Author: 37

  • Bloomberg: Bitcoin Kuat Menuju Rp700 Juta, Emas Lemas

    Mike McGlone Analisis dari Bloomberg Intelligence meramalkan bahwa Bitcoin kuat menuju US$50 ribu (Rp700 juta) per BTC. Sementara emas kian lemas, karena arus dana keluar semakin besar.

    Kajian Bloomberg masih bullish terhadap aset kripto nomor wahid itu. Kajian terbaru yang diterbitkan kemarin masih selaras dengan analisis bulan sebelumnya, bahwa ada support kuat BTC menuju US$50 ribu. Pasalnya, sokongan terbesar muncul sebelumnya di level US$30 ribu.

    Baca Juga: Doge Jadi Trending Topic di Twitter Indonesia

    “BTC menunjukkan support yang kuat di US$30 dan terus diadopsi oleh institusi dan berpotensi BTC menjadi aset cadangan global. Ini dapat mendorong harga menjadi US$50 atau lebih tinggi,” tulis McGlone.

    McGlone juga menyoroti semakin besarnya dana arus keluar dari pasar emas khususnya dari Gold ETF.

    Itu berbanding terbalik dengan kuatnya dana masuk ke instrumen investasi berbasis nilai Bitcoin yakni ke Grayscale Bitcoin Trust (GBTC).

    “Perusahaan Grayscale telah menumbuhkan dana GBTC dari 1 persen menjadi 10 persen sepanjang tahun 2020,” sebut McGlone.

    Baca Juga: Menapaki Jejak Perjalanan Bitcoin

    “Di dunia yang serba digital, sangat masuk lebih banyak arus dana mengalir ke Bitcoin dan menjauh dari logam mulia,” tegasnya lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menapaki Jejak Perjalanan Bitcoin – Tokocrypto News

    Menapaki jejak perjalanan Bitcoin secara satu persatu memang tak cukup termaktub dalam satu artikel pendek ini. Tapi, setelah 12 tahun berjalan, kelas aset baru itu sukses menjadi buah bibir, sebagai instrumen investasi amat bernilai. Artikel ini hanya secuil penapakan kita, sebagai penyegar pemikiran.

    Sejak muncul pertama kali pada tahun 2008 kehadiran Bitcoin sukses menghadirkan kejutan bagi para investor dan seluruh kalangan di berbagai belahan dunia.

    Harganya yang kini mencapai ratusan juta rupiah, meski bergerak begitu dinamis, menjadikan Bitcoin banyak dilirik oleh berbagai kalangan.

    Bahkan tak sedikit yang percaya bahwa aset kripto—sebagian lebih suka menyebutnya mata uang alias currency—ini telah membantu membuka jalan bagi munculnya aset kripto lain. Pada akhirnya itu mengubah cara pandang dunia soal definisi alat tukar.

    Baca Juga: Pasar Crypto Mulai Hijau, Altcoins Ini Diprediksi Naik 1.000 Kali Lipat

    Langkah Awal Bitcoin
    Ide awal Bitcoin pertama kali diutarakan pada 31 Oktober 2008 oleh Satoshi Nakamoto melalui makalah ilmiah-nya “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”. Sosok asli Nakamoto masih misteri hingga detik ini.

    Gagasan dasar Nakamoto pada dasarnya sederhana, yakni menciptakan sistem uang elektronik yang berada di luar sistem negara.

    Dalam sistem itu ada dua komponen utama, yakni sistem transfer, penciptaan unit nilai uangnya (monetary unit), juga disebut Bitcoin (BTC) dan sistem moneternya (kendali jumlah unit uangnya yang sangat terbatas).

    Untuk mewujudkan gagasan itu, tulis Nakamoto, semua data transaksi (ledger) harus dibuat terbuka dan disimpan serupa oleh semua pihak yang berada di jaringan itu.

    Karena catatan transaksi didistribusikan secara peer-to-peer, maka sifat desentralistik bisa dimunculkan.

    Itulah sebabnya tidak ada entitas terpusat yang menguasai sistem itu, yang belakangan kita sebut dengan blockchain, karena sekumpulan data terkait secara kronologis

    Berkat jaringan peer-to-peer itu pulalah, potensi double spending terhadap unit uangnya bisa ditekan semaksimal mungkin dan BTC bisa ditransfer secara langsung tanpa melalui lembaga keuangan.

    Penegasan soal itu, menurut Kris Marszalek, CEO Crypto.com, BTC pada prinsipnya secara langsung dikirimkan tanpa melibatkan pihak perantara.

    Baca Juga: Setelah Harga ETH Tembus Rp21 Juta, Apalagi?

    Nilai Awal
    31 Oktober 2008 adalah sekadar pengenalan gagasan besar Nakamoto. Baru pada 3 Januari 2009, block Bitcoin perdana (genesis block) ditambang.

    Itu penanda penting awal sistem blockchain Bitcoin itu berjalan, sekaligus penciptaan unit uangnya, yakni 50 BTC.

