Category: Tokocrypto

  • Habis ATH, Ethereum Langsung Koreksi, Saatnya Beli?

    Ethereum baru saja menyentuh harga tertingginya pada sekitar $1.475 menurut data dari Bitstamp. Harga ini resmi mengalahkan harga tertinggi sebelumnya pada Tahun 2018 yang membuat persepsi positif saat ini masih kuat terhadap Ethereum.

    Namun setelah menyentuh harga tertinggi pada pukul 07.00 WIB, Ethereum terlihat terkoreksi kembali. Koreksi ini memunculkan pertanyaan “Apakah ETH saat ini layak untuk dibeli?”, yang akan dijawab dalam artikel ini.

    Ethereum Koreksi Setelah Sentuh Harga Tertinggi

    Walau pekan lalu terdapat $1,5 Miliar Ethereum yang keluar dari bursa akibat tekanan jual yang cukup signifikan, saat ini ETH berhasil menyentuh harga tertinggi baru kembali. Belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan dorongan beli ini akibat terjadi secara perlahan.

    Kemungkinan besar dorongan beli ini terjadi akibat transaksi dari investor ritel dan beberapa investor institusional yang mengakumulasi secara perlahan. Akumulasi ini terjadi saat ETH jatuh bersama Bitcoin pada pekan lalu dalam salah satu koreksi pasar crypto terbesar sepanjang masa.

    Baca Juga: Inilah 3 Top Cryptocurrency yang Performanya Stabil di 2020

    Belum ada publikasi rinci mengenai investor institusional yang melakukan pembelian Ethereum, namun melihat pergerakan sebelumnya, dapat diasumsikan terjadi tekanan beli yang kuat oleh pemain besar akibat apresiasi signifikan.

    Namun, setelah menyentuh harga tertinggi barunya, Ethereum terlihat mengalami koreksi yang cukup dalam sejak pukul 08.00 WIB. Koreksi ini terjadi hanya satu jam setelah ETH menyentuh harga tertinggi dan memunculkan pertanyaan apakah saat ini tepat untuk melakukan pembelian.

    Kesempatan Beli Terlihat Signifikan, Namun Belum Pasti

    Jawaban ini dapat dilihat dari sisi teknikal jika ingin menganalisis dalam jangka pendek. Saat ini, candlestick pergerakan harga Ethereum dalam jangka waktu 1 Jam memperlihatkan adanya pola koreksi.

    Pola ini umumnya disebut sebagai bearish harami yang saat ini terus berubah menjadi dark cloud cover. Umumnya pola ini menunjukkan bahwa harga akan terus bergerak turun akibat teori pola candlestick.

    Pola ini dilengkapi dengan Indikator RSI yang menunjukkan bahwa harga telah menyentuh zona overbought. Zona ini menandakan bahwa harga mengalami kejenuhan akibat sudah mengalami transaksi beli yang berlebihan.

    beli ETH
    Grafik Harga Ethereum 1 Jam

    Umumnya jika kedua pola tersebut bertemu, ada kemungkinan besar bahwa harga akan turun. Tetapi, penurunan tersebut masih memiliki dua kemungkinan dimana harga dapat mengalami retest atau depresiasi yang lebih dalam.

    Melihat harga yang naik sebelumnya dari titik 61,8% Fibonacci yang merupakan rasio emas untuk menandakan apresiasi, kemungkinan besar penurunan hanya koreksi sementara. Sehingga dalam jangka panjang kemungkinan Ethereum untuk naik lebih tinggi masih sangat besar.

    Kemungkinan Depresiasi Juga Masih Kuat

    Tetapi, melihat grafik pergerakan Ethereum jangka waktu 1 Jam tersebut, potensi depresiasi lebih dalam masih mungkin. Potensi ini ditunjukkan oleh pergerakan sebelumnya saat Ethereum menyentuh All Time High sebelum hari ini.

    Saat itu, dapat dilihat bahwa ETH menyentuh harga tertinggi barunya pada sekitar $1.437. Setelah menyentuh harga tersebut, Ethereum mengalami depresiasi yang cukup dalam sekitar 27,5%.

    Pada saat itu terdapat beberapa tanda koreksi dan depresiasi yaitu pola candlestick yang bersamaan dengan RSI bergerak ke zona overbought. Pada saat itu, candlestick membentuk pola bearish engulfing bersama dengan RSI yang bergerak ke zona overbought.

    Baca juga: Mulai Terkoreksi dari Harga Tertinggi, Ethereum Diprediksi Meroket Lagi

    Mengingat saat ini hal yang sama sedang terjadi, investor dan trader harus berhati-hati dan mengutamakan manajemen risiko. Hal ini disebabkan walau apresiasi masih mungkin, koreksi yang berujung pada depresiasi seperti sebelumnya ke batas bawah zona apresiasi jangka panjang masih mungkin.

