Jakarta –
Tidak hanya produk perawatan, menjaga asupan nutrisi juga penting untuk kesehatan kulit. Dokter spesialis kulit menyarankan beberapa makanan yang bikin wajah mulus.
Menggunakan produk perawatan kulit dengan rutin penting untuk menjaga kelembapan dan mencegah gangguan kesehatan kulit. Selain itu, memerhatikan asupan nutrisi yang tepat juga penting.
Kulit, terutama pada bagian wajah, butuh asupan nutrisi khusus untuk mendukung kesehatannya. Ada beberapa asupan nutrisi khusus yang disarankan oleh dokter spesialis kulit untuk menjaga kesehatan dan kulit tetap mulus.
Menurut pakarnya, nutrisi yang cukup untuk kulit dapat membantu efektivitas hasil perawatan kulit agar lebih maksimal. Bahan-bahan makanan yang disarankan juga mudah ditemukan dan dipadukan dalam pola diet sehari-hari.
Baca juga: Keren! Petani 70 Tahun Ini Mampu Hasilkan 75.000 Kg Pepaya per Tahun
Berikut 5 asupan nutrisi yang disarankan oleh dokter kulit dilansir dari Byrdie (25/2/2024):
Makanan tinggi prebiotik dan probiotik baik untuk menjaga kesehatan kulit. Foto: Getty Images/Thai Liang Lim |
1. Probiotik dan Prebiotik
Usus disebut sebagai otak kedua manusia. Menjaga kesehatan pencernaan memiliki pengaruh yang besar untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kulit.
Whitney Bowe, dokter kulit bersertifikasi, menyarankan untuk tidak pernah melupakan asupan probiotik. Misalnya seperti kombucha, acar, dan yogurt.
Begitupula dengan pentingnya asupan prebiotik yang bisa didapatkan dari beberapa makanan tertentu. Bowe menyarankan bawang putih, daun bawang, hingga asparagus untuk rutin dikonsumsi sebagai asupan prebiotik yang sehat.
2. Sayuran Hijau
Sayuran hijau memiliki kandungan serat yang tinggi. Fungsi utama dari asupan serat yang baik adalah melancarkan dan menjaga kesehatan pencernaan.
Tetapi, sayuran hijau juga punya khasiat yang baik untuk menjaga kesehatan kulit. Beberapa sayuran hijau diperkaya dengan nutrisi seperti vitamin C dan E yang dapat memperkuat kulit baik dari matahari maupun inflamasi.
“Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli memiliki kandungan antioksidan dan vitamin yang berkhasiat untuk kulit,” kata Dr Rachel Maiman, ahli kosmetik dan dokter kulit.
3. Kunyit
Salah satu rempah yang hampir tak pernah absen dari dapur ini punya khasiat khusus. Kunyit mengandung kurkumin yang dapat meredakan inflamasi.
Jika dikonsumsi rutin, kunyit dapat menguatkan imunitas dan fungsi otak. Mengonsumsi kunyit sebagai minuman yang dilarutkan pada air hangat dapat menjaga keseimbangan kulit.
Komponen antiinflamasinya dapat melindungi kulit melawan radikal bebas. Jika radikal bebas tak diatasi, efeknya dapat merusak skin barrier dan menurunkan kekebalan kulit.
Vitamin A pada telur dapat menenangkan dan menutrisi kulit. Foto: Getty Images/Thai Liang Lim |
4. Telur
Di Korea Selatan, telur tidak hanya sekadar asupan sehari-hari. Tetapi ada juga tren krim telur yang digunakan pada produk kecantikan.
Alasannya terletak pada khasiat kuning telur untuk kesehatan kulit. Kuning telur punya manfaat yang baik untuk menenangkan dan menutrisi kulit.
Di dalamnya ada kandungan vitamin A yang perannya penting untuk kesehatan kulit. Sehingga mengonsumsi telur secara rutin juga dianggap sebagai cara efektif untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam.
5. Ikan
Enak dan sehat menjadi frasa yang menggambarkan khasiat ikan untuk tubuh. Ikan memiliki kandungan lemak sehat khusus yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga hampir seluruh organnya, termasuk kulit.
“Lemak ikan, secara spesifik seperti salmon liar, sarden, dan makarel memiliki protein penting dan asam amino, yang dapat memperbaiki lapisan kulit dan menjaganya lebih kuat,” jelas Lauren Minchen, ahli gizi bersertifikat.
Adapun beberapa ikan yang disarankan oleh ahli gizi dan dokter kulit misalnya seperti salmon, tuna, halibut, kakap, hingga sarden yang memiliki kandungan selenium. Konsumsi ikan secara rutin dapat mengembalikan kelembapan alami kulit dan melawan kering serta warna yang tak merata.
