Author: 33

  • Fartcoin Melonjak 10% dalam Seminggu, Kalahkan DOGE dan SHIB

    Fartcoin kembali mencuri perhatian di pasar kripto dengan kenaikan harga sebesar 10% dalam sepekan terakhir, melampaui performa dua koin meme populer lainnya: Dogecoin dan Shiba Inu.

    Sementara DOGE dan SHIB masing-masing turun sekitar 1%, Fartcoin justru mencatatkan tren positif yang signifikan.

    Data Pasar Terkini:

    Aset Kripto Harga Kapitalisasi Pasar Perubahan 24 Jam Perubahan 7 Hari
    Fartcoin Rp 1,21 $1,21 miliar -3,2% +9,2%
    Dogecoin Rp 0,1822 $27,2 miliar +0,8% -1,5%
    Shiba Inu Rp 0,0000136 $8 miliar +0,2% -4,0%

    Menurut analis pasar bernama Unipcs, lonjakan ini muncul di tengah sentimen bearish dari sejumlah akun berpengaruh—sebuah skenario yang juga terlihat sebelum reli besar Fartcoin sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa meskipun Fartcoin pernah terkoreksi hingga 92%, potensi kehancuran total sangat kecil. Sebaliknya, ia mencurigai ada pelaku pasar yang menyebarkan ketakutan demi bisa membeli di harga murah.

    Analisis Fartcoin

    Baca juga: Fartcoin di Ambang $1! Analis Ungkap Skenario Bullish

    Menurut Benzinga, analis lain, Cold Blooded Shiller, menyoroti bahwa zona $1,20 menjadi titik resistensi kuat yang kini mulai “lengket.” Ia menambahkan bahwa kekuatan mulai terlihat kembali di kerangka waktu jangka pendek (lower time frame/LTF), yang bisa menjadi pertanda positif ke depan.

    Sementara itu, Artchick menekankan bahwa Fartcoin baru saja mencatatkan penutupan bulanan tertinggi sepanjang sejarah, dan hanya dua kali sebelumnya ditutup lebih tinggi di grafik mingguan. Menurutnya, pasar terlalu terganggu oleh “kebisingan” dan gagal menyadari potensi munculnya reli yang lebih organik dan berkelanjutan.

    Kriesz, yang dengan bercanda menyebut dirinya “Chief Fart Officer,” mencatat pola teknikal bullish pada grafik Fartcoin. Ia melihat pola segitiga menaik dan cup-and-handle yang mengindikasikan target harga potensial di kisaran $1,66–$1,67, merujuk pada zona likuiditas dan proyeksi dari formasi sebelumnya.

    Dari sisi on-chain, data Stalkchain menunjukkan bahwa Fartcoin menjadi token yang paling banyak diborong oleh dompet ‘smart money’ dalam 24 jam terakhir—tanda bahwa momentum bullish masih menguat.

    Baca juga: Fartcoin (FART) Melonjak 500%, Bagaimana Prospek di Mei 2025?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin yang Jadi Incaran Whale Kripto di Pekan Pertama Mei 2025

    Memasuki Mei 2025, pasar kripto dan altcoin kembali bergairah setelah Bitcoin berhasil menembus batas psikologis $95.000. Momentum positif ini tidak hanya mendorong harga BTC, tetapi juga memicu gelombang akumulasi besar-besaran pada sejumlah altcoin, terutama oleh para investor institusional dan dompet ‘whale’.

    Menurut BeInCrypto, tiga aset kripto yang menjadi sorotan utama minggu ini adalah Avalanche (AVAX), Ethereum (ETH), dan Pepe (PEPE). Ketiganya mencatatkan peningkatan signifikan dalam arus masuk dari pemegang besar, mengindikasikan potensi pergerakan harga yang patut dicermati.

    1. Avalanche (AVAX): Target $30 di Depan Mata

    Arus Bersih Pemegang Saham Besar AVAX. Sumber. IntoTheBlock.
    Analisis Harga AVAX. Sumber: TradingView.

    AVAX, sebagai salah satu koin Layer-1 yang populer, menunjukkan lonjakan arus masuk bersih dari pemegang besar hingga 380% dalam sepekan terakhir, menurut data dari IntoTheBlock. Dompet-dompet besar ini, yang memegang lebih dari 0,1% dari total suplai AVAX, tengah mengakumulasi koin dalam jumlah besar—sinyal kuat bahwa optimisme terhadap AVAX sedang meningkat.

    Jika tren ini berlanjut, harga AVAX diperkirakan bisa melampaui level resistensi di $24,28 dan menuju ke $30,23. Namun, jika tekanan jual meningkat, harga AVAX bisa kembali turun ke area support di $14,66.


    2. Ethereum (ETH): Akumulasi Stabil, Target $2.000

    Analisis Harga ETH. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga ETH. Sumber: TradingView.

