Author: 29

  • Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

    Pergerakan market kripto kembali bergairah, pasca diterjang kejadian dari Silvergate Bank, Silicon Valley (SVB) dan USDC. Harga Bitcoin (BTC) sempat turun ke harga US$ 19.600, namun kini, per hari Senin (13/3) pagi telah kembali meraih level US$ 22.000, dengan peningkatan lebih dari 8 persen dalam 24 jam.

    Menurut situs CoinMarketCap, harga Bitcoin mencapai US$ 22.336, naik 8,19% pada Senin (13/3) pukul 11.00 WIB. Sementara, Ethereum bernasib sama mengalami kenaikan harga yang signifikan di posisi US$ 1.595 dengan kenaikan 7,73%.

    Kenaikan agresif ini dipicu oleh sentimen kuat dari regulator keuangan pemerintah AS yang mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Minggu (12/3) untuk menyelamatkan setiap aset deposit terakhir di Silicon Valley Bank (SVB). Menanggapi berita tersebut, Bitcoin dan USDC dengan cepat kembali ke level harga mereka sebelum bank runtuh.

    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

    Stablecoin USDC juga mulai perlahan bangkit pada pasaknya terhadap dolar AS, yang sebelumnya hilang di tengah keruntuhan SVB dan bikin geger market kripto. Harga USDC sempat ​turun menjadi US$ 0,87 setelah Circle penerbitnya mengatakan punya US$ 3,3 miliar dari cadangan token disimpan di SVB.

    Sentimen bull juga semakin kuat terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index, kini Senin (13/3) berada di level 49, kategori Neutral. Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang berada di level Fear dengan angka 33. Kenaikan ini juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau terus melemah di level 104

    Sentimen-sentimen tersebut membuat market kembali bergairah dan banyak perdagangan aksi beli terjadi. Kapitalisasi pasar kripto meroket capai nilai US$ 1 triliun, naik lebih dari 8%.

    Analisis Teknikal

    Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin telah membuat bounce menuju resistance di US$ 22.800, setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Titik support di level US$ 19.891 cukup solid untuk menahan penurunan harga BTC, bahkan berhasil membalikan arah tren dari turun menjadi naik.

    Iustrasi aset kripto Bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Indikator teknis berubah bullish, dengan perkiraan di bawah US$ 23.000. Jika pergerakan harga Bitcoin mampu bertahan untuk bergerak diatas uptrend line, kemungkinan akan kembali retest resistance pada US$ 22.698 dan bila tembus menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji level resistensi di US$ 23.380.

    Sentimen pekan ini harus ramah kripto untuk mendukung reli yang diperpanjang. Diharapkan reaksi pasar positif lebih lanjut terhadap berita regulator AS menyelamatkan deposan SVB.Namun, investor harus terus memantau berita dan pembaruan dari kasus SEC v Ripple yang sedang berlangsung dan melihat respons pasar menjelang laporan CPI dan data inflasi AS pada hari Selasa (14/3).

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

    Stablecoin USDC perlahan tapi pasti pulih kembali pasca terimbas runtuhkan Silicon Valley Bank yang dinyatakan bangkrut. Nilai USDC pada Senin (13/3) pagi mulai mencapai harga US$ 1 lagi, setelah sempat turun drastis sejak akhir pekan lalu.

    USDC dikenal sebagai stablecoin, yang berarti nilai aset tersebut seharusnya dipatok ke mata uang referensi, yakni dolar AS. USDC dirancang untuk diperdagangkan pada nilai US$ 1, tetapi pada akhir pekan lalu turun di bawah 87 sen pada hari Sabtu (11/3), menurut data dari CoinDesk.

    Penurunan nilai atau disebut depeg tersebut disebab oleh perusahaan pengembang USDC, Circle mengungkapkan bahwa mereka memiliki hampir 8% dari cadangan US$ 40 miliar yang disimpan di Silicon Valley Bank (SVB). Seperti yang diketahui, SVB telah dinyatakan bangkrut karena kesulitan likuidasi.

    SVB Bangkrut

    Regulator menutup SVB pada hari Jumat (12/3)dan menyita simpanannya. Peristiwa ini diklaim menjadi kegagalan perbankan AS terbesar sejak krisis keuangan 2008. Ledakan spektakuler perusahaan dimulai Rabu (10/3)malam ketika mengejutkan investor dengan berita bahwa SVB perlu mengumpulkan US$ 2,25 miliar untuk menopang neraca keuangannya. Yang terjadi selanjutnya adalah keruntuhan yang cepat dari bank yang sangat dihormati yang tumbuh bersama klien teknologinya.

