Author: 28

  • Manfaat Blockchain dalam Industri Kesehatan

    Industri kesehatan bisa terbantu dengan hadirnya teknologi blockchain. Pandangan umum tentang teknologi blockchain seringkali terkait dengan Bitcoin dan jenis mata uang digital lainnya. 

    Namun, tak hanya dalam konteks mata uang, teknologi blockchain kini sedang dieksplorasi untuk keperluan penyimpanan data dan perlindungan informasi di berbagai sektor industri. Selain kegiatan amal dan rantai pasokan, sektor kesehatan juga menjadi salah satu bidang yang mengemuka dalam pemanfaatan teknologi ini. 

    Pertanyaannya adalah, apa aspek dari teknologi blockchain yang menjadikannya relevan untuk aplikasi dalam bidang kesehatan?

    Kelebihan Penerapan Teknologi Blockchain dalam Dunia Kesehatan

    Beberapa fitur yang membuat teknologi blockchain efektif sebagai wadah penyimpanan transaksi finansial dalam mata uang digital juga dapat diaplikasikan dalam penyimpanan data medis.

    Dalam banyak kasus, blockchain dirancang sebagai sistem terdistribusi yang merekam dan melindungi berkas-berkas melalui penggunaan teknik kriptografi. Hal ini membuatnya sangat sulit bagi individu tertentu untuk memanipulasi atau mengubah data tanpa persetujuan dari semua partisipan dalam jaringan. Dengan demikian, sifat tak terubah menjadi salah satu karakteristik utama yang memungkinkan pembentukan basis data riwayat medis yang bebas dari potensi korupsi.

    Keuntungan lainnya adalah model arsitektur peer-to-peer yang digunakan oleh blockchain. Model ini memungkinkan semua salinan riwayat medis pasien untuk terus disinkronkan, satu sama lainnya, saat terjadi penambahan data baru. Bahkan meskipun informasi tersebut disimpan di berbagai perangkat komputer yang berbeda.

    Penting untuk dicatat bahwa setiap simpul dalam jaringan menyimpan salinan lengkap dari seluruh rantai blok (blockchain), dan mereka berkomunikasi secara berkala untuk memastikan bahwa data yang dipegang tetap mutakhir dan sah. Inilah sebabnya mengapa prinsip desentralisasi dan distribusi data memiliki peran yang sangat penting.

    Namun, perlu dipahami bahwa sementara blockchain bersifat terdistribusi, tidak selalu berarti juga terdesentralisasi dalam hal pengelolaan. Dalam konteks ini, level desentralisasi bervariasi tergantung pada cara penyebaran simpul dan arsitektur keseluruhan yang diadopsi.

    Dalam lingkup industri kesehatan, blockchain umumnya diimplementasikan sebagai jaringan pribadi, berbeda dengan blockchain publik yang biasa digunakan sebagai basis data terbuka mata uang digital. Sementara siapa pun dapat bergabung dan berkontribusi pada pengembangan blockchain publik, implementasi versi pribadi mengharuskan izin dan dikelola oleh jumlah simpul yang lebih terbatas.

    Potensi Keuntungan

    Meningkatkan Keamanan

    Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, salah satu pemanfaatan utama teknologi blockchain dalam sektor kesehatan adalah implementasinya untuk menciptakan database peer-to-peer (terdistribusi) yang aman dan terpadu. Dengan keunikan tak tergantikan dari blockchain, risiko korupsi data dapat diatasi secara efektif. Teknologi blockchain mampu mendaftarkan dan melacak data medis bagi ribuan pasien dengan efisiensi yang luar biasa.

    Berbeda dari basis data konvensional yang tergantung pada server pusat, pendekatan terdistribusi memungkinkan pertukaran data dengan tingkat keamanan yang lebih unggul dan mengurangi biaya administrasi yang terkadang menjadi beban dalam sistem saat ini.

    Selain itu, fitur desentralisasi dari blockchain juga menjadikan database lebih tangguh terhadap tantangan teknis dan ancaman eksternal yang kerap mengintai keamanan informasi sensitif. Perlindungan yang diberikan oleh jaringan blockchain memiliki aplikasi potensial yang sangat berharga bagi rumah sakit yang sering kali rentan terhadap serangan hacker dan ransomware.

    Interoperabilitas

    Manfaat lain dari basis data medis berbasis blockchain adalah kemampuannya untuk meningkatkan interoperabilitas antara berbagai klinik, rumah sakit, dan penyedia layanan kesehatan. Perbedaan teknologi pada sistem penyimpanan data seringkali menghambat upaya berbagi informasi di antara organisasi.

    Namun, dengan blockchain, kendala ini bisa diatasi dengan memungkinkan pihak berwenang mengakses basis data terpadu yang berisi file rekam medis pasien dan histori pengobatan. Dengan demikian, dibandingkan dengan upaya mencocokkan berbagai sistem penyimpanan, penyedia layanan dapat berkolaborasi dalam membangun sebuah sejarah medis yang kohesif.

    Aksesibilitas dan Transparansi

    Selain menyederhanakan proses berbagi informasi medis, sistem blockchain juga membawa potensi peningkatan aksesibilitas dan transparansi informasi kesehatan bagi pasien.

    Pada banyak kasus, permintaan validasi untuk perubahan data pasien dapat menjamin keakuratan sejarah medis, dan jika diterapkan secara benar, validasi ini dapat memberikan lapisan perlindungan terhadap kelalaian manusia dan kesengajaan.

    Manajemen Rantai Pasokan yang Andal

    Blockchain dapat menjadi fondasi metode yang andal untuk melacak seluruh rantai pasokan obat, mulai dari produksi hingga distribusi, sehingga dapat mengatasi masalah pemalsuan obat yang sering muncul.

    Dengan pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk pengukuran seperti suhu, teknologi blockchain juga bisa mengkonfirmasi penyimpanan dan pengiriman yang tepat serta memastikan kualitas obat.

    Pencegahan Penipuan Asuransi

    Blockchain juga memiliki potensi untuk mengatasi penipuan dalam asuransi kesehatan, yang merupakan permasalahan serius di dalam sistem kesehatan Amerika Serikat dengan dampak kerugian hingga US$ 68 miliar setiap tahun.

    Ketidakbisaan mengubah data yang tersimpan dalam blockchain dan berbagi informasi ini dengan pihak penyedia asuransi dapat mencegah berbagai jenis penipuan umum, termasuk klaim pembayaran yang tak berdasar atau pembiayaan yang tidak diperlukan.

    Penguatan Uji Klinis

    Pemanfaatan lain teknologi blockchain dalam sektor kesehatan adalah untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas uji klinis. Data medis dalam blockchain dapat membantu pelaku uji klinis mengidentifikasi pasien yang berpotensi mendapatkan manfaat dari obat yang sedang diujikan.

    Pendekatan ini berpotensi meningkatkan jumlah peserta uji klinis secara signifikan, mengingat banyak pasien yang sebelumnya tidak tahu tentang uji klinis yang relevan atau bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berpartisipasi di dalamnya. Selama proses uji klinis, blockchain juga bisa memastikan integritas pengumpulan data yang sedang dilakukan.

    Tantangan dan Batasan yang Harus Diatasi

    Meskipun blockchain menawarkan berbagai keuntungan bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan, teknologi ini masih menghadapi beberapa hambatan yang harus diatasi sebelum dapat mengalami adopsi luas di sektor medis.

    Penyesuaian dengan Regulasi

    Mengambil contoh Amerika Serikat, perusahaan di bidang medis yang ingin mengadopsi teknologi blockchain harus beradaptasi dengan regulasi data yang ada, seperti Health Insurance Portability and Accountability Act of 1996 (HIPAA).

    HIPAA secara umum menetapkan standar untuk penyimpanan, pembagian, dan perlindungan data di sektor kesehatan. Ini berarti bahwa perusahaan yang beroperasi di AS perlu mengembangkan sistem riwayat medis berbasis blockchain yang memenuhi persyaratan privasi dan akses yang terbatas, agar mendapatkan persetujuan dari regulasi ini.

    Biaya Awal dan Kecepatan Transaksi

    Dari sisi penyedia layanan, mengadopsi solusi blockchain biasanya memerlukan investasi awal yang signifikan, yang bisa menjadi hambatan bagi adopsi massal. Selain itu, sistem terdistribusi umumnya lebih lambat dalam hal transaksi per detik dibandingkan sistem yang terpusat.

