Category Archives: Tokocrypto

Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan sebesar 5,86% ke level $0,175.

Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil, menandakan bahwa pelemahan Pi lebih dipengaruhi oleh faktor internal dibanding sentimen pasar secara luas.

Tidak adanya katalis positif serta kondisi likuiditas yang tipis menjadi faktor utama di balik penurunan harga ini.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Likuiditas Rendah Perbesar Dampak Tekanan Jual

Salah satu penyebab utama penurunan harga Pi adalah kondisi pasar yang tergolong thin liquidity atau likuiditas rendah.

Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat volume perdagangan Pi tercatat sekitar $39 juta, dengan rasio turnover hanya 0,0229.

Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas transaksi relatif rendah dibandingkan kapitalisasi pasar, sehingga order book menjadi dangkal.

Dalam kondisi seperti ini, bahkan tekanan jual dalam jumlah kecil dapat menyebabkan penurunan harga yang tajam, memperbesar volatilitas, hingga memicu reaksi berantai dari trader jangka pendek.

Dengan kata lain, pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh struktur pasar dibandingkan faktor fundamental.

Tidak Ada Katalis Negatif Spesifik

Menariknya, penurunan harga ini tidak disertai dengan berita negatif besar atau peristiwa penting yang secara langsung memengaruhi Pi Network.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa pasar kripto secara keseluruhan relatif stabil, dengan kapitalisasi total hanya naik tipis sekitar 0,23%.

Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan Pi bersifat isolated movement, atau pergerakan yang terjadi karena dinamika internal aset itu sendiri, bukan akibat tekanan eksternal.

Sensitivitas Tinggi terhadap Order Flow

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Sebagai aset dengan likuiditas terbatas, Pi memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap pergerakan order.

Artinya, masuknya order jual dalam jumlah moderat bisa langsung menekan harga, kurangnya pembeli membuat harga sulit bertahan, atau volatilitas yang bisa meningkat tanpa perlu adanya katalis besar.

Kondisi ini membuat Pi sering dikategorikan sebagai aset high-risk dalam jangka pendek, terutama bagi trader yang bergantung pada momentum.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi fokus pasar:

  • Support utama: $0,17
  • Support berikutnya: $0,16
  • Resistance terdekat: $0,185

Jika harga mampu bertahan di atas $0,17, maka Pi berpotensi memasuki fase konsolidasi di kisaran $0,17 hingga $0,185.

Namun, jika level ini ditembus dengan volume yang meningkat, maka tekanan bearish bisa berlanjut menuju area $0,16 atau bahkan lebih rendah.

Volume Jadi Kunci Arah Berikutnya

Selain level harga, faktor penting yang perlu diperhatikan adalah volume perdagangan.

Dalam kondisi saat ini, pasar membutuhkan peningkatan volume—setidaknya di atas $50 juta—untuk:

  • Mengonfirmasi perubahan tren
  • Menunjukkan masuknya minat beli baru
  • Mengurangi efek volatilitas akibat likuiditas rendah

Tanpa peningkatan volume, pergerakan harga cenderung akan tetap lemah dan mudah tertekan.

Prospek Jangka Pendek: Bearish dengan Potensi Konsolidasi

Dalam jangka pendek, bias pergerakan Pi masih cenderung bearish, terutama jika tekanan jual belum mereda.

Namun, jika harga mampu bertahan di atas level support utama, maka ada peluang untuk stabilisasi harga, konsolidasi dalam range sempit, dan persiapan untuk pergerakan berikutnya.

Kondisi ini sering terjadi sebelum pasar menentukan arah yang lebih jelas.

Risiko Altcoin dengan Likuiditas Tipis

Kasus Pi ini kembali menegaskan risiko utama dalam berinvestasi di altcoin dengan likuiditas rendah.

Beberapa risiko tersebut meliputi pergerakan harga yang tidak proporsional, ketergantungan tinggi pada sentimen jangka pendek, serta rentan terhadap manipulasi pasar.

Oleh karena itu, investor perlu lebih berhati-hati dan memperhatikan indikator teknikal serta volume sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

Penurunan harga Pi Network sebesar 5,86% ke $0,175 mencerminkan lemahnya struktur pasar akibat likuiditas yang tipis dan minimnya katalis.

Level $0,17 menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah Pi mampu bertahan atau melanjutkan penurunan.

Dalam kondisi seperti ini, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah volume perdagangan dan kekuatan support, karena keduanya akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam minat beli, Pi berpotensi tetap berada dalam tekanan dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

PancakeSwap Rilis Pancake Town, Padukan AI Agent dan DeFi

Platform decentralized exchange (DEX) PancakeSwap kembali memperluas inovasi produknya dengan meluncurkan AI World yang juga dikenal sebagai “Pancake Town”, sebuah lingkungan interaktif berbasis AI agent yang dapat diakses langsung melalui browser tanpa memerlukan instalasi tambahan.

Peluncuran ini menjadi salah satu eksperimen terbaru di sektor DeFi (Decentralized Finance) yang mencoba menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan pengalaman pengguna yang lebih interaktif dan gamified.

