Author: 29

  • Ini Alasan Harga Kripto Gifto (GFT) Melonjak Tinggi Lebih dari 300%

    Aset kripto Gifto (GFT) telah melonjak menjadi US$ 0,11 dari US$ 0,04 dalam 24 jam terakhir dan mencatat peningkatan 370% selama 7 hari terakhir, menurut data CryptoSlate. Token yang awalnya kurang dikenal itu tercatat telah meroket ke posisi 50 besar di peringkat kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Gifto diluncurkan pada 2017 dengan GTO sebagai token aslinya. Namun, sebagai bagian dari upaya rebranding pada tahun 2023, token GFT dibuat. Platform hadiah virtual web3 itu tampaknya telah bangkit kembali pada tahun 2023 setelah investasi US$ 2,5 juta dari Poolz Ventures.

    Kesepakatan investasi akan membuat Gifto memajukan penawaran produknya, dengan dukungan pemasaran tambahan dari Poolz. Gifto mengatakan bahwa untuk mendukung rangkaian produk barunya, ia perlu membuat ulang token aslinya. Akibatnya, ia mengumumkan pertukaran token dari GTO berbasis ERC Ethereum ke GFT alternatif standar BEP20 BNB.

    Token GFT baru akan mendukung program staking dan charity Gifto. Gifto akan mengalokasikan sekitar 0,5% dari token inflasi tahunannya untuk donasi melalui Binance Charity.

    Relisting GFT

    Ilustrasi aset kripto Gifto (GFT).
    Ilustrasi aset kripto Gifto (GFT).

    Baca juga: Arab Saudi dan The Sandbox Bikin Metaverse, Harga SAND Naik

    Bursa kripto terkemuka, termasuk Binance dan Bitget, telah mendukung langkah Gifto untuk menukar semua token GTO ke GFT dengan basis 1:1. Binance dan Bitget mengumumkan pada 8 Februari bahwa platform mereka tidak lagi mendukung token GTO; namun, setoran dan penarikan untuk token GFT terbuka.

    Demikian pula, MXC mengatakan akan mendaftarkan pasangan perdagangan GFT/USDT di zona inovasi efektif 8 Februari. Bursa lain seperti Gate.io, Bitrue, dan OKX juga mengambil bagian dalam relisting token. Secara historis, harga aset kripto cenderung berhasil dengan baik setelah terdaftar oleh bursa utama seperti Binance dan Coinbase.

    Setelah pengumuman daftar, token GFT baru Gifto melonjak capai 370% selama 7 hari terakhir. GFT saat ini diperdagangkan di atas US$ 0,11 dan telah mencapai lebih dari US$ 125 juta dalam volume perdagangan di Binance.

    Gifto di Masa Depan

    Ilustrasi aset kripto Gifto (GFT).
    Ilustrasi aset kripto Gifto (GFT).

    Baca juga: Aset Kripto The Graph (GRT) Mampu Reli Lebih dari 130% Seminggu

    Sementara itu, Gifto mengumumkan bahwa staking akan dimulai minggu ini. Dalam sebuah pernyataan minggu lalu, para pengembang mengumumkan bahwa pemegang GFT akan dapat menyimpan token mereka dan mendapatkan hadiah minggu ini. Pengembang mendorong ekspansi besar mereka.

    Namun, tidak jelas apakah reli saat ini akan berlanjut. Secara historis, harga kripto cenderung naik untuk sementara waktu di tengah momentum listing dan kemudian mundur saat situasi mulai stabil.

    Saat ini, tidak mungkin untuk melakukan prediksi harga GFT kuantitatif yang sebenarnya karena diperdagangkan untuk hari pertama di sebagian besar platform. Namun, diduga bahwa harga GFT/USDT akan mundur dan mungkin menguji ulang level dukungan penting di US$ 0,050.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto GFT di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 12 Januari 2022: Proyeksi Bitcoin hingga BNB

    Jakarta – Memasuki pekan kedua tahun 2022, investor aset kripto dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada pasar. Mulai dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempercepat kenaikan suku bunga acuan lebih cepat hingga gejolak di Kazakhstan.

    Pekan ini diharapkan bisa menjadi fase pemulihan bagi sejumlah aset kripto, walaupun nampaknya masih terlihat adanya volatilitas tinggi. Untuk lebih lengkap mengenai lima aset kripto apa saja yang mengalami bullish dan bearish di pekan kedua Januari 2022, simak Tokocrypto Market Signal di bawah ini.

    Daftar‌ ‌5‌ ‌Aset‌ ‌Kripto‌ ‌Bullish‌ ‌

    1. Bitcoin ‌(BTC)‌

    Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

    Ilustrasi grafik aset kripto Bitcoin (BTC).

    Di awal tahun 2022, market aset kripto memang bergejolak luar biasa. Semua investor hingga para analis tidak bisa memprediksi akan terjadi penurunan pasar yang cukup signifikan. 

    Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, mengungkap ada dua penyebab utama market aset kripto melemah, termasuk Bitcoin dan koin/token kapitalisasi besar lainnya. Pertama, dipicu oleh pengumuman Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada 5 Januari lalu yang merilis hasil notulen rapat mereka bulan Desember, di mana para pejabat menyebutkan potensi kenaikan suku bunga yang lebih awal. 

    “Di hari yang sama, gejolak politik Kazakhstan menambah tekanan lebih lanjut ke pasar. Internet negara tersebut ditutup di tengah protes, menyebabkan hashrate jaringan Bitcoin menurun,” ungkapnya.