    Dalam tweet Jumat, Circle mengatakan memiliki US$ 3,3 miliar sisa cadangan di SVB. Perusahaan menyerukan kelangsungan bank dan mengatakan akan mengikuti panduan dari regulator.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Industri aset kripto masih mengambil bagian setelah keruntuhan tiba-tiba FTX tahun lalu , dan terobosan USDC dengan dolar AS dapat menandakan lebih banyak masalah di masa depan. Stablecoin, seperti bank, rentan untuk dijalankan.

    Jika pemegang USDC ketakutan atau khawatir tidak ada cukup uang cadangan, mereka juga bisa terburu-buru menjual atau menukar koin mereka.

    USDC Bangkit

    Circle menyatakan akan menggunakan sumber daya perusahaan dan “modal eksternal jika perlu” untuk memastikan bahwa USDC dapat ditukarkan dengan Dolar AS. Dalam sebuah posting blog , Circle menulis bahwa perusahaan secara hukum berkewajiban untuk “berdiri di belakang” USDC dan akan menutupi kekurangan apa pun menggunakan sumber daya perusahaan—dan “modal eksternal jika perlu”—untuk memastikan bahwa stablecoin dapat ditebus dengan rasio 1:1 dengan Dolar AS.

    CEO Jeremy Allaire menegaskan kembali komitmen tersebut dalam sebuah utas Twitter. Circle menegaskan kembali klaimnya bahwa USDC dijamin 100% dengan uang tunai dan Departemen Keuangan AS.

    Baca juga: Bappebti: Transaksi BIDR Termasuk Pertukaran Antar Jenis Kripto

    “USDC saat ini dijamin 77% ($32,4 miliar) dengan US Treasury Bills (dengan periode jatuh tempo tiga bulan atau kurang), dan 23% ($9,7 miliar) dengan uang tunai yang disimpan di berbagai institusi, di mana SVB hanya satu,” tulis pernyataan Circle.

    Circle mengatakan 23% sisanya, sekitar US$ 9,7 miliar, dalam bentuk tunai, dan Circle menyetor US$ 5,4 miliar dengan BNY Mellon untuk “mengurangi risiko bank.” Perusahaan mengatakan bahwa Consumer Bank memiliki cadangan US$ 1 miliar lagi dalam USDC, menambahkan bahwa Circle mempertahankan rekening transaksi dan penyelesaian untuk USDC dengan Signature Bank.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penyebab Harga Bitcoin Turun dan Proyeksi Pasar Kripto Hari Ini

    Pasar kripto dan harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan pada hari Jumat (10/3) efek dari kejatuhan Silvergate Bank hingga gugatan regulator AS terhadap KuCoin yang membebani sentimen negatif investor.

    Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin melihat tekanan ke bawah yang berkelanjutan setelah penurunan harga BTC sebesar 5,5% pada 7 Maret. Harga BTC perpantau diperdagangkan pada level US$ 20.097 atau anjlok 7,71% dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/3) pukul 09.40 WIB. Sementara, Ethereum (ETH) juga bernasib sama dengan penurunan 7,33% di level US$ 1.429.

    Dikutip Tim Riset Tokocrypto, mengatakan anjloknya market kripto pekan ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari kebangkitan ketakutan akan inflasi yang tinggi di AS, Silvergate Bank yang likuidasi, transfer BTC yang dilakukan pemerintah AS hingga peraturan kripto yang diperketat.

    “Sinyal kenaikan suku bunga dan ekspektasi pelemahan ekonomi membebani investor untuk bersemangat meramaikan pasar kripto. Sentimen seputar inflasi, memmbuat analisis bahwa AS akan mengalami resesi tajam di beberapa titik di tahun 2023,” jelas analisisnya.

    Banyak Sentimen Buruk

    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

    Baca juga: Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

    Kenaikan suku bunga The Fed yang akan datang adalah bagian terpenting dan teka-teki yang harus dipecahkan oleh investor dan trader kripto sebelum kembali melakukan akumulasi. Ketakutan pun semakin bertambah imbas salah satu bank kripto terbesar, Silvergate Capital harus tutup dan melikuidasi aset dan menghentikan operasionalnya.

    Salah satu yang menyebabkan harga BTC turun juga berasal dari aktivitas mencurigakan terkait transfer aset yang disita dari peretas Silk Road, marketplace darkweb yang telah ditutup paksa FBI pada 2013. Pada Kamis (9/3) lalu beredar kabar wallet kripto yang terkait dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan transfer inflow ke bursa Coinbase sebesar 9.826 BTC senilai US$ 217 juta. Aksi ini memicu kekhawatiran akan aksi jual Bitcoin yang besar dari exchange kripto.

    Pengetatan regulator AS masih membayangi pasar kripto. Terbaru gugatan terhadap exchange kripto, KuCoin perihal perdagangan aset kripto yang menyalahi aturan. Industri aset kripto dan regulator memiliki sejarah panjang yang tidak sejalan baik karena berbagai kesalahpahaman atau ketidakpercayaan atas penggunaan aset digital.

