Author: admin

  • Cairan Sperma Keluar dari Miss V Setelah Bercinta, Masih Bisa Hamil?

    Jakarta

    Pasangan yang baru menikah mungkin masih bingung mengenai apa yang terjadi dengan sperma setelah ejakulasi di dalam vagina. Pertanyaan umum yang muncul mungkin terkait kekhawatiran jika sperma keluar lagi setelah masuk di dalam vagina, apakah masih mungkin untuk hamil?

    Perlu diketahui, keluarnya sperma dari vagina setelah hubungan intim sepenuhnya normal. Jika mencoba untuk hamil, sperma yang dikeluarkan ini hampir tidak mengandung ejakulasi dan tidak akan menghalangi kemungkinan kehamilan.

    Saat sperma keluar beberapa jam kemudian pun masih ada sejumlah sperma yang tertampung di dalam vagina. Oleh karena itu, wanita masih memiliki beberapa kemungkinan untuk tetap bisa hamil.


    Studi tahun 2019 berjudul The Science of Sperm mengemukakan bahwa saat ejakulasi, seorang pria dapat menghasilkan air mani berkisar antara 2 ml hingga 5 ml.

    “1 ml air mani mengandung sekitar 20 juta sperma. Namun, hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur dan hamil.” tulis studi tersebut.

    Mengapa Sperma Keluar Beberapa Jam Kemudian?

    Jawaban singkatnya adalah karena kebocoran sperma, jika jumlahnya cukup banyak, dapat terjadi kebocoran bahkan beberapa jam setelah berhubungan. Sperma bahkan bisa keluar keesokan harinya.

    Oleh retensi sementara setelah ejakulasi, sebagian sperma dapat bertahan dalam kanal serviks atau dalam rongga vagina. Kemudian, sperma ini bisa keluar secara perlahan keesokan harinya, terutama saat wanita berdiri atau berjalan.

    (kna/avk)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Fakta-fakta Sexomnia, Gangguan Seks yang Terjadi Saat Tidur

    Jakarta

    Biasanya seseorang ketika tidur cenderung tidak melakukan aktivitas apapun. Namun, beberapa orang ternyata memiliki gangguan tidur yang dapat menyebabkan perilaku seksual yang disebut sexsomnia.

    Apa itu sexsomnia? sexsomnia ialah gangguan tidur di mana seseorang secara tidak sadar melakukan perilaku seksual. Sexsomnia diklasifikasikan sebagai parasomnia, yaitu sekelompok gangguan yang meliputi tidur sambil berjalan, mengigau, dan meneror saat malam hari.

    Dikutip dari Live Science, sexsomnia terjadi ketika sebagian otak tiba-tiba terbangun dari tidur nyenyak. Menurut laporan tahun 2010 di jurnal Clinical Neurology and Neurosurgery, pengidap sexsomnia secara teknis masih tertidur, namun mulai melakukan perilaku seksual tertentu.


    Menurut dr Rexford Muza, seorang dokter yang fokus dengan masalah tidur di Guy’s and St Thomas Hospital di Inggris, pengidap sexsomnia ketika tidur, akan mungkin membelai dirinya sendiri maupun pasangannya, atau si pengidap akan membuat suara dan gerakan seksual.

    Jurnal Current Opinion in Pulmonary oleh dr Muza menyebut ketika sexsomnia, wanita lebih cenderung melakukan masturbasi. Sementara pada pria, lebih sering memulai hubungan seksual dengan orang yang tertidur di sampingnya, meskipun orang dengan sexsomnia masih tertidur dan tidak ingat pada pagi hari.

    Apa Penyebab Sexsomnia?

    dr Muza menjelaskan sebagian besar penyebab sexsomnia dipicu oleh pasangan yang berpindah tempat tidur. Hal ini kemungkinan menyebabkan gairah parsial di otak. Namun, apapun yang dapat mengganggu tidur, mendengkur, kebisingan eksternal atau perubahan suhu mendadak, bisa menjadi pemicu sexsomnia.

    Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, orang dengan sleep anea, dapat mengalami sesxsomnia karena kesulitan bernapas yang meyebabkan pengidapnya mengeluarkan suara terengah-engah atau tersedak. Di malam hari, hal tersebut bisa membangungkan sebagian otak.

    Perlu dicatat, libido yang tinggi bukan menjadi pemicu sexsomnia. Menurut Schenck, tidak ada korelasi antara dorongan seksual yang tidak terpuaskan dan sexsomnia.

    Apa Saja Gejala Sexsomnia?

    Gejala sexsomnia dapat bervariasi, tergantung pada orangnya. Tetapi, ciri yang mendasari parasomnia ini adalah orang yang sedang tidur menunjukkan perilaku seksual yang tidak mereka sadari dan tidak dapat dikendalikan, seperti:

    • Masturbasi
    • Membelai
    • Mendesah
    • Melakukan gerakan seksual
    • Memulai aktivitas seksual
    • Agresi seksual
    • Pelecehan seksual

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mr P Mendadak Loyo di Tengah Sesi Bercinta Bikin ‘Turn Off’, Bisa Jadi Ini Pemicunya


    Jakarta

    Kehilangan ereksi selama berhubungan seksual adalah hal yang mungkin membuat beberapa pria khawatir, tetapi sebenarnya sangat umum terjadi. Kondisi ini terjadi ketika pria tidak dapat mempertahankan tekanan pada penis dan kemungkinan juga salah satu gejala dari disfungsi ereksi.

    Pertama-tama, penting bagi seorang pria memahami bagaimana ereksi dapat terjadi. Proses ereksi melibatkan otak, pembuluh darah, hormon dan saraf. Umumnya, ereksi dimulai dengan rangsangan seksual, kondisi ini menyebabkan peningkatan aliran darah ke penis dan penurunan aliran darah keluar dari penis. Perubahan ini dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat penis menjadi tegang.

    Kehilangan ereksi terjadi ketika pria tidak dapat mempertahankan peningkatan tekanan darah pada penis. Namun, perlu diketahui bahwa kehilangan ereksi tak selalu menandakan adanya disfungsi ereksi.


    Banyak hal yang dapat menyebabkan kehilangan ereksi saat berhubungan seksual, seperti hilangnya stimulasi yang diakibatkan oleh bagian otak, karena tidak dapat mengirimkan sinyal saat pria mendapatkan rangsangan seksual.

    Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan pria kehilangan ereksi, diantaranya adalah riwayat penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes yang mana kondisi tersebut dapat mempengaruhi pembuluh darah.

    Gaya hidup juga bisa menjadi faktor seorang pria kehilangan ereksi, seperti kelebihan berat badan, kurang olahraga dan kebiasaan merokok yang dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah serta mempengaruhi kondisi ereksi.

    Faktor psikologis juga dapat mempengaruhi terjadinya kehilangan ereksi, seperti stres, permasalahan dalam hubungan dan depresi.

    Kehilangan ereksi dapat diatasi dengan mengubah gaya hidup, mengonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga, mengelola stres, berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.

    Bantuan dari terapis atau konselor juga dapat menolong jika ada faktor psikologis yang mempengaruhi ereksi seseorang. Terapis dapat melakukan tindakan untuk mengatasi kecemasan performa dan meningkatkan kualitas hubungan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 8 Makanan yang Bikin Miss V Awet Muda dan Tetap ‘Menggigit’

    Jakarta

    Mengonsumsi makanan yang sehat tak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan organ intim. Apa yang kita konsumsi pasti akan berdampak pada seluruh organ tubuh, tak terkecuali organ intim.

    Berdasarkan jurnal Scientific Reports, kesehatan usus atau pencernaan memiliki kaitan erat dengan kesehatan vagina. Pada umumnya, bila kesehatan pencernaan terjaga, maka kesehatan vagina juga akan terjaga.

    Vagina yang sehat dengan kadar pH yang seimbang akan terhindar dari berbagai jenis infeksi, termasuk infeksi jamur yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap. Berikut terdapat 8 jenis makanan yang dapat bantu bersihkan dan sehatkan vagina, dikutip dari Health Shots.


