Author: 29

  • Ekosistem Blockchain & Aset Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

    Melihat perkembangan ekosistem blockchain, web3 dan aset kripto di Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Dua sektor industri yang saling berkaitan itu memiliki perkembangan yang masif dan punya potensi besar di masa depan.

    Dalam rangkaian Bulan Literasi Kripto 2023 ini, tidak ada salahnya kita melihat perkembangan dan potensi dari ekosistem blockchain dan juga aset kripto. Dalam sektor kripto yang dipandang sebagai instrumen investasi dan perdagangan, tentu setiap tahunnya mengalami perkembang terus menerus.

    Pertanyaannya adalah, apakah ekosistem yang mendukung investasi aset kripto, seperti blockchain dan web3 juga mengalami hal yang sama?

    Potensi Ekonomi Blockchain

    Industri blockchain di Indonesia terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Proyeksi potensi ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak main-main.

    Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Teknologi blockchain bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan naik pesat 8 kali lipat pada tahun 2030.

    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.

    Baca juga: Menakar Bisakah Indonesia Jadi Crypto Hub Dunia?

    Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersama dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030. Angka itu bisa mencapai 18 persen dari total PDB Nasional.

    Riset PwC bahkan mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan dan kesehatan akan paling banyak diuntungkan.

    Blockchain dan Web3 Jadi Primadona

    Di tengah bear market kripto yang menghantam di sepanjang tahun 2022, ada hal yang perlu dicatat terkait kemajuan ekosistem blockchain di Indonesia. Dari sisi pelaku usaha yang mulai memasuki bisnis di sektor blockchain, ada pertumbuhan yang signifikan.

    Laporan Indonesia Crypto Outlook 2022 mencatat data terakhir yang dihimpun dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terdapat 569 perusahaan atau startup terdaftar di sistem Online Single Submission (OSS) yang masuk dalam kategori “Aktivitas Pengembangan Teknologi Blockchain” dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Industri (KBLI) 62014.

    Jumlah kategori dalam landscape pertumbuhan industri blockchain di Indonesia semakin bertambah. Jumlahnya pun naik dua kali lipat dari hanya 6 kategori pada tahun 2021 menjadi 12 di tahun 2022, artinya ada bukti bahwa ekosistem blockchain di Indonesia alami peningkatan.

    Indonesia Web3 Landscape 2022. Sumber: Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) dan Indonesia Crypto Network (ICN).
    Indonesia Web3 Landscape 2022. Sumber: Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) dan Indonesia Crypto Network (ICN).

    Baca juga: Industri Kripto dan Blockchain Tetap Jadi Incaran Venture Capital

    Ada enam kategori baru yang muncul dalam laporan tersebut adalah infrastructure, digital asset/DAPPS, community & ecosystem, active protocols, token, funds, NFT & Metaverse, dan Web3 gaming. Bertambahnya kategori ini tidak lepas dari munculnya berbagai inovasi dan tren baru di industri blockchain yang memiliki potensi.

    Hadirnya Rupiah Digital

    Salah satu momen yang paling membanggakan dari adopsi blockchain di Indonesia adalah keputusan Bank Indonesia (BI) yang akan menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT).

    Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis, yakni Digital Rupiah wholesale (w-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbatas dan hanya didistribusikan menggunakan blockchain untuk melayani transaksi wholesale, dan Digital Rupiah ritel (r-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan untuk transaksi ritel.

    Rupiah Digital merupakan alat pembayaran yang sah seperti halnya mata uang fiat dalam bentuk kertas maupun logam. Salah satu keunggulannya adalah nantinya bisa digunakan untuk membayar belanja hingga membeli rumah di dunia virtual atau metaverse.

    “Rupiah digital bisa untuk beli sepatu, bisa untuk beli rumah, mobil, dan untuk beli barang di metaverse. Bedanya dengan uang kertas, saat ini itu tidak bisa digunakan untuk membeli di metaverse,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Senin, 5 Desember 2022.

    Potensi NFT Indonesia

    Ilustrasi NFT.
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

    Saat market kripto alami koreksi pada awal tahun 2022, ada secercah harapan datang dari perkembangan Non-Fungible Token (NFT). Pasar NFT Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam peta industri NFT global. Sebuah perusahaan riset Research and Markets mengeluarkan prediksi nilai pasar NFT Indonesia bisa capai lebih dari Rp 200 triliun di tahun 2028.

    Firma Research and Markets memprediksi industri NFT di Tanah Air diperkirakan akan tumbuh sebesar 50,8% secara tahunan hingga mencapai US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 lalu. Kemudian dalam jangka panjang, diproyeksikan akan tumbuh dengan stabil dan mencatat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 35,8% selama 2022-2028. Nilai Pembelanjaan NFT di Indonesia akan meningkat dari US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 menjadi US$ 13.394 miliar atau sekitar Rp 200 triliun pada tahun 2028.

    Ekonomi digital Indonesia menurut Research and Markets tengah mengarah ke Web3, Metaverse, dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Akibatnya, konten kreator dari semua lapisan masyarakat menggunakan momentum yang berkembang untuk memasuki ruang kreatif industri digital yang baru tumbuh ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Cloud dan Tezos Bermitra Kembangkan Teknologi Web3

    Google Cloud telah bermitra dengan Tezos Foundation untuk mengembangkan aplikasi web3 dan menyediakan layanan baru bagi pelanggannya. Pengumuman kerja sama ini juga mendorong harga aset kripto Tezos (XTZ) melonjak.