    Meski begitu, Afid melihat Bitcoin tidak akan turun lebih jauh lagi, dan menyebut harga terendah masih berada di bawah posisi US$ 40.680. BTC diyakini bisa alami konsolidasi, sehingga berpotensi rebound dan bullish sekitar 27 persen.

    “Bitcoin masih paling banyak peminatnya. Termasuk di Tokocrypto yang volume trading paling banyak di BTC. Ini memiliki potensi terlepas dari zona terendahnya dan melakukan rebound harga dalam kurun waktu yang singkat,” jelas Afid.

    Peringkat BTC di CoinMarketCap saat ini adalah #1, dengan kapitalisasi pasar US$ 791.730.821.444. Pasokan yang beredar 18.925.843 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

    2. Binance Coin (BNB)

    Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

    Ilustrasi grafik aset kripto Binance Coin (BNB).

    BNB adalah aset kripto yang diciptakan oleh Binance, salah satu exchange kripto terbesar di dunia. BNB berjalan di Binance Chain, sebuah blockchain yang diciptakan Binance untuk mendukung pertukaran kripto yang terdesentralisasi. 

    Afid menjelaskan sepanjang tahun 2021 lalu, BNB berhasil menjadi aset kripto dengan kinerja paling apik. Dalam ekosistem Binance, pengguna dapat menggunakan BNB untuk menerima diskon biaya perdagangan dan mendapat benefit lainnya.

    “BNB berpotensi bullish karena akan ada integrasi dengan YokaiSwap ya. Di mana YokaiSwap itu sebelumnya berada di Nervos Network. Dia akan ILO (initial liquidity offering) di tanggal 13 Januari ini, dan bisa menambah harga untuk BNB,” katanya.

    Peringkat BNB di CoinMarketCap saat ini adalah #4, dengan kapitalisasi pasar US$ 75.252.827.642. Pasokan yang beredar 166.801.148 koin BNB dan maksimal pasokan 166.801.148 koin BNB.

    Baca Juga: 6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

    3. Nervos Network (CKB)

    Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

    Ilustrasi grafik aset Nervos Network (CKB).

    Nervos Network (CKB) menggambarkan dirinya sebagai ekosistem blockchain publik dengan sumber terbuka. CKB merupakan kependekan dari Common Knowledge Base yang merupakan protokol lapisan dasar 1 dari Nervos Network.

    Afid melihat CKB coin akan bernasib sama dengan BNB dan akan mengalami fase bullish dalam waktu dekat. Penyebabnya sama, yaitu integrasi dengan YokaiSwap yang sebelumnya berada di Nervos Network, kini terhubung dengan Binance Smart Chain.

    “Hal tersebut mungkin akan menambah harga lagi untuk CKB,” terangnya.

    Peringkat CKB di CoinMarketCap saat ini adalah #128, dengan kapitalisasi pasar US$ 535.982.605. Pasokan yang beredar 29.350.914.462 koin CKB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    4. PancakeSwap (CAKE)

    Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

    Ilustrasi grafik aset kripto PancakeSwap (CAKE).

    CAKE adalah token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20 disebut juga sebagai token utilitas. PancakeSwap sendiri adalah pertukaran terdesentralisasi yang memungkinkan penggunanya untuk memperdagangkan mata uang kripto dan token tanpa perantara terpusat.

    Layanan tersebut dibangun di atas kontrak pintar yang digunakan di Binance Smart Chain, platform blockchain yang dijalankan oleh pertukaran kripto Binance. Afid mengatakan token ini akan mengalami bullish.

    “Jadi akan ada IFO (Initial Farm Offerings) yang melebihi perkiraan awal, maka akan berpengaruh kepada BNB. PancakeSwap itu sendiri berada di jaringan Binance Smart Chain (BSC) kemungkinan akan ada kenaikan harga juga,” tuturnya.

    Peringkat CAKE di CoinMarketCap saat ini adalah #49, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.776.080.667. Pasokan yang beredar 257.281.434 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    5. Flux (FLUX)

    Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

    Ilustrasi grafik aset Flux (FLUX).

    Flux adalah jaringan komputasi awan terdesentralisasi di blockchain Flux, yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-work (PoW). Sementara, FLUX adalah token utilitas dan tata kelola asli dari Flux yang dapat digunakan untuk tata kelola jaringan, diterima sebagai reward atas mining, dan untuk membayar biaya jaringan.

    Afid menerangkan FLUX berpotensi bullish karena baru saja mengumumkan kerja sama dengan Nvidia. Di mana kerja sama itu sebagai mitra utama, FLUX akan dapat berkembang lebih cepat melalui akses ke teknologi dan pakar mutakhir dari NVIDIA dan dukungan pemasaran bersama.

    “FLUX ada kerja sama dengan Nvidia yang akan membuat harganya kemungkinan naik. Potensi kenaikannya bisa mencapai 69 persen,” katanya.

    Peringkat FLUX di CoinMarketCap saat ini adalah #123, dengan kapitalisasi pasar US$ 579.864.358. Pasokan yang beredar 223.804.842 koin FLUX dan maksimal pasokan 440.000.000 koin FLUX.

    Baca Juga: Fakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Power Ledger (POWR)

    Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

    Ilustrasi grafik aset Power Ledger (POWR).

    Power Ledger (POWR) minggu ini masuk kembali ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish. Dalam analisa Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, melihat POWR sempat naik atau nge-pump sekitar 50 persen pada tanggal 9 Januari lalu. Namun, terjadi banyak penjualan yang membuat harganya kembali turun.

    “Biasanya di market kripto, kalo udah nge-pump kaya gini, itu akan terjadi penjualan untuk berusaha menaikan profit. Saat ini sudah masuk ke fase penjualan tersebut ya. Dan akan terus alami penurunan sampai 0,5441,” kata Afid.

    Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

    Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #174, dengan kapitalisasi pasar US$ 264.431.061. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

    2. Smooth Love Potion (SLP)

    Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

    Ilustrasi grafik aset kripto Smooth Love Potion (SLP).

    Smooth Love Potion (SLP) adalah jenis uang digital yang terdapat dalam game metaverse, Axie Infinity. Token ini menggunakan jaringan Ethereum dan melalui likuiditas Uniswap. Jaringan Ethereum memang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan dalam smart contract.

    Koin SLP sangat berbeda dengan aset kripto lain yang digunakan dalam game. Pemain diharuskan membeli token untuk menyelesaikan misi tertentu, sehingga mereka bisa berkembang dan dijual kembali.

    “Alasan mendasar kenapa SLP terus mengalami penurunan, karena orang yang biasanya kalo sudah dikasih reward, mereka akan jual untuk dijadikan aset pribadi dan di-convert ke koin yang lebih bagus lagi,” kata Afid.

    Peringkat SLP di CoinMarketCap saat ini adalah #550, dengan kapitalisasi pasar US$ 56.517.718. Pasokan yang beredar 3.221.436.110 koin SLP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. Hive (HIVE)

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Sama seperti POWR, HIVE juga kembali masuk ke daftar bearish pekan ini. Afid melihat berpotensi masih terus turun. Bahkan melebih penurunan minggu lalu yang berada disekitar 10 persen

    “HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 16 perse,” ungkap Afid.

    Hive sendiri adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

    Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #135, dengan kapitalisasi pasar US$ 470.258.126. Pasokan yang beredar 389.178.394 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: CEO Grayscale: 5 Tren Crypto yang Harus Diamati Tahun Ini

    4. Ooki Protocol (OOKI)

    Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

    Ilustrasi grafik aset kripto Ooki Protocol (OOKI).

    Ooki adalah protokol untuk perdagangan margin dan pinjaman tokenized. Ini bisa digunakan untuk layanan pinjaman yang memberdayakan blockchain yang terdesentralisasi, efisien, dan bebas sewa.

    Ooki adalah proyek yang dijalankan komunitas, diatur oleh suara komunitas untuk semua perubahan besar pada protokol. Afid menilai OOKI masih akan terus menurun selama beberapa waktu ke depan.

    “Dilihat dari grafiknya, ada pola penurunan yang tajam. Sekarang masih di area support-nya ya. Tapi kalau ini berhasil tertembus, bisa mengalami penurunan sekitar 13 persen,” katanya.

    Peringkat OOKI di CoinMarketCap saat ini adalah #539, dengan kapitalisasi pasar US$ 59.126.115. Pasokan yang beredar 2.875.468.102 koin OOKI dan maksimal pasokan 10.300.000.000 koin OOKI.

    5. Convex Finance (CVX)

    Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

    Ilustrasi grafik aset kripto Convex Finance (CVX).

    Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.

    Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.

    “CVX punya probability untuk mengalami kenaikan lagi, tapi ini harus koreksi dan dilihat mungkin bisa turun di area 32,5 atau sekitar 8,1 persen dari harganya,” ungkapnya.

    Peringkat CVX di CoinMarketCap saat ini adalah #207, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.645.046.915. Pasokan yang beredar 45.680.015 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Januari 2023

    Memasuki tahun 2023, seharusnya investor kripto harus lebih jeli dalam menatap masa depan. Ada beberapa aset kripto yang wajib masuk dalam daftar watchlist atau layak pantau pada Januari 2023 ini.

    Banyak investor yang yakin dan antusias bahwa investasi mereka dapat membuahkan hasil yang lebih baik tahun ini. Beberapa investor mengalami kerugian pada tahun 2022, tetapi sangat ingin melihat aset kripto mereka meroket atau hanya mencapai titik impas pada tahun 2023.

    Sementara, analis memproyeksikan bahwa pasar dapat tetap berada di zone bearish tahun ini, meski begitu investor tertarik untuk melakukan langkah terbaik mereka ke depan. Mengutip Watcher.Guru, ada tiga kripto teratas yang harus diperhatikan pada Januari 2023. Apa saja itu?

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Bitcoin adalah kripto yang paling tidak stabil dan dapat berayun dua arah dalam jumlah besar. Meskipun, turun 75% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044, ia memegang komando yang kuat di market.

    Sejauh ini, investor institusi secara teratur mengambil posisi masuk ke BTC, sehingga harganya tetap berada di sisi atas spektrum. BTC dapat memberikan kejutan bulan ini dan juga mencapai level tertinggi sebelumnya sebesar US$ 20.000 dan bergerak sideways kembali.

    Dari grafik day trading, BTC potensi bergerak naik saat ini sebelum penurunan berikutnya dan yang akan datang. Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 16.681 dan naik 0,49% dalam perdagangan 24 jam sehari.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Percaya Market Pulih, MicroStrategy Beli 2.500 Bitcoin Seharga $ 41 Juta

    Setelah Bitcoin, Ethereum adalah kripto yang paling tepercaya dan dapat mengemas keuntungan bulan ini. ETH melayang di sekitar level US$ 1.200 dan kenaikan lainnya dapat membawanya ke posisi US$ 1.350.

    Ethereum selalu tetap menjadi pilihan investasi yang baik, karena menawarkan banyak kasus penggunaan di industri kripto. ETH tetap stagnan di indeks minggu lalu dan terobosan dapat mendorong harganya ke depan.

    Pada saat artikel ditulis, Ethereum diperdagangkan pada US$ 1.214 dan naik 1,41% dalam perdagangan 24 jam sehari.

    Binance Coin (BNB)

    Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
    Ilustrasi aset kripto BNB.

    BNB melewati kondisi yang sulit pada tahun 2022, tetapi berhasil mempertahankan pergerakan harga yang layak meskipun terjadi bencana pasar. Binance Coin terus naik di indeks tahun ini dan sekarang ingin menembus angka US$ 250.

    Binance juga sedang melakukan ‘burning’ token dan mengakuisisi beberapa bisnis kripto di seluruh dunia. Hal ini membuat BNB berbeda dari yang lain dan tetap menjadi pilar kuat yang dapat mengatasi kondisi pasar yang buruk.

    Pada saat artikel ditulis, BNB diperdagangkan pada US$ 247 dan naik 1,7% dalam perdagangan 24 jam sehari.

    Baca juga: Analisa: Prediksi Harga Bitcoin di Bulan Januari 2023

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

    Kondisi aset kripto, seperti Bitcoin dan market secara keseluruhan terpantau tertekan sepanjang awal Mei 2022. Melansir CoinMarketCap pada Senin (9/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto utama terlihat masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

    Nilai Bitcoin (BTC) terjerembab 2,27% dalam 24 jam terakhir dan bertengger di $ 33.602,87 per keping. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) turun 3,27% ke $ 2.450,26 per keping di waktu yang sama.

    Altcoin lainnya pun bernasib serupa. Nilai BNB merosot 3,14% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Terra (LUNA) masing-masing anjlok 3,46%, 4,46% dan 3,72% di waktu yang sama.

    Tren Turun Bitcoin

    Nasib Bitcoin kini sedang mendung. BTC gagal menembus tren naik jangka pendek karena sinyal momentum berubah negatif. BTC menahan reli di level $ 40.000 selama beberapa bulan terakhir dan turun 47% dari level tertinggi sepanjang masa sekitar $ 69.000 yang dicapai pada November tahun lalu.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada beberapa faktor fundamental yang membuat harga BTC tertekan. Mulai dari kebijakan bank sentral AS, the Fed, telah memberi dampak besar pada Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    “Jadi peningkatan volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir ini dapat dikaitkan dengan kenaikan inflasi, krisis geopolitik dan kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat oleh The Fed. Nilai BTC terus terbebani oleh tekanan makroekonomi dan sentimen umum pasar yang belum pulih,” kata Afid pada Senin (9/5).

    Lebih lanjut, Afid menambahkan fluktuasi harga Bitcoin baru-baru ini juga masih berhubungan dengan ketidakpastian yang berkelanjutan atas pandemi COVID-19 dan tindakan regulasi baru oleh pemerintah AS, termasuk perintah eksekutif Joe Biden.

    Pergerakan Bitcoin dan altcoin, saat ini berkorelasi dengan aset sensitif risiko lainnya seperti saham, terutama saham teknologi, selama beberapa bulan terakhir. Saham-saham teknologi pun berguguran. Nilai saham Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta kompak terjerumus lebih dari 1%.

    Secara lebih umum, dari data analisis on-chain sebagian besar investor jangka pendek telah menjual kepemilikan BTC mereka sebagai reaksi terhadap penurunan harga. Aksi jual mereka mungkin berkontribusi terhadap penurunan nilai Bitcoin. Nilai pasar BTC saat ini sekitar $ 662 miliar, setara dengan 39,4% dari ekonomi crypto senilai $ 1,68 triliun.

    Ilustrasi Bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

    Proyeksi Harga Bitcoin Awal Mei 2022

    Afid mengatakan secara keseluruhan market kripto masih cenderung terus turun. Pada grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant, BTC berisiko menembus di bawah rata-rata pergerakan tembus sekitar $ 30.000. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjun ke area $ 25.000—$ 27.000 yang faktanya bakal sangat menyakitkan bagi banyak investor.

    “Jika BTC tembus ke harga $ 27.000, berarti capai level terendah dari Juli 2021 lalu. Meski begitu, penurunan ini mungkin akan berlangsung lama dan pemulihan harga tampaknya lebih cepat,” ucapnya.

    Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.
    Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.

    Dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di level support-nya $ 34.000. Jika harga terus menuju ke bawah level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000.

    “Tapi mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000, selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan ke $ 30.000,” jelasnya.

    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

    Dalam grafik CryptoQuant, Bitcoin masih menunggu konfirmasi, baik Short Squeeze maupun Long Squeeze. Jika garis ungu mengalami kejatuhan, berarti akan dampak likuidasi untuk posisi long, maka berkurangnya leverage membuat harga mengalami penurunan berkelanjutan atau Short Squeeze.

    “Untuk Short Squeeze sebaliknya, tapi market lebih melihat ke arah Short Squeeze daripada Long Squeeze. Tidak ada penahanan lagi untuk mengalami kenaikan dan akhirnya market ambrol,” pungkasnya Afid.

    Baca juga: Ini Skema Perhitungan Pajak Kripto di Tokocrypto Berlaku 1 Mei 2022



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    iPhone 14 resmi diungkap oleh Apple di sebuah acara khusus pada Kamis (8/9) dini hari. Menariknya, pasca iPhone terbaru ini rilis, market kripto pun ikut bergerak naik, setelah mengalami hari yang sulit sebelumnya.

    Apple telah secara resmi mengungkapkan iPhone 14. Ponsel terbaru akan dirilis akhir pertengahan September nanti. iPhone 14 hadir dalam empat model: iPhone 14, iPhone 14 Pro, iPhone 14 Pro Max, dan iPhone 14 Plus. Ini adalah pertama kalinya kita akan melihat iPhone Plus di jajaran smartphone Apple.

    Fitur baru yang disugguhkan Apple termasuk lensa yang lebih besar untuk kamera belakang pada iPhone 14 pro dibandingkan dengan 13 Pro. Lompatan ukuran mencakup lompatan dari 12 menjadi 48 megapixel. Selain itu dari segi tampilan ada yang menarik terlihat dari perubahan ‘poni’ atau notch yang kini semakin ramping desainnya dinamakan “Dynamic Island.”

    Ilustrasi Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus yang baru rilis. Foto: Apple.
    Ilustrasi Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus yang baru rilis. Foto: Apple.

    Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    Selain itu, setiap iPhone baru mencakup masa pakai baterai dan ukuran layar yang ditingkatkan, serta fitur-fitur baru yang membantu melacak keselamatan pengguna, seperti Car Crash Detection.

    Daftar Harga iPhone 14

    Dari segi harga, sebenarnya tidak ada kenaikan dibanding dengan banderol yang sama ketika Apple meluncurkan iPhone generasi sebelumnya. Berikut adalah daftar harga iPhone 14:

    • iPhone 14 mulai US$ 799 (Rp 11,9 juta).
    • iPhone 14 Plus mulai US$ 899 ( Rp 13,4 juta).
    • iPhone 14 Pro mulai US$ 999 (Rp 14,8 juta).
    • iPhone 14 Pro Max mulai US$ 1099 (Rp 16,3 juta).

    Preorder untuk iPhone dan iPhone Plus akan tersedia pada 9 September. iPhone 14 akan tersedia untuk dikirim pada 16 September, sedangkan iPhone 14 Plus akan tersedia pada 7 Oktober.

    Pre-order untuk iPhone Pro dan Pro Max keduanya tersedia pada 9 September dan akan dikirimkan pada 16 September. Untuk di Indonesia sendiri, Apple belum mengungkap kapan waktu perilisan resminya, namun biasanya membutuhkan waktu satu atau dua bulan.

    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.
    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Di samping itu, Apple juga memperkenalkan Apple Watch Series 8 baru serta desain Apple Watch Ultra baru. Keduanya memiliki fitur, termasuk Always-on Display, Swim-proof, Crack Resistance, dan desain 2-sensor baru dengan pelacakan suhu. Seri 8 sekarang tersedia untuk dipesan seharga US$ 249 dan akan tersedia untuk dikirim pada 16 September.

    Harga Kripto Ikut Naik

    Ketika Apple meluncurkan iPhone 14, rupanya market kripto juga ikut menyambutnya dengan positif. Setelah mengalami kebakaran kemarin, aset kripto kembali masuk zona hijau di Kamis (8/9) pagi.

    Melansir CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto big cap seluruhnya naik dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 3,21% dalam sehari terakhir di US$ 19.248. Sementara itu nilai Ethereum (ETH) melonjak 8,33% menuju US$ 1.625 di waktu yang sama.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

    Altcoin lainnya tak kalah positifnya. Nilai Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) menanjak lebih dari 4% di saat bersamaan. Binance Coin (BNB) bahkan meroket dengan nilai pertumbuhan 6,28% dalam sehari.

    Performa aset kripto baik ini salah satunya disebabkan oleh melemahnya indeks Dolar AS (DXY). Nilai indeks Dolar AS turun dari level 110 kemarin ke 109 pada dini hari tadi. Investor tentu akan melepas dolar AS dan kembali beralih ke aset kripto ketika daya tarik nilai sang aset greenback tersebut memudar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BNB Chain dan Google Cloud Kolaborasi Dukung Web3

    BNB Chain, sebuah blockchain yang terkait erat dengan exchange kripto, Binance, menjalin kerja sama dengan Google Cloud untuk mendukung pertumbuhan Web3 dan startup blockchain.

    Kolaborasi strategis ini berencana untuk menawarkan infrastruktur dasar, dukungan komputasi awan, dan akselerasi ke beberapa startup Web3 dan blockchain.

    Ada sekitar 150 proyek Web3 dan blockchain di bawah program akselerator yang berfokus pada token BNB juga akan mendapatkan akselerasi dan dukungan ke program startup Google Cloud.

    Ilustrasi Binance
    Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

    “Google Cloud adalah pemain Web2 yang sangat bagus dan benar-benar telah melakukan banyak hal tentang Web3. Penting bagi kami untuk bekerja dengan pemain besar yang memiliki visi besar, dan kami memiliki DNA dan visi yang sama,” kata Gwendolyn Regina, Investment Director of BNB Chain.

    Baca juga: Pengadilan Korsel Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Do Kwon

    Google Masuk ke Dunia Web3

    Kerja sama terbaru dengan BNB Chain ini mengikuti langkah percepatan Google ke dunia Web3. Awal tahun ini, Google Cloud menambahkan layanan deteksi ancaman malware penambangan kripto dan meluncurkan Tim Aset Digital khusus yang baru.

    Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
    Ilustrasi aset kripto BNB.

    Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

    Program Google for Startups Cloud Program memberikan kredit Google Cloud setiap tahun hingga 2 tahun untuk membantu bisnis tahap awal membangun dan mengembangkan proyek mereka.

    Pembuat Web3 akan dapat terhubung dengan anggota tim Google Cloud Startup Success dan pakar materi pelajaran teknis perusahaan di seluruh manajemen data, analisis data, kecerdasan buatan, machine learning, dan zero trust security. Lokakarya pengembang Web3, serta pelatihan dan sertifikasi Google Cloud, juga akan tersedia bagi peserta.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Merge Ethereum Selesai, Kenapa Malah Harga ETH Turun?

    Menjelang akhir pekan, market aset kripto tampak kritis di zona merah. Kinerja market ternyata tak kunjung tampil kokoh, pasca peristiwa The Merge Ethereum yang sukses dilakukan pada Kamis (15/9) siang lali. Apakah The Merge tidak berpengaruh bangkitkan market?

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (16/9) pukul 10.00, nilai Bitcoin akhirnya turun dari level psikologisnya ke zona merah, dengan harga US$ 19.752 atau turun 0,17% selama 24 jam terakhir, walaupun melonjak 1,81% dalam sepekan. 

    Ethereum (ETH) bahkan harus turun lebih dalam pasca The Merge, anjlok 8,92% di harga US$ 1.467 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan lengser 10,62%. Altcoin lainnya pun kurang mentereng, seperti BNB, XRP, Solana (SOL) hingga Dogecoin (DOGE) semua kompak turun dan terjebak di zona merah dalam sehari terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market yang terus menurun pasca The Merge Ethereum disebebkan oleh beberapa faktor. Pertama, market secara keseluruhan masih tertekan sejak perilisan data inflasi AS yang terus meninggi pada Selasa (13/9) lalu.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

    Kemudian Kamis (15/9) lalu, AS merilis data Initial Jobless Claims sebesar 213.000 angkatan kerja sepanjang pekan lalu alias di bawah konsensus analis 226.000. Kondisi pasar tenaga kerja yang mengetat plus kuatnya data manufaktur AS digadang akan membuat The Fed makin pede untuk meneruskan kenaikan suku bunga acuan. 

    “Hal itu tentu akan menghantam kinerja market kripto. Di samping itu indeks dolar AS juga langsung menguat, sehingga investor mulai meninggalkan market kripto dan menghentikan akumulasi. Peristiwa The Merge pun tidak membuat mereka bergairah ke kripto,” kata Afid.

    Banyak Investor Terkena FOMO The Merge

    Menurut Afid, banyak investor yang mikir The Merge Ethereum akan membuat harga ETH naik. Kemudian, tidak sedikit yang berpikir migrasi Ethereum ke Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan bikin ETH dibanting karena sell on news.

    Pada akhirnya, proyeksi kedua yang terjadi. Banyak investor yang terkena FOMO (fear of missing out) mengikuti tren untuk melakukan akumulasi ETH secara besar-besaran. Namun, pada saat The Merge sukses, para whales atau bandar mulai melakukan aksi jual beberapa jam setelah migrasi selesai dilakukan

    “Penyebab penurunan ini dimulai saat ETH berhasil melakukan The Merge. Hal ini dikarenakan aksi dari market yang dikenal buy the rumor, sell the news yang artinya membeli saat rumor dan menjual saat sudah kejadian. Sama halnya dengan pasar saham, di market kripto juga digerakkan oleh para big money atau whales, para bandar besar ini biasanya berupa institusi yang bisa menggerakan market ketika memutuskan beli atau jual,” terang Afid. 

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

    Naik Harga Ethereum

    Afid menjelaskan kenaikan harga ETH tidak bisa seketika akan terjadi. Kemungkinan besar akan butuh proses yang lama, meski fundamental ETH sudah sangat baik di konsensus PoS. Peristiwa migrasi jaringan Ethereum juga hanya mengubah keseluruhan algoritma konsensus dan tidak memperluas kapasitas jaringan.

    “The Merge belum akan berpengaruh tinggi pada kenaikan harga ETH dan market secara keseluruhan. Sama halnya soal gas fees NFT di jaringan Ethereum tidak akan turun signifikan. Permasalahan utama dari kondisi bear market tetap pada kondisi makroekonomi yang tidak berpihak pada aset berisiko,” jelasnya.

    Perlu di ingat bahwa pergerakan market diprediksi akan terus bearish atau sideways dalam beberapa hari ke depan menunggu rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan kenaikan suku bunga acuan pada tanggal 21 September mendatang.

    Dari analisis teknikal, level resistance Ethereum tertinggi berada pada harga US$ 1.655 dan support kuat di harga US$ 1.428. Jika valid breakdown, kemungkinan harga ETH akan melanjutkan laju turun nya dengan target ke harga US$ 1.356.

    Sementara, Bitcoin level support penting di US$ 19.156 yang dari bulan Juni lalu menjadi pertahanan kuatnya. Jika breakdown, maka akan melanjutkan penurunan hingga harga kisaran US$ 18.000.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

    Aset kripto Aptos (APT) berhasil mencapai harga tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) di awal tahun 2023. Menurut CoinGecko, tidak ada token kripto yang naik lebih banyak dalam satu hari atau seminggu terakhir daripada Aptos.

    Token asli blockchain Aptos, APT, memiliki harga lebih dari dua kali lipat dalam tujuh hari terakhir dan naik 47%, menjadi US$ 18,46, dalam satu hari terakhir saja. Tercatat sejak awal tahun, Aptos melonjak 350%. Mengapa?

    Sulit untuk menentukan alasan yang tepat, tetapi data menunjukkan bahwa sekitar setengah dari volume trading sebesar APT US$ 2 miliar dalam beberapa hari terakhir berasal dari pasangan perdagangan won Korea Selatan di bursa UpBit yang berbasis di Singapura, menurut CoinGecko. Pada saat penulisan, APT dihargai US$ 18,63 di UpBit.

    Transaksi Perdagangan

    Nilai APT di UpBit, hampir US$ 0,50 lebih banyak daripada yang dijual di Binance dan di sebagian besar bursa lainnya dan tanda bahwa setidaknya sebagian dari aktivitas berasal dari perdagangan arbitrase.

    Grafik Harian APT/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik Harian APT/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Harga Kripto Fantom (FTM) Melonjak 20% Seminggu, Apa Penyebabnya?

    Sederhananya, traders arbitrase mendapat untung dari perbedaan harga. Mereka membeli dengan harga terendah yang tersedia dan menjual dengan harga tertinggi yang bisa mereka dapatkan.

    UpBit begitu sering mencantumkan aset kripto dengan harga lebih tinggi daripada pesaing mereka, sehingga sering dijuluki “Kimchi premium.” Baru tahun lalu, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul membuka penyelidikan terhadap pengiriman uang ilegal senilai 2 miliar won Korea yang dihasilkan memanfaatkannya perpedagangan kripto arbitrase.

    Perlu juga dicatat bahwa meskipun Aptos masih merupakan ekosistem DeFi terbesar ke-20, menurut DeFi Llama, Aptos telah tumbuh secara signifikan dalam sebulan terakhir. Volume DeFi di Aptos naik dari US$ 14 juta bulan lalu menjadi US$ 51 juta hingga bulan Januari 2023.

    Dilaporkan Decrypt, sebesar 10% dari volume APT dalam beberapa hari terakhir berasal dari pasangan perdagangan APT dan Binance USD (BUSD) Binance. Binance, pertukaran crypto terbesar di dunia berdasarkan volume, juga baru-baru ini memperkenalkan dua kumpulan likuiditas APT, yang sekarang menyumbang 18% dari volume perdagangan APT.

    Blockchain Aptos Labs.
    Blockchain Aptos Labs. Foto: Aptos Labs.

    Baca juga: Shiba Inu Kolaborasi dengan Bugatti Group & CoinGate, Nilai SHIB Naik?

    Liquidity pools memicu perdagangan aset kripto peer-to-peer. Pengguna diberi insentif untuk “pool,” atau menyetor, token mereka sehingga dapat ditukar dengan pengguna lain. Bursa kripto terdesentralisasi, seperti Uniswap dan Curve telah melakukannya. Tetapi brusa terpusat seperti Binance juga memanfaatkannya.

    Pada tanggal 20 Januari, platform Binance Liquid Swap meluncurkan Liquidity pools APT/Tether dan APT/Bitcoin. Platform memberi penghargaan kepada pengguna dengan BNB, token utilitas pertukaran, untuk menyetorkan dana ke dalam pools.

    Binance menjanjikan hasil 92,42% pada APT/USDT dan hasil 99,49% pada deposit kumpulan likuiditas APT/BTC. Dari jumlah tersebut, pengguna akan menerima hadiah BNB masing-masing 0,71% dan 1,07%, yang dibayarkan setiap jam.

    Kamu bisa melakukan trading kripto Aptos (APT) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Membakar Koin BNB Senilai $ 740 Miliar, Harganya Bakal Naik?

    Platform exchange kripto terbesar di dunia, Binance, menghapus lebih dari 1,8 juta koin BNB dari peredaran, menyelesaikan pembakaran atau burning periode triwulanan ke-19. CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa proses tersebut membuktikan sifat deflasi aset BNB.

    Dilaporkan Crypto Potato, BNB Chain (BNB), koin kripto asli dari Binance mengalami pembakaran ke-19 pada 19 April lalu. Perusahaan mengirim 1.830.382 BNB yang bernilai lebih dari $ 741 juta (setara Rp 10 triliun) pada saat transaksi ke dompet yang hanya dapat menerima token tetapi tidak dapat mengirim apa pun.

    Upaya pembakaran koin atau burning memang umum dilakukan oleh sejumlah pengembang kripto. Pasalnya, dengan cara mengurangi pasokan koin yang beredar, nilai koin bisa meningkat.

    Baca juga: Mirip Plant vs Zombies, Begini Cara Main Game NFT Plant vs Undead

    Harga BNB Bakal Naik?

    Coindesk melaporkan pembakaran akan dilakukan harga rata-rata $ 403 per BNB. Koin BNB diluncurkan pertama kali pada tahun 2017. aset kripto tersebut telah memperkuat ekosistem BNB Chain dan BNB Smart Chain.

    Untuk melenyapkan sejumlah BNB dari total pasokan saat ini, pihak Binance menggunakan sistem pembakaran otomatis. Mekanisme pembakaran otomatis menyesuaikan jumlah BNB yang akan dibakar berdasarkan harga BNB dan jumlah blok yang dihasilkan pada BNB Smart Chain (BSC) selama kuartal tersebut.

    Ilustrasi aset kripto BNB.
    Ilustrasi aset kripto BNB.

    Sementara itu, data menunjukkan perkiraan 1,8 juta BNB berada di jalur yang akan dibakar pada kuartal berikutnya, diharapkan sekitar bulan Agustus mendatang. Pembakaran perusahaan sebelumnya terjadi pada bulan Januari lalu. Saat itu, Binance membersihkan BNB senilai hampir $ 800 juta dari peredaran.

    Saat penulisan artikel pada Kamis (21/4) pukul 08.00 WIB harga BNB terpantau di situs CoinMarketCap diperdagangkan di level Rp 6.030.770. Performa harga BNB mengalami kenaikan sebesar 2,47 persen dalam 24 jam terakhir.

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tak Hanya Bitcoin, Harga BNB Mengalami Kenaikan di Awal 2021

    Seiring dengan lonjakan permintaan bitcoin di tahun 2021 ini, binance coin yang merupakan salah satu altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar juga menunjukkan peningkatan harga yang tinggi. Harga binance coin (BNB) selama Januari hingga Februari 2021 mencapai Rp 4,8 juta. Menarik kan? Nah, jika Anda tertarik untuk melakukan investasi di BNB ini, yuk simak ulasan perjalanan harga BNB dari tahun ke tahun beserta prediksi harga BNB di 2021! 

    Apa itu BNB?

    BNB atau binance coin adalah aset kripto didirikan oleh Changpeng Zhao, pada tahun 2017. Nama binance sendiri merupakan gabungan dua yaitu kata biner, dan keuangan. Koin yang memiliki simbol BNB ini diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Sejak peluncurannya, binance memang digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance.

    Pada dasarnya, binance memungkinkan Anda untuk mendapatkan diskon pada layanan platform pertukaran binance, yang kemudian dapat menjadi pertukaran aset-aset blockchain yang didesentralisasi. 

    BNB dari Masa ke Masa

    Dilansir dari Bitcoin Ethereum News, binance memasuki market untuk pertama kali pada 25 Juli 2017 dengan harga US$ 0. Pada akhir Agustus, barulah binance mencapai harga US$ 3. Setelah melewati fluktuasi tertentu, binance mengakhiri harganya di tahun 2017 dengan harga perdagangan US$ 8 per bnb. 

    Pada Januari 2018, binance mencapai harga tertingginya. Ia mampu mencapai US$ 23.35 per bnb dan menjadikannya sebagai fase yang paling memukau bagi para investor binance. Sayangnya hal ini tidak berlangsung lama. Pada Februari, sebagian besar aset kripto mengalami tren harga turun dan tak terkecuali binance. Binance juga mengalami penurunan dan menyentuh harga di bawah US$ 6.12 pada awal Februari.

    Tak membutuhkan waktu yang lama bagi binance untuk memperbaiki harganya. Sejak 6 Februari 2018, harga binance meningkat tajam hingga 200% dan menyentuh harga US$ 20. Pada akhir Juni 2018, harga binance menyentuh US$ 16.71. Kemudian mengalami roller coaster besar dan harga turun menjadi US$ 4.34 pada Desember 2018.

    Di tahun 2019, harga binance terus maju kedepan dan akhirnya menembus diatas angka US$ 10. Nah, di tahun inilah yang menjadi kesempatan emas bagi para investor setelah mengalami breakdown di tahun 2018. 

    Di Januari 2020, binance diperdagangkan dengan harga sekitar US$ 13 dan bertahap melonjak menjadi US$ 20 di akhir bulannya. Selanjutnya, di pertengahan Februari 2020, harga binance menyentuh US$ 25 dan terus berlari menuju harga US$ 30.   

    Menjelang awal Maret 2020, harga binance jatuh secara drastis dan menyentuh di posisi terendah di bawah US$ 10 dan akhirnya diperdagangkan di harga US$ 8.9 di akhir Maret. Di bulan ini, binance mengakhiri kuartal pertama dengan kerugian sebesar 3%. Namun, di kuartal kedua tahun ini, harga binance mencapai US$ 18 pada akhir April. Kemudian pada akhir Agustus, harga binance mampu naik secara mantap dan menyentuh angka US$ 23.  

    Harga binance turun menjadi US$ 19 pada awal September dan selanjutnya mengalami kenaikan menjadi US$ 31 pada pertengahan September 2020. Lalu seiring dengan adanya ekspansi reli harga bitcoin, binance naik menjadi US$ 32 di akhir November dan akhirnya menyentuh harga US$ 37 di akhir Desember 2020. 

    Prediksi BNB di 2021

    Nah, setelah Anda melihat harga binance dari tahun ke tahun, kini saatnya Anda untuk mengetahui harga dari binance yang sudah diprediksikan oleh beberapa pihak. 

    Dilansir dari Bitcoin Ethereum News,  jika mengikuti tren bullish maka harga binance akan mencapai angka US$ 62 pada akhir Juni dan harga mungkin akan berayun lebih jauh lagi. Dengan fluktuasi tertentu, harga binance diprediksikan akan berada pada kisaran yang antara US$ 55 dan US$  57 di sepanjang tahun. Pada akhir 2021, binance diprediksikan akan menyentuh harga US$ 61.05.    

    Sedangkan menurut Digital Coin Price, binance diprediksikan akan melonjak ke harga US$ 86.24 pada April 2021. Kemudian harga akan turun ke level terendah tahunan US$ 64.45 di bulan Juli. Namun, binance diprediksikan akan kembali lebih kuat dari bulan sebelumnya dengan mencapai harga US$ 88.35 di bulan September dan menyelesaikan tahun 2021 dengan harga US$ 79.12. 

    Itulah ulasan mengenai perjalanan harga BNB dari tahun ke tahun beserta prediksi harga BNB di tahun 2021 ini. Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi di jenis aset kripto ini? Segera daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com dan temukan kemudahan investasi Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com