Melalui Pancake Town, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur DeFi dengan cara yang lebih visual dan intuitif, sekaligus memanfaatkan alat berbasis AI untuk menemukan peluang trading maupun yield farming.

Baca Juga: Coinbase Pertimbangkan PancakeSwap, BNB Chain Catat Volume Rekor

AI Agent untuk Membantu Aktivitas DeFi

Salah satu fitur utama dalam Pancake Town adalah hadirnya berbagai AI Skills yang dirancang untuk membantu pengguna membuat keputusan dalam ekosistem DeFi.

Menurut laporan Coinmarketcal, AI World Pancake Town membawa beberapa fitur bagi penggunanya, antara lain:

1. Swap Planner
Fitur ini membantu pengguna mencari rute swap terbaik antar aset kripto dengan mempertimbangkan faktor seperti harga, likuiditas, dan efisiensi biaya transaksi.

2. Liquidity Planner
Tool ini memungkinkan pengguna mengevaluasi berbagai liquidity pool (LP) untuk menemukan peluang penyediaan likuiditas dengan potensi imbal hasil yang menarik.

3. Farming Planner
Fitur ini membantu pengguna mengidentifikasi peluang yield farming terbaik dengan menampilkan informasi mengenai APR pool, risiko, serta potensi keuntungan yang tersedia.

Melalui kombinasi fitur tersebut, PancakeSwap berupaya menyederhanakan proses analisis DeFi yang selama ini sering dianggap rumit bagi pengguna baru.

Antarmuka Gamified untuk Pengalaman Baru

Berbeda dengan dashboard DeFi tradisional yang cenderung berbasis tabel dan data teknis, Pancake Town menawarkan pendekatan yang lebih gamified.

Dalam world interaktif ini, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur DeFi layaknya berada di sebuah kota digital. Setiap area atau fitur di dalamnya mewakili aktivitas tertentu seperti swap, staking, atau farming.

Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan engagement pengguna serta membuat pengalaman eksplorasi DeFi menjadi lebih intuitif.

Selain itu, karena platform ini berjalan langsung di browser, pengguna dapat mengaksesnya tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan atau melakukan instalasi perangkat lunak.

Menggabungkan Fungsi AI dan DeFi

Peluncuran AI World juga menunjukkan bagaimana sektor kripto terus bereksperimen dengan integrasi teknologi AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, narasi AI x Crypto menjadi salah satu tema yang semakin populer di industri blockchain.

Banyak proyek mencoba memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi analisis data, otomatisasi trading, hingga pengalaman pengguna.

Bagi PancakeSwap, integrasi AI dalam bentuk agent dan planner ini berpotensi membantu pengguna memahami kompleksitas DeFi dengan cara yang lebih sederhana.

Potensi Dampak terhadap Token CAKE

Peluncuran fitur baru ini juga memicu diskusi mengenai potensi dampaknya terhadap token asli ekosistem PancakeSwap, yaitu PancakeSwap (CAKE).

Menurut tim riset dari Tokocrypto, inovasi ini dapat menjadi katalis naratif yang menarik bagi komunitas, meskipun dampak langsung terhadap harga token masih belum tentu signifikan.

“Untuk CAKE, ini menarik sebagai katalis naratif di persimpangan AI dan DeFi karena bisa meningkatkan rasa penasaran user dan engagement produk. Tapi ini masih lebih terlihat sebagai layer UX/gamifikasi daripada upgrade tokenomics inti, jadi dampak harga yang kuat kemungkinan butuh data penggunaan riil atau monetisasi yang jauh lebih konkret,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Secara tidak langsung, meskipun fitur ini dapat meningkatkan minat pengguna, pengaruhnya terhadap nilai token kemungkinan akan bergantung pada adopsi nyata dan aktivitas pengguna di platform.

Persaingan di Sektor DeFi Semakin Ketat

Inovasi seperti Pancake Town muncul di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor DeFi.

Berbagai platform DEX dan protokol DeFi kini berlomba menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih ramah, terutama untuk menarik pengguna baru yang sebelumnya merasa kesulitan memahami mekanisme DeFi.

Integrasi AI juga menjadi salah satu cara bagi proyek kripto untuk membedakan diri dari kompetitor, sekaligus mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang.

Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance

Peluncuran AI World “Pancake Town” oleh PancakeSwap menandai upaya baru untuk menggabungkan teknologi AI dengan ekosistem DeFi melalui pengalaman yang lebih interaktif dan mudah diakses.

Dengan fitur seperti Swap Planner, Liquidity Planner, dan Farming Planner, pengguna kini memiliki alat berbasis AI untuk menjelajahi peluang DeFi secara lebih efisien.

Meski demikian, dampak jangka panjang terhadap token CAKE kemungkinan akan sangat bergantung pada seberapa besar adopsi pengguna terhadap fitur ini serta apakah platform mampu menciptakan model monetisasi yang berkelanjutan.