    Baca juga: 3 Altcoin Buatan AS Menarik di Awal Mei 2025: PENGU hingga SUI

    Ethereum juga menunjukkan performa yang positif, meskipun lebih moderat. Dalam tujuh hari terakhir, ETH naik sekitar 3%, seiring dengan akumulasi whale yang konsisten. Berdasarkan laporan Santiment, dompet besar yang menyimpan antara 10.000 hingga 100.000 ETH telah membeli 280.000 EbTH, senilai lebih dari $510 juta.

    Saat ini, kelompok dompet ini menguasai 25,24 juta ETH—angka tertinggi dalam sebulan terakhir. Jika tren akumulasi ini berlanjut, ETH berpeluang untuk menembus level kunci $2.000. Namun, jika tekanan jual kembali mendominasi pasar, ETH berisiko turun ke $1.733.

    3. Pepe (PEPE): Koin Meme Favorit Kembali Dilirik

    Koin meme PEPE kembali mencuri perhatian. Minggu ini, dompet besar yang memegang antara 100.000 hingga 1 juta token tercatat mengakumulasi 350 juta PEPE, berdasarkan data dari Santiment. Saat ini, PEPE diperdagangkan di kisaran $0,0000086.

    Analisis Harga PEPE. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga PEPE. Sumber: TradingView.

    Jika aksi beli berlanjut, PEPE berpotensi membalikkan tren penurunan dan menembus resistensi di sekitar $0,0000010. Sebaliknya, tekanan jual dapat membawa harga PEPE turun ke titik dukungan berikutnya di $0,0000052.

    Pekan pertama Mei 2025 dibuka dengan antusiasme pasar yang tinggi. Lonjakan arus masuk dari dompet besar menunjukkan bahwa para investor institusional tengah mengambil posisi pada sejumlah altcoin, di tengah ekspektasi kelanjutan tren naik Bitcoin.

    AVAX, ETH, dan PEPE menjadi sorotan utama—menunjukkan bahwa akumulasi strategis bukan hanya terjadi pada aset ‘blue chip’, tetapi juga pada proyek-proyek yang dinilai punya potensi pertumbuhan cepat.

    Baca juga: Altcoin Potensial Bulan Mei: Analis Ungkap Sinyal Bullish yang Menguat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Alami Lonjakan Aktivitas Institusional dan Metode On-Chain, Tanda Bullish?

    Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat pada awal Mei 2025, didorong oleh peningkatan signifikan dalam aktivitas institusional dan metrik on-chain.

    Meskipun harga ETH sempat mengalami tekanan pada kuartal pertama tahun ini, data terbaru menunjukkan bahwa struktur pasar mulai mengarah ke tren bullish, memberikan harapan baru bagi investor dan pelaku pasar.

    Peningkatan Aktivitas Institusional

    Salah satu faktor utama yang mendorong optimisme di pasar Ethereum adalah meningkatnya partisipasi dari institusi keuangan besar.

    Perusahaan-perusahaan seperti BlackRock, Fidelity, dan Deutsche Bank telah menunjukkan minat yang lebih besar terhadap Ethereum, baik melalui peluncuran produk investasi berbasis ETH maupun integrasi teknologi blockchain Ethereum ke dalam layanan mereka.

    Misalnya, Deutsche Bank meluncurkan jaringan rollup Layer 2 menggunakan ZKsync untuk meningkatkan transparansi dan kepatuhan, sementara Sony memperkenalkan Soneium, Layer 2 Ethereum yang fokus pada sektor gaming dan hiburan.

    Selain itu, peluncuran ETF Ethereum oleh perusahaan-perusahaan besar telah menarik arus masuk modal yang signifikan.

    Pada hari pertama perdagangan, ETF Ethereum yang dikelola oleh BlackRock, Bitwise Investments, dan Fidelity Capital berhasil mengumpulkan dana sebesar $267 juta, $204 juta, dan $71 juta secara berturut-turut, menunjukkan minat yang kuat dari investor institusional.

    Baca Juga: Ethereum R1: Solusi Layer-2 Baru Tanpa Token untuk Skalabilitas

    Metrik On-Chain Menunjukkan Pertumbuhan Positif

    Menurut laporan Coincontractdaily pada Sabtu (3/4), Data on-chain terbaru juga mendukung narasi bullish untuk Ethereum.

    Jumlah alamat aktif harian meningkat sebesar 9,5%, mencapai 1,2 juta pada akhir April 2025, menandakan peningkatan partisipasi pengguna dalam jaringan Ethereum.

    Selain itu, volume perdagangan harian ETH mengalami kenaikan sebesar 6,28%, dengan total nilai perdagangan mencapai lebih dari $16 miliar, mencerminkan minat yang tinggi dari investor terhadap aset ini.

    Di sisi lain, peningkatan aktivitas staking juga menjadi indikator positif yang mendukung Ethereum.

    Deposit staking ETH meningkat sebesar 7,8% dalam sebulan terakhir, dengan lebih dari 32 juta ETH terkunci dalam kontrak staking, menunjukkan kepercayaan jangka panjang dari pemegang ETH terhadap jaringan Ethereum.

