Jakarta –
Air lemon banyak dikonsumsi untuk menghidrasi tubuh hingga bantu menurunkan berat badan. Namun, dokter ini mengungkap kesalahan yang sering dilakukan banyak orang saat minum air lemon.
Air lemon disukai karena rasanya asam menyegarkan. Untuk membuatnya juga mudah karena tinggal mencampur perasan lemon dengan air hangat. Kemudian ada juga yang suka menambahkan madu, daun mint, atau timun agar rasanya lebih enak dan nutrisinya bertambah.
Konsumsi air lemon punya banyak manfaat sehat, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, dan menjaga hidrasi tubuh. Dalam hal diet, air lemon membantu karena sifatnya rendah kalori. Air lemon juga disebut mendukung metabolisme yang artinya meningkatkan pembakaran lemak tubuh.
Namun, dalam mengonsumsi air lemon, sering kali banyak orang melakukan kesalahan. Seperti halnya yang diungkap oleh Dr. Eric Berg DC melalui unggahan YouTube (25/4/2023). Pria 60 tahun yang aktif berbagi konten edukasi kesehatan ini menjelaskan 4 kesalahan minum air lemon paling umum seperti berikut:
1. Minum tepat sebelum makan
Dr. Berg tidak menyarankan kamu minum air lemon tepat sebelum makan karena kandungan asam sitrat bisa diubah menjadi senyawa alkalin. Kondisi ini berdampak pada terhambatnya pencernaan. Sebagai solusi, minum air lemon minimal 1/2 jam atau 1 jam sebelum waktu makan.
2. Minum air lemon tanpa dilarutkan air
Air lemon sebaiknya tidak diminum dalam dalam bentuk ekstrak begitu saja, tapi kamu perlu melarutkannya dengan air. “Melakukan hal ini artinya membiarkan asam yang sangat kuat mengenai gigi Anda. Kandungan pH air lemon yaitu 2 atau 3 yang artinya sama dengan asam hidroklorik,” jelas dokter yang berbasis di Virginia, Amerika Serikat itu.
Paparan asam yang kuat dari air lemon langsung ke gigi membuat enamel gigi bisa rusak. Solusinya, larutkan air lemon dengan air putih lalu minum menggunakan sedotan agar air asam tersebut tidak mengenai gigi langsung.
3. Minum dalam kondisi maag
Tak semua orang bebas mengonsumsi air lemon. Jika kamu punya kondisi maag atau sedang sariawan, jangan minum air lemon. Bakal terjadi kontraindikasi ketika asam mengenai perut atau bagian yang sedang sariawan. Jangan abaikan tanda berupa sensasi terbakar yang muncul usai minum air lemon. Jika muncul tanda itu, segera hentikan kebiasaan minum air lemon.
4. Penderita alkalosis
Alkalosis adalah kondisi medis yang terjadi ketika kadar basa (alkali) dalam darah tubuh berlebihan, menyebabkan pH darah meningkat menjadi abnormal tinggi, yaitu di atas 7,45 (alkalemia). Mereka yang menderita alkalosis tidak disarankan minum air lemon.
Konsumsi air lemon akan membuat kondisi tubuh terlalu banyak basa (alkali). Gejala yang ditimbulkan termasuk pusing, kebas, pernapasan cepat, hingga palpitasi jantung.
(adr/adr)
Bahaya! 5 Kebiasaan Ngopi Ini Bikin Berat Badan Melonjak
Jakarta –
Sering dianggap sepele, beberapa kebiasaan saat minum kopi justru kurang sehat dan bahkan bisa memicu kenaikkan berat badan secara signifikan.
Kopi sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Dari sekadar teman begadang hingga ritual pagi sebelum beraktivitas, secangkir kopi dianggap mampu menambah energi dan fokus. Tak heran, kafe dengan beragam menu kopi terus bermunculan dan ramai pengunjung.
Namun di balik kenikmatannya, kebiasaan minum kopi ternyata bisa membawa dampak yang tidak selalu baik. Apalagi jika dikombinasikan dengan bahan tambahan tertentu atau dikonsumsi dengan cara yang keliru.
Alih-alih menyehatkan, kebiasaan ini justru berpotensi menambah asupan kalori, mengacaukan pola makan, bahkan memengaruhi kondisi hormon.
Dilansir dari Parade (24/09/2025), penting bagi penikmat kopi untuk memahami kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar, tetapi diam-diam bisa menaikkan berat badan.
Berikut ini 5 kebiasan ngopi yang bikin berat badan melonjak:
1. Kopi dengan Perisa
coffee latte art Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/ |
Kopi hitam sejatinya rendah kalori dan aman untuk dikonsumsi. Namun, masalah muncul ketika berbagai perisa seperti vanila, moka, atau karamel ditambahkan ke dalamnya. Umumnya, kafe tidak menggunakan bahan alami murni untuk racikan kopi, melainkan sirup gula yang membuat kandungan kalori melonjak.