    Dalam pengumuman kolaborasi terbaru, disebutkan Google Cloud akan menjadi validator di jaringan blockchain Tezos. Kemudian, Tezos akan membantu pelanggan korporat Google Cloud menerapkan node Tezos untuk mendukung inovasi web3 di blockchain-nya.

    Program baru Tezos ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pelanggan Google Cloud yang ingin membangun aplikasi Web3 dengan penerapan node dan pengindeks yang mudah di jaringan blockchain mereka, serta memudahkan perusahaan dan pengembang untuk menghosting dan menerapkan node.

    “Tezos sebagai sebuah ekosistem telah membangun reputasi dalam orientasi institusional dan B2B,” kata Mason Edwards, Chief Commercial Officer Tezos Foundation dikutip TechCrunch. “Ini akan memungkinkan kami untuk bergabung dengan institusi dan bahkan lebih masif ke dalam ruang ini. Ini akan menjadi bahan bakar semangat mendukung inovasi web3.”

    Kemitraan Strategis

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.
    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Risalah The Fed Bikin Market Kripto Tertahan, Kinerja Bitcoin Tak Optimal

    Tezos juga melihat kemitraan ini sebagai “sinyal yang sangat kuat” bagi komunitas pengembang untuk memiliki platform infrastruktur besar seperti Google Cloud, tambah Edwards.

    “Pengembang dan perusahaan Web3 mencari alat dan infrastruktur pengembang yang disempurnakan yang dapat membantu mempercepat jadwal produk mereka,” kata James Tromans, direktur teknik untuk web3 Google Cloud. “Pengembang mengetahui nilai teknologi hebat, dan kami melihat peluang untuk memberikan penawaran berbeda yang dibangun di atas fondasi yang juga mendukung banyak produk dan layanan yang ingin dibangun oleh pengembang blockchain.”

    Salah satu contoh bagaimana Google Cloud mencoba mengatasinya adalah melalui Blockchain Node Engine di Ethereum, layanan node khusus yang memanfaatkan Google Cloud untuk pengembangan aplikasi berbasis blockchain, ungkap Tromans.

    “Lebih banyak perusahaan, baik besar maupun kecil, juga ingin berpartisipasi secara on-chain,” kata Tromans. “Mereka menginginkan kemampuan membaca dan menulis on-chain untuk menerapkan aplikasi berbasis blockchain.”

    Perkembangan Tezos

    logo tezos
    Ilustrasi aset kripto Tezos. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Fresh Graduate Harus Tahu Skill Paling Dibutuhkan di Industri Blockchain

    Tezos adalah blockchain proof-of-stake open source yang memiliki lebih dari 2,3 juta akun yang didanai di 158,6 juta total transaksi, menurut situs webnya. Itu juga bermitra dan membangun dengan merek dan perusahaan besar seperti Manchester United, McLaren dan Société Générale, antara lain.

    Bulan lalu, Tezos bermitra dengan California DMV untuk membantu agensi mendigitalkan judul mobil dan menempatkan transfer judul pada blockchain pribadi yang dibangun Tezos untuk merampingkan operasi.

    “Lembaga memperhatikan dan menyadari ini akan menjadi ruang untuk disrupsi; apakah Anda seorang pengecer yang peduli dengan program loyalitas atau keterlibatan konsumen atau institusi besar, blockchain akan mengganggu sebagian industri Anda, ”kata Edwards.

    Menyusul pengumuman kemitraan dengan Google Cloud, XTZ, token asli Tezos, melonjak 14% dari US$ 1,19 menjadi US$ 1,36 dalam hitungan jam. Pada saat penulisan, XTZ diperdagangkan pada US$ 1,43 dengan kapitalisasi pasar US$ 1,1 miliar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tips Investasi Aset Kripto yang Aman Bagi Pemula

    Investasi aset kripto telah booming di Indonesia. Tercatat dari data Bappebti hingga akhir tahun 2022, jumlah investor aset kripto di dalam negeri mencapai 16,7 juta, naik dibandingkan tahun 2021 yang hanya 11,2 juta.

    Peningkatan jumlah investor ini juga membuat masyarakat Indonesia yang belum melirik aset kripto sebagai salah satu portofolio investasinya menjadi tertarik. Namun di sisi lain, investasi atau trading kripto perlu strategi yang cermat untuk bisa mendapat keuntungan. Ingat konsep “high risk, high return.”

    Untuk menjadi investor atau trading yang cermat perlu memperbanyak informasi dan riset agar tidak mudah terkena FOMO (fear of missing out) sehingga membuat keputusan yang salah. Inilah fungsi dari edukasi dan literasi yang digalakan dalam program Bulan Literasi Kripto yang diinisiasi oleh Kemendag, Bappebti, dan ASPAKRINDO.

    Salah satu konten edukasi yang menarik adalah tips investasi atau trading yang baik untuk para pemula. Untuk itu diartikel ini akan membahas beberapa kiat khusus bagi kamu yang ingin memulai investasi atau trading kripto.

    1. Perbanyak Riset atau DYOR

    Sebelum memulai investasi atau trading, ada baiknya kamu memperkaya ilmu dengan informasi yang akurat mengenai aset kripto. Riset adalah langkah awal yang baik untuk memasuki pasar dalam kondisi apa pun.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

    Terlebih kondisi market yang sedang bearish ini, kamu bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan riset. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

    Pastikan kamu lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Dan tidak lupa untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai aset kripto, jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja.