    Sebuah jaringan blockchain yang besar, dengan banyak simpul (nodes), akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mentransmisikan dan menyinkronkan data dibandingkan sistem terpusat. 

    Hal ini menjadi perhatian khusus terutama dalam kasus database yang harus mengelola dan melacak informasi untuk jutaan pasien. Hal ini juga dapat menjadi lebih rumit ketika menghadapi gambar medis berukuran besar, seperti hasil tomografi terkomputasi (CT scan) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI).

    Kesimpulan

    Meskipun menghadapi beberapa tantangan teknis, logistik, dan regulasi, jaringan blockchain tetap menjanjikan dalam berbagai bidang, dari pembuatan hingga pembagian riwayat medis yang tak terubah, hingga meningkatkan transparansi dalam rantai pasokan farmasi dan industri kesehatan. Implementasi teknologi ini akan memainkan peran kunci dalam masa depan penyimpanan dan transfer data medis.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Manipulasi Melalui Rekayasa Sosial?

    Secara umum, setiap bentuk manipulasi yang berkaitan dengan psikologi perilaku dapat dianggap sebagai rekayasa sosial. Meskipun demikian, tidak selamanya konsep ini terkait dengan aktivitas kriminal atau penipuan. Rekayasa sosial memiliki cakupan luas dan diulas dalam berbagai konteks serta bidang, termasuk ilmu sosial, psikologi, dan pemasaran.

    Dalam konteks keamanan siber, rekayasa sosial dilakukan dengan maksud tersembunyi, mengacu pada serangkaian aktivitas berbahaya yang bertujuan memanipulasi individu untuk melakukan tindakan negatif, seperti memberikan informasi pribadi atau rahasia yang nantinya dapat digunakan untuk merugikan mereka atau perusahaan. Penipuan identitas adalah dampak umum dari jenis serangan ini, sering kali mengakibatkan kerugian finansial yang substansial.

    Rekayasa sosial sering dianggap sebagai ancaman siber, tetapi prinsip ini telah ada sejak lama dan istilah tersebut juga diterapkan pada skema penipuan dunia nyata, yang sering melibatkan peniruan identitas oleh pihak berwenang atau ahli teknologi informasi. Dengan adanya internet, peretas memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan serangan manipulatif dalam skala yang lebih besar. Sayangnya, praktik berbahaya ini juga terjadi dalam konteks mata uang kripto.

    Bagaimana Mekanisme Operasinya?

    Segala jenis teknik rekayasa sosial bergantung pada kerentanan psikologi manusia. Penipu mengambil keuntungan dari emosi individu untuk memanipulasi dan menipu mereka. Rasa takut, keserakahan, rasa ingin tahu, dan bahkan dorongan untuk membantu orang lain dimanfaatkan untuk menipu melalui berbagai cara. Salah satu bentuk rekayasa sosial yang berbahaya adalah phishing, yang merupakan contoh umum dan dikenal luas.

    Phishing

    Serangan email phishing sering kali meniru komunikasi dari entitas sah, seperti bank nasional, platform belanja online terkemuka, atau penyedia layanan email. Dalam beberapa skenario, email tiruan ini menginformasikan pengguna bahwa akun mereka memerlukan pembaruan atau mendeteksi aktivitas mencurigakan, mendorong mereka untuk memberikan informasi pribadi sebagai cara untuk memverifikasi identitas dan mengamankan akun.

    Akibat rasa takut, beberapa orang langsung mengeklik tautan tersebut dan mengakses situs palsu, tanpa sadar memberikan data yang diminta. Pada titik ini, informasi sensitif langsung berpindah tangan ke peretas.

    Scareware

    Teknik rekayasa sosial juga diterapkan dalam penyebaran scareware. Seperti namanya, scareware adalah jenis malware yang diciptakan untuk menciptakan rasa takut dan kepanikan pada pengguna. Biasanya, scareware mencakup pembuatan peringatan palsu yang dirancang untuk mengelabui korban agar menginstal perangkat lunak palsu yang tampak sah atau mengunjungi situs web yang akhirnya menginfeksi sistem mereka.

    Teknik ini sering kali bergantung pada ketakutan pengguna bahwa sistem mereka telah diambil alih, mendorong mereka untuk mengklik banner atau popup di situs tersebut. Isi pesan biasanya akan serupa dengan: “Sistem Anda telah terinfeksi, klik di sini untuk membersihkannya.”

    Baiting

    Baiting adalah metode rekayasa sosial lain yang meresahkan banyak pengguna yang lengah. Pendekatan ini melibatkan penggunaan godaan untuk menarik perhatian korban, memanfaatkan rasa keserakahan atau rasa ingin tahu mereka. Misalnya, penipu dapat membuat situs web palsu yang menawarkan sesuatu secara gratis, seperti file musik, video, atau buku.

    Namun, untuk mengakses konten tersebut, pengguna diminta untuk membuat akun dan memberikan informasi pribadi. Dalam beberapa kasus, bahkan tanpa membuat akun, file tersebut sudah terinfeksi malware yang dapat menyusup ke sistem komputer korban dan mencuri data sensitif.

    Skema baiting juga dapat terjadi di dunia nyata melalui penggunaan stik USB dan hard drive eksternal. Penipu dengan sengaja meninggalkan perangkat yang terinfeksi di tempat umum. Orang yang penasaran dan tidak waspada yang mengakses isi perangkat tersebut akhirnya menginfeksi komputer pribadi mereka.

    Rekayasa Sosial dan Tantangan dalam Ranah Aset Kripto

    Mentalitas serakah dapat memberikan dampak yang cukup signifikan dalam dunia keuangan. Ini menyebabkan para pedagang dan investor menjadi rentan terhadap serangan phishing, skema Ponzi, atau jenis penipuan lainnya. Di dalam ranah blockchain, euforia yang dihasilkan oleh mata uang kripto telah menarik banyak orang baru dalam jangka waktu singkat (terutama saat pasar sedang naik).

    Meskipun banyak orang belum memahami sepenuhnya cara kerja mata uang kripto, mereka sering mendengar tentang potensi keuntungan dari pasar ini dan seringkali berinvestasi tanpa melakukan riset yang matang. Rekayasa sosial menjadi ancaman serius terutama bagi pendatang baru, yang sering kali terjebak oleh keserakahan atau ketakutan mereka sendiri.

    Di satu sisi, dorongan untuk mendapatkan uang dengan cepat seringkali membuat para pemula terjebak dalam perangkap giveaway dan airdrop dengan iming-iming manis. Di sisi lain, rasa takut bahwa privasi mereka terancam dapat mendorong pengguna untuk membayar tebusan. Beberapa kasus bahkan melibatkan pesan palsu dari peretas tanpa adanya infeksi ransomware yang sebenarnya.

    Mengantisipasi Serangan Rekayasa Sosial

    Seperti yang telah disebutkan, penipuan rekayasa sosial berhasil karena manusia memiliki kerentanan dalam perilakunya. Biasanya, teknik ini memanfaatkan rasa takut sebagai pemicu, mendorong orang untuk segera bertindak untuk melindungi diri mereka (atau sistem mereka) dari ancaman yang tidak nyata.

    Serangan ini juga memanfaatkan sifat manusia yang serakah dengan menarik korban ke dalam berbagai skema investasi palsu. Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa jika suatu penawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, maka mungkin memang begitulah adanya.

    Meskipun beberapa penipu menggunakan teknik yang canggih, penyerang lainnya membuat kesalahan yang terlihat jelas. Beberapa email phishing dan bahkan banner scareware sering kali mengandung kesalahan tata bahasa atau pengejaan, dan hanya efektif terhadap orang yang kurang berhati-hati terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, selalu baca dengan seksama.

    Untuk menghindari menjadi korban serangan rekayasa sosial, beberapa tindakan keamanan yang perlu diperhatikan meliputi:

    1. Edukasi diri sendiri, keluarga, dan teman mengenai kasus umum rekayasa sosial yang berbahaya serta prinsip dasar keamanan.
    2. Tetap waspada terhadap lampiran dan tautan dalam email. Hindari mengklik iklan atau situs web yang berasal dari sumber yang tidak dikenal.
    3. Pasang dan perbarui perangkat lunak antivirus yang tepercaya, serta sistem operasi Anda.
    4. Gunakan solusi otentikasi multifaktor sebanyak mungkin untuk melindungi kredensial email dan informasi pribadi lainnya. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun kripto Anda.
    5. Bagi bisnis, sediakan pelatihan kepada karyawan untuk mengenali dan mencegah serangan phishing serta skema rekayasa sosial.