    Oleh karena itu, jika investor atau trader ingin melakukan pembelian, ada baiknya implementasi strategi manajemen risiko seperti dollar cost averaging dapat diterapkan. Strategi ini dianjurkan agar jika setelah membeli ternyata harga turun, masih terdapat dana lain sehingga kerugian dapat diminimalisir.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hedge Fund: Harga Bitcoin Rp1,6 Miliar di Agustus 2021

    Analis mengatakan dominasi Bitcoin dan Ethereum yang berkembang di pasar crypto adalah sinyal pasar bullish sangat berbeda dari sebelumnya. Data terbaru dari Pantera Capital, perusahaan investasi dan hedge fund, menunjukkan pergerakan harga Bitcoin (BTC) mengikuti lintasan model saham.

    Akibatnya, analis perusahaan tersebut percaya bahwa BTC akan mencapai $115.212 pada 1 Agustus 2021. Angka tersebut membuat Bitcoin mencapai harga tertinggi barunya yang setara dengan Rp1,6 Miliar.

    Bitcoin Diprediksi Mencapai Rp1,6 Miliar

    Apresiasi parabola Bitcoin mungkin telah menempatkan harga sedikit di depan proyeksi model. Namun koreksi 28% minggu ini membuat stagnasi sementara akibat koreksi tajam dan konsolidasi merupakan karakteristik dari pasar bullish.

    prediksi bitcoin

    Model ini berfokus pada dampak harga dari peristiwa halving Bitcoin. Menurut model tersebut, dampak dari penurunan pasokan Bitcoin muncul sekitar 6 bulan setelah halving.

    Sebelumnya, harga Bitcoin turun pada 11 Mei 2020 menuju $8.000 dan 6 bulan kemudian naik ke $15.000. Akibatnya, Bitcoin sedang diambang memasuki reli parabola ke level tertinggi baru sepanjang masa.

    prediksi bitcoin

    Grafik di atas menunjukkan kemajuan harga Bitcoin di hari-hari setelah halving terjadi. Pola serupa berkembang selama dua halving terakhir, hanya saja dengan rentang waktu yang berbeda.

    Kinerja BTC saat ini tampaknya berada dengan siklus pasar 2012-2016. Sehingga terdapat potensi harga Bitcoin dapat naik menuju $300.000 bahkan $400.000 sekitar 450 hari setelah halving 4 Agustus nanti.

    Tanda-tanda Siklus Pasar dari Bitcoin dan Ethereum

    Perbedaan signifikan lainnya antara apresiasi saat ini dengan 2017 adalah komposisi pasar secara keseluruhan dan nilainya. Mayoritas pasar saat ini berkonsolidasi di sekitar Bitcoin dan Ethereum (ETH).

    Hal ini disebabkan oleh investor institusional yang sejauh ini memilih blockchain paling aman untuk terjun mata uang crypto.

    “Apresiasi ini berbeda. Aliran dana besar-besaran dari token spekulatif tinggi yang tidak berfungsi pada tahun 2017 menuju #Bitcoin dan #Ethereum, menjadi penyebabnya, menurut Pantera Capital,” tulis Andy Yee, Direktur Kebijakan Publik untuk Visa di Tiongkok di akun twitternya.

    prediksi bitcoin

    Seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas, Bitcoin dan Ethereum memiliki 86% kapitalisasi pasar dan 5.000 koin lainnya memiliki 14%. Sementara BTC mencapai puncaknya pada akhir tahun 2017, dua koin teratas memiliki total 52% dari kapitalisasi pasar.

    Hal ini menunjukkan bahwa BTC dan ETH telah mengkonsolidasikan pangsa pasar mereka selama tiga tahun terakhir. Akibatnya terdapat beberapa alasan yang memungkinan perpindahan dana menjadi lebih kuat.

    Baca juga: Dana Stimulus dan Harga Bitcoin, Terikat Tapi Tidak Erat

    Potensi alasan perpindahan dana ini adalah uang investor institusional yang berfokus pada Bitcoin sebagai titik masuk ke pasar cryptocurrency. Hal ini disebabkan keamanan jaringan dan infrastruktur penambangannya yang luas, serta ekosistem keuangan terdesentralisasi yang sedang berkembang.

    Sebagian besar jaringan tersebut dibangun di jaringan Ethereum. Seperti yang diketahui jaringan Ethereum telah bertanggung jawab juga atas pertumbuhan sektor DeFi.

    Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

    Karena ekosistem DeFi terus berkembang, ia juga akan menarik perhatian institusional, yang selanjutnya meningkatkan harga Ethereum. Hal ini disebabkan interaksi dengan kontrak pintar dan platform DeFi di jaringan Ethereum.

