Author: Gambar Olahraga

  • Le Minerale Running Squad Cetak Ratusan Pelari Virgin Finish di JRF 2025


    Jakarta

    Bagi para pelari, mencatatkan waktu terbaik bukanlah akhir dari perjalanan mereka. Justru, pencapaian tersebut menjadi titik awal untuk terus berkembang, dari jarak 10K, meningkat ke Half Marathon (HM), hingga akhirnya berani mencoba Full Marathon (FM) sebagai tantangan atas kekuatan fisik dan mental.

    Memahami semangat untuk terus bertumbuh ini, Le Minerale kembali menegaskan upayanya dalam mendukung gaya hidup sehat dan pengembangan dunia lari di Indonesia melalui program Le Minerale Running Squad, yang berhasil melahirkan ratusan pelari virgin di berbagai kategori, mulai dari 10K, HM, hingga FM, serta mencatatkan hasil gemilang di ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2025.

    “Program ini dirancang agar para pelari virgin benar-benar siap menjalani debutnya dengan aman, percaya diri, dan performa terbaik,” ujar pelatih Le Minerale Running Squad dari Gantar Velocity Coach Agung, dalam keterangan tertulis, Senin (27/10/2025).


    “Setiap minggu kami memantau progres latihan, memastikan setiap peserta memahami batas tubuhnya, dan menjaga motivasi hingga race day. Hasilnya luar biasa, banyak yang berhasil finish strong bahkan mencetak personal best di JRF 2025,” sambungnya.

    Le Minerale Running SquadJakarta Running Festival (JRF) 2025 Foto: Dok. Istimewa

    Program pelatihan intensif selama 11 pekan ini menjadi wadah pembinaan komprehensif bagi para peserta yang baru pertama kali menempuh ajang lari jarak jauh. Diperkuat oleh tim profesional Le Minerale Running Expert Team, bekerja sama dengan Gantar Velocity, para peserta mendapatkan pendampingan menyeluruh mencakup pelatihan teknis, penguatan fisik, kesiapan mental, hingga edukasi medis dari dokter spesialis olahraga.

    Rasa bangga terhadap pencapaian para pelari binaannya juga diungkapkan oleh para coach dari Gantar.

    “Alhamdulillah, tadi sudah beberapa ada yang finish half marathon untuk kategori hari ini. Jadi sesuai dengan prediksi dan bahkan ada yang bisa lebih cepat. Dan mereka happy semua, finish strong,” kata Agung.

    “Karena adanya program ini, semua atlet atau semua pelari itu jadi lebih siap. Karena kita mempersiapkannya sekitar 11 sampai 12 minggu, kemudian dengan persiapan yang matang mereka pasti makin percaya diri dan akhirnya bisa finish strong ataupun meraih personal best-nya,” sambungnya.

    Kesuksesan para pelari tidak lepas dari dukungan lengkap yang diberikan Le Minerale selama race day. peserta kategori 10K yang berhasil mencatatkan waktu di bawah satu jam, Ryan Daniel mengaku sempat menghadapi tantangan berat di kilometer ketujuh.

    “Tantangan pasti jelas ada, karena tadi kan ngejar personal best, 10 km di bawah satu jam. Terus di kilometer ke-7 itu udah mau nyerah sebenarnya,” ungkap Ryan.

    “Tapi karena water station dari Le Minerale, dan support cheeringnya luar biasa, itu jadi bisa nge-push di last minute. Setelah minum Le Minerale, badan kembali enteng lagi gitu, bener-bener seger banget, jadi bisa ngejar performance,” sambungnya.

    Salah satu peserta kategori HM Haflaiza, berbagi pengalamannya bergabung dengan Le Minerale Running Squad.

    “Menurutku untuk performa hari ini buat Jakarta Running Festival bener-bener trainingnya kemarin tuh berguna banget dan kita finish strong pas di hari H, jadi oke banget deh latihannya. Menu latihannya juga udah sesuai banget dan pastinya kita terapin pas waktu race,”ungkap Haflaiza dengan antusias.

    “Jadi bener-bener kepake banget ilmu-ilmu dari Le Minerale Running Expert Team. Pahami tubuh kalian supaya larinya tidak maksa, larinya tidak ngoyo. Jadi lari itu sebenarnya personal banget dan harus disesuaikan sama badan sendiri,” lanjutnya.

    Pelari virgin FM yang berhasil mencapai targetnya berkat dukungan komprehensif dari program latihan hingga race day, Elisabeth juga menuturkan pengalaman menariknya.

    “Setelah latihan yang lumayan di Le Minerale Running Squad, kita dapet support sampai sekarang finish strong dan achieve sesuai target. Water station-nya keren banget dan semuanya support banget. Super banget Le Minerale!,” ungkap Elisabeth.

