Author: 26

  • Harga Bitcoin Kembali Naik, Badai Telah Berlalu?

    Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar kripto global. Setelah melewati fase koreksi beruntun dalam beberapa minggu terakhir, harga aset digital terbesar ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Per 25 September 2025, harga Bitcoin tercatat di level $109,676.58 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,185.50 miliar USD.

    Lonjakan sebesar +0.33% dalam 24 jam terakhir menjadi sinyal positif yang dinantikan oleh para pelaku pasar, meskipun volatilitas masih membayangi.

    Baca Juga: Crypto Fear and Greed Index Anjlok, Apakah Bitcoin Siap Balik Arah?

    Dinamika Harga: Dari Koreksi ke Pemulihan

    Dalam sebulan terakhir, Bitcoin sempat mengalami tekanan yang cukup signifikan.

    Jika dibandingkan dengan periode 30 hari lalu, harga BTC masih melemah -2.69%, bahkan dalam 60 hari terakhir penurunan lebih dalam tercatat -7.54%. Namun, data 90 hari memperlihatkan tren yang lebih sehat, dengan kenaikan sekitar +2.24%.

    Dengan pergerakan harga yang fluktuatif ini, BTC masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang berada di $124,457.12, tetapi mulai menjauh dari titik terendah dalam 24 jam terakhir di $108,728.98 menuju ke level tertinggi $110,359.19.

    Pergerakan intraday ini menunjukkan adanya dorongan beli yang mulai kembali masuk ke pasar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor yang Mendorong Peningkatan Bitcoin

    Beberapa faktor utama yang diyakini menjadi pendorong kebangkitan harga Bitcoin antara lain:

    1. Stabilitas Pasar Pasca Koreksi
      Investor tampaknya melihat level koreksi terakhir sebagai area akumulasi yang menarik. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya volume perdagangan harian sebesar $54 miliar, menandakan adanya minat baru yang masuk ke pasar.
    2. Ketahanan Fundamental Bitcoin
      Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19.93 juta BTC dari total maksimum 21 juta, Bitcoin semakin mendekati kelangkaan pasokan. Kondisi ini secara jangka panjang memberi tekanan positif pada harga karena faktor penawaran yang terbatas.
    3. Likuiditas Tinggi dan Kapitalisasi Pasar Solid
      Kapitalisasi pasar Bitcoin yang masih bertengger di atas $2 triliun menjadi bukti kuat bahwa aset ini tetap menjadi pilihan utama investor institusional maupun ritel. Bahkan ketika pasar kripto lain menunjukkan tren melemah, BTC tetap menjadi jangkar stabilitas.

    Prospek Jangka Pendek dan Panjang

    Meskipun dalam 7 hari terakhir Bitcoin masih mencatatkan penurunan -5.13%, momentum kecil yang terjadi dalam 24 jam terakhir menjadi indikasi bahwa fase koreksi mulai berkurang.

    Jika BTC mampu menembus level resistensi psikologis di atas $110,000, maka peluang menuju kisaran $115,000–$118,000 dalam beberapa minggu mendatang terbuka lebar.

    Namun, jika gagal bertahan di atas $108,000, risiko penurunan lanjutan menuju level support kuat di $105,000 masih perlu diwaspadai.

    Oleh karena itu, pergerakan dalam jangka pendek akan sangat ditentukan oleh sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga AS dan arus masuk modal dari institusi.

    Dalam jangka panjang, prospek Bitcoin masih tetap bullish. Faktor halving yang semakin dekat, meningkatnya adopsi institusional, serta status Bitcoin sebagai “emas digital” dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, menjadi landasan optimisme banyak analis.

    Baca Juga: Gawat! Harga Bitcoin Anjlok Terus, $100 Ribu Tinggal Kenangan?

    Oleh sebab itu, kenaikan tipis Bitcoin di tengah tekanan pasar saat ini memberi sinyal titik balik penting bagi para investor.

    Meskipun tren jangka pendek masih penuh tantangan, fundamental Bitcoin yang kuat dan posisinya sebagai aset digital utama memberi keyakinan bahwa BTC akan terus menjadi pusat perhatian.

    Pasar saat ini sedang menguji kesabaran investor: apakah BTC akan benar-benar keluar dari fase koreksi menuju tren bullish baru, atau hanya sekadar rebound sementara. Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin menuju rekor harga baru masih jauh dari kata selesai.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koreksi Usai, Harga Ethereum Kembali Menggeliat!

    Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan harga.

    Per 25 September 2025, harga ETH tercatat di $4,023.87 per koin, dengan kapitalisasi pasar sebesar $485.69 miliar USD.

    Dalam 24 jam terakhir, Ethereum berhasil naik +1.86%, sebuah perkembangan positif setelah beberapa waktu terakhir dihantam koreksi yang cukup dalam.

    Baca Juga: Geger! Ethereum Alami Likuidasi Terbesar Sejak 2021, Apa yang Terjadi?

    Dari Koreksi ke Rebound

    Sepekan terakhir, Ethereum sempat mengalami tekanan yang berat. Data menunjukkan harga ETH anjlok -10.09% dalam 7 hari terakhir, bahkan dalam periode 30 hari harga turun signifikan -12.05% atau setara -$551.51.