Sebagai contoh, segelas cinnamon dolce latte ukuran grande di Starbucks mencapai 340 kalori, setara dengan seporsi makanan berat. Untuk menyiasati hal ini, ahli gizi merekomendasikan menaburkan kayu manis asli sebagai pengganti rasa atau perisa di atas kopi.
Selain menambah aroma dan rasa, bubuk kayu manis juga memiliki sifat antiinflamasi serta membantu menstabilkan kadar gula darah. Dengan begitu, kenikmatan kopi tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun timbangan tubuh.
2. Tambahan Pemanis Buatan
Banyak orang mengganti gula dengan pemanis buatan, berharap kopi tetap manis tanpa tambahan kalori. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bahan seperti aspartam, sukralosa, atau sakarin justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan usus. Selain itu, rasa manis yang terlalu intens membuat lidah terbiasa sehingga tubuh semakin menginginkan makanan manis.
Akibatnya, risiko kenaikan berat badan tetap ada meski kalori lebih sedikit. Sebagai alternatif, madu atau sirup maple bisa digunakan dalam jumlah terbatas, misalnya satu sendok makan.
Meski tetap mengandung gula, keduanya menawarkan vitamin B dan mineral seperti zinc serta mangan. Pilihan lain adalah rempah alami, seperti kayu manis lebih aman dan menyehatkan.
3. Kopi Sebagai Pengganti Sarapan
Sarapan kopi. Foto: Getty Images/hxyume |
Banyak orang melewatkan sarapan demi mengurangi kalori, lalu hanya mengandalkan secangkir kopi. Menurut pakar gizi, kebiasaan ini tidak selalu buruk, terutama jika dilakukan sebagai bagian dari pola intermittent fasting. Minum kopi hitam di pagi hari lalu makan sekitar pukul 11 siang dapat membantu mengontrol gula darah sekaligus menjaga berat badan. Namun, ada pengecualian.
Bagi mereka yang berolahraga di pagi hari, tubuh membutuhkan asupan lebih cepat karena olahraga menurunkan kadar gula. Jika hanya minum kopi, rasa lapar berlebih bisa muncul dan memicu makan berlebihan di kemudian waktu.
Jadi meski bisa bermanfaat bagi sebagian orang, pola ngopi ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tujuan kesehatan masing-masing.
4. Kopi Bisa Ganggu Hormon
Meski terkenal sebagai penyemangat, kopi juga bisa menimbulkan dampak negatif, terutama jika diminum saat perut kosong. Kafein dapat merangsang produksi hormon kortisol, dikenal sebagai hormon stres, yang terkait dengan peningkatan berat badan. Alih-alih merasa segar, sebagian orang justru mengalami cemas, jantung berdebar, atau kelelahan setelah efek kopi mereda.
Hal ini menandakan adanya gangguan pada sistem hormonal yang bekerja ekstra keras. Jika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman setelah minum kopi, sebaiknya konsumsi dikurangi atau diganti dengan minuman lain yang lebih ringan.
Intinya, memperhatikan reaksi tubuh adalah langkah penting agar kopi tetap menjadi teman produktivitas, bukan pemicu masalah kesehatan.
5. Menikmati Kopi dengan Pastry
Menikmati Kopi dengan Pastry. Foto: iStock |
Pasangan klasik kopi dan pastry memang sulit ditolak. Donat, muffin, hingga roti pisang sering menjadi teman minum kopi yang praktis. Sayangnya, pilihan ini jarang memberi nilai gizi berarti, justru menambah asupan gula dan kalori berlebih. Sebagai ilustrasi, satu biji muffin rata-rata mengandung 510 kalori dan 49 gram gula, angka yang cukup tinggi hanya untuk camilan pagi.
Jika kebiasaan ini dilakukan rutin, usaha menurunkan berat badan bisa berakhir sia-sia. Bukan berarti harus sepenuhnya menghindari, tetapi cobalah lebih selektif.
Memilih camilan kaya serat atau protein, seperti roti gandum atau buah segar, bisa menjadi alternatif lebih sehat tanpa mengurangi kenikmatan menyeruput kopi hangat.
(sob/dfl)
Terungkap! Waktu Ideal Minum Kopi agar BAB Lancar dan Pencernaan Sehat
Jakarta –
Kopi dinikmati bukan hanya karena rasanya, melainkan juga berkat manfaat sehatnya. Kopi bisa melancarkan Buang Air Besar (BAB) jika diminum dengan cara dan waktu yang tepat.
Banyak orang mengandalkan asupan kopi untuk mendapatkan manfaat sehat. Misalnya meningkatkan fokus dan mendorong energi yang amat dibutuhkan saat memulai hari.
Bagi yang ingin menyehatkan pencernaan dan melancarkan BAB, konsumsi kopi ternyata juga bisa jadi andalan. Dikutip dari Eating Well (19/9/2025), ada jam ideal untuk minum kopi agar kamu bisa merasakan manfaat tersebut.