    Data dari DefiPulse menunjukkan bahwa total nilai yang terkunci di DeFi sekarang mencapai $29,98 Miliar. Angka ini mendekati level tertinggi sepanjang masa sebesar $23,166 Miliar.

    Arus Dana Institusi Memicu Musim Altcoins

    Bitcoin dan Ethereum saat ini memegang 86% dari kapitalisasi pasar crypto. Jika mengacu pada siklus pasar sebelumnya, ada kemungkinan terjadi aliran dana dari mata uang kripto teratas menuju proyek baru yang menjanjikan.

    Dinamika ini telah membuat analis seperti Raoul Pal membuat pernyataan mengenai aliran dana. Ia memprediksi bahwa setelah Bitcoin dan Ethereum naik, perhatian berikutnya akan tertuju pada altcoins yang berisiko lebih tinggi.

    Baca Juga: Ethereum Mengirim Sinyal Bullish Masif saat Bulls Mengambil Alih

    Media juga melaporkan bahwa Goldman Sachs dikabarkan akan bersiap untuk menawarkan layanan penyimpanan crypto. Sehingga mereka juga dapat mempengaruhi siklus harga berikutnya untuk Bitcoin.

    Arus dana masuk yang berkelanjutan dari investor institusional dapat menjadi katalisator yang mengangkat harga Bitcoin. Selain itu, aliran dana ini juga akan menjaganya untuk tetap sejalan dengan proyeksi model stock-to-flow.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Alasan Tokocrypto Sebagai Tempat Menambang Bitcoin

    Bitcoin adalah cryptocurrency atau mata uang elektronik yang tengah digandrungi banyak orang. Nilainya yang tinggi menjadi alasan utama yang menarik para investor untuk berinvestasi di mata uang ini. Ada beberapa cara untuk mendapatkan Bitcoin. Selain memperjualbelikan, Anda juga bisa mendapatkan Bitcoin dengan cara Bitcoin Mining. Apakah yang dimaksud dengan Bitcoin Mining? Bitcoin Mining atau penambangan Bitcoin adalah salah satu cara mendapatkan Bitcoin. Penambangan yang dimaksud bukanlah menambang pada umumnya dengan menggunakan alat tambang. Penambangan yang dimaksud adalah proses verifikasi transaksi Bitcoin dan menciptakan Bitcoin baru. Pertanyaan selanjutnya adalah di mana tempat menambang Bitcoin yang baik? Untuk mengenal lebih jauh prosesnya, mari kita simak ulasannya di bawah ini.

    Menambang Menjadi Pilihan Transaksi Bitcoin

    Secara garis besar menambang Bitcoin adalah salah satu cara bagi Anda untuk mendapatkan Bitcoin. Seperti yang kita tahu, Bitcoin dipandang sebagai sistem kas global yang besar yang menyimpan sejarah transaksi dari satu pihak ke pihak lainnya. Ketika transaksi Bitcoin diproses, seseorang harus memastikan bahwa transaksi tersebut telah direkam dengan benar dan sistem kas tersinkronisasi di seluruh dunia. Proses ini bukan dilakukan secara individual atau oleh perusahaan melainkan oleh ribuan komputer di seluruh dunia. Komputer-komputer yang dioperasikan oleh orang-orang inilah yang disebut dengan miners atau penambang. Singkatnya, komputer inilah yang memproses transaksi.

    Komputer-komputer ini akan menjalankan perangkat lunak yang menghubungkan para penambang dengan blockchain Bitcoin. Proses penambangan ini menuntut para miners untuk menyelesaikan persoalan komputasi berbentuk puzzle cryptographic yang kompleks. Setelah persoalan ini terpecahkan, data transaksional baru diverifikasi dan disimpan di dalam blockchain. Nantinya, setiap 10 menit para miners yang berhasil menyelesaikan puzzle tersebut akan mendapatkan imbalan berupa 12,5 BTC per blok. Maka Bitcoin ini bertindak sebagai penghargaan bagi para miners yang berkontribusi dalam mendukung proses transaksi. 

    Untuk melakukan penambangan Bitcoin dengan cara aman, komputer-komputer ini memerlukan energi yang besar serta alat-alat khusus yang canggih karena memakan daya komputasi yang besar pula. 

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menambang Bitcoin

    Menambang Bitcoin bukanlah hal yang mudah. Untuk itu Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Selain komputer yang canggih dan daya yang besar, berikut beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum mulai menambang Bitcoin.

    • Unduh Perangkat Lunak Untuk Menambang

    Langkah pertama yang krusial sebelum Anda mulai menambang Bitcoin adalah mengunduh perangkat lunak yang akan Anda gunakan untuk menambang Bitcoin. Cari perangkat lunak yang mumpuni dan dapat mendukung aktivitas menambang Anda di komputer. Tidak sampai situ saja, Anda pun harus mempelajari perangkat lunak tersebut untuk dapat menguasainya.