    Berbagai macam sentimen buruk tersebut menimbulkan ketakutan pada pelaku pasar kripto. Bitcoin Fear and Greed Index merosot 10 poin, ditutup pada level 34 dengan kategori Fear. Hal ini menunjukan pasar kripto tidak sedang baik-baik saja yang diselimuti oleh banyak kabar fear, doubt and uncertainty (FUD).

    Analisis Teknikal

    Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

    Dari analisis teknikal, kripto Bitcoin kembali melanjutkan tren negatif. Ada kemungkinan banyaknya sentimen negatif yang bertebaran di pasar kripto BTC akan terus bergerak turun. Harga BTC masihbisa bergerak turun, keluar dari zona apresiasinya.

    Dalam jangka pendek, kemungkinan besar harga BTC akan terus sideways dan retest untuk bertahan di daerah US$ 20,000 atau Rp 308,7 Juta yang merupakan level psikologis terkuatnya atau zona netral antara dorongan beli dan tekanan jual.

    “BTC perlu bergerak melalui pivot US$ 20.768 untuk menargetkan level resistensi di US$ 21.449. Jika reli gagal untuk bergerak melalui pivot akan meninggalkan level support di US$ 19.699,” ungkap analisisnya.

    Investor kripto harus waspada terhadap laporan Pekerjaan AS dan kabar bahwa pemerintah AS berencana untuk menghapus subsidi pajak yang berkaitan dengan transaksi terkait kripto. Dua hal tersebut dapat mendorong Bitcoin menuju level di bawah US$ 19.500.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LEGO dan Epic Games Bangun Tempat Bermain Anak-anak di Metaverse

    LEGO, perusahaan mainan asal Denmark siap berkolaborasi dengan Epic Games untuk menghadirkan dunia virtual atau metaverse sebagai pusat tempat bermain anak-anak. Lego berharap dapat mendiversifikasi portofolio bisnis hiburannya, dengan menargetkan platform metaverse.

    Dalam pernyataan resminya, LEGO sedang bersiap untuk menghadirkan dunia virtual dalam kemitraan dengan Epic Games, perusahaan pengembang game Fortnite, untuk terus meningkatkan pangsa pasar dan pertumbuhannya dengan memasuki pasar digital baru.

    Strategi perusahaan adalah terus berkembang dengan menawarkan produk LEGO di pasar tersebut, membantu pengguna mengenali brand, bahkan secara online. Niels Christiansen, CEO LEGO, berbicara tentang perjalanan yang ditempuh perusahaan untuk mencapai target baru ini.

    “Kami tahu betul cara membenamkan konsumen ke dunia LEGO di toko. Kami bekerja sangat keras untuk menciptakan perasaan masuk ke dunia merek LEGO juga secara digital,” kata Christiansen.

    Fokus pada Ruang Digital dan Metaverse

    Lego dan Epic Games kolaborasi bangun tempat bermain anak-anak di metaverse. Sumber: Epic Games.
    LEGO dan Epic Games kolaborasi bangun tempat bermain anak-anak di metaverse. Sumber: Epic Games.

    Baca juga: Rockstar Games Bakal Luncurkan Game GTA 6 Metaverse dengan Kripto?

    Sementara perusahaan lain perlahan-lahan mengalihkan sumber daya mereka dari inisiatif metaverse, seperti Microsoft dan Tencent, LEGO menggandakan gagasan membangun ruang digital untuk anak-anak.

    Pada bulan April tahun lalu, perusahaan menginvestasikan US$ 2 miliar dalam Epic Games bermitra dengan Sony, dengan gagasan membangun platform metaverse sendiri untuk mendekatkan anak-anak dengan merek tersebut dalam ruang virtual yang aman dan terlindungi yang dirancang khusus untuk mereka.

    Saat itu, Christiansen berbicara tentang kekuatan dorongan digitalisasi perusahaan, dengan menyatakan:

    “Dalam perjalanan digital itu, kami benar-benar meningkatkan dan meningkatkan kemampuan kami, dan kami melakukan sumber daya yang dilakukan oleh konsultan sebelumnya… Hari ini, ini adalah satu-satunya investasi terbesar kami,” jelasnya.

    Digitalisasi

    LEGO tumbuh secara signifikan pada tahun lalu, dengan pendapatan melonjak sebesar 17% dibandingkan tahun 2021, sebagian didorong oleh penjualan yang kuat di Eropa Barat dan Amerika. Penjualan konsumen juga naik 12% selama 2022.

    Lego dan Epic Games kolaborasi bangun tempat bermain anak-anak di metaverse. Sumber: Lego.
    LEGO dan Epic Games kolaborasi bangun tempat bermain anak-anak di metaverse. Sumber: LEGO.

