Author: 29

  • Fresh Graduate Harus Tahu Skill Paling Dibutuhkan di Industri Blockchain

    Teknologi Blockchain telah mencipatakan lapangan kerja baru di era digital saat ini. Hal yang menjadi banyak pertanyaan adalah skill apa yang dibutuhkan untuk masuk ke industri blockchain yang masih tergolong baru, terutama bagi fresh graduate.

    Berbicara tentang blockchain yang menjadi tren terbaru, bisa melihat banyak perusahaan di seluruh dunia sudah menginvestasikan jutaan untuk teknologi ini. Jika ingin memposisikan diri menjadi yang terdepan di masa depan, harus memahami blockchain dan mendapatkan talenta terbaik.

    Seperti halnya teknologi atau pasar baru, menemukan pengembang blockchain yang sempurna dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat dapat menjadi tantangan bagi pemberi kerja. Padahal peluang ekonomi sangat besar bahkan menurut riset, industri blockchain dapat mencapai total kapitalisasi pasar sekitar US$ 163,8 miliar pada tahun 2029.

    Butuh Talenta

    Event ZOOMINAR "Blockchain 101" bersama Binance Academy, Digitalogi & Coinfolks pada Kamis (16/2). Sumber: Tokocrypto.
    Event ZOOMINAR “Blockchain 101” bersama Binance Academy, Digitalogi & Coinfolks pada Kamis (16/2). Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: HP Solana Mobile Saga Diisukan Meluncur Awal Maret, Harga SOL Naik?

    Pencarian online untuk pertanyaan seperti “Apa itu teknologi blockchain?” dan “peluang karir blockchain” telah meningkat secara konsisten dalam data pencarian Google. Pengeluaran di seluruh dunia untuk solusi blockchain mencapai US$ 11,7 miliar pada tahun 2022 dan dapat meningkat menjadi US$ 19 miliar pada tahun 2024. Teknologi Blockchain dapat membantu lembaga keuangan dalam menghemat hampir US$ 12 miliar per tahun.

    Praktisi Blockchain, Ali Akbar, mengatakan secara umum saat ini marak seseorang yang masuk dunia blockchain melalui trading kripto. Berangkat dari itu, akan timbul rasa penasaran akan manfaat dan adopsi teknologi blockchain yang luas.

    “Biasanya orang yang masuk ke blockchain itu untuk trading. Tapi sekarang siapa pun bisa belajar. Orang (lulusan) dari marketing bisa belajar blockchain. Developer bisa coding boleh masuk blockchain. Hal penting adalah selalu belajar dan pahami apa yang dipelajari. Akses belajar tentang blockchain sangat terbuka saat ini,” Kata Ali dalam acara Zoombinar “Blockchain 101” yang digelar Kamis (16/2).

    Passion di Industri Blockchain

    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.

    Baca juga: Xendit x Tokocrypto: Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

    Aspek terpenting dalam memilih tempat belajar teknologi blockchain akan fokus pada hasil pembelajaran mereka. Akankah kursus blockchain membantu seseorang mencapai manfaat apa pun untuk karier di blockchain?

    Kursus yang pilih untuk mempelajari dasar-dasar blockchain hanya dapat menawarkan manfaat untuk memulai perjalanan. Setelah dasar-dasarnya, diperlukan juga untuk mendalami konsep teknis dan berbagai komponen penting dalam ekosistem blockchain.

    Semua konten edukasi terkait blockchain yang lengkap tersedia di Binance Academy. Adam Smurthwaite, Growth Manager Binance Academy, menjelaskan pada dasar skill atau keterampilan yang dibutuhkan oleh industri blockchain sama dengan industri lainnya di era web 2.0.

    “Hampir semua pekerjaan yang ada sekarang di zaman web 2.0 akan ada juga di era web 3.0. Secara keseluruhan kita akan melakukan hal yang sama dan membutuhkan skill yang sama seperti sekarang. Terlebih kamu yang gemar coding dan menjadi developer akan memiliki jalan yang mudah untuk mengerti blockchain,” jelas Adam di acara yang sama.

    Untuk memulai mempelajari tentang blockchain dan aset kripto bisa menggunakan platform Binance Academy. Platform edukasi tersebut memiliki misi untuk memberikan edukasi mengenai potensi transformatif dari aset kripto dan teknologi blockchain.

    Binance Academy menawarkan lebih dari 280 artikel dan sejumlah video yang mencakup segala hal mulai dari keamanan komputer hingga ekonomi, yang tersedia dalam 21 bahasa. Panduan tersebut dibuat untuk memperkenalkan kepada semua orang secara ringan beberapa konsep utama yang dibutuhkan untuk memulai perjalanan di dunia teknologi blockchain.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Banyak Generasi Milenial Memandang Bitcoin sebagai Safe Haven

    Aset kripto, seperti Bitcoin (BTC) sudah terlihat sebagai investasi yang menjanjikan di masa depan. Sebuah survei terbaru bahkan menyebutkan banyak generasi milenial yang memandang Bitcoin sebagai safe haven dari investasi mereka.

