Category: Tokocrypto

  • Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 1,4% ke level $74.646,70.

    Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pasar yang terlihat dari lonjakan volume perdagangan harian.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (17/3), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,49 triliun, sementara volume transaksi dalam 24 jam melonjak ke $58,45 miliar.

    Angka ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor di tengah sentimen pasar yang mulai menguat.

    Baca Juga: Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

    Pergerakan Harga: Stabil dengan Tren Naik

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $72.912,41 dan harga tertinggi $75.988,40.

    Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih terjaga, namun dengan kecenderungan naik. Secara intraday, BTC sempat mengalami tekanan kecil dengan penurunan 0,49% dalam 1 jam terakhir, tetapi secara keseluruhan masih bertahan dalam tren positif.

    Jika dilihat dari performa yang lebih luas:

    • 7 hari: +7,09%
    • 30 hari: +5,9%
    • 60 hari: -21,88%
    • 90 hari: -14,41%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari koreksi jangka menengah, momentum jangka pendek mulai kembali menguat.

    Lonjakan Volume Jadi Sinyal Penting

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu indikator paling menonjol dalam pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $58 miliar.

    Volume yang tinggi biasanya menandakan minat pasar meningkat, likuiditas yang lebih kuat, dan potensi pergerakan harga yang lebih berkelanjutan.

    Kombinasi antara kenaikan harga dan volume ini sering dianggap sebagai sinyal bullish, karena menunjukkan bahwa kenaikan tidak terjadi secara tipis, melainkan didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

    Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

    Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan dengan peringkat 1 dan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di kisaran $1,56 triliun, memperlihatkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai beredar.

    Dominasi Bitcoin yang kuat juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama dalam menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

    • Support terdekat: $72.900
    • Resistance kuat: $76.000

    Jika Bitcoin mampu menembus level $76.000, maka peluang untuk melanjutkan tren naik ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika terjadi koreksi dan harga turun di bawah $72.900, maka BTC berpotensi kembali menguji area support berikutnya di kisaran $70.000.

    Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

    Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

    Hal ini menunjukkan bahwa ruang untuk pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama jika didukung oleh faktor-faktor seperti:

    • Arus masuk dana institusional
    • Adopsi yang semakin luas
    • Stabilitas makroekonomi global

    Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.

    Sentimen Pasar: Cenderung Positif

    Kenaikan harga Bitcoin saat ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih optimistis.

    Dalam beberapa hari terakhir, BTC berhasil mempertahankan tren naik yang konsisten, didukung oleh peningkatan volume dan stabilitas harga di atas level kunci.

    Selain itu, kenaikan sebesar $792 dalam sehari menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat, meskipun belum masuk ke fase rally agresif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

    Harga Bitcoin hari ini yang naik ke $74.646 menandakan bahwa pasar mulai kembali mendapatkan momentum positif.

    Didukung oleh lonjakan volume dan pergerakan harga yang stabil, BTC berpotensi melanjutkan tren naik dalam jangka pendek.

    Namun, investor tetap perlu mencermati level resistance di $76.000 serta menjaga kewaspadaan terhadap potensi koreksi jangka pendek.

    Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin bisa semakin mendekati fase pemulihan penuh setelah koreksi besar dalam beberapa bulan terakhir.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 17 Maret 2026: Menguat Meningkat Sentimen Positif

    Pasar kripto hari ini, Selasa (17/3) kembali menguat seiring meningkatnya sentimen positif global. Bitcoin melonjak hingga mendekati level $76.000 setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut Iran telah menghubungi Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan kesepakatan.

    Pernyataan ini turut meredakan kekhawatiran geopolitik dan memicu optimisme pasar, terlebih dengan dorongan Trump untuk membuka kembali akses Selat Hormuz yang dianggap penting bagi stabilitas perdagangan energi global.

    Seiring penguatan pasar, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DEGO memimpin dengan kenaikan 53% hingga diperdagangkan di sekitar $1,343. ANIME juga menguat 33% ke level $0,00653, sementara FARTCOIN naik 27% hingga mencapai $0,214099. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Saat Pasar Kembali Meroket

    • DEGO melesat 53% dan kini diperdagangkan pada level $1,343.
    • ANIME menguat 33%, membawa harga ke posisi $0,00653.
    • FARTCOIN naik tajam 27%, saat ini mencapai angka $0,214099.

    Trump: Iran Ingin Kesepakatan, Bitcoin Melonjak

    • Trump sebut Iran hubungi AS bahas kesepakatan.
    • Harga Bitcoin naik ke $75.000 pasca pernyataan tersebut.
    • Presiden AS dorong pembukaan kembali Selat Hormuz.

    Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

    Bitcoin $75.000; Peluang ke $80.000 Capai 56%

    • Bitcoin sentuh $75rb di sesi Asia, rekor kenaikan terpanjang sejak 2024.
    • Arus bursa turun dan rasio whale naik; pasokan kian langka.
    • Polymarket: Peluang ke $80rb sebesar 56% akibat rotasi modal dari emas.

    ETH Targetkan $4.000, Peter Brandt Pantau Titik Terendah

    • Peter Brandt: ETH berada di level support historis jangka panjang.
    • Grafik bulanan tunjukkan ETH incar kenaikan ke $4.000.
    • Minat investor besar dan institusi terhadap Ethereum kembali naik.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

    Pasar kripto mengalami reli signifikan pada awal pekan setelah Bitcoin sempat menembus level US$74.000, memimpin kenaikan luas di berbagai aset digital utama. Ether, Solana, dan sejumlah altcoin lainnya mencatat kenaikan hingga 6% dalam satu hari perdagangan.

    Dilaporkan Coindesk, kenaikan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global setelah muncul tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    Bitcoin Pimpin Reli Pasar Kripto

    Bitcoin sempat menembus level resistensi US$74.000 setelah beberapa kali gagal melewati batas tersebut dalam dua pekan terakhir. Aset kripto terbesar ini kemudian diperdagangkan sedikit di atas level tersebut pada perdagangan Senin pagi.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik sekitar 2,9% dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 9,7%.

    Sementara itu, Ether mencatat lonjakan lebih besar dengan kenaikan 7,7% dalam sehari dan sekitar 14,3% dalam sepekan, mencapai harga sekitar US$2.261.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan sekadar squeeze kecil, karena breadth kenaikannya lebar dan altcoin ikut outperform, tanda risk appetite mulai balik.

    “Tapi reli seperti ini tetap rapuh: kalau de-eskalasi Timur Tengah gagal berlanjut atau The Fed kembali terdengar hawkish, pasar bisa cepat kehilangan momentum dan membalikkan euforia risk-on tadi pagi,” jelasnya.

    Altcoin Ikut Menguat

    Reli pasar juga terlihat pada sejumlah altcoin utama. Solana naik sekitar 5,6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 12% dalam sepekan menjadi sekitar US$93.

    Dogecoin juga mencatat kenaikan hingga menyentuh US$0,10 untuk pertama kalinya sejak awal Maret, dengan kenaikan harian sekitar 4,6% dan kenaikan mingguan sekitar 10,6%.

    BNB naik sekitar 3,8% menjadi sekitar US$683 dengan kenaikan mingguan sekitar 9,5%. Sementara itu, XRP menguat 4,2% menjadi sekitar US$1,47, atau naik sekitar 8,9% dalam tujuh hari terakhir.

    Short Squeeze Picu Lonjakan Harga

    Kenaikan harga kripto juga dipicu oleh fenomena short squeeze di pasar derivatif.

    Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa sekitar US$344 juta posisi trading dilikuidasi dalam 24 jam terakhir yang melibatkan lebih dari 91.000 trader.

    Dari jumlah tersebut, sekitar US$284,9 juta atau sekitar 83% merupakan likuidasi posisi short.

    Posisi short Ether menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi sekitar US$127,9 juta, diikuti Bitcoin sekitar US$124,5 juta dan Solana sekitar US$18,5 juta.

    Likuidasi terbesar terjadi pada satu posisi Bitcoin senilai sekitar US$6,94 juta di bursa Bitfinex.

    Baca juga: Sinyal Kripto 16 Maret 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Sentimen Makro Dorong Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Reli kripto juga dipengaruhi oleh perubahan sentimen makro global. Ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan tanda-tanda mereda setelah dua kapal tanker yang membawa gas petroleum cair berhasil melewati jalur tersebut untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai.

    Pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat sedang berdialog dengan Iran juga turut meredakan kekhawatiran pasar, meskipun Iran membantah adanya permintaan negosiasi atau gencatan senjata.

    Perkembangan tersebut membuat harga minyak dunia turun dari level tertingginya. Harga Brent diperdagangkan sekitar US$104 setelah sebelumnya sempat menyentuh US$106,50, sementara WTI turun di bawah US$100.

    Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah sekitar 0,3% dan kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,5%.