    Baca juga: Rencana Mark Zuckerberg Soal Metaverse Alami Hambatan Besar

    Selain investasi ini, perusahaan telah meningkatkan perekrutan untuk mengembangkan pengalaman digital internal sejak Mei tahun lalu, ketika diberitahukan bahwa mereka bertujuan untuk melipatgandakan jumlah software engineers untuk mengambil pendekatan fisik dan digital, tidak lagi melihat ini. sebagai berbagai bidang bisnisnya.

    Tim Sweeney, CEO & Pendiri, Epic Games berkata:“Grup LEGO telah memikat imajinasi anak-anak dan orang dewasa melalui permainan kreatif selama hampir seabad, dan kami sangat bersemangat untuk bekerja sama membangun ruang di metaverse yang menyenangkan, menghibur, dan dibuat untuk anak-anak dan keluarga.”

    Saat metaverse berkembang, ia membentuk kembali cara orang bertemu, bermain, bekerja, belajar, dan berinteraksi dalam dunia 3D virtual. Grup LEGO dan Epic Games akan menggabungkan pengalaman mereka yang luas untuk memastikan bahwa iterasi internet berikutnya ini dirancang sejak awal dengan mempertimbangkan kesejahteraan anak-anak.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Harga Cardano (ADA) Pasca Raih TVL Tertinggi Sepanjang Masa

    Aset kripto Cardano (ADA) dilaporkan telah mencapai angka Total Value Locked (TVL) tertinggi sepanjang masa sebesar 341 juta ADA. Hal ini menunjukan peningkatan adopsi platform blockchain Cardano yang meluas.

    ADA adalah token yang memperkuat blockchain kinerja tinggi Cardano yang mendukung kontrak pintar yang dipandang sebagai saingan blockchain Ethereum.

    Dikutip Cryptonews, ekosistem Cardano mendapat dorongan awal tahun ini setelah peluncuran stablecoin algoritmik Djed, yang telah membuka kemungkinan yield farming hasil baru di ekosistem Cardano DeFi. Pasokan Djed yang beredar sudah sekitar 2,1 juta, sedangkan protokol memiliki rasio cadangan 471%, menurut situs web proyek.

    Nilai TVL Cardano

    Terlepas dari kenaikan baru-baru ini dalam nilai TVL Cardano (ADA), penurunan signifikan dalam harga ADA/USD dalam beberapa minggu terakhir membuat TVL dalam denominasi USD pada blockchain Cardano tetap jauh di bawah level tertinggi awal tahun 2022.

    Cardano (ADA) dilaporkan telah mencapai angka Total Value Locked (TVL) tertinggi sepanjang masa sebesar 341 juta ADA. Sumber: DefiLlama.
    Cardano (ADA) dilaporkan telah mencapai angka Total Value Locked (TVL) tertinggi sepanjang masa sebesar 341 juta ADA. Sumber: DefiLlama.

    Baca juga: Penyebab Harga Bitcoin Turun dan Proyeksi Pasar Kripto Hari Ini

    TVL Cardano tertinggi yang pernah dilihat adalah lebih dari US$ 430 juta sekitar 12 bulan yang lalu. Saat itu, harga Cardano mendekati US$ 3 per token.

    Pada saat penulisan, ADA/USD berpindah tangan tepat di atas US$ 0,31, turun sekitar 90% dari tertinggi sepanjang masa, dan turun 25% sejak menemukan resistensi kuat di area US$ 0,42 pada awal Februari.

    Penurunan agresif ADA dalam beberapa minggu terakhir terjadi di tengah pelemahan pasar kripto yang lebih luas sebagai akibat dari penguatan dolar AS, imbal hasil AS, dan kelemahan ekuitas karena para investor memperkirakan prospek pengetatan kebijakan The Fed yang lebih hawkish untuk tahun ini.

    Kekhawatiran khusus kripto juga melanda pasar, seperti kejatuhan baru-baru ini dari Silvergate Capital, bank yang ramah kripto dan kegelisahan yang terus berlanjut tentang tindakan keras peraturan di AS.

    Proyeksi Cardano (ADA)

    Penurunan Cardano minggu ini berarti kripto tersebut telah jatuh di bawah semua rata-rata pergerakan utamanya. Selain itu, pasar kripto sekarang tampaknya berada dalam tren turun hingga Juni 2023.

    Grafik harga bulanan BTC/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga bulanan BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Burn Rate Shiba Inu (SHIB) Naik 840%, Apa Dampak Terhadap Harganya?

    Kegagalan ADA/USD untuk menembus secara meyakinkan di atas 200-Day Moving Average bulan lalu adalah tanda lain bahwa tidak ada momentum yang cukup untuk perubahan positif yang signifikan dalam prospek harga jangka pendek.

