Icon bertujuan untuk membangun beberapa jaringan terdesentralisasi yang didukung oleh cryptocurrency.
Dengan cara ini, Icon menggambarkan tujuannya sebagai mendirikan “negara digital” di mana pelaku ekonomi yang berbeda dapat mengeluarkan dan mengontrol bentuk nilai mereka sendiri, di bawah sistem aturan yang mereka pilih.
Inspirasi di balik desainnya adalah struktur ekonomi dunia nyata, di mana bisnis, organisasi nirlaba, dan lembaga publik, semuanya memanfaatkan sarana nilai yang sama (mata uang nasional). Namun tetap merupakan pelaku ekonomi yang berbeda tetapi dapat dioperasikan.
Dengan kata lain, idenya adalah bahwa aplikasi komputer dapat menggunakan perangkat lunak Ikon sebagai infrastruktur untuk menciptakan mata uang dan ekonomi mereka sendiri. Komputer yang menjalankan perangkat lunak (node) kemudian dapat memilih untuk mendukung ekonomi di ekosistem Ikon sesuai dengan minat mereka.
Republik Icon bertindak sebagai pusat operasi blockchain Ikon, mengatur proses di mana cryptocurrency aslinya, ICX, yang baru dicetak di setiap blok.
Meskipun dalam cakupan yang ambisius, tim Icon telah menyampaikan beberapa iterasi dari ide tersebut. Menindaklanjuti buku putih 2017 dengan kertas kuning pada 2019 yang lebih mendalam dalam menguraikan teknologinya.
Pada tahun 2020, tim Ikon terus merilis Roadmap yang diperbarui secara teratur di Medium.
Blockchain Icon menggunakan algoritme konsensus bukti kepemilikan yang didelegasikan untuk menentukan node mana yang dapat menambahkan blok baru ke blockchainnya.
Idenya, yang digunakan oleh cryptocurrency besar lainnya seperti Tron dan EOS, adalah bahwa dengan tidak menentukan blok melalui kompetisi (seperti penambangan), jaringan dapat lebih cepat mencapai konsensus.
Blockchain Icon, khususnya, memastikan kolaborasi antara lima komponen utama.
Ini termasuk:
Icon Republic – Struktur pemerintahan jaringan dan komite keputusan untuk operasi blockchain. Icon Republic terdiri dari node dari komunitas Icon.
Komunitas Icon – Jaringan simpul dalam satu sistem tata kelola, komunitas Ikon dapat beroperasi dengan seperangkat aturan dan algoritme konsensus mereka sendiri.
Community Representative (C-Rep) – Node terpilih dari setiap komunitas yang dipercaya untuk berkomunikasi dengan Icon Republic. C-Reps menerima ICX untuk pekerjaan mereka.
Community Nodes (C-Nodes) – Bertindak sebagai infrastruktur untuk setiap komunitas dan bertanggung jawab untuk mengatur dan memelihara blockchain komunitas.
Node Warga – Tidak memiliki hak suara, tetapi memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi dalam komunitas, dengan komunitas lain, dan dengan Republik Icon.
Loopchain adalah algoritme yang menggerakkan blockchain Ikon, mengintegrasikan pesan antara semua node yang membentuk Republik Ikon.
Untuk mencapai ini, Loopchain menggunakan sesuatu yang disebut algoritma Loop Fault Tolerance (LFT).
Mirip dengan algoritme proof-of-stake (DPoS) yang didelegasikan lainnya, Loopchain menetapkan node untuk mengelompokkan transaksi ke dalam blok. Menambahkan blok tersebut ke blockchain dan mendistribusikan blok ini ke node jaringan lain.
Node validasi, pada gilirannya, mengkonfirmasi pembuatan blok, memeriksa apakah hash blok sudah benar dan memvalidasi data blok.
Perbedaan Icon dari blockchain DPoS tradisional adalah ia mengurangi jumlah langkah yang diperlukan untuk proses konsensus.
Lebih khusus lagi, LFT menggunakan teknik, yang disebut Spinning, yang menyederhanakan algoritme yang digunakan untuk memilih siapa yang dapat membuat blok dan node validator yang mengonfirmasinya.
Dalam trading, para trader seringkali memanfaatkan order demi kelancaran trading. Order sendiri dapat membantu trader dalam mengantongi cuan. Salah satu order yang sering digunakan untuk mengamankan profit adalah Trailing Stop yang merupakan bagian dari Stop Loss.
Nah, sebelum memahami Trailing Stop adalah teknik yang seperti apa, mari lebih dulu membahas sedikit mengenai Stop Loss!
Apa itu Stop Loss?
Stop Loss merupakan suatu order untuk menutup posisi trading, yang biasanya disediakan oleh platform trading kripto. Gunanya adalah untuk menandai batas bawah harga yang diincar oleh trader, sehingga jika ternyata harga menurun drastis, trader masih bisa terselamatkan dari kerugian dengan batas yang ditentukan tersebut.
Lalu, apa yang membuat Trailing Stop berbeda dengan Stop Loss? Yuk, simak informasi selengkapnya mengenai Trailing Stop!
Apa Itu Trailing Stop?
Seperti yang dibahas sebelumnya, Trailing Stop adalah salah satu jenis dari Stop Loss dalam trading, yang berguna untuk meminimalisir kerugian yang akan dihadapi oleh trader. Sebab dengan Trailing Stop, penetapan batas bawah harga lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan pergerakan harga pasar. Hal inilah yang membedakan Trailing Stop dengan Stop Loss biasa yang level maksimum-nya bersifat fixed.
Dalam Trailing Stop, terdapat nilai yang disebut dengan Trailing Distance. Trailing Distance ini adalah selisih antara harga pasar saat ini dan nilai maksimum atau harga yang ditetapkan trader untuk buy/sell. Setelah ditetapkan oleh trader, nantinya nilai ini akan ikut bergerak, sesuai arah pergerakan harga saat di posisi buy maupun sell.
Cara Menggunakan Trailing Stop dalam Trading
Sebenarnya, cara menggunakan Trailing Stop bergantung pada platform trading yang Anda gunakan. Akan tetapi, secara umum, Trailing Stop bisa digunakan dalam dua keadaan, yaitu:
1. Saat Buy
Pada saat dipasang di posisi beli, secara otomatis perintah Trailing Stop akan mengikuti harga aset di pasar saat harga mulai meningkat. Jadi, saat harga pasar saat itu meningkat dengan nilai yang sama dengan Trailing Distance yang telah ditetapkan sebelumnya, trader melakukan buy.
2. Saat Sell
Pada saat posisi jual, order akan mengikuti harga pasar saat mulai menurun. Pasalnya, Trailing Stop akan berguna dalam membatasi kerugian yang akan diperoleh trader jika harga terus menurun. Sesaat harga pasar saat itu menurun dan bernilai sejumlah Trailing Distance, otomatis trader akan mengunci profit di angka tersebut dengan melakukan sell. Para trader pada umumnya memasang Trailing Stop di posisi jual.
Contoh Penggunaan Trailing Stop dalam Trading
Misalnya, seorang trader memasang Trailing Stop di posisi sell dengan Trailing Distance sebesar 10. Harga pasar saat pemasangan Trailing Stop adalah 1000, sehingga dengan perhitungan dasar Stop Loss, sesaat harga mencapai 990, aset tersebut akan secara otomatis dijual.
Lain halnya jika harga pasar saat ini berkisar di antara 990 hingga 1000 saat pemasangan Trailing Stop, dengan Trailing Distance yang sama yaitu 10. Selama harga terus naik-turun, Trailing Stop akan tetap bertahan di 990 dan tidak akan ikut bergerak naik maupun turun.
Kemudian, jika harga meningkat menjadi 1010, Trailing Stop akan bergerak dan berpindah ke angka 1000 agar tetap memiliki selisih sebesar Trailing Distance. Lalu, apabila ternyata harga terus naik hingga mencapai 1020, Trailing Stop juga akan mengikuti dan berhenti di 1010. Hal ini berlaku seterusnya apabila terjadi kenaikan di pasar.