    1. Yogurt

    Yogurt memiliki kandungan bakteri laktobacilus. Berdasarkan sebuah penelitian pada 2006, yogurt terbukti dapat membantu menyeimbangkan kesehatan jamur di vagina dan mencegah infeksi jamur di vagina.

    2. Jus Kranberi

    Banyak ahli telah merekomendasikan jus kranberi atau buah kranberi bagi wanita yang memiliki permasalahan infeksi saluran kemih. Kranberi merupakan buah yang kaya akan antioksidan dan memiliki kemampuan melawan infeksi.

    Selain itu, kandungan asam dalam buah ini dapat membantu mempertahankan keseimbangan pH pada vagina, menjadikan vagina lebih sehat dan bebas infeksi yang dapat menimbulkan bau tak sedap.

    3. Nanas

    Buah ini mengandung segudang kandungan vitamin C, vitamin B, dan serat. Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan usus, kandungan baik dalam nanas juga dapat membantu vagina terhindar dari infeksi yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap.

    4. Apel

    Kandungan antioksidan dalam apel dapat membantu menstimulasi aliran darah pada vagina yang turut menjaga kesehatan vagina. Sebuah studi oleh PubMed Central pada 2014 menunjukkan bahwa komponen yang terdapat dalam buah ini dapat mencegah fibroid rahim dan membantu meningkatkan gairah seksual.

    5. Teh jahe

    Jahe kaya akan kandungan antimikroba yang bermanfaat bagi kesehatan usus dan vagina. Kandungan antimikroba ini dipercayai mampu menjaga vagina tetap sehat dan bebas dari infeksi.

    6. Lemon

    Lemon adalah buah dengan tingkat keasamaan dan kaya akan vitamin C. Inilah yang dibutuhkan vagina untuk dapat menjaga keseimbangan pHnya. Keseimbangan pH ini juga akan berdampak pada kesehatannya, menjauhkannya dari pertumbuhan jamur atau infeksi yang tidak diinginkan.

    7. Seledri

    Sama seperti lemon, seledri juga mengandung vitamin C yang dapat menjaga vagina dari pertumbuhan bakteri-bakteri buruk. Hal ini secara tidak langsung akan menjaga vagina dari bakteri yang dapat menimbulkan bau tak sedap.

    8. Kayu manis

    Kayu manis memiliki kandungan yang dapat membantu menetralisasi keasaman pada vagina dan menjaga keseimbangan pHnya. Vagina yang sehat dan seimbang pastinya akan terhindar dari bau tak sedap dan pertumbuhan jamur hingga infeksi.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Cara Bikin Mr P Tak Gampang Loyo dan Tetap Gagah, Nomor 1 Wajib Dilakukan!


    Jakarta

    Sulit mempertahankan ereksi pada pria disebut juga disfungsi ereksi. Kondisi ini terjadi ketika penis tidak bisa mempertahankan ereksi atau bahkan tidak bisa ereksi sama sekali. Selain menurunkan rasa percaya diri pria, disfungsi ereksi juga dapat mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan.

    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Medicine, 85 persen pria pemilik penis berusia antara 20 dan 39 tahun mengatakan bahwa mereka ‘selalu’ atau ‘hampir selalu’ bisa mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Sementara 15 persen pria di puncak kehidupan mereka mengalami kesulitan menjadi keras, setidaknya sesekali.

    “Secara umum, ereksi yang buruk disebabkan oleh salah satu dari lima hal, penurunan aliran darah, kadar hormon yang tidak normal, obat-obatan, fungsi saraf yang tidak normal, dan yang terakhir adalah komponen mental,” jelas Dr Justin Houman, MD, ahli urologi bersertifikat dan spesialis kesehatan seksual dan reproduksi pria.


    Lalu, bagaimana cara agar penis tetap kekar dan gagah meski berhubungan seks selama beronde-ronde?

    1. Perbanyak Olahraga

    Ahli urologi di klinik Cleveland, Ryand Berglund, MD, mengatakan aliran darah adalah kunci ereksi yang sehat. Salah satu cara mendorong aliran darah agar tetap lancar adalah olahraga, misalnya senam aerobik.

