Author: 29

  • Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

    Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM) menjadi salah dua dari aset kripto yang mencuri perhatian belakangan ini. Bicara soal Paris Saint-German Fan Token sudah pasti tertuju pada salah satu klub sepakbola raksasa asal Prancis, Paris Saint-German.

    Sementara, Beam adalah aset kripto uang memiliki utilitas sebagai media pertukaran di dunia Decentralized Finance (DeFi). Bagi kamu yang penasaran dengan keunggulan dua aset kripto tersebut, mari simak selengkapnya di artikel ini.

    Paris Saint-German Fan Token (PSG)

    Apa Itu Paris Saint-German Fan Token (PSG)?

    Paris Saint-German Fan Token (PSG) adalah salah satu dari 40 fan token berbagai klub sepak bola internasional di bawah Socios. Socios sendiri adalah platform blockchain yang sering bermitra dengan berbagai organisasi olahraga dan hiburan untuk merilis Fan Token yang didukung oleh Chiliz.

    Project kripto Fan Token PSG ini memungkinkan penggemar memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan klub, mendapatkan hadiah VIP dan membuka akses ke promosi eksklusif, games, chatting serta mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai superfan.

    Paris Saint-German Fan Token (PSG)
    Ilustrasi aset kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG).

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

    Berkat Fan Token, pemegang bisa menerima akses ke pengalaman sekali seumur hidup seperti bertemu dengan pemain, hadir di sesi pelatihan dan banyak lagi. PSG bertindak sebagai pintu gerbang ke setiap kesempatan penggemar Paris Saint-German untuk menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka kepada tim dengan mendapatkan poin hadiah, mendapatkan pengalaman VIP dan membeli merchandise klub.

    Seperti banyak platform kripto lainnya, semakin besar jumlah token yang dimiliki, maka memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi di tokenbase. Penggemar PSG sekarang dapat berperan dalam kehidupan pemain dan organisasi olahraga dapat terhubung dengan penggemar mereka tidak seperti sebelumnya.

    Apa yang Membuat Paris Saint-German Fan Token (PSG) Unik?

    Fan token ACM unik karena menghubungkan pemain sepak bola yang merupakan seorang selebriti dengan penggemar biasa. PSG adalah token utilitas di Chiliz Chain, sidechain yang dibangun di atas Ethereum, dan terutama digunakan untuk hal-hal berikut:

    • Tata Kelola: Pemegang PSG dapat memberikan suara melalui kontrak pintar pada berbagai jajak pendapat “keputusan penggemar” yang mengikat kontrak yang diterbitkan oleh Paris Saint-Germain.
    • Rewards: Pemegang PSG bisa mendapatkan hadiah dari keterlibatan di Socios.
    • Staking: di masa depan, PSG dapat dipertaruhkan untuk mendapatkan hadiah Non-Fungible Token (NFT).
    Paris Saint-German Fan Token (PSG)
    Ilustrasi aset kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG).

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

    PSG memiliki total pasokan token 20.000.000, di mana 1.288.396 awalnya didistribusikan kepada penggemar klub melalui Penawaran Fan Token. Token yang tersisa dipegang oleh Paris Saint-Germain dan dapat diperoleh dengan berpartisipasi dalam aktivitas komunitas dan Binance Launchpool, serta dengan membeli langsung di bursa.

    Peringkat PSG di situs CoinMarketCap pada Rabu (14/6) jam 08.00 adalah #553, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 20.938.871. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 3.111.216 koin PSG dan maksimal pasokan 20.000.000 koin PSG.

    Beam (BEAM)

    Apa Itu Beam (BEAM)?

    BEAM adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) rahasia yang berjalan pada kombinasi dua protokol blockchain (LelantusMW dan Mimblewimble). Jaringan ini didirikan oleh tokoh-tokoh terkenal di antaranya termasuk Alexander Zaidelson, Alex Romanov dan Amir Aaronson.

    Pada tahun-tahun awal industri aset kripto, transaksi dengan jaringan blockchain publik seperti Bitcoin (BTC) dianggap tidak dapat dilacak. Dengan perkembangan dalam analisis blockchain, menjadi jelas bahwa transaksi sebenarnya dapat dilacak kembali ke pengirim, yang merupakan ancaman besar bagi privasi pengguna.

    Beam (BEAM)
    Ilustrasi aset kripto Beam (BEAM).

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    Untuk mengatasi masalah ini, BEAM menemukan cara inovatif untuk meningkatkan anonimitas transaksi, saldo wallet, dan identitas pengguna. Beam berjalan pada protokol Mimblewimble dan diluncurkan pada Maret 2018.

    Apa yang Membuat Beam (BEAM) Unik?

    Beam memungkinkan partner atau mitra keuangan melakukan transaksi yang aman, stabil, dan andal. Ini membantu menghilangkan masalah salah urus data pengguna, menjaga sistem lebih bersih dan lebih aman. Blockchain Beam dibangun di atas bahasa pemrograman C++ dari awal.

    Wallet pengguna dijaga kerahasiaannya setiap saat dan tidak pernah diungkapkan kepada pihak ketiga mana pun. Pengguna memiliki akses dan kontrol total atas privasi mereka, memutuskan siapa yang dapat mengakses informasi mereka dan apa yang boleh mereka lihat.

    Beam mendukung transaksi khusus dari berbagai jenis, seperti Escrow, Atomic Swaps dan Time-locked. Beam menggunakan algoritma proof-of-work, Equihash yang dipilih karena kapasitasnya untuk menangani sejumlah besar data.

    Beam (BEAM)
    Ilustrasi aset kripto Beam (BEAM).

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?

    BEAM memiliki persediaan maksimum 262.800.000 token, di mana 81.970.000 di antaranya beredar pada Februari 2021. Peringkat BEAM di situs CoinMarketCap pada Rabu (15/6) jam 08.00 adalah #653, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 14.213.180. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 116.453.360 koin BEAM dan maksimal pasokan 262.800.000 koin BEAM.

    Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM).

    Trading PSG/USDT, PSD/BUSD, PSG/BTC, BEAM/USDT dan BEAM/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 14 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PSG dan BEAM di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER)

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) menjadi dua aset kripto yang fokus pada project membangun layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Menariknya, Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) sudah melakukan listing di Tokocrypto sejak tanggal 15 Juli 2022.

    Project Firo merupakan bagian salah satu koin privasi paling awal yang dibuat oleh platform Poramin Insom dan timnya. Firo diluncurkan pada September 2016, dengan nama Zcoin dan token ticker XZC. Sementara, LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage.

    Penasaran dengan keunggulan aset kripto Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER), bisa simak artikel di bawah ini.

    Firo (FIRO)

    Apa Itu Firo (FIRO)?

    Firo (FIRO) sebelumnya dikenal sebagai Zcoin, adalah aset kripto yang berfokus untuk menjadi uang digital privat. Pendiri Firo (saat itu Zcoin) adalah Poramin Insom. Dia memperoleh gelar master dalam Information Security dari Johns Hopkins University di mana dia menulis makalah tentang implementasi praktis yang diusulkan dari protokol Zerocoin.

    Chief Operating Officer (COO) Zcoin, Reuben Yap, bergabung dengan proyek ini tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2016 dan sekarang memimpin proyek dalam tujuan strategi, pengembangan, dan penelitian secara keseluruhan.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

    Firo berganti nama dari Zcoin pada Oktober 2020. Firo menciptakan protokol privasi, Lelantus yang memungkinkan pengguna untuk membakar koin mereka dan menebusnya nanti dengan yang baru yang tidak memiliki riwayat transaksi.

    Sebelum Lelantus, itu juga merupakan aset kripto pertama yang mengkode dan meluncurkan implementasi praktis dari protokol Zerocoin yang menjadi salah satu protokol privasi paling umum digunakan, sebelum digantikan oleh Sigma dan kemudian Lelantus setelah kelemahan kriptografi ditemukan di Protokol Zerocoin pada tahun 2019.

    Apa yang Membuat Firo (FIRO) Unik?

    Protokol privasi Firo, Lelantus dan pendahulunya, Sigma, bergantung sebagai bagian dari konstruksi jaringan yang tidak memerlukan pengaturan tepercaya atau asumsi matematika/kriptografi eksotis sementara mempertahankan set anonimitas tinggi.

    Firo juga merupakan proyek pertama yang menerapkan Dandelion++ pada Oktober 2018. Ini metode penyebaran transaksi yang mencegah pihak ketiga menautkan alamat IP ke transaksi.