“Pagi hari memang waktu yang optimal untuk minum kopi guna melancarkan buang air besar,” ujar dokter spesialis gastroenterologi Dr. Rosario Ligresti.
Meskipun tidak ada waktu pasti jam berapa kopi sebaiknya diminum, tapi penelitian dan para ahli sepakat kalau pagi hari adalah waktu yang ideal. Hal ini menyesuaikan ritme sirkadian alami tubuh.
Kopi picu mulas dan BAB lancar jika diminum pagi hari. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yevhen Roshchyn |
Untuk diketahui, usus besar paling aktif dan siap untuk buang air besar dalam beberapa jam pertama setelah bangun tidur. Kontraksi usus besar meningkat di pagi hari dan melambat di malam hari.
“Minum kopi selama waktu ini bertindak sebagai stimulan tambahan yang kuat, bekerja secara sinergis dengan proses alami tubuh Anda,” tambah Ligresti.
Minum kopi juga memicu refleks gastrokolik, proses alami di mana makan atau minum menyebabkan gelombang kontraksi untuk mendorong tinja menuju rektum, jelas ahli gastroenterologi Dr. Kiran Sachdev.
Pada dasarnya, refleks ini adalah suara internal tubuh yang memberi tahu seseorang: “Saya harus buang air besar!”. Refleks ini pun paling kuat terjadi pada pagi hari.
Refleks gastrokolik bisa semakin kuat jika kopi dikonsumsi bersama menu sarapan. Dr. Sachdev juga menyarankan untuk menghindari minum kopi saat perut kosong karena dapat menyebabkan refluks, kembung atau diare bagi sebagian orang.
Saat pagi hari, hindari minum kopi dalam kondisi perut kosong. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yevhen Roshchyn |
Selain manfaat maksimal untuk kesehatan pencernaan dan kelancaran BAB, minum kopi pada pagi hari juga disarankan karena tidak akan mengganggu kualitas tidur malam.
Lalu, mengapa kopi memicu mulas dan ingin BAB? Jawabannya ada pada kombinasi beberapa faktor. Salah satunya kafein yang memang bersifat sebagai pencahar alami.
Kopi juga mengandung senyawa lain yang melancarkan buang air besar. “Kopi sendiri mengandung ratusan senyawa, termasuk asam klorogenat dan melanoidin, yang secara langsung merangsang aktivitas motorik kolon,” jelas Dr. Ligresti.
(adr/adr)
Hati-hati! 5 Makanan Ini Berbahaya Jika Disantap Mentah
Jakarta –
Baik memasak sendiri di rumah maupun makan di restoran, penting untuk tahu makanan apa saja yang aman dimakan mentah dan mana yang sebaiknya dihindari.
Pasalnya bakteri, virus, hingga parasit penyebab berbagai penyakit bisa berkembang pada bahan makanan tertentu. Mengkonsumsi daging setengah matang misalnya, bisa berisiko menimbulkan keracunan makanan dengan gejala berupa kram perut, mual, diare, muntah, demam, hingga kasus parah yang bisa merusak ginjal.
Keracunan makanan memang tidak menyenangkan, dan bisa sangat berbahaya bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah. Data CDC memperkirakan 48 juta orang di Amerika terkena penyakit akibat makanan setiap tahun. Karena itu, memasak makanan dengan benar adalah cara paling sederhana untuk tetap aman.
Dilansir dari Good Housekeeping (19/09/2025), berikut 5 makanan yang tidak boleh dimakan dalam keadaan mentah:
1. Daging Unggas
Daging ayam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rungroj Nuiman |
Daging unggas seperti ayam, bebek, kalkun, angsa, burung puyuh hingga burung dara perlu dimasak hingga benar-benar matang untuk membunuh semua patogen, termasuk virus flu burung yang tak bisa bertahan pada suhu tinggi.
Saat menyiapkan daging ayam atau daging unggas lainnya, jangan pernah mencucinya dengan air. Cara itu justru meningkatkan risiko kontaminasi silang karena cipratan air dapat membawa bakteri ke peralatan dapur lain. Cukup pastikan dimasak matang sempurna sebelum dikonsumsi.
2. Daging Sapi Giling
Tidak semua jenis daging sapi aman untuk dikonsumsi mentah atau setengah matag. Contohnya daging sapi giling yang berisiko membawa bakteri E. coli yang bisa menyebabkan penyakit serius, terutama pada anak-anak dan orang dengan imun lemah.
Berbeda dengan potongan daging sapi utuh, bakteri pada daging giling bisa menyebar ke seluruh bagian saat proses pengolahan. Itulah sebabnya daging giling lebih rentan. Menurut USDA, suhu aman untuk mematangkan daging sapi giling adalah 72 derajat celcius.