Inilah yang dikatakan bahwa Trailing Stop dalam posisi sell akan terus mengikuti pergerakan harga ketika naik, dan tidak akan bergerak saat mengalami penurunan. Namun, sesaat harga pasar saat ini hampir menyentuh Trailing Distance, secara otomatis dilakukan penjualan untuk meminimalisir kerugian trader. Dan hal sebaliknya akan terjadi jika trader memasang di posisi buy.
Sebagai modifikasi dari Stop Loss, Trailing Stop tentunya memiliki beberapa kelebihan yang bisa dimanfaatkan oleh trader, di antaranya:
1. Cocok untuk Day Trading
Kelebihan pertama dari Trailing Stop adalah cocok digunakan untuk Day Trading, dikarenakan trader bisa membatasi jumlah kerugian yang ia akan terima saat trading. Jadi, trader tidak akan terlalu kaget jika harga pasar turun, karena nilai kerugian telah ditetapkan sebelumnya dan hanya akan ikut bergerak saat harga pasar naik.
2. Bisa Menghindari Kerugian Besar
Seperti contoh yang dipaparkan sebelumnya, Trailing Stop bisa membantu trader dalam menghindari kerugian besar. Sebab, sesaat Trailing Stop posisi sell dipasang dan harga pasar mendekati Trailing Distance yang sudah ditetapkan, aset tersebut akan secara otomatis terjual dan profit berhasil terkunci.
3. Tidak Perlu Dipantau 24/7
Berhubungan dengan poin sebelumnya, dikarenakan batas harga akan mengikuti pergerakan di pasar alias tidak fixed di satu nilai tertentu saja. Maka, trader tidak perlu lagi memantau trading selama 24/7 karena pasti akan selalu ter-update dengan sendirinya mengikuti kondisi harga di pasar.
Sekarang, Anda sudah tahu, kan, Trailing Stop adalah order yang seperti apa? Meski terkesan mudah, diperlukan pemahaman yang mendalam dalam menggunakannya. Selain itu, Trailing Stop juga harus dibarengi dengan analisis teknikal, ya, agar strategi trading Anda tetap bisa berjalan sesuai rencana. Untuk informasi seputar trading kripto lainnya, segera kunjungi Tokonews dan mulai investasi aset kripto di Tokocrypto!
Bagi kamu yang baru saja belajar mengenal jual-beli aset kripto maupun saham, istilah ini mungkin masih terasa asing. Padahal, dalam kegiatan trading istilah ini sangat penting untuk diketahui agar bisa menjadi trader yang cerdik.
Biasanya, para trader pemula masih belum mengerti kapan mereka harus buy dan kapan mereka harus sell. Padahal momen ini sangat krusial dan jangan sampai terlewat. Momen ini dapat menjadi penentu seberapa banyak keuntungan yang bisa trader dapatkan atau seberapa besar kerugian yang bisa dihindari.
Apa itu Golden Cross?
Momentum Golden Cross aset kripto yaitu dimana rata-rata harga mengalami kenaikan dalam periode yang singkat melebihi harga kenaikan pada periode yang panjang. Misalnya saja sebagai contoh yaitu pada indikator Moving Average (MA).
Ilustrasi golden cross di investasi aset kripto.
Pada indikator MA, trader akan menemukan 2 garis biru dan merah. Garis biru merupakan rata-rata harga pada perode singkat yang biasanya berlangsung 5 hari. Sedangkan garis merah adalah rata-rata harga pada periode lama yang berlangsung selama 20 hari.
Hal ini tidak berlaku hanya pada indikator Moving Average saja, namun juga berlaku pada indikator lainnya seperti Moving average convergence divergence (MACD) dan Stochastic.
Apa Maksud dari Garis Biru Memotong Garis Merah?
Saat trading, kamu pastinya akan menemukan fenomena garis biru terlihat memotong garis merah. Maksudnya apa? Jadi pada saat itu sedang terjadi momentum pergerakan nilai kripto yang sedang uptrend. Hal ini ditandai dari rata-rata harga 5 hari tampak lebih tinggi dari rata-rata harga pada 20 hari.
Ini berarti, aset kripto tersebut pada saat itu sedang banyak peminatnya sehingga harganya menjadi naik. Jika kamu ingin melakukan buy pada saat itu, waktu terbaik untuk melakukannya yaitu pada saat garis biru memotong jauh dari garis merah. Bukan pada saat awal-awal garis biru memotong garis merah.
Hal ini dikarenakan kamu akan mendapatkan momentum golden cross yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga yang sangat besar. Jika kamu bertanya apakah analisa dari golden cross ini akurat? Jawabannya teknik yang digunakan dalam dunia investasi aset kripto tidak bisa mencapai 100%.
Namun ini, merupakan sebuah momen yang baik untuk membeli aset kripto. Karena kemungkinan besar harga akan mengalami kenaikan yang cukup drastis. Hal ini merupakan momentum harga jenuh jual, artinya, masyarakat akan mulai membeli kripto saat terjadi golden cross.
Bagaimana Cara Identifikasi Golden Cross?
Untuk bisa mengidentifikasi kapan momen golden cross itu terjadi, caranya cukup sederhana. kamu harus mengetahui terlebih dahulu tahapan yang ada pada golden cross. Yaitu, pertama akan terjadi downtrend sampai grafik benar-benar berada di posisi paling rendah. Saat itu pasar bearish sudah mulai lelah.
Selanjutnya, pada tahap kedua akan terjadi Moving Average dengan kurun waktu yang cukup singkat dan bergerak ke atas dan memotong memiliki jangka waktu yang lumayan panjang. Hal ini menjadi pertanda bahwa sedang terjadi pembalikan tren harga.
Dan terakhir, tahap ketiga. Pada tahap ini saham akan terus mengalami kenaikan harga atau uptrend yang terus berlanjut sampai mencapai titik yang lebih tinggi. Untuk dapat memanfaatkan momen golden cross dengan optimal, ada beberapa strategi yang bisa Anda coba.
Strategi Golden Cross untuk Profit Maksimal
1. Persiapkan Diri saat Tren Turun Panjang
Perlu kamu ketahui jika pengaturan golden cross semuanya tidak sama. Ini berarti cara yang bisa kamu lakukan ialah dengan menunggu aset kripto yang sudah lama mengalami downtrend, kemudian mencari kripto lain yang siap untuk bergerak naik.
Dalam investasi aset kripto akan begitu banyak terjadi penurunan, sehingga sinyal kemungkinan dapat mengelami pembalikan yang signifikan. Sinyal ini memiliki kekuatan bahwa persilangan yang terjadi setelah tren bearih panjang untuk mendapatkan persilangan bullish harus disertai periode dasar.
Dengan demikian, saat saham sedang melesat naik, kamu sudah tahu jika mungkin saja ada potensi terjadinya pembalikan arah balik dari pergerakannya. Carilah peluang saat nilai kripto mulai terlihat naik untuk bisa mendapatkan keuntungan yang aman.
Moving Average kadang-kadang memiliki spread yang lumayan luas. Dalam hal ini, kamu akan melihat seolah formasi MA ini seperti secangkir kopi. Di permukaannya akan terlihat sangat bullish.
Padahal, jika kamu memperhatikan price action, akan menemukan polanya kurang baik. Sehingga tidak boleh mengabaikan price action, karena sebuah kripto bisa bergerak seperti parabola, yakni naik dengan cepat dan turun dengan cepat.
3. Kombinasi Pola Doble Bottom dengan Golden Cross
Strategi terakhir yang bisa kamu coba yaitu dengan mengkombinasikan double bottom dengan golden cross. Setting-nya yaitu, silahkan cari double bottom pada grafik dengan ketentuan low kedua harus berada di bawah low pertama.
