Pasar kripto kembali diramaikan oleh performa luar biasa dari token-token ekosistem Ethereum. Di tengah reli pasar yang kian menguat, beberapa aset besar menunjukkan lonjakan signifikan, membuat investor semakin optimis terhadap prospek jangka pendek maupun panjang.
Ethereum (ETH) masih menjadi pusat perhatian dengan harga $4.010,93, naik hampir 4% dalam 24 jam terakhir dan menguat 12,86% selama sepekan. Dengan kapitalisasi pasar mencapai $484 miliar, ETH tetap kokoh sebagai jantung ekosistem dan barometer utama pergerakan altcoin.
Tak kalah menarik, Chainlink (LINK) tampil impresif dengan kenaikan 13,32% dalam tujuh hari terakhir, kini diperdagangkan di kisaran $20,97. Peningkatan ini mempertegas perannya sebagai infrastruktur penting dalam dunia oracle blockchain yang makin dibutuhkan.
SHIB dan DOT Menjadi Perhatian
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sementara itu, Shiba Inu (SHIB) kembali mencuri perhatian publik. Token meme yang kerap jadi sorotan ini menguat 11,39% dalam sepekan, menunjukkan bahwa komunitasnya masih menjadi kekuatan besar di balik popularitasnya.
Di sisi lain, Polkadot (DOT) juga tidak kalah bersinar. Dengan harga $3,90 dan reli mingguan sebesar 13,20%, DOT semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu proyek interoperabilitas blockchain paling menjanjikan.
Meski UNUS SED LEO (LEO) terlihat lebih tenang dengan kenaikan tipis 0,79% dalam tujuh hari, token ini tetap mempertahankan kapitalisasi pasar besar di atas $8,7 miliar, menjadi pilihan bagi investor yang mencari kestabilan relatif.
Dengan tren positif ini, ekosistem Ethereum terbukti masih menjadi salah satu sektor paling dinamis di dunia kripto. Investor pun semakin menaruh harapan bahwa reli ini bisa berlanjut, terutama jika Bitcoin dan pasar secara keseluruhan terus bergerak ke arah bullish.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Binance Coin (BNB) kembali memanas setelah berhasil menembus level $1.000. Setelah sempat merosot ke $975, kembalinya BNB di zona empat digit menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor. Namun, ini baru permulaan.
Dilaporkan Crypto News, ada tiga katalis utama yang berpotensi mendorong reli besar berikutnya bagi BNB.
1. Biaya Gas Dipangkas 50%, Transaksi Bisa Cuma $0,001
Validator BNB Chain baru saja mengusulkan perubahan besar: biaya gas minimum dipotong 50%, dari 0,1 Gwei menjadi 0,05 Gwei. Tak hanya itu, interval blok juga bakal dipercepat dari 750 ms menjadi 450 ms.
Jika implementasi ini berjalan mulus, biaya transaksi bisa turun hingga 90% lebih murah, hanya sekitar $0,001 per transaksi. Ini berpotensi menjadikan Binance Smart Chain sebagai salah satu jaringan paling hemat biaya di dunia kripto—sebuah magnet bagi pedagang, developer, dan protokol baru.
Dan sejarah sudah membuktikan, biaya rendah sering kali jadi pemicu lonjakan aktivitas pengguna dan volume transaksi. Jika permintaan jaringan naik, otomatis harga BNB juga ikut terdorong.
2. Uang Besar Mulai Masuk, Institusi Borong BNB
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tak hanya ritel, kini institusi besar ikut tancap gas. Nama-nama seperti B Strategy, CEA Industries, dan Nano Labs sudah mengumumkan kepemilikan BNB dalam jumlah signifikan. Hal ini menandakan kepercayaan jangka panjang yang lebih kuat terhadap BNB.
Lebih menarik lagi, permintaan terhadap ETF berbasis BNB kian meningkat. Bulan lalu, REX-Osprey bahkan mengajukan permohonan ETF staking BNB pertama. Jika disetujui, ini bisa membuka pintu masuknya arus dana institusional yang jauh lebih besar—dan itu bisa jadi bahan bakar tambahan untuk reli harga BNB.
3. Sinyal Teknis Masih Bullish, Target $1.080 di Depan Mata
Saat artikel ini ditulis, BNB diperdagangkan di $1.012 dengan kenaikan bulanan lebih dari 15%. Indikator teknis menunjukkan kondisi yang masih positif:
RSI berada di 65,77, artinya belum masuk area jenuh beli.
MACD tetap dalam tren bullish, memberi peluang pergerakan lebih tinggi.
Jika BNB mampu menembus resistance $1.026, target harga berikutnya bisa mengarah ke $1.050 hingga $1.080. Namun, mempertahankan level $1.000 sebagai support akan sangat penting untuk menghindari penurunan ke $991 atau bahkan $944.
