Category: Tokocrypto

  • Kenali Definisi dan Cara Menggunakan Candle Marubozu

    Sebagai seorang investor, Anda perlu mengetahui kapan waktu tepat untuk membeli atau menjual aset kripto. Jika salah melangkah, kerugian bisa mendatangi Anda. Ketika mencari data soal aset kripto tertentu, Anda akan disuguhkan sebuah grafik bernama candlestick chart. Grafik berbentuk seperti lilin ini menunjukkan informasi mengenai harga suatu aset kripto pada rentang waktu tertentu. 

    Biasanya, grafik ini digunakan para investor dan trader untuk membantu memprediksi kenaikan atau penurunan harga. Kenaikan harga ditandai warna hijau, sementara penurunan harga ditandai warna merah.

    Apa itu Candle Marubozu?

    Candlestick memiliki banyak pola yang menunjukan tren pasar aset kripto. Salah satu pola yang paling mudah diidentifikasi adalah candle Marubozu atau Marubozu candlestick. Candle Marubozu adalah salah satu pola candlestick yang digunakan untuk analisis teknis sebuah aset kripto, saham, komoditas, atau instrumen keuangan lain. 

    Ciri-ciri Candle Marubozu yaitu:

    1. Memiliki body candle yang sangat panjang. 
    2. Harga penutupan dan harga pembukaan biasanya memiliki jarak yang cukup jauh. 
    3. Pola ini tidak memiliki upper dan head shadow, yang berarti bahwa harga sebuah aset dibuka pada titik tertinggi dan akan ditutup di titik terendah, begitu juga dengan sebaliknya. 

    Jenis-jenis candle Marubozu

    Marubozu candlestick memiliki tiga jenis pola yang menunjukkan keadaan tren pasar yang berbeda-beda. Pola tersebut dibedakan menjadi Marubozu full, open, dan close. Berikut penjelasannya.

    1. Marubozu full

    Marubozu full merujuk pada candle Marubozu yang memiliki harga buka dan tutup yang flat dan tanpa sumbu pada seluruh pola candlestick. Pola ini hanya berbentuk persegi panjang berwarna merah yang berarti bearish atau hijau yang artinya bullish.

    2. Marubozu open

    marubozu open

    Pola yang satu ini terlihat dari pembukaan yang rata dan penutupan pada arah yang berlawanan. Marubozu open menggambarkan bahwa aset hanya bergerak ke satu arah sejak periode pembukaan. Jika pola candle Marubozu berwarna merah, hal ini menandakan bahwa harga tidak pernah mengalami kenaikan sejak pembukaan. Sebaliknya, jika pola berwarna hijau, berarti harga tidak pernah mengalami penurunan. Tidak seperti pola Marubozu full, pola Marubozu open bisa memiliki shadow atau bayangan.

    3. Marubozu close

    marubozu close

    Pola Marubozu close adalah kebalikan dari Marubozu open. Pola ini tidak memiliki bayangan saat penutupan harga. Hal ini menunjukkan bahwa harga mungkin bergerak ke satu arah saat harga pembukaan, kemudian bergerak ke arah berlawanan tanpa ada kenaikan lagi. Pola seperti ini akan menunjukkan shadow di bagian atas.

    candle marubozu

    Bagaimana Cara Membaca Marubozu Candlestick?

    Memahami cara baca candle Marubozu akan membantu Anda mengetahui kuatnya perdagangan suatu aset. Tidak hanya itu, pola ini juga bisa menambah wawasan yang berguna untuk memprediksi masa depan pasar. 

    Namun, pola ini tidak sering terjadi pada pergerakan grafik di pasar. Karena jarang terjadi, saat candle Marubozu muncul, pasar cenderung sedang menguat. Misalnya, ketika Marubozu bullish terjadi, hal ini berarti kondisi bull masih kuat dan mampu menahan tekanan dari short seller. Dalam kasus tertentu, kondisi ini mengarah pada kelanjutan tren naik.

    Untuk lebih memahami Marubozu candlestick, Anda perlu mengetahui cara membacanya.

    1. Jika pola candle Marubozu menunjukkan pola tren bullish (Marubozu Putih) terjadi di akhir tren naik, maka ada kemungkinan tren akan berlanjut.

    bullish marubozu

    2. Namun, jika Marubozu Putih terjadi di tren turun, kemungkinan besar akan terjadi pembalikan.

    downtrend marubozu

    3. Sebaliknya, jika pola candle Marubozu menunjukkan tren bearish (Marubozu Hitam) terjadi di akhir tren turun, maka kemungkinan tren ini akan berlanjut.

    bearish marubozu

    4. Sementara itu, bila pola tersebut terjadi di akhir tren naik, maka besar kemungkinan akan terjadi pembalikan.

    uptrend candle marubozu

    Untuk benar-benar memberikan kepastian kondisi pasar kripto, mengandalkan candle Marubozu saja tidak cukup. Akan lebih baik jika investor dan trader juga melihat pola candlestick yang muncul setelah pola Marubozu.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Hammer Candlestick dalam Trading Kripto

    Agar berhasil dalam investasi maupun trading, Anda perlu menguasai analisis teknis, salah satunya adalah dengan mengetahui cara membaca candle Marubozu. Hal ini akan membantu Anda dalam memprediksi tren pasar di kemudian hari. Pastikan pula saat berinvestasi Anda melakukannya di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain, investasi dan trading kripto pun jadi lebih mudah.

    Yuk, langsung bergabung dengan  komunitas Tokocrypto untuk menyimak informasi terbaru mengenai dunia kripto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Berhasil Lewati Rp330 Juta, Ini Dia Penyebabnya

    Bitcoin berhasil naik dan sempat melewati $23.400 atau sekitar Rp330 Juta. Sejak kemarin malam, beberapa penyebab Bitcoin mengalami pergerakan kuat nampaknya didasari pada FOMO.

    Bitcoin Berhasil Naik Akibat dari The Fed

    Saat ini mayoritas sentimen terhadap Bitcoin nampaknya sedang dipenuhi oleh banyak FOMO yang disebabkan The Fed. Setelah adanya percakapan dari FOMC (The Foreign Open Market Committee) dan juga pernyataan resmi Jerome Powell, pasar crypto nampaknya terus terdorong.