    Sebuah studi oleh BanklessTimes mengungkapkan bahwa 67% responden berusia 27-42 menganggap Bitcoin sebagai instrumen yang aman untuk investasi.

    Jajak pendapat sebelumnya menunjukkan bahwa kaum milenial adalah salah satu kelompok demografis paling aktif di ruang kripto dan memiliki pandangan yang lebih ramah daripada generasi yang lebih tua.

    Investasi Aman

    Dikutip Crypto Potato, sebanyak 67% dari generasi milenial yang disurvei menganggap BTC sebagai tempat yang aman karena sifatnya yang terdesentralisasi dan batas pasokan tetap.

    Menurut Jonathan Merry, CEO BanklessTimes, aset kripto utamanya adalah instrumen investasi vital bagi kaum milenial karena menawarkan kebebasan finansial dan memungkinkan mereka melakukan diversifikasi di saat ketidakpastian ekonomi.

    Mereka yang lahir antara tahun 1981-1996 lebih terbuka terhadap inovasi digital dan lebih cenderung berurusan dengan BTC daripada Generasi X dan Baby Boomers. Individu yang lebih tua tetap dominan konservatif dengan tetap berpegang pada mata uang fiat dan mengekspresikan skeptisisme terhadap sektor kripto.

    Ilustrasi generasi milenial semakin tertarik investasi aset kripto.
    Ilustrasi generasi milenial semakin tertarik investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Bitcoin Menuju Level Harga Tertinggi 6 Bulan, Akankah Terus Naik?

    Sebagian besar milenium yang berpartisipasi dalam survei percaya bahwa Bitcoin akan menjadi arus utama di tahun-tahun berikutnya. Mereka juga melihatnya sebagai alat moneter yang lebih baik daripada Dolar AS, Euro, atau mata uang nasional lainnya.

    Bitcoin Menarik Minat

    Sifat aset Bitcoin yang terdesentralisasi dan batas persediaan yang terbatas tampaknya menjadi manfaat paling penting bagi kelompok demografis untuk mengklasifikasikannya sebagai instrumen investasi yang aman atau safe haven.

    Berada di luar jangkauan bank sentral berarti Bitcoin bukan subjek dari kebijakan moneter yang meragukan yang diperkenalkan oleh pemerintah. Pasokan maksimum 21 juta koin yang pernah ada membuat banyak orang percaya bahwa itu bisa berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Kelangkaan juga dapat meningkatkan valuasi USD aset di masa mendatang jika permintaan tetap sama atau meningkat.

    Di sisi lain, banyak bank sentral mencetak uang dalam jumlah besar selama krisis COVID-19 untuk mendukung rumah tangga dan bisnis tertutup. Langkah tersebut, antara lain, mendorong rekor inflasi di banyak negara. Tingkat di AS mencapai 9,1% pada Juni tahun lalu, tertinggi empat dekade.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Xendit x Tokocrypto: Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

    Milenial dan Kecintaan Kripto

    Studi lain yang dilakukan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa hampir 50% miliader milenial telah menginvestasikan setidaknya seperempat dari kekayaan mereka dalam aset kripto.

    36% generasi milenial dan 51% Generasi Z bersedia menerima sebagian dari gaji mereka dalam Bitcoin pada November 2021. Saat itu, aset kripto utama diperdagangkan sekitar US$ 65.000 (cukup dekat dengan harga tertinggi sepanjang masa hampir US$ 70 ribu).

    Terlepas dari bear market pada tahun 2022, kelompok demografis tidak kehilangan minat pada kelas aset. Survei Alto dari musim panas lalu mengungkap bahwa 40% dari generasi milenial AS adalah HODLers. Mereka juga memandang kripto sebagai alat investasi yang lebih menarik daripada reksa dana.

    Selain itu, 45% generasi milenial dan 46% Gen Z mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset digital sebagai bagian dari rencana pensiun mereka.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 5 Manfaat Fitur Order Book Tokocrypto!

    Sebagai trader pemula, tentulah Anda sering mengalami kesalahan dalam menentukan harga jual atau beli saat trading aset kripto. Tidak jarang juga jika Anda pernah mengalami kerugian karena harga pasar yang secara tiba-tiba mengalami kenaikan atau penurunan. Kini Anda tidak lagi perlu khawatir, karena Anda hanya perlu memanfaatkan fitur order book yang telah disediakan oleh Tokocrypto!

    Kenali Fitur Order Book Tokocrypto

    Selain fitur private trading dan listing 5 stable coin, Tokocrypto memiliki fitur lainnya yang memberikan kemudahan untuk Anda sebagai trader pemula yaitu, fitur order book.