    Struktur Pasar Mengarah ke Tren Bullish

    Secara teknikal, Ethereum menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan harga sebelumnya.

    Harga Ethereum berhasil menembus level resistensi penting dan saat ini diperdagangkan di atas $1.800.

    Indikator teknikal seperti RSI dan MACD menunjukkan momentum positif, dengan RSI memberikan sinyal beli dan MACD mencapai level tertinggi sejak November 2024.

    Meskipun demikian, penting bagi investor untuk mencatat bahwa pasar masih menghadapi tantangan.

    Penurunan aktivitas jaringan dan biaya transaksi yang lebih rendah dapat menunjukkan penurunan permintaan untuk layanan berbasis Ethereum.

    Selain itu, tren inflasi pasokan ETH, dengan tingkat penerbitan tahunan sebesar 945.000 ETH, dapat memberikan tekanan ke bawah pada harga jika permintaan jaringan tidak meningkat seiring waktu.

    Baca Juga: Harga Ethereum Bersiap Tembus $2.000: Ini Alasan Kuat di Baliknya

    Ethereum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, didorong oleh peningkatan aktivitas institusional dan metrik on-chain yang positif.

    Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti penurunan aktivitas jaringan dan tekanan inflasi pasokan, struktur pasar saat ini mengarah ke tren bullish.

    Dengan dukungan dari institusi keuangan besar dan peningkatan partisipasi pengguna, Ethereum berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan pertumbuhannya dalam jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Game Dollar: Stablecoin Inovatif untuk Ekosistem Gaming Web3 di Jaringan Sui

    Industri game global tengah menyaksikan transformasi signifikan dengan pengenalan Game Dollar, sebuah stablecoin yang dirancang khusus untuk ekosistem gaming.

    Diumumkan pada acara Sui Basecamp di Dubai pada 2 Mei 2025, Game Dollar merupakan hasil kolaborasi antara Playtron, M0 Foundation, dan platform pembayaran Bridge, yang akan diluncurkan secara eksklusif di jaringan blockchain Sui.

    Apa Itu Game Dollar?

    Game Dollar adalah stablecoin yang dapat diprogram, dirancang untuk mendukung transaksi dalam ekosistem game, termasuk pembelian dalam game, langganan, dan sistem hadiah.

    Dengan dukungan dari platform stablecoin M0 dan API pembayaran dari Bridge, Game Dollar bertujuan menjadi lapisan keuangan netral yang memungkinkan pengalaman pembayaran dan hadiah yang konsisten di berbagai platform game.

    Baca Juga: SUI Hadapi Ujian Pasca Unlock Token: Tren Bullish atau Koreksi Harga?

    Integrasi dengan Sui dan GameOS

    Peluncuran Game Dollar akan dilakukan secara eksklusif di jaringan blockchain Sui, yang dikenal dengan kemampuan eksekusi transaksi paralel dan dukungan untuk smart contract melalui bahasa pemrograman Sui Move.

    Stablecoin ini juga akan menjadi komponen utama dalam GameOS, sistem operasi gaming yang dikembangkan oleh Playtron untuk menyatukan berbagai platform dan ekosistem game.

    SuiPlay0X1: Konsol Gaming Web3

    Game Dollar akan tersedia di konsol gaming genggam SuiPlay0X1, yang dijadwalkan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada September 2025.

    Konsol ini dirancang untuk mendukung game PC dan AAA terbaru, serta mengintegrasikan teknologi Web3 untuk pengalaman gaming yang lebih imersif.

    Dukungan dari Industri

    Peluncuran Game Dollar mendapat dukungan dari berbagai pihak di industri, termasuk investasi strategis dari perusahaan game Jepang, Square Enix, yang melihat potensi besar dalam integrasi teknologi blockchain dengan ekosistem gaming.

    Baca Juga: Big Time, Game Web3 Hadirkan Token BIGTIME Listing di Tokocrypto

    Dengan pertumbuhan ekonomi virtual dan kebutuhan akan sistem pembayaran yang efisien, Game Dollar menawarkan solusi yang dapat mengurangi gesekan dalam transaksi dan membuka model ekonomi baru dalam industri game.

    Stablecoin ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung keuangan untuk transaksi dalam game, program loyalitas, dan perdagangan antar pemain.

    Maka dari itu, peluncuran Game Dollar menandai langkah maju dalam integrasi teknologi blockchain dengan industri game.

    Dengan dukungan dari jaringan Sui, platform stablecoin M0, dan sistem operasi GameOS, Game Dollar berpotensi merevolusi cara pemain berinteraksi dan bertransaksi dalam ekosistem game digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Mendekati $100.000: Lebih dari $3 Miliar Posisi Short Terancam Likuidasi

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan dengan pergerakan positifnya yang mendekati ambang psikologis $100.000.

    Pada 2 Mei 2025, harga BTC tercatat sekitar $97.000, hanya terpaut 3,14% dari target tersebut.

    Kenaikan ini menempatkan lebih dari $3,36 miliar posisi short dalam risiko likuidasi, menurut data dari CoinGlass.

    Potensi Short Squeeze Besar

    Jika BTC berhasil menembus $100.000, diperkirakan akan terjadi short squeeze besar-besaran.

    Dalam skenario ini, trader yang memegang posisi short akan dipaksa untuk membeli kembali BTC guna menutup posisi mereka, yang dapat mendorong harga naik lebih lanjut.

    Fenomena ini pernah terjadi sebelumnya, seperti pada November 2021 ketika BTC melonjak dari $76.000 ke $81.000 akibat likuidasi posisi short senilai $1 miliar.

    Baca Juga: 10+ Faktor Penentu Harga Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

    Risiko di Kedua Sisi Pasar

    Menariknya, risiko likuidasi tidak hanya mengintai posisi short.

    Penurunan harga BTC sebesar 3,07% ke $93.973 juga dapat memicu likuidasi posisi long dengan nilai yang sama, yaitu sekitar $3,36 miliar.

    Hal ini menunjukkan tingginya leverage di pasar kripto saat ini, di mana pergerakan harga kecil dapat berdampak besar pada posisi trader.

    Level Kritis dan Sentimen Pasar

    Data dari peta likuidasi CoinGlass mengidentifikasi level resistensi berikutnya di $97.828, hanya 0,9% di atas harga saat ini.

    Jika BTC menembus level ini, kemungkinan besar akan menguji $100.000. Sebaliknya, penurunan ke bawah $95.000, terutama mendekati $93.000, dapat menyebabkan likuidasi posisi long sekitar $60 juta.

    Sentimen pasar saat ini menunjukkan dominasi momentum bullish, didorong oleh permintaan institusional dan arus masuk ke ETF Bitcoin.

    Misalnya, iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) mencatat arus masuk sebesar $1,5 miliar dalam seminggu terakhir, menunjukkan minat yang kuat dari investor institusional.

    Implikasi bagi Trader dan Investor

    Bagi trader, situasi ini menuntut kewaspadaan yang cukup tinggi.

    Penggunaan leverage yang berlebihan dapat meningkatkan risiko likuidasi, terutama dalam kondisi volatilitas tinggi.

    Disarankan untuk menetapkan stop-loss yang ketat dan memantau level harga kritis seperti $98.000 dan $100.000.

    Bagi investor jangka panjang, pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar kripto yang cepat dan sering kali dipengaruhi oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek.

    Meskipun potensi keuntungan besar, risiko kerugian juga signifikan, terutama bagi mereka yang tidak memahami mekanisme leverage dan likuidasi.

    Baca Juga: Bitcoin Tembus $97.000, Level Tertinggi Sejak Koreksi Februari

    Bitcoin berada di ambang tonggak sejarah baru dengan mendekati harga $100.000. Namun, di balik euforia ini, terdapat risiko besar bagi posisi short senilai lebih dari $3 miliar yang dapat dilikuidasi jika ambang ini terlampaui.

    Trader dan investor harus tetap waspada, memahami risiko yang ada, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi portofolio mereka dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kantongi Lisensi DFSA, Ripple Siap Ekspansi ke Timur Tengah

    Ripple, perusahaan teknologi blockchain asal San Francisco, telah mencapai tonggak penting dengan memperoleh lisensi dari Dubai Financial Services Authority (DFSA) untuk menyediakan layanan pembayaran kripto yang diatur di Dubai International Financial Centre (DIFC).

    Dengan persetujuan ini, Ripple menjadi penyedia pembayaran berbasis blockchain pertama yang dilisensikan oleh DFSA, membuka akses ke pasar perdagangan internasional senilai lebih dari $400 miliar dan pasar remitansi lintas batas senilai $40 miliar di Uni Emirat Arab (UEA).

    Memperkuat Kehadiran di Timur Tengah

    Sejak mendirikan kantor regionalnya di DIFC pada tahun 2020, Ripple telah memperluas jangkauannya di Timur Tengah.

    Saat ini, sekitar 20% dari basis pelanggan global Ripple berasal dari wilayah ini, mencerminkan permintaan yang meningkat untuk solusi pembayaran lintas batas yang efisien dan transparan.

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple, menyatakan bahwa industri kripto sedang memasuki periode pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, didorong oleh kejelasan regulasi yang lebih besar dan adopsi institusional yang meningkat.

    Dia memuji UEA atas pendekatannya yang progresif dalam mendukung inovasi teknologi dan kripto.

    Menyediakan Solusi Pembayaran yang Efisien

    Lisensi DFSA memungkinkan Ripple untuk menawarkan produk pembayaran globalnya yang berfokus pada kepatuhan kepada bisnis di UEA.

    Solusi ini dirancang untuk mengatasi tantangan dalam sistem pembayaran lintas batas tradisional, seperti biaya tinggi, waktu penyelesaian yang lama, dan kurangnya transparansi.

    Dengan menggunakan teknologi blockchain, Ripple bertujuan untuk menyediakan transaksi yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih transparan bagi institusi keuangan dan bisnis di wilayah tersebut.

    Baca Juga: Transfer 1 Miliar XRP oleh Ripple Picu Spekulasi Kenaikan Harga

    Adopsi Aset Digital di Timur Tengah

    Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Timur Tengah menunjukkan minat yang kuat terhadap solusi aset digital.

    Survei yang dilakukan oleh Ripple pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa 64% pemimpin keuangan di Timur Tengah dan Afrika (MEA) melihat kecepatan pembayaran dan waktu penyelesaian sebagai nilai utama dari penggunaan mata uang berbasis blockchain dalam bisnis pembayaran lintas batas mereka.

    Selain itu, 40% perusahaan keuangan dan perusahaan di wilayah MEA telah menggunakan solusi kustodi aset digital, dengan 56% lainnya berencana untuk mengimplementasikannya dalam tiga tahun ke depan.

    Hal ini menunjukkan permintaan yang meningkat untuk solusi aset digital tingkat institusional di wilayah tersebut.

    Integrasi Stablecoin RLUSD

    Untuk mendukung layanan pembayarannya, Ripple telah meluncurkan stablecoin RLUSD, yang dirancang untuk memberikan stabilitas dan kepatuhan dalam transaksi.

    RLUSD telah terintegrasi ke dalam solusi pembayaran Ripple, memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran stablecoin yang cepat dan aman.

    Stablecoin ini juga mendukung integrasi ke dalam protokol DeFi, memungkinkan institusi tradisional untuk mengakses peluang dalam ekosistem aset digital dengan aman.

    Masa Depan Ripple di UEA dan MEASA

    Dengan lisensi DFSA, Ripple siap untuk memperluas layanannya di wilayah Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA).

    Arif Amiri, CEO Otoritas DIFC, menyatakan bahwa pencapaian ini tidak hanya menyoroti komitmen mereka untuk mendorong inovasi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan baru bagi Ripple di seluruh wilayah dan sekitarnya.

    Lisensi ini juga memperkuat posisi Dubai sebagai pusat keuangan global yang mendukung adopsi teknologi blockchain dan aset digital.

    Dengan lebih dari 60 lisensi yang dimiliki di seluruh dunia, termasuk persetujuan dari Otoritas Moneter Singapura, Departemen Layanan Keuangan New York, dan Uni Eropa, Ripple berada dalam posisi yang baik untuk mendorong gelombang adopsi blockchain perusahaan berikutnya secara global.

    Dengan langkah strategis ini, Ripple memperkuat komitmennya untuk menyediakan solusi pembayaran yang efisien dan inovatif di pasar global, khususnya di wilayah Timur Tengah yang menunjukkan pertumbuhan pesat dalam adopsi teknologi keuangan digital.

    Baca Juga: Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama: Akhir Pertarungan Hukum XRP?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Stablecoin dan Perbedaannya untuk Pemula

    Apa itu Stablecoin? Stablecoin merupakan aset kripto yang ditautkan pada harga aset tertentu seperti US Dolar, Rupiah, dan Euro.

    Aset kripto seperti stablecoin bisa stabil nilainya karena dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan nilai rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

    Stablecoin memiliki berbagai jenis dan pilihan yang bisa kamu beli, lalu apa saja jenis, contoh, dan perbedaannya? Simak pada penjelasan di bawah ini.

    Jenis-Jenis Stablecoin

    Stablecoin memiliki jaminan aset yang berbeda-beda guna membuatnya stabil, berikut beberapa jenis cadangan yang sering digunakan agar harga stablecoin stabil.

    • Stablecoin yang Didukung Mata Uang

    Jenis stablecoin ini merupakan stablecoin yang dijamin oleh mata uang fiat yang stabil di pasar global, contohnya seperti Dollar AS. 

    • Stablecoin yang Didukung Komoditas

    Stablecoin ini merupakan jenis stable coin yang didukung oleh komoditas seperti emas atau perak. Layaknya komoditas di dunia nyata, tidak menutup kemungkinan nilai stablecoin jenis ini bisa naik atau turun seiring berjalannya waktu.

    • Stablecoin yang Didukung Oleh Kolateral Aset Kripto

    Stablecoin ini memiliki nilai yang stabil karena didukung oleh aset kripto lainnya. Karena aset kripto memiliki harga yang cenderung fluktuatif, biasanya cadangan yang disiapkan akan lebih banyak.

    Menggunakan algoritma untuk menyesuaikan pasokan dan permintaan guna menjaga nilai stabil. Singkatnya, jika harga stablecoin turun di bawah peg, algoritma akan mengurangi jumlah token utama yang beredar untuk menaikkan harga. Sebaliknya, jika harga naik di atas target, algoritma akan menambah jumlah token yang beredar untuk menurunkan harga.

    Contoh Stablecoin dan Perbedaannya

    USDT

    Komposisi reveserve USDT. Sumber Tether.

    USDT merupakan salah satu stablecoin yang paling umum digunakan, USDT termasuk ke dalam jenis stablecoin yang menggunakan kombinasi dari berbagai macam aset untuk mendukung stabilitas harganya. Aset aset yang digunakan sebagai reserve tersebut seperti mata uang fiat, surat berharga, dan sedikit porsi dari Bitcoin.

    Stablecoin USDT banyak digunakan karena memiliki pairing yang cukup banyak, contohnya kamu bisa menemukan berbagai macam aset kripto yang menggunakan pairing USDT di aplikasi Tokocrypto.

    USDP

    USDP dikeluarkan oleh Paxos, sebuah perusahaan yang diatur oleh New York Department of Financial Services (NYDFS), USDP didukung sepenuhnya oleh cadangan dolar AS yang disimpan dalam bentuk cash, sehingga bisa dipastikan bahwa pengguna bisa melakukan penukaran 1:1 saat dibutuhkan.

    Karena USDP di bawah aturan hukum perbankan New York, jika Paxos Trust mengalami kebangkrutan, aset pelanggan tidak akan digunakan untuk membayar utang Paxos. Aset pelanggan terlindung dari kebangkrutan dan disimpan dalam rekening terpisah (segregated accounts). Ini memastikan bahwa aset pelanggan tetap aman dan tidak terpengaruh oleh masalah keuangan yang mungkin dihadapi oleh Paxos.

    Selain itu, laporan bulanan mengenai cadangan yang dimilikinya dirilis secara transparan melalui laman https://www.paxos.com/usdp-transparency dan bisa diakses bebas oleh publik.

    Saat ini stable koin Paxos USDP tidak banyak digunakan, namun jika kamu ingin memiliki Dolar US dalam bentuk Paxos kamu dapat membeli USDP melalui Tokocrypto dengan pairing USDT/USDP.

    TUSD

    Sumber: TrueUSD.

    TrueUSD merupakan stablecoin yang diterbitkan pada tahun 2018, didukung oleh dolar AS dengan perbandingan 1:1. Dikeluarkan oleh TrustToken, TUSD menawarkan transparansi tinggi melalui audit harian yang diverifikasi oleh pihak ketiga.

    Aset yang mendukung TUSD disimpan dalam rekening escrow yang aman, dengan integrasi teknologi Proof of Reserves dari Chainlink untuk mengamankan proses minting dan memastikan transparansi, setiap token TUSD yang beredar benar-benar didukung oleh aset yang setara dalam cadangan

    Berbeda dengan stablecoin lain yang didukung oleh fiat, TUSD menyediakan laporan dalam interval yang lebih pendek, yaitu secara harian. Laporan atestasi ini dilakukan oleh Moore Hong Kong, sebuah firma akuntansi terkemuka di dunia, sehingga memberikan transparansi mengenai kondisi cadangan TUSD serta rincian cadangannya. Laporan ini bisa dengan mudah diakses melalui laman https://tusd.io/transparency.

    TUSD dan beberapa aset kripto yang menggunakan pairing TUSD tersedia dan dapat dengan mudah kamu beli di aplikasi Tokocrypto.

    USDe

    Cara kerja algoritma USDe Ethena. Sumber: Ethena.

    USDe adalah salah satu jenis stablecoin yang menggunakan algoritma yang dikembangkan oleh Ethena Labs dan dirancang untuk menjadi mata uang digital yang stabil, namun tanpa harus bergantung pada sistem perbankan tradisional.

    Berbeda dengan stablecoin seperti USDT yang didukung oleh cadangan dolar US, USDe mempertahankan nilainya menggunakan strategi yang disebut delta-hedging melalui kombinasi staked ETH dan perpetual swaps pada protokol Ethena.

    Strategi ini memungkinkan USDe untuk menjaga kestabilan nilainya terhadap dolar AS tanpa bergantung pada cadangan fiat tradisional. USDe menjadi stablecoin yang yang unik karena terdesentral dan tidak bergantung pada dolar, melainkan pada ETH. 

    Semoga penjelasan dan poin-poin yang di atas bisa memberikan gambaran tentang pengertian, perbedaan jenis stablecoin, contoh-contoh yang ada, serta aspek transparansi dan keamanan yang ditawarkan oleh masing-masing stablecoin.

    Jangan lupa untuk selalu teliti dalam berinvestasi dan gunakan platform terpercaya seperti Tokocrypto yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) & memiliki lisensi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), agar aktifitas trading dan investasi kamu selalu aman.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Worldcoin Diluncurkan di AS dengan Pemindaian Mata dan Kartu Visa

    Worldcoin, proyek identitas digital berbasis biometrik yang didirikan oleh CEO OpenAI Sam Altman, resmi diluncurkan di Amerika Serikat pada 1 Mei 2025.

    Dengan menggunakan perangkat pemindai iris berbentuk bola yang disebut “Orb”, Worldcoin bertujuan untuk menciptakan sistem verifikasi identitas global yang aman dan terdesentralisasi.

    Peluncuran ini mencakup enam kota besar: Atlanta, Austin, Los Angeles, Miami, Nashville, dan San Francisco.

    Teknologi Orb dan Verifikasi Identitas

    Inti dari proyek Worldcoin adalah perangkat Orb yang memindai iris pengguna untuk menghasilkan identitas digital unik yang disimpan di blockchain.

    Setelah verifikasi, pengguna menerima token WLD dan “World ID” yang dapat digunakan untuk autentikasi di berbagai platform digital, seperti Minecraft, Reddit, dan Telegram.

    Perangkat Orb ini dirancang untuk memastikan bahwa identitas digital yang dihasilkan benar-benar unik dan tidak dapat dipalsukan, membantu membedakan manusia dari bot di dunia digital yang semakin dipenuhi oleh kecerdasan buatan.

    Baca Juga: Sam Altman dan Elon Musk Picu Kontroversi, Harga Token AI Naik

    Integrasi dengan Keuangan Tradisional

    Untuk menjembatani dunia kripto dengan sistem keuangan tradisional, Worldcoin bekerja sama dengan Visa untuk meluncurkan kartu debit yang memungkinkan konversi token WLD ke mata uang fiat saat transaksi.

    Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kegunaan Worldcoin dalam transaksi sehari-hari.

    Selain itu, aplikasi World App yang mendukung Worldcoin menawarkan berbagai fitur, termasuk transaksi kripto, pesan instan, dan integrasi dengan perusahaan seperti Stripe, Match Group, dan Razer.

    Proyek kripto Worldcoin hadir di Indonesia. Sumber: World.
    Proyek kripto Worldcoin hadir di Indonesia. Sumber: World.

    Tantangan Privasi dan Regulasi

    Meskipun memiliki ambisi besar, Worldcoin menghadapi tantangan terkait privasi dan regulasi.

    Beberapa negara, termasuk Spanyol, Prancis, dan Korea Selatan, telah menangguhkan operasi Worldcoin karena kekhawatiran tentang pengumpulan data biometrik dan keamanan informasi pribadi.

    Di Amerika Serikat, peluncuran Worldcoin mendapat sambutan yang lebih positif, meskipun negara bagian New York tetap mengecualikan proyek ini karena alasan regulasi.

    Visi Masa Depan

    Sam Altman membayangkan Worldcoin sebagai solusi untuk tantangan identitas digital di era kecerdasan buatan.

    Dengan menciptakan sistem identitas yang dapat dipercaya, Worldcoin bertujuan untuk mendukung konsep pendapatan dasar universal dan memastikan bahwa manusia dapat dibedakan dari AI dalam interaksi digital.

    Perusahaan berencana untuk membangun pabrik Orb di Richardson, Texas, dan mendistribusikan 7.500 perangkat Orb di seluruh Amerika Serikat pada akhir tahun 2025.

    Baca Juga: Token AI Meroket di Tengah Kemunduran DeepSeek

    Peluncuran Worldcoin di Amerika Serikat menandai langkah signifikan dalam upaya menciptakan sistem identitas digital global yang aman dan terdesentralisasi.

    Dengan teknologi pemindai iris dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional, Worldcoin berpotensi merevolusi cara kita memverifikasi identitas dan melakukan transaksi di dunia digital.

    Namun, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk mengatasi tantangan privasi dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Michael Saylor: Strategy Untung $5,8 Miliar dari Bitcoin

    Michael Saylor, pendiri dan Chairman Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy), kembali menjadi sorotan setelah perusahaan melaporkan keuntungan signifikan dari investasi Bitcoin pada kuartal pertama 2025.

    Meskipun mengalami kerugian bersih sebesar $4,22 miliar akibat penurunan nilai pasar Bitcoin, Strategy mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka melalui penawaran saham senilai $21 miliar.

    Keuntungan Besar dari Investasi Bitcoin

    Pada kuartal pertama 2025, Strategy mencatat keuntungan sebesar $5,8 miliar dari investasi Bitcoin mereka.

    Perusahaan ini memegang 553.555 Bitcoin, yang bernilai sekitar $37,9 miliar pada akhir April 2025.

    Kenaikan harga Bitcoin pasca pemilihan presiden AS pada November 2024, di mana Donald Trump terpilih kembali, mendorong harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi.

    Namun, pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Trump menyebabkan ketidakstabilan pasar global, yang berdampak pada penurunan nilai aset kripto.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Masih Murah? Ini Alasannya Institusi Besar Borong BTC

    Perubahan dalam Akuntansi dan Dampaknya

    Strategy mengadopsi aturan akuntansi baru yang memungkinkan perusahaan untuk mencatat nilai wajar dari kepemilikan aset digital mereka.

    Dengan demikian, nilai Bitcoin yang dimiliki dicatat berdasarkan harga pasar pada akhir kuartal, yaitu $82.445 per Bitcoin.

    Perubahan ini menyebabkan perusahaan melaporkan kerugian tidak terealisasi sebesar $5,91 miliar pada kuartal tersebut.

    Rencana Ekspansi Melalui Penawaran Saham

    Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Strategy mengumumkan penawaran saham senilai $21 miliar.

    Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membeli lebih banyak Bitcoin, memperkuat posisi perusahaan sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.

    Langkah ini mencerminkan keyakinan Saylor terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan penyimpan nilai.

    Dampak pada Harga Saham dan Pasar

    Meskipun melaporkan kerugian besar, saham Strategy mengalami kenaikan sebesar 32% sejak awal tahun 2025, mengungguli penurunan hampir 6% pada indeks Nasdaq 100.

    Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap strategi perusahaan dalam memanfaatkan volatilitas pasar kripto untuk keuntungan jangka panjang.

    Tren Adopsi Bitcoin oleh Perusahaan Lain

    Langkah Strategy juga diikuti oleh perusahaan lain seperti GameStop, yang mengumumkan adopsi Bitcoin sebagai aset cadangan perusahaan.

    Tren ini menunjukkan peningkatan minat perusahaan dalam diversifikasi aset dan perlindungan terhadap inflasi melalui investasi dalam aset digital.

    Dengan hasil ini, strategi agresif Michael Saylor dalam mengakumulasi Bitcoin melalui Strategy menunjukkan keyakinan kuat terhadap masa depan aset digital ini.

    Meskipun menghadapi tantangan volatilitas pasar dan perubahan regulasi, pendekatan ini dapat memberikan keuntungan signifikan jika harga Bitcoin terus meningkat.

    Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan strategi ini dan dampaknya terhadap pasar keuangan secara keseluruhan.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solusi Layer-2 Baru Tanpa Token untuk Skalabilitas

    Ethereum terus bertransformasi. Teranyar, sekelompok pengembang independen memperkenalkan solusi layer-2 (L2) yang mereka beri nama Ethereum R1.

    Berbeda dari L2 tradisional, Ethereum R1 menolak penggunaan token asli, pendanaan ventura, atau struktur tata kelola terpusat.

    Proyek ini sepenuhnya bergantung pada donasi dan bertujuan untuk menghadirkan skalabilitas yang netral dan terdesentralisasi bagi jaringan Ethereum.

    Mengapa Ethereum R1 Berbeda?

    Dalam pengumuman resminya, tim pengembang Ethereum R1 menyatakan bahwa sebagian besar solusi L2 saat ini lebih mirip dengan blockchain layer-1 (L1) baru daripada solusi skalabilitas untuk Ethereum.

    Mereka menyoroti adanya alokasi token pribadi, tata kelola yang tidak transparan, dan kontrol terpusat sebagai masalah utama.

    Ethereum R1 hadir sebagai alternatif yang “sederhana, dapat diganti, dan bebas dari ketergantungan terpusat atau tata kelola yang berisiko,” dengan fokus pada netralitas yang kredibel, desentralisasi, dan ketahanan terhadap sensor.

    Baca Juga: Harga Ethereum Bersiap Tembus $2.000: Ini Alasan Kuat di Baliknya

    Latar Belakang: Penurunan Pendapatan Layer-1 Ethereum

    Peluncuran Ethereum R1 terjadi di tengah kekhawatiran komunitas terhadap arah perkembangan solusi L2 yang ada.

    Setelah pembaruan Dencun pada Maret 2024, biaya transaksi di jaringan Ethereum menurun drastis, menyebabkan pendapatan layer-1 turun hingga 99% pada September 2024.

    Pada April 2025, biaya transaksi rata-rata mencapai titik terendah dalam lima tahun, sekitar $0,16 per transaksi, akibat menurunnya permintaan ruang blok di layer-1.

    Beberapa analis mengkhawatirkan bahwa pertumbuhan L2 yang pesat dapat mengorbankan keberlanjutan layer-1 Ethereum.

    Namun, pendukung L2 berpendapat bahwa pendekatan ini memberikan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih besar bagi pengguna.

    Reaksi Komunitas dan Dampak Potensial

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 2 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ethereum R1 mendapat perhatian sebagai upaya untuk mengembalikan prinsip-prinsip awal Ethereum, seperti desentralisasi dan transparansi.

    Dengan tidak adanya token atau pendanaan ventura, proyek ini berupaya menghindari konflik kepentingan dan fokus pada kontribusi komunitas.

    Namun, keberhasilan Ethereum R1 akan sangat bergantung pada dukungan komunitas dan adopsi oleh pengembang serta pengguna.

    Tanpa insentif finansial seperti token, proyek ini menghadapi tantangan dalam menarik partisipasi dan mempertahankan keberlanjutan jangka panjang.

    Dengan demikian, Ethereum R1 memperkenalkan pendekatan baru dalam solusi skalabilitas Ethereum dengan menekankan pada netralitas, desentralisasi, dan ketahanan terhadap sensor tanpa bergantung pada token atau pendanaan ventura.

    Meskipun menghadapi tantangan dalam adopsi dan keberlanjutan, proyek ini mencerminkan upaya untuk menjaga integritas dan prinsip dasar ekosistem Ethereum.

    Baca Juga: Ethereum Naik 10% Dalam Sepekan, Tapi Kekuatan Tren Mulai Melemah


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com