    Koin pertama yang merasakannya adalah Bitcoin yang merupakan pemimpin dari pasar crypto hingga saat ini. Hal ini disebabkan oleh Bank Sentral Amerika yang secara keseluruhan membuat pernyataan bahwa mereka akan terus dovish.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    Maksud dari dovish adalah mereka akan terus memiliki pandangan ekspansif terhadap kebijakan moneternya hingga beberapa tahun ke depan. Akibatnya banyak pihak yang merasa bahwa nilai Dolar Amerika akan terus tergerus.

    Hal ini disebabkan oleh kebijakan moneter ekspansif yang bukan dilakukan melalui suku bunga acuan namun melalui operasi pasar terbuka. Caranya adalah kebijakan The Fed yaitu pembelian surat utang dalam lingkungan suku bunga acuan yang mendekati 0%.

    Hasilnya yield dari surat utang Amerika menjadi turun bersama dengan jumlah uang beredar yang bertambah. Sehingga nilai dari Dolar Amerika sendiri terus menurun yang membuat banyaknya likuidasi cadangan besar berbasis Dolar Amerika.

    Investor Institusional Pendorong Terbesar

    Mengingat banyaknya institusi dan perusahaan yang memiliki cadangan dana dalam Dolar Amerika, kabar ini bukanlah kabar yang baik. Sehingga, nampaknya mulai banyak pencarian alternatif lain untuk mengamankan kekayaan.

    Di saat yang bersamaan, volume perdagangan Bitcoin terlihat meningkat sebelum harga melewati $20.000. Volume yang naik ini berasal dari volume jual yang mencapai all time high yang menurut CryptoQuant adalah hasil dari whales yang menjual kepada institusi.

    Namun, data CryptoQuant juga menunjukkan bahwa data pembelian masih mengalahkan data penjualan walaupun mencapai ATH. Sehingga ada kemungkinan bahwa adanya aliran dana besar Bitcoin tersebut benar berasal dari investor institusi.

    Oleh karena adanya gabungan antara berkurangnya persediaan, dan institusi yang membeli dalam jumlah besar, harga Bitcoin menjadi naik secara signifikan. Kemungkinan besar, akibat hal ini mulai muncul banyak FOMO atau fear of missing outdari investor ritel yang khawatir akan tertinggal dalam keuntungan.

    FOMO Terbentuk untuk Investor Ritel

    Oleh karena itu, saat ini kemungkinan besar harga yang masih terus naik adalah dampak dari salah satu institusi yang membeli diikuti oleh investor ritel. Akibatnya apresiasi ini memiliki risiko yang cukup tinggi mengingat kemungkinan dorongan berasal dari investor ritel atau whale yang memiliki kesempatan untuk pump and dump.

    Kekhawatiran akan tertinggal atau FOMO ini dapat berujung buruk akibat adanya satu pihak atau pemain besar yang bisa memanfaatkan harga. Sehingga kemungkinan ada beberapa pihak yang dirugikan akibat masuk di harga yang tinggi.

    Baca juga: Coinfest 2021: Bitcoin Diprediksi Sentuh Harga $28.000 Tahun Depan!

    Saat ini harga sedang berusaha terus naik melewati Rp 330 Juta yang walau sudah berhasil dilewati masih terus berkonsolidasi dan memiliki kemungkinan turun. Maka dari itu, investor ritel tetap diharapkan berhati-hati walau terdapat banyak kabar dari institusi seperti MicroStrategy dan Grayscale yang dapat terus mendorong harga naik.

    Tetapi kabar baik yang dapat menjadi pertimbangan adalah pasar options Bitcoin yang masih menandakan pergerakan positif untuk pasar spot. Selain itu prediksi dari Top Cap Model masih memperlihatkan kemungkinan apresiasi ke Rp770 Juta bersama Bitcoin heat map yang menunjukkan pergerakan beli masih kuat.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Intip 3 Gambar Animasi Keren 3D yang Sudah Menjadi NFT!

    Banyak dari kita yang sudah gak asing dengan animasi 3 dimensi (3D). Ditambah animasi 3D hadir makin terlihat nyata dan keren. Ya, ini semua tentunya disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. Gak ketinggalan, pengadopsian NFT pada animasi 3D pun turut berkembang. Tapi sebelum membahas gambar animasi 3D yang sudah di-NFT-kan, yuk, simak penjelasan mengenai animasi 3D terlebih dahulu!

    Apa itu Animasi 3 Dimensi?

    Dilansir dari Idseducation.com, animasi 3D adalah penciptaan gambar yang bergerak di dalam ruang digital 3D. Penciptaan ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan tiap gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan kemudian hasilnya akan berbentuk video yang sudah di-rendering.

    Sederhananya konsep dari 3D adalah model atau objek yang memiliki bentuk, volume, serta ruang. Nah, objek ini mempunyai 3 titik koordinat, yang disebut koordinat X, Y, dan Z. Ketiga koordinat ini yang membuat objek dapat digerakkan ketiga arah, yaitu kanan-kiri (X), atas-bawah (Y), dan depan-belakang (Z). 

    Perkembangan Animasi 3D menjadi NFT Animasi 3D

    NFT 3D AnimasiKehadiran animasi 3D bisa ditemukan di mana saja. Sebut saja pada efek visual pada film dan video, atau secara khusus pada film. Kini bisa Anda temukan berbagai film yang menggunakan animasi 3D. Sebut saja Pixar, salah satu perusahaan animasi dunia yang berhasil dengan film Toy Story-nya.

    Gak hanya itu, animasi 3D juga memiliki peranan penting dalam dunia game dan virtual reality. Mulai dari karakter, item-item pada game, hingga efek visual pada game, semuanya berbentuk animasi. Seiring dengan itu, hadirnya NFT (non-fungible-token) turut meramaikan perkembangan animasi 3D. NFT sendiri merupakan token digital unik yang dibuat dengan menggunakan teknologi blockchain

    Nah, tren ramainya NFT sendiri bermula dari kegilaan sebuah game blockchain bernama “CryptoKitties” pada Oktober 2017 silam. Walaupun pada saat itu game blockchain dan pengadopsian NFT ini belum ramai diperbincangkan, setidaknya 2 tahun belakangan pesona NFT mulai dilirik banyak orang khususnya para pekerja seni. Mulai dari motion designer, 2D animator,  musisi, mural artist, hingga tattoo artist menjadikan karya mereka sebagai NFT. 