    Fitur order book pada Tokocrypto adalah fitur untuk untuk melakukan penawaran harga jual atau beli aset kripto pada harga tertentu sesuai dengan yang Anda inginkan. Melalui fitur order book ini, transaksinya hanya akan terjadi ketika menyentuh pada angka yang telah kita tentukan tersebut, sehingga Anda tidak harus selalu memantau kondisi harga terus-menerus.

    Dalam order book di Tokocrypto, terdapat istilah taker dan maker. Taker adalah sebutan untuk trader yang melakukan jual atau beli aset kripto dengan harga yang telah tersedia. Sedangkan maker adalah sebutan untuk trader yang melakukan transaksi jual atau beli dengan menggunakan harga yang diinginkan. 

    Setelah mengetahui cara bekerja fitur order book di atas, mari berkenalan dengan manfaat yang akan Anda rasakan ketika menggunakan fitur tersebut!

    Manfaat Order Book di Tokocrypto

    1. Mempermudah dalam Penyusunan Trading Plan

    Dengan fitur ini, Anda akan mengalami kemudahan dalam menyusun strategi trading setelah menganalisa pergerakan arah pasar.

    Tak hanya itu, fitur order book ini mempermudah para trader pemula. Jadi, jika Anda adalah trader pemula, Anda juga bisa sambil mempelajari penyusunan strategi yang tepat untuk melakukan trading.

    2. Mendapatkan Harga Terbaik

    Setelah Anda menganalisa pergerakan arah pasar, Anda dapat langsung mempraktikan strategi yang Anda susun dengan menentukan harga sesuai dengan keinginan Anda.

    Dengan fitur order book dan strategi trading yang tepat, Anda akan mendapatkan harga yang terbaik. Anda juga dapat meminimalisir risiko, jika secara tiba-tiba harga tersebut mengalami perubahan yang tidak diinginkan. Hal yang Anda perlu lakukan hanya meletakkan pesan order aset kripto.

    3. Trading dengan Nyaman Tanpa Rasa Khawatir

    Anda dapat langsung meletakkan order jual di bawah harga beli ataupun meletakkan order jual di atas harga beli sebagai target tanpa harus khawatir jika terjadi penurunan dan kenaikan pada harga pasar.

    Selain itu, jika Anda adalah trader pemula, fitur ini membantu Anda meminimalisir kerugian yang sering dialami oleh trader pemula.

    4. Menghemat Waktu

    Jika Anda melakukan day trading, fitur ini mempermudah Anda untuk melakukan aktivitas lainnya. Bahkan Anda dapat melakukannya sambil bekerja sehari-hari tanpa perlu selalu berada di depan layar saat trading selama 24 jam.

    5. Trading Terasa Menyenangkan

    Keempat manfaat yang Anda rasakan di fitur inilah yang menjadikan pengalaman trading Anda akan terasa menyenangkan. Selain itu, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh fitur order book dari Tokocrypto, Anda tidak perlu takut untuk memulai trading jika belum memiliki portofolio.

    Anda juga dapat bebas memilih ingin menjadi taker atau maker sesuai kebutuhan. Anda juga mendapatkan kebebasan untuk membeli atau menjual aset kripto sesuai dengan harga yang Anda inginkan.

    Nah, itulah manfaat order book yang ada di Tokocrypto. Segera rasakan manfaat fitur order book yang tersedia Tokocrypto dan jangan lupa untuk download aplikasinya di playstore atau appstore! Salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kolaborasi Bangun Ekosistem Aset Kripto di Indonesia

    Perkembangan aset kripto di Indonesia terus meningkat secara eksponensial dalam dua tahun terakhir. Menurut data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, jumlah investor kripto telah mencapai 16,55 juta pelanggan di akhir November 2022, naik dari 11 juta di 2021. 

    Sementara, dari segi nilai transaksi, sampai akhir November 2022, nilai transaksi kripto di Indonesia sebesar Rp 296,66 triliun. Memang ada penurunan dari tahun 2021 yang mencapai Rp 859,4 triliun, tapi nilai transaksi tersebut masih tercatat lebih besar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 64,9 triliun.

    Tren investasi aset kripto kini sudah menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia dan profesi. BAPPEBTI memaparkan demografi investor kripto di Indonesia didominasi kelompok usia 18–24 tahun, yaitu sebesar 32 persen; kelompok 25–30 tahun 30 persen; dan kelompok 31–35 tahun 16 persen.

    Adapun berdasarkan kelompok profesi, presentasi karyawan swasta mendominasi sebesar 28 persen, wiraswasta 23 persen, dan pelajar/mahasiswa 18 persen. Dengan kata lain, investasi kripto di Indonesia banyak diminati oleh generasi millenial dan Gen Z yang statusnya sebagai pelajar dan first jobber.

    Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan usia. Sumber: BAPPEBTI, 2022.
    Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan usia. Sumber: BAPPEBTI, 2022.
    Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan profesi. Sumber: BAPPEBTI, 2022.
    Demografi investor kripto di Indonesia berdasarkan profesi. Sumber: BAPPEBTI, 2022.