    Meski demikian, menurut Profesor Mark Grabowski di Universitas Adelphi, ketika itu BTC masih belum memiliki nilai tukar apapun.

    Seluruh transaksi yang melibatkan pengiriman Bitcoin kala itu dilakukan tak lebih dari sebatas “bersenang-senang” atau sekadar eksperimen teknologi komputer bersalut kriptografi.

    Setidaknya butuh lebih dari setahun kemudian untuk mencatatkan nilai ekonomi pertama dari aset kripto itu, ketika 10.000 BTC ditukar dengan 2 loyang pizza porsi besar bermerek Papa John.

    Transaksi itu terjadi pada 22 Mei 2010 silam oleh Laszlo Hanyecz di Florida, Amerika Serikat melalui Bitcointalk. Ketika itu harga dua loyang pizza setara US$25 (Rp350 ribu dengan kurs hari ini).

    Berpatokan pada transaksi itu, menurut Grabowski, maka nilai awal Bitcoin setidaknya sekitar US$0,0025 per BTC.

    Lantas peristiwa fenomenal itu kelak diperingati setiap tanggal 22 Mei sebagai “Bitcoin Pizza Day” oleh pendukung Bitcoin.

    Bursa Bitcoin Pertama
    Sebelum transaksi pizza itu, pada 15 Januari 2010, seorang pengguna di Bitcointalk membuka bursa Bitcoin pertama, yakni Bitcoinmarket.com. Nilai BTC pun dipatok dengan nilai dolar AS yang disesuaikan dengan permintaan dan penawaran.

    Dari yang awalnya hanya bernilai US$0,0025, per 20 Desember 2020 saja, nilai 1 BTC setara dengan US$23.548,90.

    Dengan valuasi setinggi itu, tidaklah berlebihan jika Bitcoin dianggap sukses mendominasi pasar mata uang kripto. Nyatanya demikian dan sulit dibantah.

    Gejolak Harga Bitcoin
    Ada satu hal yang pasti mewarnai perjalanan sejarah Bitcoin, yaitu harganya yang bergerak demikian dinamis, naik turun alias volatil.

    Menurut penuturan Learncrypto, per Februari 2011 silam, nilai Bitcoin tercatat berhasil menembus US$1. Ini untuk kali pertama sepanjang sejarah. Namun, hanya butuh 4 bulan yakni, pada Juni 2011 harganya meroket ke US$31.

    Momen itu sekaligus menandai “penggelembungan” harga Bitcoin yang terjadi untuk pertama kalinya.

    Dua tahun berselang, pada April 2013, nilainya kembali merangkak naik ke US$200. Nilainya kemudian kembali naik secara signifikan menjadi US$1.000 pada November di tahun yang sama. Setelah beranjak 4 tahun, nilainya menjadi 10 kali lipat.

    Kini, 12 tahun berselang, sejak konsep awalnya dikemukakan, Bitcoin telah mencatat nilai rekor, US$42.000 per BTC (Rp588 juta).

    Nilai tukarnya yang demikian tinggi membuat aset kripto yang satu ini diincar oleh banyak kalangan, tapi bukan berarti harga Bitcoin terus mengalami kenaikan.

    Tercatat di awal tahun 2018, aset kripto ini mencatatkan penurunan nilai tukar secara drastis.

    Beberapa kalangan menyebut bahwa hal itu terjadi di tengah ketidakpastian akibat tingginya tingkat penipuan menggunakan Bitcoin yang terjadi kala itu.

    Di samping itu, awal tahun 2018 juga ditandai dengan rendahnya rasa percaya di antara para penambang Bitcoin.

    Besarnya ketidakpastian di dunia Bitcoin kala itu juga yang kemudian mendorong para pelaku perbankan di berbagai negara untuk mulai masuk ke ranah uang digital itu. Langkah ini kemudian terbukti berdampak positif.

    Hal ini bisa dilihat dari kondisi pasar Bitcoin yang semakin matang. Sistem transaksi Bitcoin menjadi semakin canggih, efisien dan beragam. Pasar spot dibarengi dengan pasar derivatif oleh perusahaan besar seperti CME Groups.

    Para pelaku yang terlibat mulai menerapkan praktik-praktik inti setara lembaga perbankan. Hal ini dilakukan untuk menerapkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk membangun pasar Bitcoin yang tidak hanya berkesinambungan, tetapi juga layak untuk seluruh aktivitas perdagangan dan investasi Bitcoin.

    Sebuah Ikhtisar
    Perjalanan panjang Bitcoin sungguh menarik untuk disimak, karena belum perlu ada tanda titik yang perlu ditorehkan. Pasalnya, karena Bitcoin mampu mengundang kita untuk kembali mempertimbangkan dua hal penting terkait uang.

    Pertama, sejarah Bitcoin mengajarkan kita bahwa uang pada dasarnya adalah sebuah barang (komoditi), seperti uang dolar di pasar valas.