    Selain membuat tubuh tetap bugar, olahraga juga dapat membangun oksida nitrat tubuh, yang membantu mempertahankan ereksi.

    “Pengendara sepeda yang menghabiskan waktu lama di kursi sepeda mereka mungkin mengalami lebih banyak masalah dengan disfungsi ereksi (ED),” kata Erin Michos, MD, seorang profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins.

    “Hal ini karena bersepeda dapat menekan arteri pudenda yang mengalirkan darah ke penis. Menggunakan jok sepeda khusus (split-seat) bersamaan dengan mengenakan celana pendek khusus dapat membantu mencegah DE,” tutur Ingber yang dikutip dari Men’s Health, Minggu (23/7/2023).

    2. Berhenti Merokok

    Sebuah literatur 2015 menemukan bahwa perokok berisiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi daripada daripada yang bukan perokok. Ada juga beberapa bukti bahwa merokok mempengaruhi kekuatan ereksi dan ukurannya.

    “Selain merusak pembuluh darah, merokok dapat merusak jaringan penis itu sendiri, membuatnya kurang elastis dan mencegahnya meregang,” kata Direktur pengobatan seksual di Rumah Sakit Alvarado di San Diego, Irwin Goldstein, MD.

    3. Minum Kopi

    Sebuah studi oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston menemukan bahwa pria yang mengonsumsi kafein setara dengan 2-3 cangkir kopi per hari, lebih kecil kemungkinannya mengidap disfungsi ereksi daripada mereka yang lebih suka bangun dengan minuman bebas kafein.

    4. Lebih Banyak Berjalan

    Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa pria yang berjalan hanya 2 mil sehari memiliki tingkat masalah ereksi setengah dari pria yang tidak banyak bergerak. Goldstein menjelaskan ini termasuk dua puluh menit jogging atau 30 menit latihan angkat beban.

    “Apa yang baik untuk kesehatan jantung Anda baik untuk pembuluh darah ke penis Anda,” tambah Houman.

    Endapan yang menyumbat atau memperkeras arteri penis juga dapat melemahkan ereksi. Semakin banyak berolahraga, semakin sehat, bersih, dan fleksibel lapisan tersebut.

    “Pria cenderung menganggap arteri mereka sebagai pipa sederhana yang dapat tersumbat, tetapi ada lebih banyak hal yang terjadi daripada itu,” kata Laurence Levine, MD, ahli urologi di Chicago’s Rush-Presbyterian Medical Center.

    “Lapisan pembuluh darah itu adalah area yang sangat aktif secara biologis di mana bahan kimia dibuat dan dilepaskan ke aliran darah,” lanjutnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dokter Bicara Kemungkinan Lutut ‘Kopong’ gegara Keseringan Masturbasi


    Jakarta

    Masturbasi atau onani adalah cara untuk mendapat rangsangan dengan menyentuh area sensitif atau organ vital. Aktivitas ini guna memenuhi dan memuaskan gairah seksual pada seseorang. Meski tergolong normal, masturbasi sering diperdebatkan manfaat dan efek sampingnya.

    Pria yang terlalu sering melakukan masturbasi biasanya akan mudah merasa lelah. Selain itu, keseringan masturbasi selama ini juga sering dikaitkan dengan lutut yang sering kaku dan timbul bunyi ‘krek’. Masyarakat awam menyebutnya lutut ‘kopong’.

    Bagaimana Faktanya?


    Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) Prof Dr dr Ferdiansyah, SpOT(K) menjelaskan kekeliruan yang beredar mengenai masturbasi dan kaitannya dengan lutut kopong.

    “Lutut kopong ini istilah yang salah ya sebenarnya, nggak ada lutut kopong,” kata dr Ferdiansyah.

    Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu juga menyebut istilah yang pas untuk menjelaskan kondisi tersebut adalah osteoporosis.

    “Jadi lutut itu, misalkan ada kelainan, kalau sudah menua disebut namanya osteoporosis, atau kalau ada kelemahan biasanya karena nggak olahraga. Jadi antara masturbasi dan lutut kopong tidak ada hubungannya sama sekali,” tegas dia.

    Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Untuk mencegah kondisi ini, obat-obatan, pola makan sehat dan olahraga menahan beban dapat membantu mencegah pengeroposan tulang atau memperkuat tulang yang sudah lemah.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pria Merapat, 6 Cara Tokcer Biar Sperma Nggak Loyo

    Jakarta

    Kesuburan seseorang merupakan suatu hal tidak dapat diprediksi dan tidak ada faktor tunggal yang menjamin keberhasilan pembuahan. Namun, umumnya kesuburan bergantung pada banyak hal, salah satunya adalah kualitas sperma.

    Jika seorang pria sedang berusaha untuk meningkatkan peluang kehamilan, cobalah memahami beberapa strategi tentang bagaimana membuat sperma lebih berkualitas. Berikut 6 strategi untuk membuat sperma lebih berkualitas.

    1. Mengonsumsi makanan sehat

    Pola makan yang seimbang dan bergizi sangat penting untuk kesehatan. Selain penting bagi kesehatan, pola makan tersebut juga penting untuk kualitas dan kesehatan sperma. Dikutip dari ro.co buah, sayur, protein tanpa lemak dan biji-bijian utuh mengandung serat, nutrisi dan antioksidan yang dapat meningkatkan jumlah sperma dan kualitasnya.


    2. Berhenti merokok

    Rokok merupakan paparan asap tembakau, ternyata merokok aktif ataupun pasir dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Merokok dapat merusak sistem reproduksi dan merusak DNA sperma. Maka dari itu, sebaiknya mulai dari saat ini berhentilah merokok. Lantaran, berhenti merokok dapat meningkatkan volume semen dan jumlah sperma.

    3. Berolahraga secara teratur

    Olahraga adalah aktivitas yang bermanfaat untuk kesehatan fisik, mentan dan bahkan seksual. Dengan melakukan olahraga secara teratur dapat meningkatkan jumlah sperma serta kualitasnya.

    4. Menjaga berat badan ideal sehat

    Menjaga berat badan yang ideal dan sehat dapat membantu menjaga kesehatan sperma. Memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas ternyata dapat menurunkan kualitas sperma. Maka dari itu, bagi seorang pria menjaga berat badan ideal dan sehat adalah hal yang penting untuk menjaga kesehatan fisik ataupun seksual.

    5. Perhatikan kondisi kesehatan

    Seorang pria biasanya lebih acuh terhadap kesehatannya. Beberapa kondisi kesehatan yang kurang baik ternyata dapat mempengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan. Contohnya adalah varikokel, yaitu pembuluh darah yang membesar di skrotum, kondisi ini dapat mempengaruhi kesuburan seorang pria. Setelah diberlakukan pengobatan, biasanya kualitas sperma akan kembali membaik. Dengan demikian, pria harus lebih memperhatikan kondisi kesehatannya agar tetap menghasilkan kualitas sperma yang baik.

    6. Penuhi kebutuhan vitamin

    Vitamin C dan E memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas sperma. Sudah seharusnya, seorang pria memenuhi kebutuhan vitamin untuk tubuhnya dengan mengonsumsi makananan bernutrisi atau suplemen vitamin.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Posisi Bercinta untuk Orgasme Maksimal, Mudah Rangsang G-spot!


    Jakarta

    Pernah tidak kamu mendengar kata G-spot? G-spot atau Grafenberg spot adalah sebutan yang merujuk kepada bagian tertentu pada organ kelamin wanita yang bersifat sensitif dan dapat memicu terjadinya orgasme.

    Namun, untuk bisa menemukan G-spot bukanlah hal yang mudah bagi kaum laki-laki. Setiap wanita memiliki G-spot yang berbeda-beda, dan dibutuhkan ‘jam terbang’ yang lumayan sampai si pria bisa dengan mudah menyentuh titik ‘ajaib’ pasangan wanitanya.

    Bagi kamu yang juga mengalami kesulitan mencari G-spot pasangan wanitamu, berikut 5 posisi seks yang dijamin bakal ‘ngena’.