Dengan biaya gas yang lebih rendah, akumulasi institusional yang semakin masif, dan indikator teknis yang masih bullish, BNB kini berada di persimpangan besar. Jika ketiga katalis ini berjalan bersamaan, bukan tidak mungkin BNB bakal melesat ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Solana (SOL) kembali jadi sorotan pasar kripto setelah aksi akumulasi masif senilai $315 juta dalam 48 jam terakhir. Pergerakan besar ini membuat banyak analis yakin harga SOL bisa melonjak dalam jangka pendek, meskipun volatilitas sempat mengguncang pasar.
Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar $210, bertahan kokoh di atas support penting di $206. Data pasar menunjukkan bahwa aksi jual terakhir lebih dipicu oleh panic selling ketimbang distribusi strategis, dan menariknya, pembeli justru menyerap tekanan jual tersebut. Fakta ini menandakan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Solana masih sangat kuat.
Pada grafik 4 jam, SOL tengah membentuk pola saluran naik yang telah diuji berulang kali selama tiga bulan terakhir. Penurunan terbaru hanya menyentuh garis tren bawah tanpa merusak struktur, membuka peluang rebound yang sehat.
Dilaporkan BeInCrypto, indikator Relative Strength Index (RSI) juga berada di zona jenuh jual, mengisyaratkan bahwa tekanan bearish sudah mulai melemah. Sejarah pergerakan harga menunjukkan bahwa kondisi seperti ini sering kali menjadi pemicu pembalikan arah karena penjual kehabisan tenaga dan pembeli mengambil alih.
Arah Harga: $232 di Depan Mata?
Jika Solana mampu mempertahankan level support di $206 dan menembus area resistensi $214–$221, peluang menuju $232 terbuka lebar. Level tersebut akan menjadi pijakan penting bagi kelanjutan tren bullish.
Sebaliknya, jika pasar kembali dilanda sentimen risk-off dan harga jatuh di bawah $206, SOL berisiko menguji ulang area $200 bahkan lebih rendah. Skenario ini bisa membatalkan struktur bullish yang saat ini terbentuk.
Optimisme Investor Besar
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam dua hari terakhir saja, lebih dari 1,5 juta SOL berpindah tangan, memperlihatkan bahwa para pemain besar dan institusi tidak gentar dengan gejolak pasar. Gelombang akumulasi ini menjadi katalis positif yang memperkuat potensi kenaikan harga Solana dalam waktu dekat.
Dengan kombinasi antara aksi beli masif, sinyal teknis yang mendukung, dan sentimen pasar yang mulai pulih, banyak pihak percaya Solana siap melesat lebih tinggi—dan target $232 kini terlihat semakin realistis.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar kripto kembali panas dengan prediksi terbaru untuk XRP. Seorang analis memperkirakan harga XRP berpotensi mencapai $4,50 dalam jangka pendek, sebelum akhirnya melesat hingga $9–$10 pada puncak siklus berikutnya, asalkan Bitcoin mampu menembus level psikologis $200 ribu.
Menurut analis Virtual Bacon, kunci utama lonjakan harga XRP ada pada rasio XRP terhadap Bitcoin. Dalam siklus 2020, XRP gagal mengikuti reli besar BTC dan tidak mampu menyentuh level tertinggi tahun 2017. Namun, jika XRP berhasil kembali ke puncak rasio tahun 2020 di angka 0,000403 BTC, tren kali ini bisa berbalik arah secara dramatis.
Efek ETF: Pemicu Besar Altcoin Season
Tak hanya XRP, hadirnya ETF altcoin seperti Solana, Dogecoin, dan Litecoin disebut bisa mengejutkan pasar. ETF ini diprediksi akan memperkuat reli altcoin di tengah bull run Bitcoin yang sedang terbentuk. Meski altcoin saat ini belum menampilkan candle breakout kuat, banyak yang sudah mulai mengungguli Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Coinpedia, jika Bitcoin bergerak menuju $150.000 pada akhir 2025 atau awal 2026, analis memperkirakan XRP bisa mencapai $4,50. Level ini sangat bergantung pada kembalinya rasio XRP terhadap Bitcoin ke level historisnya, sekaligus pada momentum reli ETF yang tengah mengguncang pasar.
Target Jangka Panjang: Menuju Dua Digit
Lebih jauh, proyeksi optimis menyebut XRP dapat menembus $9 hingga $10 pada puncak siklus ini. Namun, untuk mencapainya, Bitcoin harus melampaui $200.000 dan altcoin harus mengulangi performa historis terbaiknya. Harga di atas $10 disebut sebagai “target optimis” yang hanya mungkin terjadi jika musim altcoin kali ini benar-benar meledak.