    Dan Kedua, uang tidaklah muncul begitu saja, melainkan dari sebuah proses pasar yang berkelanjutan, hingga kita menggambarkan nilainya untuk masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Crypto Mulai Hijau, Altcoins Ini Diprediksi Naik 1.000 Kali Lipat

    Beberapa hari terakhir, pasar terlihat dipenuhi volatilitas dari skema pump and dump. Pergerakan ini terjadi hampir di seluruh pasar keuangan dan pasar crypto menjadi salah satunya.

    Namun, saat ini pasar crypto merupakan salah satu pasar yang mulai pulih akibat kondisi “hijau” atau apresiasi yang terlihat kembali akibat Bitcoin dan Ethereum.

    Pasar Crypto Mulai Hijau

    Kapitalisasi pasar crypto secara global telah naik 6,9% menurut data dari Nomics, dengan nilai $1,12 Triliun atau 15% dari kapitalisasi emas.

    Harga Bitcoin terlihat naik sekitar 7% dalam 24 Jam bersamaan dengan volumenya yang naik 5% di kurun waktu yang sama.

    Harga Ethereum juga terlihat naik sekitar 10% dalam 24 Jam yang membawanya ke atas $1.500 pertama kali dalam sejarah.

    Apresiasi harga Ethereum dikabarkan terjadi akibat Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang menggunakan jaringan Ethereum.

    Saat ini, terdapat sekitar $30 Miliar dalam smart contracts yang terkunci di sektor DeFi. Angka tersebut merupakan peningkatan dua kali lipat sejak awal Januari 2021.

    Apresiasi tersebut sebagian besar terjadi karena dukungan dari Aave, Compound, dan Maker yang secara keseluruhan memiliki $13 Miliar atau 43,3% dari keseluruhan smart contract terkunci di DeFi.

    Baca Juga: Glassnode: Fundamental Bitcoin Masih Kuat

    Beberapa Altcoin Diprediksi Naik 1.000 Kali Lipat

    Akibatnya saat ini terdapat prediksi bahwa seluruh pasar crypto akan mengalami pergerakan naik, terutama pada Sektor DeFi.

    Mengingat sektor DeFi diisi oleh Altcoins, kemungkinan besar apresiasi ini akan terjadi berkat dorongan darinya.

    Salah satu trader dan influencer bernama Elliot Wainman memprediksi bahwa beberapa Altcoins dapat naik hingga 1.000 kali lipat.

    Ia menekankan bahwa total nilai terkunci atau total value locked (TVL) di sektor DeFi dapat naik dari $30 Miliar menjadi $100 Miliar.

    Baca juga:10 Proyek DeFi yang Perlu Diperhatikan di 2021

    Wainman memprediksi bahwa Snowswap, Unistake, PancakeSwap, Bao Finance, Bridge Mutual, OptionRoom, dan Polkadot, memiliki potensi apresiasi tersebut.

    Alasannya adalah akibat dari potensi yang masing-masing mata uang crypto tersebut miliki bersama dengan valuasinya yang masih rendah dan beberapa proyek yang akan datang. Ia menyatakan,

    “Dengan adanya Oracle dari OptionRoom, terdapat prediksi pasar dan Polkadot di saat yang bersamaan. Potensinya sangat besar dan masih berada di kapitalisasi yang masih sangat kecil. Saat ini kapitalisasi pasarnya masih terdilusi dan masih memiliki beberapa proyek yang akan datang.”

    Wainman juga menambahkan bahwa Ethereum berpotensi ikut dalam apresiasi 1.000 kali lipat ini. Hal ini disebabkan mayoritas DeFi berada di Jaringan Ethereum 2.0.

    Selain itu Ethereum juga akan terdorong karena sisi fundamentalnya yang sudah mendorong harganya untuk menyentuh harga tertinggi baru.

    Sisi fundamental tersebut termasuk sentimen dari Koin Non-Fungible dan Sektor DeFi, yang membuat saat ini Ethereum masih sangat rendah dari valuasi nyatanya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Raih Harga Tertinggi, Hati-hati Ada Potensi Koreksi

    Ethereum baru saja raih harga tertinggi di sekitar $1.549 di bursa Coinbase yang setara dengan Rp21.693.435 pada kurs Dolar Amerika hari ini.

    Terdapat beberapa sentimen yang mendorong harga Ethereum naik walau saat ini sedang terkoreksi kembali. Namun beberapa sentimen ini nampaknya akan membantu apresiasi di 2021.

    Ethereum Raih Harga Tertinggi Baru

    Harga Ethereum (ETH) baru saja menyentuh harga tertingginya setelah sebelumnya stagnan berkonsolidasi di pertengahan hingga akhir Januari 2021.

    Pencapaian ini merupakan pencapaian kedua di 2021 untuk Ethereum akibat sebelumnya di Bulan Januari, Ethereum juga berhasil mencapai harga tertinggi barunya di atas $1.400.