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Tentunya hal ini pun turut berpengaruh kepada perkembangan NFT animasi 3D, khususnya 3D artist. Apalagi didukung dengan tingginya minat para kolektor pada pencarian NFT 3D. Dilansir dari Rakoko.com, riset yang dilakukan oleh sebuah art blog, Artnome pada sebuah platform menyebutkan pada Maret 2021, 3D art adalah bentuk NFT yang paling banyak dilihat.

    Deretan Gambar Animasi Keren 3D dari Indonesia

    Berikut adalah beberapa gambar animasi 3D keren yang sudah menjadi NFT. Oh iya, semuanya berasal dari Indonesia, lho

    1. GMO Utility Trike by Rimbawan Gerilya

    NFT animasi 3D keren GMO Utility TrikeAnimasi 3D keren pertama yang sudah di-NFT-kan adalah karya “GMO Utility Trike” dari Rimbawan Gerilya. Video animasi ini merupakan kolaborasi antara Gabber Modus Operandi, duo musisi musik elektronik bersama Rimbawan Gerilya, visual artist. Adapun kolaborasi ini berawal dari batal manggungnya Gabber Modus Operandi secara live di tahun 2020. 

    Gak tanggung-tanggung, karya yang dilelang pada bulan Maret 2021 melalui platform Foundation ini laku dengan harga US$678.80 atau sekitar Rp9,9 juta, lho!

    2. No Internet Today by Rubah Hitam

    NFT animasi 3D keren No Internet TodayGambar animasi 3D keren ini merupakan karya dari Rifqi Ardiansyah atau yang dikenal Rubah Hitam. Karya-karya dari Rubah Hitam sendiri memang sangat lekat inspirasinya dengan keseharian kita, seperti seputar teknologi, gadget, hingga makanan. 

    Nah, kalau karyanya yang berjudul “No Internet Today” ini menggambarkan seorang laki-laki yang duduk di depan komputernya namun hanya memainkan “game dino”, yaitu permainan dinosaurus yang muncul ketika komputer tidak terhubung ke jaringan internet.  Karya ini terjual pada bulan Desember 2020 di harga 1.5 ETH atau setara Rp87 juta (harga fluktuatif). Keren, kan?

    3. HumanRadio_NASAproject#01 by Venzha Christ

    Terakhir, animasi 3D NFT datang dari Venzha Christ, seorang seniman yang lekat dengan space art. Adapun karya ini adalah animasi 3D yang menampilkan sebuah antena besar yang terhubung dengan tubuh manusia sebagai medium sensornya.

    Sebenarnya animasi 3D keren yang di-NFT-kan ini sudah dipamerkan terlebih dahulu dengan nama “Listening for The Dark”. Karya ini bermula dari kerja sama ia dengan lembaga antariksa Amerika, NASA, di Art Museum di  tahun 2016. Barulah pada 13 Agustus 2021, NFT ini dirilis. 

    Itulah penjelasan gambar animasi 3D secara umum, pengadopsian NFT pada animasi 3D, hingga deretan gambar animasi 3D keren yang sudah di-NFT-kan asal Indonesia. Yuk, bagi Anda pekerja seni, daftarkan diri Anda  dan pamerkan karya Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lebih dari US$20 Ribu, Bitcoin Terlampau Perkasa!

    Bitcoin terlampau perkasa! Untuk kali pertama sepanjang sejarah, akhirnya Bitcoin lampaui $20.000. Level berikutnya sangat tak terhingga!

    Rabu, 16 Desember 2020, tepat pukul 20:42 WIB, Bitcoin menclok di US$20.089 per BTC. Kali terakhir harga itu tercipta pada 17 Desember 2017 silam, sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah sebelumnya, versi Coinmarketcap.com.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    bitcoin ATH
    Harga Bitcoin tertinggi sepanjang masa sebelumnya, versi Coinmarketcap.com, 17 Desember 2017.

    Bitcoin kemarin tak berhenti di titik penentu itu, namun melanjutkan penguatan hingga US$20.898 di hari yang sama, pukul 23:58 WIB.

    bitcoin ATH

    Ketika artikel ini ditulis, 17 Desember 2020, pukul 00:39 WIB, Raja Aset Kripto itu turun tipis ke US$20.600.

    bitcoin ATH
    Keperkasaan Bitcoin, 14 Desember 2017 silam. Sumber: Kontan.

    Sukses menembus resisten US$20.000 itu adalah peristiwa yang amat sangat monumental, karena praktis membuka apresiasi tinggi untuk mencapai harga tertinggi baru lagi.

    Jikalau mengacu pada ramalan Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence,capaian US$20.000 ini dapat dengan luwes menembus lebih dari US$55 ribu per BTC pada tahun 2021 atau 2022.

    Di sisi lain, narasi “Bitcoin kian kalahkan emas” semakin telanjang untuk dinikmati, karena faktanya publik belajar sendiri untuk memahami, bahwa kelangkaan Bitcoinitu lebih pasti daripada kelangkaan emas.

    Pun lagi, keunggulan Bitcoin tentu saja dari teknologi digital dan kriptografi yang diusungnya, sesuatu yang tidak dimiliki oleh emas yang benar-benar fisik.

    Sifat terbuka dan transparansi Bitcoin malah semakin merampas kedigdayaan emas sebagai aset yang sangat bernilai selama ribuan tahun.

    Secara year-to-date, emas pun hanya mampu tumbuh 15,95 persen. Sedangkan Bitcoin lebih dari 191 persen! Pun kelak agak tidak adil membandingkan dua kelas aset itu, ketika masing-masing memiliki pangsa pasar sendiri, selayak saham versus emas, atau emas versus fiat money.

    Hari Bersejarah dan Penting
    Rasanya tidak berlebihan mengatakan bahwa 16 Desember 2020 adalah hari yang sangat bersejarah bagi umat manusia, karena untuk kali pertamanya (lagi), kita memiliki aset bernilai, jauh lebih bernilai dari emas yang dikenal dari generasi ke generasi.

    Dunia puan menyongsong era baru, era Bitcoin, era aset kripto, era keuangan digital yang menjanjikan sebuah kemakmuran tanpa eksklusifitas.

    Dari titik ini pula, adopsi terhadap Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya akan terus berlanjut. Setidaknya, jikalau tetap mengacu pada narasi tulen ini: pandemi, krisis, inflasi buruk, emas lemah, Bitcoin menguat.