    • Bergabung Dalam Perkumpulan Penambang Bitcoin

    Untuk mempermudah proses menambang Bitcoin, akan lebih baik jika Anda bergabung dengan perkumpulan atau komunitas penambang Bitcoin. Dalam komunitas tersebut Anda bisa saling bekerja sama dengan para penambang lainnya dalam memecahkan satu blok. Setelah itu Anda bisa saling berbagi imbalan yang diperoleh. Anda bisa saja menambang Bitcoin sendiri tanpa bergabung dengan komunitas, namun hal itu akan lebih sulit dan memakan waktu jika dibandingkan dengan menambang bersama. 

    Persiapan lain, apalagi jika Anda pemula, adalah membuat Bitcoin wallet. Seperti namanya, “dompet” ini nantinya akan berguna untuk mendukung aktivitas menambang dan bertransaksi Anda. Pertama, Anda harus mendaftar di blockchain.info lalu pastikan Anda mengingat identifier dan password Anda.

    Tokocrypto: Tempat Menambang Bitcoin Terbaik

    Tokocrypto adalah salah satu platform exchange di Indonesia yang sudah mengantongi verifikasi dari Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Jadi, Anda dapat melakukan proses menambang Bitcoin dengan aman dan tanpa dipungut biaya. Tidak hanya menambang, di Tokocrypto juga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari pertukaran cryptocurrency ini. Jadi, tunggu apa lagi? Kunjungi segera Tokocrypto dan mulailah menambang.

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Melangkah ke Dunia Crypto! Membuka Peluang Investasi Baru

    Perusahaan investasi terbesar di dunia, BlackRock Inc., berencana menambahkan kontrak futures Bitcoin ke dalam dua dana kelolaannya. Akibatnya saat ini BlackRock menjadi salah satu perusahaan investasi yang membuka investornya ke dunia crypto.

    BlackRock Melangkah ke Dunia Crypto

    Perusahaan investasi terbesar di dunia ini baru saja memperbarui pengajuan izin ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk dua dana kelolaannya. Pembaruan izin ini dilakukan untuk memasukan kontrak berjangka berbasis Bitcoin sebagai salah satu aset yang dikelola untuk dana investasi tersebut.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Dua dana investasi yang dimaksud adalah dana investasi bernama BlackRock Strategic Income Opportunities dan BlackRock Global Allocation Fund Inc. Dua dana investas ini bersifat seperti reksadana namun memiliki aset yang bervariasi dalam alokasi dananya.

    Kedua dana investasi tersebut terlihat muncul perizinannya pada Hari Rabu kemarin yang membuat mayoritas pasar terkejut akibat sebelumnya BlackRock bukan penggemar crypto. Perizinan ini menjadi bukti nyata bahwa BlackRock telah mulai tertarik untuk masuk ke dunia crypto, mengikuti mayoritas investor institusional lainnya.

    BlackRock merupakan perusahaan investasi terbesar di dunia akibat aset yang dikelolanya saat ini sebesar $8,7 Triliun. Jika perusahaan ini mulai masuk ke dunia crypto, kemungkinan besar dampaknya akan sangat besar mengingat dana yang dimilikinya.

    Potensi Dampak dari Investasi Baru

    Pada 2018, CEO dari BlackRock, Larry Fink, menyatakan bahwa mayoritas nasabah atau investornya tidak tertarik untuk investasi dalam dunia crypto. Namun baru-baru ini ia terlihat mulai tertarik dan terbuka terhadap Bitcoin yang sering kali dianggap sebagai emas digital.

    Baca Juga: Rencana IPO Semakin Kuat, Coinbase Jadi Perbincangan Panas

    Saat ini, juru bicara dari BlackRock masih menolak untuk memberikan tanggapan mengenai pengajuan izin tersebut. Tetapi, Rick Rieder, kepala investasi dari dana pengelolaan pendapatan tetap BlackRock, menyatakan bahwa permintaan terhadap Bitcoin akan terus naik yang membuat aset tersebut cocok sebagai investasi jangka panjang.

    Jika BlackRock melanjutkan rencananya untuk mulai mengalokasikan dana terhadap kontrak jangka panjang Bitcoin dan Bitcoin itu sendiri, kemungkinan besar dampaknya akan sangat besar.

    Kemungkinan besar investasi tersebut akan menjadi langkah awal menuju gerakan baru ke dunia crypto seperti layaknya Grayscale. Grayscale memulai investasi cryptonya melalui Bitcoin dan sudah berkembang jauh hingga menciptakan Reksadana berbasis beberapa crypto dan sudah mengelola hampir $600 Juta.