Baca juga: Pelanggan Ngamuk Nggak Terima Sup Pesanannya Penuh Lemak
(dfl/adr)
5 Pola Makan Sehat yang Terbukti Efektif Kurangi Risiko Kanker
Jakarta –
Kanker tengah jadi sorotan di tengah kabar berpulangnya komedian Mpok Alpa. Penyakit serius ini dapat dicegah dengan menerapkan pola makan sehat yang terbukti efektif mengurangi risikonya.
Komedian Mpok Alpa meninggal hari ini (15/8) karena kanker. Selama 3 tahun, Mpok Alpa berjuang melawan penyakit mematikan tersebut. Bahkan ketika ia hamil hingga melahirkan anak kembarnya yang bernama Raffa dan Raffi pada Oktober 2024.
Kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, gender, dan riwayat kesehatan keluarga. Faktor seperti ini memang tidak bisa dikontrol, tapi faktor seperti gaya hidup dan pola makan dapat dikontrol.
Untuk pola makan, NY Post (11/10/2024) mengungkap 5 hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko kanker:
1. Konsumsi karbohidrat kaya serat
Daniel-MacDougall, seorang ahli epidemiologi kanker mengatakan serat adalah nutrisi favoritnya untuk mencegah kanker. Beberapa hasil penelitian menunjukkan asupan serat yang tinggi mampu menurunkan beberapa jenis kanker, termasuk kanker esofagus, lambung, usus besar, dan rektum.
American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya 25 hingga 30 gram serat sehari. Serat berfungsi ‘memberi makan’ bakteri usus yang sehat. Ahli kesehatan pun menyarankan konsumsi sumber karbohidrat kaya serat, seperti dari bijian utuh, kacang-kacangan, gandum utuh, dan buah seperti jeruk dan apel.
Daniel-MacDougall menghimbau orang-orang untuk tidak mengonsumsi sumber karbohidrat ultra-olahan dan rendah serat, seperti oatmeal instan dan roti.
2. Beralih ke protein nabati dan daging rendah lemak
Mengonsumsi terlalu banyak daging merah tidak disarankan karena berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Daging merah mengandung zat besi heme yang mendorong produksi bahan kimia yang berpotensi karsinogenik.
Belum lagi konsumsi daging olahan yang lebih buruk untuk kesehatan karena ditambahkan berbagai zat kimia. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker WHO bahkan mengklasifikasikan daging olahan “karsinogenik bagi manusia” pada tahun 2015.
Alih-alih konsumsi daging merah dan daging olahan, coba beralih ke daging putih seperti daging ayam dan ikan. Untuk ikan disarankan yang tinggi kandungan minyak sehat seperti salmon.
Kalau jalani pola makan vegan atau vegetarian, para ahli menyarankan konsumsi protein nabati berserat tinggi seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Perhatikan juga cara masaknya. Jangan dipanggang atau dibakar karena dapat menghasilkan senyawa karsinogenik.
3. Asupan beragam buah dan sayur
Konsumsi beragam buah dan sayur juga penting untuk mencegah risiko kanker. Sebab senyawa berbeda dari tiap buah dan sayur bekerja sama untuk menghambat pertumbuhan kanker secara bertahap.
Meski semua buah dan sayur dianjurkan, tapi ada beberapa yang menonjol berkat sifat antikanker-nya. Misalnya sayuran berdaun hijau, jamur, berry, dan apel yang tidak dikupas.
Ahli gizi terkait kanker, Nichole Andrews juga merekomendasikan buah pir. Buah ini kaya serat, antioksidan, dan nutrisi lain yang terbukti membantu menjaga kadar gula darah. Semua ini adalah komponen utama pencegahan kanker.
4. Camilan kacang dan buah kering
Dalam memilih camilan, usahakan yang sehat dan memang punya khasiat mencegah kanker. Ahli merekomendasikan pilih kacang dan buah kering.
Kacang walnut secara khusus bersifat antiinflamasi dan kaya asam lemak omega 3. Selain khasiat antikanker, para peneliti di National Institute on Aging menemukan konsumsi kacang walnut dapat membantu meningkatkan daya ingat pada pasien Alzheimer.
5. Pakai rempah sebagai bumbu masak alami
Daniel-MacDougall mengatakan bahwa bumbu yang kita gunakan dan tidak kita gunakan dapat sangat membantu dalam upaya pencegahan kanker. Hindari produk saus olahan yang diproses berlebihan.
Ganti dengan saus dan bumbu masak yang secara alami menyehatkan dan berkhasiat melawan kanker. Misalnya minyak zaitun, bawang putih, saus tomat, bawang merah, jeruk, cuka, flaxseed, dan saus salsa.
(adr/adr)
4 Rahasia Panjang Umur Orang Tertua di Dunia yang Capai 100 Tahun
Jakarta –
Panjang umur menjadi dambaan setiap manusia. Untuk mencapainya, tentu saja pola makan sehat menjadi penunjang, seperti yang disebutkan oleh orang tertua di dunia ini.