Munculnya ETF altcoin dinilai sebagai katalis besar. Meski beberapa koin seperti Dogecoin dan Litecoin sering dikritik karena minim utilitas, status “veteran” mereka tetap memberi daya tarik tersendiri di mata investor. Persetujuan ETF untuk aset-aset ini bisa jadi kejutan yang mendongkrak pasar lebih tinggi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bloomberg New Economy merupakan forum global yang digagas oleh Michael Bloomberg pada tahun 2018 dengan tujuan menjembatani dialog antara negara maju dan negara berkembang. Forum ini lahir dari kebutuhan akan ruang diskusi yang inklusif di tengah perubahan besar dunia, di mana negara berkembang kini banyak memegang peran penting dalam perekonomian global.
Setiap tahunnya, Bloomberg New Economy menghadirkan para pemimpin negara, CEO perusahaan multinasional, hingga pakar internasional untuk membahas isu-isu krusial seperti perubahan iklim, kesehatan global, stabilitas keuangan, dan transformasi digital. Forum ini berperan sebagai wadah kolaborasi, di mana ide-ide baru dirumuskan dan solusi bersama dicari untuk menghadapi tantangan masa depan.
Untuk memperkuat perannya, dibentuklah Dewan Penasihat Bloomberg New Economy yang berfungsi memberikan arahan strategis terhadap agenda dan diskusi global. Menariknya, salah satu tokoh yang duduk di dewan ini adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Tapi apa itu sebenarnya Dewan Penasihat Bloomberg New Economy dan siapa saja anggota lengkap dari dewan tersebut? Simak lebih lengkap di bawah yuk!
Apa Itu Dewan Penasihat Bloomberg New Economy?
Dewan Penasihat Bloomberg New Economy (Bloomberg New Economy Advisory Board) adalah dewan penasehat global yang dibentuk oleh forum Bloomberg New Economy untuk membantu pemimpin dunia, pebisnis, akademisi, dan inovator memahami serta merumuskan solusi terhadap tantangan ekonomi baru.
Para anggota dewan ini terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidang bisnis, pemerintahan, dan organisasi internasional. Karena masukan dan pandangan mereka dianggap sangat penting untuk membimbing arah dan strategi organisasi tersebut ke depan, maka dibentuklah Dewan Penasihat Bloomberg New Economy.
Deretan Anggota Dewan Penasihat Bloomberg New Economy
Dewan Penasihat Bloomberg New Economy beranggotakan tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai latar belakang. Beberapa di antaranya adalah mantan pejabat tinggi negara, CEO perusahaan multinasional, ekonom ternama, serta pakar teknologi.
Keberagaman latar belakang ini bertujuan agar setiap kebijakan dan rekomendasi yang lahir bisa dilihat dari banyak sudut pandang. Berikut list lengkapnya:
Co-Chairs
Michael R. Bloomberg – Founder Bloomberg LP & Bloomberg Philanthropies; Mantan Wali Kota New York City
Mario Draghi – Mantan Perdana Menteri Italia; Mantan Presiden Bank Sentral Eropa
Gan Kim Yong – Wakil Perdana Menteri & Menteri Perdagangan dan Industri, Singapura
Gina Raimondo – Mantan Menteri Perdagangan, Amerika Serikat
Anggota Dewan Penasihat
Noubar Afeyan – Co-Founder Moderna; CEO Flagship Pioneering
Dawn Fitzpatrick – CEO & CIO Soros Fund Management
Gita Gopinath – Profesor Ekonomi, Harvard University
Merit Janow – Ketua Dewan Mastercard; Dean Emerita SIPA, Columbia University
Kai-Fu Lee – CEO 01.AI; Chairman Sinovation Ventures
Jorge Paulo Lemann – Chairman Lemann Foundation
Strive Masiyiwa – Chairman & Founder Econet
Ravi Menon – Duta Aksi Iklim, Pemerintah Singapura
Takeshi Niinami – Mantan Chairman & CEO Suntory Holdings
Eyal Ofer – Chairman Ofer Global
Charles Phillips – Managing Partner & Co-Founder Recognize
Suresh Prabhu – Mantan Menteri Perdagangan dan Industri, India
Jing Qian – Co-Founder Center for China Analysis, Asia Society Policy Institute
Steven Rattner – Chairman & CEO Willett Advisors LLC
Marc Rowan – Co-Founder & CEO Apollo Global Management
David Vélez – Co-Founder & CEO Nubank
Josephine Wapakabulo – Founder & Managing Director TIG Africa
Dewan Penasihat Bloomberg New Economy adalah kumpulan tokoh global yang dibentuk untuk memberikan masukan strategis terhadap agenda ekonomi dunia dan memperkuat peran forum Bloomberg New Economy sebagai ruang dialog global antara negara maju dan berkembang.