Jika berhasil menarik minat pengguna secara luas, Pancake Town bisa menjadi contoh bagaimana AI dan DeFi dapat berpadu untuk menciptakan pengalaman finansial digital yang lebih cerdas dan interaktif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Verge Rilis Update MyVergies v1.1, Hadirkan Stealth Swap Tanpa KYC

Proyek kripto berfokus privasi Verge (XVG) kembali menghadirkan pembaruan teknologi melalui rilis MyVergies v1.1, sebuah update yang membawa sejumlah peningkatan fitur keamanan, privasi, serta pengalaman pengguna pada aplikasi wallet mereka.

Pembaruan ini memperkenalkan fitur stealth swap tanpa KYC melalui jaringan Tor, sekaligus menyertakan sejumlah penyempurnaan teknis seperti pembaruan Tor core, dukungan dark theme, serta penyegaran navigasi aplikasi agar lebih intuitif.

Langkah ini menunjukkan upaya Verge untuk terus memperkuat identitasnya sebagai proyek kripto yang menekankan anonimitas transaksi dan privasi pengguna.

Baca Juga: Bangkit Dari Tidur Panjang, Verge Melejit 42% Dalam Sepekan

Stealth Swap Tanpa KYC Melalui Tor

Menurut laporan Coinmarketcal, salah satu fitur utama dalam pembaruan MyVergies v1.1 adalah hadirnya stealth swap tanpa KYC yang dapat dilakukan melalui jaringan Tor.

Teknologi Tor dikenal sebagai sistem jaringan anonim yang memungkinkan pengguna menyembunyikan alamat IP dan aktivitas online mereka dengan merutekan koneksi melalui berbagai node jaringan.

Dengan integrasi ini, pengguna wallet Verge dapat melakukan transaksi atau pertukaran aset secara lebih privat tanpa harus melalui proses Know Your Customer (KYC) yang biasanya diperlukan pada banyak platform kripto.

Selain itu, pembaruan ini juga menghadirkan peningkatan teknis berupa upgrade Tor core ke versi terbaru serta fitur tambahan yang memungkinkan pengguna melihat versi Tor yang digunakan langsung melalui menu dropdown aplikasi.

Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus keamanan bagi pengguna yang mengutamakan anonimitas dalam transaksi kripto.

Peningkatan Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

Selain fitur privasi, update MyVergies v1.1 juga membawa sejumlah peningkatan dari sisi antarmuka aplikasi.

Beberapa perubahan yang diperkenalkan antara lain:

  • Dukungan Dark Theme untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan dalam kondisi cahaya rendah.
  • Penyegaran navigasi aplikasi agar lebih mudah digunakan oleh pengguna baru maupun lama.
  • Perbaikan struktur tampilan menu sehingga berbagai fitur wallet dapat diakses dengan lebih cepat.

Perubahan ini menunjukkan bahwa tim pengembang Verge tidak hanya fokus pada keamanan dan privasi, tetapi juga berusaha meningkatkan user experience agar aplikasi lebih ramah pengguna.

Peningkatan Infrastruktur Pengembangan

Selain fitur yang langsung terlihat oleh pengguna, update ini juga mencakup berbagai perbaikan di sisi pengembangan perangkat lunak.

Tim pengembang memperkenalkan otomatisasi workflow GitHub yang memungkinkan sistem secara otomatis mendorong binary artifacts pada setiap commit kode.

Dengan sistem ini, proses pengembangan menjadi lebih efisien dan transparan karena setiap perubahan kode dapat langsung menghasilkan build terbaru dari aplikasi.

Selain itu, pembaruan ini juga mencakup upgrade berbagai dependency perangkat lunak untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan aplikasi secara keseluruhan.

Memperkuat Privasi Verge

Sejak awal, Verge dikenal sebagai proyek kripto yang menempatkan privasi sebagai nilai inti dalam pengembangan teknologinya.

Berbagai fitur seperti integrasi Tor dan fokus pada anonimitas transaksi menjadi bagian penting dari identitas proyek tersebut.

Update MyVergies v1.1 dapat dilihat sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat posisi Verge di segmen kripto yang menekankan perlindungan privasi pengguna.

Namun demikian, dampak pembaruan ini terhadap pasar masih menjadi bahan diskusi di kalangan analis kripto.

Pandangan Analis Industri

Menurut tim riset dari Tokocrypto, pembaruan MyVergies v1.1 lebih tepat dipahami sebagai peningkatan aplikasi atau wallet daripada perubahan fundamental pada protokol Verge.

“Untuk XVG, ini lebih tepat dibaca sebagai upgrade wallet/app yang memperkuat narasi privasi proyek, bukan perubahan inti protokol atau tokenomics. Efek pasarnya kemungkinan terbatas pada antusiasme komunitas niche dan spekulasi jangka pendek, karena adopsi yang lebih luas tetap butuh bukti penggunaan nyata dan integrasi yang lebih besar,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini menunjukkan bahwa meskipun pembaruan tersebut penting bagi ekosistem Verge, pengaruhnya terhadap harga token kemungkinan akan sangat bergantung pada tingkat penggunaan nyata oleh komunitas.