Sebagian orang di beberapa negara memiliki usia panjang, bahkan melampaui 100 tahun. Seperti di Amerika Serikat ada sekitar 0,03 persen dari populasinya yang berusia 100 tahun, menurut analisis dari Pew Research Center.
Dilansir dari Business Insider (14/12), kebanyakan mereka yang dikaruniai umur panjang melakukan pola hidup yang sehat, termasuk asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Setidaknya 8 orang tertua di dunia mengungkapkan jika mereka menyukai makanan segar, memasak di rumah, dan lainnya.
Berikut 4 pola makan yang bikin panjang umur:
1. Mengonsumsi makanan segar
Mereka yang berusia 100 tahun mengungkapkan kalau makanan yang dikonsumsi biasanya segar. Mereka juga membatasi konsumsi daging merah, seperti yang dilakukan oleh Deborah Szekely (102) yang telah menjalani pescatarian (pola makan vegetarian dan seafood).
Pearl Taylor (102) yang tinggal di Dayton, Ohio juga mengatakan kalau dirinya rutin mengonsumsi makanan vegetarian dan hanya mengonsumsi daging sesekali. Ia juga rutin mengonsumsi jus hijau yang terbuat dari lidah buaya, seledri, peterseli, jahe, dan air putih yang ditambahkan Splenda (pemanis nol kalori).
Orang tertua kedua di New York, Louise Jean Signore (112 tahun) juga diketahui menjalani diet Mediterania. Pola makan tersebut kaya akan makanan utuh, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
2. Masak di rumah
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Umur yang panjang juga bisa diraih dengan memasak makanan yang dikonsumsi di rumah. Jadi, tak membeli makanan di luar rumah yang biasanya mengandung banyak lemak dan tak jelas kandungan nutrisinya.
Kakek William berusia 101 tahun dari Toronto, Kanada mengungkapkan kalau dirinya lebih suka memasak di rumah. Ia kerap memasak ikan sarden yang menjadi rahasia panjang umurnya.
Jack Van Nordheim (101) juga diketahui tak menyukai makanan cepat saji. Ia lebih menyukai makanan rumahan, seperti ayam rebus.
Diketahui bahwa mengonsumsi makanan rumahan menandakan orang makan lebih sedikit makanan olahan. Makanan olahan ini banyak dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti depresi, diabetes tipe-2, dan penyakit kardiovaskular.
Tips panjang umur lainnya bisa disimak di halaman berikut…
3. Makan secukupnya
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Yumi Yamamoto, seorang yang bekerja di LongeviQuest, organisasi yang memverifikasi usia para supercentenarian (orang yang hidup lebih dari 100 tahun) mengatakan bahwa mereka mengikuti prinsip ‘hara hachi bu’. Prinsip tersebut berarti mereka makan hingga 80 persen kenyang.
Nenek buyut Yamamoto, Shigeyo Nakachi, adalah orang tertua kedua di Jepang hingga ia meninggal pada tahun 2021. Yamamoto mengatakan Nakachi tidak pernah makan berlebihan.
Begitu juga dengan Martin McEvily (108), pria tertua di Irlandia ini juga menerapkan pola makan dengan ‘makan secukupnya’. Pola makan ini ia terapkan semasa hidupnya.
4. Manjakan Diri
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Memanjakan diri sendiri juga masuk ke dalam pola makan yang diterapkan oleh orang-orang tertua di dunia. Mereka juga tetap menikmati makanan yang sangat disukai. Seperti halnya Jack Van Nordheim yang masih menikmati camilan berupa dark chocolate setiap hari.
Kane Tanaka (119) yang tercatat sebagai orang tertua kedua dalam sejarah juga diketahui memanjakan dirinya dengan minum Cola setiap hari. Deborah Szekely yang sesekali menikmati es krim dan kopi sebagai bentuk memanjakan dirinya.
Konsep memanjakan diri ini disetujui oleh ahli gizi. Nichola Ludlam-Raine, seorang ahli gizi menjelaskan bahwa memasukkan camilan dapat membuat pola makan sehat lebih berkelanjutan. Ia juga sempat mempromosikan diet 80/20, yaitu makan makanan sehat selama 80% waktu dan membiarkan diri makan apa yang disukai pada 20% waktu tersisa.
(yms/adr)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Agar Rambut Tak Rontok Rutinlah Konsumsi 5 Makanan Enak Ini Jakarta – Rambut rusak dan rontok dapat terjadi karena beberapa faktor. Kondisi tersebut dapat dipulihkan dengan rutin mengonsumsi makanan kaya zat besi dan lemak sehat. Rambut rontok merupakan masalah umum yang dapat disebabkan karena faktor genetika, perubahan hormonal, kondisi medis, dan stres. Kondisi ini dapat dialami siapa saja. Sebenarnya tidak ada obat ajaib yang sepenuhnya dapat menghentikan kerontokan rambut, tetapi kondisi ini bisa diatasi dengan pola makan yang baik.