    Keberhasilan Le Minerale Running Squad di ajang ini juga tidak lepas dari perhatian serius terhadap aspek kesehatan dan medis. dr Adrian Setiaji, SpKFR, AIFO-K atau biasa dikenal dengan nama Dokter Medok sebagai sport medicine expert memastikan setiap atlet dalam kondisi prima sebelum, selama, dan setelah perlombaan.

    “Sebagai Medical Doctor bagian dari Le Minerale Expert Team, prioritas utama kami adalah memastikan para pelari menyelesaikan race dalam kondisi sehat dan aman. Program Le Minerale Running Squad tidak hanya melatih fisik, tetapi juga edukasi tentang nutrisi, hidrasi, dan pencegahan cedera,” jelas dr Adrian.

    “Kami bersyukur para pelari dari Le Minerale Running Squad berhasil sampai garis finish tanpa insiden medis serius. Ini membuktikan bahwa persiapan yang komprehensif dan hidrasi sangat penting dalam olahraga lari jarak jauh,” imbuhnya.

    akarta Running Festival (JRF) 2025.Jakarta Running Festival (JRF) 2025. Foto: dok. Istimewa

    Kesuksesan para pelari Le Minerale Running Squad di JRF 2025 membuktikan pentingnya kombinasi antara program latihan terstruktur, pendampingan ahli, pengawasan kesehatan yang komprehensif, serta asupan hidrasi berkualitas dalam mendukung performa optimal pelari jarak jauh.

    “Pencapaian di Jakarta Running Festival 2025, menjadi bukti nyata komitmen Le Minerale untuk hadir lebih dari sekadar produk air mineral berkualitas. Le Minerale juga ingin menjadi bagian dari setiap langkah dan kisah-kisah perjuangan Le Minerale Running Squad,” ungkap Head of Public Relations and Digital Le Minerale Yuna Eka Kristina.

    “Bagi kami ini bukan sekadar komunitas pelari, melainkan sebuah komunitas yang solid, dengan semangat yang sama, yang didukung sistem pelatihan profesional bersama para Le Minerale Running Expert Team,” tambahnya.

    Program Le Minerale Running Squad terus berupaya untuk membina lebih banyak pelari Indonesia. Tidak hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk menjalankan gaya hidup sehat melalui olahraga lari yang aman dan menyenangkan.

    (prf/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Jakarta Running Festival, Demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik


    Jakarta

    Olahraga lari kini sudah jadi tren di masyarakat urban. Itulah tujuan diadakannya Jakarta Running Festival.

    Jakarta Running Festival dibentuk sejak 2022 dan mempertandingkan lima kelas lari, mulai dari Junior Dash, 5K, 21K, dan 42K. JRF memasuki edisi keempatnya tahun ini, Sabtu-Minggu, 25-26 Oktober.

    Jalur lintasan Jakarta Running Festival didesain untuk menonjolkan keindahan dari kota Jakarta dengan melewatkan para peserta di ruas-ruas bangunan pencakar langit Jakarta dengan menggabungkan pesona modern dan sejarah kota.


    Nah, kemeriahan JRF ini juga tak lepas dari dukungan pihak sponsor yang mengiringi setiap kelasnya. Sebut Hydroplus Marathon, wondr Jakarta Half Marathon, Le Minerale 10K, Samsung Galaxy 5K, dan Taro Junior Dash.

    Untuk membedakan para peserta dari setiap kelasnya, panitia memberikan warna berbeda untuk jerseynya. Kali ini peserta JRF 2025 tetap mendapat jersey lari dari adidas Indonesia.

    Sebagai official jersey partner, adidas juga menyiapkan sejumlah acara baik sebelum dan selama JRF berlangsung. Sebelum race adidas Indonesia bersama dengan komunitas adidas Runners Jakarta mengadakan beberapa sesi training khusus yang dapat diikuti oleh para peserta JRF 2025, agar lebih siap menghadapi lomba.

    Jakarta Running Festival 2025Suasan booth adidas Indonesia di Jakarta Running Festival 2025. (Foto: dok.adidas Indonesia)

    adidas Indonesia juga mengadakan booth special di Race Village JRF 2025 bertemakan Adizero, super running shoes dari adidas. Area ini menyediakan refreshment bagi para pelari setelah race. Terbagi dua, area Adizero Heal Lounge menyediakan pos relaksasi berupa cold plunge dan leg massager bagi para peserta JRF 2025.

    Sementara itu, adizero Fun Lounge siap menghibur peserta JRF 2025 dengan DJ performance dan coconut bar. Bagi adidas Indonesia, dukungan kepada JRF 2025 adalah bagian dari misi mereka menyehatkan masyarakat lewat olahraga, terutama lari.

