Category: Tokocrypto

  • Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

    Pergerakan harga Pi Network kembali menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan 2,29% dalam 24 jam terakhir ke level $0,178.

    Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan besar di pasar kripto global, di mana Bitcoin justru mengalami penurunan tajam hingga 4,61%.

    Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting bagi pelaku pasar: apakah Pi sedang menunjukkan kekuatan independen, atau kenaikan ini hanya efek sementara dari pasar dengan likuiditas rendah?

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Pergerakan Tidak Sejalan dengan Pasar Kripto

    Secara umum, pasar kripto berada dalam tekanan setelah sentimen makroekonomi negatif, termasuk kebijakan suku bunga ketat dan data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi.

    Kapitalisasi pasar kripto global bahkan tercatat turun lebih dari 4%. Namun, Pi justru bergerak berlawanan arah.

    Fenomena ini mengindikasikan adanya decoupling, kondisi di mana sebuah aset tidak lagi bergerak mengikuti tren pasar utama, khususnya Bitcoin yang biasanya menjadi acuan utama altcoin.

    Meski terlihat positif, pergerakan seperti ini tidak selalu mencerminkan kekuatan fundamental.

    Likuiditas Rendah Jadi Faktor Utama

    Salah satu faktor kunci di balik kenaikan harga Pi adalah kondisi pasar yang relatif tipis. Dengan rasio turnover hanya sekitar 0,02, likuiditas Pi tergolong rendah dibandingkan aset kripto besar lainnya.

    Dalam kondisi seperti ini, tekanan beli yang kecil pun dapat mendorong harga naik secara signifikan.

    Artinya, kenaikan 2,29% yang terjadi belum tentu didukung oleh masuknya dana besar atau minat investor yang kuat, melainkan lebih karena struktur pasar yang sensitif terhadap perubahan volume.

    Implikasinya, pergerakan harga cenderung volatil dan mudah berbalik arah jika tekanan jual meningkat.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Minim Katalis Fundamental

    Berbeda dengan lonjakan harga yang biasanya dipicu oleh berita besar seperti kemitraan, upgrade jaringan, atau adopsi baru, kenaikan Pi kali ini tidak didukung oleh katalis spesifik.

    Tidak ada perkembangan signifikan dalam ekosistem, aktivitas komunitas, maupun data derivatif yang dapat menjelaskan lonjakan harga tersebut.

    Hal ini memperkuat asumsi bahwa pergerakan yang terjadi bersifat teknikal dan jangka pendek, bukan refleksi dari perubahan nilai fundamental proyek.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, arah harga Pi akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan level support penting.

    Menurut laporan Coinmarketcap pada Kamis (19/3), terdapat beberapa level teknikal yang menjadi perhatian:

    • Support utama: $0,175
    • Resistance terdekat: $0,185
    • Support lanjutan: $0,165 (level terendah dalam 7 hari terakhir)

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, ada peluang untuk menguji resistance di $0,185. Namun, jika level ini ditembus ke bawah, risiko penurunan kembali ke area $0,165 menjadi semakin besar.

    Selain itu, volume perdagangan juga menjadi indikator penting. Kenaikan yang sehat idealnya diikuti oleh peningkatan volume di atas rata-rata harian, yang saat ini berada di kisaran $34,7 juta.

    Tetap Bergantung pada Bitcoin

    Meskipun saat ini bergerak independen, Pi tetap tidak sepenuhnya lepas dari pengaruh pasar global. Bitcoin masih menjadi indikator utama arah sentimen investor.

    Jika Bitcoin mengalami penurunan lebih dalam, misalnya menembus level psikologis $70.000, maka tekanan terhadap altcoin, termasuk Pi, hampir tidak bisa dihindari.

    Dengan kata lain, decoupling yang terjadi saat ini masih bersifat sementara dan rentan berubah.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Kenaikan Rapuh di Tengah Ketidakpastian

    Kenaikan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir mencerminkan kondisi pasar yang unik, di mana aset ini mampu bergerak berlawanan arah dengan tren utama.

    Namun, tanpa dukungan katalis fundamental dan dengan likuiditas yang rendah, reli ini tergolong lemah.

    Investor disarankan untuk tidak hanya melihat pergerakan harga, tetapi juga memperhatikan volume, sentimen pasar global, serta pergerakan Bitcoin sebagai faktor utama.

    Apakah Pi mampu mempertahankan independensinya, atau justru akan kembali terseret arus pasar? Jawabannya kemungkinan akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Balik Arah? Pembeli Muncul Usai Tekanan Jual Besar

    Aktivitas pembelian Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan setelah periode tekanan jual yang kuat sepanjang Februari 2026. Data terbaru mengindikasikan adanya pergeseran sentimen pasar, meskipun kondisi makro global masih belum sepenuhnya mendukung aset berisiko.

    Dilaporkan Crypto Quant, perubahan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat serta ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung ketat dari Federal Reserve.

    Tekanan Makro Masih Membayangi Pasar

    Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, khususnya terkait Iran, pasar global masih menghadapi ketidakpastian.

    Selain itu, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dinilai sangat kecil, dengan probabilitas sekitar 99% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang.

    Fokus pasar kini tertuju pada sinyal kebijakan ke depan, termasuk kemungkinan kembali munculnya wacana kenaikan suku bunga.

    Kondisi ini umumnya menjadi tantangan bagi aset berisiko seperti kripto.

    Baca juga: Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Volume Mulai Berpihak ke Pembeli

    Meski demikian, data menunjukkan adanya perbaikan dalam struktur permintaan Bitcoin.

