya.
    • Ethereum 2.0 (Proof of Stake): Mekanisme konsensus baru terus meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat fundamental jangka panjang.
    • Potensi Institusional: Seiring meningkatnya adopsi kripto oleh lembaga keuangan besar, Ethereum berpeluang tetap menjadi pilihan utama selain Bitcoin.

    Namun, investor harus tetap berhati-hati dengan tren jangka pendek. Selama harga belum mampu kembali menembus di atas $4.200 secara konsisten, risiko koreksi lebih dalam tetap terbuka.

    Baca Juga: Ethereum Tumbang! Ada Apa di Balik Likuidasi Terbesar Sejak 2021?

    Secara keseluruhan, penurunan harga Ethereum ke kisaran $4.015 menandai fase konsolidasi yang penuh ketidakpastian.

    Dengan koreksi mingguan mencapai lebih dari 10% dan bulanan hampir 10%, ETH sedang diuji di area support psikologisnya.

    Jika mampu bertahan di atas $4.000, peluang rebound ke arah $4.200 masih ada. Namun, jika tekanan jual berlanjut hingga menembus $3.800, investor harus bersiap menghadapi fase bearish lebih panjang.

    Dalam jangka panjang, Ethereum tetap menjadi aset kripto dengan fundamental kuat, tetapi untuk saat ini, pasar tampaknya masih memilih berhati-hati.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pi Network Kian Tertekan, Waspadai Token Unlock Lanjutan!

    Harga Pi Network (PI) kembali mencatat penurunan signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, token ini melemah sebesar 2,07% ke level $0,263, memperpanjang koreksi mingguan hingga 26,5%.

    Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor fundamental, teknikal, hingga sentimen pasar kripto secara luas.

    Baca Juga: Harga Pi Network Jatuh Tertekan Aksi Whale, Potensi ke Depan?

    Token Unlock 160 Juta PI

    Salah satu faktor terbesar penurunan harga PI berasal dari token unlock yang terjadi pada 23 September 2025 lalu.

    Sebanyak 160 juta PI resmi beredar di pasar, memperluas suplai sirkulasi sekitar 1,9%. Peristiwa ini datang hanya sehari setelah likuidasi derivatif PI senilai $43 juta, yang menambah tekanan jual besar-besaran.

    Token unlock sering kali menjadi momen rawan karena banyak pemegang awal, khususnya para penambang dan trader lama, yang memanfaatkan kesempatan untuk mengunci keuntungan.

    Dampaknya, suplai melonjak sementara permintaan tidak mampu mengimbangi. Hal ini terlihat dari volume perdagangan 24 jam PI yang anjlok 44,8% ke $22,5 juta.

    Kekhawatiran belum berhenti di sini. Pasar kini menyoroti jadwal unlock berikutnya sebanyak 13 juta PI pada 1 Oktober 2025.

    Jika harga tidak mampu bertahan di atas $0,25, analis memperingatkan potensi penurunan lebih dalam.

    Sinyal Teknis: Tren Bearish Semakin Menguat

    Dari sisi teknikal, kondisi PI terlihat rapuh. Beberapa indikator utama menunjukkan bahwa harga berada dalam fase bearish:

    • Support penting $0,2856 (7-day SMA) berhasil ditembus.
    • Rata-rata pergerakan 30-hari (EMA) di $0,331 juga gagal dipertahankan.
    • Analisis Fibonacci menempatkan support berikutnya di kisaran $0,223, yang menjadi level kunci untuk mengukur kekuatan pasar.

    Selain itu, indikator MACD histogram di -0,0087 menegaskan momentum bearish. Sementara RSI turun ke 29,09, menandakan kondisi oversold.

    Biasanya, level ini bisa memicu technical rebound. Namun, likuiditas PI yang tipis (rasio turnover 1,04%) membuat pergerakan harga berpotensi lebih volatil.

    Analis mencatat, penutupan di atas $0,29 (level Fibonacci 23,6%) dapat membuka peluang untuk reli jangka pendek.

    Namun selama tekanan suplai terus berlangsung, kenaikan tersebut kemungkinan hanya bersifat sementara.

    Sentimen Pasar Kripto Ikut Memberatkan

    Kondisi pasar kripto global turut menekan performa PI. Saat ini, Bitcoin dominance naik ke 57,82%, sementara indeks ketakutan dan keserakahan kripto (Crypto Fear & Greed Index) turun ke 34/100 (zona “Fear”).