Rutin makan makanan yang kaya akan zat besi, lemak sehat, dan vitamin dapat membantu menyehatkan rambut dan kulit kepala, sehingga mencegah kerontokan. Dikutip dari Healthera (12/12/24), berikut makanan yang dapat mencegah rambut rontok.1. Salmon
Salmin kaya akan asam lemak omega-3 yang penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala. Selain itu, nutrisi tersebut juga dapat meningkatkan pertumbuhan rambut. Omega-3 pada salmon tersebut berperan menutrisi folikel rambut, sehingga membuat rambut lebih kuat dan kecil kemungkinan terjadinya patah atau rontok. Salmon juga kaya akan protein dan vitamin D, keduanya bagus untuk membuat rambut kuat dan sehat secara menyeluruh. 2. BayamBayam merupakan sumber nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan rambut. Baya, dikemas dengan zat besi yang akan membentuk sel darah merah membawa oksigen ke folikel rambut. Selain itu, bayam juga meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan rambut. Terdapat kandungan vitamin A dan C yang berperan memproduksi sebum. Sebum sendiri adalah minyak alami yang melembabkan kulit kepala dan menjaga kesehatan rambut. Makanan untuk kesehatan rambut ada di halaman selanjutnya.3. Telur
Tak hanya protein, telur juga mengandung biotin yang sangat baik. Baik protein maupun biotin sangat bagus untuk kesehatan rambut. Protein bagus untuk pertumbuhan dan perbaikan rambut. Sementara itu, biotin berperan untuk meningkatkan kekuatan dan tekstur rambut. Biotin bereaksi dengan enzim khusus. Kemudian memproduksi asam amino untuk memproduksi protein. Rutin makan telur bisa membantu mencegah kerusakan rambut dan meningkatkan pertumbuhan rambut baru. 4. Ubi JalarUbi jalar kaya akan beta-karoten, yang kemudian diubah menjadi vitamin A. Vitamin tersebut lah yang akan memproduksi sebum, sehingga menjaga rambut agar tidak kering dan rapuh. Vitamin A pada ubi jalar juga membantu mempercepat laju pertumbuhan rambut dan mendorong perkembangan rambut lebih tebal. Selain itu, juga ada vitamin C yang tinggi. Vitamin C tersebut dapat merangsang produksi kolagen, yakni protein yang ada pada rambut dan kulit. Kolagen yang optimal juga dapat mencegah rambut kering. 5. Kacang dan Biji-bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti almond, walnut, dan biji rami dikemas dengan nutrisi penting untuk kesehatan rambut. Mulai dari vitamin E, seng, dan selenium. Vitamin E tersebut berperan sebagai antioksidan yang memperbaiki dan membangun jaringan dan meningkatkan pertumbuhan rambut. Sementara kandungan seng dan seleniumnya berkontribusi pada kesehatan kulit kepala dan mengurangi risiko kerontongan rambut. Kacang-kacangan juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu menambah ketebalan rambut. (raf/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
5 Mitos Soal Makan Saat Liburan Ini Jangan Dipercaya Jakarta – Liburan Natal dan akhir tahun kerap membuat banyak orang lupa diri soal pola makan. Jangan sampai mempercayai 5 mitos ini yang bisa bikin kesehatan terganggu. Tak ada salahnya bersenang-senang saat liburan, termasuk dengan menikmati makanan enak. Namun jangan sampai berlebihan hingga membuat stress sampai mengganggu kesehatan. Pasalnya makanan yang dinikmati saat liburan kerap kali makanan tinggi kalori, sodium, sampai lemak. Alih-alih membuat diri senang, kebiasaan makan yang tak terkontrol ini justru tak bagus untuk kesehatan.