    Baca juga: Tokocrypto Dukung Bulan Literasi Kripto Dorong Pertumbuhan Industri

    Terkait dengan hal ini, Yudhono Rawis, Interim CEO Tokocrypto, menjelaskan tingginya animo generasi muda dalam berinvestasi aset kripto didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah barrier to entry yang sangat kecil dan kemudahaan akses ke platform investasi kripto. “Adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi dan tingginya animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.”

    Tantangan Ekosistem Aset Kripto

    Pertumbuhan ini tidak bisa lepas dari tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di industri aset kripto. Perlu diketahui, aset kripto masih tergolong baru di Indonesia. Menurut Yudho, situasi pandemi COVID-19, penetrasi penggunaan smartphone dan internet yang tinggi menjadi faktor pendorong pertumbuhan investasi aset kripto di Tanah Air.

    “Kini, aset kripto sudah dipercaya oleh banyak investor ritel di Indonesia yang sebelumnya terlebih dahulu masuk ke instrumen saham dan reksadana. Prospek imbal hasil yang tinggi dan kemudahan untuk berinvestasi menjadi daya tarik utama kripto,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Yudho mengungkap tantangan yang harus diperhatikan untuk menjadikan industri kripto ini sehat, yaitu terkait edukasi dan literasi. Banyak masyarakat di Indonesia belum sepenuhnya memahami investasi aset kripto, seperti cara memulai hingga strategi untuk mendapatkan profit. Di samping itu, sering terjadi penipuan investasi bodong yang berkedok aset kripto, sehingga membuat citra industri ini menjadi negatif.

    Peran Tokocrypto

    Sebagai salah satu crypto exchange terbesar dan terdaftar resmi di BAPPEBTI Kementerian Perdagangan, Tokocrypto senantiasa selalu mendorong perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Saat ini, Tokocrypto memiliki lebih dari 2 juta pengguna dan terus mengalami peningkatan.

    “Tokocrypto tetap berkomitmen menjaga agar iklim pertumbuhan industri bisa sustainable dan sehat dengan berkolaborasi bersama para mitra, institusi pendidikan, dan seluruh stakeholders untuk meningkatkan edukasi dan literasi. Program yang sudah berjalan adalah membuat kelas online, webinar, dan memproduksi konten edukasi untuk social media,” tutur Yudho.

    Semangat membangun industri aset kripto tidak hanya hadir dari pelaku usaha yang terjun langsung saja, melainkan juga para mitra. Seperti yang dilakukan oleh Tokocrypto yang terus menjalin kemitraan strategi dengan berbagai pihak, salah satunya Xendit. Dengan dukungan Xendit sebagai payment gateway, Tokocrypto dapat menghadirkan pengalaman transaksi yang nyaman, mudah, dan fleksibel bagi setiap pengguna.

    Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

    Kolaborasi Tokocrypto dan Xendit

    Salah satu keunggulan dari investasi aset kripto dibandingkan dengan instrumen lainnya adalah kemudahan transaksi. Untuk memulai investasi kripto, investor tidak diharuskan memiliki rekening bank untuk membuat akun atau wallet di platform. Investor bisa melakukan deposit menggunakan berbagai channel pembayaran melalui mitra payment gateway, seperti Xendit dan akan langsung masuk ke saldo akun pengguna.

    Xendit sebagai perusahaan financial technology (fintech) yang menyediakan solusi pembayaran cepat, mudah, handal, dan aman bagi para pelaku usaha di Indonesia menjadi mitra pembayaran digital yang aman dan nyaman untuk platform investasi khususnya kripto di Tokocrypto. Kolaborasi Tokocrypto dan Xendit menghasilkan berbagai macam kemudahan, terutama kemudahan pembayaran dengan penyediaan layanan pembayaran digital melalui Virtual Account dan e-wallet.

    “Sebagai Penyelenggara Jasa Pembayaran digital yang berlisensi, Xendit mendukung pertumbuhan minat investasi aset kripto di Indonesia baik itu melalui solusi pembayaran yang fit to market maupun upaya edukasi ke masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Tokocrypto kami berharap dapat bersama sama meningkatkan literasi dan juga pengalaman investasi aset kripto yang lebih mudah, seamless dan tentunya tetap aman untuk masyarakat,” ungkap Tessa Wijaya, Co Founder & COO Xendit.

    Kolaborasi Tokocrypto dan Xendit tidak hanya mengembangkan inovasi fitur yang dapat memberikan kemudahan pengguna, tetapi juga menjalankan program edukasi bersama dari pemanfaatan investasi kripto. 

    “Upaya berkelanjutan tetap pada komitmen kami untuk fokus pada peningkatan penetrasi aset kripto dan edukasi masyarakat. Kami berkolaborasi dengan mitra kerja, salah satunya Xendit dapat mempermudah akses investasi aset kripto dari segi pelayanan pembayaran dan meningkatkan edukasi,” terang Yudho.