Anggotanya terdiri dari tokoh pemerintahan, bisnis, akademisi, dan inovator teknologi dunia, termasuk Michael Bloomberg, Mario Draghi, Gina Raimondo, hingga mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Peluncuran iPhone terbaru selalu menjadi sorotan, seri iPhone 17 sendiri kini hadir dengan warna dan desain baru, chip A19, layar 120Hz, kamera 48MP, dan fitur AI terbaru iOS 26. Hadirnya lini terbaru Apple ini tidak hanya memikat penggemar Apple Fans, tetapi juga memicu persaingan ketat di pasar Indonesia yang didominasi Android.
Meski Indonesia tidak masuk gelombang pertama penjualan global, dampaknya sudah terasa melalui lonjakan minat pencarian, pre order via reseller, hingga diskusi hangat di media sosial.
Di tengah harga yang lebih kompetitif dibanding pendahulunya, iPhone 17 berpotensi mengubah peta persaingan, mempengaruhi strategi produsen lain, dan membentuk tren baru di pasar smartphone Indonesia.
Lalu apa saja dampak dari dirilisnya iPhone 17 terhadap pasar smartphone Indonesia?
Harga iPhone Seri Lama Akhirnya Turun
Setiap kali Apple meluncurkan seri iPhone terbaru, salah satu hal yang paling langsung terlihat dampaknya adalah penurunan harga iPhone seri lama, baik itu baru maupun bekas.
Apple secara resmi menurunkan harga untuk lini iPhone terdahulunya, misalnya, untuk harga iPhone 16 yang pada awal dirilis dengan harga $799 sekarang turun menjadi $699.
Di pasar Indonesia sendiri perilisan iPhone 17 tidak berdampak secara langsung pada harga di distributor resmi seperti iBox atau Digimap, karena adanya persyaratan TKDN dan masuknya iPhone 17 yang sedikit lebih lambat dibanding negara tetangga seperti Singapura.
Namun, jika kita lihat di marketplace sekarang, harga iPhone 16 sudah mengalami penurunan meski iPhone 17 belum secara resmi masuk ke Indonesia.
Harga iPhone 16 setelah iPhone 17 rilis. (15/9)
Contohnya, di salah satu reseller Tokopedia, harga iPhone 16 terlihat mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni dari Rp13.799.000 ke Rp12.899.000 atau penurunan sekitar 6,52%.
Penurunan ini juga terlihat untuk iPhone seri lama seperti iPhone 13 yang sebelumnya Rp8.139.000 menjadi Rp7.622.000.
Lonjakan Aktivitas Jual-Beli di Pasar Smartphone Bekas
Rilisnya iPhone 17 memicu gelombang besar aktivitas di pasar smartphone bekas Indonesia. Banyak pengguna yang ingin meng-upgrade ke model terbaru mulai melepas iPhone generasi sebelumnya, seperti iPhone 13, 14, dan 15, sehingga stok perangkat second meningkat signifikan.
Misalnya, iPhone 15 bekas yang sebelum iPhone 17 dirilis masih dipatok dengan harga Rp11.864.000 kini mulai turun 9,3% ke Rp10.757.000 setelah iPhone 17 diumumkan.
Harga iPhone 15 bekas setelah iPhone 17 rilis. (15/9)
Penurunan harga ini menjadi kesempatan yang tepat untuk konsumen kelas menengah yang ingin merasakan produk Apple tanpa harus mengeluarkan biaya setara dengan unit baru.
Selain itu, fenomena ini juga tidak hanya menurunkan harga iPhone bekas, tetapi juga mendorong perputaran cepat di segmen Android premium yang ikut dijual untuk membiayai perpindahan ke ekosistem Apple.
Setelah peluncuran iPhone 17, konsumen di Indonesia kemungkinan akan memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap para produsen smartphone, khususnya di segmen Android, untuk menghadirkan inovasi yang setara atau bahkan melampaui fitur-fitur unggulan yang dibawa Apple.
Fitur seperti kamera 48MP dengan stabilisasi canggih, performa tinggi chip A19 Bionic, integrasi AI di iOS 26, serta desain tipis dan premium akan menjadi tolak ukur baru yang diinginkan pasar.
Namun, berbeda dengan Apple yang bermain di segmen harga premium, konsumen lokal akan cenderung menuntut agar teknologi serupa dapat dihadirkan dengan harga yang lebih terjangkau.
Hal ini akan memicu persaingan ketat di industri, di mana merek-merek seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Vivo harus berinovasi cepat, mengoptimalkan biaya produksi, dan menawarkan nilai tambah seperti baterai lebih besar, layar berkualitas tinggi, atau bonus ekosistem aplikasi untuk menarik minat pembeli.
Fenomena lain yang mungkin muncul setelah hadirnya iPhone 17 adalah brand-brand Tiongkok yang menghadirkan desain mirip. Dari sisi strategi, hal ini bukan hal baru. Produsen seperti Xiaomi, Oppo, hingga Infinix seringkali menghadirkan smartphone dengan desain kamera, bentuk notch, hingga pilihan warna yang menyerupai iPhone terbaru.