    Volume perdagangan di bursa besar seperti Binance dan Coinbase mulai menunjukkan dominasi pembeli dibandingkan penjual.

    Perubahan ini tercermin dari indikator volume delta 30 hari yang kini kembali ke wilayah positif.

    Sebelumnya, pada 16 Februari, volume delta tercatat sangat negatif, dengan -US$145 juta di Binance dan -US$88 juta di Coinbase, menandakan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar.

    Kini, angka tersebut berbalik menjadi positif, masing-masing sekitar +US$21 juta dan +US$14 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal awal bahwa struktur pasar Bitcoin sedang pulih karena buyer mulai kembali menyerap supply di spot market, bahkan saat tensi geopolitik dan peluang pemangkasan suku bunga masih buruk untuk aset berisiko.

    “Tapi likuiditas pasar masih tipis, jadi sinyal ini belum cukup buat teriak breakout; kalau tren beli berlanjut dan makin tebal, baru range sekarang punya peluang pecah ke atas,” analisanya.

    Sinyal Awal Pemulihan, Namun Belum Kuat

    Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan minat beli setelah periode dominasi penjual.

    Namun, para analis menilai bahwa tren ini masih dalam tahap awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

    Likuiditas pasar kripto juga masih relatif terbatas, sehingga pergerakan harga masih rentan terhadap perubahan sentimen secara cepat.

    Potensi Dorong Pergerakan Harga

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika tren peningkatan aktivitas pembeli ini berlanjut, hal tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap pergerakan harga Bitcoin.

    Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat membuka peluang bagi Bitcoin untuk keluar dari fase konsolidasi yang saat ini masih berlangsung.

    Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi makroekonomi global serta respons investor terhadap kebijakan moneter yang akan datang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

    Jumlah pemegang XRP mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi menembus level krusial US$1,60 dalam waktu dekat. Data on-chain terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan dan akumulasi oleh investor.

    Meski harga sempat tertahan di area resistance, tren adopsi yang terus meningkat dinilai dapat menjadi katalis untuk pergerakan berikutnya.

    Jumlah Holder XRP Capai Rekor Baru

    Dikutip Cointelegraph, data dari Santiment menunjukkan bahwa jumlah wallet XRP yang aktif dan tidak kosong kini telah mencapai 7,7 juta alamat, level tertinggi dalam lebih dari 13 tahun sejarah XRP.

    Selain itu, jumlah alamat aktif harian juga meningkat ke level tertinggi dalam lima minggu terakhir, mencapai sekitar 46.767 alamat.

    Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan penggunaan jaringan meskipun kondisi pasar masih fluktuatif.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain yang lebih sehat daripada sekadar pompa harga, karena pertumbuhan holder, aktivitas alamat, dan akumulasi whale bergerak searah.

    “Masalahnya tetap sama: kalau XRP gagal mengubah area US$1,60 jadi support, semua data bagus ini bisa mentok jadi bahan exit liquidity jangka pendek buat trader yang sudah duduk di resistance,” tuturnya.

    Baca juga: XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

    Akumulasi Investor Dorong Sentimen Positif

    Peningkatan jumlah holder juga sejalan dengan aktivitas akumulasi oleh investor jangka panjang.

    Data menunjukkan lonjakan signifikan pada 1 Maret, dengan akumulasi lebih dari 351 juta XRP dalam satu hari, menjadi yang terbesar sejak Februari.

    Selain itu, aktivitas whale juga kembali meningkat. Indikator Whale Flow berubah positif pada Maret untuk pertama kalinya sejak November 2025, mengindikasikan berakhirnya tekanan jual yang berlangsung selama beberapa bulan.

    Pasokan di Bursa Menurun

    Di sisi lain, saldo XRP di bursa juga terus menurun dan kini berada di level terendah sejak Mei 2021.

    Penurunan ini biasanya menunjukkan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang, yang dapat mengurangi tekanan jual di pasar.

    Kondisi tersebut berpotensi mendukung kenaikan harga jika permintaan terus meningkat.

    Level $1.60 Jadi Kunci Pergerakan Harga

    Secara teknikal, XRP saat ini berada di kisaran US$1,45 hingga US$1,50 dan tengah berupaya menembus resistance di area US$1,50–US$1,60.

    Analis menilai bahwa level US$1,60 menjadi titik krusial yang harus ditembus dan dipertahankan sebagai support untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

    Jika berhasil melewati area ini, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$1,95 hingga US$2,00, bahkan lebih tinggi dalam skenario bullish.

    Namun, jika gagal menembus resistance tersebut, harga berisiko kembali bergerak dalam fase konsolidasi.

    Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan, akumulasi investor besar, serta berkurangnya pasokan di bursa, XRP saat ini berada dalam fase penting yang dapat menentukan arah tren berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Sempat Tiba-Tiba Ngebut 10%, Sinyal Altcoin Season Dimulai?

    Ethereum (ETH) mencuri perhatian pasar kripto setelah melonjak lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir dan menembus level US$2.300, mencapai titik tertinggi dalam enam minggu terakhir. Kenaikan ini melampaui performa Bitcoin dan sebagian besar aset kripto lainnya.

    Dilaporkan Coindesk, lonjakan harga ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan institusional serta indikasi pergeseran minat investor dari Bitcoin ke altcoin.

    Ethereum Pimpin Kenaikan Pasar Kripto

    Dalam perdagangan terbaru, ETH mencatat kenaikan lebih dari 10%, jauh di atas Bitcoin yang hanya naik sekitar 3% pada periode yang sama.

    Performa ini menunjukkan perubahan momentum pasar, di mana aset di luar Bitcoin mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari investor.

    Meski demikian, Ethereum masih berada lebih dari 50% di bawah level tertingginya pada Agustus lalu, setelah sempat mengalami penurunan tajam selama periode bearish.

    Baca juga: Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

    Aliran Dana ETF dan Aksi Korporasi Dorong Harga

    Salah satu faktor utama penguatan ETH adalah meningkatnya aliran dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Ethereum.

    Data menunjukkan ETF spot Ethereum di Amerika Serikat mencatat lebih dari US$160 juta arus masuk dalam sepekan terakhir, menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Januari.

    Selain itu, peluncuran ETF staking Ethereum oleh BlackRock juga menarik minat pasar, dengan total dana yang masuk mencapai puluhan juta dolar hanya dalam beberapa hari pertama.

    Di sisi lain, perusahaan treasury aset digital BitMine turut memperkuat permintaan dengan membeli hampir 122.000 ETH dalam dua pekan terakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal onchain dan flow yang jauh lebih sehat untuk ETH karena permintaan datang dari beberapa sumber sekaligus: ETF spot, produk staking baru, dan corporate treasury buyer. Kalau rotasi dari Bitcoin ke ETH benar-benar berlanjut.

    “ETH bisa jadi aset besar berikutnya yang mendapatkan repricing serius, meski tetap sensitif terhadap nada The Fed dan perubahan risk appetite makro,” ungkapnya.

    Indikasi Rotasi dari Bitcoin ke Altcoin

    Analis menilai pergerakan ETH ini sebagai indikasi adanya rotasi modal dari Bitcoin ke aset kripto lain.

    Ethereum juga tercatat berhasil menembus level penting terhadap Bitcoin, yang selama ini menjadi area konsolidasi sejak awal tahun.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa minat risiko investor mulai meluas, tidak lagi hanya terfokus pada Bitcoin sebagai aset utama.

    Namun demikian, para analis mengingatkan bahwa pergerakan ini masih sangat dipengaruhi kondisi makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.

    Reli Masih Rentan Tekanan Makro

    Meskipun tren saat ini menunjukkan penguatan, reli Ethereum masih berpotensi menghadapi tekanan jika kondisi makro tidak mendukung.

    Kebijakan moneter yang lebih ketat atau sentimen inflasi dapat dengan cepat membalikkan arah pasar, terutama untuk aset dengan risiko lebih tinggi seperti altcoin.

    Secara keseluruhan, kenaikan Ethereum saat ini menjadi sinyal awal perubahan dinamika pasar, namun keberlanjutan tren tersebut masih bergantung pada faktor eksternal dan arus dana institusional ke depan.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    Sekilas crypto futures memang terkesan bisa memberikan keuntungan dalam waktu yang cepat, karena adanya leverage dan futures juga memberikan kesempatan bagi para traders untuk mendapatkan profit meskipun ketika pasar sedang sideways atau dalam kondisi bearish.

    Namun, meskipun terlihat sangat menggiurkan, futures juga tentunya membawa keuntungan dan risiko tersendiri.

    Sebelum kamu memutuskan untuk memindahkan modal yang ada di dompet spot kamu, yuk bedah risiko-risiko yang mungkin kamu akan hadapi saat mencoba futures!

    Risiko Leverage yang Memperbesar Kerugian

    Leverage menjadi salah satu fitur crypto futures yang menjadi alasan kenapa para trader memilih trading menggunakan futures daripada trading di spotleverage memungkinkan trader untuk membuka posisi lebih besar dari modal yang dimiliki dengan meminjam dana dari exchange.

    Misalnya, kamu melakukan trading crypto futures dengan leverage 10x, maka kamu bisa membuka posisi senilai 10 kali dari modal awal. Maka… dengan modal Rp1jt dan leverage 10x, kamu bisa mentransaksikan aset senilai Rp10jt. Berikut contoh perhitungan lebih lengkapnya:

    Bayangkan kamu punya modal awal Rp1.000.000 dan menggunakan leverage 10x.

    Tanpa leverage: Jika harga naik 5%, keuntunganmu = Rp1.000.000 × 5% = Rp50.000.

    Dengan leverage 10x: Posisi tradingmu jadi Rp10.000.000. Jika harga naik 5%, keuntunganmu = Rp10.000.000 × 5% = Rp500.000.

    Namun, jika harga justru turun 5%:

    • Tanpa leverage → rugi Rp50.000.
    • Dengan leverage 10x → rugi Rp500.000, yang berarti modal awal Rp1.000.000 bisa tinggal setengah, hanya dengan pergerakan 5%.

    Fitur ini memang bisa memperbesar potensi keuntungan, tetapi pada saat yang sama juga memperbesar potensi kerugian jika pergerakan harga tidak sesuai dengan analisa.

    Risiko Posisi Terlikuidasi

    Pasti kamu pernah mendengar istilah Margin Call dalam dunia crypto futures bukan? Nah, Margin Call merupakan surat cinta dari exchange karena menjadi tanda peringatan bahwa posisi trading kamu sudah berada di ambang batas risiko untuk posisi kamu ditutup atau terlikuidasi.

    Mekanisme likuidasi sendiri ini terjadi ketika kerugian pada posisi trading mencapai batas tertentu sehingga sistem secara otomatis menutup posisi tersebut untuk mencegah kerugian lebih besar.

    Contoh:

    • Kamu membuka posisi dengan modal Rp1.000.000 menggunakan leverage 10x.
    • Nilai kontrak jadi Rp10.000.000.
    • Jika harga turun 10%, kerugianmu Rp1.000.000, dan modal awal langsung habis.
    • Maka kamu akan mendapatkan Margin Call karena akunmu tidak lagi memenuhi syarat modal.
    • Jika kamu tidak menambah modal, modal awal kamu tadi Rp1.000.000 akan habis untuk menutupi kerugian dan posisi otomatis ditutup.

    Likuidasi sering terjadi ketika pasar bergerak sangat cepat dan trader menggunakan leverage tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, modal yang digunakan dalam posisi tersebut bisa habis untuk menutupi kerugian akibat leverage. Inilah mengapa manajemen risiko menjadi bagian penting dalam trading futures.

    Volatilitas Pasar Kripto yang Tinggi

    Volatilitas pasar sering kali menjadi incaran para trader karena dari volatilitas inilah trader bisa memanfaatkan pergerakan harga dan mendapatkan keuntungan. Pergerakan harga yang cepat dan tajam memungkinkan trader memperoleh profit dalam waktu singkat, terutama bagi mereka yang aktif menggunakan strategi jangka pendek seperti day trading atau scalping.

    Namun, tingginya volatilitas juga membawa risiko besar. Ketika digabungkan dengan penggunaan leverage futures, peluang profit memang bisa berlipat ganda, tetapi potensi kerugian pun otomatis meningkat.

    Oleh karena itu, memahami karakter pasar kripto dan menerapkan manajemen risiko yang tepat menjadi kunci agar volatilitas tidak berubah menjadi bumerang untuk strategi trading kamu.

    Risiko Overtrading

    Karena trading crypto futures memungkinkan kamu untuk menggunakan leverage dan membuka posisi dengan modal relatif kecil. Namun, kemudahan ini sering kali mendorong sebagian trader untuk melakukan overtrading, yaitu membuka posisi terlalu sering atau berlebihan tanpa strategi yang terukur.

    Overtrading biasanya terjadi ketika trader:

    • Terlalu sering masuk pasar tanpa rencana jelas kapan harus take profit atau cut-loss.
    • Berusaha mengejar kerugian dari trading sebelumnya (revenge trading).
    • Tidak memiliki disiplin dalam mengatur jumlah posisi dan risiko.

    Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerugian secara signifikan, karena semakin banyak posisi yang dibuka tanpa kontrol, semakin besar pula potensi modal menguap.

    Untuk menghindarinya, kamu perlu menjaga disiplin dan memiliki rencana trading yang jelas. Menentukan batasan jumlah transaksi, target keuntungan, serta strategi cut-loss akan membantu mengurangi risiko overtrading dan menjaga modal tetap terukur.

    Risiko Greed dan Spekulasi

    Crypto futures yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan trading kapan saja, karena aspek volatilitas yang tinggi dan dapat memberikan keuntungan cepat seringkali mendorong rasa serakah (greed) dan spekulasi berlebihan.

    Keputusan yang didorong oleh emosi ini biasanya muncul ketika trader mengikuti emoji atau rasa serakah yang menjadi musuh utama para trader. Keputusan ini biasanya akan muncul ketika trader:

    • Melihat peluang profit instan dan langsung masuk pasar tanpa perhitungan.
    • Berusaha “balas dendam” atas kerugian sebelumnya dengan menambah posisi lebih besar.
    • Mengabaikan strategi manajemen risiko karena tergoda oleh potensi keuntungan cepat.

    Akibatnya, greed dan spekulasi berlebihan justru mempercepat kerugian. Posisi yang terlalu besar bisa menghabiskan margin dengan cepat, sementara frekuensi trading yang berlebihan meningkatkan biaya dan risiko likuidasi.

    Agar kamu terhindar dari hal ini, kamu perlu menjaga disiplin psikologis dan memiliki rencana trading yang jelas.

    Kesimpulan

    Itu dia risiko-risiko dari crypto futures yang perlu kamu pahami sebelum melakukan trading. Pastikan kamu trading di exchange crypto yang terdaftar di resmi di Indonesia yang mengikuti prosedur  yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Buka Stablecoin di 70 Negara, Ancam Sistem Keuangan Lama?

    PayPal dilaporkan memperluas akses stablecoin miliknya, PYUSD, ke sekitar 70 negara di berbagai kawasan, termasuk Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Langkah ini menandai ekspansi besar dari sebelumnya yang hanya terbatas di Amerika Serikat dan Inggris.

    Ekspansi ini dinilai sebagai upaya PayPal untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan digital global, khususnya dalam penggunaan stablecoin untuk transaksi lintas negara.

    PYUSD Kini Bisa Digunakan Secara Global

    Dengan perluasan ini, pengguna di puluhan negara kini dapat mengirim, menerima, dan menyimpan PYUSD secara langsung melalui platform PayPal.

    Selain itu, pengguna juga dapat memperoleh imbal hasil dari kepemilikan stablecoin tersebut, dengan pengguna di AS dilaporkan mendapatkan sekitar 4% per tahun.

    Fitur ini menjadikan PYUSD tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai instrumen penyimpanan nilai berbasis dolar digital.

    Baca juga: $625 Juta Dicetak Dalam 7 Hari: PYUSD PayPal Bikin Pasar Kripto Heboh

    Dorong Efisiensi Pembayaran Lintas Negara

    Dilaporkan Crypto Briefing, salah satu keunggulan utama dari ekspansi ini adalah kemampuannya dalam menekan biaya transaksi lintas negara yang selama ini relatif tinggi.

    Pengguna kini dapat menyimpan dana dalam bentuk dolar digital tanpa harus mengonversinya ke mata uang lokal, serta melakukan transfer internasional dengan lebih cepat dan efisien.

    Contohnya, PYUSD sudah dapat digunakan untuk pengiriman dana dari Amerika Serikat ke negara seperti Peru, sekaligus mendukung kebutuhan pembayaran bisnis dan transfer internal.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Adopsi karena ceritanya adalah perluasan distribusi dan use case stablecoin ke pasar global nyata, bukan perubahan aturan. Kalau PayPal berhasil mengunci kebiasaan simpan dan transfer dolar digital di emerging markets.

    “PYUSD bisa jadi salah satu rel pembayaran lintas negara paling berbahaya buat pemain remitansi tradisional yang masih hidup dari fee gemuk,” jelasnya.

    Pertumbuhan PYUSD Melonjak Sejak Diluncurkan

    Sejak diluncurkan pada 2023, PYUSD menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan kapitalisasi pasar yang kini mencapai sekitar US$4,1 miliar.

    Angka ini meningkat lebih dari lima kali lipat dari awal peluncurannya, menjadikan PYUSD sebagai salah satu stablecoin terbesar di dunia, tepatnya peringkat ketujuh secara global.

    Stablecoin Semakin Perkuat Peran dalam Sistem Keuangan

    Langkah PayPal ini mempertegas tren bahwa stablecoin semakin menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan digital.

    Dengan adopsi yang terus meluas, stablecoin tidak hanya digunakan dalam trading kripto, tetapi juga dalam pembayaran, remitansi, dan aktivitas ekonomi sehari-hari, terutama di negara berkembang.

    Ekspansi PYUSD ke puluhan negara ini diperkirakan akan semakin mendorong adopsi dolar digital secara global, sekaligus meningkatkan persaingan di pasar stablecoin yang semakin berkembang.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Menguat Tipis ke $74.230, Kenapa?

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan tipis dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 0,31% ke level $74.230,70.

    Meskipun kenaikan ini relatif kecil, pergerakan tersebut mencerminkan stabilitas pasar setelah reli dalam beberapa hari terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,48 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $40,25 miliar, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di pasar global.

    Baca Juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Pergerakan Harga Masih Terjaga Stabil

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup sempit dengan harga terendah $73.444,23 dan level tertinggi di angka $74.872,98.

    Pergerakan ini menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya.

    Dalam jangka sangat pendek, BTC bahkan sempat mengalami koreksi kecil sebesar -0,37% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya tekanan jual ringan di area resistance.

    Namun secara keseluruhan, tren jangka pendek masih cenderung positif.

    Kinerja Jangka Menengah Masih Campuran

    Jika melihat performa dalam beberapa periode, Tokocrypto melihat pergerakan raja kripto tersebut dengan kondisi berikut:

    • 7 hari: +6,09%
    • 30 hari: +8,07%
    • 60 hari: -22,07%
    • 90 hari: -14,49%

    Data ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan setelah mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

    Kenaikan dalam 30 hari terakhir menjadi sinyal bahwa minat beli mulai kembali muncul, meskipun tren jangka menengah belum sepenuhnya bullish.

    Volume Perdagangan Masih Solid

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume perdagangan sebesar $40,25 miliar menunjukkan bahwa aktivitas pasar masih cukup tinggi, meskipun tidak sebesar lonjakan volume pada fase rally sebelumnya.

    Volume yang stabil ini mengindikasikan likuiditas pasar tetap terjaga, tidak ada kepanikan besar di sisi jual, atau pasar cenderung menunggu katalis berikutnya.

    Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga biasanya akan cenderung sideways sebelum terjadi breakout.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level teknikal penting:

    • Support terdekat: $73.400
    • Resistance utama: $75.000

    Jika Bitcoin mampu menembus level $75.000, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika harga turun di bawah $73.400, maka BTC berpotensi kembali menguji level psikologis di sekitar $72.000.

    Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, yang berarti masih terdapat ruang pertumbuhan yang cukup besar dalam jangka panjang.

    Namun, untuk mencapai level tersebut, pasar membutuhkan kombinasi faktor seperti arus masuk dana institusional, kebijakan moneter global yang lebih longgar, hingga adopsi yang semakin luas.

    Sentimen Pasar: Menunggu Katalis Baru

    Kenaikan tipis hari ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase wait and see.

    Investor tampaknya menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan lebih signifikan, seperti data ekonomi global, perkembangan regulasi kripto, dan arus dana ke produk investasi berbasis Bitcoin

    Tanpa katalis tersebut, pergerakan harga kemungkinan akan tetap terbatas dalam range saat ini.

    Dominasi Bitcoin Tetap Kuat

    Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor utama yang mendukung valuasinya.

    Selain itu, dominasi Bitcoin di pasar kripto juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama bagi pergerakan altcoin.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

    Dengan demikian, harga Bitcoin hari ini yang berada di level $74.230 mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil dengan kecenderungan bullish ringan.

    Meski kenaikannya terbatas, struktur pasar masih mendukung potensi pergerakan naik jika resistance kunci berhasil ditembus.

    Dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan bergerak dalam fase konsolidasi sambil menunggu katalis baru.

    Level $75.000 menjadi titik penting yang dapat menentukan arah tren selanjutnya bagi Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • OpenSea Tunda Token SEA, Pasar NFT Terimbas

    Platform marketplace NFT terbesar, OpenSea, resmi menunda peluncuran token yang telah lama dinantikan, yakni SEA.

    Token tersebut sebelumnya dijadwalkan akan mulai diperkenalkan pada event yang direncanakan berlangsung pada 30 Maret, namun kini harus ditunda karena kondisi pasar kripto yang dinilai masih belum ideal.

    Keputusan ini mencerminkan pendekatan yang lebih hati-hati dari OpenSea di tengah volatilitas pasar aset digital yang masih tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Apa itu OpenSea dan Cara Mendaftarnya

    Penundaan di Tengah Pasar yang Menantang

    Dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari Cryptobriefing, OpenSea menyebut bahwa kondisi pasar saat ini menjadi faktor utama di balik penundaan peluncuran SEA.

    Ketidakpastian makro dan fluktuasi harga kripto membuat timing peluncuran token menjadi krusial, terutama untuk menjaga antusiasme pasar dan stabilitas harga saat listing.

    Langkah ini juga mengindikasikan bahwa OpenSea ingin menghindari risiko peluncuran token dalam kondisi sentimen lemah, yang berpotensi menyebabkan performa awal yang kurang optimal.

    Kampanye Rewards Dihentikan dan Refund Dibuka

    Sebagai bagian dari penyesuaian strategi, OpenSea juga mengumumkan bahwa kampanye rewards yang sedang berjalan akan segera dihentikan.

    Namun, untuk menjaga kepercayaan pengguna, platform ini memberikan opsi bagi pengguna tertentu untuk:

    • Mengajukan refund fee dari wave reward terbaru
    • Mendapatkan kompensasi atas partisipasi dalam program sebelumnya

    Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga loyalitas komunitas di tengah perubahan rencana yang cukup signifikan.

    Strategi Baru: Zero Fee Trading Selama 60 Hari

    Sebagai kompensasi sekaligus strategi untuk menjaga engagement, OpenSea menghadirkan kebijakan zero fee trading selama 60 hari, yang akan dimulai pada 31 Maret.

    Program ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi tanpa biaya, sebuah langkah agresif yang bertujuan untuk meningkatkan volume transaksi; mendorong eksplorasi fitur baru; sekaligus menarik kembali likuiditas ke platform.

    Selain itu, OpenSea juga memanfaatkan periode ini untuk menguji berbagai inovasi baru, seperti Cross-chain token trading, pengembangan mobile app, dan rencana peluncuran tools derivatif.

    Strategi ini menunjukkan bahwa meskipun peluncuran token ditunda, OpenSea tetap fokus pada pengembangan produk dan peningkatan pengalaman pengguna.

    Dampak ke Pasar NFT dan Sentimen SEA

    Penundaan peluncuran token SEA tentu memberikan dampak terhadap ekspektasi pasar, terutama bagi trader yang menantikan potensi airdrop atau spekulasi harga.

    Terkait penundaan tersebut, Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai kombinasi sinyal negatif dan defensif.

    “Untuk SEA, ini campuran sinyal negatif dan defensif: penundaan token jelas mengecewakan pasar, tapi zero-fee window menunjukkan OpenSea masih agresif membangun engagement sebelum token benar-benar diluncurkan. Jadi secara narasi, ini bukan dead catalyst, tapi jelas menunda momentum yang tadinya bisa memicu spekulasi lebih cepat,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun momentum jangka pendek tertunda, potensi jangka panjang masih tetap terbuka.

    Bukan Dead Catalyst, Tapi Momentum Tertunda

    Dalam konteks pasar kripto yang sangat bergantung pada sentimen dan narasi, peluncuran token sering kali menjadi katalis besar untuk lonjakan aktivitas dan harga.

    Namun, dengan penundaan ini, OpenSea tampaknya memilih untuk:

    • Mengoptimalkan produk terlebih dahulu
    • Membangun basis pengguna yang lebih kuat
    • Menunggu kondisi pasar yang lebih kondusif

    Pendekatan ini bisa menjadi strategi jangka panjang yang lebih sehat, dibandingkan memaksakan peluncuran di tengah kondisi yang tidak mendukung.

    Persaingan Marketplace NFT Semakin Ketat

    Langkah OpenSea ini juga tidak bisa dilepaskan dari persaingan ketat di sektor marketplace NFT, di mana berbagai platform lain terus berinovasi dengan model insentif dan fitur baru.

    Dengan menghadirkan zero fee dan fitur lintas chain, OpenSea berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri ini.

    Baca Juga: NFT Solana Resmi Terdaftar di OpenSea

    Penundaan peluncuran token SEA oleh OpenSea menjadi sinyal bahwa bahkan pemain besar pun tidak kebal terhadap dinamika pasar kripto.

    Meski mengecewakan dalam jangka pendek, strategi zero fee dan fokus pada pengembangan produk menunjukkan bahwa OpenSea masih agresif membangun fondasi sebelum peluncuran token resminya.

    Bagi pasar, ini bukan akhir dari katalis SEA, melainkan penundaan momentum yang bisa kembali muncul ketika kondisi pasar lebih mendukung.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lava Network Tambah 17 Chain, Perluas Infrastruktur Multi-Chain

    Proyek infrastruktur blockchain Lava Network terus memperkuat posisinya di sektor middleware dengan mengumumkan penambahan 17 integrasi chain baru pada 17 Maret.

    Langkah ini mencakup dukungan terhadap 9 ekosistem blockchain, memperluas jangkauan layanan Lava dalam menyediakan akses data, RPC, serta infrastruktur lintas jaringan.

    Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi Lava untuk membangun jaringan data yang lebih luas dan efisien dalam mendukung kebutuhan developer dan aplikasi Web3 yang semakin kompleks.

    Baca Juga: Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

    Memperluas Jangkauan Infrastruktur Multi-Chain

    Dengan penambahan 17 chain baru, Lava Network kini memiliki kapasitas yang lebih besar dalam melayani kebutuhan:

    • Remote Procedure Call (RPC)
    • Akses data blockchain real-time
    • Infrastruktur untuk aplikasi lintas chain

    Dalam ekosistem Web3, peran middleware seperti Lava menjadi semakin krusial karena banyak aplikasi membutuhkan konektivitas ke berbagai blockchain secara bersamaan.

    Dengan kata lain, semakin banyak chain yang didukung, semakin luas pula potensi penggunaan jaringan Lava oleh developer, protokol DeFi, hingga aplikasi NFT.

    Dampak ke Total Addressable Market (TAM)

    Dilaporkan CoinMarketCal, ekspansi ini secara langsung meningkatkan total addressable market (TAM) bagi Lava Network. Dengan menjangkau lebih banyak ekosistem blockchain, Lava membuka peluang untuk:

    • Menarik lebih banyak pengguna dan developer
    • Meningkatkan volume permintaan layanan RPC
    • Memperluas integrasi dengan protokol lain

    Semakin luas cakupan jaringan, semakin besar pula peluang Lava untuk menjadi salah satu pemain penting dalam infrastruktur data Web3.

    Infrastruktur Jadi Layer Kritis Web3

    Dalam beberapa tahun terakhir, sektor infrastruktur blockchain mengalami pertumbuhan pesat.

    Proyek seperti Lava Network bersaing dalam menyediakan layanan yang sebelumnya dianggap sebagai “lapisan belakang”, namun kini menjadi fondasi utama bagi ekosistem kripto.

    Middleware seperti Lava berfungsi sebagai penghubung antara Node blockchain dengan developer dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Tanpa infrastruktur yang andal, aplikasi Web3 tidak dapat berjalan secara optimal.

    Belum Tentu Berdampak Langsung ke Harga Token

    Meskipun ekspansi ini terlihat positif secara fundamental, dampaknya terhadap token **LAVA tidak selalu instan.

    Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa integrasi chain baru memang konstruktif, namun belum tentu langsung tercermin dalam peningkatan harga:

    “Untuk LAVA, ini cukup konstruktif karena memperluas total addressable market dan potensi penggunaan jaringan di level infrastruktur. Tetap saja, integrasi chain baru belum otomatis berarti revenue atau demand token langsung naik; pasar masih butuh bukti bahwa chain-chain tambahan itu benar-benar menghasilkan trafik dan penggunaan berulang.”

    Pernyataan ini menegaskan bahwa pasar kini semakin selektif dalam merespons perkembangan proyek, terutama di sektor infrastruktur.

    Tantangan: Mengubah Integrasi Jadi Trafik Nyata

    Salah satu tantangan utama bagi Lava Network adalah memastikan bahwa integrasi chain baru benar-benar digunakan secara aktif.

    Beberapa indikator yang perlu diperhatikan ke depan antara lain pertumbuhan jumlah request RPC, aktivitas developer di jaringan, integrasi dengan aplikasi populer, dan volume penggunaan lintas chain.

    Tanpa adanya peningkatan trafik nyata, ekspansi jaringan berisiko hanya menjadi pencapaian teknis tanpa dampak ekonomi yang signifikan.

    Potensi Jangka Panjang Tetap Terbuka

    Meski demikian, secara jangka panjang, langkah ini tetap memperkuat fondasi Lava Network sebagai penyedia infrastruktur multi-chain.

    Jika Lava berhasil mengonversi ekspansi ini menjadi adopsi nyata, penggunaan berulang, memonetisasi layanan.

    maka dampaknya terhadap ekosistem dan token LAVA bisa menjadi lebih signifikan.

    Tren Multi-Chain Semakin Dominan

    Langkah Lava juga sejalan dengan tren industri yang bergerak ke arah multi-chain dan interoperability.

    Alih-alih bergantung pada satu blockchain, banyak proyek kini memilih untuk:

    • Menjalankan aplikasi di beberapa chain
    • Mengoptimalkan biaya dan kecepatan transaksi
    • Menjangkau pengguna yang lebih luas

    Dalam konteks ini, penyedia infrastruktur seperti Lava memiliki posisi strategis untuk menjadi penghubung utama antar ekosistem.

    Baca Juga: Solana Kena Tsunami Likuidasi! Harga Jeblok ke $205 Gara-Gara Trump

    Penambahan 17 integrasi chain oleh Lava Network menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan dan utilitas jaringan di sektor infrastruktur blockchain.

    Meski belum tentu berdampak langsung pada harga token, ekspansi ini meningkatkan potensi adopsi dan memperbesar peluang Lava dalam ekosistem Web3 yang semakin kompetitif.

    Ke depan, fokus utama pasar akan tertuju pada apakah integrasi ini mampu menghasilkan trafik nyata dan penggunaan berkelanjutan, yang menjadi kunci utama dalam menentukan nilai jangka panjang proyek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastercard Akuisisi BVNK $1,8 Miliar, Perluas Akses Stablecoin Global

    Raksasa pembayaran global Mastercard resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan infrastruktur pembayaran berbasis stablecoin, BVNK, dengan nilai mencapai $1,8 miliar.

    Langkah ini menandai percepatan besar dalam integrasi teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan tradisional.

    Akuisisi ini bertujuan untuk menggabungkan kapabilitas BVNK ke dalam jaringan pembayaran global Mastercard, sehingga memungkinkan koneksi yang lebih mulus antara fiat, stablecoin, dan aset tokenized dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

    Baca Juga: Mastercard Luncurkan Sistem Pembayaran Stablecoin Global

    Integrasi Stablecoin ke Infrastruktur Global

    Dengan akuisisi ini, Mastercard berupaya memperluas kemampuannya dalam menangani berbagai jenis transaksi digital, termasuk:

    • Pembayaran lintas batas (cross-border payments)
    • Transaksi B2B (business-to-business)
    • Penggunaan stablecoin dalam pembayaran sehari-hari
    • Integrasi aset tokenized

    BVNK sendiri dikenal sebagai penyedia infrastruktur yang memungkinkan perusahaan untuk mengakses sistem pembayaran berbasis blockchain secara efisien dan patuh regulasi.

    Melalui integrasi ini, Mastercard dapat mempercepat adopsi stablecoin dengan menghadirkan solusi yang lebih praktis dan kompatibel dengan sistem keuangan yang sudah ada.

    Dari Eksperimen ke Implementasi Nyata

    Langkah Mastercard ini menandai pergeseran besar dalam pendekatan perusahaan keuangan tradisional terhadap kripto.

    Jika sebelumnya banyak institusi hanya melakukan uji coba atau eksperimen terbatas, kini mereka mulai melakukan investasi besar untuk menguasai infrastruktur inti blockchain.

    Tim Research Tokocrypto menilai akuisisi ini sebagai sinyal kuat perubahan narasi industri.

    “Ini Adopsi kelas berat karena raksasa payment tradisional tidak lagi cuma eksperimen, tapi mulai membeli rel onchain secara agresif. Begitu pemain sebesar Mastercard masuk lewat akuisisi infrastruktur, narasinya berubah dari “crypto maybe useful” menjadi “stablecoin sedang diserap ke jantung sistem pembayaran global.”

    Hal ini menunjukkan bahwa stablecoin kini bukan lagi sekadar inovasi eksperimental, melainkan mulai menjadi bagian integral dari sistem pembayaran global.

    Dampak ke Industri Kripto

    Akuisisi BVNK oleh Mastercard berpotensi membawa dampak besar bagi industri kripto, khususnya di sektor stablecoin dan pembayaran digital. Beberapa implikasi utama meliputi:

    1. Validasi Institusional

    Masuknya pemain besar seperti Mastercard memberikan legitimasi tambahan bagi teknologi blockchain dan stablecoin.

    2. Percepatan Adopsi

    Integrasi ke jaringan global memungkinkan stablecoin digunakan oleh lebih banyak pengguna dan bisnis di seluruh dunia.

    3. Kompetisi Infrastruktur

    Langkah ini dapat memicu perusahaan lain seperti Visa atau fintech global untuk mempercepat strategi serupa.

    Stablecoin Jadi Jembatan Fiat dan Kripto

    Stablecoin memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Dengan nilai yang relatif stabil, stablecoin memungkinkan:

    • Transfer nilai lintas negara dengan biaya lebih rendah
    • Penyelesaian transaksi lebih cepat dibanding sistem perbankan tradisional
    • Integrasi yang lebih mudah dengan sistem pembayaran digital

    Dengan dukungan infrastruktur dari BVNK, Mastercard dapat memperluas penggunaan stablecoin dalam berbagai skenario pembayaran.

    Fokus pada Kepatuhan Regulasi

    Menurut laporan Cryptobriefing, Salah satu aspek penting dari akuisisi ini adalah fokus pada compliance atau kepatuhan terhadap regulasi.

    Mastercard sendiri telah lama dikenal sebagai perusahaan yang beroperasi dalam kerangka regulasi yang ketat.

    Dengan mengintegrasikan BVNK, perusahaan ini berupaya memastikan bahwa penggunaan stablecoin tetap sesuai dengan standar hukum di berbagai yurisdiksi.

    Hal ini menjadi kunci dalam mendorong adopsi yang lebih luas, terutama di kalangan institusi dan perusahaan besar.

    Arah Masa Depan: Multi-Chain dan Tokenisasi

    Akuisisi ini juga membuka jalan bagi integrasi yang lebih luas dalam ekosistem multi-chain, di mana berbagai blockchain dapat saling terhubung.

    Selain itu, dukungan terhadap aset tokenized menunjukkan bahwa Mastercard melihat potensi besar dalam:

    • Tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets)
    • Digitalisasi instrumen keuangan
    • Ekspansi ekonomi berbasis blockchain

    Baca Juga: Persaingan Visa vs Mastercard di Dunia Kripto Semakin Panas

    Akuisisi BVNK oleh Mastercard senilai hingga $1,8 miliar menjadi tonggak penting dalam evolusi industri pembayaran global.

    Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Mastercard di era digital, tetapi juga menandakan bahwa stablecoin kini mulai menjadi bagian dari infrastruktur keuangan utama dunia.

    Dengan integrasi ini, batas antara fiat dan kripto semakin kabur, membuka peluang baru bagi inovasi sekaligus mempercepat adopsi teknologi blockchain secara global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com