    Secara teknis, prospek ADA tidak terlihat bagus dalam waktu dekat, dengan fallback di bawah US$ 0,30 terlihat sangat mungkin terjadi. Itu akan membuka pintu untuk penurunan kembali ke posisi terendah akhir 2022 di area US$ 0,24, penurunan 24% lebih lanjut dari level saat ini.

    Namun, mengingat Relative Strength Index (RSI) 14-day mendekati wilayah oversold, kemungkinan tidak akan menjadi garis lurus lebih rendah seperti yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Prospek jangka pendek Cardano terlihat lemah, dengan risiko kerugian jangka pendek lebih lanjut yang signifikan.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

    Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin telah melakukan penjualan besar-besaran, menukar token kripto senilai hampir US$ 700.000 atau sekitar Rp 10,8 miliar yang sebelumnya dikirimkan kepadanya untuk Ethereum (ETH).

    Menurut Etherscan, wallet milik Buterin pada 7 Maret 2023 membongkar 500 triliun SHIKOKU (SHIK) untuk 380,3 ETH (US$ 595.448), hampir 10 miliar Cult DAO (CULT) untuk 58,1 ETH (US$ 91.021), dan 50 miliar Mops (MOPS) untuk 1,25 ETH (US$ 1.950).

    Karena likuiditas token yang rendah, penjualan memiliki pengaruh besar pada harga mereka. Penurunan harga terbesar dari token adalah SHIK, yang mencatat penurunan 86% setelah penjualan Buterin menurut data CoinMarketCap.

    Buterin mengonfirmasi bahwa dia memiliki wallet tersebut dalam tweet tahun 2018 setelah dia dituduh menimbun 75% pasokan Ethereum dengan sesama pendiri Ethereum, Joe Lubin selama penjualan pra-penambangan token.

    Motif Buterin

    Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Beberapa dalam komunitas kripto berbagi rasa frustrasi mereka pada keputusan Buterin untuk menjual sejumlah shitcoin, mengingat efeknya yang sangat besar pada token. Beberapa pengguna kripto mempertanyakan motif di balik aksi jual Vitalik baru-baru ini.

    Beberapa pengguna kripto percaya Vitalik menjual shitcoin untuk menghindari tanggung jawab pajak penghasilan. Ada berbagai spekulasi mengenai tujuan Vitalik menjual token. Sebagian dari komunitas kripto menganggap aksi jual itu karena situasi bear market.

    Hal yang paling kuat adalah dugaan motif yang percaya vitalik melepas token untuk membebaskan dirinya dari tanggung jawab pajak penghasilan yang mereka tarik. Banyak yang menyarankan itu dimotivasi oleh implikasi pajak dari menerima airdrops, yang dikenakan pajak penghasilan di sebagian besar negara.

    Tradisi Kripto

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Watch: Aset Kripto Stagnan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Gerak

    Ada kepercayaan di antara pengguna kripto bahwa para pendiri di industri ini, terutama proyek yang lebih kecil mempertahankan kebiasaan mengirimkan koin project ke Vitalik. Beberapa pengguna yang menanggapi aksi jual mengungkap para pendiri tersebut.

    Seorang responden mempertanyakan logika di balik tindakan semacam itu, mencatat bahwa Vitalik juga dapat memilih untuk membodohi token kripto yang didapatnya gratis seperti itu, bisa dijual ketika proyek tersebut mulai berkembang.

    Selain Mops, harga semua token lain yang dibuang oleh Vitalik mengalami penurunan sementara. Kultus turun lebih dari 8%, Shik hampir 70%, dan BITE lebih dari 6%. Dalam kasus Mops, harga naik 85%, dan terus melonjak, mencapai keuntungan 216% yang mengesankan dalam 24 jam. Terlepas dari aksi jual oleh Vitalik, token tersebut tampaknya mendapat manfaat dari perhatian yang dihasilkannya.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal The Fed Naikkan Suku Bunga Tinggi, Investor Kripto Harus Siap

    The Fed bakal menaikkan suku bunga baru pada 22 Maret nanti, dan investor kripto dapat menggunakan strategi penghindaran risiko untuk menghasilkan keuntungan. Kebijakan The Fed sangat mempengaruhi pergerakan market kripto.

    Suka atau tidak suka, bagi investor kripto, kebijakan Federal Reserve AS tentang kenaikan suku bunga dan inflasi yang tinggi adalah satu-satunya ukuran yang paling relevan untuk mengukur permintaan aset berisiko. Dengan meningkatkan biaya modal, Fed meningkatkan profitabilitas instrumen pendapatan tetap, tetapi ini merugikan pasar saham, real estat, komoditas, dan aset kripto.

    Salah satu aspek positif dari pertemuan Fed adalah bahwa pertemuan tersebut dijadwalkan jauh sebelumnya, jadi investor kripto dapat mempersiapkannya. Keputusan kebijakan Federal Reserve secara historis menyebabkan volatilitas intraday ekstrim dalam aset berisiko, namun investor dapat menggunakan instrumen derivatif untuk menghasilkan hasil yang optimal karena Fed menyesuaikan suku bunga.

    Tantangan

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Tantangan lain bagi para investor dan trader adalah mereka menghadapi tekanan dari Bitcoin yang sangat berkorelasi dengan ekuitas. Misalnya, koefisien korelasi 50-day versus kontrak berjangka S&P 500 telah berjalan di atas 70% sejak 7 Februari. Meskipun tidak menyatakan sebab dan akibat, terbukti bahwa investor aset kripto sedang menunggu arah pasar tradisional.

    Investor menyadari bahwa Fed kehabisan pilihan untuk mengekang inflasi. Dengan menaikkan suku bunga lebih jauh, hal itu dapat menyebabkan pembayaran utang pemerintah AS lepas kendali dan akhirnya melampaui US$ 1 triliun per tahun. Ini menciptakan insentif yang sangat besar bagi bulls Bitcoin, tetapi kehati-hatian yang ekstrim diperlukan oleh mereka yang bersedia melakukan perdagangan berdasarkan kenaikan suku bunga.

    Pengambil risiko dapat mengambil manfaat dari membeli kontrak berjangka Bitcoin untuk meningkatkan posisi mereka, tetapi mereka juga dapat dilikuidasi, jika pergerakan harga negatif yang tiba-tiba terjadi menjelang keputusan The Fed pada 22 Maret.

    Belum Stabil

    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Kripto Tertekan, The Fed Mau Naikan Suku Bunga Lebih Tinggi?

    Bitcoin (BTC) jatuh ke posisi terendah tiga minggu pada 8 Maret karena data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dari Amerika Serikat mengurangi aset berisiko. Statistik ketenagakerjaan meningkatkan sikap hawkish The Fed dan membuat harga BTC turun.

    Peristiwa makro menawarkan hasil yang beragam dalam hal menggerakkan pasar kripto. Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, di hadapan Kongres AS sehari sebelumnya gagal memicu reaksi, tetapi data pekerjaan pada hari itu membuat suasana hati menurun.

    Angka ketenagakerjaan “panas” seperti itu secara tradisional meresahkan aset berisiko karena menyiratkan bahwa Fed memiliki lebih banyak kelonggaran untuk menjaga kondisi keuangan lebih ketat lebih lama.

    Perkiraan seberapa jauh The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya pada 22 Maret membuktikan meningkatnya ketidakpastian atas penurunan inflasi. Di samping itu, Indeks Dolar AS (DXY) juga menyimpan potensi kejutan yang tidak diinginkan untuk kenaikan Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Kripto Silvergate Capital Dilikuidasi, Harga Bitcoin Turun

    Silvergate Capital, salah satu bank terbesar di industri kripto, mengumumkan pada Rabu (8/3) bahwa mereka akan menghentikan operasi dan melikuidasi banknya secara sukarela. Silvergate Bank juga akan menghentikan Silvergate Exchange Network (SEN), yang diumumkan sebelumnya pada 3 Maret 2023 di situs webnya.

    “Mengingat perkembangan industri dan peraturan baru-baru ini, Silvergate percaya bahwa penghentian operasi Bank secara tertib dan likuidasi sukarela Bank adalah jalan terbaik ke depan,” tulis pernyataan manajemen Silvergate Capital dalam siaran persnya.

    Silvergate adalah salah satu dari dua bank utama untuk perusahaan kripto, bersama dengan Signature Bank yang berbasis di New York. Silvergate memiliki aset lebih dari US$ 11 miliar, dibandingkan dengan US$ 114 miliar yang dimiliki di Signature. FTX, bursa kripto yang baru-baru ini bangkrut, adalah pelanggan utama Silvergate.

    Likuidasi Bank

    Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

    Semua simpanan akan dilunasi sepenuhnya, menurut rencana likuidasi yang dibagikan pada hari Rabu. Perusahaan tidak mengatakan bagaimana rencananya untuk menyelesaikan klaim terhadap bisnisnya.

    Likuidasi terjadi kurang dari seminggu setelah Silvergate menghentikan platform pembayarannya yang dikenal sebagai Silvergate Exchange Network atau SEN, yang dianggap sebagai salah satu bisnis intinya.

    Sebagai bagian dari pengumuman likuidasi, Silvergate mengklarifikasi bahwa semua layanan terkait simpanan lainnya tetap beroperasi saat perusahaan ditutup. Pelanggan akan diberi tahu jika ada perubahan lebih lanjut.

    Silvergate mengatakan minggu lalu akan menunda pengajuan laporan 10-K tahunannya untuk tahun 2022 sambil menyelesaikan “kelayakan” bisnisnya. Perusahaan mengungkapkan bahwa pengajuan yang tertunda sebagian karena tindakan keras peraturan yang akan segera terjadi, termasuk penyelidikan yang sudah dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS.

    Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Pangsa Pasar Stablecoin Tether USDT Naik ke Level Tertinggi

    Bersamaan dengan pengumuman likuidasi bank kripto Silvergate, harga Bitcoin (BTC) juga masuk dalam fese bearish lebih lanjut.Pada hari Rabu, bitcoin (BTC) turun sebesar 2,23%. Menyusul penurunan 0,87% pada hari Selasa (7/3), BTC mengakhiri hari di US$ 21.713. BTC menutup hari itu dengan sub-$22.000 untuk pertama kalinya sejak 13 Februari.

    BTC harus bergerak melalui pivot US$ 21.874 untuk menargetkan level resistensi pertama (R1) di US$ 22.130 dan tertinggi di US$ 22.291. Pengembalian ke US$ 22.000 akan menandakan sesi bullish. Indikator ekonomi AS harus ramah kripto untuk mendukung reli yang diperpanjang.

    Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji level resistensi utama kedua (R2) di US$ 22.546 dan resistensi di US$ 23.000. Level resistensi utama ketiga (R3) berada di US$ 23.218.

    Sementara, kegagalan untuk bergerak melalui pivot akan meninggalkan level support utama pertama (S1) di US$ 21.458 dalam permainan. Namun, kecuali aksi jual kripto yang dipicu peristiwa kripto, BTC harus menghindari sub-$21.000. Level support utama kedua (S2) di US$ 21.202 seharusnya membatasi penurunan. Level support utama ketiga (S3) berada di US$ 20.530.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Semakin banyak perempuan yang terlibat dalam industri blockchain. Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) 2023, kami membuat artikel tentang perempuan di industri blockchain dan kripto. Menurut riset Blockchain Council, dalam dua tahun terakhir, jumlah perempuan yang bekerja di sektor blockchain meningkat dari 8% menjadi 12%.

    Sektor blockchain dan kripto juga menarik banyak perempuan, karena menawarkan hal baru yang tak lagi didominasi laki-laki. Saat ini, perempuan memiliki peran vital dalam perkembangan teknologi blockchain sejak pertama kali dikembangkan. Mereka juga berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan blockchain dan mencapai tingkat kesuksesan yang luar biasa.

    Dengan lebih banyak perempuan yang berhasil dalam profesi baru di bidang blockchain dan kripto, seperti developer, investor, trader, analis, dan lainnya dapat membuat industri berubah menjadi lebih baik.

    Perempuan dan Blockchain

    Juliana Soetjahja - IT Project Manager di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Juliana Soetjahja – IT Project Manager di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Kecintaannya pada bidang teknologi membawa Juliana Soetjahja akhirnya berlabuh menggeluti bidang blockchain dan kripto dalam dua tahun terakhir. Perempuan yang akrab disapa Juju ini merupakan IT Project Manager di Tokocrypto.

    Saat ini Juliana adalah perempuan satu-satunya di divisi Product & Technology Tokocrypto. Ia terlibat dalam pengembangan produk dan teknologi Tokocrypto, salah satu bursa kripto terbesar di Indonesia.

    Bekerja di bidang yang didominasi oleh laki-laki tidak membuat Juliana merasa kurang percaya diri. Ia bercerita hambatan atau kesulitan dalam pekerjaannya bisa mudah diatasi berkat kerja sama tim yang saling mendukung.

    Teamwork dan environment team yang sangat mendukung. Temen-temen di team product dan tech terutama sangat membantu dan membimbing saya untuk selalu terus berkembang,” ungkap Juju.

    Juju pertama kali bekerja di Tokocrypto sebagai freelance sejak tahun 2021. Ia pun mengakui kesenangnya menggeluti bidang blockchain dan kripto yang terkenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.

    “Kalau teknologi senangnya karena bisa selalu up to date, terus jadi kaya berasa ngikutin zaman yang terus berubah. Sama ngebuat kita untuk mau terus belajar dan update dengan hal-hal baru. Untuk kripto sendiri, tertariknya karena yang awalnya seperti cuman hanya koin saja. Ternyata juga banyak hal lain yang bisa dipelajari seperti NFT, launchpad dan lain sebagainya, kata perempuan kelahiran Sumenep, Madura.

    Peluang Karir

    Ilustrasi perempuan dan NFT.
    Ilustrasi perempuan dan NFT. Foto: Somag News.

    Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial

    Dunia kripto —smart contract, NFT, dan keuangan terdesentralisasi (DeFi)— yang didukung oleh teknologi blockchain memberi arti baru pada dominasi laki-laki. Ada tingginya minat pada perempuan di sektor kripto dapat dijelaskan dengan peluang karir besar.

    Bagaimanapun orang melihat pasar kripto ini adalah sektor ekonomi yang dinamis dan semakin penting. Sektor di mana perempuan seharusnya memainkan peran yang jauh lebih besar.

    Meningkatkan kesetaraan gender di dunia kripto tidak hanya akan membuka peluang karir baru bagi perempuan, tetapi juga akan membawa perubahan positif pada budaya kripto dan meningkatkan inovasinya.

    “Harus selalu ingin tahu dan belajar banyak karena perkembangan teknologi cukup cepat. Dan juga terutama di environment-nya dikarenakan kebanyakan laki-laki. Tetap semangat dan jangan takut untuk selalu meraih cita-cita. Dan kita (perempuan) juga bisa sama kuatnya dengan laki-laki,” pesan Juliana untuk perempuan yang ingin menggeluti profesi di bidang blockchain dan kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk Ingin Twitter Jadi Lembaga Keuangan, Libatkan Kripto?

    Pemilik Twitter, Elon Musk mengatakan ambisinya untuk membuat platform media sosial itu sebagai lembaga keuangan terbesar di dunia. Pernyataan Musk tersebut disampaikan selama konferensi pada 7 Maret dan sedikit bicara soal tujuan Twitter jadi layanan pembayaran terkemuka.

    Dikutip CryptoSlate, Musk ingin Twitter menjadi platform layanan pembayaran. Dalam sebuah wawancara dengan eksekutif Morgan Stanley Michael Grimes, Musk berkata:

    “Saya pikir menjadi lembaga keuangan terbesar di dunia adalah mungkin, hanya dengan menyediakan opsi pembayaran yang nyaman bagi orang-orang.”

    Musk menambahkan bahwa dia ingin menawarkan “pengalaman keuangan yang kuat” yang lebih unggul dari PayPal, menggemakan komentar yang dia buat pada akhir tahun 2022 tentang Twitter menjadi aplikasi all-in-one.

    Libatkan Kripto?

    Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.
    Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.

    Baca juga: Market Kripto Tertekan, The Fed Mau Naikan Suku Bunga Lebih Tinggi?

    Musk tidak menyatakan apakah fitur pembayaran Twitter mungkin melibatkan kripto. Namun, sebelum akuisisi Twitter oleh Musk, dia diharapkan untuk memperkenalkan berbagai fitur cryptocurrency. Pada April 2022, dia mengisyaratkan : “Mungkin opsi untuk membayar di Doge?”

    Kemudian, pada September 2022, pesan yang bocor mengungkapkan bahwa Musk secara singkat mempertimbangkan integrasi blockchain yang lebih dalam dengan penyimpanan pesan on-chain dan transaksi mikro. Namun, karena rencananya untuk membeli Twitter berkembang, Musk meninggalkan rencana untuk mengintegrasikan cryptocurrency dan memutuskan bahwa Twitter berbasis blockchain “tidak mungkin.”

    Musk baru-baru ini menyinggung sikapnya yang tidak konsisten terhadap cryptocurrency. Pada 3 Maret, dia men-tweet: “Saya dulu di kripto, tapi sekarang saya tertarik pada AI.” Terlepas dari nada cuitannya, nilai Dogecoin (DOGE) turun 7,5% dalam satu jam.

    Meskipun Musk belum mengintegrasikan kripto dengan Twiter, platform tersebut memperkenalkan fitur-fitur kecil — seperti dukungan NFT dan tip ETH — sebelum kedatangannya pada Oktober 2022.

    Musk Menjauh dari Kripto

    Baca juga: 5 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Maret 2023

    Bersamaan kabar ambisi Twitter jadi platform layanan pembayaran, Musk juga diisukan tengah menjauh dari ruang kripto. Pria miliarder itu pada Jumat (3/3) lalu mengejutkan para pengikutnya dengan mengatakan dia sekarang mengalihkan perhatiannya ke kecerdasan buatan.

    “Saya dulu di kripto, tapi sekarang saya tertarik pada AI,” tweet miliarder itu, langsung menjatuhkan harga Dogecoin (DOGE).

    Musk telah menjadi salah satu pendukung Dogecoin yang lebih vokal, sering memengaruhi harganya dengan tweet-nya di masa lalu. Pada Februari lalu, Dogecoin hanya memiliki dampak bullish singkat, karena dengan cepat tergelincir lebih jauh ke bawah.





    Sumber : news.tokocrypto.com