Selanjutnya, silahkan tunggu formasi dari golden cross terlebih dahulu. Langkah terakhir yaitu menunggu harga menguji kembali SMA 200. kamu bisa saja melakukan buy pada saat retest SMA 200 dengan stop loss berada di bawah titik terendah double bottom.
Itulah pembahasan lengkap mengenai golden cross. Perlu diperhatikan, pastikan setiap langkah yang akan kamu ambil, telah dipertimbangkan dengan risikonya. Semoga berhasil!
Aset kripto bukanlah istilah yang baru untuk saat ini. Namun, masih ada satu kesalahan umum yang sering terjadi di masyarakat, yaitu salah menyebutkan koin atau token kripto.
Pada dasarnya, baik koin kripto dan token adalah sama. Tetapi keduanya adalah dua hal yang berbeda. Semua koin adalah token, tapi tidak semua token dianggap koin.
Menariknya, banyak investor yang tidak tahu apakah mereka membeli token atau koin kripto. Perbedaan utama antara keduannya hanyalah berdasarkan kegunaan atau utilitasnya.
Mari kita bahas beberapa perbedaan paling signifikan antara token dan koin, jadi kamu akan tahu persis apa yang dimaksud token dan koin kripto, agar tidak bingung lagi.
Ketika Bitcoin pertama kali keluar, itu menetapkan standar untuk apa artinya menjadi koin. Ada kualitas yang jelas yang membedakan koin kripto dari token, yang mirip dengan mata uang fiat.
Sebuah koin ditentukan oleh karakteristik berikut:
Blockchain melacak semua transaksi yang melibatkan koin kripto asli. Saat kamu membayar seseorang dengan Ethereum, tanda terima masuk ke blockchain Ethereum.
Jika orang yang sama membayar kamu kembali dengan Bitcoin, tanda terima masuk ke blockchain Bitcoin. Setiap transaksi dilindungi oleh enkripsi dan dapat diakses oleh setiap anggota jaringan.
Bertindak sebagai “uang”
Bitcoin diciptakan dengan tujuan tunggal untuk menggantikan uang tradisional. Daya tarik paradoks transparansi dan anonimitas mengilhami penciptaan koin lain, termasuk ETH, NEO, dan Litecoin.
kamu dapat membeli barang dagangan dan layanan dari banyak perusahaan besar saat ini, seperti Amazon, Microsoft, dan Tesla, menggunakan koin kripto. Bitcoin bahkan menjadi mata uang resmi El Salvador bersama dolar AS.
Dapat ditambang
Kamu bisa mendapatkan koin kripto dengan dua cara. Salah satunya melalui penambangan tradisional pada sistem Proof of Work. Pemburu Bitcoin menggunakan metode ini untuk meningkatkan penghasilan mereka.
Masalahnya adalah tidak banyak Bitcoin yang tersisa untuk ditambang, sehingga prosesnya menjadi lebih sulit setiap hari.
Metode lainnya adalah Proof of Stake, yang merupakan pendekatan yang lebih modern untuk mendapatkan koin. Ini lebih ringan pada konsumsi energi dan lebih mudah dilakukan. Cardano adalah salah satu koin terbesar yang mengadopsi sistem ini.
Tidak seperti koin, token tidak memiliki blockchain. Sebagai gantinya, mereka beroperasi di blockchain koin kripto lainnya, seperti Ethereum. Beberapa token yang paling popular di Ethereum termasuk BAT, BNT, Tether, dan berbagai stablecoin seperti USDC.
Jika transaksi koin kripto ditangani oleh blockchain, maka token bergantung pada smart contract. Ini adalah serangkaian kode yang memfasilitasi perdagangan atau pembayaran antar pengguna.
Setiap blockchain menggunakan smart contract-nya. Misalnya, Ethereum menggunakan ERC-20 dan NEO menggunakan Nep-5. Token bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Contoh yang bagus dari hal tersebut adalah perdagangan NFT (non-fungible token). NFT adalah barang yang unik, jadi perubahan kepemilikan harus ditangani secara manual. NFT mirip dengan token utilitas.
Token mewakili aset
Perbedaan penting lainnya antara token dan koin adalah apa yang mereka wakili. Sementara, koin kripto pada dasarnya adalah versi digital dari uang, token dapat mewakili aset. Sederhananya, token mewakili apa yang kamu miliki, sementara koin menunjukkan apa yang mampu dimiliki.
Kamu dapat membeli token dengan koin, tetapi beberapa token dapat membawa nilai lebih dari yang mana pun. Misalnya, saham perusahaan. Namun, karena biasanya ada batasan di mana Anda dapat membelanjakan token, token tersebut tidak memiliki likuiditas yang ditawarkan koin.
Token mudah dibuat
Hal menarik lainnya tentang token adalah betapa mudah membuatnya. Beberapa jaringan seperti Ethereum menyediakan template di mana kamu dapat menandai token sendiri dan memulai perdagangan.
Hal ini membuat siapa pun yang memiliki sedikit atau tanpa pengetahuan teknis tentang industri kripto bisa menjadi pembuat pasar. Kamu akan menemukan aktivitas yang tinggi dari jenis token di bursa yang terdesentralisasi, seperti Uniswap.
Kesimpulan Koin dan Token
Perbedaan antara koin dan token tidak terlalu jauh tetapi orang harus tahu bahwa keduanya tidak sama. Sebagai investor, koin mewakili teknologi yang ingin dipecahkan oleh blockchain, sedangkan token memiliki beragam kasus penggunaan yang harus dipelajari secara individual.
Pakar pasar mengatakan bahwa jika seorang investor ingin membeli suatu produk, koin adalah yang terbaik dan jika itu adalah layanan, maka token utilitas dapat digunakan.
Pernahkah Anda mendengar tentang marketcap crypto? Melakukan jual-beli aset kripto jelas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Anda harus melakukan analisis aset untuk meminimalisir risiko rugi. Dengan analisis yang baik, maka peluang mendapat untung pun semakin besar, salah satu caranya bisa lewat marketcap crypto.
Bagi Anda yang baru terjun ke pasar aset kripto, hal tersebut tentu akan menjadi sangat membingungkan. Apabila ini yang sedang Anda hadapi, sebaiknya mulailah dengan analisis yang tidak terlalu rumit seperti marketcap crypto. Mari simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Marketcap Crypto?
Marketcap atau market capitalizationadalah istilah yang digunakan untuk menyebut nilai keseluruhan saham perusahaan. Metrik ini sering digunakan untuk mengukur berbagai aset, termasuk aset kripto. Dalam dunia kripto, marketcap mewakili performa suatu aset kripto. Jadi, marketcap cryptoadalah nilai yang menunjukkan keseluruhan total aset kripto yang ada di pasar.
Bagaimana Cara Menghitung Marketcap Crypto?
Cara menghitung marketcap adalah dengan mengali jumlah pasokan koin yang beredar dengan harga aset kripto terkini.
Katakanlah Anda ingin mengetahui marketcapEthereum. Untuk saat ini, ada 119,994,476.25 koin ETH yang beredar. Sedangkan, harga ETH per keping saat artikel ini ditulis adalah 2.768,62 USD. Maka, marketcap Ethereum adalah 119,994,476.25 x 2.768,62 USD = 332.219.106.835 USD. Sangat fantastis, bukan?
Lalu, berapa jumlah marketcap yang dianggap baik untuk memulai transaksi jual-beli aset kripto?
Pada dasarnya, marketcap membagi aset kripto ke dalam tiga jenis, yaitu large-cap, mid-cap, dan small-cap yang lebih lanjut akan dijelaskan di bawah. Ketiga kategori tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing dan menyesuaikan dengan tujuan investor itu sendiri. Apabila investor bertujuan untuk ‘cari aman’, maka aset kripto yang memiliki jumlah marketcap yang amat tinggi lah yang dianggap baik.