    Tidak menutup kemungkinan bahwa BlackRock dapat melakukan hal yang sama, bahkan lebih besar mengingat dana yang dikelola jauh lebih tinggi dari Grayscale. Kemungkinan besar jika investasi ini terjadi pasar crypto akan melihat apresiasi yang cukup signifikan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gila! Harga ETH Diprediksi Melejit Menjadi Rp147 Juta

    Prediksi ini mungkin tampak gila, karena harga aset kripto Ether (ETH) diprediksi bisa melejit menjadi Rp147 juta! Prediksi itu dilayangkan oleh David Grider, Analis Senior di Fundstrat Global.

    “Ether (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia, bisa naik lebih dari tujuh kali lipat menjadi US$10.500 (Rp147 juta-Red) setelah mencapai rekor minggu ini,” kata Grider, dilansir dari Bloomberg (20/1/2021).

    Baca Juga: Semakin Luas, Polkadot Luncurkan Aliansi DeFi dengan Chainlink

    Kemarin harga ETH memang mencetak rekor terbaru, setelah naik melampaui harga tertinggi sepanjang masa di US$1.439 (Rp20,2 juta).

    Selama setahun penuh, ETH sudah naik lebih dari 700 persen. Ketika artikel ini disusun, harga ETH di kisaran US$1300, turun lebih dari 3 persen dalam 24 jam terakhir.

    Harga aset kripto dalam 24 jam terakhir. Sumber: Coin360.com.

    Prediksi Grider sebagian didasarkan pada popularitas blockchain Ethereum sebagai basis teknologi aset itu, terkait dengan aplikasi keuangan desentralistik alias DeFi.

    Blockchain Ethereum juga mencetak prestasi baik, setelah 1 Desember 2020 lalu masuk tahap pertama (phase 0) menawarkan sistem baru, yakni Proof-of-Stake (PoS).

    Baca Juga: BlackRock Rencana “Belanja Bitcoin” di Bursa Berjangka

    Kelak Ethereum meninggalkan sistem Proof-of-Work (PoW) sepenuhnya, pada tahun 2023.

    Disebut Ethereum 2.0, kelak kecepatan memproses transaksi ratusan kali lipat (sekitar 100 ribu transaksi per detik), daripada saat ini yang rata-rata 30 transaksi per detik.

    “ETH adalah permainan investasi risiko dan objek bernilai terbaik. Komputasi blockchain mungkin adalah masa depan cloud,” tulis Grider.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kisah Sukses Driver Online Jadi Trader Aset Kripto

    “Karena fokus jadi trader, saya bisa membangun rumah impian”

    Masa iya sih bisa gitu? Nyatanya, hal itu yang dialami oleh Rahman Suparman. Dulunya Rahman merupakan seorang driver online yang mengenal aset kripto di tahun 2018. Rahman mulai mencari tahu tentang aset kripto dan mulai trading dengan modal awal dari koin airdrops dan uang tabungan. “Butuh waktu yang lama hingga akhirnya bisa untung, gak bisa instan,” ujar Rahman saat ditemui oleh Tokocrypto.

    Saat pandemi terjadi, Rahman terkena imbasnya karena orderan yang mulai menurun. Dari situ, Rahman mulai memfokuskan diri untuk menjalani trading aset kripto sepenuhnya. Kegigihan yang dimiliki Rahman kemudian membawanya mendapatkan profit yang besar sehingga bisa membangun rumah impian dan mengganti motor yang dimiliki. “Semangat, giat, dan kemauan menganalisis market menjadi kunci agar bisa mendapatkan profit maksimal sehingga impian kita bisa tercapai.” tambahnya.

    Mimpi Rahman yang terwujud menjadi salah satu kisah nyata kesuksesan trading aset kripto. Hal ini membuktikan bahwa meski tergolong baru, tapi investasi aset kripto bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan memiliki niat kuat untuk belajar dan maju. 

    Mendukung mimpi – mimpi yang dimiliki trader seperti Rahman, Tokocrypto sebagai platform pertukaran aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti berusaha mendukung proses trading yang aman dan bisa memberikan penghasilan tambahan.

    Di tahun 2021 ini misalnya, Tokocrypto menjalankan program referral baru dimana memungkinkan para trader mendapatkan pendapatan pasif hingga 50% dari orang yang direferensikan. Caranya gimana?

    Gampang banget! Kalian bisa langsung masuk ke laman referral dan menentukan besaran komisi yang ingin kalian dapatkan dan bagikan. Tapi ingat, kalian harus lolos KYC level 1 dulu ya sebelum bisa membagikan kode referral ini!

    Setelah kode baru berhasil dibuat, kalian bisa langsung membagikannya melalui link atau QR code kepada teman, kolega, saudara, hingga keluarga yang mau jadi bagian dari crypto space Indonesia. Kalian bisa berbagi komisi dengan orang yang menggunakan kode referral kalian hingga 20% dan mendapatkan tambahan 30% dari biaya transaksi setiap yang kalian rekomendasikan melakukan jual beli aset kripto.