Hindari pula mempercayai mitos-mitos soal kebiasaan makan saat liburan yang bisa bikin diri terlena. Juga mitos terkait kebiasaan lainnya, seperti yang dirangkum Healthline berikut: 1. Saat liburan tak akan stressMusim liburan identik dengan hal-hal menyenangkan, tapi bukan berarti kamu tak akan mengalami stress. Kegiatan yang terlalu penuh justru bisa memicu stress berlebih. Karenanya kamu harus bisa menemukan cara untuk rileks dan mengisi kembali energi yang hilang. Cara utamanya dengan tetap memastikan tidur 7-9 jam. Lalu lakukan hobi yang bikin rileks, seperti jalan kaki santai, baca buku, atau menonton film. Jika suka yoga atau meditasi juga bagus dilakukan. “Dan yang sama pentingnya adalah menetapkan batasan dengan tidak mengatakan ya untuk semua hal dan membuat rencana realistis tentang apa yang benar-benar dapat dilakukan tanpa merasa kewalahan,” ujar kardiolog Laxmi Mehta. 2. Melewatkan waktu makan bakal menghemat asupan kalori
Banyak orang masih meyakini mitos ini. Mereka tidak makan sarapan, makan siang, atau makan malam demi menghemat asupan kalori untuk waktu makan lainnya. Ternyata cara ini tidak efektif. Beberapa penelitian menunjukkan melewatkan waktu makan justru bisa membuat seseorang merasa lebih lapar, yang akhirnya memicu makan berlebih. Bahkan sebuah penelitian menemukan melewatkan waktu makan terkait risiko kematian yang lebih tinggi. Kardiolog Daniel Hermann menyimpulkan, yang terbaik adalah menjalani pola makan dan gaya hidup yang ramah untuk kesehatan jantung. 3. Tak usah pantau asupan sodiumMengonsumsi sodium berlebihan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gagal jantung, pembengkakan jantung, hingga serangan jantung. Hal ini perlu diwaspadai sebab sodium terkandung di dalam banyak makanan. American Heart Association mengungkap makanan tinggi sodium, termasuk roti, pizza, sandwich, camilan keripik, keju, hingga olahan telur. Penting untuk membaca label makanan kemasan dan hindari yang tinggi sodium. Hindari pula menambahkan banyak garam dapur ke makanan. Sebagai gantinya, perbanyak makan buah dan sayur. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 4. Tak olahraga tak masalah
Saat liburan sering kali olahraga atau aktivitas fisik terabaikan, padahal olahraga sangat penting. Mehta mengungkap olahraga bantu mengalihkan pikiran kamu dari makanan dan mengimbangi asupan kalori berlebih. Coba tetap olahraga rutin saat musim liburan. Tak perlu olahraga berat, sesederhana jalan kaki ke restoran atau rumah teman yang mengadakan pesta, bisa jadi pilihan. Mehta juga mengingatkan bukan berarti kalau sudah olahraga, maka boleh bebas konsumsi makanan tak sehat. Sebab olahraga tidak dapat sepenuhnya mengimbangi pola makan yang tidak sehat. 5. Bebas konsumsi alkoholMusim liburan juga membuat orang kerap lupa diri menenggak minuman alkohol. Kebiasaan ini berbahaya untuk jantung. Menurut Hermann, minuman beralkohol tinggi kalori, gula, dan garam. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis pernyataan pada tahun 2022. Pihaknya mengatakan dalam hal konsumsi alkohol, tidak ada jumlah aman yang tidak memengaruhi kesehatan. “Jika berlebihan, jelas beracun. Konsumsi minuman alkohol terkait dengan penyakit jantung, hipertensi, kardiomiopati, dan obesitas,” kata WHO. Jika ingin tetap mengonsumsinya, batasi 1 gelas saja di pesta. Lalu beralih ke soda, minuman rendah kalori, atau minuman bebas alkohol lainnya. (adr/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Konsumsi Dark Chocolate Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2 Jakarta – Sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang mengonsumsi dark chocolate memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Ini penjelasannya! Dark chocolate atau cokelat hitam dikenal sebagai makanan yang menyehatkan. Dark chocolate mengandung senyawa polifenol yang punya banyak manfaat. Mulai dari melawan peradangan, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan suasana hati. Selain itu, rutin makan dark chocolate juga menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard T.H. Chan School of Public Health. Peneliti tersebut menganalisis data dari sekitar 192.000 peserta. Peserta tersebut sudah menyelesaikan kuesioner diet selama bertahun-tahun, termasuk berapa banyak dan jenis cokelat yang mereka konsumsi, lapor NPR. (5/12/24).
Studi yang diterbitkan di The British Medical Journal tersebut menemukan bahwa orang yang mengonsumsi cokelat susu (milk chocolate), yang memiliki lebih banyak gula dan lebih sedikit kakao, tidak mengalami penurunan risiko diabetes. Selama penelitian berlangsung, pemakan cokelat susu cenderung mengalami penambahan berat badan dan ini berkontribusi terhadap risiko diabetes. Sementara itu, hal yang berbeda ditemukan pada orang yang memakan dark chocolate. Mereka tidak mengalami penambahan berat badan. Justru mereka memiliki risiko yang lebih rendah terkena diabetes tipe 2 sebanyak 21%. Dark chocolate juga memiliki senyawa penting yang bisa meningkatkan kesehatan jantung. Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Heart juga menemukan hal yang sama. Para ilmuwan telah menemukan senyawa tanaman bioaktif yang ditemukan dalam biji kakao, yang disebut flavanol. Senyawa itu terbukti mendorong memproduksi oksida nitrat dalam tubuh.
Selain itu, senyawa tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah terbuka atau melebar, sehingga mengonsumsi dark chocolate juga dikaitkan dengan sedikitnya penurunan tekanan darah. “Vasodilatasi tampaknya menjadi mekanisme penurunan tekanan darah. Tekanan darah yang lebih rendah ini membantu menurunkan risiko jantung,” tutur peneliti Dr. JoAnn Manson. Studi selama 20 tahun yang lalu juga menunjukkan bahwa konsumsi dark chocolate dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada orang sehat. Sensitivitas insulin adalah ukuran seberapa baik sel seseorang merespon insulin, yaitu hormon yang mengatur gula darah. Namun, mengonsumsi cokelat hitam juga perlu dibatasi. Menurut peneliti Qi Sun maupun Jeffery Tessem, cokelat hitam dapat bermanfaat jika dikonsumsi tidak berlebihan. Mereka menyarankan agar mengonsumsi cokelat hitam sekitar 28 gram per hari. Dark chocolate mengandung kakao yang lebih tinggi dibandingkan cokelat susu. Karenanya para peneliti tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang jenis flavanol tertentu yang ditemukan dalam kakao, termasuk epikatekin yang dikenal dengan sifat antioksidannya. (raf/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
7 Makanan Terbaik Sebelum Jalan Kaki untuk Maksimalkan Pembakaran Lemak Jakarta – Jalan pagi menawarkan banyak manfaat sehat. Jika tujuanmu untuk menurunkan berat badan, coba konsumsi 7 makanan berikut untuk memaksimalkan pembakaran lemak. Bagi yang mencari aktivitas fisik ringan dan mudah dilakukan setiap hari, jalan pagi kerap jadi pilihan utama. Manfaat jalan pagi antara lain meningkatkan suasana hati, membantu menurunkan berat badan, memperkuat jantung, mengurangi risiko diabetes, dan meningkatkan energi. Bagi yang menjadikan jalan pagi sebagai upaya diet, maka harus didukung dengan asupan makanan yang tepat. Hal ini juga berlaku sejak memilih sarapan. Usahakan mengonsumsinya 30-60 menit sebelum jalan.
Dikutip dari Eat This, Not That! (17/8/2025), ahli gizi Tara Collingwood mengatakan asupan makanan yang tepat sebelum jalan pagi dapat mendukung pembakaran lemak lebih efektif, menstabilkan kadar gula darah, dan menjaga kadar energi sehingga jalan pagi lebih semangat. Ini 7 makanan yang disarankan dikonsumsi sebelum jalan pagi: 1. OatmealKonsumsi oatmeal dapat jadi pilihan utama karena praktis, enak, dan menyehatkan. Oatmeal mengandung karbohidrat yang lambat dicerna untuk menjadi bahan bakar energi tanpa menciptakan lonjakan gula darah. “Bagus dikonsumsi sebelum jalan pagi tutur Collingwood. 2. Yogurt buah berry
Buat yang suka sarapan menu asam menyegarkan, coba konsumsi yogurt dan buah berry sebelum jalan pagi. “Protein plus antioksidan, dan karbohidrat baik untuk (sumber) energi,” kata Collingwood. Usahakan untuk tetap mengonsumsi Greek yogurt tawar, bukan yogurt perasa karena kalorinya tinggi. 3. Pisang dan selai kacangJika kamu tidak punya banyak waktu untuk makan, ambillah pisang dan tambahkan sesendok selai kacang. “Menu ini asupan karbohidrat cepat untuk energi, protein, dan lemak sehat agar Anda tetap kenyang,” kata Collingwood. 4. Roti panggang alpukatCollingwood juga merekomendasikan sarapan yang sedang tren, roti panggang alpukat. Namun pastikan kamu membuat versi yang sehat. Gunakan roti panggang gandum utuh dengan alpukat untuk camilan yang mengenyangkan sekaligus membakar lemak. “Karbohidrat kompleks dan lemak sehat untuk jantung akan membantu Anda mempertahankan energi selama jalan pagi,” kata Collingwood. 5. Apel dan selai kacangSelain pisang, buah apel juga bisa jadi pilihan terbaik. Irisan apel bagus dikonsumsi sebelum jalan pagi dengan paduan selai kacang. Apa istimewanya kombinasi ini? “Serat plus lemak sehat untuk energi yang stabil,” ujar Collingwood. 6. Kacang-kacangan
Segenggam kacang adalah camilan cepat lainnya untuk menjaga kamu tetap berenergi dan membakar lemak sebelum berjalan. “Asupan protein dan lemak yang cepat serta mudah dibawa akan mencegah rasa lapar di tengah jalan,” kata Collingwood. 7. Telur rebus dan crackersRekomendasi menu sarapan lainnya adalah telur rebus dengan beberapa crackers gandum utuh. “Kombinasi protein dan karbohidrat kompleks, cocok untuk (dimakan sebelum) jalan-jalan pagi atau sore hari,” ujarnya. (adr/adr) |
||
Source : unsplash.com / Rachel Park
Minuman Boba Mangandung Kafein dan Gula, Cermati Takaran Konsumsinya Jakarta – Salah satu minuman populer adalah boba atau bubble tea. Minuman ini mengandung kafein dan gula yang perlu dicermati takaran asupannya. Bubble tea atau yang sekarang lebih dikenal dengan boba ini merupakan jenis minuman populer asal Taiwan. Tak hanya terbuat dari racikan teh susu, tapi juga dikreasikan menjadi berbagai varian minuman manis dengan bahan dasar susu. Dilansir dari Yahoo Life (23/12), minuman boba disukai oleh banyak remaja hampir di seluruh dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa ibu yang tinggal di Amerika.
Salah satunya menyebutkan, “Putri saya sudah menyukai minuman boba sejak masih berusia sekitar 7 atau 8 tahun.” Ibu bernama Latoya Jordan yang memiliki anak berusia 11 tahun juga mengatakan bahwa putrinya menyukai boba. “Anak saya menyukai boba sejak berusia 10 tahun, ini dimulai ketika teman-temannya memperkenalkan minuman itu suatu hari,” sebutnya. Selain karena rasa minumannya yang manis, remaja penggemar minuman boba ini juga tertarik dengan mutiara tapioka. Hal ini karena teksturnya yang kenyal dan rasanya manis. Disukai oleh banyak remaja, apakah kandungan kafein dan gula dalam minuman boba aman bagi kesehatan?1. Kandungan Gula pada Minuman Boba
Dr. Anh Le, seorang dokter anak di One Medical California, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa manfaat dari mengonsumsi minuman boba sangat minim. Oleh karena itu, sebaiknya minuman boba jangan dikonsumsi terlalu sering. “Minuman dengan kadar gula tidak sehat untuk anak-anak karena dapat menyebabkan penambahan berat badan berlebihan dan nantinya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga diabetes,” jelas Dr. Anh Le. “Minuman ini juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang,” tambahnya. Efek tersebut lantaran 1 gelas minuman boba (480 gram) mengandung gula hampir 40 gram. Jumlahnya hampir mirip dengan kandungan gula pada minuman bersoda (52 gram) dan jus jeruk (42 gram). 2. Kandungan Kafein Minuman BobaSelain kandungan gulanya, Dr. Le juga meminta para orang tua untuk memperhatikan jumlah kafein yang terdapat dalam minuman boba. Ia menyebutkan, “Kafein berisiko mengganggu tidur, meningkatkan rasa mudah tersinggung, hingga memengaruhi konsentrasi.” Kandungan kafein pada minuman boba ini beragam jumlahnya, karena dibedakan dari berbagai jenis teh. “Tergantung pada jenis teh yang digunakan, jumlah kafein pada minuman boba bervariasi antara 30-50 mg,” ungkap Dr. Le. Sedangkan, ada aturan mengenai asupan kafein pada anak-anak dan remaja. Jumlah kafein yang aman untuk mereka adalah 75-100 mg kafein per hari. (yms/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Modal Masak di Rumah, Wanita Ini Berhasil Turun BB 37 Kg Jakarta – Tanpa diet ketat, seorang wanita berhasil menurunkan berat badan hanya dengan mengandalkan masakan rumahan. Penurunannya signifikan hingga mencapai 37 kilogram! Tak ada hasil diet yang instan. Dibutuhkan komitmen yang kuat serta konsistensi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bertahan lama. Saat melakoni diet tak perlu makanan dari katering sehat atau pembatasan kalori yang ketat. Mengandalkan menu masakan rumahan juga dapat membantu penurunan berat badan dengan hasil yang tak kalah efektif.
Cara tersebut dibuktikan oleh seorang wanita berusia 25 tahun yang mulai mengubah hidupnya secara perlahan. Ia hanya mengandalkan menu makanannya sehari-hari dengan olahraga ringan untuk menyeimbangkannya.
Kisah diet inspiratif dari wanita bernama Tanushree disoroti oleh India.com (24/12). Pada usia 25 tahun, ia merasa terjebak pada tubuh yang tak sehat sampai berat badannya menyentuh angka 85 kilogram. Saat itu Tanushree merasa mudah lelah, kurang percaya diri, hingga perasaan seperti selalu dikalahkan di lingkungannya. Ia yang baru genap 25 tahun, ketika mengalami obesitas, sampai dikira telah berusia jauh lebih tua dari umur aslinya. Menyadari ada yang tak sehat dari dirinya, Tanushree mulai berlangganan pada pusat kebugaran dan mengonsumsi suplemen kesehatan. Ia juga memulai petualangan diet sehatnya mengandalkan menu masakannya sendiri. Tanushree menitik beratkan asupannya pada air mineral dan olahan makanan protein. Makanan tradisional khas India seperti kacang kedelai, paneer, telur, dan kacang-kacangan tak pernah absen dari menu makannya setiap hari.