Sebaliknya, jika investor ingin memperoleh keuntungan dalam waktu singkat, maka aset dengan jumlah marketcap yang kecil pun tidak menjadi masalah, meski tentunya investor berkemungkinan untuk menerima risiko yang lebih besar pula.
Mengapa Marketcap Crypto Penting?
Apa yang membuat marketcap crypto menjadi alat untuk analisis aset yang penting?
Dengan melihat kapitalisasi pasar suatu aset kripto, Anda bisa mengamati performanya, apakah stabil atau tidak. Selain itu, data mengenai marketcap juga terus diperbarui secara real-time sehingga Anda bisa mudah mengamati pergerakannya dari waktu ke waktu, misalnya dengan memanfaatkan situs CoinMarketCap yang telah mengurutkan aset kripto berdasarkan jumlah kapitalisasi pasarnya.
Jika ingin membandingkan dengan aset kripto lain pun sangat mudah. Jadi, Anda tidak perlu melakukan penghitungan yang rumit karena semua data biasanya sudah disajikan pasar kripto.
Selain itu, marketcap juga bisa membantu para investor kripto untuk memprediksi performa suatu aset kripto di masa mendatang. Namun, dalam memprediksi masa depan suatu aset kripto, Anda juga harus sambil menggunakan alat lain seperti tren pasar, sifat dari aset kripto itu sendiri, dan tentunya kondisi finansial Anda.
Mengapa Marketcap bisa jadi tidak penting?
Di sisi lain, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa marketcap tidak penting. Mengutip CoinMarketCap, beberapa ahli menyatakan bahwa marketcap crypto merupakan hasil warisan pengetahuan yang diberikan oleh pasar jual-beli saham. Di mana, marketcap bukan merupakan hal utama yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam berinvestasi, dikarenakan bisa membuat para investor mengambil keputusan yang keliru. Sebab, aset kripto sebagai instrumen investasi masih tergolong baru dan sifatnya dinamis, berbeda dengan saham.
Meski marketcap memang sedikit banyak dikatakan bisa mendefinisikan kualitas suatu proyek kripto, tetapi sebenarnya marketcap lebih berhubungan langsung dengan harga aset, di mana sifatnya lebih ke pada penilaian jangka pendek dibandingkan performa keseluruhan. Sehingga, sebagai alat ukur performa, para ahli menyarankan untuk menggunakan marketcap hanya pada dua aset kripto raksasa saja, yaitu Bitcoin dan Ethereum menggunakan strategi weighted-market cap. Kok, begitu? Pasalnya, dua aset tersebut lah yang sudah dianggap ‘kebal’ terhadap volatilitas pasar, tetapi masih lebih fluktuatif dibandingkan saham.
Kategori Aset Kripto Berdasarkan Marketcap
Dalam dunia kripto, marketcap juga digunakan untuk mengelompokkan aset kripto yang beredar. Pengelompokan ini bertujuan untuk memudahkan para investor dalam menilai mana aset dengan kapitalisasi tinggi dan mana aset yang kapitalisasinya rendah. Jadi, mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat. Marketcap crypto dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Large-cap
Large-cap adalah kategori aset kripto dengan kapitalisasi pasar tinggi. Inilah aset kripto yang dianggap aman untuk investasi karena performanya relatif stabil. Untuk bisa masuk dalam kategori large-cap ini, aset kripto harus memiliki kapitalisasi pasar di atas 10 miliar USD. Contoh aset kripto yang masuk dalam kategori large-cap ini adalah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Selain performanya yang terbilang stabil, aset kripto dalam kategori large-cap juga memiliki tingkat likuiditas tinggi. Volume transaksi aset tersebut selalu tinggi dan peminatnya pun banyak. Cara termudah untuk mendeteksi kripto large-cap adalah aset tersebut selalu ada di bursa aset kripto mana pun.
2. Mid-cap
Selanjutnya ada mid-cap atau aset kripto dengan kapitalisasi pasar tingkat menengah. Jika dilihat dari performanya, aset yang masuk dalam kategori mid-cap ini tidak terlalu buruk, tapi juga tidak begitu baik. Aset kripto dalam kategori mid-cap ini memiliki nilai kapitalisasi pasar mulai dari 1 hingga 10 miliar USD. Contoh aset mid-cap adalah Cardano (ADA).
Kategori mid-cap ini memiliki potensi keuntungan yang besar. Namun, performanya tidak terlalu stabil seperti aset large-cap. Hal ini membuat aset mid-cap memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan large-cap.
Meski begitu, tidak ada salahnya untuk memilih aset mid-cap sebagai pilihan investasi, terutama jika Anda menginginkan diversifikasi dalam portofolio. Hanya saja, pastikan untuk melakukan penghitungan yang cermat sebelum memilih aset mid-cap agar terhindar dari risiko rugi, ya.
3. Small-cap
Terakhir ada kategori small-cap. Aset kripto dalam kategori ini memiliki kapitalisasi pasar mulai dari 100 juta hingga 1 miliar USD. Performa aset kripto small-cap bisa dibilang fluktuatif dan sulit diprediksi. Bagi Anda investor kripto pemula, sebaiknya menghindari kelompok aset ini. Sebab, risiko kerugiannya lebih besar jika dibandingkan dengan dua kategori sebelumnya, meski terlihat bisa memberikan keuntungan lebih cepat.Walau begitu, beberapa jenis aset small-cap memiliki potensi yang besar. Hal ini menyebabkan performanya bisa tiba-tiba naik sehingga tampak begitu menarik. Fenomena aset small-cap yang mendadak melejit sebenarnya sering terjadi. Salah satunya adalah saat Dogecoin (DOGE) naik drastis setelah CEO Tesla, Elon Musk, membuat tweet mengenai aset kripto tersebut.
Apakah marketcap crypto bisa terus berkembang?
Jawabannya adalah bisa. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, marketcap crypto bergantung penuh pada jumlah aset kripto yang beredar dan juga harga yang dimilikinya. Di mana umumnya jumlah peredaran aset berbeda-beda tergantung proyeknya, ada yang diberi kebebasan seperti ETH dan ada yang dibatasi seperti BTC.
Sementara itu, harga aset kripto pun bisa berubah-ubah. Beberapa di antaranya mungkin tidak naik dan turun secara signifikan alias cenderung stabil, tetapi harga dari beberapa aset yang lain bisa mengalami terjun bebas saat naik-turunnya.
Hal ini lah yang menjadi penyebab berubahnya peringkat suatu aset pada CoinMarketCap, antara jumlah peredarannya mengalami perubahan di pasar atau mengalami kenaikan dan penurunan harga aset. Meski begitu, hal ini sulit terjadi kepada beberapa aset teratas, BTC dan ETH misalnya, karena sifatnya sudah terlampau stabil.
Bagi Anda yang baru terjun dalam dunia kripto, marketcap crypto bisa menjadi bahan pertimbangan sebagai alat pengukuran performa suatu aset, melengkapi seluruh kegiatan analisis pasar dan harga. Jadi, jangan lupa untuk terus mengikut perkembangan aset kripto untuk memudahkan Anda dalam berinvestasi. Yuk, mulai investasi aset kripto di Tokocrypto dan dapatkan informasi terkini dan terlengkap mengenai dunia kripto hanya di Tokonews juga Komunitas Tokocrypto!
Aset kripto Status (SNT) dan DigiByte (DGB) punya berbagai utilitas yang mendukung konsep desentralisasi di jaringan blockchain. Keduanya punya inovasi masing-masing untuk membuat transaksi lebih cepat dan pengaplikasian aplikasi desentralisasi berjalan baik.
So, mari berkenalan lebih dekat dengan Status (SNT) dan DigiByte (DGB) yang baru listing di Tokocrypto pada Selasa, 28 Maret 2022.
Status (SNT)
Apa itu Status (SNT)?