    Salah satu kolaborasi yang telah dilakukan adalah dengan memperkenalkan investasi kripto melalui “Trading Class Master” yang telah dilakukan pada 10-18 Desember 2022 dan diikuti oleh puluhan peserta secara online. Ada juga networking event di T-Hub by Tokocrypto, Jakarta yang berlangsung pada 17 Desember 2022. Melalui program ini diharapkan para investor pemula dan komunitas kripto di Indonesia bisa mendapatkan edukasi terkait analisa trading dan selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Menuju Level Harga Tertinggi 6 Bulan, Akankah Terus Naik?

    Bitcoin, aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, sedang mengalami kenaikan harga pada hari Rabu (16/1) menembus level US 24.000 atau sekitar Rp 364 juta. Hal tersebut sangat kontras dengan performa pasar saham yang tengah lesu.

    Dilaporkan Coindesk, investor telah melikuidasi sekitar US$ 60 juta pada posisi pendek atau short positions BTC selama 24 jam terakhir, sehingga mendorong harga lebih tinggi dan kripto lain, seperti Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan.

    Persentase kenaikan tersebut merupakan yang terbesar sejak BTC melonjak 10,5% pada 9 September lalu. BItcoin juga tengah menargetkan kenaikan harga tertinggi enam bulannya di posisi US 24.829 atau sekitar Rp 377 juta.

    Sentimen Pasar

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Dogecoin & Shiba Inu Naik Saat Elon Musk Umumkan ‘CEO’ Twitter Baru

    Kenaikan harga Bitcoin yang signifikan menjadi pemicu positif terhadap kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Meskipun Indeks Dolar AS (DXY) melonjak, pasar kripto telah berhasil menunjukkan ketahanan.

    Menurut data yang diberikan oleh situs CoinGecko, harga Bitcoin (BTC) kini telah melonjak lebih dari 11% dalam 24 jam terakhir. Namun, itu tetap di bawah level make-it-or-break-it di US$ 25.000. Altcoin utama, seperti Ethereum (ETH) dan XRP juga naik lebih dari 2%. Dogecoin (DOGE) memimpin di antara 10 koin teratas terbesar dengan kenaikan 3%.

    Sebelumnya Bitcoin telah turun di bawah US$ 21.600 pada titik yang berbeda dalam beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya kegelisahan investor tentang regulasi kripto, terutama menargetkan pasar stablecoin, dan tentang langkah-langkah bank sentral AS di masa depan untuk menjinakkan inflasi. Tetapi kekhawatiran itu tampaknya memudar dengan cepat karena BTC melonjak melewati US$ 24.100.

    Ketahanan Kripto

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Riset: Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

    Craig Erlam, seorang analis di broker Oanda, mengatakan bahwa ketahanan kripto cukup menggembirakan meskipun ada berita utama peraturan yang negatif. Meski pasar saham jatuh, Bitcoin tetap tangguh.

    Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 turun setelah pembacaan inflasi indeks harga konsumen (CPI) terbaru, yang memupus harapan The Fed akan segera beralih ke kebijakan moneter yang kurang agresif. Korelasi antara saham dan kripto telah menguat karena The Fed menaikkan suku bunga secara signifikan selama setahun terakhir untuk mengekang inflasi.

    Tindakan harga terbaru Bitcoin mungkin mengindikasikan bahwa hubungannya dengan saham melemah, yang belum tentu merupakan hasil yang positif. Sentimen investor terhadap kripto tampaknya memburuk bahkan setelah reli 40% yang dimulai pada tahun 2023. Tim firma riset Crypto Arcane baru-baru ini mencatat bahwa partisipasi institusional sedang menurun berdasarkan penurunan minat terbuka CME Group.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto Bitcoin (BTC) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kisah Simpan Bitcoin 11 Tahun, Saldo Rp 121 Ribu Naik Jadi Rp 144 Miliar

    Ada kisah menarik soal bukti nyata simpan Bitcoin (BTC) bisa membawa keuntungan investasi jangka panjang. Jadi ada sebuah wallet Bitcoin yang tidak aktif selama lebih dari satu dekade, lalu hidup kembali dan mendapatkan keuntungannya yang fantastis hingga miliaran rupiah.

    Sejak 1 Oktober 2012, wallet Bitcoin ‘1MMXRA’ menampung 412,12 BTC yang terakumulasi dalam empat transaksi, seluruhnya hanya bernilai US$ 8 atau sekitar Rp 121 ribu pada saat itu. Tidak ada koin masuk atau keluar dari wallet tersebut sampai tanggal 8 Februari terjadi transaksi dengan nilai Bitcoin telah melonjak seharga US$ 23.000 pada hari itu.