Tujuannya jelas: menarik perhatian konsumen yang menyukai estetika iPhone, tetapi tidak ingin mengeluarkan uang belasan hingga puluhan juta rupiah. Dengan banderol jauh lebih terjangkau, ponsel “mirip iPhone” ini bisa menggerus sebagian konsumen yang hanya mengejar estetika, bukan ekosistem Apple. Di Indonesia, strategi ini cukup efektif karena segmen middle-class adalah pasar terbesar.
Berbicara soal iPhone terbaru, tau gak sih kalau valuasi Bitcoin dibanding harga iPhone dalam beberapa tahun terakhir mengalami apresiasi signifikan? Artinya, jika kamu menabung untuk iPhone terbaru dalam bentuk Bitcoin, nilainya bisa tumbuh jauh melampaui kenaikan harga iPhone itu sendiri lho!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum (ETH) mengalami salah satu peristiwa paling dramatis di pasar kripto baru-baru ini: sebuah cascading liquidation (likuidasi bertingkat) yang disebut sebagai yang terbesar sejak Mei 2021.
Berikut rangkaian kejadian, pemicu, dan apa arti semua ini bagi investor dan pasar keuangan digital.
Apa yang Terjadi?
Pada Senin (waktu global), pasar kripto “mencabut” leveraged positions senilai $ 1,53 miliar dalam waktu beberapa jam.
Sekitar 404.386 trader terkena likuidasi, dengan posisi long pada Ethereum dan altcoin paling parah terdampak.
Dari total likuidasi tersebut, Ethereum sendiri memakan korban sekitar $ 900 juta.
Di samping itu, sekitar $ 22 juta likuidasi terjadi di sektor DeFi / pinjaman kripto, di mana ETH (dan WETH) digunakan sebagai jaminan.
Harga Ethereum sempat merosot di bawah $ 4.200, tetapi kemudian memantul kembali seiring likuidasi sebagian besar posisi long.
Ada aktivitas whale (pemilik besar) menjual ETH sebelum sentimen memburuk: satu whale mentransfer ETH senilai $ 72 juta ke Binance.
Ada juga whale lain yang melepaskan 1.000 ETH tepat sebelum kerugian makin besar. (Cryptopolitan)
Beberapa transaksi terlihat seperti “serangan terhadap posisi long” — yaitu saat whale-wallets dan sejumlah dompet besar memicu likuidasi cascading dengan menjual ETH secara tiba-tiba atau mengubah collateral (jaminan) sehingga memicu margin calls.
Peristiwa ini dianggap yang terbesar dalam hal nilai nominal likuidasi untuk ETH sejak Mei 2021.
Namun, dampak harga belum separah 2021: waktu itu (Mei 2021) ETH kehilangan sekitar 45% nilai pasarnya dalam likuidasi besar. Kali ini harga turun tapi tidak separah itu.
Potensi dan Level Kritis Harga
ETH sempat berada di titik terendah sekitar $ 4.200 setelah gelombang likuidasi, kemudian melakukan rebound.
Beberapa prediksi mengatakan bahwa ETH bisa kembali menguji zona harga $ 5.000 bila momentum bullish kembali muncul.
Namun bila tekanan jual terus berlanjut, zona support di kisaran $ 4.100 diperkirakan bisa diuji lagi.
Mengapa Ini Penting?
Risiko Leverage Likuidasi besar terjadi terutama karena posisi trader menggunakan leverage tinggi (pinjaman) yang tergantung pada jaminan dan margin. Bila harga bergerak cepat ke bawah, sistem margin panggilan (margin call) akan memicu penjualan otomatis yang memperparah kejatuhan harga.
Dampak pada Pasar DeFi & Pinjaman ETH dan WETH sangat sering digunakan sebagai jaminan dalam protokol DeFi. Likuidasi besar di sektor ini bisa menyebabkan tekanan likuiditas, penghapusan collateral, dan bahkan masalah solvabilitas di sebagian protokol jika tidak dikelola dengan baik.
Sentimen Pasar & Psikologi Pergerakan besar seperti ini menanamkan ketidakpastian, terutama bagi pemegang posisi long (berspekulasi harga naik). Trader lebih berhati-hati terhadap leverage dan berpotensi mengeluarkan likuidasi “sekecil apapun” sebagai pemicu tambahan.
Likuidasi Ethereum baru-baru ini bukan hanya semata koreksi harga biasa — melainkan gelombang pelepasan posisi leverage (terutama long) yang memicu likuidasi rantai (cascade) besar, memakan miliaran dolar, dan menyentuh puluhan ribu trader.
Meskipun harga belum drop separah pada 2021, kejadian ini mengingatkan kembali betapa rapuhnya pasar kripto bila leverage dan spekulasi tinggi bertemu volatilitas ekstrem.
Bagi investor, terutama yang memanfaatkan leverage tinggi: pelajaran besar di sini adalah pentingnya manajemen risiko untuk menetapkan stop-loss, memonitor margin, dan bersiap untuk skenario ekstrem.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Network (PI), token yang sebelumnya banyak diperbincangkan di ekosistem kripto, kembali mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Harga Pi Coin sempat merosot ke level $ 0,2552 pada 22 September 2025 yang menjadi titik rekor “terendah” setelah menembus beberapa level support penting seperti $0,60, $0,40 dan $0,30.
Tapi di balik kejatuhan ini, muncul sinyal-sinyal bahwa whale (pemilik besar) mulai bergerak, dan sejumlah analis menaruh harapan bahwa PI bisa mencoba rebound menuju $ 1, meski ini bukan skenario yang mudah.
Salah satu hambatan terbesar bagi harga PI saat ini adalah unlock token besar-besaran yang akan segera dilepas ke pasar.
Dalam 30 hari ke depan, 137.272.722,32 PI direncanakan akan dibuka (unlocked), dengan estimasi nilai $ 38,88 juta berdasar harga saat ini.
Dua unlock terbesar diprediksi terjadi pada 1 dan 4 Oktober 2025, yang secara kumulatif akan menghadirkan sekitar 25 juta PI tambahan ke pasar.
Hal ini diyakini menjadi salah satu penyebab kegagalan breakout ke $0,29 karena tekanan jual dari pemilik token lama (vested) terlalu besar untuk diabsorpsi.
Tekanan jual dari unlock ini makin memperburuk sentimen ketika dukungan teknis gagal bertahan. Jika harga gagal menahan wilayah $0,30, kemungkinan penurunan lebih lanjut ke area $0,10 mulai dianggap realistis oleh sebagian analis.
Aksi Whale & Sinyal Pemulihan
Meskipun tekanan besar dari unlock dan penurunan pasar, ada indikasi bahwa whale mulai melakukan akumulasi selektif pada level rendah.
Di chart 1 jam, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan arus masuk dana (positive money flow) di kisaran 0,12—menandakan bahwa whale mungkin tengah “menyerap” tekanan jual.
Namun, ini baru tampak di timeframe pendek; secara jangka panjang, sentimen whale terhadap PI masih masuk dalam wilayah netral.
Untuk relokasi ke $1, PI harus memicu minat besar (whale + listing bursa besar) serta pemulihan fundamental.
Beberapa faktor pendorong yang bisa membantu:
Listing di platform besar seperti Binance, KuCoin, atau HTX, yang bisa menambah likuiditas dan kepercayaan pasar.
Kemajuan ekosistem Pi Network, seperti integrasi dengan aplikasi nyata, peningkatan utilitas token, serta adopsi lebih luas.
Sentimen positif pasar kripto secara umum — apabila pasar altcoin kembali reli, PI berpotensi ikut terbawa arus.
Jika tekanan jual akibat unlock bisa diimbangi dengan permintaan baru (whale + listing + adopsi), PI mungkin memiliki ruang untuk rebound menuju $ 0,47–$ 0,64, dan dalam skenario ekstrem (optimis) menuju $ 1.
Namun, untuk mencapai $1, kapitalisasi pasar PI harus ditingkatkan secara dramatis dengan asumsi bahwa pasar dan listing baru mampu mendukung penetrasi tersebut.
Di sisi sebaliknya, jika unlock terus menekan dan tidak ada akumulasi baru yang cukup, harga bisa melemah lebih jauh ke $0,20 atau bahkan $0,10. Beberapa risiko utama:
Tekanan jual berkelanjutan dari token unlock: pemilik lama yang ingin likuiditas akan menjual ketika token unlocked.
Kegagalan breakout: jika resistance $0,29 tidak mampu ditembus, investor bisa kehilangan keyakinan dan meninggalkan posisi.
Tergantung listing & likuiditas: tanpa listing di bursa besar atau pasar yang dalam, rebound besar sulit terwujud.
Pasar kripto lebih luas melemah: PI bukan aset blue chip, sehingga sangat rentan terseret jika pasar utama (BTC, ETH) koreksi.
Rekomendasi
Pi Coin sedang berada di persimpangan krusial. Di satu sisi, unlock token besar-besaran menjadi beban yang nyata bagi harga.
Di sisi lain, aksi akumulasi whale dan potensi listing besar membentuk harapan bahwa rebound bisa terjadi.
Namun, untuk reli ke $ 1, perjalanan masih panjang dan penuh rintangan—harus ada katalis kuat, baik dari sisi teknis, adopsi, maupun likuiditas pasar. Investor harus sangat berhati-hati dan disiplin dalam manajemen risiko jika ingin memposisikan diri di PI.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar aset kripto kembali menunjukkan pergerakan signifikan, kali ini datang dari Synthetix NetworkToken (SNX).