Artinya, patty untuk burger yang dimasak sampai matang akan lebih aman dikonsumsi. Cara memastikannya bisa menggunakan termometer makanan dan tusukkan ke bagian tengah daging untuk memeriksa suhunga.
Dengan begitu, olahan daging giling bisa dinikmati tanpa khawatir ada bakteri berbahaya yang tertinggal.
3. Seafood
Seafood. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock |
Kerang-kerangan seperti tiram, remis, kerang hijau, udang, lobster hingga kepiting bisa membawa bakteri Vibrio atau virus seperti norovirus, terutama jika kurang matang. Patogen ini bisa memicu gangguan pencernaan serius.
Kerang harus dimasak sampai cangkangnya terbuka, sedangkan udang atau lobster disarankan untuk dimasak di suhu minimal 63 derajat celcius. Gunakan termometer dan cek bagian tengah udang atau lobster untuk hasil yang akurat.
Dengan pengolahan yang tepat, seafood tidak hanya terasa lebih lezat tetapi juga aman dikonsumsi tanpa risiko kesehatan yang mengintai.
4. Telur
Telur mentah atau setengah matan banyak dikonsumsi sebagai cocolan makan roti, daging, sampai campuran di nasi putih hangat seperti di negara-negara Asia. Faktanya, menyantap telur mentah atau setengah matang berisiko membawa bakteri Salmonella.
Setiap telur sebaiknya dimasak hingga bagian putih dan kuningnya benar-benar padat. Selain itu, meski virus flu burung sempat menimbulkan kekhawatiran, telur dari ayam yang terinfeksi biasanya cacat dan tidak dipasarkan.
Jadi orang-orang tak perlu khawatir. Pastikan saja telur dimasak dengan benar sebelum dikonsumsi. Hindari mencicipi adonan kue atau makanan yang masih menggunakan telur mentah sebagai bahan utamanya.
5. Tauge
Tauge Foto: Getty Images/iStockphoto/xuanhuongho |
Kecambah mentah seperti alfalfa atau tauge memang memberi sensasi renyah pada hidangan seperti salad sampai bakso, tetapi sebaiknya sayuran ini dihindari saat masih mentah. Tauge yang tumbuh di tempat lembap berpotensi terpapar bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria.
Bakteri ini berbahaya, terutama bagi ibu hamil, anak kecil, serta lansia. Meski kaya nutrisi dan antioksidan, kecambah mentah terlalu berisiko.
Kabar baiknya, cukup dengan menumis atau memasaknya sekitar dua menit, sebagian besar bakteri pada tauge akan mati. Dengan begitu, kecambah tetap bisa dinikmati dengan aman dan bergizi.
(sob/dfl)
Waspada! Kebiasaan Telat Sarapan Bisa Picu Risiko Kematian Dini
Jakarta –
Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara waktu sarapan, dengan risiko kematian dini pada orang lanjut usia.
Sarapan dipercaya sebagai waktu makan yang paling penting sepanjang hari. Selain untuk menambah energi, sarapan bisa membuat tubuh lebih segar, tidak gampang mengantuk sampai membuat orang lebih fokus.
Selain itu banyak juga manfaat kesehatan dari sarapan, seperti penelitian yang menyorot kaitan antara waktu sarapan dan risiko kematian dini.
Dilansir dari Unilad (19/09/2025), penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh tim peneliti internasional ini menyoroti bahwa semakin siang seseorang sarapan, semakin tinggi pula risiko kesehatannya di masa tua.
Pola sarapan. Foto: iStock |
Temuan ini memang tidak serta-merta menunjukkan efek jika sarapan di siang hari akan memperpendek usia, namun data yang dihimpun selama beberapa dekade menunjukkan adanya pola yang konsisten.
Data penelitian berasal dari hampir 3.000 orang dewasa di Newcastle dan Manchester, Inggris, yang diamati sejak 1983 hingga 2017. Dengan rentang usia peserta dari 42 hingga 94 tahun. Ketika semua peserta bergabung, mereka diminta mengisi kuesioner mengenai kesehatan, gaya hidup serta pola makan.
Hasilnya menunjukkan seiring bertambahnya usia, orang akan cenderung makan lebih siang atau telat makan. Baik saat sarapan maupun makan malam. Pergeseran waktu makan tersebut ternyata berkaitan dengan menurunnya kondisi fisik dan mental.
Peneliti menemukan, semakin siang seseorang makan pertama kali di hari itu maka akan meningkatkan risiko kematian selama periode studi sebesar 8% hingga 11%. Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa hubungan ini tidak serta-merta berarti sebab-akibat.
Sarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto/DimaSobko |
Kebiasaan makan lebih siang bisa menjadi cerminan adanya gangguan kesehatan, seperti sulit bangun, menurunnya nafsu makan, atau kondisi mental yang membuat persiapan seseorang untuk makan terasa lebih berat.