Baca Juga: Verge Terbang 28% dalam 24 Jam, Investor Mulai Incar Target $0.01

Peluncuran MyVergies v1.1 oleh Verge membawa berbagai peningkatan yang memperkuat fokus proyek pada privasi dan keamanan pengguna.

Fitur seperti stealth swap tanpa KYC melalui Tor, pembaruan keamanan jaringan, serta peningkatan antarmuka aplikasi menjadi langkah penting dalam pengembangan ekosistem Verge.

Namun dari perspektif pasar, dampak pembaruan ini kemungkinan masih terbatas pada komunitas pengguna yang fokus pada privasi, kecuali jika fitur tersebut mampu mendorong adopsi yang lebih luas dan integrasi dengan layanan kripto lainnya di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sah! Regulator Korea Selatan Denda Bithumb $24,6 Juta dan Suspensi

Otoritas keuangan di Korea Selatan kembali memperketat pengawasan terhadap industri kripto setelah menjatuhkan sanksi besar kepada salah satu bursa aset digital terbesar di negara tersebut, Bithumb.

Melalui Financial Intelligence Unit Korea (FIU), pemerintah Korea Selatan mengenakan denda sebesar 36,8 miliar won atau sekitar $24,6 juta kepada Bithumb.

Selain sanksi finansial, regulator juga memerintahkan suspensi parsial operasional selama enam bulan, khususnya untuk layanan yang melibatkan pengguna baru.

Langkah ini diambil setelah regulator menemukan jutaan pelanggaran terkait kepatuhan anti-pencucian uang (AML) dan prosedur Know Your Customer (KYC) di platform tersebut.

Baca Juga: Bithumb Terancam Suspensi 6 Bulan di Korea Selatan

Jutaan Pelanggaran AML dan KYC

Menurut laporan regulator, investigasi menemukan sekitar 6,65 juta pelanggaran aturan kepatuhan yang dilakukan oleh Bithumb.

Sebagaimana dikutip dari Coindesk, pelanggaran tersebut mencakup dua kategori utama:

  • Sekitar 3,55 juta kasus kegagalan verifikasi identitas pelanggan (KYC)
  • Sekitar 3,04 juta kasus kegagalan memblokir transaksi yang seharusnya dibatasi

Kegagalan tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap sistem pengawasan keuangan yang dirancang untuk mencegah aktivitas ilegal seperti pencucian uang dan pendanaan kejahatan.

Akibatnya, regulator memutuskan untuk menjatuhkan sanksi yang tidak hanya berupa denda, tetapi juga pembatasan operasional sementara bagi bursa tersebut.

Suspensi Parsial Selama Enam Bulan

Dalam keputusan tersebut, Bithumb tidak sepenuhnya dihentikan operasinya. Namun regulator memberlakukan suspensi parsial selama enam bulan yang berlaku untuk layanan bagi pengguna baru.

Artinya, selama periode tersebut Bithumb masih dapat melayani pengguna yang sudah terdaftar sebelumnya, tetapi tidak diperbolehkan membuka akun baru atau memberikan layanan tertentu kepada pelanggan baru.

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi perusahaan untuk memperbaiki sistem kepatuhan dan kontrol internal sebelum kembali memperluas operasinya.

Korea Selatan Perketat Pengawasan Kripto

Langkah tegas terhadap Bithumb mencerminkan sikap pemerintah Korea Selatan yang semakin agresif dalam mengawasi industri kripto.

Negara tersebut dikenal memiliki salah satu pasar kripto terbesar di dunia, dengan volume perdagangan yang tinggi dan basis pengguna ritel yang luas.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, regulator Korea Selatan juga semakin fokus memperkuat aturan terkait:

  • Kepatuhan AML
  • Verifikasi identitas pengguna
  • Pengawasan transaksi mencurigakan
  • Perlindungan investor

Tujuannya adalah memastikan bahwa industri kripto berkembang dengan standar keamanan dan transparansi yang sejalan dengan sistem keuangan tradisional.

Dampak bagi Industri Exchange

Kasus Bithumb menunjukkan bahwa bahkan exchange besar tidak kebal terhadap tindakan penegakan hukum jika gagal memenuhi standar kepatuhan.

Menurut analis dari Tokocrypto, sanksi ini juga memiliki dampak yang lebih luas bagi industri kripto secara keseluruhan.

“Ini murni regulasi karena intinya adalah penegakan kepatuhan AML/KYC terhadap exchange besar. Dampaknya lebih luas dari sekadar Bithumb: regulator Korea Selatan sedang menunjukkan bahwa exchange besar pun tidak kebal, dan biaya kelalaian compliance sekarang bisa datang dalam bentuk denda besar, pembatasan operasional, serta kerusakan reputasi sekaligus,” kata Tim Research Tokocrypto.

Ini berarti, tekanan regulasi terhadap bursa kripto kemungkinan akan semakin meningkat di berbagai yurisdiksi.

Risiko Reputasi dan Kepercayaan Pengguna

Selain dampak finansial, kasus ini juga dapat memengaruhi reputasi Bithumb di mata pengguna dan investor.

Dalam industri kripto, kepercayaan menjadi faktor utama bagi platform perdagangan. Ketika sebuah bursa menghadapi sanksi regulasi besar, hal tersebut dapat memicu kekhawatiran terkait keamanan dan kepatuhan platform.

Namun jika Bithumb mampu memperbaiki sistem kepatuhan dan menunjukkan transparansi dalam proses perbaikannya, perusahaan masih memiliki peluang untuk memulihkan reputasinya di pasar.

Baca Juga: Korea Selatan Siapkan AI untuk Kejar Pajak Kripto, Trader Bisa Terpantau?

Denda $24,6 juta dan suspensi parsial selama enam bulan yang dijatuhkan kepada Bithumb menegaskan bahwa regulator Korea Selatan semakin serius dalam menegakkan aturan kepatuhan di sektor kripto.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh exchange bahwa kepatuhan terhadap aturan AML dan KYC bukan lagi sekadar formalitas, melainkan elemen krusial dalam menjaga keberlanjutan operasional.

Ke depan, langkah tegas seperti ini kemungkinan akan menjadi standar baru dalam pengawasan industri kripto, terutama di pasar yang memiliki aktivitas perdagangan besar seperti Korea Selatan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

DeFi Diserang Lagi! Venus Protocol Kehilangan Jutaan Dolar Sekejap

Platform decentralized finance (DeFi) Venus Protocol dilaporkan mengalami serangan yang menyebabkan kerugian lebih dari US$3,7 juta. Insiden ini terjadi akibat dugaan eksploitasi “supply cap” yang memanfaatkan celah dalam sistem likuiditas platform.

Dilaporkan Cointelegraph, pihak Venus Protocol mengonfirmasi adanya aktivitas perdagangan mencurigakan yang berfokus pada pool token Thena (THE), sehingga memicu langkah darurat untuk membatasi potensi kerugian lebih lanjut.

Serangan Berawal dari Manipulasi Token THE

Dalam pernyataan resminya, Venus Protocol menyebut aktivitas abnormal terjadi pada pool likuiditas token THE dan CAKE.

Tim segera mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas peminjaman (borrowing) dan penarikan (withdrawal) untuk token THE.

Langkah ini dilakukan guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut selama proses investigasi berlangsung.

Baca juga: PancakeSwap Rilis Pancake Town, Padukan AI Agent dan DeFi

Modus “Supply Cap Attack” Rugikan Platform

Menurut analisis dari Allez Labs, serangan ini dilakukan melalui dua tahap utama.

Pertama, pelaku mengakumulasi sekitar 84% dari total kapitalisasi pasar token THE. Selanjutnya, token tersebut digunakan sebagai jaminan untuk melakukan aksi peminjaman dalam jumlah besar.

Melalui metode ini, pelaku berhasil meminjam berbagai aset digital, termasuk 6,67 juta CAKE, 1,58 juta USDC, 2.801 BNB, serta 20 Bitcoin.

Total kerugian dari insiden ini diperkirakan mencapai lebih dari US$3,7 juta.

Platform Perketat Akses untuk Cegah Risiko Lanjutan

Sebagai langkah tambahan, Venus Protocol juga menghentikan sementara aktivitas pada beberapa aset lain dengan likuiditas rendah.

Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi eksploitasi lanjutan di area yang rentan.

Sementara itu, harga token THE tercatat turun lebih dari 17% dalam 24 jam terakhir, mencerminkan dampak langsung dari insiden tersebut terhadap pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus ini penting secara onchain karena menunjukkan bahwa risiko DeFi tidak hanya datang dari smart contract bug klasik, tetapi juga dari manipulasi likuiditas dan konsentrasi supply pada aset berkapitalisasi kecil.

“Fakta bahwa Venus sampai harus menghentikan borrow dan withdrawal untuk pasar THE serta beberapa market lain seperti BCH, LTC, UNI, AAVE, FIL, dan TWT menegaskan bahwa ancaman berbasis desain pasar dan collateral composition masih sangat nyata di protokol lending besar,” analisanya.

Ancaman Keamanan DeFi Semakin Kompleks

Insiden ini kembali menyoroti risiko keamanan yang masih menjadi tantangan besar dalam ekosistem DeFi.

Seiring pertumbuhan industri, metode serangan juga semakin kompleks, mulai dari eksploitasi smart contract hingga manipulasi likuiditas.

Meski nilai kerugian akibat peretasan kripto sempat menurun dalam beberapa bulan terakhir, laporan terbaru menunjukkan peningkatan pada metode penipuan lain seperti phishing dan social engineering.

Perkembangan ini menjadi pengingat bagi pelaku industri dan pengguna untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan dalam menghadapi risiko di dunia kripto.

Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

Stablecoin kini semakin menunjukkan peran penting dalam ekosistem kripto, dengan data on-chain terbaru mengindikasikan bahwa aset ini telah berkembang menjadi infrastruktur utama dalam keuangan digital berbasis blockchain.

DIlaporkan Crypto Quant, pertumbuhan jumlah pengguna dan kapitalisasi pasar yang signifikan menjadi bukti bahwa stablecoin tidak lagi sekadar alat trading, tetapi juga digunakan secara luas dalam berbagai aktivitas finansial.

Adopsi Stablecoin Terus Meningkat

Data blockchain menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif yang menggunakan stablecoin berbasis ERC-20 meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin telah mencapai sekitar US$300 miliar. Aset seperti USDT dan USDC mendominasi pasar dan menjadi sumber likuiditas utama dalam perdagangan aset digital.

Selain digunakan di bursa kripto, stablecoin juga banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi, termasuk untuk aktivitas pinjam-meminjam, penyediaan likuiditas, hingga pembayaran on-chain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, pertumbuhan stablecoin sekarang lebih mencerminkan utilitas finansial nyata daripada spekulasi murni.

“Selama permintaan untuk pembayaran digital, transfer lintas negara, dan infrastruktur DeFi terus naik, stablecoin akan tetap jadi rel utama adopsi onchain,” analisanya.

Baca juga: Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

Digunakan Berbeda di Setiap Negara

Penggunaan stablecoin juga menunjukkan perbedaan signifikan di berbagai wilayah, tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing negara.

Di negara dengan inflasi tinggi atau mata uang yang tidak stabil, stablecoin sering digunakan sebagai alternatif “dolar digital”. Nigeria menjadi salah satu contoh dengan tingkat adopsi yang tinggi, di mana masyarakat memanfaatkan USDT dan USDC untuk melindungi nilai aset dan melakukan transaksi peer-to-peer.

Sementara itu, di India dan Filipina, stablecoin banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara dan remitansi. Di Amerika Serikat, penggunaan lebih terfokus pada pasar keuangan sebagai sumber likuiditas untuk trading dan aliran modal institusional.

Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Alat Trading

Perbedaan pola penggunaan ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi menjadi infrastruktur finansial yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Jepang juga mulai memasuki ruang ini setelah adanya perubahan regulasi, dengan munculnya stablecoin berbasis yen seperti JPYC yang berpotensi menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

Secara keseluruhan, data on-chain memperlihatkan bahwa stablecoin kini berkembang dari sekadar pasangan trading menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Mulai Langka di Bursa? Data Tunjukkan Pasokan Menyusut

Pasokan XRP di bursa kripto Binance menunjukkan tanda-tanda penurunan moderat, berdasarkan indikator terbaru yang mengukur keseimbangan antara suplai dan permintaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan pelaku pasar terkait potensi pergerakan harga ke depan.

Data menunjukkan bahwa meskipun belum masuk fase kelangkaan ekstrem, ketersediaan XRP di pasar saat ini relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.

Indeks Kelangkaan XRP Tunjukkan Nilai Positif

Berdasarkan data terbaru, XRP diperdagangkan di sekitar level US$1,41 dengan nilai scarcity index berada di kisaran 0,48.

Dilaporkan Crypto Quant, nilai positif pada indikator ini menunjukkan bahwa jumlah XRP yang tersedia untuk diperdagangkan di Binance lebih rendah dibandingkan rata-rata sebelumnya.

Secara umum, kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan pasokan yang tersedia di pasar, meskipun belum mencapai tingkat kelangkaan yang tinggi.

Penarikan ke Wallet Pribadi Kurangi Pasokan

Secara historis, peningkatan nilai scarcity index sering dikaitkan dengan berkurangnya suplai di bursa.

Hal ini biasanya terjadi ketika investor memindahkan aset mereka ke wallet pribadi atau ketika aliran deposit ke bursa menurun.

Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan baru. Ketika permintaan meningkat, harga cenderung bergerak lebih cepat karena jumlah aset yang tersedia untuk dijual terbatas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cenderung konstruktif karena tekanan jual langsung di exchange tidak sedang besar, tapi belum cukup ketat untuk dibaca sebagai sinyal squeeze ekstrem.

“Kalau demand baru masuk, XRP bisa bereaksi lebih cepat; tanpa katalis tambahan, kondisinya masih lebih mirip supply sehat ketimbang setup ledakan harga.,” jelasnya.

Baca juga: XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

Fluktuasi Indeks Cerminkan Dinamika Pasar

Meski saat ini menunjukkan kelangkaan moderat, data historis juga mencatat bahwa indeks ini sering mengalami fluktuasi tajam.

Pada beberapa periode sebelumnya, nilai indeks sempat turun ke wilayah negatif yang dalam, menandakan peningkatan pasokan di bursa akibat arus masuk aset yang lebih besar.

Kondisi tersebut biasanya beriringan dengan meningkatnya tekanan jual atau kecenderungan investor untuk melepas aset mereka.

Pasar Masih Dalam Kondisi Seimbang

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, nilai indeks menunjukkan bahwa pasar XRP berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

Pasokan memang terbatas, namun belum berada pada tingkat yang sangat rendah seperti yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.

Situasi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar tidak terlalu kuat, tetapi juga belum ada tanda-tanda kekurangan likuiditas yang signifikan.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga XRP dalam waktu dekat kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh perubahan permintaan baru di pasar, terutama jika terjadi peningkatan minat beli dari investor.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

Aktivitas perdagangan Ethereum menunjukkan perubahan signifikan, dengan volume transaksi di pasar futures kini tercatat lebih dari enam kali lipat dibandingkan pasar spot. Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan langsung terhadap ETH di tengah tekanan makroekonomi global.

Perubahan struktur pasar ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan inflasi yang masih tinggi di Amerika Serikat.

Volume Futures Dominasi Perdagangan ETH

Data terbaru menunjukkan bahwa rasio volume spot terhadap futures Ethereum di Binance turun ke level terendah sejak 2023, yang merupakan periode akhir dari fase bear market sebelumnya.

Saat ini, volume perdagangan futures ETH tercatat lebih dari enam kali lebih besar dibandingkan volume di pasar spot.

Dilaporkan Crypto Quant, dominasi pasar derivatif ini mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan lebih banyak didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan permintaan riil di pasar spot.

Open Interest ETH Turun Signifikan

Selain itu, open interest Ethereum di Binance juga mengalami penurunan yang cukup besar.

Sejak Januari 2026, open interest tercatat turun sekitar 400.000 ETH atau setara hampir US$4 miliar. Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka di pasar derivatif.

Meski demikian, tingginya volume futures menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih didominasi oleh kontrak jangka pendek, bukan akumulasi aset secara langsung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur seperti ini bikin pasar ETH lebih rapuh karena harga lebih banyak digerakkan leverage daripada demand spot yang sehat.

“Selama arus beli spot belum pulih, risiko whipsaw, squeeze singkat, dan dump lanjutan masih tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

Tekanan Makro Pengaruhi Sentimen Pasar

Kondisi ini tidak terlepas dari tekanan makroekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

Data inflasi terbaru menunjukkan core CPI berada di level 2,5% secara tahunan, sementara core PCE mencapai 3,1%.

Kenaikan harga energi serta inflasi yang masih tinggi membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang juga turut menekan minat investor terhadap aset digital.

Ethereum Jadi Salah Satu yang Terdampak

Di antara aset kripto utama, Ethereum menjadi salah satu yang paling terdampak oleh kondisi ini.

Melemahnya permintaan di pasar spot menunjukkan bahwa minat investor terhadap ETH saat ini masih terbatas.

Beberapa analis juga menyebut kemungkinan adanya tekanan tambahan dari penjualan oleh entitas besar seperti Ethereum Foundation atau tokoh industri, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Dengan kombinasi faktor makro dan perubahan struktur pasar, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan di pasar spot serta perkembangan kondisi ekonomi global.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya, perusahaan tersebut mengakuisisi 22.337 BTC senilai sekitar US$1,57 miliar atau setara lebih dari Rp25 triliun.

Langkah ini memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Pembelian Bitcoin Masif Berlanjut

Berdasarkan laporan yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), pembelian dilakukan dengan harga rata-rata sekitar US$70.194 per Bitcoin.

Harga tersebut berada di bawah rata-rata akumulasi keseluruhan perusahaan yang tercatat sekitar US$75.696 per BTC.

Dilaporkan Cointelegraph, pembelian ini juga menjadi salah satu dari lima transaksi terbesar yang pernah dilakukan Strategy, melanjutkan tren akumulasi agresif setelah sebelumnya membeli hampir 18.000 BTC dalam pekan sebelumnya.

Total Kepemilikan Tembus 761.000 BTC

Dengan tambahan pembelian terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 761.068 BTC.

Perusahaan telah menginvestasikan sekitar US$57,61 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin tersebut.

Jumlah ini setara dengan lebih dari 3% dari total suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, ini lebih tepat masuk Adopsi karena intinya adalah ekspansi neraca korporasi ke Bitcoin, bukan isu hukum atau enforcement.

“Pesannya ke pasar keras dan jelas: Strategy masih menjadikan BTC sebagai aset inti treasury, dan selama akses ke pasar modal tetap lancar, mereka akan terus jadi salah satu pendorong adopsi institusional paling agresif di dunia kripto,” katanya.

Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Dibiayai dari Penjualan Saham

Pembelian Bitcoin tersebut didanai melalui penjualan saham preferen perpetual perusahaan, yaitu STRC, serta saham biasa.

Dalam periode yang sama, Strategy menjual sekitar 11,9 juta saham STRC dan mengumpulkan dana sekitar US$1,18 miliar, yang mencakup sekitar 75% dari total nilai pembelian Bitcoin.

Selain itu, perusahaan juga menjual sekitar 2,8 juta saham biasa (MSTR) dengan nilai sekitar US$396 juta.

Strategi Pendanaan dan Target Jangka Panjang

Strategy terus mengandalkan strategi pembiayaan melalui pasar modal untuk mendukung akumulasi Bitcoin.

Produk saham preferen STRC disebut menjadi salah satu instrumen yang paling likuid di pasar, memungkinkan perusahaan mengakses dana dalam jumlah besar secara cepat.

Dengan total kepemilikan saat ini, Strategy masih membutuhkan sekitar 238.932 BTC tambahan untuk mencapai target 1 juta BTC.

Untuk mencapai target tersebut dalam sisa waktu tahun 2026, perusahaan perlu membeli rata-rata sekitar 5.700 BTC per minggu.

Langkah agresif Strategy ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi keuangan korporasi mereka.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 7,01% ke level $0,186.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang justru cenderung menguat, dipimpin oleh Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Kondisi ini menandakan bahwa pelemahan Pi lebih dipengaruhi oleh faktor internal altcoin, khususnya aksi profit taking dan rotasi modal investor dari aset berisiko tinggi.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

Altcoin Melemah di Tengah Reli Bitcoin

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto tercatat naik sekitar 1,49%, menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum masih positif. Namun, tidak semua aset ikut menikmati kenaikan tersebut.

Indikator Altcoin Season Index justru turun sekitar 8%, mengindikasikan bahwa investor mulai mengalihkan dana mereka dari altcoin ke aset yang dianggap lebih stabil seperti Bitcoin.

Fenomena ini sering terjadi setelah periode volatilitas tinggi pada altcoin, di mana investor memilih untuk mengunci keuntungan dan mengurangi risiko.

Dalam kasus Pi, tekanan jual semakin kuat karena sebelumnya token ini sempat mengalami lonjakan signifikan.

Efek Profit Taking Setelah Reli Besar

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam sepekan terakhir, Coinmarketcap mencatat harga Pi sempat melonjak lebih dari 30% hingga mendekati $0,30, didorong oleh sentimen positif seperti update Pi Day dan spekulasi listing di exchange besar seperti Kraken.

Namun, lonjakan cepat tersebut sering kali diikuti oleh koreksi tajam ketika trader mulai mengambil keuntungan.

Penurunan harga saat ini menunjukkan bahwa banyak investor jangka pendek mulai keluar dari posisi mereka, terutama setelah momentum hype mulai mereda.

Selain itu, data menunjukkan bahwa volume perdagangan turun sekitar 4,68%, yang menandakan kurangnya minat beli baru untuk menahan tekanan jual.

Tidak Ada Katalis Negatif Baru

Menariknya, penurunan harga Pi kali ini tidak dipicu oleh berita negatif atau perubahan fundamental yang signifikan.

Sebagian besar diskusi di komunitas masih berfokus pada peristiwa sebelumnya seperti Pi Day dan volatilitas pasca-listing.

Hal ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi lebih merupakan reaksi alami pasar terhadap lonjakan harga sebelumnya, bukan akibat sentimen negatif baru.

Dengan kata lain, pelemahan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh struktur pasar dan dinamika supply-demand, bukan faktor eksternal.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Dalam jangka pendek, Pi saat ini berada di area krusial yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

Level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support utama: $0,18
  • Resistance terdekat: $0,20 – $0,23

Jika harga mampu bertahan di atas level $0,18, maka peluang rebound menuju area $0,20 hingga $0,23 masih terbuka.

Namun, jika level support tersebut ditembus, maka Pi berisiko mengalami penurunan lebih dalam menuju area $0,14, yang menjadi zona support berikutnya.

Prospek Jangka Pendek: Cenderung Bearish

Dalam jangka pendek, bias pergerakan harga Pi cenderung bearish, terutama jika tekanan jual masih berlanjut dan volume beli belum kembali meningkat.

Sebagai aset dengan karakter high-beta, Pi cenderung mengalami pergerakan yang lebih ekstrem dibandingkan Bitcoin, baik saat naik maupun turun.

Artinya, ketika sentimen terhadap altcoin melemah, Pi biasanya akan mengalami penurunan yang lebih tajam.

Namun di sisi lain, kondisi oversold dalam pasar altcoin juga dapat membuka peluang untuk rebound cepat jika sentimen kembali positif.

Faktor yang Perlu Dipantau

Beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat antara lain:

  • Pergerakan Altcoin Season Index sebagai indikator minat terhadap altcoin
  • Volume perdagangan harian Pi
  • Kemampuan harga bertahan di atas level $0,18
  • Perkembangan menuju Open Mainnet Pi Network

Selain itu, kemampuan pasar untuk menyerap tekanan jual dari potensi unlock token juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

Penurunan harga Pi Network sebesar 7% ke $0,186 mencerminkan kombinasi antara aksi profit taking dan rotasi modal dari altcoin ke aset yang lebih stabil.

Tanpa adanya katalis baru, pergerakan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar dan sentimen jangka pendek.

Level $0,18 menjadi kunci utama dalam menentukan apakah Pi mampu stabil atau justru melanjutkan penurunan.

Jika support ini bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun jika gagal, tekanan bearish bisa semakin dalam dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com