    Dikabarkan terdapat beberapa sentimen positif yang mendorong apresiasi ini untuk terjadi yang berasal dari faktor eksternal dan juga faktor internal.

    Penyebab Apresiasi ke Harga Tertinggi Baru

    Faktor pertama yang menjadi penyebab apresiasi nampaknya adalah pergerakan naik dari Bitcoin. Bitcoin baru saja naik sekitar 5% dari zona konsolidasi awalnya beberapa hari terakhir.

    Apresiasi tersebut nampaknya terjadi sebagian besar akibat Elon Musk yang menunjukkan sentimen positif terhadap Bitcoin. Sehingga mengingat korelasi harga Ethereum dan Bitcoin sangat kuat, Ethereum ikut naik.

    Baca juga:Rasio Bitcoin dan Stablecoin Turun, Bitcoin Naik Lagi?

    Namun, Ethereum juga memiliki beberapa faktor internal seperti jumlah nilai terkunci (TVL) yang naik hingga mencapai $28 Triliun protokol DeFi yang berbasis jaringan Ethereum.

    Jumlah ini menandakan kepercayaan pada Ethereum akibat TVL tersebut tidak dapat ditarik yang menandakan investasi jangka panjang.

    Grayscale juga menjadi salah satu penyebab apresiasi dengan pembukaan kembali pengelolaan Reksadana Ethereumnya setelah di Desember 2020 memberhentikan jasa tersebut.

    Persepsi Positif Walau Memiliki Potensi Koreksi

    Saat ini nampaknya akibat beberapa sentimen tersebut, Ethereum sedang memiliki persepsi positif, terutama untuk Tahun 2021.

    Namun, terdapat satu sentimen yang masih berpotensi negatif dan juga positif, yaitu peluncuran kontrak futures Ethereum oleh CME pada 8 Februari 2021.

    Kontrak ini seharusnya menjadi sentimen positif untuk Ethereum akibat semakin banyak pihak yang dapat masuk merasakan Ethereum terutama investor institusional.

    Kegunaan kontrak ini dapat dijadikan sebagai pengaman atau hedging sehingga Ethereum dapat memiliki sentimen baru dari kontrak derivatif tersebut.

    Namun, potensi sentimen negatif datang dari cerminan pergerakan Bitcoin yang jatuh harganya saat peluncuran kontrak futures dari CME terjadi.

    eth ATH

    Jika melihat pergerakan harga, umumnya setelah menyentuh harga tertinggi, Ethereum akan koreksi. Saat ini kemungkinan koreksi muncul jika daerah $1.500 dapat ditembus.

    Namun mengingat sebelumnya jika Indikator MACD masih naik walau RSI bergerak di zona overbought Ethereum masih bergerak naik, hal yang sama nampaknya akan terjadi.

    Baca Juga: Glassnode: Fundamental Bitcoin Masih Kuat

    Sehingga koreksi kecil kemungkinan terjadi menuju daerah antara $1.500 dan $1.430. Tetapi mengingat harga masih kuat naik, Jika batas atas pada $1.545 saat ini dapat ditembus, kemungkinan target berikutnya berada di sekitar $1.630 yang berada di titik 161,8% Fibonacci.

    Mengingat harga yang naik dari titik 61,8%, yang merupakan rasio emas, kemungkinan besar ke depannya apresiasi untuk Ethereum masih sangat kuat. Tapi saat ini tanggal 8 Februari 2021 perlu diwaspadai.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Glassnode: Fundamental Bitcoin Masih Kuat

    Kendati harga Bitcoin terus terkoreksi sejak 8 Januari 2021 dan mengalami sideways selama sepekan terakhir, fundamental Bitcoin dinilai masih kuat.

    “BTC memiliki minggu yang relatif stabil, mulai dari US$32.300 dan mengakhiri minggu di US$33.060. Pada Jumat, dengan cepat melonjak hingga lebih dari US$38.000, sebelum turun kembali sebelum akhir hari dan perlahan-lahan menurun selama sisa minggu ini,” menurut Glassnode dalam kajian terbarunya.

    Baca Juga: Senat Amerika Luncurkan Konferensi Inovasi Keuangan, Mengedukasi Crypto ke Pemerintah

    bitcoin

    Untuk skenario bullish, Glassnode menyandarkan pada faktor Rasio Pasokan Stablecoin (SSR) BTC yang telah menurun pada tahun 2021.

    “Lazimnya, karena lebih banyak stablecoin yang diterbitkan. Ketika SSR rendah, ini berarti ada pasokan stablecoin yang besar dibandingkan dengan BTC. Ini mengindikasikan lebih banyak daya beli yang siap mengalir ke BTC dan aset kripto lainnya,” sebut Glassnode.

    fundamental bitcoin

    Baca Juga: BREAKING NEWS! MicroStrategy Serok Bitcoin Lagi, Rp140 Milyar!

    Faktor Grayscale
    Tren naik Bitcoin diperkirakan bisa terjadi berkat jika pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh Grayscale terus terjadi.

    “Pada tahun 2021 sejauh ini, sekitar 26.000 BTC telah ditambang. Sementara itu, dana investasi aset digital Grayscale Holdings telah mengakuisisi lebih dari 40.000 BTC dalam periode yang sama. Ini berarti, dengan melihat akuisisi Grayscale saja, pasokan BTC yang tersedia dibeli lebih cepat daripada yang diproduksi,” jelasnya.

    fundamental bitcoin

    Glassnode menjelaskan, dengan pasokan BTC yang terus-menerus dibeli oleh investor dan institusi besar, harga dasar baru (new support) mungkin terjadi di level yang lebih tinggi lagi.

    “Pembatasan pasokan yang berkelanjutan ini menempatkan Bitcoin di zona bullish,” pungkas Glassnode.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Senat Amerika Luncurkan Konferensi Inovasi Keuangan, Mengedukasi Crypto ke Pemerintah

    Cynthia Lummis, salah satu senat Amerika, akan menggelar konferensi inovasi keuangan.

    Tujuannya adalah untuk mengedukasi sesama senat dan pemerintah mengenai Bitcoin dan pasar crypto.

    Senat Amerika Mengedukasi Crypto ke Pemerintah

    Senat Amerika pertama dalam sejarah yang memiliki Bitcoin, telah mempublikasi rencananya untuk menggelar konferensi inovasi keuangan untuk pemerintah.

    Dalam podcast Anthony Pompliano, ia mempublikasi rencananya untuk menggelar konferensi itu dengan menyatakan,

    “Kita berharap bahwa konferensi ini akan menjadi wadah untuk mengedukasi anggota senat Amerika dan anggota pemerintah lainnya mengenai kesempatan di pasar crypto dan inovasi keuangan serta blockchain, terutama Bitcoin.”

    Lummis menyatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk membasmi narasi negatif yang berada di sekitar aset digital dan pasar crypto terutama menyangkut pencucian uang.

    Baca juga:Hukum Anti-Pencucian Uang Juga Berlaku Untuk Crypto

    Ia ingin menekankan bahwa aset crypto adalah aset yang aman dengan dasar penelitian dari Chainalysis yang memiliki kesimpulan “kegiatan kriminalitas menyangkut mata uang crypto lebih kecil daripada yang menggunakan uang fiat.”.

    Lummis menegaskan bahwa ia baru saja berbicara dengan Janet YellenMenteri Keuangan Amerika, yang masih khawatir mengenai penyalahgunaan crypto.

    Lummis berusaha menenangkan pasar crypto dengan mengatakan bahwa Yellen memiliki pandangan yang terbuka terhadap crypto.

    Namun, Lummis menegaskan bahwa akan banyak halangan untuk mendapatkan persamaan persepsi dengan Yellen. Terutama untuk meyakininya mengingat pandangannya masih kuat terhadap potensi kriminalitas dari crypto.

    Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

    Dukungan Lummis Berpotensi Merubah Persepsi Pemerintah

    Cynthia Lummis membeli Bitcoin di sekitar 2013 dan 2014, dan hingga saat ini ia masih terus mendukung sifat Bitcoin sebagai aset pelindung nilai kekayaan.

    Lummin menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap penempatan Bitcoin dalam dana kelolaan yang ia awasi saat menjabat sebagai sekretaris keuangan daerah Wyoming di sekitar Tahun 2000an.

    “Saya merupakan sekretaris keuangan di Wyoming saat awal abad ke 21, jadi saya selalu mencari aset pelindung nilai terbaik. Kita memiliki dana kelolaan permanen di Wyoming yang didasari oleh penambangan mineral, minyak, dan gas. Kita kemudian mengambil pajak dari kegiatan tersebut dan menginvestasikan dana itu ke dana kelolaan permanen”

    Pernyataan itu dinyatakan Lummin dalam menjelaskan dana kelolaannya saat menjabat di Wyoming. Konsep dana permanen tersebut bertujuan untuk tetap mendapatkan keuntungan saat penambangan selesai sehingga dana investasi menjadi sumber penghasilan penggantinya.

    Ia merasa bahwa Bitcoin mengingatkannya terhadap dana permanen mineralnya itu sehingga merasa Bitcoin sangat baik sebagai pelindung kekayaan.

    Hal ini disebabkan hanya akan ada 21 Juta Bitcoin lagi yang akan ditambang. Akibat kelangkaannya, Lummis melihat bahwa Bitcoin akan menjadi pelindung kekayaan yang kuat ke depannya.

    Baca juga: Cara Kerja Bitcoin Mining atau Penambangan Bitcoin Menghasilkan Income Jutaan

    Dengan adanya Lummis di kursi pemerintah, kemungkinan besar crypto akan memiliki pendukung yang akan memperjuangkannya di ranah pemerintah saat semua meragukannya.