    Woman on Top

    Pada gaya ini, wanita bisa dengan bebas mengatur posisi tubuh, ritme, hingga penetrasi yang dilakukan. Alhasil, lewat posisi ini wanita bisa ‘menuntun’ pasangan prianya agar bisa mencapai G-spot miliknya.

    Gaya ini juga tidak sulit dilakukan karena pria hanya perlu berbaring ketika wanitanya mengatur ‘tempo’ di atas. Jadi, pria bisa menemukan G-spot pasangan wanitanya tanpa perlu terlalu bersusah payah.

    Spooning

    Gaya ini sangat cocok bagi pasangan yang ingin melakukan hubungan seks yang lebih intim. Gaya ini juga diyakini dapat lebih mudah mengenai G-spot berkat kemiringan sudut saat melakukan penetrasi.

    Pria juga bisa melakukan banyak variasi saat melakukan gaya ini, mulai dari mengangkat kaki pasangan wanita, memeluk, hingga memegang bagian tubuh tertentu untuk semakin menstimulasi wanita hingga bisa mencapai orgasme.

    Doggy Style

    Satu hal yang membuat doggy style disukai banyak pasangan adalah tingkat penetrasi yang bisa dilakukan. Semakin wanita meninggikan pinggulnya saat melakukan gaya ini, maka semakin mudah bagi pria untuk melakukan penetrasi lebih dalam dan mencapai G-spot.

    Criss Cross

    Gaya yang cocok dilakukan untuk mengencangkan jepitan miss v. Gaya ini mirip dengan missionary, hanya saja pada gaya ini kaki wanita disandarkan pada dada pria dalam posisi menyilang di sekitar area leher.

    Tenang saja, gaya ini tidak sesulit kedengarannya kok. Konon gaya ini katanya bakal lebih joss kalau dilakukan di pinggir kasur atau di atas meja. Penasaran buat mencoba?

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Stop! 5 Makanan Ini Pantang Dimakan Sebelum Bercinta, Bikin Gairah Nge-drop


    Jakarta

    Ada banyak yang dilakukan orang-orang untuk bisa meningkatkan performa dan gairah saat berhubungan seks. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa meningkatkan stamina, libido, dan lain sebagainya.

    Namun, ternyata ada juga sederet makanan dan minuman yang perlu dijauhi sebelum bercinta. Pasalnya, makanan dan minuman ini bisa memengaruhi performa hingga menghilangkan gairah seks pasangan saat di ranjang.

    Apa saja? Dikutip dari Health Shots, berikut makanan dan minuman yang pantang dikonsumsi sebelum berhubungan seks.


    Alkohol

    Banyak yang mengira alkohol bisa meningkatkan gairah bercinta. Tapi dugaan itu ternyata salah besar. Faktanya, alkohol malah bisa memadamkan gairah di ranjang loh.

    Ini karena alkohol meningkatkan kadar melatonin dalam tubuh, yang dapat membuat seseorang merasa mengantuk. Tak hanya itu, kadar melatonin yang tinggi dalam tubuh juga bisa menimbulkan efek samping seperti keram perut, pusing, sakit kepala, hingga penurunan libido.

    Makanan Asin

    Tak sedikit orang yang suka makanan asin. Namun, mengonsumsi kudapan asin sebelum berhubungan seks ternyata sangat tidak dianjurkan.

    Makanan asin atau tinggi garam gampang membuat kamu merasa kembung. Garam juga bisa memperlambat sirkulasi darah, sehingga membuat kamu kesulitan mencapai orgasme.

    Minuman Berkarbonasi

    Semua orang tahu kalau minuman berkarbonasi bukanlah sesuatu yang menyehatkan. Tapi jika dikonsumsi sebelum berhubungan seks, efek samping yang ditimbulkan bisa bikin kamu malu saat perform di ranjang.

    Minuman berkarbonasi dapat meningkatkan gas lambung dan membuat kamu merasa kembung. Hal ini bisa memicu kamu semakin sering buang angin atau kentut. Tentunya suara dan bau kentut ini bisa menghilangkan hasrat bercinta dengan pasangan bukan?