Dalam 24 jam terakhir, harga SNX tercatat naik 15,37% dan saat ini diperdagangkan di level $0,801118 per token.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $275,16 juta dan volume perdagangan harian sebesar $211,08 juta, Synthetix kembali menjadi sorotan di tengah volatilitas pasar aset digital.
Data terbaru menunjukkan bahwa SNX mengalami reli yang cukup konsisten dalam beberapa periode waktu:
Harian: Naik 14,19% dengan tambahan nilai $0,0996.
30 Hari: Melonjak 24,76%, setara dengan kenaikan $0,1590.
60 Hari: Tumbuh 21,10% atau $0,1396.
90 Hari: Reli lebih kuat sebesar 38,52%, bertambah $0,2228.
Tren ini mengindikasikan bahwa meski SNX sempat melemah dalam beberapa bulan sebelumnya, minat investor terhadap token utilitas ini kembali meningkat.
Pergerakan harga Synthetix (SNX/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Kapitalisasi Pasar dan Volume: Indikasi Aktivitas Perdagangan Tinggi
Dengan kapitalisasi pasar $275,23 juta, SNX menempati peringkat ke-171 dalam daftar aset kripto paling populer.
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun SNX bukan pemain utama seperti Bitcoin atau Ethereum, token ini tetap memiliki komunitas dan pasar yang solid.
Yang menarik, volume perdagangan harian mencapai $211,38 juta, mendekati 80% dari total kapitalisasi pasarnya.
Tingginya rasio ini menunjukkan bahwa SNX saat ini sedang menjadi target spekulasi aktif di bursa kripto.
Pasokan Token: Lebih Banyak dari Maksimum?
Salah satu data yang cukup unik adalah jumlah pasokan beredar SNX yang mencapai 343,47 juta token, atau 101,05% dari total pasokan maksimum sebesar 339,89 juta token.
Fenomena ini biasanya terjadi karena adanya mekanisme inflasi atau penerbitan token tambahan melalui governance atau staking rewards.
Meski angka ini bisa menimbulkan pertanyaan soal tokenomics, namun bagi trader jangka pendek, isu pasokan tidak serta-merta menghambat pergerakan harga.
Faktor yang Mendorong Kenaikan SNX
Ada beberapa kemungkinan faktor yang mendukung reli harga SNX dalam 24 jam terakhir:
Spekulasi Pasar Dengan lonjakan volume perdagangan, ada indikasi kuat bahwa trader ritel maupun institusional sedang aktif melakukan akumulasi, memanfaatkan momentum reli jangka pendek.
Kebangkitan DeFi Synthetix adalah salah satu proyek DeFi pionir yang menyediakan derivatif on-chain dan perdagangan aset sintetis. Jika minat terhadap sektor DeFi kembali meningkat, SNX sering menjadi salah satu token yang diuntungkan.
Katalis Teknis Secara teknikal, kenaikan di atas 14% dalam 24 jam terakhir mungkin dipicu oleh penembusan level resistance yang sebelumnya membatasi harga SNX. Hal ini membuka peluang reli lanjutan jika tren bullish pasar kripto tetap terjaga.
Risiko dan Tantangan
Meski performa SNX terlihat menjanjikan, ada sejumlah risiko yang patut diperhatikan investor:
Volatilitas Tinggi: Dalam 1 jam terakhir saja, harga SNX tercatat turun -2,16%, menandakan adanya aksi ambil untung cepat oleh trader.
Tokenomics Kompleks: Pasokan beredar yang melebihi batas maksimum dapat memicu kekhawatiran investor terkait inflasi token.
Kompetisi DeFi: Sektor keuangan terdesentralisasi terus berkembang dengan banyak proyek baru, sehingga posisi Synthetix bisa saja tergerus jika tidak terus berinovasi.
Prospek Ke Depan
Jika tren positif ini berlanjut, SNX berpotensi menguji level psikologis berikutnya di atas $1,00. Namun, apabila tekanan jual meningkat, support terdekat bisa diuji kembali di kisaran $0,70–0,75.
Bagi investor jangka panjang, perkembangan ekosistem Synthetix, termasuk integrasi dengan protokol DeFi lain, peningkatan adopsi derivatif on-chain, serta pembaruan governance yang akan menjadi penentu arah fundamental harga token ini.
Reli 15,37% dalam 24 jam terakhir menempatkan Synthetix (SNX) sebagai salah satu aset kripto dengan performa terbaik saat ini.
Dengan kapitalisasi pasar yang stabil, volume perdagangan tinggi, dan potensi DeFi yang besar, SNX kembali membuktikan daya tariknya di tengah persaingan ketat pasar kripto.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas jangka pendek dan isu tokenomics yang kompleks.
Seperti biasa, strategi manajemen risiko menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang dari reli SNX yang sedang berlangsung.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Raja meme coinDogecoin (DOGE) kembali menunjukkan antisipasi positif di kalangan pengamat pasar.