    Sehingga keberadaan Lummis sangat memberi sentimen positif akibat adanya harapan penerimaan keberadaan crypto oleh pemerintah.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk: Saya adalah Pendukung Bitcoin

    Elon Musk Pendiri dan CEO SpaceX tegas mengatakan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    “Saya adalah pendukung bitcoin. Saya memang terlambat menyambutnya, tetapi saya adalah seorang pendukung. Saya pikir Bitcoin saat ini berada di ambang penerimaan luas oleh orang-orang di keuangan tradisional. Dan saya pikir Bitcoin adalah hal yang baik,” kata Musk di ruang obrolan Clubhouse hari ini, 1 Februari 2021, dilansir dari Forbes dan Reuters.

    Musk juga mengatakan bahwa banyak orang mengajaknya masuk lebih dalam ke Bitcoin sejak tahun 2013, ketika harga Bitcoin masih di bawah US$100.

    Pernyataan Musk menyusul penyematan tanda pagar #bitcoin di profil Twitter-nya pada 29 Januari 2021 lalu.

    heboh tagar bitcoin di profil twitter elon musk

    Setelah tagar itu,  tidak ada pernyataan terang benderang di Twitter-nya, apakah dia memang mendukung Bitcoin.

    Heboh Tagar Bitcoin di Profil Twitter Elon Musk
    Apapun polah kata Elon Musk di Twitter mampu membuat warganet gempar. Hari ini Elon Musk mengubah bagian profil akun Twitternya dengan tagar #Bitcoin. Ini sekaligus mengingatkan kita terkait akunnya yang pernah diretas pada tahun lalu.

    Gara-gara tagar itu sontak dunia Twitter pun geger, khususnya para pecinta aset kripto nomor wahid itu.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.

    elon musk
    Bitcoin terbang ke US$38 ribu pada pukul 16:00 WIB hari ini. Sumber: Tradingview.com.

    CEO Tesla, Elon Musk baru saja mengubah profil Twitter-nya dengan menghapus kata ‘Dogecoin’ dan memasukkan tagar Bitcoin. Dogecoin merujuk pada aset kripto DOGE yang harganya naik selangit, lebih dari 350 persen dalam tempo 24 jam saja.

    Seperti biasa, cuitan Elon Musk terkait aset kripto selalu bernada samar. Ini bisa dimaklumi karena dia adalah tokoh publik dan setiap huruf dan kata yang disampaikannya bisa mengubah situasi secara signifikan. Lihat saja follower-nya lebih dari 43 juta.

    Baca Juga: Kemudahan Trading Aset Kripto dengan Aplikasi Tokocrypto

    Pomp: Tesla Mungkin Akan Beli Bitcoin
    Menyusul tanda pagar (tagar) Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, pengamat Bitcoin, Anthony “Pomp” Pompliano mengatakan perusahaan Tesla mungkin akan membeli Bitcoin.

    Hal itu dikumandangkan oleh Pompliano, Pendiri Morgan Creek Digital, menyusul penyematan tagar Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, bos besar Tesla.

    “Tesla dan SpaceX yang menambahkan Bitcoin ke neraca keuangan mereka, tidak bisa dihindari,” kata Pompliano berspekulasi, sembari menyitir cuitan Musk, setelah tagar Bitcoin itu ditambahkan.

    Pompliano seakan-akan menyiratkan bahwa Musk mungkin “sudah sadar” bahwa Bitcoin semakin penting dipandang sebagai instrumen investasi demi melawan inflasi, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh MicroStrategy dan sejumlah perusahaan besar lainnya sejak tahun 2020 lalu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saat Ini Regulasi Stablecoin Jadi Fokus Tertinggi FED

    Ketua Federal Reserve (FED) Jerome Powell mengatakan dalam webinar, bahwa memberikan “jawaban regulasi” untuk stablecoin adalah “fokus tingkat tinggi” bagi bank sentral.

    Webinar diselenggarakan oleh Yahoo Finance, dan pada dasarnya merupakan wawancara yang dilakukan oleh ekonom Princeton, Markus Brunnermeier.

    “Kami sangat fokus… pada jawaban regulasi potensial untuk stablecoin global, khususnya. Jadi itu telah menjadi fokus dan prioritas tingkat tinggi,” kata Powell.

    Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde ternyata memiliki pandangan serupa. November lalu, dia menerbitkan op-ed yang memperingatkan bahwa stablecoin, jika diadopsi secara luas, dapat “mengancam stabilitas keuangan dan kedaulatan moneter” di seluruh dunia. Badan keuangan global lainnya, seperti forum internasional G7 dan G20, telah menyatakan keprihatinan serupa.

    Powell tidak menjelaskan secara rinci tentang bagaimana tepatnya rencana The Fed untuk mendekati stablecoin di masa mendatang, tetapi nadanya menunjukkan bahwa mata uang digital pribadi semacam ini berada di radar  dan pengawasan bank.