Status (SNT) adalah platform perpesanan open-source dan antarmuka seluler yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan DApps yang berjalan di blockchain Ethereum (ETH). DApps berfungsi seperti Play Store untuk Android atau App Store untuk aplikasi iOS, kecuali itu sepenuhnya dibangun di atas teknologi peer-to-peer(P2P).
Selain messenger, proyek kripto ini juga menyediakan dompet cryptocurrency, yang mendukung ERC-20 dan beberapa token ERC-721 bersama dengan browser web3. Browser membantu publik berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi di blockchain Ethereum.
Ilustrasi aset kripto Status (SNT).
Tujuan akhir Status adalah untuk mempercepat adopsi massal Ethereum DApps. Ini akan dicapai dengan menargetkan segmen pengguna smartphone yang berkembang pesat dan membuat penggunaan DApps menjadi mudah dan intuitif. Selain aplikasi, komunitas Status juga membangun alat infrastruktur yang memberdayakan semua orang untuk bergabung dan membangun web yang lebih baik bersama-sama. Komponen platform utama adalah Incubate, Embark, Studio, Nimbus, dan Keycard.
SNT adalah token ERC-20 yang dibangun di jaringan Ethereum. Ini adalah token utilitas di dalam platform. Jaringan Status gratis untuk digunakan, tetapi Anda memerlukan SNT untuk mengakses fitur premium aplikasi.
Status ICO terjadi pada 20 Juni 2017, dan terjual habis dalam sehari. Investor menerima 10.000 untuk 1 ETH. Proyek ini mengumpulkan $99 juta. Pada saat itu, satu SNT berharga $0,03365.
Peringkat SNT di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) adalah #195, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 262.532.869. Kripto ini memiliki pasokan beredar 3.470.483.788 koin SNT dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Ilustrasi aset kripto Status (SNT).
Status dirancang untuk berinteraksi dengan DApps di jaringan Ethereum. Pada saat yang sama, ia juga berfungsi sebagai platform perpesanan dan browser web 3.0. Siapa pun yang memiliki akses internet dapat menggunakan aplikasi Status untuk perdagangan bebas, pembayaran P2P, dan komunikasi P2P terenkripsi. Platform ini menggunakan protokol Whisper V5 untuk mendelegasikan node dan mendukung obrolan terdesentralisasi.
Setiap pengguna dapat menggunakan Status (SNT) untuk:
Akses, jelajahi, dan interaksi dengan lebih dari 2000 Ethereum DApps
DigiByte adalah perangkat lunak yang dirancang untuk bersaing dengan aset kripto utama seperti XRP dan Litecoin dengan memprioritaskan keamanan siber dan skalabilitas.
Platformnya menawarkan fitur tambahan yang memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan aset, meluncurkan aplikasi, dan menggunakan identitas digital. Selanjutnya, protokolnya dibangun untuk memanfaatkan beberapa algoritma penambangan dan menegakkan kebijakan moneter dengan pasokan maksimum 21 miliar koin DGB.
DigiByte (DGB) diluncurkan pada tahun 2013 menggunakan mekanisme operasi proof-of-work, yang menggunakan proses yang disebut penambangan untuk menghasilkan token DGB baru dan memproses transaksi DGB.
Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).
3 jaringan blockchain DigiByte, dirancang agar dapat beradaptasi, mendukung beberapa metode penambangan. Lima algoritma penambangan berbeda yang didukung DigiByte adalah Sha256, Scrypt, Skein, Qubit, dan Odocrypt.
Peringkat DGB di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) adalah #140, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 523.690.815. Kripto ini memiliki pasokan beredar 15.209.843.191 koin DGB dan maksimal pasokan 21.000.000.000 koin DGB.
DigiByte memungkinkan banyak fitur umum untuk cryptocurrency, memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima koin DGB di seluruh dunia dalam transaksi yang tidak dapat diubah dan tanpa izin.
Selain itu, jaringan memungkinkan pengguna perangkat lunaknya untuk merancang aplikasi terdesentralisasi (dapps) untuk pelanggan menggunakan rangkaian kontrak pintar khusus.
Untuk menjaga agar jaringannya tetap sinkron, DigiByte menggunakan variasi mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW) Bitcoin.
Ilustrasi aset kripto DigiByte (DGB).
Berbeda dengan industri pertambangan Bitcoin, di mana perangkat keras khusus diperlukan untuk menjadi penambang, pertambangan DigiByte dapat dilakukan melalui perangkat keras tingkat konsumen, memungkinkan audiens yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam jaringannya.
DigiByte dapat memproses transaksi lebih cepat daripada Bitcoin karena lebih sering menambahkan blok baru ke blockchainnya. Transaksi DigiByte diproses dalam waktu sekitar 15 detik, sedangkan waktu rata-rata untuk memproses satu blok transaksi Bitcoin adalah 10 menit.
Status (SNT) & DigiByte (DGB) Listing di Tokocrypto
Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Status (SNT) & DigiByte (DGB).
Trading SNT/BTC, SNT/ETH, DGB/USDT, DGB/BUSD & DGB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 29 Maret 2022 pukul 16.00 WIB. Kini pengguna dapat melakukan deposit/setoran SNT dan DGB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.
Saat ini, banyak beredar NFT dengan harga begitu tinggi hingga miliaran Rupiah. Meskipun mungkin terlihat non-affordable, nyatanya tetap saja ada pembelinya. Salah satu contohnya adalah fenomena Ghozali Everyday pada awal Januari 2022 lalu. Meskipun floor price-nya di awal rendah, setelah harganya menjulang masih banyak yang berburu NFT tersebut. Lalu, mengapa NFT art begitu populer hingga meraup nominal selangit? Simak ulasannya berikut ini!
Sekilas Mengenai Apa Itu NFT Art
Jadi, NFT art adalahsalah satu jenis NFT yang diperjualbelikan berupa suatu karya seni, bisa lukisan, seni visual, ilustrasi, hingga foto. Kegiatan jual-beli NFT tersebut dilakukan menggunakan aset kripto, misalnya Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Namun, berbeda dari benda atau aset lain, NFT memiliki nilai jual yang tidak sepadan.
NFT biasanya berupa aset digital yang mewakili dunia nyata, meliputi seni, musik, game item, dan lain-lain. Salah satu yang banyak diperjualbelikan adalah seni, yang lebih dikenal dengan NFT art.
Selain Ghozali, seorang seniman digital bernama Pak berhasil menjual NFT yang dinamai “The Merge” seharga 91,8 juta Dolar AS atau sekitar Rp1,31 triliun! Berkat nilai jualnya tersebut, “The Merge” menduduki peringkat pertama NFT termahal yang pernah terjual sepanjang tahun 2021, mengalahkan “EVERYDAYS: The First 5000 Days” milik Beeple yang terjual seharga 69,3 juta dolar AS atau setara Rp991 miliar.
Nah, nominal yang selangit bukan tanpa alasan. NFT hadir untuk membuat suatu kreasi digital menjadi karya yang orisinal dan diperjualbelikan secara terbatas.
Sesuai hukum ekonomi, ketika suatu barang tergolong langka, maka permintaan akan naik, sehingga harga barang pun ikut naik. Hal ini memicu orang-orang untuk berambisi memiliki suatu karya seni yang benar-benar asli dari karya digital tersebut.
Ketika membeli sebuah kreasi digital berupa NFT, Anda tidak mendapatkan barang tersebut, melainkan sertifikat autentikasi bawaannya.
Sertifikat autentikasi bernama “digital bragging rights” ini tercatat di blockchain sebagai bukti validasi kepemilikan, dan kolektor NFT menghargai sertifikat ini lebih dari barang itu sendiri. Itulah yang menjadi daya tarik sehingga menyebabkan banyak orang kini berbondong-bondong membeli NFT art.
4 Faktor Penyebab Suatu NFT Art Banyak Dibeli
Jika dilihat dari histori transaksinya selama ini, berikut ini adalah empat faktor yang menyebabkan suatu NFT art banyak diburu dan dibeli oleh banyak orang.
1. Konten dan seniman di baliknya yang trustworthy
Alasan utama yang menjadikan NFT art kerap menarik hati banyak kolektornya adalah berkat konten NFT itu sendiri. Sebab, dengan NFT, para kreator bisa dengan bebas berkarya dan menemukan audiensnya masing-masing, tidak terpaku pada satu jenis aliran seni saja. Sesaat suatu NFT memiliki nilai keunikan tersendiri, maka akan banyak kolektor yang tertarik. Konten dari NFT art juga tidak terbatas hanya pada lukisan dan ilustrasi saja, tetapi juga bisa foto, kolase, dan lainnya.
Selain itu, seniman alias kreator yang berada di baliknya pun bisa menjadi faktor suatu NFT banyak dibeli. Seperti halnya yang terjadi pada pasar seni konvensional, di mana semakin dikenal luas seorang seniman, maka semakin tinggi pula value yang dimilikinya. Keberadaan seniman di baliknya itulah yang semakin membuat NFT tersebut trustworthy untuk dibeli.
2. Jumlahnya hanya ada 1 di dunia
Jika membahas di pasar seni konvensional, karya seni biasanya hanya ada satu yang asli dan lainnya merupakan salinan. Karya asli dapat diidentifikasi berdasarkan data reproduksinya, sedangkan karya salinan banyak digandakan dan diperjualbelikan dengan bebas. Hal ini menyebabkan harga barang dari karya yang asli justru menurun, karena orang bisa mendapatkan karya salinan yang persis sama dengan harga yang jauh lebih murah.
Sementara itu, NFT art menghadirkan karya dalam bentuk digital, sehingga wujudnya berupa file data. Dengan wujud tersebut, justru proses penggandaan akan jauh lebih mudah. Lalu, apa yang membuat NFT berbeda dengan karya seni konvensional?
Disini diterapkan fungsi kepemilikan yang terletak pada sertifikat autentikasi bawaannya, bukan pada karyanya. Dengan ‘hak milik’ yang jelas validitasnya inilah orang akan cenderung berambisi untuk memilikinya, tidak peduli banyak orang yang kemudian menduplikasinya karena tetap ia lah sang pemilik asli dari karya seni tersebut.
Selain itu, tiap NFT yang diterbitkan pun hanya terdapat 1 keping saja, alias tidak ada yang sama di dunia. Hal itu juga yang mendorong banyak orang untuk memilikinya.
3. Bersifat original dan transparan
Segala aktivitas transaksi dalam dunia digital memang rawan anonim, meski begitu semuanya tetap dapat terlacak karena sifatnya yang transparan. NFT art selalu dapat dijamin orisinalitasnya karena adanya transparansi tersebut. Seluruh aktivitas transaksi blockchain sepenuhnya tersedia untuk umum, sehingga para kolektor bisa melihat siapakah pemilik dari suatu NFT art saat ini beserta histori transaksinya.
Meski begitu, tetap penting bagi para kolektor untuk melakukan riset terhadap proyek NFT, ya, sebab tidak sedikit pula para kreator yang melakukan aktivitas copy minting atau menggunakan karya seni orang lain yang sudah ada untuk dijadikan NFT.
4. Dapat dijadikan instrumen investasi
Baru-baru ini, NFT telah memasuki luxury market dengan aktivitasnya yang semakin merambah ke produk-produk mewah mengutip Futurity. Hal ini pun ditandai dengan banyaknya brand mewah ternama yang terus ikut mengadopsi NFT, seperti Louis Vuitton, Givenchy, dan masih banyak lagi.
Oleh sebab itu, kini, NFT sudah dianggap sebagai barang mewah yang ada di dunia digital, sehingga banyak orang yang memburunya.
Berdasarkan hal ini, bagi orang-orang yang menggemari barang mewah, NFT dapat dijadikan sebagai instrumen investasi, karena NFT dianggap punya potensi untuk menjadi lebih besar lagi nilainya di masa depan, apalagi jika diterbitkan oleh seniman yang trustworthy dan konten yang unik dan menarik, berbeda dari aliran seni kebanyakan. Sekarang, apakah Anda sudah tertarik untuk menjelajahi dunia NFT art? Yuk, mulai eksplorasi di TokoMall! Sebagai salah satu pionir marketplace NFT di Indonesia, Anda bisa membeli dan juga menjual NFT milik Anda, lho! Segera daftarkan diri Anda di TokoMall dan gabung komunitas NFT TokoMall di Telegram dan juga Discord!
Tezos, salah satu blockchainyang juga memprakarsai banyak marketplace NFT yang ada, hadir menjawab masalah umum blockchain yang tidak ramah lingkungan dengan CleanNFT. Ketertarikan pada dampak ekologis NFT telah memperkuat keunggulan relevan yang dimiliki Tezos dibanding jaringan lain, yaitu konsumsi energi yang jauh lebih rendah dan jejak ekologis yang lebih kecil.
Jaringan open-source Tezos adalah blockchain Proof of Stake yang mengonsumsi lebih dari dua juta kali lebih sedikit energi dibanding jaringan Proof of Work lain, seperti Bitcoin atau Ethereum. Rendahnya jejak karbon, berarti Anda dapat mengutamakan inovasi tanpa mengorbankan sustainability.
Properti yang up-to-date memungkinkan jaringannya tetap mampu mengikuti tren yang terus tumbuh dalam ekosistem blockchain, seperti optimasi gas dan NFT. Hal ini tentunya dilakukan untuk meminimalisir kemacetan yang disebabkan oleh kepadatan NFT yang ada di blockchain.
Sebelum membahas mengenai penerapan CleanNFT, kenalan dulu yuk dengan Tezos!
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Tezosmerupakanblockchain yang menggunakan teknologi open-source, di mana tujuannya adalah untuk mengeksekusi transaksi yang terjadi secara peer-to-peer dan juga untuk menerbitkan smart contracts yang salah satunya digunakan dalam dunia kripto. Sudah banyak marketplace NFT yang bergerak di atas blockchain Tezos, di antaranya adalah hic et nunc dan objkt.com.
Sistem blockchain ini didirikan sepasang suami istri, Kathleen dan Arthur Breitman di tahun 2014 ketika industri kripto dan bitcoin sudah mulai dikenal oleh khalayak ramai. Sistem ini dirancang dengan alasan agar bisa mendukung jaringan yang lebih luas.
Hal ini yang membuat Tezos berbeda dengan blockchain lainnya, yakni penerapan desentralisasi yang menyeluruh. Tiap pengguna sistem blockchain ini bisa berpartisipasi dalam pengembangan yang dilakukan dalam jaringan blockchain, melalui sebuah tahap yang disebut “Baking”. Tahap ini mengharuskan para penggunanya untuk melakukan stakingtoken, yaitu XTZ sebanyak 8000 keping.
Mengutip CoinMarketCap, harga XTZ saat ini tercatat berada di angka 3.15 USD per kepingnya dengan volume perdagangan sebanyak 93,942,251 USD per tanggal 21 April 2022.
Lalu, apa itu mekanisme CleanNFT yang diterapkan dalam blockchain Tezos?
Apa itu CleanNFT Tezos?
CleanNFT adalah upaya yang digalakkan oleh Tezos melalui NFT, dalam mengurangi konsumsi energi dan membuat praktik blockchain lebih ramah lingkungan. Dengan CleanNFT, energi yang digunakan validator berada di kisaran 60MWh di setiap tahunnya.
Hal inilah yang membedakan blockchain Tezos dengan blockchain lain, di mana pada Ethereum penggunaan energi tahunannya diperkirakan sekitar 26TWh. Jumlah ini setara dengan konsumsi energi tahunan Ekuador dengan penduduk 17 juta orang.
Selain itu, biaya bahan bakar yang rendah memberikan pengalaman pengguna yang mulus dan bebas kemacetan. Hal ini memungkinkan siapa saja untuk meng-host, mencetak dan memperdagangkan NFT dengan hambatan minim.
Berbeda dengan blockchain Ethereum yang banyak terjadi kemacetan akibat padatnya pasar NFT dalam beberapa waktu belakangan, aksesibilitas, dan biaya di blockchain Ethereum dan jaringan lain yang berkaitan. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap aplikasi, sampai-sampai merusak reputasi ekosistem secara keseluruhan.
Beberapa contoh proyek NFT yang telah menerapkan CleanNFT antara lain adalah Ziggurats oleh Mike Shinoda pada Desember 2021 lalu, McLaren pada bulan Januari 2022, hingga yang paling terbaru adalah NFT kepunyaan Papa John’s Pizza yang diluncurkan pada Maret 2022 kemarin.
Sosialisasi CleanNFT Tezos nampaknya membuahkan hasil. Sebab, tujuh dari sepuluh tempat jual-beli NFT di blockchain mengalami peningkatan dalam hal pengguna aktif. Tingginya peminat Tezos seiring diperkenalkannya CleanNFT tidak terlepas dari menariknya mekanisme yang ditawarkan, yakni pencetakan NFT yang ramah lingkungan serta biaya gas yang murah.
Mendukung pernyataan tersebut, terbukti dengan adanya dua marketplace NFT Tezos terkemuka, yaitu hic et nunc dan Kalamint, mengalami peningkatan cukup besar, kurang lebih hingga 380%, baik dalam dompet aktif yang terhubung dengan mereka maupun volume transaksi.
Selain itu, terjadi pula kenaikan paling signifikan yang dialami oleh marketplace FX Hash, dengan dompet aktif mengalami pertumbuhan lebih dari 14% mendekati angka 5.000.
Marketplace NFT Tezos lainnya, yaitu objkt.com pun berhasil menarik volume perdagangan terbanyak, lebih dari 10.000 dompet aktif yang menyelesaikan lebih dari 93.000 transaksi dengan volume 3,3 juta USD.
Apa Saja Kelebihan CleanNFT?
Berikut tiga kelebihan CleanNFT pada marketplace NFT Tezos:
Ramah lingkungan
Ramah lingkungan adalah kelebihan utama CleanNFT pada marketplace NFT Tezos. Sementara seluruh transaksi Ethereum butuh energi yang hampir sama dengan yang digunakan dua rumah tangga Amerika per hari, Tezos menggunakan mekanisme Proof of Stake sehingga bisa menghemat penggunaan energi. CleanNFT pada marketplace NFT Tezos paham bahwa sangat penting untuk menghindari bertambahnya emisi karbon demi menjaga lingkungan.
Murah
CleanNFT pada marketplace NFT Tezos juga bisa dibilang murah. Sebab, biaya transaksi atau gas feesekitar 0,0004 XTZ (sekitar 0,0023 USD). Dengan begitu, NFT dengan nilai berapa pun, tidak peduli besar atau kecil, sangat mungkin ditransaksikan dengan mudah dan murah. Kelebihan ini tentu sangat membantu bagi pemula yang NFT-nya mungkin hanya bernilai beberapa Dollar.
CleanNFT pada marketplace NFT Tezos juga memiliki dukungan komunitas kuat, seperti grup Hic Et Nunc Reddit dan Discord dengan 680 redditor dan saluran Discord dan channel Kalamint di Telegram. Dengan memiliki komunitas, khususnya di sekitar NFT, yang ramai dan ramah. Anda bahkan bisa mengajukan pertanyaan di Twitter dan mendapatkan jawabannya segera. Dengan begitu, Anda akan menjadi lebih paham mengenai Tezos dan NFT yang ada di platform.
Jadi, CleanNFT adalah istilah yang digunakan oleh komunitas seniman dari seluruh dunia untuk menggambarkan NFT dari platform yang menawarkan mekanisme Proof of Stake, yang telah diterapkan sebagai platform yang dirancang berkembang melalui mekanisme tata kelola on-chain. Anda tertarik juga terjun ke dunia NFT? Untuk Anda para kreator NFT, jangan lupa tawarkan karya-karya Anda di TokoMall sebagai Official Partner. Gabung juga Komunitas TokoMall di Discord dan Telegram!
Dua aset kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB) memiliki utilitas yang berbeda. Secara singkat, Nexo bisa menjadi platform blockchain untuk meningkatkan pendapatan pengguna dengan memungkinkannya menyimpan aset kripto mereka agar menghasilkan pembayaran bunga.
Sementara, MobileCoin merupakan platform blockchain yang dirancang untuk dapat digunakan di sistem dengan sumber daya terbatas, seperti perangkat seluler, dan untuk memberikan pengalaman pengguna yang sederhana bersama dengan privasi dan keamanan.
So, mari mengetahui lebih dalam kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB).
Nexo (NEXO)
Apa Itu Nexo (NEXO)?
Nexo adalah platform pinjaman berbasis blockchain yang didukung aset kripto kepada pengguna. Proyek ini pertama kali diumumkan pada Desember 2017, dan diluncurkan pada April 2018.
Nexo didirikan oleh tim profesional keuangan dan penggemar kripto, yang beralih ke blockchain untuk menciptakan aset kripto yang setara dengan layanan yang mapan dalam keuangan tradisional. Salah satu pendirinya adalah Antoni Trenchev, yang dikenal sebagai wajah publik dari perusahaan, Nexo. Ia memiliki rekam jejak dalam mengadvokasi adopsi blockchain dan kripto yang lebih luas.
Ilustrasi aset kripto, Nexo (NEXO). Foto: Nexo.io.
Untuk sistem di Nexo, pengguna menyetor token yang bisa diterima sebagai jaminan, mulai dari seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC) atau XRP (XRP) untuk menerima pinjaman dalam bentuk mata uang fiat atau stablecoin.
Nexo memiliki token asli, NEXO, yang ketika dikunci atau staking di platform memberikan manfaat kepada pengguna, seperti diskon bunga yang terakumulasi pada pinjaman dan kesempatan untuk menerima pembayaran bunga atas dana yang disimpan. Pemegang token juga menerima dividen dari keuntungan Nexo.
Menurut whitepaper-nya, Nexo adalah penyedia pinjaman instan pertama yang didukung aset kripto dan bermaksud untuk memecahkan inefisiensi di pasar pinjaman. Proses pinjaman otomatisnya menggunakan smart contract dan oracle di blockchain Ethereum untuk mengelolanya.
Setelah pengguna mentransfer aset kripto ke dompet yang dikendalikan Nexo, oracle menetapkan pinjaman dan pengguna langsung mengalokasikan dana. Ketika pengguna melakukan deposit untuk membayar kembali pinjaman, oracle mengembalikan kripto tersebut dan mencatat transaksi di blockchain. Smart contract digunakan untuk memberi daya pada NEXO dan untuk mencatat saldo pengguna.
Nexo dipasarkan ke investor individu dan institusi, perusahaan kripto, bursa, penambang, dan lainnya yang menginginkan likuiditas dari aset mereka. Perusahaan mendapat untung dari akumulasi bunga pinjaman, dan juga menawarkan pinjaman institusional dan layanan konsultasi.
Ilustrasi aset kripto, Nexo (NEXO). Foto: Nexo.io.
Nexo juga mengumumkan program loyalitas yang memberi penghargaan kepada mereka yang menyimpan NEXO di akun mereka, memberi mereka suku bunga preferensial untuk pinjaman dan hasil tabungan yang lebih tinggi. Nexo juga mendistribusikan 30% dari keuntungannya kepada pemegang token NEXO dalam bentuk dividen.
Nexo saat ini melayani lebih dari satu juta pengguna di 200+ wilayah, mengelola aset lebih dari $ 4 miliar. Perusahaan saat ini memiliki 150 karyawan, dengan manajemen yang berbasis di London.
Peringkat NEXO di situs CoinMarketCap pada Senin (23/5) pukul 10.00 WIB adalah #66, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 755.337.799. NEXO memiliki pasokan yang beredar 560.000.011 koin NEXO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEXO.
MobileCoin adalah proyek pembayaran mobile berbasis blockchain terenkripsi yang dirancang khusus untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari. MobileCoin membahas 4 masalah mendasar: Keamanan, Kecepatan Transaksi, Konsumsi Energi, dan Optimalisasi untuk perangkat Seluler.
Tidak seorang pun kecuali pengirim dan penerima dapat melihat detail transaksi. Blockchain publik dienkripsi untuk memastikan keamanan. MobileCoin adalah platform yang tak tertandingi dirancang agar cepat dan cukup aman untuk digunakan dalam transaksi seluler.
Mekanisme MobileCoin dibangun di atas blockchain Stellar (untuk konsensus) dan Monero (untuk privasi), menggunakan CryptoNote bersama dengan bukti tanpa pengetahuan untuk menyembunyikan detail transaksi pengguna.
Ilustrasi aset kripto, Mobilecoin (MOB). Foto: Mobilecoin.
MobileCoin Inc. didirikan pada tahun 2017 oleh Josh Goldbard & Shane Glynn. Ini adalah perusahaan yang didukung venture capital yang berbasis di San Francisco, CA. Protokol MobileCoin bersumber terbuka oleh MobileCoin Foundation pada tahun 2020. Jaringan mulai aktif pada 7 Desember 2020.
Perusahaan MobileCoin mengklaim platformnya dapat memfasilitasi pembayaran terdesentralisasi untuk transaksi sehari-hari lebih cepat daripada kebanyakan platform lainnya.
Perusahaan percaya pada pembayaran yang cepat, aman, dan mudah digunakan di perangkat seluler. MobileCoin saat ini tersedia untuk digunakan dengan salah satu aplikasi perpesanan paling aman di dunia, Signal.
Secara desain, mudah untuk menautkan dompet MobileCoin ke ponsel, sehingga pengguna dapat mulai mengirim dana ke teman dan keluarga, menerima dana dari mereka, melacak saldo, dan meninjau riwayat transaksi dengan antarmuka yang sederhana.
Ilustrasi aset kripto, Mobilecoin (MOB). Foto: Mobilecoin.
Karena tujuannya adalah untuk menyimpan data di tangan pengguna, desain MobileCoin berarti tidak ada pihak ketiga yang memiliki akses ke saldo, riwayat transaksi lengkap, atau dana pengguna. Mereka juga dapat mentransfer dana kapan saja, jika ingin beralih ke aplikasi atau layanan lain.
Peringkat MOB di CoinMarketCap pada Senin (23/5) pukul 10.00 WIB adalah #242, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 150.841.204. Ini memiliki pasokan yang beredar 74.218.324 koin MOB dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB) Listing di Tokocrypto
Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB).
Trading NEXO/USDT, NEXO/BUSD, NEXO/BTC, MOB/USDT, MOB/BUSD dan MOB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 20 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran NEXO dan MOB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.
DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Bagi Anda yang baru terjun ke dunia kripto, pasti akan sering mendengar istilah-istilah yang cukup asing. Salah satu istilah yang akan Anda dengar yaitu whitelist. Meski terdengar asing, Anda tak perlu khawatir! Yuk pelajari secara lengkap pengertian dan manfaatnya dibawah ini!
Whitelist Secara Umum
Bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, whitelist berarti daftar putih. Daftar putih biasanya erat kaitannya dengan istilah kepegawaian dan administrasi. Istilah ini merujuk pada seseorang yang dianggap memiliki kelakuan dan kinerja yang baik.
Artinya, daftar orang-orang ini bisa dipertimbangkan oleh perusahaan untuk diterima dan dipercaya. Istilah ini tak hanya erat kaitannya dengan kepegawaian, namun juga di dunia kripto. Akan tetapi dalam lingkup kripto dan NFT memiliki arti yang berbeda. Apa yang membedakannya?
Apa itu Whitelist Kripto?
Dalam kripto, Whitelist merujuk pada sebuah daftar peserta yang berminat mengambil bagian dan melakukan pembelian saat penawaran koin awal atau initial coin offering (ICO). Para peserta atau calon investor akan masuk dalam list milik perusahaan kripto. Calon investor, ini harus memasukkan informasi terlebih dahulu, misalnya alamat email. Setelahnya, calon investor baru akan terdaftar.
Jika dalam kripto mengacu pada daftar calon investor, Dalam NFT whitelist adalah alamat dompet kripto yang sudah disetujui untuk melakukan minting NFT pada waktu yang sudah ditentukan. Minting adalah proses yang mengubah karya seni digital menjadi aset digital di blockchain. Agar investor masuk dalam daftar whitelist, maka harus melewati berbagai proses yang ditentukan oleh tim proyek NFT.
Fungsi Whitelist NFT
Secara garis besar, ada dua fungsi dari whitelist NFT ini, yakni:
Memberi penghargaan
Para calon investor yang masuk dalam whitelist NFT akan mendapatkan privilege berupa harga relatif murah. Bahkan dalam beberapa kesempatan, mereka bisa mendapatkan NFT secara gratis. Merupakan sebuah penghargaan bagi mereka yang mendukung aset digital. Hal ini dilakukan agar investor mau berpartisipasi dalam proyek. Misalnya dengan mempromosikan proyek tersebut kepada kerabat terdekat.
Mencegah “Gas War”
Pernahkah Anda mendengar istilah gas war? Gas war merujuk pada terjadinya perang harga. Perlu Anda ketahui, harga aset digital ditentukan oleh besarnya permintaan orang terhadap aset tersebut. Semakin besar angka permintaan, maka semakin besar kemungkinan jaringan tersendat. Hal ini dikarenakan banyak pihak yang ingin mencetak secara bersamaan. Selain itu, jika banyak orang berusaha mencetak NFT sebelum terjual seluruhnya, maka harga pun bisa naik berkali-kali lipat.
Karenanya, proyek NFT memerlukan whitelist. Dengan memiliki sebuah list, akan terlihat daftar peserta sebelum peluncuran yang sebenarnya. Kelebihan lainnya adalah para peserta dapat menentukan sendiri waktu percetakan NFT.
Bagaimana Cara Mendapatkan Whitelist NFT?
Mendapatkan whitelist sebenarnya tidak sulit. Simak cara-caranya berikut ini:
Cari proyek NFT dengan status ‘pre-launch’
Pertama, Anda dapat memulainya dengan mencari proyek yang memiliki status pre-launch. Proyek yang belum rilis pasti akan memiliki whitelist. Untuk mendapatkan proyek yang belum dirilis, Anda bisa mengikuti para kreator. Dengan begitu, Anda bisa memantau karya digital yang akan dirilis.
Gabung di komunitas NFT
Pastikan juga Anda aktif dalam komunitas. Banyak Creator yang tergabung dalam Discord atau Telegram. Di sana, mereka akan saling membagi informasi dan berkomunikasi. Jika Anda berminat dengan karya Official Partner, Anda bisa bergabung dalam grup Discord atau Telegram. Informasi terkait karya digital yang akan rilis biasanya ada di kolom percakapan atau pemberitahuan.
Jika Anda sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Anda harus taat dengan instruksi yang dibuat. Instruksi atau peraturan yang digunakan biasanya beragam dan tak selalu sama. Perhatikan baik-baik apa yang diminta oleh pihak kreator. Biasanya, Anda harus mengisi formulir atau mengundang teman. Ikuti instruksinya dengan benar dan Anda pun akan mendapatkan whitelist NFT.
Tertarik untuk bergabung dengan komunitas Discord dan Telegram yang akan memberi informasi whitelist NFT? Bergabunglah dengan grup Discord dan Telegram TokoMall! Bersama TokoMall, Anda bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang perkembangan NFT di Indonesia dan bahkan dunia.