    Kesimpulan

    Para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan metode baru untuk menipu pengguna demi mencuri dana dan informasi sensitif. Oleh karena itu, pendidikan diri dan orang-orang di sekitar kita menjadi sangat penting. Era internet telah memudahkan jenis penipuan semacam ini. Rekayasa sosial kini juga merambah dunia kripto. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dan tetap waspada untuk menghindari jebakan rekayasa sosial.

    Selain itu, siapa pun yang ingin terlibat dalam perdagangan atau investasi kripto seharusnya melakukan penelitian yang baik sebelumnya dan memastikan pemahaman mendalam mengenai pasar dan teknologi blockchain.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Akan Listing Token SEI dan CYBER pada 15 Agustus 2023

    Platform perdagangan kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto, akan mengumumkan daftar listing dua token baru, CyberConnect (CYBER) dan Sei (SEI), pada 15 Agustus 2023. Kedua token tersebut akan dapat diperdagangkan dengan beberapa pasangan, termasuk BNB, BTC, dan USDT.

    Penambahan token ini ke platform Tokocrypto diperkirakan akan meningkatkan minat investasi dan trading aset kripto di Indonesia. Tidak hanya itu juga dapat menunjukkan meningkatnya adopsi teknologi blockchain dan ketergantungan pada platform berbasis blockchain yang dapat dipercaya.

    Sei (SEI) dan CyberConnect (CYBER)

    Secara singkat, Sei adalah blockchain layer-1 yang secara khusus dioptimalkan untuk pertukaran aset digital yang mulus. Dengan sistem baru ini, pengguna akan merasakan transaksi yang lebih efisien dan aman.

    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Mungkinkah Bitcoin Akan Mencapai Rp 1,5 Miliar Sebelum Halving 2024?

    Sementara, CyberConnect bertujuan untuk merevolusi lanskap media sosial dengan menawarkan jejaring sosial Web3. Platform ini memberdayakan pengembang untuk membuat aplikasi sosial, membuka kemungkinan dunia untuk jejaring sosial terdesentralisasi.

    Dengan Sei dan CyberConnect, pengguna dapat berharap untuk terlibat dalam teknologi blockchain baru dan jejaring sosial Web3.

    Tingkatkan Adopsi Blockchain

    Dengan kehadiran token SEI dan CYBER di platform Tokocrypto, pengguna dan investor dapat berharap akan terlibat dalam teknologi blockchain terbaru serta konsep jejaring sosial Web3 yang sedang berkembang. Ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih terdesentralisasi dan memberdayakan, di mana individu memiliki kendali lebih besar atas data dan interaksinya dalam lingkungan digital.

    Dengan penambahan dua token ini, Tokocrypto juga menunjukkan komitmennya dalam memperluas pilihan bagi para trader dan investor kripto. Diharapkan bahwa ini akan menjadi dorongan bagi adopsi lebih lanjut dari teknologi blockchain dan konsep Web3 di Indonesia dan global.

    Semakin banyaknya proyek inovatif yang dihadirkan dalam ekosistem kripto, semakin besar pula peluang untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mungkinkah Bitcoin Akan Mencapai Rp 1,5 Miliar Sebelum Halving 2024?

    Pasar kripto telah mengalami banyak pasang surut, tetapi tidak ada yang diantisipasi seperti halving Bitcoin. Ini adalah peristiwa yang secara historis memengaruhi harga BTC di masa depan.

    Saat peristiwa halving berikutnya pasokan Bitcoin akan berkurang separuhnya pada tahun 2024, spekulasi marak, dengan berbagai pakar industri berbagi perkiraan mereka. Satu sentimen umum menggemakan prediksi bahwa Bitcoin akan mencapai angka US$ 100.000 sebelum peristiwa penting ini. Mungkinkah?

    Dikutip BeInCrypto, Riot Platforms, salah satu pemain kunci dalam industri penambangan Bitcoin, memberikan panduan ekspansi setelah tahun 2023. Dengan fasilitas penambangan dan hosting Bitcoin terbesar di Amerika Utara, perusahaan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penambangannya menjadi 20,1 EH/s pada pertengahan 2024. Ini juga memproyeksikan ekspansi lebih lanjut menjadi 35,4 EH/s pada akhir tahun yang sama.

    “Perjanjian tersebut menyediakan pengiriman penambang baru mulai Desember 2023, dengan penyebaran penambang direncanakan akan dimulai pada Q1 2024. Setelah penyebaran penuh dari 33.280 penambang yang dipesan, yang diperkirakan akan selesai pada pertengahan 2024, hash rate penambangan mandiri Riot kapasitas diharapkan meningkat menjadi 20,1 EH/s,” bunyi pengumuman tersebut.

    Jika Platform Riot berhasil, itu akan muncul sebagai perusahaan penambangan Bitcoin teratas, melampaui saingan Marathon Digital Holdings dan CleanSpark.

    Tingkat Hash

    Nilai Hash Bitcoin. Sumber : Glassnode.
    Nilai Hash Bitcoin. Sumber : Glassnode.

    Baca juga: Kabar Terkait ETF BTC Bikin Bitcoin Masih Bergerak di Bawah US$ 30K

    Tingkat hash jaringan Bitcoin keseluruhan dapat meningkat secara signifikan karena pemain yang lebih besar memperluas kapasitas mereka. Persaingan yang meningkat untuk hadiah blok karena tingkat hash yang lebih tinggi, pada gilirannya, dapat berdampak pada profitabilitas penambang . Terutama pasca-separuh, ketika hadiah blok dipotong setengah.

    Sebuah laporan baru-baru ini oleh Seeking Alpha menunjukkan bahwa separuh Bitcoin tahun 2024 akan mendorong biaya operasional rata-rata untuk menambang setiap BTC menjadi antara US$ 30.000 dan US$ 60.000 dan mengurangi pendapatan penambangan sebesar 50%.

    Dengan nilai Bitcoin tercatat tertinggi sekitar US$ 69.000, penurunan pendapatan yang signifikan dapat membahayakan banyak penambang Bitcoin.

    “Kami tidak melihat cara apa pun di mana sektor Bitcoin bisa keluar tanpa cedera. Bahkan dengan 35 EH/s RIOT yang ambisius, model kami menunjukkan bahwa Bitcoin perlu diperdagangkan di atas $98.000 untuk membenarkan penilaian RIOT saat ini (pasca-separuh),” tulis laporan tersebut.

    Prediksi Harga

    Banyak pakar industri juga berbagi keyakinan bahwa Bitcoin akan mencapai US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,5 miliar di antara waktu separuh tahun 2024. Misalnya, Adam Back, CEO Blockstream, berdiri teguh di belakang keyakinan bahwa Bitcoin akan memecahkan rekor sebelumnya.

    Dia memperkirakan BTC mencapai harga lebih dari US$ 100.000 sebelum Bitcoin berikutnya berkurang setengahnya. Memang, Back, salah satu dari sedikit orang yang dikutip oleh Satoshi Nakamoto di kertas putih Bitcoin, sangat yakin dengan prediksinya sehingga dia bersedia mempertaruhkan uang untuk hasil ini.

    Pertumbuhan Harga Bitcoin per Halving. Sumber: Blockware Solutions.
    Pertumbuhan Harga Bitcoin per Halving. Sumber: Blockware Solutions.

    Baca juga: Momen Terbaik dalam Seminggu untuk Investasi Bitcoin, Kapan?

    “Taruhan aktif: Saya bertaruh Bitcoin mencapai atau melebihi $100rb antara sekarang dan setengahnya dengan [Vikingo] 1 juta sat untuk pemenang,” kata Back.

    Dan dia tidak sendirian dalam pandangan bullish ini. Samson Mow, CEO Jan3, berbagi sentimen, mengharapkan rekor harga Bitcoin sebelum halving, bukan setelahnya.

    Menambah Standard Chartered prediksi harga BTC, yang telah merevisi prediksi Bitcoin-nya menjadi US$ 120.000 pada akhir tahun 2024. Dasar pemikiran perusahaan perbankan internasional bergantung pada peningkatan profitabilitas penambang per BTC yang ditambang, yang mengakibatkan penurunan penjualan BTC dan lonjakan harga BTC berikutnya.

    Perspektif ini menggarisbawahi anggapan bahwa penambang dapat memenuhi biaya dengan menjual lebih sedikit BTC karena harga Bitcoin melonjak. Akibatnya, mempertahankan lebih banyak BTC untuk mengantisipasi kenaikan harga di masa mendatang.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

    Platform perdagangan kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto, dengan bangga mengumumkan bahwa pangsa pasarnya telah meningkat secara signifikan sejak awal tahun 2022. 

    Berdasarkan dua sumber, yang pertama riset dilakukan oleh CoinGecko Juni 2023, Tokocrypto berhasil mencatat lonjakan pangsa pasar dari 23,4% pada awal tahun 2022 menjadi 43% hingga Juni 2023, menjadikan platform ini sebagai local exchange terbesar di Indonesia. Kedua, berdasarkan data CoinMarketCap, sepanjang Januari sampai Juni 2023 Tokocrypto selalu unggul dibandingkan dua pemain besar lainnya. 

    Tokocrypto berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada para pengguna dan membangun ekosistem kripto yang kuat di Indonesia. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, mengatakan keberhasilan raihan ini berkat dedikasi dan upaya berkelanjutan dalam memberikan pengalaman perdagangan kripto terbaik bagi para pengguna di Tanah Air.

    Berbicara tentang perjalanan perusahaan, Yudho menyoroti beberapa momen penting yang mengubah arah perusahaan di akhir tahun 2022. Melalui aksi korporasi yang strategis, Tokocrypto berhasil memperkuat struktur organisasinya. 

    “Fokus utama Tokocrypto saat ini adalah untuk membangun strategi bisnis yang kuat dan tetap menjadi nomor satu dalam hal volume perdagangan di pasar lokal. Kami telah mengarahkan kembali bisnis yang mendasar, dan ini terlihat dari angka profit dalam beberapa bulan di paruh pertama tahun ini. Jadi, dapat kami katakan bahwa, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan kami,” kata Yudho.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Semangat Kolaborasi, Tokocrypto Meriahkan Ulang Tahun ke-2 blu

    Yudho menjelaskan dengan lebih dari 3 juta pengguna terdaftar, Tokocrypto telah mencatat prestasi mengesankan dengan rata-rata volume transaksi perdagangan kurang lebih US$ 300  juta per bulan sepanjang semester I 2023. Tokocrypto telah bertanggung jawab sebagai entitas yang mengenakan pajak pada transaksi aset kripto. Periode Januari-Mei 2023, jumlah total pajak yang telah disetorkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dari transaksi para pengguna mencapai Rp 42,4 miliar.

    Tokocrypto menawarkan sejumlah besar aset kripto yang terdaftar, dengan lebih total 350 aset yang dapat diperdagangkan. Dengan begitu banyak pilihan, pengguna dapat dengan mudah menyusun portofolio yang sesuai dengan tujuan investasi mereka.

    “Pada kuartal kedua 2023, kami mulai meningkatkan komunikasi dengan pelanggan dan pasar dengan sangat baik. Kami juga berkolaborasi dengan lembaga keuangan, dimulai dengan perbankan dan akan lebih banyak lagi kolaborasi ke depan, seperti dengan e-commerce, F&B dan media group,” jelas Yudho.

    Dorong Pertumbuhan

    Tokocrypto menunjuk Wan Iqbal sebagai Chief Marketing Officer (CMO) adalah langkah strategis lainnya yang sejalan dengan semangat untuk memberikan layanan yang lebih agresif dan unggul bagi para pengguna melalui strategi pemasaran yang inovatif, memperkuat brand, serta mendorong adopsi aset digital dan kripto di Indonesia. 

    Porsi usia pengguna Tokocrypto cukup bervariasi, dengan sebagian besar pengguna berusia antara 18-30 tahun (56,7%), 31-45 tahun (33,9%), 46-55 tahun (9,4%). Saat ini, pengguna sudah menyebar di seluruh Indonesia, namun mayoritas masih berada kota-kota besar seperti di Jabodetabek, Jawa dan Bali. 

    “Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk terus memperkenalkan aset digital dan kripto ke kota-kota lainnya, pada periode Januari sampai Juni 2023, kami telah menjangkau lebih dari 27.000 orang di 22 kota di Indonesia,” kata Iqbal. 

    Dalam meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengguna, ada sejumlah fitur baru di dalam platform di antaranya, mulai dari Bukti Pajak, Profit and Loss, Easy Buy/Sell, layanan customer support 24/7 Live Chat, Price Alert dan peluncuran IDR. Berbagai fitur yang dihadirkan akan mendorong pengguna untuk mitigasi potensi risiko dan keuntungan lebih baik.

    (ki-ka) COO Tokocrypto, Wan Iqbal dan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    (ki-ka) CMO Tokocrypto, Wan Iqbal dan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Apa Itu Kelas Crypto Tokocrypto?

    Untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto juga sudah merilis Proof of Reserve (PoR) atau Bukti Cadangan yang diaudit secara akurat. Perusahaan menyadari pentingnya kepercayaan pengguna dalam menghadapi industri yang dinamis dan berkembang pesat seperti aset kripto. Dengan cara ini, pengguna dapat memastikan bahwa dana mereka disimpan secara utuh 1:1 dan dapat diverifikasi.

    “Hingga semester 1 2023 Tokocrypto menjadi exchange no. 1 di Indonesia dengan volume perdagangan terbesar dan memiliki pencapaian lainnya; Lebih dari 400.000 pengguna aktif setiap bulannya, total mobile apps download yang mencapai 4 juta dari sejak pertama diluncurkan dan menjadi komunitas terbesar di kanal telegram,” jelas Iqbal.

    Berbagai program lain untuk meningkatkan edukasi, menjangkau lagi masyarakat untuk mengenal aset kripto di mana ini juga harus diimbangin dengan memberikan benefit baik langsung dan tidak langsung. Di antaranya; kelas kripto gratis setiap minggunya bersama trader profesional, OBRAS (Obrolan Bersama Komunitas) yang diselenggarakan di kota-kota diluar pulau Jawa, Web3 on Campus bersama IDNFT yang diselenggarakan di Universitas ternama di Indonesia,” tutup Iqbal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar Terkait ETF BTC Bikin Bitcoin Masih Bergerak di Bawah US$ 30K

    Pasar kripto dan Bitcoin masih dalam sentimen bearish memulai pekan ke-3 Agustus ini. BTC berada di bawah tekanan pada Senin (14/8) pagi ini. Sentimen yang menghambat laju pasar salah satu utamanya adalah ketidakpastian SEC terhadap aplikasi ETF tetap menjadi penghalang.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan BTC memperpanjang penurunan beruntun pada hari Senin pagi pukul 09.00 WIB, turun 0,54% berada di level US$ 29.284 dalam 24 jam terakhir.

    “Ketidakpastian ETF Spot BTC dan aktivitas SEC terus membebani selera pembeli. Indikator teknis jangka pendek tetap bearish, menandakan pengembalian di bawah US$ 28.500,” kata Fyqieh.

    Kabar penundaan persetujuan SEC terhadap ETF Bitcoin spot oleh Ark Investment Management (ARK) yang dipimpin Cathie Wood pada Jumat (11/8) lalu membuat pelaku pasar kembali memikirkan rencana investasinya. Ada kemungkinan besar pengajuan aplikasi lainnya dari perusahaan seperti, BlackRock dan Fidelity juga akan mengalami penundaan. SEC belum mengomentari aplikasi ETF BTC spot lainnya.

    Di samping itu, kabar yang menyebutkan SEC tidak akan menyetujui ETF Bitcoin Spot juga membuat pelaku pasar kurang bergairah. Mantan Kepala SEC,  John Reed Stark memberikan pendapat tentang SEC saat ini mungkin tidak menyetujui aplikasi ETF BTC karena berbagai alasan kuat. Stark menekankan potensi perubahan peraturan yang signifikan dalam lanskap kripto akan terjadi setelah pemilu AS 2024 mendatang.

    Ketidakpastian

    Ilustrasi indeks Dolar AS dan Bitcoin.
    Ilustrasi indeks Dolar AS dan Bitcoin.

    Baca juga: 5 Faktor yang Dapat Mengirim Harga Shiba Inu ke US$ 0,01

    Menurut Fyqieh, dalam kondisi ketidakpastian ini, para investor dan pelaku pasar di pasar kripto perlu tetap waspada terhadap pergerakan harga dan berbagai kabar terkait regulasi.

    “Pasar kripto tetap menjadi sorotan global dan faktor-faktor seperti berita terkait ETF Bitcoin spot dan keputusan SEC akan terus mempengaruhi harga dan sentimen pasar dalam waktu yang akan datang,” jelasnya.

    Sementara dari ekonomi makro, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) meningkat 0.3% (month-over-month) pada bulan Juli 2023. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada data bulan Juni maupun estimasi pasar. 

    Kenaikan inflasi produsen tersebut kemungkinan tak cukup untuk mendesak The Fed menaikkan suku bunga lebih lanjut pada September, sehingga ekspektasi bunga saat ini tetap sama dengan seusai pengumuman FOMC terakhir. Namun, ada kemungkinan The Fed menaikkan bunga lagi pada akhir tahun jika data-data inflasi lain juga meningkat dalam periode-periode mendatang.

    Sentimen Pekan Ini

    Untuk pekan ini, pelaku pasar juga harus mencermati The Fed akan mengumumkan risalah rapat FOMC Juli pada Kamis (17/8) dini hari. Risalah ini diharapkan bisa memberi petunjuk lebih kepada pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

    Dalam rapat FOMC bulan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25-5,5% dan memberi sinyal akan ada kenaikan suku bunga ke depan. Risalah FOMC diharapkan bisa memberi tahu lebih jelas langkah The Fed ke depan dan sikapnya bisa menggerakan pasar kripto.

    “Selanjutnya, Dolar AS juga mengokohkan posisinya di pasar forex, meskipun tak ada terobosan baru. Indeks Dolar (DXY) juga kembali menguat sebesar 0,15%, berada di level 103. Penguatan harga pagi ini sedikit berpengaruh pada sentimen pasar kripto. Fear and Greed Index turun empat poin, ditutup pada level 50 dengan kategori Neutral,” tutup Fyqieh.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengertian Serangan Sybil dalam Dunia Blockchain

    Serangan Sybil merupakan ancaman serius bagi sistem online, di mana seorang individu berusaha mengambil alih jaringan dengan menciptakan banyak akun, node, atau komputer palsu.

    Misalnya, dalam jejaring sosial, seseorang dapat dengan mudah membuat beberapa akun palsu, tetapi dalam konteks mata uang digital, ancaman ini menjadi lebih serius ketika penyerang berusaha mengoperasikan beberapa node dalam jaringan.

    Istilah “Sybil” berasal dari kasus yang memperlihatkan gangguan identitas disosiatif atau yang lebih dikenal dengan Kepribadian Ganda, yang melibatkan seorang wanita bernama Sybil Dorsett.

    Dampak pada Sistem

    Serangan Sybil dapat mengakibatkan pengusiran node yang jujur dari jaringan jika penyerang berhasil menciptakan sejumlah besar identitas palsu. Selain itu, mereka dapat menolak menerima atau menyampaikan blok, sehingga menghalangi pengguna lain dalam jaringan untuk bertransaksi dengan lancar.

    Jika skala serangan Sybil sangat besar, di mana penyerang berhasil menguasai mayoritas daya komputasi jaringan atau rasio hash, maka mereka dapat melakukan serangan 51%. Pada tahap ini, penyerang dapat mengubah urutan transaksi, mencegah transaksi dikonfirmasi, dan bahkan melakukan pengeluaran ganda.

    Solusi Blockchain untuk Mengatasinya

    Berbagai protokol blockchain menggunakan “algoritma konsensus” sebagai upaya melindungi diri dari serangan Sybil. Contoh algoritma konsensus ini meliputi Proof of Work, Proof of Stake, dan Delegated Proof of Stake (Proof of Stake Terdelegasi).

    Meskipun algoritma konsensus tidak sepenuhnya mencegah peretasan, mereka membuat upaya penyerang untuk melancarkan aksi peretasan menjadi sangat tidak praktis dan akhirnya tidak berhasil. Sebagai contoh, dalam blockchain Bitcoin, berlaku serangkaian aturan khusus untuk menciptakan blok baru. Salah satu aturan tersebut adalah bahwa kemampuan untuk menciptakan blok baru harus sebanding dengan total tenaga komputasi yang digunakan dalam mekanisme Proof of Work. Dengan kata lain, seseorang harus memiliki daya komputasi yang besar untuk menciptakan blok baru, yang pada akhirnya akan menjadi sangat sulit dan mahal bagi penyerang untuk melakukannya.

    Karena proses penambangan Bitcoin dapat menghasilkan imbalan finansial yang besar bagi penambang, para penambang cenderung lebih memilih untuk terus menambang daripada mencoba melancarkan serangan Sybil yang berpotensi merugikan mereka.

    Kesimpulan

    Serangan Sybil merupakan ancaman keamanan dalam sistem online, terutama dalam konteks blockchain. Serangan ini dilakukan dengan menciptakan banyak identitas palsu, akun, node, atau komputer untuk mengambil alih jaringan atau memanipulasi transaksi.

    Dampak dari serangan Sybil dapat menyebabkan pengusiran node yang jujur dari jaringan, mencegah transaksi dikonfirmasi, mengubah urutan transaksi, dan berpotensi menyebabkan pengeluaran ganda.

    Untuk melindungi diri dari serangan Sybil, banyak blockchain menggunakan algoritma konsensus seperti Proof of Work, Proof of Stake, dan Delegated Proof of Stake. Meskipun algoritma ini tidak sepenuhnya mencegahnya, mereka membuat upaya penyerang menjadi tidak praktis dan mengurangi risiko keberhasilan serangan.

    Dalam blockchain Bitcoin, misalnya, aturan khusus untuk menciptakan blok baru membuat serangan Sybil sulit dilakukan karena membutuhkan daya komputasi yang besar.

    Kesadaran akan potensi serangan Sybil mendorong para ahli untuk terus mencari cara untuk mendeteksi dan mencegah ini. Hingga saat ini, tidak ada jaminan keamanan absolut dari serangan Sybil, tetapi implementasi algoritma konsensus dan mekanisme khusus dapat membantu memitigasi risikonya.

    Dengan upaya perlindungan yang tepat, blockchain dapat tetap menjadi sistem yang aman dan dapat diandalkan untuk berbagai keperluan, termasuk transaksi mata uang digital.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Node dalam Blockchain?

    Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang apa yang dimaksud dengan “node” dalam konteks teknologi blockchain?

    Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang apa itu node dalam blockchain, serta peran pentingnya dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan blockchain.

    Node dapat dianggap sebagai salah satu komponen utama yang membangun struktur blockchain, dan pemahaman yang mendalam tentang konsep ini akan membantu Anda memahami bagaimana transaksi diproses dan disimpan di dalam blockchain.

    Mari kita mulai menjelajahi konsep yang menarik ini dan mengungkap keajaiban di balik teknologi blockchain yang revolusioner.

    Definisi node dapat bervariasi tergantung pada konteksnya. Dalam konteks jaringan komputer atau telekomunikasi, node dapat berfungsi sebagai titik distribusi ulang atau sebagai endpoint komunikasi.

    Biasanya, node terdiri dari perangkat jaringan fisik. Namun, ada situasi tertentu di mana node virtual digunakan.

    Dalam konteks blockchain, node adalah titik yang memungkinkan pesan dibuat, diterima, atau dikirim. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa jenis node Bitcoin, seperti node penuh, supernode, node miner, dan klien SPV.

    Dalam sistem terdistribusi blockchain, jaringan node komputer memungkinkan Bitcoin berfungsi sebagai mata uang digital peer-to-peer (P2P) terdesentralisasi. Dengan demikian, Bitcoin didesain untuk tahan terhadap sensor dan tidak memerlukan perantara untuk melakukan transaksi antara pengguna di seluruh dunia.

    Node blockchain berfungsi sebagai titik komunikasi yang menjalankan berbagai fungsi. Komputer atau perangkat yang terhubung ke antarmuka Bitcoin dapat dianggap sebagai node karena mereka saling berkomunikasi. Node ini juga dapat mengirim informasi tentang transaksi dan blok dalam jaringan komputer terdistribusi menggunakan protokol peer-to-peer Bitcoin. Setiap node komputer memiliki fungsi khususnya sendiri, sehingga ada berbagai jenis node Bitcoin.

    Full Node

    Salah satu jenis node adalah Full node. Full node sepenuhnya mendukung dan memberikan keamanan bagi Bitcoin. Node ini juga dapat disebut sebagai node yang memvalidasi sepenuhnya karena terlibat dalam proses verifikasi transaksi dan blok berdasarkan aturan konsensus sistem. Selain itu, node penuh dapat meneruskan transaksi dan blok baru ke dalam blockchain.

    Biasanya, full node mengunduh salinan lengkap blockchain Bitcoin dengan setiap blok dan transaksi. Namun, hal ini bukan persyaratan mutlak untuk disebut “full node”, karena salinan blockchain yang disederhanakan juga dapat digunakan.

    Anda dapat menjalankan node Bitcoin penuh melalui berbagai implementasi perangkat lunak, tetapi Bitcoin Core adalah salah satu yang paling populer dan banyak digunakan. Berikut adalah persyaratan minimum untuk menjalankan full node Bitcoin Core:

    • Desktop atau laptop dengan sistem operasi Windows, Mac OS X, atau Linux terbaru.
    • Setidaknya 200 GB ruang disk kosong.
    • Setidaknya 2 GB memori (RAM).
    • Koneksi internet berkecepatan tinggi dengan kecepatan unggah setidaknya 50 kB/detik.
    • Koneksi yang tidak memiliki batasan unggah atau memiliki batasan unggah yang tinggi. Node penuh online dapat mencapai atau melampaui penggunaan unggah sebesar 200 GB/bulan dan penggunaan unduh sebesar 20 GB/bulan. Anda juga perlu mengunduh sekitar 200 GB saat pertama kali menjalankan full node.

    Sebagian besar organisasi dan pengguna sukarelawan menjalankan node Bitcoin penuh sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem Bitcoin. Pada tahun 2018, terdapat sekitar 9.700 node publik yang aktif di jaringan Bitcoin. Harap diketahui bahwa jumlah ini hanya mencakup node publik yang terlihat dan dapat diakses (juga dikenal sebagai listening node).

    Selain node publik, ada juga node tersembunyi yang tidak terlihat (non-listening node). Node-node ini biasanya beroperasi di balik firewall, menggunakan protokol tersembunyi seperti Tor, atau sengaja dikonfigurasi untuk tidak menerima koneksi.

    Dengan pemahaman yang lebih baik tentang node dalam blockchain, Anda dapat menghargai kompleksitas teknologi yang mendasarinya, serta memahami peran penting node dalam menjaga keandalan dan keamanan jaringan blockchain. Teruslah membaca artikel ini untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang topik menarik ini.

    Listening Node (Supernode)

    Pada dasarnya, supernode atau listening node adalah node penuh yang terlihat oleh publik. Node ini berkomunikasi dan memberikan informasi kepada node lain yang memutuskan untuk terhubung dengannya. Oleh karena itu, supernode berfungsi sebagai titik distribusi ulang yang juga berperan sebagai sumber data dan jembatan komunikasi.

    Supernode yang dapat diandalkan biasanya beroperasi 24/7 dan memiliki beberapa koneksi, serta mengirimkan riwayat blockchain dan data transaksi ke beberapa node di seluruh dunia. Karena itu, supernode mungkin membutuhkan daya komputasi yang lebih besar dan koneksi internet yang lebih baik daripada node penuh yang tersembunyi.

    Node Miner

    Untuk melakukan kegiatan penambangan Bitcoin (mining) dalam kondisi yang kompetitif saat ini, seseorang harus berinvestasi dalam perangkat keras khusus dan perangkat lunak penambangan. Perangkat lunak penambangan ini tidak berhubungan langsung dengan Bitcoin Core dan dijalankan secara paralel untuk menambang blok Bitcoin. Seorang penambang bisa memilih untuk beroperasi secara independen (solo miner) atau bergabung dengan grup penambang (mining pool).

    Node penuh penambang solo menggunakan salinan blockchain mereka sendiri, sementara penambang dalam grup berkolaborasi, di mana setiap penambang menyumbangkan daya komputasionalnya (hashing power). Dalam penambangan kolaboratif (mining pool), hanya administrator pool yang perlu menjalankan node penuh. Node ini bisa disebut sebagai node penuh penambang kolaboratif.

    Klien Ringan atau SPV

    Klien ringan, juga dikenal sebagai Simplified Payment Verification (SPV) client, adalah node yang menggunakan jaringan Bitcoin tetapi tidak berfungsi sebagai node penuh. Oleh karena itu, klien SPV tidak berkontribusi pada keamanan jaringan karena tidak menyimpan salinan lengkap blockchain dan tidak terlibat dalam proses verifikasi dan validasi transaksi.

    Secara singkat, dengan menggunakan metode SPV, pengguna dapat memeriksa apakah transaksi tertentu termasuk dalam suatu blok tanpa harus mengunduh seluruh data blok. Klien SPV bergantung pada informasi yang diberikan oleh node penuh lainnya (supernode). Klien ringan berfungsi sebagai titik akhir komunikasi dan digunakan oleh berbagai dompet mata uang kripto.

    Node Klien vs Mining

    Perlu diperhatikan bahwa menjalankan node penuh tidak sama dengan menjalankan node penambangan penuh. Penambang harus berinvestasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak penambangan yang mahal, sementara siapa pun dapat menjalankan node yang memvalidasi sepenuhnya.

    Sebelum mencoba menambang blok, seorang penambang harus mengumpulkan transaksi tertunda yang sudah dianggap valid oleh node penuh. Selanjutnya, penambang membuat blok kandidat (dengan sekelompok transaksi) dan mencoba menambang blok tersebut.

    Jika penambang berhasil menemukan solusi yang valid untuk blok kandidatnya, mereka akan menyiarkan blok tersebut ke jaringan agar node penuh lainnya dapat memverifikasi keabsahan blok tersebut. Oleh karena itu, aturan konsensus ditentukan dan diamankan oleh jaringan node validator yang terdistribusi, bukan oleh para penambang.

    Kesimpulan

    Node Bitcoin berkomunikasi melalui protokol jaringan Bitcoin P2P. Dengan melakukannya, mereka menjaga integritas sistem. Node yang berperilaku buruk atau mencoba menyebarkan informasi yang salah akan segera diidentifikasi oleh node yang jujur dan akan diisolasi dari jaringan.

    Meskipun menjalankan node yang memvalidasi sepenuhnya tidak memberikan keuntungan finansial, tindakan ini sangat disarankan karena memberikan kepercayaan, keamanan, dan privasi kepada pengguna. Node penuh memastikan kepatuhan terhadap aturan, melindungi blockchain dari serangan dan penipuan (seperti double spending). Selain itu, node penuh tidak harus mengandalkan kepercayaan pada node lain, yang memungkinkan pengguna memiliki kendali penuh atas aset kripto mereka.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Manfaat dari Teknologi Blockchain – Tokocrypto News

    Blockchain, sebuah inovasi teknologi yang muncul bersama dengan mata uang kripto pertama, yakni Bitcoin, telah mengatasi batasan-batasan awalnya dan menemukan beragam manfaat luas di berbagai sektor industri.

    Pada hakikatnya, blockchain merupakan suatu sistem terdesentralisasi yang memungkinkan pencatatan transaksi dengan cara yang aman, transparan, serta tidak dapat diubah.

    Walaupun semula diidentifikasikan sebagai landasan bagi mata uang digital, potensi blockchain merambah lebih jauh, merentang ke domain seperti logistik, sektor keuangan, kesehatan, dan beraneka ragam lainnya. Artikel ini akan menguraikan dengan cermat berbagai aplikasi blockchain yang telah mengubah perspektif dan pengelolaan beragam aspek dalam kehidupan kita.

    Sejarah Singkat Teknologi Blockchain

    Wacana di balik teknologi blockchain telah ada sejak tahun 1991, namun inovasi ini belum memperoleh banyak sorotan hingga pengembangan Bitcoin dimulai pada tahun 2009. Bitcoin diciptakan oleh seseorang atau kelompok yang menggunakan alias Satoshi Nakamoto.

    Hingga saat ini, identitas sebenarnya dari Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri, namun kontribusi teknologi yang ia perkenalkan telah memberikan dampak besar terhadap cara dunia memandang dan menggunakan uang.