Ahli gizi dari Harvard Medical School, Hassan Dashti, yang terlibat dalam studi ini menjelaskan bahwa waktu sarapan bisa menjadi indikator sederhana status kesehatan seseorang terutama pada kelompok lansia.
Menurutnya penelitian ini membantu memahami bagaimana pergeseran waktu makan seiring bertambahnya usia terkait erat dengan kesehatan dan harapan hidup.
Dengan demikian, waktu sarapan bukan hanya soal rutinitas, melainkan juga bisa menjadi petunjuk penting untuk memantau kondisi tubuh di usia lanjut.
(sob/dfl)
Ew! 7 Makanan dan Minuman Ini Bikin Karang Gigi Cepat Numpuk
Jakarta –
Makanan dan minuman yang masuk ke mulut bisa menyebabkan masalah potensial pada kesehatan gigi. Jika tidak rutin dibersihkan, bisa menumpuk karang gigi.
Menjaga kebersihan mulut dan gigi sangat penting, tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk estetika. Namun sayangnya masih banyak orang yang abai dengan hal ini.
Misalnya dengan rutin sikat gigi dan rutin menggunakan dental floss atau benang gigi setelah makan dan minum.
Pasalnya ada kandungan pada makanan yang menjadi penyebab pembentukan plak dan berakhir menjadi karang gigi.
Dilansir dari nebuladentalclinic.ca (1/2/24) berikut 7 makanan penyebab pembentuk karang gigi:
1. Makanan manis
Ilustari makan makanan manis. Foto: Getty Images/kitzcorner |
Makan makanan dan minuman manis dapat menyebabkan karang gigi menumpuk. Makanan yang mengandung gula bisa menyebabkan bakteri di mulut berkembang lebih cepat.
Bakteri tersebut kemudian menghasilkan asam yang merusak enamel gigi dan menciptakan plak. Jika tidak dibersihkan akan mengeras dan membentuk karang gigi.
2. Makanan bertepung
Makanan bertepung dapat memicu pembentukan karang gigi. Hal tersebut karena bakteri di dalam mulut menggunakan karbohidrat dari tepung sebagai makanan untuk menghasilkan asam.
Asam yang dihasilkan tersebut akan mengikis enamel gigi dan menyebabkan plak yang terbentuk lebih cepat. Ketika plak tidak dibersihkan, maka terbentuk karang di permukaan gigi.
3. Minuman alkohol
Minuman alkohol Foto: iStock |
Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi tersebut akan mengurangi produksi air liur. Air liur sangat penting untuk menjaga kesehatan mulut.
Air liur berperan menetralkan asam dan membersihkan partikel makanan yang tersisa. Penurunan produksi air liur akan meningkatkan kerentanan terhadap penumpukan plak.
4. Kopi dan teh
Meskipun kopi dan teh merupakan minuman yang menyegarkan, tetapi ada efek sampingnya. Kopi dan teh mengandung tanin atau senyawa polifenol alami.
Senyawa tersebut dapat meninggalkan noda pada gigi, sehingga membuat gigi tampak kusam dan menguning. Selain itu, tanin juga memicu pembentukan karang gigi.
Sifat asam pada kopi dan teh juga dapat merusak lapisan enamel gigi, yang kemudian mempermudah bakteri menempel pada gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
5. Minuman bersoda
Minuman bersoda dapat menyebabkan karang gigi. Foto: Getty Images/tongpatong |
Minuman bersoda selalu dibarengi dengan rasa manis. Kedua hal tersebut menimbulkan masalah ganda pada gigi.
Minuman bersoda tidak hanya mengandung gula, tetapi juga bersifat asam. Kombinasi gula dan keasaman tersebut menciptakan plak dan melemahkan enamel gigi.
6. Buah kering
Buah kering kerap menjadi camilan praktis dan menyehatkan. Namun buah kering juga bisa menjadi pemicu pembentukan karang gigi.
Biasanya buah kering memiliki tekstur yang lengket. Hal tersebut berpeluang menempel pada gigi, jika tidak dibersihkan dengan baik berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab plak.
7. Buah citrus
Buah jeruk ilustrasi. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN |
Buah citrus, seperti jeruk dan lemon kaya akan vitamin C. Nutrisi tersebut jelas sangat bermanfaat untuk kesehatan. Namun buah citrus juga punya tingkat keasaman yang tinggi.
Hal tersebut yang akan membuat gigi menjadi lebih rentan terhadap penumpukan plak dan pembusukan. Setelah makan buah citrus, sebaiknya berkumur untuk menetralkan keasamannya.
(raf/dfl)
Makan Malam Jam Berapa yang Paling Baik? Ini Penjelasan Pakar
Jakarta –
Makan malam ada waktu idealnya agar tidak berimbas buruk pada metabolisme tubuh dan berat badan. Ini waktu makan malam yang disarankan oleh pakar kesehatan.