    Jumlah 412,12 BTC dipindahkan dari wallet dalam satu transaksi, menyisakan saldo 0,11 BTC senilai US$ 2.572. Menurut data dari bitinfocharts, wallet tersebut menghasilkan keuntungan sebesar US$ 9,5 juta atau sekitar Rp 144 Miliar, karena perubahan harga atau apresiasi. Dengan begitu ada keuntungan mencapai 120.000.000%.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Rihanna Rilis NFT Lagu Terpopulernya, Kolektor Bisa Dapat Royalti

    Meskipun seseorang tidak dapat mengesampingkan daya tahan dan keyakinan pemilik untuk dapat “bertahan” selama lebih dari 11 tahun, wallet juga mungkin diaktifkan kembali setelah pemiliknya dapat akses untuk membukanya.

    Nilai Bitcoin Naik

    keuntungan yang mencapai ratus jutaan persen itu terjadi karena Bitcoin telah tumbuh nilainya selama bertahun-tahun. Bitcoin diperdagangkan mendekati US$ 12,36 sekitar waktu alamat tersebut membeli simpanan Bitcoinnya pada akhir September 2012.

    Glassnode dari bulan lalu menunjukkan bahwa jumlah koin yang disimpan dalam jangka panjang tumbuh pada tingkat 100.000 per bulan, meskipun pemegang jangka pendek mengambil kesempatan untuk mendapat untung dari reli aset baru-baru ini.

    Pada bulan Maret 2022, wallet yang lebih tua juga diketahui menyimpan 489 Bitcoin sejak Oktober 2010, ketika harga Bitcoin hanya US$ 0,19. Itu terjadi berbulan-bulan sebelum pencipta nama samaran Bitcoin, Satoshi Nakamoto meninggalkan proyek.

    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.
    Ilustrasi Satoshi Nakamoto. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Riset: Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

    Satoshi diduga memegang sebanyak 5% dari seluruh pasokan Bitcoin karena penambangan di masa-masa awal jaringan, tetapi banyak yang tidak percaya koin itu akan bergerak lagi.

    Aksi Harga Bitcoin

    Aksi harga Bitcoin pada saat artikel ini terbit diperdagangkan pada US$ 22.152, naik 1,78% dalam 24 jam terakhir. Pasar kripto rebound pada hari Rabu (15/2) karena investor menyambut data CPI Januari 2023 yang menyebutkan inflasi AS tengah melambat.

    Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) terpantau naik pada Rabu (15/2) pagi imbas data consumer price ondex (CPI) yang menunjukan inflasi mereda selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Januari 2023. Meski begitu, banyak analis menilai investor masih mencerna data tersebut sehingga kenaikan pasar kripto belum signifikan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rihanna Rilis NFT Lagu Terpopulernya, Kolektor Bisa Dapat Royalti

    Artis musisi Rihanna mengeluarkan non-fungible token (NFT) untuk lagu terpopulernya yang dirilis pada tahun 2015. NFT Rihanna dari lagu yang berjudul “B**ch Better Have My Money” itu diterbitkan melalui startup musik Web3 Anotherblock pada hari Kamis (9/2) lalu.

    Menariknya NFT Rihanna itu, memungkinkan kolektornya untuk menerima sebagian royalti streaming dari lagu tersebut. Platform baru ini bekerja sama dengan pemegang hak, termasuk artis, produser, dan penulis, untuk melepaskan sebagian dari hak royalti streaming mereka, yang ditawarkan sebagai NFT yang difraksionalisasi.

    Deputy sebagai produser musik yang berkolaborasi dengan Kanye West, Travis Scott dan WondaGurl untuk memproduseri single hit Rihanna tahun 2015 “B**ch Better Have My Money,” sepakat memberikan sebagian dari royalti streamingnya kepada kolektor melalui Anotherblock.

    Harga NFT Rihanna

    Baca juga: Premier League Bermitra dengan Sorare Rilis NFT Pemain Liga Inggris

    Lagu tersebut awalnya meraih triple platinum di AS ketika pertama kali dirilis dan telah mengumpulkan hampir 1 miliar aliran di seluruh platform berbagi musik, menurut siaran pers.

    Ada 300 NFT terkait royalti tersedia untuk dibeli seharga US$ 210 atau sekitar Rp 3,1 juta per item. Setiap pemegang akan menerima porsi 0,0033% dari royalti streaming untuk lagu tersebut.

    Pemegang diharapkan menerima pembayaran royalti pertama mereka pada 16 Februari, kata Anotherblock, dan akan menerima pembayaran setiap enam bulan berdasarkan pendapatan streaming. Koleksi NFT Rihanna sendiri terjual habis dalam hitungan menit.

    Soal Royalti

    Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

    Selain mendapat bagian royalti, pemegang NFT Rihanna juga dapat mengakses komunitas Discord yang terjaga keamanannya, acara dunia nyata, dan akses prioritas untuk rilis karya digital terbaru. Penurunan NFT terjadi menjelang penampilan paruh waktu Super Bowl LVII Rihanna pada hari Minggu (12/2).