    Investor Menanti Pertemuan The Fed

    Meskipun pasar kripto menunjukkan pemulihan, perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pada 17–18 Maret.

    Dalam pertemuan tersebut, pasar akan menunggu proyeksi suku bunga terbaru (dot plot) serta pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang dapat memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

    Perubahan kebijakan moneter AS dinilai akan menjadi faktor penting yang menentukan arah likuiditas global dan pergerakan aset berisiko seperti kripto dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Erik Voorhees Borong ETH Rp900 Miliar, Sinyal Bullish?

    Pendiri ShapeShift, Erik Voorhees, dilaporkan kembali membeli Ethereum dalam jumlah besar setelah sebelumnya menjual sebagian kepemilikannya pada tahun lalu. Data on-chain menunjukkan bahwa tokoh kripto tersebut membeli Ethereum senilai lebih dari US$56 juta atau sekitar Rp900 miliar.

    Informasi ini diungkap oleh analis blockchain yang memantau aktivitas transaksi di jaringan Ethereum.

    Pembelian ETH Senilai $56 Juta

    Berdasarkan data dari Arkham yang dikutip oleh platform analitik Lookonchain, Voorhees membeli sekitar 23.393 ETH menggunakan sekitar 49,08 juta USDT melalui dua dompet kripto pada Minggu.

    Setelah laporan tersebut muncul, salah satu dompet yang teridentifikasi masih melakukan pembelian tambahan Ethereum dengan menukar jutaan USDT.

    Secara keseluruhan, dua dompet tersebut kini tercatat telah membeli sekitar 24.968 ETH dengan nilai sekitar US$56,5 juta.

    Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Perubahan Strategi Setelah Menjual ETH

    Dilaporkan The Block, langkah ini menarik perhatian karena Voorhees diketahui sempat menjual sebagian besar Ethereum miliknya sekitar satu tahun lalu.

    Saat itu, ia menjual sekitar 12.886 ETH ketika harga Ethereum berada di sekitar US$3.324 per koin.

    Pembelian kembali dalam jumlah besar ini memunculkan spekulasi bahwa Voorhees mungkin melihat peluang baru dalam pergerakan pasar Ethereum saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau akumulasi sebesar ini benar, pesannya cukup jelas: pelaku lama yang pernah keluar dari ETH justru kembali masuk dalam ukuran besar saat sentimen Ethereum mulai membaik.

    “Secara onchain, pembelian seperti ini bukan jaminan tren naik permanen, tapi tetap penting karena menunjukkan conviction high-net-worth terhadap ETH sebagai aset inti, bukan cuma alat trading jangka pendek,” jelasnya.

    Aktivitas Dompet Kripto Terpantau

    Data blockchain menunjukkan bahwa salah satu dompet yang terlibat dalam transaksi, dengan alamat awal 0x3e6…Ef2f7, masih menyimpan sekitar 4,44 juta USDT serta 8,64 juta AETHUSDT.

    Sementara itu, dompet kedua dengan alamat awal 0x431…10c91 dilaporkan telah menggunakan seluruh saldo USDT-nya untuk membeli Ethereum.

    Selain membeli ETH, Voorhees juga diketahui membeli aset kripto berbasis emas tokenisasi.

    Investasi di Aset Emas Digital

    Beberapa hari sebelum pembelian Ethereum tersebut, Voorhees dilaporkan membeli token emas digital XAUT dan PAXG senilai sekitar US$23,7 juta.

    Aset tersebut merupakan stablecoin yang didukung oleh emas fisik dan biasanya digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar kripto.

    Indikasi Minat Institusional terhadap Ethereum

    Kembalinya Voorhees ke pasar Ethereum dinilai oleh sejumlah analis sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset tersebut.

    Tren ini juga terlihat dari meningkatnya arus dana ke produk ETF Ethereum spot yang tercatat menerima sekitar US$160,8 juta arus masuk bersih dalam pekan terakhir.

    Selain Voorhees, analis blockchain juga melaporkan bahwa Billy Luedtke, CEO Intuition Protocol dan salah satu pengguna awal Ethereum, membeli sekitar 7.769 ETH pada hari yang sama.

    Pada saat laporan ini disusun, Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.265 per koin, naik sekitar 7% dalam 24 jam terakhir.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Manufaktur Ini Diam-Diam Timbun Bitcoin, Pegang 1.252 BTC

    Perusahaan manufaktur swasta GIGA kembali menambah cadangan Bitcoin dalam neraca keuangannya. Perusahaan tersebut mengungkapkan telah membeli tambahan 38 BTC pada bulan lalu, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka kini mencapai 1.252 BTC.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggunakan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang guna meningkatkan ketahanan finansial perusahaan.