    Pun ke depan, tanpa narasi itu, ketika pandemi usai, pekerjaan rumah pasca resesi ekonomi masihlah panjang. Ini serupa dengan krisis ekonomi global 2008 yang hingga detik ini dampaknya masih terasa, belum sembuh.

    bitcoin ATH

    Ramalan harga Bitcoin menjadi lebih dari US$377 ribu per BTC pada 23 Oktober 2021. Ramalan ini berdasarkan harga terkini Us$20.700 per BTC dalam konsep “Cycle Repeat, 1458 Days”. Sumber: Digitalik.net.

    Artinya, pembenahan ekonomi akan berlangsung selama beberapa dekade ke depan, sebagai “lahan basah tambahan” bagi harga Bitcoin untuk terus naik.

    Universe is the limit!

    OLEH: Vinsensius Sitepu
    Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Apa Itu Terra?

    Terra adalah platform pembayaran blockchain open-source untuk stablecoin algoritmik, yang merupakan cryptocurrency yang melacak harga mata uang atau aset lainnya. Blockchain Terra memungkinkan pengguna untuk membelanjakan, menyimpan, memperdagangkan, atau menukar stablecoin Terra secara instan.

    Protokol Terra menciptakan stablecoin yang secara konsisten melacak harga mata uang fiat apa pun (mata uang yang didukung pemerintah seperti dolar AS atau euro). Ini terdiri dari dua token cryptocurrency utama yakni Terra dan Luna, yang memiliki fitur sebagai berikut:

    Terra : Ini adalah stablecoin yang melacak harga mata uang fiat dan dinamai menurut namanya. Misalnya, stablecoin Terra dasar melacak harga Hak Penarikan Khusus IMF dan diberi nama TerraSDR atau SDT. Denominasi stablecoin Terra lainnya termasuk TerraUSD (UST), yang melacak dolar AS, dan TerraKRW (KRT), yang melacak won Korea Selatan. Pengguna mencetak Terra baru dengan membakar (burning) token Luna.

    Luna : Digunakan untuk tata kelola dan penambangan, Luna adalah token staking protokol Terra yang menyerap volatilitas harga stablecoin Terra. Pengguna mempertaruhkan Luna ke penambang blockchain Terra (disebut “validator”), yang mencatat dan memverifikasi transaksi di blockchain dan menerima hadiah dari biaya transaksi sebagai kompensasi. Seiring bertambahnya penggunaan Terra, nilai Luna juga meningkat.

    Baca jugaJPMorgan Tutup Akun Bank Founder Uniswap, Ada Apa?

    Pengembangan Terra

    Terra telah dikembangkan oleh Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan, yang didirikan pada tahun 2018 oleh Do Kwon dan Daniel Shin. CEO saat ini Kwon sebelumnya dipekerjakan oleh Microsoft; Shin adalah pendiri dan CEO perusahaan teknologi pembayaran Asia Chai, yang merupakan mitra Terra dan sebelumnya adalah pendiri perusahaan e-commerce Korea TMON.

    Bagaimana Cara Kerja Terra?

    Karena nilai utama stablecoin berasal dari stabilitas harga, sehingga menghindari volatilitas khas cryptocurrency, protokol Terra mempertahankan harga stablecoin Terra dengan memastikan bahwa penawaran dan permintaan selalu seimbang.

    Luna adalah penyeimbang variabel untuk stablecoin Terra dan menyerap volatilitasnya. Untuk memahami cara kerja Terra, bayangkan seluruh “ekonomi” Terra terdiri dari pool Terra dan pool Luna.

    Untuk mempertahankan harga Terra, kumpulan pasokan Luna menambah atau mengurangi pasokan Terra; pengguna membakar Luna untuk mencetak Terra dan membakar Terra untuk mencetak Luna.

    Ini dicapai dengan modul pasar algoritmik protokol, yang memberi insentif untuk pencetakan atau pembakaran Terra melalui peluang arbitrase.

    Ekspansi (dari pool Terra) : Ketika Terra diperdagangkan pada harga yang relatif tinggi terhadap pasaknya, implikasinya adalah permintaan untuk stablecoin lebih tinggi daripada penawaran; ini berarti bahwa pasokan Terra harus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan.

    Protokol memberi insentif kepada pengguna untuk mencetak Terra dan membakar Luna, yang memiliki efek menurunkan harga Terra (melalui perluasan pasokan) dan meningkatkan harga Luna (dengan mengurangi pasokannya). Pengguna melanjutkan proses arbitrase ini hingga Terra diperdagangkan pada harga pas targetnya.

    Kontraksi (dari pool Terra) : Situasi sebaliknya terjadi ketika Terra diperdagangkan pada harga yang relatif rendah terhadap pasaknya, yang menyiratkan bahwa ada lebih banyak pasokan untuk stablecoin daripada permintaan. Ini akan mengharuskan pengurangan pasokan Terra sampai sesuai dengan permintaan

    Protokol kemudian memberi insentif kepada pengguna untuk membakar Terra dan membuat Luna, yang memiliki efek menaikkan harga Terra (melalui pengurangan pasokan) dan menurunkan harga Luna (dengan meningkatkan pasokannya). Proses arbitrase ini dilanjutkan oleh pengguna hingga Terra diperdagangkan pada harga targetnya.

    Baca juga10 Merek Ternama yang Terbitkan NFT Sendiri

    Contoh Arbitrase

    Modul pasar algoritmik protokol Terra memungkinkan pertukaran atom antara Terra dan Luna, dan antara denominasi stablecoin Terra yang berbeda. Mirip dengan pembuat pasar , modul pasar memastikan bahwa ada pasar yang tersedia dan likuid untuk aset protokol, dengan harga yang stabil dan nilai tukar yang adil di antara keduanya.

    Modul pasar memungkinkan pengguna untuk selalu menukar Luna senilai 1 USD untuk 1 TerraUSD (UST), dan sebaliknya, yang mendorong pengguna untuk mempertahankan harga Terra agar tetap stabil atau seimbang.

    Ekosistem Terra-Luna

    Dalam upayanya untuk menjadi pembayaran stablecoin e-niaga terkemuka dan penyedia layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), Terra memiliki ekosistem yang berkembang di ruang kripto dengan lebih dari 100 proyek di seluruh DeFi, Web 3.0 , dan token non-fungible (NFT). Proyek-proyek ini meliputi:

    • Protokol Anchor: Platform hasil tetap dengan hasil pinjaman dan akses tanpa gesekan,
    • Protokol Andromeda: Protokol NFT generasi berikutnya,
    • Chai: Aplikasi pembayaran dengan lebih dari 2 juta pengguna di Korea Selatan,
    • LoTerra: Platform lotere terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain Terra,
    • Protokol Mirror: Memungkinkan pembuatan aset yang sepadan atau “sintetis” yang melacak harga aset dunia nyata,
    • Protokol Talis: Sebuah platform di mana seniman dapat menjual kreasi mereka dan menawarkan layanan,
    • Protokol Vega: Platform untuk mencetak dan memperdagangkan derivatif.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kecanggihan dan Manfaat Blockchain Layer 2

    Dewasa kini sudah banyak industri yang telah menggunakan blockchain sebagai solusi teknis untuk masalah mereka. Beberapa dari solusi ini telah berhasil, sementara yang lain telah menghadapi beberapa keterbatasan asli blockchain.

    Skala adalah masalah besar, dengan blockchain root seperti Ethereum hanya dapat memproses 15-20 transaksi per detik yang sederhana. Ada masalah lain juga, termasuk biaya gas fee yang tinggi dan privasi yang dipertanyakan. 

    Jadi bagaimana menerapkan solusi blockchain untuk skala, privasi, dan efektivitas biaya tanpa mengorbankan desentralisasi? Di situlah teknologi blockchain Layer 2 masuk.

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Ilustrasi blockchain layer 2. Foto: matob.web.id

    Apa itu Teknologi Blockchain Layer 2?

    Teknologi blockchain Layer 2 sering disebut sebagai solusi “off-chain”. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas transaksi blockchain sambil mempertahankan manfaat desentralisasi dari protokol terdistribusi. Memecahkan masalah skalabilitas akan secara signifikan membantu adopsi arus utama blockchain.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Untuk membangun ekosistem blockchain yang baik, kita memerlukan beberapa hal dalam arsitektur untuk menyeimbangkan kebutuhan keamanan, desentralisasi, dan skalabilitas. Sistem teknologi blockchain Layer 2 adalah sistem yang menghubungkan Ethereum, dan mengandalkannya sebagai lapisan dasar keamanan dan finalitas.

    Cara Kerja Teknologi Blockchain Layer 2

    Platform dan protokol lapisan 2 dari blockchain ini memproses data dengan cara yang mengurangi beban yang biasanya ditanggung oleh lapisan dasar (chain root). Dengan memindahkan transaksi dari chain utama ke platform lapisan 2, jaringan blockchain dapat menangani throughput transaksi yang jauh lebih tinggi.

    Jika blockchain layer 1 diibaratkan seperti jalan tol, maka blockchain layer 2 ini sepeti jalan tol layang yang berdiri terpisah, sehingga dapat meningkatkan dan mempercepatkan kendaraan yang berjalan bersamaan.

    blockchain memimpin globalisasi

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Perbedaan Blockchain Layer 1 dan Layer 2

    Jaringan Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum menghadapi keterbatasan penskalaan yang melekat. Ethereum memproses sekitar 15-20 transaksi/detik dibandingkan dengan Paypal dan Visa dengan masing-masing beberapa ratus transaksi/detik dan beberapa ribu transaksi/detik.

    Mengapa arsitektur blockchain ini tertinggal dalam pemrosesan?

    Ketika transaksi terjadi, harus ada konsensus global di seluruh jaringan yang terdesentralisasi. Semua node di jaringan menyimpan salinan lengkap transaksi untuk memvalidasi transaksi di jaringan. Ini dirancang untuk memecahkan masalah pengeluaran ganda tanpa bergantung pada perantara.

    Jaringan Blockchain dapat berfungsi sebagai lapisan 1 (yaitu lapisan dasar) dari ekosistem web yang terdesentralisasi. Tujuan akhirnya adalah untuk ‘mendesentralisasikan kembali’ infrastruktur, protokol, aplikasi, dan berbagai lapisan web di seluruh dunia.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Solusinya berjenjang. Lapisan 1 berfungsi sebagai lapisan keamanan yang menahan transaksi data dengan cara yang tidak dapat diubah, diamankan secara kriptografis tanpa otoritas pusat. Elizabeth Starks dari Lightning Labs mengacu pada blockchain sebagai “lapisan dasar untuk Internet yang terdesentralisasi.”

    Layer 2 memungkinkan kamu untuk secara besar-besaran mengurangi pemrosesan data di blockchain dengan menjalankan komputasi di luar blockchain. Blockchain dasar masih akan menjadi arbiter ketika ada perselisihan.

    Manfaat utama dari blockchain layer 2 adalah meminimalkan jumlah penyimpanan data pada lapisan dasar. Mengambil transaksi dari lapisan dasar, sementara masih terikat padanya, akan membebaskan sumber daya pemrosesan untuk melakukan hal-hal lain sambil tetap mendapatkan manfaat keamanan dan desentralisasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Alasan Harga Bitcoin Diprediksi akan Terus Naik di 2021

    Tahun 2020 ini telah menjadi tahun yang membuat sorotan utama terhadap Bitcoin sebagai mata uang kripto utama. Hal ini disebabkan pergerakannya yang cukup mengesankan setelah mengalami penurunan hingga di bawah $5,000 dapat kembali naik ke $19,000.

    Salah satu pendorong apresiasi ini adalah PayPal yang terlihat mulai mengadopsi mata uang kripto ke operasionalnya. Dorongan lain juga muncul dari beberapa tokoh utama dan institusi besar di dunia keuangan yang juga mulai menganggap bahwa Bitcoin adalah salah satu aset yang harus dimiliki.

    Di luar sentimen tersebut, terdapat beberapa faktor lain yang nampaknya juga menjadi pendorong apresiasi harga di akhir 2020 ini. Nampaknya, beberapa faktor ini juga akan menjadi penyebab utama pasar kripto terutama Bitcoin akan terus naik di tahun 2021.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    Faktor Penambangan

    Salah satu faktor internal yang menjadi pengaruh terhadap dorongan harga Bitcoin ke depannya adalah valuasi dari penambangannya. Salah satu yang dapa dianalisis adalah Riot Blockchain yang memulai penambangannya di 2017.

    Saat ini Riot terlihat akan meningkatkan hash ratenya dari 1,5 exahashes per detik dengan perangkat baru yang akan digunakan pada awal 2021. Selain itu Riot bertanggung jawab atas 1,11% dari keseluruhan jaringan Bitcoin dengan hash ratesebesar 135 EH/s.

    Perusahaan ini telah berhasil menambang 224 BTC pada kuartal ketiga yang berarti pendapatan pada $4,1 Juta pada harga $18,500 per BTC. Tetapi, banyak investor yang meragukan valuasinya saat ini.

    Hal ini sebab kapitalisasi pasar sebesar $670 Juta yang didasari pendapatan $8 Juta. Namun di luar hal tersebut, selain naiknya penambangan dari mayoritas perusahaan, ke depannya ada juga beberapa hal yang dapat membenarkan apresiasi jaringan Bitcoin di 2021.

    Kesamaan dengan Emas

    Salah satu hal yang juga mempengaruhi dalam aspek penambangannya adalah kesamaan Bitcoin dengan emas. Kesamaan yang terlihat juga datang dari teknologi yang mempengaruhi hasilnya.

    Yang dimaksud dari pernyataan ini adalah bahwa semakin canggih perangkatnya semakin cepat juga hasilnya dari penambangan yang dilakukan. Namun pengaruhnya terhadap harga nampaknya tidak terlalu signifikan, akibat dalam era ketidakstabilan saat ini, faktor sentimen global terlihat berperan lebih besar.

    Namun, kedua aset ini memiliki kelangkaan yang secara naluri akan mempengaruhi harganya. Kedua aset ini naik harganya saat persediaannya mulai berkurang sehingga walau valuasi Bitcoin masih sepertiga emas, naluri sifatnya sama.

    Hal ini akan mempengaruhi pergerakan Bitcoin ke depannya, terutama dengan pandangan hedging yang dimiliki investor terhadap emas dan Bitcoin. Sehingga, ke depannya kemungkinan besar Bitcoin akan terus berjaya, bahkan mengalahkan performa emas.

    Ekspektasi Kenaikan Harga

    Faktor lain yang menjadi pendorong apresiasi Bitcoin adalah ekspektasi atau asumsi mayoritas investor bahwa harga akan terus naik. Saat ini sentimen pasar sedang dipenuhi oleh target harga dari Mike Novogratz, PlanB, dan CitiBank, yang berjangka dari $65,000 hingga $500,000.

    Riot sendiri juga memprediksi bahwa jumlah penambangannya akan terus naik bersama dengan harga Bitcoin yang akan naik. Sehingga hal ini juga yang membenarkan valuasi perusahaan yang mencapai angka jauh di atas pendapatannya.

    Namun, dengan naiknya hashrate yang juga datang bersama permintaan Bitcoin yang terus naik, penambang mulai bergabung menjadi satu. Sehingga yang bergabung akan membuat mining pool yang nampaknya akan menjadi penguasa pangsa.

    Baca juga: Bull di bawah Kendali, Harga Bitcoin Pulih Kembali

    Sehingga, pemula akan kesulitan untuk mengalahkan pemain besar, kecuali dengan Antminer S19 dari Bitmain, yang baru akan tersedia April 2021. Tetapi, jika kondisi buruk seperti 2017 terjadi dimana permintaan lebih tinggi dari pada persediaan, pemilik perangkat yang lebih maju dapat mengalahkan pemain besar yang tertinggal dari segi perangkat.

    Namun, secanggih apa pun perangkatnya, kecepatan tertinggi masih dibatasi pada 6,25 Bitcoin setiap 10 menit akibat sistem yang dibentuk. Tetapi, dengan mulai masuknya gelombang penambang, permintaan terhadap Bitcoin juga akan terus naik, akibat hukum permintaan dan persediaan.

    Hukum Permintaan dan Persediaan

    Untuk melihat lebih dalam berapa jumlah Bitcoin yang tersedia, setiap hari jika dihitung terdapat 900 persediaan Bitcoin baru. Menurut laporan mayoritas perusahaan penambang, saat ini permintaan terhadap Bitcoin selalu melebihi persediaan sebesar 6,9 kali.

    Baca juga: Kenapa sih Harga Bitcoin Bisa Mahal?

    Akibat perbedaan jumlah ini, harga Bitcoin kemungkinan akan terus naik akibat terjadinya transaksi yang juga dibentuk atas investor-investor baru. Sehingga, mengingat permintaan terhadap Bitcoin yang juga terlihat terus naik, terutama akibat institusi, hukum permintaan dan persediaan akan terus terjadi.

    Jika berasumsi dari pergerakan sebelumnya kemungkinan besar saat ini hal yang sama juga akan terus terjadi. Namun, mengingat saat ini mayoritas dorongan datang dari investor institusional, dorongan beli akan lebih kuat.

    Faktor Reksadana

    Salah satu hal yang menjadi pendorong terhadap apresiasi harga juga berasal dari Reksadana Bitcoin Grayscale. Reksadana ini mempermudah investor ritel untuk terus membeli bitcoin tanpa perlu menanggung risiko besarnya.

    Satu kepemilikan mencerminkan reksadana tersebut sama dengan 0.00095346 Bitcoin. Berikut adalah grafik perbandingan antara harga Bitcoin dan Reksadana Bitcoin Grayscale.

    prediksi bitcoinReksadana Bitcoin Grayscale atau GBTC cenderung bergerak lebih baik dari Bitcoin akibat juga permintaan pasar dari investor pemula. Pergerakan ini dapat dilihat dari perbedaan antara keduanya dalam dua bulan terakhir dan juga dalam 12 bulan terakhir yang terlihat pada grafik berikut.

    prediksi bitcoinDapat dilihat dari perbandingan premium yang diberikan oleh kedua aset bahwa performa bergerak sama namun lebih baik GBTC. Sehingga faktor ini juga dapat menjadi pendorong apresiasi Bitcoin ke depannya akibat didasari kembali oleh dorongan beli dan ketertarikan baru.

    sumber. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    Milenial, generasi dengan banyak problematika terkait keuangan dapat berperan dalam meningkatkan adopsi Bitcoin di masa mendatang. Topik tersebut masuk ke dalam diskusi pada KTT BlockShow di Singapura.

    Dengan tema utama “Tren Investasi Milenial – Gelombang Baru Keuangan Pribadi” yang menghadirkan Aya Kantorovich dari FalconX, Zac Prince dari BlockFi, dan Michael Sonnenshein dari Grayscale. Panel tersebut berfokus pada dampak generasi Milenial terhadap masa depan aset digital.

    Baca Juga: 10 Prediksi Bitcoin Tahun 2021

    Selama diskusi, Zac Prince mengidentifikasi tiga tren adopsi Bitcoin utama yang terkait erat dengan Milenial dan investor muda: Transfer kekayaan yang sedang berlangsung dari Generasi Baby Boom ke kaum muda melalui warisan, pertumbuhan aset alternatif, dan pergeseran preferensi untuk segala sesuatu yang digital.

    Menurut penyedia data Preqin, Aset alternatif yang dikelola mencapai $10 triliun di seluruh dunia pada bulan Juni, naik lebih dari 55% dari tahun 2013 silam. Meskipun angka tersebut sebenarnya banyak melibatkan tingkat kelembagaan, kaum Milenial nantinya juga akan memainkan peran penting dalam pasar ini.

    Zac Prince berkata ia berharap agar crypto terus “tumbuh sebagai bagian dari alternatif dunia baru tersebut.”

    “Milenial yang berinvestasi crypto merupakan kelompok yang sangat penting (…) Mereka adalah orang-orang yang berada di depan tren ini.”

    Dalam pandangan CEO BlockFi, hanya masalah waktu sebelum akhirnya lebih banyak lembaga keuangan membuat landasan terkait dengan layanan ini secara demografi.

    “Ini benar-benar masalah aksesibilitas,” tambah Aya Kantorovich, kepala cakupan institusional di FalconX. Meskipun sempat mengalami penurunan pada tren saat ini, Kantorovich mengatakan perusahaannya melihat masuknya sejumlah besar agregator yang menangani langsung investor ritel (perorangan) dan penyedia pembayaran dengan likuiditas yang baik. Hal ini jelas masuk ke dalam indikator dari peningkatan adopsi di tingkat konsumen.

    Baca Juga: Standard Chartered Luncurkan Layanan Kustodian Bitcoin pada 2021

    Michael Sonnenshein, direktur pelaksana Grayscale, juga mengidentifikasi perubahan penting dalam cara orang, terutama generasi muda, memandang diversifikasi kripto.

    Meskipun banyak yang percaya bahwa diversifikasi ke dalam crypto adalah keputusan penting, diversifikasi dalam crypto juga semakin penting. Investor mulai melihat melampaui Bitcoin dan aset lain yang dapat bertahan, seperti Ethereum (ETH) dan Litecoin (LTC).

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Market kripto pada pekan pertama Februari mengalami pemulihan 25% dari posisi terendahnya pada 24 Januari. Meski begitu, keadaan pasar kripto yang mulai pulih tidak menjamin apakah tren bearish telah berhenti.

    Banyak analis yang melihat mayoritas kripto akan bergerak stagnan pada awal pekan kedua Februari ini. Namun, masih ada potensi koreksi menjelang pertengahan hingga akhir pekan nanti, sehingga diprediksi mendatangkan sentimen positif yang tentunya bisa menarik perhatian para investor.

    Dalam kondisi market kripto yang kembali merangkak naik, terdapat beberapa kripto yang potensi mengalami bullish, namun ada juga yang berpotensi mengalami bearish. Investor harus lebih berhati-hati memilih aset kripto untuk mendatangkan profit. Sebagai referensi, simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Hedera (HBAR)

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Kripto pertama yang masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini adalah Hedera (HBAR). Hedera Hashgraph adalah jaringan terdistribusi terdesentralisasi (decentralized distributed network) yang secara struktural memiliki diferensiasi dari blockchain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi melakukan fungsi yang setara.

    HBAR bertujuan untuk menyediakan platform yang stabil, efisien dan dapat dipercaya untuk aplikasi kelas perusahaan. Hedera didukung oleh governing council yang terdiri dari 39 organisasi dan perusahaan, seperti Google, Boeing, Deutsche Telekom, IBM, TATA Communications.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat HBAR memiliki potensi bullish diakibatkan sentimen dari peluncuran Smart Contract 2.0 pada 8 Februari 2022. Hal ini bisa mendatangkan sentimen positif dari para investor.

    “HBAR akan merilis Smart Contarct 2.0 di tanggal 8 Februari. Tapi, sentimen positifnya akan terus berkelanjutan, karena ini big event dari HBAR. Acara nanti akan ada webinar dan langsung launching smart contract baru,” kata Afid.

    Peringkat HBAR di CoinMarketCap saat ini adalah #36, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.550.595.603. Pasokan yang beredar 18.092.792.421 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

    2. The Sandbox (SAND)

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Token Metaverse The Sandbox (SAND) masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse dalam jumlah terbatas pada 10 Februari 2022.

    Pada saat lelang nanti akan ada lebih dari 550 tanah dan 8 gedung atau perumahan yang akan dijual dengan harga lebih tinggi. Kabar ini dapat meningkatkan ketertarikan terhadap SAND karena seluruh transaksi pelelangan harus dilakukan dalam token tersebut.

    “The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse pada 10 Februari mendatang. Event ini otomatis akan menjadi sentimen positif karena kembali menghidupkan proyek SAND selama beberapa hari terakhir tidak ada kabar baru,” ungkap Afid.

    Peringkat SAND di CoinMarketCap saat ini adalah #33, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.877.018.694. Pasokan yang beredar 1.035.054.385 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    3. Harmony (ONE)

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Aset kripto Harmony (ONE) ternyata masih berpotensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, menjelaskan sentimen positif ONE di awal bulan Februari masih berkelanjutan, karena akan meluncurkan Ethereum bridge yang akan meningkatkan nilainya.

    “Harmony (ONE) akan ada Ethereum bridge di tanggal 14 Februari 2022. Jadi nantinya ONE akan kompatibel dengan jaringan Bitcoin dan Ethereum, sehingga mempermudah perpindahan token atau koin di kedua ekosistem. Hype sentimen positifnya masih terus berlangsung,” kata Afid.

    Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.

    Peringkat ONE di CoinMarketCap saat ini adalah #50, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.473.749.531. Pasokan yang beredar 11.695.964.805 koin ONE dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    4. Stacks (STX)

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Stacks adalah solusi blockchain layer-1, yang dirancang untuk membawa smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) ke Bitcoin (BTC). Smart contract ini dibawa ke Bitcoin tanpa mengubah fitur apa pun yang membuatnya kuat, termasuk keamanan dan stabilitasnya.

    Afid mengungkap STX berpotensi bullish dikarenakan ada event NFT drops di jaringan mereka. Acara ini mendorong para investor untuk tertarik meng-hold koin STX mereka dan berujung menimbulkan sentimen positif di pasar.

    “STX akan menyelenggarakan NFT drops, jadi berpotensi mendatangkan sentimen positif. Dalam 24 jam terakhir, ada kenaikan nilai STX yang cukup signifikan,” kata Afid.

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.170.247.054. Pasokan yang beredar 1.297.473.392 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    5. Ethereum Classic (ETC)

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ethereum Classic (ETC) diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan nilai dalam waktu dekat. Afid menjelaskan ETC memang sempat menunda peluncuran mainnet baru bernama Mystique di awal Februari. Namun, sudah ada tanggal konfirmasi terbaru yaitu, 13 Februari mendatang sehingga mendorong kripto ini menjadi banyak peminat.

    “Setelah kemarin mengalami penundaan, kini peluncuran Mystique ETC akan dirilis 13 Februari mendatang. Di kripto ada istilah buy on rumor, sell on news. Jadi dengan ada berita tersebut, biasanya tiga hari atau seminggu sebelumnya sudah ada sentimen positif di market,” tutur Afid.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Ethereum Classic (ETC) adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

    Peringkat ETC di CoinMarketCap saat ini adalah #37, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.261.461.241. Pasokan yang beredar 132.822.397 koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. BTCUP (BTCUP)

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Masuk ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BTCUP akan kembali diproyeksikan mengalami penurunan. Menurutnya kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCUP.

    “BTCUP berpotensi bearish dan akan alami penurunan 22 persen,” kata Afid.

    BTCUP bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Sedangkan BTCDOWN bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2916, dengan kapitalisasi pasar US$ 6.225.976. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    2. BNBUP (BNBUP)

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    BNBUP juga berdampak pada kondisi market kripto yang mulai alami koreksi. Afid mengatakan BNBUP berpotensi bearish karena mengikuti kondisi Binance Coin (BNB) yang juga tengah menurun.

    “Tidak ada sentimen positif di BNBUP dalam waktu dekat, sehingga membuat aset kripto ini masuk ke daftar bearish,” kata Afid.

    Peringkat BNBUP di CoinMarketCap saat ini adalah #3039, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 2.523.711. Pasokan yang bersirkulasi tidak tersedia.

    3. JUST (JST)

    Ilustrasi JUST (JST).

    Ilustrasi JUST (JST).

    JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

    Pengelola Ekosistem Koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global menurut situs web proyek.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. “JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Penurunan nilainya bisa capai 20 persen, walaupun nantikan akan sempat terkoreksi naik,” katanya.

    Peringkat JST di CoinMarketCap saat ini adalah #147, dengan kapitalisasi pasar US$ 416.684.110. Pasokan yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer1 yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

    NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Sayangnya, pekan ini NEAR masuk dalam potensi bearish.

    “NEAR berpeluang mengalami bearish dengan penurunan nilai mencapai 16 persen. Nilai NEAR diprediksi akan terkoreksi naik, lalu kembali turun,” kata Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #23, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.117.070.368. Pasokan yang beredar 633.890.744 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    5. Mines of Dalarnia (DAR)

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

    Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bearish. “Penurunan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 30 persen yang dikarenakan tidak update penting yang dikeluarkan oleh developer MoD, sehingga bisa membuat token DAR menarik,” ungkapnya.

    Peringkat DAR di CoinMarketCap saat ini adalah #337, dengan kapitalisasi pasar US$ 137.820.696. Pasokan yang beredar 123.200.000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gabriel Rey, CEO Triv: Bitcoin Bakal Alami Koreksi

    Gabriel Rey, CEO bursa aset kripto Triv, mengungkapkan bahwa harga Bitcoin bakal alami koreksi dalam beberapa pekan mendatang. Waspadai “MtGox Effect” bernilai Rp37,9 triliun.

    “Harga Bitcoin kemungkinan besar mengalami tekanan dalam beberapa pekan mendatang. Per 10 Desember 2020 misanya, data on-chain menunjukkan outflowterbesar sejak tahun 2018 oleh sejumlah penambang Bitcoin. Ini adalah aksi jual oleh pemasok Bitcoin baru itu,” tegas Rey dihubungi melalui Telegram hari ini.

    Baca Juga: Tanda-tanda Ini Tunjukkan Potensi Ethereum Bullish Semakin Kuat!

    Selain itu, tambah Rey, banyak holder lama yang mulai menjual Bitcoin-nya untuk take profit. Data itu terlihat jelas berdasarkan data dari Glassnode.

    Sejumlah data senada terkait “MtGox liquidation” menunjukkan akan mencairkan Bitcoin kepada para nasabah MtGox paling lambat 15 Desember 2020 ini.

    “Jumlahnya mungkin cukup signifikan, yakni 150.000 BTC atau setara dengan Rp37,9 triliun dengan kurs hari ini,” sebutnya.

    Rey menyoroti, bahwa selama lebih dari 4 tahun, bulan Januari selalu merupakan masa Bitcoin mengalami koreksi, belum lagi terkait Chinese New Year dan tax calendar di AS.

    Baca Juga: CEO Citigroup: Kami Bantu Banyak Negara Rancang Uang Digital

    “Menurut saya tidak pernah salah untuk mengambil profit, karena tidak mungkin untuk memprediksi harga tinggi dari sebuah market. Namun secara struktural saya meyakini tahun 2021 merupakan siklus 4 tahunan yang bullish bagi Bitcoin, sehingga dip yang nanti terjadi bisa dijadikan waktu untuk membeli Bitcoin,” pungkasnya.

    Berdasarkan pantauan Redaksi, harga Bitcoin terkoreksi sangat dalam sejak 1 Desember 2020, sekitar 24 jam setelah mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Kala itu sempat memuncak di US$19.900 per BTC.



    Sumber : news.tokocrypto.com