    Melihat lebih dalam konsep royalti ini memang terdengar baru. Dalam kontrak pembelian, Deputy dan Anotherblock akan mengambil 5% dari penjualan kembali NFT selamanya. NFT yang sama yang dijual seharga US$ 210 sekarang umumnya dijual kembali seharga US$ 1200 hingga US$ 1800, jadi mereka membagi US$ 60 hingga US$ 90 setiap kali NFT BBHMM dijual kembali.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin dan Ethereum Naik Imbas Laporan CPI Inflasi AS Melambat

    Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) terpantau naik pada Rabu (15/2) pagi imbas data consumer price index (CPI) yang menunjukan inflasi melambat selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Januari 2023. Meski begitu, banyak analis menilai investor masih mencerna data tersebut sehingga kenaikan pasar kripto belum signifikan.

    Dilaporkan Coindesk, Bitcoin sempat tenggelam dalam satu jam pertama setelah rilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis CPI Januari, yang menunjukkan data naik 6,4% dibandingkan proyeksi 6,2%. Kemudian, BTC kembali di atas US$ 22.000 atau sekitar Rp 334 juta (kurs dolar AS Rp 15.191) dan ETH naik ke level US$ 1.549 (Rp 23 juta), posisi yang telah hilang lima hari lalu.

    Bitcoin dan Ethereum tetap stabil, karena indeks saham utama seperti S&P 500 naik tipis sekitar 0,04%. Aset kripto lainnya, termasuk Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE), keduanya naik tipis, menikmati kenaikan 1,7% dan 0,1% pada saat data CPI Januari rilis.

    Pasar Kripto Berusaha Naik

    Data CPI naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari, tanda yang berpotensi negatif dari aset berisiko seperti kripto pada tahun 2023 karena The Fed mencoba menjinakkan inflasi melalui kampanye kenaikan suku bunga.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

    “Laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini, meskipun tidak jauh lebih tinggi, ini menambah argumen potensial ‘lebih tinggi untuk lebih lama’ yang telah didorong oleh Fed,” Kepala Riset di IntoTheBlock, Lucas Outumuro dikutip Decrypt .

    Laporan CPI bulan lalu menunjukkan harga turun 0,1% pada bulan Desember, membawa tingkat inflasi tahunan turun menjadi 6,5%. Tetapi harga naik 0,5% pada bulan Januari di semua item setiap bulan. Kenaikan CPI bulanan terbesar berasal dari makanan, bensin, dan tempat tinggal, yang menyumbang hampir setengah dari inflasi di bulan Januari.

    Menunggu Respons The Fed

    The Fed telah mengikuti perubahan data CPI dengan cermat untuk mengukur seberapa efektif kenaikan suku bunganya dalam mendinginkan ekonomi, dengan tujuan menurunkan inflasi ke target 2%. Tapi itu juga mempertimbangkan faktor lain saat membentuk kebijakan moneter, seperti kekuatan pasar tenaga kerja AS.

    Anggota The Fed memilih dengan suara bulat bulan ini untuk menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase ke kisaran target 4,50% hingga 4,75%, mendorong bank sentral AS untuk memberikan kenaikan suku bunga kedelapan sejak menaikkan suku bunga dari mendekati nol Maret lalu.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: BLK 2023: Tips Investasi Aset Kripto Bagi Pemula yang Aman

    Suku bunga yang lebih tinggi telah membuat kripto dan aset berisiko lainnya seperti saham menjadi kurang menarik, jika dibandingkan dengan aset yang lebih konservatif seperti obligasi, yang memiliki potensi kenaikan yang lebih kecil tetapi didukung oleh pemerintah dalam hal keuntungan.

    Banyak investor mencari tanda-tanda yang menunjukkan bahwa The Fed dapat segera beralih dari pengetatan ekonomi ke mempertahankan suku bunga atau bahkan merangsang pertumbuhan dengan memangkas suku bunga akhir tahun ini.

    Meskipun Bitcoin dan Ethereum sama-sama naik lebih dari 25% sejak awal tahun, pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan Januari telah memperkeruh pembacaan investor tentang kenaikan suku bunga di masa depan dari Fed, dan kripto menghadapi tantangannya sendiri di tengah pengetatan regulasi dari Securities and Exchange Commission (SEC).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arab Saudi dan The Sandbox Bikin Metaverse, Harga SAND Naik

    SAND, token asli dari platform game metaverse The Sandbox, memimpin pasar kripto setelah melonjak ke level tertinggi tiga bulan di US$ 0,93 pada Rabu (9/2) pagi. Hal tersebut didorong oleh sentimen pengumuman kemitraan antara Arab Saudi dengan The Sandbox untuk rencana metaverse masa depan.

    Inisiatif menuju pengembangan metaverse terus menjadi fokus dan minat utama yang signifikan di Timur Tengah dan menjadi topik utama dalam industri ini. Pada 7 Februari lalu, terjadi penandatanganan nota kesepahaman (MOU) baru antara The Sandbox dan pemerintah Arab Saudi.

    Menurut postingan media sosial dari Sebastien Borget, co-founder dan COO The Sandbox, MOU tersebut dengan Otoritas Pemerintah Digital Arab Saudi (DGA) bertujuan untuk “menjelajahi, menasihati, dan mendukung” satu sama lain dalam pengembangan metaverse.

    Kerja Sama The Sandbox

    Baca juga: Ini Wujud Pernikahan Metaverse Pertama di The Sandbox

    “Merupakan kehormatan sejati untuk menandatangani upacara kemitraan MOU kami antara TheSandboxGame dan Otoritas Pemerintah Digital Arab Saudi (DGA) selama konferensi LEAP 2023, dan kami berharap dapat mengeksplorasi, menasihati, dan saling mendukung satu sama lain dalam aktivasi Metaverse,” Co-founder dan COO Sandbox Sebastien Borget tweeted pada hari Selasa (7/2).

    Meskipun tidak ada pembaruan lebih lanjut tentang sejauh mana kemitraan ini, kedua belah pihak telah secara aktif mendorong batasan ruang Web3 relatif terhadap bidang keahlian mereka.

    Sandbox telah bermitra dengan beberapa nama besar baik di dalam maupun di luar ruang Web3, antara lain termasuk Snoop Dogg, Gucci, Tim, Atari, HSBC dan Warner Music Group.

    Harga SAND Naik

    Kripto The Sandbox naik lebih dari 8%. Foto: The Sandbox.
    Aset kripto The Sandbox. Foto: The Sandbox.

    Baca juga: Tertarik Bermain The Sandbox Game? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

    Sandbox adalah dunia game virtual tempat pemain dapat membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain game mereka. Ini awalnya menggunakan blockchain Ethereum untuk token SAND asli dan non-fungible token (NFT) sebelum beralih ke Polygon dalam langkah yang dimaksudkan untuk memungkinkan transaksi gas fee yang lebih cepat dan lebih murah.

    Aset kripto The Sandbox (SAND) melonjak ke level tertinggi tiga bulan di US$ 0,93. Meskipun sedikit turun menjadi US$ 0,90 pada saat berita ini dimuat, SAND masih naik sebesar 25% selama 24 jam terakhir, menurut data dari CoinGecko.

    Token berpindah level sekitar US$ 0,70 pada hari Selasa (7/2) sebelum tersiar kabar bahwa The Sandbox menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Otoritas Pemerintah Digital Arab Saudi (DGA).

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Luncurkan Stablecoin di Jaringan Polygon

    Tether meluncurkan token USDT di jaringan Polygon. Stablecoin ini akan membantu mendukung ekosistem decentralized finance (DeFi) Polygon dengan menyediakan mata uang yang stabil bagi investor.

    Saat ini, stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu sudah tersedia di lebih dari 11 blockchainUSDT yang berpatok 1:1 dengan dolar AS, kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $ 72,4 miliar.

    Polygon merupakan blockchain layer 2 di jaringan Ethereum, yang menawarkan transaksi cepat dengan biaya lebih rendah. Ada lebih dari 19.000 decentralized applications (dapps) yang beroperasi di jaringan ini.

    Polygon sejauh ini telah memproses lebih dari 1,6 miliar transaksi, memiliki lebih dari 142 juta alamat pengguna unik, dan memiliki total value locked (TVL) lebih dari $ 5 miliar.

    Baca juga: Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

    “Kami antusias untuk meluncurkan USDT di Polygon, (kami) menawarkan akses ke stablecoin paling likuid, stabil, dan tepercaya di ruang token digital, untuk komunitasnya,” kata Chief Technology Officer (CTO), Tether Paolo Ardoino, dalam keterangan resminya.

    Tether menjadi stablecoin yang paling banyak diadopsi dan saat ini sudah tersedia di jaringan Kusama, Ethereum, Solana, Algorand, EOS, Liquid Network, Omni, Tron dan Bitcoin Cash’s Standard Ledger Protocol.

    Kehilangan Kapitalisasi Pasar $ 10 Miliar

    USDT sempat ikut terguncang saat Terra ambruk pada pertengahan Mei lalu. Tak tanggung-tanggung, stablecoin ini kehilangan kapitalisasi pasarnya hingga $ 10 miliar.

    Berdasarkan data CoinGecko, kapitalisasi pasar USDT saat ini masih stabil di angka sekitar $ 73 miliar. Padahal, sebelum kejatuhan Terra, kapitalisasi pasarnya mencapai $ 84 miliar.

    Tether USDT merupakan stablecoin yang paling banyak digunakan oleh pasar kripto. Hal ini menjadikan USDT sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga setelah Bitcoin dan ETH.

    Baca juga: GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com