    Tunggu apalagi, daftar Tokocrypto sekarang! Serta raih keuntungan dan kesempatan mendapatkan pendapatan pasif seumur hidupmu!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Alasan Anda Harus Memulai Investasi Bitcoin di Tokocrypto!

    Tahukah Anda selama pandemi Covid-19 beberapa aset kripto menunjukkan peningkatan harga yang terbilang signifikan? Hal ini tentu membawa angin segar bagi para trader maupun investor aset kripto karena sudah dipastikan akan mendapat keuntungan di tengah situasi perekonomian yang sulit. Jika Anda ingin memulai investasi bitcoin, simak artikel berikut!

    DeFi, Tren Masa Kini

    DeFi singkatan dari Decentralized Finance merupakan upaya mendesentralisasikan aktivitas yang berkaitan dengan keuangan dan transaksi seperti investasi, perdagangan, pinjaman, pembayaran serta asuransi dalam teknologi blockchain.

    Secara umum tujuan utama DeFi adalah memberi kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses layanan perbankan atau keuangan lainnya. Dengan teknologi DeFi, biaya yang dibutuhkan dapat diminimalisir dan tidak memerlukan pihak ketiga sebagai perantara.

    Salah satu investasi yang menggunakan teknologi DeFi adalah investasi aset kripto, termasuk bitcoin. 

    Investasi Bitcoin

    Walaupun harga bitcoin menunjukkan kenaikan pada akhir tahun 2020, namun pergerakan yang fluktuatif pasti kerap terjadi. Meskipun begitu, permintaan bitcoin terus mengalami kenaikan. Sehingga jumlah bitcoin yang terbatas hanya 21 juta koin akan semakin menipis dan membuat bitcoin mengalami peningkatan nilai.

    Sistem keamanan dengan teknologi blockchain juga menjadi daya tarik kebanyakan masyarakat untuk memulai investasi bitcoin. Hal tersebut dikarenakan blockchain merupakan sistem peer to peer yang terdesentralisasi di mana memiliki tingkat keamanan tinggi. Sehingga risiko untuk terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.

    Baca Juga: Ini Alasannya Kalian Harus Masukkan Bitcoin Sebagai Investasi di 2021

    5 Alasan Anda Harus Bergabung Sekarang dengan Tokocrypto

    1. Platform Exchange Official

      Alasan pertama Anda harus memulai investasi bitcoin dan bergabung dengan Tokocrypto adalah karena Tokocrypto merupakan platform exchange pertama di Indonesia yang telah terdaftar secara legal dan resmi di BAPPEBTI, Kominfo dan tersertifikasi ISO 27001 tentang Sistem Keamanan Informasi. 

      Kini Anda tidak perlu ragu untuk memulai investasi bitcoin atau trading aset kripto lainnya di Tokocrypto, karena telah diawasi oleh pihak berwenang.

    2. Minimum Depost yang Terjangkau

      Untuk memulai investasi, Anda harus mengeluarkan modal terlebih dahulu, kan? Besaran modal yang dikeluarkan pun berbeda dan tergantung jenis instrumen investasi. Apabila Anda sebagai pemula dan ingin memulai investasi, Anda bisa mencobanya di Tokocrypto dengan minimal deposit Rp. 50.000 saja!

    3. Gabung Tokocrypto Secara Online

      Tokocrypto berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan kepercayaan kepada calon nasabahnya. Gak pakai ribet, Anda bisa daftar di Tokocrypto dari rumah aja! Mulai dari proses registrasi, Know Your Customer (KYC), dan deposit semuanya bisa dilakukan dari rumah. Praktis, kan?

    4. User-Friendly Platform

      Tokocrypto didesain khusus dengan user interface yang mudah dipahami. Sehingga para investor dan trader pemula tidak kebingungan untuk menggunakannya.

      Selain itu, Tokocrypto merupakan platform exchange pertama yang peduli dengan edukasi publik. Sehingga siapapun bisa mencari informasi terkait aset kripto bagi pemula sampai berita terkini.

    5. Fitur yang Mendukung

      Tokocrypto memiliki fitur yang mendukung pengguna baik investor maupun trader. Jika Anda bertujuan untuk trading bitcoin dan aset kripto lainnya, Anda bisa menggunakan fitur order book.

      Order book adalah fitur yang berfungsi untuk melakukan penawaran harga jual atau beli aset kripto pada harga yang telah Anda tentukan sebelumnya. Melalui fitur ini, transaksinya hanya akan terjadi ketika menyentuh angka yang telah ditentukan tersebut, sehingga Anda tidak harus selalu memantau kondisi harga terus-menerus.

    Gimana, sudah tidak ragu lagi, kan, untuk bergabung dan memulai investasi bitcoin bersama Tokocrypto? Temukan berbagai macam artikel khusus pemula maupun berita terkini di website News Tokocrypto dan akun media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Tips Jual Beli Ethereum yang Menguntungkan

    Apakah Anda pernah mendengar kata Ethereum atau Ether? Jika belum, Anda mungkin bisa mulai “berkenalan” karena Ethereum bisa menjadi sesuatu yang potensial di masa mendatang. Ethereum adalah sebuah platform perangkat lunak yang bertujuan untuk membuat internet dan aplikasi yang terdesentralisasi.

    Dalam sistem ini terdapat mata uang yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi tersebut, disebut Ether. Layaknya mata uang virtual lainnya, Ether tidak memerlukan pihak ketiga untuk proses transaksi.

    Di antara cryptocurrency atau mata uang virtual lainnya, Ether menempati posisi kedua sebagai mata uang paling bernilai setelah Bitcoin. Sebelum mengenal lebih jauh tentang Ethereum, mari kita simak dulu asal mula Ethereum.

    Asal Mula Ethereum

    Vitalik Buterin adalah pemilik ide Ethereum. Ia pertama kali mengusulkan ide Ethereum pada tahun 2013. Sebelumnya Buterin memang sudah tertarik dengan dunia cryptocurrency, terutama Bitcoin. Ia juga aktif di forum Bitcoin. Ketertarikannya dimulai saat ayahnya mengenalkan produk tersebut.

    Di usianya yang masih muda Buterin kemudian memutuskan untuk keluar dari University of Waterloo dan menghabiskan waktunya untuk berkeliling dunia mengunjungi sosok-sosok hebat yang bekerja pada Bitcoin. Kemudian ia mulai dibayar untuk menulis artikel tentang Bitcoin.

    Seiring berjalannya waktu Buterin merasa Bitcoin membutuhkan cara bagi pengembang untuk membuat aplikasi mereka sendiri di Blockchain. Namun ide tersebut ditolak oleh pengembang Bitcoin. Tak habis akal, Buterin akhirnya membentuk timnya sendiri untuk mengembangkan Ethereum yang terdiri dari: Mihai Alisie, Anthony Di Lorio, Gavin Wood, Joe Lubin dan Charles Hoskinson.

    Pada awal 2014 Ethereum mulai dikembangkan, kemudian pada rentang bulan Juli hingga Agustus 2014 tim tersebut mendanai dan mulai meluncurkannya ke publik secara online. Sejak saat itu, tim Ethereum telah banyak berkembang dan membuat banyak perbaikan.

    Investasi Ethereum dari Waktu ke Waktu

    Banyak orang sepakat bahwa berinvestasi di Ethereum adalah keputusan yang tepat. Pada tahun 2016 lalu harga Ethereum masih berada pada angka Rp. 80.000 hingga Rp. 90.000 per 1 Ethereum. Pada bulan Maret 2017, harga satu Ethereum menjadi $30. Selanjutnya, pada bulan Maret 2018 harganya naik menjadi $750. Dalam satu tahun, nilai Ethereum naik sebesar 2500% atau 25 kali. Kenaikan yang cukup fantastis.

    Pada Maret 2020, harga Ethereum senilai Rp. 2,7 juta. Lalu pada pekan pertama September 2020 harga Ethereum mencapai Rp. 7,13 juta. Artinya kenaikan harga Ethereum mencapai hampir 200% jika dilihat dari Maret 2020. Harga tersebut dinyatakan sebagai harga tertinggi Ethereum dalam dua tahun terakhir.

    Menurut analisis pakar cryptocurrency, Cryptowolf, ada kemungkinan pertumbuhan harga Ethereum akan meningkat hingga mencapai ribuan persen di akhir tahun 2020 bahkan lebih. Tentu saja ini adalah berita baik bagi Anda yang ingin berinvestasi di Ethereum.

    Tips Jual Beli Ethereum

    1. Temukan Exchange yang Tepat

      Langkah pertama yang krusial saat Anda ingin jual beli Ethereum adalah temukan bursa yang memiliki reputasi baik. Pilih bursa dengan sistem keamanan memadai sehingga Anda terhindar dari cyber attack. Dewasa ini, banyak bursa menawarkan akun demo dan simulasi sehingga Anda dapat berlatih dan menguji ulang strategi perdagangan Ethereum sebelum benar-benar mengaplikasikannya.

    2. Cek Harga Jual Beli

      Tentunya dalam jual beli Ethereum Anda mengharapkan profit yang banyak, bukan? Untuk itu sebelum membeli cermati terlebih dahulu harga jual beli Ethereum. Beli di harga terendah dan jual di harga tertinggi.

    3. Lakukan Perdagangan Arbitrase

      Pada dasarnya, arbitrase adalah pembelian dan penjualan barang yang sama di dalam dua pasar atau lebih dengan dengan harapan memperoleh laba dari perbedaan harganya. Jadi agar Anda mendapatkan profit yang maksimal lakukan komparasi harga jual beli terbaik di bursa-bursa pilihan Anda.

    Setelah menyimak ulasan di atas kini Anda telah memiliki gambaran tips jual beli Ethereum. Jadi tunggu apa lagi? Temukan bursa yang tepat dan investasikan Ethereum Anda. Kunjungi Tokocrypto dan rasakan sensasi bertransaksi dengan nyaman dan aman. Salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Semakin Luas, Polkadot Luncurkan Aliansi DeFi dengan Chainlink

    Blockchain Polkadot hadir menjadi pesaing Ethereum terbaru dan merilis aliansi keuangan terdesentralisasi.

    Berdasarkan informasi pada 3 Desember lalu, aliansi ini bertujuan untuk mengatasi sifat desentralisasi ekosistem Polkadot, menyediakan platform bagi komunitasnya untuk dapat menggunakan Polkadot Network dan teknologi Substrat yang mendasarinya pada DeFi.

    Baca juga: Rayakan Listing di Bithumb, CRUST Bagi-bagi 1.210 CRU

    Jaringan Oracle Chainlink masuk menjadi salah satu anggota pendiri aliansi. Kepala pengembangan bisnis global perusahaan, Dan Kochis, mengatakan,

    “Chainlink sangat bersemangat untuk membantu mengarahkan arah ekosistem aplikasi keuangan terdesentralisasi Polkadot yang sedang tumbuh. Dengan mempromosikan praktik terbaik pengembang protokol DeFi, ekosistem Polkadot dapat menjadi lebih kuat dari sebelumnya.”

    Anggota pendiri lainnya terdiri dari penyedia teknologi layer-2, Plasm Network, perusahaan pasar asuransi terdesentralisasi, Tidal Finance, dan pembuat pasar otomatis non-kustodian, Polkaswap.

    Aliansi saat ini menerima aplikasi dari pengembang di Jaringan atau Substrat Polkadot.

    Polkadot juga baru saja mengumumkan peluncuran program “seribu validator” bulan ini, yang akan menawarkan dukungan dan insentif kepada individu yang ingin menjalankan node Polkadot dalam upaya meningkatkan jumlah validatornya sebanyak 1.000 buah.

    Program ini mengacu pada program yang sama yang diluncurkan di jaringan rekanan Polkadot dan parachain Kusama pada bulan Februari lalu. Saat ini, jumlah node Kusama telah memiliki 700 validator aktif dengan 393 lainnya dalam tahap menunggu.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Meskipun dua pertiga dari pasokan Polkadot telah distake, jaringan saat ini masih terdiri dari 249 validator. Hal ini menunjukkan banyak pemangku kepentingan memilih untuk menggunakan penyedia layanan pihak ketiga.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • US$3 Milyar ETH “Terkunci” di Ethereum 2.0

    Sekitar 2,6 juta ETH dari pasokan beredar, 114,3 juta ETH telah “terkunci” di Ethereum 2.0, menurut data Dune Analytics. Ketika artikel ini disusun, ETH itu bernilai US$3,2 milyar.

    Blockchain Ethereum 2.0 tahap pertama, yang aktif mulai 1 Desember 2020, adalah pembaruan blockchain bertahap yang bertujuan mengubah algoritma konsensus proof of work Ethereum menjadi proof of stake.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Mungkin Terus Terkoreksi, Namun…

    Untuk meluncurkan versi 2.0, minimal ETH yang terakumulasi adalah 524.288 ETH. Saat ini, jumlah ETH yang disetorkan 4,9 kali lebih besar dari yang dibutuhkan.

    Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah, seiring dengan perkembangan Ethereum 2.0 itu sendiri yang diperkirakan rampung pada tahun 2022 atau 2023.

    Menurut CryptoQuant, lebih dari 4.800 pengguna telah mendepositkan 32 ETH atau lebih ke versi 2.0 itu. 32 ETH adalah jumlah minimal yang disyaratkan yang juga dikenal dengan istilah staking itu.

    Proof of stake membutuhkan validator yang menyetorkan ETH mereka untuk mendapatkan hak memverifikasi transaksi.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Validator dipilih untuk memverifikasi block berdasarkan jumlah setoran dan jangka waktu setoran mereka.

    Metode ini akan mengganti sistem penambangan melalui Proof of Work yang memakan energi tinggi dan bergantung kepada daya komputasi, seperti Bitcoin.

    Keuntungan utama sistem tersebut adalah lebih hemat energi dibanding proof of work. Validator tidak memerlukan komputer kuat untuk mengamankan jaringan, cukup yang berspesifikasi komputer server.



    Sumber : news.tokocrypto.com