    2. Rencanakan Trading atau Investasi dengan Matang

    Setelah melakukan riset, kamu bisa membuat perencanaan yang matang terkait tujuan dan stratgei investasi atau trading kripto. Tentukan tujuan investasi, seperti untuk dana pendidikan atau pensiun.

    Kamu bisa mengambil keputusan jual atau beli setelah memiliki rencana yang baik. Jika kamu benar-benar percaya pada perencanaan dan strategi yang dibuat dan telah melakukan riset, tidak perlu khawatir dengan kondisi market.

    Kesalahan umum yang dilakukan pemula adalah panik menjual hanya untuk membeli kembali dengan harga lebih tinggi. Hal tersebut terjadi karena belum memiliki rencana yang baik.

    3. Jangan Gunakan Dana dari Tabungan Utama

    Pastikan kamu memakai dana untuk investasi atau trading tidak menggunakan uang tabungan atau kebutuhan utama. Hal ini akan meningkatkan risiko, apabila terjadi kerugian dan berdampak pada cash flow keuangan kamu.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

    Mungkin bagi sebagian orang investasi aset kripto punya tujuan yang berbeda-beda. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti orang lain dengan faktor risiko yang berbeda tingkatannya.

    Jadi, tetapkan batas berapa banyak kamu berinvestasi dalam aset kripto tertentu dan jangan tergoda untuk berinvestasi dengan lebih banyak uang daripada yang bisa ditanggung, jika mengalami kerugian. Pastikan pengelolaan finasial berjalan baik.

    4. Pilih Koin/token yang Terdaftar di Bappebti

    Bagi investor pemula rekomendasi utamanya tentu perlu fokus pada beberapa project kripto dan aset big cap yang diketahui dengan jelas memiliki potensi jangka panjang, agar dapat bertahan di situasi tren market yang turun atau bearish.

    Investasi atau trading kripto yang aman tentu memilih aset yang terdaftar resmi di Bappebti. Ada 383 jenis aset kripto yang legal. Kemungkinan daftar akan terus bertambah seiring waktu.

    Ini merupakan bentuk peningkatan keamanan investor kripto di Indonesia. Bappbeti terus berinovasi mengikuti perkembangan perdagangan pasar kripto yang terus tumbuh dan memberikan keamanan lebih tinggi kepada investor.

    5. Beli dan Jual Aset Kripto Disaat yang Tepat

    Untuk investor yang memiliki pemahaman dasar atau lebih tinggi tentang analisis teknis, yaitu praktik memprediksi pergerakan harga aset berdasarkan tren, indikator dan pola grafik dimungkinkan untuk menggunakan indikator tertentu untuk mengukur kapan aset telah mencapai titik terendah atau bottom.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Manfaat Keamanan 2FA Lindungi Akun dan Transaksi Aset Kripto

    Tentu saja, tidak ada indikator yang benar secara mutlak, tetapi sering kali dapat memberi sinyal yang kuat saat harus membeli di saat harga kripto mengalami penurunan. Salah satu, metode yang populer adalah dengan menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI), yang bisa menandakan di mana titik oversold dan overbought kripto untuk sinyal bullish dan bearish.

    Apabila kamu kurang memiliki ilmu mengenai analisis teknikal, bisa menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), ini melibatkan pembelian kripto menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan melakukan beberapa perdagangan dari waktu ke waktu.

    6. Pilih Exchange Terpercaya dan Aman

    Satu hal yang paling penting adalah kamu harus memiliki platform investasi atau trading aset kripto yang terpercaya, seperti Tokocrypto. Alasannya, Tokocrypto sudah teregulasi oleh Bappebti dan selalu patuh serta mengikuti ketentuan yang berlaku di Indonesia.

    Di samping itu, Tokocrypto juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2013 (Information Security Management System) dan ISO 27017:2013 (Information Security Management System for Cloud Provider). Sertifikasi ini penting untuk menyediakan teknologi dan layanan perdagangan aset kripto di Indonesia yang selaras dengan aspek kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi yang dikelola.

    Tokocrypto juga sudah menerapkan sistem keamanan 2FA (Two-Factor Authentication) untuk bertransaksi. Penggunaan fitur 2FA dari Google Authenticator untuk mengamankan akun merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pengguna agar keamanan akun dan aset kripto bisa lebih terjaga.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Risalah The Fed Bikin Market Kripto Tertahan, Kinerja Bitcoin Tak Optimal

    Volatilitas pasar kripto kembali meningkat disebabkan oleh The Fed yang baru saja merilis risalah rapat yang kurang menggembirakan. Investor pun masih mencari petunjuk tentang langkah selanjutnya untuk menghadapi kondisi makroekonomi yang belum stabil. Bersamaan dengan kripto, pasar saham AS pun terjadi penurunan kinerja yang tipis.

    Tim Riset Tokocrypto menjelaskan laju kenaikan market kripto kembali tertahan setelah investor merespons risalah rapat dari pertemuan terakhir The Fed awal bulan Februari lalu yang dirilis pada Kamis (23/2) dini hari.

    “Hasil risalah The Fed tidak memberikan banyak harapan untuk kenaikan Bitcoin (BTC), yang terpantau masih melayang pada kisaran US$ 24.500. Padahal, banyak investor yang berharap kebijakan moneter The Fed bakal lebih dovish dalam pertemuan tersebut. Namun mereka harus dihadapkan pada fakta inflasi serta propek resesi masih tetap ada,” jelas analisisnya.