    Dalam situasi risk-off seperti ini, investor cenderung memilih aset besar seperti Bitcoin, bukan altcoin berisiko tinggi.

    Akibatnya, Pi Network mengalami underperformance dibanding altcoin lain yang justru mencatat rotasi dana sebesar 4,84% dalam 24 jam terakhir.

    Lebih buruk lagi, minimnya utilitas nyata PI di luar ekosistem mining serta ketiadaan listing di bursa utama seperti Binance dan Coinbase membuat proyek ini semakin rentan.

    Aktivitas sosial juga merosot tajam, dengan volume percakapan komunitas turun 63% dibanding puncaknya pada Juli 2025.

    Prospek ke Depan: Waspadai Support US$0,223

    Dalam tiga bulan terakhir, Pi Network sudah anjlok hampir 49%, memperlihatkan tren pelemahan jangka menengah.

    Walaupun kondisi oversold memberi sinyal kemungkinan pantulan harga, tekanan dari suplai baru membuat investor harus ekstra waspada.

    Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah:

    1. Apakah harga mampu bertahan di atas $0,223 sebelum token unlock berikutnya.
    2. Arah harga Bitcoin yang saat ini berjuang mempertahankan level $113.000. Jika BTC kembali reli, aliran dana ke altcoin berpotensi pulih, termasuk ke PI.

    Baca Juga: Sinyal Migrasi Pi Network Kedua 2025: Komunitas Pi Antusias tapi?

    Penurunan harga Pi Network saat ini bukan hanya dampak teknis, melainkan kombinasi faktor fundamental berupa token unlock masif, lemahnya indikator teknikal, hingga sentimen pasar yang risk-off.

    Bagi investor jangka pendek, PI mungkin menawarkan peluang spekulatif jika terjadi rebound teknikal. Namun, bagi pemegang jangka panjang, volatilitas dan jadwal unlock mendatang menambah risiko signifikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kejutan! AEVO Meroket, Sinyal Kebangkitan Pasar Derivatif Kripto

    Pasar kripto kembali memberikan kejutan. Kali ini giliran AEVO, token yang relatif baru namun memiliki utilitas kuat di sektor derivatif kripto, mencatat lonjakan harga signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga AEVO melonjak 33,35%, diperdagangkan di kisaran $0,1303 per token.

    Kenaikan ini membuat perhatian investor ritel maupun institusi kembali tertuju pada proyek yang sebelumnya sempat redup setelah mencetak harga tertingginya di $3,86.

    Baca Juga: Kenal Kripto Aevo (AEVO): Inovasi di Dunia Derivatif Terdesentralisasi

    Performa Terkini AEVO

    Data perdagangan menunjukkan bahwa AEVO mencatat kapitalisasi pasar sekitar $119,17 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $936,76 juta.

    Angka ini terlihat sangat besar jika dibandingkan dengan market cap-nya. Hal ini menandakan meningkatnya minat beli dan aktivitas spekulasi di pasar.

    Dalam 24 jam terakhir, AEVO bergerak di antara $0,0972 (level terendah) hingga $0,1432 (level tertinggi), memperlihatkan volatilitas yang cukup tinggi.

    Meski masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $3,86, kenaikan 33% sehari memberikan sinyal bahwa token ini kembali hidup di radar investor.

    Penyebab Lonjakan Harga AEVO

    Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan kenaikan drastis harga AEVO:

    1. Peningkatan Aktivitas Derivatif
      AEVO terintegrasi dengan platform derivatif yang fokus pada opsi (options) dan futures aset kripto. Ketika minat terhadap produk turunan meningkat, permintaan AEVO sebagai token ekosistem juga ikut terdongkrak.
    2. Lonjakan Volume Perdagangan
      Volume harian hampir $1 miliar menandakan adanya aliran modal besar yang masuk. Lonjakan volume seringkali mendahului pergerakan harga signifikan karena menandakan kepercayaan pasar sedang meningkat.
    3. Sentimen Pasar Kripto yang Lebih Positif
      Meskipun Bitcoin baru saja terkoreksi, beberapa altcoin dengan utilitas nyata justru mendapat aliran dana dari investor yang mencari peluang jangka pendek. AEVO termasuk dalam kelompok ini.
    4. Spekulasi Jangka Pendek
      Harga AEVO yang jauh di bawah all-time high membuat token ini menarik bagi trader momentum. Dengan potensi “diskon” lebih dari 95% dari puncaknya, banyak pelaku pasar melihat peluang untuk mengambil keuntungan dari pergerakan jangka pendek.
    Pergerakan harga Aevo (AEVO/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aevo (AEVO/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prospek AEVO ke Depan

    Meski kenaikan 33% dalam sehari sangat mengesankan, prospek jangka menengah hingga panjang AEVO perlu dianalisis secara hati-hati.

    1. Peluang
      • Utilitas Ekosistem: AEVO berada di sektor derivatif kripto yang semakin populer, terutama setelah adopsi produk opsi Bitcoin dan Ethereum oleh trader institusional.
      • Potensi Rebound: Jika tren volume tetap tinggi, harga AEVO bisa mencoba menembus level psikologis baru di $0,20 dalam waktu dekat.
      • Adopsi Lebih Luas: Jika tim pengembang AEVO mampu memperluas integrasi platform dan menarik lebih banyak pengguna, prospek fundamentalnya akan semakin solid.
    2. Tantangan
      • Volatilitas Ekstrem: Lonjakan harga cepat sering kali diikuti dengan aksi ambil untung (profit taking) yang menekan harga kembali.
      • Persaingan Ketat: AEVO bersaing dengan proyek besar di sektor derivatif kripto seperti dYdX dan GMX yang sudah lebih mapan.
      • Kurangnya Data Fundamental: Informasi terkait pasokan sirkulasi penuh, tokenomics, dan roadmap pengembangan AEVO masih terbatas, sehingga menambah ketidakpastian bagi investor jangka panjang.

    Analisis Teknis Singkat

    Secara teknis, level support terdekat AEVO kini berada di sekitar $0,10, sedangkan resistance kuat ada di kisaran $0,15 – $0,16.

    Jika volume tetap terjaga, breakout di atas resistance ini bisa membuka jalan menuju target jangka pendek di $0,20 – $0,25.

    Namun, jika gagal mempertahankan momentum, AEVO berisiko kembali turun mendekati area $0,09.

    Baca Juga: Penyebab Harga Kripto Hari Ini Bisa Naik atau Turun dan Alasannya

    Kenaikan 33% dalam 24 jam menjadikan AEVO salah satu altcoin dengan performa terbaik di pasar kripto saat ini. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya volume perdagangan, spekulasi investor, dan potensi utilitas di sektor derivatif kripto.

    Namun, investor tetap perlu berhati-hati. Dengan volatilitas tinggi dan informasi fundamental yang masih terbatas, pergerakan harga AEVO bisa berbalik arah dengan cepat.

    Meski demikian, bagi mereka yang memiliki toleransi risiko tinggi, AEVO menawarkan peluang menarik sebagai salah satu aset dengan potensi pertumbuhan cepat di tengah dinamisnya pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dari AIC ke PENGU, Meme Token Jadi Buruan Investor Hari Ini

    Pasar kripto kembali memanas, kali ini spotlight jatuh pada meme token yang mendominasi pergerakan harga hari ini. Dari token baru yang meroket puluhan persen, hingga veteran seperti Dogecoin dan Shiba Inu yang masih jadi pilihan investor, inilah update terkini dunia meme coin.

    Meme Token Paling Panas Hari Ini

    Di daftar Most Visited yang dikutip dari web CoinMarketCap, muncul nama-nama baru yang bikin heboh:

    • AIC ($0.3369, +43.21%) – jadi bintang utama dengan lonjakan paling besar.
    • GRIPPY ($0.001582, +30.91%) – token kucing imut ini berhasil curi perhatian pasar.
    • STOSHI ($0.1344, +13.82%) – nama yang makin naik daun di komunitas meme.
    • PUG ($0.0949, +20.46%) – si anjing kecil ini mulai membuktikan diri.
    • DOGE ($0.2301, +1.37%) – meski kenaikannya tipis, Dogecoin tetap jadi legenda meme coin.

    Raja Meme Lama Masih Berjaya

    Walau banyak token baru bermunculan, token lama tetap jadi magnet investor:

    • Dogecoin (DOGE) masih memimpin dengan market cap raksasa $34,8 miliar. Harga DOGE naik 13% dalam sepekan, menunjukkan minat yang belum padam.
    • Shiba Inu (SHIB) dengan harga mini $0.00001179, berhasil naik 8,66% dalam 7 hari terakhir, mempertahankan statusnya sebagai salah satu “anjing besar” di arena meme coin.
    • Pepe (PEPE) juga ikut bersinar, naik 12,25% dalam sepekan dengan market cap hampir $4 miliar.
    • MemeCore (M) terpantau stabil di sekitar $2,32 dengan valuasi di atas $2,4 miliar.
    • Pudgy Penguins (PENGU) justru jadi kejutan, naik 17,58% dalam seminggu dan kini punya market cap lebih dari $1,7 miliar.

    Meme Token: Tren atau FOMO?

    Fenomena meme token membuktikan kalau pasar kripto tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal komunitas dan budaya internet. Dari anjing, katak, hingga penguin, semua punya penggemarnya sendiri.

    Pertanyaannya: apakah ini sekadar hype sesaat atau awal dari musim meme coin berikutnya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altseason di Depan Mata? Dominasi Bitcoin Runtuh Lagi

    Pasar kripto kembali menegangkan! Bitcoin Dominance atau Dominasi Bitcoin (BTC) merosot ke 57%, level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Sejarah mencatat, penurunan dominasi BTC sering menjadi pertanda dimulainya Musim Altcoin (Altseason), fase ketika modal investor berpindah dari Bitcoin ke altcoin yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi.

    Sinyal Awal Altseason

    Menurut data Coinbase Institutional, penurunan dominasi dari 65% pada Mei 2025 ke 57% di September merupakan rotasi modal klasik yang biasanya mengawali altseason.

    Dilaporkan Coindoo, analis populer seperti Michaël van de Poppe menyoroti divergensi bullish pada grafik altcoin dan meningkatnya likuiditas pasar. Banyak trader melihat kondisi ini sebagai peluang emas untuk masuk lebih awal sebelum gelombang breakout besar terjadi.

    Dominasi BTC Berbalik Naik: Altseason Ditunda?

    Namun euforia tidak bertahan lama. Data TradingView terbaru menunjukkan kapitalisasi pasar kripto anjlok dari $4 triliun menjadi $3,82 triliun, sementara dominasi BTC justru naik kembali dari 57,3% ke hampir 59%.

    Kenaikan ini menandakan altcoin jatuh lebih dalam dibanding Bitcoin. Jika dominasi BTC menembus 59% dengan pola inverse head-and-shoulders yang mulai terbentuk, altseason bisa tertunda lebih lama.

    Whale.Guru bahkan memperingatkan: “Dominasi Bitcoin kembali menguat! Uang berputar ke Bitcoin! Altseason tertunda?”

    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 27 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Data Bitcoin Dominance pada tanggal 27 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Indeks Altseason dan Sentimen Pasar Melemah

    Indeks Musim Altcoin dari BlockchainCenter juga mengonfirmasi tren serupa, turun ke 69 poin, di bawah ambang batas 75 poin yang menandai altseason resmi.

    Sementara itu, indeks sentimen pasar bergeser dari Netral ke Ketakutan. Jika rasa takut meningkat menjadi Ketakutan Ekstrem, risiko penjualan panik bisa semakin menekan altcoin.

    AshRobin, pendiri Kanto Lab, mengingatkan:
    “Hari-hari membeli koin secara acak dan menunggu semuanya naik sudah berakhir. Pasar terlalu jenuh dengan terlalu banyak koin, sementara likuiditas terbatas.”

    Harapan: ETF Altcoin dan The Fed

    Meski indikator saat ini melemah, investor tetap optimis bahwa altseason besar masih bisa terjadi. Faktor pendorongnya antara lain:

    • Pemangkasan suku bunga The Fed yang dapat melonggarkan likuiditas.
    • Potensi persetujuan ETF Altcoin oleh SEC, yang bisa memicu arus modal besar ke proyek-proyek alternatif.

    Penurunan dominasi Bitcoin ke 57% memang sempat membangkitkan harapan altseason. Namun kenaikan kembali mendekati 59% menjadi peringatan bahwa altseason belum sepenuhnya dimulai. Investor kini harus waspada—apakah ini awal dari rotasi modal besar ke altcoin, atau sekadar false start sebelum Bitcoin kembali mengambil alih pangguna.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga DOGE Menggantung di $0,23: Arah Berikutnya?

    Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah harga altcoin ikonik ini bertahan tepat di zona support krusial $0,22. Level ini bukan sembarang angka, melainkan titik volume terbesar dalam rentang $0,15–$0,28 yang bisa menjadi penentu apakah DOGE siap bangkit atau justru terjun lebih dalam.

    Grafik DOGEUSDT (1D), Sumber: TradingView.
    Grafik DOGEUSDT (1D), Sumber: TradingView.

    Zona Support Super Kuat: POC + Fibonacci 0,618

    Saat ini, DOGE sedang menguji titik kendali (Point of Control/POC), yang bertepatan dengan retracement Fibonacci 0,618 dan level support harian. Konfluensi teknis ini menjadikan $0,22 sebagai “medan tempur” utama antara bull dan bear.

    Jika pembeli berhasil mempertahankan zona ini, Dogecoin berpotensi melakukan rebound agresif menuju $0,28, resistance kunci yang menjadi target kenaikan berikutnya. Namun, kegagalan bertahan justru bisa menyeret DOGE menguji support lebih rendah di $0,15–$0,20.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: ETF Dogecoin Hampir Pasti Disetujui, Analis Prediksi Reli 195%!

    Struktur Bullish Masih Utuh

    Meskipun harga turun tajam dari area value tertinggi, tren makro Dogecoin tetap bullish. Urutan higher high dan higher low belum patah, sehingga skenario jangka menengah masih mendukung kenaikan.

    Namun, pasar menunggu konfirmasi teknis berupa candle bullish engulfing atau lonjakan volume signifikan sebelum sinyal reversal benar-benar valid.

    Katalis Eksternal: ETF Dogecoin

    Dilaporkan Cryptonews, menambah bumbu pada drama ini, ETF Dogecoin 21Shares baru saja terdaftar di NSCC dengan kode TDOG, sementara REX-Osprey meluncurkan ETF spot DOGE pertama di AS. Masuknya institusi ke dalam ekosistem Dogecoin bisa menjadi katalis besar yang memperkuat peluang rebound.

    Apa Selanjutnya untuk DOGE?

    • Bullish Skenario: Bertahan di $0,22 → potensi rally ke $0,28.
    • Bearish Skenario: Gagal bertahan → DOGE bisa jatuh ke $0,15–$0,20.

    Dengan posisi harga saat ini yang tepat berada di persimpangan teknikal penting, pergerakan Dogecoin dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah tren jangka menengahnya.

    Pertanyaan besar: apakah DOGE siap melesat ke $0,28 atau akan tergelincir ke $0,15?

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL Siap Tembus $250? Analis Bongkar Level Penting

    Solana (SOL) kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah lonjakan harga ke $201,32 dalam 24 jam terakhir, naik 3,44% dengan volume perdagangan hampir $8,8 miliar.

    Meski masih terjebak dalam tekanan bearish, potensi reli ke $250 kini mulai diperdebatkan, terutama karena rumor persetujuan ETF staking Solana di Amerika Serikat.

    ETF Jadi Game Changer?

    DIlaporkan Cryptonews, beberapa raksasa keuangan global, seperti Franklin Templeton, Fidelity, Bitwise, Grayscale, VanEck, dan CoinShares, tengah menunggu keputusan SEC terkait aplikasi ETF staking Solana. Jika disetujui pada pertengahan Oktober, hal ini bisa mempercepat adopsi institusional secara masif.

    Optimisme semakin kuat setelah REX-Osprey Solana Staking ETF mencatat arus masuk $12 juta hanya beberapa hari setelah peluncuran. Bahkan Pantera Capital menyebut Solana sedang memasuki “momen institusionalnya,” dengan lebih dari $60 juta sudah mengalir ke ETP staking Bitwise di Eropa.

    Ekosistem Solana Terus Berkembang

    Baca juga: Dihantam Bearish! Apakah $200 Jadi Benteng Terakhir Solana?

    Tak hanya bergantung pada spekulasi ETF, Solana juga memperluas ekosistem lewat proyek-proyek baru. Salah satunya Tapzi (TAPZI), game berbasis staking yang berhasil mengumpulkan lebih dari $50 juta dalam prapenjualan. Dengan model play-to-earn unik, TAPZI diproyeksikan bisa melesat hingga 100–500 kali lipat nilainya.

    Selain itu, kolaborasi strategis Solana dengan penyedia pembayaran dan solusi penskalaan memperkuat posisinya di sektor DeFi dan enterprise apps. Data terkini menunjukkan SOL diperdagangkan dalam range $152–$201, dengan analis memproyeksikan pergerakan ke $175 jika arus modal institusional terus meningkat.

    Level Teknis yang Wajib Diperhatikan

    Secara teknikal, harga Solana masih tertahan dalam kanal menurun. Beberapa level kunci yang harus dicermati trader:

    • Resistensi: $205,50 | $215,40 | $219,50
    • Dukungan: $197,00 | $185,40 | $177,40

    Skenario Bearish: Short entry di kisaran $205–$207 dengan target $197 dan $185.
    Skenario Bullish: Breakout di atas $216 bisa membuka jalan ke $224 hingga $232.

    Selama SOL belum menembus $216, risiko reli palsu masih tinggi—ibarat naik eskalator yang justru bergerak turun.

    Dengan kombinasi dorongan ETF, ekosistem yang berkembang pesat, dan inovasi proyek baru, Solana bisa saja menjadi altcoin paling panas di Q4 2025. Namun, trader tetap harus waspada: satu level teknikal bisa menjadi penentu apakah SOL benar-benar terbang ke $250 atau justru kembali tertekan ke bawah $180.

    Baca juga: Circle Lepas 250 Juta USDC di Solana: Investor Wajib Waspada!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Bisa Ambruk ke $2,50! Investor Panik atau Siap Borong?

    XRP kembali jadi sorotan. Aset kripto ini kini melayang di level kritis $2,75, dengan tekanan bearish yang terus membayangi. Banyak analis memperingatkan bahwa XRP bisa turun lagi hingga 10% sebelum akhirnya rebound, tapi pertanyaannya, kapan investor akan turun tangan?

    Risiko Penurunan Menuju $2,50

    Saat ini XRP terkonsolidasi di dasar pola segitiga menurun, sebuah sinyal bearish klasik. Jika tekanan jual berlanjut, harga bisa jatuh ke kisaran $2,65–$2,45.

    Penurunan tersebut akan sejalan dengan celah nilai wajar (FVG) harian dan level Fibonacci retracement 0,50–0,618, yang kerap jadi magnet likuiditas sebelum pemulihan bullish.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Stuck di $2,84! Bisakah Tembus $3 Minggu Ini?

    Data Onchain Mengungkap Level Krusial

    Data URPD Glassnode menunjukkan ada klaster pembeli besar di zona $2,45–$2,55. Artinya, jika XRP turun ke level ini, kemungkinan besar pembeli akan bertahan agresif, menciptakan peluang rebound cepat.

    Struktur harga ini juga konsisten dengan pola fraktal sejak awal tahun. XRP sudah dua kali menguji support $2,65, namun sejarah menunjukkan masih ada peluang “sapu bersih” ke area likuid $2,50 sebelum reli berkelanjutan.

    Kompresi Likuiditas: Bom Waktu untuk Volatilitas

    Menurut Sistine Research, XRP kini berada dalam fase kompresi ketiga sejak November 2024. Selama 10 minggu terakhir, rentang harga yang makin sempit menekan order book, memperlebar jarak antar level. Kondisi seperti ini biasanya mendahului lonjakan volatilitas besar ketika “penumpukan energi” akhirnya dilepas.

    Namun, analis kripto Pelin Ay mengingatkan bahwa penjual masih dominan. Data CVD 90 hari menunjukkan volume pembeli belum cukup kuat untuk membalikkan tren.

    ETF: Katalis atau Jebakan?

    Analisis fraktal harga XRP Q1 dan Q3. Sumber: Cointelegraph/TradingView.
    Analisis fraktal harga XRP Q1 dan Q3. Sumber: Cointelegraph/TradingView.

    Dilaporkan Cointelegraph, faktor lain yang ikut memanaskan pasar adalah perkembangan ETF. Franklin Templeton menunda keputusan ETF XRP hingga 14 November, sementara produk baru XRPR REX/Osprey langsung mencatat volume hampir $38 juta di hari pertama.

    Meski demikian, analis memperingatkan euforia ETF bisa berbalik jadi jebakan “sell the news” jika optimisme terlalu cepat masuk harga.

    Kesimpulan: Ujian Terakhir Sebelum Reli?

    XRP saat ini berada di persimpangan jalan. Penembusan kuat di atas $2,90 bisa membatalkan skenario bearish, tapi tekanan pasar masih lebih condong pada penurunan menuju $2,50.

    Jika support historis ini bertahan, kita bisa melihat investor kembali masuk dan memicu fase ekspansi besar-besaran. Namun, jika jebol, XRP bisa memasuki periode ketidakpastian yang lebih dalam.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com