    “Kami sangat bahagia dapat kembali mendukung perhelatan Jakarta Running Festival di tahun 2025 ini. Antusiasme yang kian meningkat di tahun ini menandakan pertumbuhan minat masyarakat Indonesia akan gaya hidup aktif dan positif. Kami harap hal ini turut merefleksikan peningkatan kesehatan masyarakat untuk kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Benjamin Handradjasa selaku President Director dari adidas Indonesia dalam rilis kepada detikSport.

    (mrp/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ini 10 Raket Padel Terbaik 2025: Ringan, Powerfull, dan Stylish

    Jakarta

    Raket padel menjadi salah satu perlengkapan utama yang wajib diperhatikan sebelum mulai bermain padel. detikers bisa memilih raket padel sesuai dengan preferensi masing-masing.

    Namun, tetap pastikan raket padel yang digunakan sesuai dengan standar raket padel.

    Menurut International Padel Federation (FIP), raket padel tidak memiliki senar dan berbentuk solid, permukaannya memiliki lubang dan panjang maksimal 45,5 cm, serta lebar maksimal 26 cm, ketebalannya maksimal 38 milimeter.


    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih raket padel, yaitu bahan dan beratnya, grip yang aman, hingga komposisi material karet.

    Padel artikel kali ini, detikSport telah merangkum daftar raket padel terbaik 2025 yang ringan, powerfull, dan stylish. Yuk, simak sampai akhir!

    Bagi detikers yang sudah lama bermain padel dan ingin meningkatkan performa, raket ini dapat menjadi pilihan. Adidas Metabone Carbon berbentuk diamond dan memiliki bobot sekitar 360-375 gram.

    Raket ini memiliki distribusi berat di tengah sehingga dapat memberikan stabilitas dan pukulan yang keras. Tak hanya itu, tampilannya juga stylish namun tetap mewah.

    Bullpadel XPLO 2025

    Baik pemula maupun profesional, Bullpadel sangat cocok digunakan karena memiliki titik berat tinggi yang memberikan daya pukul ekstra saat bermain.

    Raket ini memiliki bobot sekitar 360-375 gram. Tampilannya tampak elegan dengan warna hitam-merah.

    Head Speed Team 2025

    Jika detikers merupakan pemain lanjutan atau level menengah, raket padel Head Speed dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bermain.

    Raket ini berbentuk teardrop dan memiliki berat sekitar 370 gram. Tampilannya dibuat tegas sehingga membantu pemain dapat fokus selama bertanding.

    Osaka Vision Pro Power Snap

    Bagi detikers yang rutin dan aktif bermain padel, maka Osaka Vision dapat menjadi pilihan yang menarik. Raket ini berbentuk teardrop dan memiliki titik berat yang tinggi, sehingga mampu memberikan pukulan yang kuat.

    Osaka Vision Pro Power Snap memiliki bobot sekitar 355-375 gram dan hadir dalam tampilan yang tajam dan mencolok, yaitu dominasi warna merah dan hitam.

    Wilson Bela LT

    Bagi detikers yang baru mulai menekuni olahraga ini, raket padel Wilson Bela LT menawarkan pengalaman bermain yang seru tanpa harus mengorbankan banyak tenaga.

    Raket ini memiliki distribusi yang berat di tengah, sehingga ringan, cepat, dan efisien digunakan di lapangan. Tampilannya didominasi warna merah dan hitam memberikan kesan sporty.

    Starvie Raptor Evolution

    Starvie Raptor Evolution sangat cocok digunakan bagi pemula aktif yang ingin meningkatkan kemampuan bermain.

    Raket ini berbentuk bulat dan distribusi berat di tengah, sehingga memberikan kesan nyaman dan mudah untuk dikendalikan.

    Starvie Raptor Evolution memiliki bobot 350-385 gram. Tampilannya didominasi warna putih, merah, dan hitam yang menyala.

    Babolat Air Viper

    Babolat Air Viper cocok digunakan bagi pemain profesional yang mengutamakn keseimbangan dan kontrol saat bermain.

    Raket ini berbentuk teardrop dan distribusi berat di bagian tengah. Bobotnya 335 gram dengan tampilan kombinasi biru dan hitam yang mewah.

    Dunlop Galatica

    Raket padel yang cukup populer yaitu Dunlop Galatica. Raket ini memiliki fitur khusus berupa Tri-Max Reinforcement untuk meningkatkan kontrol di setiap pukulannya.

    Dunlop Galatica memiliki bobot 365 gram dengan tampilan yang didominasi warna hitam elegan.

    Kukima PR 990 Power Head

    Raket Kukima PR 990 Power sangat cocok digunakan bagi pemain yang suka bermain dengan smash keras. Raket ini dapat menghasilkan smash sempurna dengan permukaannya yang berbahan dasar carbon fiber and Glass.

    Kukima PR 990 Head memiliki bobot 375 gram dan dapat digunakan bagi pemula hingg profesional.

    Black Crown Pytho 1.0

    Bagi detikers yang suka bermain padel dengan agresif, maka Black Crown Phyto 1.0 dapat menjadi pilihan menarik. Raket ini didesain untuk mendukung keseimbangan antara power dan kontrol. Keunggulannya terdapat pada bahan frame yang terdiri dari double tubular 80% carbon fiber sehingga memberikan bentuk kuat dan kokoh.

    Demikianlah daftar raket padel 2025 yang bisa detikers gunakan untuk meningkatkan kemampuan bermain padel. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pantau Kalori, Pace, dan Progress Harian

    Jakarta

    Lari menjadi olahraga yang produktif sekaligus menyenangkan. Namun, sering kali para penggiat olahraga lupa untuk merekam aktivitas lari.

    Dengan adanya kemajuan teknologi, aktivitas lari sudah bisa direkam dan tercatat melalui aplikasi lari. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau kalori, melacak rute, pace, hingga progress harian

    Agar pengalaman berlari detikers semakin berkesan, berikut beberapa rekomendasi aplikasi lari terbaik 2025 versi detikSport.


    Strava: Run, Bike, Hike

    Salah satu aplikasi lari yang cukup populer di media sosial yaitu aplikasi Strava. Aplikasi ini menawarkan fitur melacak rute, kecepatan, hingga jarak lari.

    Keunikan dari aplikasi strava yaitu fitur sharing, yang memungkinkan detikers dapat berbagi pengalaman dan pencapaian ke berbagai media sosial, seperti instagram. Dengan begitu, para pengikut dapat melihat dan mengikuti perkembangan dan progress lari.

    NRC (Nike Run Club: Running Coach)

    Bagi detikers yang ingin mendapatkan sesi latihan lari, Nike Run Club dapat menjadi pilihan yang menarik. Aplikasi ini memiliki fitur pelatihan dari pelatih profesional kepada pemula yang ingin mempelajari olahraga lari.

    Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan berbagai macam program olahraga lari, mulai dari latihan rutin sehari-hari hingga latihan untuk pertandingan.

    Runkeeper

    Selain NRC, Runkeeper juga menawarkan program latihan yang dapat kita sesuaikan dengan tujuan masing-masing, misalnya untuk menurunkan berat badan, menjaga stamina, hingga persiapan lari marathon.

    Uniknya, aplikasi ini dilengkapi dengan notifikasi berupa reminder bagi penggunanya agar tetap konsisten dalam latihan agar progres dapat terlihat.

    Adidas Running App

    Bagi detikers yang mulai merancang program latihan serius, Adidas Running App dapat menjadi pilihan. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau performa hingga membandingkan hasil.

    Adidas Running App memiliki statistik lengkap dan fitur khusus bagi penggunanya agar tergabung dalam komunitas global. Komunitas ini nantinya akan berbagi terkait progres dan tantangan yang dihadapi selama latihan.

    Tak hanya itu, detikers juga dapat memantau detak jantung, pace, kalori terbakar, hingga kondisi kesehatan melalui aplikasi ini.

    Pacer Pedometer: Step Tracker

    Bagi detikers yang hobi lari atau jalan, Pacer Pedometer bisa menjadi pilihan yang tepat. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melacak berbagai aktivitas olahraga.

    Berbagai fitur yang ditawarkan mulai dari melacak status lari, langkah harian, kalori, berat badan, hingga aktivitas lainnya.

    Itulah beberapa aplikasi lari yang bisa detikers gunakan agar menjadikan pengalaman lari semakin efektif. Jangan lupa di-install ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Jabar Trisakti Run 2025, Sensasi Lari Santai Bernuansa Budaya Lokal


    Jakarta

    Hidup aktif dan sehat kini menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus cara menyatukan kebersamaan dan menumbuhkan energi positif bagi banyak orang. Lari santai juga menjadi momen untuk merasakan semangat komunitas, menikmati budaya, dan ikut berkontribusi pada hal-hal yang bermakna bagi masyarakat sekitar.

    Semangat itulah yang dihadirkan oleh Jabar Trisakti Run 2025, event lari santai yang mengajak peserta bergerak bersama dalam semangat “Lari Sehat, Bangsa Kuat.” Terinspirasi dari gagasan Ir. Soekarno tentang Trisakti Pancasila, acara ini dirancang untuk memberi pengalaman berlari yang lebih dari sekadar menyehatkan tubuh, tapi juga menyalakan semangat kebersamaan dan nasionalisme.

    Acara lari ini akan digelar pada hari Minggu, 9 November 2025, pukul 05.00-16.00 WIB, bertempat di Monumen Plaza Bung Karno, Saparua, Kota Bandung (Jalan Banda Nomor 28, Citarum, Bandung Wetan).


    Sepanjang hari, kamu bisa menikmati Fun Run dengan suasana penuh energi, menjelajahi produk lokal di Exhibition UMKM, hingga bersantai sambil menikmati Panggung Budaya yang menampilkan kesenian khas Jawa Barat.

    Selain menjadi ajang olahraga, Jabar Trisakti Run 2025 juga menjadi simbol persatuan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan ikut serta, kamu berkesempatan mendukung pelaku UMKM sekaligus melestarikan budaya daerah, sambil menikmati momen santai yang menyenangkan.

    Setiap tiket sudah termasuk asuransi BRILife, yang memberi perlindungan selama kegiatan berlangsung, sehingga kamu bisa fokus menikmati pengalaman lari dengan aman dan nyaman.

    Pastikan juga kamu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, dan bagi peserta usia 15-17 tahun, jangan lupa sertakan surat izin dari orang tua saat mendaftar.

    Melalui Jabar Trisakti Run 2025, kamu bukan hanya ikut berlari, tapi juga ikut menghidupkan semangat bangsa dan kebersamaan. Beli tiket sekarang di detikevent dan jadikan akhir pekanmu lebih sehat, seru, dan penuh makna!

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Le Minerale Latih Puluhan Pelari dan Sukses Virgin Full Marathon di JRF 2025


    Jakarta

    Jakarta Running Festival (JRF) 2025 yang berlangsung beberapa waktu lalu, menjadi saksi perjalanan emosional puluhan pelari pemula yang berhasil menuntaskan Full Marathon (FM) pertama mereka. Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari dukungan Le Minerale sebagai Official Mineral Water dan melalui program pelatihan intensif Le Minerale Running Squad selama 11 pekan.

    Bagi sebagian besar anggota Le Minerale Running Squad, kata ‘marathon’ dulunya terdengar seperti mimpi yang mustahil. Namun, dengan tekad bulat dan program pelatihan terstruktur selama 11 minggu, mereka membuktikan bahwa siapa pun bisa meraih target yang tampak mustahil.

    “Tahun ini acara JRF bagus banget, dari awal tuh udah tertib dan pas tadi acaranya juga steril, cheering Le Minerale juga sangat membantu, plus tenaga buat kita,” ujar salah satu peserta Le Minerale Running Squad Gugun, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).


    Jakarta Running Festival Foto: Istimewa

    Perjalanan Gugun dimulai sejak dini hari. Dari kediamannya di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), ia telah bersiap berangkat sejak pukul 2 pagi, memastikan segala persiapan matang untuk menghadapi 42 kilometer pertamanya.

    Tekad itu terbayar tuntas ketika ia melintasi garis finish, disambut sorak sorai penuh semangat dari rekan-rekan Le Minerale Running Squad. Momen emosional pun terjadi di area recovery zone.

    Di fasilitas ice bath Le Minerale, Gugun yang tengah memulihkan stamina pasca-marathon justru dikejutkan dengan karangan bunga dan poster dukungan. Sesama pelari berbondong-bondong berfoto bersamanya, merayakan pencapaian virgin marathon yang luar biasa.

    Air mata haru bercampur senyum kelelahan menggambarkan betapa bermaknanya perjalanan 11 minggu pelatihan yang akhirnya berbuah manis.

    “Kebetulan saya dari Le Minerale Running Squad, jadi kita dilatih selama hampir tiga bulan sebelum acara ini. Kita semua ini virgin marathon,” jelas Gugun.

    Jakarta Running Festival Foto: Istimewa

    Gugun mengaku sangat terbantu dengan keberadaan water station Le Minerale di hampir setiap titik.

    “Hampir semua saya hampiri, sangat terbantu soalnya jadi bisa sekalian refresh juga. Enak, segar airnya,” kata Gugun.

    Perjalanan 11 minggu tersebut bukan sekadar tentang peningkatan jarak tempuh, tetapi juga transformasi mental dan gaya hidup.

    “Program ini mengajarkan saya disiplin, konsistensi, dan pentingnya mendengarkan tubuh sendiri. Le Minerale tidak hanya menyediakan air minum berkualitas di setiap sesi latihan, tetapi juga menciptakan komunitas yang saling mendukung,” jelas peserta lain Elisabeth.

    “Ketika capek dan ingin menyerah, teman-teman Le Minerale Running Squad selalu ada,” tambahnya.

    Sebagai brand air mineral asli milik Indonesia, Le Minerale konsisten mendukung gaya hidup sehat masyarakat Indonesia melalui berbagai inisiatif termasuk ajang olahraga.

    Kehadiran Le Minerale sebagai Official Mineral Water di JRF 2025 memastikan 27.000 pelari dari berbagai kategori terpenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya dengan baik sepanjang rute perlombaan di 20 titik water station.

    “Kisah-kisah virgin marathoner di Le Minerale Running Squad membuktikan bahwa dengan persiapan yang tepat, dukungan komunitas yang kuat, pemenuhan cairan dan mineral alami tubuh dan mineral yang optimal, tidak ada target yang terlalu tinggi. Le Minerale berkomitmen untuk terus hadir membantu para pelari Indonesia mencapai performa terbaik mereka,” ungkap Head of PR and Digital Le Minerale Yuna Eka Kristina,

    Program Le Minerale Running Squad sendiri akan terus berlanjut untuk mempersiapkan lebih banyak pelari pemula meraih mimpi marathon mereka, sejalan dengan visi Le Minerale sebagai pendukung gaya hidup sehat aktif masyarakat Indonesia.

    (akn/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Lari Bareng Baby Shark! Nikmati Momen Bersama Keluarga di Baby Shark Run 2025


    Jakarta

    Setiap momen bersama keluarga selalu jadi kenangan berharga, apalagi kalau diisi dengan kegiatan seru dan penuh tawa. Tahun ini, ada cara baru untuk menikmati waktu bersama si kecil lewat Baby Shark Run 2025, ajang lari keluarga yang dikemas dengan nuansa ceria, warna-warni, dan hiburan tanpa batas!

    Dengan jarak lari 2,5 KM, kamu dan buah hati akan diajak berlari di lintasan penuh permainan, musik, dan kejutan seru. Tak ketinggalan, karakter favorit anak-anak Baby Shark dan keluarganya juga akan hadir untuk menambah keseruan.

    Selain pengalaman berlari yang menyenangkan, peserta juga akan mendapatkan banyak benefit menarik, mulai dari Official Jersey Baby Shark, Drawstring Bag, hingga Medali Eksklusif Baby Shark untuk kamu dan si kecil.


    Satu tiket berlaku untuk dua peserta, yaitu anak dan orang tua atau pendamping dewasa, jadi momen kebersamaan ini bisa benar-benar kamu nikmati bersama keluarga tercinta.

    Keseruan Baby Shark Run 2025 nggak berhenti di situ! Akan ada banyak aktivitas yang bisa kamu dan anak ikuti seperti Meet & Greet dengan Baby Shark Family, Free Photobooth, Family Photo Session, hingga Doorprize menarik.

    Anak-anak juga bisa menikmati Face Painting, Balloon Twist, pertunjukan sulap dari Magician Show, dan tentunya Kids Rave Party yang bakal dipandu langsung oleh DJ Dipha Barus yang siap bikin suasana makin meriah dan penuh energi!

    Acara ini akan berlangsung di Epiwalk Lifestyle, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 22 November 2025. Kegiatan ini terbuka untuk anak usia 3-10 tahun, jadi pastikan kamu sudah menyiapkan energi untuk bersenang-senang bareng si kecil!

    Saatnya isi akhir pekanmu dengan kegiatan seru dan penuh warna di Baby Shark Run 2025. Beli tiketnya sekarang hanya di detikevent!

    (aff/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Sejarah Padel: Dari Spanyol ke Dunia

    Jakarta

    Padel menjadi salah satu olahraga yang populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Olahraga ini cukup diminati berbagai kalangan sebab teknik bermainnya yang tidak terlalu rumit dan menyenangkan.

    Meskipun sekilas terlihat seperti tenis, padel memiliki keunikan sendiri, mulai dari aturan hingga peralatan yang digunakan.

    Bagi detikers yang penasaran asal mula olahraga padel, berikut detikSport telah merangkum sejarah terbentuknya. Yuk, disimak sampai selesai!


    Sejarah Berkembangnya Olahraga Padel

    Melansir dari situs padelflip, padel pertama kali diciptakan oleh Enrique Corcuera, seorang penggemar tenis. Pada tahun 1969, Enrique berencana membuat lapangan tenis di rumahnya namun tidak memiliki lahan yang cukup. Oleh karenanya, ia membuat lapangan versi yang lebih kecil, yaitu berukuran 20 x 10 meter yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter dan net di antaranya.

    Pada tahun 1970-an, Pangeran Alfonso dari Hohenlohe menghabiskan liburan musim panasnya di rumah Corcuera di Acapulco dan memutuskan untuk membangun lapangan padel di Andalusia.

    Selanjutnya, Julio Menditeguy memutuskan untuk mengimpor olahraga ini ke Argentina dan menjadi membangun lapangan padel pertama di Argentina.

    Pada tahun 1980-an, lapangan-lapangan padel mulai banyak di bangun di Brasil, Uruguay, Chili, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Pada tahun 1988, asosiasi nasional pertama di dunia, “Asociacion Padel Argentino didirikan.

    Pada tahun 1990-an, Federasi Padel Internasional (FIP) didirikan di Madrid oleh Asosiasi Padel Argentina, Asosiasi Padel Spanyol, dan Asosiasi Padel Uruguay. Pada tahun 1997, di Barcelona, Spanyol, dan Argentina disepakati bahwa olahraga ini disebut Padel, dimana sebelumnya disebut Paddle.

    Pada tahun 2000, Kejuaraan Dunia Junior diadakan di La Plata, Argentina. Selama tahun-tahun tersebut, 7 federasi lainnya dibentuk, 6 federasi Eropa dan 6 federasi Australia. Pada tahun 2005, sirkuit padel profesional pertama lahir, yaitu Padel Pro Tour (PPT).

    Pada tahun 2013, PPT digantikan oleh World Padel Tour (2014-2023). Pada tahun 2018, Kejuaraan Dunia Senior pertama diadakan di Estepona, Malaga (Spanyol).

    Pada tahun 2021, FIP meluncurkan sirkuit Promises untuk putra dan putri kategori di bawah 14, 16, dan 18. Pada tahun 2024, sirkuit Premier Padel yang dikelola oleh FIP menjadi sirkuit profesional teratas di dunia dengan 24 turnamen di 16 negara. Dan hingga kini terdapat 87 federasi yang terafiliasi dengan FIP dan padel sudah dimainkan lebih dari 140 negara.

    Di Indonesia sendiri, padel sudah dikenal sejak tahun 2021. Olahraga ini semakin populer dan mendapat perhatian pada tahun 2024. Ketenaran padel bisa dilihat dari banyaknya lapangan padel di kota-kota besar hingga berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Run To Care, Inisiatif Lari Amal untuk Dukung Anak-anak Indonesia


    Jakarta

    Beberapa tahun terakhir, olahraga lari semakin populer di Indonesia. Dari kota besar hingga daerah, berbagai komunitas bermunculan dan menggelar kegiatan rutin setiap minggu.

    Lari tidak lagi sekadar olahraga individu, tapi juga jadi bagian dari gaya hidup dan sarana membangun kebersamaan. Di tengah tren tersebut, muncul sejumlah inisiatif sosial yang menggunakan kegiatan lari sebagai medium berbagi, salah satunya Run to Care.

    Apa Itu Run to Care?


    Run to Care adalah gerakan sosial yang diinisiasi oleh SOS Children’s Villages Indonesia untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak anak melalui olahraga lari. Gerakan ini dimulai pada tahun 2016 oleh 44 pelari yang berlari sambil menggalang dana untuk pendidikan anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua.

    Seiring waktu, kegiatan ini berkembang dan melibatkan ribuan peserta, baik pelari individu maupun komunitas dari berbagai daerah. Run to Care hadir sebagai bentuk dukungan terhadap anak-anak yang tumbuh tanpa keluarga.

    Melalui kegiatan lari, para peserta mengumpulkan dana dan menyebarkan informasi tentang pentingnya peran keluarga dalam tumbuh kembang anak. Pendekatannya sederhana, tapi memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat tanpa harus memiliki peran besar di lembaga sosial.

    1. Gerakan Sosial yang Tumbuh dari Komunitas

    Salah satu hal menarik dari Run to Care adalah cara gerakan ini berkembang secara organik dari komunitas lari. Para pelari yang awalnya bergabung hanya untuk olahraga kemudian mulai mengenal isu sosial di balik kegiatan tersebut.

    Dari situ, muncul dorongan untuk berpartisipasi lebih jauh, baik melalui penggalangan dana, donasi, atau menjadi relawan di kegiatan SOS Children’s Villages. Hubungan antarkomunitas pun semakin kuat karena memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan manfaat lewat hal yang disukai.

    2. Lari Sebagai Cara Menyuarakan Isu Anak

    Run to Care menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif. Setiap pelari membawa pesan tentang hak anak dan pentingnya lingkungan keluarga yang aman.

    Pesan ini disebarkan lewat media sosial, kegiatan komunitas, maupun cerita pribadi para pelari. Tanpa pendekatan formal, isu yang biasanya dianggap berat bisa tersampaikan ke masyarakat dengan cara yang lebih ringan dan mudah dipahami.

    3. Dukungan dari Berbagai Kalangan

    Kegiatan ini juga menarik partisipasi dari berbagai pihak di luar komunitas lari. Banyak individu, perusahaan, hingga organisasi yang ikut berkontribusi melalui donasi atau dukungan logistik.

    Keterlibatan tersebut memperkuat pesan bahwa kepedulian terhadap anak bukan hanya tanggung jawab lembaga sosial, tetapi juga masyarakat luas. Dengan dukungan lintas sektor, gerakan seperti Run to Care bisa terus berjalan secara berkelanjutan.

    4. Dampak Lebih Luas dari Sekadar Olahraga

    Di balik aktivitas fisik yang dilakukan, Run to Care membuka ruang bagi para peserta untuk memahami nilai solidaritas dan tanggung jawab sosial. Setiap kilometer yang ditempuh memiliki makna tersendiri karena berkontribusi terhadap perubahan nyata.

    Walaupun skalanya berbeda-beda, setiap aksi yang dilakukan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mendukung anak-anak di Indonesia.

    5. Konsistensi dan Keberlanjutan Gerakan

    Sejak dimulai hampir satu dekade lalu, Run to Care terus menjaga konsistensi dalam menyampaikan pesan sosialnya. Format kegiatan mungkin berubah, dari lari individu hingga kolaborasi antar kota, namun esensinya tetap sama, menggabungkan olahraga dan kepedulian.

    Keberlanjutan ini menjadi bukti bahwa gerakan sosial bisa bertahan ketika dijalankan dengan niat yang jelas dan melibatkan banyak pihak secara terbuka.

    6. Membangun Kesadaran untuk Terus Tumbuh

    Run to Care tidak berhenti pada satu kegiatan tahunan. Banyak peserta yang tetap terlibat setelah acara selesai, baik sebagai relawan maupun donatur. Beberapa di antaranya bahkan membuat inisiatif serupa di wilayah masing-masing.

    Dari situ terlihat bahwa kesadaran sosial bisa tumbuh dari pengalaman langsung, bukan dari ajakan. Nilai ini yang membuat Run to Care berbeda dari kegiatan olahraga biasa.

    Run to Care memperlihatkan bagaimana olahraga bisa menjadi bagian dari perubahan sosial tanpa harus kehilangan esensinya sebagai aktivitas fisik. Dengan pendekatan sederhana dan partisipasi terbuka, gerakan ini berhasil menghubungkan banyak orang lewat tujuan yang sama, yaitu mendukung kesejahteraan anak-anak di Indonesia.

    (anl/ega)



    Sumber : sport.detik.com

  • Hitung Mundur Menuju Ngawi Run 2025! Siapkah Kamu Berlari di Alun-Alun Merdeka?


    Jakarta

    Ngawi Run 2025 tinggal menghitung hari! Antusiasme para pelari dan pecinta gaya hidup sehat di seluruh Ngawi kian terasa.

    Mulai dari komunitas lari, pelajar, hingga pekerja muda, semuanya bersiap menyambut ajang lari paling seru tahun ini yang akan digelar pada 16 November 2025 di Alun-Alun Merdeka Ngawi.

    Event yang digagas oleh Paguyuban Alumni Espero (PASPERO) bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi serta Tim Andri Bolang ini bukan sekadar lomba lari biasa. Ini adalah perayaan semangat sehat, kebersamaan, dan sportivitas yang akan mengubah Minggu pagimu jadi momen penuh energi positif!


    Dengan flag off pukul 06.00 WIB, ribuan peserta siap memenuhi Alun-Alun Merdeka untuk menaklukkan dua kategori seru:

    Fun Run: 5K

    * Value Package: Rp 45.000 (Medali & Nomor BIB)
    * Regular Package: Rp 100.000 (Jersey, Medali & Nomor BIB)

    Challenge: 10K

    * Premium Package: Rp 150.000 (Jersey, Medali & Nomor BIB).

    Kabar baik sekaligus peringatan untuk kamu yang belum daftar, kuota peserta hampir penuh! Setiap paket sudah mulai diburu oleh peserta dari berbagai kota. Banyak yang tak mau ketinggalan merasakan sensasi berlari di jantung Kota Ngawi, sambil menikmati suasana hangat kebersamaan di pagi yang penuh semangat.

    Kalau kamu masih menunda, ini saatnya bertindak cepat. Jangan sampai kamu hanya jadi penonton di media sosial saat ribuan orang bersenang-senang di Ngawi Run 2025.

    Yuk, amankan tiket larimu sekarang di detikevent! Tinggal beberapa hari lagi, sebelum suara peluit start membawamu ke garis finish!

    (aff/aff)



    Sumber : sport.detik.com