Setelah melemah dan melewati masa konsolidasi, DOGE menunjukkan pantulan signifikan dari area dukungan yang kini memicu harapan bahwa pola Wyckoff Accumulation mungkin sedang terbentuk, sekaligus membuka peluang untuk reli lanjutan menuju $0,25–$0,30.
Sinyal Wyckoff: Dari Spring ke Tahap D
Menurut analisis dari Trader Tardigrade (via CryptoPotato), pergerakan DOGE dalam timeframe 1 jam menunjukkan struktur yang mirip dengan pola Wyckoff Accumulation sebuah pola yang umumnya mencakup tahap A (testing support), B (range trading), C (spring), lalu D (klimaks naik).
Tahap C (Spring) ditandai oleh penembusan sementara di bawah level dukungan untuk “menyapu bersih” posisi lemah dan memicu likuidasi — sebelum harga rebound.
DOGE dikabarkan telah melakukan aksi “spring” ini dan berhasil memantul dari zona dukungan tersebut.
Jika pola terus terbentuk, selanjutnya bisa muncul Last Point of Support (LPS) dan Sign of Strength (SOS), yang pada gilirannya bisa mengantarkan DOGE ke jalur kenaikan (fase D).
Proyeksi chart yang disorot memperlihatkan bahwa DOGE mungkin akan berkonsolidasi dulu di kisaran $0,24–$0,25, sebelum mencoba menguji resistance di sekitar $0,30.
Skenario alternatif: jika harga turun menembus garis bawah pola wedge (jika pola wedge juga dimainkan), maka level support ~$0,22 bisa menjadi titik perhatian.
Data dari Santiment menunjukkan bahwa whale wallet (memiliki 100 juta hingga 1 miliar DOGE) terus menambah porsi kepemilikan mereka. Kini kelompok ini memegang ~16,93 % dari total pasokan DOGE yang menjadi angka tertinggi musim ini.
Sementara itu, kelompok yang lebih kecil (1 juta hingga 10 juta DOGE) sempat meningkatkan kepemilikan hingga ~17,6 %, tetapi kemudian ada sedikit pengurangan akhir bulan, atau mungkin sebagai aksi ambil untung.
Kenaikan kepemilikan whale dianggap sebagai sinyal bahwa pemain besar “mengoleksi” pada level harga rendah, dan dapat menjadi salah satu pendorong kekuatan beli di pasar.
Aktivitas Jaringan Normalisasi Setelah Lonjakan
Dalam beberapa hari Mei dan Juni 2025, aktivitas harian (jumlah alamat aktif) DOGE sempat melesat ke angka >800.000 dan >500.000, jauh di atas rata-rata normal. Kini, aktivitas tersebut telah kembali ke kisaran ~29.700 alamat aktif harian.
Penurunan dari lonjakan ekstrem ini menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas sebelumnya kemungkinan adalah fenomena sementara (noise), dan pasar kini kembali ke pola penggunaan “normal”.
Meskipun demikian, pemulihan aktivitas bisa menjadi sinyal bahwa minat dasar (fundamental) DOGE masih ada.
Proyeksi & Risiko di Depan
Berdasarkan struktur teknikal yang tampak dan akumulasi oleh whale, proyeksi DOGE dalam jangka menengah bisa sebagai berikut:
Target potensial upside: $0,25 – $0,30, jika pola Wyckoff terus berkembang dan resistance berhasil ditembus.
Support kritis: jika harga gagal mempertahankan pola dan menembus ke bawah, support di sekitar $0,22 dapat diuji kembali.
Namun, sejumlah risiko juga wajib diperhatikan:
Kegagalan pola teknis — Tidak semua “spring” berhasil berlanjut menjadi fase D. Jika tekanan jual lebih kuat, pola bisa gagal.
Ambil untung oleh investor kecil — Meski whale menambah, investor ritel mungkin cenderung mengambil untung di zona kenaikan, yang bisa memicu resistansi.
Konteks pasar kripto luas — Jika pasar secara keseluruhan melemah (misalnya sentimen makro negatif, regulasi, likuidasi di pasar besar seperti Bitcoin), DOGE juga bisa terseret ke bawah meski pola internal positif.
Pantulan Dogecoin dari zona dukungan dan sinyal pola Wyckoff menyajikan potensi reli baru, terutama jika pola terbentuk sempurna dan didukung aksi beli whale.
Namun demikian, seperti semua skenario di pasar kripto, tidak ada kepastian dan pola teknikal bisa gagal, serta momentum bisa bergeser drastis.
Untuk pengamat dan investor, kunci saat ini adalah memantau konfirmasi pola (Last Point of Support, Sign of Strength), memperhatikan aktivitas whale, serta kontrol risiko dengan menetapkan tingkat support / stop loss.
Jika DOGE berhasil melewati ambang resistance dan mempertahankan pola, ambisi menuju $0,25 hingga $0,30 bisa mewujud.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.