Category Archives: indodax

Ada Total Hadiah 25.000 TEN Untuk Anda!

For English version see below

Halo member Indodax,

Setelah melihat antusias dari para member di dua periode Community Coin Voting, maka kami hadirkan kembali Community Coin Voting periode III. Ada total 25.000 TEN untuk Anda yang mengikuti proses voting.

Cara voting Coin:
1. Login pada akun Indodax Anda
2. Pilih menu Community Coin Voting
3. Klik Vote pada Coin Favoritmu
4. Masukan jumlah vote yang diinginkan
5. Klik Vote

Syarat dan ketentuan:
1. Pemenang merupakan member INDODAX yang sudah terverifikasi.
2. Pemenang mengikuti voting di dalam Community Coin Voting periode III (30 Juli 2018-5 Agustus 2018).
3. Pemenang akan dipilih secara acak oleh sistem.
4. Hadiah:
200 TEN masing-masing untuk 50 orang pemenang.
15 TEN masing-masing untuk 1000 orang pemenang.
5. Pemenang akan diumumkan 1 minggu setelah pemenang Community Coin Voting periode III diumumkan.
6. Hadiah akan dibagikan 1 hari setelah pengumuman pemenang diumumkan.
7. Keputusan manajemen bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Peraturan Community Coin Voting III sama dengan periode sebelumnya, di mana setiap member dapat berpartisipasi dengan menukarkan 0.1 TEN per suara. Untuk keterangan lebih lengkap bisa didapatkan di https://help.indodax.com/community-coin-voting/

 

Salam,
INDODAX – Indonesia Digital Asset Exchange

 

Hello Indodax Member,

After seeing the enthusiasm of two periods of Community Coin Voting from our members, we brought back Community Coin Voting period III. There are a total of 25.000TEN for members who participate in the voting process.

How to vote Coin:
1. Login on your Indodax account
2. Select the Community Coin Voting menu
3. Click Vote on your Favorite Coin
4. Enter the desired number of votes
5. Click Vote

Terms and Conditions:
1. Winner is a verified member of INDODAX.
2. Winners who participate the Community Coin Voting III (July 30th-August 5th, 2018).
3. Winners will be randomly selected by the system.
4. Rewards:
– 200 TEN each for 50 winners.
15 TEN each for 1000 winners.
5. Winners will be announced 1 week after the winner of the Community Coin Voting III is announced.
6. Prizes will be distributed 1 day after the announcement of the winner is announced.
7. Management’s decision is absolute.

The Community Coin Voting III rule is same as previous Community Coin Voting, members can participate by exchanging 0.1 TEN per vote. For more details please visit https://help.indodax.com/community-coin-voting/

 

Regards,

INDODAX – Indonesia Digital Asset Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Inflasi AS Melebihi Ekspektasi, Bitcoin Bertahan di Level US$62.000

Jakarta, 14 Oktober 2024 – Bitcoin (BTC) saat ini berada di sekitar harga US$62.000, dan sempat berada di US$59.000 setelah laporan inflasi Amerika Serikat (Consumer Price Index atau CPI) untuk bulan September menunjukkan hasil yang melebihi ekspektasi. Data tersebut menunjukkan kenaikan inflasi sebesar 2,4% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari proyeksi pasar yang diperkirakan sebesar 2,3%. Selain itu, inflasi inti, yang mengabaikan harga energi dan makanan, juga mencatat peningkatan menjadi 3,3%, melampaui prediksi yang sebesar 3,2%.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga Bitcoin belum dapat melewati angka US$64.000, meskipun diharapkan adanya dorongan dari pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve beberapa waktu lalu. Sebagai informasi, Federal Reserve AS telah menetapkan target inflasi sebesar 2% dalam jangka panjang, dan angka inflasi saat ini yang lebih tinggi dari target tersebut mengisyaratkan tantangan lebih lanjut bagi ekonomi AS, serta pasar kripto.

Inflasi yang lebih tinggi dari prediksi dapat mempengaruhi berbagai kelas aset, misalnya aset berisiko seperti Bitcoin. Sementara penurunan suku bunga biasanya dianggap sebagai sinyal positif bagi aset digital dan komoditas lainnya, kenyataannya efek dari kebijakan moneter ini belum terasa dalam jangka pendek. 

Pada bulan September 2024, Federal Reserve telah menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin sebagai langkah untuk meredam inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, langkah tersebut belum cukup memberikan dorongan signifikan bagi harga Bitcoin untuk mengalami lonjakan yang lebih tinggi.

Banyak pelaku pasar memperkirakan adanya potensi pemangkasan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan November 2024. Akan tetapi, setelah data inflasi terbaru yang lebih tinggi dari ekspektasi, potensi untuk adanya pemangkasan suku bunga tambahan semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran bahwa langkah pelonggaran moneter yang terlalu dini bisa memicu lonjakan inflasi lebih lanjut, yang pada gilirannya dapat mengganggu kestabilan ekonomi secara keseluruhan.

CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menanggapi kondisi ini dengan mengatakan, “Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan memberikan tekanan tambahan pada aset berisiko seperti Bitcoin. Langkah Federal Reserve menurunkan suku bunga memang diharapkan mampu memberikan angin segar bagi pasar kripto. Namun, kenyataannya, pasar masih merespons dengan hati-hati.” Oscar menekankan bahwa ketidakpastian ekonomi global, ditambah dengan perkembangan geopolitik yang terus berubah, turut mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

Saat ini, pasar kripto secara keseluruhan sedang berada dalam fase konsolidasi, dengan banyak investor yang masih mengadopsi pendekatan “wait-and-see.” Menurut Oscar, potensi pemangkasan suku bunga yang biasanya menjadi katalis positif bagi Bitcoin, belum mampu mengatasi tekanan negatif dari kondisi ekonomi global yang tidak stabil. “Banyak investor yang masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari arah kebijakan Federal Reserve sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif,” tambahnya.

Meskipun begitu, Oscar tetap optimis bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, Bitcoin memiliki peluang untuk kembali menguat, terutama jika inflasi berhasil ditekan dan kebijakan moneter mulai melonggar. “Dibalik tekanan jangka pendek ini, saya melihat peluang yang cukup besar untuk Bitcoin dapat pulih, terutama jika kondisi ekonomi global membaik dan pelonggaran moneter terjadi lebih lanjut,” jelasnya.

Faktor politik juga mulai memainkan peran yang penting dalam menentukan arah pasar kripto ke depan. Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2024, spekulasi mulai muncul terkait kemungkinan terpilihnya pemimpin yang lebih ramah terhadap aset digital, yang pada gilirannya bisa menjadi katalis positif bagi harga Bitcoin dan aset kripto lainnya. “Investor tetap optimis bahwa Bitcoin dapat mengalami pemulihan pada kuartal terakhir tahun ini, terutama jika kebijakan ekonomi global lebih mendukung sektor kripto,” ujar Oscar.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,9 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 350 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

 

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Temukan Kami di Media Sosial

 

Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX

Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

Twitter: https://twitter.com/INDODAX

Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX

INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy





Sumber : blog.indodax.com

Selamat Untuk Vexanium dan The Abyss!

 

For English Version see below

Terima kasih atas semua dukungan dan partisipasi untuk semua member Indodax dalam program Community Coin Voting yang ke 3, Pemenang pada periode 3 ini adalah Vexanium dan The Abyss.

Vexanium merupakan platform yang dibangun secara decentralized untuk ditujukan pada produk voucher dan airdrop bagi retailer. Vexanium sebagai platform yang menyediakan produk voucher serta penyedia airdrop menggunakan teknologi blockchain dari perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang digital yang mulai melirik teknologi blockchain. Vexanium berada di ranking 1428 di coinmarketcap.com.

The Abyss adalah platform distribusi digital generasi berikutnya, yang menyediakan semua jenis permainan video (Free2play MMOs dan cryptogames menjadi prioritas utama), termasuk AAA-title, ke komunitas game global yang berkembang pesat. Tidak seperti platform lain (Steam, Origin, GOG, dll.), The Abyss menawarkan sistem motivasi dan rujukan yang inovatif, yang memungkinkan para gamer untuk mendapatkan dari dalam game dan kegiatan sosial, serta pembayaran pemain lain juga. Abyss berada di rank 475 di coinmarketcap.com.

*Vexanium dan The Abyss akan ditambahkan ke indodax.com untuk diperjualbelikan dengan Rupiah dalam jangka waktu 1-30 hari.

Salam,
INDODAX – Indonesia Digital Asset Exchange

 

Hello Indodax Member,

Thank you for all the support and participation from all Indodax member towards the 3rd period of Community Coin Voting. We are pleased to announce that Vexanium and The Abyss is the winner of the 3rd Community Coin Voting.

Vexanium is a decentralized platform that is build for product vouchers and airdrop using blockchain technology towards retailer. As platform, Vexanium provides product vouchers and airdrop for digital companies that’s looking to grow using blockchain. Vexanium is currently ranks 1428 in coinmarketcap.com.

Abyss is the next generation digital platform that provides all sorts of video games (Free2play MMOs and cryptogames is the main priority), including AAA-title, to the growing global game community. Unlike other platforms, (Steam, Origin, GOG, etc.), The Abyss offers a groundbreaking motivational and multilevel referral system, allowing gamers to earn from in-game and social activities, and other gamers’ payments as well. By joining The Abyss, developers will reduce their marketing expenses and receive an extra income from referral payments made in other games on the platform. The Abyss is currently ranks 475 in coinmarketcap.com.

Vexanium and The Abyss will be available on indodax.com to be traded with Rupiah within 1-30 days.

Regards,
INDODAX – Indonesia Digital Asset Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Bappebti Izinkan Badan Usaha dan Hukum Berinvestasi di Aset Kripto

Jakarta, 04 November 2024 Peraturan Bappebti No. 9 Tahun 2024 kini membuka peluang investasi kripto untuk badan usaha dan badan hukum. Langkah ini merupakan pijakan besar dalam industri aset digital di Indonesia, di mana peraturan yang ada memfasilitasi dan memperluas akses investasi dari yang sebelumnya individu kini mencapai korporasi. Sehingga menciptakan peluang baru bagi pelaku industri untuk memanfaatkan kripto sebagai instrumen investasi.

Dalam peraturan terbaru Bappebti yang ditetapkan pada 16 Oktober 2024, tercantum bahwa badan usaha dan badan hukum kini diakui sebagai jenis pelanggan baru di crypto exchange. Jenis pelanggan yang disebut “non-orang perseorangan” ini meliputi berbagai bentuk badan usaha dan hukum, termasuk Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), dan Koperasi. Aturan tersebut mengamandemen peraturan sebelumnya mengenai perdagangan pasar fisik aset kripto di Indonesia.

Peraturan Bappebti tersebut juga menyebutkan bahwa akun kripto yang dibuat oleh badan usaha atau badan hukum hanya boleh digunakan untuk tujuan investasi dan tidak diperkenankan sebagai alat pembayaran atau transaksi barang dan jasa. Kasan, Kepala Bappebti, menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian ini bertujuan menjaga kondusifitas industri aset digital di Indonesia.

CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menyampaikan pandangannya mengenai dampak positif dari kebijakan ini terhadap industri aset digital di tanah air. “Kebijakan baru Bappebti ini adalah langkah progresif yang akan semakin mendorong perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Dengan diizinkannya badan usaha dan badan hukum untuk berinvestasi dalam aset kripto, peluang pertumbuhan dan inovasi bagi perusahaan akan semakin terbuka lebar,” ujar Oscar.

Oscar menambahkan bahwa peraturan ini juga menunjukkan bagaimana Bappebti terus berkomitmen pada prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen dalam industri yang berpotensi berkembang pesat. “Dalam peraturan ini, Bappebti telah menetapkan beberapa ketentuan ketat, termasuk penerapan prinsip Know Your Transaction (KYT) dan travel rules yang terintegrasi. Kami di INDODAX menyambut baik langkah-langkah ini sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem yang aman dan terpercaya bagi semua pelaku industri, termasuk korporasi yang kini bisa ikut serta sebagai investor.”

Selain itu, regulasi ini mengatur bahwa dana atau aset kripto yang digunakan untuk investasi harus bersumber dari kekayaan internal badan usaha atau badan hukum tersebut dan bukan dari pihak ketiga atau hasil tindakan melanggar hukum, sesuai dengan pernyataan yang harus diserahkan oleh perusahaan. “Kebijakan ini mencerminkan komitmen Bappebti dalam menjaga transparansi dan integritas di pasar aset kripto, terutama dalam memastikan bahwa investasi berasal dari sumber dana yang sah dan sesuai aturan,” lanjut Oscar.

Dalam rangka mendukung peraturan ini, INDODAX siap menyediakan layanan yang sesuai dengan regulasi Bappebti dan terus berinovasi dalam memberikan pengalaman yang aman dan mudah bagi pelaku bisnis yang ingin berinvestasi di aset kripto. Oscar berharap bahwa dengan dibukanya akses investasi bagi korporasi, semakin banyak perusahaan yang dapat melihat aset kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan inovasi keuangan mereka.

“Kami percaya bahwa dengan adopsi yang lebih luas dari kalangan korporasi, industri aset kripto di Indonesia akan semakin berkembang, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam ekonomi digital global,” tutup Oscar.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,9 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 420 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

 

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Temukan Kami di Media Sosial

 

Telegram: https://t.me/INDODAXroom 

Instagram: https://www.instagram.com/INDODAX 

Tiktok: https://www.tiktok.com/@INDODAX

Twitter: https://twitter.com/INDODAX   

Youtube: https://www.youtube.com/c/INDODAX

Facebook: https://www.facebook.com/INDODAX    

INDODAX Academy: https://INDODAX.com/academy





Sumber : blog.indodax.com

Migrasi Klaytn (KLAY) ke Kaia (KAIA)

Halo Member INDODAX,

Dengan ini kami menginformasikan bahwa INDODAX akan melakukan migrasi aset kripto Klaytn (KLAY) ke Kaia (KAIA) dikarenakan rebranding.

Demi menjaga serta memastikan keamanan #AsetMasaDepan Member INDODAX saat terjadinya migrasi aset kripto, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. INDODAX akan membantu member untuk melakukan migrasi Klaytn (KLAY) ke Kaia (KAIA) dengan konversi 1:1. Distribusi Kaia (KAIA) diestimasikan pada 20 November 2024.
  2. Penutupan aset kripto Klaytn (KLAY)
    INDODAX akan melakukan penutupan aktivitas deposit, penarikan, dan trading aset kripto Klaytn (KLAY) pada 11 November 2024 pukul 14.00 WIB.
  3. Member INDODAX dapat melakukan deposit dan withdrawal aset kripto Kaia (KAIA) pada 20 November 2024 pukul 14.00 WIB. Sedangkan untuk trading aset kripto Kaia (KAIA) dimulai pada 21 November 2024 pukul 14.00 WIB.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

Salam,

INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Pengumuman Mengenai DAEX


For English Version see below

Halo Member Indodax,

Indodax untuk sementara waktu akan menangguhkan aktivitas trading token DAX mulai tanggal 8 Agustus, 2018 (21:00 WIB), hingga 15 September, 2018. Hal ini dilakukan atas permintaan developer DAEX, untuk mencegah fluktuasi harga token DAX selama masa penjualan ke publik yang akan terjadi selama tanggal tersebut.

Selama masa penangguhan, member akan tetap bisa melakukan deposit dan withdraw DAX, namun segala aktivitas trading lainnya termasuk membuat order penjualan dan pembelian baru tidak dapat dilakukan.

Token DAX merupakan bagian dari ekosistem LBANK dan merupakan top 10 exchange menurut coinmarketcap.com.

Hubungi [email protected] bila Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut.

Salam,

INDODAX – Indonesia Digital Asset Exchange

—————————————————————————————————————-

Hello Indodax Member,

Indodax will temporarily freeze DAX tokens from being traded between August 8, 2018 (09:00 PM UTC +7) until September 15, 2018. The suspension is requested by DAEX developers in order to prevent the DAX token price from fluctuating during DAEX’s public sale, which will take place during the those times.

During the suspension period, member are able to cancel their pending DAX orders and withdraw, but you are not able to make new buy/sell orders.

DAX token is a part of LBANK ecosystem and one of the world’s top 10 digital asset exchangers according to coinmarketcap.com.

Please contact our support at [email protected] for further questions.

Regards,
INDODAX – Indonesia Digital Asset Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Pasar Altcoin Merosot: Ethereum (ETH) Turun Lebih Dari 10% 

Jakarta, 9 September 2024 – Pasar altcoin, termasuk Ethereum (ETH) sedang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, di mana ETH sempat menyentuh harga US$2,790 pada 26 Agustus 2024, lalu sempat turun ke US$2,301 pada 9 September 2024. Penurunan ini menempatkan Ethereum pada titik terendah terhadap Bitcoin dalam hampir 3 tahun terakhir. Meski demikian, ada indikasi bahwa penurunan ini mungkin hanya sementara. 

Pasar altcoin tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan sentimen investor, tetapi juga oleh arus likuiditas global. Menurut laporan dari Cointelegraph.com, salah satu faktor yang mempengaruhi pasar altcoin adalah injeksi likuiditas dari Tiongkok yang cenderung meningkat di akhir tahun dan mencapai puncaknya pada Februari. Jika likuiditas global meningkat, terutama dengan adanya kebijakan Quantitative Easing (QE) di Tiongkok dan Amerika Serikat, kita bisa melihat peningkatan signifikan di pasar altcoin.

Quantitative Easing merupakan, kebijakan moneter non-konvensional yang dilakukan oleh bank sentral dengan cara menambah jumlah uang yang beredar di pasar. Caranya, bank sentral membeli aset keuangan dari bank atau institusi keuangan, serta surat berharga milik pemerintah yang berjangka panjang. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pinjaman atau kredit. Kebijakan ini biasanya dilakukan ketika cara-cara biasa dalam mengelola ekonomi sudah tidak lagi efektif.

CEO INDODAX, Oscar Darmawan menilai bahwa kondisi saat ini tidak lepas dari siklus yang sering terjadi di pasar kripto, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti kebijakan moneter dan tren adopsi teknologi. Oscar juga mencatat bahwa fluktuasi harga altcoin sering kali mengikuti pola musiman dan pergerakan likuiditas global, terutama dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. 

Oscar juga menyoroti peran penting The Fed dalam menentukan arah pasar. “Dengan The Fed yang berencana menurunkan suku bunga mulai bulan September, ini bisa menjadi katalis bagi pasar altcoin untuk pulih dan tumbuh,” ujarnya. 

Altcoin telah menjadi bagian integral dari portofolio investasi para trader dan investor. Platform INDODAX menawarkan berbagai pilihan altcoin, termasuk beberapa yang memiliki potensi besar di masa depan. Ethereum (ETH), salah satu altcoin terbesar di dunia, terus menjadi favorit di kalangan pengguna INDODAX, meskipun mengalami fluktuasi harga. 

Oscar menekankan pentingnya diversifikasi dalam investasi kripto. “Di INDODAX, kami selalu mendorong para pengguna untuk tidak hanya berfokus pada Bitcoin saja, tetapi juga mengeksplorasi potensi dari berbagai altcoin. Dengan demikian, mereka dapat memaksimalkan peluang investasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah,” ujar Oscar. 

Platform INDODAX terus berupaya memberikan akses yang mudah dan aman bagi pengguna untuk berinvestasi di altcoin. Dengan menghadirkan fitur-fitur dan program edukasi berkelanjutan, INDODAX memastikan pengguna memiliki informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang lebih cerdas. INDODAX mengajak semua pengguna untuk memanfaatkan peluang di pasar altcoin dan berinvestasi dengan bijak.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 350 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

 

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Temukan Kami di Media Sosial

 

Telegram                                    : https://t.me/INDODAXroom 

Instagram                                  : https://www.instagram.com/INDODAX

Tiktok                                         : https://www.tiktok.com/@INDODAX

Twitter                                        : https://twitter.com/INDODAX

Youtube                                      : https://www.youtube.com/c/INDODAX

Facebook                                    : https://www.facebook.com/INDODAX

INDODAX Academy               : https://INDODAX.com/academy





Sumber : blog.indodax.com

Indonesia Blockchain Hub 2018

 

Halo Member Indodax,

Indodax mengajak Anda untuk hadir dalam acara “The Grand Launching Indonesia Blockchain Hub” yang diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 16 Agustus 2018
Tempat : Graha Tirtadi Building Ground Floor, Jalan Senopati no 71-75, Jakarta Selatan
Waktu : Pukul 12:30 – 17:30 WIB

Karena kursi yang terbatas, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi :
1. Register pada link berikut http://bit.ly/GrandLaunchIBH
2. Setelah registrasi terima, Anda akan mendapatkan email yang berisi tiket Anda. Apabila tidak/belum menerima email menandakan bahwa registrasi Anda belum terkonfirmasi

Daftar sekarang juga! Dan dapatkan kursi untuk mengikuti International Panel Discussion 2 (starts at 14:00 WIB) yang akan diisi oleh pembicara-pembicara yang berpengalaman dalam dunia Blockchain dan Aset Digital, seperti:

1. Oscar Darmawan – Founder & CEO of INDODAX
2. Imron Zuhri – CTO of HARA
3. Constantin Papadimitriou – President of Pundi X
4. Darius Rugevicius – Founder & Managing Partner of Connect Capital
5. Joshua Ho – Co-founder of QCP Capital
6. Christian Hsieh – CEO of Tokenomy
7. Marisa McKnight – Global Business Development of QUOINE

Moderator: Steven Suhadi – Chairman of Asosiasi Blockchain Indonesia

Info jadwal lengkap dan registrasi silakan kunjungi http://bit.ly/GrandLaunchIBH

 

Salam,

INDODAX





Sumber : blog.indodax.com

Volume Transaksi Melebihi Setengah Triliun, INDODAX Kembali Dominasi Pasar Kripto Indonesia Paska Insiden

Jakarta, 19 September 2024 – Volume perdagangan INDODAX menunjukkan angka positif sejak proses maintenance selesai (14-17 September 2024) dan mencapai Rp547 Miliar. INDODAX masih dipercaya para member sebagai tempat transaksi kripto terbesar di Indonesia berdasarkan data dari CoinGecko.

 

Setelah mengalami insiden keamanan pada tanggal 11 September 2024 yang diduga hacker berasal dari Korea Utara, INDODAX berhasil pulih hanya dalam waktu sekitar 80 jam, membuat INDODAX sebagai salah satu exchange crypto dengan pemulihan tercepat paska insiden keamanan di industri kripto dibandingkan exchange crypto yang pernah mengalami hack sebelumnya. CEO INDODAX, Oscar Darmawan menegaskan bahwa insiden keamanan yang dialami INDODAX bisa saja terjadi dengan exchange manapun di seluruh dunia.

 

“Kami telah menerapkan berbagai langkah mitigasi yang komprehensif untuk memastikan bahwa platform kami tidak hanya kembali seperti semula, tetapi juga lebih aman dari sebelumnya. Insiden ini justru memastikan keamaan Indodax semakin diperkuat,” jelas Oscar. 

Sejauh ini setelah INDODAX selesai melakukan pemulihan tidak ada tanda kepanikan di kalangan pengguna. INDODAX tetap stabil, baik dari segi operasional maupun likuiditas, menunjukkan kepercayaan yang kuat dari para pengguna. Fakta bahwa volume perdagangan tetap konsisten dan bahkan meningkat menunjukkan bahwa tidak ada penarikan dana besar-besaran. Kondisi stabil ini mencerminkan kepercayaan para member atas ketahanan platform INDODAX dalam menghadapi tantangan.

 

Sebagai bentuk komitmen terhadap para member, INDODAX juga telah melakukan langkah-langkah dukungan pelanggan yang responsif terhadap pertanyaan yang dimiliki member. INDODAX kini telah memulihkan penuh operasionalnya dengan standar keamanan yang lebih tinggi, memastikan pengalaman trading yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna.

 

“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh member INDODAX yang telah tetap setia dan percaya kepada kami, meskipun kami sempat mengalami tantangan. Dukungan kalian menjadi motivasi utama bagi kami untuk terus bekerja keras memastikan bahwa platform ini semakin kuat dan aman,” ujar Oscar.


Selain itu, paska insiden untuk memastikan perlindungan kepada masyarakat yang merupakan prioritas bagi INDODAX, hingga saat ini INDODAX sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Bappebti, OJK, BSSN serta Cyber Mabes Bareskrim untuk memastikan pihak regulator terus mendapatkan update tentang insiden ini. INDODAX juga menghimbau seluruh pengguna untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan akun mereka, termasuk dengan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah (2FA), menjaga kerahasiaan informasi pribadi, dan mengganti kata sandi secara berkala.

Proof of Reserve INDODAX

Oscar juga menggarisbawahi, “Kami menyadari betapa pentingnya transparansi dalam membangun kepercayaan. Dengan cadangan aset kripto kami yang melebihi 100% dari total saldo pengguna, kami ingin memastikan bahwa semua pengguna dapat memiliki keyakinan penuh bahwa dana mereka aman. Kami tidak hanya menjaga keamanan aset tetapi juga berkomitmen pada keterbukaan informasi yang lengkap.”

Sebagai bagian dari komitmen INDODAX terhadap transparansi, INDODAX telah mempublikasikan Proof of Reserve yang jumlahnya melebihi 100% dari total saldo pengguna. Saat ini, cadangan aset INDODAX meliputi 4.806,34 Bitcoin senilai Rp4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp1,334 triliun, serta aset kripto lainnya senilai Rp5,907 triliun, dengan total mencapai Rp11,529 triliun. Data ini menegaskan bahwa INDODAX tidak hanya menjaga keamanan aset pengguna, tetapi juga berkomitmen pada keterbukaan informasi yang lengkap.

Untuk berita terbaru dan pembaruan, kunjungi blog dan kanal media sosial resmi INDODAX. Pastikan untuk selalu mengunjungi situs web kami di https://INDODAX.com.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 350 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

 

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Temukan Kami di Media Sosial

 

Telegram                                     : https://t.me/INDODAXroom 

Instagram                                   : https://www.instagram.com/INDODAX

Tiktok                                          : https://www.tiktok.com/@INDODAX

Twitter                                         : https://twitter.com/INDODAX

Youtube                                       : https://www.youtube.com/c/INDODAX

Facebook                                     : https://www.facebook.com/INDODAX

INDODAX Academy                : https://INDODAX.com/academy





Sumber : blog.indodax.com

Transparansi Proof of Reserve: Industri Kripto Indonesia Diharapkan Dapat Lebih Terbuka dan Transparan

Jakarta, 26 September 2024 – Dengan lebih dari 6,8 juta pengguna, INDODAX saat ini tercatat memiliki cadangan aset kripto senilai Rp11,5 triliun, termasuk di dalamnya 4.806,34 Bitcoin senilai Rp4,288 triliun, 36.915,47 Ethereum senilai Rp1,334 triliun, serta berbagai aset kripto lainnya senilai sekitar Rp5,907 triliun. 

Meskipun mengalami kerugian sekitar Rp300 miliar akibat serangan siber, CEO INDODAX, Oscar Darmawan menegaskan bahwa dampak finansial tersebut hanya sekitar 3% dari total cadangan aset kripto INDODAX. Komitmen INDODAX terhadap transparansi dan keterbukaan dinilai menjadi salah satu faktor kunci yang membantu pemulihan kepercayaan pengguna.

“Transparansi merupakan pondasi penting dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik. Dengan publikasi Proof of Reserve, kami memberikan kepastian kepada para pengguna bahwa mereka dapat memantau keamanan aset mereka kapan pun. Ini adalah wujud nyata tanggung jawab kami kepada para member,” ujar Oscar.

Selain itu, paska insiden peretasan, INDODAX berhasil memulihkan kepercayaan pengguna dengan total volume transaksi yang terus meningkat hingga lebih dari Rp2,3 trilliun  selama periode 14-25 September 2024, menunjukan tingkat kerpercayaan masyarakat terhadap platform INDODAX masih tinggi paska insiden. 

Oscar juga menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, INDODAX telah berupaya mengajak exchange kripto lainnya untuk mengadopsi langkah serupa. “Kami telah mendorong industri kripto di Indonesia untuk lebih terbuka dan transparan. Meskipun hingga saat ini belum ada yang mengikuti, kami percaya bahwa transparansi akan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kripto yang aman dan terpercaya di masa mendatang,” jelasnya.

Angga Andinata, seorang analis kripto dan edukator Crypto & Web 3, turut memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh INDODAX. “Proof of Reserve yang diterapkan oleh INDODAX tidak hanya dalam bentuk laporan, tetapi juga terintegrasi secara real-time, yang memungkinkan publik untuk memverifikasi data cadangan secara langsung. Langkah ini menjadi contoh yang patut diikuti oleh bursa kripto lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

Sedangkan dalam konteks regulasi yang akan datang, Angga juga menyoroti bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya berencana untuk mengawasi lebih ketat aset kripto di Indonesia, dimana cadangan aset kripto akan disimpan oleh perusahaan kustodian. “Saya berharap nantinya perusahaan kustodian juga dapat mempublikasikan cadangan mereka secara transparan untuk menjaga kepercayaan pengguna,” tambah Angga.

Oscar Darmawan menegaskan bahwa transparansi bukan hanya sekedar mengikuti regulasi, tetapi juga mencerminkan integritas dan tanggung jawab perusahaan kepada pengguna. “Banyak bursa lain yang memilih untuk tidak memberikan akses terbuka terkait cadangan mereka. Namun, kami di INDODAX berani untuk terbuka karena kami percaya bahwa kepercayaan pengguna adalah yang paling utama. Ini adalah komitmen kami untuk memimpin industri dengan cara yang benar,” tutur Oscar.

Dengan adanya langkah transparansi ini, INDODAX berharap dapat menetapkan standar baru di industri kripto Indonesia maupun global. “Kami berharap lebih banyak bursa yang mengikuti jejak kami untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman, transparan, dan terpercaya,” tutup Oscar.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan crypto exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan blockchain Tanah Air, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 6,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 350 aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013 dan pada Juli 2021 kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015.

 

Sejak berdiri sepuluh tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi. Lewat kanal edukasi gratisnya, INDODAX Academy, investor kripto bisa mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Temukan Kami di Media Sosial

 

Telegram                                    : https://t.me/INDODAXroom 

Instagram                                  : https://www.instagram.com/INDODAX

Tiktok                                         : https://www.tiktok.com/@INDODAX

Twitter                                        : https://twitter.com/INDODAX

Youtube                                      : https://www.youtube.com/c/INDODAX

Facebook                                    : https://www.facebook.com/INDODAX

INDODAX Academy               : https://INDODAX.com/academy





Sumber : blog.indodax.com