    Sebagian besar teknologi ini berfungsi sebagai buku kas terdistribusi yang merekam dan melindungi data digital melalui penggunaan kriptografi. Teknologi ini sering diterapkan dalam jaringan mata uang digital (kriptocurrency), namun sifat terdesentralisasi dan keamanannya juga menjadikannya alat yang sangat bermanfaat di berbagai industri lain.

    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.

    Seiring dengan pertumbuhan dunia mata uang digital dan solusi berbasis blockchain, sangatlah penting bagi kita untuk memahami bagaimana teknologi inovatif ini dapat diaplikasikan dalam berbagai skenario.

    Dengan menghilangkan kebutuhan akan kepercayaan dan keamanan yang mahal, teknologi ini menawarkan efisiensi tambahan. Lebih dari itu, jaringan terdesentralisasi dapat diatur sebagai suatu basis data yang transparan, dapat diakses oleh semua pihak yang terlibat.

    Dalam konteks ini, teknologi blockchain menyediakan kapasitas untuk menghasilkan riwayat yang didistribusikan namun tetap padat. Ini juga membuka peluang untuk peningkatan performa dan keamanan dalam beragam industri dan organisasi (misalnya amal, rantai pasokan, kesehatan, dan sebagainya).

    Kegunaan Teknologi Blockchain

    Dalam Aksi Amal

    Banyak organisasi sosial di seluruh dunia berjuang menghadapi tantangan dalam manajemen sumber daya, transparansi operasional, serta pengelolaan yang efisien. Teknologi blockchain pastinya dapat membantu yayasan-yayasan ini mengoptimalkan proses penerimaan dan pengeluaran dana.

    Contoh nyata telah ada dalam integrasi teknologi blockchain dalam sektor amal. Blockchain Charity Foundation (BCF) merupakan organisasi nirlaba yang berupaya melawan kemiskinan dan ketidaksetaraan, dengan niat mendorong filantropi yang didukung oleh teknologi blockchain di seluruh dunia.

    Rantai Pasokan yang Terintegrasi

    Banyak jaringan rantai pasokan menghadapi berbagai kendala dalam transparansi dan efisiensi. Sistem manajemen saat ini masih sangat bergantung pada kepercayaan dan masih jauh dari tercapainya integrasi yang mulus antara perusahaan-perusahaan dan semua pihak yang terlibat.

    Manfaat teknologi blockchain dapat diterapkan untuk melacak seluruh proses produksi dan distribusi material dalam suatu jaringan rantai pasokan. Sebuah basis data terdistribusi sangat cocok untuk merekam dengan aman semua data yang terkait, guna memastikan otentisitas produk, serta transparansi dalam pembayaran dan pengiriman.

    Sektor Kesehatan

    Kendala operasional yang berbelit-belit, risiko kerusakan data, dan birokrasi kompleks telah menjadi tantangan serius bagi industri kesehatan. Namun, blockchain telah menunjukkan potensi besar dalam domain ini, mencakup pelacakan obat melalui rantai pasokan serta pengelolaan data pasien.

    Lebih lanjut, keamanan yang dihadirkan oleh blockchain sangatlah berharga bagi rumah sakit, karena seringkali menjadi sasaran serangan oleh para peretas yang mengejar data berharga.

    Perusahaan kini tengah mengeksplorasi potensi blockchain sebagai cara untuk menyimpan catatan kesehatan digital. Solusi semacam ini tidak hanya dapat mengurangi biaya yang berlebihan, tetapi juga meningkatkan privasi dan keakuratan.

    Pembayaran Royalti

    Musisi, pembuat game, dan para seniman sering kali menghadapi kesulitan dalam memperoleh bayaran yang pantas, baik itu akibat pembajakan digital, hubungan yang kurang menguntungkan dengan agen pihak ketiga, atau keterlambatan pembayaran royalti.

    Teknologi blockchain dapat menciptakan suatu lingkungan di mana para bakat kreatif memiliki jejak rekam yang abadi dan transparan mengenai siapa yang menggunakan, meminjam, dan/atau membeli konten mereka. Lingkungan semacam itu juga bisa memfasilitasi pembayaran melalui kontrak pintar – yaitu pelaksanaan otomatis kontrak digital.

    illustrasi apa itu blockchain
    Ilustrasi blockchain.

    Penggunaan dalam Pemerintahan

    Teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk meningkatkan tata kelola di berbagai sektor pemerintahan. Dengan pengaturan jaringan dan operasi yang lebih demokratis, adil, dan aman, sistem berbasis blockchain bisa diadopsi sebagai cara untuk menghindari penipuan dalam pemilihan atau proses konstitusi serta meningkatkan kepercayaan.

    Tidak hanya itu, teknologi ini juga bisa digunakan sebagai senjata efektif melawan korupsi, memperkuat integritas data dan pelacakan dalam berbagai konteks, mulai dari pengumpulan pajak hingga distribusi bantuan keuangan.

    Solusi Pembayaran dan Aplikasi Terdesentralisasi (dApps)

    Ketika berbicara tentang pengiriman uang lintas negara, teknologi blockchain telah membuktikan diri sebagai solusi yang efisien. Mengirim mata uang digital kepada teman, keluarga, dan mitra di seluruh dunia kini lebih cepat dan ekonomis dibandingkan alternatif seperti bank sentral dan metode pembayaran lainnya.

    Selain itu, platform sentralisasi dan aplikasi sering kali membatasi pengguna dalam mengontrol data mereka dan tidak selalu memberi kompensasi yang adil sesuai dengan nilai yang mereka kontribusikan. Aplikasi terdesentralisasi berbasis blockchain (dApps) mengeliminasi perantara, memberi pengguna potensi untuk menikmati biaya lebih rendah, insentif yang lebih menarik, dan transaksi yang lebih efisien dalam pengiriman dan penerimaan mata uang digital.

    Sebagaimana yang diungkapkan oleh Vitalik Buterin, solusi blockchain memungkinkan individu berinteraksi secara langsung, menghapuskan kebutuhan akan perantara atau sistem sentral.

    “Istilah umum dalam sebagian besar teknologi adalah mengotomatisasi apa yang ada saat ini. Namun, blockchain mengotomatisasi pusat itu sendiri. Alih-alih menggantikan pengemudi taksi, blockchain menghilangkan Uber dan membiarkan pengemudi taksi bekerja langsung dengan penumpang.”

    Internet of Things (IoT)

    Teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT) menjalin kolaborasi yang serasi. Blockchain sebagai teknologi terdesentralisasi sejalan dengan jaringan IoT yang sering digunakan untuk menghimpun data dari berbagai sumber tersebar.

    Dalam konteks ini, blockchain memberi kesempatan bagi organisasi untuk menyimpan buku kas abadi dan transparan untuk perangkat IoT. Semua data dan interaksi di antara perangkat dapat tercatat secara efektif. Ditambah lagi, dengan fitur-fitur keamanan dan potensi mata uang digitalnya, blockchain menciptakan lingkungan yang ideal untuk transaksi mesin-ke-mesin (M2M).

    Sebagai teknologi yang mengutamakan akurasi dan keamanan dalam transaksi, integrasi dengan IoT pun menjadi wajar, mengamankan akuntabilitas dan keakuratan data. Inilah sebabnya banyak perusahaan mengalokasikan sumber daya penting dalam pengembangan jaringan IoT berbasis blockchain.

    Kesimpulan

    Sebagai teknologi buku kas terdistribusi, blockchain memiliki potensi untuk menyediakan jaringan yang lebih aman, transparan, akuntabel, dan efisien bagi organisasi. Ini juga mendorong peningkatan privasi dan menghilangkan kebutuhan akan kepercayaan. Konsep ini bahkan membuka jalan menuju “Internet of Value” di mana pengguna bisa melakukan transaksi antarpengguna lintas batas dan pemegang aset dapat memperoleh bagian mereka.

    Inilah alasan mengapa teknologi blockchain dan mata uang digitalnya bukan hanya hadir untuk tetap eksis, melainkan juga memegang kekuatan untuk mengubah berbagai industri dan aspek kehidupan—mulai dari sektor keuangan, pertanian, hingga analisis data besar; dan dari tata pemerintahan, pemilihan umum, hingga sistem hukum.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Manfaat Blockchain dalam Kegiatan Amal

    Teknologi blockchain dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan transparansi, akuntabilitas, dan pengumpulan dana kegiatan amal yang efektif.

    Banyak organisasi sosial sering kali berjuang untuk mencapai kesuksesan dengan mengedepankan transparansi dan akuntable, blockhain bisa menjadi solusinya. 

    Namun, Filantropi Crypto, yang mengacu pada penggunaan teknologi blockchain untuk memfasilitasi kontribusi amal, muncul sebagai solusi alternatif yang menjanjikan.

    Dengan transaksi terdesentralisasi dan langsung, teknologi ini membantu organisasi amal dalam menggalang dana dengan lebih efisien.

    Landasan Teknologi Blockchain

    Penerapan sistem blockchain telah membawa berbagai keuntungan pada berbagai sektor, terutama melalui peningkatan transparansi dan keamanan data.

    Walaupun konsep ini bukanlah sesuatu yang baru sejak munculnya Bitcoin, baru-baru ini potensi blockchain mulai diakui dalam skala yang lebih luas.

    Blockchain merupakan elemen mendasar di hampir semua jaringan mata uang digital. Konsep buku kas digital yang mendasari Bitcoin diperkenalkan oleh individu yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto.

    Sejak saat itu, teknologi ini telah diterapkan dalam berbagai skenario dan terbukti bermanfaat tidak hanya sebagai mata uang digital, melainkan juga dalam berbagai bentuk komunikasi dan pembagian data digital.

    Sistem blockchain yang mendasari Bitcoin berfungsi sebagai teknologi buku kas terdistribusi (Distributed Ledger Technology) yang diamankan melalui kriptografi dan dioperasikan oleh jaringan komputer besar (node). 

    Pendekatan semacam ini memungkinkan terjadinya transaksi peer-to-peer lintas batas dalam lingkungan tanpa perlu adanya pihak yang dipercayai. Konsep tanpa kepercayaan berarti setiap pengguna tidak perlu bergantung pada kepercayaan satu sama lain karena semua node partisipan tidak terikat pada satu set peraturan (yang ditentukan oleh protokol Bitcoin).

    Buku kas Bitcoin yang digunakan untuk mencatat transaksi tidak tersimpan dalam satu pusat data atau server sentral. Sebaliknya, informasi pada blockchain tersebar dan direplikasi di seluruh jaringan node komputer di berbagai lokasi di seluruh dunia. 

    Hal ini juga berarti setiap transaksi yang dikonfirmasi atau data yang dimodifikasi mengharuskan setiap peserta untuk memperbarui salinan blockchain mereka sesuai dengan perkembangan (konsensus diperlukan untuk setiap perubahan).

    Sebagaimana diuraikan di atas, blockchain sering berperan sebagai buku kas terdistribusi, dan kemampuan teknologi ini dalam hal ini sangat berguna bagi organisasi filantropi dan yayasan sosial. Salah satu contoh yang mencolok adalah Binance Blockchain Charity Foundation (BCF).

    Donasi dengan Mata Uang Digital

    Meskipun mata uang digital masih memiliki perjalanan panjang menuju adopsi global, hal ini lebih kompleks dalam konteks amal. Saat ini, jumlah organisasi sosial yang merangkul mata uang digital masih terbatas, namun terus bertambah.

    Para penyumbang yang ingin menggunakan mata uang digital untuk berdonasi saat ini memiliki beberapa opsi, yakni mendonasikan kepada organisasi yang menerima mata uang digital atau melakukan donasi dalam jumlah besar agar organisasi pilihan mereka bersedia menerima mata uang digital.

    Sebelum sebuah organisasi amal dapat mulai menerima donasi dalam bentuk mata uang digital, perlu dilakukan proses pengaturan dan distribusi dana yang transparan dan efisien. Pemahaman mengenai dasar-dasar mata uang digital dan teknologi blockchain, serta bagaimana donasi dapat dikonversi menjadi mata uang konvensional, sangatlah penting untuk melaksanakan strategi implementasi yang efektif.

    Potensi Keuntungan dalam Filantropi Crypto

    Konsep Filantropi Crypto menawarkan sejumlah manfaat menarik bagi organisasi sosial dan para pendonasi yang tidak bisa diabaikan. Di antara keuntungan-keuntungan ini terdapat:

    Transparansi yang Utuh

    Setiap transaksi mata uang digital memiliki karakteristik uniknya sendiri, sehingga memungkinkan untuk pelacakan yang mudah melalui rantai blok. Tingkat transparansi dan akuntabilitas publik yang lebih tinggi ini memberikan rasa tenang kepada para donatur, mendorong mereka untuk memberikan sumbangan sambil juga meningkatkan reputasi dan integritas organisasi.

    Skala Global dan Terdesentralisasi

    Sebagian besar jaringan blockchain menawarkan tingkat desentralisasi yang tinggi, yang berarti mereka tidak tergantung pada institusi atau otoritas pusat pemerintahan. Mekanisme ini memungkinkan dana untuk ditransfer langsung dari pendonasi ke organisasi amal, dengan sifat terdesentralisasi dari blockchain memberikan keunggulan yang unik dan ideal untuk transaksi lintas batas.

    Konfirmasi Digital

    Teknologi blockchain memfasilitasi proses berbagi dan penyimpanan data digital dengan mudah. Ini juga memastikan bahwa dokumen atau kontrak penting tidak dapat diubah tanpa persetujuan dari semua pihak yang terlibat.

    Efisiensi Pengurangan Biaya

    Potensi teknologi blockchain untuk menyederhanakan struktur organisasi sosial, mengotomatisasi proses, dan mengurangi biaya secara keseluruhan, mengeliminasi peran perantara dalam skema transaksi.

    Manfaat Pajak

    Contohnya bagi donatur di Amerika Serikat, sumbangan yang dibuat dengan mata uang digital seperti Bitcoin dapat memberikan nilai penuh sumbangan tersebut kepada organisasi amal (tanpa beban pajak tambahan). Bahkan, pendonatur juga berhak untuk mengajukan pengurangan pajak kepada pihak berwenang.

    Pertimbangan dan Batasan yang Perlu Diperhatikan

    Namun, di luar potensi keuntungan tersebut, beberapa pertimbangan penting perlu diperhatikan saat mempertimbangkan adopsi Filantropi Crypto:

    Volatilitas Nilai

    Kecuali untuk stablecoin, banyak mata uang digital diperdagangkan dalam pasar yang sangat fluktuatif, dengan perubahan nilai yang seringkali signifikan.

    Keamanan Kunci Pribadi

    Kehilangan akses terhadap kunci pribadi yang mengontrol dana donasi dapat mengakibatkan dana tersebut tidak bisa diakses. Tanpa manajemen dan penyimpanan yang tepat, potensi risiko pencurian dana oleh pihak yang tidak bertanggung jawab juga harus diperhatikan.

    Kesadaran Publik dan Pemahaman

    Banyak orang masih merasa sulit memahami konsep blockchain, dan banyak calon donatur mungkin tidak memahami dasar-dasar mata uang digital dengan cukup baik untuk merasa percaya terhadap sistem ini atau untuk melakukan donasi.

    Ilustrasi dalam Kehidupan Nyata

    Filantropi crypto telah menjadi kenyataan bagi beberapa organisasi amal terkemuka dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, pada tahun 2017, entitas filantropi bernama Fidelity Charitable berhasil mengumpulkan donasi senilai $69 juta dalam bentuk mata uang digital. Pada tahun yang sama, seorang donatur yang dikenal sebagai Pine, tanpa mengungkapkan identitasnya, menyalurkan sumbangan sekitar $55 juta dalam bentuk Bitcoin kepada berbagai organisasi melalui Pineapple Fund.

    Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Foundation Amal Blockchain (BCF) muncul sebagai contoh nyata dalam ranah filantropi crypto. BCF merupakan organisasi amal yang bertujuan untuk mengubah wajah filantropi melalui pemanfaatan platform sosial terdesentralisasi.

    Kesimpulan

    Filantropi crypto merupakan model baru dalam hal memberikan, menerima, dan mendistribusikan donasi. Namun, seiring perkembangan teknologi blockchain, baik donatur maupun organisasi amal mungkin akan semakin merangkul konsep ini sebagai sarana bantuan yang menarik. 

    Jika penerimaan masyarakat terhadap model pemberian ini terus berkembang, maka dapat diharapkan bahwa lebih banyak organisasi amal akan mulai menerima mata uang digital sebagai bentuk donasi.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com