    Tanggapan Ketua FED Soal CBDC

    Mengenai CBDC, Brunnermeier bertanya kepada Powell apakah dia tertarik untuk menunggu bagaimana kinerjanya di negara-negara kecil terlebih dahulu, sebelum bereksperimen dengan versi digital dolar AS.

    “Karena kami adalah mata uang cadangan dunia, kami benar-benar berpikir kami perlu melakukan ini dengan benar, dan kami tidak merasa terdesak atau perlu menjadi yang pertama,” katanya.

    China saat ini sedang terburu-buru membangun CBDC-nya sendiri, dan Korea Selatan, Thailand, Jepang, dan Prancis sedang menjajaki opsi mereka.

    Baca juga: Fed Atur Strategi Terkait Inflasi, Saatnya Bitcoin Bersinar

    Stablecoin Dianggap Berisiko

    Sebelumnya stablecoin memang sudah jadi perhatian beragam bank sentral karena dianggap bisa memberikan risiko untuk kebijakan moneter. Kekhawatiran ini sempat dijelaskan oleh Europeran Central Bank atau ECB.

    Mereka berpendapat  bahwa stablecoin dapat mempersulit penerapan suku bunga negatif. ECB mengatakan akan sulit bagi stablecoin untuk mempertahankan suku bunga nol tanpa mengenakan biaya atau mensubsidi dengan cara lain.

    Risiko berikutnya adalah stablecoin dapat mengurangi biaya bank dan pendapatan komisi. Jika stablecoin menjadi penyimpan nilai, bank perlu beralih ke deposito yang lebih mahal. Dan manajemen agunan dapat mempengaruhi fungsi pasar uang.

    Baca juga: Hati-hati Pencucian Uang, AS Peringatkan Stablecoin Agar Tak Salah Digunakan

    Pelarian pada stablecoin akan menyebabkan masalah bagi bank tempat cadangan disimpan. Namun, ia memiliki akses ke dana bank sentral. Namun jika beberapa agunan diinvestasikan di tempat lain, entitas lain yang menerbitkan agunan tersebut tidak memiliki akses yang sama.

    Penetapan harga aset yang digunakan sebagai jaminan untuk cadangan stablecoin dapat terpengaruh. Itu terutama terjadi pada penyimpanan stablecoin bernilai karena skalanya akan lebih besar.

    Kemudian, sifat global stablecoin dapat menghasilkan ranjau regulasi. Itu hanya menjadi masalah di mana ada konflik atau kegagalan.

    Selanjutnya, ECB mengeksplorasi dampak stablecoin di pasar pembayaran ritel saat ini. Ini memiliki kekhawatiran tentang meningkatnya ketergantungan pada pemain global untuk infrastruktur pembayaran.

    Baca Juga: Pomp: Tesla Mungkin Akan Beli Bitcoin

    Di sisi lain, jika ada banyak stablecoin, hal itu mengkhawatirkan fragmentasi di kawasan Euro dibandingkan dengan dukungan pan Eropa saat ini untuk pembayaran SEPA.

    Meskipun mengidentifikasi sejumlah besar risiko yang akan diambil tindakan untuk mengatasinya, ECB menyatakan keinginan untuk memungkinkan “inisiatif sektor swasta untuk secara aman mengekstrak nilai paling banyak dari inovasi teknologi, untuk kepentingan berbagai pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Teknikal 16 September: Bitcoin dan Ethereum

    Dalam beberapa hari lalu, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) telah mencoba pulih dari tekanan kuat Bears pada minggu sebelumnya, yang menyiratkan upaya bertumbuh dari para optimisme crypto, sehingga peluang inilah yang akan menjadi dasar analisa teknikal kita kali ini.

    Pada analisa ini, kita akan mencoba melihat masih ada tidaknya peluang bagi Bullish untuk melanjutkan upaya pemulihan beberapa hari lalu.

    Dan dalam artikel ini, kami akan berbagai pandangan kami dalam analisa teknikal untuk peluang trend BTC dan ETH untuk beberapa hari kedepan.

    BTCUSD

     

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, BTC pulih secara konsisten setelah mampu bertahan diatas level $ 10.000, sang Support kunci kita pada analisa minggu lalu.Ini menyiratkan upaya pemulihan dari level Lower High jangka menengah, sehingga dalam analisa kami, Resistance kunci, $ 11.000, akan menjadi titik validasi utama kita untuk kekuatan Bullish yang akan dibentuk dari reaksi pasar terhadap pemulihan sebelumnya ini.

    Baca Juga: 6 Terobosan Proyek Harmony

    Perlu digarisbawahi, harga menguat saat RSI belum membentuk Oversold, sehingga kita perlu mewaspadai kembalinya RSI ke ranah bawah jika harga mencoba bergerak kurang kuat dalam aksi beli dikisaran level $ 11.000, dimana breakout kuat pada level ini, bisa membawa potensi untuk mencapai Resistance kunci lainnya, yaitu di level $ 12.000.

    Dari time frame 4 jamnya, BTC berlanjut dalam struktur Bullish dari pergerakan ranging sebelumnya, hingga memasuki Area Resistance kunci yang akan menjadi kunci untuk beberapa hari kedepean.

    Jika dilihat dari fundamental, harga Bitcoin akan sideways untuk sementara waktu, ranging di sekitar resistance. Breakout akan terjadi jika ada berita yang mengejutkan.

    Ini tanggal yang harus anda tahu untuk pergerakan harga BTC:

    ETHUSD

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, ETH telah mampu mengumpulkan kekuatan dengan tetap bertahan diatas level Support kunci $ 310 dan level Resistance kunci sebelumnya, $ 370.

    Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto Menggunakan Staking Pool

    Price Action pada $ 370 akan menjadi dasar analisa kita untuk kekuatan trend jangka menengah, dimana faktor DeFi akan juga mempengaruhi ETHUSD dalam sisi fundamental yang jangan sampai diabaikan.

    Pada time frame 4 jam ini, ETH telah bangkit dari Area Support kunci, dimana dalam analisa kali ini, kami telah memetakan adanya Area Resistance kunci yang digambarkan dari titik Swing di histori chart, yang sifatnya jangka pendek / menengah, sehingga reaksi harga pada Area ini akan sangat penting di analisa kami, untuk membaca sinyal trend.Jika dilihat dari fundamental ETH, sangat mungkin harga akan turun, sebelum naik di bulan Oktober-November karena ETH 2.0.

    Note: Artikel ini bukan nasihat investasi, lakukan trading dengan bijaksana.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Memasuki Siklus Bull Baru yang Bisa Membawanya Melonjak Menuju $1

    Ketika Bitcoin (BTC) menetapkan level tertinggi baru, XRP tampaknya akan memulai gelombang Bull barunya. Seorang analis cryptocurrency telah mengamati bahwa indikator teknikal tertentu menunjukkan adanya kemungkinan aset tersebut melonjak lebih dari 192% menuju $ 1.

    Wilayah $ 0,30 telah menjadi sangat penting untuk trend keseluruhan XRP selama beberapa tahun terakhir. Pada bulan Agustus tahun lalu, level tersebut bertindak sebagai Support kokoh yang membantu token menghindari kerugian besar selama Pullback.

    Namun, sejak itu, wilayah $ 0,30 telah bertindak sebagai Resistance alot yang menghalangi setiap upaya rally.

    Baca Juga: Survei: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Minat Beli Bitcoin

    Sekarang, analis Magic melihat bahwa XRP dapat memulai pasar Bullish yang sangat dinantikan. Catatan ajaib bahwa XRP baru-baru ini telah menembus pola Falling Wedge yang besar. Analis memproyeksikan bahwa Altcoin ini dapat segera menargetkan kisaran $ 0,80- $ 0,92. Ini akan menandai apresiasi lebih dari 192% dari level harga saat ini, dikisaran $ 0,28.

     

    “Berdasarkan ukuran pola Falling Wedge, saya telah menemukan bahwa target naik seharusnya berada di sekitar level 0,80. Namun, penelusuran kembali 23,6% untuk seluruh pasar Bears ada di sekitar 0,92. Jadi, ada kemungkinan XRP bisa rally jauh di atas level 0,80 untuk menguji level 0,92. MACD mencetak ekspansi yang kuat ke atas, meningkatkan kemungkinan dorongan ke tingkat yang lebih tinggi.”

    xrp bullishSementara analisis Magic adalah musik untuk telinga investor XRP, analis memperingatkan bahwa mencapai harga setinggi langit ini tidak akan mudah.Sebagai permulaan, XRP harus mengatasi Resistance di $ 0,30 dan $ 0,35. Magic percaya ada kemungkinan besar bahwa crypto terbesar keempat akan melenyapkan rintangan ini dan selanjutnya akan membuka jalan untuk $ 0,55 dan $ 0,80. Ia pun mengatakan:

    “Jadi, sementara ada beberapa level Resistance yang kuat untuk dihadapi, saya pikir XRP bisa berada di ambang pasar Bullish kuat berikutnya yang kita semua telah tunggu-tunggu.” 

    Meningkatnya jumlah Whale XRP dalam beberapa bulan terakhir menambah kepercayaan pada sebuah teori bahwa XRP siap untuk rally parabola. Whale yang melahap XRP adalah tanda bahwa investor besar mengharapkan harga naik dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Harga YFI Melonjak Drastis Seminggu Terakhir, Ini Kata Analia

    Secara teknikal, harga yang mulai mencoba bangkit bisa menjadi sinyal awal dari pandangan optimisme dalam artikel ini, namun tetap saja, pengaruh BTC akan selalu membayangi yang akan menentukan juga, sekuat apakah pandangan investor pada Altcoin ini untuk dijadikan kendaraan investasi untuk meraih keuntungan karena selama beberapa bulan lamanya, XRP hanya ada dikisaran lemah tanpa prospek. Kita lihat saja!

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com