    The Fed Belum Melunak

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Bappebti Optimis Pasar Kripto Indonesia Bangkit di Tahun 2023

    Secara garis besar, risalah The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebagian besar investor. Kenaikan suku bunga tersebut sebagai bentuk upaya meredam tingkat inflasi AS.

    Hal ini juga diperkuat oleh consumer price ondex (CPI) Januari menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan data producer price index (PPI) AS Januari melonjak tak terduga sebesar 0,7% (MoM).

    Pasar kripto masih sangat berkorelasi dengan indeks saham AS. Setelah CPI bulan Januari menunjukkan inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan dengan kenaikan 0,5%, maka risalah The Fed mengonfirmasi akan terus menaikkan suku bunga selama diperlukan untuk menurunkan inflasi sampai batas stabil.

    Di samping itu, kondisi penurunan utama hari ini juga berasal dari kekhawatiran investor atas tindakan penegakan hukum terhadap industri kripto, khusus di Amerika Serikat. Investor masih melihat akan ada kelanjutan peningkatan penegakan peraturan dari US Securities and Exchange Commission (SEC) di masa depan.

    Sentimen Negatif

    Bitcoin zona merah
    Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Gerak Bitcoin Bentuk Pola Golden Cross, Pertanda Harga BTC Naik?

    Faktor penurunan lainnya adalah investor terus membukukan keuntungan saat kinerja harga sejumlah kripto, seperti Bitcoin mengalami kenaikan. Selera investor masih menurun untuk menunggu tanda-tanda bahwa inflasi AS telah sampai puncak, atau agar The Fed memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil akan segera terjadi.

    Selanjutnya, Indeks Dolar (DXY) juga kembali menguat sebesar 0,38%, ditutup pada level 104,496 pada penutupan kandil harian Kamis (23/2) pagi. Penurunan harga pagi ini sedikit berpengaruh pada sentimen pasar kripto. Bitcoin Fear and Greed Index turun tiga poin, ditutup pada level 56 dengan kategori Greed.

    “Dari sisi analisis teknikal, volatilitas Bitcoin meningkat akibat tarik ulur dari aksi beli dan jual. Volume perdagangan BTC sedang dalam posisi tekanan jual yang tinggi, namun tak lama setelah risalah Th Fed rilis aksi beli kembali naik. Proyeksinya akan ada peningkatan harga, tapi tidak besar dalam jangka pendek,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

    Sejauh ini aksi beli masih mampu mendorong kenaikan harga dan mencegah penurunan harga lebih dalam. Sejauh ini, pergerakan harga Bitcoin masih sideways pada area supply US$ 23.988-US$ 25.198. Bitcoin sedang berjuang untuk breakout di area supply tersebut supaya berhasil bounce dan bisa melihat level baru di atas US$ 25.000.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bappebti Kemendag dan ASPAKRINDO Gelar Bulan Literasi Kripto 2023

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Asosiasi Pedagangan Aset Kripto Indoesia (ASPAKRINDO) menggelar program “Bulan Literasi Kripto.” Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi perdagangan aset kripto dengan memberikan pemahaman yang benar dan tepat di tengah masyarakat.

    Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengatakan perdagangan ataupun investasi aset kripto memiliki risiko yang cukup tinggi, sehingga pelaksanaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ia mengapresiasi kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 yang memiliki program meningkatkan literasi masyarakat terhadap perdagangan
    aset kripto.

    “Berinvestasi dalam aset kripto mengandung risiko yang cukup tinggi. Sesuai sifatnya, nilai aset kripto sangat volatile, bisa saja mengalami peningkatan maupun penurunan nilai yang sangat drastis dalam kurun waktu yang pendek. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang baik bagi masyarakat termasuk manfaat, potensi, dan risiko dari perdagangan aset kripto. Bulan Literasi Aset Kripto Tahun 2023 ini tentunya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap perdagangan aset kripto,” jelas Zulkifli dalam sambutannya saat membuka Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2).

    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

    Baca juga: Tokocrypto Hadirkan Fitur Bukti Pajak Kripto Pengguna Dukung PMK 68

    Pasar Kripto Meningkat

    Lebih lanjut, Zulkifli mengungkapkan, pasar aset kripto di Indonesia semakin meningkat.
    Berdasarkan data Bappebti, pada akhir 2021 tercatat jumlah pelanggan atau pengguna aset kripto sebanyak 11,2 juta pelanggan. Angka ini meningkat 48,7 persen dibandingkan di akhir November 2022 yang tercatat sebanyak 16,55 juta pelanggan.

    Jumlah investor kripto di Indonesia didominasi kaum milenial berusia antara 18—30 tahun. Berdasarkan data dari Coinfolks, terdapat enam provinsi dengan minat kripto tertinggi di Indonesia yaitu, Bali, DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat.

    “Kondisi ini semua menunjukkan bahwa potensi pasar aset kripto di Indonesia masih sangat besar dan bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi salah satu pemimpin pasar aset kripto di dunia,” jelas Mendag.

    Sementara itu, Perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia pada 2022 mencatat nilai transaksi yang sebesar Rp 296,66 triliun. Nilai ini turun dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 859,4 triliun. Sedangkan pada 2020, nilai transaksinya sebesar Rp 64,9 triliun.

    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.
    Pembukaan kegiatan Bulan Literasi Kripto 2023 di Jakarta, Kamis (2/2). Sumber: Kemendag RI.

    Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

    Literasi Aset Kripto

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan melalui Bulan Literasi Kripto (BLK), selain membangun pemahaman yang benar terhadap literasi aset kripto, diharapkan masyarakat dapat semakin berhati-hati dan selalu memastikan platform dan token terdaftar di Bappebti untuk mengindari tindakan penipuan yang dapat merugikan pengguna.

    “Bulan Literasi Kripto diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat tentang risiko,
    manfaat, dan potensi dari perdagangan aset kripto. Selain itu, dapat menciptakan awareness terkait aset kripto dan menjadi sarana untuk menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan,” tutur Didid.

    Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda, menambahkan program BLK 2023 menggandeng seluruh anggota ASPAKRINDO yang berjumlah 25 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang terdaftar resmi di Bappebti. Menurutnya edukasi merupakan fokus utama dari perkembangan industri aset kripto.

    “Bulan Literasi Kripto menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelanggan, calon pelanggan, dan masyarakat umum mengenai penyelenggaraan, mekanisme, dan kelembagaan dalam perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjangkau semakin banyak masyarakat untuk melek aset kripto adalah salah satu alternatif perdagangan komoditas,” jelas pria yang akrab disapa Manda.

    Bulan Aset Kripto akan berlangsung selama satu bulan selama Februari 2023 yang diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya seminar web maupun roadshow ke kampus-kampus serta masyarakat luas, fun sport, dan turnamen eSport dan lainnya. Rangkaian acara tersebut akan digelar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar, baik secara luring, daring, atau hibrida.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ICCA Sukses Gelar Indonesia Crypto Consumer Summit 2023

    Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) atau Asosiasi Konsumen Aset Kripto Indonesia sukses menyelenggarakan acara Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 pada Selasa (21/2). Acara yang berkolaborasi dengan platform edukasi kripto Wagmi digelar dengan tujuan untuk memperkuat ekosistem aset kripto di Tanah Air.

    Ketua ICCA, Rob Rafael Kardinal, menjelaskan acara ini merupakan event web 3 terdepan dan paling prestisius di Indonesia, yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi bagi masyarakat, sekaligus menjadi platform bagi para pelaku industri aset kripto dan turunannya untuk mengadvokasikan perkembangan industri aset kripto dan blockchain.

    “Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 bisa menjadi platform diskusi bagi para pelaku dan konsumen kripto bersama dengan pengambil kebijakan dan pelaku industri finansial lainnya. Ini agar kita bisa menciptakan ekosistem aset kritpo yang kuat di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2).

    Bahas Isu Penting

    Baca juga: Harga SOL dan HNT Naik Efek Helium akan Migrasi ke Blockchain Solana

    Rob menambahkan salah satu isu penting saat ini adalah perihal Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Ia melihat, UU P2SK ini bisa semakin menjamin perlindungan investor, konsumen, dan stakeholder industri keuangan, termasuk di pasar kripto.

    “ICCA sangat mengapresiasi respons pemerintah ini. Kami optimistis, dengan adanya regulasi ini mampu membawa industri aset kripto di Indonesia ke arah yang lebih sehat dan kuat,” ujarnya.

    Di samping itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Bambang Soesatyo, mengungkap Indonesia Crypto Consumer Summit dapat menjawab isu-isu aktual di masyarakat perihal perdagangan kripto.

    “Di antaranya adalah isu mengenai perlindungan konsumen di tengah landscape perubahan regulasi, blockchain dan berbagai peluang yang ditawarkan, hingga strategi bisnis dalam pengembangan kripto,” jelas pria yang akrab disapa Bamsoet.

    Ekosistem Kripto Indonesia

    Peresmian Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) dan Perkumpulan Konsultan Hukum Aset Kripto Indonesia (PKHAKI). Foto: Instagram/@bambang.soesatyo.
    Peresmian Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) dan Perkumpulan Konsultan Hukum Aset Kripto Indonesia (PKHAKI). Foto: Instagram/@bambang.soesatyo.

    Baca juga: Xendit x Tokocrypto: Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

    Bambang menjelaskan besarnya pasar kripto di Indonesia, di satu sisi dapat dimaknai sebagai sebuah potensi ekonomi, baik sebagai peluang investasi, sebagai alternatif sumber pemasukan negara, maupun sebagai stimulus untuk memajukan perekonomian nasional.

    “Itu, tentunya juga dapat dioptimalkan untuk meningkatkan peran Indonesia dalam perekonomian regional, misalnya dengan mendorong Indonesia sebagai hub kripto di wilayah Asia Tenggara. Memanfaatkan potensi pasar kripto secara optimal, perlu didorong penataan regulasi yang tidak saja penting untuk memberikan kepastian hukum kepada pelaku usaha dan perlindungan hukum bagi konsumen, namun juga untuk menjamin agar aktivitas ekonomi digital memberikan kontribusi nyata pada pendapatan negara, misalnya dari sektor perpajakan.” ujarnya.

    “Kehadiran ICCA harus dapat menjadi ujung tombak dan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewadahi dan membentuk ekosistem kripto yang sehat,” pungkas Bamsoet.

    Sebelumnya, ICCA juga telah mengadakan kegiatan serupa bertema “ICCA Blockchain Fest 2022” dengan tujuan untuk meningkatkan literasi publik terhadap industri blockchain dan aset kripto beserta turunan. Rob berharap, Indonesia Crypto Consumer Summit 2023 dan aktivitas serupa bisa menjadi titik sentuh bagi masyarakat dan industri aset kripto.