    GIGA Tambah Cadangan Bitcoin

    Dalam pengumuman terbarunya, GIGA menyatakan bahwa pembelian terbaru tersebut memperkuat strategi treasury perusahaan yang memanfaatkan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan nilai mata uang.

    Perusahaan pertama kali mulai mengakumulasi Bitcoin pada Juli 2025 dengan pembelian awal sebanyak 1.129 BTC.

    Dengan tambahan pembelian baru, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini meningkat menjadi 1.252 BTC.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Nilai Kepemilikan Capai Sekitar $88 Juta

    Pada saat laporan ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.654 per koin.

    Dengan harga tersebut, total nilai cadangan Bitcoin milik GIGA diperkirakan mencapai sekitar US$88 juta.

    Besarnya kepemilikan tersebut menjadikan GIGA sebagai salah satu perusahaan swasta dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, ekspansi treasury seperti ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai komponen neraca perusahaan.

    “Jika tren berlanjut, semakin banyak korporasi bisa melihat BTC bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan aset strategis untuk diversifikasi, penyimpanan nilai, dan diferensiasi identitas pasar mereka,” analisanya.

    Posisi GIGA di Daftar Pemegang Bitcoin

    Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries.NET, GIGA kini menempati posisi kedelapan sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan swasta.

    Jika digabungkan dengan perusahaan publik yang juga menyimpan Bitcoin di neraca mereka, GIGA berada di peringkat ke-46 secara global.

    Strategi Perusahaan Gunakan Bitcoin

    Perusahaan menyebut penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan perusahaan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

    Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai cara untuk melindungi nilai aset perusahaan dari potensi depresiasi mata uang fiat.

    GIGA juga diketahui bergabung dengan organisasi Bitcoin for Corporations sebagai anggota eksekutif pada awal 2026.

    Keanggotaan tersebut bertujuan menunjukkan bagaimana perusahaan industri dapat memanfaatkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor teknologi konstruksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

    Harga XRP mencatat kenaikan sekitar 3% dan menembus level US$1,47 setelah berhasil melewati zona resistensi penting yang sebelumnya menahan pergerakan harga selama beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang dipimpin oleh Bitcoin.

    Lonjakan harga tersebut juga diiringi peningkatan volume perdagangan yang signifikan, dengan aktivitas transaksi melonjak lebih dari 250% selama pergerakan harga berlangsung.

    XRP Tembus Resistensi Penting

    XRP sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa bulan dan berulang kali gagal mempertahankan kenaikan di atas area pertengahan US$1,40.

    Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa token tersebut berhasil menembus level resistensi utama di sekitar US$1,426. Setelah menembus level tersebut dengan volume tinggi, harga XRP dengan cepat naik dari sekitar US$1,41 hingga mencapai US$1,47.

    Breakout ini menjadi pergerakan signifikan pertama di atas level tersebut sejak awal 2026, sekaligus menggeser momentum jangka pendek ke arah pembeli.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, breakout ini konstruktif karena untuk pertama kalinya sejak awal 2026 XRP berhasil keluar dari range konsolidasi berbulan-bulan dengan volume yang meyakinkan.

    “Tapi level kuncinya sekarang jelas: kalau area US$1,43-US$1,44 berhasil jadi support baru, momentum bisa lanjut ke US$1,50-US$1,55; kalau gagal, harga berisiko balik lagi ke range lama dekat US$1,39-US$1,40,” analisanya.

    Baca juga: Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

    Volume Perdagangan Melonjak

    Dilaporkan Coindesk, selama breakout tersebut, volume perdagangan XRP meningkat tajam hingga sekitar 170 juta token.

    Lonjakan volume ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar saat harga melewati level resistensi utama.

    Dalam periode 24 jam terakhir, XRP juga tercatat bergerak dalam kisaran intraday sekitar 5%, mencerminkan tingginya volatilitas selama fase kenaikan.

    Aktivitas XRP Ledger Terus Meningkat

    Meski tidak ada katalis khusus yang secara langsung memicu kenaikan harga XRP, aktivitas di jaringan XRP Ledger dilaporkan terus meningkat.

    Salah satu faktor yang diperhatikan pasar adalah pertumbuhan aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan tersebut.

    Nilai komoditas yang ditokenisasi di XRP Ledger dilaporkan mendekati US$1,14 miliar selama kuartal pertama tahun ini, menandakan meningkatnya penggunaan jaringan tersebut.

    Level Support Baru Jadi Perhatian Trader

    Setelah breakout terjadi, pelaku pasar kini mengamati apakah zona resistensi lama dapat berubah menjadi level support baru.

    Trader saat ini fokus pada area US$1,43 hingga US$1,44 sebagai zona support utama.

    Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$1,50 hingga US$1,55.

    Namun jika harga kembali turun di bawah US$1,43, breakout tersebut dapat melemah dan membuka kemungkinan penurunan kembali menuju kisaran konsolidasi sebelumnya di sekitar US$1,39 hingga US$1,40.

    Dengan momentum yang masih positif, pergerakan XRP dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level support barunya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta Borong Startup AI Moltbook, Rekrut Pendiri Platform Agen AI

    Meta Platforms resmi mengakuisisi Moltbook, sebuah platform jejaring sosial yang dirancang khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI). Langkah ini memperkuat ambisi perusahaan teknologi tersebut dalam mengembangkan teknologi AI generasi berikutnya.

    Sebagai bagian dari akuisisi tersebut, dua pendiri Moltbook, Matt Schlicht dan Ben Parr, akan bergabung dengan unit riset AI milik Meta.

    Pendiri Moltbook Gabung Divisi AI Meta

    Dilaporkan The Guardian, Meta menyatakan bahwa Schlicht dan Parr akan bergabung dengan Meta Superintelligence Labs, divisi riset AI yang dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI.

    Wang sebelumnya bergabung dengan Meta setelah perusahaan tersebut mengakuisisi Scale AI dalam kesepakatan senilai sekitar US$14,8 miliar. Namun, Meta tidak mengungkapkan nilai transaksi akuisisi Moltbook.

    Kedua pendiri Moltbook dijadwalkan mulai bekerja di Meta pada 16 Maret 2026.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Meta memperkuat gagasan bahwa ekonomi agentic akan membutuhkan lapisan sosial, discovery, dan koordinasi sendiri.

    “Jika platform seperti Moltbook diintegrasikan ke ekosistem perusahaan besar, kompetisi untuk menjadi standar interaksi antar-agent bisa memanas sangat cepat,” jelasnya.

    Platform Sosial untuk Agen AI

    Moltbook merupakan platform yang dirancang seperti forum diskusi daring, mirip dengan Reddit, tetapi dikhususkan untuk agen AI.

    Di platform ini, bot berbasis kecerdasan buatan dapat saling bertukar kode, berdiskusi, bahkan “bergosip” mengenai pengguna manusia yang mengoperasikannya.

    Platform tersebut awalnya diluncurkan sebagai eksperimen kecil pada akhir Januari 2026. Namun dalam waktu singkat, Moltbook menarik perhatian luas karena menampilkan interaksi antar agen AI secara langsung.

    Baca juga: OpenClaw: AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

    Persaingan Perusahaan Teknologi di Bidang AI

    Akuisisi Moltbook mencerminkan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan teknologi besar dalam mengembangkan teknologi AI.

    Seiring perkembangan teknologi agen otonom—AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri—perusahaan teknologi berlomba untuk merekrut talenta dan mengakuisisi startup yang memiliki inovasi di bidang tersebut.

    CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyebut bahwa platform seperti Moltbook mungkin hanya tren sementara. Namun ia menilai teknologi di balik proyek tersebut memberikan gambaran tentang arah masa depan pengembangan AI.

    Isu Keamanan Data Sempat Muncul

    Di tengah popularitasnya, Moltbook juga sempat menghadapi masalah keamanan data.

    Perusahaan keamanan siber Wiz menemukan celah yang memungkinkan akses terhadap pesan pribadi, lebih dari 6.000 alamat email, serta lebih dari satu juta kredensial pengguna.

    Menurut Wiz, kerentanan tersebut telah diperbaiki setelah mereka menghubungi pengelola platform.

    Eksperimen Pengembangan AI Berbasis “Vibe Coding”

    Pendiri Moltbook, Matt Schlicht, dikenal sebagai pendukung konsep “vibe coding”, yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk menulis sebagian besar kode program.

    Schlicht bahkan menyatakan bahwa ia hampir tidak menulis kode secara manual saat membangun Moltbook, melainkan menggunakan asisten AI pribadinya yang ia sebut Clawd Clawderberg.

    Akuisisi Moltbook menandai langkah terbaru Meta dalam memperluas investasi di bidang kecerdasan buatan, yang kini menjadi salah satu fokus utama industri teknologi global.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

    Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan moderat dalam 24 jam terakhir, seiring dengan reli yang terjadi di pasar kripto global.

    Berdasarkan data terbaru, harga PI naik 2,45% menjadi sekitar $0,204, mengikuti tren positif yang dipimpin oleh Bitcoin (BTC) serta kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

    Meskipun pergerakan ini terlihat positif, analis menilai bahwa kenaikan tersebut lebih didorong oleh sentimen pasar secara umum dibandingkan oleh faktor fundamental yang berasal dari ekosistem Pi sendiri.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

    Pi Network Ikuti Reli Pasar Kripto

    Pergerakan harga Pi dalam periode ini menunjukkan pola yang sangat mirip dengan dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

    Data terbaru dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa total kapitalisasi pasar kripto meningkat sekitar 3,38% hingga mencapai $2,51 triliun, sementara Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,15% dalam periode yang sama.

    Fenomena ini sering disebut sebagai beta-driven movement, yaitu kondisi di mana suatu aset bergerak mengikuti arah pasar secara keseluruhan.

    Dengan kata lain, kenaikan harga Pi kali ini lebih mencerminkan perubahan sentimen pasar global dibandingkan perkembangan spesifik dari proyek tersebut.

    Selain itu, indikator sentimen pasar seperti Crypto Fear & Greed Index juga menunjukkan pergeseran dari level “Fear” menuju “Neutral”.

    Pergeseran ini sering kali menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset kripto dalam jangka pendek.

    Tidak Ada Katalis Khusus untuk Pi

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Menariknya, kenaikan harga Pi tidak disertai oleh berita besar, kemitraan baru, ataupun pembaruan signifikan dari ekosistem proyek.

    Bahkan, data menunjukkan bahwa volume perdagangan Pi justru turun sekitar 38,44% menjadi $42,1 juta selama periode kenaikan harga tersebut.

    Penurunan volume ini menunjukkan bahwa reli yang terjadi belum didukung oleh lonjakan permintaan baru dari investor.

    Dalam banyak kasus, kenaikan harga yang terjadi dengan volume perdagangan rendah sering dianggap sebagai sinyal bahwa pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk memicu tren bullish yang lebih besar.

    Hal ini juga menandakan bahwa pasar Pi masih berada dalam fase konsolidasi, di mana harga bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu katalis baru.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, ada beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian para trader.

    Level pertama adalah $0,20, yang saat ini berfungsi sebagai support psikologis utama bagi Pi.

    Selama harga tetap berada di atas level tersebut, peluang untuk mempertahankan momentum kenaikan masih terbuka.

    Di sisi lain, level $0,21 menjadi resistance terdekat yang dalam beberapa pekan terakhir terbukti cukup sulit ditembus oleh PI.

    Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas $0,21 dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat, maka Pi berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $0,235, yang merupakan level tertinggi pada akhir Februari.

    Namun jika support $0,20 gagal dipertahankan, harga berisiko kembali turun ke area $0,19, yang sebelumnya menjadi zona konsolidasi.

    Prospek Jangka Pendek Pi Network

    Secara keseluruhan, pergerakan Pi saat ini menunjukkan bias yang cenderung bullish namun masih terbatas.

    Reli yang terjadi lebih dipengaruhi oleh kekuatan pasar kripto secara umum, terutama oleh pergerakan Bitcoin yang masih menjadi penggerak utama industri.

    Tanpa adanya katalis baru atau peningkatan volume perdagangan yang signifikan, Pi kemungkinan masih akan bergerak dalam rentang harga yang relatif sempit.

    Bagi investor dan trader, hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan adalah apakah Pi mampu menarik minat beli baru yang dapat mendorong harga menembus level resistance.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

    Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,45% ke $0,204 menunjukkan bahwa aset ini masih bergerak searah dengan tren pasar kripto yang lebih luas.

    Namun tanpa dukungan katalis fundamental maupun peningkatan volume perdagangan, reli ini masih tergolong moderat dan rentan kembali melemah.

    Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada dua faktor utama: stabilitas harga Bitcoin dan kemampuan Pi mempertahankan support di $0,20.

    Jika kedua faktor tersebut bertahan positif, peluang Pi untuk mencoba menembus resistance $0,21 tetap terbuka dalam jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

    Pergerakan indikator on-chain terbaru menunjukkan sinyal menarik bagi pasar kripto.

    Rasio 365-day MVRV milik Bitcoin (BTC) dilaporkan turun mendekati level yang terakhir terlihat pada akhir 2022, tepat setelah runtuhnya FTX.

    Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi tersebut menandakan valuasi pasar Bitcoin mulai terkompres relatif terhadap realized capitalization, metrik yang sering digunakan untuk menilai apakah suatu aset berada dalam kondisi overvalued atau undervalued.

    Menariknya, pada periode serupa setelah krisis FTX di 2022, harga Bitcoin tercatat mampu melonjak sekitar 67% dalam waktu tiga bulan setelah indikator MVRV memasuki zona rendah tersebut.

    Hal ini membuat sebagian analis mulai membandingkan situasi saat ini dengan fase akumulasi yang pernah terjadi sebelumnya.

    Baca Juga: Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

    Apa Itu Rasio MVRV Bitcoin?

    MVRV (Market Value to Realized Value) merupakan indikator on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan realized capitalization atau nilai total BTC berdasarkan harga terakhir saat koin tersebut berpindah tangan di blockchain. Secara sederhana:

    • MVRV tinggi → pasar cenderung overvalued, banyak investor berada dalam kondisi profit besar.
    • MVRV rendah → pasar berpotensi undervalued, tekanan jual biasanya mulai melemah.

    Ketika rasio ini turun mendekati level rendah, sering kali pasar sedang berada dalam fase di mana investor jangka panjang mulai melakukan akumulasi.

    Penurunan rasio MVRV saat ini menunjukkan bahwa valuasi pasar Bitcoin telah terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan nilai dasar yang tercatat di jaringan.

    Perbandingan dengan Siklus Pasar 2022

    Pada akhir 2022, pasar kripto mengalami guncangan besar setelah runtuhnya FTX, salah satu bursa kripto terbesar saat itu.

    Peristiwa tersebut dikenal luas sebagai FTX collapse 2022, yang menyebabkan kepercayaan investor terhadap industri kripto anjlok dan memicu koreksi tajam di berbagai aset digital.

    Pada periode itu, rasio MVRV Bitcoin juga turun ke zona rendah yang menunjukkan kapitulasi pasar. Namun setelah fase tersebut berlalu, Bitcoin justru mengalami pemulihan signifikan.

    Grafik dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa setelah indikator tersebut mencapai titik rendah pada 2022, harga BTC kemudian naik sekitar 67% dalam tiga bulan berikutnya.

    Kondisi inilah yang membuat sebagian analis menilai bahwa pasar saat ini bisa berada dalam fase undervaluation potensial yang mirip dengan periode tersebut.

    Faktor Baru yang Membentuk Pasar Saat Ini

    Meski terdapat kemiripan dengan situasi tahun 2022, struktur pasar kripto saat ini memiliki sejumlah perbedaan penting.

    Salah satunya adalah munculnya ETF spot Bitcoin, yang membuka akses investasi institusional ke BTC melalui pasar keuangan tradisional.

    Selain itu, faktor makroekonomi seperti suku bunga global yang masih tinggi juga memengaruhi aliran modal ke aset berisiko, termasuk kripto.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa meskipun indikator MVRV memberikan sinyal menarik, kondisi pasar saat ini tidak sepenuhnya sama dengan siklus sebelumnya.

    “Meski MVRV rendah tidak otomatis berarti reversal instan, indikator ini tetap penting karena menandakan perubahan risk-reward jangka panjang ketika tekanan jual mulai melemah dan akumulasi mulai muncul. Bedanya dengan 2022, pasar sekarang juga dibentuk oleh suku bunga tinggi, ETF spot Bitcoin, dan strategi akumulasi korporasi, sehingga jika skenario undervaluation ini bertahan, dampaknya bisa lebih terkait rotasi modal institusional daripada sekadar technical bounce biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Apa Artinya bagi Investor?

    Bagi investor kripto, rasio MVRV sering dianggap sebagai indikator siklus pasar jangka panjang.

    Ketika indikator ini berada di zona rendah, sebagian pelaku pasar mulai melihat peluang untuk melakukan akumulasi dengan asumsi bahwa tekanan jual mulai mereda.

    Namun penting untuk dicatat bahwa MVRV bukanlah indikator timing yang sempurna. Pasar dapat tetap berada di zona undervaluation untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mengalami pembalikan tren.

    Selain itu, kondisi makro global serta sentimen terhadap aset berisiko juga masih memainkan peran besar dalam menentukan arah harga Bitcoin.

    Baca Juga: Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

    Turunnya rasio 365-day MVRV Bitcoin ke level yang mendekati periode pasca kolaps FTX membuka kembali diskusi mengenai potensi undervaluation di pasar kripto.

    Jika pola historis kembali terulang, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal fase akumulasi baru.

    Namun dengan hadirnya faktor baru seperti ETF spot Bitcoin dan perubahan dinamika makroekonomi global, pergerakan pasar kali ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh aliran modal institusional yang lebih besar.

    Bagi investor, indikator ini menjadi salah satu metrik penting untuk memantau apakah pasar Bitcoin sedang berada dalam fase kapitulasi, konsolidasi, atau awal siklus pemulihan baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dalam perdagangan kripto global.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (16/3), harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $73.935 per BTC, mencatat kenaikan sekitar 3,19% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin naik hingga sekitar $1,48 triliun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

    Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat mencapai $36,07 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi di tengah reli harga.

    Pergerakan ini juga menandai kelanjutan tren bullish jangka pendek setelah BTC mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

    Baca Juga: Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

    Performa Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan harga terendah $71.282 dan harga tertinggi $74.395.

    Rentang ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup aktif di pasar, dengan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga mendekati level $74 ribu.

    Secara harian, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar $2.385 atau 3,33%, menandakan meningkatnya minat beli dari investor.

    Selain itu, dalam skala waktu yang lebih pendek, harga BTC juga masih menunjukkan momentum positif:

    • Perubahan 1 jam: +0,56%
    • Perubahan 24 jam: +3,33%
    • Perubahan 7 hari: +9,07%

    Kinerja ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan jangka pendek setelah sebelumnya mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

    Performa Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan dari koreksi yang terjadi sebelumnya.

    Dalam periode waktu berbeda, pergerakan harga BTC tercatat sebagai berikut:

    • 30 hari: naik sekitar 7,62%
    • 60 hari: turun sekitar 23,22%
    • 90 hari: turun sekitar 14,04%

    Data tersebut menunjukkan bahwa reli terbaru kemungkinan merupakan bagian dari fase rebound pasar setelah penurunan tajam dalam dua bulan terakhir.

    Di sisi lain, Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang berada di sekitar $126.198.

    Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Terbatas

    Salah satu faktor fundamental yang terus menjadi daya tarik Bitcoin adalah struktur pasokan yang terbatas.

    Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total pasokan maksimum sebesar 21 juta BTC.

    Kelangkaan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Bitcoin sering dianggap sebagai aset digital yang memiliki karakteristik mirip emas, karena suplai yang terbatas dapat menciptakan tekanan harga ketika permintaan meningkat.

    Dengan kapitalisasi pasar yang terdilusi penuh mencapai sekitar $1,55 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar.

    Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

    Beberapa faktor utama yang sering memengaruhi pergerakan harga Bitcoin antara lain:

    1. Sentimen Pasar Kripto

    Ketika pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan tren positif, Bitcoin biasanya menjadi aset pertama yang mengalami lonjakan permintaan.

    2. Aktivitas Investor Institusional

    Dalam beberapa tahun terakhir, minat dari investor institusional terhadap Bitcoin semakin meningkat. Hal ini dapat memperkuat stabilitas dan likuiditas pasar.

    3. Faktor Makroekonomi

    Perubahan kebijakan suku bunga global, inflasi, serta kondisi ekonomi dunia juga sering memengaruhi aliran modal ke aset kripto.

    Level Penting yang Perlu Dipantau Trader

    Dalam jangka pendek, beberapa level harga menjadi perhatian utama para trader.

    • Resistance terdekat: sekitar $74.000 – $75.000
    • Support penting: sekitar $71.000

    Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

    Namun jika harga gagal mempertahankan momentum, BTC berpotensi kembali melakukan konsolidasi di area support.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 16 Maret 2026: Momentum Terjaga BTC ke $73.000

    Harga Bitcoin hari ini naik sekitar 3,33% ke kisaran $74 ribu, menunjukkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar kripto dalam jangka pendek.

    Dengan kapitalisasi pasar mendekati $1,48 triliun dan volume perdagangan harian di atas $36 miliar, BTC tetap menjadi aset digital paling berpengaruh di industri kripto.

    Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar serta faktor makroekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com