    Namun, gambaran jangka menengah memperlihatkan pola berbeda. Dalam 60 hari terakhir, Ethereum justru mencatat kenaikan +6.43%, dan lebih jauh lagi, dalam 90 hari harganya melonjak drastis +65.59% atau setara +$1,594.02.

    Pola ini memperlihatkan bahwa meski koreksi jangka pendek terjadi, fundamental bullish Ethereum dalam jangka panjang masih terjaga.

    Selama 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat harga ETH bergerak dalam kisaran $3,877.82 (terendah) hingga $4,069.17 (tertinggi).

    Level ini cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Ethereum di $4,953.73, yang masih menjadi target psikologis banyak investor.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Pendorong Kenaikan Ethereum

    Ada beberapa faktor penting yang mendorong rebound harga Ethereum:

    1. Pemulihan Pasar Kripto Global
      Pergerakan Ethereum sangat berkorelasi dengan Bitcoin dan sentimen pasar kripto secara umum. Dengan BTC mulai menstabilkan harga di atas $109.000, ETH turut terbawa arus optimisme.
    2. Fundamental Teknologi Ethereum
      Ethereum tetap menjadi backbone dari ekosistem Web3, DeFi, dan NFT. Meski hype NFT mulai menurun, aktivitas DeFi dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) terus memberi nilai tambah pada jaringan ini.
    3. Sentimen Investor
      Lonjakan volume perdagangan harian Ethereum yang mencapai $43.58 miliar USD menjadi sinyal kuat bahwa investor kembali melakukan akumulasi di level harga saat ini.
    4. Keterbatasan Pasokan dan Mekanisme Burn
      Dengan sirkulasi mencapai 120.70 juta ETH dan mekanisme EIP-1559 yang membakar sebagian biaya transaksi, ETH perlahan menjadi aset dengan dinamika deflasi, yang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan nilai intrinsiknya.

    Prospek Harga Ethereum ke Depan

    Tren kenaikan tipis saat ini menjadi penanda awal bahwa Ethereum mungkin memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah baru.

    Jika ETH mampu menembus level $4,100–$4,200, maka potensi untuk menguji kembali level $4,500 terbuka lebar.

    Target jangka menengah yang lebih agresif bahkan menempatkan ETH di atas $4,800, mendekati rekor tertinggi sebelumnya.

    Namun, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai. Jika tekanan jual kembali meningkat dan ETH gagal bertahan di atas $3,800, maka penurunan menuju level support kuat di $3,500 sangat mungkin terjadi.

    Faktor eksternal juga akan berperan besar. Arah kebijakan moneter global, arus modal dari investor institusional, hingga perkembangan regulasi kripto di AS dan Eropa dapat memengaruhi volatilitas harga ETH dalam beberapa bulan ke depan.

    Baca Juga: Token Ekosistem Ethereum Top Rally! LINK dan SHIB Bikin Geger

    Rebound harga Ethereum sebesar +1.86% dalam 24 jam terakhir membawa optimisme baru setelah serangkaian koreksi beruntun.

    Meskipun tren jangka pendek masih diliputi ketidakpastian, fundamental Ethereum yang kokoh, baik dari sisi teknologi maupun ekosistem, menjadi alasan kuat bahwa ETH tetap berada di jalur bullish jangka panjang.

    Investor kini dihadapkan pada dua kemungkinan: apakah Ethereum mampu mempertahankan momentumnya menuju rekor tertinggi baru, atau justru kembali tertekan oleh faktor eksternal?

    Satu hal yang jelas, perjalanan Ethereum masih jauh dari selesai, dan aset ini tetap menjadi salah satu primadona di dunia kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alpine F1 Token (ALPINE) Bikin Kaget, Naik 180%! Siap Jadi Sultan?

    Pasar kripto kembali diwarnai berbagai kejutan besar, yang kali ini datang dari Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE).

    Dalam 24 jam terakhir, harga token ini melesat +180.38%, menyentuh level $5.666 per ALPINE, dengan kapitalisasi pasar mencapai $106.07 juta USD.

    Kenaikan luar biasa ini langsung menarik perhatian komunitas kripto dan penggemar olahraga, khususnya Formula 1, yang menjadi basis utama dari token tersebut.

    Baca Juga: Mulai Jadi Sorotan, Alpine F1 Fan Token Naik 45% Dalam 24 Jam

    Lonjakan Harga yang Tak Terduga

    Dalam satu hari, ALPINE mencatat kenaikan $3.64 per token atau sekitar +180.27%, sebuah lompatan yang jarang terjadi di pasar kripto dengan kapitalisasi menengah.

    Bahkan, jika ditarik dalam periode yang lebih panjang, pergerakan harga ALPINE semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan:

    • 30 hari terakhir: naik +207.09%
    • 60 hari terakhir: melesat +513.59%
    • 90 hari terakhir: meroket hingga +723.82%

    Dengan performa ini, ALPINE berhasil menjadi salah satu aset kripto dengan pertumbuhan tercepat dalam kuartal terakhir.

    Volume perdagangan yang mencapai $345.49 juta USD per 24 jam menegaskan tingginya minat dan aktivitas di pasar token ini.

    Alpine F1 Team Fan Token merupakan bagian dari ekosistem fan token yang dikembangkan melalui platform blockchain, memungkinkan penggemar untuk berinteraksi lebih dekat dengan tim Formula 1 Alpine. Pemegang token dapat memperoleh berbagai keuntungan seperti voting dalam keputusan tertentu, akses eksklusif ke konten atau merchandise, hingga pengalaman spesial bersama tim.

    Faktor Pendorong Kenaikan Harga ALPINE

    Beberapa faktor yang diduga mendorong lonjakan harga ALPINE antara lain:

    1. Sentimen Positif Formula 1
      Popularitas Formula 1 terus meningkat secara global, dengan semakin banyak penonton dan sponsor baru yang masuk. Keterkaitan langsung dengan tim Alpine membuat token ini ikut terdorong oleh hype olahraga tersebut.
    2. Adopsi Fan Token di Industri Olahraga
      Fan token tidak hanya hadir di F1, tetapi juga di sepak bola, basket, hingga e-sports. Meningkatnya minat penggemar olahraga terhadap aset digital ini menambah legitimasi dan nilai pasar.
    3. Volume Perdagangan yang Meledak
      Lonjakan aktivitas perdagangan dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya dorongan besar dari investor dan spekulan yang melihat peluang keuntungan cepat.
    4. Narasi Diversifikasi Aset Kripto
      Investor mulai mencari alternatif di luar aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum. Token niche seperti ALPINE menjadi incaran karena potensi pertumbuhan yang tinggi dalam waktu singkat.
    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Prospek dan Peluang ke Depan

    Kenaikan signifikan harga ALPINE membuka dua kemungkinan:

    • Skenario Bullish:
      Jika tren fan token terus berkembang dan adopsi semakin luas, ALPINE berpeluang menembus kapitalisasi pasar yang lebih besar. Dengan total pasokan maksimum 40 juta token dan sirkulasi saat ini baru 18.72 juta (46.8%), potensi pertumbuhan masih terbuka lebar.
    • Skenario Risiko:
      Lonjakan harga yang terlalu cepat juga menimbulkan kekhawatiran bubble jangka pendek. Jika minat spekulatif mulai mereda, ALPINE bisa terkoreksi tajam. Investor harus berhati-hati mengingat volatilitas token berbasis komunitas dan sentimen olahraga sangat tinggi.

    Baca Juga: Fans Token Alpine F1 Ngebut, Apa Rahasianya?

    Alpine F1 Team Fan Token berhasil mencatatkan salah satu kenaikan harga paling spektakuler di pasar kripto tahun ini, dengan pertumbuhan lebih dari 700% dalam 90 hari.

    Meski peluang keuntungan besar masih terbuka, volatilitas ekstrem menjadikan token ini berisiko tinggi.

    Bagi penggemar Formula 1 dan komunitas kripto, ALPINE bukan hanya sekadar aset spekulatif, tetapi juga bentuk keterlibatan baru dalam dunia olahraga.

    Apakah lonjakan ini hanya euforia sesaat atau awal dari tren besar fan token di industri olahraga global? Jawabannya akan segera terlihat dalam beberapa bulan mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kehilangan Momentum, Harga Pi Coin Terseret Arus Koreksi Pasar

    Pi Coin (PI) yang sempat menarik perhatian komunitas kripto kini menghadapi tekanan harga yang tidak ringan.

    Namun dengan melihat data terkini dari CoinMarketCap, kita melihat tren penurunan yang memicu berbagai pertanyaan.

    Apakah ini hanya koreksi jangka pendek, atau sinyal masalah fundamental dalam proyek Pi?

    Baca Juga: Harga Pi Coin Melonjak 16%, Akumulasi Whale Dorong Sentimen Bullish

    Data Pasar Pi Coin

    Menurut data CoinMarketCap pada Sabtu (27/9), harga PI saat ini berada di kisaran $0,266126 per koin. Kapitalisasi pasar berada di sekitar $2,181,323,054 (± $ 2,18 miliar)

    Sementara itu, volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai $65,740,466 dengan jumlah supply yang beredar 8,196,568,647 PI dari total maksimum 100 miliar PI.

    Dengan kondisi ini, harga Pi Coin melemah sekitar -4,15 % dalam sehari. Melihat angka-angka tersebut, jelas bahwa Pi sedang berada dalam fase tekanan pasar.

    Volume masih cukup tinggi, yang menunjukkan bahwa ada aktivitas jual-beli yang aktif, bukan pasar mati. Namun, tekanan jual tampak mendominasi.

    Analisis Penurunan: Kenapa Pi Tertekan?

    1. Koreksi Teknis & Overbought

    Sebelumnya, Pi sempat berada dalam fase apresiasi yang kuat. Setelah bergerak naik secara agresif, pasar biasanya membutuhkan “tiriskan keuntungan” (profit taking).

    Pi tampaknya berada dalam fase di mana sebagian investor besar memilih untuk menjual sebagian posisi mereka, memicu koreksi.

    2. Ketidakpastian Roadmap & Adopsi

    Meskipun komunitas Pi besar dan antusias, masih ada keraguan terkait kapan dan sejauh mana Pi akan masuk ke layanan nyata (mainnet penuh, aplikasi, pengintegrasian ke ekosistem DeFi, dsb.).

    Jika implementasi proyek bergerak lambat, kepercayaan investor dapat terkikis.

    3. Supply Besar & Tekanan Emisi

    Jumlah total PI sangat besar (100 miliar), dan masih banyak token yang belum beredar atau akan dilepas (unlock).

    Bila jadwal unlock besar-besaran sudah dekat atau diumumkan, hal itu bisa memicu tekanan jual tambahan saat pemegang token ingin merealisasikan untung sebelum likuiditas menipis.

    4. Perbandingan dengan Aset Kripto Lain

    Investor kripto kerap membandingkan risiko dan potensi pada banyak proyek. Bila ada proyek baru dengan utilitas yang lebih jelas atau hype tinggi (misalnya DeFi baru, token AI, dsb.), sebagian modal dapat bergeser dari Pi ke alternatif.

    Beberapa artikel sudah memprediksi bahwa Pi akan tertinggal di belakang proyek yang dianggap lebih “riil” seperti Remittix.

    5. Sentimen Pasar Umum & Eksternal

    Tekanan makroekonomi seperti kenaikan suku bunga, kebijakan moneter negara maju, serta regulasi kripto semakin ketat juga membebani pasar aset digital secara umum.

    Pi sebagai token yang relatif “baru” menjadi lebih sensitif terhadap sentimen eksternal dibanding aset besar seperti ETH atau BTC.

    Titik Support & Level yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa zona yang patut dipantau:

    • Support kuat: Jika Pi terus menurun, zona support teknis bisa muncul di sekitar $0,24–0,25. Bila kawasan ini tembus, kemungkinan penurunan lebih lanjut ke sekitar $ 0,20 bisa terjadi.
    • Resistensi kunci: Untuk rebound yang sehat, Pi harus bisa melewati resistensi di kisaran $0,30 jika tersentuh dan bertahan di atasnya, momentum positif dapat kembali muncul.
    • Volume & likuiditas: Penting untuk melihat apakah volume beli meningkat saat harga mencoba naik. Tanpa dukungan volume, reli bisa cepat pupus.

    Peluang & Prospek ke Depan

    Walaupun berada dalam tekanan, Pi masih menyimpan beberapa peluang:

    1. Potensi rebound (oversold bounce)
      Bila koreksi terlalu dalam dan investor menganggap harga sudah “diskon”, bisa ada lonjakan pembelian kembali yang memicu reli jangka pendek.
    2. Implementasi fitur & adopsi nyata
      Bila tim pengembang Pi bisa mempercepat peluncuran aplikasi, integrasi ke DeFi, dan kemitraan strategis, hal ini bisa memulihkan kepercayaan pasar.
    3. Komunitas besar sebagai aset
      Komunitas Pi sudah besar dan kuat. Ekosistem komunitas bisa menjadi pondasi solid kalau diarahkan ke strategi monetisasi & utilitas token.
    4. Strategi tokenomics & penguncian (lock-up)
      Bila ada kebijakan membatasi pelepasan token baru (unlock) atau menambah mekanisme deflasi (burn, penguncian), tekanan jual bisa dikendalikan.

    Namun, risiko tetap nyata. Bila koreksi semakin dalam dan menembus support kuat, bisa terjadi “kejatuhan teknis”.

    Bila roadmap dan realisasi terus lambat, investor besar bisa kehilangan kesabaran dan keluar. Selain itu, tekanan eksternal (pasar kripto global, regulasi, suku bunga) bisa memperparah penurunan.

    Baca Juga: Lima Penyebab Harga Pi Coin Turun Drastis

    Pi Coin kini berada di persimpangan yang krusial. Penurunan harga lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir mencerminkan tekanan signifikan dari sisi pasar, kemungkinan profit taking, dan ketidakpastian seputar utilitas.

    Namun, dengan komunitas besar dan potensi adopsi jika roadmap dijalankan dengan baik, masih ada ruang untuk rebound.

    Bagi investor, kehati-hatian sangat penting: pantau zona support-resistensi, volume perdagangan sebagai sinyal validitas pergerakan, dan berita seputar implementasi Pi.

    Untuk Pi sendiri, tantangan terbesar adalah membuktikan bahwa ia bukan hanya “token hype”, tetapi proyek dengan utilitas nyata.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi $20 Miliar Tether Bongkar Sinyal Rahasia: Apa Itu?

    Tether, penerbit stablecoin USDT, tengah menjadi sorotan besar setelah muncul kabar bahwa raksasa investasi seperti SoftBank dan ARK Investment Management mempertimbangkan untuk menanamkan modal dalam proyeknya.

    Menurut laporan Cointelegraph pada Sabtu (27/9), Tether berencana menjual sekitar 3% ekuitasnya dalam putaran pendanaan senilai hingga $20 miliar, yang jika terlaksana bisa membuat valuasi perusahaan menyentuh $500 miliar.

    Langkah ini menunjukkan bahwa Tether tengah mencari modal untuk memperluas jejak operasionalnya melewati model pendapatan semata dari bunga atas cadangan, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain strategis di dunia keuangan kripto dan nyata.

    Baca Juga: Investasi $459 Juta Bitcoin, Tether Bikin Twenty One

    Model Bisnis Tether & Pendapatan dari Instrumen Pendapatan Tinggi

    Model inti Tether selama ini cukup “klasik namun kokoh” di ranah stablecoin.

    Ketika pengguna melakukan deposit fiat (misalnya USD), Tether mencetak USDT dan menempatkan cadangan pendukungnya ke dalam aset berimbal hasil (yield).

    Sebagian besar cadangan tersebut ditempatkan dalam surat utang AS jangka pendek (Treasury bills), yang dianggap paling likuid dan relatif aman.

    Di kuartal kedua 2025, Tether melaporkan laba bersih sebesar $4,9 miliar, lonjakan sekitar 277 % year-on-year.

    Selain pendapatan bunga, Tether turut mengembangkan usaha pemberian pinjaman (secured lending) yang dijamin oleh cadangan mereka sendiri.

    Namun, kenaikan hasil Treasury yang selama ini menjadi sumber pendapatan besar Tether kini mulai mereda dibanding puncaknya, sehingga perusahaan sadar bahwa mengandalkan pendapatan dari bunga saja bukan strategi jangka panjang yang ideal.

    Mengapa Investor Besar Tertarik?

    Beberapa alasan mengapa SoftBank, ARK, dan investor papan atas lainnya dikaitkan dengan putaran pendanaan ini:

    1. Keuntungan luar biasa & profitabilitas terbukti
      Laba Tether mencapai miliaran menunjukkan bahwa model bisnisnya tidak hanya teoretis, tetapi nyata berfungsi di dunia kripto yang sangat kompetitif.
    2. Dominasi pasar stablecoin & status strategis
      USDT adalah stablecoin terbesar dunia secara kapitalisasi pasar (sekitar $173,6 miliar untuk sirkulasi USDT). Posisi ini membuat Tether menjadi entitas keuangan strategis, bukan sekadar pemain kripto.
    3. Potensi ekspansi ke lini bisnis baru
      CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut bahwa perusahaan sedang menjajaki ekspansi ke sektor komoditas, energi, infrastruktur, dan media yang memperluas domain perusahaan di luar keuangan murni.
      Dengan modal besar, Tether bisa melakukan akuisisi, investasi infrastruktur, dan diversifikasi revenue stream.
    4. Valuasi tinggi & daya tarik eksklusif
      Jika pendanaan berhasil, valuasi US$ 500 miliar akan menempatkan Tether di jajaran perusahaan privat terbesar dunia sehingga sejajar dengan nilai yang dirumorkan untuk OpenAI.
      Para investor besar pun cenderung tertarik pada “akses eksklusif” ke peluang pertumbuhan besar yang tidak tersedia di publik.

    Tantangan & Risiko Ekspansi

    Ekspansi sebesar ini tak tanpa risiko. Beberapa hal yang harus diwaspadai:

    • Regulasi & pengawasan keuangan
      Sebagai entitas stablecoin besar, Tether sudah di bawah sorotan regulator global. Ekspansi ke bisnis finansial tradisional dan infrastruktur bisa menarik regulasi lebih ketat.
    • Ketergantungan yield dari Treasury
      Bila imbal hasil Treasury terus menurun, basis pendapatan bunga akan melemah, menambah beban pada lini bisnis baru yang mungkin belum menguntungkan.
    • Risiko eksekusi & diversifikasi
      Memasuki sektor komoditas, energi, atau media bukan hal mudah. Tether harus menguasai domain baru, mengelola risiko operasional, kompetisi sektor, dan modal infrastruktur.
    • Tingkat valuasi yang sangat tinggi
      Valuasi $500 miliar mengundang ekspektasi besar. Jika pertumbuhan atau pendapatan gagal memenuhi ekspektasi pasar, bisa terjadi koreksi valuasi yang signifikan.

    Implikasi & Makna untuk Industri Kripto & Keuangan

    1. Stablecoin menjadi aktor terdepan
      Pendanaan besar terhadap Tether menunjukkan bahwa stablecoin tidak lagi menjadi “alat bantu” pasar kripto semata — melainkan entitas keuangan strategis dengan potensi lintas sektor.
    2. Transformasi model bisnis kripto
      Langkah Tether menjadi contoh bahwa perusahaan kripto yang hanya mengandalkan yield atau transaksi harus berpikir soal diversifikasi — ke bisnis nyata, aset fisik, dan infrastruktur.
    3. Gerbang besar ke modal institusional
      Dengan masuknya SoftBank & ARK (jika jadi), kripto-keuangan menjadi semakin dekat dengan modal institusional besar, mengaburkan batas antara “teknologi baru” dan “modal tradisional”.

    Baca Juga: Bangun Kredibilitas USDT, Tether Perkuat Transparansi Audit Penuh

    Penggalangan dana hingga $20 miliar oleh Tether menarik minat nama besar seperti SoftBank dan ARK menunjukkan bahwa investor besar melihat perusahaan ini bukan sekadar pemain stablecoin, melainkan calon raksasa keuangan global.

    Jika berhasil, valuasi $500 miliar dapat menjadikan Tether salah satu perusahaan privat paling bernilai di dunia.

    Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh dana, melainkan oleh kemampuan Tether melakukan transformasi: mengelola diversifikasi usaha, mempertahankan profitabilitas, dan menavigasi regulasi.

    Bagi pengamat kripto dan investor institusional, ini mungkin menjadi salah satu momen paling menarik dalam evolusi industri blockchain hingga hari ini.




    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AMA SOON di Tokocrypto, Benarkah Lebih Cepat dari Solana?

    Tokocrypto baru saja menghadirkan proyek blockchain terbaru yang sedang jadi bahan perbincangan global: SOON. Dalam sesi AMA (Ask Me Anything) di grup resmi Telegram Tokocrypto, Rabu (24/9), Frank selaku Head of Ecosystem SOON membeberkan roadmap, keunggulan teknologi, hingga strategi adopsi masif yang disebut sebagai Super Adoption Stack.

    Dipandu oleh host Minko, AMA ini membongkar tuntas apa yang membuat SOON berbeda dari blockchain lainnya, bahkan berani mengklaim lebih cepat dari Solana dan lebih efisien dari Ethereum Layer-2.

    Apa Itu SOON?

    SOON adalah SVM stack berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman trading on-chain terbaik. Proyek ini memperkenalkan Decoupled SVM, inovasi yang memungkinkan fraud-proof, biaya data availability (DA) lebih rendah, serta horizontal scaling — membuat transaksi lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman.

    Frank menjelaskan, SOON menghadirkan empat produk utama:

    1. SOON Mainnet – Blocktime 50ms, 30k TPS, bahkan lebih cepat dari Solana.
    2. SOON Stack – Solana-as-a-service: one-click deployment untuk bangun chain sendiri.
    3. InterSOON – Interoperabilitas lintas blockchain dengan SVM L2.
    4. Simpfor.fun – Copy-trading on-chain crypto & RWA assets untuk pengguna Web2 maupun Web3.

    Apa Itu Decoupled SVM dan Kenapa Penting?

    Bagi non-teknis, Frank menyederhanakan konsep ini:

    “Decoupled SVM itu ibarat mesin turbo untuk blockchain. Hasilnya? Block lebih cepat, gas fee lebih murah, dan eksekusi transaksi jauh lebih gesit.”

    Dengan pendekatan ini, SOON mampu mendorong performa Solana lebih jauh lagi, sekaligus mendukung integrasi fraud-proof yang sulit dicapai oleh arsitektur lama.

    Baca juga: Apakah SOON Network Akan Jadi L2 Paling Cepat dan Murah di Dunia?

    Komunitas Jadi Prioritas: Governance 51% untuk Publik

    Salah satu poin paling menarik, SOON memastikan governance sepenuhnya komunitas-first. Tidak ada VC besar atau premine yang menguasai mayoritas. Sebanyak 51% alokasi token ditujukan langsung untuk komunitas lewat fair launch.

    Dengan staking dan sistem insentif, SOON mendorong partisipasi aktif, bukan sekadar token holding. Ini membuka jalan bagi governance yang benar-benar terdesentralisasi.

    Membuka Pintu untuk Web2 Users

    SOON juga menekankan inklusivitas. Melalui simpfor.fun, bahkan pengguna pemula bisa melakukan copy-trading 1 klik terhadap trader berpengalaman, termasuk aset besar seperti BTC.
    Bukan cuma itu, SOON sedang menyiapkan dukungan untuk Real World Assets (RWA) seperti emas, lengkap dengan analitik trading yang mendalam dan fitur live-streaming interaktif.

    Terobosan Terbaru: ZK Fraud-Proofs di SOON Testnet

    Dalam sesi AMA, Frank juga mengumumkan kabar besar:

    “The First SVM Rollup with ZK Fraud-Proofs Now Live on SOON Testnet.”

    Langkah ini menandai era baru keamanan zk di ekosistem SVM rollup, membuat SOON jadi pionir solusi rollup praktis dengan efisiensi tinggi dan perlindungan maksimal.

    Roadmap: Super Adoption Stack 2026

    SOON tidak hanya sekadar janji. Sejak Mainnet rilis Januari 2025, ekosistemnya sudah tumbuh pesat dengan 40+ proyek terintegrasi dan kemitraan bersama chain besar seperti Base, BNB Chain, hingga CAMP Network.

    Didukung pendanaan $22 juta dari komunitas, SOON terus mengembangkan:

    • SOON Mainnet
    • SOON Stack
    • InterSOON
    • simpfor.fun

    Ambisinya jelas: menjadi iOS untuk blockchain — mudah digunakan, interoperable, dan siap adopsi massal.

    Frank menegaskan, SOON bukan hanya untuk whale atau trader elit. Melalui berbagai produk dan insentif komunitas, siapa pun bisa ikut merasakan pengalaman trading on-chain terbaik.

    Dengan kecepatan lebih tinggi dari Solana, biaya lebih rendah dari Ethereum L2, dan fokus pada komunitas, SOON siap jadi game-changer berikutnya di dunia blockchain.

    Baca juga: Manta Network Siap Saingi Web2? Consumer Apps Jadi Senjata Baru!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Fear and Greed Index Anjlok, Apakah Bitcoin Siap Balik Arah?

    Pasar kripto kembali diliputi ketakutan ekstrem. Crypto Fear & Greed Index jatuh ke bawah level 30/100 untuk pertama kalinya sejak April, tepat ketika harga Bitcoin (BTC) merosot mendekati $109.000.

    Ketakutan Terbesar Sejak Bitcoin di $83.000

    Data terbaru menunjukkan indeks sentimen kripto hanya bertengger di angka 32/100, level terendah sejak 11 April lalu. Menariknya, saat itu Bitcoin masih diperdagangkan di sekitar $83.000, jauh lebih rendah dari level sekarang.

    Analis melihat adanya divergensi mencolok: harga BTC yang lebih tinggi justru diiringi rasa takut yang lebih besar di kalangan investor.
    “Lebih banyak fear di harga yang lebih tinggi, ini bisa jadi sinyal besar untuk reversal,” ungkap Michael Pizzino, analis kripto sekaligus host channel YouTube.

    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 26 September 2025.
    Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 26 September 2025.

    Apakah Ini Titik Balik Bitcoin?

    Sejarah mencatat, setiap kali indeks berada di zona “fear” ekstrem, peluang terjadinya pemulihan harga cenderung meningkat. Pizzino bahkan menyebut momen ini bisa menjadi “turning point yang ditunggu pasar.”

    Namun, ia mengingatkan bahwa sinyal ini belum terkonfirmasi penuh.
    “Analisisnya terlihat bagus, tapi kita harus menunggu validasi pasar,” tambahnya.

    Retail Panik, Whale Menyicil

    Platform riset Santiment juga mengungkapkan bahwa perilaku media sosial saat ini penuh dengan pesimisme. Banyak pengguna yakin harga BTC akan lebih rendah lagi. Secara historis, pola seperti ini justru sering menjadi tanda kebalikan: ketika mayoritas takut, harga sering kali berbalik naik.

    Sementara itu, data on-chain memperlihatkan trader besar (whales) diam-diam menambah eksposur, memanfaatkan kepanikan pasar retail.

    Data aktivitas media sosial harga Bitcoin. Sumber: Santiment/X.
    Data aktivitas media sosial harga Bitcoin. Sumber: Santiment/X.

    Pola Lama Terulang?

    Awal tahun ini, indeks sempat jatuh ke 10/100 akibat ketidakpastian makroekonomi AS. Beberapa pekan setelahnya, pasar berhasil pulih dan mencatatkan reli besar. Kini, kondisi serupa kembali muncul.

    Apakah kejatuhan indeks Fear & Greed kali ini akan membuka jalan untuk bull run baru, atau justru pertanda badai yang lebih besar menanti?

    Baca juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Dogecoin Hampir Pasti Disetujui, Analis Prediksi Reli 195%!

    Dogecoin (DOGE) kembali jadi sorotan besar di pasar kripto. Setelah sempat terkoreksi awal pekan ini, koin meme paling populer ini justru menunjukkan sinyal reli besar yang bikin investor waspada sekaligus bersemangat. Aktivitas whale yang agresif dan optimisme terkait ETF Dogecoin membuat prediksi harga DOGE semakin menggila.

    DOGE Incar Lonjakan 195% hingga Rekor Tertinggi Baru

    Beberapa analis kripto percaya DOGE siap menuju reli parabola. Analis Javon Marks menegaskan Dogecoin berpotensi melonjak lebih dari 195%, menembus rekor tertinggi sepanjang masa di atas $0,73905. Prediksi ini merujuk pada pola historis yang serupa di masa lalu ketika DOGE berhasil melesat setelah fase konsolidasi ketat.

    Sementara itu, analis Bitcoinconsensus bahkan lebih bullish. Ia menyebut DOGE mengikuti siklus reli 300% hingga 500% yang berulang, dan kali ini ada peluang reli 800% ke $1,30 jika tren berlanjut. Dengan harga DOGE saat ini yang masih bergerak tipis di kisaran $0,236 – $0,244, banyak trader menilai ini sebagai fase “tenang sebelum badai.”

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    ETF Dogecoin, Peluang Persetujuan Sentuh 99%

    Dilaporkan Coingape, katalis terbesar datang dari kabar mengenai ETF Dogecoin. Optimisme ini semakin kuat setelah 21Shares berhasil mencatatkan sahamnya di DTCC, menandai proses menuju ETF spot DOGE di AS.

    Tak hanya itu, peluncuran Rex-Osprey Dogecoin ETF (DOJE) minggu lalu membuat euforia semakin memanas. Menurut data Polymarket, peluang persetujuan ETF DOGE spot kini mencapai 99%, naik 22% hanya dalam sebulan terakhir. Dengan regulasi ETF kripto yang makin longgar, keputusan final dari SEC bisa jadi pemicu reli besar bagi Dogecoin.

    Screenshot

    Whale Masuk Besar-besaran: 2 Miliar DOGE Disedot

    Di balik layar, investor paus bergerak agresif. Analis populer Ali Martinez mencatat, hanya dalam 24 jam terakhir para paus telah meraup 2 miliar DOGE dari pasar. Aksi akumulasi ini menandakan “big money” tengah bersiap menghadapi pergerakan masif, seolah tahu sesuatu yang belum disadari oleh investor ritel.

    Apakah DOGE Menuju $1,30?

    Dengan kombinasi ETF spot Dogecoin yang hampir pasti disetujui, aktivitas paus yang melonjak, dan sinyal teknikal bullish, banyak pihak meyakini Dogecoin bisa menembus rekor baru.

    Pertanyaannya, apakah sejarah akan terulang dan DOGE benar-benar terbang ke $1,30, atau hype ini justru berujung antiklimaks?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Stuck di $2,84! Bisakah Tembus $3 Minggu Ini?

    XRP masih terombang-ambing meski ada kabar besar: persetujuan Hashdex Nasdaq Crypto Index US ETF. Harga token ini diperdagangkan di $2,84, tepat di bawah level resistance $2,85 yang seakan jadi “tembok keras” penghalang kenaikan.

    Namun, di balik kelesuan pasar, ada sinyal menarik dari pemegang jangka panjang (LTH) yang bisa jadi kunci untuk mengubah arah harga XRP.

    Pemegang XRP Diam-Diam Akumulasi

    Dilaporkan BeInCrypto, data Glassnode menunjukkan indikator Liveliness XRP terus menurun dalam dua minggu terakhir, mencapai titik terendah dalam dua bulan. Artinya, alih-alih menjual, para LTH justru memilih menahan atau menambah posisi.

    Perilaku ini mengindikasikan kepercayaan diri investor jangka panjang, yang biasanya punya pengaruh kuat terhadap arah harga. Dengan menahan tekanan jual, mereka membantu mengurangi risiko koreksi tajam.

    Keaktifan XRP. Sumber: Glassnode.
    Keaktifan XRP. Sumber: Glassnode.

    NUPL Tunjukkan Ruang untuk Pulih

    Indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) LTH juga memperlihatkan bahwa mayoritas investor belum merealisasikan banyak keuntungan di level harga sekarang.

    Sejarah menunjukkan LTH baru cenderung melepas aset ketika NUPL melampaui ambang 0,7–0,75. Karena XRP masih jauh dari level itu, peluang pemulihan tetap terbuka lebar tanpa ancaman aksi jual besar-besaran.

    Arah Harga XRP: Ke $3 atau Kembali Jeblok?

    Saat ini, semua mata tertuju pada level resistance $2,85. Jika XRP berhasil menembus dan menjadikannya support, target selanjutnya ada di kisaran $2,94 hingga $3,02. Breakout ini bisa memicu sentimen bullish yang lebih kuat.

    Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan LTH mulai berubah haluan, XRP berisiko turun lagi ke $2,75, bahkan bisa lebih dalam ke $2,64.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski disetujui ETF yang seharusnya jadi pemicu, harga XRP masih bergerak lesu. Namun, akumulasi dari pemegang jangka panjang memberi secercah harapan. Pertanyaannya, apakah mereka cukup kuat untuk mengangkat XRP melewati $3, atau justru pasar akan menyeretnya lebih rendah lagi?

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Shanghai Jadi Markas Baru Yuan Digital, Dolar AS Terancam?

    China kembali menunjukkan ambisinya di panggung keuangan global. Bank Rakyat China (PBOC) baru saja meresmikan pusat operasi yuan digital di Shanghai, yang akan berfokus pada pembayaran lintas batas, layanan blockchain, hingga platform aset digital.

    Langkah ini dipandang sebagai bagian penting dalam upaya Beijing mempercepat internasionalisasi yuan sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat.

    Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua pada Kamis (25/9). Menurut laporan tersebut, pusat yuan digital ini akan mengawasi infrastruktur baru untuk memperkuat peran yuan digital dalam sistem keuangan internasional.

    Visi Moneter Multipolar

    Dilaporkan Cointelegraph, peluncuran pusat ini merupakan tindak lanjut dari delapan langkah strategis yang digariskan oleh Gubernur PBOC, Pan Gongsheng, dalam sebuah acara pada Juni lalu. Pan menegaskan visi moneter “multipolar”, di mana ekonomi global tidak lagi bergantung pada satu mata uang tunggal, melainkan didukung oleh beberapa mata uang besar.

    Sementara itu, Tian Xuan, Presiden Institut Penelitian Keuangan Nasional Universitas Tsinghua, menyebut peluncuran pusat yuan digital ini sebagai “langkah penting”. Menurutnya, langkah ini dapat memperkuat pengaruh Tiongkok dalam sistem keuangan internasional dan menjadi “solusi Tiongkok” untuk meningkatkan infrastruktur pembayaran lintas batas.

    Yuan Digital vs Dolar AS

    Tiongkok terlihat semakin serius dalam mengurangi dominasi dolar. Pada Agustus 2025, Reuters melaporkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan otorisasi stablecoin yang didukung yuan. Hal ini ditujukan untuk memperluas jangkauan internasional yuan, terutama dalam perdagangan lintas negara.

    Baca juga: China Siap Legalkan Stablecoin Berbasis Yuan Setelah Larangan Kripto

    Bahkan, AnchorX, perusahaan fintech berbasis di Hong Kong, pekan lalu meluncurkan stablecoin pertama yang dikaitkan dengan yuan internasional (CNH). Token ini diproyeksikan akan memfasilitasi transaksi lintas batas di negara-negara yang tergabung dalam proyek Belt and Road Initiative (BRI), sebuah strategi ambisius Tiongkok membangun jalur infrastruktur dari Asia hingga Eropa.

    Sinyal Perubahan Sikap Tiongkok terhadap Kripto

    Meski sempat melarang perdagangan dan penambangan kripto pada 2021, sinyal terbaru dari Beijing menunjukkan adanya pergeseran kebijakan. Artikel yang diterbitkan oleh media milik negara, Securities Times, pada Juni lalu bahkan mendesak percepatan pengembangan stablecoin di Tiongkok.

    Dengan semua langkah ini, jelas bahwa Tiongkok tidak sekadar meluncurkan yuan digital untuk kebutuhan domestik, melainkan menyiapkan senjata finansial baru dalam pertarungan geopolitik global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com