Makan malam termasuk waktu makan utama harian yang sebaiknya dilakukan. Makan malam yang sehat tidak sekadar soal pilihan menunya, tapi juga waktu mengonsumsinya.
Dikutip dari Health (1/7/2025), manusia punya “jam tubuh” yang mengatur fisiologi dan perilaku sedemikian rupa sehingga seseorang bisa menjadi orang yang berbeda pada pagi dan malam hari, seperti dijelaskan Frank Scheer, PhD, pakar kronobiologi medis.
Artinya, konsumsi makanan yang sama persis dapat memiliki efek berbeda pada tubuh, tergantung kapan kamu memakannya.
Scheer dan rekan-rekannya melakukan penelitian laboratorium. Hasilnya menunjukkan, orang yang makan malam lebih larut merasa lebih lapar dan membakar lebih sedikit kalori, dibanding orang yang makan malam lebih awal.
Makan malam terlalu larut juga memicu perubahan tingkat jaringan yang mendorong penambahan lemak. Selain itu, hal ini juga dikaitkan dengan risiko seseorang lebih tinggi mengalami masalah kesehatan metabolik, termasuk diabetes tipe 2 dan obesitas.
Di sisi lain, penelitian berbeda menemukan konsumsi makan malam lebih awal dapat dapat berkontribusi pada penurunan berat badan dan peningkatan penanda kesehatan metabolik yang lebih baik.
Intinya, “Bagi kebanyakan orang, akan lebih baik untuk membatasi jumlah asupan makanan pada malam hari,” kata Scheer.
Lantas, kapan waktu terbaik makan malam?
Makan malam idealnya antara pukul 17.00-19.00. Foto: freepik/Freepik |
Para ilmuwan belum mengidentifikasi waktu makan malam “terbaik”, tetapi bisa dikatakan lebih bagus jika makan malam tidak terlalu larut. Usahakan beri jeda 2 jam atau lebih antara waktu makan malam dan waktu tidur.
Collin Popp, PhD dari Fakultas Kedokteran NYU Grossman merekomendasikan makan malam antara pukul 17.00-19.00. Namun, jika tidak bisa pada jam tersebut, maka tidak masalah.
“Jangan terlalu stres, terutama jika itu hanya sesekali. Hanya saja, usahakan tidak makan makanan berat yang membuat Anda kenyang sesaat sebelum tidur,” kata Popp.
Ia merekomendasikan lebih baik mengisi perut pada pagi hari. “Prioritaskan sarapan dan pastikan makanan tersebut mengandung banyak protein, serat, dan lemak sehat agar Anda tidak terlalu lapar di malam hari,” tutup Poop.
(adr/adr)
Agar Tak Mudah Marah, Kurangi Asupan 6 Makanan Ini!
Jakarta –
Dalam kehidupan yang serba cepat, apa yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada suasana hati dan emosi.
Beberapa makanan mampu membuat perasaan lebih tenang dan bahagia, sementara yang lain justru bisa memicu rasa marah dan mudah tersinggung.
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda, tetapi penting untuk memperhatikan sinyal tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.
Dilansir dari Times of India (25/08/2025), berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi suasana hati menjadi lebih buruk:
1. Makanan Olahan dan Makanan Manis
Pria sedang makan burger, makanan cepat saji Foto: Sander Dalhuisen/Unsplash |
Makanan cepat saji dan camilan manis memang memberi energi instan, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah lonjakan energi itu, biasanya tubuh mengalami penurunan drastis yang membuat suasana hati ikut berubah.
Kandungan gula dalam makanan olahan juga bisa membuat gula darah naik turun, sehingga memicu emosi tidak stabil sehingga orang lebih mudah marah dan emosi. Menggantinya dengan makanan sehat yang minim proses pengolahan akan membantu menjaga energi lebih seimbang.
2. Kafein Berlebihan
Secangkir kopi di pagi hari menjadi rutinitas banyak orang. Namun terlalu banyak kafein bisa menimbulkan rasa gelisah, cemas, bahkan mudah marah.
Kafein juga bisa mengganggu pola tidur yang akhirnya berdampak pada tingkat stres yang memicu emosi seseorang menjadi tidak stabil. Untuk menghindari efek samping ini, batasi asupan kafein dan sesekali pilih teh herbal atau kopi tanpa kafein agar tubuh lebih rileks.
3. Minuman Beralkohol
Minuman BeralkoholFoto: ET Today/iStock |
Dalam jumlah sedikit, minuman yang mengandung alkohol mungkin memberi efek rileks dan menenangkan pada tubuh.
Namun jika dikonsumsi berlebihan, alkohol bisa mempengaruhi keseimbangan zat kimia di otak dan memicu perubahan suasana hati, termasuk rasa marah dan mudah tersinggung. Mengendalikan jumlah konsumsi minuman beralkohol penting untuk menjaga keseimbangan emosi.
4. Makanan yang Berlemak
Makanan yang tinggi lemak trans atau lemak jenuh, seperti gorengan dan makanan cepat saji, tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental.
Lemak jenis ini dapat memicu peradangan yang berpengaruh pada fungsi otak dan akhirnya membuat suasana hati mudah terganggu. Menggantinya dengan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun akan lebih menyehatkan tubuh sekaligus pikiran.
5. Camilan Tinggi Garam
Camilan Tinggi Garam Foto: Site News |
Keripik, biskuit, atau camilan asin lainnya memang terasa nikmat, tetapi kandungan garam berlebih bisa menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat mempengaruhi tekanan darah serta suasana hati.
Pilih camilan yang lebih sehat, seperti buah segar, kacang, atau camilan dari biji-bijian utuh untuk mendukung tubuh tetap bugar dan mood lebih stabil.
6. Menu Sereal untuk Sarapan
Sereal dengan kandungan gula tinggi sering memberi energi instan di pagi hari. Namun efeknya tidak bertahan lama karena kadar gula darah akan turun drastis setelahnya. Hal ini bisa membuat tubuh lemas, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Pilihan yang lebih baik adalah sereal rendah gula, gandum utuh, atau sarapan dengan tambahan protein agar energi bertahan lebih lama.
Sesekali menikmati makanan yang kurang sehat tentu wajar. Namun menjaga pola makan yang seimbang dan bergizi akan membantu menciptakan tubuh yang lebih sehat sekaligus suasana hati yang lebih tenang.
Dengarkan tubuh, perhatikan reaksi tubuh setelah makan, dan pilihlah makanan yang benar-benar memberi kebaikan bagi fisik maupun mental.
(sob/dfl)
Kenali 5 Cacing dan Bakteri yang Sering ‘Bersembunyi’ di Makanan
Jakarta –
Dalam mengolah bahan makanan sehari-hari, setiap orang perlu hati-hati. Sebab cacing dan bakteri mungkin terpapar dalam bahan makanan yang sering dikonsumsi. Kenali daftarnya berikut ini.
Cacing dan bakteri penyebab keracunan makanan, seperti cacing pita, cacing gelang, dan E.coli , bisa menimbulkan efek samping kesehatan serius jika masuk ke dalam tubuh. Secara fisik keduanya memang sulit dilihat kasat mata, tapi ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat diambil.
Dikutip dari Healthline (24/8/2025), inilah 5 jenis cacing dan bakteri yang kerap terpapar dalam bahan makanan sehari-hari:
1. E. coli
E. coli adalah bakteri yang bisa menyebabkan seseorang jatuh sakit. Biasanya ditemukan pada produk daging yang belum matang sempurna. Bakteri E. coli tidak dapat dilihat, tidak dapat dirasakan, dan tidak dapat dicium. Jika kamu mencernanya, gejala yang timbul antara lain nyeri perut, muntah, demam, hingga diare.
Paparan bakteri E. coli bisa dicegah dengan cara memasak semua daging, khususnya ayam, hingga matang sempurna. Paling tidak suhu di dalam daging mencapai 71.1°C. Kemudian saat menyiapkan daging di dapur, pastikan permukaan dan alat-alatnya bersih. Pastikan tidak menggunakan alat dapur yang sama untuk mengolah sayuran dan cuci tangan rutin.
2. Giardia
Hati-hati konsumsi daging yang kurang matang karena berisiko mengandung parasit. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Giardia bukan bakteri atau cacing, melainkan protozoa mikroskopis yang menyebabkan giardiasis, yaitu infeksi usus yang ditandai dengan diare berair, kram perut, kembung, dan mual. Biasanya terdapat pada bahan makanan yang terkontaminasi feses mengandung parasit tersebut.
Giardia mungkin ada di produk daging babi dan daging kambing yang tidak matang. Kamu bisa mencegah paparannya dengan memasak daging hingga matang sempurna. Kemudian giardia juga mungkin ada di sumber air yang kotor. Jadi pastikan selalu minum air yang bersih.
3. Cacing pita
Ada beberapa jenis cacing pita yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Sebagian besar cacing pita yang menyerang manusia berasal dari konsumsi produk hewani yang kurang matang, seperti daging sapi, daging babi, dan ikan.
Mengkhawatirkannya, gejala infeksi cacing pita sering kali tidak terdeteksi. Orang dapat hidup dengan cacing pita dan tidak menyadarinya selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ketika nampak, gejalanya antara lain penurunan berat badan, sakit perut, dan iritasi anus.
Infeksi cacing pita dapat dicegah dengan memasak semua daging sampai matang. Kemudian mencuci semua buah dan sayur sebelum dimakan atau dimasak.
4. Ascaris
Cacing gelang mungkin terpapar pada buah dan sayur yang tidak dicuci sebelum dikonsumsi. Foto: Facebook/Harry Welling |
Cacing ascaris adalahnematoda (cacing gelang) parasit yang hidup di usus halus manusia dan menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi terjadi ketika manusia secara tidak sengaja menelan telur cacing yang terkontaminasi, salah satunya lewat makanan.
Misalnya ketika kamu makan buah dan sayuran yang ditanam di tanah, tapi tidak dicuci sebelum dikonsumsi. Gejala askariasis seringkali ringan atau bahkan tidak ada, tetapi dapat meliputi mual, muntah, dan sakit perut, serta batuk dan sesak napas.
5. Cacing pipih
Ada beberapa jenis cacing pipih atau cacing gelang yang dapat ditemukan pada ikan, seperti Opisthorchiidae dan Paragonimus. Cacing-cacing ini mati selama proses pemasakan.
Jadi jika kamu terpapar cacing pipih, kemungkinan besar berasal dari asupan ikan mentah. Gejala infeksi cacing pipih bervariasi tergantung spesiesnya. Gejalanya mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk muncul, tetapi paling sering berupa gangguan pencernaan.
(adr/adr)
6 Buah dan Sayur Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Usus Secara Alami
Jakarta –
Kesehatan usus perlu dijaga karena memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Salah satu caranya dengan mengonsumsi buah dan sayur kaya serat, prebiotik, dan probiotik berikut ini.
Menjaga kesehatan usus sangat bermanfaat untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Usus punya peran penting dalam sistem pencernaan, imunitas tubuh, hingga kesehatan mental seseorang.
Mengonsumsi makanan sehat bernutrisi tepat adalah cara ideal menjaga kesehatan usus. Contohnya buah dan sayur yang kaya serat, prebiotik, dan probiotik. Kombinasi nutrisi tersebut mampu mendorong produksi bakteri baik di usus yang akhirnya menyeimbangkan mikrobioma usus dan mengurangi inflamasi.
Dikutip dari Times of India (19/8/2025), inilah 6 buah dan sayur terbaik untuk menjaga kesehatan usus secara alami:
1. Apel
Apel mengandung serat larut berupa pektin yang pada dasarnya merupakan serat prebiotik untuk memberi makan bakteri baik di usus. Manfaat lainnya juga mengurangi inflamasi dan memperlancar proses pencernaan.
Kandungan serat yang tinggi pada apel juga bantu melancarkan buang air besar. Selain itu, apel mengandung enzim alami yang bantu memecah makanan di usus dan memastikan pencernaan berjalan lancar.
2. Pisang
Foto: chandlervid85/Freepik |
Pisang kaya pati resisten, jenis serat yang tahan terhadap pencernaan dan bertindak sebagai prebiotik. Pisang juga mengandung pektin yang menguntungkan bakteri baik di usus.
Saat dicerna, pisang bersifat lembut dan tidak menyebabkan rasa tidak nyaman di saluran pencernaan. Jadi konsumsinya ideal untuk mereka yang perutnya sensitif atau alami sindrom iritasi usus besar (IBS). Makan pisang secara teratur juga dikaitkan dengan manfaat cegah sembelit.
3. Sayuran berdaun hijau
Tak ada alasan untuk tidak rutin mengonsumsi sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kale. Jenis sayuran ini kaya serat, antioksidan, dan vitamin yang bantu menjaga usus tetap sehat.
Sayuran berdaun hijau kaya magnesium yang bermanfaat untuk buang air besar teratur dan mencegah sembelit. Kandungan antioksidan-nya juga bisa diandalkan untuk mengurangi inflamasi dan mendukung kesehatan usus secara umum.
4. Ubi
Kabar baik untuk pencinta ubi karena makanan favoritnya mengandung serat larut yang menguntungkan kesehatan. Ubi juga mengandung antioksidan betakaroten dan antosianin yang memiliki senyawa antiinflamasi.
Serat pada ubi-lah yang menguntungkan kesehatan usus, seperti membuat buang air besar lancar dan memberi makan bakteri baik pada usus.
5. Wortel
Wortel enak dijadikan camilan sehat dengan cara direbus, diolah bersama sup, hingga jadi racikan smoothies. Sayuran ini kaya serat larut dan betakaroten yang mencegah peradangan di usus.
Bahkan senyawa antioksidan pada wortel disebut membantu melindungi lapisan usus dari kerusakan. Jadikan wortel sebagai asupan sayuran harian yang nikmat menyehatkan usus.
6. Alpukat
Foto: Getty Images/Iamthatiam |
Alpukat kaya akan serat, lemak sehat, dan prebiotik. Kandungan lemak tak jenuh tunggal pada alpukat mengurangi inflamasi dan aman dikonsumsi mereka yang alami sindrom iritasi usus besar (IBS).
Sementara kandungan seratnya bantu melancarkan pencernaan dan mendukung kesehatan usus secara umum. Alpukat bisa dimakan langsung sebagai buah segar atau dijadikan topping roti panggang, jus, dan isian salad.
(adr/adr)






