    Pada November 2018, blockchain Firo (saat itu Zcoin) digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Partai Demokrat Thailand untuk memilih pemimpin partainya. Dengan lebih dari 127.000 suara yang diberikan secara nasional, ini adalah pemilihan politik berskala besar pertama di dunia yang diadakan di blockchain.

    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).
    Ilustrasi aset kripto Firo (FIRO).

    Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

    Firo menggunakan model konsensus hibrida PoW-Chainlock di mana kuorum dibentuk oleh beberapa ratus masternode yang dipilih secara deterministik (LLMQ) yang melakukan pengukuran/pemungutan suara di seluruh jaringan yang dapat diverifikasi dari aturan “terlihat pertama” dan mengunci di blok yang dilihat pertama.

    Firo (FIRO) memiliki pasokan beredar 12.211.042 koin dan pasokan maksimum 21.400.000 FIRO pada Agustus 2021. Ini mengikuti jadwal distribusi yang sama seperti Bitcoin.

    Peringkat FIRO di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #475, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 32.564.579. Ini memiliki pasokan yang beredar 11.282.048 koin FIRO dan maksimal pasokan 21.400.000 koin FIRO.

    LeverFi (LEVER)

    Apa Itu LeverFi (LEVER)?

    LeverFi adalah jaringan pembayaran keuangan terdesentralisasi yang membangun kembali konsep pembayaran tradisional di blockchain. Ini menggunakan sekeranjang stablecoin yang dipatok fiat, yang distabilkan secara algoritmik oleh LEVER sebagai aset cadangannya.

    Token LEVER dibuat untuk memfasilitasi pembayaran yang dapat diprogram dan pengembangan infrastruktur keuangan terbuka. Pada Desember 2020, jaringan tersebut telah melakukan transaksi sekitar US$ 299 miliar untuk lebih dari 2 juta pengguna.

    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

    Apa yang Membuat LeverFi (LEVER) Unik?

    LeverFi adalah platform DeFi yang memungkinkan perdagangan spot dengan leverage. Sebelumnya LeverFi bernama Ramp. Investor bisa menyetorkan jaminan untuk berdagang dengan leverage hingga 10x. Pedagang dapat menyetorkan agunan ke protokol farming dan berdagang dengan leverage dan mendapatkan hasil pada saat yang sama.

    LEVER adalah token asli dari proyek. Kasus penggunaan saat ini untuk LEVER meliputi:

    • Tata Kelola: pemegang dapat mengunci LEVER untuk jangka waktu antara 6-48 bulan untuk mendapatkan xLEVER, yang dapat digunakan dalam pemungutan suara tata kelola. Semakin lama periode penguncian, semakin banyak xLEVER yang dihasilkan.
    • Staking: Pengguna dapat mempertaruhkan token xLEVER untuk mendapatkan bagian dari hadiah protokol.
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).
    Ilustrasi aset kripto LeverFi (LEVER).

    Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

    Proyek ini terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

    • Manajer Jaminan: Manajer Jaminan mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil agunan.
    • Manajer Pemberi Pinjaman: Manajer Pemberi Pinjaman mengatur penyimpanan, penarikan, penilaian, dan perolehan hasil aset pinjaman.
    • Manajer Perdagangan: Manajer Perdagangan mengatur pelaksanaan, penyelesaian, perutean perdagangan.
    • Manajer Risiko: Manajer Risiko menghitung kesehatan akun, rasio Loan-To-Value, dan parameter terkait risiko lainnya untuk mengontrol total risiko LeverFi.

    Pada 23 Juni 2022, persediaan token LEVER maksimum dan total adalah 35.000.000.000. Pasokan yang beredar saat ini adalah 16.800.000.000 (48% dari total suplai token).

    Peringkat LEVER di situs CoinMarketCap pada Senin (18/7) jam 08.00 WIB adalah #2773, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak tersedia. Ini memiliki pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 35.000.000.000 koin LEVER.

    Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Firo (FIRO) dan LeverFi (LEVER).

    Trading FIRO/USDT, FIRO/BTC, FIRO/BUSD, LEVER/USDT dan LEVER/BUSD dapat dilakukan mulai tanggal 15 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran ACM dan TRU di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

    Aset kripto SingularityNET (AGIX) turut mendapatkan efek positif dari market yang telah mengalami kebangkitan cukup besar selama awal tahun 2023 ini. Sebagian besar kripto dalam daftar 100 teratas telah mencatat kenaikan dua dan tiga digit, sementara beberapa bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

    Sekarang, token lain yang telah meningkat pesat belakangan ini adalah AGIX, aset kripto asli dari proyek SingularityNET. Token yang relatif belum pernah terdengar ini telah menguat hampir 800% sejak awal tahun 2023 dan tampaknya siap untuk melanjutkan momentum pertumbuhannya.

    Berdasarkan peringkat AGIX di CoinMarketCap pada Rabu (8/2) pukul 08.00 WIB adalah #74, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 653.178.827. Jumlah token yang beredar 1.199.121.857 AGIX dan maksimal pasokan 2.000.000.000 AGIX.

    Tapi apa itu SingularityNET dan mengapa token AGIX nilainya meroket di awal tahun ini?

    Apa itu SingularityNET?

    SingularityNET adalah proyek Artificial Intelligence (AI) berbasis blockchain yang dibangun di jaringan Cardano. Ini diluncurkan pada 2017 dan mendapatkan pendanaan US$ 36 juta melalui ICO yang diadakan pada tahun yang sama. Didirikan oleh ilmuwan kognitif terkenal dan peneliti AI terkemuka, Dr Ben Goertzel, proyek ini bertujuan untuk menciptakan Artificial General Intelligence (AGI) sumber terbuka yang terdesentralisasi.

    Untuk yang belum tahu, AGI mengacu pada solusi machine learning atau mesin pembelajaran dengan kapasitas untuk belajar dan melakukan sejumlah tugas besar yang diselesaikan oleh manusia. Pada dasarnya, ini adalah bentuk AI tingkat lanjut yang memahami dunia seperti halnya manusia mana pun.

    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

    Baca juga: Prediksi Harga Terra Luna Classic (LUNC), Inilah Hal Harus Diperhatikan

    Beberapa bentuk awal AGI termasuk ChatGPT dan platform AI lainnya yang saat ini mampu menyelesaikan tindakan manusia dalam jumlah besar namun terbatas. Bersamaan dengan misinya untuk membangun fondasi AGI, SingularityNET juga menciptakan ekosistem platform yang akan menyediakan layanan terkait AI.

    SingularityNET saat ini memiliki 15 atau lebih platform berbasis AI di jaringannya. Platform ini tersebar di industri keuangan, robotika, biomedis, media, seni, dan hiburan. Pengguna dapat memanfaatkan layanan ini menggunakan aset kripto asli platform, AGIX. Pengguna juga dapat mempertaruhkan AGIX untuk mendapatkan insentif dan menggunakan token mereka untuk memberikan suara pada berbagai proposal tata kelola platform.

    Kebangkitan AGIX

    Alasan percepatan pertumbuhan AGIX baru-baru ini sangat sederhana, yaitu semakin populernya platform berbasis AI. Jika kamu melihat papan AI dan data besar di CoinMarketCap, akan melihat bahwa hampir semua dari 100 token teratas dalam daftar berada di YTD hijau, termasuk AGIX.

    AGIX memulai pendakiannya pada 23 Januari, ketika Microsoft mengumumkan investasi US$ 10 miliar di ChatGPT. Sejak saat itu, semakin banyak investor institusional yang keluar untuk mendukung platform berbasis AI. Misalnya, pada 4 Februari, Google mengumumkan investasi US$ 300 juta dalam startup AI, Anthropic.

    Perkembangan ini telah menyebabkan proyek blockchain berbasis AI melonjak. Misalnya, AGIX telah naik 790% sejak awal tahun. Pada saat penulisan, token diperdagangkan pada US$ 0,4111 setelah mencatat lonjakan pertumbuhan 25 persen lebih lanjut selama 24 jam terakhir.

    Volume perdagangan token dan kapitalisasi pasar juga meningkat masing-masing sebesar 117 persen dan 24 persen selama 24 jam terakhir.

    Proyeksi AGIX

    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
    Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

    Baca juga: Harga Shiba Inu Naik 16% saat Peluncuran Shibarium Semakin Dekat

    Sebuah studi baru-baru ini oleh raksasa keuangan, JP Morgan, menemukan bahwa pedagang institusional mengalihkan perhatian mereka dari blockchain ke AI. Lebih dari setengah dari 835 investor institusional yang disurvei oleh JP Morgan merasa bahwa AI dan machine learning akan menjadi teknologi paling penting dan berpengaruh dalam beberapa tahun ke depan.

    Pada saat yang sama, laporan tersebut juga menyatakan bahwa “Kripto dan aset digital, komoditas, dan kredit diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dalam volume perdagangan elektronik selama tahun depan.” Oleh karena itu, sebagai kombinasi kripto, blockchain, dan AI, SingularityNET tampaknya akan memiliki masa depan yang cerah.

    SingularityNET, jika dapat mencapai tujuannya dan mengimplementasikan roadmap-nya, akan mendapat manfaat besar dari sentimen positif seputar AI dan teknologi blockchain ini.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Binance Smart Chain (BSC) Dan Token BEP20?

    Binance Smart Chain (BSC) adalah blockchain yang bergerak secara paralel dengan Binance Chain. Perlu diketahui bahwa Binance Smart Chain (BSC) berbeda dengan Binance Chain. Pertama kali diluncurkan pada April 2019, Binance Chain difokuskan untuk memfasilitasi perdagangan yang cepat dan terdesentralisasi. 

    Demi mencapai hal tersebut, Binance Chain harus membuat trade-off tertentu, salah satunya adalah bahwa Binance Chain tidak sefleksibel dari sudut pandang programmability seperti blockchain lainnya. 

    Kehadiran Binance Smart Chain di sini adalah untuk mengubahnya. Blockchain baru dengan lingkungan lengkap untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi berkinerja tinggi. Ini dibangun untuk mencapai kompatibilitas cross-chain dengan Binance Chain untuk memastikan para user mendapatkan yang terbaik dari keduanya. 

    BSC menawarkan fungsionalitas kontrak pintar dan kompatibilitas dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Tujuannya adalah untuk membiarkan throughput tinggi dari Binance Chain tetap utuh sambil mengenalkan smart contract dalam ekosistemnya. 

    Sedangkan Token BEP20 merupakan standar token yang dibuat oleh Binance Smart Chain yang berfungsi untuk memperluas jaringan ERC-20 milik Ethereum, dapat dikatakan bahwa BEP20 merupakan fondasi yang sudah diatur untuk token yang akan menentukan bagaimana mereka dapat digunakan, siapa yang dapat membelanjakannya, serta aturan lain untuk penggunaannya.

    Token BEP20 diciptakan sebagai spesifikasi teknis untuk Binance Smart Chain, yang bertujuan untuk menyediakan format yang fleksibel bagi para pengembang yang ingin meluncurkan berbagai jenis token yang berbeda.

    Seperti Token BEP2 di Binance Chain, transfer token BEP20 didukung oleh BNB. BNB memberikan insentif bagi para validator untuk mengkonfirmasi setiap transaksi yang masuk ke dalam blockchain. 

    BSC dan Binance Chain beroperasi secara berdampingan. Perlu diingat bahwa BSC adalah blockchain independen yang dapat berjalan jika Binance Chain offline. Meski begitu, kedua blockchain ini memiliki kemiripan yang kuat dari sudut pandang desain. 

    Karena BSC kompatibel dengan EVM, BSC diluncurkan dengan dukungan untuk memperkaya Ethereum dan DApps. Secara teori, ini memudahkan developer untuk memindahkan proyek mereka dari Ethereum. Bagi pengguna, ini berarti aplikasi MetaMask dapat dengan mudah dikonfigurasi untuk bekerja dengan BSC. 

    Cara Membuat Token BEP20 dengan Token Create

    1. Pergi ke Halaman Token Create
    2. Isi detail yang diperlukan untuk pembuatan token Anda. Terdapat beberapa kolom yang harus Anda isi dalam pembuatan token BEP20 yang meliputi: Nama Token, Simbol Token, dan Desimal Token. 
    3. Pilih “Buat Token” dan setujui transaksi. 

    Cara Kerja Binance Smart Chain dan Token BEP20

    Konsensus

    BSC menggunakan Proof of Staked Authority (PoSA) dimana peserta menggunakan staking BNB untuk menjadi validator. Jika mereka mengusulkan blok yang valid, mereka akan menerima biaya transaksi dari transaksi yang termasuk di dalamnya. 

    Tidak seperti protokol lainnya, tidak ada subsidi blok untuk BNB yang baru dicetak karena BNB tidak bersifat inflasi. Sebaliknya, pasokan BNB akan menurun seiring waktu, karena tim Binance secara teratur melakukan pembakaran poin. 

    Cross-Chain Compatibility

    BSC dibayangkan sebagai sistem yang independen namun saling melengkapi untuk Binance Chain yang ada. Arsitektur dual-chain digunakan dengan gagasan bahwa user dapat mentransfer aset dengan mulus dari satu blockchain ke blockchain lainnya. Dengan cara ini, perdagangan cepat dapat dinikmati di Binance Chain, sementara aplikasi terdesentralisasi yang kuat dapat dibangun di BSC. Dengan interoperabilitas ini, pengguna dihadapkan pada ekosistem yang luas yang dapat memenuhi berbagai kasus penggunaan. 

    Token BEP2 dan BEP8 dari Binance Chain dapat ditukar dengan token BEP20, standar baru yang diperkenalkan dan dipakai untuk BSC. 

    Decentralized Finance pada Binance Smart Chain

    Sejumlah aset digital seperti BTC, ETH, LTC, EOS, XRP sudah ada di Binance Chain sebagai “Peggy Coin”. Ini adalah token yang dipatok ke aset di rantai aslinya. Misalnya, anda memutuskan untuk mengunci 10 BTC untuk menerima 10 BTCB di Binance Chain. Kapanpun anda dapat memperdagangkan 10 BTCB anda untuk 10 BTC, yang artinya harga BTCB harus mengikuti harga BTC asli. Dengan melakukan ini, anda secara efektif memindahkan aset ke Binance Chain. 

    Fleksibilitas yang diberikan Binance Smart Chain mengakibatkan aset yang dari sejumlah rantai berbeda dapat digunakan di ruang DeFi yang berkembang. 

    Baca Juga: Binance Mendukung Tokocrypto, Proyek DeFi Indonesia Pertama di Binance Smart Chain

    Binance Smart Chain dan Token BEP20 sangat memperluas fungsionalitas Binance Chain asli dan menggabungkan berbagai protokol mutakhir yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara berbagai blockchain. Walaupun masih dalam tahap awal, namun janji BNB staking disamping kompatibilitasnya dengan EVM menjadikan platform ini mesin yang ideal bagi developer yang membangun aplikasi terdesentralisasi yang kuat. 

    Toko Token (TKO)

    TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang dibangun di atas Binance Smart Chain, dan juga sebagai token BEP20. TKO menyediakan model token hybrid, yaitu gabungan antara CeFi dan DeFi. 

    Sebagai Token Hybrid, TKO mempunyai 3 utilitas utama yang dapat dinikmati oleh pemegang TKO, mulai dari Token platform penukaran yang mencakup diskon biaya trading, hak airdrop, penukaran merchandise, dan lainnya. 

    Lalu sebagai token CeFi yang berfokus memberikan fasilitas berupa tabungan yang nantinya akan memberikan bunga setiap tahunnya kepada pemegang TKO, deposit, dan cashback. 

    Dan Toko Token sebagai Token DeFi sebagai sistem keuangan terbuka yang memungkinkan terjadinya transaksi yang cepat, mudah, dan murah karena tidak adanya perantara. Nantinya, sebagai token DeFi ini, pengguna dapat melakukan aktivitas staking coin dan lending DeFi yang menawarkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan keuangan tradisional.

    Itulah penjelasan lengkap tentang Binance Smart Chain (BSC) dan Token BEP20. Peranan BSC di sini menjadi pilihan bagi pada trader yang ingin menggunakan blockchain yang memiliki biaya perdagangan yang murah dan cepat.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu DeFi (Decentralized Finance)? Pelajari Selengkapnya Disini!

    Apa itu DeFi? Decentralized Finance atau biasa dikenal dengan sebutan DeFi telah menjadi topik yang hangat dibicarakan di dunia blockchain di seluruh dunia, tidak terkecuali DeFi coin Indonesia. Pada dasarnya, DeFi adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan terbuka dan transparan.

    Menariknya, DeFi menawarkan sebuah keunggulan dimana individu dan lembaga dapat memanfaatkan akses yang lebih luas ke aplikasi keuangan tanpa memerlukan perantara pihak ketiga.

    Secara umum, DeFi adalah bentuk upaya untuk mendesentralisasi kasus penggunaan keuangan tradisional inti seperti perdagangan, pinjaman, investasi, manajemen kekayaan, pembayaran dan asuransi di blockchain.

    Sejatinya, DeFi memberikan kemudahan bagi setiap orang yang sebelumnya belum memiliki akses ke perbankan atau layanan keuangan. Dengan teknologi ini, biaya pun dapat diminimalisir dan setiap orang berpenghasilan rendah juga mendapatkan manfaat dari layanan keuangan yang lebih luas. 

    Tulang punggung dari semua protokol dan aplikasi DeFi adalah “smart contract”, yaitu aplikasi kecil yang disimpan di buku besar yang dijalankan oleh banyak komputer dalam sebuah jaringan yang didistribusikan.

    Keuntungan dari smart contract adalah tingkat keamanannya yang tinggi, dimana teknologi ini menjamin eksekusi deterministik (deterministic execution) dan memungkinkan segala perubahan status yang dihasilkan dapat diverifikasi oleh siapapun. Smart contract dikenal sangat transparan dan minimnya resiko akan manipulasi dan intervensi. 

    Baca Juga: Bitcoin Adalah Alternatif Tambah Pendapatan di Masa Pandemi

    Terdapat 5 lapisan utama DeFi, yaitu:

    1. The settlement layer

    terdiri dari blockchain dan protokol aslinya. Lapisan ini memungkinkan jaringan untuk menyimpan informasi kepemilikan dengan aman dan memastikan setiap perubahan yang terjadi mematuhi aturan yang ditetapkan jaringan. 

    2. The asset layer

    terdiri dari semua token yang dikeluarkan diatas settlement layer. Lapisan ini mencakup aset protokol asli serta token tambahan apapun yang didasarkan pada standar token yang didukung blockchain. 

    3. The protocol layer

    memberikan standar khusus untuk penggunaan seperti pertukaran desentralisasi, pasar utang, derivatif dan manajemen aset on-chain. Standar-standar ini biasanya diimplementasikan sebagai sebuah smart contract dan dapat digunakan oleh setiap pengguna.

    4. The application layer

    membuat aplikasi user-oriented yang terhubung ke protokol individu. 

    5. The aggregation layer

    membuat platform yang berfokus kepada user yang terhubung ke beberapa aplikasi atau protokol. Biasanya disediakan alat untuk membandingkan dan menilai layanan, memungkinkan pengguna dengan mudah menghubungkan beberapa protokol secara bersamaan dan menggabungkan informasi yang relevan dengan jelas dan ringkas. 

    DeFi memanfaatkan seperangkat alat yang progresif untuk memberikan kontrol kepada pengguna. Fakta bahwa tren DeFi ini menawarkan fungsi ekstra selain mengurangi resiko operasional menjadikan DeFi sebagai pengganti ideal untuk sistem keuangan saat ini. 

    Lalu, apakah perbedaan antara Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional?

    Perbedaan Antara DeFi dan Keuangan Tradisional

    • Dalam Decentralized Finance, blockchain berperan utama mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Sebaliknya, pemerintah publik yang memerlukan hukum dan lembaga keuangan yang teregulasi bertindak sebagai sumber kepercayaan yang mengatur semua kegiatan dalam keuangan tradisional.
    • Decentralized Finance sangat menarik perhatian sejumlah kalangan karena sistemnya yang lebih terbuka dan transparan daripada keuangan tradisional. Siapapun dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial di atas teknologi blockchain.
      Sebaliknya dalam keuangan tradisional, seseorang harus memiliki lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang atau regulator, sehingga hal ini membatasi inovasi-inovasi dalam sistem keuangan tradisional. 
    • Dalam Decentralized Finance, user dapat melakukan transaksi tanpa perantara, sehingga prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Hal ini menyebabkan DeFi juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan keuangan tradisional

    Dari poin-poin diatas, dapat dikatakan bahwa kehadiran DeFi dapat menjembatani kesenjangan yang ada dan memungkinkan industri finansial dapat dinikmati oleh segala kalangan, setiap orang tanpa adanya batasan. DeFi membuka peluang besar bagi para pengguna untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa adanya batasan-batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan hingga masalah geografis. 

    Setelah mengetahui definisi DeFi dan perbedaannya, nah apa itu kegunaan dan manfaat DeFi itu sendiri? 

    Kegunaan dan Manfaat DeFi

    Terbuka Bagi Siapa Saja

    Manfaat yang utama adalah, teknologi DeFi memungkinkan orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses pada layanan finansial dapat berpartisipasi dalam ekonomi global. 

    Berdasarkan data dari World Bank, 1,7 miliar orang di dunia (atau 1 dari 5 orang di dunia) tidak memiliki rekening bank. Artinya, mereka tidak memiliki akses ke rekening bank. Dengan tidak memiliki akses ke layanan finansial, orang-orang tersebut tentu tidak memiliki nilai kredit.

    Padahal nilai kredit ini sangat penting dan terkadang dibutuhkan untuk membuka rekening bank atau melakukan pinjaman dana. DeFi memungkinkan orang-orang mengakses berbagai macam layanan keuangan dengan mudah. 

    Akses ke Bentuk Modal Lain

    Di Decentralized Finance (DeFi), tiap orang tidak perlu menerima modal yang dipusatkan oleh pemerintah. DeFi memberikan alternatif pada tiap orang untuk menyimpan asetnya dalam bentuk lain yang stabil. Misalkan, kita tidak harus menyimpan dana dalam bentuk Rupiah, namun bisa dalam bentuk USDT (USD Tether) yang nilainya setara dengan dolar Amerika. 

    Mudah Diakses

    Bukan hanya pengguna DeFi yang dapat merasakan manfaat teknologi ini, namun banyak dari pencipta produk keuangan juga mulai membangun generasi selanjutnya di atas DeFi.

    Salah satu manfaat utama dari DeFi adalah bahwa sebagian besar protokol, seperti misalanya Ethereum adalah sebuah open source yang artinya dapat diakses dan digunakan oleh siapapun, untuk proyek pribadinya.

    Siapapun yang memiliki akses internet bisa membuat DeFi DApps. Sehingga bukan hanya sebagai produk layanan finansial terbuka bagi penggunanya, tetapi juga bagi pemiliknya. 

    Transparansi Tingkat Tinggi

    Di DeFi, segala informasi mudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Sistem ini percaya bahwa minimnya transparansi dapat mengurangi akuntabilitas dan motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu secara bertanggung jawab. 

    Meminimalisir Biaya

    DeFi dapat mengurangi biaya transaksi karena tidak dibutuhkan perantara dalam setiap layanannya. 

    Saat ini, DeFi Juga Dapat Digunakan Untuk:

    Pemberian Pinjaman

    Ini adalah salah satu jenis aplikasi terpopuler dari ekosistem DeFi. Jika dibandingkan dengan sistem kredit tradisional, transaksi pinjam-meminjam dalam DeFi dapat dilakukan secara instan serta ada kemampuan untuk menjamin aset digital tanpa pemeriksaan kredit dan adanya potensi standarisasi di masa depan. 

    Layanan Moneter Perbankan 

    Layanan ini dapat mencakup penerbitan stablecoins, hipotek dan asuransi. Harga aset kripto dinilai dapat bergejolak dengan sangat cepat. Hal ini karena teknologi smart contracts yang dapat meminimalisir waktu dan biaya secara signifikan.

    Dengan berbagai manfaat dan kegunaan yang memberikan kemudahan untuk pengguna, kepopuleran DeFi juga semakin meningkat di masyarakat Indonesia. Hal ini pula yang mendorong Tokocrypto, sebagai salah satu exchange dengan pertumbuhan terbesar di Indonesia meluncurkan proyek DeFi lokal pertama di Indonesia yaitu Toko Token (TKO)

    Toko Token (TKO) Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    Resmi diluncurkan pada Rabu (31/03/2021), Toko Token (TKO) yang merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang memiliki tujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas layanan perbankan. Selain itu, TKO juga menawarkan model token hybrid yang menggabungkan keunggulan dari CeFi dan DeFi dan dibangun di atas Binance Smart Chain.

    Selain, pada saat peluncurannya. Kehadiran TKO mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, dibuktikan dengan melambungnya harga dari TKO pada saat pertama kali listing di Tokocrypto sebesar 3000%. 

    Gimana? Sudah paham kan tentang DeFi? dengan banyaknya sisi positif yang dibawa oleh DeFi, tidak heran pula kalau sistem blockchain yang satu ini cepat populer ya. Dan untuk Anda yang ingin mendukung dan berpartisipasi dalam proyek lokal DeFi coin Indonesia yang pertama bisa banget lho Anda dapatkan di sini! Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Initial Coin Offering (ICO) atau penawaran koin perdana adalah sebuah metode penggalangan dana yang digunakan terutama oleh startup yang ingin menawarkan produk dan layanan dalam cryptocurrency, hal ini setara dengan Initial Public Offering (IPO). 

    Dalam ICO, investor yang tertarik dapat membeli koin atau token baru yang diterbitkan oleh perusahaan dengan harapan dapat mendapat return yang tinggi setelah proses ICO berhasil. 

    Token yang dibeli mungkin memiliki beberapa utilitas dalam menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan, atau mungkin hanya mewakili saham di perusahaan atau proyek yang sedang berjalan. 

    Untuk berpartisipasi dalam ICO, Anda biasanya perlu membeli mata uang digital terlebih dahulu dan memiliki pemahaman dasar tentang cara menggunakan dompet dan pertukaran mata uang kripto. 

    Sebagian besar ICO sama sekali tidak diatur oleh hukum atau suatu lembaga resmi, jadi investor harus sangat berhati-hati dalam berinvestasi di ICO. 

    Bagaimana Cara Kerja ICO? 

    Ketika sebuah perusahaan kripto ingin mengumpulkan uang melalui ICO, biasanya mereka membuat white paper yang menjelaskan lengkap tentang apa proyek itu, kebutuhan yang dipenuhi proyek setelah selesai, berapa banyak uang yang dibutuhkan, berapa banyak token virtual yang akan disimpan oleh Founder, jenis uang kripto apa yang akan diterima, dan berapa lama kampanye ICO akan berjalan. 

    Selama kampanye ICO, pendukung proyek membeli beberapa token tersebut dengan fiat atau mata uang digital. Hal ini serupa dengan saham perusahaan yang dijual selama IPO kepada investor.

    Jika uang yang terkumpul tidak memenuhi dana minimum yang ditargetkan oleh perusahaan, maka uang tersebut dapat dikembalikan ke investor. Pada tahap ini, ICO akan dianggap gagal. Tetapi, jika dana terkumpul dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka uang yang terkumpul akan digunakan untuk mengejar tujuan proyek. 

    Keuntungan dan Kerugian Initial Coin Offering (ICO)

    Dalam ICO, perusahaan yang mengumpulkan dana melalui ICO menyediakan blockchain yang setara dengan saham — yaitu token kripto. Jadi, investor membayar dengan token yang sudah ada — seperti bitcoin atau ethereum dan menerima sejumlah token baru yang sepadan sebagai gantinya. 

    Investor yang terjun ke dalam ICO biasanya termotivasi untuk membeli token dengan harapan token tersebut akan sukses setelah diluncurkan. Jika ini benar-benar terjadi, nilai token yang mereka beli selama ICO akan melambung naik di atas harga yang ditetapkan selama proses ICO itu sendiri, dan mereka akan mencapai keuntungan secara keseluruhan. Inilah manfaat utama dari ICO: potensi return yang sangat tinggi. 

    Tetapi perlu dicatat, karena sebagian besar ICO belum ada regulasi yang jelas, terdapat pula ICO fraud yang memangsa para investor yang terlalu bersemangat dan minim informasi. Karena mereka tidak diatur oleh otoritas, dana yang hilang karena penipuan mungkin tidak akan pernah bisa dikembalikan. 

    Maka dari itu, penting untuk memastikan bahwa pengembang dari proyek yang ingin di-invest dapat dengan jelas menentukan apa tujuan mereka. ICO yang sukses biasanya memiliki white paper yang jelas dan mudah dipahami dengan tujuan yang jelas dan ringkas. 

    Kenali pengembangnya, pastikan proyek yang ditawarkan memiliki fundamental yang bagus serta arah pengembangan yang jelas, seperti Toko Token yang baru diluncurkan pada 31 Maret 2021 lalu oleh Tokocrypto. 

    Toko Token (TKO), proyek ICO lokal pertama di Indonesia dengan model token hybrid DeFi dan CeFi

    Diperkenalkan pertama kali pada Oktober 2020 silam, TKO mengusung konsep CeDeFi (Centralized and Decentralized Finance) yang mengacu pada sistem finansial/keuangan terdesentralisasi yang terbuka. Serta menyediakan berbagai layanan keuangan, seperti; tabungan, asuransi, pinjaman, dll). Sifat DeFi yang transparan, terbuka, fleksibel, dan  tersedia bagi siapa saja tanpa perlu adanya perantara dan pengawasan terpusat. Menurut Tokocrypto, inisiatif CeDeFi ini untuk mendorong adopsi yang lebih besar pada aset kripto di Indonesia. 

    “Tidak hanya layanan keuangan, TKO juga akan mencakup bidang lainnya, seperti manajemen rantai pasokan, privasi, perlindungan data, dan karta seni melalui bentuk NFT. Dengan dibangun di atas Binance Smart Chain, ini akan membantu kita mewujudkan potensi yang tidak terbatas yang bisa kita capai melalui teknologi blockchain” kata Pang Xue Kai, CEO dan Co-Founder Tokocrypto dalam siaran pers, Selasa (30/3).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Apa Itu Indikator Stochastic Sebelum Memulai Trading

    Bagi para pegiat dunia aset kripto, khususnya trader, pasti sudah tidak asing dengan istilah indikator. Dalam dunia trading, indikator menjadi hal yang penting dalam mencapai tujuan dari trading itu sendiri. Indikator pada trading sangatlah beragam jenis dan tujuannya. Kali ini, saatnya Anda memahami lebih jauh soal indikator Stochastic, indikator yang cukup populer di kalangan trader karena mudah digunakan dan membawa cuan.

    Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

    Mengenal Stochastic, Indikator yang Digunakan dalam Trading

    Stochastic merupakan sebuah indikator yang dapat menunjukkan sinyal lewat dua garis yang berpotongan, baik sinyal jual maupun beli. Stochastic ini marak digunakan oleh para trader khususnya di aset kripto, karena dapat membantu aktivitas trading.

    Stochastic pertama kali diciptakan pada tahun 1950-an oleh seorang dokter sekaligus trader, bernama George Lane. Ia kemudian terus melakukan pengembangan Stochastic agar grafik pergerakan harga dapat lebih mudah dipahami, dengan menganalisis trend. Berbeda dengan indikator lain, Stochastic hanya menunjukkan angka mulai dari 0 hingga 100, tidak lebih atau kurang.

    Para trader dapat memilih dengan bebas indikator mana yang akan digunakan dari beragam jenisnya. Stochastic sendiri tergolong ke dalam jenis indikator momentum karena trader mengambil keputusan berdasarkan kuat lemahnya momentum. Stochastic berperan memperlihatkan harga trading pada penutupan terakhir dengan cara menghitung selisih harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu.

    Umumnya, Stochastic digunakan oleh para trader kripto yang memiliki tujuan jangka panjang. Selain Stochastic, para trader juga biasanya menggunakan indikator dan metode teknikal lain dalam waktu yang bersamaan agar dapat membandingkan sinyal yang terdeteksi.

    Cara Membaca Indikator Stochastic Saat Trading

    Dalam membaca indikator Stochastic, terdapat berbagai cara yang bisa Anda sesuaikan berdasarkan fungsinya. Ternyata, Stochastic sendiri bisa digunakan dalam tiga fungsi dengan cara membaca yang tentunya juga berbeda, yaitu:

    Overbought berarti terlalu banyak dibeli, menghasilkan harga koin yang sudah terlalu tinggi sehingga berpotensi terjadinya koreksi atau penurunan harga. Sebaliknya, Overheard berarti terlalu banyak dijual, menghasilkan harga koin yang hampir mencapai titik terendah, sehingga berpotensi terjadinya kenaikan harga.

    Dalam menandakan fungsi ini, Indikator Stochastic memiliki titik atas sebesar 80 dan titik bawah sebesar 20 pada grafik. Dengan demikian, indikator akan menandakan kondisi Overbought jika grafik mencapai angka 80 atau lebih dan kondisi Oversold jika grafik berada di angka 20 atau lebih.

    Indikator ini sangat mudah digunakan dalam menunjukkan kondisi Overbought & Oversold. Namun, Anda tidak bisa langsung memutuskan untuk memulai trading begitu saja karena tidak jarang grafik hanya hampir menyentuh, sehingga tidak berhasil mencapai Overbought maupun Oversold. Untuk itu, penting bagi Anda untuk memahami cara membaca indikator berdasarkan fungsi lainnya agar tidak terjadi masalah.

    Indikator Stochastic memiliki dua garis dinamis, yaitu garis %K (signal line) dan %D (trigger line). Jika membahas cara membaca Indikator Stochastic untuk melihat sinyal entry, maka Anda harus mengamati persilangan antara kedua garis tersebut. Sinyal entry sendiri juga terbagi menjadi dua, yaitu sinyal beli dan sinyal jual.

    Terdeteksinya sinyal beli ditandai dengan garis %K yang memotong garis %D dari arah bawah ke atas (Golden Cross). Sementara, sinyal beli akan terlihat saat garis %K yang memotong garis %D dari atas ke bawah (Death Cross). Hal ini disebabkan oleh sifat masing-masing garis, yaitu garis %K yang bersifat fast stochastic dan garis %D yang bersifat slow stochastic.

    Ada sedikit tips bagi Anda yang akan menggunakan indikator ini dalam melihat sinyal entry. Jika persilangan antara kedua garis tersebut terjadi di wilayah Overbought maupun Oversold, maka dapat dipastikan sinyal entry tersebut lebih terkonfirmasi.

    Indikator Stochastic juga dapat digunakan dalam menganalisis Divergence. Divergence sendiri merupakan istilah dalam trading yang memfokuskan pada perbedaan antara pergerakan harga dan indikator, sehingga akan terlihat momentum pergerakannya. Cara membacanya adalah dengan melihat titik puncak (high) dan titik dasar (low) yang terdiri dari garis-garis sinyal. 

    Momentum pergerakan dapat dikatakan melemah apabila posisi high dan low semakin menurun. Sebaliknya, posisi high dan low yang semakin meningkat menandakan momentum pergerakan sedang menguat. Divergence dapat digunakan untuk memprediksi apakah trend harga akan bertahan lama atau justru akan berhenti dan berbalik arah (reverse).

    Keunggulan Indikator Stochastic dan Tips Menggunakannya

    Dari sekian banyak indikator yang bisa digunakan dalam trading, indikator Stochastic memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan, lho. Berikut ini keunggulan dari indikator Stochastic yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para trader.

    • Sensitivitas yang Lebih Tinggi

    Stochastic merupakan indikator yang cenderung lebih sensitif, di mana dapat lebih cepat menangkap sinyal. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan juga Stochastic akan menangkap fake signal atau sinyal palsu. Sehingga, trader perlu pintar-pintar dalam menganalisis garis sinyal, misalnya dengan menggabungkan teknik lain.

    • Mampu Memberikan Sinyal Saat Lemah

    Dikarenakan sifatnya yang sensitif, Stochastic juga dapat memberikan sinyal saat terjadi pelemahan momentum. Saat sinyal lemah ditangkap, trader dapat dengan mudah mengambil keputusan untuk masuk atau keluar dari bursa trading.

    • Adaptif di Kondisi Pasar yang Berbeda

    Selain itu, Stochastic juga memiliki sifat yang mudah beradaptasi dan fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar. Misalnya, diaplikasikan pada pasar yang memiliki volatilitas tinggi atau fast-moving.

    Berkat kelebihannya, Stochastic tergolong marak digunakan oleh para trader kripto. Jika Anda akan menggunakan indikator ini, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar trading Anda berbuah untung. Pertama, Anda perlu mengkombinasikan Stochastic dengan indikator lain, seperti Fibonacci atau Moving Average agar tetap bisa mengurangi risiko trading.

    Kedua, Anda harus melakukan analisis pada lebih dari satu time frame atau periode waktu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi false signal yang membuat Anda salah mengambil keputusan, bahkan mengalami kerugian. Ketiga, manfaatkan trendline atau garis tren. Saat Anda sudah menemukan tren harga dan trendline yang valid, Anda bisa lebih mudah membaca sinyal dari Stochastic dan meningkatkan kemungkinan Anda dapat untung.

    Sekarang, bekal ilmu trading Anda sudah semakin lengkap setelah mengetahui apa itu indikator Stochastic beserta cara membacanya. Jika Stochastic dimanfaatkan dengan benar dan diselingi dengan analisis teknikal yang baik, Anda pasti bisa menjemput cuan di akhir masa trading

    Tertarik dengan informasi dan tips lainnya seputar trading aset kripto? Yuk, cari tahu lebih lengkap di website Tokonews milik Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Pahami Apa Itu Annual Percentage Yield Crypto

    Dalam berinvestasi aset kripto, tentu Anda harus memiliki pemahaman yang cukup mengenai seluk-beluk aset yang akan Anda investasikan. Kok, begitu? Tentunya agar Anda bisa menjemput cuan di akhir investasi. Nah, salah satu yang perlu Anda pahami adalah Annual Percentage Yield crypto. Yuk, simak penjelasan lebih lanjut serta perbedaannya dengan Annual Percentage Rate berikut ini!

    Pentingnya Riset Sebelum Berinvestasi Aset Kripto

    Seperti yang sama-sama diketahui, investasi aset kripto khususnya di Indonesia berkembang sangat pesat. Tidak sedikit di antara investor yang berhasil mendapat cuan dari investasi tersebut. Namun, tidak sedikit pula yang malah justru merugi. Banyak faktor yang menyebabkan kerugian tersebut, salah satu yang utama adalah kurangnya riset terhadap aset kripto yang diinvestasikan.

    Selain mengenai serba-serbi aset kripto yang akan diinvestasikan termasuk pergerakan harga, mencari informasi mengenai strategi dan metode yang bisa diaplikasikan juga harus dilakukan. Dalam berinvestasi, pasti Anda mengharapkan keuntungan, bukan? Maka dari itu, Anda harus tahu strategi dan metode apa yang dapat Anda pakai, salah satunya yaitu Annual Percentage Yield (APY) yang dimiliki oleh masing-masing proyek kripto.

    Kenalan dengan Annual Percentage Yield Crypto

    Annual Percentage Yield (APY) adalah persentase pengembalian tahunan yang diperoleh seseorang atas suatu aset kripto yang diinvestasikan setelah menghitung bunga majemuk (compounding interest). Bunga majemuk ini mengacu pada uang pokok yang Anda investasikan ditambah dengan bunga yang dihasilkan. 

    Nah, metode ini akan lebih sesuai apabila digunakan oleh Anda yang memilih aset kripto sebagai instrumen investasi jangka panjang. Pasalnya, kalkulasi bunga dalam APY dilakukan secara gabungan dalam periode waktu satu tahun. Biasanya, APY digunakan oleh para investor yang menyimpan atau hold aset kripto yang dimiliki sambil mencari keuntungan.

    APY sendiri dapat diperoleh setelah para investor menyimpan aset kripto yang diinvestasikan pada wallet dalam jangka waktu satu tahun. Selain menyimpan, cara lain yang biasanya dilakukan untuk memperoleh APY adalah staking token atau yield farming dalam liquidity pool. Secara umum, proyek cryptocurrency yang beredar di pasar memiliki nilai APY sekitar 1%, namun bisa jauh lebih tinggi jika proyek tersebut masih tergolong baru di pasar. 

    Berbagai program yield disediakan oleh masing-masing Digital Exchanger beserta protokol DeFi dan wallet yang Anda gunakan. Sebelum memilih program yield, jangan lupa untuk riset terlebih dahulu mengenai biaya, entrance barriers, prosedur perolehan bunga, serta jenis aset apa saja yang sesuai dengan program yield tersebut, ya. 

    Perbedaan Annual Percentage Yield (APY) dan Annual Percentage Rate (APR)

    Seringkali para investor kripto terkecoh akan Annual Percentage Yield (APY) dan Annual Percentage Rate (APR), dikarenakan keduanya memiliki kemiripan yaitu sama-sama melibatkan bunga. Padahal, APY dan APR merupakan dua hal yang berbeda, lho

    Perbedaan utama yaitu berdasarkan definisinya. APY merupakan return tahunan yang akan diperoleh dari akumulasi bunga yang telah ditetapkan hasil aktivitas investasi. Sementara, APR merupakan bunga tahunan yang dibebankan, didasari atas utang atau pinjaman tertentu yang Anda sebelumnya pernah ambil. Jadi, APY adalah persentase yang diperoleh dan APR adalah persentase yang perlu dibayar.

    Hal lain yang menjadi pembeda adalah APY memperhitungkan compounding interest, sementara APR sama sekali tidak. APR hanya melihat tingkat bunga saja. Sehingga, jika suatu proyek kripto memiliki APY yang tinggi, hal tersebut menguntungkan bagi investor. Di sisi lain, jika nilai APR tinggi, maka semakin banyak jumlah bunga yang dibebankan dan perlu dibayar.

    Walaupun keduanya berbeda, baik APR dan APY ternyata masih memiliki kesamaan, nih. Yaitu keduanya dapat dikaitkan dengan fluktuasi pasar. Saat permintaan di pasar meningkat, maka APR dan juga APY akan ikut meningkat. Sebaliknya, saat pasar dalam keadaan stabil atau permintaan menurun, APR dan APY akan menurun. Selain itu, APY dan APR juga sama-sama dapat digunakan sebagai matriks dalam yield farming secara bergantian.

    Itu dia pengertian Annual Percentage Yield crypto dan perbedaannya dengan Annual Percentage Rate. Walaupun berbeda, kedua hal tersebut dapat digunakan secara bersamaan dalam berinvestasi kripto selama Anda sudah memiliki wawasan yang cukup, ya. Untuk informasi, edukasi, dan tips and trick seputar aset kripto lainnya, kunjungi www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Apa Itu ETH 2.0 dan Keuntungan Proof of Stake

    Ethereum 2.0, kadang-kadang disebut Eth2 atau Serenity yaitu peningkatan ke blockchain Ethereum. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan skalabilitas jaringan Ethereum tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasinya. Dalam hal ini juga merupakan upaya untuk mengatasi apa yang disebut ‘blockchain trilemma’ (kepercayaan yang dipegang secara luas bahwa sehubungan dengan desentralisasi , keamanan , dan skalabilitas jaringan blockchain hanya dapat mengoptimalkan dua dari tiga fitur sekaligus).

    Ethereum 2.0 mengintegrasikan beberapa perubahan mendasar pada struktur dan desain Ethereum baik secara teknis maupun ekonomi. Dua dari perubahan utama adalah perpindahan ke ‘proof of stake’ dan penambahan ‘sharding’.

    Apa Itu Proof of Stake?

    Proof of Stake adalah jenis mekanisme konsensus yang digunakan oleh jaringan blockchain untuk mencapai konsensus terdistribusi. Dalam mekanisme konsensus Proof-of-Stake, peserta yang telah melakukan staking aset kripto (staking berarti “mengunci” aset dengan mengirimkannya ke smart contract tertentu) dipilih secara acak untuk menjadi validator yang mengusulkan blok baru dan diberi imbalan.

    Validator dengan demikian mengambil alih peran yang dipegang oleh penambang dalam sistem Proof-of-Work. Peserta yang melanggar aturan protokol akan kehilangan sebagian atau seluruhnya dari aset yang dipertaruhkan. Pendekatan ini dirancang untuk memberi insentif kepada peserta untuk berkontribusi memvalidasi dan memesan transaksi dalam blok sesuai dengan aturan protokol.

    Apa keuntungan dari Proof of Stake?

    Keuntungan yang paling utama di antara komunitas Ethereum untuk pindah ke Proof of Stake adalah sebagai berikut:

    • Peningkatan Efisiensi Energi . Karena Proof of Stake tidak mengharuskan peserta untuk mendedikasikan kekuatan pemrosesan ke algoritma hashing Proof-of-Work, hal ini karena menghabiskan lebih sedikit energi. Diperkirakan Ethereum 2.0 akan mengkonsumsi kurang dari 1% energi yang dikonsumsi oleh Proof of Work Ethereum.
    • Peningkatan Kapasitas. Shard chains dapat meningkatkan throughput transaksi dengan memungkinkan jaringan membuat beberapa blok secara bersamaan. Sementara dalam sistem sharding Proof-of-Work menurunkan kekuatan hashing yang diperlukan untuk mengkompromikan setiap bagian jaringan (sehingga dapat mengurangi keamanan seluruh jaringan), dalam sistem Proof-of-Stake, hal seperti ini tidak akan terjadi. Dengan kata lain, perpindahan ke Proof of Stake diperlukan untuk mengaktifkan sharding yang, pada gilirannya mungkin merupakan teknologi penskalaan yang sangat efektif.
    • Meningkatnya Desentralisasi . Karena Proof of Stake menghilangkan penambangan yang digerakkan oleh hashing,maka kebutuhan akan tempat penambangan yang besar dan padat dapat dikurangi. Secara teori, hal ini akan menurunkan hambatan masuk untuk validator, mengurangi risiko sentralisasi. Selanjutnya, karena banyaknya shard chains, langkah menuju Ethereum 2.0 membutuhkan sejumlah besar validator (lebih dari 16.000). Dengan  memiliki jumlah validator yang besar ini maka membuat jaringan tidak mudah untuk dimanipulasi oleh kepentingan-kepentingan khusus.

    Apa Kekurangan dari Proof of Stake?

    • Kurang terbukti . Sementara itu Proof of Work telah diuji selama lebih dari satu dekade di Bitcoin dan sejak 2015 di Ethereum, Proof of Stake memiliki rekam jejak yang lebih sedikit. Meskipun Proof of Stake telah digunakan di sejumlah blockchain tanpa insiden, kompleksitas implementasinya yang relatif tinggi di Ethereum berarti mungkin ada faktor serangan atau kerentanan yang belum diketahui.
    • Yang kaya semakin kaya . Kritik umum terhadap Proof of Stake di Ethereum adalah karena pada dasarnya tidak ada biaya untuk menambang dan karena semakin banyak ETH yang di staking maka semakin banyak hadiah juga hasil yang Anda terima, bagi mereka yang sudah memiliki modal paling banyak akan terus memperoleh lebih banyak ETH. 

    Sebaliknya, meskipun benar bahwa penambangan Bitcoin adalah usaha yang sangat padat modal, margin keuntungannya sedikit.Hal Ini berarti bahwa sebagian besar Bitcoin yang diperoleh penambang harus dijual untuk menutupi biaya penambangan dan dengan menjualnyal penambang dapat mendistribusikan sebagian besar Bitcoin yang baru ditambang. 

    Apa itu sharding?

    Sharding adalah proses pemisahan satu blockchain menjadi beberapa blockchain yang dikenal sebagai shard. Karena validasi blok pada setiap shard dilakukan secara independen, jika diambil secara keseluruhan, jaringan dapat memproses lebih banyak transaksi. 

    Dengan Ethereum 2.0, misalnya, akan ada 64 rantai pecahan (shard chains). Hal ini berarti jaringan akan memproses transaksi pada 64 kali kecepatan transaksi dari chain tunggal asli. Validator di Ethereum 2.0 akan diacak di antara shard, ukuran yang dimaksudkan adalah untuk mengurangi potensi manipulasi oleh pihak jahat.

    Timeline ETH 2.0

    Langkah menuju Eth 2.0 adalah transisi bertahap multi-fase yang terjadi di sepanjang timeline berikut ini:

    Beacon Chain  Fase ini diluncurkan pada Desember 2020. Sebuah “beacon chain” didirikan untuk menyimpan registry validator dan berjalan secara paralel dengan mainnet Ethereum, tetapi selama fase ini, Ethereum terus mengandalkan mekanisme konsensus Proof-of-Work (Penambangan).

    Penggabungan Pada fase ini, mainnet Ethereum Proof-of-Work akan bergabung dengan Proof-of-Stake Beacon Chain. Setelah penggabungan selesai, Proof of Work di Ethereum akan dihentikan. Penggabungan kemungkinan akan dilakukan pada paruh kedua tahun 2021 atau pada paruh pertama tahun 2022.

    Pecahan  Pada fase ini, shard yang dijelaskan di atas akan diintegrasikan. Pada fase awal, shard hanya akan menangani data sementara di tahap lanjutan, shard juga dapat mendukung pelaksanaan smart contract dan kemampuan untuk menangani akun, membuat setiap shard lebih mirip dengan mainnet Ethereum. Sharding diharapkan akan dimulai pada paruh kedua tahun 2022.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

    Kini, dunia aset kripto telah diramaikan oleh banyaknya aset yang menarik dan tentunya potensial, tidak kalah dengan pamor Bitcoin. Banyak investor dan trader yang ikut mencoba peruntungan di berbagai aset kripto tersebut dan membuat dominasinya meluas. Ternyata, tren ini dikenal dengan sebutan altcoin season. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

    Altcoin Season dan Penyebab Terjadinya

    Sebelum membahas mengenai altcoin season, yuk, kenali apa itu altcoin terlebih dahulu. 

    Apa itu Altcoin?

    Altcoin, kependekan dari alternative coin, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan aset kripto yang diterbitkan dan diperjualbelikan setelah Bitcoin. Seperti namanya, altcoin ini hadir dengan tujuan memberikan alternatif bagi para pegiat aset kripto dalam berinvestasi.

    Apa itu Altcoin Season?

    Jadi, altcoin season atau alt season berarti suatu musim di mana beberapa altcoin teratas memiliki kinerja dan potensi yang sangat baik, bahkan harganya melampaui harga Bitcoin dan US Dollar. Periode alt season ini biasanya dihitung selama 90 hari. 

    Kapan Alt Season Terjadi?

    Alt season pertama kali terjadi pada tahun 2017, di mana Bitcoin sedang dalam perjalanan menuju kejayaannya dan mulai banyak altcoin yang diluncurkan di blockchain Ethereum dengan memanfaatkan smart contract. 

    Hal ini menarik perhatian banyak investor sehingga bermigrasi dan mencari peruntungan di altcoin. Dikutip dari Mail & Guardian, tidak menutup kemungkinan bahwa alt season akan terjadi di penghujung tahun 2021, dengan kenaikan ETH yang signifikan saat ini sebagai katalisnya.

    Apa indikator Alt Season sedang terjadi?

    Jika 75% dari 50 aset kripto teratas pada market cap memiliki kinerja lebih baik dari Bitcoin dalam 90 hari terakhir, maka dapat dikatakan bahwa sedang terjadi alt season. Namun, terdapat beberapa aset kripto yang tidak termasuk dalam 50 aset kripto teratas yaitu Stablecoin, misalnya Tether dan DAI, juga Asset Backed Tokens seperti wBTC, stETH, hingga cLINK.

    Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai apakah saat ini sedang terjadi alt season atau tidak, Anda bisa melihat Altcoin Season Index di situs Blockchain Center.

    Apa Penyebab Altcoin Season?

    Peristiwa ini tidak semerta-merta terjadi begitu saja lho, walaupun memang tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, ada tiga hal yang mendorong terjadinya alt season, nih

    Pertama, maraknya migrasi investor ke altcoin yang disebabkan oleh bull-run pada pasar Bitcoin. Di mana para investor yang mengantongi keuntungan dari Bitcoin akan membelanjakan keuntungan tersebut di pasar altcoin. 

    Kedua, mulai ramai pembaharuan teknologi yang dilakukan oleh proyek kripto termasuk altcoin, salah satu contohnya adalah penggunaan mekanisme Proof of Stake (PoS). 

    Ketiga, pengaruh dari para influencer aset kripto. Sebagai contoh, tweet Elon Musk pada awal 2021 mengenai Dogecoin berhasil membuat harganya meroket.

    tweet dogecoin elon musk 1

    Salah satu cuitan Elon Musk pada April 2021 yang berhasil mendongkrak harga Dogecoin sehari setelahnya

    Selayaknya siklus musim yang berganti dari musim panas menjadi musim dingin, peristiwa ini juga terjadi di dunia kripto, lho. Di mana selain terdapat altcoin season, juga terdapat musim lainnya yang disebut dengan crypto winter. Namun, apa saja perbedaan di antara keduanya? 

    Perbedaan antara Altcoin Season dan Crypto Winter

    1. Berdasarkan pengertian atau definisi

    Sebenarnya, secara terminologi keduanya memiliki arti yang berbeda. Alt season mendefinisikan sejumlah altcoin yang kinerja dan harganya lebih unggul dari pasar Bitcoin. Sementara itu, crypto winter mengacu pada pasar kripto yang mulai dingin dan hilang peminat, bahkan pergerakan harga pun tidak menolong. 

    2. Berdasarkan kondisi pasar

    Berkat definisi tersebut, lahirlah perbedaan selanjutnya, yaitu kondisi pasar. Jika alt season menunjukkan pasar aset kripto yang menghijau terutama yang terjadi pada altcoin, maka crypto winter menunjukkan pasar aset kripto yang lesu khususnya Bitcoin, ditandai dengan penurunan harga sebesar 80 sampai 90 persen dari all-time high.

    3. Berdasarkan periode berlangsungnya

    Perbedaan lainnya adalah periode berlangsungnya. Seperti yang sudah disinggung di atas, alt season umumnya berlangsung selama 90 hari saja. Sementara itu, crypto winter bisa terjadi dan bertahan selama 2 hingga 3 tahun lamanya. Saat pasar sudah kembali diminati dan perdagangan meningkat, maka sebutannya berubah menjadi crypto spring.

    4. Berdasarkan waktu terjadinya

    Selain itu, perbedaan selanjutnya adalah waktu terjadinya. Jika alt season terakhir kali terjadi pada 2017 hingga awal 2018, maka crypto winter terjadi sepanjang tahun 2018 dan yang paling baru adalah 2021. Sebagaimana yang telah disebutkan, crypto winter lekat dengan kondisi pasar Bitcoin, sehingga ditandai dengan anjloknya harga Bitcoin dalam waktu yang lama.

    Sebenarnya, alt season masih berhubungan dengan crypto winter, terutama yang melibatkan Bitcoin atau Bitcoin winter. Dikarenakan saat alt season terjadi, otomatis harga Bitcoin akan melemah dan berpotensi menyebabkan Bitcoin winter. Akan tetapi, hal ini tentunya tidak selalu terjadi saat harga Bitcoin melemah, ya, karena bisa saja hanya menandakan bearish market. Bitcoin winter hanya terjadi saat harganya jatuh dalam waktu lama dan terlihat sulit untuk bangkit lagi.

    5 Altcoin Terpopuler Sepanjang Tahun 2021

    Setelah membahas altcoin season dan perbedaannya dengan crypto winter, berikut ini sudah kami rangkum 5 altcoin terpopuler sepanjang tahun 2021 yang bisa Anda jadikan referensi:

    1. Ethereum (ETH)

    Sebagaimana yang telah kita semua tahu, bahwa Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin yang populer di tahun 2021. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2021, ETH terus melakukan pengembangan yang membuat harganya juga ikut meningkat dan bertahan di peringkat 2 market cap. ETH mencatat all-time high terbarunya pada 9 November 2021 lalu di angka 4,837.59 USD. 

    2. Cardano (ADA)

    Selain ETH, altcoin yang tak kalah melejit adalah Cardano (ADA). Sejak awal kemunculannya di 2017, mekanisme Proof of Stake (PoS) ADA berhasil menarik banyak investor untuk membelinya. Meskipun sempat mengalami pasang surut, ADA berhasil meraih all-time high di angka 3.10 USD pada September lalu dan kini menduduki peringkat 4 sebagai aset kripto terbesar yang ada di market cap.

    3. Solana (SOL)

    Menyusul ADA, di peringkat 6 market cap terdapat altcoin Solana (SOL) yang juga populer sepanjang tahun 2021. SOL memang telah mengalami kenaikan harga di awal tahun, tetapi di pertengahan tahun harganya signifikan meningkat. Hal ini disebabkan adanya inovasi yang dilakukan para developer SOL, membuat SOL banyak diminati. Pada 6 November 2021, SOL mencetak rekor harga tertingginya sebesar 260.06 USD.

    4. Polkadot (DOT)

    Altcoin yang satu ini cenderung lesu di awal 2021. Namun, kini Polkadot (DOT) berhasil menduduki peringkat 8 di market cap. Salah satu penyebabnya adalah peluncuran parachain pada blockchain Polkadot, yang memungkinkan blockchain untuk meng-handle satu juta transaksi per detik dan menjadi lebih terukur dalam koneksi antar blockchain. DOT meraih all-time high sebesar 55 USD pada 4 November 2021 lalu.

    5. Dogecoin (DOGE)

    Dogecoin (DOGE) juga berhasil menjadi altcoin yang paling populer dan menarik perhatian. Altcoin yang juga dianggap sebagai memecoin ini bertengger di peringkat 9 pada market cap. Puncak popularitas DOGE terjadi pada Mei 2021, dengan mencetak all-time high senilai 0.7376 USD. Hal ini dapat terjadi salah satunya berkat cuitan Elon Musk mengenai koin yang berlogo hewan anjing ini. Meski sempat koreksi, DOGE masih menjadi altcoin pilihan di 2021.

    Baca Juga: Harga Dogecoin Melejit, Elon Musk Pemicu Naiknya Dogecoin?

    Sambil menunggu altcoin season yang diprediksi akan terjadi di akhir tahun 2021, Anda bisa mencoba membeli sederet altcoin terpopuler tersebut di Tokocrypto, lho. Yuk, langsung daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!  Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung juga dengan Group Telegram Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com