    “Kami juga berharap melalui acara ini, masyarakat bisa secara langsung berinteraksi dengan ICCA sebagai asosiasi yang konsisten menaungi dan memperjuangkan perlindungan konsumen aset kripto,” paparnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

    Pasar NFT Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan. Sebuah perusahaan riset Research and Markets baru-baru ini mengeluarkan prediksi nilai pasar NFT Indonesia bisa capai lebih dari Rp 200 triliun di tahun 2028.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam peta industri NFT global. Firma Research and Markets memprediksi industri NFT di Tanah Air diperkirakan akan tumbuh sebesar 50,8% secara tahunan hingga mencapai US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 lalu.

    Kemudian dalam jangka panjang, diproyeksikan akan tumbuh dengan stabil dan mencatat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 35,8% selama 2022-2028. Nilai Pembelanjaan NFT di Indonesia akan meningkat dari US$ 2.367,6 juta pada tahun 2022 menjadi US$ 13.394 miliar atau sekitar Rp 200 triliun pada tahun 2028.

    Ekonomi Digital

    Ekonomi digital Indonesia menurut Research and Markets tengah mengarah ke Web3, Metaverse, dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Akibatnya, konten kreator dari semua lapisan masyarakat menggunakan momentum yang berkembang untuk memasuki ruang kreatif industri digital yang baru tumbuh ini.

    contoh ekonomi kreatif
    Ilustrasi ekonomi digital.

    Baca juga: Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

    Selama 12 bulan terakhir, NFT memungkinkan konten kreator untuk memiliki kendali penuh atas konten mereka dan mendorong interaksi secara signifikan dengan komunitas mereka.

    Di Indonesia, banyak seniman yang memasuki ruang NFT karena mereka terus mencari cara baru untuk mengembangkan dan memanfaatkan bakat mereka. Khususnya, Art Moments Jakarta, salah satu pengadopsi awal di ruang aset digital telah mendukung penuh ekonomi digital Indonesia dengan mengambil pendekatan hybrid live-online pada pameran di tahun 2021.

    Dengan NFT mendapatkan momentum dan popularitas yang konstan di Indonesia, pemerintah juga menunjukkan minat untuk melirik keberadaan teknologi blockchain. Pengembang mengharapkan seperangkat pedoman peraturan yang lebih kuat untuk sektor aset digital di Indonesia dari perspektif jangka pendek hingga menengah.

    Layanan Berbasis Blockchain dan NFT

    Adopsi aset kripto, NFT, dan blockchain diperkirakan akan semakin meluas selama dua hingga tiga tahun ke depan di Indonesia. Sementara literasi digital juga akan meningkat dengan tingginya minat investasi kripto dan penggunaan NFT.

    Sangat penting untuk membiasakan masyarakat umum dengan layanan berbasis blockchain dan NFT, mengingat dua sektor itu relatif baru dalam hal pengaplikasian teknologi.

    TokoCare gandeng BeKind dan WeCare.id, hadirkan kolaborasi "Kado Lebaran" di bulan Ramadan. Foto: Tokocrypto.
    TokoCare gandeng BeKind dan WeCare.id, hadirkan kolaborasi “Kado Lebaran” di bulan Ramadan. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Reli Bitcoin Untungkan Investor Kripto yang Baru Masuk

    Secara global, brand dan bisnis telah menemukan beberapa kasus penggunaan NFT yang inovatif. Dari menggunakan NFT sebagai alat promosi untuk menciptakan awareness hingga menggunakan aset digital untuk mengumpulkan dana dengan tujuan mulia.

    Di Indonesia, tren serupa terlihat di mana banyak individu dan organisasi yang mengorganisir kampanye penggalangan dana NFT untuk melawan pandemi global.

    Tokocrypto, salah satu bursa kripto terkemuka di Indonesia, bermitra dengan Aldi Haryopratomo, Evan Tan, dan William Tan, dan Chef Arnold Poernomo untuk mengatur NFT kampanye penggalangan dana di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL dan HNT Naik Efek Helium akan Migrasi ke Blockchain Solana

    Solana telah mengonfirmasi bahwa Helium akan bermigrasi ke blockchain Solana. Migrasi ini akan memungkinkan Helium untuk lebih fokus dalam membangun jaringan nirkabelnya.

    Pengumuman ini juga membuat harga Solana (SOL) dan Helium (HNT) meningkat terutama dalam menanggapi sentimen yang menguntungkan mengikuti perkembangan terakhir. Diperkirakan migrasi Helium juga akan meningkatkan volume penjualan NFT yang memicu retrace penting untuk Solana (SOL).

    SOL telah memperoleh lebih dari 11% dalam semalam dan merupakan pemenang terbesar di antara 50 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, menurut data dari Coingecko. Pada saat berita ini dimuat, SOL diperdagangkan di sekitar US$ 26,09, mundur dari level tertinggi baru 90 hari di US$ 26,96.

    Sementara, token HNT Helium naik 5% dalam 24 jam terakhir dan kenaikan sebesar 27,55% dalam tujuh hari terakhir karena pedagang bereaksi positif terhadap proposal migrasi.

    Efek Migrasi

    Baca juga: HP Solana Mobile Saga Diisukan Meluncur Awal Maret, Harga SOL Naik?

    Sebelumnya pada 20 Februari 2023, akun Twitter resmi Solana mengonfirmasi bahwa jaringan Helium akan bermigrasi dari jaringan Layer-1 saat ini ke blockchain Solana.

    Jaringan Helium telah mengungkapkan bahwa migrasi resmi akan terjadi pada tanggal 27 Maret dan mengacu pada peristiwa tersebut sebagai “peningkatan paling signifikan untuk skalabilitas dan keandalan Jaringan Helium” yang dikombinasikan dengan penerapan Oracles.

    Migrasi ke blockchain Solana akan memungkinkan Helium mengalihkan fokusnya dari mempertahankan blockchainnya menjadi memperluas jaringan hotspot dan membangun protokol nirkabel, menurut postingan blog oleh Helium Foundation.

    Solana dan Helium

    Helium, jaringan perangkat IoT terdesentralisasi yang disebut “hotspot,” telah menghadapi kritik terkait skalabilitas dan ekonomi. Migrasi Solana dapat mengatasi tantangan ini, karena platform dapat menangani banyak transaksi per detik.

    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Baca juga: Market Watch: Bitcoin Ditolak pada US$ 25 Ribu, Filecoin (FIL) Naik 30%

    Ekosistem pengembang, aplikasi, dan integrasi Solana akan memberi Helium kecepatan dan skalabilitas yang diperlukan untuk menjadi “jaringan dari jaringan,” berpotensi membuka kemungkinan baru dan kasus penggunaan untuk industri Internet of Things (IoT).

    Migrasi juga akan menguntungkan pemegang token karena HNT akan menjadi kompatibel dengan platform lain dalam ekosistem Solana, menambahkan utilitas untuk pemegang token HNT, MOBILE, dan IOT. Selain itu, migrasi diatur untuk menghadirkan hampir satu juta hotspot di seluruh jaringan LoRa dan 5G.

    Migrasi yang berhasil dari jaringan Helium ke blockchain Solana akan mewakili penyatuan utilitas Web 3.0. Migrasi dapat mendorong kemajuan kedua jaringan dan berpotensi mengadopsi teknologi Web 3.0 di arus utama.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HP Solana Mobile Saga Diisukan Meluncur Awal Maret, Harga SOL Naik?

    Tampaknya penantian telah berakhir, smartphone blockchain pertama Solana Saga kabarnya akan segera diluncurkan pada awal Maret mendatang. Perangkat ini dimaksudkan akan menjadi ponsel yang ramah dengan kripto dan berdiri sebagai penyedia aplikasi mobile seperti Apple atau Google.

    Hampir setahun yang lalu, anak perusahaan pengembang software open source Solana Labs, Solana Mobile, mengumumkan perilisan smartphone Android untuk tahun 2023. Menurut situs web-nya, pelanggan dapat menantikan pengiriman perangkat seluler Saga yang dilengkapi dengan fungsi Web3. Solana Mobile menawarkan impresi visual pertama dari ponsel blockchain melalui Twitter.

    Komunitas kripto pun telah menunggu untuk menggunakan Solana mobile Saga yang diperkenalkan tahun lalu. Solana Labs sudah membuka pembelian secara pre-order di website resmi mereka.

    Smartphone Canggih

    Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi Solana. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Market Watch: Bitcoin Ditolak pada US$ 25 Ribu, Filecoin (FIL) Naik 30%

    Solana Mobile menyebut Saga sebagai smartphone canggih bagi orang-orang untuk bertransaksi dengan mudah dan aman di web3, perdagangan token, NFT mint, game on-chain, akses dApps, dan lain-lain.

    “Pengalaman seluler premium yang memungkinkan Anda untuk berdagang token sambil mengantri untuk minum kopi, membuat NFT di perjalanan pagi Anda, dan memiliki akses instan ke dApps yang paling Anda sukai, di mana saja, kapan saja – semuanya didukung oleh Android,” dalam pengumuman resminya.

    Solana Mobile Saga memiliki dApp Store, wallet Seed Vault, toolkit pembuatan dApps Solana Mobile Stack dan Android build environment, Saga Pass, dan fitur lainnya. OSOM, perusahaan pengembangan Android terkemuka, memastikan ponsel Saga memiliki kamera, penyimpanan, prosesor, dan pengalaman perangkat keras premium lainnya yang terbaik.

    Saat ini, tim Solana menyediakan Solana Pass, tiket eksklusif ke Solana Mobile Stack Ecosystem, yang menawarkan koleksi NFT rilis terbatas kepada 10.000 orang. Hanya 10.000 orang pertama yang melakukan pre-prder Saga yang akan mendapatkan NFT. Selain itu, pemegang Solana Pass akan mendapatkan ponsel mereka terlebih dahulu dan akses awal ke hadiah Saga.

    Harga Solana (SOL) Naik Jelang Peluncuran

    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Baca juga: Google Jadi Validator Jaringan Blockchain Solana

    Harga Solana (SOL) terus menguat minggu ini karena para trader di tengah meningkatnya spekulasi peluncuran Solana Mobile Saga bulan ini. Harga SOL saat ini diperdagangkan pada US$ 23,60, naik 2% dalam 24 jam terakhir dan 10% dalam seminggu. Rendah dan tinggi 24 jam masing-masing adalah US$ 22,97 dan US$ 23,93.

    Kinerja Solana di sisi harga tampak menguntungkan investor karena mencatat kenaikan mingguan lebih dari 12%. Menurut CoinMarketCap, pada saat penulisan, SOL memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$ 8,9 miliar.

    Hal yang sama berlaku untuk metrik on-chain SOL, yang terlihat bullish. Misalnya, permintaan SOL di pasar derivatif meningkat, seperti yang ditunjukkan oleh tingkat pendanaan Binance dan DyDx.

    Sentimen positif seputar SOL juga melonjak, mencerminkan kepercayaan investor terhadap SOL. Meskipun demikian, aktivitas pembangunan SOL memprihatinkan karena menurun minggu lalu, yang secara umum merupakan sinyal negatif.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto SOL di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Ditolak pada US$ 25 Ribu, Filecoin (FIL) Naik 30%

    Aset kripto Bitcoin (BTC) dan Filecoin (FIL) berhasil mencuri perhatian pelaku pasar pada sepekan terakhir. Misalnya saja, Filecoin telah berhasil mendapatkan lonjakan harga dua digit.

    Sementara itu, setelah meroket hampir US$ 4.000 dalam dua hari, Bitcoin akhirnya menemui beberapa perlawanan serius di US$ 25.000. Level resisten US$ 25.000 merupakan posisi yang mesti dilewati BTC agar dapat naik lebih jauh. Tak hanya itu, harga di atas US$ 25.000 terakhir kali terlihat pada pertengahan Agustus 2022 lalu.

    Tim riset Tokocrypto menjelaskan salah satu faktor besar kegagalan bertahan di level resistennya itu dikarenakan investor dan trader telah membukukan keuntungan saat BTC tembus level US$ 25.000 minggu lalu, karena menghasilkan pengembalian yang mengesankan setelah berminggu-minggu konsolidasi.

    “Pergerakan market kripto pada akhir pekan lalu terpantau sedan melalui fase volatil yang tinggi. Bitcoin (BTC) kembali mencoba untuk bertahan di level resisten pada harga US$ 25.000 untuk ketiga kalinya pada Minggu (19/2) malam menjelang penutupan candle weekly yang sangat menentukan, tapi tak berlangsung lama harga terkoreksi,” dalam penjelasannya.

    Token Filecoin (FIL)

    Ilustrasi aset kripto Filecoin (FIL).
    Ilustrasi aset kripto Filecoin (FIL).

    Baca juga: Survei: Banyak Generasi Milenial Memandang Bitcoin sebagai Safe Haven

    Sebagian besar altcoin juga telah menelusuri kembali mengikuti kenaikan harga terbaru, dengan beberapa pengecualian. FIL berdiri sebagai pemenang paling signifikan saat ini.

    Token Filecoin (FIL) naik tajam pada hari Jumat (17/2), menurut data dari CoinMarketCap. Lompatan tersebut memicu kegembiraan media sosial tentang peluncuran Filecoin Virtual Machine (FVM) blockchain pada 1 Maret mendatang, sebuah platform software yang akan memperkenalkan smart contract dan memungkinkan pengembang merancang aplikasi terdesentralisasi di jaringan Filecoin.

    Penambahan FVM ke Filecoin akan membuat jaringan menjadi blockchain layer 1 yang lengkap. Filecoin menjanjikan platform software tersebut akan mendukung serangkaian aplikasi yang dapat diprogram pengguna seperti penyimpanan abadi, replikasi penyimpanan, dan otomatisasi perbaikan, serta mempertaruhkan cairan melalui hadiah blok.

    Platform ini juga memiliki kemampuan untuk mendukung pembuatan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang berpusat pada data, yang akan memfasilitasi transaksi pay-per-view dan pembuatan game Web3, di antara aplikasi lainnya.

    FVM akan dapat dioperasikan dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), memungkinkan Filecoin untuk membentuk jembatan lintas rantai yang memungkinkan crypto fund berpindah dari satu jaringan blockchain ke jaringan lainnya. Kompatibilitasnya dengan EVM dan blockchain lapisan 2 juga akan menurunkan gas fee pengguna dan meningkatkan kecepatan transaksi, yang diharapkan Filecoin akan meningkatkan pengadopsiannya oleh komunitas keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Harga FIL melonjak dari US$ 5,38 ke level tertinggi US$ 7,82. FIL diperdagangkan pada US$ 8,61 pada saat artikel terpublikasi, naik 132,84%.

    Sentimen Market

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: BLK 2023: Tips Investasi Aset Kripto yang Aman Bagi Pemula

    Dari sisi sentimen makroekonomi, pekan ini belum bisa disebut sebagai minggu tenang. Pasalnya ada dua agenda penting, yaitu risalah FOMC The Fed dan inflasi PCE. Data inflasi AS yang diawasi ketat The Fed serta risalah kebijakan terbaru The Fed akan menjadi sorotan pada pekan ini. Risalah The Fed akan rilis pada Rabu (22/2) dan Data PCE akan keluar pada Jumat (24/2).

    Jadi sebelum agenda penting yang bisa menggambarkan situasi markoekonomi di AS itu rilis, investor dan trader diharapkan bisa fokus akumulasi dan masuk ke pasar. Dari sisi timeline, awal pekan ini adalah momen yang tepat untuk mengakumulasi kripto.

    “Pelaku pasar juga harus mewaspadai tindakan dan komentar dari drama U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang ingin melakukan pengetatan regulasi kripto di AS. Oleh karena itu, bisa saja market bergerak sideways atau datar imbas investor yang masih khawatir dengan masa depan market kripto di AS,” jelas tim riset Tokocrypto.

    Sentimen bearish pun masih kuat. Ini terlihat dari posisi indeks dolar AS (DXY) yang masih menguat di level 104.06 (+0.19%) pada Senin (20/2). Sementara, Bitcoin Fear and Greed Index juga turun dari level 60 ke 58, walaupun masih di kategori Greed pada Senin pagi ini. Pelaku pasar kripto masih menunggu pergerakan impulsif dari para whale untuk mengakumulasi Bitcoin dan altcoin.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com