Author: 29

  • Kenal SingularityNET (AGIX) & Hashflow (HFT) Kini Listing di Tokocrypto

    SingularityNET (AGIX) dan Hashflow (HFT) adalah dua aset kripto yang tengah mencuri perhatian di pasar. Keduanya memiliki fungsi project yang berbeda. Meskipun keduanya berbasis pada teknologi blockchain dan bertujuan untuk memfasilitasi operasi terdesentralisasi, keduanya memiliki fokus dan fitur yang berbeda.

    SingularityNET dan Hashflow berbeda dalam fokus dan fitur, keduanya merupakan contoh aplikasi blockchain yang menunjukkan potensi besar dalam memfasilitasi operasi terdesentralisasi di berbagai bidang. Dalam hal SingularityNET, potensi terbesarnya adalah memfasilitasi pengembangan dan pengoperasian kecerdasan buatan terdesentralisasi, sedangkan dalam hal Hashflow, potensi terbesarnya adalah memfasilitasi perdagangan aset kripto terdesentralisasi dan non-custodial.

    Penasaran dengan keunggulan dan keunikan proyek SingularityNET (AGIX) dan Hashflow (HFT)? Simak selengkapnya artikel di bawah ini.

    SingularityNET (AGIX)

    Apa Itu SingularityNET (AGIX)?

    SingularityNET (AGIX) adalah aset kripto yang didasarkan pada teknologi blockchain dan diciptakan untuk memfasilitasi pengembangan dan pengoperasian kecerdasan buatan (AI) terdesentralisasi. SingularityNET adalah sebuah platform open-source yang memungkinkan para pengembang AI dari seluruh dunia untuk membangun, menguji, dan memonetisasi AI mereka melalui jaringan terdesentralisasi yang dijalankan oleh teknologi blockchain.

    AGIX adalah token utilitas yang digunakan di SingularityNET. AGIX dapat digunakan untuk membayar layanan AI yang tersedia di platform SingularityNET, seperti deteksi objek, pengenalan wajah, atau bahkan konseling psikologis terdesentralisasi. Pengguna juga dapat menggunakan AGIX untuk mengakses data dan model AI di SingularityNET.

    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

    Baca juga: Kenal Kripto Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT)

    Selain itu, AGIX juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran untuk kontribusi pengembang AI ke dalam ekosistem SingularityNET. Pengembang dapat menggunakan AGIX untuk membayar biaya akses ke jaringan SingularityNET, berpartisipasi dalam program insentif, atau berkontribusi pada pengembangan dan peningkatan platform SingularityNET.

    Apa yang Membuat SingularityNET (AGIX) Unik?

    SingularityNET dan AGIX memegang potensi besar dalam membangun ekosistem AI terdesentralisasi di masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, SingularityNET dapat mengatasi beberapa tantangan utama dalam pengembangan AI, seperti kesulitan dalam berbagi dan memonetisasi model AI, serta masalah kepercayaan dan transparansi.

    SingularityNET (AGIX) memiliki beberapa keunikan dibandingkan dengan kripto lain, diantaranya:

    • Fokus pada pengembangan kecerdasan buatan terdesentralisasi: SingularityNET dibangun dengan tujuan untuk memfasilitasi pengembangan dan pengoperasian kecerdasan buatan terdesentralisasi. Hal ini membedakan SingularityNET dari banyak proyek kripto lainnya.
    • Komunitas pengembang AI yang besar: SingularityNET telah menarik perhatian banyak pengembang AI yang bersemangat untuk berpartisipasi dalam ekosistem terdesentralisasi.
    • Teknologi blockchain: SingularityNET menggunakan teknologi blockchain untuk memfasilitasi operasi terdesentralisasi dan transaksi antara pengguna dan pengembang AI.

    Model ekonomi yang inovatif: SingularityNET memiliki model ekonomi yang inovatif dan terdesentralisasi yang didasarkan pada token AGIX. Model ini memungkinkan pengguna dan pengembang AI untuk berinteraksi dan bertransaksi tanpa memerlukan perantara yang mahal atau rentan terhadap manipulasi.

    Peringkat AGIX di situs CoinMarketCap pada Selasa (4/4) jam 08.00 WIB adalah #85, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 493.079.698. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 1.206.121.857 koin AGIX dan maksimal pasokan 2.000.000.000 koin AGIX.

    Bagaimana Prospek SingularityNET (AGIX) ke Depan?

    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: Binance Academy.
    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: Binance Academy.

    Prospek SingularityNET (AGIX) ke depan cukup menjanjikan karena berbagai alasan. SingularityNET berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan pertumbuhan ekosistem kecerdasan buatan terdesentralisasi di masa depan.

    Perusahaan juga telah membentuk beberapa kemitraan strategis dengan perusahaan dan institusi terkemuka di bidang AI dan blockchain. Kemitraan ini dapat membantu SingularityNET untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penerimaan platformnya. SingularityNET terus mengembangkan teknologi dan fitur baru untuk meningkatkan kinerja dan fungsionalitas platformnya.

    Pertumbuhan pengguna dan penerimaan pasar, terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna dan pengembang di platform SingularityNET serta penerimaan pasar terhadap AGIX dan ekosistem AI terdesentralisasi secara keseluruhan.

    Hashflow (HFT)

    Apa Itu Hashflow (HFT)?

    Hashflow (HFT) adalah aset kripto yang berbasis pada teknologi blockchain dan diciptakan untuk memfasilitasi perdagangan aset kripto secara terdesentralisasi dan non-custodial. Hashflow memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan aset kripto tanpa perantara yang diklaim mahal atau rentan terhadap manipulasi, seperti bursa kripto sentralisasi atau layanan penampungan aset (kustodian).

    Hashflow memungkinkan pengguna untuk melakukan perdagangan secara langsung antara satu sama lain menggunakan smart contract yang dijalankan di atas jaringan blockchain. Smart contract ini memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengeksekusi kontrak perdagangan secara otomatis, termasuk menentukan harga, jumlah aset yang diperdagangkan, dan syarat-syarat lainnya.

    Ilustrasi aset kripto Hashflow (HFT)). Sumber: Binance Academy.
    Ilustrasi aset kripto Hashflow (HFT)). Sumber: Binance Academy.

    Selain itu, Hashflow juga menawarkan beberapa fitur yang berguna, seperti dukungan multi-chain, integrasi dengan berbagai wallet kripto, dan keamanan yang tinggi. Dengan dukungan multi-chain, pengguna dapat memperdagangkan aset kripto di berbagai jaringan blockchain, seperti Ethereum, Binance Smart Chain, dan Polkadot. Integrasi dengan berbagai dompet kripto memungkinkan pengguna untuk mengakses Hashflow secara mudah dan nyaman. Keamanan yang tinggi dipastikan oleh Hashflow melalui audit kode terbuka dan penggunaan teknologi keamanan terbaru.

    Apa yang Membuat Hashflow (HFT) Unik?

    Hashflow memegang potensi besar untuk memfasilitasi perdagangan aset kripto secara terdesentralisasi di masa depan. Dengan menghilangkan perantara yang mahal dan rentan terhadap manipulasi, Hashflow dapat memberikan akses yang lebih luas dan adil ke pasar aset kripto, serta meningkatkan transparansi dan keamanan perdagangan aset kripto secara keseluruhan.

    Hashflow menawarkan model perdagangan terdesentralisasi dan non-custodial, yang memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan aset kripto secara langsung tanpa melalui perantara seperti bursa kripto atau layanan penampungan aset (custodian).

    Hashflow juga menggunakan smart contract untuk mengeksekusi kontrak perdagangan secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu mempercayai pihak ketiga untuk menyelesaikan perdagangan. Hashflow memastikan keamanan tinggi melalui audit kode terbuka dan penggunaan teknologi keamanan terbaru.

    Peringkat HFT di situs CoinMarketCap pada Selasa (4/4) jam 08.00 WIB adalah #250, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 109.370.941. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 192.570.591 koin HFT dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Bagaimana Prospek Hashflow (HFT) ke Depan?

    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prospek HFT di masa depan. Hashflow berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan pertumbuhan pasar perdagangan aset kripto di masa depan. Seiring dengan meningkatnya minat dan adopsi teknologi blockchain, akan semakin banyak orang dan perusahaan yang mencari cara untuk memperdagangkan aset kripto secara aman dan transparan.

    Ilustrasi aset kripto Hashflow (HFT)). Sumber: Vecteezy.
    Ilustrasi aset kripto Hashflow (HFT)). Sumber: Vecteezy.

    Baca juga: Harga Arbitrum (ARB) Turun Drastis, Apa Penyebabnya?

    Hashflow terus mengembangkan teknologi dan fitur baru untuk meningkatkan kinerja dan fungsionalitas platformnya. Fitur-fitur baru ini dapat membantu Hashflow untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

    Kompetisi pasar yang terbatas membuat Hashflow memiliki peluang untuk menjadi pemimpin pasar dalam hal perdagangan aset kripto terdesentralisasi dan non-custodial yang menawarkan konsep yang efisien dan aman.

    SingularityNET (AGIX) dan Hashflow (HFT) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas dan menarik, seperti SingularityNET (AGIX) dan Hashflow (HFT).

    SingularityNET (AGIX) dapat diperdagangkan dengan BTC, USDT & BUSD, dan Hashflow (HFT) dapat diperdagangkan dengan BTC, USDT & BUSD. Trading dapat dilakukan mulai tanggal 31 Maret 2023 pukul 15.00 WIB. Tunggu apa lagi trading di Tokocrypto sekarang!

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik di Tengah Krisis Perbankan

    Maret terbukti menjadi bulan yang penuh gejolak bagi ekosistem aset kripto. Dengan volatilitas yang tinggi di seluruh pasar, beberapa aset diuntungkan dari naik turunnya aset Bitcoin (BTC).

    Kegagalan bank yang terjadi di bulan Maret, inflasi yang sedang berlangsung, dan situasi makroekonomi lainnya membuat investor kripto terjebak pada ketidakpastian. Namun, pada akhirnya terbukti krisis perbankan menguntungkan bagi Bitcoin dan kripto lainnya yang dianggap sebagai penyimpan nilai yang tahan terhadap gejolak.

    Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan sekitar US$ 28.500, naik lebih dari 21% di bulan Maret 2023. Pada satu titik Rabu (29/3), kripto terbesar berdasarkan nilai pasar menembus angka US$ 29.100 untuk mencapai angka tertinggi sejak Juni 2022. BTC secara luas mengungguli S&P 500, Nasdaq, dan aset tradisional lainnya. Nasdaq yang berfokus pada teknologi naik lebih dari 4% untuk bulan ini.

    Bitcoin Naik

    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Burger King Mulai Terima Pembayaran Bitcoin dan Kripto

    Dikutip Coindesk, direktur firma analitik kripto, Amberdata, Greg Magadini, mengatakan BTC dan emas, yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe-haven, telah melihat “volatilitas naik eksplosif” bulan ini. Magadini menulis bahwa volatilitas BTC baru-baru ini di pasar opsi setelah ledakan bank Silvergate dan Silicon Valley yang ramah kripto berbeda secara signifikan dari perubahan yang lebih dramatis setelah jatuhnya pertukaran FTX dan bencana kripto lainnya tahun lalu.

    “BTC meledak lebih tinggi,” katanya. “Terburu-buru ke ‘uang alternatif’ (BTC dan GOLD) ini menunjukkan beberapa kepanikan seputar memegang USD murni.”

    Keuntungan bulan ini datang, bahkan ketika industri kripto mengalami keruntuhan bank yang ramah kripto, Silvergate dan Silicon Valley Bank, serta kesibukan aktivitas penegakan peraturan. Gempa susulan dari krisis perbankan mengguncang sektor stablecoin di awal bulan, tetapi kripto sebagian besar tidak terpengaruh.

    Volatilitas Kripto

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: OJK Buka Pendaftaran Seleksi Dewan Komisioner Membidangi Aset Kripto

    Stefan Rust, investor kripto dan CEO Truflation, menjelaskan bahwa keuangan tradisional (TradFi) telah mencapai titik kritis. “Tampaknya orang menyadari bahwa krisis perbankan belum benar-benar berakhir,” tulisnya.

    Rust mencatat bahwa keruntuhan bank telah menghilangkan sumber daya berharga bagi investor dan pihak lain yang ingin berpartisipasi dalam ekosistem aset digital dan menyinggung meningkatnya tekanan regulasi di AS yang mungkin menciptakan hambatan bagi pertumbuhan industri. “Banyak yang mencoba menavigasi situasi hidup dan mati dan menemukan celah,” tulisnya.

    Di samping itu, untuk investor institusional, salah satu kekhawatiran terbesar mereka bukanlah “volatilitas pasar seputar Bitcoin” tetapi “volatilitas regulasi dan ketidakpastian regulasi,” kata Ben McMillan, kepala investasi manajer aset kripto IDX Digital Assets.

    Sementara altcoin seperti, Ethereum (ETH), baru-baru ini berpindah tangan pada US$ 1.820, naik 13% di bulan Maret. Di awal bulan, kripto terbesar kedua dalam nilai pasar mencapai US$ 1.861, level tertinggi sejak Agustus 2022.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jumlah Investor Kripto di Indonesia Hampir Tembus 17 Juta Pelanggan

    Industri aset kripto terus bergeliat di tengah situasi makroekonomi global yang tak menentu. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), total jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,99 juta orang hingga Februari 2023. Jumlah tersebut bertambah 13.000 orang dibandingkan pada Januari 2023.

    Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia pun mengalami kenaikan sejak awal tahun 2023. Tercatat pada Februari 2023, nilai transaksi kripto Sebesar Rp 13,8 triliun. Jumlah angka tersebut naik 13,7% dibandingkan Januari 2023 yang hanya sebesar Rp 12,14 triliun. 

    VP Corporate Communication Tokocrypto, Rieka Handayani, mengatakan pasar kripto tengah perlahan bangkit kembali sejak awal tahun ini. Momen ini sangat dimanfaatkan baik oleh investor maupun trader untuk kembali meramaikan pasar, terlebih harga aset kripto tengah mengalami tren meningkat dalam beberapa waktu terakhir. 

    “Ada indikasi peningkatan transaksi. Volume transaksi aset kripto, terutama Bitcoin mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan dimulai awal tahun 2023. Pergerakan kripto saat ini didasari oleh pertumbuhan inflasi AS yang melambat, kenaikan suku bunga hingga krisis perbankan. Market kripto yang positif juga membawa dampak baik untuk Tokocrypto yang mengalami growth untuk trading volume pada Februari 2023 yang naik sebesar lebih dari 14%  dibanding bulan sebelumnya,” kata Rieka.

    “Secara kolektif market kripto kemungkinan besar memiliki potensi untuk bergerak positif dalam jangka panjang. Kenaikan transaksi diperkirakan akan terjadi seiring dengan situasi makroekonomi yang kembali stabil. Untuk itu investor memerlukan strategi yang cermat dan selalu melakukan riset dalam mengambil keputusan investasi aset apa pun.”

    Generasi Muda di Industri Kripto

    Demografi Pelanggan Aset Kripto di Indonesia. Sumber: Bappebti.
    Demografi Pelanggan Aset Kripto di Indonesia. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Daftar 10 Kripto yang Diproyeksikan Berkinerja Baik di Tahun 2023

    Pertumbuhan industri kripto di Indonesia didorong oleh tingginya animo generasi muda yang sudah melek investasi. Berdasarkan data Bappebti, demografi pelanggan aset kripto di Indonesia pada tahun 2022 didominasi oleh generasi muda direntang usia 18-24 tahun (28,2%) dan 25-30 tahun (28,5%). 

    Menariknya, untuk kelompok profesi pelajar/mahasiswa (23,5%) menjadi salah satu yang paling dominan dalam latar belakang investor aset kripto di Tanah Air. Demografi rata-rata nilai transaksi aset kripto pada tahun 2022 pun menunjukan sebesar 64,6% banyak yang bertansaksi di bawah Rp 500.000. Dan transaksi tertinggi di atas lebih dari Rp 100 juta hanya sekitar 4,1%.

    “Kripto adalah jenis investasi yang paling umum untuk milenial, setara dengan saham dan reksadana. Banyak generasi muda melihat peluang untuk mencapai tujuan keuangan yang baik di masa depan melalui kripto. Mereka percaya bahwa akan ada pengembalian return yang besar, di samping risiko yang akan dihadapi. Barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto juga menjadi daya tarik tingginya minat investor muda,” kata Rieka.

    Kenyamanan Investor Kripto

    Baca juga: Women in Web3: Semangat Inspirasi dalam Industri Teknologi Blockchain

    Untuk membuat nyaman investor muda dan generasi lainnya melakukan transaksi perdagangan kripto, Tokocrypto terus meningkatkan pelayanan dan produk. Investor atau trader kini bisa memanfaatkan fitur Price Alert yang telah hadir di platform Tokocrypto. Price Alert adalah fitur pengingat untuk memberi tahu pengguna, ketika harga aset kripto tertentu sudah mencapai target. 

    Jika menggunakan fitur Price Alert, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

    DISCLAIMER: Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cardano Bakal Rilis Upgrade Hydra, Bisa Dorong Harga ADA?

    Cardano telah membuat kemajuan yang stabil untuk mencapai skalabilitas dan pemutakhiran untuk melakukan upgrade Hydra. Perilisan Hydra yang akan datang siap untuk membawa Cardano ke level berikutnya.

    Hydra adalah solusi layer-2 skalabilitas yang memungkinkan pengembang untuk menambahkan smart contract khusus di atas Cardano. Protokol tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan transaksi melalui latensi rendah, throughput tinggi, dan meminimalkan biaya transaksi. Ini juga akan mengatasi keamanan jaringan dan kemampuan skalabilitas.

    Hydra terdiri dari keluarga protokol dan merupakan salah satu komponen kunci dari perjalanan penskalaan layer-2 Cardano di fase Basho. Hydra Head adalah yang pertama dalam rangkaian protokol ini dan memberikan landasan untuk membangun skalabilitas lebih lanjut.

    Upgrade Hydra

    Ilustrasi Cardano. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi Cardano. Sumber: Pixabay.

    Baca juga: Analisis Market: Pasar Kripto Tertekan, tapi Bitcoin Potensi Bullish

    Pengembang Cardano mengadakan pertemuan bulanan, di mana mereka menguraikan kemajuan Hydra Head saat ini dan memamerkan demonya, yang sudah berjalan di mainnet. Dalam sesi tersebut, mereka juga memamerkan peningkatan protokol ke versi 0.9, yang menurutnya telah menerima beberapa perubahan, termasuk penurunan biaya dan peningkatan fitur UX untuk alat “Hydra for Payments.”

    Hydra for Payments adalah alat baru yang diharapkan dapat membuka kekuatan pembayaran mikro di ekosistem Cardano setelah Hydra ditayangkan. Pengembang utama Hydra, Sebastian Nagel mencatat bahwa tujuan mereka adalah membuat fitur pembayaran ini secepat mungkin, meningkatkan kecepatannya di atas Lightning Network dan protokol pembayaran lainnya.

    “Kami ingin memperluas alat yang bersifat umum dan aplikasi referensi yang akan menjadi mainnet dan siap produksi sesegera mungkin. Jadi bagi kami, ini akan menjadi saluran pembayaran seperti gaya dompet kilat, mengirim dan menerima tetapi dengan cepat, ” kata Nagel.

    Sentimen Positif ADA

    Ilustrasi Cardano. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi Cardano. Sumber: Pixabay.

    Baca juga: Harga Ripple (XRP) Melonjak Saat Market Kripto Koreksi

    Sebelumnya, pendiri Cardano, Charles Hoskinson, menyatakan Hydra bisa memfasilitasi hal lain seperti fast finishing, microtransactions, dan micro gorging.

    Meskipun tanggal peluncuran mainnetnya masih belum jelas, kemajuan pengembangan protokol Hydra telah memenuhi harapan yang tinggi, karena keberhasilannya sangat penting untuk pertumbuhan dan adopsi Cardano yang berkelanjutan.

    Selain itu, dengan solusi skalabilitasnya, termasuk yang dibawa oleh Vasil Upgrade, ADA, koin asli untuk jaringan Cardano berada di posisi yang baik untuk melonjak karena lebih banyak pengguna dan proyek di dalam jaringan.

    Saat berita ini dimuat, ADA yang saat ini aset kripto terbesar ketujuh berdasarkan kapitalisasi pasar diperdagangkan pada US$ 0,3772 setelah kenaikan 3,77% dalam tujuh hari terakhir. Khususnya, aset kripto telah pulih lebih dari 55% tahun ini sejak mencapai titik terendah US$ 0,25 pada bulan Desember.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Tertekan, tapi Bitcoin Potensi Bullish

    Pekan ini ada sejumlah sentimen yang mempengaruhi pasar kripto. Mulai dari manajemen sementara FTX mengidentifikasi lebih dari US$ 3,2 miliar dalam pembayaran dan pinjaman yang diberikan perusahaan lain kepada para pendiri dan karyawan utama FTX, termasuk sekitar US$ 2,2 miliar kepada Sam-Bankman Fried. 

    Hal ini tidak membuat pasar kripto dan harga Bitcoin (BTC) mengalami perubahan yang signifikan, investor anggap kabar tersebut sebagai bukti bahwa kasus FTX belum sepenuhnya selesai. Terlebih pada hari Selasa (28/3), Bankman-Fried didakwa atas 13 tuduhan tambahan menyuap pejabat pemerintah China. Dia didakwa atas delapan dakwaan pada bulan Desember, termasuk penipuan dan pencucian uang, dan pada Februari dengan 12 dakwaan lainnya ditambahkan, termasuk sumbangan politik ilegal dan bisnis transfer uang tidak sah. 

    Tim Trader Tokocrypto menganalisis Option Contract perdagangan BTC senilai US$ 4 miliar Akan kadaluarsa pada hari ini Jumat, (31/3). Menurut data Amberdata, Option Contract triwulanan pada platform pertukaran opsi kripto terbesar, Deribit akan berakhir pada hari Jumat. Kontrak ini termasuk opsi panggilan (beli) 81.052 senilai US$ 2,24 miliar dan 60.261 opsi jual senilai US$ 1,73 miliar.

    Menurut Deribit, opsi Bitcoin kedaluwarsa besar terakhir terjadi pada akhir Desember 2022, ketika sekitar 135.000 kontrak berakhir. Meski nilai opsi perdagangan pada Maret ini lebih kecil dibanding Desember kemarin, ini akan memberikan efek penurunan sedikit kemudian akan mengalami penguatan pada triwulan pertama.

    Crypto Heat Map by Coin360

    Berdasarkan Crypto Heat Map, dominasi aset kripto mengalami penurunan harga yang disebabkan terjadinya penolakan harga Bitcoin pada harga US$ 29.000. Setelah menyentuh harga tersebut, Bitcoin kembali mengalami koreksi diikuti altcoin lainnya. Dominasi marketcap Bitcoin juga masih berada pada 45.58%. Tidak jauh berbeda dengan Hari Senin (27/3) dengan dominasi Bitcoin sebesar 45,55%.

    Bitcoin Fear and Greed Index by Alternative.me

    Berdasarkan Bitcoin Fear and Greed Index, saat ini sedang berada pada poin 60 dalam kategori Greed yang artinya pasar kripto dan Bitcoin sedang berada pada penguatan yang terkendali dengan penurunan 4 poin dibanding pada hari Senin (27/3) dengan 64 poin. Dengan adanya penurunan poin ini menandakan bahwa Bitcoin kemungkinan akan mengalami koreksi sedikit. Dengan Fear and Greed index berada pada area 45-60 poin merupakan analisa yang aman untuk melakukan transaksi BTC dalam jangka pendek

    Berikut ini adalah aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan ini.

    Daftar Kripto Bullish

    Bitcoin (BTC)

    BTC/USD Coinbase by Fyqieh Fachrur – TradingView.com

    Baca juga: Bank Indonesia Dorong Pengembangan CBDC di Asia Tenggara

    Bitcoin memiliki potensi kenaikan pada awal kuartal kedua tahun 2023. hal ini didukung dengan adanya kadaluarsa kontrak perdagangan derivatif Bitcoin sebesar US$ 4 miliar di deribit. Dengan kadaluarsanya kontrak ini maka akan memberikan efek yang cukup baik terhadap pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan. Namun perlu diketahui bahwa BTC memiliki resisten harga pada US$ 29.000, sudah tiga kali Bitcoin mencoba menembus harga ini, namun gagal kembali. 

    Support harga Bitcoin berada pada area US$ 25.000. Kemungkinan koreksi masih tetap terjadi, namun secara pergerakan time frame besarnya masih dalam bullish.

    Fantom (FTM)

    FTM/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com

    Fantom berpotensi untuk mengalami bullish secara teknikal dengan sedang membentuk pola bullish flag pattern dengan time frame daily. Namun, FTM belum mengalami konfirmasi breakout dari area teknikal bullish flag pattern

    Titik harga support-nya berada pada harga US$ 0,390 USD dengan potensi harga penurunan 15,2% dengan pembukaan perdagangan hari Jumat (31/3) di harga US$ 0,446. Target penguatan harga FTM dalam waktu beberapa minggu ke depan berada pada harga US$ 0,59 dengan potensi keuntungan 28,47%. 

    Trust Wallet Token (TWT)

    TWT/USD by Fyqieh Fachrur – TradingView.com

    Selama 1 kuartal 2023 mulai bulan Januari hingga Maret, aset kripto TWT mengalami koreksi terus menerus diakibatkan fluktuasi harga pada bulan november lalu, akibat runtuhnya FTX. Banyak para kripto antusias yang membeli dan menyimpan kripto TWT sebagai salah satu produk milik Trust Wallet yang terdesentralisasi. Koreksi yang terjadi memberikan salah satu peluang untuk bisa membeli aset kripto TWT lebih murah.

    Pergerakan harga TWT masih berada pada tren koreksi. Namun, secara RSI indikator menunjukan adanya golden cross. Indikator ini bisa menjadi trigger untuk TWT bisa keluar dari koreksi. Support TWT berada pada harga US$ 1,04. dan dengan target potensi kenaikan sebesar 78,89% di harga US$ 1,89. 

    Dego Finance (DEGO)

    DEGO/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com

    DEGO mengalami penguatan selama tiga hari terkahir disebabkan adanya Dego Finance masuk ke dalam ekosistem Arbitrum. sehingga harga DEGO melesat naik. Dengan masuknya ke ekosistem Arbitrum, maka akan kegunaan token DEGO juga mengalami peningkatan.

    Target kenaikan harga DEGO berada pada US$ 2,55 dengan potensi keuntungan 25,6% dengan harga pembukaan hari Jumat (31/3) di harga US$ 2,02. Potensi ini sangat mungkin mengingat ekosistem Arbitrum yang sangat baik belakangan ini. Support harga DEGO berada pada harga US$ 1,9.

    Nervos (CKB)

    CKB/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com

    Baca juga: Harga Ripple (XRP) dan Shiba Inu (SHIB) Naik, Ini Alasannya

    Ada beberapa support kunci di harga aset kripto CKB seperti pada harga US$ 0,047, US$ 0,04, dan US$ 0,035. Penurunan ini kemungkinan akan terus terjadi hingga bulan Mei 2023 di pasar kripto. Selama kondisi tren bearish seperti ini diharapkan untuk menunggu hingga ke area support kedua pada harga US$ 0,04 untuk melakukan Dollar Cost Averaging (DCA).

    SwipeX (SXP)

    SXP/USD Index by Fyqieh Fachrur – TradingView.com

    SwipeX akan melakukan rebranding nama menjadi Solar dengan kode ticker SXP. Kenaikan lebih dari 71% membuat SXP menjadi aset kripto yang masuk ke dalam watchlist trading para trader. Kenaikan yang tinggi ini juga perlu membuat support sebagai pijakan untuk menembus resistance-nya. Potensi pergerakan support berada pada US$ 0,411 dan US$ 0,368 dengan potensi penurunan hingga 24,5%.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ripple (XRP) dan Shiba Inu (SHIB) Naik, Ini Alasannya

    Aset kripto Ripple (XRP) dan Shiba Inu (SHIB) mendapat berkah kenaikan harga saat reli pasar saat ini. XRP bahkan mencapai level tertinggi tahunan baru pada tanggal 29 Maret lalu dan dapat terus meningkat dalam waktu dekat.

    Mengikuti lonjakan harga yang signifikan di atas US$ 0,49, XRP baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam setahun. Perhatian yang meningkat ini dapat mengakibatkan perubahan harga yang lebih tidak menentu yang disebabkan oleh peningkatan volume perdagangan dan minat arus utama.

    Selama beberapa minggu terakhir, XRP telah menunjukkan kinerja harga yang luar biasa. Sejak 21 Maret, nilainya telah naik 30%. Pemegang XRP mengamati dengan cermat harga aset sekarang karena mendekati level resistensi kritis US$ 0,5.

    Aksi Harga XRP

    Ilustrasi aset kripto XRP.
    Ilustrasi aset kripto XRP.

    Baca juga: Token LINA, INJ, SXP, ALGO Melonjak saat Harga Bitcoin Ditargetkan Naik

    Jika XRP berhasil menembus penghalang utama ini, dapat mengindikasikan bahwa token tersebut mungkin memiliki potensi kenaikan yang lebih besar. Namun, meskipun peningkatan popularitas XRP dan harganya tidak diragukan lagi merupakan kejadian yang menguntungkan, investor harus tetap berhati-hati dan terus memantau indikator teknis penting dan peristiwa terbaru dalam kasus pengadilan Ripple-SEC.

    Di samping itu, sentimen positif XRP juga datang dari Digital Euro Association yang mempresentasikan whitepaper menjelaskan aspek CBDC, privasi, dan interaksinya dengan publik. Ripple , partner resmi DEA, juga terlibat dalam pengembangan laporan tersebut.

    Anthony Ralph, kepala produk dan solusi mata uang digital Ripple, mengomentari makalah tersebut, mengatakan bahwa CBDC dan teknologi blockchain dibangun di atas “menawarkan peningkatan keamanan dan manajemen akses untuk membantu memastikan privasi di berbagai kasus penggunaan yang sedang diterapkan.”

    Dikutip U.Today, kesimpulan utama dari makalah ini adalah bahwa meskipun setiap bank sentral akan memiliki pandangan dan nilai yang berbeda mengenai privasi dalam hal CBDC dan aset digital, standar minimum harus ditegakkan secara global.

    Aksi Harga SHIB

    Ilustrasi aset kripto, Shiba Inu.
    Ilustrasi aset kripto, Shiba Inu.

    Baca juga: Lebih dari 1.200 Bank di Jerman Tawarkan Perdagangan Bitcoin

    Setelah XRP, Shiba Inu mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam transaksi harian. Menurut tweet baru-baru ini oleh penggemar SHIB, Lucie Sasnikova (@LucieSHIB), jumlah penguji Shibarium telah meningkat pesat. Dia membagikan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa jumlah transaksi harian di jaringan Layer 2 Shiba Inu telah melonjak hingga mencapai lebih dari 41.600.

    Sasnikova kemudian bertanya kepada para pengikutnya apakah menurut mereka Shibarium akan mampu mengungguli Base, jaringan Ethereum Layer 2 yang baru saja diperkenalkan oleh pertukaran Coinbase. Waktu blok rata-rata adalah lima detik, jumlah total transaksi hingga saat ini hampir mencapai 110.000, dan jumlah wallet yang berpartisipasi di Shibarium sama dengan 51.781.

    Laju burn rate SHIB melonjak 2.080%, jumlah pembakaran mingguan mendekati miliar dalam 24 jam berkat upaya gabungan dari komunitas Shiba Inu dan peluncuran testnet Shibarium baru-baru ini, sejumlah besar SHIB terus dihancurkan.

    Kali ini, selama beberapa hari terakhir, pasukan SHIB berhasil membakar token meme sebanyak yang ditransfer ke alamat wallet mati dalam seminggu terakhir. Per data yang diberikan pelacak Shibburn, kemarin, total 802.428.808 Shiba Inu telah dihapus dari peredaran dalam enam transaksi. Ini mendorong tingkat pembakaran hingga 2.080%.

    Diantaranya adalah satu transfer yang memindahkan 794.858.822 SHIB ke dompet “inferno”. Seperti yang diulas U.Today sebelumnya, selama sepekan terakhir, komunitas SHIB membakar 834.804.461 SHIB dalam 82 transaksi. Sampai sekarang, per Shibburn, jumlah keseluruhan token SHIB yang dibakar mencapai 410.391.857.902.711, yang menghasilkan hampir setengah dari pasokan satu kuadriliun awal.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Kripto Aptos (APT), Project Blockchain Pesaing Solana yang Viral

    Aset kripto Aptos (APT) berhasil mencuri perhatian industri blockchain saat peluncurannya tiba di pertengahan Oktober 2022. jaringan blockchain Aptos yang digagas oleh beberapa mantan karyawan Meta -sebelumnya Facebook- ini diklaim sebagai saingan Solana.

    Aptos Labs yang merupakan pengembang dari token APT bisa dibilang adalah perusahaan spin-off dari proyek yang telah dibangun sebelumnya oleh Facebook. Aptos berangkat dari gagasan beberapa mantan karyawan Meta yang memelopori stablecoin Libra atau Diem yang gagal.

    So, penasaran dengan keunggulan dan keunikan Aptos (APT)? Simak selengkapnya artikel di bawah ini.

    Aptos (APT)

    Apa Itu Aptos (APT)?

    Kegagalan Meta untuk meluncurkan proyek stablecoin berbasis blockchain Diem telah menyebabkan beberapa karyawannya keluar dan mengembangkan blockchain Layer 1 mereka sendiri. Yang pertama diluncurkan adalah Aptos.

    Aptos adalah blockchain Layer 1 Proof-of-Stake (PoS) dengan throughput tinggi baru yang menggunakan bahasa pemrograman smart contract yang disebut Move. Proyek ini dianggap sebagai penerus teknologi jaringan blockchain Meta yang ditinggalkan, Diem.

    Proyek yang digagas oleh dua mantan insinyur Meta, Mo Shaikh dan Avery Ching memiliki throughput teoretisnya yang dinyatakan 100.000 transaksi per detik, maka dari itu Aptos telah dijuluki sebagai “Solana killer” yang potensial.

    Aptos pertama kali muncul di industri kripto pada bulan Maret lalu, setelah diketahui telah mengumpulkan US$ 200 juta dalam putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura terkenal, Andreessen Horowitz.

    Blockchain Aptos Labs.
    Blockchain Aptos Labs. Foto: Aptos Labs.

    Baca juga: Tingkat Bitcoin Hash Rate Capai ATH Baru di Tengah Crypto Winter

    Pada bulan Juli, pengembang Aptos mengumpulkan US$ 150 juta lagi dengan penilaian pra-valuasi US$ 1,9 miliar dalam putaran pendanaan Seri A yang dipimpin oleh FTX Ventures dan Jump Crypto. Kabarnya valuasinya kini mencapai US$ 4 miliar dalam dua bulan, kemudian dengan peningkatan usaha yang dipimpin oleh Binance Labs.

    Patut digarisbawahi bahwa Aptos melakukan semua ini sebelum meluncurkan blockchainnya, yang hanya ditayangkan di mainnet pada 17 Oktober. Untuk memberi penghargaan kepada pengguna awal testnetnya dan mendistribusikan secara adil alokasi token awal, Aptos mengirimkan 150 token APT (senilai sekitar US$ 1.237 pada peluncuran) ke 110.235 alamat yang memenuhi syarat.

    Per data CoinGecko, Aptos saat ini memiliki kapitalisasi pasar yang sepenuhnya terdilusi sekitar US$ 9,2 miliar meskipun baru diluncurkan beberapa hari yang lalu dengan sedikit aktivitas yang terjadi di jaringan. Di luar asal dan tautannya ke Meta, penilaian proyek telah menimbulkan pertanyaan.

    Apa yang Membuat Aptos (APT) Unik?

    Dari perspektif teknis, kekuatan pendorong di belakang Aptos dapat diringkas menjadi dua hal: Move, bahasa pemrograman berbasis Rust yang dikembangkan secara independen oleh Meta, dan kemampuan pemrosesan transaksi paralel jaringan yang unik.

    Move adalah bahasa pemrograman smart contract baru yang menekankan keamanan dan fleksibilitas yang secara efektif berfungsi sebagai tulang punggung jaringan Aptos. Meskipun, Meta awalnya ingin Move untuk menggerakkan blockchain Diem, bahasa tersebut dirancang untuk menjadi platform-agnostik dengan ambisi untuk berkembang menjadi “JavaScript Web3” dalam hal penggunaan.

    Menggunakan Move, Aptos dibangun untuk secara teoritis mencapai throughput dan skalabilitas transaksi yang tinggi tanpa mengorbankan keamanan. Ini memanfaatkan pendekatan pipelined dan modular untuk tahap kritis pemrosesan transaksi.

    Aptos berbeda dari blockchain lain dalam pendekatan paralel untuk pemrosesan dan eksekusi transaksi, yang berarti bahwa jaringannya memanfaatkan semua sumber daya fisik yang tersedia untuk memproses banyak transaksi secara bersamaan. Ini mengarah ke throughput jaringan dan kecepatan transaksi yang jauh lebih besar, menghasilkan biaya yang jauh lebih rendah dan pengalaman pengguna yang lebih baik bagi pengguna blockchain.

    Tokenomics Aptos Meragukan

    Tokenomics Aptos meragukan.
    Tokenomics Aptos meragukan.

    Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Masuk Jajaran Market Kripto Teratas Global

    Pada 17 Oktober, Aptos memicu kemarahan dalam komunitas kripto ketika meluncurkan blockchain dan tata kelola asli dan token utilitas APT, tanpa terlebih dahulu mengungkapkan total pasokan, distribusi, atau tingkat penerbitannya kepada publik. Setelah harga APT anjlok sekitar 40% pada jam-jam awal perdagangan, Aptos mencoba memperbaiki kesalahannya dan menenangkan kemarahan masyarakat dengan mengungkapkan tokennomics-nya.

    Distribusi Token APT

    Terlepas dari airdrop yang murah hati ke lebih dari 100.000 alamat, langkah menuju transparansi disambut dengan kemarahan yang lebih besar setelah komunitas mengetahui bahwa seluruh pasokan token dialokasikan untuk investor awal dan perusahaan.

    Alih-alih memberikan 51% token yang diduga diberikan kepada komunitas secara langsung, baik melalui airdrops, grants, atau staking rewards, Aptos mengalokasikannya ke Aptos Labs dan Aptos Foundation. Selain itu, menurut salah satu sumber, 82% token di jaringan dipertaruhkan untuk perusahaan dan investor awal yang akan mendapatkan sebagian besar staking reward yang tidak dikenakan penguncian.

    Di luar itu, Aptos saat ini memiliki pasokan yang beredar 130 juta token, total pasokan 1.000.935.772, dan pasokan maksimum yang belum ditutup. Menurut jadwal pasokan token resmi, tingkat inflasi akan mulai dari 7% dan turun 1,5% setiap tahun hingga mencapai tingkat pasokan tahunan sebesar 3,25% (diperkirakan akan memakan waktu lebih dari 50 tahun). Biaya transaksi pada awalnya akan dibakar, meskipun mekanik ini dapat direvisi melalui pemungutan suara tata kelola di masa mendatang.

    Apakah Aptos Bisa ‘Bunuh’ Solana?

    Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Dukung Pembentukan Ekosistem Kripto di Indonesia

    Meskipun berjalan kurang dari seminggu, Aptos telah digembar-gemborkan sebagai “Solana killer” yang potensial. Ini terutama karena throughput yang dinyatakan sebesar 100.000 transaksi per detik. Sebagai perbandingan, Solana hanya dapat menangani sekitar 60.000 — tetapi sering mengalami pemadaman di seluruh jaringan secara teratur.

    Di luar skalabilitas tinggi, Aptos memiliki kesamaan lain dengan Solana, termasuk dukungan modal ventura yang kuat dan pendekatan top-down untuk membangun ekosistem.

    Secara keseluruhan, Solana masih jauh di depan Aptos dalam hal kesehatan ekosistem dan adopsi jaringan. Namun, jika Aptos fokus di bidang teknologi blockchain, maka ia memiliki kesempatan untuk menangkap pangsa pasar yang signifikan dari semua jaringan Layer 1 yang diaktifkan smart contract lainnya.

    Aptos (APT) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Aptos (APT).

    Trading APT/BTC,APT/BUSD dan APT/USDT dapat dilakukan mulai tanggal 20 Oktober 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran APT di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token LINA, INJ, SXP, ALGO Melonjak saat Harga Bitcoin Ditargetkan Naik

    Harga Bitcoin dan altcoin, seperti SXP, ALGO, INJ, LINA dan lainnya rebound pada hari Kamis (30/3) karena investor kembali percaya diri setelah peristiwa krisis perbankan dan pengetatan regulator Amerika Serikat. BTC melonjak ke US$ 28.545 atau sekitar Rp 430 juta, yang merupakan beberapa poin di bawah level tertinggi tahun ini.

    Kembalinya Bitcoin yang kuat telah menyebabkan lompatan besar pada altcoin lainnya. Altcoin token kripto Solar (SXP) melonjak lebih dari 60% dalam 24 jam terakhir, menjadikannya koin dengan kinerja terbaik saat ini di dunia. Token naik setelah Binance setuju untuk mendukung rebranding mainnet Swipe ke Solar.

    Kemudian, token kripto LINA dari Linear Protocol naik 30% dalam 24 jam terakhir. Itu telah melonjak ketika nilai total value locked (TVL) dalam ekosistem melonjak. LINA, yang tokennya memiliki APY lebih dari 30% telah menjadi salah satu hasil terbaik di industri.

    Reli altcoin berlanjut

    Ilustrasi altcoin. Sumber: Analytics Insight.
    Ilustrasi altcoin. Sumber: Analytics Insight.

    Baca juga: Market Watch: Mengapa Bitcoin Naik Hari Ini (30/3)?

    Mask Network, telah meningkat sebesar 18% dalam 24 jam terakhir. Altcoin berkinerja terbaik lainnya adalah Celo, Conflux, Stacks, Injective Protocol, dan Fetch.ai .

    DIkutip Bankless Times, tidak semua altcoin berwarna hijau. Menurut Binance, altcoin dengan kinerja terburuk di industri antara lain adalah OMG Network, PIVX, KMD, dan Cosmos ATOM.

    Harga Bitcoin dan altcoin bertepatan dengan kembalinya saham AS yang kuat. Indeks Dow Jones, Nasdaq 100, dan S&P 500 telah meningkat lebih dari 50 basis poin. Dalam kebanyakan kasus, altcoin ini cenderung memiliki korelasi yang erat satu sama lain.

    Selanjutnya, kenaikan tersebut bertepatan dengan comeback indeks dolar AS (DXY). Indeks DXY naik 0,25% menjadi US$ 102,35. Pada periode yang sama, indeks VIX turun lebih dari 3,35% sementara indeks ketakutan dan keserakahan turun menjadi 40.

    Perkiraan Harga Bitcoin

    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Burger King Mulai Terima Pembayaran Bitcoin dan Kripto

    Grafik 4 jam menunjukkan bahwa harga Bitcoin membuat pemulihan yang kuat setelah jatuh ke level terendah US$ 26.701 minggu ini. Sekarang mendekati level tertinggi tahun ini di US$ 28.885. Koin telah bergerak di atas rata-rata pergerakan 50 periode sementara Relative Strength Index (RSI) telah bergerak di atas level netral 50.

    Oleh karena itu, ada kemungkinan harga Bitcoin akan naik menjadi US$ 30.000 dalam beberapa hari mendatang. Pandangan ini akan terus meningkat jika berhasil bergerak di atas resistensi utama di US$ 28.885. Jika ini terjadi, harga altcoin lain seperti Injective Protocol, Stacks, Conflux, dan Algorand akan terus meningkat.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Watch: Mengapa Bitcoin Naik Hari Ini (30/3)?

    Harga Bitcoin (BTC) telah naik secara drastis selama sebulan terakhir, berkat krisis perbankan yang berkembang pesat dan upaya pemerintah untuk membatasi efek domino yang bisa membuat stabilitas ekonomi global terganggu.

    Tiga bank yang telah gagal sejauh ini di AS, mendorong Federal Reserve meluncurkan program pinjaman darurat untuk membendung kepanikan. Gambaran serupa terlihat jelas di Eropa, dengan otoritas keuangan Swiss terpaksa campur tangan untuk menyelamatkan bank Swiss Credit Suisse dari kebangkrutan.

    Peristiwa krisis perbankan sempat memicu penurunan harga Bitcoin lebih dari 10% hanya dalam seminggu. Namun, harga telah meningkat lebih dari 15% dengan kepercayaan investor pulih setelah pemerintah AS berjanji untuk menutupi utang SVB dan Signature Bank.

    Harga Bitcoin merosot awal pekan ini di tengah berita bahwa Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) telah mengajukan gugatan terhadap salah satu bursa kripto global terbesar, Binance karena secara sengaja menawarkan turunan kripto yang tidak terdaftar. Binance telah membantah tuduhan itu.

    Faktor Bitcoin Naik

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: OJK Buka Pendaftaran Seleksi Dewan Komisioner Membidangi Aset Kripto

    Menariknya, Bitcoin mengabaikan berita tersebut untuk pulih dengan kuat, membukukan keuntungan lebih dari 5% pada satu titik hari ini saja. Dengan tanda tanya yang tersisa atas stabilitas sektor perbankan, Bitcoin dapat manfaat dari arus masuk atau akumulasi ke aset kripto dari investor.

    Investor juga didorong oleh kemungkinan pembalikan kenaikan suku bunga Fed, yang memberikan tekanan ke bawah pada aset berisiko seperti kripto.

    Tim Trader Tokocrypto mengungkap kebangkitan pasar kripto kali ini disebabkan oleh investor yang mulai masuk untuk melakukan akumulasi, setelah Bitcoin turun di bawah level support US$ 27.000. Di samping itu, kenaikan BTC juga dipengaruhi oleh melonjaknya Harga minyak mentah akibat penghentian beberapa ekspor dari Irak, sehingga memunculkan kekhawatiran tentang pasokan yang ketat.

    “Harga minyak mentah yg naik akan membuat The Fed gentar untuk terus menaikkan suku bunga, karena ketika harga minyak turun saja inflasi AS masih 6%, sehigga kesempatan fed menghentikan kenaikan suku bunga lebih besar. Diharapkan The Fed akan mempertahankan sikap hati-hati dalam menaikkan suku bunga karena krisis perbankan dan tekanan perekonomian global yang lebih kuat, disebabkan permintaan minyak yang ketat,” ungkap Tim Trader Tokocrypto.

    Di samping itu, anggota parlemen AS ternyata memberikan dukungan harga BTC. Pada hari Rabu (29/3) , House Financial Services Chair, Patrick McHenry mengumumkan bahwa Ketua SEC, Gary Gensler akan hadir di hadapan subkomite aset digital pada 18 April untuk membahas pembuatan aturan dan pendekatannya terhadap aset digital.

    Ketua SEC telah terbukti sulit dipahami di Capitol Hill. Anggota parlemen AS mengirim surat kepada Gary Gensler pada Maret 2022 yang mempertanyakan pendekatan target SEC terhadap perusahaan kripto. Investor menanggapi berita itu dengan bullish.

    Peningkatan pengawasan terhadap regulator AS akan memberikan BTC dan dukungan pasar kripto yang lebih luas. Selain itu, pengumuman tersebut bertepatan dengan meningkatnya optimisme kemenangan Ripple dalam kasus SEC v Ripple.

    Analisis Teknikal

    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Bitcoin Dominance Raih Level Tertinggi, Tanda Tren Harga BTC Naik?

    Total kapitalisasi pasar kripto pun berada di posisi hijau, naik sebesar 3,80% dalam 24 jam terakhir. Penutupan total market cap pada Kamis (30/3) pagi ini berada pada level US$ 1,199 triliun.

    Bitcoin Fear and Greed Index kembali ditutup pada level 60 dengan kategori Greed. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sentimen pasar kripto kembali terlihat stabil dan masih dalam sentimen bullish.

    Dari analisis teknikal, BTC perlu menghindari pivot US$ 28.082 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 28.911. Pergerakan melewati harga US$ 28.649 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ $29.000.

    Sementara, ETH perlu menghindari pivot di level US$ 1.757 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 1.813. Pengembalian ke US$ 1.800 akan menandakan sesi breakout. Jika reli diperpanjang, bull kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 1.851.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ripple (XRP) Melonjak Saat Market Kripto Koreksi

    Harga aset kripto Ripple (XRP) dilaporkan telah melonjak 27% sejak 21 Maret karena investor semakin yakin dengan keputusan kasus SEC. Kenaikan XRP ini bertolak belakang dengan situasi market kripto yang tengah koreksi, termasuk Bitcoin.

    Kenaikan harga XRP sebagian besar disebabkan oleh tekanan beli di kalangan investor yang mengantisipasi kemungkinan kemenangan dalam kasus Ripple versus US Securities and Exchange Commission (SEC).

    XRP Naik

    Ilustrasi aset kripto XRP.
    Ilustrasi aset kripto XRP.

    Baca juga: Ini Alasan Harga Bitcoin Bisa Capai US$ 30.000

    Harga XRP melonjak ketika Ripple menerbitkan pemberitahuan yang mengutip keputusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini terkait tawaran Binance.US untuk membeli pemberi pinjaman kripto, Voyager Digital yang bangkrut. Hakim dengan tegas menolak klaim SEC untuk melabeli token VGX Voyager sebagai ‘keamanan’ dan BinanceUS, bursa sekuritas yang tidak terdaftar.

    Di tengah lonjakan ini, XRP muncul sebagai salah satu pemenang teratas di antara altcoin dengan arus masuk sebesar US$ 1,2 juta. Token kontroversial, yang terkait dengan perusahaan blockchain Ripple Labs, saat ini diperdagangkan pada US$ 0,48, naik sekitar 6,3% dalam beberapa jam terakhir dan sekitar 24% selama seminggu terakhir.

    Nasib XRP

    Ilustrasi aset kripto XRP.
    Ilustrasi aset kripto XRP.

    Baca juga: Harga Kripto Litecoin (LTC) Melonjak, Salip Kapitalisasi Pasar Shiba Inu

    Seperti yang dilaporkan oleh U.Today, pengacara XRP, John Deaton, menyarankan bahwa harga XRP berpotensi melonjak jika Ripple Labs menang dalam pertarungan hukum yang sedang berlangsung dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

    Keputusan pengadilan yang sangat penting, yang diharapkan dalam beberapa minggu ke depan, dapat memberikan kejelasan yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan XRP di masa depan dan berdampak signifikan pada pasar aset kripto yang lebih luas.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com