Tak ada cara khusus untuk memasak makanan yang dilakukan oleh Tanushree. Hanya saja ia mempertimbangkan keseimbangan kalori dan lemak dengan teknik masak yang digunakannya, seperti rebusan, kukus, dan berupaya menghindari penambahan minyak. Perjalanan dietnya tidak sebentar. Ia sampai menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk mengubah kondisi tubuhnya. Berlangsung perlahan tetapi konsisten seperti yang kerap dianjurkan oleh ahli gizi. Setelah menginjak usia 30 tahun, kini bobotnya berkurang hingga 37 kilogram. Tubuhnya lebih ramping dengan massa otot yang meningkat pada berat badan 48 kilogram. Nyatanya jerih payah menjalankan diet tak hanya memberikan perubahan yang signifikan pada tubuhnya. Ia yang sudah berkeluarga kini memiliki hormon yang lebih seimbang hingga menjalani kehamilan yang sehat. Perjalanan inspiratifnya ini juga kerap dibagikan melalui media sosial Instagram pribadinya. Sampai-sampai banyak netizen yang mulai meniru cara diet sehat ala Tanushree. (dfl/adr) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Dan Gold
Jangan Asal Minum, Ini Waktu Paling Buruk Untuk Minum Teh Jakarta – Teh menjadi minuman yang berkhasiat sehat karena mengandung zat antioksidan. Namun, jika diminum di waktu yang salah bisa berefek buruk untuk tubuh. Mengutip dari Harvard University, kandungan zat antioksidan yang terdapat dalam teh adalah polifenol atau flavonoid. Kandungan tersebut dapat mengendalikan efek radikal bebas yang dapat merusak tubuh. Karenanya tubuh tetap terjaga imunitas dan metabolismenya. Namun, konsumsi teh bisa menjadi tak menyehatkan jika diminum di waktu yang salah. Melansir dari Food NDTV (19/12), Dr Dixa Bhavsar Savaliya pakar ayurveda (ilmu kesehatan India) menjelaskan bahwa ada 3 waktu terburuk minum teh.
1. Pagi hari saat perut kosongSelain mengandung zat antioksidan, teh juga diketahui mengandung kafein. Oleh karena itu, tak baik jika langsung dikonsumsi di pagi hari saat perut masih kosong. Dr Savaliya juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi teh pada waktu tersebut. Karena, kafein yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengganggu produksi kortisol, hormon stres utama, dan memunculkan rasa cemas, serta hilang keseimbangan. 2. Saat makan
Minum teh juga sebaiknya tidak dilakukan saat makan. Karena, teh bersifat asam yang dapat menghambat sistem pencernaan pada tubuh. Jika diminum bersamaan dengan makanan yang mengandung protein tinggi, maka akan menghambat proses pencernaan. Selain itu, teh juga dapat mengganggu penyerapan zat besi jika teh dikonsumsi segera setelah makan. Untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, sebaiknya jangan minum teh dalam kurun waktu 1 jam sebelum dan sesudah makan. Minuman terbaik adalah air putih. Penjelasan mengenai waktu minum teh lain ada di halaman berikutnya… 3. Setelah pukul 4 soreTak hanya pagi hari saja, tapi teh juga tak dianjurkan dikonsumsi lebih dari pukul 4 sore. Hal ini dikarenakan kandungan kafein pada teh yang dapat memberikan efek pada tubuh saat malam hari. Dr Savaliya merekomendasikan untuk menghindari kafein dari teh setidaknya 10 jam sebelum tidur. Hindari mengonsumsinya setelah pukul 4 sore, jika tetap dilakukan maka kualitas tidur akan terganggu. Minum teh setelah pukul 4 sore juga dapat mendukung detoksifikasi hati dan mengurangi kadar kortisol. Selain itu, teh juga dapat meningkatkan sistem pencernaan, sehingga aktivitas buang air kecil saat malam hari juga akan lebih sering. 4. Aturan minum tehDr Savaliya menjelaskan waktu mengonsumsi teh yang baik. Teh diketahui mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf pusat dan menyebabkan ketergantungan. Karena itu asupan yang dianjurkan memiliki batasan 300 miligram per hari, menurut Dewan Riset Medis India (ICMR). Dalam secangkir teh sekitar 150 ml mengandung 30-65 mg kafein. Jadi, jumlah teh yang disarankan untuk dikonsumsi tidak lebih dari 2 cangkir per hari. (yms/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Dan Gold
الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين |



