    Bawang

    Bawang memang bisa menyebabkan napas bau, sehingga tak heran pantang dikonsumsi sebelum bermesraan dengan pasangan. Tapi apa kamu tahu bawang juga punya efek samping merubah aroma yang dikeluarkan tubuh?

    Studi yang dilakukan Columbia University Health Services menunjukkan kalau makanan yang berbau tajam, seperti bawang, mengandung asam sulfat yang tinggi. Zat ini bisa membuat keringat yang keluar dari pori-pori tubuh memiliki bau yang menyengat. Pastinya tidak ada yang mau melakukan ‘momen panas’ dengan pasangan yang bau badan bukan?

    Kedelai

    Kedelai memang menyehatkan, tapi ternyata tidak dianjurkan dikonsumsi sebelum bercinta. Studi menunjukkan konsumsi kedelai yang berlebihan bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Hormon yang tidak seimbang ini bisa berimbas pada menurunnya libido dan performa ranjang yang loyo.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kualitas Bercinta Anjlok Betulan Bikin Hubungan Retak, Begini Kata Psikoterapis


    Jakarta

    Wajar bila suatu hubungan menghadapi sejumlah konflik. Namun yang perlu pasutri ketahui, sering kali jika tidak ditangani dengan baik, konflik-konflik ini memicu memudarnya perasaan salah satu pasangan. Walhasil, penting untuk pasutri mengkomunikasikan konfliknya dengan baik.

    Namun lain halnya dengan perasaan ketertarikan seksual. Seringkali orang percaya, seseorang yang sudah kehilangan ketertarikan seksual terhadap pasangannya mungkin akan kesulitan untuk kembali menjalin hubungan sehat.

    Dikutip dari SheKnows, psikoterapis bernama dr Tina B. Tessina menjelaskan kondisi tersebut amat umum terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan daya tarik seseorang dalam berhubungan seksual. Faktor tersebut ialah kebutuhan dan harapan seksual pasangan tidak dapat terpenuhi serta hilangnya kepedulian terhadap penampilan.


    Hal tersebut dapat membuat seseorang merasa tidak tertarik lagi dengan pasangannya. Selain itu juga jika seorang pasangan tidak tinggal bersama, dapat timbul pudarnya perasaan serta minat seksual mereka. Misalkan jika hal tersebut terjadi, momen-momen romantis tidak terjadi secara spontan, kehidupan sehari-hari tidak menarik, dan karir akan menjadi rutinitas.

    Tidak hanya daya tarik atau penampilan fisik, dikutip dari SheKnows, ternyata seiring berjalannya waktu, hubungan setiap orang pasti akan berkembang dan dapat memicu pudarnya perasaan dan berkurangnya minat seksual.

    Sebenarnya, daya tarik ini bisa dibangkitkan kembali. Setiap pasangan harus menyadari apa yang membuat daya tarik mereka pudar satu sama lain, misalnya salah seseorang sering mengabaikan pasangannya karena terlalu lelah bekerja.

    Cara penyelesaiannya adalah berkomitmen untuk menghabiskan waktu bersama lebih lama. Penurunan daya tarik seseorang harus digantikan dengan kasih sayang, rasa humor dan komunikasi yang intim.

    Penting juga untuk diingat bahwa seiring berjalannya waktu, seks tidak hanya lagi mencapai orgasme, namun sebaliknya fokuskan pada kenikmatannya. Buatlah jadwal untuk melakukan seks, berkomunikasi dengan pasangan dan mencoba hal-hal baru di kamar tidur untuk mencairkan suasana kembali.

    Penting untuk diingat bahwa semua hubungan pasti akan mengalami pasang surut dan seseorang perlu mengingat apa yang menarik dari pasangannya saat awal jatuh cinta. Pikirkan mengapa seseorang tidak bisa memandang pasangannya dengan cara yang sama lagi dan komunikasikan hal-hal tersebut kepada pasangan dengan cara mendukung dan memberikan pengertian satu sama lain.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy