Author: Gambar Wisata Domestik

  • Ke Museum Wayang Kotu, Menyelami Budaya di Lokasi Bekas Gereja



    Jakarta

    Bagi kamu yang libur panjang ini nggak ke mana-mana di Jakarta saja, bisa nih berkunjung ke Museum Wayang. Letaknya di kawasan Kota Tua.

    Museum Wayang dulunya merupakan bekas gereja ketika masa kolonial Belanda. Salah satu inisiator lahirnya Museum Wayang adalah Ali Sadikin yang kala itu menjabat sebagai gubernur Jakarta.

    Singkat cerita pada tahun 13 Agustus 1975, Ali Sadikin meresmikan bangunan tersebut menjadi sebuah Museum Wayang. Kata Bayu, guide yang memandu detikTravel saat berkunjung ke museum ini Sabtu (15/6/2024), menyebut bahwa awalnya bangunan ini dipakai sebagai tempat perkumpulan para pecinta wayang.


    “Adanya Museum Wayang ini sebenarnya untuk supaya wayang ini dinikmati dan bisa dilihat oleh masyarakat, karena sebelum menjadi Museum Wayang tuh di sini tempat dari perkumpulan para pecinta wayang yang disebut Yayasan Nawangi. Nah salah satunya adalah Bapak Ali Sadikin sekitar tahun 73 atau 74,” katanya.

    Museum WayangMuseum Wayang di Jakarta (Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Rumah pecinta wayang

    Para pecinta wayang tersebut mengumpulkan koleksi-koleksi milik mereka dan tercetus ide untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Niat itu supaya tidak hanya bisa dinikmati oleh anggota perkumpulan saja.

    “Akhirnya kenapa hanya (untuk) pecinta wayang doang, kenapa tidak buat masyarakat. Berhubung Bapak Ali Sadikin sebagai gubernur, ini bangunan juga milik pemda DKI jadi gampanglah dijadikan Museum Wayang,” jelas Bayu.

    Bayu juga menjelaskan berbagi koleksi wayang yang ada di museum ini, mulai dari wayang kulit, wayang beber, wayang revolusi, wayang kardus, wayang rumput, boneka hingga wayang dari luar negeri.

    Koleksi wayang ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri, setiap wayang walaupun memiliki tampilan dan cerita yang sama tetapi sebetulnya memiliki perbedaan masing-masing.

    Ia pun mengetes penulis untuk melihat perbedaan dari wayang-wayang tersebut. Secara kasat mata untuk orang awam pasti sulit membedakannya tapi setelah dilihat ternyata ada yaitu dari wajah wayang tersebut, tampilan mimik yang serta karakter wajahnya pun berbeda.

    Museum WayangMuseum Wayang di Jakarta (Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Ribuan koleksi

    Museum Wayang ini menurut Bayu memiliki koleksi sekitar 6. 873 secara keseluruhan namun ia tak tahu pasti berapa koleksi wayang yang dipamerkan di dalam museum.

    “Koleksi kurang lebihnya ada 6.873,” singkatnya

    Wayang sebagai warisan budaya Indonesia sudah sejatinya harus dipertahankan dengan salah satu cara pelestariannya melalui museum ini.

    Informasi yang diberikan di museum ini juga begitu detail dengan koleksinya berlimpah. Jadi buat kamu yang ingin mengisi libur panjang dengan lebih bermanfaat coba deh ke sini.

    Museum Wayang buka setiap hari Selasa-Minggu dari pukul 09.00 hinga 15.00 WIB. Biaya yang harus dikeluarkan untuk masuk ke Museum Wayang ini sebesar Rp 10.000 untuk dewasa (weekday) dan Rp 5.000 untuk anak-anak (termasuk pelajar hingga mahasiswa).

    Dan untuk weekend harga Museum Wayang untuk anak-anak masih sama, lalu untuk dewasa menjadi Rp 15.000. Sementara untuk pengunjung mancanegara dikenakan biaya Rp 50.000.

    (msl/msl)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Thrifting di Pasar Senen: Wisata Belanja Murah-Pilihannya Berlimpah



    Jakarta

    Fashion jadi cara orang untuk menampilkan jati diri. Tak harus barang mahal, barang murah dan bekas jika pintar memilah juga keren. Semua bisa di Pasar Senen!

    Untuk menunjang penampilan yang apik dan tentunya murah, kamu bisa mencarinya di Pasar Senen. Karena Pasar Senen terkenal dengan surga bagi para pecinta thrifting.

    Walaupun barang bekas, tetapi untuk kualitas tak boleh diragukan. Tinggal pintar-pintar memilih barangnya saja. Di Pasar Senen ini banyak pedagang yang menjajakan fashion item, mulai dari baju, celana, jaket, jas, hingga topi dan aksesoris lainnya.


    Untuk perkara harga, tentu sangatlah miring, triknya pengunjung harus piawai untuk menggoyang harga dan jangan pantang menyerah. Para pedagang pun tak sungkan untuk menurunkan harga jika harga yang ditawarkan sesuai.

    Salah satu pedagang di Pasar Senen ini adalah Gian Perdana Putra, ia menjual berbagai macam celana seperti jeans, chino, katun twill, dan banyak lagi.

    Saat detikTravel menghampiri lapaknya, lapak Gian ramai dipadati pengunjung.

    “Yes khusus celana doang gue, cewek-cowok ada celananya,” sebut Gian.

    Thrifting Pasar SenenThrifting Pasar Senen Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Para pengunjung sibuk dengan memilih barang-barang jualan Gian. Ia mematok harga dari Rp 35.000 hingga paling mahal Rp 200.000.

    Harga tersebut masih bisa dinego. Di tengah merapikan barang dagangannya, terlihat pengunjung mewartakan negosiasi kepada Gian.

    “Bisa turun lah bang,” ucap pembeli itu.

    Negosiasi yang terjadi tak begitu alot, Gian pun menurunkan harga yang asalnya Rp 150.000 menjadi Rp 100.000.

    Area thrifting di Pasar Senen ini terbilang luas. Selain itu, kenyamanan juga jadi nomor satu kalau kamu berkunjung ke sini, karena tidak panas alias ber-AC.

    Untuk bisa mencapai ke area thrifting, kamu tinggal mencari Gedung Pasar Senen Blok III lantai dua. Mulanya kamu harus melewati beberapa area pedagang jajanan hingga pedagang-pedagang aksesoris seperti jam tangan dan kacamata.

    Kawasan thrifting Pasar Senen ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 sampai 18.00 WIB.

    Thrifting di Pasar Senen memang jadi alternatif untuk mencari pakaian-pakaian bekas yang berkualitas karena banyak pilihan dan pastinya dengan harga yang murah.

    Popularitas Pasar Senen sudah tak perlu diragukan lagi, jika kamu cek di media sosial, kawasan ini pasti banyak yang memposting.

    Gilang jadi satu dari pengunjung lainnya yang pertama kali thrifting di Pasar Senen, dari hasil berburunya ia mendapatkan satu buah celana.

    Thrifting Pasar SenenThrifting Pasar Senen Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    “Dapet celana satu, dapet harga di Rp 90.000 dari harga asli Rp 110.000. Baru pertama kali ke sini karena dikasih tahu teman,” katanya.

    Selama detikTravel mengelilingi setiap toko-toko, para pedagang ramai bersahut-sahutan mempromosikan barang dagangan mereka. Makanya nggak heran kalau lantai ini lebih berisik daripada lantai lainnya di gedung ini.

    “Ayo silahkan masuk dulu aja dipilih-pilih,” teriak pedagang.

    “Kakak.. 100 dapat tiga dipilih aja silahkan,” sorak pedagang lainnya.

    Buat kamu yang ingin datang ke sini jangan khawatir jika tidak membawa uang cash karena beberapa pedagang di sini sudah bisa melakukan pembayaran cashless.

    Jadi buat kamu yang ingin gonta-ganti gaya tapi budget terbatas, coba deh buat berburu barang keren di Pasar Senen.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Sarsa Creative Space Destinasi Pas buat Melepas Stress Lewat Seni



    Sleman

    Coba kunjungi Sarsa Creative Space untuk melepaskan stress dengan cara healing lewat seni. Tidak hanya melukis, ada pilihan lain seperti meronce, clay, hingga menyusun micro block.

    Bangunan joglo di tengah sawah ini menawarkan konsep healing kembali ke alam. Berdiri sejak 12 Juni 2023, pengunjung akan diajak menepi sejenak dari hiruk pikuk bisingnya kota Jogja yang semakin ramai.

    “Awalnya apa ya kita bikin tempat nongkrong tapi kalau coffee shop aja udah banyak, gitu-gitu aja. Bikin tempat alternatif tempat nongkrong enaknya apa ya,” kata Firza Ayubi, pemilik Sarsa Creative Space, saat diwawancarai detikTravel, Senin (10/6/2024).


    Lokasi tepatnya ada di Nglengkong, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Menuju ke lokasinya, traveler akan melewati jalan pedesaan dengan kiri kanan rumah warga dan pemandangan sawah. Sesampainya di lokasi akan langsung disambut dengan bangunan joglo tua dan halaman parkir yang luas.

    Sarsa menjadi ruang kreatif untuk melepas penat dengan berbagai pilihan kegiatan menarik. Nama sarsa sendiri adalah singkatan dari kata “Kersa” dan “Sareng”, yang dalam bahasa Jawa artinya bekerja sama. FIrza menyebut, dirinya ingin antara Sarsa dan pengunjung dapat bekerja sama dalam harmoni meluruhkan stress yang ada.

    “Lokasinya emang jauh, ga masalah tapi pinginnya pengunjung yang dateng itu lupa kalau lagi ada masalah, lupa kalau lagi capek,” kata Firza.

    Uniknya, di sini juga tersedia jajanan jadul yang bisa bikin traveler bernostalgia. Juga akan disediakan secangkir teh gratis yang bisa diseduh sendiri setiap pembelian. Pilihan tehnya beragam, mulai dari basic tea hingga fruit tea.

    Rumah bergaya Joglo ini didominasi oleh kayu. Terdapat sejumlah meja bundar dan meja panjang, jadi jangan khawatir tidak kebagian tempat. Traveler bisa memilih untuk duduk di tepi jendela yang mengarah langsung ke lahan sawah. Bahkan jika beruntung, view Gunung Merapi akan sangat cantik dilihat dari Sarsa.

    Ruang kreatif Sarsa di dekor unik dengan menampilkan produk yang sudah selesai, mulai dari lukisan kanvas, totebag, bahkan ada wayang kulit di dinding atas pintu. Tumpahan cat pengunjung di atas meja seolah secara alami menjadi ornamen penghias meja. Di luar juga terdapat ayunan kayu untuk traveler yang ingin sekadar bengong atau membaca buku.

    Sarsa secara khusus membiarkan pengunjung berkreasi semaunya tanpa didampingi oleh instruktur atau pendamping. Firza ingin kegiatan itu berjalan dengan alami. Namun, jika kesulitan, pengunjung tetap bisa bertanya pada penjaga, atau mencari referensi lewat QR Code yang sudah tersedia di setiap meja.

    Mau ngonten? Sarsa juga menyediakan persewaan tripod dengan harga Rp 5.000. Serta sewa apron atau celemek di harga Rp 5.000 untuk menghindari baju terkena cat atau media seni lainnya.

    Penasaran dengan kegiatan selengkapnya di Sarsa? Berikut rinciannya:

    1. Paket Micro Block

    Kegiatan ini adalah menyusun micro block menjadi bentuk yang diinginkan. Bisa dilakukan sendiri, berpasangan, atau bersama teman-teman. Tersedia dua pilihan dengan harga Rp 25.000 untuk ukuran kecil dan Rp 35.000 untuk ukuran besar.

    2. Paket Meronce

    Meronce adalah kegiatan menyusun manik-manik menjadi aksesoris seperti gelang, cincin, ataupun kalung. Tersedia dua pilihan paket, yang pertama di harga Rp 35.000 akan mendapat 2 meter benang elastis, gunting benang, dan 5 macam manik-manik seberat 30 gram. Kedua, seharga Rp 55.000 akan mendapat 2 meter benang elastis, gunting benang, dan 10 macam manik-manik seberat 60 gram.

    3. Paket Airdry Clay

    Clay adalah seni membuat bentuk tertentu dengan bahan dasar sejenis tanah liat. Air Dry clay ini akan mengering dengan sendirinya tanpa perlu dioven.

    Selesai membentuk, traveler bisa melukisnya dengan cantik. Tersedia satu macam paket di harga Rp 40.000 yang menawarkan 200 gram airdry clay, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette. Tambahkan Rp 5,000 untuk membeli cairan varnish guna melapisi hasil clay supaya lebih mengkilap.

    4. Melukis kanvas

    Tersedia satu macam paket dengan ukuran kanvas 20×20 cm, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette seharga Rp 40.000

    5. Melukis Bucket Hat

    Bucket hat atau topi menjadi produk yang selesai dilukis dapat digunakan, dengan harga Rp 50.000 traveler akan mendapat satu buah bucket hat, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette.

    6. Melukis Tote bag

    Sama seperti sebelumnya, media yang digunakan adalah tote bag dengan harga Rp 50.000 akan mendapat satu buah tote bag, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette.

    7. Melukis Pouch Make Up

    Medianya kali ini adalah pouch make up dengan harga Rp 50.000 dan akan mendapat cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette.

    8. Melukis Cermin

    Dengan harga Rp 65.000, traveler akan mendapat sebuah cermin duduk atas meja, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette/

    9. Melukis Pot Tanah Liat

    Degan harga Rp 45.000, traveler akan mendapatkan pot tanah liat, cat dasar 1 warna, cat 12 warna, 2 buah kuas, dan piring palette. Lalu untuk paket dengan harga Rp 50.000 akan ditambah tanah media tanam beserta biji tumbuhannya. Layaknya bertani bukan?

    10. Paket Paint by Number

    Tidak perlu ragu jika belum atau bahkan tidak pernah mencoba melukis, ada pilihan alternatif menggunakan paket paint by number. Traveler hanya tinggal mewarnai sesuai kode warna di pola yang sudah ada. Tersedia versi canvas di harga Rp 65.000 dan versi tumblr.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Sarsa, Dulu Jualan Alat Lukis, Kini Ruang Kreatif dan Healing Gen Z



    Yogyakarta

    Sarsa Creative Space hype di kalangan Gen Z Yogyakarta. Dulu, ternyata Sarsa adalah produk lukis yang dijual lewat media sosial.

    Ruang kreatif Sarsa di Nglengkong, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), disebut-sebut sebagai tempat ideal untuk meredakan stress lewat kegiatan seni. Sarsa diinisiasi oleh Firza Ayubi dan Dian Agustina.

    Firza menyebut masih kuliah ketika merintis Sarsa. Dulu, Sarsa tidak memiliki kedai dengan view sawah nan menenangkan seperti sekarang,


    “Dulu Covid 19 sekitar tahun 2020 ga bisa keluar, harus di rumah aja. Kepikiran gimana kalau kita bikin semacam stress release, tanpa keluar rumah. Akhirnya bikin paket lukis, ada kanvas, kuas dan cat, lalu dipack. Awalnya nawarin by Whatsapp dan Instagram ke temen-temen,” Kata Firza dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (10/6/2024).

    Ketika pandemi mulai berangsur menuju new normal, Sarsa mulai aktif ikut kegiatan offline. Mulai dari event kampus hingga bazar. Akhirnya Sarsa mulai dikenal oleh pasar. Sejak itulah muncul permintaan untuk mengadakan workshop.

    “Banyak yang minta workshop dalam 1 tempat. akhirnya ada workshop by order 10-15 orang per rombongan,” kata Firza.

    Sarsa Creative Space di Sleman, YogyakartaSarsa Creative Space di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

    Tiga tahun Sarsa aktif menjual lukisan, akhirnya di tahun 2023 berdirilah rumah kreatif Sarsa. Didorong oleh keresahan untuk membuat tempat nongkrong anti-mainstream, Firza memilih bangunan Jogja di tengah sawah itu.

    Konsep yang coba diusung adalah healing dan stress release yang kembali ke alam. Firza ingin setiap pengunjung yang datang dapat melupakan penatnya dan meluruhkannya pada kegiatan seni. Sarsa kemudian menambah beberapa fasilitas seperti penyediaan jajanan jadul yang bisa bikin traveler bernostalgia. Juga gratis secangkir teh yang bisa diseduh sendiri setiap pembelian.

    Sarsa Creative Space di Sleman, YogyakartaSarsa Creative Space di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

    Awalnya hanya lukis, kini sudah mulai merambah pada kegiatan lainnya seperti meronce, menyusun micro block, hingga membuat clay. Firza menyebut bahkan mulai muncul banyak tawaran kerjasama barang untuk masuk ke Sarsa, seperti resin, batik, dan lainnya. Namun, Firza mengungkap ada tiga kriteria utama dalam pemilihan kegiatan di Sarsa.

    “Bisa digunakan orang awam. Estimasi waktunya tiga jam mengerjakan sesuatu dan selesai. Dan terakhir affordable. jadi kalau melenceng dari 3 itu agak dipikir ulang,” kata Firza.

    Sarsa sempat membuka cabang keduanya di salah satu gerai di Sleman City Hall, Jogja. Namun kini telah tutup karena dirasa telah melenceng dari konsep awalnya yang kembali ke alam.

    Meski bukan menjadi satu-satunya ruang kreatif di Jogja, transaksi di Sarsa bisa mencapai 50 transaksi setiap hari. Bahkan, di hari libur angkanya dapat naik hingga 2-3 kali lipat.

    “Yang kita jual experience, karena kalau produk pasti banyak. Kamu dateng, sama temen-temen atau sendirian, liat sawah, denger gemercik air, ada effortnya ke sana karena jauh,” kata Firza.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • 4 Rekomendasi Beach Club di Bali yang Masuknya Gratis!



    Jakarta

    Bali adalah surganya wisata tropis. Tak salah Bali memiliki segudang beach club yang menarik. Tapi traveler tahu nggak? Kalau ada beach club yang masuknya gratis lho.

    Jika berkunjung ke Bali untuk liburan rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung ke beach club. Bali merupakan surganya beach club ternama dengan kualitas terbaik dan tentunya dengan pemandangan yang menakjubkan.

    Beberapa orang malas untuk datang ke beach club karena khawatir akan overbudget, karena tempatnya yang terkesan mewah, banyak orang yang enggan untuk datang. Padahal ada banyak sekali beach club yang dapat dimasuki secara gratis bahkan beberapa tempat juga memberlakukan dengan tanpa minimum payment.


    Lantas, beach club mana saja yang dapat dikunjungi secara gratis?

    Berikut rekomendasi beach club yang bebas biaya masuk atau free entry yang dapat kalian kunjungi jika berlibur ke Bali.

    1. Potato Head

    Potato Head BaliPotato Head Bali. (Ardan Adhi Chandra/detikTravel)

    Lokasi: Jalan Petitenget no. 51B, Seminyak, Kuta Utara Kabupaten Badung, Bali – 80361, Indonesia

    Daya tarik:

    • Potato head adalah salah satu beach club yang populer di Bali
    • Memiliki banyak pilihan sofa atau tempat duduk yang dapat diduduki tanpa ada minimum payment
    • Terletak di lokasi yang sangat mudah di akses dan juga strategis
    • Tidak hanya beach club, terdapat banyak toko-toko yang menjual souvenir
    • Terkadang ada pameran berupa karya seni yang dipamerkan di spot tertentu

    Fasilitas:

    • Fasilitas yang ditawarkan juga tidak kalah seperti fasilitas beach club lain
    • Menawarkan kamar, villa, dan beragam jenis penginapan yang bisa disewa
    • Terdapat akses ke kolam renang
    • Resto yang sangat estetik dan juga memberi kesan mahal

    2. Finns Beach Club

    Kolam renang untuk bersantai menikmati musik dan berfotoFinns Beach Club. (Ronald Pang)

    Lokasi: Jl. Pantai Berawa No.99, Canggu, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361

    Daya tarik:

    • Terletak di Canggu
    • Salah satu beach club paling populer
    • Terdapat banyak sekali fasilitas yang menunjang kebutuhan

    Fasilitas:

    • Terdapat 3 kolam renang
    • Terdapat 9 Bar dan 2 swim up bar
    • Dilengkapi dengan 7 dapur
    • Tersedia 3 Resto

    3. Mari Beach Club

    Mari Beach ClubMari Beach Club. (Mari Beach Club)

    Lokasi: Jl. Batu Belig No.66, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361

    Daya tarik:

    • Menampilkan banyak sekali pertunjukkan
    • Terletak di lokasi yang sangat strategis antara Seminyak dan Canggu
    • Minimum spend hanya mulai dari Rp 250 ribu

    Fasilitas:

    • Terdapat kolam renang yang membentang sepanjang area beach club
    • Desain arsitektur yang sangat unik seperti membuat pantai buatan dengan pasir putih
    • Memiliki nuansa yang sangat cozy

    4. La Brisa

    La Brisa Bali.La Brisa Bali. (La Brisa Bali)

    Lokasi: Jl. Pantai Batu Mejan, Canggu, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361

    Daya tarik:

    • Terletak di daerah yang cukup populer di Canggu
    • Terdapat pasar “tradisional” yang diselenggarakan setiap hari minggu yang biasa disebut dengan LYD Market
    • Ambience yang estetik dengan kayu-kayu seperti rumah pohon

    Fasilitas:

    • Terdapat kolam renang yang cukup luas
    • suasana yang rindang dengan pepohonan
    • Menawarkan makanan dan minuman yang lezat.

    ________________

    Artikel ini telah tayang di detikBali

    (wkn/wkn)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Pesona Desa Pandanrejo dari Kambing Etawa Hingga Lihat Burung Liar



    Purworejo

    Desa Wisata Pandanrejo menyajikan pengalaman wisata menarik buat traveler, mulai dari edutourism kambing etawa hingga birdwatching alias melihat burung liar.

    Desa Pandanrejo menjadi salah satu desa wisata yang menjadi Desa Wisata Penyangga Zona Otorita Borobudur. Lokasinya berada di Kawasan Perbukitan Menoreh, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Desa Wisata Pandanrejo berjarak 17 km dari pusat Kota Purworejo dan 36 km dari pusat kota Yogyakarta. Sebelum Desa Pandanrejo terbentuk, dahulu terdapat desa di perbukitan menoreh bagian timur Kabupaten Purworejo bernama Desa Klepu dan bagian barat bernama Desa Pendem.


    Pada tahun 1927, kedua desa tersebut sepakat untuk digabung karena memiliki banyak kesamaan secara budaya, sosial dan ekonomi salah satunya beternak kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing.

    Nama Pandanrejo dipilih karena ciri khas yang ketika itu banyak ditumbuhi tanaman pandan, sedangkan kata ‘rejo’ memiliki makna berjaya.

    Berikut Pesona Desa Wisata Pandanrejo:

    1. Kambing Ras Kaligesing

    Desa Pandanrejo mempunyai peternakan kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing yang menjadi daya Tarik Wisata Pendidikan (Edutourism). Kambing yang berasal dari India ini dibawa ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1924.

    Keunggulan kambing etawa ada pada dading dan susunya yang banyak. Kambing jenis ini masuk ke dalam tujuh plasma nutfah lokal Indonesia.

    Dengan postur tubuh yang besar, jenis kambing etawa menghasilkan lebih banyak daging dibandingkan kambing jenis lainnya. Sementara susu kambing etawa dikenal memiliki berbagai manfaat.

    Edutourism susu kambing etawa secara khusus dilakukan di Goridampyak Farm. Di sini wisatawan akan belajar mengenai susu kambing etawa dan bagaimana memilih indukan yang pas untuk diperah susunya, wisatawan juga dapat menikmati susu kambing yang baru diperah.

    2. Gunung Gajah

    Gunung Gajah merupakan salah satu destinasi di Desa Wisata Pandanrejo yang diresmikan pada tahun 2016. Cerita yang mendampingi Gunung Gajah adalah terdapat tugu kecil yang ada di puncak Gunung Gajah.

    Tugu ini merupakan lambing yang digunakan oleh Kolonial Belanda sebagai penanda salah satu puncak tertinggi di Kawasan Perbukitan Menoreh. Tiap hari Minggu pagi pukul 08.00 – 12.00 WIB, Gunung Gajah membuka Pasar Wiwit.

    Di sana menjual berbagai macam produk UMKM dari warga Desa Pandanrejo. Para pengunjung yang hendak berswafoto, pengelola menyediakan spot dengan latar belakang bentang alam perbukitan menorah.

    Gunung Gajah juga menyediakan edukasi UMKM Dewa Pandan dan juga makanan khasnya yaitu Nasi Gugah dan Dawet Goreng.

    3. Kampung Cantik

    Desa Wisata PandanrejoWisatawan di desa Wisata Pandanrejo Foto: (dok. BOB)

    Kampung Cantik merupakan salah satu pusat akomodasi wisata Dewa Pandanrejo. Terdapat beberapa homestay yang bisa disewa pengunjung untuk beristirahat ataupun menginap.

    Di sana juga ada edukasi tanaman, pupuk dan pengelolaan susu kambing etawa. Biasanya edukasi tanaman disediakan bagi pengunjung yang membeli paket wisata.

    Desa Wisata Pandanrejo terdapat 25 homestay dengan total kamar 75 kamar. Kisaran harga menginap di homestay adalah 125 ribu per orang dan sudah termasuk satu kali makan dan welcome drink/snack.

    4. Birdwatching

    Desa Wisata PandanrejoBirdwatching di desa wisata Pandanrejo Foto: (dok. BOB)

    Birdwatching menjadi salah satu wisata di Desa Wisata Pandanrejo. Keanekaragaman fauna ini dimanfaatkan untuk menjadi paket wisata. Tercatat 35 jenis burung yang dijumpai di Desa Pandanrejo berdasarkan data dari survei Yayasan Kanopi Indonesia Tahun 2023.

    Burung-burung tersebut tersebar di tempat-tempat yang masih memiliki area hutan agroforestri seperti Wisata Alam Bukit Sibutrong, Gunung Gajah, Patunggon Krapyak dan Makam Alas MBarepan. Wisatawan dapat menikmati indahnya burung dengan beberapa cara baik itu hunting foto dan juga menggunakan teleskop.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Mengenang 26 Tahun Peristiwa Reformasi di Museum Tragedi 12 Mei 1998



    Jakarta

    26 tahun tragedi berdarah 12 Mei 1998 berlalu. Jejak perjuangan para pahlawan reformasi dan sejarahnya tersimpan di sini, di Museum Tragedi 12 Mei 1998.

    Museum Tragedi 12 Mei 1998 terletak di dalam kawasan Universitas Trisakti. Museum itu menjadi saksi bisu peristiwa kelam yang merenggut nyawa empat mahasiswa dari Universitas Trisakti, yakni Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan.

    Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai diorama, foto-foto, dan barang-barang peninggalan para korban yang menjadi bukti nyata dari tragedi tersebut. Pengunjung akan diajak untuk merenungkan makna demokrasi dan perjuangan untuk keadilan, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk meneruskan cita-cita para pahlawan reformasi.


    Museum Tragedi 12 Mei 1998 menyajikan berbagai informasi terkait peristiwa reformasi tersebut. Pengunjung dapat memulai pada bagian audio visual pada sebuah televisi yang memutar film dokumenter tentang tragedi 12 Mei. Di sana juga terdapat berbagai foto-foto situasi sebelum dan pasca kerusuhan, kronologi peristiwa yang detail hingga jam dari kejadian tersebut, dan barang-barang peninggalan kerusuhan tersebut.

    Salah satu yang bukti kerusuhan yang masih dipertahankan hingga saat ini adalah jejak peluru berupa kaca yang berlubang yang masih tertanam di dinding kaca museum. Hal ini semakin membuat bergidik pengunjung sekaligus menjadi pengingat nyata dari kekejaman yang terjadi.

    Museum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, JakartaMuseum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

    “Di sini juga ada bukti nyata, dimana saat kejadian 12 Mei ini bukti dari tembakan oleh aparat kepolisian,” Kata Rahma, humas Trisakti, dalam Keluyuran Ngojak di sekit Grogol Sabtu (29/5/24).

    Selain itu, terdapat suatu papan yang disebut dengan papan bercak darah. Konon karena ricuhnya suasana pada saat itu, tandu penyelamat tidak dapat memadai untuk membantu mengevakuasi para korban. Akhirnya para mahasiswa berinisiatif menggunakan papan tersebut sebagai tandu darurat.

    “Display selanjutnya, di sini ada semacam papan yang dimana pada saat itu bekas bazzar dan pada saat 12 Mei digunakan sebagai tandu untuk mengevakuasi korban-korban yang luka maupun yang berjatuhan pada saat itu dan ini masih ada bekas darah-darah dari para korban,” kata Rahma.

    Rahma juga menjelaskan pada pukul 10.00 – 12.00 mahasiswa masih melakukan aksi damai sambil menyampaikan aspirasinya terkait betapa jomplangnya ekonomi rakyat dan para pejabat saat itu.

    Namun, negosiasi tidak berakhir sesuai ekspektasi mahasiswa, bahkan mereka dipaksa mundur.

    Hingga akhirnya pada pukul 17.00 terjadi kesalahpahaman antara oknum mahasiswa dengan komando aparat berbentuk ucapan kasar yang akhirnya menjadi sumbu emosi dan kericuhan.

    Rahma juga menjelaskan salah satu foto yang menggambarkan situasi salah satu mahasiswa bernama Kiki dari fakultas hukum yang terkena tembakan pada pelipis dekat matanya. Saat itu, ia dinyatakan pingsan bahkan meninggal dunia.

    Tetapi, ternyata kondisinya membaik setelah ditangani dan masih sehat hingga saat ini bahkan menjadi salah satu pengacara di Indonesia. Akhirnya, tembakan mulai mereda dan mahasiswa dapat dipulangkan secara bertahap pada pukul 20.00.

    Museum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, JakartaMuseum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

    Bangunan dari museum ini juga menjadi salah satu saksi sejarah yang terjadi. Terdapat satu foto yang mengabadikan aksi penembakan salah satu mahasiswa bernama Hafidin Royan yang saat itu tertembak di bagian kepala dan dinyatakan tewas tepat di depan gedung museum ini.

    Lokasinya kini juga diabadikan dalam bentuk Tilas Tapak Pahlawan Reformasi Trisakti 12 Mei 1998 yang dapat dilihat di depan Gedung Dr. Sjarif Thajeb Universitas Trisakti.

    Selain itu, museum tersebut juga dilengkapi dengan barcode berisikan berbagai foto dan video kerusuhan saat itu. Terdapat pula piagam tanda kehormatan yang diberikan kepada empat korban yang meninggal dunia dari Universitas Trisakti. Terdapat beberapa barang berupa sepatu, pakaian, buku hingga peluru yang melukai mahasiswa di dalam museum itu.

    Diharapkan dengan adanya museum ini, sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali dan semangat reformasi terus terjaga.

    Museum Tragedi 12 Mei 1998 terletak di Jalan Gajah Mada 45, Jakarta Pusat. Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat, pukul 09.00-16.00 WIB. Bagi Anda yang ingin mengenang sejarah dan menumbuhkan semangat reformasi, museum ini adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Melepas Penat dengan ‘Baca Di Tebet’, Perpustakaan Hidden Gem di Jaksel



    Jakarta

    Melepas penat dengan me time memang jadi jalan terbaik. Buat traveler yang suka membaca, kalian bisa banget datang ke ‘Baca Di Tebet’.

    Butuh tempat yang bisa memfasilitasi pikiran dan hati saat suasana galau, Baca Di Tebet bisa jadi piliham. Baca Di Tebet merupakan sebuah konsep perpustakaan yang beda dari perpustakaan yang lain.

    Di sini kamu bisa baca buku sambil makan di area baca. Selain itu, Baca Di Tebet juga punya space yang cukup luas yang dibagi ke beberapa ruangan.


    Semua ruangan baca ini telah dilengkapi dengan AC dan Wifi, tentunya ini semakin bikin nyaman ketika berada di perpustakaan ini. Ada sekitar 26.000 koleksi buku bahasa Indonesia dan juga Bahasa Inggris.

    Tempat berkumpul plus perpustakaan ini dimiliki oleh dua orang yakni Wien Muldian dan Kanti W. Janis. Pertemuan mereka pertama kali terjadi pada tahun 2018.

    Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Buku-buku di sini merupakan koleksi pribadi dari sosok Wien dan tempat ini pun asalnya merupakan rumah pribadi milik keluarga Kanti.

    Inisiasi tempat ini sebetulnya sudah terpikiran oleh Kanti sedari lama, ia menuturkan selama ini tak banyak perpustakaan yang memberikan suasana yang nyaman sesuai kebutuhan pengunjung.

    “Di Indonesia kan perpustakaan saat itu ya belum ada perpustakaan yang nyaman yang sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan yang koleksinya lengkap, AC-nya dingin, terus bisa makan ya bisa ngopi tapi ya di luar negeri juga sebenarnya perpustakaan yang boleh makan, boleh ngopi di dalam ruang koleksi tuh juga jarang sih,” kata Kanti kepada detikTravel, Rabu (22/5/2024).

    “Jadi menggabungkan antara keinginan pribadi terus boleh dibilang riset pribadi kalau ke luar negeri gitu ya kalau ada kesempatan ke luar negeri pasti ke perpustakaan ‘oh yang nyaman tuh kaya gini, yang saya suka tuh kaya gini’ tinggal ditambah ini-ini dan semuanya diwujudkan di Baca Di Tebet,” dia menambahkan.

    Kanti juga merupakan seorang penulis novel dan pertemuannya dengan Wien saat berada di organisasi penulis. Dan Wien merupakan seorang yang telah menekuni bidang ini cukup lama, ia pun pernah mengenyam pendidikan terkait keperpustakaan.

    Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Menyoal buku-buku di Baca Di Tebet, Wien pun menyebut kalau buku-buku yang ada di sini merupakan buku yang sedianya berasal dari koleksi pribadi di rumahnya.

    “Jadi semua buku saya yang ada di rumah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, semua buku dari rumah diangkut semua ke sini. Kecuali yang arsip-arsip atau berkas-berkas ya di rumah tapi kalau buku-buku semua di sini,” ujar dia.

    Baca Di Tebet berada di Jalan Tebet Barat Dalam Raya No. 29, Jakarta Selatan. Tempat ini sangat cocok untuk kamu yang memang butuh ketenangan sejenak untuk merefresh pikiran dengan suasana yang nyaman dengan membaca buku sambil makan atau ngopi.

    Untuk bisa masuk ke perpustakaan ini kamu akan dikenakan tarif masuk harian sebesar Rp 35.000 per orang, jika kamu mulai nyaman dengan tempat ini atau perlu buku yang hanya ada di tempat ini bisa langsung mendaftar sebagai member bulanan dengan harga Rp 100.000 atau tahunan dengan harga Rp 600.000 bagi kalangan pelajar atau mahasiswa dan Rp 800.000 untuk umum.

    Di tempat ini, pengunjung harian atau bulanan tidak bisa meminjam buku untuk dibawa pulang. Peminjaman buku untuk dibawa pulang hanya diperkenankan hanya untuk anggota tahunan saja.

    Perpustakaan di TebetPerpustakaan di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Karena pengelolaan perpustakaan ini oleh pribadi jadi semua tarif pengunjung akan disalurkan untuk operasional Baca Di Tebet.

    Jam operasional tempat ini pun dimulai pada hari Selasa-Minggu, untuk Selasa hingga Kamis jam buka berada pada pukul 10.00-18.00 WIB dan Jumat-Sabtu pukul 12.30-20.30 WIB.

    Baca Di Tebet tak hanya menjadi tempat membaca dan makan-ngopi saja, tempat ini juga kerap mengadakan berbagai kegiatan seperti kelas menulis, teater hingga gelaran live musik untuk mengiringi para pembaca.

    Untuk kamu yang penasaran dan ingin mencoba Baca Di Tebet tinggal daftar terlebih dahulu melalui link yang tersedia di Instagram @bacaditebet atau mendaftar langsung di tempat.

    (wsw/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Syahdunya Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Dipadati Ribuan Orang



    Jakarta

    Hari Raya Waisak jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para umat Buddha. Wihara Ekayana Arama di Jakarta Barat pun jadi pusat perayaan Hari Waisak 2568 BE.

    Para umat Buddha sedari pagi telah memadati Wihara Ekayana Arama. Semua berjejal memasuki barisan untuk mengikuti agenda pertama yakni Pindapata. Di wihara ini memang digelar berbagai rangkaian acara untuk mengenang sang Sidharta Gautama.

    Sesuai pantauan di lokasi, pukul 08.10 WIB, sebanyak 45 biksu dan biksuni mulai berjalan menyusuri barisan umat. Terdapat ribuan umat yang hadir dalam perayaan Hari Waisak 2568 BE yang jatuh pada hari Kamis (23/5/2024).


    Selesai menjalani sesi Pindapata, umat Buddha dan para biksu serta biksuni melangsungkan Puja Bhakti Waisak, seluruh umat menjalankannya dengan khikmat di tengah cuaca yang panas.

    Perwakilan biksu anggota sangha dari Wihara Ekayana Arama, Biksu Nyanagupta menjelaskan dari tema Waisak tahun ini ‘Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa’ dan sub tema ‘Dengan Bodhicitta Mari Kita Wujudkan Keharmonisan’ adalah wujud dari harapan untuk bangsa yang terus dalam suasana yang rukun dan bersatu dalam situasi apapun.

    Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Ia memberikan contoh pemilu yang belakang baru terjadi dan ramai dengan segala prosesnya. Setelah gelaran pemilu itu usai, harapannya mampu menjalin kembali keharmonisan yang terjadi seperti sedia kala.

    “Namun semua itu sudah berlalu ya sudah diputuskan bersama, mari kita dukung bersama. Nah kita rajut kembali kehidupan berbangsa ini, kembali ke sila ketiga persatuan Indonesia yang perlu dilandasi seperti dalam ajaran Buddha yakni keharmonisan,” ucapnya.

    Rangkaian perayaan Hari Waisak di Wihara Ekayana Arama masih akan terus berlanjut pada nanti malam yang merupakan detik-detik Waisak. Biksu Nyanagupta menyampaikan hal itu menjadi puncak dari perayaan Hari Waisak 2568 BE.

    “Dan tentu malam ini sesuai dengan tradisi agama Buddha di Indonesia kita masih ada perayaan purnama Waisak yang tahun ini jatuh di malam hari sekitar jam delapan. Jadi nanti malam masih ada meditasi detik-detik Waisak sebagai penutup rangkaian acara Waisak di Wihara Ekayana Arama ini,” katanya.

    Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Antusiasme umat Buddha dalam menyambut Hari Waisak ini terlihat dari kepadatan di Wihara Ekayana Arama, Biksu Nyanagupta pun menyampaikan terdapat sekitar 8.000 umat Buddha yang hadir di Indonesia Buddhist Center ini.

    Sebelumnya pun Wihara Ekayana Arama mengadakan rangkaian perayaan menjelang Hari Waisak di Jakarta International Expo (JIExpo) (19/5) dan umat yang hadir di sana mencapai 10.000 orang.

    “Hari ini umat yang datang cukup ramai ada sekitar 8.000 umat yang hadir di sini. Selain itu sebenarnya kemarin kita di JIExpo juga melakukan perayaan Waisak yang dihadiri sekitar 10.000 umat,” sebutnya.

    Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

    Ketua Pelaksana Hari Waisak 2568 BE tahun 2024 Wihara Ekayana Arama, Krisno menambahkan di beberapa tahun lalu perayaan Waisak sempat dilaksanakan secara online dan baru beberapa tahun ini bisa terlaksana seperti biasanya, Pertumbuhan umat pun semakin bertambah dan ia menyebut antusiasme umat yang hadir tidak pernah pudar.

    “Semenjak pandemi kita sempat (melaksanakannya) full online dan setelah pandemi itu jumlah umatnya terus bertambah, makin ramai. Kita juga kapasitas bisa menampung sekitar 8.000 umat gitu ya, kalau kita lihat antusiasmenya tidak menurun malah cenderung meningkat,” jelas Krisno.

    (wsw/wsw)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Cuaca Panas Begini, Cocoknya Main Tubing di Tumpak Selo Lumajang



    Lumajang

    Salah satu aktivitas menyenangkan di cuaca panas adalah bermain air. Nah, coba deh wisata tubing di Tumpak Selo, Lumajang ini. Seru!

    Wisata alam river tubing Tumpak Selo berada di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Untuk menuju ke sini, traveler bisa kok menggunakan roda 2 maupun 4.

    Di wisata ini para pengunjung bisa menikmati river tubing sepanjang 1 kilometer untuk trek panjang dan 350 meter untuk trek pendek dengan air sungai yang jernih. Apalagi sungai yang berkelok kelok dengan bebatuan kecil sepanjang sungai memberikan kesan tersendiri yang menyenangkan.


    Selain itu, rindangnya pohon bambu di sepanjang kawasan wisata ini membuat suasana semakin sejuk. Para pengunjung mengaku senang menikmati liburan bersama keluarga di river tubing tumpak selo ini.

    “Kesan liburan di tumpak selo ini menyenangkan, pemandangannya sejuk serta river tubingnya seru dan asyik air sungainya juga jernih,” ujar salah satu wisatawan asal Malang Vety Vadya kepada detikJatim, Sabtu (11/5/2024).

    Wisata alam river tubing Tumpak Selo LumajangWisata alam river tubing Tumpak Selo Lumajang Foto: Nur Hadi Wicaksono

    Saat liburan long weekend saat ini, wisata river tubing tumpak selo ini dipadati para wisatawan. Bahkan, pengunjung wisata mencapai 1.300 orang per harinya.

    “Untuk tingkat kunjungan wisatawan ada peningkatan saat liburan long weekend saat ini mencapai 1.300 orang per hari,” ujar pengelola wisata Tumpak Selo, Mulyadi.

    Sementara untuk masuk ke wisata ini pengunjung cukup membayar uang parkir sebesar Rp 5.000 untuk roda dua dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat. Pengunjung yang hendak menikmati river tubing bisa menyewa ban sebesar Rp 10.000.

    Artikel ini telah tayang di detikjatim

    (sym/sym)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker