Category: Tokocrypto

  • Bitcoin Cash (BCH) Akan Kembali Jalani Hard Fork

    Blockchain Bitcoin Cash (BCH) akan menjalani hard fork jaringan pada 15 November 2020 mendatang. Nantinya, pembaruan ini akan membuat koin terbagi menjadi dua.

    Peristiwa hard fork yang akan datang ini merupakan kejadian puncak setelah terjadi ketidaksepakatan dan ketegangan terkait dengan usul perubahan dalam kode dasar jaringan, serta masa depan dari Bitcoin Cash itu sendiri.

    Berita Terkait: Mengenal Perbedaan Hard Fork & Soft Fork Pada Bitcoin

    Bitcoin Cash diciptakan sebagai hasil dari ketidaksepakatan intens antara anggota komunitas Bitcoin (BTC) pada 1 Agustus 2017. Sayangnya, tidak hanya berhenti disitu, pencipta BCH, Roger Ver kembali bersitegang dengan Calvin Ayre. Kali ini, perselisihan tersebut membuahkan hasil Bitcoin SV (BSV) yang mengalami hard fork pada 15 November 2018 lalu.

    Seperti ingin mengulang kejadian yang sama, kesitegangan terjadi kembali anatara Amaury Séchet sebagai pengembang BCH dan perbedaan pendapat pada komunitas BCH.

    Jika melihat dari filosofis BCH, koin tersebut memiliki tujuan untuk menjadi mata uang digital peer-to-peer global dengan transaksi berbiaya rendah, berkecepatan tinggi, dan tanpa batas.

    Filosofi ini sangat dijunjung tinggi oleh komunitas BCH yang ada. Namun, tidak semua entitas dari komunitas BCH sepakat terhadap perubahan arsitektur dari jaringan dasar blockchain tersebut. Saat ini, ada sejumlah implementasi aktif pada jaringan, seperti Bitcoin ABC, BCHN, dan Bitcoin Unlimited.

    Baca Juga: Bitcoin Sideways, Peluang Bagi Altcoin dan Token DeFi Naik Lebih Tinggi

    Lantaran implementasi ini membuat komunitas BCH terpecah menjadi 2 fraksi besar antara Amaury Séchet yang memimpin komunitas Bitcoin ABC, sedangkan Roger Ver memimpin komunitas BCHN. Keduanya memiliki pandangan berbeda terkait dengan kemajuan teknologi dan pemrograman dalam jaringan BCH.

    Hard Fork Bitcoin Cash

    Pada 15 November 2020 mendatang, blockchain Bitcoin Cash akan memperbarui sistem yang ada. Pembaruan ini pertama kali diusulkan oleh komunitas BCHN dengan memperkenalkan algoritma penambangan baru agar dapat diterima secara luas.

    Tidak sepakat, tim pengembang Bitcoin ABC mengusulkan pembaruan alternatif dengan menambahkan elemen lebih lanjut dengan mengalihkan 8% block rewards dari penambangan Bitcoin Cash.

    Roger Ver selaku pemimpin fraksi komunitas BCHN menanggapi dengan mengatakan “tolong berhenti” pada Twitter pribadinya,

    Dari skenario paling mungkin terjadi yang terlihat dari mayoritas pendukung, pembaruan yang dilakukan pada 15 November 2020 akan mengambil versi dari BCHN. Kontroversi ini akan membuat BCH nantinya memiliki dua jaringan blockchain terpisah dengan masing-masing nilainya sendiri.

    Persiapan Bursa Pertukaran Dunia

    Peristiwa hard fork kontroversial ini membuat beberapa bursa pertukaran dunia ikut turun tangan.

    Beberapa di antaranya seperti OKEx yang mengumumkan akan mendukung kedua aset dari hard fork tersebut. Nantinya, OKEx akan mendaftarkan BCH ABC dan BCHN untuk bisa diperdagangkan. Namun, sementara ini fungsi tersebut akan ditangguhkan sebelum hard fork terjadi.

    Bursa pertukaran dunia lainnya, Houbi Global juga akan mengambil langkah yang sama setelah konsensus di anatara komunitas BCH telah tercapai, dan akan menamai aset menjadi BCHA atau BCHN.

    Sementara itu, Binance akan menangguhkan deposit dan juga withdrawal BCH pada hari hard fork terjadi. Pihak Binance juga akan melihat skenario yang akan terjadi pada hari tersebut, dan belum memutuskan antara mendaftarkan dua koin yang ada atau tidak mendaftarkan koin sama sekali.

    Harga Bitcoin Cash

    Saat penulisan dilakukan, harga BCH hari ini berada dikisaran 258,85 disandingkan dengan USDT.

    BCH hard forkJika mengacu pada analisis harga yang dilakukan Cointelegraph Markets beberapa saat lalu, BCH telah turun ke nilai terendahnya jika disandingkan dengan Bitcoin (BTC).

    BCH hard forkBerbeda dari koin induknya BTC yang mengalami rally dalam satu bulan terakhir, BCH menghabiskan tiga bulan terakhir dengan melayang-layang di kisaran $230 dan $280.Hal ini membuat sentimen pasar terhadap hard fork ini sedikit redup. Misalnya saja, tanggapan Co-founder dari CasaHODL, Jameson Lopp, terkait peristiwa ini

    “Semoga drama pemilihan suara ini akan segera beres sebelum drama shitcoinnya kembali muncul: H-10 untuk fraktur bcash berikutnya!”

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Menukarkan Mata Uang Malaysia dengan ATM Bitcoin

    Tahukah Anda bahwa di Malaysia bisa menukarkan mata uang malaysia dengan bitcoin secara langsung di ATM khusus bitcoin? Yuk simak selengkapnya! 

    Regulasi Aset Kripto di Malaysia

    Perdagangan aset kripto di Negeri Jiran diatur secara khusus dan dilegalkan oleh pemerintah pada tahun 2019. Dilansir dari Kompas, Kementerian Keuangan Malaysia mengatakan bahwa pemerintah tidak akan melarang dan mendukung perdagangan bitcoin serta mata uang digital lainnya.

    Menteri Keuangan Malaysia, Johari Abdul menyatakan jika pemerintah Malaysia melarang perdagangan bitcoin, maka hal tersebut akan merusak inovasi layanan keuangan berbasis teknologi.

    Pertukaran Cryptocurrency Berlisensi

    Di Malaysia, Pertukaran Cryptocurrency dikenal sebagai Pertukaran Aset Digital (DAX). DAX adalah platform yang dapat digunakan untuk menukar mata uang malaysia yaitu Ringgit Malaysia (RM) ke dalam aset kripto. 

    Jika di Indonesia aset kripto diatur oleh BAPPEBTI, di Malaysia aktivitas Pertukaran Cryptocurrency diatur oleh Komisi Sekuritas Malaysia. Dimana terdapat 3 platform exchange yang sudah berlisensi dengan proses yang rumit, yaitu Luno, Tokenize Exchange, dan Sinegy. 

    Kemudian, aset kripto yang diperbolehkan Komisi Sekuritas Malaysia untuk beredar ada beberapa, yaitu Bitcoin, Ether, XRP, dan Bitcoin Cash.

    Tata Cara Membeli Bitcoin di Exchange Malaysia

    Jika Anda ingin melakukan trading pada salah satu dari 3 platform exchange tersebut, secara umum Anda bisa melakukan tahapan di bawah ini:

    1. Buat akun di platform exchange dan selesaikan tahap verifiaksi 
    2. Tunggu verifikasi akun dalam 1×24 jam
    3. Depositkan Ringgit Malaysia ke dalam akun 
    4. Masukkan jumlah uang yang ingin Anda gunakan untuk membeli bitcoin dan kripto lainnya
    5. Beli bitcoin
    6. Tunggu bitcoin sampai di wallet
    7. Selamat! Bitcoin telah menjadi milik Anda sekarang!

    ATM Bitcoin di Malaysia

    Selain membeli di platform exchange, Anda bisa membeli bitcoin di Malaysia melalui ATM khusus bitcoin. Sama seperti mesin ATM pada umumnya, ATM bitcoin merupakan mesin yang didesain khusus agar Anda bisa membeli dan menjual bitcoin menggunakan uang tunai atau cash.

    Kalau Anda sibuk dan ingin membeli serta menjual bitcoin dalam waktu yang singkat, ATM bitcoin adalah pilihan yang tepat. Ini dikarenakan, Anda tidak memerlukan proses verifikasi identitas sehingga proses transaksi berlangsung cepat.

    Anda bisa menemukan lokasi ATM Bitcoin di Kuala Lumpur, Penang, Ipoh, Langkawi, dan Sungai Petani.

    Kekurangan dari ATM Bitcoin

    Walaupun Anda bisa melakukan transaksi dengan cepat, kekurangan dari ATM Bitcoin terletak pada biaya transaksinya. ATM Bitcoin memiliki biaya transaksi yang cukup tinggi, bahkan ada ATM Bitcoin yang mengenakan biaya transaksi hingga 10%.

    Cara Menukarkan Uang Fiat dengan ATM Bitcoin

    Berikut adalah tahapan umum yang bisa Anda lakukan jika ingin menukarkan RM melalui ATM Bitcoin:

    Proses verifikasi pada ATM Bitcoin tidak selalu menjadi persyaratan umum. Lalu verifikasi di sini tidak membutuhkan waktu yang lama seperti verifikasi pada platform exchange. Anda bisa memasukkan nomor HP yang aktif dan memindai kartu identitas.

    Bitcoin address sama fungsinya dengan rekening bank. Jadi, Anda harus memasukkan bitcoin address yang Anda miliki sehingga bitcoin bisa langsung tersimpan otomatis di bitcoin address tersebut.

    Masukkan sejumlah uang fiat yang Anda akan gunakan untuk membeli bitcoin

    Jangan lupa untuk melakukan konfirmasi jumlah uang fiat yang Anda masukkan dan juga bitcoin. Kemudian klik “buy” dan “confirm”.

    Transaksi selesai dan bitcoin akan otomatis terkirim ke bitcoin address Anda.

    Ternyata menarik sekali, ya, melihat mekanisme transaksi bitcoin menggunakan uang fiat atau mata yang malaysia. Nah, kalau Anda ingin mendapatkan berita terkini terkait perkembangan aset kripto, ikuti terus website News Tokocrypto dan media sosial kami @Tokocrypto. Salam to the Moon!

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenali Ethereum 2 untuk Mengurangi Kemacetan Transaksi

    Sepanjang tahun 2020, ETH mengalami peningkatan harga yang pesat. Pada awal tahun 2020, ETH berada di harga 1,8 juta rupiah. Lalu menjelang penghujung tahun, harga ETH melonjak hingga 200% dengan kisaran harga mencapai 5,8 juta rupiah. Tentunya, harga ETH diprediksi meningkat terus karena kehadiran ethereum 2.0.

    Lho, apa itu ethereum 2.0? Apa bedanya dengan ethereum 1.0?  Mari bahas satu persatu!

    Mengenal DeFi dan Ethereum 2.0

    Sebelum mengenal ethereum 2.0, ethereum sendiri merupakan tempat untuk hampir seluruh aset kripto yang bergerak dalam Decentralized Finance (DeFi). Secara umum, DeFi adalah sistem yang memberi kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi dengan tidak melibatkan pihak ketiga dan nasabah memiliki kendali penuh.

    Maka, Ethereum 2.0 merupakan pembaruan dan peningkatan blockchain Ethereum. Dikenal juga sebagai Serenity, Ethereum 2.0 memiliki pembaruan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, serta skalabilitas dalam jaringan Ethereum.

    Pembaruan ini memiliki kegunaan yang sangat penting, karena Ethereum 2.0 dapat memproses lebih banyak transaksi sehingga mengurangi kemacetan dari antrean transaksi yang menumpuk.

    Perbedaan Ethereum 1.0 dengan Ethereum 2.0

    Perbedaan yang paling mendasar dari Ethereum 1.0 dengan Ethereum 2.0 terletak pada mekanisme konsensusnya. 

    Ethereum menggunakan Proof of Work (PoW) yang dimana miners menggunakan komputer untuk memecahkan teka-teki matematika dan melakukan verifikasi transaksi. Lalu mereka akan mendapat hadiah berupa aset kripto jika berhasil melakukannya.

    Dikarenakan PoW menghabiskan banyak waktu dan energi, maka Ethereum 2.0 menggunakan Proof of Stake (PoS).  PoS adalah ketika validator transaksi mempertaruhkan aset kripto untuk memverifikasi transaksi dan tergantung kepada berapa banyak aset kripto yang dimilikinya.

    Kelebihan Ethereum 2.0 Dibandingkan Ethereum 1.0

    Jika melihat perbedaan mekanisme konsensus pada keduanya, Ethereum 2.0 jauh lebih hemat bila dibandingkan dengan Ethereum 1.0. Seperti yang kita tahu, PoW membutuhkan daya listrik yang sangat besar dan dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya.

    Hal ini menjadikan PoS merupakan langkah tepat karena merupakan konsensus yang tidak begitu mahal serta ramah lingkungan karena tidak membutuhkan daya komputasi sebesar PoW.

    • Jumlah Transaksi Per Detik

    Pada awalnya Ethereum 1.0 hanya dapat melakukan sebanyak 30 transaksi per detik. Hal ini tentu mengakibatkan antrean yang panjang dan transaksi akan memakan waktu yang lebih lama.

    Nah, Ethereum 2.0 menjanjikan dapat melakukan transaksi hingga 100,000 transaksi per detik. Tentu sebuah angka yang sangat besar bila dibandingkan dengan Ethereum 1.0.

    Dalam prosesnya, Ethereum 2.0 memang dirancang untuk meningkatkan keamanan bagi penggunanya. Ini dikarenakan, PoS memiliki sekumpulan validator yang membuat sistem lebih terdesentralisasi dan menurunkan risiko terganggunya keamanan jaringan.

    Mengapa Ethereum 2.0 Dapat Memengaruhi Harga ETH?

    Kembali lagi dengan tujuan pembuatan Ethereum 2.0 yang dimana salah satunya untuk meningkatkan skalabilitas, yang dapat melakukan hingga 100,000 transaksi per detik.

    Maka, dapat dianalogikan, semakin banyak skalabilitas yang dilakukan, maka semakin banyak pula jumlah penggunaan dan pada akhirnya permintaan pun semakin meningkat. Maka secara teori harga ETH pasti akan terdorong ke level yang lebih tinggi.

    Gimana, menarik bukan kehadiran Ethereum 2.0 ini? Oh iya, perkembangan Ethereum 2.0 akan terus berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Kalau Anda ingin mendapatkan update terbaru seputar Ethereum 2.0, ikuti terus website News Tokocrypto dan media sosial kami @Tokocrypto.

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pahami Dollar Cost Averaging Sebagai Strategi Investasi

    Setiap instrumen investasi tentunya terdapat strategi yang bisa diterapkan, beberapanya antara lain yaitu Strategi Lump Sum atau Strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini pun bisa dilakukan baik di investasi saham, reksa dana maupun aset kripto. Namun pada pembahasannya kali ini akan lebih membahas mengenai Strategi DCA pada investasi Bitcoin. Yuk, simak penjelasannya!

    Pentingnya Strategi dalam Investasi

    Sama seperti dengan investasi lainnya, investasi aset kripto khususnya Bitcoin perlu menggunakan strategi. Apalagi terkhusus pada Bitcoin, aset ini sama dengan aset cryptocurrency lainnya yang memiliki karakter berbeda dengan instrumen investasi lainnya, karena harganya cenderung mudah berubah atau disebut volatile. Menggunakan strategi yang tepat pada investasi Bitcoin tentunya berguna agar menghasilkan keuntungan.

    Setiap orang mempunyai cara berinvestasi Bitcoin yang berbeda-beda, ada investor yang menggunakan strategi membeli Bitcoin dalam jumlah banyak pada satu waktu, kemudian disimpan untuk beberapa tahun ke depan sebelum menjualnya kembali agar keuntungan yang didapatkan besar. Ada juga yang melakukan dengan strategi membeli sedikit Bitcoin dan langsung menjualnya ketika harga yang di pasar naik sedikit, walaupun keuntungan yang didapatkan tidak terlalu besar.  

    Mengenal Dollar Cost Averaging dalam Strategi Investasi Bitcoin

    Strategi DCA merupakan metode yang cocok digunakan pada investasi Bitcoin, karena investor dapat melindungi diri dari fluktuasi harga dan resiko kerugian. Nah, apa sih Strategi DCA? Strategi Dollar Cost Averaging adalah investasi yang dilakukan dengan membeli aset tertentu dalam jumlah yang tetap dan jadwal yang teratur tanpa melihat harga aset.Investor membeli dengan modal yang tetap sehingga akan mendapatkan lebih banyak aset ketika harga rendah, dan lebih sedikit aset ketika harga tinggi

    Strategi ini lebih sesuai untuk Anda yang ingin memiliki toleransi risiko investasi yang lebih rendah dan visi investasi dengan waktu jangka panjang. Jadi, Anda tak perlu khawatir dan memikirkan jika harga yang ada di pasar naik turun terjadi secara tiba-tiba, asalkan Anda tetap melakukannya secara rutin. 

    Lalu, bagaimana cara kerja Strategi DCA ini? Misalnya, Anda menetapkan Rp 10.000.000,- sebagai modal investasi yang akan Anda keluarkan tiap bulan, maka Anda akan selalu mengeluarkan sejumlah uang tersebut di setiap bulannya, tanpa memperdulikan apakah harga Bitcoin tersebut sedang naik ataupun turun. Jadi, saat harga Bitcoin sedang turun, Anda akan mendapatkan lebih banyak Bitcoin dengan membayarkan Rp 10.000.000 dan saat harga naik naik, Anda akan mendapatkan lebih sedikit Bitcoin. 

    Untuk melihat seberapa besar keuntungannya, simak perbandingan investasi menggunakan Strategi lump sum dan Strategi DCA di bawah ini:

    1) Strategi Lump Sum

    Misalkan Anda membeli Bitcoin pada awal tahun dengan uang Rp. 120.000.000 ketika harga Bitcoin adalah Rp. 5.000.000 per BTC. Artinya, Anda telah membeli 24 Bitcoin (Rp. 120.000.000 dibagi Rp. 5.000.000).

    Pada akhir tahun, harga naik menjadi Rp. 6.000.000 per BTC. Anda memiliki 24 Bitcoin maka total keuntungan Anda adalah Rp 24.000.000 (24 * Rp 6.000.000 = Rp 144.000.000,- dan modal awal Anda adalah Rp 120.000.000). Keuntungan (ROI  atau Return of Investment) yang Anda dapatkan adalah 20%.

    2) Strategi DCA

    Pada contoh diatas, Anda membeli total 24.29 Bitcoin, karena Anda secara konsisten melakukan investasi sebesar Rp 10.000.000 (diasumsikan membeli ketika harga turun). Lalu pada akhir tahun, aset Anda bernilai 24.29 x Rp 6.000.000 = Rp. 145.740.000 Anda telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 25.740.000 yaitu ROI sebanyak 22%. 

     Pada Strategi DCA ini, Anda mendapatkan keuntungan 2%  lebih banyak dari contoh sebelumnya yang menggunakan Strategi Lump Sump. 

    Apakah Anda tertarik untuk memulai investasi Bitcoin dan ingin menerapkan Strategi Dollar Cost Averaging secara langsung? Yuk, mulai investasi bitcoin Anda yang mudah, terpercaya dan aman di Tokocrypto dan kunjungi kami di www.tokocrypto.com!

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Bitcoin Jadi Mata Uang di Singapura? Simak Faktanya!

    Di Indonesia, aset kripto seperti bitcoin, ether, dan sebagainya adalah legal. Namun, pemerintah mengatur aset kripto sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka. Lalu, apakah bitcoin dan kripto lainnya bisa menjadi mata uang di Singapura? Mari kita bahas.

    Negara di Asia yang Melegalkan Bitcoin 

    Di benua Asia, terdapat beberapa negara yang dikenal ramah bagi bitcoin dan aset kripto lainnya. Sebagai contoh, di Jepang bitcoin memang sudah dilegalkan menjadi mata uang bagi transaksi digital. Ini dikarenakan, lembaga yang mengedarkan uang yen percaya jika bitcoin dapat memperluas jangkauan teknologi di sektor perbankan.

    Lalu bagaimana dengan negara tetangga kita, Singapura?

    Aktivitas jual beli aset kripto dianggap legal di Singapura. Namun, Singapura memberlakukan bitcoin dan aset kripto sebagai barang, karena itulah, Singapura menerapkan pajak barang dan jasa kepada aset kripto.

    Regulasi Bitcoin di Singapura

    Singapura memiliki regulasi bitcoin yang berbeda. Faktanya adalah, Singapura ternyata tidak melegalkan bitcoin sebagai pengganti mata uang Singapura, sama seperti negara kita. Di sana, aktivitas trading bitcoin dikenai pajak hingga 7%. Sebuah angka yang cukup tinggi.

    Lho, kenapa Singapura menerapkan pajak yang sangat tinggi?

    Hal ini dikarenakan, bila aktivitas trading tidak dibatasi dengan penerapan pajak, bisa-bisa mata uang singapura tidak laku lagi dan malah mengakibatkan masalah finansial yang sangat besar.

    Maka dari itu, penerapan pajak pada bitcoin dilakukan agar peredaran bitcoin dapat memberi kontribusi yang nyata terhadap negara. 

    Kemudian, minat transaksi bitcoin di Singapura kira-kira bagaimana?

    Walaupun pemerintah menerapkan regulasi pajak yang lumayan tinggi, hal ini tidak menyurutkan trader di Singapura untuk melakukan transaksi bitcoin.

    Singapore’s Payment Services Act (PSA)

    Pada akhir Januari 2020 kemarin, pemerintah Singapura mengeluarkan undang undang (UU) layanan pembayaran atau yang disebut Singapore’s Payment Services Act (PSA). Aturan ini berisi tentang perdagangan aset kripto, seperti bitcoin.

    Pelaku usaha pada bidang aset kripto di Singapura diwajibkan untuk mendaftar ke Monetary Authority of Singapore (MAS). Tidak hanya mendaftar, pelaku usaha tersebut juga harus mengajukan izin beroperasi dalam kurun waktu enam bulan.

    Aturan tersebut diberlakukan karena MAS memiliki alasan tersendiri. Dilansir dari Comply Advantage, pada Januari 2018 MAS mengeluarkan press release kepada masyarakat mengenai penyalahgunaan aset kripto. 

    Mereka berharap, dengan pengawasan yang terfokus melalui PSA, akan menghindari berbagai tindakan pendanaan teroris, pencucian uang, atau kejahatan keuangan lainnya melalui aset kripto seperti bitcoin.

    Fokus dari PSA

    Poin yang akan difokuskan oleh UU PSA ini salah satunya adalah memberikan fasilitas bagi inovasi, perkembangan, dan pertumbuhan sembari melakukan mitigasi risiko pada pembayaran. Selain itu juga, diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat Singapura.

    Dilansir dari Bitcoin, Singapura dapat menarik perhatian bagi para pebisnis kripto karena menerapkan regulasi yang jelas, terukur, dan terstruktur dalam memberikan legalitas. Sehingga semua pergerakannya masuk dalam pengawasan pemerintah dan keamanan masyarakat juga terjamin.

    Trading di Tokocrypto Aja!

    Pada intinya, regulasi yang diterapkan pemerintah Singapura memiliki kemiripan dengan Indonesia. Ini dikarenakan aset kripto tidak boleh dijadikan pengganti mata uang singapura, layaknya pemberlakuan bitcoin sebagai alat investasi di Indonesia, bukan sebagai alat pembayaran.

    Kalau Anda ingin mulai berinvestasi aset kripto seperti bitcoin, ether, dan lainnya pada platform terpercaya, solusinya tentu trading di Tokocrypto!

    Anda gak perlu khawatir, karena Tokocrypto sudah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI, sehingga keamanan pun terjamin.

    Untuk mendapatkan berita terkini terkait perkembangan aset kripto, ikuti terus website News Tokocrypto dan media sosial kami @Tokocrypto. Salam to the Moon!

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk Kenali Bitcoin Wallet Addres beserta Jenis-jenisnya

    Bitcoin adalah sebuah mata uang digital, mata uang virtual atau aset kripto. Bitcoin tidak hanya semata-mata untuk investasi saja, lho. Bitcoin menjadi aset yang paling populer dibandingkan mata uang di cryptocurrency lainnya karena memiliki banyak kelebihan. Salah satunya Anda bisa mengirim dan menerima uang dalam bentuk BTC. Nah, untuk menerima atau mengirimkan Bitcoin, Anda membutuhkan sebuah wallet atau dompet yang bisa menyimpannya sebelum digunakan. Dalam setiap wallet terdapat sebuah alamat atau bitcoin wallet address

    Apa itu Bitcoin Wallet Address?

    Bitcoin Wallet Address adalah sebuah alamat yang mudahnya dapat kita samakan dengan rekening bank, alamat ini berisi format alfanumerik yang selalu dimulai dengan 1,3 atau bc1 dengan panjang 26-35 karakter. Untuk setiap dompet Bitcoin akan memiliki alamat yang unik.

    Jenis Bitcoin Wallet 

    Jika Anda ingin menjadi pengguna Bitcoin, sebelumnya Anda harus  membuat Bitcoin wallet yang memungkinkan Anda untuk mengatur, mengirim, menerima, menyimpan dan mengamankan Bitcoin sebelum digunakan. Bitcoin wallet sendiri terdapat beberapa jenis, yaitu: 

    Jenis wallet ini dapat digunakan di ponsel dan mudah diakses, Anda dapat mengunduhnya di App Store baik di iOS maupun android. Tetapi penyedia layanan wallet ini akan ikut memiliki kunci wallet Anda. Sehingga wallet dengan jenis ini tidak membuat Bitcoin Anda sepenuhnya aman karena memiliki risiko peretasan yang lebih tinggi.

    Oleh karena itu, kalau Anda ingin menggunakan wallet seluler pastikan Anda memilih penyedia layanan dengan reputasi serta keamanan yang baik. Hal ini untuk menghindari risiko kehilangan aset kripto Anda. 

    Hampir sama dengan wallet seluler, jenis wallet ini mudah diakses dan digunakan. Web wallet memungkinkan Anda dapat melakukan transaksi Bitcoin langsung melalui browser web yang terhubung ke pasar, bursa, serta berbagai penyedia layanan online.

    Menggunakan web wallet tetap berisiko karena jika seseorang mengetahui detail pribadi Anda seperti nomor telepon, alamat email, dan tanggal lahir karena bisa disalahgunakan untuk meretas akun dan mencuri seluruh aset yang Anda miliki. 

    Untuk itu, Anda harus berhati-hati dan segera memberitahu operator atau penyedia layanan untuk segera memberikan peringatan jika ada sesuatu yang janggal pada akun Anda. Hal yang terpenting adalah pastikan data Anda tidak dibagikan ke orang lain.

    Desktop wallet adalah program lunak yang dapat di-instal di komputer Anda. Wallet jenis ini lebih aman dibandingkan wallet seluler dan web wallet. Namun pada wallet ini peretas masih dapat mencuri Bitcoin Anda. Untuk itu, pertimbangkan untuk menggunakan wallet yang mengenkripsi key privat pribadi Anda dan pemulihan akun untuk mengamankan aset yang Anda miliki.

    Jenis Bitcoin wallet ini seperti hard drive eksternal yang merupakan perangkat fisik yang dapat Anda pasang ke komputer. Jenis wallet ini adalah cara paling aman untuk menyimpan Bitcoin. Karena pada wallet ini paparan dana Anda ke internet dibatasi. Namun satu hal yang perlu diperhatikan, agar perangkat ini bisa berfungsi dengan baik dan aman, pastikan menaruhnya di tempat yang aman.

    Itulah penjelasan mengenai Bitcoin wallet address dan jenis-jenis Bitcoin wallet. Anda bisa lho membuat Bitcoin wallet di Tokocrypto! Nah, jenis hardware wallet dan web wallet yang ada di Tokocrypto merupakan wallet yang paling aman, lho! Dengan menggunakan teknologi Binance Cloud yang sudah teruji sebagai platform exchange dengan rating cybersecurity tertinggi di Indonesia, hal ini menjamin keamanan dalam penyimpanan pada wallet  Anda.  Yuk, mulai investasi Bitcoin di Tokocrypto!

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koin DeFi Kalahkan Bitcoin – Tokocrypto News

    Korelasi negatif di pasar crypto antara koin kapitalisasi kecil dan kapitalisasi besar terlihat masih berlanjut akibat koin Decentralized Finance (DeFi) yang naik saat Bitcoin turun.

    Beberapa koin DeFi terlihat mengalami apresiasi yang signifikan bersama dengan turunnya Bitcoin ke bawah daerah $33.000.

    Korelasi Negatif Berlanjut Saat Bitcoin Jatuh

    Kemarin, Bitcoin menghadapi tekanan jual yang cukup signifikan sehingga membawa harganya untuk jatuh ke bawah $33.000. Akibat koreksi ini, mayoritas Altcoins mengalami koreksi sekitar 3% hingga 5%.

    Walau terdapat sentimen positif dari BlackRock, perusahaan pengelola aset terbesar di dunia, Bitcoin masih ragu-ragu untuk naik. Saat ini BlackRock telah mendapat persetujuan untuk memasukkan kontrak futures Bitcoin ke dalam pilihan aset dua dana kelolaannya.

    Baca juga:Harga Bitcoin Jatuh 15% dalam Satu Hari, Akibat Kesalahan Teknis

    Di saat yang bersamaan, sektor DeFi terus mengalami apresiasi dengan koin Venus (VXS) dan Fantom (FTM) yang naik sekitar 23% dalam satu malam. Selain itu jumlah dana yang terkunci di protokol DeFi juga naik tinggi menjadi $25,77 Miliar.

    Mengikuti kabar bahwa Janet Yellen akan resmi menjadi Menteri Keuangan Amerika, peraturan mengenai pemantauan pasar crypto terlihat dibahas kembali. Kabar baiknya, publik memiliki 60 hari untuk mengomentari peraturan ini sebagai bahan diskusi pemerintah sebelum penetapan.

    Mayoritas Pasar Keuangan Tertekan

    Tekanan jual nampaknya tidak hanya terbatas pada pasar crypto dengan pasar keuangan global yang juga tertekan. Pergerakan ini terjadi bersama kabar dana stimulus dari Joe Biden yang nampaknya akan lebih kecil dari rencana sebelumnya.

    Indeks saham Amerika, S&P 500 dan Dow Jones dan IHSG terlihat tertekan dengan penutupan lebih rendah kemarin sekitar 0.15%, 0.07%, dan 1,89%. Indeks saham Nasdaq menjadi salah satu indeks yang mengalami apresiasi setelah tertutup hanya 0,05% lebih tinggi.

    Emas juga terlihat masih terus tertekan akibat beberapa faktor yang membawa koreksinya hingga pembukaan hari ini hampir 1%. Salah satunya aset yang terlihat masih naik adalah koin DeFi yang memperkuat pulihnya korelasi negatif di pasar crypto antara koin kapitalisasi kecil dan besar yang terjadi sebelum pandemi.

    Baca Juga: Tips-tips Memilih Exchange Aset Kripto yang Tepat

    Koin DeFi Mempimpin

    Walau terdapat tekanan jual yang kuat pada koin besar seperti Bitcoin dan Ethereum, koin-koin DeFi terlihat mengalami apresiasi yang signifikan. Beberapa contohnya adalah koin UNI, LUNA, FTM, dan ALPHA.

    Uniswap (UNI) mengalami apresiasi dalam volume menjadi $6 Miliar pada 26 Januari 2021 yang mengangkat harganya ke harga tertinggi baru di sekitar $13,67. Terra (LUNA) juga naik sekitar 37% dan sedang berada di sekitar $1,20.

    Fantom (FTM) dan Alpha Finance (ALPHA) juga terlihat mengalami dorongan beli yang kuat dalam 24 Jam terakhir. Pergerakan ini didukung fakta bahwa harganya naik sekitar 22% dan 35% masing-masing.

    Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar crypto berada di $947,6 Miliar yang nampaknya terus naik akibat dorongan dari sektor DeFi. Dorongan ini terjadi akibat banyaknya inovasi terutama dalam jaringan ETH 2.0, yang menekan dominasi Bitcoin di pasar crypto menjadi 62,9%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of Singapore: Bitcoin Bisa Gantikan Emas, Fiat Tetap Bertahan

    Bank of Singapore (BOS), yang terafiliasi dengan Bank OCBC dari ING Group mengatakan, Bitcoin (BTC) bisa menggantikan peran emas sebagai store-of-value. Sedangkan uang fiat tetap bertahan.

    “Bitcoin bisa menggantikan emas sebagai store-of-value setelah rintangan utama, seperti kepercayaan, volatilitas, penerimaan peraturan dan risiko reputasi bisa diatasi,” kata BOS dalam kajian terbarunya, dilansir dari TheNationalNews, Minggu (24/1/2021).

    Namun bank besar itu dengan tegas menyatakan, bahwa uang fiat yang diterbitkan oleh negara tidak bisa tergantikan oleh Bitcoin sebagai alat pembayaran.

    “Setelah kerugian rintang itu bisa diatasi, maka Bitcoin juga dapat digunakan dalam portofolio investor sebagai aset safe-haven potensial dan untuk diversifikasi aset,” sebut BOS lagi.

    Menurut BOS, investor memerlukan lembaga keuangan yang benar-benar terpercaya untuk dapat menyimpan Bitcoin secara aman.

    “Hal lainnya, likuiditas perlu ditingkatkan secara signifikan untuk mengurangi volatilitas ke tingkat yang dapat dikelola,” kata Mansoor Mohi-uddin, Kepala Ekonom Bank of Singapore.

    Terkiat volatilitas alias naik turunya harga dalam tempo yang sangat cepat, diakibatkan karena adanya konsentrasi kepemilikan Bitcoin dan volume pasar yang tipis.

    Ini merupakan salah satu hambatan terbesar untuk adopsi besar Bitcoin dalam transaksi dunia nyata, menurut Swiss Lombard Odier belum lama ini.

    “Bitcoin terkenal sangat tidak stabil karena reli selama setahun terakhir dari US$4.000 (Maret 2020) menjadi lebih dari US$40.000 (awal Januari 2021) dan kemudian kembali ke US$30.000,” kata Mohi-uddin.

    Bagai Mohi-uddin Bitcoin juga berkorelasi dengan pasar saham dan aset berisiko lainnya. Dalam krisis keuangan, aset kripto, khususnya Bitcoin lebih mungkin dijual oleh investor selama krisis pasar, seperti yang terjadi pada awal pandemi pada Maret 2020.

    Namun peningkatan partisipasi oleh investor institusional seperti manajer aset dengan cakrawala waktu jangka panjang, daripada pembeli ritel atau dana lindung nilai dapat membantu meningkatkan likuiditas, menurunkan volatilitas dan menyebabkan aksi harga lebih didorong oleh fundamental daripada spekulasi, menurut BOS.

    Baca Juga: CEO MicroStrategy: Regulasi Meningkatkan Investasi Bitcoin

    “Daya tarik mata Bitcoin di kalangan anak muda sebagian karena adanya nuansa kenyamanan. Bitcoin dan aset kripto lainnya juga mudah disimpan di dompet digital. Ini berbeda dengan logam mulia yang seringkali perlu disimpan di lokasi fisik yang aman dan tidak dapat digunakan dengan mudah untuk transaksi sehari-hari,” tambahnya.

    Sisi lain dari ini, adalah, mereka lebih mudah untuk dicuri oleh penipu. Ada juga risiko reputasi karena aset kripto telah banyak digunakan oleh penjahat, pencucian uang, dan pihak lain yang ingin memanfaatkan anonimitas mereka.

    Kerugian potensial lainnya adalah bahwa kendati pasokan logam mulia relatif terbatas, peluncuran aset kripto baru di masa depan berpotensi dapat mendevaluasi aset kripto lain yang ada saat ini.

    Volatilitas aset kripto, katanya tidak memungkinkan aset kripto digunakan dalam transaksi sehari-hari.

    Pasokan aset kripto, seperti Bitocin yang terbatas membuatnya tidak dapat memfasilitasi pertumbuhan aktivitas ekonomi. Bahkan pemerintah saat ini cenderung tidak mentolerir tantangan langsung terhadap kedaulatan moneter. Itulah sebabnya beberapa bank sentral telah mengembangkan mata uang digital mereka sendiri menggunakan teknologi blockchain.

    “Pemerintah sangat waspada terhadap teknologi apa pun yang berpotensi menggantikan mata uang nasional. Ini akan mengurangi kemampuan pembuat kebijakan untuk menerbitkan uang baru selama krisis ekonomi,” pungkas Mohi-uddin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO MicroStrategy: Regulasi Meningkatkan Investasi Bitcoin

    CEO dan pendiri dari MicroStrategy, Michael Saylor baru saja membuat pernyataan yang menarik perhatian pelaku pasar crypto. Ia mengatakan bahwa dengan meningkatnya regulasi dari pemerintah mengenai pasar crypto, ketertarikan terhadap investasi Bitcoin akan meningkat.

    Asumsinya adalah bahwa dengan adanya regulasi baru, aliran dana dari aset lain ke Bitcoin akan semakin tinggi. Asumsi ini membuat bingung akibat menyeleweng dari prinsip dasar Bitcoin dan crypto yaitu desentralisasi.

    Baca Juga: Cara Daftar Wallet Bitcoin dan Pentingnya Memiliki Wallet

    Regulasi Meningkatkan Investasi Bitcoin

    Dalam wawancara dengan Salt Talks, Saylor menyatakan pendapatnya mengenai pernyataan Calon Menteri Keuangan baru dari Kabinet Joe Biden, Janet Yellen.

    Yallen baru saja mengekspresikan kekhawatirannya mengenai penyalahgunaan mata uang crypto yang juga menjadi salah satu sentimen negatif untuk crypto pekan lalu.

    Saylor menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut justru baik untuk Bitcoin dan pasar crypto. Hal ini disebabkan dengan kekhawatiran tersebut, akan tercipta regulasi baru yang mendorong investasi pada Bitcoin secara aman.

    Baca juga: Regulasi Crypto Dapat Mencegah Krisis Keuangan

    “Dengan sudah adanya regulasi yang mengatur institusi terhadap pasar crypto, regulasi lebih lanjut hanya akan meningkatkan pertumbuhan aliran dana dari aset lain menuju Bitcoin.” ujar Saylor

    Mayoritas institusi sudah melakukan pembelian Bitcoin melalui bursa yang teregulasi dengan kewajiban verifikasi KYC (know your costumer) dan implementasi AML (anti money laundering).

    Bukti Kepemimpinan Biden Bersahabat dengan Crypto

    Saylor menyatakan peningkatan dalam regulasi menandakan adanya apresiasi dalam kesadaran pemerintah terhadap permintaan investor. Sehingga tekanan dari pemerintah justru akan memberikan manfaat untuk Bitcoin dan pasar crypto.

    Tekanan yang sebelumnya terlihat negatif pada pekan lalu saat ini telah berubah menjadi positif. Hal ini disebabkan adanya pernyataan tambahan dari Janet Yellen.

    Penyataan tersebut menandakan bahwa pemerintah akan lebih peduli terhadap Bitcoin dan crypto secara menyeluruh dan bukan menekan pertumbuhannya. Pernyataan tersebut tidak disampaikan secara resmi namun adalah kesimpulan yang diambil pasar.

    Sebagai Calon Menteri Keuangan dalam kabinet Joe Biden, Yallen akan memiliki tanggung jawab yang besar serta hubungan yang erat dengan pasar keuangan.

    Melihat persepsinya yang masih positif terhadap pasar crypto, dapat disimpulkan bahwa ada bukti bahwa cabinet Joe Biden akan bersahabat dengan crypto.

    Desentralisasi Tapi Teregulasi?

    Walau terlihat akan aman di bawah kepemimpinan Joe Biden, Bitcoin dan pasar crypto mulai keluar dari sifat dasarnya sebagai aset terdesentralisasi. Hal ini disebabkan sebuah aset desentralisasi dibentuk untuk bergerak secara independen dan tidak terikat regulasi pemerintah.

    Michael Saylor menyatakan bahwa Bitcoin tidak harus bergerak tanpa regulasi untuk tumbuh sebagai aset desentralisasi. Namun pernyataan ini membuat pertanyaan, apakah Bitcoin akan menjadi aset yang hilang dari sifat nyatanya.

    Baca juga5 Kekeliruan Tentang Bitcoin dalam Sistem Keuangan Modern

    Hal ini disebabkan Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin sebagai aset yang memberikan kebebasan tanpa terikat oleh pemerintah dan pihak ketiga. Tetapi dengan adanya perkembangan saat ini, kemungkinan independensi tersebut akan mulai luntur.

    Namun ada kemungkinan bahwa independensi tersebut dapat datang kembali. Masa tersebut kemungkinan akan datang jika Bitcoin sudah mulai diterima oleh masyarakat secara besar dan sudah mulai dipercaya sebagai alat transaksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Mengirim Sinyal Bullish Masif saat Bulls Mengambil Alih

    Ethereum (ETH) dan pasar Altcoin teragregasi berkinerja cukup baik karena aksi harga Bitcoin terhambat.

    Tampaknya investor bergerak lebih jauh di sepanjang cabang risiko karena mereka berputar keluar dari BTC dan masuk ke aset yang belum melihat penemuan harga penuh.

    Baca Juga: Bisakah Paket Stimulus $ 1,9 Triliun Biden Mendorong Bitcoin Melewati $ 40.000?

    Ada kemungkinan kuat bahwa Ethereum akan memimpin gelombang pasar Altcoin berikutnya lebih tinggi – seperti yang terjadi saat ini – yang mungkin berarti bahwa ia memiliki ruang lebih lanjut untuk rally dalam jangka pendek.

    Seorang analis menunjuk pola teknis yang menunjukkan ETH memiliki potensi kenaikan masif  dalam waktu dekat.

    Beberapa waktu lalu, ETH diperdagangkan naik hampir 12.69% terhadap pair perdagangan USD dan BTC-nya, dikisaran level  $ 1.429 dan Rp 19.800 juta di Indodax

    Crypto ini masih diperdagangkan dari level tertinggi sepanjang masa, yang berada di sekitar $ 1.450. Ada kemungkinan kuat bahwa ini adalah level berikutnya yang ditargetkan ETH untuk dituju dalam beberapa minggu mendatang.

    Level tersebut juga baru-baru ini tertembus terhadap pair perdagangan BTC-nya, yang menunjukkan bahwa ETH bisa siap untuk melihat kenaikan jangka pendek.

    Baca Juga: Mengenal Mata Uang Baru BIDR dan Mekanismenya

    Seorang analis menjelaskan dalam cuitan Twitter-nya bahwa Ethereum berada di titik puncak untuk mem-flash sinyal entri panjang dengan akurasi historis yang signifikan.

    Ini bisa berarti bahwa pergerakan melewati titik tertinggi sepanjang masa akan segera terjadi. Merujuk grafik dibawah ini, ia mengatakan:

    “4jam ETH: Bullish TK cross di atas Cloud berpotensi segera hadir (sinyal entry Long).”

    Josh Rager, seorang analis di Twitter, mengatakan bahwa ETH akan naik. Namun, harus diperhatikan bahwa semua koin sedang di situasi overextended.

    Secara keseluruhan, pergerakan BTC masih akan menjadi dasar acuan yang utama dalam analisa Altcoin ini, dimana tindak tanduk Bitcoin masih menjadi penggerak pasar crypto agregat untuk membentuk trend dalam jangka pendek dan menengah.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com